Landasan Sosial Budaya Pendidikan

3,976 views
3,767 views

Published on

Published in: Education
2 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,976
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
169
Comments
2
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Landasan Sosial Budaya Pendidikan

  1. 1. LANDASANSOSIAL BUDAYA PENDIDIKAN M. Elfin Noor NIM: 0104512010 PPs Kurikulum dan Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Semarang
  2. 2. Mengapa Sosial Budaya?Setiap kegiatan manusia tidak lepas dari unsur sosial budayaSosial: Kegiatannya melibatkan orang lainBudaya: Materi yang dipelajari murid, cara belajar, kegiatan-kegiatan dan bentuk-bentuk yang dikerjakan.
  3. 3. Ciri-ciri SosiologiEmpiris: bersumber dan tercipta dari kenyataan yang terjadi di lapanganTeoritis: peningkatan fase penciptaan, dapat disimpan dalam waktu yang lama, dapat diwariskan kepada generasi mudaKomulatif: konsekuensi dari perubahan yang terjadi di masyarakat, membuat teori-teori akan berkomulasi mengarah kepada teori yang lebih baikNonetis: menceritakan apa adanya, tidak menilai apakah suatu hal itu baik atau buruk.
  4. 4. Mengapa terjadi Interaksi dan Proses Sosial?Imitasi/Peniruan. Bisa positif, bisa pula negatif.Sugesti. Menerima atau tertarik pada pandangan atau sikap orang lain yang berwibawa, berwenang atau mayoritas.Identifikasi. Menyamakan dirinya dengan orang lain, baik secara sadar ataupun tidak.Simpati. Simpati akan terjadi manakala seseorang merasa tertarik dengan orang lain.
  5. 5. Interaksi Sosial dalam PendidikanGuru harus dapat menjadi contoh dalam berperilaku agar dapat ditiru, diidentifikasi sehingga anak-anak akan merasa simpati padanya.Fungsi sekolah: agar dapat memberikan dan membangkitkan kebutuhan sosial dan rekreasi (Coleman: 1984).Anak-anak harus merasa gembira, antusias dan tidak merasa dipaksa datang ke sekolah.
  6. 6. Faktor-faktor yang dapat mengubah kebudayaan(Kneller):Originasi: hal baru, penemuan-penemuan baruDifusi: pembentukan budaya baru akibat masuknya elemen-elemen budaya baru ke dalam budaya lamaReinterpretasi: perubahan kebudayaan akibat terjadinya modifikasi elemen-elemen kebudayaan yang telah ada agar sesuai dengan keadaan zaman
  7. 7. Kebudayaan dan PendidikanPendidikan adalah bagian dari kebudayaanBila kebudayaan berubah, maka pendidikan juga bisa berubah. Bila pendidikan berubah, dapat mengubah kebudayaanPendidikan tidak ingin membuat manusia menjadi robot budaya A, robot budaya B, budaya C dan sebagainya
  8. 8. Masyarakat dan SekolahAdanya sekolah karena anggapan dan kenyataan bahwa orang tua tidak mampu mendidik anak mereka secara sempurna dan lengkapOrang tua membutuhkan bantuan lembaga pendidikan untuk mengembangkan anak-anak mereka secara relatif sempurna
  9. 9. Manfaat PendidikanBagi masyarakat: untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat, baik yang berkaitan dengan kewajiban maupun hakBagi siswa dan remaja: sebagai wahana persiapan untuk menjadi individu dan warga negara yang baikSebagai kunci bagi pemecahan masalah-masalah sosial agar tidak melakukan tindakan-tindakan kriminalDalam masyarakat modern, keluarga dan lembaga keagamaan digantikan oleh sekolah sebagai lembaga yang paling penting untuk menanamkan nilai-nilai kemasyarakatan (Zanti Arbi, 1988)
  10. 10. Masyarakat Indonesia dan PendidikanMasyarakat sadar pendidikan agar dapat meningkatkan hidup dan kehidupanMasyarakat berasumsi, makin tinggi ijazah makin cepat mendapatkan pekerjaan, makin besar pula gaji yang mereka terima.
  11. 11. Masyarakat Indonesia dan Pendidikan Faktanya, banyak lulusan S1 belum dapat pekerjaan Pemakai tenaga kerja lebih percaya kepada kemampuan dibanding isi ijazah Tidak semua perguruan tinggi mampu meluluskan tenaga kerja yang dipersyaratkan oleh perusahaan Belakangan, masyarakat mulai memilih perguruan tinggi yang bermutu Sayangnya, lulusan sekolah dan perguruan tinggi ditentukan oleh prestasi belajar dalam aspek kognisi Jadi, tujuan pendidikan nasional untuk membentuk manusia seutuhnya belum tercapai; memberi peluang munculnya kenakalan remaja, penyebab korupsi dan kolusi.
  12. 12. Paradigma Pendidikan BaruPendidikan adalah usaha sadar ke pendidikan sebagai usaha sadar dan tidak disadariPendidikan sekolah ke pendidikan sekolah dan luar sekolahPendidikan dan pengajaran kebudayaanProses assembling ke proses membangun dari awalAnak yang patuh ke anak yang mandiri (Anita, 1996)Anak sebagai makhluk yang terlindungi, ke anak yang berkompetensi.
  13. 13. Menjadikan Kebudayaan dan Pendidikanmenjadi wadah proses belajarKerjasama orang tua, masyarakat dan pemerintah dalam memperbaiki pendidikan ditingkatkanPendidikan nonformal dan pendidikan informal ditangani secara serius, paling tidak sama intensitasnya dengan penanganan pendidikan jalur formalKebudayaan, terutama tayangan televisi, yang paling banyak pengaruhnya terhadap perkembangan anak dan remaja, perlu ditangani dengan baik lagiKebudayaan-kebudayaan negatif yang lain perlu dihilangkan dengan berbagai cara.
  14. 14. Implikasi Konsep PendidikanKeberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sekitarnya. Keduanya saling menunjangPerlu dibentuk badan kerjasama antara sekolah dengan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk wakil-wakil orang tua dan siswa untuk turut memajukan pendidikanProses sosialisasi anak-anak perlu ditingkatkanDinamika kelompok dimanfaatkan untuk belajarKebudayaan menyangkut seluruh cara hidup dan kehidupan manusia yang diciptakan oleh manusia ikut mempengaruhi pendidikan atau perkembangan anak
  15. 15. Implikasi Konsep Pendidikan Ada kemungkinan pergeseran paradigma pendidikan, dari sekolah ke masyarakat luas dengan berbagai pengalaman yang luas Kebudayaan perlu ditertibkan antara lain dengan penyesuaian tayangan televisi dan memberantas kebudayaan yang merusak remaja Akreditasi ditingkatkan untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan Materi pelajaran banyak dikaitkan dengan keadaan dan masalah masyarakat setempat Metode belajar ditekankan pada kegiatan anak baik individual maupun kelompok, melakukan survei di masyarakat, ikut memecahkan masalah masyarakat dan diberi kesempatan berkreasi atau menemukan ide-ide baru Ujian Nasional lambat laun diubah menjadi Ujian Sekolah sehingga memungkinkan memberi ujian yang bersifat komprehensif untuk mendukung perkembangan manusia seutuhnya
  16. 16. Thank you:)

×