• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Profesi kependidikan
 

Profesi kependidikan

on

  • 995 views

menambah ilmu pengetahuan tentang guru

menambah ilmu pengetahuan tentang guru

Statistics

Views

Total Views
995
Views on SlideShare
995
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
34
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Profesi kependidikan Profesi kependidikan Document Transcript

    • Profesi KependidikanSupervisi PengajaranSecara umum tujuan supervisi pengajaran adalah:(1) meningkatkan efektivitasdan efisiensi belajar-mengajar,(2) mengendalikan penyelenggaraan bidangteknis edukatif di sekolah sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan kebijakanyang telah ditetapkan,(3) menjamin agar kegiatan sekolalah berlangsungsesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga segala sesuatunya berjalanlancar dan diperoleh hasil yang optimal,(4) menilai keberhasilan sekolahdalam pelaksanaan tugasnya, dan(5) memberikan bimbingan langsung untukmemperbaiki kesalahan, kekurangan dan kekilafan serta membantumemecahkan masalah yang dihadapi sekolah sehingga dapat dicegahkesalahan dan penyimpangan yang lebih jauh (Suprihatin, 1989:305).Tujuan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untukmeningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untukmeningkatkan kualitas belajar siswa. Bukan saja memperbaiki kemampuanmengajar tetapi juga mengembangkan potensi kualitas guru (Sahertian,2000:19).Permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi dilingkungan pendidikan dasar adalah bagaimana cara mengubah pola pikiryang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif,yaitu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru-guru merasaaman dan diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Untuk itu,supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data, fakta yang objektif (Sahertian,2000:20).Supandi (1986:252), menyatakan bahwa ada dua hal yang mendasaripentingnya supervisi dalam proses pendidikan.a. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan.Perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur maupunfungsi kurikulum. Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaianyang terus-menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Hal ini berarti bahwaguru-guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agardaya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana secara baik.Namun demikian, upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Banyak halsering menghambat, yaitu tidak lengkapnya informasi yang diterima, keadaansekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum, masyarakat yang tidakmau membantu, keterampilan menerapkan metode yang masih harus
    • ditingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai.Dengan demikian, guru dan Kepala Sekolah yang melaksanakan kebijakanpendidikan di tingkat paling mendasar memerlukan bantuan-bantuan khususdalam memenuhi tuntutan pengembangan pendidikan, khususnyapengembangan kurikulum.b. Pengembangan personel, pegawai atau karyawan senantiasa merupakanupaya yang terus-menerus dalam suatu organisasi.Pengembangan personal dapat dilaksanakan secara formal dan informal.Pengembangan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutanmelalui penataran, tugas belajar, loka karya dan sejenisnya. Sedangkanpengembangan informal merupakan tanggung jawab pegawai sendiri dandilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya, melaluiberbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah, percobaan suatu metode mengajar,dan lain sebagainya.Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yangwajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan kegiatansupervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah dalammemberikan pembinaan kepada guru. Hal tersebut karena proses belajar-mengajar yang dilaksakan guru merupakan inti dari proses pendidikan secarakeseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajarmengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatanguru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalamsituasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu kegiatansupervisi dipandang perlu untuk memperbaiki kinerja guru dalam prosespembelajaran.Secara umum ada 2 (dua) kegiatan yang termasuk dalam kategori supevisipengajaran, yakni:a. Supervisi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru SD.Secara rutin dan terjadwal Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan supervisikepada guru-guru SD dengan harapan agar guru mampu memperbaiki prosespembelajaran yang dilaksanakan. Dalam prosesnya, kepala sekolah memantausecara langsung ketika guru sedang mengajar. Guru mendesain kegiatanpembelajaran dalam bentuk Rencana Pembelajaran kemudian kepala sekolahmengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru.Saat kegiatan supervisiberlangsung, kepala sekolah menggunakan leembar observasi yang sudahdibakukan, yakni Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG terdiriatas APKG 1 (untuk menilai Rencana Pembelajaran yang dibuat guru) danAPKG 2 (untuk menilai pelaksanaan proses pembelajaran) yang dilakukanguru.
    • b. Supervisi yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolahdan guru-guru untuk meningkatkan kinerja.Kegiatan supervisi ini dilakukanoleh Pengawas Sekolah yang bertugas di suatu Gugus Sekolah. Gugus Sekolahadalah gabungan dari beberapa sekolah terdekat, biasanya terdiri atas 5-8Sekolah Dasar.Hal-hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervisiuntuk memantau kinerja kepala sekolah, di antaranya administrasi sekolah,meliputi:1) Bidang Akademik, mencakup kegiatan:(a) menyusun program tahunan dansemester,(b) mengatur jadwal pelajaran,(c) mengatur pelaksanaan penyusunanmodel satuan pembelajaran,(d) menentukan norma kenaikan kelas,(e)menentukan norma penilaian,(f) mengatur pelaksanaan evaluasi belajar,(g)meningkatkan perbaikan mengajar,(h) mengatur kegiatan kelas apabila gurutidak hadir, dan (i) mengatur disiplin dan tata tertib kelas.2) Bidang Kesiswaan, mencakup kegiatan:(a) mengatur pelaksanaanpenerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru, (b)mengelola layanan bimbingan dan konseling,(c) mencatat kehadiran danketidakhadiran siswa, dan(d) mengatur dan mengelola kegiatanekstrakurikuler.3) Bidang Personalia, mencakup kegiatan: (a) mengatur pembagian tugasguru,(b) mengajukan kenaikan pangkat, gaji, dan mutasi guru,(c) mengaturprogram kesejahteraan guru,(d) mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru,dan(e) mencatat masalah atau keluhan-keluhan guru.4) Bidang Keuangan, mencakup kegiatan:(1) menyiapkan rencana anggarandan belanja sekolah,(2) mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah,(3)mengalokasikan dana untuk kegiatan sekolah, dan(4) mempertanggungjawab-kan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.5) Bidang Sarana dan Prasarana, mencakup kegiatan:(1) penyediaan danseleksi buku pegangan guru,(2) layanan perpustakaan dan laboratorium,(3)penggunaan alat peraga,(4) kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah,(5)keindahan dan kebersihan kelas, dan(6) perbaikan kelengkapan kelas.6) Bidang Hubungan Masyarakat, mencakup kegiatan:(1) kerjasama sekolahdengan orangtua siswa,(2) kerjasama sekolah dengan Komite Sekolah,(3)kerjasama sekolah dengan lembaga-lembaga terkait, dan(4) kerjasama sekolahdengan masyarakat sekitar (Depdiknas 1997).
    • Sedangkan ketika mensupervisi guru, hal-hal yang dipantau pengawas jugaterkait dengan administrasi pembelajaran yang harus dikerjakan guru,diantaranya:a. Penggunaan program semesterb. Penggunaan rencana pembelajaranc. Penyusunan rencana hariand. Program dan pelaksanaan evaluasie. Kumpulan soalf. Buku pekerjaan siswag. Buku daftar nilaih. Buku analisis hasil evaluasii. Buku program perbaikan dan pengayaanj. Buku program Bimbingan dan Konselingk. Buku pelaksanaan kegiatanekstrakurikulerKESIMPULANSalah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui supervisipengajaran. Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu dilakukan secarasistematis oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah bertujuan memberikanpembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektifdan efisien. Dalam pelaksanaannya, baik kepala sekolah dan pengawasmenggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perludiperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. Untukmensupervisi guru digunakan lembar observasi yang berupa alat penilaiankemampuan guru (APKG), sedangkan untuk mensupervisi kinerja sekolahdilakukan dengan mencermati bidang akademik, kesiswaan, personalia,keuangan, sarana dan prasarana, serta hubungan masyarakat.