Takbir Cinta Zahrana                                               Takbir Cinta Zahrana                                   ...
Takbir Cinta Zahrana                                                  Takbir Cinta ZahranaSatu                            ...
Takbir Cinta Zahrana                                                 Takbir Cinta ZahranaUmurnya sudah tidak muda lagi. Ti...
Takbir Cinta Zahrana                                                  Takbir Cinta ZahranaSedangkan Wati lain lagi, menuru...
Takbir Cinta Zahrana                                                Takbir Cinta ZahranaIa ingin para kerabat diundang han...
Takbir Cinta Zahrana                                                 Takbir Cinta ZahranaAyahnya menjawab      dengan   su...
Takbir Cinta Zahrana                                                 Takbir Cinta Zahranadengannya. Nanti kalau ada yang c...
Takbir Cinta Zahrana                                                 Takbir Cinta ZahranaDua                              ...
Takbir Cinta Zahrana                                                  Takbir Cinta Zahrana"Saya harap begitu. Kalau begitu...
Takbir Cinta Zahrana                                                  Takbir Cinta Zahrana"Kami tahu dari Ibu Merlin bahwa...
Takbir Cinta Zahrana                                               Takbir Cinta Zahrana"Saya masih boleh konsultasi pada i...
Takbir Cinta Zahrana                                               Takbir Cinta Zahranatenang dan tenteram. Ilmu S.2-nya i...
Takbir Cinta Zahrana                                                               Takbir Cinta Zahranatemantemannya     s...
Takbir Cinta Zahrana                                                Takbir Cinta Zahranaperasaan yang akan dialami isteri ...
Takbir Cinta Zahrana                                                 Takbir Cinta ZahranaTiga anak itu adalah hasil kawin ...
Takbir Cinta Zahrana                                                     Takbir Cinta Zahrana"Teknik Sipil, Ummi."        ...
Takbir Cinta Zahrana                                                  Takbir Cinta Zahrana"Begini, Anakku. Pak Kiai punya ...
Takbir Cinta Zahrana                                                Takbir Cinta Zahranadia akan selesai S.l dan jarak pen...
Takbir Cinta Zahrana                                                  Takbir Cinta ZahranaPenjual kerupuk itu mengambil ke...
Takbir Cinta Zahrana                                                   Takbir Cinta Zahranamenyempurnakan separo agamaku s...
Takbir Cinta Zahrana                                                 Takbir Cinta Zahranaperumahan ini. Dan anehnya Pak Ki...
Takbir Cinta Zahrana                                                Takbir Cinta Zahranaberhasil meyakinkan Rahmad untuk t...
Takbir Cinta Zahrana                                                  Takbir Cinta Zahranayang tidak diundang. Hal itu mem...
Takbir Cinta Zahrana                                                Takbir Cinta Zahranakebaikanmu sendiri, sebaiknya kauk...
Takbir Cinta Zahrana                                                 Takbir Cinta Zahrana"Rahmad mati tertabrak kereta api...
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Novel   takbir cinta zahrana
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Novel takbir cinta zahrana

2,514 views
2,405 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,514
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Novel takbir cinta zahrana

  1. 1. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana (Sebuah Novelet Pembangun Jiwa) Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan iman dalam dada ia mungkin telah memilih sirna dari dunia. Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan orang- orang seusianya. Banyak yang memandangnya sukses. Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang terhormat dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia mampu meraih gelar master teknik dari sebuah institut teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa Tengah: Semarang.Uziek Collection Uziek Collection
  2. 2. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaSatu Kenapa juga ketika selesai S.l ia tidak langsung menikah? Kenapa ia lebih tertantang masuk S.2 di ITB Bandung? Padahal saat itu, temannya satu angkatan siTidak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan Yuyun menawarkan kakaknya yang sudah buka kiospenghargaan sebagai dosen paling berdedikasi di pakaian dalam di Pasar Bringharjo Jogja. Saat itukampusnya. Ia sangat disegani oleh sesama dosen dan kenapa ia begitu tinggi hati. Ia masih memandangdicintai oleh mahasiswanya. Ia juga disayang oleh rendah pekerjaan jualan pakaian dalam. Sekarangkeluarga dan para tetangganya. Bagi perempuan kakaknya Yuyun sudah punya toko pakaian dan sepatuseusianya, nyaris tidak ada yang kurang pada dirinya. yang lumayan besar di Jogja. Akhirnya ia menikahSudah berapa kali ia mendengar pujian tentang dengan seorang santriwati dari Pesantren Al Munawwir,kesuksesannya. Hanya ia seorang yang tahu bahwa Krapyak.sejatinya ia sangat menderita. Dan sekarang telah membuka SDIT di Sleman. ApaAda satu hal yang ia tangisi setiap malam. Setiap kali sebetulnya yang ia kejar? Kenapa waktu itu ia tidakbermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Ia juga cepat dewasa dan menyadari bahwa hidup inimenangisi takdirnya yang belum juga berubah. Takdir berproses.sebagai perawan tua yang belum juga menemukan Ia meneteskan airmata. Dulu banyak mutiara yangjodohnya. Dalam keseharian ia tampak biasa dan ceria. datang kepadanya ia tolak tanpa pertimbangan. Dan kiniIa bisa menyembunyikan derita dan sedihnya dengan mutiara itu tidak lagi datang. Kalau pun ada seolah-olahsikap tenangnya. sudah tidak lagi tersedia untuknya. Hanya bebatuanIa terkadang menyalahkan dirinya sendir kenapa tidak dan sampah yang kini banyak datang dan membuatnyamenikah sejak masih duduk di S.l dahulu? Kenapa tidak menderita batin yang cukup dalam.berani menikah ketika si Gugun yang mati-matian Matanya berkaca-kaca. Ketika ia sadar harus rendahmencintainya sejak duduk di bangku kuliah itu hati. Ketika ia sadar prestasi sejati tidaklah semata-mengajaknya menikah? mata prestasi akademik. Ketika ia sadar dan inginIa dulu memandang remeh Gugun. Ia menganggap Gugun mencari pendamping hidup yang baik. Baik bagi dirinyaitu tidak cerdas dan tipe lelaki kerdil. Sekarang si dan juga bagi anak-anaknya kelak. Ketika ia sadar danGugun itu sudah sukses jadi pengusaha cor logam dan ingin menjadi Muslimah seutuhnya. Ketika ia menyadari,baja di Klaten. Karyawannya banyak dan anaknya sudah semua yang ia temui kini, adalah jalan terjal yangtiga. Gugun sekarang juga punya usaha Travel Umroh di panjang yang menguji kesabarannya.Jakarta. Setiap kali bertemu, nyaris ia tidak beranimengangkat muka. Uziek Collection Uziek Collection
  3. 3. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaUmurnya sudah tidak muda lagi. Tiga puluh empat "Iya Bu Merlin." Jawabnya hambar, dengan suaratahun. Teman-teman seusianya sudah ada yang memiliki serak.anak dua, tiga, empat, bahkan ada yang lima. Adik-adik "Suaramu kok sepertinya serak. Sudahlah Rana,tingkatnya, bahkan mahasiswi yang ia bimbing bukalah hatimu kali ini. Pak Karman memiliki apa yangskripsinya sudah banyak yang nikah. Sudah tidak diinginkan perempuan. Dia sungguh-sungguh berkenanterhitung berapa kali ia menghadiri pernikahan menginginkanmu."mahasiswinya. Dan ia selalu hanya bisa menangis irimenyaksikan mereka berhasil menyempurnakan separo "Iya Bu Merlin, semoga keputusan yang terbaik nantiagamanya. bisa saya berikan."Hari ini ia kembali diuji. Seseorang akan datang. "Baguslah kalau begitu. Gitu dulu ya. O ya jangan lupaDatang kepada orangtuanya untuk meminangnya. Ia dandan yang cantik." Klik. Tanpa salam.masih bimbang harus memutuskan apa nanti. Ia sudah Kali ini yang datang melamarnya bukan orangsangat tahu siapa yang akan datang. Dan sebenarnya ia sembarangan. Pak H. Sukarman, M.Sc., Dekan Fakultasjuga sudah tahu apa yang harus ia putuskan. Meskipun Teknik, orang nomor satu di fakultas tempat diapahit ia merasa masih akan bersabar meniti jalan terjal mengajar. Duda berumur lima puluh lima tahun. Statusdan panjang sampai ia menemukan mutiara yang ia dan umur baginya tidak masalah. Sudah bertitel haji.harapkan. Tapi bagaimana ia harus kembali memberikan Kredibilitas intelektualnya tidak diragukan. Materi takpemahaman kepada ayah-ibunya yang sudah mulai usah ditanyakan. Di Semarang saja ia punya tiga pomrenta? bensin. Namun soal kredibilitas moralnya, susahHand phone-nya berdering. Dengan berat ia angkat, Zahrana untuk memaafkannya. Repotnya, jika ia"Zahrana?" Suara yang sangat ia kenal. Suara Bu menolak ia sangat susah untuk menjelaskan. Ia harusMerlin, atasannya di kampus. Bu Merlin, ataulengkapnya berkata bagaimana.Ir. Merlin Siregar M.T., adalah Pembantu Dekan I. Ia Ia telah membicarakan hal ini pada kedua sahabatorang kepercayaan Pak Karman. Sejak SMA ia di karibnya. Si Lina, yang kini jualan buku-buku Islami diSemarang, jadi logat Bataknya nyaris hilang. Bahasa Tembalang. Dan si Wati yang kini jadi isteri lurahJawanya bisa dibilang halus. Tlogosari Kulon. Lina berpendapat untuk tidak"Iya Bu Merlin." Jawabnya dengan airmata menetes di mengambil risiko dengan menerima orang amoralpipinya. seperti Pak Karman itu. Apapun titel dan jabatannya. Moral adalah nyawa orang hidup. Jika moral itu hilang"Saya dan rombongan Pak Karman sudah sampai dari seseorang, ia ibarat mayat yang bergentayangan.Pedurungan. Dua puluh menit lagi sampai." Itu pendapat Lina. Uziek Collection Uziek Collection
  4. 4. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaSedangkan Wati lain lagi, menurutnya sudah saatnya ia hatinya terbuka. Segera menikah. Dan segera lahirtidak melangit. Mencari manusia setengah malaikat itu cucu yang jadi penerus keturunan.hal yang mustahil. Selama Pak Karman masih shalat dan Kamu mikir apa, Anakku? Kamu menunggu apa? Kapanpuasa ya terima saja. Apalagi ia orang terpandang. Dan kamu menikah, Anakku?juga kesempatan seperti ini tidak selalu datang. la meneguhkan jiwa, menata hati. la juga memprediksiTerakhir Wati bilang, "Siapa tahu dengan menikah gaya bahasa yang akan disampaikan pihak Pak Karman.denganmu, Pak Karman berubah. Dan di hari tuanya ia Dan menyiapkan bahasa yang tepat untuk menjawab. lasepenuhnya membaktikan umurnya untuk kebaikan. juga tidak lupa menyiapkan hidangan yang pantas untukBukankah itu bagian dari dakwah yang agung menghormati tamu. Ruang tamu telah ia rapikan. Bunga-pahalanya?" bunga ia tata, dan sarung bantal ia ganti dengan yangIa belum bisa mengambil keputusan. Kata-kata Wati baru. Tuan rumah harus bisa menjaga kehormatan. Danselalu terngiang-ngiang di telinganya. Ia nyaris ia kembali meneguhkan prinsipnya dalam menghadapimemutuskan untuk menerima saja lamaran Pak Karman. siapapun: harus tenang, bicara yang tepat, rendah hatiNamun jika ia teringat apa yang dilakukan Pak Karman dan santun. Itulah senjata para pemenang. Dan ia haruspada beberapa mahasiswi yang dikencaninya diam-diam, menang. Ia teringat perkataan Napoleon Hill,ia tak mungkin memaafkan. Jika sudah demikian "Kebijakan yang sesungguhnya, biasanya tampak melaluitibatiba wajah keriput kedua orangtuanya muncul kerendahan hati dan tidak banyak cakap."dengan sebuah pertanyaan, "Kowe mikir opo Nduk?Kowe ngenteni opo? Dadine kapan kowe kawin, Nduk?"1 Ia kini tampak tegar. Tak ada lagi airmata. Mental yang ia siapkan adalah mental seorang dosen pembimbing*** yang siap maju sidang membela mahasiswanyaLima menit sebelum rombongan Pak Karman datang, mempertahankan skripsinya. Ia sangat yakin akanZahrana berbicara kepada kedua orangtuanya. Ia minta kekuatannya.kepada mereka pengertiannya jika ia nanti mengambil Ia berdandan secukupnya. Ia pakai jilbab hijau mudakeputusan yang mungkin tidak melegakan mereka kesayangannya. Sangat serasi dengan gamis bordirberdua. Diberitahu seperti itu kedua orangtuanya hijau tua bermotif bunga melati putih kecil-kecil.menangkap apa yang akan terjadi. Dan mereka kembali Hanya dirinya dan kedua orangtuanya yang akanpasrah dalam kekecewaan. Namun mereka tetap menyambut. Ia merasa tak perlu mengundang paraberharap akan terjadi hal yang membahagiakan. kerabat. Sebab seperti yang telah lalu, jika terjadi halMereka berdoa, kali ini semoga keputusan putri semata yang tidak memuaskan hanya akan jadi gunjinganwayang mereka lain dari sebelum-sebelumnya. Semoga panjang tak berkesudahan. Ia tak ingin itu terjadi lagi. Uziek Collection Uziek Collection
  5. 5. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaIa ingin para kerabat diundang hanya untuk yang sudah dan basa-basi berjalan. Ia sendiri lebih banyak diam.jadi. Yang tak ada ruang bagi mereka berbincang Tak bicara jika tidak perlu bicara. Ibunya yangkecuali kebaikan. Kali ini yang ia undang justru dua biasanya memang cerewet yang banyak mengimbangiorang ibu-ibu yang biasa membantu keluarganya selama bicara.ini. Sesekali ada lelucon-lelucon yang menghangatkanRombongan Pak Karman datang tepat jam setengah lima suasana. Makanan dan minuman dikeluarkan oleh duasore. Tidak main-main. Empat mobil. la harus mengakui orang ibu-ibu yang rapi berkerudung. "Tape ketan inikehebatan Bu Merlin mengorganisir ini semua. Juga dibuat oleh anakku, si Zahrana ini dengan penuh cinta.keberhasilan Bu Merlin memprovokasi Pak Karman Siapa yang memakannya insya Allah awet muda." Ibunyauntuk nekat seperti ini. Ayah ibunya tampak kaget. melucu sambil mempersilakan tamu-tamunya menikmatiTidak menduga yang datang akan sebanyak ini dan hidangan seadanya. Mendengar hal itu spontan Pakseserius ini. Untung ruang tamu rumah orangtuanya Karman berkomentar dengan gaya lucu,cukup luas. "Sebelum yang lain mengambil saya dulu yang harusHanya tiga orang yang tidak dapat tempat duduk. mencicipi. Agar awet muda dan bisa menyuntingTerpaksa duduk di beranda. la yakin tujuan Bu Merlin bidadari."baik, hanya saja Bu Merlin tidak tahu visi hidupnya saat Spontan perkataan itu disambut tertawa semua yangini. Bukan sekadar materi dan kedudukan yang ia hadir, kecuali dirinya. Entah kenapa perkataan ituharapkan dari calon suaminya. la mencari calon suami menurutnya tidak lucu. Perkataan itu seperti sampahyang bisa dijadikan imam. Imam yang menjadi bagian yang hendak dijejalkan ke telinganya. Bagaimanatak terpisahkan dalam ibadahnya kala mengarungi mungkin ia hidup bersama orang yang suaranya sajakehidupan. Karena itulah posisinya benar-benar sulit tidak mau ia dengar.kali ini. Bu Merlinlah yang selama ini banyakmembantunya di kampus. Dia jugalah yang dulu memberi Lima belas menit basa-basi akhirnya Pak Darmanto,bocoran adanya lowongan dosen di kampusnya. juru bicara Pak Karman, masuk pada inti kedatangan, "...dan maksud kedatangan kami adalah untukRombongan telah duduk tenang. Pak Karman menyukur menyambung persaudaraan dan kekeluargaan denganbersih kumis dan cambangnya. Ia tampak lebih muda keluarga Bapak Munajat. Kami bermaksud menyuntingdari biasanya. Koko biru muda dan peci hitam putri Bapak Munajat, yaitu Dewi Zahrana untukmembuatnya tampak alim. Seorang lelaki setengah saudara kami Bapak H. Sukarman, M.Sc. Alangkahbaya, mengaku sebagai adiknya Pak Karman, namanya bahagianya jika maksud dan tujuan kami dikabulkan."Pak Darmanto mengawali pembicaraan. Unggah-ungguh Uziek Collection Uziek Collection
  6. 6. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaAyahnya menjawab dengan suara rentanya yang Hanya Pak Munajat, ayahnya yang meneteskan airmataterbata-bata, mendengar jawaban putrinya itu. Ia sudah tahu ke mana arah perkataan putrinya itu."Pertama....tama, ka...kami sekeluarga menyampaikanrasa terima kasih atas silaturrahminya. Kami juga Menjelang Maghrib rombongan itu pamit. Zahranabahagia. Bagi ka..kami lamaran ini adalah suatu bentuk langsung ke kamarnya mengatur kata yang tepat untukpenghormatan. Dan jika bisa kami akan membalasnya disampaikan pada Pak Karman. Ia tersenyum, dengandengan penghormatan yang le..lebih baik. Namun senyum yang susah diartikan.masalah jodoh hanya Allahlah yang mengatur. Putri ***kami sudah sangat dewasa. Dia lebih berpendidikandaripada kami berdua. Dia bisa memutuskan sendiri "Kamu masih nunggu yang bagaimana lagi, Nduk? Pakmana yang baik baginya. Itu yang bisa kami sampaikan." Karman memang agak tua, tapi ia berpendidikan dan kaya. Dia juga bisa tampak muda." Kata ibunya yangMasalah sudah jelas. Semua tamu melihat ke arahnya. sudah tahu keputusannya.la tahu bola sekarang ada di tangannya. Dialah sekarangyang paling berkuasa di majelis itu. la berusaha untuk "Saya tidak menunggu yang bagaimana-bagaimana Bu.tenang. Setenang ketika ia membantu argumen Saya menunggu lelaki saleh yang pas di hati saya. Itumahasiswa yang dibelanya dalam sidang skripsi, saja." Jawab Zahrana."Saya pernah mendengar Baginda Nabi Muhammad "Lha Pak Karman itu apa masih kurang saleh. Dia sudahSaw., pernah bersabda, Al ajalatu minasy syaithan. haji. Sudah menyempurnakan rukun Islam. Kita sajaTergesa-gesa itu datangnya dari setanl Saya tidak belum." Bantah ibunya.mau tergesa-gesa. Saya tidak mau mengecewakan Ia merasa, memang agak susah memahamkan ibunyasiapapun. Termasuk diri saya sendiri. Maka bahwa kesalehan tidak dilihat dari sudah haji atauperkenankan saya untuk menjawabnya tiga hari ke belum. Tidak dilihat dari pakai baju koko atau tidak.depan. Saya akan langsung sampaikan kepada Pak Tidak bisa dilihat dari pakai peci putih atau peci yangKarman yang saya hormati. Maafkan jika saya tidak lainnya. Betapa banyak penjahat di negeri ini yangbisa menjawab sekarang." bertitel haji. Setiap tahun haji justru untuk menutupiAda sedikit gurat kekecewaan di wajah Pak Darmanto kejahatannya. Atau malah berhaji untuk melakukandan Pak Karman. Namun keduanya tidak bisa bersikap kejahatan di musim haji. Ibunya tidak akan nyambungapapun kecuali setuju. Bu Merlin tersenyum tanda dia ajak dialog masalah itu.setuju. Yang lain bisa memahami dan memaklumi. "Pokoknya menurutku Pak Karman masih kurang. Saya sangat tahu siapa dia, soalnya saya satu kampus Uziek Collection Uziek Collection
  7. 7. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranadengannya. Nanti kalau ada yang cocok pasti saya mahasiswanya untuk menyampaikan hal itu kepada Pakmenikah Bu." Karman besok pagi. Dan ia sudah berketetapan akan mengambil cuti satu minggu. Sebab jawaban itu pastiBegitu mendengar dari jawabannya ada perkataan tidak diinginkan oleh Pak Karman. Bahkan pasti sangat"pokoknya", sang ibu langsung diam dengan raut muka mengecewakan Pak Karman. Untuk menjaga hal yangsedih. Dalam hati ia istighfar jika telah melukai ibunya. tidak baik, lebih baik ia tidak masuk kampus. DanTapi ia tidak mau asal menikah. Menikah adalah ibadah, kembali masuk jika suasana kembali seperti sediakala.tidak boleh asal-asalan. Harus dikuati benar syarat Apa yang ia rencanakan berjalan. Dan apa yang iarukunnya. Meskipun ia tahu ia sudah jadi perawan tua prediksi terjadi. Dua hari kemudian ia mendapatkanyang sangat terlambat menikah, namun ia tidak mau SMS dari Pak Karman:gegabah dalam memilih ayah untuk anak-anaknya kelak. "Suratmu sudah aku terima. Kamu pasti tahu bahwaZahrana masuk kamar dan menulis surat jawaban untuk jawabanmu sangat mengecewakan aku!"Pak Karman dengan komputernya. Bahasanya tegas danlugas: Ia membaca jawaban itu dengan hati tidak enak. EntahKepada kenapa ia merasakan ada aroma jahat dalam setiapYth. Bpk. H. Sukarman, M.S.c huruf-hurufnya dan susunan kalimatnya. Lalu iaDi Semarang mendapat SMS dari Bu Merlin: "Hari ini saya dicacimaki Pak Karman gara-garaAssalamualaikum Wr. Wb. jawabanmu. Saya sungguh kecewa dengan kamu!"Semoga Bapak senantiasa sehat dan berada dalam Airmatanya meleleh.naungan hidayah-Nya. "Maafkan aku Bu Merlin," lirihnya dengan hati perih. Ia merasakan dunia ini begitu sempit. Dinding-dindingTo the point saja, tanpa mengurangi rasa hormat sayakepada Bapak, saya ingin menyampaikan bahwa saya kamarnya seakan hendak menggenjetnya. Atapbelum bisa menerima pinangan Bapak. Semoga Bapak kamarnya seakan mau rubuh menimpanya. Ia hanya bisamendapatkan yang lebih baik dari saya. Mohon maklum pasrah kepada-Nya dan memohon kekuatan untuk tetapdan mohon maaf jika tidak berkenan. kuat dan tegar di jalan-Nya.Wassalam,Dewi Zahrana ***la lalu menge-print surat itu dan memasukkannya kedalam amplop putih. Ia akan minta bantuan seorang Uziek Collection Uziek Collection
  8. 8. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaDua saya lihat gelagat Pak Karman berniat memecatmu dengan satu tuduhan serius yang akan sangat mempermalukanmu. Ia mengisyaratkan hal itu kemarinFirasatnya benar. Lima hari setelah ia mengirim setelah membaca suratmu. Sekadar saran dariku lebihjawaban itu, Bu Merlin datang ke rumahnya. Saat itu ia baik kau mundur dengan terhormat daripada dipecat!masih mengambil cuti. Bu Merlin datang dengan mimik Jika marah Pak Karman bisa lupa bumi di mana iaserius. Mimik yang ditakuti oleh para bawahannya, berpijak."apalagi para mahasiswa. Pembantu Dekan I di "Apa Bu? Mundur?" Jawab Zahrana dengan nada kaget.kampusnya itu berkata, "Zahrana, kamu memang bebasmenentukan pilihanmu. Namun terus terang saya tidak "Iya Zahrana. Sebaiknya kau mengundurkan diri saja.mengerti apa maumu. Saya tak perlu berdusta padamu, Itu saranku sebagai orang yang sangat paham petasaya sangat kecewa padamu. Padahal saya telah politik di kampus."berusaha melakukan yang terbaik, untukmu dan juga "Tidak Bu. Jika terjadi ketidakadilan, akan saya lawanuntuk Pak Karman. Namun agaknya ini semua sampai titik darah penghabisan!"berantakan karena keangkuhanmu." "Zahrana, kamu ternyata tidak tahu benar peta politik"Bu tolong ibu juga mengerti saya. Saya telah berusaha kampus. Tidak tahu benar siapa Pak Karman. Jika kaumenata hati dan jiwa untuk menerima Pak Karman. Saya nekat itu ibarat ulo marani gitik. Ibarat ular mendekattidak mau karena saya sudah terlambat menikah, lantas untuk dipukul sampai mati. Mundurlah dulu.saya menikah untuk seolah-olah bahagia. Saya tidak Bertiaraplah sementara waktu. Ini yang kulihat baikmau batin saya justru menderita. Karena saya benar- untukmu. Saya berjanji suatu saat nanti jika saya adabenar tidak bisa menerima Pak Karman. Saya tidak kemampuan, kamu akan saya tarik lagi ke kampus. Kalimau, setelah menikah sosok Pak Karman justru jadi ini percayalah padaku. Saya tidak rela orang sebaikmonster yang menghantui saya setiap saat. Saya sama kamu jadi bulan-bulanan kesewenang-wenangan yangsekali tidak bisa mencintainya Bu. Meskipun sebutir sudah saya cium dari sekarang."zarrah. Ibu kan juga seorang perempuan. Saya mohonibu bisa memaklumi." Zahrana menjawab panjang lebar Zahrana akhirnya paham dengan apa yang disampaikandengan mengajak bicara dari hati ke hati. Bu Merlin. Dari nada dan tuturkata yang disampaikan ia melihat ada kesungguhan dan ketulusan."Kalau masalahnya sudah cinta. Tak ada orang di mukabumi ini yang bisa memaksa. Meskipun saya kecewa Namun ia belum bisa mengambil sikap dengan cepat.saya tetap menginginkan yang terbaik untukmu. Sejak Sekali lagi ia harus tenang dan tidak gegabah, "Baiklahmengenalmu aku tahu kau orang baik. Begini Zahrana, Bu. Saya mengerti. Akan saya pikirkan matang-matang saran Ibu. Saya sangat berterima kasih." Uziek Collection Uziek Collection
  9. 9. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana"Saya harap begitu. Kalau begitu saya pamit dulu. kampus. Dan Bu Merlin melihat dia akan membuatMasih ada urusan yang harus saya kerjakan." Kata Bu perhitungan denganmu."Merlin. "Jadi?" *** "Kalau aku jadi kau, aku memilih mengundurkan diriZahrana sadar Bu Merlin masih tetap menyimpan rasa dengan baik-baik, daripada dipecat dengan membawasayang padanya, meskipun ia telah mengecewakannya. nama tercemar. Pak Karman tentu lebih kuat posisinyaBu Merlin juga tetap setia pada prinsip hidupnya: daripada kamu. Ingat dia orang nomor satu di FakultasMemaksimalkan manfaat meminimalisir konflik. Jika tempat kamu mengajar."masih ada jalan menghindari konflik, maka jalan itulah "Aku tahu. Tetapi jika aku keluar, lantas nanti apa yangyang harus ditempuh. harus aku katakan pada ayah dan ibu?"Setelah Bu Merlin pergi Zahrana langsung mengendarai "Kau kayak anak kecil aja. Cari pekerjaan baru. Dengansepeda motornya ke rumah Lina, temannya paling akrab begitu kau bisa berdalih degan seribu alasan yangsejak di SMP sampai Perguruan Tinggi. la perlu orang menyejukkan mereka. Bisa kaukatakan tidak kerasanyang bisa diajak bicara memutuskan masalahnya. lagi di kampus. Cari pengalaman baru dan lain"Apa sejahat itu Pak Karman?" tanya Lina pada sebagainya." Akhirnya ia mantap untuk mengundurkanZahrana. diri."Aku tak ingin membicarakan kejahatannya. Yang jelas "Kau benar Lin. Besok aku akan mengundurkan diri."apa yang sebaiknya kulakukan setelah mendengar saran "Nanti kubantu cari pekerjaan yang cocok untukmu."Bu Merlin." "Kau memang sahabatku yang baik Lin.""Yang paling penting menurutku adalah, apa kaupercayadengan apa yang disampaikan Bu Merlin?" Zahranamenjawab dengan memandang lekat-lekat teman ***karibnya itu, Pagi itu Zahrana datang ke kampus dengan membawa"Sampai saat ini saya belum pernah dibohongi Bu dua pucuk surat pengunduran dirinya. Satu untukMerlin. Saya percaya padanya." rektor dan satu untuk dekan. Pak Karman sedang rapat"Kalau begitu masalahnya jelas. Pak Karman itu sedang dengan rektor. Itu kesempatan baginya untuksangat tersinggung dan marah besar karena kamu tolak. mengemasi barang-barangnya. Teman-temannya sesamaDia merasa tidak nyaman berada satu atap denganmu di dosen banyak yang kaget. Uziek Collection Uziek Collection
  10. 10. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana"Kami tahu dari Ibu Merlin bahwa kamu menolak "Kalau begitu cari tiga teman, dan segera ke ruanglamaran Pak Karman. Apa karena itu terus kamu juga kerja saya. Saya minta bantuannya sedikit."harus mundur dari kampus?" tanya Pak Didik, dosen "Baik Bu."mata kuliah struktur beton yang meja kerjanya palingdekat dengannya. Ia lalu balik ke ruang kerjanya."Saya hanya ingin cari suasana baru dan pengalaman "Pak Didik?"baru. Mungkin saya akan mencoba kerja di sebuah "Ya Bu Rana."perusahaan." Jawab Zahrana sekenanya sambil "Saya minta tolong, surat pengunduran ini disampaikanmerapikan berkas-berkasnya. ke Pak Rektor begitu saya pergi. Data-data saya di"Apa ini benar-benar sudah keputusan final?" komputer ini nanti diselamatkan ya Pak. Trus sayaminta"Ya. Final." tolong dicarikan taksi.""Kami tak berhak menahanmu. Meskipun kami sangat "O bisa Bu."kehilangan kamu jika kamu keluar. Tidak banyak Lima menit kemudian tiga orang mahasiswi berjilbab,pengajar yang seahli kamu. Jika nanti kamu ingin dan dua orang mahasiswa datang. Kepada merekakembali ke kampus ini jangan segan-segan. Kami para Zahrana menjelaskan bahwa dirinya akan mengundurkandosen akan men-support-mu." diri dari kampus itu."Terima kasih Pak Didik. Maafkan saya jika selama ini "Kenapa Bu?" tanya Nina, mahasiswinya yang aktif dibanyak berbuat salah." Lembaga Pers Kampus."Sama-sama." "Tidak apa-apa. Hanya ingin cari suasana baru saja."Setelah barang-barangnya rapi. la meletakkan surat "Tidak karena tekanan seseorang kan Bu?" tanyapengunduran dirinya di meja kerja Pak Karman. Lalu mahasiswa berbaju biru tua kotak-kotak.mencari mahasiswi yang bisa membantunya mengangkat "Tidak. Ini murni keinginan Ibu. Mana ada yang beranibarang. Di koridor ia bertemu dengan mahasiswi menekan Ibu tho San." Jawab Zahrana pada mahasiswaberjilbab hitam. bernama Hasan."Nina!" "Kalau ibu mundur, skripsi saya bagaimana Bu?" tanya"Ya Bu Rana." mahasiswa itu lagi."Bisa bantu saya sebentar?" "O tenang San. Nanti kamu menghubungi Bu Merlin dan"Bisa Bu." Pak Didik ya. Mereka akan membantumu, insya Allah." Uziek Collection Uziek Collection
  11. 11. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana"Saya masih boleh konsultasi pada ibu tho. Meskipun profesional untuk mendongkrak prestasi. STM Al Fatahibu tidak di kampus ini lagi?" berada di payung Yayasan Pesantran Al Fatah. Pesantren besar yang terkenal di Mranggen. Ia"Boleh San. Kalian semua ibu persilakan dolan ke rumah mengajukan lamaran dan hari itu juga ia diterima.ibu kapan saja." Kata Zahrana sambil memandang wajahmahasiswanya satu per satu. Zahrana lalu meminta Kepala sekolahnya yang masih keturunan pendirimereka mengangkat barangbarangnya ke luar gedung. Pesantren Al Fatah sangat senang. Pengalaman mengajar Zahrana ketika mengajar di FT universitasTak lama taksi datang. Zahrana pun meninggalkan swasta terkemuka di Semarang adalah jaminan kualitas.kampus itu dengan membawa seluruh barang-barangnya. Sejak hari itu Zahrana mengajar siswa-siswa yang sebagian besar adalah santri. Ia berusaha mendalamiBegitu selesai rapat, Pak Karman kembali ke ruang kultur dan budaya santri. Sebab sejak kecil ia belumkerjanya. Keputusannya sudah mantap yaitu memecat pernah menjadi santri sama sekali. Ia merasakanZahrana dengan beberapa tuduhan serius, di antaranya: nuansa yang berbeda antara mengajar santri dantidak disiplin. "Perawan tua itu harus diberi pelajaran!" mengajar mahasiswa. Ada tantangan tersendiriGeramnya dalam hati. Ketika ia duduk di kursinya ia mengajar santri yang masih banyak menganggap ilmumenangkap sepucuk surat tergeletak di atas meja eksak tidak penting, yang menganggap "ilmu umum"kerjanya. Ia baca surat itu. Kemarahannya seketika lainnya juga tidak penting.meluap, Dianggap tidak penting, karena para santri berpikiran"Kurang ajar!" Ia seperti petinju yang nyaris meng-KO bahwa ilmu eksak dan "ilmu umum", kelak tidak akanlawan, tibatiba malah dipukul KO. Ia sama sekali tidak ditanyakan di akhirat. Bagi mereka, yang terpentingmemperhitungkan Zahrana akan membuat keputusan adalah "ilmu agama", karena ilmu itulah yang akannekat itu. dibawa hingga akhirat nanti. Pikiran yang perluNamun ia tetap akan membuat perhitungan dengan diluruskan.satusatunya dosen Fakultas Teknik yang masih gadis Dan Zahrana tertantang untuk meluruskannya. laitu. merasa mengajar di lingkungan pesantren lebih *** menenteramkan. Entah kenapa? Apa karena dekat dengan banyak ulama? Atau karena memang diTak perlu waktu lama bagi Zahrana untuk mendapatkan pesantren tempat ia mengajar tidak ada manusiapekerjaan baru. Dari seorang teman ia mendapatkan seperti Pak Karman yang dalam pandangannya sangat-informasi bahwa STM Al Fatah Mranggen, Demak, sangat durjana. Hari-harinya ia lalui dengan lebihsedang membutuhkan seorang guru baru yang Uziek Collection Uziek Collection
  12. 12. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranatenang dan tenteram. Ilmu S.2-nya ia rasa tidak benar- "Tanpa kamu minta pun kami terus mendoakanmu siangbenar hilang tanpa guna. Sebab ia juga diterima dan malam, Anakku."sebagai konsultan sebuah perusahaan properti. Ia juga "Terima kasih Ayah."masih sering didatangi mahasiswanya. ***Yang masih sering datang adalah mahasiswanya yangbernama Hasan. Tugas Akhir Hasan memang di bawah Malam itu setelah memeriksa tugas-tugas anakbimbingannya. Namun setelah ia keluar, tugas didiknya Zahrana membuka komputer. Ia hendakpembimbingan diambil alih oleh Bu Merlin. Hasan dan berselancar di dunia maya internet. Ia ingin melihatteman-temannya masih suka datang untuk konsultasi apakah ada email yang masuk. Apakah ada berita yangdan meminjam referensi. Ia merasa senang dengan menarik. Dan ia mau membuat blog. Siapa tahu dengankedatangan mereka. Ia merasa mereka seperti adiknya membuat blog ia bisa menemukan jodohnya.sendiri. Baru saja menyalakan komputer hp-nya berderingSuatu siang ayahnya bertanya, mengapa ia beberapa kali. Ada tiga SMS yang masuk.meninggalkan kampus dan memilih mengajar di STM Al Iamembukanya:Fatah yang gajinya jauh lebih kecil. "Sedang apa perawan tua?"Ia menjawab, "Ingin mencari ketenangan dengan dekat "Ternyata jadi perawan tua itu indah."kiai dan para santri." Ayahnya hanya mendesah tanda "Jangan-jangan jilbabmu itu kedok untuk menutupitidak setuju. daging tuamu yang sudah busuk di kerubung lalat!"Namun ia kemudian berusaha menghibur, "Yang kedua Zahrana tersentak dan geram. Sebuah teror. TerorYah, Zahrana berharap mengajar di lingkungan paling primitif, dengan kata-kata yang merendahkanpesantren jadi jalan bagi Zahrana menemukan jodoh dan menyakitkan. la periksa nomornya. Nomor yangZahrana. Bertahun-tahun di kampus jodoh yang tidak ia kenal. la nyaris membalas SMS itu denganZahrana harap tidak juga datang." kata-kata yang sama pedasnya. Tapi ia urungkan. IaWajah ayahnya itu sedikit cerah, "Semoga harapanmu sudah bisa menduga kira-kira dan mana SMS ituterkabul. Kalau perlu kamu harus berani minta tolong berasal. Akhirnya ia memilih diam. Diam tanpa pernahpada Pak Kiai. Siapa tahu beliau bisa membantu menganggap SMS itu ada. Ia merasa diam adalahmenemukan jodohmu." senjata paling ampuh."Iya Yah. Mohon doanya terus." Menanggapi omongan orang gila berarti ikut jadi gila. Menanggapi sikap orang dungu berarti ikut jadi dungu. Internetnya sudah konek. Lima email dari Uziek Collection Uziek Collection
  13. 13. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranatemantemannya sesama dosen. Semuanya takut terjadi salah paham. Karena bahasa tulisan bisa diedit sementara bahasa lisan tidak.menyayangkan keputusannya meninggalkan kampus. Dansemuanya mendoakan semoga sukses dengan pilihannya. Bu Zahrana, setelah mengetahui lebih detil tentang Ibu. Juga apa yang Ibu cari selama ini saya memberanikan diri mengajukan diri.Hp-nya kembali berdering. Dua kali. Ia buka, Mengajukan diri untuk menjadi suami ibu. Maaf, to the point saja Bu. Saya menawarkan kepada ibu, sekali lagi maaf jika dianggap lancang,"Apa kabar Perawan Tua?" untuk menjadi isteri kedua saya. Saya yakin isteri saya bisa"Kelapa itu semakin tua semakin banyak santannya. menerimanya nanti.Banggalah jadi perawan tua!" Saya akan berusaha adil sebagai suami. Terus terang sebenarnya yang saya harapkan adalah seorang isteri yang educated dan cerdas seperti BuIa meneteskan airmata. Tubuhnya bergetar. Hatinya Zahrana. Bukan yang bisanya cuma arisan seperti isteri saya saat ini.sakit. Tapi ia harus menang. Diam adalah senjata Tapi karena sudah punya dua anak, tidak mungkin saya meninggalkanpamungkasnya untuk menang. Ia tidak akan meladeni dia.kata-kata yang tidak mencerminkan datang dari orang Saya yakin dengan kita membina rumah tangga bersama, kita bisaterdidik itu. Akhirnya, ia matikan hp-nya. Ia memilih bersinergi. Kita bisa saling memberi dan memaksimalkan potensi. Ini harapan saya. Semoga ibu berkenan dengan harapan ini.asyik berselancar di dunia maya. Saya kira cukup sekian dulu surat ini. Jika ada salah kata motion maaf.Ia buka alamat emailnya yang lain. Ada dua email. Yang Tawaran saya ini mohon tidak diartikan sebagai pelecehan. Sama sekalisatu dari sebuah komunitas milis, memanggilnya untuk saya tidak bermaksud seperti itu. Saya bermaksud kita saling memberiikut milis. Dan satunya dari Pak Didik. Ia jadi bertanya manfaat. Itu saja. Akhirul kalam,ada apa dengan Pak Didik. Baru kali ini Pak Didik Wassalamualaikum Wr. Wb.mengirim email kepadanya. Hormat saya,la buka email itu: Subjeknya: SEBUAH TAWARAN, Didik Hamdani, M.T.JIKA BERKENAN. Baru dikirim beberapa jam yang lalu.la lalu membacanya dengan sedikit rasa penasaran. Zahrana membaca email itu dengan tubuh bergetar,Tawaran apa yang dimaksud Pak Didik, yang celananya mata berkaca-kaca. la tidak tahu apa yang ia rasakan.selalu di atas mata kaki itu? Yang jelas bukan bahagia. Ia merasa betapa tidakAssalamualaikum Wr. Wb. mudah menjadi gadis yang terlambat menikah. DanSemoga Ibu Zahrana sukses dan berbahagia selalu. Amin. Sebelumnya betapa susah menjadi wanita.mohon maaf jika email saya ini mengganggu. Sebenarnya sudah lamasaya ingin mengirim email ini tapi terhambat karena beberapa sebab. Jika Pak Didik itu tidak memiliki isteri, katakanlahHari ini saya merasa hari yang tepat saya mengirim email ini untuk duda sekalipun, tawaran itu mungkin akan sedikitmemberikan sebuah tawaran kepada Ibu Zahrana. Maaf terpaksa saya menjadi jendela harapan di hatinya. Tapi ia harussampaikan lewat email, sebab jika saya sampaikan langsung secara lisan dijadikan yang kedua. Ia tidak tega. Ia tidak tega pada Uziek Collection Uziek Collection
  14. 14. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranaperasaan yang akan dialami isteri Pak Didik. Dan ia juga Tigatidak tega pada perasaan kedua orangtuanya. Merekasemua tidak siap untuk itu. Bahkan jika mau jujur, iasendiri "belum siap", atau lebih tegasnya "tidak siap" Bumi terus berputar pada porosnya. Detik berkumpulmenjadi isteri kedua. Sakit rasanya. Bagaimanapun ia menjadi menit. Menit berkumpul menjadi jam. Jamadalah wanita biasa. Ia adalah perempuan Jawa pada berkumpul menjadi hari. Minggu berkumpul menjadiumumnya, yang benar-benar "tidak siap", atau lebih bulan. Ternyata sudah enam bulan Zahrana mengajar ditepatnya "tidak mau" dijadikan istri kedua. Atau "tidak STM. Namun masalah utamanya belum juga selesai.mau" dimadu. la belum juga mendapatkan jodohnya. Setelahla membayangkan, alangkah tersiksanya, misalnya, bila mendapat tawaran dari Pak Didik, sudah ada dua orangia menerima tawaran Pak Didik itu, ternyata isterinya yang maju.tidak setuju. Isterinya itu lantas melabraknya dan Tapi entah kenapa ia tidak sreg. Hatinya belum cocok.mengatakan kepadanya, Yang pertama dibawa oleh teman ayahnya. Seorang"Hai perawan tua tengik, memang di dunia ini sudah satpam di sebuah Bank BUMN. Ia tidak lagi melihattidak ada lelaki sehingga kamu tega merampas suami status. Satpam atau apapun tak jadi masalah. la tidakorang! Dasar perawan tua! Suka merusak pager ayu sreg karena satpam itu tidak bisa membaca Al-Quranorang saja!" sama sekali. Sekali lagi, tidak bisa membaca Al-Quran sama sekali. Shalat juga dengan jujur diakuinya tidakIa tidak tahu akan menjawab apa. pernah lengkap. la hanya membayangkan akan jadi apaMaka begitu ia selesai membaca email itu, yang ia anak-anaknya kelak jika ayahnya sama sekali tidaklakukan adalah men-delete-nya tanpa me-reply sama mengenal Al-Quran. Dalam bahasa dia, buta Al-Quran.sekali. Ia menganggap email itu tak pernah ada. Dan alangkah beratnya mengajari ngaji suaminya dariMatanya masih berkaca-kaca. nol. Juga mendisiplinkan shalatnya dari nol. Akhirnya *** tanpa berpikir panjang ia lebih memilih menunggu yang lain. Orang yang kedua, yang maju melamarnya dibawa oleh temannya sendiri, Wati. Seorang pemilik bengkel sepeda motor. Duda beranak tiga. Status duda dengan berapa anak juga sebenarnya tidak masalah baginya. Ia tidak mungkin cocok dengan duda itu, karena ia telah kawin cerai sebanyak tiga kali dalam waktu tiga tahun. Uziek Collection Uziek Collection
  15. 15. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaTiga anak itu adalah hasil kawin cerainya dengan tiga Lina tentu lebih tahu berdiplomasi dengan Bu Nyaiperempuan berbeda. Ia tidak mau jadi korban yang daripada dirinya yang sama sekali tidak pernah nyantri.keempat. Meskipun Wati mengatakan bahwa lelaki itu Kedatangannya diterima Bu Nyai dengan wajahtelah insyaf. Ia ingin menikahi Zahrana sebagai isteri menyejukkan. Bu Nyai Saadah Al Hafidhah adalahyang terakhir. Karena ia tidak juga bisa menenangkan isteri K.H. Amir Arselan, pengasuh utama Pesantren Albatinya. Akhirnya ia tolak juga pemilik bengkel itu. Fatah.Datangnya lamaran silih berganti yang semuanya Bu Nyai ini umurnya lima puluhan tahun. Dulu menghafalditolak oleh Zahrana itu membuat ibunya sempat Al-Quran di Kudus. Dan di tangannya kini telah lahirmarah. ratusan santriwati yang hafal Al-Quran. Saat itu"Kamu itu masih tinggi hati Rana! Perempuan tinggi hati kebetulan Pak Kiai sedang pergi ke Rembang. Hanya Butak akan mendapatkan jodohnya!" Nyai yang menemui.Ia menangis dimarahi ibunya begitu. Ia merasa Apa yang bisa Ummi bantu, Anakku? Oh ya siapapenolakannya itu ada landasan logika dan syariatnya namamu, Anakku?" tanya Bu Nyai.yang kuat. Ia menangis di pangkuan ibunya, dan minta "Nama saya Rana, Ummi. Lengkapnya Dewi Zahrana.maaf jika belum bisa menjadi anak yang Kedatangan saya ke sini pertama untuk silaturrahmi.membahagiakan orangtua. Ibunya, akhirnya luluh dalam Kedua untuk mohon tambahan doa dari Ummi.tangis. Ayahnya yang melihat hal itu juga menangis. Kebetulan saya ikut mengajar di STM Al Fatah. BaruSang ayah berkata sambil terisak, "Saat pindah ke enam bulan ini Ummi." Terang Zahrana dengan kepalaSTM Al Fatah kamu bilang siapa tahu jodohmu di menunduk.pesantren. Coba datanglah ke Pak Kiai. Coba kamu "O begitu. Ya. Jadi kau guru baru di STM Al Fatah?"minta pada Pak Kiai untuk membantu mencarikan.Mungkin kamu akan ditemukan dengan santrinya!" "Iya, Ummi.""Baiklah ayah, tak kurang ikhtiar saya. Untuk "Dulu nyantri di mana?"menemukan yang saya idamkan baiklah saya akan sowan Belum sempat Zahrana menjawab, Lina memotong,ke tempat Bu Nyai dan Pak Kiai secepatnya." Jawab "Zahrana ini belum pernah nyantri, Ummi. Tapi diaZahrana sambil mengusap airmatanya. hariannya seperti santri. Zahrana ini dari SMA. TerusEsoknya ia nekat mengajak Lina, menghadap Bu Nyai kuliah S.l di UGM dan S.2 di ITB Bandung, Ummi."dan Pak Kiai. Ia mengajak Lina sahabatnya itu, karena "Kalau begitu kamu hebat ya Zahrana. Bisa S.2 di ITB.Lina dulu pernah nyatri di Pesantren ARIS Kaliwungu Jurusan apa?"selama satu bulan saja, yaitu selama bulan Ramadhan. Uziek Collection Uziek Collection
  16. 16. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana"Teknik Sipil, Ummi." "Harus dihabiskan. Kalau tidak habis itu namanya mubazir. Dan orang yang suka mubazir itu temanBu Nyai hanya manggut-manggut. akrabnya setan." Kata Bu Nyai serius.Lina tahu bahwa Zahrana tidak berani mengungkapkan Rana dan Lina hanya bisa manut saja. Mereka pulangmaksud sebenarnya. Maka dengan tanpa diminta ia lalu dengan hati diliputi rasa gembira. Bu Nyai Dah, ataumenjelaskan dengan sehalus mungkin maksud utama Ummi Dah, begitu para santri memanggilnya, ternyatakedatangan Zahrana ke pesantren. Bu sangat halus tuturbahasanya, begitu perhatian danNyai menjawab, "Saya yakin tidak mudah mencari yang begitu menyenangkan. Wajar jika banyak santri yangselevel denganmu, Anakku. Jujur saja kalau misalnya mencintainya.ada yang selesai S.2 umurnya sama denganmu dia akan Pak Kiai pasti bahagia punya isteri sebaik dia.memilih yang lebih muda darimu. Lelaki itu umumnyapunya ego, tidak mau isterinya lebih pinter dan lebih ***tua darinya. Tapi ya tidak semua lelaki lho. Sekali lagitidak mudah mencarikan jodoh yang pendidikannyaharus tinggi seperti kamu juga saleh. Kalau boleh tahu, Zahrana baru saja masuk kelas, ketika kepala sekolahkalau strata pendidikannya tidak setinggi kamu memanggilnya. Ia bertanya-tanya dalam hati,bagaimana?" "Ada apa sepagi ini kepala sekolah memanggilnya." IaZahrana mengerti maksud Bu Nyai. Segera ia bergegas ke ruang kepala sekolah dengan kepala berisi tanda tanya.menjawab, "Saat ini status, strata, kedudukan sosial,pendidikan dan lain sebagainya tidak jadi pertimbangan "Bu Rana, saya baru saja ditelpon sama Bu Nyai Dah.saya Bu Nyai. Saya hanya ingin suami yang baik Beliau minta kau menghadap beliau sekarang juga."agamanya. Baik imannya dan bisa jadi teladan untuk Begitu kata kepala sekolah begitu ia sampai di ruanganak-anak kelak. Itu saja." kerja beliau. Zahrana langsung tahu kenapa Bu Nyai memanggilnya."Oo, baiklah kalau begitu. Besok kautelpon aku ya.Nanti malam aku akan rembugan dengan Pak Kiai. Ia langsung bergegas ke ndalem Bu Nyai Dah. Bu NyaiSemoga ada pandangan." Dah ternyata sudah menunggunya sambil membaca Al- Quran. Begitu Zahrana sampai beliau menghentikan"Baik Bu Nyai." bacaannya.Keduanya lalu pamitan setelah dipaksa Bu Nyai "Duduklah, Anakku."menghabiskan minuman yang ada di gelas. Ia duduk dengan kepala menunduk. Uziek Collection Uziek Collection
  17. 17. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana"Begini, Anakku. Pak Kiai punya seorang santri yang "Hmm penjual kerupuk keliling. Apakah memangsudah tiga tahun ini meninggalkan pesantren. Dia santri takdirku jadi isteri seorang penjual kerupuk keliling?"yang dulu sangat diandalkan Pak Kiai. Namanya Rahmad. gumamnya sendiri.Pendidikannya tidak tinggi. Ia hanya tamat Madrasah Ada dialog yang cukup serius dalam dirinya.Aliyah. Tidak kuliah. Karena setelah itu dia mengabdi dipesantren ini. Baik akhlak dan ibadahnya. Tanggung "Tapi meskipun penjual kerupuk keliling. Ia adalahjawabnya bisa diandalkan. Ia dari keluarga pas-pasan. orang yang baik akhlak dan ibadahnya. TanggungAnak kedua dari tujuh bersaudara. Pekerjaannya jawabnya bisa diandalkan. Toh aku sudah bilang pada Busekarang jualan kerupuk keliling. Dia duda tanpa anak. Nyai bahwa status, strata, kedudukan sosial,Isterinya meninggal satu tahun yang lalu karena demam pendidikan dan lain sebagainya tidak jadi pertimbanganberdarah. Itulah informasi yang bisa aku berikan. lagi. Yang aku inginkan adalah suami yang baikMusyawarahkanlah dengan kedua orangtuamu dan agamanya. Baik imannya dan bisa jadi teladan untukkerjakanlah shalat Istikharah. Jika kamu ingin dan anak-anak kelak. Apakah aku harus mempersoalkantertarik, beritahukan Ummi. Nanti kita carikan jalan pekerjaannya yang cuma penjual kerupuk keliling?"terbaik." Sampai di kelas ia tidak konsentrasi mengajar."Baiklah, Ummi. Terima kasih. Saya akan musyawarah Akhirnya ia memberi pekerjaan kepada para siswa. Jamdan Istikharah dulu. Saya pamit dulu Ummi, karena tadi ketiga ia ijin pulang ke rumah dengan alasan adakelas saya tinggalkan." Jawab Zahrana. kepentingan yang sangat penting berkaitan dengan permintaan Bu Nyai. Jika alasannya Bu Nyai, tidak ada"Ya. Semoga barakah, Anakku!" yang berani membantah.Zahrana berjalan ke kelas dengan telinga yang Sampai di rumah ia mengajak musyawarah ayah danmendengungkan apa yang disampaikan Bu Nyai: ibunya. Keduanya mendorongnya untuk maju."...Ia dari keluarga pas-pasan. Anak kedua dari tujuh "Kemuliaan hidup seseorang itu tidak karenabersaudara. Pekerjaannya sekarang jualan kerupuk pendidikannya atau pekerjaannya. Seseorang jikakeliling. Dia duda tanpa anak. Isterinya meninggal satu dimuliakan oleh Allah akan juga mulia di mata manusia."tahun yang lalu karena demam berdarah...!" Demikian kata ibunya.Sambil berjalan ia menirukan ucapan Bu Nyai,"Pekerjaannya sekarang jualan kerupuk keliling. Dia Ia mulai mantap. Namun merasa masih belum cukup. Iaduda tanpa anak. Isterinya meninggal satu tahun!" lalu menelpon Lina. Dari jauh Lina menjawab, "Dia kan lulusan aliyah. Nanti jika kalian sudah menikah dan hidup mapan. Minta saja dia kuliah. Dengan begitu Uziek Collection Uziek Collection
  18. 18. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranadia akan selesai S.l dan jarak pendidikan tidak terlalu ia yang nanti mau, tapi si penjual kerupuk itu justrujauh. Dan sebenarnya dengan dia mengabdi di yang tidak mau dengan alasan minder dan lainPesantren bertahun-tahun dia telah mendapatkan sebagainya. Ia mendesah nafas panjang. Biarlah waktupelajaran hidup yang lebih matang dari mata kuliah di yang menjawabnya, desahnya.Program Pascasarjana sekalipun. Sudah mantaplah Ran.Pak Kiai dan Bu Nyai pasti berusaha mengarahkan yangterbaik." ***Mantap sudah hatinya. Niatnya sudah bulat. Untuksemakin memantapkan ia pun Istikharah. Setelah Hari berikutnya Zahrana benar-benar tidak keIstikharah rasa mantapnya semakin besar. Hari itu manamana sejak pagi. Hari itu ia ijin tidak mengajarjuga ia menelpon Bu Nyai dan menjelaskan demi mengejar takdir. Ia menunggu di ruang tamu.kemantapannya. Terkadang juga di beranda. Sesekali ke jalan. PenjualBu Nyai menjawab, kerupuk itutidak juga datang."Baiklah coba jelaskan alamat rumahmu!" Jam sebelas siang seorang penjual kerupuk datang."Saya tinggal di Perumahan Klipang Asri. Jalan "Puk Kerupuk! Puk Kerupuk!" Suara penjual kerupuk ituMadukara B-15." membahana. Hari Zahrana sedikit lega. Ia menunggu. Suara itu semakin mendekat. Semakin mendekat. Ia"Besok satu hari penuh jangan ke mana-mana. Pak Kiai keluar ke beranda. Begitu penjual kerupuk sampai diakan meminta si Rahmad itu berjualan ke perumahan di depannya, ia berteriak,mana kau tinggal. Kau belilah kerupuk darinya, dan kauboleh bertanya apa saja padanya. Biasa saja. Dia tidak "Kerupuk Pak!"tahu apa-apa masalah ini. Dengan begitu kau bisa tahu Penjual kerupuk itu menghentikan langkah. Tempatdengan jelas calon suamimu itu. Jika kau masih kerupuk yang dipikulnya ia turunkan. Zahranajugamantap, maka bisa diteruskan. Jika tidak ya tidak terperanjat. Sudah tua. Ia memperkirakan umurnyaapaapa." mendekati lima puluh tahun. Kulitnya hitam legam"Baik Bu Nyai." Jawabnya. tersengat matahari. la hampir menangis.Dari situ ia tahu betapa demokratisnya Bu Nyai. Betapa "Iya Bu, beli berapa?"bijaksananya Bu Nyai. Betapa Bu Nyai memang tidak "Tiga ribu Pak."mau memaksa. Ia kemudian jadi takut. Janganjangan "Baik Bu." Uziek Collection Uziek Collection
  19. 19. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta ZahranaPenjual kerupuk itu mengambil kerupuk dan Ini kan masih siang. Kau tunggu saja. Aku yakin yangmemasukkan ke dalam plastik lalu menyerahkan kepada dikirim Pak Kiai pasti baik. Pokoknya kamu jangan keZahrana. Zahrana mengeluarkan uang dua puluh ribu. mana-mana ya. Tunggu sampai malam datang. Mau dapat suami saleh harus sabar ya." Lina berusaha"Ada yang kecilBu?" menenangkan dan menguatkan."Aduh tak ada Pak." "Terima kasih Lin. Semoga yang kaukatakan benar.""Aduh gimana ya Bu. Saya tak ada kembalian. Udah ibu Zahrana kembali menunggu. Nyaris satu hari penuhbawa dulu saja kerupuknya. Kapan-kapan kalau saya Zahrana menunggu dengan perasaan sedih, jengkel,lewat ibu bayar." marah juga berharap. Belum pernah ia sepegal itu. la"E jangan Pak. Udah bapak bawa saja. Itu sedekah saya yang dulu pernah mendapatkan predikat mahasiswauntuk Bapak." teladan UGM kini menunggu datangnya seorang penjual"Baik Bu kalau begitu. Matur nuwun ya Bu. Semoga kerupuk keliling. Begitu pentingnya penjual kerupuk itu.keinginan ibu dikabulkan Allah." Tapi inilah takdir hidupnya. Ia merasa ia harus sabar. Sampai senja tiba, tukang kerupuk selain yang pertama"Amin." Dalam hati Zahrana berdoa ingin suami yang belum datang. Ia menangis. Jika benar, yang dikirimsaleh dan pantas bagi dirinya. Pak Kiai adalah Pak Tua tadi, maka ia merasa menjadiBegitu penjual kerupuk itu pergi, Zahrana langsung perempuan paling menderita di dunia. Sampai Pak Kiaimenghubungi Lina sambil menangis. la menceritakan dan Bu Nyai yang dia anggap orang yang sangat arifpenjual kerupuk yang baru ditemuinya. pun, berpendapat bahwa ia pantasnya dengan lelaki"Apakah dalam pandangan Pak Kiai dan Bu Nyai saya berkepala lima. Sudah sedemikian tidak berharganyamemang pantasnya untuk penjual kerupuk yang tua dirinya.itu?" Nada Zahrana terdengar sedih. Ia masuk rumah. Lima belas menit lagi azan Maghrib"Tenanglah Rana. Kau sudah tanya sama Pak Tua itu berkumandang. Ia cemas dan galau. Tak ada penjualsiapa namanya?" kerupuk yang datang kecuali Pak Tua tadi. Ia bingung. Ia lemas. Ia keluar lagi. Berharap ada penjual kerupuk"Tidak terpikir Lin. Sama sekali tidak terpikir bertanya lain yang datang. Penjual kerupuk seperti yang ianamanya tadi. Aku sudah shock duluan tahu penjual itu bayangkan. Ia duduk di kursi beranda. Airmatanyasudah tua. Tidak seperti yang aku bayangkan." bercucuran,"Ya sudah. Kalau begitu kau sabar saja. Yang jelas, "Ya Ilahi jika aku punya dosa, ampunilah dosaku.tidak mungkin Pak Kiai dan Bu Nyai tega Cukupkanlah ujian-Mu. Aku mohon mudahkanlah jalankumenjerumuskanmu. Uziek Collection Uziek Collection
  20. 20. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranamenyempurnakan separo agamaku sesuai syariat-Mu. "E...lima ribu."Mudahkan diriku menyempurnakan ibadah kepada-Mu." Penjual kerupuk itu mengambil plastik hitam besar danIa lalu bangkit masuk rumah lagi. Tak ada siapasiapa di memenuhinya dengan kerupuk.rumah. Ayah dan ibunya sedang ke rumah sepupunya "Ini Bu"yang memiliki hajat sunatan di Pucang Gading. Ia mengambil kerupuk dan mengulurkan uang lima puluhBaru saja masuk, ia mendengar suara nyaring, ribu. Penjual kerupuk itu menerima uang itu dan"Kerupuk-kerupuk! Kerupuk Paak! Kerupuk Buu!" menghitung uang kembalinya.Ia terperanjat dan bergegas keluar. Suaranya lebih "Ini kembalinya Bu. Empat puluh lima ribu rupiah."tegas dan lantang. Ia lari. Penjual kerupuk itu telah Zahrana menerima dengan tangan kanannya. Sementaramelewati rumahnya. Ia melongok dari pagar. Penjual tangan kirinya memegang kantong plastik berisikerupuk itu hanya tampak punggungnya. Ia naik sepeda kerupuk. Penjual bersiap melanjutkan perjalanan.dan mengayuh sepedanya dengan cukup kencang.Zahrana jadi penasaran. Dengan cepat ia nyalakan "E, Sebentar, Mas." Zahrana menghentikan.sepeda motornya yang berdiri di beranda. Lalu melesat "Ya Bu, ada apa? Apa uang kembalinya kurang?"mengejar. Tak perlu waktu lama agar penjual kerupuk "Tidak kok Mas. Mau tanya, sudah lama jualan kerupukitu terkejar. Apa susahnya bagi sepeda motor untuk ya Mas? Kok kayaknya baru ke daerah ini."mengejar sepeda. Ketika sudah dekat ia berteriak, "Iya Bu. Sudah lama. Saya memang baru kali ini ke"Kerupuk, Mas!" daerah ini. Biasanya saya beroperasi di daerahPenjual kerupuk itu menepi menghentikan sepedanya. Mranggen, Plamongan Indah, Pucang Gading danIa melakukan hal yang sama. Penjual kerupuk itu Penggaron saja,"membuka topi lebarnya dan mengipas-ngipaskannya ke "O. Ini cari langganan baru ya?"tubuhnya. Semarang memang panas, meskipun haritelahsenja. Zahrana terperanjat. Masih muda dan ganteng. "Bisa ya, bisa tidak."Keringat yang mengalir, lengan yang kekar "Kok begitu."terbakar matahari menambah pesona tersendiri. "Biasanya dagangan saya sudah laku di timur, tidakSesaat lamanya ia memandangi penjual kerupuk itu. perlu sampai ke kampung ini. Saya jualan ke sini hanya"Iya Bu, beli berapa?" karena sendiko dawuh saja sama Pak Kiai. Pak Kiai saya itu aneh, tiba-tiba saya diminta jualan di daerah ini, diIa tersadar. Uziek Collection Uziek Collection
  21. 21. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranaperumahan ini. Dan anehnya Pak Kiai bilang hari ini saja. Zahrana lalu masuk kamarnya untuk siap-siap shalatBesok-besok terserah." Maghrib. Sebelum ia mengambil air wudhu hpnya berdering. Sebuah SMS masuk. Ia buka,Jantung Zahrana berdegup kencang. Azan Maghribmengalun. "Ass wr wb. Bu ini Hasan. Alhmdulillah tadi sy sdh wisuda. Dan alhmdulillah sy dinobatkan sbg mhsw"Boleh tahu, siapa nama Mas?" terbaik. Ini jg berkat doa dan bimbingan Ibu. Trm ksh"Nama saya Rahmad Bu. Sudah ya Bu saya jalan dulu. sdh mmnjami referensi dll. Mhn doanya. Wassalam."Sudah Maghrib, saya harus cari masjid." Ia tersenyum. Ia bahagia membaca SMS itu. BagaimanaPenjual kerupuk itu mengayuh sepedanya ke arah suara tidak bahagia jika ada seorang murid yang berhasilazan berkumandang. Zahrana memandang punggungnya tidak lupa pada gurunya. Ia teringat saat dulu diwisudasampai hilang di kejauhan. di UGM dan menjadi lulusan terbaik di Fakultasnya."Diakah jodoh yang ditakdirkan Allah untukku?" Saat itu ia sangat bahagia. Dan itu pula yang saat initanyanya dalam hari. sedang dirasakan mahasiswanya, Hasan.Ia lalu kembali ke rumahnya. Sampai di rumah ayah Ia teringat Nina. Bagaimana dengan Nina? Nina takibunya sudah ad a di rumah. kalah hebatnya dengan Hasan. Tiba-tiba ia tersenyum simpul. Hasan dan Nina itu cocok. Kalau mereka"Dari mana Rana? Ini rumah ditinggal pergi tapi pintu menikah itu pas. Hasan ganteng, Nina cantik. Sama-terbuka tak dikunci? Jangan sembrono kamu!" tegur sama aktivis. Sama-sama cerdas dan bisa diandalkan.ibunya serius."Dari mengejar penjual kerupuk Bu. Wong cumasebentar kok." Jawab Zahrana tenang. ***"Penjual kerupuk yang dikirim Bu Nyai itu?" tanyaibunya dengan mata berbinar. Setelah Zahrana melakukan kroscek pada Bu Nyai,"Iya Bu." memang penjual kerupuk yang masih muda itulah yang dimaksud Pak Kiai. Umurnya 29 tahun. Jadi lebih muda"Bagaimana orangnya? Ganteng? Kau cocok?" empat tahun dari Zahrana. Setelah memikir dan"Ah ibu itu lho semangat banget. Yang jelas orangnya menimbang tiga hari lamanya Zahrana merasa cocok.baik. Yang lain nanti kita musyawarahkan!" Ayah dan ibu Zahrana pun cocok. Barulah setelah itu"Iya. Iya. Baik." Pak Kiai dan Bu Nyai mempertemukan dua keluarga. Mulanya si Rahmad merasa minder. Tapi Pak Kiai Uziek Collection Uziek Collection
  22. 22. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranaberhasil meyakinkan Rahmad untuk tidak minder. Pada Namun dua orang mahasiswa yang ia harapkan datang,Rahmad Pak Kiai berkata, yaitu Nina dan Hasan malah tidak bisa datang."Zahrana ini, meskipun berpendidikan tinggi tapi ia Nina mengirim balasan:rendah hati. Yang jadi pertimbangan Zahrana dalam "Trm ksh Bu atas undangannya. Smg prnikhnnyamencari suami bukan materi, status, strata, kedudukan barakah. Maaf sy tdak bisa datang sbb pada hari yangsosial, pendidikan dan lain sebagainya. Yang jadi sama saya jg akan melangsungkn akad nikah di Jkt.pertimbangan Zahrana adalah agama, iman dan akhlak. Saling mendoakan ya Bu. Nina."Insya Allah, ia gadis salehah yang mampu menghormatisuaminya. Jadi kamu jangan minder!" Ia bahagia, Nina langsung menikah begitu selesai S.l. Tapi sedikit kecewa karena Nina tidak menikah denganAkhirnya Rahmad juga menyatakan cocok. Jadilah dua Hasan. Seperti yang ia idealkan. Ia langsung sadar,keluarga itu cocok. Saat musyawarah dua keluarga itu, ideal di mata manusia itu berbeda dengan ideal di mataZahrana mengutarakan keinginannya untuk Allah Swt.mempercepat pernikahannya. Usul Zahrana diterimadengan penuh semangat oleh dua keluarga. Sementara Hasan mengirim balasan,"Semakin cepat semakin baik. Insya Allah semakin "Smg prnkhan Ibu pnh barakah. Maaf sy tdk bs datangcepat juga semakin barakah!" Demikian Pak Kiai Bu. Sbb hari itu saya hams mengurus beasiswa S.2berkomentar. USM (Universiti Sains Malaysia). Motion doanya."Dan ditetapkanlah hari H pernikahan Rahmad dengan Kabar yang membuatnya bahagia. Mahasiswa penuhZahrana dua minggu setelah pertemuan itu. Dua dedikasi seperti Hasan memang pantas mendapatkankeluarga itu langsung didera kesibukan menyiapkan beasiswa. Dalam hati ia berdoa semoga semuapesta pernikahan itu. Karena Zahrana anak tunggal, Pak mahasiswanya berhasil dan sukses.Munajat ingin semua teman lama dan saudara diundang. Tak ketinggalan ia juga mengundang teman temannyaDengan kerja keras, dalam waktu relatif singkat sesama dosen waktu mengajar di kampus Fakultasundangan pernikahan tersebar. Zahrana mengundang Teknik. Semua ia undang termasuk Bu Merlin.semua temannya. Yang tidak bisa dikirimi undangan Hanya Pak Karman yang tidak. Ia tak ingin haridiberitahu lewat email dan SMS . Ia juga mengundang bahagianya rusak dengan melihat bandot tua yang tidakmahasiswanya yang ia kenal. Mereka ia undang lewat ia suka itu.SMS. Para mahasiswanya mengirim balasan dengan nada Namun mau tidak mau Pak Karman tahu juga kabar itu.sangat gembira dan memastikan mereka datang. Dan ia juga tahu bahwa hanya ia seorang di kampus Uziek Collection Uziek Collection
  23. 23. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranayang tidak diundang. Hal itu membuatnya marah dan Empatgeram."Jangan sebut aku ini Karman jika tidak bisa memberi Hari pernikahan Zahrana semakin dekat. Zahrana telahpelajaran pahit pada perempuan tengik itu!" memilih gaun pengantinnya. Gaun pengantin MuslimahGeramnya sambil memukul meja di ruang kerjanya. hijau muda yang sangat anggun. la memang suka warna hijau muda. Gaun pengantin itu ia beli dari butik Muslimah terkemuka di Solo. Sore itu, ia mencoba gaun itu di kamarnya. Sambil memandang wajahnya ke cermin ia berkata, "Akhirnya aku akan jadi pengantin juga. Aku akan punya suami. Aku akan hidup membina rumah tangga layaknya yang lain." Hatinya berbunga-bunga. la bahagia. Jika boleh meminta ia masih ingin meminta akad nikah dan walimatul ursy-nya. dipercepat lagi saja. Ia ingin segera mengatakan pada dunia bahwa ia juga berhak hidup wajar seperti yang lainnya. Hidup berkeluarga. Memiliki suami yang baik dan setia. Dan kelak memiliki anakanak yang menjadi penyejuk jiwa. Tiba-tiba hp-nya. berdering. Satu SMS masuk, "Apa kabar perawan tua? Jika kau telah beli gaun pengantin. Sebaiknya kaukembalikan saja. Kau tak akan memakainya di hari pernikahan yang telah kautentukan. Kau masih akan lama menyandang statusmu sebagai perawan tua. Bukankah jadi perawan tua itu indah. Tiap saat dilamar banyak orang dan bisa dengan semenamena menolaknya. Kenapa kau tidak menikmatinya saja? Kenapa tergesa-gesa? Demi Uziek Collection Uziek Collection
  24. 24. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahranakebaikanmu sendiri, sebaiknya kaukembalikan saja gaun Maka setelah shalat Isya ia langsung tidur, agar besokpengantinmu itu. Jadilah perawan tua selamanya." ia benar-benar fresh dan segar.Ia kaget. SMS berisi kata-kata teror itu muncul lagi. Lagu-lagu bahagia masih mengalun. Di luar kamarnyaEntah kenapa, kali ini ia tidak setenang dulu kesibukan terus berjalan sebagaimana mestinya. Anak-menghadapai SMS teror itu. Kali ini ia sangat marah. anak kecil tertawa-tertawa bahagia.Rasanya ia ingin membunuh orang yang mengirim SMS Mereka berlarian sambil memegang kue di tangannya.kurang ajar itu. Dengan sangat geram ia membalas, Zahrana tidur dalam kebahagiaan tiada terkira. Lagu"Semoga laknat Allah mengenaimu hai iblis tua! Semoga yang terakhir ia dengar adalah alunan suara Nasyidakau menemui ajalmu dalam keadaan hina di mata Ria,manusia!" Duhai senangnya pengantin baru. Duduk bersanding bersenda gurau. *** Ia benar-benar tidur pulas dan nyenyak. Jam setengah tiga malam ia dibangunkan. Tidur bahagianya hilang. Ia kaget ada keributan. Ibunya menangis menjerit-jeritPersiapan perhelatan akad nikah dan walimatul ursy di seperti orang kesurupan. Bapaknya terpekur di kursirumah Zahrana nyaris sempurna. Besok acara seperti patung. Linalah yang membangunkannya.pernikahan itu akan berlangsung. Rumah itu kini ramaidengan orang. Anak-anak kecil berlarian main "Ada apa ini Lin?" tanyanya heran. Ada kecemasan luarkejarkejaran. biasa yang tiba-tiba masuk dalam hatinya.Pengeras suara telah dipasang. Lagu-lagu khas pesta Lina yang ia tanya malah menangis.pernikahan dinyalakan. Sore itu syair lagu dari group "Rahmad Rana? Rahmad calon suamimu Rana!"kasidah Nasyida Ria berkumandang, "Ada apa dengan Rahmad?"Duhai senangnya pengantin baru. Lina tidak menjawab malah semakin keras terisakisak.Duduk bersanding bersenda gurau. Paman Rahmad yang ternyata ada di situ menjawab,Zahrana tersenyum. Besok ia akan mengalaminya. "Rahmad telah tiada, Anakku! Rahmad meninggal dunia!"Duduk bersanding dengan suaminya. Zahrana inginmembantu kaum ibu di dapur menyiapkan segala "Apa!!?" Ia kaget bagai tersengat listrik beribu-ribusesuatu. Tapi mereka meminta Zahrana istirahat saja. volt. Uziek Collection Uziek Collection
  25. 25. Takbir Cinta Zahrana Takbir Cinta Zahrana"Rahmad mati tertabrak kereta api!" lanjut Paman Rahmad tidak segera pulang malah begadang denganRahmad. temannya yang tak dijelaskan siapa."Oh tidak! Tidak! Tidaaak!" Zahrana menjerit histeris. Tepat tengah malam tadi dua orang polisi datang.Jeritannya menyayat hati siapa saja yang Mereka memberitahu ada mayat tertabrak kereta api,mendengarnya. Setelah itu ia pingsan seketika. Semua dan dari KTP di dompetnya diketahui bernama Rahmad.yang ada di rumah itu terpukul. Para tetangga Zahrana Sebagian orang memastikan ke tempat kecelakaan. Danyang mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi ikut benar mayat yang berlumuran darah itu memangsedih dan meneteskan airmata. Rahmad."Para tetangga itu lalu bertanya satu-sama-lain, Mendengar cerita itu semua diam. Semua membisu. Semua larut dalam kesedihan yang dalam. Zahrana"Kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana Rahmad bisa masih pingsan.tertabrak kereta api? Di malam menjelang akad nikah,bukankah sebaiknya ia di rumah saja istirahat? Kenapabisa sampai tertabrak kereta api? Apa yang ia lakukan ***sebenarnya?"Paman Rahmad menjelaskan, Pagi harinya bukan pesta pernikahan yang digelar tapi"Habis shalat Maghrib tadi ada yang menelpon hpnya. upacara belasungkawa kematian. Tak ada lagu bahagia.Katanya teman lama ingin bertemu di Pasar Mranggen. Tak ada senyum dan canda. Tak ada gelak tawa. YangRahmad minta temannya itu datang ke rumah saja. Tapi ada adalah mata yang berkaca-kaca dan rinai tangistemannya itu mengatakan tidak bisa. Temannya itu dalam jiwa.memaksa Rahmad pergi menemuinya. Karena berkaitandengan bisnis yang sangat pen ting. Dan Rahmad akan Zahrana belum bisa menerima apa yang terjadi. ladiajak sedikit mengetahui prospeknya. Akhirnya masih pingsan berkali-kali. Lina berinisiatif membawaRahmad pergi. Sekalian beli peci baru. Sebenarnya Zahrana ke rumah sakit. Zahrana harus dijauhkan darikeluarga melarang, tapi Rahmad memaksa pergi. Ia suasana yang masih diselimuti sedih itu. Zahrana harusmemaksa pergi sendirian. Saudara sepupunya mau ikut dijauhkan dari rumahnya, di mana ia siapbersamanya tapi dilarangnya dengan alasan tenaga melangsungkan akad nikah, namun tiba-tibasaudara sepupunya itu sangat dibutuhkan di rumah. menciptakan trauma baginya.Sampai jam sepuluh malam Rahmad belum juga pulang. Lina membawa Zahrana yang masih pingsan ke RS.Sebagian orang cemas, sebagian yang lain marah, Roemani. Lina memilihkan kamar VIP agar Zahrana bisa beristirahat dengan nyaman. Menjelang Zuhur Zahrana Uziek Collection Uziek Collection

×