Spm kesehatan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • Saya nyari SPM Kesehatan yang berisi indikator dan target tahun 2014 koq nggak ketemu?. Yang ketemu malah petunjuk teknis-nya. Kalo ada yg punya tolong kirim ke rdmrasyad@hotmail.com ya. Tks.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
6,959
On Slideshare
6,746
From Embeds
213
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
309
Comments
1
Likes
1

Embeds 213

http://sumbarsehat.blogspot.com 211
http://www.sumbarsehat.blogspot.com 2

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • Apabila ke-29 langkah kunci tersebut dilaksanakan dengan baik, maka dampak desentralisasi kesehatan adalah: MENDEKATKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBANGUNAN KESEHATAN LEBIH SESUAI DGN LOCAL SPECIFIC POTENSI MASYARAKAT LEBIH DIBERDAYAKAN DERAJAT KESEHATAN MENINGKAT HUMAN DEVELOPMENT INDEX INDONESIA MENINGKAT INDONESIA SEHAT 2010
  • TUJUAN STRATEGIS (tercantum dalam bab IV : Tujuan Strategis, Langkah Kunci dan Kegiatan. Upaya membangun komitmen Pemda, legislatif, masy, dan stakeholder lain dalam kesinambungan bang-kes Upaya peningkatan kapasitas sumberdaya manusia Upaya perlindungan kes. masy. khususnya terhadap penduduk miskin, kelompok rentan dan daerah miskin Upaya pelaksanaan komitmen nasional dan global dalam program kesehatan daerah Upaya penataan manajemen kesehatan di era desentralisasi Dengan kata lain Output yang diharapkan adalah: KOMITMEN STAKEHOLDER KAPASITAS SDM KESEHATAN MASY. KOMITMEN NAS & GLOBAL MANAJEMEN KESEHATAN Mencapainya dengan cara: Membangun Peningkatan Perlindungan Pelaksanaan Penataan Upaya-upaya tersebut secara rinci dijabarkan dalam langkah kunci: 8 – 5 – 3 – 3 – 10  29

Transcript

  • 1. URUSAN WAJIB - SPM DAN DUKUNGAN DATA & INFORMASI
  • 2. VISI INDONESIA SEHAT 2010
    • Masyarakat, bangsa dan negara
    • yang ditandai oleh penduduknya hidup
    • dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau
    • pelayanan kesehatan yang bermutu
    • secara adil dan merata,
    • serta memiliki derajat kesehatan
    • yang setinggi-tingginya
  • 3. STRATEGI INDONESIA SEHAT 2010
    • Paradigma Sehat
    • Profesionalisme
    • Desentralisasi
    • JPKM
  • 4. GOAL DESENTRALISASI KESEHATAN
    • POTENSI
    • DAERAH
    PEMBANGUNAN NASIONAL KESEHATAN PRAKARSA & ASPIRASI M A S Y A R A K A T INDONESIA SEHAT 2010
    • MEMBERDAYAKAN
    • MENGHIMPUN
    • MENGOPTIMALKAN
  • 5. DESENTRALISASI KESEHATAN
    • 1. Mendekatkan pengambilan keputusan
    • Pembangunan kesehatan lebih sesuai dgn local specific
    • Potensi masyarakat lebih diberdayakan
    • Derajat kesehatan meningkat
    • Human development index Indonesia meningkat
    • Indonesia Sehat 2010
  • 6. ISU STRATEGIS
    • Komitmen dari semua pihak terkait
    • Kelangsungan dan keselarasan bangkes
    • Ketersediaan dan pemerataan SDM yg berkualitas
    • Kecukupan pembiayaan kesehatan
    • Kelengkapan sarana dan prasarana kes.
    • Kejelasan pembagian kewenangan dan pengaturan kelembagaan
    • Kemampuan manajemen kesehatan dlm penerapan desentralisasi
  • 7. TUJUAN STRATEGIS
    • KOMITMEN STAKEHOLDER
    • KAPASITAS SDM
    • KESEHATAN MASY.
    • KOMITMEN NAS & GLOBAL
    • MANAJEMEN KESEHATAN
    • Upaya:
    • Membangun
    • Peningkatan
    • Perlindungan
    • Penataan
    • Pelaksanaan
  • 8. 29 LANGKAH KUNCI Terbangunnya komitmen Pemda, legislatif, masy, dan stakeholder lain dalam kesinambungan bang-kes Terjaminnya perlindungan kes. masy. khususnya bagi penduduk miskin, kelompok rentan dan daerah miskin Tertatanya manajemen kesehatan di era des Terjaminnya komitmen nasionaldan global dalam program kesehatan daerah Terjaminnya peningkatan kapasitas SDM 8 LANGKAH KUNCI 5 LANGKAH KUNCI 3 LANGKAH KUNCI 3 LANGKAH KUNCI 10 LANGKAH KUNCI
  • 9. KEWENANGAN WAJIB DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL KEPMENKES No. 1457/MENKES/SK/X/2003
  • 10. KRITERIA MENETAPKAN KW BIDANG KESEHATAN
    • 1. MERUPAKAN PELAYANAN
    • 2. PRIORITAS TINGGI, KARENA:
      • a. MELINDUNGI HAK-HAK KONSTITUSIONAL PERORANGAN / MASYARAKAT
      • b. MELINDUNGI KEPENTINGAN NASIONAL
      • c. KOMITMEN NASIONAL /GLOBAL
      • d. PENYEBAB UTAMA KEMATIAN & KESAKITAN
  • 11. KRITERIA MENETAPKAN KW BIDANG KESEHATAN (lanjutan..) 3. ORIENTASI PADA OUTPUT YANG LANGSUNG DIRASAKAN MASYARAKAT 4. TERUKUR 5. TERUS MENERUS 6. MUNGKIN DIKERJAKAN CATATAN: dalam menyusun kewenangan ini, hal yang berkaitan mengenai manajemen (perencanaan, pembiayaan, pengorganisasian, perizinan, dukungan tenaga dan sebagainya) tidak dimasukkan, karena hal-hal tersebut merupakan kegiatan pendukung dalam melaksanakan kewenangan wajib,kecuali critical support function.
  • 12. DASAR HUKUM SPM
    • Pengaturan Kewenangan Wajib
    • Dan SPM mengacu pada:
    • UU 22/1999: Pasal 7 ayat (1) dan ayat (2)
    • Pengaturan Urusan Wajib
    • Dan SPM mengacu pada:
    • UU 32/2004: Pasal 11 ayat (4)
  • 13. PENGERTIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL
    • ADALAH SUATU STANDAR DENGAN BATAS-BATAS TERTENTU UNTUK MENGUKUR KINERJA PENYELENGGARAAN KEWENANGAN WAJIB DAERAH YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR KEPADA MASYARAKAT
    • YANG MENCAKUP : JENIS PELAYANAN, INDIKATOR DAN NILAI (BENCHMARK)
    KONSEP DASAR: SE MENDAGRI NO. 100/756/OTODA
  • 14. PRINSIP-PRINSIP SPM 1. MENJAMIN AKSES DAN KUALITAS PELAYANAN DASAR KEPADA MASYARAKAT 2. DIBERLAKUKAN UNTUK SELURUH DAERAH KAB/KOTA 3. MERUPAKAN INDIKATOR KINERJA DAN BUKAN STANDAR TEKNIS 4. BERSIFAT DINAMIS 5. DITETAPKAN DLM RANGKA PENYELENGGARA-AN PELAYANAN DASAR PD KW KONSEP DASAR: SE MENDAGRI NO. 100/756/OTODA
  • 15. INDIKATOR PELAKSANAAN SPM
    • Masukan
    • bagaimana tingkat atau besaran sumberdaya yang digunakan
    • contoh: peralatan, perlengkapan, uang, personil dll.
    • Proses
    • yang digunakan, termasuk upaya pengukurannya seperti program atau kegiatan yang dilakukan, mencakup waktu, lokasi, isi program atau kegiatan, penerapannya dan pengelolaannya.
    • Hasil
    • wujud pencapaian kinerja, termasuk pelayanan yang diberikan, persepsi publik terhadap pelayanan tersebut, perubahan perilaku publik.
  • 16. INDIKATOR PELAKSANAAN SPM (lanjutan . . )
    • Manfaat
    • tingkat manfaat yang dirasakan sebagai nilai tambah, termasuk kualitas hidup, kepuasan konsumen/ masyarakat, maupun Pemerintah Daerah.
    • Dampak
    • pengaruh pelayanan terhadap kondisi secara makro berdasarkan manfaat yang dihasilkan.
  • 17.
    • “ S”  Simple, Standardized, & Affordable (at local level), Cost Effective
        • sederhana, dibakukan, terjangkau (terjangkau oleh tingkat daerah, dari segi biaya)
    • “ M”  Measurable + Meaningful + Useful for decision making
    • dapat diukur + berarti + bermanfaat untuk pengambilan keputusan
    • “ A”  Attributable/Accountable (re performance of services by programs
    • Bertanggungjawab (kinerja pelayanan program-program sektoral)
    • “ R”  Reliable + Accurate (for MonEv performance & assessing trends)
    • Dapat dipercaya + teliti/benar (untuk monitoring dan evaluasi kinerja serta
        • menilai kecendurungan).
    • “ T”  Timely (Data can be collected, analyzed + used for decision making
    • within a reasonable/useful timeframe)
    • (Data dapat dikumpulkan, dianalisa dan dipergunakan untuk pengambilan
    • keputusan dalam kurun waktu yang tepat)
    INDIKATOR SPM HARUS “SMART”
  • 18. Indikator SPM seharusnya menjadi acuan dalam perencanaan daerah, pengangaran daerah, pemekaran/penggabungan lembaga perangkat daerah, pengawasan, pelaporan, dokumen LPJ Kepala Daerah dan penilaian kapasitas daerah
  • 19. SPM BIDANG KES DI KAB/KOTA
    • TERDIRI DARI
    • 9 KEWENANGAN WAJIB
    • 26 JENIS PELAYANAN
    • 7 JENIS PELAYANAN UTK KAB/KOTA TERTENTU
    • 47 SPM UTK SEMUA KAB/KOTA
    • 7 SPM UTK KAB/KOTA TERTENTU
  • 20. 9 KEWENANGAN (URUSAN WAJIB)
    • Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Dasar
    • Penyelenggaraan Perbaikan Gizi Masyarakat
    • Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Penunjang
    • Penyelenggaraan Pemberantasan Penyakit Menular
    • Penyelenggaraan Kesehatan lingkungan dan Sanitasi Dasar
    • Penyelenggaraan Promosi Kesehatan
    • Pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkotika,Psikotropika dan Zat Adiktif (P3 Napza)
    • Penyelenggaraan pelayanan kefarmasian
    • Penyediaan pembiayaan dan jaminan kesehatan
  • 21. PELAYANAN KESEHATAN DI SEMUA KAB/KOTA
    • Pelayanan kesehatan ibu dan bayi
    • Pelayanan kesehatan anak pra sekolah dan usia sekolah
    • Pelayanan keluarga berencana
    • Pelayanan imunisasi
    • Pelayanan pengobatan/ perawatan
    • Pelayanan kesehatan jiwa
    • Pemantauan pertumbuhan balita
  • 22. PELAYANAN KESEHATAN DI SEMUA KAB/KOTA
    • Pelayanan gizi
    • Pelayanan obstetrik dan neonatal emergensi dasar dan komprehensif
    • Pelayanan gawat darurat.
    • Penyelenggaraan penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Gizi Buruk
    • Pencegahan dan pemberantasan penyakit polio
    • Pencegahan dan pemberantasan penyakit TB Paru
  • 23. PELAYANAN KESEHATAN DI SEMUA KAB/KOTA (lanjutan . . . . )
    • Pencegahan & pemberantasan penyakit ISPA
    • Pencegahan & pemberantasan penyakit HIV-AIDS
    • Pencegahan & pemberantasan penyakit demam berdarah dengue
    • Pencegahan & pemberantasan penyakit diare
    • Pelayanan kesehatan lingkungan
    • Pelayanan pengendalian vektor
    • Pelayanan hygiene sanitasi di tempat umum
  • 24. PELAYANAN KESEHATAN DI SEMUA KAB/KOTA (lanjutan . . . . )
    • Penyuluhan perilaku sehat
    • Penyuluhan P3 NAPZA yang berbasis masyarakat
    • Pelayanan Penyediaan obat & perbekalan kes
    • Pelayanan Penggunaan obat generik
    • Penyelenggaraan pembiayaan untuk yankes perorangan
    • Penyelenggaraan pembiayaan untuk gakin dan masyarakat rentan
  • 25. PELAYANAN KESEHATAN DI KAB/KOTA TERTENTU
    • Pelayanan Kesehatan Kerja
    • Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut
    • Pelayanan Gizi
    • Pencegahan & Pemberantasan Penyakit HIV-AIDS
    • Pencegahan & Pemberantasan Penyakit Malaria
    • Pencegahan & Pemberantasan Penyakit Kusta
    • Pencegahan & Pemberantasan Penyakit Filariasis
  • 26. LINGKUP JUKNIS SPM
    • PENGERTIAN : Menjelaskan istilah dlm indikator kinerja
    • Definisi operasional : Menjelaskan pengertian dari indikator kinerja
    • Pembilang : Adalah data besaran kejadian
    • Penyebut : Data besaran populasi sasaran beresiko dlm kejadian
    • Sumber data : Data yg dikumpulkan dan dilaporkan melalui:SIMPUS, SIRS,BPS dsb.nya.
  • 27. LINGKUP JUKNIS SPM (lanjutan ……. )
    • RUJUKAN : Acuan teknis dlm menyelenggarakan indikator kinerja
    • Target 2005 : Besaran capaian yang ditetapkan sampai dengan Th. 2005 sbg.minimum service baseline
    • Target 2010: Besaran yg harus dicapai s.d. Th. 2010 sbg. Minimum service target
    • Langkah kegiatan : Tahapan kegiatan yg bersifat teknis dlm pencapaian indikator kinerja yg disesuaikan dgn kondisi dan situasi setempat
  • 28. CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL K- 4
    • Sumber Data
    • SIMPUS dan SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta.
    • Rujukan
    • Buku Pegangan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
    • Neonatal;
    • Standar Pelayanan Kebidanan (SPK);
    • Pelayanan Kebidanan Dasar;
    • PWS – KIA.
    • Target
    • Target 2005: 78 %
    • Target 2010: 95 %
  • 29. CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH BIDAN ATAU TENAGA KESEHATAN YANG MEMILIKI KOMPETENSI KEBIDANAN
    • Sumber Data
    • SIMPUS dan SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta.
    • Rujukan
    • 1) Buku Pegangan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal;
    • 2) Standar Pelayanan Kebidanan (SPK);
    • 3) Pelayanan Kebidanan Dasar;
    • 4) PWS – KIA;
    • 5) Pedoman Asuhan Persalinan Normal/ APN.
    • Target
    • Target 2005: 77 %
    • Target 2010: 90 %
  • 30. IBU HAMIL RISIKO TINGGI YANG DIRUJUK
    • Sumber Data
    • 1) SIMPUS dan SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta
    • 2) Laporan AMP
    • Rujukan
    • 1) Buku Pegangan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal;
    • 2) Standar Pelayanan Kebidanan (SPK);
    • 3) Pelayanan Kebidanan Dasar;
    • 4) PWS – KIA;
    • 5) Pedoman Asuhan Persalinan Normal/ APN;
    • 6) Pedoman AMP.
    • Target
    • Target 2005: 25 %
    • Target 2010: 100 %
  • 31. Cakupan Kunjungan Neonatus (LANJUTAN . .)
    • Sumber Data
    • SIMPUS, SIRS dan Klinik.
    • Rujukan
      • 1) Modul Pelatihan Resusitasi;
      • 2) Pedoman Teknis Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial;
      • 3) Modul Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM);
      • 4) Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
    • Target
      • Target 2005: 65 %
      • Target 2010: 90 %
  • 32. CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI
    • Sumber Data
    • SIMPUS, SIRS dan Klinik.
    • Rujukan
    • 1) Modul Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS);
    • 2) Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita (DDTK);
    • 3) Buku KIA.
    • Target
    • Target 2005: 65%
    • Target 2010: 90%
  • 33. CAKUPAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH
    • Sumber Data
    • SIMPUS, SIRS dan Klinik.
    • Rujukan
    • 1) Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial;
    • 2) Modul Manajemen Terpadu balita Sakit;
    • 3) Modul Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM);
    • 4) Buku KIA.
    • Target
    • Target 2005: 25 %
    • Target 2010: 100 %
  • 34. CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA DAN PRA SEKOLAH
    • Sumber Data
    • SIMPUS, praktek swasta.
    • Rujukan
    • 1) Modul Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS);
    • 2) Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita (DDTK);
    • 3) Buku KIA.
    • Target
    • Target 2005: 65%
    • Target 2010: 90%
  • 35. CAKUPAN PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD DAN SETINGKAT
    • Sumber Data
    • 1) Catatan dan pelaporan hasil penjaringan kesehatan (Laporan
    • 2) Data Diknas/BPS setempat.
    • Rujukan
    • 1) Buku Pedoman UKS untuk Sekolah Dasar;
    • 2) Buku Pedoman Penjaringan Kesehatan;
    • 3) Buku Pedoman UKGS murid Sekolah Dasar.
    • Target
    • Target 2005: 75%
    • Target 2010: 100%
  • 36. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN REMAJA
    • Sumber Data
    • Catatan dan pelaporan hasil penjaringan kesehatan Laporan kegiatan UKS);
    • Data Diknas/BPS setempat.
    • Rujukan
    • Buku Pedoman UKS untuk Sekolah Tingkat Lanjutan;
    • Buku Pedoman Penjaringan Kesehatan.
    • Target
    • Target 2005: 15%
    • Target 2010: 80%
  • 37. CAKUPAN PESERTA KB AKTIF
    • Sumber Data
    • Hasil Pencatatan dan Pelaporan KB BKKBN;
    • Hasil Pendataan BKKBN/ BPS setempat.
    • Rujukan
    • Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi (BP3K);
    • Panduan Baku Klinis Program Pelayanan KB;
    • Pedoman Penanggulangan Efek Samping/Komplikasi Kontrasepsi;
    • Pedoman Pelayanan Kontrasepsi Darurat;
    • Penyeliaan Fasilitatif Pelayanan KB;
    • Instrumen Kajian Mandiri Pelayanan KB;
    • Panduan Audit Medik Pelayanan KB;
    • Analisis Situasi & Bimbingan Teknis Pengelolaan Pelayanan KB;
    • Paket Kesehatan Reproduksi.
    • Target
    • Target 2005: 60%
    • Target 2010: 70%
  • 38. PELAYANAN IMUNISASI DESA/KELURAHAN
    • Sumber Data
    • SIMPUS, SIRS, dan klinik.
    • Rujukan
    • Pedoman Operasional Program Imunisasi Tahun 2003, IM. 16 ( 3 buku)
    • Target
    • Target 2005: 86 %
    • Target 2010: 100 %
  • 39. BALITA YANG NAIK BERAT BADANNYA
    • Sumber Data
    • R1 Gizi, LB3-SIMPUS
    • Rujukan
    • Pedoman UPGK;
    • Pedoman pengisian KMS;
    • Pedoman pemantauan pertumbuhan balita.
    • Target
    • Target 2005: 60%
    • Target 2010: 80%
  • 40. BALITA BAWAH GARIS MERAH
    • Sumber Data
    • R1 Gizi, LB3-SIMPUS
    • Rujukan
    • Pedoman UPGK;
    • Pedoman pengisian KMS;
    • Pedoman pemantauan pertumbuhan balita;
    • Target
    • Target 2005: 8%
    • Target 2010: 5%
  • 41. CAKUPAN BALITA MENDAPAT KAPSUL VITAMIN A 2 KALI PER TAHUN.
    • Sumber Data
    • FIII Gizi, LB3-SIMPUS, Kohort Balita dan Biro Pusat Statistik Kabupaten/Kota.
    • Rujukan
    • Pedoman Akselerasi Cakupan Kapsul Vit A, Depkes RI Th 2000;
    • Pedoman Pemberian Kapsul Vitamin A, Depkes RI Th 2000;
    • Booklet Deteksi Dini Xerophtalmia, Depkes RI Th 2002;
    • Pedoman dan deteksi tatalaksana kasus xerophtalmi, Depkes RI Tahun 2002.
    • Target
    • Target 2005: 80%
    • Target 2010: 90%
  • 42. CAKUPAN IBU HAMIL MENDAPAT 90 TABLET FE
    • Sumber Data
    • Kohort LB3 Ibu, PWS-KIA
    • Rujukan
    • Pedoman Pemberian Tablet Besi-Folat dan Sirup Besi bagi Petugas Depkes RI Tahun 1999;
    • Booklet Anemia Gizi dan Tablet Tambah Darah Untuk WUS Tahun 2001.
    • Target
    • Target 2005: 70%
    • Target 2010: 90%
  • 43. CAKUPAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI BAWAH GARIS MERAH DARI KELUARGA MISKIN.
    • Sumber Data
    • Laporan Khusus MP-ASI, R1 Gizi, LB3-SIMPUS
    • Rujukan
    • Pedoman pengelolaan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk bayi usia 6 – 11 bulan dan Spesifikasi MP-ASI tahun 2004
    • Target
    • Target 2005: 90%
    • Target 2010: 100%
  • 44. BALITA GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN
    • Sumber Data
    • R1/Gizi, LB3-SIMPUS, SIRS, W1 (laporan Wabah KLB), Laporan KLB gizi buruk Puskesmas & atau Rumah Sakit.
    • Rujukan
    • 1) Pedoman Tatalaksana KEP pada Anak di Rumah Sakit Kab/Koda, 1998;
    • 2) Pedoman Tatalaksana KEP pada Anak di Pusk & Rumah Tangga, 1998;
    • 3) Buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, 2003;
    • 4) Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk, 2003;
    • 5) Panduan Pelatihan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, 2003;
    • 6) Pedoman pelayanan gizi rumah sakit, 2003;
    • 7) Modul Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
    • Target
    • Target 2005: 100%
    • Target 2010: 100%
  • 45. AKSES TERHADAP KETERSEDIAAN DARAH DAN KOMPONEN YANG AMAN UNTUK MENANGANI RUJUKAN BUMIL DAN NEONATUS.
    • Sumber Data
    • SIMPUS, SIRS, dan Dinkes Kab/Kota .
    • Rujukan
    • 1) Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah ( 4 modul);
    • 2) Buku Pedoman Survei Akreditasi Unit Transfusi Darah;
    • 3) Standar pelayanan Darah Rumah sakit;
    • 4) Pedoman Penggunaan Darah yang Rasional;
    • 5) Buku Pedoman Pemeriksaan Imunologi;
    • 6) Buku Petunjuk Pemeriksaan HIV;
    • 7) Buku Pedoman Praktek Laboratorium Yang Benar (GLP).
    • Target
    • Target 2005 : 50 %
    • Target 2010 : 80 %.
  • 46. BUMIL RESIKO TINGGI/KOMPLIKASI YANG TERTANGANI
    • Sumber Data
    • SIMPUS, SIRS, dan Dinkes Kab/Kota.
    • Rujukan
    • Pedoman Audit maternal dan Perinatal;
    • Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan maternal & Neonatal;
    • Pedoman PONED dan PONEK;
    • Pedoman Asuhan Kehamilan;
    • Standar Asuhan Persalinan Normal;
    • Standar Pelayanan Kebidanan;
    • Standar Asuhan Kebidanan dan Neonatal;
    • Dasar-dasar Asuhan Kebidanan.
    • Target
    • Target 2005 : 40 %
    • Target 2010 : 80 %
  • 47. NEONATUS RISTI/KOMPLIKASI YANG TERTANGANI
    • Sumber Data
    • SIMPUS, SIRS, dan Dinkes Kab/Kota.
    • Rujukan
    • 1) Pedoman Pelayanan Perinatal Pada RSU Kelas C dan D;
    • 2) Pedoman manajemen neonatal untuk RS Kab/Kota;
    • 3) Pedoman manajemen asphyxia bayi baru lahir;
    • 4) Manajemen terpadu bayi muda (MTBM);
    • 5) Manajemen terpadu bayi sakit (MTBS);
    • 6) Buku KIA.
    • Target
    • Target 2005 : 40 %
    • Target 2010 : 80 %
  • 48. DESA/KELURAHAN MENGALAMI KLB YANG DITANGANI <24 JAM
    • Sumber Data
    • 1) Laporan KLB 24 jam ( W1);
    • 2) Laporan hasil penyelidikan dan penanggulangan KLB;
    • 3) Masyarakat dan media massa.
    • Rujukan
    • 1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular;
    • 2) PP 40 th 1991 ttg Penanggulangan wabah penyakit menular;
    • 3) Kepmenkes 1116/Menkes/SK/VIII/2003 ttg Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Kesehatan;
    • 4) Kepmenkes No.1479/Menkes/SK/X/2003, tentang Surveilans Terpadu Penyakit .
    • Target
    • Target 2005: 70 %
    • Target 2010: 100 %
  • 49. KECAMATAN BEBAS RAWAN GIZI
    • Sumber Data
    • Hasil Pemantauan status gizi kecamatan, W1 (Laporan Wabah Harian),laporan SKDN.
    • Rujukan
    • 1) Buku Pedoman Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi;
    • 2) Buku Juknis Pemantauan Status Gizi (PSG) Anak Balita;
    • 3) SK Menteri Kesehatan RI No:920/Menkes/SK/VIII/2002: Klasifikasi status gizi anak dibawah lima tahun ( balita).
    • Target
    • Target 2005 : 40%
    • Target 2010 : 80 %
  • 50. BAYI YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF
    • Sumber Data
    • Register kohort bayi atau R1-Gizi, dan Pencatatan kegiatan Puskesmas
    • Rujukan
    • Buku Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI Th 2002;
    • Kep.Menkes Nomor 450/Menkes/IV/2000 tentang Pemberian ASI secara Eksklusif pada bayi di Indonesia;
    • Pedoman peningkatan penggunaan ASI (PP-ASI);
    • Booklet ASI Eksklusif.
    • Target
    • Target 2005: 40%
    • Target 2010: 80%
  • 51. DESA DENGAN GARAM BERYODIUM BAIK
    • Sumber Data
    • Laporan pemantauan garam beryodium di masyarakat;
    • Hasil pencatatan petugas lapangan tenaga kesehatan, guru dan kader.
    • Rujukan
    • Pedoman pemantauan garam beryodium di tingkat masyarakat, Depkes RI. 2001.
    • Panduan Penegakan Norma Sosial Peningkatan Konsumsi Garam Beryodium, Tim Penanggulangan GAKY Pusat Tahun 2002.
    • Target
    • Target 2005: 65%
    • Target 2010: 90%
  • 52. POSYANDU PURNAMA
    • Sumber Data
    • Hasil pencatatan kegiatan Puskesmas, dan Laporan Profil PSM/UKBM, SIMPUS.
    • Rujukan
    • 1. Pedoman buku ARRIF (Manajemen ARRIF);
    • 2. Pedoman Revitalisasi Posyandu.
    • Target
    • Target 2005 : 25 %
    • Target 2010 : 40 %
  • 53. TERIMA KASIH