PROGRAM KESEHATAN GIGI
PROGRAM KESEHATAN GIGI MULUT <ul><li>PELAYANAN POLKLINIK GIGI. </li></ul><ul><li>UKGS </li></ul><ul><li>UKGM </li></ul><ul...
UU KES 23 / 1992 PASAL 10  MEWUJUDKAN DERAJAT KESEHATAN YANG OPTIMAL DISELENGGARAKAN UPAYA KESEHATAN  DENGAN PENDEKATAN PE...
UPAYA KES.GIGI DAN MULUT SALAH SATU KEGIATAN POKOK PUSKESMAS BERSIFAT MENYELURUH DAN TEPADU. DIKEMBANGKAN  MODEL PELAYANAN...
MENYELURUH ADALAH MELIPUTI PROMOTIF, PREVENTIV, KURATIF DAN REHABILITATAIF.
  SECARA PEDOMAN OLEH TINGKAT PUSAT , OPERASIONAL DIKEMBANGKAN  SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAERAH
ANALISA SITUASI. 1. STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT.   PENY.GILUT MASYARAKAT ADALAH KARIES DAN PENYAKIT PERIODONTAL. UPAYA...
SKRT  <ul><li>63  %  - 80,2 % KARIES AKTIF  </li></ul><ul><li>GOL UMUR MUDA  ( < 45 TAHUN ) LEBIH BANYAK  ( 66,8 – 69 % ) ...
     <ul><li>PERILAKU MASYARAKAT </li></ul><ul><li>MASYARAKAT YANG BEROBAT GIGI KEBANYAKAN SUDAH DALAM KEADAAN TERLAMBAT, ...
<ul><li>KEMAMPUAN INFRA STRUKTUR </li></ul><ul><li>PUSKESMAS DGN.YANKESGI BARU 75,58 % ( SUMATERA BARAT SUDAH 95 % )  </li...
<ul><ul><li>KEADAAN LINGKUNGAN </li></ul></ul>PEMAKAIAN AIR  MINUM  OLEH MASYARAKAT KEBANYAKAN DARI SUMBER AIR MAUPUN  SUM...
<ul><li>  KARENA ADANYA KENDALA ANTARALAIN  SARANA, TENAGA, BIAYA  MAUPUN KONDISI MASYARAKAT, MAKA DIKEMBANGKAN MODEL PELA...
  1 .      BASIC EMERGENCY CARE <ul><li>PELAYANAN DARURAT DASAR YANG HARUS DAPAT MELAYANI SIAPA SAJA DAN DIMANA SAJA </li>...
2 .       PREVENTIV CARE <ul><li>BERSIFAT PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>KEPADA KOMUNITAS MEL : A.        FLUORIDASI. B.    ...
3.  SELF CARE <ul><ul><ul><li>DILAKUKAN PERORANGAN DIMASYARAKAT  A.        HYGIENE MULUT YANG BAIK. B.       KONSUMSI MAKA...
4.       SIMPEL CARE <ul><li>PELAYANAN PROFESIONAL SEDERHANA / PEL.MEDIK DASAR UMUM A.        SCALNG. B.       EKSTRAKSI B...
<ul><li>5.     MODERATE CARE </li></ul><ul><li>PELAYANAN MEDIK DASAR   KHUSUS  / SEPERTI TINGKATAN  SPESIALISTIK  A.      ...
  <ul><li>6.      COMPLEX CARE </li></ul>PELAYANAN PROFESIONAL OLEH SPESIALIS. A.        PERIODONTAL KOMPLEKS. B.       EK...
C. STRATEGI : <ul><li>PENGINTEGRASIAN UPAYA PROMOTIF  DAN PREVENTIV  KESEHATAN GGIGI DAN MULUT KEPADA TENAGA  KESEHATAN LA...
KEGIATAN DALAM/LUAR  GEDUNG  <ul><li>PELAYANAN DASARKES GIMUL. </li></ul><ul><li>PROMOTIF/PENYULUHAN </li></ul><ul><li>PRE...
PELAYANAN D ALAM GDG <ul><li>PASIEN UMUM </li></ul><ul><li>PASIEN ASKES </li></ul><ul><li>PASIEN  ASKESKIN </li></ul><ul><...
USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH <ul><li>PENYULUHAN KESGIMUL </li></ul><ul><li>PEMERIKSAAN KESGIMUL </li></ul><ul><li>PLAK KON...
    <ul><li>KESIMPULAN   KEBIJAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKKESMAS DILAKSANAKAN DENGAN MENERAPKAN MODEL...
Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Program kesehatan gigi

7,842

Published on

1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
7,842
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
302
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Program kesehatan gigi

  1. 1. PROGRAM KESEHATAN GIGI
  2. 2. PROGRAM KESEHATAN GIGI MULUT <ul><li>PELAYANAN POLKLINIK GIGI. </li></ul><ul><li>UKGS </li></ul><ul><li>UKGM </li></ul><ul><li>INTEGRASI KIA-GIGI </li></ul>
  3. 3. UU KES 23 / 1992 PASAL 10 MEWUJUDKAN DERAJAT KESEHATAN YANG OPTIMAL DISELENGGARAKAN UPAYA KESEHATAN DENGAN PENDEKATAN PEMELIHARAAN 1. PENINGKAAN KESEHATAN ( PROMOTIF) 2. PENCEGAHAN ( PREVENTIV ) 3. PENYEMBUHAN ( KURATIF ) 4. PEMULIHAN KESEHATAN (REHABILITATIF ) SECARA MENYELURUH, TERPADU , DAN BERKESINAMBUNGAN . LATAR BELAKANG
  4. 4. UPAYA KES.GIGI DAN MULUT SALAH SATU KEGIATAN POKOK PUSKESMAS BERSIFAT MENYELURUH DAN TEPADU. DIKEMBANGKAN MODEL PELAYANAN KESEHATAN GIGI BERLAPIS (LEVEL OF CARE ) DIMANA INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN HARUS DAPAT MENYEDIAKAN PELAYANAN PERTOLONGAN PERTAMA ( DARURAT DASAR ) YANG MELIBATKAN TENAGA NON DENTAL (KADER KESEHATAN, BIDAN, PERAWAT DSB ).
  5. 5. MENYELURUH ADALAH MELIPUTI PROMOTIF, PREVENTIV, KURATIF DAN REHABILITATAIF.
  6. 6.   SECARA PEDOMAN OLEH TINGKAT PUSAT , OPERASIONAL DIKEMBANGKAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAERAH
  7. 7. ANALISA SITUASI. 1. STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT.   PENY.GILUT MASYARAKAT ADALAH KARIES DAN PENYAKIT PERIODONTAL. UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT
  8. 8. SKRT <ul><li>63 % - 80,2 % KARIES AKTIF </li></ul><ul><li>GOL UMUR MUDA ( < 45 TAHUN ) LEBIH BANYAK ( 66,8 – 69 % ) BERARTI BANYAK TERJADI PADA GOL USIA PRODUKTIF. </li></ul><ul><li>DMF-T RATA RATA 6,44 DENGAN VARIASI 5,4 – 7,8 ( KALIMANTAN ). </li></ul><ul><li>PENYAKIT PERIODONTAL 42,8 %. </li></ul><ul><li>KELUHAN SAKIT GIGI PERINGKAT 6 YANG M ENYEBABKAN TERGANGGUNYA AKTIVITAS. </li></ul>
  9. 9.     <ul><li>PERILAKU MASYARAKAT </li></ul><ul><li>MASYARAKAT YANG BEROBAT GIGI KEBANYAKAN SUDAH DALAM KEADAAN TERLAMBAT, </li></ul><ul><li>SUSENAS MENYATAKAN BAHWA 87 % YANG MENGELUH SAKIT GIGI TIDAK BEROBAT </li></ul><ul><li>YANG MEMPERGUNAKAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN HANYA 12,3 %. </li></ul><ul><li>PENDUDUK YANG TIDAK MENYIKAT GIGI 22, 8 % , </li></ul><ul><li>DENGAN PROSENTASE 69,1 % MENYIKAT TIDAK TEPAT WAKTU. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>KEMAMPUAN INFRA STRUKTUR </li></ul><ul><li>PUSKESMAS DGN.YANKESGI BARU 75,58 % ( SUMATERA BARAT SUDAH 95 % ) </li></ul><ul><li>RATIO DOKTER GIGI PER PUSKESMAS 0.69 % </li></ul><ul><li>RATIO PERAWAT GIGI PER PUSKESMAS 0, 92 % </li></ul><ul><li>RATIO PERALATAN GIGI STATIS PER PUSKESMAS 0,48 %. </li></ul>
  11. 11. <ul><ul><li>KEADAAN LINGKUNGAN </li></ul></ul>PEMAKAIAN AIR MINUM OLEH MASYARAKAT KEBANYAKAN DARI SUMBER AIR MAUPUN SUMUR YANG MENGANDUNG FLUOR KURANG DARI STANDARD ( KURANG DARI 0,3 PPM ) , DAN JUGA AIR YANG DIPERDAGANGKAN ( HANYA 0,07 PPM ) MERUPAKAN FAKTOR YANG MENYEBABKAN TINGGINYA PREVALENSI KARIES.
  12. 12. <ul><li>  KARENA ADANYA KENDALA ANTARALAIN SARANA, TENAGA, BIAYA MAUPUN KONDISI MASYARAKAT, MAKA DIKEMBANGKAN MODEL PELAYANAN BERLAPIS ( LEVEL OF CARE ) . </li></ul><ul><li>TUJUAN NYA UNTUK MEMBERIKAN PELAYANAN YANG MENYELURUH DENGAN TINGKAT TINGKAT PELAYANAN YANG DIKAITKAN DENGAN SUMBER DAYA YANG ADA DI MASYARAKAT DAN INSTITUSI PELAYANAN </li></ul>B. KEBIJAKSANAAN
  13. 13.   1 .     BASIC EMERGENCY CARE <ul><li>PELAYANAN DARURAT DASAR YANG HARUS DAPAT MELAYANI SIAPA SAJA DAN DIMANA SAJA </li></ul><ul><li>UPAYA MENGHILANGKAN/ MENGURANGI SAKIT </li></ul><ul><li>DIBERIKAN KADER, PETUGAS KES </li></ul>
  14. 14. 2 .      PREVENTIV CARE <ul><li>BERSIFAT PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>KEPADA KOMUNITAS MEL : A.       FLUORIDASI. B.      PEMASARAN PASTA GIGI FLUOR. C.       KAMPANYE KESEHATAN </li></ul><ul><li>KEPADA KELOMPOK MELALUI A.       PROMOSI DENGAN PENDIDIKAN. B.      PEMBERIAN FLUOR, KUMUR KUMUR, SIKAT GIGI MASAL. C.       TOP. FLUORIDASI, SCALING, FISURE SEALANT </li></ul><ul><li>KEPADA PERORANGAN MEL A.       PEMERIKSAAN PERORANGAN. B.      KONSULTASI HYGIENE MULUT. C.       FLUOR. D.      PENAMBALAN GIGI DENGAN ART </li></ul><ul><li>OLEH PERAWAT GIGI. </li></ul>
  15. 15. 3. SELF CARE <ul><ul><ul><li>DILAKUKAN PERORANGAN DIMASYARAKAT A.       HYGIENE MULUT YANG BAIK. B.      KONSUMSI MAKANAN YANG BAIK. C.       KEBIASAAN BAIK. D.      PENGGUNAAN FLUOR . E.       PEMERIKSAAN DINI. F.        PATUH NASEHAT KESGI </li></ul></ul></ul>
  16. 16. 4.      SIMPEL CARE <ul><li>PELAYANAN PROFESIONAL SEDERHANA / PEL.MEDIK DASAR UMUM A.       SCALNG. B.      EKSTRAKSI BIASA. C.       FILLING. D.      INTERSEPTIK ORTHODONTIC. E.       RUJUKAN SELAIN DIATAS.   </li></ul><ul><li>DIBERIKAN PADA TINGKAT PUSKESMAS OLEH DRG / PRG </li></ul>
  17. 17. <ul><li>5.     MODERATE CARE </li></ul><ul><li>PELAYANAN MEDIK DASAR KHUSUS / SEPERTI TINGKATAN SPESIALISTIK A.       PERIODONTAL LANJUT. B.      EKSTRAKSI. C.       ENDODONTIK D.      PROTHESA CEKAT/ LEPASAN. E.       ORTHODONTIK F.        FRAKTUR GIGI. G.      RUJUAN SPESIALIS. </li></ul><ul><li>OLEH RS . D DAN C </li></ul><ul><li>OLEH    DRG PLUS. </li></ul>
  18. 18.   <ul><li>6.     COMPLEX CARE </li></ul>PELAYANAN PROFESIONAL OLEH SPESIALIS. A.       PERIODONTAL KOMPLEKS. B.      EKSTRAKSI KOMPLIKASI. C.       ENDODONTIK AKAR > 1. D.      PROTHETIK COMPLICATED. E.       ORTHODONTIK COREKTIV. F.        TRAUMA MUKA DAN RAHANG. G.      LESI. H.      DISFUNGSI TMJ. I.         PASIEN DENGAN PENYAKIT LAIN.
  19. 19. C. STRATEGI : <ul><li>PENGINTEGRASIAN UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIV KESEHATAN GGIGI DAN MULUT KEPADA TENAGA KESEHATAN LAIN. </li></ul><ul><li>PENDELEGASIAN UPAYA PELAYANAN DARURAT DASAR KESEHATAN GIGI DAN MULUT KEPADA TENAGA KESEHATAN LAIN. </li></ul><ul><li>PEMBINAAN TENAGA NON KESEHATAN GIGI. </li></ul><ul><li>PENINGKATAN PROFESIONALISME TENAGA KESEHATAN GIGI . </li></ul>
  20. 20. KEGIATAN DALAM/LUAR GEDUNG <ul><li>PELAYANAN DASARKES GIMUL. </li></ul><ul><li>PROMOTIF/PENYULUHAN </li></ul><ul><li>PREVENTIF (ART.DLL) </li></ul><ul><li>LOKMIN PUSK </li></ul><ul><li>POSYANDU </li></ul><ul><li>UKGS </li></ul><ul><li>BAKSOS </li></ul><ul><li>RAKORBANG KEC </li></ul>
  21. 21. PELAYANAN D ALAM GDG <ul><li>PASIEN UMUM </li></ul><ul><li>PASIEN ASKES </li></ul><ul><li>PASIEN ASKESKIN </li></ul><ul><li>PASIEN ASTEK </li></ul><ul><li>PASIEN RUJUKAN </li></ul>
  22. 22. USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH <ul><li>PENYULUHAN KESGIMUL </li></ul><ul><li>PEMERIKSAAN KESGIMUL </li></ul><ul><li>PLAK KONTROL </li></ul><ul><li>SIKAT GIGI BERSAMA </li></ul><ul><li>RUJUKAN KE BPG </li></ul><ul><li>PELATIHAN DOKCIL </li></ul><ul><li>PELAPORAN </li></ul><ul><li>LOMBA GIGI SEHAT </li></ul>
  23. 23.     <ul><li>KESIMPULAN   KEBIJAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKKESMAS DILAKSANAKAN DENGAN MENERAPKAN MODEL PELAYANAN BERLAPIS ( LEVEL OF CARE ) , DENGAN STRATEGI INTEGRASI DENGAN TENAGA LAIN, PENDELEGASIAN DAN PEMBINAAN TENAGA NON GIGI SERTA PENINGKATAN PROFESIONALISME. </li></ul>
  24. 24. Terima Kasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×