Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this presentation? Why not share!

Nutrisi anak balita

on

  • 11,225 views

 

Statistics

Views

Total Views
11,225
Views on SlideShare
11,192
Embed Views
33

Actions

Likes
2
Downloads
226
Comments
0

2 Embeds 33

http://sumbarsehat.blogspot.com 32
http://www.first-jump.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Nutrisi anak balita Nutrisi anak balita Presentation Transcript

  • NUTRISI ANAK BALITA
  • Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan:
    • Mampu menjelaskan pentingnya nutrisi pada anak balita.
    • Mampu menjelaskan prinsip pemberian makanan pada anak dan balita.
    • Mampu menjelaskan pola makan anak balita yang baik.
    • Mampu menjelaskan jenis, waktu pemberian dan fungsi makanan selingan.
  • Mengapa gizi yang baik sangat penting bagi balita?
    • Gizi yang baik merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan manusia yang berkualitas. Usia balita merupakan usia yang rawan, karena pertumbuhan pada usia balita sangat menentukan perkembangan fisik dan mental anak di usia remaja dan keberhasilan di saat dewasa. Untuk itu makanan yang bergizi sangat penting bagi pertumbuhan sel otak yang merupakan dasar kecerdasannya.
    • Pertumbuhan sel otak yang sangat cepat dan intensif berlangsung sejak bayi dalam kandungan sampai usia kurang lebih dua tahun dan selanjutnya terus berkembang hingga usia 3 – 4 tahun dengan kecepatan yang sudah berkurang bila dibandingkan dengan sebelumnya.
  • Bagaimana pola pemberian makanan yang baik pada balita?
  • POLA MAKAN SEHAT UNTUK BAYI 0 – 6 BULAN
    • Berikan pada bayi 0 – 6 bulan HANYA Air Susu Ibu (ASI), jangan memberikan makanan lainnya karena perut bayi belum cukup kuat mencerna makanan tambahan. Gizi dari ASI sud a h mencukupi kebutuhan bayi !!
    • ASI yang pertama keluar sangat bermanfaat bagi kekebalan tubuh bayi. Oleh sebab itu sebaiknya 30 menit setelah dilahirkan, bayi diberikan ASI. Bila mengalami kesulitan minta petugas kesehatan untuk membantu. Jangan membuang ASI pertama yang berwarna kekuningan karena mengandung zat gizi dan zat kekebalan yang sangat diperlukan bayi.
    • Berikan ASI sesuai keinginan bayi (sedikitnya 8 kali selama sehari semalam)
    • Sejak usia 6 bulan, bayi dapat dikenalkan dengan makanan pendamping ASI berupa makanan lumat, seperti bubur susu, bubur tepung atau pisang.
    • Perlu diingat dalam memberikan makanan pendamping ASI:
    • - ASI harus lebih diutamakan, sehingga
    • - Berikan ASI lebih dahulu
    • - Berikan ASI sesering dan sebanyak yang diinginkan bayi/balita
    • - Sesudah prinsip 1-3 di atas dipenuhi, berilah makanan pendamping ASI,
    • dalam porsi kecil-kecil
    • Makanan pendamping ASI pada usia 6 – 9 bulan sebaiknya diberikan 2 kali sehari
  • POLA MAKAN SEHAT UNTUK BAYI 6 – 12 BULAN
    • Sejak anak berusia 6 bulan, makanan lumat lainnya dapat diperkenalkan seperti bubur nasi, bubur ayam. Tambahkan dalam makanan lumat ini sayuran dan lauk.
    • Pada usia 7 – 9 bulan, makanan pendamping ASI berupa makanan lembek sebaiknya diberikan 3 kali sehari
    • Sejak usia 9 bulan, dapat diperkenalkan makanan lembek, seperti nasi tim campur sayur-sayuran dan lauk.
    • Pada usia 9 – 12 bulan, makanan pendamping ASI yang berupa makanan lembek sebaiknya diberikan 3 kali sehari. Tambahkan pada menu bayi buah atau sari buah (jeruk, pepaya, pisang dll).
  • POLA MAKAN SEHAT UNTUK BAYI 12 – 24 BULAN
    • Tetap berikan ASI sesuai dengan keinginan anak sampai berusia 2 tahun 
    • Sejak usia 1 tahun anak dapat diperkenalkan pada makanan seperti makanan orang dewasa, berupa nasi lembek, sayur, lauk dan buah
    • Pada usia 1 – 2 t a h u n, makanan pendamping yang berupa makanan orang dewasa tersebut sebaiknya diberikan minimal 3 kali sehari
    • Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari (diantara waktu makan pagi dan siang serta diantara makan siang dan sore/malam), seperti bubur kacang hijau, buah-buahan, biskuit, nagasari, kue. Ingat makanan selingan bukanlah makanan jajanan, seperti kerupuk, chiki atau permen
    • Pada usia 1 – 2 tahun anak dilatih untuk makan makanan yang lebih bervariasi. Semakin bertambah umur anak makanan yang diberikan dapat semakin keras seperti layaknya makanan yang dimakan oleh orang dewasa.
  • POLA MAKAN SEHAT UNTUK BAYI 24 BULAN ATAU LEBIH
    • Sejak usia 2 tahun anak anak sudah bisa makan makanan orang dewasa berupa nasi, sayur, lauk, serta buah dan sebaiknya diberikan minimal sebanyak 3 kali sehari
    • Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari
    • Sejak usia 2 tahun makan yang diberikan harus lebih bervariasi
    • Bila sudah tidak minum ASI, susu perlu ditambahkan kedalam menu sehari-hari anak
  • Bagaimana Prinsip Pemberiannya?
    • Pemberian makanan harus disesuaikan dengan umur anak, contohnya pada anak usia 6 bulan mulailah pemberian makanan seperti nasi tim, sari buah, dll. Pengenalan makanan seperti itu mempermudah pemberian makanan pada usia selanjutnya, sehingga anak tidak menolak bila diberikan makanan yang beraneka ragam.
    • Pada anak usia 1 tahun keatas hendaknya diberikan makanan yang sama dengan makanan yang dimakan orang dewasa (keluarga) dengan menggunakan bahan makanan yang beragam. Makanan yang diberikan sebaiknya harus mengandung unsur-unsur dibawah ini :
    • Makanan sumber tenaga yang diperoleh dari bahan makanan sumber karbohidrat. Makanan ini diperlukan untuk aktivitas anak seperti bermain, berlari dan lain-lain.
    • Makanan sumber zat pembangun yang dapat diperoleh dari bahan makanan sumber protein hewani dan protein nabati. Makanan ini diperlukan untuk pembentukan berbagai jaringan tubuh baru , seperti pertumbuhan gigi, tulang dan bagian tubuh lainya.
    • Makanan sumber Vitamin dan Mineral terutama vitamin A, D, E, K, B Kompleks dan C. Makanan ini diperlukan untuk mengatur proses metabolisme dan pertumbuhan tubuh. Bahan makanan sumber vitamin dan mineral dapat diperoleh dari sayuran dan buah–buahan.
    • Memasuki usia 2 tahun anak mulai menunjukan rasa suka pada makanan yang diberikan ibunya. Jika hal ini terjadi jangan coba memaksa anak untuk makan sesuatu yang tidak disukainya, berilah makanan alternatif lain. Jika anak menolak untuk makan sayuran, cobalah mengolah sayuran dengan variasi lain. Kalau anak tetap menolak, gantilah dengan memberi buah–buahan namun jangan berhenti mencoba, upayakan terus agar anak mau makan/suka dengan sayuran. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pemberian makan pada anak pada saat anak lapar. Suasana makan yang menyenangkan sangat membantu untuk membangkitkan selera makan anak. Hal lain yang tidak kalah penting adalah penampilan makanan yang semenarik mungkin.
  • Bagaimana sebaiknya pola makan untuk anak balita?
    •   Pola makan untuk anak balita berbeda dengan anak usia sekolah, remaja dan orang dewasa, terutama pada jumlah porsi dan frekuensi pemberian makan. Pemberian makan pada anak balita dengan porsi kecil tapi sering tetap memegang peran. Adapun pembagian waktu makan adalah sebagai berikut :
    • 1.     Bangun Tidur
    • 2.     Makan Pagi
    • 3.     Selingan Pagi
    • 4.     Makan Siang
    • 5.     Selingan Sore
    • 6.     Makan Malam
    • 7.     Sebelum Tidur
  • Pembagian makan di atas dapat berupa :
    • 1. Sumber Zat Tenaga :
    • 3 - 4 Piring ( 1 gelas nasi / penggantinya seperti :
    • mie, bihun, dll )
    • 2. Sumber Zat Pembangun :
    • 4 - 5 Porsi lauk @ 50gr , seperti : telur, daging, ikan, tahu, tempe.
    • 3. Sumber Zat Pengatur
    • 2 - 3 Porsi sayuran dan buah–buahan yang berwarna .
    • 1 Porsi sayuran = 1 mangkuk sayuran, terdiri dari berbagai sayuran berwarna ;
    • 1 porsi buah + 100gr
  • Bagaimana dengan makanan selingan?
    • Pada uraian diatas disampaikan adanya makanan selingan. Makanan selingan mempunyai peranan penting, terutama bila anak tidak cukup mengkonsumsi seluruh porsi dari makanan utamanya, seperti makan pagi, siang dan malam. Tapi terkadang ibu–ibu cenderung memberikan makanan selingan berlebih pada anaknya sehingga nafsu makan pada saat makan (makanan utama) menurun.
    • Pilihlah makanan selingan yang bergizi, seperti kue-kue, buah-buahan yang sudah diolah ataupun makanan jadi dari bahan-bahan yang bergizi (contoh: kolak pisang, bubur kacang hijau dll).
    • Pemberian makanan selingan diberikan hanya pada waktu antara makan pagi dan makan siang (Jam 09.00–10.00) atau di antara makan siang dan makan malam (jam 15.00–16.00).
  • Apa fungsi makanan selingan?
    • Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam makanan selingan.
    • Melengkapi masukan zat–zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan pagi, siang dan malam.
    • Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktivitas anak usia balita.
    • Dapat berfungsi mengatasi anak yang rewel.
  • Bagaimana dengan makanan selingan yang lain?
    • Makanan selingan yang terdiri dari sumber kalori saja seperti : gula–gula, permen, es sirup, manisan, dll. merupakan makanan selingan yang kurang baik, karena akan mengganggu nafsu anak dan dapat merusak gigi. Akan lebih baik bila ibu-ibu benar-benar memperhatikan pemberian makanan selingan pada anak balitanya dengan tidak mengabaikan pemberian makanan utama.
  • Tabel Pola Pemberian Makan Pada Balita: Umur anak Jenis makanan ASI Makanan lumat Makanan lembek Makanan keluarga Umur 0-4 bulan, cukup ASI saja (ASI ekslusif).Makin sering ASI diberikan makin baik 0-4 bulan Umur 4-6 bulan ASI ditambah makanan pendamping ASI berupa makanan lumat 4-6 bulan Umur 6-12 bulan ASI ditambah makanan pendamping ASI berupa makanan lembek 6-12 bulan Umur 1-2 tahun ASI ditambah makanan keluarga 1-2 tahun Umur 2 tahun atau lebih makanan keluarga ditambah susu 2 tahun ke atas
  • TERIMA KASIH