BAHAYA PENYALAHGUNAAN  NARKOBA
NARKOBA <ul><li>TUJUAN : </li></ul><ul><ul><li>MENUMBUHKAN KESADARAN ORANG TUA BAHWA  </li></ul></ul><ul><ul><li>PENCEGAHA...
NARKOBA <ul><li>MASALAH YANG MEMPRIHATINKAN : </li></ul><ul><ul><li>TINGGINYA ANGKA KEMATIAN </li></ul></ul><ul><ul><li>KO...
NARKOBA <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>Masalah penyalahgunaan NARKOBA   masalah komplek </li></ul><ul><li>Perlu...
NARKOBA <ul><li>Maraknya penyalahgunaan NARKOBA    tidak hanya dikota- kota  </li></ul><ul><li>besar sampai ke kota-kota ...
NARKOBA? PSIKOTROPIKA NARKOTIKA BAHAN ADIKTIF LAINNYA Shabu
Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penur...
<ul><li>Narkotika  : </li></ul><ul><li>Gol.I :   </li></ul><ul><ul><li>Hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan </li>...
<ul><li>Gol.II : </li></ul><ul><ul><li>Narkotika berkhasiat pengobatan & pengembangan  </li></ul></ul><ul><ul><li>ilmu pen...
<ul><li>Gol.III :  </li></ul><ul><ul><li>Narkotika yang berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Digunakan dalam t...
PSIKOTROPIKA Zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan Narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selekt...
<ul><ul><li>PSIKOTROPIKA  : </li></ul></ul><ul><ul><li>Gol.I:  </li></ul></ul><ul><ul><li>Hanya digunakan untuk kepentinga...
<ul><ul><li>Gol.II:  </li></ul></ul><ul><ul><li>Berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Dapat digunakan dalam ter...
<ul><li>Gol.III:  </li></ul><ul><ul><li>Berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Banyak digunakan dalam terapi dan...
Bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif, tidak termasuk Narkotika dan Psikotropika ZAT ADIKTIF LAINNYA
ZAT ADIKTIF LAIN : 1.  Minuman Beralkohol  ( Keppres No. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkoh...
<ul><li>Minuman Beralkohol dibagi atas 3 golongan ; </li></ul><ul><ul><li>Gol.A : Kadar etanol 1 – 5 % (Bir) </li></ul></u...
Apa itu rokok?
 
Negara Konsumen Rokok Terbesar di Dunia
Beberapa Penyakit akibat rokok/tembakau <ul><li>Paru : Kanker paru, bronkhitis,  </li></ul><ul><li>  emphisema, dan lain-l...
2. Data Narkoba di Tkt Global
<ul><li>Trend Narkoba </li></ul><ul><li>Shabu,  </li></ul><ul><li>Ekstasi </li></ul><ul><li>Ganja </li></ul><ul><li>Heroin...
SURVEY  PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005) Prevalensi Jumlah Penyalah...
STUDI ttg BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT  PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI,...
STUDI ttg BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT  PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI,...
STUDI ttg BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT  PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI,...
PENELITIAN SURVEY NASIONAL PENYALAHGUNAAN  NARKOBA pd PELAJAR & MAHASISWA  5,8% 3,9% Responden penyalahguna narkoba dlm 1 ...
PREVALENSI PENYALAHGUNA NARKOBA DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLIT PRANATA UI THN 2005) 10 KOTA TERTINGGI PREVALENSI PENYA...
STUDI TENTANG BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT  PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES...
STUDI TENTANG BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT  PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES...
Biaya Ekonomi  Penyalahgunaan Narkoba.  untuk Pembelian/Konsumsi Narkoba (Rp 11,3 Triliun)   (dalam jutaan rupiah) STUDI T...
DATA KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI  PROPINSI SUMBAR  2006
 
 
 
FAKTOR REMAJA MENYALAHGUNAKAN NARKOBA FAKTOR LINGKUNGAN Hub tdk harmonis dg ortu Lingk rawan narkoba Kurangnya kontrol Tek...
ASPEK PRIBADI NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA MAMPU MERUBAH KEPRIBADIAN SESEORANG SECARA DRASTIS BERUBAH MENJADI PEMURUNG, PEMA...
TIDAK SEGAN MENCURI BAHKAN MENJUAL BARANG  UNTUK MEMBELI NARKOBA TIDAK MENJAGA SOPAN SANTUN, MELAWAN ORTU KURANG MENGHARGA...
ASPEK LINGKUNGAN  / SOSIAL MASYARKAT BERBUAT YANG TIDAK SENONOH (MESUM)  DGN ORANG LAIN TIDAK SEGAN MENGAMBIL MILIK TETANG...
ASPEK  KRIMINAL PEMAKAI NARKOBA AKAN MENGHABISKAN APA YANG IA MILIKI, KEMUDIAN MENINGKAT KEPADA MILIK ORANG LAIN / MASYARA...
<ul><li>REMAJA BERESIKO TINGGI ; </li></ul><ul><ul><li>Tidak bisa berkomunikasi dengan orang tua </li></ul></ul><ul><ul><l...
<ul><li>GEJALA DINI PENYALAHGUNAAN NARKOBA ; </li></ul><ul><ul><li>Susah diajak bicara </li></ul></ul><ul><ul><li>Mulai su...
<ul><li>PERUBAHAN FISIK DAN LINGKUNGAN SEHARI-HARI; </li></ul><ul><ul><li>Jalan sempoyongan, bicar pelo, tampak terkantuk-...
<ul><li>PERUBAHAN PSIKOLOGIS; </li></ul><ul><ul><li>Malas belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Mudah tersinggung </li></ul><...
EFEK NAPZA TERHADAP SSP <ul><li>DEPRESAN :  </li></ul><ul><li>Mengurangi aktivitas fungsional tubuh </li></ul><ul><li>- pe...
EFEK NAPZA TERHADAP SSP 2. STIMULAN:  -  Dapat merangsang fungsi tubuh  - Meningkatkan kegairahan kerja - Pemakai menjadi ...
EFEK NAPZA TERHADAP SSP 3. HALUSINOGEN  -   Dapat menimbulkan efek halusinasi  yang bersifat merubah perasaan dan  pikiran...
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA <ul><li>Orang tua menjadi panutan </li></ul><ul><li>Orang tua menjadi teman diskusi </l...
<ul><li>SIKAP ORANG TUA JIKA MENGETAHUI ANAKNYA MENYALAHGUNAKAN NARKOBA </li></ul><ul><ul><li>Berusahalah tenang </li></ul...
<ul><li>TIPS BAGI ORANG TUA </li></ul><ul><li>Langkah-langkah yang perlu diajarkan pada anak agar dapat menolak tawaran na...
Sekian  Terima kasih
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Napza

5,199

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,199
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
777
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Napza

  1. 1. BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA
  2. 2. NARKOBA <ul><li>TUJUAN : </li></ul><ul><ul><li>MENUMBUHKAN KESADARAN ORANG TUA BAHWA </li></ul></ul><ul><ul><li>PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA LEBIH </li></ul></ul><ul><ul><li>BAIK DARI PADA MENGOBATI </li></ul></ul><ul><ul><li>MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK </li></ul></ul><ul><ul><li>BURUK PENYALAHGUNAAN NAPZA </li></ul></ul><ul><ul><li>MENINGKATKAN KETERAMPILAN DALAM PENCEGAHAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PENYALAHGUNAAN NARKOBA </li></ul></ul>
  3. 3. NARKOBA <ul><li>MASALAH YANG MEMPRIHATINKAN : </li></ul><ul><ul><li>TINGGINYA ANGKA KEMATIAN </li></ul></ul><ul><ul><li>KOMPLIKASI PENYAKIT YANG DITIMBULKAN SPT : </li></ul></ul><ul><ul><li>OVERDOSIS, PENULARAN VIRUS HIV/AIDS, HEPATITIS </li></ul></ul><ul><ul><li>C DLL </li></ul></ul><ul><ul><li>MENINGKATNYA KRIMINALITAS </li></ul></ul><ul><ul><li>RUSAKNYA GENERASI MUDA </li></ul></ul><ul><ul><li>KEHANCURAN KELUARGA </li></ul></ul>
  4. 4. NARKOBA <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>Masalah penyalahgunaan NARKOBA  masalah komplek </li></ul><ul><li>Perlu upaya penanggulangan secara komprehensif  </li></ul><ul><li>melibatkan kerjasama multidisipliner, multisektor dan </li></ul><ul><li>peran serta masyarakat secara aktif, berkesinambungan , </li></ul><ul><li>konskuen dan konsisten. </li></ul><ul><li>Penyalahgunaan NARKOBA  berakibat sangat merugikan </li></ul><ul><li>bagi individu dan masyarakat luas khususnya generasi </li></ul><ul><li>muda </li></ul>
  5. 5. NARKOBA <ul><li>Maraknya penyalahgunaan NARKOBA  tidak hanya dikota- kota </li></ul><ul><li>besar sampai ke kota-kota kecil di seluruh wilayah Indonesia, </li></ul><ul><li>mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai </li></ul><ul><li>tingkat sosial ke atas. </li></ul><ul><li>Data kasus penyalahguna NARKOBA menurut Badan Narkotika </li></ul><ul><li>Nasional (BNN) 1,5% (3,2 juta) penduduk Indonesia, berumur </li></ul><ul><li>antara 15 – 24 tahun. Diperkirakan 572.000 merupakan pengguna </li></ul><ul><li>jarum suntik  Hepatitis C dan HIV/AIDS </li></ul><ul><li>Sektor kesehatan memegang peranan penting dalam upaya </li></ul><ul><li>penanggulangan penyalahgunaan NARKOBA melalui upaya </li></ul><ul><li>Promotif, Preventif, Terapi dan Rehabilitasi </li></ul>
  6. 6. NARKOBA? PSIKOTROPIKA NARKOTIKA BAHAN ADIKTIF LAINNYA Shabu
  7. 7. Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan NARKOTIKA
  8. 8. <ul><li>Narkotika : </li></ul><ul><li>Gol.I : </li></ul><ul><ul><li>Hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Potensi Sangat Tinggi  ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : heroin/Putau, Kokain, Ganja </li></ul></ul>
  9. 9. <ul><li>Gol.II : </li></ul><ul><ul><li>Narkotika berkhasiat pengobatan & pengembangan </li></ul></ul><ul><ul><li>ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai potensi tinggi  ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : Morfin, Petidin </li></ul></ul>
  10. 10. <ul><li>Gol.III : </li></ul><ul><ul><li>Narkotika yang berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Digunakan dalam terapi untuk tujuan pengembangan </li></ul></ul><ul><ul><li>ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai Potensi Ringan  ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : Kodein </li></ul></ul><ul><li>Narkotika yang sering disalahgunakan: </li></ul><ul><li>Opiat : morfin, heroin (putaw), petidin, candu dll. </li></ul><ul><li>Ganja atau Kanabis, Mariyuana, Hashis. </li></ul><ul><li>Kokain, yaitu serbuk kokakin. </li></ul>
  11. 11. PSIKOTROPIKA Zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan Narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku
  12. 12. <ul><ul><li>PSIKOTROPIKA : </li></ul></ul><ul><ul><li>Gol.I: </li></ul></ul><ul><ul><li>Hanya digunakan untuk kepentingan ilmu peng. </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak digunakan dalam terapi </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai potensi amat kuat  sindrom ketergantung </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : ekstasi, shabu-shabu, </li></ul></ul>EKSTASI SHABU-SHABU
  13. 13. <ul><ul><li>Gol.II: </li></ul></ul><ul><ul><li>Berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Dapat digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu peng. </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai potensi kuat  sindrom ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : Amfetamin </li></ul></ul>
  14. 14. <ul><li>Gol.III: </li></ul><ul><ul><li>Berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Banyak digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu </li></ul></ul><ul><ul><li>pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai potensi sedang  sindrom ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : Fenobarbital, Flunitrazepam </li></ul></ul><ul><li>Gol.IV: </li></ul><ul><ul><li>Berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Sangat luas digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu </li></ul></ul><ul><ul><li>pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai potensi ringan  sindrom ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Cth : Diazepam, Nitrazepam, Rohipnol, Mogadon, Dumolid dll </li></ul></ul>
  15. 15. Bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif, tidak termasuk Narkotika dan Psikotropika ZAT ADIKTIF LAINNYA
  16. 16. ZAT ADIKTIF LAIN : 1. Minuman Beralkohol ( Keppres No. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol) Minuman beralkohol yang mengandung etanol (etil alkohol) yang berpengaruh menekan SSP Jika dicampur dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat/zat tersebut dalam tubuh manusia
  17. 17. <ul><li>Minuman Beralkohol dibagi atas 3 golongan ; </li></ul><ul><ul><li>Gol.A : Kadar etanol 1 – 5 % (Bir) </li></ul></ul><ul><ul><li>Gol.B : Kadar Etanol 5 – 20 %(Minuman anggur) </li></ul></ul><ul><ul><li>Gol.C : Kadar Etanol 20 – 45% (Whiskey, Vodka) </li></ul></ul>2. Inhalansia : Gas atau pelarut yang mudah menguap spt : Lem, Tiner, aceton, bensin 3. Tembakau : Nikotin tembakau 1-3 mg/batang Dosis letal Nikotin : 60 mg sekali pakai 4. Kofein : Merupakan suatu zat stimulansia  menimbulkan ketergantungan psikologis jika dikonsumsi melebihi 100 mg/hari
  18. 18. Apa itu rokok?
  19. 20. Negara Konsumen Rokok Terbesar di Dunia
  20. 21. Beberapa Penyakit akibat rokok/tembakau <ul><li>Paru : Kanker paru, bronkhitis, </li></ul><ul><li> emphisema, dan lain-lain. </li></ul><ul><li>Jantung : Penyakit Jantung Koroner </li></ul><ul><li>Otak : Stroke </li></ul><ul><li>Gigi : gigi kuning, karies gigi </li></ul><ul><li>Kulit : kanker kulit </li></ul><ul><li>Mata : Katarak </li></ul><ul><li>Tulang : densitas tulang menurun </li></ul><ul><li>Kaki : Gangrene </li></ul><ul><li>Impoten dan lain-lain </li></ul>
  21. 22. 2. Data Narkoba di Tkt Global
  22. 23. <ul><li>Trend Narkoba </li></ul><ul><li>Shabu, </li></ul><ul><li>Ekstasi </li></ul><ul><li>Ganja </li></ul><ul><li>Heroin </li></ul><ul><li>Opium </li></ul><ul><li>Kokain </li></ul><ul><li>dll </li></ul>2. Data Narkoba di Tkt Regional <ul><li>Kasus Naik </li></ul><ul><li>Indonesia </li></ul><ul><li>Cambodia </li></ul><ul><li>Vietnam </li></ul><ul><li>China </li></ul><ul><li>Malaysia </li></ul><ul><li>Lao PDR </li></ul><ul><li>Kasus Turun </li></ul><ul><li>Thailand </li></ul><ul><li>Brunei </li></ul><ul><li>Singapura </li></ul><ul><li>Philipina </li></ul><ul><li>Myanmar </li></ul>Berdasarkan Peringkat
  23. 24. SURVEY PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005) Prevalensi Jumlah Penyalahguna Narkoba 1,5% (3,2 jt) 98,5% Catatan : dgn Jumlah Penduduk Indonesia (BPS,2004) 217.076.600 jiwa, maka jumlah penyalahguna narkoba diestimasikan sebesar 3,256 Juta jiwa
  24. 25. STUDI ttg BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005) Kategori Penyalahguna Narkoba di Indonesia Berdasarkan Kelompok Catatan : Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia 1,5 %
  25. 26. STUDI ttg BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005) Kategori Penyalahguna Narkoba di Indonesia Berdasarkan Jenis Kelamin
  26. 27. STUDI ttg BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005) Kategori Jenis Narkoba yg Disalahgunakan
  27. 28. PENELITIAN SURVEY NASIONAL PENYALAHGUNAAN NARKOBA pd PELAJAR & MAHASISWA 5,8% 3,9% Responden penyalahguna narkoba dlm 1 tahun terakhir terdeteksi sebesar 3,9% atau 4 dari 100 orang responden adalah penyalahguna narkoba. 3. Data Tkt. Nasional
  28. 29. PREVALENSI PENYALAHGUNA NARKOBA DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLIT PRANATA UI THN 2005) 10 KOTA TERTINGGI PREVALENSI PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PELAJAR & MAHASISWA * Jakarta (3,9%)
  29. 30. STUDI TENTANG BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005) Kategori Penyalahguna Narkoba di Indonesia Berdasarkan Kelompok Catatan : Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia 1,5 %
  30. 31. STUDI TENTANG BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005) Kategori Penyalahguna Narkoba di Indonesia Berdasarkan Jenis Kelamin
  31. 32. Biaya Ekonomi Penyalahgunaan Narkoba. untuk Pembelian/Konsumsi Narkoba (Rp 11,3 Triliun) (dalam jutaan rupiah) STUDI TTG BIAYA EKONOMI & SOSIAL AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA PD 10 KOTA BESAR DI INDONESIA (HSL LIT BNN & PUSLITKES-UI, 2005)
  32. 33. DATA KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI PROPINSI SUMBAR 2006
  33. 37. FAKTOR REMAJA MENYALAHGUNAKAN NARKOBA FAKTOR LINGKUNGAN Hub tdk harmonis dg ortu Lingk rawan narkoba Kurangnya kontrol Tekanan pok sebaya -. -. -. -. FAKTOR INDIVIDU I ngin coba-coba Ingin diterima / ikut trend Cari kenikmatan sesaat / perhatian / sensasi Ikut tokoh idola -. -. -. -. -. FAKTOR ZAT Menimbulkan ketergantung an fisik & psikis Mudah didapat Relatif murah -. -. -.
  34. 38. ASPEK PRIBADI NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA MAMPU MERUBAH KEPRIBADIAN SESEORANG SECARA DRASTIS BERUBAH MENJADI PEMURUNG, PEMARAH, DAN MELAWAN TERHADAP SIAPAPUN MENIMBULKAN SIFAT MASA BODOH SEKALIGUS TERHADAP DIRI SENDIRI SEPERTI TIDAK LAGI MAU SEKOLAH, RUMAH, DSB SEMANGAT KERJA/BELAJAR MENURUN, SIKAP SEPERTI ORANG GILA & TIDAK RAGU UNTUK MELAKUKAN HUB. SEKS SECARA BEBAS *. *. *.
  35. 39. TIDAK SEGAN MENCURI BAHKAN MENJUAL BARANG UNTUK MEMBELI NARKOBA TIDAK MENJAGA SOPAN SANTUN, MELAWAN ORTU KURANG MENGHARGAI HARTA MILIK YANG ADA MENCEMARKAN NAMA KELUARGA *. *. *. *. ASPEK KELUARGA
  36. 40. ASPEK LINGKUNGAN / SOSIAL MASYARKAT BERBUAT YANG TIDAK SENONOH (MESUM) DGN ORANG LAIN TIDAK SEGAN MENGAMBIL MILIK TETANGGA UNTUK MEMBELI NARKOBA MENGGANGGU KETERTIBAN UMUM TINDAK KRIMINAL *. *. *. *.
  37. 41. ASPEK KRIMINAL PEMAKAI NARKOBA AKAN MENGHABISKAN APA YANG IA MILIKI, KEMUDIAN MENINGKAT KEPADA MILIK ORANG LAIN / MASYARAKAT DENGAN CARA MENCURI, MEMERAS, MENODONG, MERAMPOK , MELACUR, MEMBUNUH DSB GUNA MENDAPATKAN UANG UNTUK MEMBELI NARKOBA
  38. 42. <ul><li>REMAJA BERESIKO TINGGI ; </li></ul><ul><ul><li>Tidak bisa berkomunikasi dengan orang tua </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak berada dalam pengawasan orang tua </li></ul></ul><ul><ul><li>Kontrol diri yang rendah </li></ul></ul><ul><ul><li>Kepercayaan diri dan harga diri yang rendah </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak mau mengikuti aturan/norma/tata tertib </li></ul></ul><ul><ul><li>Suka mencari sensasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Bergaul/tinggal dilingkungan penyalahguna narkoba </li></ul></ul><ul><ul><li>Dikucilkan atau sulit menyesuaikan diri dengan </li></ul></ul><ul><ul><li>lingkungannya </li></ul></ul><ul><ul><li>Memiliki anggota keluarga penyalahguna narkoba </li></ul></ul><ul><ul><li>Rendahnya penghayatan spiritualnya </li></ul></ul>
  39. 43. <ul><li>GEJALA DINI PENYALAHGUNAAN NARKOBA ; </li></ul><ul><ul><li>Susah diajak bicara </li></ul></ul><ul><ul><li>Mulai sulit untuk diajak terlibat dalam kegiatan keluarga </li></ul></ul><ul><ul><li>Mulai pulang terlambat tanpa alasan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mudah tersinggung </li></ul></ul><ul><ul><li>Mulai berani bolos </li></ul></ul>
  40. 44. <ul><li>PERUBAHAN FISIK DAN LINGKUNGAN SEHARI-HARI; </li></ul><ul><ul><li>Jalan sempoyongan, bicar pelo, tampak terkantuk- </li></ul></ul><ul><ul><li>kantuk </li></ul></ul><ul><ul><li>Kamar tidak mau diperiksa atau selalu terkunci </li></ul></ul><ul><ul><li>Sering didatangi atau menerima telepon org-org </li></ul></ul><ul><ul><li>yang tidak dikenal </li></ul></ul><ul><ul><li>Ditemukan obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, </li></ul></ul><ul><ul><li>korek api di kamar/ di dalam tas </li></ul></ul><ul><ul><li>terdapat tanda-tanda bekas suntikan atau sayatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Sering kehilangan uang/ barang dirumah </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengabaikan kebersihan diri </li></ul></ul>
  41. 45. <ul><li>PERUBAHAN PSIKOLOGIS; </li></ul><ul><ul><li>Malas belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Mudah tersinggung </li></ul></ul><ul><ul><li>Sulit berkonsentrasi </li></ul></ul><ul><li>PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL </li></ul><ul><ul><li>Menghindari kontak mata langsung </li></ul></ul><ul><ul><li>Berbohong atau manipulasi keadaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kurang disiplin </li></ul></ul><ul><ul><li>Bengong atau linglung </li></ul></ul><ul><ul><li>Suka membolos </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengabaikan kegiatan ibadah </li></ul></ul><ul><ul><li>Menarik diri dari aktivitas bersama keluarga </li></ul></ul><ul><ul><li>Sering menyendiri atau bersembunyi di kamar mandi, di gudang </li></ul></ul><ul><ul><li>atau ditempat-tempat tertutup </li></ul></ul>
  42. 46. EFEK NAPZA TERHADAP SSP <ul><li>DEPRESAN : </li></ul><ul><li>Mengurangi aktivitas fungsional tubuh </li></ul><ul><li>- pemakai merasa tenang </li></ul><ul><li>- pendiam </li></ul><ul><li>- tertidur </li></ul><ul><li>- tidak sadarkan diri </li></ul><ul><li>Gol. Opiodida (Morfin, heroin/putaw, kodein) </li></ul><ul><li> Hipnotik ( Obat Tidur ), Sedatif ( Penenang) </li></ul><ul><li> Tranquilizer (anti cemas), Alkohol dosis rendah </li></ul>
  43. 47. EFEK NAPZA TERHADAP SSP 2. STIMULAN: - Dapat merangsang fungsi tubuh - Meningkatkan kegairahan kerja - Pemakai menjadi aktif, segar dan bersemangat Gol. Kokain, Amfetamin (shabu, ekstasi), Kafein
  44. 48. EFEK NAPZA TERHADAP SSP 3. HALUSINOGEN - Dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran - Tidak digunakan dalam terapi medis Gol. Kanabis (ganja), LSD
  45. 49. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA <ul><li>Orang tua menjadi panutan </li></ul><ul><li>Orang tua menjadi teman diskusi </li></ul><ul><li>Orang tua menjadi tempat bertanya </li></ul><ul><li>Mampu membuat aturan secara konsisten, kontinu dan konsekuen </li></ul><ul><li>Mampu mengembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama </li></ul><ul><li>Orang tua perlu menggali potensi anak untuk dikembangkan melalui berbagai macam kegiatan </li></ul><ul><li>Orang tua dapat berperan sebagai pembimbing bagi anak </li></ul><ul><li>Orang tua perlu mengontrol kegiatan anak </li></ul><ul><li>Orang tua perlu mengenal teman-teman anak </li></ul>
  46. 50. <ul><li>SIKAP ORANG TUA JIKA MENGETAHUI ANAKNYA MENYALAHGUNAKAN NARKOBA </li></ul><ul><ul><li>Berusahalah tenang </li></ul></ul><ul><ul><li>Jangan tunda masalah </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengarkan anak </li></ul></ul><ul><ul><li>Hargai kejujuran </li></ul></ul><ul><ul><li>Jujur terhadap diri sendiri </li></ul></ul><ul><ul><li>Tingkatkan hubungan dalam keluarga </li></ul></ul><ul><ul><li>Cari pertolongan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendekatan kepada orang tua teman anak pemakai narkoba </li></ul></ul>
  47. 51. <ul><li>TIPS BAGI ORANG TUA </li></ul><ul><li>Langkah-langkah yang perlu diajarkan pada anak agar dapat menolak tawaran narkoba : </li></ul><ul><ul><li>Berkata tidak bila ada yang menawarkan </li></ul></ul><ul><ul><li>Berikan alasan yang tepat dan tegas mis : “ Saya ada tugas dari sekolah” atau “ Sudahlah saya sudah tahu kok” dll. </li></ul></ul><ul><ul><li>Alihkan topik pembicaraan </li></ul></ul><ul><ul><li>Abaikan bila ada yang mengejek dan tetaplah pada pendirian </li></ul></ul><ul><ul><li>Tawarkan teman untuk mengerjakan kegiatan yang lain mis : nonton, mendengar musik, diskusi, olah raga dll </li></ul></ul><ul><ul><li>Hindari diri dari kelompok teman pengguna </li></ul></ul>
  48. 52. Sekian Terima kasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×