MATERI INTI II I DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN  RI 10 LANGKAH TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
TUJUAN PEMBELAJARAN <ul><li>Tujuan Umum: </li></ul><ul><li>Pada akhir sesi ini peserta mampu menerapkan rencana </li></ul>...
POKOK BAHASAN  1. Alur pelayanan anak gizi buruk 2. Tatacara pemeriksaan anak gizi buruk 3. 4 (empat) fase pada perawatan ...
POKOK BAHASAN 1 ALUR PELAYANAN  ANAK GIZI BURUK
ALUR PELAYANAN ANAK GIZI BURUK DI RUMAH SAKIT/PUSKESMAS PERAWATAN   <ul><li>Datang  S endiri </li></ul><ul><li>Dirujuk </l...
POKOK BAHASAN 2 TATA CARA PEMERIKSAAN  ANAK GIZI BURUK
<ul><li>Menegakkan Diagnosis: </li></ul><ul><ul><li>-  Anamnesis (penyakit & gizi)  </li></ul></ul><ul><ul><li>- Pemeriksa...
TATA CARA PEMERIKSAAN  ANAK GIZI BURUK  (lanjutan….)   <ul><li>Anamnesis awal: </li></ul><ul><li>untuk mengetahui adanya t...
TATA CARA PEMERIKSAAN  ANAK GIZI BURUK  (lanjutan….) <ul><li>Anamnesis lanjutan: </li></ul><ul><li>Untuk mengetahui faktor...
TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK  (lanjutan…..) <ul><li>Pemeriksaan fisik: </li></ul><ul><ul><li>- Tanda-tanda ganggu...
TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK  (lanjutan….) <ul><li>Pemeriksaan fisik  (lanjutan ….) : </li></ul><ul><ul><li>-  Ta...
TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK  (lanjutan….) <ul><li>Pemeriksaan Laboratorium/radiologi: </li></ul><ul><ul><li>- He...
LATIHAN 1 Rudi (laki-laki) umur 1 tahun, BB   5   kg, PB 69 cm, datang ke Posyandu dan dirujuk ke Puskesmas. Rudi baru dat...
POKOK BAHASAN 3 4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK
4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK <ul><li>Fase Stabilisasi:  </li></ul><ul><li>Fase awal    ti...
4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK <ul><li>Fase Transisi:  </li></ul><ul><li>Masa peralihan (dar...
4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK  (Lanjutan ….) <ul><li>Fase Rehabilitasi:   </li></ul><ul><li...
POKOK BAHASAN 4 10 (SEPULUH) LANGKAH TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
“ 10 langkah utama”  Tatalaksana Gizi buruk No   Tindakan     Stabilisasi  Transisi  Rehabilitasi  Tindak lanjut   H 1-2  ...
LANGKAH 1 MENCEGAH DAN MENGATASI HIPOGLIKEMIA
HIPOGLIKEMIA <ul><li>Kadar glukosa darah yang sangat rendah  ( < 3 mmol/liter  atau < 54 mg/dl ) </li></ul><ul><li>Biasany...
HIPOGLIKEMIA  (lanjutan…) <ul><li>Kematian karena hipoglikemia, kadang-kadang   hanya didahului dengan tanda seperti  meng...
CARA MENGATASI HIPOGLIKEMIA  *) 5 gram gula pasir (= 1 sendok teh munjung) + air matang s/d 50 ml ( Petunjuk Teknis Tata L...
LANGKAH 2 MENCEGAH DAN MENGATASI HIPOTERMIA
HIPOTERMIA <ul><li>Suhu aksiler <  36,5   C (ukur selama 5 menit) </li></ul><ul><li>Biasanya terjadi bersama-sama dgn hip...
HIPOTERMIA  (lanjutan ….) <ul><li>Pertahankan suhu tubuh  anak  gizi buruk  </li></ul><ul><li>dengan cara menyelimuti tubu...
Cara mempertahankan dan memulihkan suhu tubuh anak agar tidak hipotermia ( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I...
Cara mempertahankan dan memulihkan suhu tubuh anak agar tidak hipotermia  (lanjutan….) <ul><li>Suhu tubuh < 36,5  ºC   (hi...
LANGKAH 3 MENCEGAH DAN MENGATASI DEHIDRASI
TANDA DEHIDRASI ( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5) No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN 1 Letargi...
TANDA DEHIDRASI  (lanjutan…) ( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5) No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTU...
LANGKAH 4 MEMPERBAIKI GANGGUAN KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
Memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit <ul><li>Pada anak gizi buruk terjadi  </li></ul><ul><li>ketidakseimbangan ele...
Memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit  (lanjutan …..) <ul><li>Oralit:    diencerkan 2 x untuk menurunkan kadar Na  ...
LATIHAN 2 (LANJUTAN KASUS RUDI) Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan tanda-tanda: Letargis, nadi lemah, keringat dingin...
LANGKAH 5 MENGOBATI INFEKSI
PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA <ul><li>Tidak ad a komplikasi /infeksi yang jelas  </li></ul><ul><li>   kotrimoksasol /ora...
PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA  (lanjutan…..) <ul><li>Dalam 48 jam tidak membaik </li></ul><ul><li>   kloramfenikol  iv a...
LANGKAH 6 MEMPERBAIKI KEKURANGAN ZAT GIZI MIKRO
DOSIS TABLET BESI DAN SIRUP BESI  UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN (Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I, hal. 15) ...
DOSIS KAPSUL VITAMIN A DOSIS TINGGI  UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN Umur Dosis < 6 bulan 50.000 SI  ( ½ kapsul bir...
DOSIS VITAMIN DAN MINERAL  UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN Dosis Vitamin C BB < 5 kg: 50 mg/hari  (1 tablet) BB  > ...
LANGKAH 7  MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK STABILISASI DAN TRANSISI
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK <ul><li>A. Fase Stabilisasi   </li></ul><ul><li>Energi : ...
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK  (Lanjutan ….) <ul><li>A. Fase Transisi   </li></ul><ul><...
MEMBERIKAN MAKANAN  UNTUK TUMBUH KEJAR LANGKAH 8
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK  (Lanjutan ….) <ul><li>A. Fase Rehabiltasi   </li></ul><u...
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK   (lanjutan …..) FASE STABILISASI RENCANA I RENCANA II RE...
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK  (Lanjutan ….) <ul><li>A. Fase Tindak lanjut </li></ul><u...
LANGKAH 9 Memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang
Memberikan stimulasi untuk  tumbuh kembang <ul><li>Anak  g izi buruk:  </li></ul><ul><li>keterlambatan perkembangan mental...
HAL-HAL PENTING  YANG HARUS DIPERHATIKAN 1. Jangan berikan Fe sebelum minggu ke 2  (Fe diberikan pada fase rehabilitasi) 2...
LANGKAH 10 Mempersiapkan untuk  tindak lanjut dirumah
MEMPERSIAPKAN TINDAK LANJUT DI RUMAH <ul><ul><li>Bila gejala klinis sudah tidak ada dan BB/TB-PB  </li></ul></ul><ul><ul><...
MEMPERSIAPKAN TINDAK LANJUT DI RUMAH  (lanjutan….) <ul><ul><li>Sarankan : </li></ul></ul><ul><ul><li>makanan dengan porsi ...
KRITERIA PEMULANGAN ANAK GIZI BURUK <ul><li>Anak : </li></ul><ul><li>Selera makan baik, makanan yang diberikan dihabiskan ...
KRITERIA PEMULANGAN  ANAK GIZI BURUK  (lanjutan…..) <ul><li>Ibu/pengasuh: </li></ul><ul><li>Sudah dapat membuat makanan ya...
Jadual Pemberian Imunisasi Pada Bayi  Dengan Menggunakan Vaksin DPT dan HB 1   Dalam Bentuk Terpisah, Menurut Tempat Lahir...
Jadual Pemberian Imunisasi Pada Bayi  Dengan Menggunakan Vaksin DPT dan HB 1   Dalam Bentuk Terpisah, Menurut Tempat Lahir...
Jadual Pemberian Imunisasi Pada Bayi Dengan Menggunakan Vaksin DPT dan HB Dalam Bentuk Terpisah Menurut Frekuensi dan Sela...
POKOK BAHASAN 5 TINDAKAN DAN PENGOBATAN  PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT  PADA ANAK GIZI BURUK
PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT a.   Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)/Pneumonia  b. Diare Persisten c. Cacingan d. Tuberkulosi...
<ul><li>Infeksi Saluran Pernapasan Akut </li></ul><ul><li>(ISPA)/Pneumonia  </li></ul>Infeksi yang mengenai saluran pernap...
Diare pada anak gizi buruk sering berlanjut menjadi  diare persisten    waspadai dehidrasi Rehidrasi: pemberian cairan ti...
b.   Diare Persisten  (lanjutan….) <ul><li>Penyebab: </li></ul><ul><li>Makanan tinggi laktosa </li></ul><ul><li>Kerusakan ...
c. Cacingan <ul><li>Periksa:  </li></ul><ul><li>Telur cacing dalam tinja (bila memungkinkan) </li></ul><ul><li>Tindakan:  ...
d. Tuberkulosis  BILA    3  POSITIF DIANGGAP TB  Beri OAT Observasi 2 bulan MEMBAIK MEMBURUK / TETAP TB Bukan TB TB Kebal...
OAT   diteruskan RUJUK KE  RS <ul><li>PERHATIAN : </li></ul><ul><li>Bila terdapat tanda-tanda bahaya seperti : </li></ul><...
Penegakan diagnosis dengan sistem skoring. Alur tatalaksana pasien TB pada unit pelayanan kesehatan dasar: Terapi TB diter...
<ul><li>OAT anak minimal 3 macam obat  </li></ul><ul><li>Waktu pemberian 6 bulan (setiap hari) </li></ul><ul><li>Dosis ses...
JENIS DAN DOSIS OBAT ANTI TUBERKULOSIS  (OAT)   d. Tuberkulosis  (Lanjutan…..) Bila BB < 5 kg    rujuk ke RS RHZ (2 bulan...
<ul><li>TB berat (TB milier, meningitis TB, TB tulang, dll): </li></ul><ul><li>Fase intensif: minimal 4 macam obat (Rifamp...
LATIHAN  3 Ani (perempuan), umur 11 bulan, BB 5 kg, PB 66 cm, datang ke Puskesmas dengan keluhan belum bisa duduk. Dari an...
e. Malaria <ul><li>Penatalaksanaan Kasus Malaria </li></ul><ul><li>A. Pemberian Obat Anti Malaria </li></ul><ul><li>   Ta...
e.  Malaria  (lanjutan…..) A. Pengobatan Malaria tanpa komplikasi: -  Berdasarkan Pemeriksaan Mikroskopik   (Radikal    M...
e. Malaria  (lanjutan……) Pencegahan (Kemoprofilaksis) Mengurangi risiko terinfeksi malaria dan bila  terinfeksi gejala kli...
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN  PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK  DENGAN MALARIA <ul><li>Gizi buruk didaerah malaria atau...
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN  PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK DENGAN MALARIA  (lanjutan ……) 2. G izi buruk dengan mala...
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN  PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK  DENGAN MALARIA  (Lanjutan…….) <ul><li>3.  G izi buruk d...
f. Gangguan pada Mata akibat Kekurangan Vitamin A <ul><li>Segera rujuk ke dokter mata   (jangan ditambahkan preparat yang ...
LATIHAN 4 (LANJUTAN KASUS ANI) Ternyata Ani selama ini tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup. Hanya mendapatkan susu...
JADWAL DAN DOSIS PEMBERIAN VITAMIN  A   f. Gangguan pada Mata akibat Kekurangan Vitamin A  (Lanjutan …..) Gejala Hari ke –...
DOSIS PEMBERIAN VITAMIN  A   f. Gangguan pada Mata akibat Kekurangan Vitamin A  (Lanjutan …..) Umur Dosis < 6 bulan 50.000...
g.  Gangguan pada Kulit  (Dermatosis) <ul><li>Hipo/hiperpigmentasi  </li></ul><ul><li>Deskuamasi (mengelupas) </li></ul><u...
h. Anemia Berat <ul><li>Hb < 4,0 g/dl  atau  Hb 4,0 – 6,0 g/dl disertai distres  </li></ul><ul><li>pernafasan atau  tanda ...
i. HIV/AIDS   Terapi : -  Antiretroviral (ARV)  -  Obat untuk mengatasi nyeri  -  Tatalaksana anoreksia, mual dan muntah  ...
PERANAN TIM DUKUNGAN GIZI <ul><li>Peranan Tim Dukungan Gizi: </li></ul><ul><li>Dokter : menentukan diagnosis, melakukan ti...
LATIHAN 5 Galo (laki-laki), 18 bulan, PB: 67 cm, BB: 4,8 kg, ke rumah sakit  karena batuk sejak 2 hari yang lalu. Galo tam...
LATIHAN 5  (lanjutan ……) Food recall satu hari sebelum sakit sebagai berikut: Pagi : biskuit 4 keping, teh manis ½ gelas (...
LATIHAN 5  (lanjutan …..) <ul><li>Pertanyaan: </li></ul><ul><li>Apakah Diagnosis kerja/Galo dan termasuk kondisi berapa? <...
TERIMA KASIH
JAWABAN LATIHAN SOAL
Jawaban Latihan 1 <ul><li>Status gizi Rudi Dengan PB 80 cm & BB 5 kg berada < - 4SD, Rudi menderita gizi buruk (Lihat tabe...
Jawaban Latihan 2 <ul><li>Tanda bahaya yang ditemukan pada Rudi:  </li></ul><ul><li>-  Renjatan/syok (nadi lemah, pucat da...
Jawaban Latihan 2  (lanjutan….) b. Rudi dalam kondisi I, sehingga tatalaksananya  mengikuti Rencana I, yaitu :  - Cara men...
Jawaban Latihan 2  (lanjutan….) -  Cara mengatasi hipotermia:  Penghangatan tubuh ; 1. Cara “Kanguru” 2. Lampu 40 watt den...
Jawaban Latihan 3 a. Pemeriksaan tambahan yang diperlukan:  uji tuberkulin dan foto rontgen paru bila memungkinkan  serta ...
Jawaban Latihan 3  (lanjutan…..) c. Kemungkinan penyakit penyerta/penyulit: Tuberkulosis  (BB  tidak naik, sering demam ta...
Jawaban Latihan 4 <ul><li>Ani datang dengan kondisi yang tidak menunjukkan </li></ul><ul><li>tanda bahaya, terapi gizinya ...
Jawaban Latihan 4  (lanjutan …..) Selanjutnya 10 jam berikutnya pemberian 55 ml setiap 2 jam dan dinaikkan menjadi 80 ml s...
Jawaban Latihan 4  (lanjutan ……) b. Selama ini Ani mendapat susu formula 2 gelas sehari @ 2 sendok makan full cream dengan...
Jawaban Latihan 4  (lanjutan …….) Protein yang didapat oleh Ani sebelum dirawat: (lihat daftar penukar bahan makanan) 2 se...
Jawaban Latihan 4  (lanjutan …..) Menurut Angka Kecukupan Gizi untuk Ani dengan BB 5 kg, minimal harus mendapat 525  (5 kg...
Jawaban Latihan 4  (lanjutan ……) Berarti protein yang dikonsumsi Ani selama ini kurang  mencukupi, hanya 72% dari Angka Ke...
Jawaban Latihan 5 <ul><li>WD/: a.  Pneumonia berat (umur 18 bulan dengan batuk  </li></ul><ul><li>  dan frekuensi napas 50...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan ……) 3. Pola makan: - kebutuhan sehari  +  1000 Kkal - sejak lahir sudah diberi pisang - setia...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) Asupan makanan: Food recall 24 jam: Bahan makanan URT Berat (g) Kalori Protein biskuit 4...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan ……) 4. Pemeriksaan yang dianjurkan untuk menunjang  diagnosa: - rutin: darah, urin, feses - H...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) <ul><li>5. Tindakan dan pengobatan sesuai dengan rencana IV </li></ul><ul><li>Fase stabi...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) <ul><li>2 jam I: </li></ul><ul><li>Berikan antibiotika: </li></ul><ul><li>a. gentamisin ...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) <ul><li>Berikan obat demam: sirup parasetamol 3 x ½ sdt NGT </li></ul><ul><li>Kompres ha...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) <ul><li>2 jam II: </li></ul><ul><li>Bila belum sadar, ulangi pemberian F75 15 ml setiap ...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) <ul><li>II. Fase transisi: </li></ul><ul><li>Pada tahap akhir stabilisasi, pemberian F75...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) III. Fase rehabilitasi F 135: 3 x 100 ml 3 x 135 Kkal 405 Kkal Bubur breda: 3 x ½ mangku...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan ……) <ul><li>Bubur breda ½ mangkuk = ½ resep </li></ul><ul><li>Setiap ½  gelas belimbing (100 ...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) IV. Kriteria pulang - selera makan sudah bagus dan makanan sudah   dihabiskan - keadaan ...
Jawaban Latihan 5  (lanjutan …….) V. Fase tindak lanjut - rawat jalan sampai BB anak mencapai – 1 SD ( +  6  bulan) - PMT-...
Villi usus normal Villi usus atrofi
CONTOH GAMBAR RICKETS VDDR type 2 (Vitamin D Dependent rickets type 2) Gangguan reseptor Vit D pada sel
JUMRIANI/PR/5 TH/ BB 7,0 KG/ PB 84 CM JUNAFA/PR/10 TH/ 10 KG
JUMRIANI JUNAFA
JUMRIANI JUNAFA
JUMRIANI JUNAFA
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Materi iii tatalaksana gizi buruk

15,835

Published on

4 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
15,835
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
604
Comments
4
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi iii tatalaksana gizi buruk

  1. 1. MATERI INTI II I DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN RI 10 LANGKAH TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
  2. 2. TUJUAN PEMBELAJARAN <ul><li>Tujuan Umum: </li></ul><ul><li>Pada akhir sesi ini peserta mampu menerapkan rencana </li></ul><ul><li>tindakan 10 (sepuluh) langkah Tatalaksana Anak Gizi </li></ul><ul><li>Buruk </li></ul><ul><li>Tujuan Khusus: </li></ul><ul><li>Pada akhir sesi peserta mampu </li></ul><ul><li>1 . Menjelaskan alur pelayanan anak gizi buruk </li></ul><ul><li>2. Menjelaskan tatacara pemeriksaan anak gizi buruk </li></ul><ul><li>3. Menjelaskan 4 (empat) fase pada perawatan dan pengobatan </li></ul><ul><li>anak gizi buruk </li></ul><ul><li>4. Melakukan tindakan sesuai 10 (sepuluh) langkah Tatalaksana </li></ul><ul><li>anak gizi buruk </li></ul><ul><li>5. Menerapkankan tindakan dan pengobatan penyakit penyerta/ </li></ul><ul><li>penyulit pada anak gizi buruk </li></ul>
  3. 3. POKOK BAHASAN 1. Alur pelayanan anak gizi buruk 2. Tatacara pemeriksaan anak gizi buruk 3. 4 (empat) fase pada perawatan dan pengobatan anak gizi buruk 4. 10 (sepuluh) langkah Tatalaksana Anak Gizi Buruk 5. Tindakan dan pengobatan penyakit penyerta/ penyulit pada anak gizi buruk
  4. 4. POKOK BAHASAN 1 ALUR PELAYANAN ANAK GIZI BURUK
  5. 5. ALUR PELAYANAN ANAK GIZI BURUK DI RUMAH SAKIT/PUSKESMAS PERAWATAN <ul><li>Datang S endiri </li></ul><ul><li>Dirujuk </li></ul><ul><ul><li>MTBS </li></ul></ul><ul><ul><li>Non MTBS </li></ul></ul><ul><li>Periksa klinis dan antropo - met r i. </li></ul><ul><li>BB & TB anak </li></ul><ul><li>Gizi Buruk </li></ul><ul><li>Penyakit Ringan / Berat </li></ul><ul><li>Penyakit Ringan </li></ul><ul><li>Gizi kurang </li></ul><ul><li>Penyakit Berat </li></ul><ul><li>Gizi Kurang </li></ul>RAWAT INAP Penerapan 10 langkah dan 5 kondisi T atalaksana Anak G izi B uruk <ul><li>RAWAT INAP </li></ul><ul><li>Obati Penyakit </li></ul><ul><li>Penambahan Energi dan Protein 20-25% di atas AKG </li></ul><ul><li>RAWAT JALAN </li></ul><ul><li>Obati Penyakit </li></ul><ul><li>Penambahan Energi dan Protein 20-25% di atas AKG </li></ul>P U L A N G POSYAND U / P os Pemulihan Gizi ( PPG ) RUMAH TANGGA YANKES RUJUKAN ANAK P U S K E S M A S ( Buku Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I, hal. 1)
  6. 6. POKOK BAHASAN 2 TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK
  7. 7. <ul><li>Menegakkan Diagnosis: </li></ul><ul><ul><li>- Anamnesis (penyakit & gizi) </li></ul></ul><ul><ul><li>- Pemeriksaan fisik (klinis dan </li></ul></ul><ul><ul><li>antropometri) </li></ul></ul><ul><ul><li>- Pemeriksaan laboratorium/radiologi </li></ul></ul><ul><ul><li>- Analisis diet dan makanan </li></ul></ul>TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK
  8. 8. TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK (lanjutan….) <ul><li>Anamnesis awal: </li></ul><ul><li>untuk mengetahui adanya tanda bahaya dan </li></ul><ul><li>tanda penting: </li></ul><ul><li>- syok/renjatan </li></ul><ul><li>- letargis </li></ul><ul><li>- muntah dan atau diare atau dehidrasi </li></ul>
  9. 9. TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK (lanjutan….) <ul><li>Anamnesis lanjutan: </li></ul><ul><li>Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan </li></ul><ul><li>terjadinya gizi buruk: </li></ul><ul><li>- riwayat kehamilan & kelahiran (prematur, BBLR) </li></ul><ul><li>- riwayat pemberian makan (ASI, MP-ASI) </li></ul><ul><li>- riwayat imunisasi & pemberian vit A dosis tinggi </li></ul><ul><li>- riwayat penyakit penyerta/penyulit (diare, </li></ul><ul><li>cacing,TB,malaria,ISPA/pneumonia, HIV/AIDS) </li></ul><ul><li>- riwayat tumbuh kembang (motorik, apakah rutin menimbang di posyandu, punya KMS) </li></ul><ul><li>- penyebab kematian pada saudara kandung </li></ul><ul><li>- status sosial, ekonomi dan budaya keluarga </li></ul>
  10. 10. TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK (lanjutan…..) <ul><li>Pemeriksaan fisik: </li></ul><ul><ul><li>- Tanda-tanda gangguan sirkulasi </li></ul></ul><ul><ul><li>(Tensi, Nadi, Frekuensi pernafasan) </li></ul></ul><ul><ul><li>- Tanda-tanda dehidrasi </li></ul></ul><ul><ul><li>( mata cekung! , kehausan! , kering pada bibir & </li></ul></ul><ul><ul><li>mulut, turgor menurun!, kencing terakhir! ) </li></ul></ul><ul><ul><li>- Tanda-tanda hipoglikemi & hipotermi </li></ul></ul><ul><ul><li>- Tanda-tanda infeksi ( demam ? ) </li></ul></ul>
  11. 11. TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK (lanjutan….) <ul><li>Pemeriksaan fisik (lanjutan ….) : </li></ul><ul><ul><li>- Tanda-tanda anemia (Sangat pucat) </li></ul></ul><ul><ul><li>Organ tubuh lain (kepala, mata, telinga </li></ul></ul><ul><ul><li>hidung, tenggorokan, leher, dada, perut, </li></ul></ul><ul><ul><li>ekstremitas, kulit) dan seluruh tubuh. </li></ul></ul><ul><ul><li>Antropometri: BB, PB atau TB, bandingkan </li></ul></ul><ul><ul><li>dengan tabel baku rujukan Buku I, hal 22-24. </li></ul></ul>
  12. 12. TATA CARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK (lanjutan….) <ul><li>Pemeriksaan Laboratorium/radiologi: </li></ul><ul><ul><li>- Hemoglobin </li></ul></ul><ul><ul><li>Gula darah </li></ul></ul><ul><ul><li>urine rutin </li></ul></ul><ul><ul><li>Albumin, elektrolit (K, Na, cl) </li></ul></ul><ul><ul><li>serum zinc dll </li></ul></ul><ul><ul><li>thorax foto, USG dll </li></ul></ul><ul><li>Analisis diet: </li></ul><ul><ul><li>- kuantitas asupan makanan (Food recall) </li></ul></ul><ul><ul><li>- kualitas asupan makanan (Food frequency) </li></ul></ul>
  13. 13. LATIHAN 1 Rudi (laki-laki) umur 1 tahun, BB 5 kg, PB 69 cm, datang ke Posyandu dan dirujuk ke Puskesmas. Rudi baru datang berobat ke puskesmas 3 hari kemudian dengan keluhan diare. a. Apa status gizi anak ini? b. Apakah anak perlu dirawat inap di Puskesmas? c. Jelaskan tatacara pemeriksaan anak ini? Jawaban ada di hal 93
  14. 14. POKOK BAHASAN 3 4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK
  15. 15. 4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK <ul><li>Fase Stabilisasi: </li></ul><ul><li>Fase awal  tindakan segera (atasi dan cegah hipoglikemia, hipotermi dan dehidrasi), </li></ul><ul><li>keterlambatan akan berakibat kematian </li></ul><ul><li>Pemberian cairan, energi & protein ditingkatkan secara bertahap untuk menghindari “overload”  gagal jantung. </li></ul><ul><li>Berlangsung 1 – 2 hari dan dapat berlanjut sampai 1 </li></ul><ul><li>minggu (sesuai kondisi klinis anak) </li></ul>
  16. 16. 4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK <ul><li>Fase Transisi: </li></ul><ul><li>Masa peralihan (dari stabilisasi ke rehabilitasi) </li></ul><ul><li>Peningkatan jumlah cairan dan konsistensi formula dilakukan perlahan-lahan agar sel-sel usus </li></ul><ul><li>beradaptasi. </li></ul><ul><li>Berlangsung 1 minggu (umumnya) </li></ul>
  17. 17. 4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….) <ul><li>Fase Rehabilitasi: </li></ul><ul><li>Pemberian makanan untuk tumbuh kejar </li></ul><ul><li>Energi dan protein ditingkatkan sesuai kemampuan. </li></ul><ul><li>Berlangsung 2 – 4 minggu (umumnya) </li></ul><ul><li>Fase Tindak lanjut: </li></ul><ul><li>Setelah anak dipulangkan dari RS/Puskesmas/Panti Pemulihan Gizi </li></ul><ul><li>Makanan tumbuh kejar (Makanan keluarga dan PMT- Pemulihan) </li></ul><ul><li>Berlangsung sampai 4 - 5 bulan </li></ul>
  18. 18. POKOK BAHASAN 4 10 (SEPULUH) LANGKAH TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
  19. 19. “ 10 langkah utama” Tatalaksana Gizi buruk No Tindakan Stabilisasi Transisi Rehabilitasi Tindak lanjut H 1-2 H 3-7 H 8-14 mg 3-6 mg 7-26 1. Mencegah dan mengatasi hipoglikemia 2. Mencegah dan mengatasi hipotermia 3. Mencegah dan mengatasi dehidrasi 4. Memperbaiki gang- guan keseimbangan elektrolit 5. Mengobati infeksi 6. Memperbaiki kekurangan tanpa Fe + Fe zat gizi mikro 7. Memberikan makanan utk stab & trans 8. Memberikan makanan utk Tumb.kejar 9. Memberikan stimulasi utk Tumb.kembang 10. mempersiapkan utk tindak lanjut di rumah ( Buku I : Buku Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, tahun 2006, hal. 3)
  20. 20. LANGKAH 1 MENCEGAH DAN MENGATASI HIPOGLIKEMIA
  21. 21. HIPOGLIKEMIA <ul><li>Kadar glukosa darah yang sangat rendah ( < 3 mmol/liter atau < 54 mg/dl ) </li></ul><ul><li>Biasanya terjadi bersamaan dengan hipotermia </li></ul><ul><li>Tanda lain: letargis, nadi lemah, kehilangan kesadaran </li></ul><ul><li>Gejala hipoglikemia berupa berkeringat dan pucat sangat jarang dijumpai pada anak gizi buruk </li></ul><ul><li>( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 3) </li></ul>
  22. 22. HIPOGLIKEMIA (lanjutan…) <ul><li>Kematian karena hipoglikemia, kadang-kadang hanya didahului dengan tanda seperti mengantuk </li></ul><ul><li>Bila tidak ada fasilitas pemeriksaan kadar glukosa darah, setiap anak gizi buruk yang datang harus dianggap mengalami hipoglikemia  segera rawat/tangani sesuai tatalaksana hipoglikemia </li></ul>( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 3)
  23. 23. CARA MENGATASI HIPOGLIKEMIA *) 5 gram gula pasir (= 1 sendok teh munjung) + air matang s/d 50 ml ( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 3) TANDA CARA MENGATASI SADAR (TIDAK LETARGIS) <ul><li>Berikan larutan Glukosa 10% atau larutan </li></ul><ul><li>gula pasir 10%*) secara oral /NGT (bolus) </li></ul><ul><li>sebanyak 50 ml </li></ul>TIDAK SADAR (LETARGIS) <ul><li>Berikan Larutan Glukosa 10% iv (bolus) </li></ul><ul><li>5 ml / kgBB </li></ul><ul><li>Selanjutnya berikan larutan Glukosa </li></ul><ul><li>10% atau larutan gula pasir 10% secara </li></ul><ul><li>oral atau NGT (bolus) sebanyak 50 ml </li></ul>RENJATAN (SYOK) <ul><li>Berikan cairan iv berupa Ringer Laktat dan </li></ul><ul><li>Dekstrosa/Glukosa 10% dengan </li></ul><ul><li>perbandingan 1:1 (=RLG 5%) sebanyak 15 </li></ul><ul><li>ml/KgBB selama 1 jam pertama atau 5 tetes/ </li></ul><ul><li>menit/KgBB. </li></ul><ul><li>Selanjutnya beri kan larutan Glukosa 10% iv </li></ul><ul><li>(bolus) sebanyak 5 ml/KgBB. </li></ul>
  24. 24. LANGKAH 2 MENCEGAH DAN MENGATASI HIPOTERMIA
  25. 25. HIPOTERMIA <ul><li>Suhu aksiler < 36,5  C (ukur selama 5 menit) </li></ul><ul><li>Biasanya terjadi bersama-sama dgn hipoglikemia </li></ul><ul><li>Hipotermia + hipoglikemia: merupakan tanda dari </li></ul><ul><li>adanya infeksi sistemik serius  terapi u/ ketiganya </li></ul><ul><li>( hipotermia + hipoglikemia + infeksi ) </li></ul><ul><li>Cadangan energi anak gizi buruk sangat terbatas </li></ul><ul><li> tidak mampu memproduksi panas untuk </li></ul><ul><li>mempertahankan suhu tubuh </li></ul>( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4)
  26. 26. HIPOTERMIA (lanjutan ….) <ul><li>Pertahankan suhu tubuh anak gizi buruk </li></ul><ul><li>dengan cara menyelimuti tubuhnya dengan </li></ul><ul><li>baik. </li></ul><ul><li>Tindakan menghangatkan tubuh = usaha </li></ul><ul><li>penghematan penggunaan cadangan </li></ul><ul><li>energi. </li></ul>( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4)
  27. 27. Cara mempertahankan dan memulihkan suhu tubuh anak agar tidak hipotermia ( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4) Suhu tubuh 36,5 – 37,0 ºC <ul><li>Mudah terjadi hipotermia  pertahankan suhu : </li></ul><ul><ul><li>1. Tutuplah tubuh anak termasuk kepala </li></ul></ul><ul><ul><li>2 . Hindari hembusan angin </li></ul></ul><ul><ul><li>3. Pertahankan suhu ruangan 25–30  C </li></ul></ul><ul><ul><li>4. Tetap selimuti pada malam hari </li></ul></ul><ul><ul><li>5. Jangan biarkan tanpa baju terlalu lama saat pemeriksaan </li></ul></ul><ul><ul><li>& penimbangan </li></ul></ul><ul><ul><li>6. Tangan yg merawat harus hangat </li></ul></ul><ul><ul><li>7. Segera ganti baju atau peralatan tidur yang basah </li></ul></ul><ul><ul><li>8. Segera keringkan badan setelah mandi </li></ul></ul><ul><ul><li>9. Jangan gunakan botol air panas utk menghangati anak </li></ul></ul><ul><ul><li> kulit terbakar </li></ul></ul>
  28. 28. Cara mempertahankan dan memulihkan suhu tubuh anak agar tidak hipotermia (lanjutan….) <ul><li>Suhu tubuh < 36,5 ºC (hipotermia) </li></ul><ul><li>Tindakan  hangatkan tubuh : </li></ul><ul><ul><li>1. Cara “kanguru”: kontak langsung kulit ibu </li></ul></ul><ul><ul><li>dan kulit anak </li></ul></ul><ul><ul><li>2. Lampu: diletakkan 50 cm dari tubuh anak </li></ul></ul><ul><ul><li>3. Monitor suhu setiap 30 menit </li></ul></ul><ul><ul><li>- suhu sdh normal? </li></ul></ul><ul><ul><li>- suhu tdk terlalu tinggi? </li></ul></ul><ul><ul><li>4. Hentikan pemanasan bila suhu tubuh sudah </li></ul></ul><ul><ul><li>mencapai 37  C </li></ul></ul>( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4)
  29. 29. LANGKAH 3 MENCEGAH DAN MENGATASI DEHIDRASI
  30. 30. TANDA DEHIDRASI ( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5) No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN 1 Letargis lemas, tidak waspada, tidak tertarik terhadap kejadian sekitar 2 Anak gelisah dan rewel terutama bila disentuh/dilakukan tindakan 3 Tidak ada air mata Tidak ada air mata saat anak menangis 4 Mata cekung Mata cekung tsb memang spt biasanya ataukah baru beberapa saat timbulnya 5 Mulut dan lidah kering Raba dengan jari yang kering dan bersih untuk menentukan apakah lidah dan mulutnya kering
  31. 31. TANDA DEHIDRASI (lanjutan…) ( Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5) No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN 6 H a u s Apakah anak ingin meraih cangkir saat diberi ReSoMal. Saat cangkir itu disingkirkan, apakah anak masih ingin minum lagi? 7 Kembalinya cubitan/turgor kulit lambat Tarik lapisan kulit dan jaringan bawah kulit pelan-pelan. Cubit selama 1 detik dan lepaskan. Jika kulit masih terlipat (belum balik rata selama > 2 detik)  kulit/turgor kulit lambat. (catatan: cubitan kulit biasanya lambat pada anak “wasting” ) 8 Kencing terakhir Bila lebih dari 6 jam dicurigai ada dehidrasi
  32. 32. LANGKAH 4 MEMPERBAIKI GANGGUAN KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
  33. 33. Memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit <ul><li>Pada anak gizi buruk terjadi </li></ul><ul><li>ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh </li></ul><ul><li>Perlu diberikan mineral mix/larutan elektrolit </li></ul><ul><li>dalam bentuk ReSoMal (bila diare) dan </li></ul><ul><li>Formula WHO sesuai dengan fasenya </li></ul>
  34. 34. Memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit (lanjutan …..) <ul><li>Oralit: diencerkan 2 x untuk menurunkan kadar Na  agar </li></ul><ul><li>tidak terjadi hipervolemia, edema paru, gagal jantung </li></ul><ul><li>Gula: </li></ul><ul><li>menambah energi dan mencegah hipoglikemia </li></ul><ul><li>Mineral Mix/larutan elektrolit: </li></ul><ul><li>menambah kekurangan elektrolit (K. Mg, Cu, zinc) </li></ul>ReSoMal : Rehidration Solution for Malnutrition
  35. 35. LATIHAN 2 (LANJUTAN KASUS RUDI) Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan tanda-tanda: Letargis, nadi lemah, keringat dingin dan pucat, suhu aksiler 35,5 0 C dan ujung ekstremitas teraba dingin. Didapatkan mata cekung, turgor kulit menurun a. Tanda bahaya apakah yang anda temukan pada anak ini ? b. Jelaskan tindakan pada masing-masing tanda bahaya diatas ! Jawaban pada hal 94 - 96
  36. 36. LANGKAH 5 MENGOBATI INFEKSI
  37. 37. PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA <ul><li>Tidak ad a komplikasi /infeksi yang jelas </li></ul><ul><li> kotrimoksasol /oral/12 jam selama 5 hari </li></ul><ul><li>Ada komplikasi </li></ul><ul><li> gentamisin iv atau im selama 7 hari, </li></ul><ul><li>ditambah ampisilin iv atau im/6 jam selama </li></ul><ul><li>2 hari, diikuti amoksisilin/8 jam selama 5 hari </li></ul>
  38. 38. PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA (lanjutan…..) <ul><li>Dalam 48 jam tidak membaik </li></ul><ul><li> kloramfenikol iv atau im/8 jam selama 5 hari </li></ul><ul><li>Bila ada infeksi khusus </li></ul><ul><li> antibiotika khusus sesuai dengan </li></ul><ul><li>penyakitnya </li></ul>Dosis dan jenis obat pada Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I , hal. 14 - 15)
  39. 39. LANGKAH 6 MEMPERBAIKI KEKURANGAN ZAT GIZI MIKRO
  40. 40. DOSIS TABLET BESI DAN SIRUP BESI UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN (Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I, hal. 15) Catatan: Fe diberikan setelah minggu ke2 (pada fase rehabilitasi) BENTUK FORMULA Fe D O S I S TABLET BESI/FOLAT (sulfas ferosus 200 mg atau 60 mg besi elemental + 0,25 mg as folat) Bayi usia 6 – < 12 bln  1 x sehari ¼ tab Anak usia 1–5thn  1 x sehari ½ tablet SIRUP BESI (sulfas ferosus 150 ml), setiap 5 ml mengandung 30 mg besi elemental 10 mg ferosulfat setara dengan 3 mg besi elemental Bayi 6 – < 12 bulan  1 x sehari 2 ,5 ml (½ sendok teh) Anak usia 1–5 thn  1 x sehari 5 ml (1 sendok teh)
  41. 41. DOSIS KAPSUL VITAMIN A DOSIS TINGGI UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN Umur Dosis < 6 bulan 50.000 SI ( ½ kapsul biru ) 6 – 11 bulan 100.000 SI ( 1 kapsul biru ) 1 – 5 tahun 200.000 SI ( 1 kapsul merah )
  42. 42. DOSIS VITAMIN DAN MINERAL UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN Dosis Vitamin C BB < 5 kg: 50 mg/hari (1 tablet) BB > 5 kg: 100 mg/hari (2 tablet) Asam Folat Hari I: 5 mg/hari, selanjutnya 1 mg/hari Vitamin B compleks 1 tablet/hari Mineral Mix Zn, K, Mg, Cu (dalam Mineral Mix/larutan elektrolit)
  43. 43. LANGKAH 7 MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK STABILISASI DAN TRANSISI
  44. 44. KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK <ul><li>A. Fase Stabilisasi </li></ul><ul><li>Energi : 80 – 100 Kkal/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Protein : 1 – 1,5 g/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Cairan : 130 ml/kgBB/hari atau </li></ul><ul><li> 100 ml/kgBB/hari (bila edema berat +++) </li></ul><ul><li>Formula 75/modifikasi/modisco ½ </li></ul><ul><li>Jumlah dan frekwensi cairan yang diberikan sesuai dengan: </li></ul><ul><li>-Tabel Pedoman F-75 (buku I, hal.19 – 20) dan </li></ul><ul><li>- Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 12) </li></ul>
  45. 45. KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….) <ul><li>A. Fase Transisi </li></ul><ul><li>Energi: 100 – 150 Kkal/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Protein: 2 – 3 g/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Cairan: 150 ml/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Formula 100/modifikasi/modisco I/II </li></ul>Jumlah dan frekwensi cairan yang diberikan sesuai dengan: -Tabel Pedoman F-75 (buku I, hal.21) dan - Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 12)
  46. 46. MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK TUMBUH KEJAR LANGKAH 8
  47. 47. KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….) <ul><li>A. Fase Rehabiltasi </li></ul><ul><li>Energi : 200 – 220 Kkal/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Protein : 3 – 4 g/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Cairan : 150 – 200 ml/kgBB/hari </li></ul><ul><li>Formula 100/135/modifikasi/modisco III </li></ul><ul><li>Ditambah makanan: </li></ul><ul><li>- BB < 7 kg  makanan bayi/lembik </li></ul><ul><li>- BB ≥ 7 kg  makanan anak/lunak </li></ul>Jumlah dan frekwensi cairan yang diberikan sesuai dengan: - Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 12)
  48. 48. KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK (lanjutan …..) FASE STABILISASI RENCANA I RENCANA II RENCANA III RENCANA IV RENCANA V FASE TRANSISI FASE REHABILITASI Pemberian makanan berdasarkan rencana I, II, III, IV, V akan dijelaskan lebih lanjut pada materi inti IV dan V
  49. 49. KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….) <ul><li>A. Fase Tindak lanjut </li></ul><ul><li> </li></ul><ul><li>Kebutuhan energi dan protein sesuai dengan BB dan umur anak. </li></ul><ul><li>PMT- Pemulihan: Energi 350 Kkal/hr & prot. 15 g/hr </li></ul><ul><li>Ditambah makanan keluarga </li></ul>Jumlah dan cara pemberian makanan sesuai dengan: - Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 14)
  50. 50. LANGKAH 9 Memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang
  51. 51. Memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang <ul><li>Anak g izi buruk: </li></ul><ul><li>keterlambatan perkembangan mental dan perilaku </li></ul><ul><li> berikan: </li></ul><ul><ul><li>Kasih sayang </li></ul></ul><ul><ul><li>Lingkungan yang ceria </li></ul></ul><ul><ul><li>Terapi bermain terstruktur selama 15 – 30 menit / </li></ul></ul><ul><ul><li>hari (Misalnya: permainan ci luk ba atau </li></ul></ul><ul><ul><li>menggunakan Alat Permainan Edukatif) </li></ul></ul><ul><ul><li>Aktifitas fisik segera setelah sembuh </li></ul></ul><ul><ul><li>Keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan, </li></ul></ul><ul><ul><li>bermain dan sebagainya) </li></ul></ul>
  52. 52. HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN 1. Jangan berikan Fe sebelum minggu ke 2 (Fe diberikan pada fase rehabilitasi) 2. Jangan berikan cairan intra vena, kecuali syok atau dehidrasi berat 3. Jangan berikan protein terlalu tinggi 4. Jangan berikan diuretik pada penderita kwashiorkor
  53. 53. LANGKAH 10 Mempersiapkan untuk tindak lanjut dirumah
  54. 54. MEMPERSIAPKAN TINDAK LANJUT DI RUMAH <ul><ul><li>Bila gejala klinis sudah tidak ada dan BB/TB-PB </li></ul></ul><ul><ul><li>> - 2 SD  ”anak sembuh” </li></ul></ul><ul><ul><li>Pola pemberian makan yang baik dan stimulasi </li></ul></ul><ul><ul><li>harus tetap dilanjutkan di rumah </li></ul></ul><ul><ul><li>Berikan contoh kepada Orang Tua: </li></ul></ul><ul><ul><li>menu dan cara membuat makanan dengan </li></ul></ul><ul><ul><li>kandungan tinggi energi dan padat gizi sesuai </li></ul></ul><ul><ul><li>umur dan berat badan anak. </li></ul></ul><ul><ul><li>(lihat buku II, lampiran 4, hal. 53) </li></ul></ul><ul><ul><li>b. Terapi bermain terstruktur </li></ul></ul>
  55. 55. MEMPERSIAPKAN TINDAK LANJUT DI RUMAH (lanjutan….) <ul><ul><li>Sarankan : </li></ul></ul><ul><ul><li>makanan dengan porsi kecil dan sering sesuai </li></ul></ul><ul><ul><li>dengan umur anak </li></ul></ul><ul><ul><li>kontrol secara teratur: </li></ul></ul><ul><ul><li>Bulan I : 1 x/ minggu </li></ul></ul><ul><ul><li>Bulan II : 1 x/ 2 minggu </li></ul></ul><ul><ul><li>Bulan III - VI : 1 x/ bulan </li></ul></ul><ul><ul><li>Suntikan/imunisasi dasar BCG, Polio, DPT, </li></ul></ul><ul><ul><li>Campak, Hepatitis B dan ulangan (booster) </li></ul></ul><ul><ul><li>(Anak gizi buruk tidak dianjurkan imunisasi campak, tetapi pada semua anak gizi buruk harus diberikan imunisasi campak sebelum anak pulang, setelah fase rehabilitasi) </li></ul></ul><ul><ul><li>Vit.A dosis tinggi setiap 6 bulan (dosis sesuai umur) </li></ul></ul>
  56. 56. KRITERIA PEMULANGAN ANAK GIZI BURUK <ul><li>Anak : </li></ul><ul><li>Selera makan baik, makanan yang diberikan dihabiskan </li></ul><ul><li>2. Ada perbaikan kondisi mental </li></ul><ul><li>3. Sudah tersenyum, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, sesuai umurnya </li></ul><ul><li>4. Suhu tubuh berkisar antara 36,5 – 37,5  C </li></ul><ul><li>5. Tidak ada muntah atau diare </li></ul><ul><li>6. Tidak ada edema </li></ul><ul><li>7. Kenaikan berat badan > 5 g/kgBB/hari, 3 hari berturut-turut </li></ul><ul><li>atau kenaikan 50 g/kgBB/minggu, 2 minggu berturut-turut </li></ul><ul><li>8. Sudah berada di kondisi BB/TB-PB > - 3 SD ( dan sudah tidak </li></ul><ul><li>ada tanda dan gejala klinis gizi buruk) </li></ul>
  57. 57. KRITERIA PEMULANGAN ANAK GIZI BURUK (lanjutan…..) <ul><li>Ibu/pengasuh: </li></ul><ul><li>Sudah dapat membuat makanan yang diperlukan </li></ul><ul><li>untuk tumbuh kejar di rumah </li></ul><ul><li>2. sudah mampu merawat serta memberikan </li></ul><ul><li>makan dengan benar kepada anaknya </li></ul>Institusi lapangan: Puskesmas/Pos Pemulihan Gizi /Posyandu telah siap menerima rujukan paska perawatan
  58. 58. Jadual Pemberian Imunisasi Pada Bayi Dengan Menggunakan Vaksin DPT dan HB 1 Dalam Bentuk Terpisah, Menurut Tempat Lahir Bayi Sumber: Departemen Kesehatan RI, Jakarta, 2005, Keputusan Menkes RI No. 1611/ MENKES/ SK/ XI/ 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan imunisasi. U MUR VAKSIN TEMPAT Bayi lahir di rumah: 0 bulan HB1 Rumah 1 bulan BCG, Polio1 Posyandu atau tempat pelayanan lain 2 bulan DPT1, HB2, Polio2 Posyandu atau tempat pelayanan lain 3 bulan DPT2, HB3, Polio3 Posyandu atau tempat pelayanan lain 4 bulan DPT3, Polio4 Posyandu atau tempat pelayanan lain 9 bulan Campak Posyandu atau tempat pelayanan lain
  59. 59. Jadual Pemberian Imunisasi Pada Bayi Dengan Menggunakan Vaksin DPT dan HB 1 Dalam Bentuk Terpisah, Menurut Tempat Lahir Bayi Sumber: Departemen Kesehatan RI, Jakarta, 2005, Keputusan Menkes RI No. 1611/ MENKES/ SK/ XI/ 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan imunisasi. U MUR VAKSIN TEMPAT Bayi lahir di RS/ RB/ Bidan Praktek: 0 bulan HB1, Polio1, BCG RS/ RB/ Bidan 2 bulan DPT1, HB2, Polio2 RS/ RB/ Bidan atau Posyandu 3 bulan DPT2, HB3, Polio3 RS/ RB/ Bidan atau Posyandu 4bulan DPT3, Polio4 RS/ RB/ Bidan atau Posyandu 9bulan Campak RS/ RB/ Bidan atau Posyandu
  60. 60. Jadual Pemberian Imunisasi Pada Bayi Dengan Menggunakan Vaksin DPT dan HB Dalam Bentuk Terpisah Menurut Frekuensi dan Selang Waktu dan Umur Pemberian Sumber: Departemen Kesehatan RI, Jakarta, 2005, Keputusan Menkes RI No. 1611/ MENKES/ SK/ XI/ 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan imunisasi. VAKSIN PEMBERIAN IMUNISASI SELANG WAKTU PEMBERIAN MINIMAL UMUR KETERANGAN BCG 1x - 0-11 bulan DPT 3x (DPT 1, 2, 3) 4 minggu 2-11 bulan Polio 4x (Polio 1, 2, 3, 4) 4 minggu 0-11 bulan Campak 1x - 9-11 bulan HB 3x (HB 1, 2, 3) 4 minggu 0-11 bulan Untuk bayi lahir di RS/ puskesmas oleh tenaga kesehatan pelaksana HB segera diberikan dalam 24 jam pertama kelahiran, vaksin BCG dan Polio diberikan sebelum bayi pulang ke rumah.
  61. 61. POKOK BAHASAN 5 TINDAKAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT PADA ANAK GIZI BURUK
  62. 62. PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT a. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)/Pneumonia b. Diare Persisten c. Cacingan d. Tuberkulosis (TB) e. Malaria f. Gangguan pada mata Akibat Kekurangan Vitamin A (KVA) g. Gangguan pada kulit (dermatosis) h. Anemia berat i. HIV/AIDS
  63. 63. <ul><li>Infeksi Saluran Pernapasan Akut </li></ul><ul><li>(ISPA)/Pneumonia </li></ul>Infeksi yang mengenai saluran pernapasan mulai dari: hidung, telinga tengah, faring, laring, bronkhi, bronkhioli dan paru Untuk pengobatan penyakit ISPA/Pneumonia dapat dilihat pada Petunjuk pemberian Antibiotika untuk anak gizi buruk: Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, buku I, hal.14-15
  64. 64. Diare pada anak gizi buruk sering berlanjut menjadi diare persisten  waspadai dehidrasi Rehidrasi: pemberian cairan tidak secara iv (kecuali Syok)  supaya tidak terjadi overload (gagal jantung dan kematian mendadak) b. Diare Persisten <ul><li>Prinsip Tatalaksana Penyakit Diare: </li></ul><ul><li>Mencegah terjadinya dehidrasi </li></ul><ul><li>Mengobati dehidrasi </li></ul><ul><li>Memberi makanan </li></ul><ul><li>Mengobati masalah lain </li></ul><ul><li>(sumber: Keputusan Menkes RI No.1216/ MENKES/ SK/XI/ 2001 tentang Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare, Depkes RI, Ditjen PPM & PL, edisi ke3, tahun 2003) </li></ul>
  65. 65. b. Diare Persisten (lanjutan….) <ul><li>Penyebab: </li></ul><ul><li>Makanan tinggi laktosa </li></ul><ul><li>Kerusakan mukosa usus dan giardiasis </li></ul><ul><li>Tindakan : </li></ul><ul><li>ReSoMal 5-10 mg/kgBB/kali pemberian </li></ul><ul><li>Teruskan pemberian ASI </li></ul><ul><li>Makanan formula bebas atau rendah laktosa </li></ul><ul><li>Kotrimoksasol sesuai dosis </li></ul><ul><li>Bila diare terus berlanjut  p eriksa feses dan ganti </li></ul><ul><li>dengan metronidasol bila pemeriksaan giardiasis  </li></ul><ul><li>( Metronidasol 7,5 mg/kgBB/8 jam selama 7 hari ) </li></ul>
  66. 66. c. Cacingan <ul><li>Periksa: </li></ul><ul><li>Telur cacing dalam tinja (bila memungkinkan) </li></ul><ul><li>Tindakan: </li></ul><ul><li>Pirantel Pamoat atau preparat anti helmintik lain yang sesuai </li></ul><ul><li>Albendazol dosis tunggal (diberikan pada fase transisi) </li></ul><ul><li>- Umur 6 bulan-2 tahun: ½ tablet (200 mg) </li></ul><ul><li>- Umur > 2 tahun : 1 tablet (400 mg) </li></ul>
  67. 67. d. Tuberkulosis BILA  3 POSITIF DIANGGAP TB Beri OAT Observasi 2 bulan MEMBAIK MEMBURUK / TETAP TB Bukan TB TB Kebal Obat (MDR) OAT diteruskan RUJUK KE RUMAH SAKIT
  68. 68. OAT diteruskan RUJUK KE RS <ul><li>PERHATIAN : </li></ul><ul><li>Bila terdapat tanda-tanda bahaya seperti : </li></ul><ul><ul><li>Kejang </li></ul></ul><ul><ul><li>Kesadaran menurun </li></ul></ul><ul><ul><li>Kaku kuduk </li></ul></ul><ul><ul><li>Benjolan di punggung </li></ul></ul><ul><ul><li>Dan kegawatan lain </li></ul></ul><ul><li>Segera rujuk ke RS </li></ul><ul><li>Pemeriksaan lanjutan di RS : </li></ul><ul><ul><li>Gejala Klinis </li></ul></ul><ul><ul><li>Uji Tuberkulin </li></ul></ul><ul><ul><li>Foto Rontgen paru </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemeriksaan </li></ul></ul><ul><ul><li>mikrobiologi & serologi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemeriksaan patologi </li></ul></ul><ul><ul><li>anatomi </li></ul></ul><ul><li>Prosedur diagnostik dan tatalaksana sesuai dengan prosedur di RS yang bersangkutan </li></ul>d. Tuberkulosis (Lanjutan…..)
  69. 69. Penegakan diagnosis dengan sistem skoring. Alur tatalaksana pasien TB pada unit pelayanan kesehatan dasar: Terapi TB diteruskan Teruskan terapi TB sambil mencari penyebabnya (Sumber: Depkes, RI, 2006, Pedoman Nasional Pen anggulangan Tuberkulosis ) Skor > 6 Beri OAT selama 2 bulan dan dievaluasi Respon (+) Respon (-) d. Tuberkulosis (Lanjutan…..)
  70. 70. <ul><li>OAT anak minimal 3 macam obat </li></ul><ul><li>Waktu pemberian 6 bulan (setiap hari) </li></ul><ul><li>Dosis sesuai dengan berat badan anak </li></ul><ul><li>Evaluasi klinik: parameter terbaik untuk menilai </li></ul><ul><li>keberhasilan pengobatan </li></ul>d. Tuberkulosis (Lanjutan…..)
  71. 71. JENIS DAN DOSIS OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) d. Tuberkulosis (Lanjutan…..) Bila BB < 5 kg  rujuk ke RS RHZ (2 bulan setiap hari), dilanjutkan RH (4 bulan setiap hari) JENIS OBAT BB 5 - < 10 kg BB 10 - < 20 kg BB 20- 33 kg Isoniasid (H) 50 mg 100 mg 200 mg Rifampicin (R) 75 mg 150 mg 300 mg Pyrazinamid (Z) 150 mg 300 mg 600 mg
  72. 72. <ul><li>TB berat (TB milier, meningitis TB, TB tulang, dll): </li></ul><ul><li>Fase intensif: minimal 4 macam obat (Rifampisin, INH, </li></ul><ul><li>Pirasinamid, Etambutol/Streptomisin) </li></ul><ul><li>Fase lanjutan: Refampisin dan INH selama 10 bulan </li></ul><ul><li>Kortikosteroid/prednison: 1-2 mg/kg BB/hari dibagi 3 </li></ul><ul><li>dosis  pemberian 2-4 minggu dosis penuh  </li></ul><ul><li>tappering off. </li></ul><ul><li>Profilaksis: INH 5-10 mg/kg BB/hari selama 6 bulan. </li></ul>d. Tuberkulosis (Lanjutan…..)
  73. 73. LATIHAN 3 Ani (perempuan), umur 11 bulan, BB 5 kg, PB 66 cm, datang ke Puskesmas dengan keluhan belum bisa duduk. Dari anamnesa tidak mendapat ASI eksklusif sejak umur 2 bulan, hanya mendapatkan susu formula saja. Informasi lanjutan ternyata anak berat badan tidak naik dan sering demam tanpa sebab yang jelas a. Apa pemeriksaan tambahan yang diperlukan? b. Apa status gizi anak ini? c. Apa kemungkinan penyakit penyerta/penyulitnya? d. Bagaimana pengobatannya ? Jawaban pada hal 97- 98
  74. 74. e. Malaria <ul><li>Penatalaksanaan Kasus Malaria </li></ul><ul><li>A. Pemberian Obat Anti Malaria </li></ul><ul><li> Tanpa komplikasi (ringan)  oral </li></ul><ul><li> Berat atau tidak dapat minum obat  parenteral </li></ul><ul><li>B. Pengobatan Pendukung (Suportif) </li></ul><ul><li> Tanpa komplikasi  simptomatik </li></ul><ul><li> Berat  perawatan umum, cairan, simptomatik </li></ul><ul><li>C. Pengobatan Komplikasi </li></ul><ul><li> Anemia, hipoglikemia, syok hipovolemik, dll </li></ul><ul><li> Gangguan fungsi organ (dialisis, pemasangan ventilator, dll) </li></ul>
  75. 75. e. Malaria (lanjutan…..) A. Pengobatan Malaria tanpa komplikasi: - Berdasarkan Pemeriksaan Mikroskopik (Radikal  Membunuh semua parasit dalam tubuh) - Berdasarkan Pemeriksaan Klinis Dilakukan di daerah yang belum memungkinkan untuk pemeriksaan laboratorium baik dengan mikroskop maupun dengan RDT ( Rapid Diagnostic Test )
  76. 76. e. Malaria (lanjutan……) Pencegahan (Kemoprofilaksis) Mengurangi risiko terinfeksi malaria dan bila terinfeksi gejala klinis tidak berat Plasmodium Vivaks  Klorokuin Plasmodium Falsiparum  Doksisiklin Resisten Klorokuin  Doksisiklin (Sumber: Pedoman Tatalaksana Kasus Malaria di Indonesia, Ditjen Pemberantasan Peny. Menular & Penyehatan Lingkungan, Depkes RI, 2005)
  77. 77. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK DENGAN MALARIA <ul><li>Gizi buruk didaerah malaria atau ada riwayat </li></ul><ul><li>kunjungan ke daerah risiko tinggi, diperiksa </li></ul><ul><li>tanda/gejala klinis malaria, sbb: </li></ul><ul><ul><li>Demam (teraba panas, suhu 37,5 0 C atau lebih) </li></ul></ul><ul><ul><li>Renjatan (syok) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kaku kuduk atau kejang </li></ul></ul><ul><ul><li>Kesulitan bernapas </li></ul></ul><ul><ul><li>Kuning (ikterik) </li></ul></ul><ul><ul><li>Perdarahan </li></ul></ul>
  78. 78. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK DENGAN MALARIA (lanjutan ……) 2. G izi buruk dengan malaria berat (cerebral malaria) segera transfusi dengan packed red cell 10 ml/kgBB/ 3-4 jam, jangan diberi furosemid sebelum transfusi (lihat rencana I, Buku I hal 7) dan berikan obat malaria melalui iv.
  79. 79. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK DENGAN MALARIA (Lanjutan…….) <ul><li>3. G izi buruk dengan anemia sedang </li></ul><ul><li> Anti malaria oral </li></ul><ul><li> Zat besi atau folat, tidak diberikan sebelum minggu ke 2 </li></ul><ul><li>(Fe menyebabkan parasit makin aktif) </li></ul><ul><li> Folat tidak diberikan bersamaan dengan Fansidar </li></ul><ul><li>atau Sulfadoksin (bersifat anti folat) </li></ul><ul><li>Fe atau sirup besi dianjurkan setelah minggu ke-2 fase rehabilitasi </li></ul><ul><li>Hati-hati ! </li></ul><ul><li> Anemia pada malaria karena hemolitik (pecahnya sel darah </li></ul><ul><li>merah) </li></ul><ul><li> Fe yg berlebihan  menumpuk dalam tubuh (berbahaya) </li></ul>
  80. 80. f. Gangguan pada Mata akibat Kekurangan Vitamin A <ul><li>Segera rujuk ke dokter mata (jangan ditambahkan preparat yang </li></ul><ul><li>mengandung “kortikosteroid” karena dapat menyebabkan kebutaan </li></ul><ul><li>serta jangan diberi salep supaya tidak ada perlengketan) </li></ul>JIKA MATA MENGALAMI: TINDAKAN <ul><li>Hanya bercak Bitot saja </li></ul><ul><li>tidak ada gejala mata </li></ul><ul><li>yang lain </li></ul><ul><li>Tidak memerlukan obat tetes mata </li></ul><ul><li>Nanah atau </li></ul><ul><li>peradangan </li></ul><ul><li>Berikan tetes mata kloramfenikol </li></ul><ul><li>atau tetrasiklin (1%) </li></ul><ul><li>Kekeruhan pada kornea </li></ul><ul><li>Ulkus pada kornea </li></ul><ul><li>Berikan kedua obat tersebut : </li></ul><ul><li>Tetes mata kloramfenikol/ </li></ul><ul><li>tetrasiklin(1%) & Tetes mata atropin(1%) </li></ul>
  81. 81. LATIHAN 4 (LANJUTAN KASUS ANI) Ternyata Ani selama ini tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup. Hanya mendapatkan susu formula 2 gelas sehari @ 2 sendok makan full cream dengan 1 sendok teh gula pasir + nasi tim 1 mangkok kecil (25 g beras) sekali/hari a. Bagaimana terapi gizinya ? b. Berapakah kebutuhan sehari untuk kalori dan protein Ani? Jawaban pada hal 99 - 104
  82. 82. JADWAL DAN DOSIS PEMBERIAN VITAMIN A f. Gangguan pada Mata akibat Kekurangan Vitamin A (Lanjutan …..) Gejala Hari ke –1 Hari ke – 2 Hari ke – 15 Tidak ada gejala mata atau tidak pernah sakit Campak dlm 3 bulan terakhir Beri kapsul dgn dosis sesuai umur Tdk diberi kapsul Tdk diberi kapsul <ul><li>Ada salah satu gejala : </li></ul><ul><li>Bercak Bitot </li></ul><ul><li>Nanah/Radang </li></ul><ul><li>Kornea keruh </li></ul><ul><li>Ulkus kornea </li></ul><ul><li>Pernah sakit Campak dalam 3 bulan terakhir </li></ul>Beri kapsul dengan dosis sesuai umur Beri kapsul dengan dosis sesuai umur Beri kapsul dengan dosis sesuai umur
  83. 83. DOSIS PEMBERIAN VITAMIN A f. Gangguan pada Mata akibat Kekurangan Vitamin A (Lanjutan …..) Umur Dosis < 6 bulan 50.000 SI ( ½ kapsul biru ) 6 – 11 bulan 100.000 SI ( 1 kapsul biru ) 1 – 5 tahun 200.000 SI ( 1 kapsul merah )
  84. 84. g. Gangguan pada Kulit (Dermatosis) <ul><li>Hipo/hiperpigmentasi </li></ul><ul><li>Deskuamasi (mengelupas) </li></ul><ul><li>Lesi ulserasi eksudatif (menyerupai luka bakar) sering </li></ul><ul><li>disertai infeksi sekunder (candida) </li></ul><ul><li>Tindakan: </li></ul><ul><li>Kompres dgn lar. KMnO 4 0,0 1% selama 10 menit </li></ul><ul><li>Salep/krim (Zn dgn minyak kastor /ikan ) </li></ul><ul><li>Usahakan agar daerah perineum tetap kering </li></ul><ul><li>Defisiensi seng (Zn) : beri preparat Zn oral </li></ul><ul><li>Pengobatan anti jamur (bila perlu) </li></ul>
  85. 85. h. Anemia Berat <ul><li>Hb < 4,0 g/dl atau Hb 4,0 – 6,0 g/dl disertai distres </li></ul><ul><li>pernafasan atau tanda gagal jantung </li></ul><ul><li>Tindakan </li></ul><ul><li>Transfusi darah segar 10 ml/kgBB dalam 3 jam. </li></ul><ul><li>Bila ada tanda gagal jantung, gunakan packed red cells </li></ul><ul><li>dengan jumlah yang sama </li></ul><ul><li>Furosemid 1 mg/kgBB iv </li></ul><ul><li>Pada saat transfusi hentikan semua pemberian cairan </li></ul><ul><li>lewat oral/NGT </li></ul>
  86. 86. i. HIV/AIDS Terapi : - Antiretroviral (ARV) - Obat untuk mengatasi nyeri - Tatalaksana anoreksia, mual dan muntah - Small & frequent feeding - makanan dingin lebih baik daripada panas - hindari makanan asin & berbumbu (merangsang) - Bila perlu enteral/parenteral feeding - Pencegahan dan pengobatan luka dekubitus - Perawatan mulut - Tatalaksana jalan nafas - Dukungan psikososial
  87. 87. PERANAN TIM DUKUNGAN GIZI <ul><li>Peranan Tim Dukungan Gizi: </li></ul><ul><li>Dokter : menentukan diagnosis, melakukan tindakan, </li></ul><ul><li>pengobatan dan tindak lanjut </li></ul><ul><li>Perawat/ bidan: asuhan keperawatan </li></ul><ul><li>Nutrisionis : menyediakan makanan, melakukan konseling </li></ul><ul><li>gizi </li></ul><ul><li>Baik di rumah sakit maupun di puskesmas </li></ul>mencegah mengobati Gizi buruk Gizi baik
  88. 88. LATIHAN 5 Galo (laki-laki), 18 bulan, PB: 67 cm, BB: 4,8 kg, ke rumah sakit karena batuk sejak 2 hari yang lalu. Galo tampak letargis dan pucat. Pemeriksaan fisik: pernapasan 50 x/ menit, nadi 160 x/ menit, Suhu 38,5 °C, cuping hidung kembang kempis, iga kelihatan menonjol, terdapat tarikan dinding dada dan ada edema di kedua punggung kaki. Anamnesis: hanya mendapat ASI sampai 4 bulan dan sejak lahir sudah diberikan pisang serta makanan lain seperti biskuit dan roti. Anamnesis diet: rata-rata makan sehari 3x, hanya 4-5 sendok makan (lauk, kuah sayur, tempe atau tahu), jarang makan buah, tidak suka makan ikan dan daging. Makan ayam dan telur (sebulan sekali) dan sering jajan permen, es, kerupuk, biskuit dan kadang-kadang makan bakso keliling. Jawaban pada hal 105 -117
  89. 89. LATIHAN 5 (lanjutan ……) Food recall satu hari sebelum sakit sebagai berikut: Pagi : biskuit 4 keping, teh manis ½ gelas (gula 1 sdm) Snak pagi : permen gulas 2 buah Siang : nasi ½ piring (50 g), kuah sup ½ mangkok, tahu goreng 1 potong (50 g), teh manis ½ gelas (gula 1 sendok makan). Malam : lontong isi ukuran kecil (50 g), tahu goreng 1 potong (50 g), teh manis ½ gelas (gula 1 sendok makan). Jawaban pada hal 105-117
  90. 90. LATIHAN 5 (lanjutan …..) <ul><li>Pertanyaan: </li></ul><ul><li>Apakah Diagnosis kerja/Galo dan termasuk kondisi berapa? </li></ul><ul><li>Apakah Galo harus dirawat ? Sebutkan alasannya </li></ul><ul><li>Bagaimana pola makan dan asupan makan Galo ? </li></ul><ul><li>Pemeriksaan apa yang dianjurkan untuk menunjang diagnosa? </li></ul><ul><li>Apa rencana tindakan dan terapi pada Galo sesuai dengan 10 langkah Tatalaksana Anak Gizi Buruk (profesi menyusun rencana sesuai peran dan fungsi profesi dalam Tatalaksana Anak Gizi Buruk). </li></ul>Jawaban pada hal 105 -117
  91. 91. TERIMA KASIH
  92. 92. JAWABAN LATIHAN SOAL
  93. 93. Jawaban Latihan 1 <ul><li>Status gizi Rudi Dengan PB 80 cm & BB 5 kg berada < - 4SD, Rudi menderita gizi buruk (Lihat tabel Baku Rujukan Penilaian Status Gizi Anak laki-laki dan perempuan menurut berat badan dan tinggi badan/ panjang badan (BB/TB-PB) pada buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku I hal. 22) </li></ul>b. Semua anak gizi buruk perlu dirawat inap. Jadi Rudi harus dirawat inap di Puskesmas. c. Tatacara pemeriksaan anak gizi buruk meliputi anamnesis (awal,lanjutan), pemeriksaan fisik (klinis, antropometri, laboratorium, radiologi untuk menegakkan diagnosis,menentukan tindakan, terapi dan pengobatan (Lihat Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk/Buku II hal. 1)
  94. 94. Jawaban Latihan 2 <ul><li>Tanda bahaya yang ditemukan pada Rudi: </li></ul><ul><li>- Renjatan/syok (nadi lemah, pucat dan ujung </li></ul><ul><li>ekstremitas dingin) </li></ul><ul><li>- letargis </li></ul><ul><li>- dehidrasi (mata cekung, turgor kulit menurun) </li></ul><ul><li>- hipotermia (suhu aksiler < 36,5 °C dan </li></ul><ul><li>ujung ekstremitas dingin) </li></ul><ul><li>- hipoglikemia (letargis, pucat dan ujung ekstremitas </li></ul><ul><li>dingin) </li></ul>
  95. 95. Jawaban Latihan 2 (lanjutan….) b. Rudi dalam kondisi I, sehingga tatalaksananya mengikuti Rencana I, yaitu : - Cara mengatasi syok, letargis dan diare/dehidrasi: 1. Berikan Oksigen 1-2 l/m 2. Berikan infus RLG 5 %, 5 kg x 15 ml = 75 ml/jam (25 tts makro/m) atau (75 tts mikro/m) 3. Berikan glukosa 10% iv bolus, 5 kg x 5 ml = 25 ml 4. Berikan ReSoMal 5 kg x 5 ml = 25 ml NGT Lihat buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk/ Buku I hal. 7, 8
  96. 96. Jawaban Latihan 2 (lanjutan….) - Cara mengatasi hipotermia: Penghangatan tubuh ; 1. Cara “Kanguru” 2. Lampu 40 watt dengan jarak 50 cm 3. Monitor tiap 30 menit, hentikan suhu mencapai 37 ° C Lihat buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk/ Buku II hal. 4 - Cara mengatasi dehidrasi: 1. ReSoMal diteruskan sampai 2 jam pertama (bila anak sadar melalui oral), 2. 10 jam berikut, ReSomal setiap 1 jam selang seling dgn F75 Lihat Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk/Buku I hal 7, 8 dan buku II hal hal.5 & 17
  97. 97. Jawaban Latihan 3 a. Pemeriksaan tambahan yang diperlukan: uji tuberkulin dan foto rontgen paru bila memungkinkan serta pemeriksaan laboratorium darah tepi b. Status gizi Ani dengan PB 66 cm dan BB 5 kg: < - 3 SD. Ani menderita gizi buruk (marasmus) (Lihat tabel Baku Rujukan Penilaian Status Gizi Anak Laki-laki dan Perempuan menurut berat badan & tinggi badan/panjang badan (BB/TB-PB) pada Buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk/Buku I hal.22)
  98. 98. Jawaban Latihan 3 (lanjutan…..) c. Kemungkinan penyakit penyerta/penyulit: Tuberkulosis (BB tidak naik, sering demam tanpa sebab yang jelas) d. Pengobatan penyakit penyerta/penyulit TB: OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dengan dosis (Lihat buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku II hal. 8) RHZ (2 bulan setiap hari), dilanjutkan RH (4 bulan setiap hari) JENIS OBAT BB 5 - < 10 kg BB 10 - < 20 kg BB 20- 33 kg Isoniasid (H) 50 mg 100 mg 200 mg Rifampicin (R) 75 mg 150 mg 300 mg Pyrazinamid (Z) 150 mg 300 mg 600 mg
  99. 99. Jawaban Latihan 4 <ul><li>Ani datang dengan kondisi yang tidak menunjukkan </li></ul><ul><li>tanda bahaya, terapi gizinya sesuai dengan rencana V pada fase stabilisasi (Buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku I hal. 12). </li></ul><ul><li>Ani diberikan F-75 dengan diberikan setiap 30 menit selama 2 jam pertama sesuai dengan berat badan (lihat tabel petunjuk pemberian F-75 untuk anak gizi buruk tanpa edema pada Buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku I hal.19). </li></ul><ul><li>Berat badan Ani 5 kg, maka F-75 yang diberikan setiap </li></ul><ul><li>30 menit (dalam 2 jam pertama) sebanyak ¼ dari 55 ml: </li></ul><ul><li>1/4 x 55 ml atau 15 ml x 75/100 Kkal = 11,25 Kkal </li></ul>
  100. 100. Jawaban Latihan 4 (lanjutan …..) Selanjutnya 10 jam berikutnya pemberian 55 ml setiap 2 jam dan dinaikkan menjadi 80 ml setiap 3 jam lalu 110 ml setiap 4 jam sesuai dengan keadaan dan kondisi pasien. Setelah lewat fase stabilisasi lanjutkan ke fase transisi dengan F100 tetapi dosis masih 110 ml setiap 3 jam, pertahankan selama 2 hari. Pada hari ke tiga pemberian F100 menjadi 125 ml, naikkan 10 ml setiap 3 jam sampai dosis maksimal 200 ml setiap pemberian Setelah kondisi anak membaik masuk dalam fase rehabilitasi anak dapat diberikan F135 dan makanan bayi serta sari buah. (lihat pemberian cairan dan makanan rencana V pada buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku I hal. 12, 13).
  101. 101. Jawaban Latihan 4 (lanjutan ……) b. Selama ini Ani mendapat susu formula 2 gelas sehari @ 2 sendok makan full cream dengan 1 sendok teh gula pasir + nasi tim 1 mangkok kecil (25 g beras) sekali/hari Kalori yang didapat oleh Ani sebelum dirawat: (lihat daftar penukar bahan makanan, Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku II hal. 55 - 57) 2 sendok makan full cream (30 g) : 150 kalori 1 sendok teh gula pasir (5 g) : 25 kalori Nasi tim 1 mangkok kecil (25 g beras) : 90 kalori Total kalori yang didapat Ani selama 1 hari 265 kalori
  102. 102. Jawaban Latihan 4 (lanjutan …….) Protein yang didapat oleh Ani sebelum dirawat: (lihat daftar penukar bahan makanan) 2 sendok makan full cream (30 g) : 7 g Nasi tim 1 mangkok kecil (25 g beras) : 2 g Total protein yang didapat oleh Ani selama 1 hari: 9 g Menurut Angka Kecukupan Gizi untuk Ani dengan BB 5 kg, minimal harus mendapat 12,5 g protein sehari (5 kg x 2,5 g)
  103. 103. Jawaban Latihan 4 (lanjutan …..) Menurut Angka Kecukupan Gizi untuk Ani dengan BB 5 kg, minimal harus mendapat 525 (5 kg x 105 kalori) kalori/hari. Berarti makanan yang dikonsumsi Ani selama ini kurang mencukupi, hanya 50% dari Angka kecukupan Gizi. (lihat lampiran 4: kebutuhan energi dan protein sehari pada Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk/Buku II hal. 53).
  104. 104. Jawaban Latihan 4 (lanjutan ……) Berarti protein yang dikonsumsi Ani selama ini kurang mencukupi, hanya 72% dari Angka Kecukupan Gizi. (lihat lampiran 4: Kebutuhan energi dan protein sehari pada Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk, Buku II hal. 53)
  105. 105. Jawaban Latihan 5 <ul><li>WD/: a. Pneumonia berat (umur 18 bulan dengan batuk </li></ul><ul><li> dan frekuensi napas 50 x/ menit dan ada tarikan </li></ul><ul><li> dinding dada) </li></ul><ul><li> b. Gizi buruk Marasmik-kwashiorkor (antara – 4 SD dan </li></ul><ul><li> – 3 SD, edema di kedua punggung kaki) </li></ul><ul><li> c. Kemungkinan anemia. </li></ul><ul><li>Kondisi IV: letargis </li></ul><ul><li>2. Galo harus dirawat karena: </li></ul><ul><li>- pneumonia berat, harus mendapat oksigen dan pengobatan </li></ul><ul><li> secara intensif. </li></ul><ul><li>- gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor memerlukan perawatan </li></ul><ul><li>dan perlu makanan yang sesuai dengan kebutuhannya. </li></ul>
  106. 106. Jawaban Latihan 5 (lanjutan ……) 3. Pola makan: - kebutuhan sehari + 1000 Kkal - sejak lahir sudah diberi pisang - setiap kali makan dengan lauk-pauk, kuah sayur, tempe/tahu - Tidak suka makan ikan dan daging - Makan ayam dan telur kadang-kadang (sebulan sekali) Pola makan “tidak baik” (mendapatkan makanan padat secara dini, makanan tidak seimbang, hanya sumber karbo hidrat, kurang sumber protein, vitamin dan mineral)
  107. 107. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) Asupan makanan: Food recall 24 jam: Bahan makanan URT Berat (g) Kalori Protein biskuit 4 keping 40 175 4 Gula pasir 3 sdm 39 150 - Permen (gula pasir) 2 buah 10 36 - Beras (nasi lontong) ½ piring 50 87,5 2 tahu 1 potong sedang 50 34,5 2,27 wortel 5 2,1 0,6 kentang 5 4,16 0,1 buncis 5 1,25 0,05 asupan 490,51 9,02
  108. 108. Jawaban Latihan 5 (lanjutan ……) 4. Pemeriksaan yang dianjurkan untuk menunjang diagnosa: - rutin: darah, urin, feses - Hb apakah ada anemia - hitung jenis lekosit untuk mengetahui adanya lekositosis - apusan darah untuk mengetahui morfologi darah tepi (misalnya mikrositik hipokromik pada penderita kekurangan zat besi) - LED apakah meningkat - feses kemungkinan cacing - foto toraks dan uji tuberkulin kemungkinan TB paru
  109. 109. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) <ul><li>5. Tindakan dan pengobatan sesuai dengan rencana IV </li></ul><ul><li>Fase stabilisasi: </li></ul><ul><li>awal: </li></ul><ul><li>- segera pasang Oksigen 1 -2 l/menit (sediakan </li></ul><ul><li> slem sucker)  anak pneumonia berat walaupun </li></ul><ul><li>bukan kondisi I </li></ul><ul><li>- beri bolus glukosa 10% iv (4,8 x 5 ml = 25 ml) </li></ul><ul><li>- lanjutkan glukosa 10% 50 ml NGT </li></ul><ul><li>- sarankan rawat ICU (kalau puskesmas, rujuk ke RS </li></ul><ul><li> setelah tindakan awal) </li></ul><ul><li>- awasi nadi, napas dan suhu </li></ul>
  110. 110. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) <ul><li>2 jam I: </li></ul><ul><li>Berikan antibiotika: </li></ul><ul><li>a. gentamisin iv 4,8 x 7,5 mg = 36 mg (dalam </li></ul><ul><li>sediaan ampul 80 mg tanpa dicairkan sebanyak 0,9 ml), hati-hati jika anak tidak kencing  menumpuk menyebabkan tuli  pemberian obat tidak diteruskan. </li></ul><ul><li>b. ampisilin iv 4,8 x 50 mg = 240 mg (dalam sediaan ampul 500 mg sebanyak 1 ml) setiap 6 jam selama 2 hari, bila anak sudah sadar diikuti dengan </li></ul><ul><li>c. amoksisilin oral 4,8 x 15 mg = 72 mg (dalam sediaan sirup 3 x 1 sdt) selama 5 hari. </li></ul>
  111. 111. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) <ul><li>Berikan obat demam: sirup parasetamol 3 x ½ sdt NGT </li></ul><ul><li>Kompres hangat </li></ul><ul><li>Awasi suhu tubuh, stop pemberian parasetamol bila sudah tidak demam, cegah kemungkinan hipotermia </li></ul><ul><li>Berikan ekspektoran, sesuai kebutuhan </li></ul><ul><li>Berikan F75: ¼ dosis x 55 ml = 15 ml setiap 30 menit NGT selama 2 jam. </li></ul><ul><li>Vitamin A 200.000 SI (merah) NGT </li></ul><ul><li>Asam folat 5 mg pada hari pertama, dan 1 mg pada hari berikutnya NGT sampai gizi kurang > 2 SD </li></ul><ul><li>Vitamin C 50 mg/hr & B kompleks 1 tablet/hr NGT sampai gizi kurang > 2 SD </li></ul><ul><li>Multivitamin lain sesuai kebutuhan. </li></ul>
  112. 112. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) <ul><li>2 jam II: </li></ul><ul><li>Bila belum sadar, ulangi pemberian F75 15 ml setiap 30 menit NGT selama 2 jam. </li></ul><ul><li>Bila sudah sadar lanjutkan F75 setiap 2 jam (12 x 55 ml) selama 10 jam, NGT dilepas (bila masih belum bisa diberikan oral, tetap memakai NGT) </li></ul><ul><li>Awasi nadi, napas, dan suhu </li></ul><ul><li>Mulai lakukan stimulasi tumbuh kembang kepada anak </li></ul><ul><li>Bila anak dapat menghabiskan sebagian besar F75, ubah frekuensi F75 menjadi setiap 3 jam (8 x 80 ml) </li></ul><ul><li>Bila anak dapat menghabiskan sebagian besar F75, ubah frekuensi F75 menjadi setiap 4 jam (6x 105 ml) </li></ul>
  113. 113. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) <ul><li>II. Fase transisi: </li></ul><ul><li>Pada tahap akhir stabilisasi, pemberian F75 diganti dengan F100 dengan frekuensi setiap 4 jam, dengan volume tetap seperti F75 (6 x 105 ml) selama 2 hari. </li></ul><ul><li>Pada hari ketiga, berikan F100 sesuai dosis F100 setiap 4 jam (6 x 120 ml) </li></ul><ul><li>Kemudian naikkan setiap 4 jam, 10 ml sampai anak tidak mampu menghabiskan jumlah yang diberikan tetapi tidak melebihi dosis maksimal (175 ml setiap 4 jam atau 1056 ml sehari) </li></ul><ul><li>Teruskan pemberian F100 sampai hari ke 7-14. </li></ul>
  114. 114. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) III. Fase rehabilitasi F 135: 3 x 100 ml 3 x 135 Kkal 405 Kkal Bubur breda: 3 x ½ mangkuk 3 x 150 Kkal 450 Kkal Sari buah jeruk 3 x ½ gelas belimbing 3 x 50 Kkal 150 Kkal Jumlah 1005 Kkal
  115. 115. Jawaban Latihan 5 (lanjutan ……) <ul><li>Bubur breda ½ mangkuk = ½ resep </li></ul><ul><li>Setiap ½ gelas belimbing (100 ml) dibuat dari 2 buah sedang jeruk manis </li></ul><ul><li>Berikan sirup besi (oral) 1 sendok teh sekali sehari selama 4 minggu atau sampai kadar Hb normal </li></ul><ul><li>Persiapkan ibu untuk tindak lanjut di rumah: </li></ul><ul><li>cara pemberian makanan yang baik, dengan frekuensi sering dan padat gizi. </li></ul><ul><li>memperagakan cara pembuatan makanan yang sesuai untuk anak. </li></ul><ul><li>lengkapi pemberian imunisasi dasar dan ulangan. Pemberian imunisasi campak tanpa melihat status imunisasi sebelumnya </li></ul><ul><li>memberikan stimulasi sensorik dan motorik pada anak. </li></ul><ul><li>sarankan untuk membawa anak kontrol secara teratur </li></ul><ul><li>sarankan pemberian vitamin A setiap 6 bulan </li></ul>
  116. 116. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) IV. Kriteria pulang - selera makan sudah bagus dan makanan sudah dihabiskan - keadaan umum anak sudah baik, tidak sesak lagi - suhu tubuh 36,5 – 37,5 °C - kenaikan berat badan anak > 24 g/hari selama 3 hari berturut- turut atau > 240 g/minggu selama 2 minggu berturut-turut - sudah berada pada kondisi gizi kurang, yaitu mencapai berat badan lebih dari 5,5 kg - ibu sudah dapat membuat makanan sesuai dengan nasihat nutrisionis.
  117. 117. Jawaban Latihan 5 (lanjutan …….) V. Fase tindak lanjut - rawat jalan sampai BB anak mencapai – 1 SD ( + 6 bulan) - PMT-P: 350 – 400 Kkal per hari, protein 15 g - kontrol teratur ke puskesmas dan penimbangan ke posyandu setiap bulan
  118. 118. Villi usus normal Villi usus atrofi
  119. 119. CONTOH GAMBAR RICKETS VDDR type 2 (Vitamin D Dependent rickets type 2) Gangguan reseptor Vit D pada sel
  120. 120. JUMRIANI/PR/5 TH/ BB 7,0 KG/ PB 84 CM JUNAFA/PR/10 TH/ 10 KG
  121. 121. JUMRIANI JUNAFA
  122. 122. JUMRIANI JUNAFA
  123. 123. JUMRIANI JUNAFA
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×