Kampanye campak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,139
On Slideshare
2,136
From Embeds
3
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
45
Comments
0
Likes
0

Embeds 3

http://sumbarsehat.blogspot.com 3

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • Empat komponen dalam GAIN UCI 2010-2014 yaitu 1) penguatan PWS, 2) Penyiapan dan pemanfaatan sumber daya baik SDM, logistik, sarana prasarana, dan dukungan pembaiayaan, 3) Pemberdayaan masyarakat, dan 4) Pemerataan jangkauan pelayanan imunisasi terutama untuk menjangkau daerah sulit yang belum mencapai UCI. Disamping program imunisasi juga dilaksanakan imunisasi tambahan yaitu campak dan polio untuk memberikan perlindungan kepada daerah yang potensial terjadinya KLB.
  • In early 2009, MOH along with WHO and UNICEF conducted comprehensive review of measles situation in Indonesia, and this were the recommendation. So there are area in Indonesia which will have to do follow up campaign I would draw your attention to the area which are doing very good enhance will not need any SIAs, like Bali, Yogya, NTB
  • As in the previous slide of recommendation, Indonesia conducted 1 st phase follow up campaign in three provinces in 2009, targeting around 2 million children. We integrated this SiA’s with polio and the coverage was above 90%.
  • n

Transcript

  • 1. KAMPANYE CAMPAK
  • 2.
    • Melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu (intermediate goal)
    • Menurunkan prevalensi penyakit
    • (mengubah epidemiologi penyakit)
    • Reduksi, Eliminasi dan Eradikasi penyakit ( G oal)
    Tujuan Imunisasi
  • 3. UCI  minimal 80% bayi (0-11 bulan) mendapatkan imunsasi dasar lengkap di desa/kelurahan Target : 80% desa/kelurahan 2010 Target: 100% desa/kelurahan 2014
  • 4. Strategi Operasional Akselerasi/Percepatan Pencapaian Cakupan Imunisasi
    • Penguatan Imunisasi Rutin:
      • Intensifikasi imunisasi bagi anak sekolah melalui BIAS
      • Keterpaduan dg LP lain
    • ‘ Sweeping’ mencari bayi yang belum imunisasi  bekerjasama dg PKK dan KaDes
    • Drop out follow up (DOFU) Daerah dgn akses sudah tinggi (DPT1 >80%)  mencegah drop out
    • Upaya imunisasi tambahan : Back log fighting (BLF) anak <3th
    • Urban Strategy Meningkatkan peran serta Unit Pelayanan Kesehatan Swasta (UPKS) dan LSM
    •  Apabila melalui kajian epidemiologis dan cakupan 3-5 tahun berturut-turut  herz imunitas tidak tercapai  kampanye untuk mencegah terjadinya KLB
  • 5. Dasar hukum
    • Kepmenkes No.1611/Menkes/SK/XI/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
    • Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 473/Menkes/SK/VI/2009 tentang Pelaksananan Kampanye Campak dan Polio di In donesia Tahun 2009-2011
    • Surat Menteri Dalam Negeri RI No. 443.32/4128/PMD tentang Penyelenggaraan Kampanye Campak dan Polio di Indonesia Tahun 2009-2011
    • Joint Measles Recommendations (MoH, WHO, UNICEF)
      • Immunization Coverage (Routine 1 st and 2 nd dose, SIAs and Survey)
      • Measles and Polio Surveil la nce
  • 6. Pengendalian penyakit Campak di Indonesia, 1983-2009 * : SIAs *Source: Routine Data: SST (before 2004); Retrospective / RR (2004-2006); Integrated VPD Surveillance (2007-2008) Outbreak Data: Monthly Outbreak report (before 2005); Integrated VPD Surveillance (2005-2008)
  • 7. OPV Status of Non Polio AFP Cases Children 6-59 Month Indonesia, 2006-2010 Published 16 April 2010 2006 N=703 cases 2007 N=733 cases 2008 N=796 cases 2009 N=770 cases 2010 N= 121 cases
  • 8. Recommendations Surveillance SIAs BIAS 1 st dose Province Maintain indicators No Sustain Sustain Bali, DIY, NTB Lab testing of routine cases SIAs in 2011 Sustain Increase in low coverage districts Lampung and most of Java Investigate all outbreaks Lab testing of routine cases SIAs in 2010 Expand to all districts Increase routine (>90%) Rest Sumatera Investigate all outbreaks Lab testing of routine cases SIAs in 2010-11 Expand to all districts Increase routine (>90%) Sulawesi, Papua, Maluku, Kalimantan Investigate all outbreaks SIAs in 2009 (being conducted in October 2009) Expand to all districts Increase routine (>90%) Aceh, N Sumatera N Maluku
  • 9. Kampanye Campak tahun 2009 - 2011 Phase Province Activities I (2009) Sumatera Utara NAD Maluku Utara, Papua * KLB Measles integrated with polio campaign II (2010) Maluku, Papua Barat, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Babel, Kepri, NTT, Banten. Papua * Low Cov 2009 < 95% Measles integrated with polio campaign III (2011) Kaltim, Kalsel, Kalbar, Sulsel, Sultra, Sulut, Sulbar, Sulteng, Gorontalo , Jawa , Lampung Measles integrated with polio campaign
  • 10. Kampanye Campak di 3 Provinsi, 2009 Update 20 November 2009 Measles Polio
  • 11. Maluku, Papua Barat, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Babel, Kepri, NTT, Banten. Papua  secara selektif kabupaten/Kota karena cakupan 2009 dibawah target Kampanye Campak fase II 2010 Province 12 Measles Target (9 - 5 9 month ) 4.297.624 Polio Target (0 - 5 9 month ) 5.171.622 District/ municipality 155 HC 3.519 Village 19.047 Immunization Post 69.332
  • 12. Sasaran kampanye imunisasi Campak dan Polio
    • Campak: Semua anak usia 9 s.d. 59 bulan , termasuk anak TK
      • Bagi anak usia 9 bulan yg telah mendapatkan imunisasi campak pd kegiatan imunisasi rutin dapat diberikan imunisasi tambahan campak minimal interval 4 minggu
      • Anak yang usia 9 s/d 11 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak pada kegiatan imunisasi rutin sebelumnya, dianjurkan untuk tetap mendapatkan imunisasi campak rutin 4 minggu setelah kampanye campak.
    • Polio: semua anak usia 0 s.d. 59 bulan , termasuk anak TK
    • Anak-anak yang sedang dirawat di RS selama masa kampanye agar diberikan imunisasi campak dan polio segera setelah sembuh.
  • 13. Target Imunisasi tambahan
    • Menjangkau seluruh sasaran ;
      • imunisasi campak (9-59 bulan) dan
      • imunisasi polio (0-59 bulan)
    • Target hasil  ≥ 95%
    • Campak & Polio  Tanpa memandang status imunisasi
    •  Merupakan bagian dari tanggung jawab Program
    • Imunisasi dengan seluruh komponen sampai tk
    • Puskesmas
  • 14. Plan of Action (POA) Activities Juni Juli Agust Sept Okt 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Preparation                                        
    • Revise guidelines ( HW's, Cader )
                                           
    • Data Validation
    • Develop Banner, Post Sign & printing
                                            Soc. Mob Meetings and Trainings :                                         1. Province                                         2. Districts                                         3. Health Center                                         Distribution of Guidelines & other IEC Materials                                         Distribution of AD Syringes, SB and Pen Marker                                         Measles Vaccine Distribution                                         Implementation the campaign                                         Supervision, Monitoring and Evaluation                                        
  • 15. T AHAPAN KEGIATAN
    • Persiapan
      • Logistik, Tenaga, sarana pelayanan (Pos pelayanan)
      • Sosialisasi LP/LS, Stakeholder dan Masyarakat
    • Pelaksanaan Pelayanan Imunisasi
    • Penanganan Limbah medis serta Pencatatan & Pelaporan
    • Monitoring KIPI
  • 16. Persiapan Petugas
    • Persiapan Tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten
        • Vaccines and ADS Logistics and Guidelines  MoH
        • Operational and Socialization Mobilization  Provinsi , Kabupaten/Kota
    • Increased support for Cross-Sector / Cross-Program
        • Gubernur, Bupati/Walikota, Bappeda, PKK, Tokoh masyarakat, LSM, Guru, Pramuka, dsb.
    • Training at the health center level  sudah di provinsi seminggu yg lalu
        • Measles Campaign Guidelines
        • Leaflet & IEC material
    • Monitoring and supervision :
        • Supervisi
        • Pendampingan dari WHO dan Pusat
        • Check List before and after campaign
  • 17. Jumlah Staff & Jadwal Pelaksanaan Siapkan jadwal kunjungan ke tiap desa
  • 18.
      • Persiapan masyarakat meliputi :
      • Pastikan sebelum kunjungan , masyarakat /sasaran mengetahui akan ada Tim yg datang ke pos pelayanan kesehatan/imunisasi sesuai jadual yang telah ditetapkan. Untuk itu diharapkan melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk memberitahukan dan mengajak masyarakat.
      • INFORMASI PELAKSANAAN IMUNISASI YANG JELAS
    Persiapan Masyarakat
  • 19. Waktu dan lama pelaksanaan
      • Kegiatan kampanye campak, dilakukan di luar jadwal rutin
      • Waktu pelayanan dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. Misalnya di daerah pedesaan yang orang tuanya bekerja di sawah, maka pelayanan dapat dilakukan pada sore hari , ditambah 30 menit setelah suntikan terakhir diberikan untuk mengamati terjadinya KIPI
      • Pastikan semua anak usia 0 s.d. 9 bulan di wilayah saudara mendapatkan imunisasi polio dan usia 9 s.d. 59 bulan telah diimunisasi campak dan polio sebelum pelayanan ditutup.
  • 20.
    • Penyediaan Logistik
      • Vaksin & ADS
      • Cold chain
      • Safety supplies
      • Guideline dan IEC Material
      • Format RR
    Persiapan Logistik (1)
  • 21. Persiapan logistik (2)
    • Sebelum berangkat ke pos pelayanan kesehatan/ imunisasi, pastikan bahwa semua logistik tersebut di bawah ini sudah tersedia dalam keadaan cukup:
        • Vaccine carrier dengan 4 cold pack yg sudah terisi (jangan menggunakan selain Vaccine Carrier)
        • Safety box
        • Kapas
        • V aksin campak dan pelarut
        • ADS (Auto Disable Syringe) 0,5 ml
        • ADS 5 ml (untuk mengoplos)
        • Format RR
        • Anafilaktik kit ( Syringe 1 cc, adrenalin, format KIPI)
  • 22.
    • Sasaran:
    • 0 – 59 bln (Polio)
    • 9 – 59 bln (Campak)
    • Persiapan Vaksin:
      • Perhitungan kebutuhan vaksin:
      • Kebutuhan ADS 5 ml & Pelarut Campak = jumlah vaksin campak
    Jumlah sasaran IP ( 18 ) Perkiraan Kebutuhan Vaksin
  • 23.
    • Persiapan ADS & safety box :
    • Kebutuhan jarum suntik:
      • (ADS 0,5 cc)
    • Kebutuhan safety box:
    Perkiraan Kebutuhan Jarum Suntik (ADS) Jumlah sasaran x 1,1 Jumlah jarum suntik 100
  • 24. B. PELAKSANAAN PELAYANAN IMUNISASI
  • 25.
    • Penggunaan alat suntik & teknik
    • penyuntikan yang aman
    • Sasaran imunisasi memperoleh kekebalan terhadap suatu penyakit dalam rangka menurunkan prevalensi penyakit.
    • Tidak ada dampak negative berupa kecelakaan atau penularan penyakit pasca imunisasi pada sasaran maupun petugas
    • Secara tidak langsung tidak menimbulkan kecelakaan atau penularan infeksi pada masyarakat dan lingkungan terkait
    Bab 4 Penyuntikan yang Aman Pengertian: Peyuntikan yang aman (safety injection), suatu kondisi:
  • 26.
    • Penyuntikan Vaksin Yang Tepat Secara Aman Meliputi:
      • Kualitas vaksin yang terjamin
      • Penyuntikan yang steril
      • Melarutkan vaksin secara benar
      • Lokasi suntikan yang tepat
      • Penapisan indikasi kontra
      • Teknik penyuntikan yang benar
    b . Pemberian Vaksin Yang Tepat Secara Aman Bab 4 Penyuntikan yang Aman
  • 27. INGAT !!!
    • Jangan meninggalkan jarum
    • suntik tertanam dalam vial.
    • Jangan Menyiapkan suntikan
    • sebelum anak / sasaran hadir
    Jangan Membuka Karet Penutup Vaksin atau menyedot langsung dari vial Bab 4 Penyuntikan yang Aman
  • 28.
    • Tusukan jarum dapat terjadi :
      • Jika petugas kesehatan menutup kembali jarum atau berjalan sementara membawa semprit dan jarum bekas
      • Jika pasien khususnya anak-anak tidak dalam posisi yang aman ketika mereka menerima suntikan
      • Jika praktek-praktek pembuangan yang tidak aman membiarkan orang atau hewan terkena semprit atau jarum bekas
    c . Pencegahan Luka Tusukan Jarum Dan Infeksi serta Manajemen Limbah Tajam Bab 4 Penyuntikan yang Aman
  • 29. Penanganan limbah tidak aman
  • 30. Pembuangan sampah semua benda medis tajam secara aman Bab 4 Penyuntikan yang Aman
  • 31.
    • C. Pencatatan Pelaporan
  • 32. b. P encatatan dan pelaporan hasil kegiatan Crash Program Campak
    • Gunakan format pencatatan dan pelaporan yang telah tersedia.
    • Periksa jumlah anak yang dicatat dan dilaporkan secara benar.
    • Laporan cakupan termasuk pemakaian logistik dibuat oleh tim pos imunisasi segera setelah pelaksanaan kegiatan di lapangan (Pos) selesai.
    • Laporan dikirimkan setiap hari oleh Puskesmas ke Kabupaten dan selanjutnya ke Provinsi dan ke Pusat.
    • Laporan akhir diselesaikan dalam waktu satu bulan setelah hari H pelaksanaan.
  • 33.
    • Alur laporan
    PUSAT LAPORAN TINGKAT PUSKESMAS LAPORAN DARI LAPANGAN LAPORAN TINGKAT KAB/KOTA LAPORAN TINGKAT PROVINSI
  • 34. Laporan dari Lapangan
  • 35. Laporan Puskesmas
  • 36. Laporan Kabupaten/ Kota
  • 37. Laporan Provinsi
  • 38. D. Pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi KIPI
    • Kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi, baik berupa efek vaksin ataupun efek simpang, toksisitas, reaksi sensitivitas, efek farmakologis maupun kesalahan program, koinsiden, reaksi suntikan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan .
    KOMNAS PP KIPI
  • 39. KIPI Campak
    • Imunisasi campak dapat menimbulkan anafilaksis syok namun sangat jarang.
    • Anafilaksis syok dapat terjadi antara 5 - 30 menit setelah penyuntikan, dimana tiba-tiba seluruh kulit menjadi kemerahan, saluran nafas tersumbat dan terjadi kehilangan kesadaran (drop/menurunnya tekanan darah ).
  • 40. Pelaporan KIPI
    • Yang Harus dilaporkan :
    • Indentitas
    • Jenis vaksin, batch, kedaluarsa, siapa yang memberi, dll
    • Nama dokter /petugas kesehatan yg bertanggung jawab
    • Adakah KIPI pada imunisasi terdahulu
    • Gejala klinis yg timbul dan diagnosis
    • Waktu pemberian imunisasi (tanggal, jam)
    • Waktu timbulnya gejala KIPI setelah imunisasi
    • Gejala sisa setelah dirawat/sembuh
    • Cara penyelesaian KIPI (kronologis)
    • Adakah tuntutan dari keluarga
  • 41. ALUR MONITORING KIPI Penemuan kasus Pelacakan Analisis Tindak lanjut Evaluasi identitas tunggal/ kelompok ada kasus lain klasifikasi penyebab pengobatan komunikasi perbaikan mutu pelayanan t ata laksana kasus pemantauan KIPI Informasi dari ortu / masyarakat Petugas kes Kepala Puskesmas Dinas kesehatan KOMDA KIPI Puskesmas RS rujukan Evaluasi Pelaporan 24 jam
  • 42. Laporan KIPI
  • 43.  
  • 44. Form RR Laporan diduga KIPI Tk Puskesmas
  • 45. Form RR Laporan diduga KIPI Tk Kab/Kota
  • 46. Form RR Laporan diduga KIPI Tk Provinsi