• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Higiene industri
 

Higiene industri

on

  • 5,817 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,817
Views on SlideShare
5,773
Embed Views
44

Actions

Likes
0
Downloads
162
Comments
0

2 Embeds 44

http://sumbarsehat.blogspot.com 43
http://www.first-jump.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Higiene industri Higiene industri Presentation Transcript

    • HIGIENE INDUSTRI DAN LINGKUNGAN KERJA
    • PENDAHULUAN KAPASITAS KERJA PRODUKTIFITAS BEBAN KERJA BEBAN TAMBAHAN DARI LINGKUNGAN KERJA GIZI BB TINGGI HB STATUS KES PELATIHAN KETERAMPILAN OLAH RAGA
    • KESEHATAN KERJA DAN KESEHATAN MASYARAKAT
      • HUBUNGAN KESEHATAN KERJA DAN KESEHATAN MASYSRAKAT
      KESEHATAN KERJA KESEHATAN MASYARAKAT LINGKUNGAN KERJA / INDUSTRI KAWASAN INDUSTRI KESEHATAN KERJA HIGIENE INDUSTRI
    • MASALAH
      • BEBAN PEKERJA
      • BEBAN PEKERJAAN
      • BEBAN TAMBAHAN
      • DARI LINGKUNGAN INDUSTRI
        • SUHU * KELEMBABAN
        • TEKANAN UDARA * VENTILASI
        • PENCAHAYAAN * DEBU
        • BISING / GETARAN * KIMIA
        • RADIASI / SINAR * BIOLOGI
    • TUJUAN PEMBUATAN MODUL
      • PENINGKATAN PENGETAHUAN
      • KETERAMPILAN
      • PENGALAMAN
      • HIGIENEN INDUSTRI DAN LINGKUNGAN KERJA
    • RUANG LINGKUP
      • HIGIENE INDUSTRI
        • SUHU * KELEMBABAN
        • TEKANAN UDARA * VENTILASI
        • PENCAHAYAAN * BISING
        • GETARAN * RADIASI
        • KIMIA * BIOLOGI
      • LINGKUNGAN KERJA / INDUSTRI
        • UDARA * AIR MINUM
        • LIMBAH CAIR * SAMPAH PADAT
        • KEBERSIHAN MAKANAN * SERANGGA
    • MANFAAT MODUL
      • BAGI PEMINAT  MEMAHAMI H.I DAN L.K
      • PENGUSAHA  PROGRAM KES-KERJA
      • PEKERJA  PENTINGNYA H.I DAN L.K
      • PEMBINA DAN PENGAWAS  PELAYANAN
      • MASYARAKAT  PENGAWASAN
      • MEDIA MASA  DISEMINASI INFORMASI
      • N.G.O  PENGAWASAN, PROGRAM KES-KER
      • MAHASISWA  SUMBER KEILMUAN
      • INTERNASIONAL  KERJA SAMA
    • TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM
      • MENGETAHUI KONDISI HIGIENE INDUSTRI DAN LINGKUNGAN KERJA, SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN, KAPASITAS KERJA DAN EFISIENSI KERJA PEKERJA
    • TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
      • MENGETAHUI H.I, BAKU MUTU, DAN DAMPAK THD KESEHATAN PEKERJA DARI
        • PISIK
          • SUHU * KELEMBABAN
          • TEKANAN UDARA * VENTILASI
          • PENCAHAYAAN * BISING
          • GETARAN * DEBU
          • RADIASI / SINAR *
        • BIOLOGI
        • KIMIA
      • LINGKUNGAN KERJA
        • UDARA, AIR, TANAH, LIMBAH, SAMPAH, SERANGGA DAN MAKANAN
    • HIGIENE INDUSTRI
      • SUHU
        • CONFORT ZONE  25 0 C ; < 20 0 C
        • SUHU TUBUH NORMAL 37 0 C  PRODUKTIF
        • TUBUH PEKERJA MENGHASILKAN PANAS
        • PANAS DILEPAS KE UDARA TEMPAT KERJA
          • RADIASI
          • KONDUKSI
          • KONVEKSI
          • PENGUAPAN (KERINGAT, NAFAS
        • SUHU TUBUH DIJAGA STABIL NORMAL 37 0 C
        • PRODUKTIFITAS OPTIMAL
    • SUHU RUANG ABNORMAL
      • SUHU > CONFORT ZONE (PANAS)
      • TUBUH PEKERJA SULIT MELEPAS PANAS
      • TUBUH MENERIMA PANAS DARI UDARA
      • SUHU TUBUH MENINGKAT
      • PRODUKTIFITAS TURUN
      • EFISIENSI MENURUN
      • DEHIDRASI, EXHOUSTED
      • HEAT STRESS
      • HEAT CRAMP
    • SUHU RUANG ABNORMAL
      • SUHU < CONFORT ZONE (DINGIN)
      • TUBUH PEKERJA KEHILANGAN PANAS
      • TUBUH KEDINGINAN
      • SUHU TUBUH MENURUN
      • PRODUKTIFITAS TURUN
      • EFISIENSI MENURUN
      • KESEMUTAN, BAAL
      • NYERI
      • FROSTBITE
    • KELEMBABAN
      • KELEMBABAN CONFORT ZONE : 40 % - 60%
      • KELEMBABAN UDARA : 70% – 90%
      • CONFORT ZONE :
        • PENGUAPAN KERINGAT MUDAH
        • KESEIMBANGAN PRODUKSI PANAS TUBUH DAN PENGLEPASAN PANAS TUBUH PEKERJA
      • SUHU BADAN NORMAL 37 0 C
      • PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI OPTIMAL
      • KELEMBABAN UDARA NORMAL  CUKUP PANAS,  PENGUAPAN KURANG NYAMAN
    • KELEMBABAN ABNORMAL
      • KELEMBABAN > CONFORT ZONE (> 60%)
      • PENGUAPAN KERINGAT TERHAMBAT
      • PELEPASAN PANAS TUBUH TERHAMBAT
      • SUHU TUBUH NAIK  EXHAUSTED
      • PEKERJA CEPAT LELAH
      • KAPASITAS KERJA  TURUN
      • PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI KERJA  TURUN
    • KELEMBABAN ABNORMAL
      • KELEMBABAN < CONFORT ZONE (<40%)
      • PENGUAPAN KERINGAT  CEPAT
      • PELEPASAN PANAS TUBUH  CEPAT
      • SUHU TUBUH TURUN  TURUN
      • KULIT DAN SELAPUT LENDIR  KERING
      • PEKERJA CEPAT LELAH
      • KAPASITAS KERJA  TURUN
      • PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI KERJA  TURUN
    • PENGUKUR SUHU, TAKANAN DAN KELEMBABAN
      • SUHU : TERMOMETER ALKOHOL/AIR RAKSA
        • HASIL UKUR DIBACA DENGAN UNIT O C
      • TEKANAN UDARA : BAROMETER
        • HASIL UKUR DENGAN UNIT ATMOSFER
      • KELEMBABAN :
      • 1. HYGROMETER
        • HASILNYA DAPAT DIBACA LANGSUNG
      • 2. DUA TERMOMETER BASAH DAN KERING
        • BACA SUHU KEDUA TERMOMETER
        • HASIL UKUR  HYGROMETER-CHART
        • BACA HASIL KELEMBABAN
        • HASIL UKUR DENGAN UNIT %
    • TEKANAN UDARA
      • TEKANAN UDARA NORMAL
        • SATU ATMOSFER DI PERMUKAAN LAUT
        • MAKIN NAIK (KETINGGIAN) TEKANAN TURUN
        • KOMPOSISI UDARA BERUBAH DENGAN BERUBAHNYA TEKANAN UDARA
        • MAKIN TINGGI LOKASI  TEKANAN UDARA LEBIH RENDAH  KADAR OKSIGEN TURUN
      • PEKERJA MEMBUTUHKAN OKSIGEN LEBIH BANYAK SEWAKTU BEKERJA
      • BILA LOKASI LEBIH TINGGI  OKSIGEN <<
      • FREKWENSI NAFAS  MENINGKAT
      • KEKURANGAN OKSIGEN  METABOLISME <<
      • PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI  TURUN
    • TEKANAN UDARA ABNORMAL
      • HYPERBARIC : PENYELAM (> 40 M)
        • WAKTU MENYELAM TEKANAN MENINGKAT
        • KELARUTAN GAS DI DARAH MENINGKAT
        • SEWAKTU KEMBALI KEPERMUKAAN
        • PENURUNAN TEKANAN TIDAK BERTAHAP SESUAI DENGAN ADAPTASI TUBUH  TIMBUL GELEMBUNG UDARA DI DARAH (SPT BUKA BOTOL SOFT DRINK)
        • GELEMBUNG UDARA MENYANGKUT DI ARTERI KECIL TERUTAMA DI SENDI (LUTUT)
        • PENYAKIT GANGGUAN SENDI
    • TEKANAN UDARA ABNORMAL
      • HYPOBARIC : PENERBANG /ASTRONOT
        • WAKTU TERBANG TEKANAN MENURUN
        • BILA TIDAK MENELAN > GANGGUAN PENDENGARAN
        • KADAR ZAT (O2) DI UDARA MENURUN
        • FREKWENSI NAFAS MENINGKAT
        • BERESIKO BAGI PENDERITA ASTHMA
        • SEWAKTU KEMBALI KEPERMUKAAN
        • PENURUNAN TEKANAN UDARA
        • ADAPTASI TUBUH  MENELAN
        • TEKANAN DI TELINGA TENGAH DI SESUAIKAN
        • BILA TIDAK  PENDENGARAN <<,
        • SAKIT TELINGA
    • VENTILASI
      • VENTILASI :
        • PERTUKARAN UDARA DENGAN UDARA SEGAR
      • NORMAL:
        • 2 –3 KALI VENTILASI PER ORANG PER MENIT
      • JENIS VENTILASI
        • VENTILASI ALAM
          • LUBANG ANGIN / LOSTER
        • VENTILASI BUATAN
          • EXHOUSTER / BLOWER FAN / KIPAS
          • A.C. (AIR CONDITIONER)
        • VENTIL PERMANENT
          • LUBANG ANGIN
        • VENTIL SEMENTARA
          • PINTU
    • VENTILASI ABNORMAL
      • VENTILASI < STANDAR (2 –3 X/MNT/ORANG)
      • PEMINDAHAN PANAS DARI TUBUH <<
      • PENGUAPAN KERINGAT  <<
      • KELEMBABAN  MENINGKAT
      • PENYEDIAAN OKSIGEN / ZAT ASAM  <<
      • GANGGUAN FISIOLOGIS  PENGAP, GERAH
      • SUHU TUBUH  MENINGKAT
      • KONSENTRASI  <<
      • CEPAT LELAH
      • KESALAHAN  MENINGKAT
    • VENTILASI ABNORMAL
      • VENTILASI > STANDAR ( 2 –3 X/MNT/ORANG)
      • PEMINDAHAN PANAS DARI TUBUH 
      • PENGUAPAN KERINGAT  MENINGKAT
      • KELEMBABAN  MENURUN
      • PENYEDIAAN OKSIGEN / ZAT ASAM  BAIK
      • GANGGUAN FISIOLOGIS  MASUK ANGIN
      • SUHU TUBUH  MENURUN
      • KONSENTRASI  TERGANGGU
      • CEPAT MASUK ANGIN
      • PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI  TURUN
    • PENGUKURAN VENTILASI
      • ANEMOMETER
        • PENGUKUR KECEPATAN ANGIN : M/DTK
      • LUAS LUBANG VENTILASI : M 2
      • VOLUME RUANGAN : M 3
      • VENTILASI PERMENIT =
        • VOL RUANG : KEC ANGIN x LUAS VENTILASI
        • DALAM WAKTU SATU MENIT
      • PERGERAKAN UDARA DALAM RUANGAN
        • DENGAN GLOBE TERMOMETER
        • HASIL UKUR SUHU GLOBE TERMOMETER
        • DIMASUKKAN KEDALAM CHART  HASILNYA
        • KECEPATAN ANGIN DALAM RUANGAN
    • PENCAHAYAAN
      • BEKERJA BUTUH PENCAHAYAAN/PENERANGAN
      • JENIS PENCAHAYAAN
        • ALAM  MATAHARI
        • BUATAN  LAMPU, LISTRIK
      • KUAT PENCAHAYAAN TERGANTUNG DARI
        • KUAT PENERANGAN
        • JARAKNYA KE BIDANG BACA / KERJA
      • KUAT PENCAHAYAAN
        • TERGANTUNG JENIS PEKERJAAN
      • TIDAK TERJADI KESILAUAN / GLARE
      • TIDAK TERBENTUK BAYANGAN
    • PENCAHAYAAN ABNORMAL
      • PENCAHAYAAN < DARI BAKU MUTU
      • REMANG S/D GELAP
      • KONSENTRASI  KURANG
      • KETELITIAN  KURANG
      • DALAM BEKERJA  MEMBUTUHKAN UPAYA YANG LEBIH
      • CEPAT LELAH
      • KESALAHAN  MENINGKAT
      • KECELAKAAN  MENINGKAT
      • PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI  TURUN
    • PENCAHAYAAN ABNORMAL
      • PENCAHAYAAN > DARI BAKU MUTU
      • MATA BERUSAHA MENGURANGI CAHAYA
      • APALAGI SILAU / MENGKILAP (GLARE)
      • DALAM BEKERJA  BEBAN TAMBAHAN
      • CEPAT LELAH, CAPE, MATA BERAIR
      • KONSENTRASI  KURANG
      • SILAU, GLARE (KILAP) , ADA BAYANGAN 
        • KESALAHAN )
        • KECELAKAAN )
      • PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI  TURUN
    • STANDAR PENCAHAYAAN
      • TIDUR, DARURAT (MATI LAMPU): 5 LUX
      • JALAN, KORIDOR, HALAMAN : 20 LUX
      • PEKERJAAN KASAR : 50 LUX
      • PEKERJAAN HALUS : 100 LUX
      • PEKERJAAN TELITI : 200 LUX
      • PEKERJAAN HALUS & TELITI : 300 LUX
      • PEKERJAAN
        • HALUS, TELITI, LAMA : 1000 LUX
      • PEKERJAAN
        • HALUS, TELITI, LAMA, KONTRAS : > 2000 LUX
      • ALAT UKUR : LUXMETER
        • DENGAN UNIT PENCAHAYAAN : LUX
    • DEBU / PARTIKEL
      • NORMAL TERDAPAT DEBU DI UDARA
      • DEMIKIAN JUGA DI UDARA RUANG KERJA
      • STANDAR KADAR DEBU RUANG KERJA
        • PARTIKEL RATA2 GEOMETRI : 5 ug/m3/th
        • PARTIKEL RATA2 24 JAM MAX : 10 ug/m3
      • KADAR DEBU DI BAWAH BAKU MUTU
        • UDARA NYAMAN, TIDAK BAU DEBU/SUMUK
        • PENGLIHATAN  TIDAK TERGANGGU
        • BEKERJA CUKUP OPTIMAL
        • PRODUKTIF DAN EFISIEN
    • KADAR DEBU ABNORMAL
      • KADAR DEBU DIATAS BAKU MUTU
        • UDARA BAU DEBU, SUMUK
        • BERDEBU /DUSTY, KOTOR, JOROK
        • IRITASI SALURAN NAFAS, BATUK, BERSIN
        • CEPAT LELAH, CAPE, JEMU/BOSAN
        • MOTIVASI KERJA  TURUN
        • PENYAKIT ISPA, ASTHMA, EMPISEMA
        • RESTRIKSI / OBSTRUKSI PARU
        • PNEUMOKONIOSIS/TIMBUNAN DEBU DI PARU
        • KEGANASAN (MESOTELIOMA KRN ASBES)
    • PNEUMOKONIOSIS
      • SILIKOSIS  DEBU SILIKA
      • ANTHRAKOSIS  ANTHRAK
      • ASBESTOSIS  ASBESTOS
      • BISINOSIS  KAPAS
      • BERRYLIOSIS  BERRILIUM
      • STANOSIS  TIMAH / STANUM
      • SIDEROSIS  BESI
      • TALKOSIS  TALK
    • UKURAN DEBU DAN SALURAN NAFAS
      • > 12 u  TIDAK MASUK SAL NAFAS
      • 7 – 12 u  TERTAHAN DISAL NAFAS ATAS
      • 5 – 7 u  TERTAHAN DI TRACHEA
      • 3 – 5 u  TERTAHAN DI BRONCHUS
      • 1 – 3 u  TERTAHAN DI BRONCHIOLI
      • < 1 u  MASUK ALVEOLUS
      • ABSORBSI KE DALAM DARAH
      • METABOLISME OLEH TUBUH, LIVER
      • DITIMBUN DALAM ORGAN TUBUH
    • PERTAHANAN TUBUH
      • MENAHAN NAFAS
      • BATUK , BERSIN
      • HIDUNG  RAMBUT
      • SAL NAFAS ATAS  AIR & MUCOUS/LENDIR
      • AIR DAN MUCOUS  MENAHAN DEBU
      • CHONCA & SAL NAFAS  UDARA BERKELOK
      • UDARA BERKELOK  GAYA SENTRIPETAL
        • DEBU TERTAHAN DI SAL NAFAS ATAS
      • SEL RAMBUT GETAR & LENDIR
        • MENAHAN DEBU
        • SEL GETAR MENDORONG DEBU KE CUPING
      • MAKROPAGE
      • SEL DARAH PUTIH
      • IMUNITAS
    • ALAT PENGUKUR DEBU
      • KADAR DEBU RUANGAN /AMBIENT
        • HIGHT VOLUME DUST SAMPLER
        • HASIL UKUR DENGAN UNIT : mg/ m3 udara
      • KADAR DEBU TERHIRUP
        • PERSONNAL DUST SAMPLER
        • HASIL UKUR DGN UNIT : mg/m3 udara respirasi
      • UKURAN DEBU
        • IMPINGER
        • PARTICLE SIZE COUNTER
    • BISING
      • BISING :
        • BUNYI / SUARA TAK DISENANGI
      • BUNYI/SUARA :
        • PANCARAN ENERGI/GELOMBANG SUATU BENDA BERGETAR DIHANTAR OLEH MEDIA KE TELINGA /ALAT PENDENGARAN DAN DIARTIKAN OLEH PUSAT PENDENGARAN
      • PENDENGARAN NORMAL:
        • DAPAT MENERIMA BUNYI DENGAN FREKWENSI ANTARA 16 Hz – 20.000 Hz
      • INTENSITAS BISING (dB) =
        • JUMLAH ENERGI YANG DIPANCARKAN SUMBER BISING / SUARA
      • KEKERASAN SUARA =
        • FREKWENSI x INTENSITAS
    • JENIS BISING
      • BISING KONTINIU DGN FREKWENSI LUAS
        • MESIN, KIPAS, AC
      • BISING KONTINIU DGN FREKWENSI SEMPIT
        • GERGAJI, KATUP GAS
      • BISING TERPUTUS
        • LALULINTAS, PESAWAT UDARA, KERTA API
      • BISING IMPULSIV
        • PALU, TIANG PANCANG, TEMBAKAN
      • BISING IMPULSIV BERULANG
        • MESIN TEMPA
    • STANDAR BISING
      • NAB PAJANAN BISING (ACGIH 2003)
      • JAM dB MENIT dB DETIK dB
        • 24 80 30 97 28,1 115
        • 16 82 15 100 14,0 118
        • 8 85 7,5 103 7,0 121
        • 4 88 3,7 106 3,7 124
        • 2 91 1,8 109 1,7 127
        • 1 94 0,9 112 0,8 130
        • . . . . . 0,4 133
        • . . . . . 0,2 136
        • . . . . . 0,1 139
    • BISING KAITANNYA DENGAN BAKU MUTU
      • BISING DIBAWAH BAKU MUTU
        • TENANG
        • KONSENTRASI BAIK
        • TIDAK ADA BEBAN TAMBAHAN
        • MOTIVASI KERJA
        • PRODUKTIF DAN EFISIEN
      • BILA BISING DIATAS BAKU MUTU
        • GANGGUAN PENDENGARAN / KOMUNIKASI
        • PSYCHOLOGIS
        • PHYSIOLOGIS
        • BEBAN TAMBAHAN
        • KELELAHAN
        • KURANG PRODUKTIF & EFISIEN
    • DAMPAK BISING
      • PENDENGARAN
        • TRAUMA AKUSTIK
        • TTS (TEMPORARY THRESHOLD SHIFT)
        • PTS (PERMANENT THRESHOLD SHIFT)
      • NON FISIOLOGIS PENDENGARAN
        • PSYCHOLOGIS
          • GELISAH, BOSAN, MALAS, IRITABLE, GANGGUAN PERASAAN
        • KOMUNIKASI
        • FISIOLOGIS
          • SUSAH TIDUR
          • STRESS, PROSES PIKIR
          • PEKERJAAN
          • KONSENTRASI
    • GANGGUAN PENDENGARAN
      • NOISE INDUCE HEARING LOSS (NIHL)
        • PAJANAN > 85 Db, TERUS / TERPUTUS
        • PENURUNAN PENDENGARAN DI 3, 4, 6 RIBU Hz
        • BERSIFAT SENSORI-NEURAL
        • BILATERAL
        • PAJANAN RATA2 10 – 15 TH
      • KERUSAKAN TELINGA DALAM
        • ORGAN CORTI * SEL GANGLION
        • MEMBRAN * SARAF
        • CILLIA * PEMBULUH DARAH
        • MEMBRANA TECTORIA* ORGANEL
    • PENGUKURAN BISING
      • 1. SOUNDLEVEL-METER
        • DIUKUR TIGA MASA WAKTU :
          • PAGI : 6.00 – 17.00
          • PETANG : 17.00 – 20.00
          • MALAM : 20.00 – 6.00
        • TIAP MASA WAKTU DIUKUR 2 JAM
        • TIAP PENGUKURAN DIUKUR SELAMA 30 MENIT
        • PEMBACAAN NILAI BISING SETIAP 10 DETIK
      • 2. NOISE-LOGING DOSIMETER
      • SATUAN UNIT : dB
      • JENIS DECIBEL :
        • DECIBEL A (dBa)  UNTUK PERCAKAPAN
        • DECIBEL B (dBb)  SUARA TERTENTU
        • DECIBEL C (dBc)  SUARA FREKWENSI TINGGI
    • GETARAN
      • GETARAN SERING BERSAMA DENGAN BISING
      • GETARAN DITERIMA OLEH TUBUH
      • MENGGANGGU METABOLISME
        • SEL, JARINGAN, FISIOLOGI SARAF
      • BAKU MUTU = 1,4 m/dtk 2
        • FREKWENSI (Hz), : 2,5 – 10 Hz
        • PERCEPATAN (M/DETIK 2 ) : 1 – 2,5 m/dtk 2
        • WAKTU PAJANAN : < 20 MENIT
      • ALAT UKUR : VIBRATOMETER
      • HASIL UKUR DENGAN UNIT : 1,4 m/dtk 2
    • DAMPAK GETARAN
      • GANGGGUAN KENIKMATAN
      • MEMPERCEPAT KELELAHAN
      • DISTROPIA SEL SYARAF
      • RESONANSI RONGGA TUBUH
      • GANGGUAN MATA
      • GANGGUAN NADI, TEKANAN DARAH
      • TEGANG, PUSING, SAKIT KEPALA
      • KELELAHAN OTOT
      • GANGGUAN KESEIMBANGAN
      • GANGGUAN SENDI DAN TULANG
    • RADIASI & SINAR
      • RADIASI NON RADIO AKTIF & RADIO AKTIF
      • NON RADIO AKTIF :
        • MATAHARI, U.V, INFRA MERAH, GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
      • RADIO AKTIF :
        • ALPHA, BETHA, GAMMA, RONTGEN, RADON
      • PERALATAN
        • NON R.A. : SOLARIMETER
          • HASIL UKUR DGN UNIT : DYNE/CM 2
        • RADIO KATIF : GEIGER MULLER COUNTER
          • HASIL UKUR DGN UNIT : CURRY
    • DAMPAK KESEHATAN
      • GANGGUAN METABOLISME SEL, JARINGAN, ORGAN TUBUH
      • KELAINAN KULIT
        • SUN BURN, IRITASI, KANKER
      • GANGGUAN DARAH
        • LEUKEMIA
      • GANGGUAN REPRODUKSI
        • GANGGUAN HAID, KEGUGURAN, MANDUL ,
      • GANGGUAN MATA
        • KATARAK
    • KIMIA /BAU
      • BAU :
        • BAHAN KIMIA YANG MENGUAP ATAU PEMBAKARAN TAK SEMPURNA
      • BAU :
        • DISENANGI : WANGI-WANGIAN, PARFUM, AROMA MAKANAN
        • TAK DISENANGI : BUSUK, APEK, TENGIK, ASAM, AMIS, MENYENGAT
      • TERDIRI DARI BEBERAPA BAHAN KIMIA
      • INDRA PENCIUMAN PEKA THD BAU
      • MULA2 SENSITIF, LAMA2 KEBAL
      • BAHAN KIMIA (UAP/GAS) ADA TIDAK BERBAU
    • PENGUKURAN DAN STANDAR
      • PENGUKURAN BAU : ORGANOLEPTIK
      • GAS / UAP TERTENTU : DIUKUR KADARNYA
      • ALAT : GAS CHROMATOGRAFI
      • TIAP JENIS GAS TERTENTU : STANDAR TERSENDIRI DI RUANG KERJA
        • SOLVEN, TINNER, GLUDE
      • BAU : BILA KADAR GAS / UAP MELAMPAUI KADAR BAKU MUTU / STANDAR
    • DAMPAK KEBAUAN / KIMIA
      • GANGGUAN PSYCHOLOGIS
        • TIDAK NYAMAN, TAK ENAK, MENGHINDAR, NUTUP HIDUNG, BATUK, BERSIN, MENAHAN NAFAS, SAKIT KEPALA, ALERGI
      • BAU BAHAN YANG TOKSIS  KERACUNAN
        • AMONIAK, CHLORIN
      • GAS TOXIS TIDAK BAU : CO
      • PAJANAN CHRONIS DAN LAMA
        • KEGANASAN, GANGGUAN ORGAN
      • KEMATIAN
        • DOSIS TOKSIS
        • GAS TOKSIS TIDAK BERBAU
    • BIOLOGI
      • ADANYA UNSUR BIOLOGI DI RUANG KERJA
        • FLORA
          • SERBUK SARI  KONJUNGTIFITIS SAWAH HIKA
          • SERAT KAPAS  BYSSINOSIS
        • FAUNA
          • BAKTERI, JAMUR, VIRUS
    • PENGUKURAN
      • BAKTERIA DAN JAMUR
      • DENGAN PLATE AGAR
        • HASIL DENGAN UNIT : JUMLAH KOLONI/PLATE
      • DENGAN KERTAS SARING
        • HASIL DENGAN UNIT : JUMLAH KOLONI/M3 UDARA
      • STANDAR:
        • TIDAK TERDAPAT BAKTERI PATHOGEN
        • TOTAL KOLONI < / = 50 KOLONI / PLATE
    • GANGGUAN KESEHATAN
      • ANTHRACOSIS * Q-FEVER
      • BRUCELLOSIS * SHIGELLOSIS
      • GIARDIASIS * SPOROTRICHOSIS
      • HISTOPLASMOSIS * ASPERGILLOSIS
      • OCCIDIOIDOMYCOSIS * VARICELLA
      • LEGIONELLOSIS * VARIOLLA
      • PONTIAC FEVER * CAMPAK
      • LEPTOSPIROSIS * MUMP
      • LISTERIOSIS * CANDIDIOSIS/TENIA
    • LINGKUNGAN KERJA
      • PENCEMARAN UDARA
      • PENCEMARAN AIR  AIR MINUM
      • PENCEMARAN TANAH
      • PENGELOLAAN LIMBAH CAIR / PENCEMARAN BADAN AIR
      • PENGELOLAAN SAMPAH
      • PENGAWASAN SERANGGA
      • KEBERSIHAN MAKANAN DAN MINUMAN
    • FUNGSI PARU PEKERJA TEXTIL (AGUSTINA RAHUTAMI 2002)
      • DEPENDEN : GANGGUAN FUNGSI PARU (ADA / TIDAK)
      • INDEPENDEN : ANALISIS BIVARIATE ( Q-KWADRAT)
      • KADAR DEBU (NAB) p OR 95% CI
        • <NAB
        • >NAB (SEMUA DIATAS NAB)
      • KADAR DEBU
        • > 1063,0 0,00 2,27 1,7 – 2,9
        • < 1063,0
      • UMUR
        • >30 TH 0,38 - - - -
        • <30
      • MASA KERJA
        • >10 TH 0,00 33,0 8,4 – 129,2
        • <10 TH
      • ROKOK
        • MEROKOK 0,00 11,14 4,4 – 28,2
        • TIDAK
      • APD
        • KADANG 0,00 11,14 4,4 – 28,2
        • SELALU
    • ANALISIS MULTIVARIAT
      • VARIABEL KOEFF p OR
        • MASA KERJA 0,12 0,02 1,13
        • MEROKOK 1,77 0,0029 5,8
        • APD 2,1 0,0002 8,14
      • FORMULANYA
        • LOGIT Y (FUNGSI PARU) = k + 0,12 MASA KERJA + 1,77 MEROKOK + 2,1 APD + e
        • LOGIT Y (FUNGSI PARU) = k + 0,12 MASA KERJA + 1,77 MEROKOK + 2,1 APD + e
      • ARTINYA : DAPAT DIHITUNG PROBABILITY SEORANG PEKERJA YANG MEROKOK,DG MASA KERJA > 10 TH DAN TIDAK MAMAKAI APD UNTUK MENDERITA GANGGUAN FUNGSI PARU
    • DERMATOSIS PADA PENYAMAKAN KULIT GARUT (UMAR SUMARNA 1998)
      • DEPENDEN VAR : DERMATITIS (YA / TIDAK)
      • VAR INDEPENDEN
        • MASA KERJA p OR
          • < 5 TH < 0,05 6,7
          • > 5 YH
        • UNIT KERJA
          • PROD < 0,05 4,6
          • ADMNIST
        • APD
          • KADANG < 0,05 0,06
          • SELALU 15,3
        • KELAMIN
          • LAKI < 0,05 6,9
          • WANITA
        • GANTI PAKAIAN
          • KADANG < 0,05 1,7
          • SELALU 9TIAP HARI)
        • PEMBUANGAN LIMBAH
          • SELOKAN < 0,05 0,5
          • BAK PENAMPUNG 2.2
        • KUALITAS AIR
          • KURANG BAIK < 0,05 27.9
          • BAIK
        • TEMPAT TINGGAL
          • RESIKO TINGGI < 0,05 0,45
          • RESIKO RENDAH 2,2
        • PENGETAHUAN )
        • WAKTU PAJANAN/HARI ) > 0,05
        • PENDIDIKAN )
    • DERMATITIS PADA INDUSTRI TAHU KEL UTAN KAYU UTARA (RITA KUSRIASTUTI 1993)
      • VAR DEPENDEN: DERMATITIS ( YA / TIDAK)
      • VAR INDEPENDEN: p OR 95 % CI OR
      • BAGIAN KERJA
        • PENYARINGAN 0,000 6,2 2,41 – 16,35
        • BUKAN
      • UMUR
        • < 30 0,05 1,97 0,94 – 4,15
        • >30
      • MASA KERJA
        • < 1 TH 0,007 2,54 1,19 – 5,54
        • > 1 TH
      • PINDAH KERJA
        • YA 0,02 2,58 1,06 – 6,36
        • TIDAK
      • WAKTU PAJANAN
        • > 8 JAM 0,001 3,59 1,35 – 9,87
        • < 8JAM
      • JENIS KEL
        • WANITA 0,058 2,52 0,86 – 7,45
        • LAKI
      • VAR LAIN : APD, MENCUCI, PENDIDIKAN, PERKAWINAN (p>0,05)
    • MULTIVARIATE
      • LOGIT Y (DERMATITIS) =
      • - 2,1538 + 1,98 BAG KERJA + 1,70 JENIS KEL + 1,25 WAKTU PAJANAN
      • LOGIT Y (DERMATITIS) =
      • - 2,1538 + 1,98 BAG KERJA + 1,70 JENIS KEL + 1,25 WAKTU PAJANAN
    •  
    •  
    •  
    •