Demam berdarah dengue

16,755 views

Published on

3 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
16,755
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
220
Actions
Shares
0
Downloads
1,160
Comments
3
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Demam berdarah dengue

  1. 1. DEMAM BERDARAH DENGUE<br />Dr.JoniIswanto<br />DinasKesehatanSumbar<br />
  2. 2. DEMAM BERDARAH DENGUE<br />ADALAH SUATU PENYAKIT MENULAR <br />YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS <br />DAN DITULARKAN MELALUI NYAMUK<br />
  3. 3. Cara Penularan DBD<br />Ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.<br />Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu menggigit atau menghisap darah orang yang :<br />Sakit DBD<br />Tidak sakit DBD tetapi dalam darahnya terdapat virus dengue<br />Virus dengue yang terhisap akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk kelenjer liurnya.<br />Bila nyamuk tersebut menghisap/menggigit orang lain, virus akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.<br />Bila orang yang tertular itu :<br />tidak mempunyai kekebalan (umumnya anak-anak)  virus itu akan menyerang trombosit (sel pembeku darah) & merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler)  terjadi perdarahan & kekurangan cairan yang ada dalam pembuluh darah<br />Bila orang mempunyai zat anti kekebalan  virus tak berdaya  orang tidak sakit<br />
  4. 4. Cara Penularan DBD…..<br />Dalam darah manusia virus akan mati dengan sendirinya dalam waktu lebih kurang 1 minggu<br />
  5. 5. Tanda Dan Gejala Penyakit<br />Demam<br /> Demam tinggi mendadak, terus-menerus, berlangsung 2-7 hari<br /> Panas dapat turun pada hari ke 3 dan kemudia naik lagi<br /> Hari ke 6 atau ke 7 panas mendadak turun<br />
  6. 6. Gejala/Tanda <br />Gejala/TandaAwal<br />2. Seringkaliuluhatiterasanyeri,<br />karenaterjadiperdarahanlambung<br />Mendadak panas tinggi selama <br /> 2-7 hari, tampak lemah dan lesu<br />3. Tampak bintik-bintik merah pada kulit <br /> disebabkan pecahnya pembuluh kapiler<br />
  7. 7. Gejala/Tanda lanjutan<br />Mungkin terjadi muntah/berak <br /> bercampur darah<br />2. Kadang-kadang terjadi perdarahan <br /> di hidung (mimisan)<br />3. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat. <br /> Bila tidak segera ditolong dapat meninggal dunia<br />
  8. 8. Tanda-tanda perdarahan<br />Rumple leede positif<br />Petekie<br />Pendarahan konyungtiva<br />Epistaksis<br />Perdarahan Gusi<br />Hematemesis<br />Melena<br />Hematuri<br />
  9. 9. Tanda-tanda lain<br />Hepatomegali<br />Renjatan ( Syok )<br />Trombositopenia ( kurang dari 100.000 )<br />Hemokonsentrasi<br />Nyeri otot<br />Anoreksia<br />Lemah,Mual,Muntah,Sakit perut dll<br />
  10. 10. Tersangka Demam Berdarah Dengue<br />Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari disertai manifestasi perdarahan <br />( sekurang-kurangnya uji torniquet positif ) dan atau trombositopenia<br />
  11. 11.
  12. 12. Apa Yang Diperiksa<br />Anamnesis<br />Observasi Manifestasi perdarahan<br />Pemeriksaan keadaan umum<br />Penekanan pada ulu hati ( biasanya nyeri)<br />Perabaan hati<br />Pemeriksaan Laboratorium<br /> Hematokrit,Trombosit dan Serologis<br />
  13. 13. Cara Melakukan Uji Torniquet<br />Pasang Manset<br />Pompa Tensimeter untuk mendapatkan tekanan antara sistolik dan diastolik<br />Biarkan selama 5 menit sampai timbul bintik-bimtik merah<br />Hasil + jika terdapat 10 atau lebi bintik merah pada seluas2,5 X 2,5 cm di lengan bawah bagian depan dekat siku<br />
  14. 14. Tata Laksana Demam Berdarah Dengue<br />
  15. 15. INFEKSI VIRUS DENGUE<br />Infeksi virus dengue<br />Asimtomatik<br />Simtomatik<br />Demam Berdarah <br />Dengue (DBD)<br />Perembesan plasma<br />Undifferentiated <br />febrile illness<br />(Viral syndrome)<br />Demam Dengue<br />(DD)<br />Tanpa<br />syok<br />Tanpa<br />perdarahan<br />Dengan <br />syok<br />Dengan <br />perdarahan<br />DD<br />DBD<br />
  16. 16. SURVEILANS KASUS<br />1. DEMAM DENGUE<br />Khas : suhu tinggi mendadak, dengan 2 atau lebih gejala berikut :<br />kadang-kadang menggigil, flushed face<br />nyeri kepala<br />nyeri tulang belakang<br />nyeri belakang bola mata<br />nyeri otot/sendi<br />Anoreksia, konstipasi, kolik, nyeri tenggorokan<br />
  17. 17. Dapat disertai Perdarahan :<br />petekie, <br />Epistaksis (mimisan), <br />menorrhagia, <br />jarang terjadi perdarahan hebat.<br />Trombositopenia dapat terjadi<br />2. DEMAM BERDARAH DENGUE (Gejala Klinis WHO)<br />3. SINDROM SYOK DENGUE<br />
  18. 18. KRITERIA DIAGNOSIS DBD (WHO,1997)<br />KLINIS<br />demammendadaktinggi<br />Perdarahan : termasukujibendung, petekie,epistaksis,hematemesisdll,<br />Hepatomegali<br />Syok: nadikecil & cepat,tekanannadi <20 atauhipotensi, gelisah, danakraldingin<br />LABORATORIK<br />Trombositopenia ( <100000)<br />Hemokonsentrasi ( Ht>20% dari normal)<br />BERAT PENYAKIT<br />Derajat I : demam + ujibendung +<br />Derajat II : I + perdarahanspontan<br />Derajat III : nadicepat,lemah, TN <20, hipotensi,akraldingin<br />Derajat IV : syokberat, naditakteraba, TD takteruk<br />Catatan: Trombositopenia + hemokonsentrasimembedakan DBD derajat I/II dengan DD.<br />
  19. 19. DD vs DBDPerlu dibedakan<br />Tidak mungkindibedakan pada awal<br />Perembesan plasmapada DBD<br />Pada DDlebih seringdisertai gejala penyerta (nyeri kepala, mialgia, nyeri retrobulbair, mual, muntah, diare)<br />DD dapat disertaiperdarahan<br />PrognosisDD lebih baik dp DBD<br />
  20. 20. Pertolongan Pertama Di Rumah<br />Tirah Baring selama demam<br />Antipiretik ( obat turun panas )<br />Kompres hangat<br />Minum banyak ( 1-2 liter/hari )<br />Bila terjadi kejang<br />Jaga lidah agar tidak tergigit<br />Kosongkan Mulut<br />Longgarkan Pakaian<br />Tidak memberi apapun lewat mulut<br />
  21. 21. JIKA DALAM 2 HARI PANAS TIDAK TURUN ATAU TIMBUL GEJALA DAN TANDA LANJUT SEPERTI PERDARAHAN DIKULIT <br /> ( SEPERTI BEKAS GIGITAN NYAMUK ) MUNTAH-MUNTAH, GELISAH ATAU MIMISAN SEGERA BAWA KE UNIT PELAYANAN TERDEKAT<br />
  22. 22. TERSANGKA DBD<br />TATA LAKSANA DBD<br />Ada kedaruratan<br />Tidak ada kedaruratan<br />Torniquet +<br />Torniquet -<br />Trombosit <100,000<br />Trombosit >100,000<br />Rawat jalan<br />Tatalaksana di RS<br />Kontrol tiap hari<br />Nilai tanda klinis & jumlah trombosit,Ht bila masih demam hari ke 3<br />Rawat Inap<br />SEGERA RUJUK KE RS<br />TANDA SYOK<br />
  23. 23. Puskesmas<br />RS<br />Klinik<br />Balai Pengobatan<br />Dokter Praktek<br />DIAGNOSIS :<br /><ul><li> Tersangka DBD
  24. 24. DBD
  25. 25. SSD</li></ul>PenderitaDemam<br />PULANG<br />RUJUK<br />RAWAT<br />
  26. 26. TERSANGKA DBD<br />PULANG<br />RAWAT<br />KONTROL<br />DBD<br />SSD<br />KLARIFIKASI HR 3-4 RAWAT<br />TERSANGKA DBD<br />SEGERA LAPORKAN<br />TERSANGKA DBD<br />PENY LAIN<br />LAPORKAN<br />PUTUSKAN<br />DD<br />PENANGGULANGAN<br />
  27. 27.
  28. 28. PENANGANAN KASUS DI MASYARAKAT :<br />PENGASAPAN :<br />ADA KASUS TAMBAHAN DBD<br />ADA 3 ATAU LEBIH PENDERITA PANAS TANPA SEBAB YANG JELAS<br />BANYAK DITEMUKAN JENTIK<br />PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI<br />100 M<br />PENGASAPAN DILAKUKAN 2 SIKLUS, INTERVAL 1 MINGGU<br />PENGASAPAN DISERTAI PSN 3 M PLUS<br />100 M<br />= KASUS<br />= KASUS TAMBAHAN<br />= KASUS PANAS TANPA SEBAB<br />
  29. 29. HUBUNGAN R.S DAN PUSKESMAS <br />RUMAH SAKIT<br />Melakukan diagnosis pasti <br />DBD sesuai kriteria WHO<br />Melaporkan <br />kasus DBD ke <br />Puskesmas dalam<br />waktu <24 jam<br />PUSKESMAS<br />Melakukan Penyelidikan <br />epidemiologi (PE) <br />di sekitar rumah <br />penderita dengan <br />radius 100 m <br />Penanggulangan seperlunya, meliputi:<br />-Fogging focus*)<br /> (penyemprotan)<br />-LARVASIDASI<br />-3M Plus<br />-Penyuluhan<br /><ul><li>. Bila ditemukan kasus DBD lain atau 3 </li></ul> penderita panas tanpa sebab yang jelas, dan<br /><ul><li>. Ditemukan jentik nyamuk DBD >5% dari seluruh rumah yang diperiksa</li></li></ul><li>JEJARING PE KASUS DBD<br />
  30. 30.
  31. 31. Form Laporan DBD<br />
  32. 32.
  33. 33.
  34. 34.
  35. 35.
  36. 36.
  37. 37. HAL YANG PENTING :<br />DIAGNOSIS (DD, DBD dan DSS)<br />PENANGGULANGAN KASUS<br />TIME RESPON<br />SHARING DATA EPIDEMIOLOGIS<br />KRITERIA KLB<br />
  38. 38.
  39. 39. Penetuan KLB<br />
  40. 40. KRITERIA KLB<br /><ul><li>Adanya kematian di suatu desa/kelurahan
  41. 41. Adanya peningkatan jumlah kasus DBD disuatu Kelurahan/Desa (atau wilayah yang lebih luas) 2 x atau lebih dalam kurun waktu 1 minggu terakhir dibandingkan dengan jumlah kasus DBD pada minggu sebelumnya atau dalam kurun waktu 1 bulan terakhir dengan bulan sebelumnya.
  42. 42. Dengan membandingkan situasi kasus bulan saat ini dengan bulan yang sama pada Grafik pola maksimum-minimum (maksmin). Dalam membuat Grafik pola maksimum dan minimum data kasus ekstrim pada saat terjadinya KLB harus dikeluarkan terlebih dulu.
  43. 43. Dengan membandingkan situasi kasus bulanan saat ini dengan grafik median. (Dinyatakan situasi KLB jika jumlah kasus melebihi jumlah median kasus DBD plus 1 SD (standar deviasi).</li></li></ul><li>Tempat berkembang Nyamuk Aedes aegypti<br />
  44. 44. PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE<br /><ul><li>Kimia
  45. 45. Mekanis/fisik
  46. 46. Biologis</li></li></ul><li>Secara Kimia<br />Fogging/pengasapan-Malathion<br />(jam aktif nyamuk, tidak ada angin/kuat, serentak/masal/kompak) <br />Obat Nyamuk Bakar, semprot atau repelent.<br />Abatisasi/Penaburan Bubuk abate<br />(1 x 3 bulan) <br />
  47. 47. Fogging/Pengasapan<br />FOGGING HANYA MEMBUNUH NYAMUK DEWASA & TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH DBD<br />
  48. 48. Larvasidasi<br />Menaburkan bubuk abate atau pembunuh jentik lainnya ke dalam tempat penampungan air<br />Menggunakan Abate  Abatisasi<br />Cara :<br />Menggunakan bubuk abate 1 G (100 l + 10 gr abate)<br />Menggunakan altosid 1,3 G (100 l + 2,5 gr abate)<br />Menggunakan sumilarv 0,5 G (100 l + 0,25 gr sumilarv 0,5 G)<br />
  49. 49. Secara Mekanis  PSN DBD<br />Gerakan 3M<br />Menguras bak mandi, drum atau kolam, paling tidak seminggu sekali  gampang air, sulit air  abatisasi<br />Menutuprapat-rapat tempat penampung air, semacam tempayan dan drum, agar nyamuk tidak masuk dan berkembang<br />Menguburbarang2 bekas yang dapat menampung air hujan<br />
  50. 50. Secara Mekanis<br />Bersihkan lingkungan (PLUS)<br />Vas bunga<br />Wadah minum burung<br />Pasang kelambu<br />Pasang kasa pada setiap celah ventilasi<br />Jangan banyak gantungan baju<br />Jangan membiarkan ada air yang tergenang<br />
  51. 51. KEGIATAN PSN<br />3M<br />Larvasiding<br />Ikanisasi<br />Obat Nyamuk Semprot<br />Obat Nyamuk Gosok<br />plus<br />Pencahayaan<br />Ventilasi<br />Kasa<br />
  52. 52. Secara Biologis<br />Predator. Air kolam diisi ikan pemakan jentik<br />Memelihara Ikan yang relatif kuat dan tahan, misalnya ikan mujair, kepala timah/pantau<br />Insektisida Hayati (ekstrakTumbuh-tumbuhan)<br />Memanfaatkan Tanaman Pengusir Nyamukpopuler<br />
  53. 53. Ikan Kepala Timah<br />
  54. 54. Tanaman Pengusir Nyamuk<br />Tanaman hidup pengusir nyamuk adalah:<br />Jenis tanaman yang dalam kondisi hidup mampu menghalau nyamuk, artinya tanpa diolahpun mampu mengusir nyamuk. <br />
  55. 55. Tagetes patulaTahi Kotok/ Bunga Tahi ayam<br />Lantana camera L/ Tembelekan<br />Selasih<br />Zodia (Evodiaa suaveolens)<br />Geranium<br />Lavender spp. <br />
  56. 56. PEMERIKSAAN JENTIK DAN PENYULUHAN KESEHATAN OLEH JUMANTIK<br />
  57. 57. 1. Persiapan<br />Pemetaan & pengumpulan data penduduk, rumah/bangunan dan lingkungan oleh Puskesmas.<br />Pertemuan/Pendekatan :<br />Pendekatan LS (RW, RT, swasta, LSM, kel potensial lain, Toma, Toga)<br />Pertemuan tingkat kel/desa yg dihadiri oleh LS<br />Pertemuan tingkat RT yg dihadiri oleh warga setempat<br />
  58. 58. Tentukan rumah/keluarga yg dikunjungi/diperiksa dengan cara :<br />Misalnya : <br />disuatu desa/kelurahan : 10 RW, 100 RT dgn 3.000 rmh/bangunan. <br />10 RT/RW dan 30 rumah/bangunan per RT<br />Pemeriksaan dilakukan secara berurutan mulai dari RT 1 sampai RT 100, misalnya Hari 1 : RT 1-4 dan hari ke 2 RT 5-8, dst<br />Pemeriksaan cukup 10 rumah/bangunan di masing-masing RT<br />Misalnya di RT itu ada 30 rumah/bangunan, maka mulailah dari rumah yg 1, ke-4, ke-7 dst (selang 3 bangunan)<br />
  59. 59. Kunjungan berikutnya (putaran ke-2) di RT yang sama mulai dari rumah ke-2 dan selanjutnya selang 3 rumah.<br />Untuk kunjungan berikutnya lagi (putaran ke-3), mulai dari rumah ke-3 dan selanjutnya selang 3 rumah.<br />Setelah seluruh rumah/bangunan dikunjungi, mulai lg dari rumah ke-1 dan seterusnya sperti diatas lagi.<br />Pada hari yang sama, lakukan cara yang sama seperti pada RT 1, di 3 RT yg lain.<br />Dst….<br />
  60. 60. 2. Melakukan kunjungan rumah<br />Buat rencana kapan rumah/keluarga akan dikunjungi (utk 1 bulan)<br />Pilih waktu yg tepat untuk berkunjung (saat santai)<br />Mulai pembicaraan dengan menunjukkan perhatian thd keluarga (misal menanyakan anak)<br />Lanjutkan menceritakan peristiwa yang ada kaitannya dengan demam berdarah, misalnya anak tetangga sakit DBD, dll<br />Membicarakan tentang DBD, cara penularan, dll. Gunakan gambar/peraga untuk lebih jelas.<br />Mengajak bersama-sama memeriksa Tempat Penampungan air dan barang-barang yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti baik didalam maupun diluar rumah/bangunan<br />Jika ditemukan jentik  beri penjelasan tentang tempat perkembang biakan Aedes aegypti.<br />Jika tidak ditemukan  beri pujian dan sarankan untuk terus menjaga agar selalu bebas jentik.<br />
  61. 61. 3. Cara Melakukan Pemeriksaan Jentik Oleh Jumantik<br />Periksalah bak mandi/WC, tempayan, drum dan tempat-tempat penampungan air lainnya.<br />Jika tidak tampak, tunggu ± 0,5-1 menit, jika ada jentik ia akan muncul kepermukaan air untuk bernafas.<br />Ditempat yang gelap gunakan senter.<br />Periksa juga vas bunga, tempat minum burung, kaleng-kaleng plastik, ban bekas dan lain-lain.<br /> Tempat lain yang perlu diperiksa jumantik : talang/saluran air yg rusak/tidak lancar, lubang-lubang pada potongan bambu, pohon dan tempat-tempat lain yg memungkinkan air tergenang seperti di rumah2 kosong, pemakaman dll.Jentik-jentik yg ditemukan di tempat-tempat penampungan air yg tidak beralaskan tanah (bak mandi/WC, drum, tempayan, dan sampah-sampah/barang-barang yang dapat menampung air hujan)<br /> Jentik di got/comberan/selokan, bukan jentik Aedes aegypti<br />
  62. 62.
  63. 63.
  64. 64. 4. Mencatat dan Melapor Hasil Pemeriksaan Jentik<br />Tulis nama desa/kelurahan yang akan dilakukan pemeriksaan jentik<br />Tulis nama keluarga/pengelola (petugas kebersihan) bangunan dan alamatnya pada kolom yang tersedia.<br />Bila ditemukan jentik tulislah tanda (+), dan apabila tidak ditemukan tulislah tanda (-) di kolom yang tersedia pada formulir JPJ 1.<br />Tulislah hal-hal yang perlu diterangkan pada kolom keterangan seperti rumah/kapling kosong, PAH, dll<br />Satu lembar formulir diisi untuk kurang lebih 30 KK<br />Melaporkan hasil pemeriksaan jentik (ABJ) ke puskesmas sebulan sekali.<br />
  65. 65. Formulir JPJ 1<br />HASIL PEMERIKSAAN JENTIK<br />RT/RW :<br />DESA/KELURAHAN :<br />…….,………..20….<br />Petugas Jumantik,<br />(………………………..)<br />
  66. 66. 5. Bimbingan Teknis dan Evaluasi<br />
  67. 67. 1. Supervisor<br />Merupakan petugas lapangan P2M&PL/pet pusk./pet lainnya yg telah ditunjuk ka pusk.<br />Memeriksa dan mengarahkan rencana kerja Jumantik.<br />Mengawasi/memberikan bintek kepada jumantik.<br />Bersama jumantik membuat PWS dan pemetaan per RW hasil pemeriksaan jentik, setiap bulan sekali.<br />Melaporkan ke puskesmas dengan menggunakan formulir JPJ2 setiap bulan<br />
  68. 68. Formulir JPJ 2<br />HASIL PEMERIKSAAN JENTIK<br />RT/RW :<br />DESA/KELURAHAN :<br />…….,………..20….<br />Supervisor,<br />(………………………..)<br />
  69. 69. 2. Kepala Puskesmas<br />Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan jumantik serta koordinasi dengan pamong/pemerintah daerah setempat.<br />Memberikan pelatihan kepada Jumantik<br />Menganalisa dan membuat laporan hasil kegiatan untuk semua daerah kegiatan Jumantik di wilayahnya setiap bulan dengan menggunakan formulir JPJ 3<br />
  70. 70. Formulir JPJ 3<br />HASIL PEMERIKSAAN JENTIK<br />KECAMATAN/WILAYAH KERJA PUSKESMAS :<br />…….,………..20….<br />Kepala Puskesmas,<br />(………………………..)<br />
  71. 71. 3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota<br />Memberikan bimbingan teknis kepada puskesmas.<br />Menganalisa dan membuat laporan hasil kegiatan untuk semua daerah kegiatan pemberantasan di wilayahnya setiap 3 bulan dengan menggunakan form JPJ4.<br />Mengirimkan umpan balik ke puskesmas.<br />
  72. 72. Formulir JPJ 4<br />HASIL PEMERIKSAAN JENTIK<br />KABUPATEN/KOTA :<br />…….,………..20….<br />Petugas Dinkes Kab/Kota,<br />(………………………..)<br />
  73. 73. 4. Dinas Kesehatan Propinsi<br />Memberikan bimbingan teknis kepada puskesmas.<br />Menganalisa dan membuat laporan hasil kegiatan pemberantasan dari wilayah kabupaten/kota ke pusat dengan menggunakan form JPJ5 setiap 3 bulan.<br />Mengirimkan umpan balik ke dinkes kabupaten/kota.<br />
  74. 74. Formulir JPJ 5<br />HASIL PEMERIKSAAN JENTIK<br />PROPINSI :<br />…….,………..20….<br />Petugas Dinkes Propinsi,<br />(………………………..)<br />
  75. 75. 4. Tingkat Pusat<br />Menganalisa laporan hasil Jumantik dari seluruh propinsi di Indonesia dan mengirimkan umpan balik. (Formulir JPJ 6)<br />
  76. 76. Formulir JPJ 5<br />HASIL PEMERIKSAAN OLEH JUMANTIK INDONESIA<br />…….,………..20….<br />Petugas Subdit Arbovirosis,<br />(………………………..)<br />
  77. 77. 6. Supervisi<br />Dilakukan di semua tingkatan mulai dari Puskesmas sampai Pusat. Hal-hal yang perlu disupervisi :<br />Apakah Jumantik benear-benar telah mengerti tentang DBD dan pencegahannya.<br />Melihat cara Jumantik melakukan wawancara<br />Melihat kartu jentik di rumah/bangunan<br />Melihat hasil pemeriksaan jentik pada formulir JPJ 1<br />
  78. 78. 7. Evaluasi<br />Cakupan rumah/bangunan yang diperiksa (minimal 80% dari rencana)<br />Parameter penilaian entomologi adalah ABJ (angka bebas jentik) yang dibuat dalam bentuk pemetaan.<br />Evaluasi hasil kerja Jumantik dilakukan pusk bersama supervisor sec periodik 6 bulan sekali.<br />Memantau jumlah kasus DBD di wilayahnya oleh petugas puskesmas.<br />Survei khusus secara berkala (di beberapa RW secara acak pada 100 keluarga/pengelola bangunan) untuk mengetahui tingkat partisipasi (proporsi) keluarga/pengelola bangunan dalam PSN DBD.<br />
  79. 79. 8. Tindak Lanjut<br />Hasil kegiatan Jumantik dan hasil evaluasi disampaikan pada pertemuan rutin di tingkat kelurahan, kecamatan, kab/kota.<br />Mengadakan pertemuan teknis di puskesmas untuk membahas permasalahan yang dihadapi jumantik dan penyelesaiannya di tingkat kelurahan/desa yang dihadiri ketua RT, RW, swasta, LSM, kelompok potensial lainnya dan Toma serta Toga<br />
  80. 80. TERIMAKSIH DAN<br />SELAMAT BEKERJA<br />

×