Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Demam berdarah dengue
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Demam berdarah dengue

  • 10,293 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • boleh sy copy slide nya untuk prosentase pelatihan penatalaksanaan DBD di wilayah kerja saya ??
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • goog picture to talk about...
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • thank you for sharing the slides,it's very useful..
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
10,293
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
706
Comments
3
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. DEMAM BERDARAH DENGUE
    Dr.JoniIswanto
    DinasKesehatanSumbar
  • 2. DEMAM BERDARAH DENGUE
    ADALAH SUATU PENYAKIT MENULAR
    YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS
    DAN DITULARKAN MELALUI NYAMUK
  • 3. Cara Penularan DBD
    Ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.
    Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu menggigit atau menghisap darah orang yang :
    Sakit DBD
    Tidak sakit DBD tetapi dalam darahnya terdapat virus dengue
    Virus dengue yang terhisap akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk kelenjer liurnya.
    Bila nyamuk tersebut menghisap/menggigit orang lain, virus akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
    Bila orang yang tertular itu :
    tidak mempunyai kekebalan (umumnya anak-anak)  virus itu akan menyerang trombosit (sel pembeku darah) & merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler)  terjadi perdarahan & kekurangan cairan yang ada dalam pembuluh darah
    Bila orang mempunyai zat anti kekebalan  virus tak berdaya  orang tidak sakit
  • 4. Cara Penularan DBD…..
    Dalam darah manusia virus akan mati dengan sendirinya dalam waktu lebih kurang 1 minggu
  • 5. Tanda Dan Gejala Penyakit
    Demam
    Demam tinggi mendadak, terus-menerus, berlangsung 2-7 hari
    Panas dapat turun pada hari ke 3 dan kemudia naik lagi
    Hari ke 6 atau ke 7 panas mendadak turun
  • 6. Gejala/Tanda
    Gejala/TandaAwal
    2. Seringkaliuluhatiterasanyeri,
    karenaterjadiperdarahanlambung
    Mendadak panas tinggi selama
    2-7 hari, tampak lemah dan lesu
    3. Tampak bintik-bintik merah pada kulit
    disebabkan pecahnya pembuluh kapiler
  • 7. Gejala/Tanda lanjutan
    Mungkin terjadi muntah/berak
    bercampur darah
    2. Kadang-kadang terjadi perdarahan
    di hidung (mimisan)
    3. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat.
    Bila tidak segera ditolong dapat meninggal dunia
  • 8. Tanda-tanda perdarahan
    Rumple leede positif
    Petekie
    Pendarahan konyungtiva
    Epistaksis
    Perdarahan Gusi
    Hematemesis
    Melena
    Hematuri
  • 9. Tanda-tanda lain
    Hepatomegali
    Renjatan ( Syok )
    Trombositopenia ( kurang dari 100.000 )
    Hemokonsentrasi
    Nyeri otot
    Anoreksia
    Lemah,Mual,Muntah,Sakit perut dll
  • 10. Tersangka Demam Berdarah Dengue
    Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari disertai manifestasi perdarahan
    ( sekurang-kurangnya uji torniquet positif ) dan atau trombositopenia
  • 11.
  • 12. Apa Yang Diperiksa
    Anamnesis
    Observasi Manifestasi perdarahan
    Pemeriksaan keadaan umum
    Penekanan pada ulu hati ( biasanya nyeri)
    Perabaan hati
    Pemeriksaan Laboratorium
    Hematokrit,Trombosit dan Serologis
  • 13. Cara Melakukan Uji Torniquet
    Pasang Manset
    Pompa Tensimeter untuk mendapatkan tekanan antara sistolik dan diastolik
    Biarkan selama 5 menit sampai timbul bintik-bimtik merah
    Hasil + jika terdapat 10 atau lebi bintik merah pada seluas2,5 X 2,5 cm di lengan bawah bagian depan dekat siku
  • 14. Tata Laksana Demam Berdarah Dengue
  • 15. INFEKSI VIRUS DENGUE
    Infeksi virus dengue
    Asimtomatik
    Simtomatik
    Demam Berdarah
    Dengue (DBD)
    Perembesan plasma
    Undifferentiated
    febrile illness
    (Viral syndrome)
    Demam Dengue
    (DD)
    Tanpa
    syok
    Tanpa
    perdarahan
    Dengan
    syok
    Dengan
    perdarahan
    DD
    DBD
  • 16. SURVEILANS KASUS
    1. DEMAM DENGUE
    Khas : suhu tinggi mendadak, dengan 2 atau lebih gejala berikut :
    kadang-kadang menggigil, flushed face
    nyeri kepala
    nyeri tulang belakang
    nyeri belakang bola mata
    nyeri otot/sendi
    Anoreksia, konstipasi, kolik, nyeri tenggorokan
  • 17. Dapat disertai Perdarahan :
    petekie,
    Epistaksis (mimisan),
    menorrhagia,
    jarang terjadi perdarahan hebat.
    Trombositopenia dapat terjadi
    2. DEMAM BERDARAH DENGUE (Gejala Klinis WHO)
    3. SINDROM SYOK DENGUE
  • 18. KRITERIA DIAGNOSIS DBD (WHO,1997)
    KLINIS
    demammendadaktinggi
    Perdarahan : termasukujibendung, petekie,epistaksis,hematemesisdll,
    Hepatomegali
    Syok: nadikecil & cepat,tekanannadi <20 atauhipotensi, gelisah, danakraldingin
    LABORATORIK
    Trombositopenia ( <100000)
    Hemokonsentrasi ( Ht>20% dari normal)
    BERAT PENYAKIT
    Derajat I : demam + ujibendung +
    Derajat II : I + perdarahanspontan
    Derajat III : nadicepat,lemah, TN <20, hipotensi,akraldingin
    Derajat IV : syokberat, naditakteraba, TD takteruk
    Catatan: Trombositopenia + hemokonsentrasimembedakan DBD derajat I/II dengan DD.
  • 19. DD vs DBDPerlu dibedakan
    Tidak mungkindibedakan pada awal
    Perembesan plasmapada DBD
    Pada DDlebih seringdisertai gejala penyerta (nyeri kepala, mialgia, nyeri retrobulbair, mual, muntah, diare)
    DD dapat disertaiperdarahan
    PrognosisDD lebih baik dp DBD
  • 20. Pertolongan Pertama Di Rumah
    Tirah Baring selama demam
    Antipiretik ( obat turun panas )
    Kompres hangat
    Minum banyak ( 1-2 liter/hari )
    Bila terjadi kejang
    Jaga lidah agar tidak tergigit
    Kosongkan Mulut
    Longgarkan Pakaian
    Tidak memberi apapun lewat mulut
  • 21. JIKA DALAM 2 HARI PANAS TIDAK TURUN ATAU TIMBUL GEJALA DAN TANDA LANJUT SEPERTI PERDARAHAN DIKULIT
    ( SEPERTI BEKAS GIGITAN NYAMUK ) MUNTAH-MUNTAH, GELISAH ATAU MIMISAN SEGERA BAWA KE UNIT PELAYANAN TERDEKAT
  • 22. TERSANGKA DBD
    TATA LAKSANA DBD
    Ada kedaruratan
    Tidak ada kedaruratan
    Torniquet +
    Torniquet -
    Trombosit <100,000
    Trombosit >100,000
    Rawat jalan
    Tatalaksana di RS
    Kontrol tiap hari
    Nilai tanda klinis & jumlah trombosit,Ht bila masih demam hari ke 3
    Rawat Inap
    SEGERA RUJUK KE RS
    TANDA SYOK
  • 23. Puskesmas
    RS
    Klinik
    Balai Pengobatan
    Dokter Praktek
    DIAGNOSIS :
    PenderitaDemam
    PULANG
    RUJUK
    RAWAT
  • 26. TERSANGKA DBD
    PULANG
    RAWAT
    KONTROL
    DBD
    SSD
    KLARIFIKASI HR 3-4 RAWAT
    TERSANGKA DBD
    SEGERA LAPORKAN
    TERSANGKA DBD
    PENY LAIN
    LAPORKAN
    PUTUSKAN
    DD
    PENANGGULANGAN
  • 27.
  • 28. PENANGANAN KASUS DI MASYARAKAT :
    PENGASAPAN :
    ADA KASUS TAMBAHAN DBD
    ADA 3 ATAU LEBIH PENDERITA PANAS TANPA SEBAB YANG JELAS
    BANYAK DITEMUKAN JENTIK
    PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI
    100 M
    PENGASAPAN DILAKUKAN 2 SIKLUS, INTERVAL 1 MINGGU
    PENGASAPAN DISERTAI PSN 3 M PLUS
    100 M
    = KASUS
    = KASUS TAMBAHAN
    = KASUS PANAS TANPA SEBAB
  • 29. HUBUNGAN R.S DAN PUSKESMAS
    RUMAH SAKIT
    Melakukan diagnosis pasti
    DBD sesuai kriteria WHO
    Melaporkan
    kasus DBD ke
    Puskesmas dalam
    waktu <24 jam
    PUSKESMAS
    Melakukan Penyelidikan
    epidemiologi (PE)
    di sekitar rumah
    penderita dengan
    radius 100 m
    Penanggulangan seperlunya, meliputi:
    -Fogging focus*)
    (penyemprotan)
    -LARVASIDASI
    -3M Plus
    -Penyuluhan
    • . Bila ditemukan kasus DBD lain atau 3
    penderita panas tanpa sebab yang jelas, dan
    • . Ditemukan jentik nyamuk DBD >5% dari seluruh rumah yang diperiksa
  • JEJARING PE KASUS DBD
  • 30.
  • 31. Form Laporan DBD
  • 32.
  • 33.
  • 34.
  • 35.
  • 36.
  • 37. HAL YANG PENTING :
    DIAGNOSIS (DD, DBD dan DSS)
    PENANGGULANGAN KASUS
    TIME RESPON
    SHARING DATA EPIDEMIOLOGIS
    KRITERIA KLB
  • 38.
  • 39. Penetuan KLB
  • 40. KRITERIA KLB
    • Adanya kematian di suatu desa/kelurahan
    • 41. Adanya peningkatan jumlah kasus DBD disuatu Kelurahan/Desa (atau wilayah yang lebih luas) 2 x atau lebih dalam kurun waktu 1 minggu terakhir dibandingkan dengan jumlah kasus DBD pada minggu sebelumnya atau dalam kurun waktu 1 bulan terakhir dengan bulan sebelumnya.
    • 42. Dengan membandingkan situasi kasus bulan saat ini dengan bulan yang sama pada Grafik pola maksimum-minimum (maksmin). Dalam membuat Grafik pola maksimum dan minimum data kasus ekstrim pada saat terjadinya KLB harus dikeluarkan terlebih dulu.
    • 43. Dengan membandingkan situasi kasus bulanan saat ini dengan grafik median. (Dinyatakan situasi KLB jika jumlah kasus melebihi jumlah median kasus DBD plus 1 SD (standar deviasi).
  • Tempat berkembang Nyamuk Aedes aegypti
  • 44. PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE
  • Secara Kimia
    Fogging/pengasapan-Malathion
    (jam aktif nyamuk, tidak ada angin/kuat, serentak/masal/kompak)
    Obat Nyamuk Bakar, semprot atau repelent.
    Abatisasi/Penaburan Bubuk abate
    (1 x 3 bulan)
  • 47. Fogging/Pengasapan
    FOGGING HANYA MEMBUNUH NYAMUK DEWASA & TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH DBD
  • 48. Larvasidasi
    Menaburkan bubuk abate atau pembunuh jentik lainnya ke dalam tempat penampungan air
    Menggunakan Abate  Abatisasi
    Cara :
    Menggunakan bubuk abate 1 G (100 l + 10 gr abate)
    Menggunakan altosid 1,3 G (100 l + 2,5 gr abate)
    Menggunakan sumilarv 0,5 G (100 l + 0,25 gr sumilarv 0,5 G)
  • 49. Secara Mekanis  PSN DBD
    Gerakan 3M
    Menguras bak mandi, drum atau kolam, paling tidak seminggu sekali  gampang air, sulit air  abatisasi
    Menutuprapat-rapat tempat penampung air, semacam tempayan dan drum, agar nyamuk tidak masuk dan berkembang
    Menguburbarang2 bekas yang dapat menampung air hujan
  • 50. Secara Mekanis
    Bersihkan lingkungan (PLUS)
    Vas bunga
    Wadah minum burung
    Pasang kelambu
    Pasang kasa pada setiap celah ventilasi
    Jangan banyak gantungan baju
    Jangan membiarkan ada air yang tergenang
  • 51. KEGIATAN PSN
    3M
    Larvasiding
    Ikanisasi
    Obat Nyamuk Semprot
    Obat Nyamuk Gosok
    plus
    Pencahayaan
    Ventilasi
    Kasa
  • 52. Secara Biologis
    Predator. Air kolam diisi ikan pemakan jentik
    Memelihara Ikan yang relatif kuat dan tahan, misalnya ikan mujair, kepala timah/pantau
    Insektisida Hayati (ekstrakTumbuh-tumbuhan)
    Memanfaatkan Tanaman Pengusir Nyamukpopuler
  • 53. Ikan Kepala Timah
  • 54. Tanaman Pengusir Nyamuk
    Tanaman hidup pengusir nyamuk adalah:
    Jenis tanaman yang dalam kondisi hidup mampu menghalau nyamuk, artinya tanpa diolahpun mampu mengusir nyamuk.
  • 55. Tagetes patulaTahi Kotok/ Bunga Tahi ayam
    Lantana camera L/ Tembelekan
    Selasih
    Zodia (Evodiaa suaveolens)
    Geranium
    Lavender spp.
  • 56. PEMERIKSAAN JENTIK DAN PENYULUHAN KESEHATAN OLEH JUMANTIK
  • 57. 1. Persiapan
    Pemetaan & pengumpulan data penduduk, rumah/bangunan dan lingkungan oleh Puskesmas.
    Pertemuan/Pendekatan :
    Pendekatan LS (RW, RT, swasta, LSM, kel potensial lain, Toma, Toga)
    Pertemuan tingkat kel/desa yg dihadiri oleh LS
    Pertemuan tingkat RT yg dihadiri oleh warga setempat
  • 58. Tentukan rumah/keluarga yg dikunjungi/diperiksa dengan cara :
    Misalnya :
    disuatu desa/kelurahan : 10 RW, 100 RT dgn 3.000 rmh/bangunan.
    10 RT/RW dan 30 rumah/bangunan per RT
    Pemeriksaan dilakukan secara berurutan mulai dari RT 1 sampai RT 100, misalnya Hari 1 : RT 1-4 dan hari ke 2 RT 5-8, dst
    Pemeriksaan cukup 10 rumah/bangunan di masing-masing RT
    Misalnya di RT itu ada 30 rumah/bangunan, maka mulailah dari rumah yg 1, ke-4, ke-7 dst (selang 3 bangunan)
  • 59. Kunjungan berikutnya (putaran ke-2) di RT yang sama mulai dari rumah ke-2 dan selanjutnya selang 3 rumah.
    Untuk kunjungan berikutnya lagi (putaran ke-3), mulai dari rumah ke-3 dan selanjutnya selang 3 rumah.
    Setelah seluruh rumah/bangunan dikunjungi, mulai lg dari rumah ke-1 dan seterusnya sperti diatas lagi.
    Pada hari yang sama, lakukan cara yang sama seperti pada RT 1, di 3 RT yg lain.
    Dst….
  • 60. 2. Melakukan kunjungan rumah
    Buat rencana kapan rumah/keluarga akan dikunjungi (utk 1 bulan)
    Pilih waktu yg tepat untuk berkunjung (saat santai)
    Mulai pembicaraan dengan menunjukkan perhatian thd keluarga (misal menanyakan anak)
    Lanjutkan menceritakan peristiwa yang ada kaitannya dengan demam berdarah, misalnya anak tetangga sakit DBD, dll
    Membicarakan tentang DBD, cara penularan, dll. Gunakan gambar/peraga untuk lebih jelas.
    Mengajak bersama-sama memeriksa Tempat Penampungan air dan barang-barang yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti baik didalam maupun diluar rumah/bangunan
    Jika ditemukan jentik  beri penjelasan tentang tempat perkembang biakan Aedes aegypti.
    Jika tidak ditemukan  beri pujian dan sarankan untuk terus menjaga agar selalu bebas jentik.
  • 61. 3. Cara Melakukan Pemeriksaan Jentik Oleh Jumantik
    Periksalah bak mandi/WC, tempayan, drum dan tempat-tempat penampungan air lainnya.
    Jika tidak tampak, tunggu ± 0,5-1 menit, jika ada jentik ia akan muncul kepermukaan air untuk bernafas.
    Ditempat yang gelap gunakan senter.
    Periksa juga vas bunga, tempat minum burung, kaleng-kaleng plastik, ban bekas dan lain-lain.
    Tempat lain yang perlu diperiksa jumantik : talang/saluran air yg rusak/tidak lancar, lubang-lubang pada potongan bambu, pohon dan tempat-tempat lain yg memungkinkan air tergenang seperti di rumah2 kosong, pemakaman dll.Jentik-jentik yg ditemukan di tempat-tempat penampungan air yg tidak beralaskan tanah (bak mandi/WC, drum, tempayan, dan sampah-sampah/barang-barang yang dapat menampung air hujan)
    Jentik di got/comberan/selokan, bukan jentik Aedes aegypti
  • 62.
  • 63.
  • 64. 4. Mencatat dan Melapor Hasil Pemeriksaan Jentik
    Tulis nama desa/kelurahan yang akan dilakukan pemeriksaan jentik
    Tulis nama keluarga/pengelola (petugas kebersihan) bangunan dan alamatnya pada kolom yang tersedia.
    Bila ditemukan jentik tulislah tanda (+), dan apabila tidak ditemukan tulislah tanda (-) di kolom yang tersedia pada formulir JPJ 1.
    Tulislah hal-hal yang perlu diterangkan pada kolom keterangan seperti rumah/kapling kosong, PAH, dll
    Satu lembar formulir diisi untuk kurang lebih 30 KK
    Melaporkan hasil pemeriksaan jentik (ABJ) ke puskesmas sebulan sekali.
  • 65. Formulir JPJ 1
    HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
    RT/RW :
    DESA/KELURAHAN :
    …….,………..20….
    Petugas Jumantik,
    (………………………..)
  • 66. 5. Bimbingan Teknis dan Evaluasi
  • 67. 1. Supervisor
    Merupakan petugas lapangan P2M&PL/pet pusk./pet lainnya yg telah ditunjuk ka pusk.
    Memeriksa dan mengarahkan rencana kerja Jumantik.
    Mengawasi/memberikan bintek kepada jumantik.
    Bersama jumantik membuat PWS dan pemetaan per RW hasil pemeriksaan jentik, setiap bulan sekali.
    Melaporkan ke puskesmas dengan menggunakan formulir JPJ2 setiap bulan
  • 68. Formulir JPJ 2
    HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
    RT/RW :
    DESA/KELURAHAN :
    …….,………..20….
    Supervisor,
    (………………………..)
  • 69. 2. Kepala Puskesmas
    Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan jumantik serta koordinasi dengan pamong/pemerintah daerah setempat.
    Memberikan pelatihan kepada Jumantik
    Menganalisa dan membuat laporan hasil kegiatan untuk semua daerah kegiatan Jumantik di wilayahnya setiap bulan dengan menggunakan formulir JPJ 3
  • 70. Formulir JPJ 3
    HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
    KECAMATAN/WILAYAH KERJA PUSKESMAS :
    …….,………..20….
    Kepala Puskesmas,
    (………………………..)
  • 71. 3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
    Memberikan bimbingan teknis kepada puskesmas.
    Menganalisa dan membuat laporan hasil kegiatan untuk semua daerah kegiatan pemberantasan di wilayahnya setiap 3 bulan dengan menggunakan form JPJ4.
    Mengirimkan umpan balik ke puskesmas.
  • 72. Formulir JPJ 4
    HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
    KABUPATEN/KOTA :
    …….,………..20….
    Petugas Dinkes Kab/Kota,
    (………………………..)
  • 73. 4. Dinas Kesehatan Propinsi
    Memberikan bimbingan teknis kepada puskesmas.
    Menganalisa dan membuat laporan hasil kegiatan pemberantasan dari wilayah kabupaten/kota ke pusat dengan menggunakan form JPJ5 setiap 3 bulan.
    Mengirimkan umpan balik ke dinkes kabupaten/kota.
  • 74. Formulir JPJ 5
    HASIL PEMERIKSAAN JENTIK
    PROPINSI :
    …….,………..20….
    Petugas Dinkes Propinsi,
    (………………………..)
  • 75. 4. Tingkat Pusat
    Menganalisa laporan hasil Jumantik dari seluruh propinsi di Indonesia dan mengirimkan umpan balik. (Formulir JPJ 6)
  • 76. Formulir JPJ 5
    HASIL PEMERIKSAAN OLEH JUMANTIK INDONESIA
    …….,………..20….
    Petugas Subdit Arbovirosis,
    (………………………..)
  • 77. 6. Supervisi
    Dilakukan di semua tingkatan mulai dari Puskesmas sampai Pusat. Hal-hal yang perlu disupervisi :
    Apakah Jumantik benear-benar telah mengerti tentang DBD dan pencegahannya.
    Melihat cara Jumantik melakukan wawancara
    Melihat kartu jentik di rumah/bangunan
    Melihat hasil pemeriksaan jentik pada formulir JPJ 1
  • 78. 7. Evaluasi
    Cakupan rumah/bangunan yang diperiksa (minimal 80% dari rencana)
    Parameter penilaian entomologi adalah ABJ (angka bebas jentik) yang dibuat dalam bentuk pemetaan.
    Evaluasi hasil kerja Jumantik dilakukan pusk bersama supervisor sec periodik 6 bulan sekali.
    Memantau jumlah kasus DBD di wilayahnya oleh petugas puskesmas.
    Survei khusus secara berkala (di beberapa RW secara acak pada 100 keluarga/pengelola bangunan) untuk mengetahui tingkat partisipasi (proporsi) keluarga/pengelola bangunan dalam PSN DBD.
  • 79. 8. Tindak Lanjut
    Hasil kegiatan Jumantik dan hasil evaluasi disampaikan pada pertemuan rutin di tingkat kelurahan, kecamatan, kab/kota.
    Mengadakan pertemuan teknis di puskesmas untuk membahas permasalahan yang dihadapi jumantik dan penyelesaiannya di tingkat kelurahan/desa yang dihadiri ketua RT, RW, swasta, LSM, kelompok potensial lainnya dan Toma serta Toga
  • 80. TERIMAKSIH DAN
    SELAMAT BEKERJA