Dasar perilaku individual
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Dasar perilaku individual

on

  • 7,630 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,630
Views on SlideShare
7,630
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
430
Comments
3

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Gibson dkk, 1994, Organisasi perilaku,struktur dan proses, Edisi kelima, Cetakan ketujuh, Erlangga, Jakarata< hal 52
  • Gibson dkk, 1994, Organisasi perilaku,struktur dan proses, Edisi kelima, Cetakan ketujuh, Erlangga, Jakarata< hal 52
  • Loyalitas terhadap organisasi, kinerja ?, kaitan proses belajar dengan reward and punishment.
  • 8 kecerdasan menurut gardner: fisik, linguistik, matematis logis, visual logis, musikal, naturalis, intrapersonal, interpersonal.
  • Orang otoriter ternyata adalah orang mempunyai kepatuhan terhadap atasan, atau juga istri (bsti: barisan suami takut istri). Tambahi ceritera bsti gus dur.
  • Orang dg Harga diri rendah senang menjilat keatas, Boss is everything, Boss is always righ.
  • Artis dengan peran antagonis. Manajer katak berenang.
  • Pekerjaan dg pengambilan keputusan cepat : bursa efek, dokter bedah,dokter igd/icu.
  • Hexagonal diagram. Kepuasan kerja tertinggi dan pindah kerja terendah bila kepribadian dan pekerjaan dalam kecocokan. Orang-orang sosial pada pekerjaan sosial. Orang realistik pada pekerjaan sosial merupakan keadaan yg paling kurang cocok
  • Contoh lain: saat lebaran kita berada di tempat yang jauh kita merasakan terharu yg luar biasa karena mengembalikan pada masa kanak-kanak kita dengan baju baru dan suasana gembira Contoh lain: saat lebaran kita berada di tempat yang jauh kita merasakan terharu yg luar biasa karena mengembalikan pada masa kanak-kanak kita dengan baju baru dan suasana gembira Contoh lain: saat lebaran kita berada di tempat yang jauh kita merasakan terharu yg luar biasa karena mengembalikan pada masa kanak-kanak kita dengan baju baru dan suasana gembira
  • Berbagai kerusuhan di indonesia belum berhenti bila pelaku kerusuhan tak diganjar hukuman.
  • Contoh seorang perawat melihat temannya yang sangat terampil melakukan tindakan tertentu di akan tertarik kemudian melihat perilaku dan menyimpannya dalam ingatannya serta akan berusaha mengeluarkan memorinya bila diperlukan dan bila hasilnya positif ini akan menjadi reinforcement bagi dirinya.
  • Reinforcement positif : pegawai diberi perintah dan bila dia melakukan dengan baik dia diberi penghargaan. Pegawai selalu terlambat maka dia ditegur supaya tidak terlambat lagi Penghentian(extinction) : bila seorang pejabat tak ingin banyak usul dari anak buahnya maka dia tak memberi kesempatan anak buahnya untuk usul atau bila usul diabaikan.

Dasar perilaku individual Presentation Transcript

  • 1. Dasar-dasar perilaku individual
  • 2. Varibel-variabel perilaku organisasi tingkat individual Karakteristik biografik Kepribadian. Nilai dan Sikap Kemampuan Motivasi Proses Belajar Persepsi Pengambilan keputusan individual Produktifitas kerja Absen kerja Pindah kerja Kepuasan kerja
  • 3.
    • B = F ( I, O, P)
    • B= BEHAVIOUR.
    • I= INDIVIDU.
    • O= ORGANISASI
    • P= PSIKOLOGIS
    RUMUS PERILAKU
  • 4. Variabel yang mempengaruhi perilaku individu dan prestasi
    • Variabel individu
    • Kemampuandan
    • Ketrampilan
      • Mental
      • Fisik
    • Latar Belakang
      • Keluarga
      • Tingkat sosial
      • Pengalaman
    • Demografis.
      • Umur
      • AsalUsul
      • Jenis kelamin.
    Perilaku Individu (apa yang dikerjakan orang Prestasi (Hasil yang Diharapkan)
    • Variabel organisasi
      • Sumber daya
      • Kepemimpinan
      • Imbalan
      • Struktur
      • Desain Pekerjaan.
    Variabel psikologis Persepsi Sikap Kepribadian. Proses Belajar Motivasi. Gibson,1985
  • 5. 4 variabel yang Mempengaruhi PERILAKU INDIVIDUAL dalam organisasi
    • KARAKTERISTIK BIOGRAFIK.
      • Umur karyawan :
      • Jumlah anggota keluarga.
      • Senioritas karyawan:
    • KEMAMPUAN KERJA.
      • Kemampuan intelektual.
      • Kemampuan fisik.
      • Kesesuaian antara kemampuan dan pekerjaan.
    • KEPRIBADIAN.
      • Faktor keturunan.
      • Faktor lingkungan
      • Kondisi situasional.
      • Watak kepribadian.
      • Karakteristik kepribadian.
      • Pusat kontrol pribadi.
      • Orientasi keberhasilan.
    • PROSES BELAJAR
    • Authoritarianisme.
    • Machiavelianisme.
    • Harga diri.
    • Pengawasan diri.
    • Keberanian mengambil resiko
  • 6. 1. KARAKTERISTIK BIOGRAFIK.
    • Umur karyawan : hubungan umur dengan turn over, absen kerja (-), kinerja, kepuasan kerja (+).
    • Jenis kelamin: hubungan jenis kelamin dengan kepuasan kerja, kinerja(problem solving, ketrampilan analitis, motivasi, leadership, kemampuan spesialisasi, kemampuan belajar), adaptasi dengan atasan wanita lebih mudah.
    • Jumlah anggota keluarga.hubungan jumlah anggota keluarga dengan kinerja, pindah kerja, absen kerja (+), kepuasan kerja.
    • Senioritas karyawan: absen kerja dan turn over(-), prestasi, produktivitas,
  • 7. 2. KEMAMPUAN KERJA.
    • KEMAMPUAN INTELEKTUAL.: Tes tertentu dapat memprediksi kinerja : tes IQ, kemampuan verbal, menghitung, tes EQ
    • KEMAMPUAN FISIK : tugas tg menuntut stamina, kekuatan tubuh, kecepatan, kelenturan tubuh.
    • KESESUAIAN ANTARA KEMAMPUAN DAN PEKERJAAN :perlu identifikasi kemampuan kerja yang diperlukan untuk tugasnya, karena kurang kemampuan menyebabkan kegagalan, kelebihan kemampuan akan menimbulkan inefisiensi.
  • 8. 3. Kepribadian.
    • Gabungan dari semua cara dimana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. (Robbins,1989).
    • Organisasi internal dari proses psikologis dan kecenderungan perilaku seseorang (Mitchel, 1985).
    • Kepribadian orang dewasa = f (faktor keturunan+ lingkungan) + kondisi situasional sebagai variabel antara.
  • 9. Lingkungan (kultur masyarakat, norma-norma, sikap dan nilai-nilai. Kepribadian Diturunkan sejak lahir dipengaruhi faktor lingkungan,dengan variabel antara berupa kondisi situasional. Proses Kondisi situasional Keturunan.
  • 10. Penggunaaan kepribadian dalam organisasi
    • Alat untuk menetapkan perspektif karyawan pada kontak pertama dengan kemampuan ramalan perilaku berikutnya dalam proses seleksi.
    • Pembanding antara kepribadian seseorang dengan teman sekerja terutama dalam team building.
  • 11. Manusia Id Ego Super ego Instink Dorongan Keinginan Melaksanakan keinginan/dorongan Kontrol Kepribadian ( Personality ) Perilaku
  • 12.
    • Pasif
    • Bertindak dengan sedikit cara
    • Minat dangkal/ tidak menentu
    • Posisi berada dibawah orang lain
    • Kurang kesadaran akan dirinya
    • Merdeka
    • Mampu bertindak dengan banyak cara
    • Berwawasan luas
    • Posisi setingkat diatas orang lain
    • Memiliki kesadaran dan mampu mengendalikan diri
    Kepribadian Matang Tidak matang
  • 13.
    • Pesimistik
    • Malas/lamban
    • Cepat bosan
    • Pasif
    • Bergantung pada orang lain
    • Peniru
    • Cenderung curang
    • Kurang menerima perubahan
    • Optimistik
    • Rajin
    • Tekun/ulet
    • Aktif, kreatif,inisiatif
    • Mandiri
    • Inovatif/inspiratif
    • Jujur, disiplin
    • Terbuka, demokratis
    • Antusias dengan perubahan
    Manusia menurut teori X dan Y , Mc. Gregor Teori X Teori Y
  • 14. Manusia bekerja Wiraswasta Swasta Peg. Negeri Resiko ditanggung sendiri Resiko dibebankan kepada perusahaan Resiko dibebankan kepada pemerintah Peraturan sendiri Peraturan perusahaan Peraturan pemerintah
  • 15. 5 Jenis Manusia 1. Mengerti, mau, mampu 2. Mengerti, mau, tidak mampu 4. Mengerti, tidak mau, tidak mampu 3. Mengerti, tidak mau, mampu 5. Tidak mengerti, tidak mau, tidak mampu
  • 16. Keseimbangan kepentingan seseorang pada jam kerja dan diluar jam kerja Kepentingan organisasi Jam Kerja Kepentingan Pribadi Di luar jam Kerja
  • 17. Kepentingan organisasi - Kebebasan pribadi berkurang - Resiko pribadi berkurang - Hak & kewajiban - Penghargaan & sanksi - Tanggung jawab - Disiplin - Produktifitas - Etos kerja Tujuan organisasi tercapai Kepentingan pribadi Kebutuhan pribadi - fisik - Rasa aman - sosial - Rasa keakuan - aktualisasi diri - Ilmu Pengetahuan Tujuan Pribadi tercapai
  • 18. WATAK KEPRIBADIAN
    • CIRI-CIRI SESEORANG YANG DIPERTAHANKAN PERILAKUNYA.
    • MISAL PEMALU, AGRESIF, PEMAAF, AMBISIUS, SETIA DLL.
    • CIRI-CIRI INI JIKA DIPERLIHATKAN DALAM SEJUMLAH BESAR KONDISI SITUASIONAL DISEBUT WATAK/TRAITS.
  • 19. 16 WATAK
    • Tertutup/kurang bergaul.
    • Kurang cerdas.
    • Perasa.
    • Merendah.
    • Serius,
    • Terburu-buru.
    • Pemalu.
    • Berpkiran keras.
    • Mudah percaya.
    • Praktis.
    • Berperhitungan.
    • Percaya diri.
    • Ketergantungan kepada kelompok.
    • Konservatif.
    • Kurang kontrol diri.
    • Rileks.
    • Terbuka lebih mudah bergerak
    • Lebih cerdas.
    • Emosi stabil.
    • Dominan.
    • Selalu gembira.
    • Berhati-hati.
    • Suka berpetualanng.
    • Sensitif.
    • Mudah curiga.
    • Imaginatif.
    • Seenaknya.
    • Mudah kawatir.
    • Mampu mencukupi diri
    • Suka bereksperimen.
    • Lebih kontrol diri.
    • Tegang.
  • 20. Pengelompokan Kepribadian Extrovert dan Introvert KECEMASAN TINGGI KECEMASAN RENDAH EKSTROVERT Tegang, mudah terpacu, kurang stabil, hangat, mudah bergaul, dan ketergantungan sosial Tenang, Percaya diri, mudah percaya, mudah adaptasi, hangat, mudah bergaul. INTROVERT Tegang, mudah terpacu, kurang stabil, dingin dan pemalu. Tenang, percaya diri, mudah percaya, mudah adaptasi, kalem, dingin, dan pemalu.
  • 21. Karakteristik kepribadian yang mempengaruhi perilaku
    • Pusat kontrol pribadi.
    • Orientasi keberhasilan.
    • Authoritarianisme.
    • Machiavelianisme.
    • Harga diri.
    • Pengawasan diri.
    • Keberanian mengambil resiko.
  • 22.
    • Pusat Kontrol Pribadi.
    • Tipe internal: mereka adalah tuan bagi nasibnya sendiri.Mereka mampu mengontrol tujuan hidupnya.
    • Tipe eksternal : hidup tergantung dari nasib.Hidupnya dikontrol oleh kekuatan-kekuatan luar.
    • Tes yg digunakan tes roter terdiri dari 29 butir pertanyaan yg berisi tentang keberhasilan, kegagalan, nasib buruk dan kejadian politik.
  • 23. Pusat kontrol kepribadian. Internals Eksternal.
    • Mereka adalah tuan bagi nasibya sendiri.
    • Mereka mampu mengontrol tujuan hidupnya.
    • Merasa ikut mwemutuskan tindakan dan ikut tanggung jawab.
    • dlm penjagaan kesehatan : merupakan tg jawab pribadi -> jarang sakit.
    • Mencari infrormasi sebelum mengambil keputusan.
    • Prestasi kjerja lebih baik.
    • Lebih termotivasi .
    • Lebih baik untuk tugas –tugas kompleks,tugas mandiri dan banyak inisiatif.
    • Tugas manajerial dan profesional yg harus selalu belajar.
    • Motivasi keberhasilan lebih tinggi.
    • Hidup tergantung dari nasib.
    • Hidupnya dikontrol oleh kekuatan-kekuatan luar.
    • Sering menunjukan ketidak puasan bila sedikit kontrol dari organisasi.
    • Lebih mematuhi atasan.
    • Siap mengikuti petunjuk-petunjuk atasan.
    • Lebih baik pada pekerjaan rutin dan terstruktur.
    • Kesuksesan tergantung orang lain.
  • 24. 2.Orientasi keberhasilan.
    • Orang internal memiliki motivasi untuk mencapai keberhasilan yang lebih tinggi.
    • Orang dengan orientasi keberhasilan tinggi:
      • Bekerja lebih baik.
      • Mudah mengatasi hambatan.
      • Menyukai pekerjaan dengan derajat kesulitan sedang.
      • Bekerja lebih baik dibidang: pemasaran,Olahraga, Profesional, Manajemen.
  • 25. 3.Authoritarianisme.
    • Kaku dalam pemikiran.
    • Suka menilai orang lain.
    • Menjilat keatas, menginjak kebawah.
    • Tidak gampang percaya.
    • Menentang perubahan.
    • Prestasi kerja rendah pada pada pekerjaan-pekerjaan yg menuntut sensitivitas perasaan orang lain dan menuntut kemampuan adaptif
    • Lebih cocok untuk pekerjaan yg terstruktur dan jelas, serta sukses tergantung kepatuhan terhadap kepada atasan.
  • 26. 4.Machiavelianisme
    • Niccolo Machiaveli.
    • Bersifat pragmatis.
    • Mempertahankan jarak emosional tertentu dan tujuan mengahalalkan segala cara .
    • Sering memanipulasi. Sering menang, sering berhasil membujuk orang lain, sering membujuk tetapi jarang terbujuk.
    • Hasil sangat ditentukan oleh faktor situasional.
    • Lebih produktif pada pekerjaan yang memerlukan ketrampilan negosisasi.
    • Sering berhasil bila:
      • Tujuan boleh menghalalkan cara.
      • Tidak ada perilaku standar yg absolut.
      • Kontak langsung dengan orang lain,
      • Situasi memiliki aturan dan regulasi yang minimal.
  • 27. 5. Harga diri.
    • Adalah derajat kesukaan dan ketidak sukaan terhadap dirinya sendiri.
    • Orang dengan harga diri tinggi :
      • Lebih Percaya Diri.
      • Lebih berani ambil resiko.
      • Lebih mungkin memilih pekerjaan yg tidak konvensional.
    • Orang dengan harga diri rendah.:
      • Mudah terkena pengaruh luar.
      • Lebih suka mencari persetujuan orang lain.
      • Cenderung setuju dengan atasan.
      • Sering mencari cara-cara yang menyenangkan orang lain.
      • Kurang berani ambil resiko
      • Lebih puas dengan pekerjaan mereka.
  • 28. 6.Pengawasan diri (Wasdir).
    • Watak kepribadian yang mengukur kemampuan individu untuk menyesuaikan perilaku dengan faktor-faktor eksternal.
    • Individu dg Wasdir tinggi:
    • Punya kemampuan adaptasi yg luar biasa.
    • Menunjukan penyesuaian perilaku dengan faktor faktor situasional.
    • Sangat sensitif dengan pengaruh luar.
    • Mampu menampilkan kontradiksi antar figur publik dan figur pribadi.
    • Lebih sukses pada posisi manajerial dengan peran multipel dan kontradiktif.
  • 29. 7.Keberanian pengambilan resiko.
    • Manajer yg berani mengambil resiko :
    • Lebih cepat membuat keputusan.
    • Menggunakan lebih sedikit informasi dlm pengambilan keputusan.
    • Lebih sukses cocok untuk pekerjaan yg harus, mengambil keputusan yg cepat.
    • Tidak cocok untuk akuntan dan auditing.
  • 30. Teori Holland (kecocokan kepribadian dan pekerjaan.) (K) (E) (S) (A) (I) ® R = Realistik. I = Investigatif. A = Artistik. S = Sosial. E = Enterpraising. K = Konventional.
  • 31. 4. PROSES BELAJAR.
    • Perubahan perilaku yg relatif permanen yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman hidup.
    • Proses belajar adalah adalah perubahan dalam perilaku , proses belajar betul-betul telah terjadi jika terjadi perubahan perilaku.
    • Tipe pembelajaran
      • 1.Classical conditioning.
      • 2. Operant conditioning.
      • 3.Teori belajar sosial.
  • 32. 1. Teori Classical conditioning. Ivan Pavlov Daging (stimulus tak terkondisikan) Bell (stimulus yg terkondisikan/dapat dipelajari)
  • 33. 2. Teori Operant conditioning. (B.F. Skinner)
    • Konsep:
    • Perilaku adalah fungsi dari konsekuensi.
    • Manusia belajar berperilaku untuk memperoleh sesuatu yg diinginkan atau menghindari sesuatu yg tidak diinginkan.
    • Perilaku operatif adalah perilaku sukarela atau perilaku yg dipelajari sebagai kontras dari perilaku yg tidak dipelajari.
    • Kecenderungan untuk mengurangi perilaku tertentu dipengaruhi oleh penguatan atau kurangnya penguatan yg disebabkan oleh konsekuensi dari perilaku sebelumnya.
    • Penguatan akan memperkuat perilaku-perilaku tersebut.
    • LINGKUNGAN LUARLAH YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MANA YANG AKAN DIULANGI DAN PERILAKU MANA YANG TIDAK AKAN DIULANGI DENGAN CARA BAGAIMANA LINGKUNGAN ITU MENGGANJARNYA. (Skinner, 1976)
  • 34. Contoh perilaku operant conditioning. Sebuah memo yg Menginstruksikan bawahan agar menyiapkan anggaran R1 Mempersiapkan anggaran mingguan Menerima pujian yang berharga dari atasan Rasa kepuasan S 1 S 2 R 2 Stimulus terkondisi (yg mendahului) Tanggapan operan terkondisi Penguatan stimulus Tanggapan terkondisi Hubungan S1 , R1, S2, R2 disebut sebagai kemungkinan penguatan Dan konsekuensi semacam menurut Skinner ini akan memainkan peran dimasa datang
  • 35. MANA YANG LEBIH BAIK : MENGHILANGKAN ATAU MENGHUKUM TINGKAH LAKU YANG TIDAK DIINGINKAN.
    • Hasil penelitian menunjukan bahwa menghilangkan perlaku lebih efektif daripada menghukumnya.
    • Hukuman hanya menekan bukan mendorong timbulnya proses belajar ulang sehingga perilaku itu cenderung timbul kembali.Hal ini karena hukuman cenderung menimbulkan reaksi emosi yang merugikan namun , hukuman ringan dapat efektif terutama bila dlakukan dengan tujuan memberitahu (misal jangan lakukan, itu berbahaya )dan terutama bila perilaku sebaliknya diberi penghargaan.
    • Perilaku yang disukai dapat ditingkatkan dengan pemberian penghargaan dan perilaku yang tidak disukai dikurangi dengan menegur atau memberi hukuman ringan.
  • 36. 3. Teori Belajar Sosial.
    • Prinsip: Manusia dapat juga belajar melalui observasi pada apa yang terjadi pd orang lain atau hanya diberitahu tentang sesuatu: contoh pemain golf belajar dari pemain lain yg baik sedang memukul stick golf.
    • Pengembangan dari operant conditioning.
    • Menganggap bahwa perilaku itu merupakan fungsi dari konsekuensinya, juga merupakan campuran dari proses observasional dan peranan persepsi dalam proses belajar tersebut. Proses Dalam teori belajar sosial :
      • Proses atensi.
      • Proses retensi.
      • Proses reproduksi motorik.
      • Proses penguatan.
  • 37. Perbaikan bertahap (shaping behaviour)
    • Adalah perbaikan kearah perilaku yg menguntungkan perusahaan secara bertahap.
    • Cara shaping behaviour :
      • Reinforcement positif
      • Reinforcement negatif.
      • Hukuman (punishment).
      • Penghentian (extinction)
  • 38. 6.Aplikasi dalam organisasi
    • Penggunaan lotere untuk mengurangi absen.
    • Pembayaran karyawan sehat Vs Pembayaran karyawan sakit.
    • Mendisiplinkan karyawan.
    • Mengembangkan program-program pelatihan.
    • Menciptakan program-program bimbingan.
  • 39. SEKIAN TERIMA KASIH
  • 40. Giat bekerja Keluarga sejahtera
  • 41. Studi kasus hal 76 jilid 1
    • Pentingnya analisa kepribadian untuk pimpinan rumah sakit.
  • 42. Akibat adanya perbedaan kepentingan dapat timbul reaksi defensif frustasi 1. Rasionalisasi 2. Proyeksi 3. Kompensasi 4. Regresi 5. Menarik diri 6. Represi 7. Agresi 8. Sublimasi 9. Cemas tak berdaya