Dana bok

4,406
-1

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,406
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
194
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Saudara-Saudara yang kami hormati, MDG 1 meskipun terkait dengan kemiskinan dan kelaparan, tetapi indikator yang paling menentukan adalah prevalensi gizi kurang dan gizi buruk. Apabila didasarkan pada data tahun 1990 yaitu 31,0% maka target pada tahun 2015 sebesar 15,5%, dan perlu kita garis bawahi bahwa pencapaian pada tahun 2007 sudah sebesar 18,4%. Begitu pula dengan gizi buruk dengan menggunakan angka 7,20 % pada tahun 1990, sehingga target tahun 2015 menjadi 3,6%, dengan pencapaian pada tahun 2007 sebesar 5,4%. Proporsi penduduk dengan konsumsi energi minimal 1.400 kilo kalori per kapita per hari dengan acuan dasar tahun 1990 sebesar 17,0% target 2015 sebesar 8,5%, maka pencapaian baru sebesar 14,47%. Begitu juga dengan penduduk dengan konsumsi energi minimal 2000 kilo kalori dari acuan dasar 64,2% dan target 35,32%, pencapaian tahun 2009 baru sebesar 61,86%. Untuk konsumsi energi per kapita, kita menyadari pemenuhan target ini sangat erat kaitannya dengan pertanian, perekonomian dan berbagai sektor lainnya.
  • Pencapaian Tujuan 4: menurunkan kematian anak , Target MDG 4 adalah menurunkan kematian balita sebesar dua pertiganya, antara 1990-2015. Baseline data tahun 1991 angka kematian balita 97/1000 kelahiran hidup, angka kematian bayi 68/1000 kelahiran hidup dan angka kematian neonatal 32/1000 kelahiran hidup. Selain angka kematian, indikator yang dipakai adalah persentase anak dibawah umur 1 tahun yang diimunisasi campak. Tahun 1991, angkanya 44,50%. Data terakhir yang ada adalah berdasarkan SDKI tahun 2007 dimana AKBalita 44/1000, AKB 34/1000, AKN 19/1000 dan proporsi anak dibawah 1 tahun yang diimunisasi campak 67%. Angka ini masih jauh dari target yang harus dicapai pada tahun 2015
  • Target MDGs 5A Penurunan AKI pada tahun 2015 menjadi 102 per 100.000 kh dari 228/100.000 kh pada keadaan kurun waktu 2002-2007 . Target Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan harus dicapai pada tahun 2015 sebesar 90%, dari keadaan77,34% pada tahun 2009 (susenas) . AKI yang tinggi banyak terjadi di RS karena kasus kegawat daruratan obstetrik (komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas). Salah satu komplikasi terbanyak di RS adalah eklampsi dan preeklampsi yang banyak menyebabkan kematian dengan CFR 2,35%. Dengan tingginya AKI di RS, amak telah ditetapka n dalam kebijakan kementerian kesehatan untuk mendukung kesiapan RS kab/kota agar mampu PONEK.
  • Indikator 5b ini, relatif baru (belum ada pada saat dicanangkan nya MDG ), merupakan tambahan dari Goal no 5 yang selama ini telah kita ketahui bersama. Indikator ini bertujuan untuk mencapai Universal Coverage untuk kesehatan reproduksi yang terdiri dari 4 indikator yaitu (1) cakupan peserta KB (Contraceptive Prevalence Rate), (2) angka persalinan remaja, (3) pelayanan antenatal, dan (4) unmet need KB
  • Indikator HIV dan AIDS indikator MDGs ada 4 : Prevalensi HIV tahun 2009 diperoleh dari perhitungan mathematic modelling sebesar 0,2% (input data dalam mathematic modelling antara lain : data demografi, data perilaku) dengan alat bantu workbook book, estimation and projection (EPP), Asean Epidemic Modelling (AEM) dan Spectrum. Penggunaan kondom datanya diperoleh dari SKRRI atau SDKI dan data terakhir tahun 2007 (survei tersebut dilaksanakan 5 tahun sekali Pengetahuan komprehensif yang ditanyakan antara lain : Dapatkan Anda mengetahui seseorang sudah terinfeksi HIV hanya dengan melihatnya. Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular HIV dengan cara menggunakan kondom dengan benar setiap kali melakukan seks. Apakah dengan saling setia pada pasangan dapat mengurangi risiko tertular HIV. Bisakah seseorang tertular HIV melalui gigitan nyamuk/serangga. Bisakah seseorang tertular HIV dengan cara menggunakan alat makan atau minum secara bersama dengan seseorang yang sudah terinfeksi HIV. Proporsi penduduk terinfeksi HIV diberikan ARV diperoleh dari laporan perawatan bulanan perawatan HIV Kemenkes.
  • Demikian beberapa hal penting terkait dengan Percepatan Pencapaian MDGs Bidang Kesehatan. S emoga pertemuan ini bermanfaat dan membawa barokah bagi kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, Amien Terima kasih Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Menteri Kesehatan, Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH
  • Dana bok

    1. 1.
    2. 2. Latar Belakang (1) <ul><li>U ntuk mendukung pencapaian SPM dalam upaya mempercepat terwujudnya pencapaian target MDG perlu kerja keras secara menyeluruh dari pusat sampai ke tingkat akar rumput . </li></ul><ul><li>Pendekatan untuk percepatan adalah: </li></ul><ul><ul><li>INTENSIFIKASI, </li></ul></ul><ul><ul><li>EKSTENSIFIKASI, </li></ul></ul><ul><ul><li>INOVASI </li></ul></ul><ul><ul><li>Dan diperlukan PERUBAHAN (REFORMASI) yang lebih sistematis dan mendasar dalam sistem upaya kesehatan secara nasional </li></ul></ul><ul><li>Dalam kenyataan banyak investasi , sedang biaya operasional untuk penyelenggaraan upaya kesehatan primer tsb sangat kecil , sulit dicairkan dan bervariasi antar daerah (dana tersedia tdk terpakai, regulasi keuangan menghambat proses pelaksanaan </li></ul>
    3. 3. Latar Belakang (2) <ul><li>A turan pusat berupa Kepmenkes/Permenkes ttg keharusan membiayai pelayanan kesehatan (misal : P ermenkes 741/200 8 ttg Standar Pelayana n Minimal bid Kes ) tidak dapat mengikat pengambil keputusan daerah . </li></ul><ul><li>Kemampuan Perencanaan di Puskesmas (lokakarya mini) terbatas </li></ul><ul><li>Oleh karena itu perlu Reformasi Kesehatan (Reform Upaya Kes untuk capai MDGs </li></ul><ul><li>Reformasi pembiayaan antara lain melalui Penyaluran langsung dalam bentuk BIAYA OPERASIONAL untuk memperlancar kinerja Puskesmas guna mendukung pencapaian target-target MDGs </li></ul>
    4. 4. SPM (STANDAR PELAYANAN MINIMAL ) <ul><li>KETENTUAN TENTANG JENIS DAN MUTU PELAYANAN DASAR YG MERUPAKAN URUSAN WAJIB DAERAH YG BERHAK DIPEROLEH SETIAP WARGA SECARA MINIMAL </li></ul>
    5. 5. <ul><li>SPM </li></ul><ul><li>BIDANG KESEHATAN DI KAB/KOTA </li></ul><ul><li>(PERMENKES 741/PER/MENKES/VII/2008) </li></ul><ul><li>4 JENIS PELAYANAN </li></ul><ul><li>18 INDIKATOR </li></ul>
    6. 6. SPM BIDANG KESEHATAN DI KAB/KOTA (KEPMENKES NO. 741/MENKES/PER/VII/2008) JENIS PELAYANAN SPM INDIKATOR NILAI THN PELAYANAN KESEHATAN DASAR Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4. 95% 2015 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani. 80% 2015 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 90 % 2015 Cakupan pelayanan Nifas 90% 2015 Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani. 80% 2010 Cakupan kunjungan bayi. 90% 2010 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI). 100% 2010 Cakupan pelayanan anak balita. 90% 2010
    7. 7. SPM BIDANG KESEHATAN DI KAB/KOTA (KEPMENKES NO. 741/MENKES/PER/VII/2008) JENIS PELAYANAN DASAR SPM INDIKATOR NILAI THN PELAYANAN KESEHATAN DASAR Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin. 100% 2010 Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan. 100% 2010 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat. 100% 2010 Cakupan peserta KB Aktif. 70% 2010 Cakupan Penemuan dan penanganan penderita penyakit. 100% 2010 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin. 100% 2015 PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin. 100% 2015 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota. 100% 2015 PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI DAN PENANGGULANGAN KLB Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam. 100% 2015 PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Cakupan Desa Siaga Aktif. 80 % 2015
    8. 8. PEMERAN (PELAKU) SPM <ul><li>DINAS KESEHATAN KAB/KOTA </li></ul><ul><li>PUSKESMAS dan JARINGANNYA </li></ul><ul><li>RUMAH SAKIT </li></ul><ul><li>UNIT PELAKSANA TEKNIS LAIN </li></ul><ul><li>SWASTA </li></ul><ul><li>MASYARAKAT </li></ul>
    9. 9. <ul><li>GOAL 1 : MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN </li></ul><ul><li>GOAL 2 : MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA </li></ul><ul><li>GOAL 3 : MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN </li></ul><ul><li>PEMBERDAYAAN PEREMPUAN </li></ul><ul><li>GOAL 4 : MENURUNKAN KEMATIAN ANAK </li></ul><ul><li>GOAL 5 : MENINGKATKAN KESEHATAN IBU </li></ul><ul><li>GOAL 6 : MENGENDALIKAN HIV DAN AIDS, MALARIA DAN </li></ul><ul><li>PENYAKIT MENULAR LAINNYA (TB) </li></ul><ul><li>GOAL 7 : MENJAMIN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP </li></ul><ul><li>GOAL 8 : MENGEMBANGKAN KEMITRAAN PEMBANGUNAN </li></ul><ul><li>DI TINGKAT GLOBAL </li></ul>Millenium Development Goals (MDGs)
    10. 10. MDG 1 - Target 1C: Menurunkan pervalensi gizi kurang pada tahun 2015 menjadi ½ dari keadaan tahun 1990 INDI KATOR Acuan Dasar (1990) Saat ini Target (2015) 1.8. Pr evalensi gizi kurang pada anak balita (0-60 bulan) 31.00% (1989) 18.40% (2007) 15.50% 1.8.a. Preval ensi gizi buruk pada anak balita (0-60 bulan) : 7.20% (1989) 5.40% (2007) 3. 60 % <ul><li>1.9. P roporsi penduduk dengan konsumsi energi minimal : </li></ul><ul><ul><ul><li>1.9a. 1400 k k al/capita/day: </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>1.9b. 2000 k k al/capita/day: </li></ul></ul></ul>17 .00 % 64.21% 1 4 .47 % 61.86% (2009) 8.50% 35.32%
    11. 11. MDG 4 - Target 4A : Menurunkan Angka Kematian Anak hingga 2/3 dalam kurun waktu 1990-2015 INDIKATOR Acuan Dasar Saat ini Target (2015) 4.1. Angka Kematian Balita per 1,000 kelahiran hidup : 97 (1991) 44 (2007) 32 4.2. Angka Kematian Bayi per 1,000 kelahiran hidup : 68 (1991) 34 (2007) 23 4.2.a. Angka Kematian Neonatal per 1,000 kelahiran hidup : 32 (1991) 19 (2007) 14 4.3. Proporsi anak umur 1 tahun diimunisasi Campak: 44.50% (1991) 67.00% (2007) 92%
    12. 12. MDG 5 - Target 5A : Mengurangi ¾ angka kematian ibu (AKI) dalam kurun waktu 1990 dan 2015 INDIKATOR Acuan Dasar Saat ini Target (2015) 5.1. Angka Kematian Ibu (AKI) per 100,000 kelahiran hidup :  390 (1991) 228 (2007) 102 5.2. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Terlatih : 40.70% (1992) 77.34% (2009) 90.00%
    13. 13. Target 5B : Akses semesta terhadap kesehatan reproduksi tahun 2015 INDIKATOR Acuan Dasar Saat ini Target (2015) 5.3. Tingkat pemakaian kontrasepsi/ contraceptive prevalence rate (CPR) wanita yang menikah usia 15-49, metode modern: 47.10% (2007) 57.40% (2007) 65% <ul><ul><li>5.4 . Tingkat kelahiran pada remaja (per 1000 perempuan usia 15-19 tahun ) ‏ : </li></ul></ul>67 per 1000 (1991) 35 per 1000 (2007) 30per1000 <ul><li>5.5. Cakupan pelayanan Antenatal (kunjungan pertama dan kunjungan minim a l 4 kali ANC ): </li></ul><ul><ul><li>Kunjungan pertama </li></ul></ul><ul><ul><li>Kunjungan minimal 4 kali </li></ul></ul>75.00% 56.00% 93.30% 81.50% 95% 90% 5.6. Unmet need KB : 12.70% 9.10% 5%
    14. 14. Indikator Acuan Dasar Saat Ini Target Target 6A: Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS pada tahun 2015 Prevalensi HIV - 2009 : 0,2% (Kemenkes, 2006) Mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS <ul><ul><li>Penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi terakhir </li></ul></ul>(2002/03): 12,8 (SKRRI-BPS, 2002/03) <ul><li>P = 10,3% </li></ul><ul><li>L = 18,4% </li></ul><ul><li>(SKRRI-BPS, 2007) </li></ul>Meningkat <ul><ul><li>Persentase remaja usia 15 -24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif mengenai HIV dan AIDS </li></ul></ul>- <ul><li>Perempuan (9,5%) ‏ </li></ul><ul><li>Laki-laki (14,7%) ‏ </li></ul><ul><li>(SDKI, 2007) ‏ </li></ul>Meningkat <ul><ul><li>Target 6B: Mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV/AIDS bagi semua yang membutuhkan sampai dengan tahun 2010 </li></ul></ul><ul><ul><li>Proporsi penduduk terinfeksi HIV lanjut yang memiliki akses pada obat-obatan antiretroviral </li></ul></ul>- 38,4 persen (KemenKes 2010, per 30 November 2009) Meningkat
    15. 15. <ul><li>Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) </li></ul>REVITALISASI FUNGSI PUSKESMAS dlm upaya p romotif dan preventif
    16. 16. penekanan pada promotif dan preventif, kesehatan memberi warna dalam setiap kegiatan pembangunan profesional, bermutu, dan menjamin keselamatan pelanggan Masy arakat mempunyai power (berdaya) dalam pengambilan keputusan kesehatan, keterlibatan masyarakat secara aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi FUNGSI PUSKESMAS PUSAT PEMBANGUNAN WILAYAH BERWAWASAN KESEHATAN PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT PRIMER PUSAT PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN PRIMER PUSKESMAS
    17. 17. <ul><li>UU 36/2009 tentang Kesehatan </li></ul><ul><li>UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah </li></ul><ul><li>UU 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah </li></ul><ul><li>PP 65/2005 tentang Standar Pelayanan Minimal </li></ul><ul><li>PP 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pusat dan Daerah </li></ul><ul><li>PP 7/2008 tentang D ekonsentrasi dan T ugas P embantuan </li></ul><ul><li>Permendagri no 13/2006 yang telah diubah dengan Permendagri no 59/2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah </li></ul><ul><li>Permenkes no 741/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan </li></ul>DASAR HUKUM BOK :
    18. 18. DEFINISI BOK <ul><li>Bantuan dana dari Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam membantu Pemerintahan Kabupaten/ Kota melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan menuju Millennium Development Goals (MDGs) dengan meningkatkan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. </li></ul>Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
    19. 19. <ul><li>UMUM </li></ul><ul><li>Meningkatnya a kses dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif untuk mewujudkan pencapaian target SPM Bidang Kesehatan dan MDGs pada tahun 2015. </li></ul><ul><li>KHUSUS </li></ul><ul><li>Masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif . </li></ul><ul><li>Tersedianya dukungan biaya untuk upaya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif bagi masyarakat . </li></ul><ul><li>Terselenggaranya proses L okakarya Mini di Puskesmas dalam perencanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat . </li></ul>TUJUAN BOK :
    20. 20. KEBIJAKAN OPERASIONAL BOK (1) <ul><li>BOK merupakan bantuan Pemerintah Pusat kepada masyarakat melalui Puskesmas untuk memperoleh akses dan pemerataan pelayanan kesehatan bersifat promotif dan preventif. </li></ul><ul><li>Dana BOK yang tersedia di Puskesmas dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan Puskesmas dan jaringannya , termasuk Poskesdes dan Posyandu . </li></ul><ul><li>Dana BOK BUKAN merupakan dana utama , oleh karena itu P emerintah D aerah tetap berkewajiban menyediakan dana operasional yang tidak terbiayai melalui BOK . </li></ul><ul><li>D ana BOK dimanfaatkan sepenuhnya secara langsung oleh Puskesmas untuk pelayanan kesehatan masyarakat dan t idak dijadikan sumber pendapatan daerah sehingga tidak boleh disetor kan ke kas daerah. </li></ul>
    21. 21. KEBIJAKAN OPERASIONAL BOK (2) <ul><li>P emanfaatan dana BOK harus berdasarkan hasil perencanaan yang disepakati dalam L okakarya Mini Puskesmas yang diselenggarakan secara rutin, periodik bulanan/tribulanan sesuai kondisi wilayah Puskesmas . </li></ul><ul><li>Sa tuan biaya setiap jenis kegiatan p elayanan kesehatan yang dibiayai BOK mengacu pada ketentuan Peraturan Daerah ( Perda ) . Jika belum terdapat Perda yang mengatur hal itu , maka satuan biaya tersebut ditetapkan melalui P eraturan Bupati/Walikota atas usulan Dinas Kesehatan Kabupaten/kota . </li></ul><ul><li>P elaksanaan kegiatan di Puskesmas berpedoman pada prinsip keterpaduan, kewilayahan, efisien, dan efektif. </li></ul>
    22. 22. INDIKATOR KEBERHASILAN Indikator Input 100% Puskesmas menerima dana BOK Indikator Proses 100% Puskesmas melaksanakan Lokakarya Mini Indikator Output Penyerapan dana BOK di Puskesmas 100% Indikator Outcome <ul><li>Persentase pencapaian target SPM bidang kesehatan sampai dengan tahun 2015: </li></ul><ul><li>Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) 95% </li></ul><ul><li>Cakupan k omplikasi k ebidanan yang ditangani 80% </li></ul><ul><li>Cakupan p ertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan memiliki kompetensi kebidanan 90% </li></ul><ul><li>Cakupan p elayanan n ifas 90% </li></ul><ul><li>Cakupaan n eonatus dengan komplikasi ditangani 80% </li></ul><ul><li>Cakupan kunjungan b ayi 90% </li></ul><ul><li>Cakupan d esa UCI 100% </li></ul><ul><li>Cakupan pelayanan anak b alita 90% </li></ul><ul><li>Cakupan b alita gizi buruk mendapat perawatan 100% </li></ul><ul><li>Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak 6 - 24 bulan dari keluarga miskin 100% </li></ul><ul><li>Cakupan p enjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100% </li></ul><ul><li>Cakupan p eserta KB aktif 70% </li></ul><ul><li>Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 100% </li></ul><ul><li>Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100% </li></ul>
    23. 23. RUANG LINGKUP KEGIATAN (1) No Upaya Kes No Jenis Pelayanan Jenis Kegiatan 1 KIA -KB 1 Pemeriksaan kehamilan <ul><li>Pelaksanaan P4K </li></ul><ul><li>Pelayanan di P osyandu </li></ul><ul><li>Sweeping /kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Kunjungan drop out </li></ul><ul><li>Pemantauan ibu hamil risiko tinggi </li></ul><ul><li>Pemantauan kant o ng persalinan </li></ul><ul><li>Kunjungan kelas ibu </li></ul><ul><li>Penyuluhan kesehatan </li></ul><ul><li>Konsultasi tenaga ahli </li></ul><ul><li>Skrining ibu hamil dengan KEK dan penyakit kronis lainnya (Malaria, TB, dll) </li></ul>2 Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan yang kompeten <ul><li>Fasilitasi untuk mendapatkan persalinan oleh tenaga kesehatan : </li></ul><ul><li>Kemitraan b idan - kader- d ukun </li></ul><ul><li>Kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Penyuluhan </li></ul>3 Pelayanan nifas <ul><li>Pelayanan di Posyandu </li></ul><ul><li>Kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Kunjungan y an g drop out </li></ul>
    24. 24. RUANG LINGKUP KEGIATAN (2) No Upaya Kes No Jenis Pelayanan Jenis Kegiatan 1 KIA -KB 4 Pelayanan kes ehatan neonatus <ul><li>Kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Kunjungan y an g drop out </li></ul><ul><li>Sweeping dan tindak lanjut </li></ul><ul><li>Tindak lanjut neonatal ris iko ti nggi </li></ul>5 Pelayanan kesehatan bayi <ul><li>Pendataan bayi </li></ul><ul><li>Pelayanan di Posyandu </li></ul><ul><li>Kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Kunjungan y an g drop out </li></ul><ul><li>Sw ee ping dan tindak lanjut </li></ul><ul><li>Kunjungan bayi dengan risiko (penyakit kronis, sakit berulang) </li></ul><ul><li>Tindak lanjut bayi dengan risiko tinggi </li></ul>6 Pelayanan kesehatan balita <ul><li>Pendataan balita </li></ul><ul><li>Pelayanan di Posyandu </li></ul><ul><li>Kunjungan Rumah </li></ul><ul><li>Kunjungan y an g drop out </li></ul><ul><li>Sweeping dan tindak lanjut </li></ul><ul><li>Kunjungan anak balita dengan risiko (penyakit kronis, sakit berulang) </li></ul><ul><li>Tindak lanjut anak balita dengan risiko </li></ul>
    25. 25. RUANG LINGKUP KEGIATAN (3) Upaya Kes Jenis Pelayanan Jenis Kegiatan 1 KIA -KB 7 Upaya kesehatan anak sekolah <ul><li>Penjaringan anak sekolah </li></ul><ul><li>Pemantauan kantin sekolah dan kesehatan lingkungan </li></ul><ul><li>Penyuluhan </li></ul>8 Pelayanan KB <ul><li>Penyuluhan KB untuk meningkatkan pelayanan KB di fasilitas kesehatan </li></ul><ul><li>Kunjungan rumah PUS yang tidak ber - KB atau drop out </li></ul>9 Pencegahan dan penanganan kekerasan, termasuk penelantaran gangguan jiwa <ul><li>Kunjungan rumah korban kekerasan </li></ul><ul><li>Pendampingan korban kekerasan </li></ul><ul><li>Penyuluhan </li></ul>10 Upaya kesehatan reproduksi remaja <ul><li>Penyuluhan, seperti NAPZA dan alkohol </li></ul><ul><li>Pendampingan kelompok remaja </li></ul><ul><li>Kunjungan rumah remaja dengan risiko </li></ul>
    26. 26. RUANG LINGKUP KEGIATAN (4) No Upaya No Jenis Pelayanan Jenis Kegiatan 2 Imuni-sasi 1 Pelayanan Imunisasi <ul><li>Pendataan </li></ul><ul><li>Pelayanan di Pos y andu </li></ul><ul><li>Pelayanan d i sekolah (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) </li></ul><ul><li>Sweeping/ kunjungan rumah / Back log Fighting </li></ul><ul><li>Penyuluhan </li></ul><ul><li>Peng am bilan v aksin dan logistik lainnya. </li></ul><ul><li>Pelacakan kasus diduga KIPI </li></ul>3 Perbaik-an Gizi 1 Pe layanan gizi <ul><li>Operasional Posyandu (pemantauan penimbangan balita, pemberian vit amin A Balita) </li></ul><ul><li>Surveilans dan pelacakan gizi buruk </li></ul><ul><li>Sweeping / kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Penyuluhan gizi </li></ul><ul><li>Pemantauan garam beryodium </li></ul><ul><li>PMT Penyuluhan </li></ul><ul><li>Penggerakan Kadarzi </li></ul><ul><li>Penggerakan ASI eksklusif </li></ul>2 Penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk serta Ibu Hamil KEK <ul><li>Kunjungan /pendampingan </li></ul>
    27. 27. RUANG LINGKUP KEGIATAN (5) No Upaya No Jenis Pelayanan Jenis Kegiatan 4 Pengen-dalian Penyakit 1 Penemuan kasus penyakit dan tata laksana , termasuk kasus pasung penderita gangguan jiwa <ul><li>Pelayanan di Posyandu </li></ul><ul><li>Kunjungan rumah </li></ul><ul><li>P elacakan di lapangan </li></ul><ul><li>Kunjungan d rop out obat </li></ul><ul><li>Penyuluhan </li></ul>2 Penyelidikan epidemiologi/ penanggulangan KLB <ul><li>Kunjungan rumah/lapangan </li></ul><ul><li>Penemuan kasus non Polio AFP </li></ul><ul><li>Pengambilan spesimen </li></ul>3 Pelacakan kasus kontak <ul><li>Kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Pengambil an spesimen </li></ul>4 Penyelidikan vektor <ul><li>Kunjungan lapangan </li></ul>5 Pemberantasan vektor <ul><li>K unjungan lapangan dalam rangka pemberantasan vektor </li></ul>5 Kesehatan Lingkungan 1 Pemeriksaan air bersih dan kualitas air minum <ul><li>Pendataan </li></ul><ul><li>Penyuluhan </li></ul><ul><li>Pemantauan </li></ul><ul><li>Kunjungan lapangan </li></ul>
    28. 28. RUANG LINGKUP KEGIATAN (6) No Upaya Jenis Pelayanan Jenis Kegiatan 5 Kesehatan Lingkungan 2 <ul><li>Pemeriksaan sanitasi dasar </li></ul><ul><li>Jamban sehat </li></ul><ul><li>Rumah sehat </li></ul><ul><li>Tempat-tempat umum (TTU) </li></ul><ul><li>Tempat pengolah makanan </li></ul><ul><li>Sekolah </li></ul><ul><li>Pendataan </li></ul><ul><li>Kunjungan lapangan </li></ul><ul><li>Penyuluhan </li></ul><ul><li>P emantauan </li></ul>6 Promosi Kesehatan 1 Rumah tangga ber- PHBS <ul><li>Pendataan </li></ul><ul><li>Penyuluhan kelompok </li></ul><ul><li>Kunjungan rumah </li></ul><ul><li>Pembinaan Gerakan Masyarakat </li></ul><ul><li>Pemantauan </li></ul>2 Pembinaan D esa Siaga dan UKBM, seperti Desa Siaga Sehat Jiwa <ul><li>Pendataan </li></ul><ul><li>Penyuluhan Kelompok </li></ul><ul><li>Pembinaan Forum M asyarakat D esa (menjamin terlaksananya SMD dan MMD) </li></ul><ul><li>Pe mbinaan terhadap UKBM (Poskesdes, Posyandu) </li></ul><ul><li>Pemantauan </li></ul>
    29. 29. Ruang Lingkup Pembiayaan (1) <ul><li>BOK d igunakan untuk pembiayaan: </li></ul><ul><li>Pembayaran t ranspor t petugas Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes </li></ul><ul><li>Pembayaran transpor t kader, dukun, dan masyarakat yang terlibat dalam proses pelayanan kesehatan maupun pertemuan manajemen </li></ul><ul><li>Operasional Posyandu (transport, ATK) </li></ul><ul><li>Operasional Poskesdes (transport, ATK, f oto kopi , rapat - r a pat di D esa /Kelurahan ) </li></ul><ul><li>Pembelian bahan kontak </li></ul><ul><li>Penggandaan dan ATK rapat dalam rangka Lokakarya Min i </li></ul><ul><li>Pembelian konsumsi rapat dalam rangka Lokakarya Mini </li></ul><ul><li>Uang penginapan bila diperlukan sesuai peraturan yang berlaku (untuk desa terpencil/sulit dijangkau ) </li></ul><ul><li>Uang harian bila diperlukan sesuai peraturan yang berlaku (untuk desa terpencil/sulit dijangkau) </li></ul><ul><li>Pembelian bahan PMT Penyuluhan </li></ul>
    30. 30. <ul><ul><li>BOK TIDAK DAPAT dipergunakan untuk: </li></ul></ul><ul><li>Upaya pengobatan dan rehabilitasi </li></ul><ul><li>Penanganan gawat darurat </li></ul><ul><li>Rawat inap </li></ul><ul><li>Pertolongan p ersalinan </li></ul><ul><li>Gaji/honor </li></ul><ul><li>Belanja modal </li></ul><ul><li>Pemeliharaan gedung atau kendaraan </li></ul><ul><li>Operasional kantor (listrik, air, ATK, fotokopi , tinta/ toner) </li></ul><ul><li>Obat, vaksin, dan alat kesehatan </li></ul>
    31. 31. Ruang Lingkup Pembiayaan (3) <ul><li>Pembiayaan Manajemen BOK </li></ul><ul><li>Dalam rangka menunjang kegiatan BOK di Puskesmas diperlukan kegiatan manajemen pada setiap jenjang administrasi ( Pusat, Provinsi, Kabupaten/ K ota ) </li></ul><ul><li>P embiayaannya bersumber dari APBN Kementerian Kesehatan dan sumber lain yang sah </li></ul><ul><li>Dana Manajemen BOK dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rapat koordinasi, pembinaan , dan pengelolaan laporan BOK </li></ul>
    32. 32. <ul><li>PERENCANAAN PUSKESMAS </li></ul><ul><ul><ul><li>Rencana Tahunan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) </li></ul></ul></ul><ul><li>PENGGERAKAN – PELAKSANAAN </li></ul><ul><ul><ul><li>Lokakarya mini bulanan lintas program (termasuk analisis PWS dan tindak lanjutnya) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Lokakarya mini tiga bulanan lintas sektor </li></ul></ul></ul>
    33. 33. <ul><li>PENILAIAN </li></ul><ul><ul><ul><li>Pengawasan dan Pengendalian </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Melakukan analisa laporan bulanan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Menetapkan masalah dan solusi </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Melakukan tindak lanjut hasil solusi </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Evaluasi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Melakukan rekapitulasi hasil kegiatan selama satu tahun berdasarkan indikator SPM dan penyerapan anggaran </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Menilai keberhasilan output yang ditetapkan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Menetapkan rencana tindak lanjut pada tahun berikut </li></ul></ul></ul></ul>
    34. 34. <ul><li>Melakukan Stategic mapping , menyusun Scenario Planning dan Stewardship (P1 – P2 – P3) </li></ul><ul><li>Meningkatkan commitment (terutama dukungan sumberdaya), leadership dan partnership </li></ul>
    35. 35. PEMERAN (PELAKU) BOK <ul><li>LINTAS SEKTOR& LINTAS PROGRAM TERKAIT </li></ul><ul><li>UNIT TEKNIS TERKAIT DIJAJARAN KEMKES </li></ul><ul><li>DINAS KESEHATAN PROV DAN KAB/KOTA </li></ul><ul><li>PUSKESMAS dan JARINGANNYA </li></ul><ul><li>RUMAH SAKIT </li></ul><ul><li>UNIT PELAKSANA TEKNIS LAIN </li></ul><ul><li>SWASTA </li></ul><ul><li>MASYARAKAT </li></ul>
    36. 36. komprehensif
    37. 37. <ul><li>KIA & KB </li></ul><ul><li>IMUNISASI </li></ul><ul><li>GIZI </li></ul><ul><li>PROMOSI </li></ul><ul><li>KESLING </li></ul><ul><li>PDALI PENY </li></ul><ul><li>R, JALAN </li></ul><ul><li>R.INAP </li></ul><ul><li>GADAR </li></ul><ul><li>LINAKES </li></ul><ul><li>TRANSPORT </li></ul>AKI AKB GIRANG MDG ’ s
    38. 38. <ul><li>Jamkesmas </li></ul><ul><li>Penerima dana puskesmas </li></ul><ul><li>VIA POS </li></ul><ul><li>Sasaran masy miskin </li></ul><ul><li>Alokasi dana berdasar kuota peserta JamkesmaS (BPS) </li></ul><ul><li>BOK </li></ul><ul><li>Penerima dana puskesmas </li></ul><ul><li>VIA POS </li></ul><ul><li>Sasaran sel masy di wil kerja </li></ul><ul><li>Alokasi dana perpuskesmas 18 – 22 jt/pusk/thn </li></ul>
    39. 39. <ul><li>Jamkesmas </li></ul><ul><li>Kuratif dan rehabilitatif </li></ul><ul><li>Fokus kegiatan </li></ul><ul><ul><li>Rawat jalan </li></ul></ul><ul><ul><li>Rawat inap </li></ul></ul><ul><ul><li>Gadar </li></ul></ul><ul><ul><li>Linakes </li></ul></ul><ul><ul><li>PONED </li></ul></ul><ul><ul><li>Transpor rujukan </li></ul></ul><ul><li>Perencanaan via minilokakarya </li></ul><ul><li>BOK </li></ul><ul><li>Promotif dan preventif </li></ul><ul><li>Fokus kegiatan </li></ul><ul><ul><li>KIA dan KB </li></ul></ul><ul><ul><li>Imunisasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Gizi </li></ul></ul><ul><ul><li>Promosi Kes </li></ul></ul><ul><ul><li>Kes Lingkungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengendalian penyakit </li></ul></ul><ul><ul><li>manajemen </li></ul></ul><ul><li>Perencanaan via minilokakarya </li></ul>
    40. 40. <ul><li>Jamkesmas </li></ul><ul><li>PENGGANTI RETRIBUSI RAWAT JALAN,RAWAT INAP, GADAR </li></ul><ul><li>BIAYA PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH NAKES PONED </li></ul><ul><li>BIAYA PENGGANTI TRANSPORT RUJUKAN DARI WIL PUSK --- RS </li></ul><ul><li>BOK </li></ul><ul><li>TRANSPORT NAKES </li></ul><ul><li>TRANSPORT KADER </li></ul><ul><li>OP POS YANDU </li></ul><ul><li>OP POSKESDES </li></ul><ul><li>MANAJEMEN PUSK </li></ul><ul><li>AKOMODASI/UANG HARIAN DACIL </li></ul><ul><li>BAHAN KONTAK </li></ul><ul><li>PMT PENYULUHAN </li></ul>
    41. 41. <ul><li>Jamkesmas </li></ul><ul><li>PEMBELIAAN OBAT, VAKSIN, LOGISTIK </li></ul><ul><li>GAJI, PEMELIHARAAN </li></ul><ul><li>PELAYANAN MASSAL </li></ul><ul><li>OPERASIONAL KANTOR </li></ul><ul><li>PEMELIHARAAN,REHAB </li></ul><ul><li>BOK </li></ul><ul><li>GAJI </li></ul><ul><li>PEMELIHARAAN </li></ul><ul><li>PEMBELIAN OBAT, VAKSIN DAN LOGISTIK LAIN </li></ul><ul><li>OPERASIONAL KANTOR </li></ul>
    42. 42.   BOK JAMKESMAS POSKESDES KEPULAUAN MENTAWAI x x x PESISIR SELATAN   x x SOLOK x x   SIJUNJUNG       TANAH DATAR x     PADANG PARIAMAN x x   AGAM     x LIMA PULUH KOTA   x   PASAMAN     x SOLOK SELATAN x     DHARMAS RAYA x x x PASAMAN BARAT   x   KOTA PADANG   x   KOTA SOLOK x x x KOTA SAWAH LUNTO   x x KOTA PADANG PANJANG x x   KOTA BUKITTINGGI x x   KOTA PAYAKUMBUH x   x KOTA PARIAMAN x    
    43. 43. <ul><li>Terima kasih </li></ul>
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×