Manajemen dalam Dakwah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Manajemen dalam Dakwah

on

  • 4,134 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,134
Views on SlideShare
4,134
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
87
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Manajemen dalam Dakwah Presentation Transcript

  • 1. Arti Manajemen DakwahJika dilihat dari segi bahasa pengertian Manajemen Dakwah memiliki duapengertian. Pertama pengertian Manajemen dan kedua pengertian Dakwah.a. Pengertian manajemen, secara etimologis, kata manajemen berasal daribahasa inggris, management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan danpengelolaan. Artinya manajemen adalah sebagai suatu proses yang diterapkan oehindividu atau kelompok dalam upaya-upaya koordinasi dalam mencapai suatutujuan.
  • 2. b. Pengertian dakwah, secara etimologis, dakwah berasal dari bahasaArab, yaitu daa, yadu dawan, dua, yang diartikan sebagai upayamengajak, menyeru, memanggil, seruan, permohonan, danpermintaan.Dari definisi manajemen dan dakwah tersebut dapat disimpulkanbahwa Pengertian Manajemen dakwah yaitu sebagai prosesperencanaan tugas, mengelompokan tugas, menghimpun danmenempatkan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok-kelompoktugas dan kemudian menggerakan ke arah tujuan dakwah.
  • 3. Unsur-unsur Manajemen DakwahSecara praktis diterapkan dalam empat tahapan utama, meliputi :a. Analisis Lingkungan Organisasi: Yaitu aktivitas untuk mengetahui kondisi lingkungan internalmaupun eksternal organisasi, sehingga tergambar keadaan internal organisasi (kekuatan dankelemahan) dan posisi organisasi terhadap eksternal (peluang dan ancaman).b. Formulasi Strategi dan Taktik: : visi, misi, tujuan, target, rancangan program kerja/ aksi.Dengan ini akan jelas apa yang akan dihasilkan (output) untuk objek dakwah dan bagi gerakan atauorganisasi dakwah Islam itu sendiri (outcome).
  • 4. c. Implementasi Strategi: Implementasi strategi menitik beratkan pada unsur-unsur : strukturorganisasi dan pemberdayaan SDM, kepemimpinan, budaya organisasi, yang memperjelas kefungsiantiap-tiap posisi dan orang di dalamnya.d. Pengendalian dan control: pengendalian merupakan penetapan standar/ tolok ukur secarasistematis berjalannya sebuah organisasi. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Denganitu, organisasi akan bisa memotret perkembangan yang telah dicapainya dalam meraih tujuan. Sekaligusmenjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan berikutnya.
  • 5. Manfaat Manajemen DakwahMenurut Asmuni Syukir dalam bukunya mengemukakan manfaat dakwah adalah:Mengajak umat manusia yang sudah memeluk islam untuk selalu meningkatkan taqwanya kepadaAllah swt.Membina mental agama islam bagi kaum yang masih mualaf.Mengajak umat manusia yang belum beriman agar beriman kepada Allah (memeluk agama islam).Mendidik dan mengajar anak-anak agar tidak menyimpang dari fithrahnya.
  • 6. Hakikat Evaluasi dan Keberhasilan DakwahUntuk mengetahui hakikat keberhasilan dakwah yang sudah kita laksanakan maka kita lihat apakahada tahap-tahap perubahan perilaku pada mad’u setelah kita menyesuiakan metode, media, danpesan yang sesuai dengan karakter mad’u tersebut. Tahap-tahap perubahan perilaku seperti:1. Efek Kognitif2. Efek Afektif2. Efek behavioral
  • 7. Evaluasi Keberhasilan DakwahEvaluasi selalu menggunakan perencanaan yang berisi tujuan sebagai tolak ukurnya. Rousidimenetapkan hal-hal yang harus dievaluasi sebagai berikut :Penyajian pesan komunikasiPerhatianPemahamanTunduk pada pesan pembicaraPenahanan dalam ingatanTingkah laku
  • 8. KesimpulanManajemen dakwah islam merupakan sebuah sarana yang bisamemberikan berbagai kemudahan. Dengan adanya sarana sehingga membuataktivitas dakwah menjadi lebih dinamis, cepat dalam bertindak (responsif)namun terencana, terukur, dan terorganisasi. Dan juga dilakukan oleh SDMyang tepat, dan memberikan dampak yang besar terhadap organisasi danlingkungan. Bukan justru sebaliknya, menjadi rumit dan menghambatdinamisasi aktivitas dakwah, atau bahkan menimbulkan masalahbaru.Dakwah akan lebih efektif mana kala kita mengetahui hakikat evaluasidan keberhasilan dakwah. Semua tahapan dakwah yang sudah kita lakukanharuslah diukur keberhasilannya dengan mengevaluasi.