Kesejatian Hidup Dalam Keluarga, 2010

  • 7,504 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
7,504
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
1
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Kerangka Dasar APP 2010
  • 2.
    • 2006
    • Korupsi: masalah budaya. Pintu Masuk: Pendidikan nilai
    • Korupsi: masalah lemahnya mekanisme kontrol. Pintu Masuk:
    • Meningkatkan fungsi kontrol dan memperbaiki sistem hukum
    • 2007
    • Kemiskinan. Pintu Masuk: Budaya menabung
    • 2008
    • Lingkungan hidup: berkaitan dengan hutan
    • Pintu Masuk: Budaya masyarakat adat dan kearifan lokal
    • (masyarakat asli/pemilik hutan sebagai komunitas
    • Lingkungan hidup: berkaitan dengan non-hutan
    • Pintu Masuk: Mengatasi polusi (tanah, udara, dan air)
  • 3.
    • 2009
    • Keretakan hidup Berbangsa dan Formalisme
    • Agama. Pintu Masuk: Penegasan Pancasila dalam
    • kehidupan berbangsa
    • 2010
    • Pendidikan non-formal: pendidikan (dalam)
    • keluarga. Pintu Masuk: Pendampingan keluarga
    • Kekerasan dalam rumah tangga dan
    • ketidaksetaraan gender. Pintu Masuk: Konstruksi
    • sosial gender
  • 4.
    • 2010 Tahun Keluarga
  • 5.
    • Kesejatian Hidup Dalam Kelurga
    • Keluarga yang sejati, bagaimana ?
  • 6.
    • Menumbuhkan kembali dan mengembangkan perutusan cinta kasih dalam keluarga guna menghadirkan kesejahteraan hidup bersama yang bersaksi akan kebenaran hidup sejati
  • 7.
    • Berkembangnya kemurahan hati dalam keluarga menuju kebersamaan yang saling memberdayakan dalam semangat cinta kasih
    • Meningkatnya kerelaan keluarga dalam memajukan tata kelola lingkungan hidup keluarga yang mendorong penguatan hubungan manusiawi sejati
    • Meningkatnya kemampuan keluarga dalam mengembangkan pendidikan iman yang bersahabat dengan semua orang
    • Meningkatnya kesadaran keluarga akan makna solidaritas kristiani sebagai sarana pemberdayaan sejahteran menuju hidup yang bersaksi
    • Mewujudkan keluarga kristinani sebagai persekutuan sejati menurut prinsip cinta kasih Yesus Kristus
  • 8.
    • Perkembangan dunia dipengaruhi oleh hal instant, membujuk keluarga memiliki apa yang tidak pokok. Pulsa telpon lebih penting daripada kesehatan atau pendidikan hidup
    • Keluarga dengan penghasilan kurang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok, makanan bergizi, biaya kesehatan, rencana masa depan. Keluarga korban PHK, menganggur, gagal memenuhi kebutuhan keluarga
  • 9.
    • Relasi dalam keluarga, kerukunan dalam keluarga terancam keguyubannya. Suami meninggalkan istri, istri meninggalkan suami. Anak-anak menjadi korban perceraian, kalangan muda risau mencari jodoh, cemas akan masa depannya
    • Kehidupan iman dalam keluarga kurang terperhatikan. Doa bersama hilang, misa bersama, ziarah keluarga luntur. Makan bersama tak pernah terjadi.
  • 10.
    • Relasi kasih melemah, kepentingan diri diutamakan. Komunikasi luntur, kehangatan hilang bahkan menjauhkan diri. Perceraian terjadi karena alasan sepele: ekonomi, kembali ke agama awal, masalah agama anak, KDRT, kurang harmonis-tidak ada komunikasi dan kehangatan, perjumpaan jarang. Daya tahan dalam penderitaan / persoalan lemah.
  • 11.
    • Dalam hidup menggereja, setelah BIAK anak-anak Katolik kemana ? Berkarya di luar, sibuk mencari uang, memenuhi kebutuhan hidup, dan bekerja. Kaum muda hadir lagi saat menjelang perkawinan.
    • Gereja diwarnai kaum tua, kader minim, anggota legio, peserta doa lingkungan, ketua lingkungan-anggota DePar tua dan itu-itu saja.
  • 12.
    • Bagaimana sumber daya keluarga dikelola Gereja dan dapat dikembangkan dengan lebih berdaya guna untuk menata kehidupan yang lebih mengarah kepada keluarga yang sejati ?
  • 13.
    • Keluarga disebut Kristiani = terikat dengan pewartaan Kristus. Keluarga sejati bila mencintai dan hidup seturut ajaran Kitab Suci. Dipersatukan dengan Tuhan dan diutus mewartakan cinta kasih antara suami-istri, ortu-anak dan masyarakat.
    • Bagaimana keluarga sejalan dengan panggilan Yesus memenuhi perintah cinta kasih.
  • 14.
    • Yoh 13: 1-20
    • Dalam situasi menjelang sengsara, Yesus mengajak makan bersama, membasuh kaki rasul, memerintahkan perbuatan saling membasuh. Ada kebersamaan, ada teladan, ada anjuran / ajakan, ada relasi sejati saling melayani. Keluarga sejati hendaknya mengasihi dengan tulus, saling melayani / memberdayakan secara kooperatif sehingga sejahtera lahir dan batin.
  • 15.
    • Sir 30: 1-31:11
    • Kesejahteraan keluarga mencakup, kesehatan dan kemakmuran yang memerlukan pengajaran dan disiplin hidup. Penting ada keteladanan yang baik dan berkelanjutan
    • Ams 31: 10-33
    • Disiplin dan pengajaran, merupakan hikmat dan belaskasih dalam keluarga yang sejati
  • 16.
    • Gal 5: 22
    • Keluarga kristiani dan sejati hidup dalam Roh dan menghasilkan buah-buah Roh bagi anggota keluarga.
    • Ams: 4:1-9
    • Pengajaran dan disiplin akan menghadirkan kebahagiaan hidup. Keluarga dalam kesulitan tetap memiliki pengharapan sejati akan Yesus.
  • 17.
    • Ef 5:22-33
    • Paulus menasehatkan pentingnya membangun komunikasi dalam keluarga yg mengungkapkan relasi suami-istri sebagaimana Yesus dan GerejaNya. Bila hubungan kasih kuat, maka akan tetap rukun, sabar dalam kesulitan.
  • 18.
    • Jika keluarga hanyut dalam realita duniawi yang serba tak pasti, Tuhan akan tersingkirkan. Keluarga sejati terbentuk pertama-tama karena sikap Takut Kepada Tuhan, bukan karena harta melimpah.
    • Maka panggilan keluarga Kristiani ialah: membangun hubungan baik dengan Tuhan sumber kehidupan sejati
  • 19.
    • Hidup dalam keterpaduan iman-harapan-kasih. Komunikasi yang terbuka iman-harapan-kasih akan mendorong anggota keluarga menuju kebaikan bersama
    • Keluarga sebagai sekolah utama kepribadian manusia. Tempat utama membangun kasih sejak dini, kasih yang tanpa pamrih. Keluarga menjadi tempat kebersamaan dimana orang saling belajar mengasihi, memperhatikan.
  • 20.
    • Keluarga tempat pendidikan nilai Injili
    • Keluarga tempat hubungan kasih suami-istri, ortu-anak dan sesama
    • Keluarga dalam relasi dengan umat beragama lain dan pemerintahan
    • Keluarga mendidik anak-anak, termasuk pendidikan seksualitas
    • Keluarga tempat pendidikan pengembangan sosial-ekonomi
  • 21.
    • Keluarga menjadi inspirasi persiapan perkawinan dan persemaian benih panggilan
    • Keluarga asal karya amal kasih sosial dalam Gereja dan masyarakat
    • Keluarga tempat pertumbungan iman, doa dan keterlibatan dalam hidup menggereja
  • 22.
    • Masa Puasa 2010, merupakan Masa Syukur atas anugerah hidup dalam keluarga
    • Merenungkan persahabatan keluarga dengan Tuhan ? Pertobatan dalam keluarga, memurnikan keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga / Gereja kecil.
    • Sudahkan keluarga Kristiani menghadirkan Kerajaan Allah ? Saling mencintai, setia, hormat kepada orang tua, tabah dalam penderitaan sehingga diteladan keluarga lain.
  • 23.
    • Solider dengan keluarga lain yang menghadapi masalah ekonomi karena PHK, pengangguran, menyekolahkan satu anak yang kurang mampu / anak asuh ? Solider dengan keluarga lain yang menderita karena sakit, yang belum punya rumah, dengan pasangan-pasangan muda, dengan keluarga yang hampir / sudah bercerai, yang menghadapi KDRT, yang krisis iman, yang tidak punya anak ?
  • 24.
    • Keluarga mengalami kesadaran baru sebagai keluarga Kristiani yang sejati, dimana keluarga memiliki kewajiban untuk:
      • Menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam hidup keluarga: iman-harapan-kasih
      • Menjadikan keluarga sebagai ruang pendidikan pribadi yang beriman, unggul, bertanggungjawab
      • Membangun tata kelola sosial ekonomi keluarga yang adil dan sejahtera
  • 25.
      • Mengembangkan perilaku rela berkorban, suka bekerjasama, ringan tangan, dalam usaha bersama / koperasi, dalam keterlibatan aktif menggereja, aktivitas sosial-kemasyarakatan demi kesejateraan bersama
      • Menjadikan keluarga sebagai ruang bersahabat dan komunikasi bagi ortu dan anak membentuk generasi muda yang berdaya tahan, menghadapi aneka masalah narkoba, menikah di luar Gereja, seks bebas / pranikah dan aneka penyakit sosial
  • 26.
      • Belajar membangun jaringan kerjasama dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat demi kebaikan bersama
      • Menanamkan nilai-nilai, sabar dan tekun dalam persoalan, setia dalam iman, terbuka dengan semua orang, pengorbanan tanpa pamrih, hemat, taat dan takut kepada Tuhan
  • 27.
    • Pemberdayaan keluarga yang sejati akan menghadirkan keluarga Kristiani sejati yang menjadi terang dan garam bagi anggota keluarga dan masyarakat
    • Perilaku sosial generasi masa depan dipengaruhi apa yang diteladankan dan dicontohkan dalam keluarga di masa sekarang
  • 28.
    • Tempat belajar memecahkan persoalan keluarga bersama-sama. Jika ortu bermasalah dibahas bersama, jika anak memilih sekolah dirembug bersama, jika anak hendak menentukan sekolah, memilih jurusan, memiliki pacar, memilih menikah, memilih pekerjaan dan lain-lain
  • 29.
    • Teladan kasih, solidaritas dalam keluarga akan menyuburkan kasih dan solidaritas kelak dalam masyarakat
    • Sehingga lahir keluarga-keluarga baru yang rendah hati, suka menolong, memaafkan, mendorong hidup keluarga yang mengalami kehadiran Tuhan yang murah hati dan selalu memperhatikan umatNya.
  • 30.
    • Semangat KBG
    • Kelurga memecahkan persoalan keluarga, keluarga memecahkan persoalan keluarga lain sebagai komunitas dalam lingkungan, dalam stasi, dalam kelompok terkecilnya
    • Bagaimana agar keluarga berdaya guna bagi komunitas, dalam semangat Pemberdayaan Komunitas Basis.
  • 31.
    • Dengan cara hidup KBG mendukung proses keluarga mencapai kesejatian hidup, karena
      • KBG mendukung keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga. Cara hidup model ideal KBG sehingga KBG menguatkan keluarga-keluarga lain, mendukung keluarga terutama yang sedang dalam persoalan
  • 32.
      • KBG dapat membantu keluarga-keluarga saling berbagi pengalaman dalam menghadapi masalah. Terutama mengatasi persoalan keluarga di KBG: ketidakcocokan atau menurunnya kehangatan suami-istri, pendidikan anak, ekonomi yang morat-marit dsb.
      • KBG menjadi tempat dukungan rohani bagi keluarga, dukungan pendidikan nilai untuk anak-anak / BIAK, mudika. Mereka ditemani dalam menanamkan nilai-nilai cinta, pengorbanan, pelayanan, partisipasi dalam kehidupan dunia.
  • 33.
    • KBG menjadi tempat merenungkan Kitab Suci untuk mendapatkan inspirasi nilai-nilai luhur kehidupan, bekal hidup, keutamaan hidup. Sebagaimana Yesus berbagi pengalaman yang diperolehnya dalam keluarga kepada komunitasnya. Dan Ia membagikan apa yang diperoleh dari komunitasnya untuk keluarganya.
  • 34.
    • Sharing apa yang baik dalam keluarga ? Nilai-nilai yang baik apa yang ditanamkan keluargaku dan masih kuhidupi ?
    • Sharing apa yang kurang baik dalam keluarga ? Nilai-nilai yang belum ditanamkan keluargaku dan sebetulnya penting ?
    • Berkaca kepada keluarga Kristiani yang gagal, kacau dan berantakan ? Mengapa ? Bagaimana seharusnya ?
    • Belajar dari keluarga Kristiani yang ideal, penuh kasih, rela berkorban dan memberi kesaksian kasih ? Mengapa ? Bagaimana bisa demikian ?
  • 35.
    • Mencari referensi dalam Kitab Suci, ajaran Gereja, keutamaan-nilai luhur budaya keluarga.
    • Merancang inspirasi bagi keluarga-keluarga:
      • Doa bersama setiap malam / seminggu sekali
      • Ke Gereja bersama setiap minggu
      • Makan bersama, minimal sehari sekali
      • Rekreasi / rekoleksi / retret keluarga setahun sekali
      • Keluarga / anggota keluarga memiliki tabungan / bergabung dalam CU
  • 36.
      • Anggota-anggota keluarga aktif dalam kegiatan menggereja, ringan tangan membantu, mau terlibat
      • Keluarga memiliki kas sosial / kas tabungan, sebagaimana Pastoran di Keuskupan Surabaya, sejak 1 Juli 2009, stipendium / iura stolae yang menjadi hak imam dibagi-bagi: 35 % untuk dana pastoran (peristiwan keluarga, uang saku, sarana pastoran, service kendaraan, kesehatan dll), 20 % untuk sosial, 15 % untuk solidaritas imam se-Keuskupan, 30 % untuk pengembangan imam diosesan
  • 37.
      • Ada kesempatan sharing / bicara bersama masalah keluarga
      • Anggota keluarga, minimal salah satu aktif dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan
      • Anggota keluarga memiliki sumber pendapatan produktif lain, selain gaji, memiliki kegiatan wirausaha
      • Anggota keluarga membiayai satu anak asuh / keluarga menjadi donatur anak asuh
  • 38.
      • Keluarga menjadi pendamping bagi keluarga muda lain, tetangganya, di lingkungannya / di komunitasnya
      • Keluarga yang mampu membiyai keluarga lain yang kurang mampu ikut ME / TULANG RUSUK atau membiayai orang muda ikut CHOICE
      • Keluarga membantu mencarikan pekerjaan, menyediakan lapangan kerja bagi seorang penganggur
  • 39.
      • Dalam APP 2010, keluarga menyediakan kaleng, tabungan untuk dana aksi puasa pembangunan secara disiplin dan iklas.
  • 40.
    • 1. Pembinaan dan pendampingan yang berjenjang dan berkelanjutan (meliputi pranikah โ€“ pasca nikah )
      • Penjelasan : Mengutamakan peningkatan kuantitas dan kualitas pendamping, menyangkut sumber dan perangkat pembinaan.
  • 41.
    • Alasan:
      • Martabat dan Nilai dari perkawinan dalam keluarga.
      • Memberikan ketrampilan dalam mengurus keluarga.
      • Untuk membangun spiritualitas dalam keluarga.
      • Untuk membentuk habitus baru dalam keluarga.
      • Dunia modern menggeser nilai โ€“ nilai iman di dalam keluarga.
  • 42.
    • Nilai Hidup
      • Kesaksian , adalah kemauan untuk memberi diri dan berkomitmen atas panggilannya sebagai missionaries.
  • 43.
    • Penjelasan
      • Pengembangan kualitas dan kuantitas pendamping bagi calon pasutri dan pasutri: pembinaan dan pendampingan bagi tim pendamping membangun persekutuan murid-murid Kristus yang mau belajar
      • Kesaksian: kemauan untuk memberi diri dan berkomitmen atas panggilannya sebagai murid-murid Kristus yang misioner
  • 44.
    • 2. P emberdayaan Keluarga
    • Alasan:
      • Keluarga mampu mandiri dan dewasa dalam iman.
      • Keluarga merupakan Gereja kecil, tempat penanaman nilai yang utama dan pertama.
      • Keluarga sumber inspirasi iman dan pelayanan.
      • Keluarga merupakan pembentukan keteladanan iman dan Kasih
  • 45.
    • Nilai Hidup
      • Keharmonisan
        • Karena keluarga adalah Eklesia Domestika.
        • Menghadirkan keteladanan keluarga Nazaret
        • Misteri cinta kasih Tuhan dapat dihadirkan dalam keluarga
  • 46.
    • Penjelasan
      • Pemberdayaan Keluarga : membangun keluarga yang mandiri dan dewasa dalam iman, membangun persekutuan para murid Kristus di dalam keluarga (ecclesia domestica), menumbuhkan habitus baru dalam iman, doa, komunikasi dan menggereja
      • Keharmonisan : ke harmonisan adalah kondisi yang akrab, utuh, suci, rukun dan sejahtera.
  • 47.