Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this presentation? Why not share!

Like this? Share it with your network

Share

Lighting

  • 2,579 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,579
On Slideshare
2,461
From Embeds
118
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
77
Comments
0
Likes
0

Embeds 118

http://aloha-materipembelajaranotomoti.blogspot.com 117
http://webcache.googleusercontent.com 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • 1.Umum Penerangan yang digunakan di kendaraan diklasifikasikan berdasarkan tujuannya: untuk penerangan, untuk tanda atau informasi. Contoh, lampu depan digunakan untuk penerangan di malam hari, lampu tanda belok kanan untuk memberitahukan kendaraan lain atau pejalan kaki dan lampu belakang untuk informasi posisi keberadaan mobil. Selain sistem penerangan secara umum, kendaraan dilengkapi dengan berbagai macam fungsi tergantung tempat atau tingkatnya. 2.Sistem penerangan (1)Sistem peringatan lampu belakang Jika lampu belakang, lampu rem dll. mati, pengendara tidak bisa tahu dari tempat duduknya. Sistem peringatan lampu belakang memberitahukan pengendara jika lampu mati dengan menyalakan lampu peringatan di meter kombinasi. Sistem ini dikendalikan oleh sensor dan di pasang di ruang bagasi. Relai lampu mendeteksi adanya lampu mati dengan membandingkan voltase ketika lampu normal dengan ketika rangkaian terbuka. (2)Sistem DRL (Daytime Running Light) Sistem ini, hanya lampu depan saja atau kedua lampu depan dan belakang menyala ketika mesin hidup meskipun di siang hari. Jadi kendaraan lain bisa melihatnya. Beberapa negara telah menetapkan aturan ini secara hukum demi keselamatan. Masa hidup lampu akan pendek jika lampu terus menerus dinyalakan siang hari dalam intensitas yang sama seperti malam hari. Untuk mencegah hal ini, rangkaiannya dirancang supaya intensitas lampu dikurangi ketika sistem DRL beroperasi. ©2003 TOYOTA MOTOR CORPORATION. All right reserved.
  • (3)Sistem buzzer pengingat lampu Lampu depan dan belakang akan tetap hidup walaupun stop kontak pada posisi LOCK, sedangkan kontrol kontak lampu ON. Sistem ini bertujuan untuk menjaga baterai supaya tidak mati ketika pengendara lupa mematikan lampu depan dan belakang. Ketika pintu terbuka dan kunci kontak dalam keadaan LOCK atau posisi ACC atau kunci kontak tidak berada di dalam switch pengapian, sistem ini akan memberitahukan pengendara bahwa lampu masih menyala dengan cara mengeluarkan buzzer atau secara otomatis lampu mati. Sistem yang menggunakan suara buzzer ini dinamakan sistem buzzer pengingat lampu dan sistem yang mematikan lampu secara otomatis dinamakan sistem mati lampu otomatis. (4)Sistem pengontrol lampu otomatis Ketika lampu dinyalakan dalam keadaan gelap, pengendara biasanya mengaktifkan switch kontrol lampu. Pada sistem ini ketika switch kontrol lampu pada posisi AUTO, maka sensor kontrol lampu secara otomatis menangkap area disekeliling lampu dan sistem ini akan menyalakan lampu depan secara otomatis bila gelap. Sensor lampu otomatis ini terletak di sisi atas dari panel instrumen. Ada mobil yang tidak memiliki sensor ini di switch kontrol lampu. Jika begini maka sistem kontrol otomatis lampu dalam posisi OFF. (5)Sistem kontrol ketinggian lampu depan Kemiringan kendaraan bergantung kepada beban (jumlah penumpang atau banyaknya barang). Itulah sebabnya terkadang lampu yang sudah di setel bisa menyorot ke depan sehingga menyilaukan pengemudi yang datang dari arah depan. Dalam sistem ini , bekerjanya kontrol ketinggian lampu depan menyesuaikan sudut vertikal dari lampu depan. Beberapa jenis kendaraan mempunyai sistem yang secara otomatis menyesuaikan dengan ketinggian optimal sudut vertikalnya.
  • (6)Sistem pengosongan lampu besar Pengosongan bohlam lampu depan melepaskan gas xenon, membuat emisi cahaya putih dan penyebarannya yang lebih luas bisa dibandingkan dengan gas halogen. Bohlam lebih tahan lama adalah salah satu karakteristik dari sistem pengosongan lampu besar. (7)Illuminated entry system Saat malam tiba, karena dalam kabin gelap maka akan sulit mencari switch pengapian atau melihat ke lantai kabin. Sistem ini membuat lubang kunci kontak mengeluarkan cahaya kedip atau cahaya dalam interior kabin secara sekilas, sesaat pintu mobil ditutup, untuk memudahkan pengemudi mencari lubang kunci kontak atau sekedar melihat ke lantai. Hal ini bisa berlangsung bila lampu interior dalam posisi DOOR. Sistem penerangan memang bervariasi tergantung modelnya. (8)Sistem pengingat lampu interior Meninggalkan kendaraan dengan lampu interior menyala menyebabkan baterai cepat rusak. Untuk mencegahnya , sistem ini secara otomatis mematikan lampu interior termasuk lampu atas dan lampu kedip silender kunci kontak, setelah periode tertentu, kecuali pintu masih renggang atau terbuka, atau bila kunci kontak berada pada posisi LOCK , atau bila kunci kontak tidak lagi berada di posisi silindernya.
  • Sistem penerangan terdiri dari komponen-komponen berikut: 1. Lampu depan/pengeluaran lampu depan (kontrol lampu ECU untuk pengeluaran lampu depan) (lampu kabut depan) 2. Kombinasi lampu belakang (lampu kabut belakang) 3. Kontrol lampu dan switch kombinasi (switch lampu tanda belok, switch lampu kabut depan/belakang) 4. Lampu tanda belok dan lampu tanda bahaya 5. Switch tanda bahaya 6. Flasher tanda belok 7. Sensor lampu mati 8. Relai gabungan 9. Sensor kontrol lampu otomatis 10. Switch kontrol tingkat lampu jauh 11. Penggerak kontrol tingkat lampu jauh 12. Lampu Interior 13. Switch door courtesy 14. Penerangan kunci kontak
  • 1.Sistem lampu belakang Ada dua tipe sistem lampu belakang: yang langsung tersambung ke switch kontrol lampu dan yang menggunakan relai lampu belakang. (1)Tipe sambungan Pada saat switch kontrol lampu pindah ke posisi TAIL, lampu belakang langsung menyala. (2)Tipe relai lampu belakang Pada saat switch kontrol lampu pindah ke posisi TAIL, arus listrik mengalir ke coil di relai lampu belakang. Relai lampu menyala dan menyalakan lampu belakang. REFERENSI: Beberapa model memiliki sistem lampu belakang dengan menggunakan indikator lampu belakang.
  • 2.Sistem lampu depan Tipe-tipe sistem lampu depan berbeda menurut alat listriknya, seperti relai lampu depan dan relai kombinasi. Umumnya, ketika switch kombinasi pada posisi FLASH, rangkaiannya dirancang untuk menyalakan lampu walau switch kontrol lampu dalam keadaan OFF. (1)Tipe relai lampu depan atau relai kombinasi
  • Lampu dekat (LO-beam) Pada saat switch kontrol pada posisi HEAD (LOW) , lampu depan (dekat) akan menyala
  • Lampu jauh (HI-beam) Pada saat switch kontrol lampu pada posisi HEAD (HIGH) maka lampu jauh menyala dan indikator lampu jauh pada meter kombinasi bergerak.
  • Lampu depan FLASH Pada saat switch kontrol lampu pada posisi FLASH maka lampu jauh akan menyala. REFERENSI: Beberapa model kendaraannya memiliki sistem lampu depan dengan indikator lampu.
  • (2)Tipe dengan relai lampu depan dan tidak dengan relai kombinasi
  • Cara kerja lampu dekat (LO-beam) Pada saat switch kontrol lampu di posisi HEAD (LOW), relai lampu depan menyala dan lampu dekat menyala.
  • Cara kerja lampu jauh (HI-beam) Pada saat switch kontrol lampu di posisi HEAD (HIGH) maka relai lampu depan menyalakan lampu jauh dan indikator lampu jauh pada meter kombinasi menyala. PETUNJUK: Seri tipe koneksi indikator Arus listrik mengalir dari lampu dekat (LO-beam) ke lampu indikator HI-beam dan lampu indikator akan menyala terang. Arus listrik juga mengalir ke lampu dekat tapi karena ketahanannya dan arusnya mengalir lemah maka tidak akan menyala.
  • Cara kerja lampu FLASH Pada saat switch kontrol lampu pada posisi FLASH maka relai lampu depan menyala dan lampu jauh menyala.
  • (3) Tipe relai lampu depan dan relai kombinasi
  • Cara kerja lampu dekat (LO-beam) Pada saat switch kontrol lampu pada posisi HEAD (LOW) maka relai lampu depan akan menyala dan lampu dekat (LO-beam) akan menyala.
  • Cara kerja lampu jauh (HI-beam) Pada saat switch kontrol lampu pada posisi HEAD (HIGH), relai lampu depan dan kombinasi akan menyala dan indikator lampu jauh akan menyala dan meter kombinasi hidup.
  • Cara kerja lampu depan FLASH Pada saat switch kontrol lampu pada posisi FLAS, relai lampu depan dan kombinasi akan menyala dan menyalakan lampu jauh (HI-beam).
  • 1.Cara kerja lampu tanda belok Pada saat switch tanda belok berjalan, flasher tanda belok akan menyalakan lampu tanda belok kiri atau kanan. Supaya pengendara menyadari ini maka selama lampu menyala, buzzer juga akan berbunyi.
  • Sisi kiri Pada saat switch tanda belok di posisi kiri, kondisi antara terminal EL dari flasher lampu tanda belok dan massa akan berkelanjutan. Arus listrik mengalir ke terminal LL dan lampu tanda belok akan menyala.
  • Sisi kanan Pada saat switch tanda belok di posisi kanan, kondisi antara terminal ER dari flasher tanda belok dan massa akan berkelanjutan. Arus listrik akan mengalir ke terminal LR dan menyalakan lampu tanda belok kanan. PETUNJUK: Jika lampu tanda belok mati, sejumlah arus listrik akan menurun. Penerangan jadi lebih cepat sebagai tanda kepada pengendara.
  • 2. Cara kerja lampu tanda bahaya Pada saat switch lampu tanda bahaya di posisi ON, kondisi antara terminal EHW dari flasher tanda belok dan massa akan berkelanjutan. Arus listrik mengalir ke terminal LL dan LR, keduanya akan menyalakan lampu tanda belok.
  • 1. Cara kerja lampu kabut depan Lampu kabut depan bekerja jika switch kontrol lampu pada posisi TAIL atau Head. Ketika switch lampu kabut depan pada posisi ON, relai lampu kabut depan akan beroperasi dan menyalakan lampu kabut depan.
  • 2. Cara kerja lampu kabut belakang Lampu kabut belakang bekerja jika switch kontrol lampu pada posisi TAIL atau Head seperti pada lampu kabut depan. Switch lampu kabut belakang bekerja pada saat switch bergerak satu takikan dari posisi ON switch lampu kabut depan. PETUNJUK: Konstruksi lampu kabut belakang mencegah pengendara dari kelalaian mematikan lampu. Ketika switch kontrol lampu di posisi OFF sementara lampu kabut belakang dalam posisi menyala (ON), maka secara otomatis lampu kabut belakang akan mati. Ketika ini terjadi lampu kabut belakang akan tetap mati meskipun switch kontrol kembali ke posisi HEAD. Fungsi ini dikontrol secara mekanik atau llistrik, tergantung dari modelnya. Rangkaian di sebelah kanan dikontrol secara mekanik.
  • 1. Lampu rem dan rangkaian terbuka lampu rem atas (Hi-mounted) Lampu rem dan rangkaian terbuka lampu rem atas (Hi-mounted) bekerja dengan normal, voltase komparator berkisar antara 1 dan 2 di posisi positif. Ketika lampu menyala dibawah standar, input voltase ada di posisi negatif. Karena itu, komparator 1 dan 2 menghasilkan "O". Karena itu, Tr tetap pada kondisi masuk dan diluar, dan lampu peringatan belakang mati. Jadi, jika hanya satu rangkaian lampu terbuka, voltase komparator positif naik dan menjadi lebih besar daripada voltase input standar di sisi negatif. Komparator 1 dan 2 menghasilkan "1" ke OR gerbang OR1. OR1 mengeluarkan "1" ke rangkaian tunda. Rangkaian tunda ini menyalakan Tr setelah 0.3 - 0.5 detik. Hal ini menyebabkan lampu peringatan belakang menyala pada meter kombinasi. Rangkaian tunda bekerja sampai switch kontaknya mati. Oleh karena itu lampu peringatan tetap hidup.
  • 2. Rangkaian terbuka lampu belakang Sama seperti rangkaian lampu rem, ketika rangkaian lampu belakang terbuka, komparator 3 menyatakan bahwa ada perubahan voltase sehingga mengeluarkan "1" ke OR2. Sebuah sinyal di transmisikan dari OR2 ke sirkuit tunda ke Tr. Menyebabkan lampu peringatan belakang menyala.
  • 1.Garis Besar DRL (Daytime Running Light) system adalah sitem yang menyalakan lampu pada siang hari ketika mobil berjalan, biasanya karena hari tiba-tiba gelap atau berkabut. Hal ini menjadikan bohlam lampu besar menyala sepanjang waktu yang bisa menyebabkan masa pakai bohlam menjadi pendek. Untuk mencegah hal ini sistem sirkuit akan mengurangi intensitas cahaya dari lampu besar, bila DRL berfungsi. Ada tiga tipe sirkuit untuk bisa dipakai dalam sistem ini. (1) Tipe dimana pengurangan intensitas cahaya dilakukan oleh DRL resistor Intensitas cahaya berkurang lewat resistor DRL pada saat sistem ini beroperasi.
  • (2) Tipe di mana pengurangan intensitas cahaya dikurangi lewat hubungan seri pada lampu besar. Intensitas cahaya dikurangi dengan mengalirnya arus ke hubungan seri lampu depan kiri dan kanan saat DRL beroperasi.
  • (3) Tipe dimana pengurangan intensitas cahaya dikontrol oleh relay utama DRL. Intensaits cahaya berkurang dari kontrol sirkuit di relay utama DRL pada saat sistem DEL beroperasi. PETUNJUK: DRL beroperasi saat mesin hidup dan saat rem parkir bebas . Untuk men set keadaan ini, dipakai masukan sinyal dari atletrnator atau saklar rem parkir. Beberapa model tidak memakai sinyal rem parkir. Pada beberapa model lampu belakang menyala pada saatr yang sama.
  • Keterangan ini berdasarkan tipe DRL resistor.
  • 2.Pengoperasian (1) Bila mesin dihidupkan dan tuas rem parkir dibebaskan, relay utama DRL menghidupkan lampu depan. Bila switch kontrol lampu berada pada posisi OFF atau TAIL dan switch dim berada pada poisisi LOW , relay DRL memutus arus dan berpindah ke DRL resistor. Hasilnya nyala lampu depan berkurang intensitasnya hingga 80-85%.
  • (2) Bila switch kontrol lampu dipindahkan ke posisi HEAD, maka relay DRL No 2 menyala dan arus mengalir ke lampu depan tanpa melalui resistor DRL. Lampu depan menyala dengan normal. Relay DRL No 2 menyala meskipun switch dim sedang dalam posisi HIGH atau FLASH . Maka lampu depan tetap menyala secara normal.
  • 1.Sistem operasi buzzer pengingat lampu Switch kontrol lampu di posisi TAIL atau HEAD. Switch pengapian di posisi ACC atau LOCK. Pintu pengemudi terbuka Bila kondisi di atas memuaskan, arus berhenti mengalir ke terminal A dari meter kombinasi. Dan switch lampu pintu pengemudi pindah ke posisi ON, keadaan terminal B dan massa berlangsung terus. Bila ini terjadi, maka ECU dalam meter kombinasi menyalakan Tr. Arus mengalir antara terminal C dan D dari meter kombinasi dan buzzer berbunyi. Setelah buzzer pengingat lampu diaktifkan, ia bisa dimatikan dan buzzer dimatikan dengan memindahkan switch kontrol lampu ke posisi OFF dan switch pengapian ke posisi ON. PETUNJUK: Pada model yang dilengkapi dengan sistem pengingat kunci, karena difungsikan dengan azas prioritas, bila pintu pengemudi dibuka dengan memasukkan kunci ke silinder kunci kontak, maka buzzer pengingat kunci berbunyi.
  • 2.Sistem operasi pemadaman lampu secara otomatis. Dengan lampu belakang atau lampu depan menyala ( switch pengapian dalam posisi ON, switch kontrol lampu di posisi TAIL atau HEAD), bila switch pengapian dipindahkan dari posisi ON ke posisi ACC atau posisi LOCK dan pintu pengemudi dibuka, arus berhenti mengalir ke terminal A dalam relay gabungan. Switch lampu pintu pengemudi kembali ke ON dan keadaan arus pada terminal B dan massa terus berlangsung. Pada keadaan ini IC di dalam relay gabungan mematikan Tr1 dan Tr2. Arus berhenti mengalir antara terminal C dan D, antara terminal R dan F dan lampu belakang dan depan mati secara otomatis. Setelah sistem pemadaman lampu secara otomatis diaktifkan, maka lampu belakang dan lampu depan dapat menyala kembali dengan memindahkan switch pengapian ke posisi ON, bila switch kontrol lampu dalam posisi TAIL dan HEAD.
  • 1.Garis Besar Bila sensor kontrol lampu otomatis mendeteksi tingkat pancaran cahaya sementara switch kontrol lampu pada posisi AUTO (atau OFF pada model tanpa posisi AUTO), maka ini akan mengalirkan sinyal ke unit kontrol lampu, yang mematikan lampu belakang dan kemudian lampu depan, tergantung kepada cahaya sekelilingnya. Sistem ini juga berfungsi menghidupkan lampu belakang tetapi tidak lampu depan, dalam kasus terjadi kegelapan tiba-tiba, seperti ketika kendataan masuk terowongan di bawah jembatan atau di bawah pepohonan di mana sekelilingnya masih terang namun bila dalam beberapa saat bertambah gelap, maka lampu depan akan segera menyala. Ada berapa tipe tergantung modelnya, seperti tipe yang menyatukan sensor lampu kontrol otomatis dan lampu kontrol dalam satu unit, atau tipe lampu depan dan belakang menyala pada saat yang sama.
  • 2.Pengoperasian Bila sensor kontrol lampu otomatis mendeteksi area di sekeliling cahaya, maka ia mengeluarkan sinyal ke terminal A dari unit kontrol lampu. Bila unit kontrol lampu memutuskan ada penurunanan cahaya terjadi di area sekeliling, maka relay lampu depan dan belakang memerintahkan menyalakannya. Bila unit kontrol lampu memutuskan adanya peningkatan cahaya di area sekeliling, maka lampu depan dan belakang akan mati.
  • 1.Konstruksi (1) Switch kontrol lampu depan Pengemudi bisa menyesuaikan ketinggian lampu depan ke atas atau ke bawah dengan memutar knob. Variabel resistor A di switch mengeluarkan sejumlah arus sesuai dengan proporsinya ke posisi yang sesuai dengan putaran knob. (2) Aktuator pengontrol ketinggian daya sorot lampu besar Aktuator memutar motor searah jarum jam, atau arah sebaliknya, dan memindahkan berkas cahaya yang keluar sesuai dengan beroperasinya kontrol lampu depan. Memindahkan sorot lampu depan ke atas atau ke bawah. Aktuator dilengkapi dengan potensiometer. Sinyal meneruskan ke IC internal menurut posisi aktuator.
  • 2. Pengoperasian Sejumlah arus yang proporsional untuk posisi switch kontrol lampu depan keluar dari IC. IC yang berada di kiri kanan aktuator menggerakkan motor sesuai dengan jumlah arus dari switch. IC di aktuator secara berkesinambungan mendeteksi posisi dan ketinggian lampu depan dengan menerjemahkan ke potensiometer dan mengontrol jalannya motor. Ini memungkinkan aktuator mendeteksi posisi ketinggian lampu depan sesuai dengan arus dari switch.
  • 1. Pengoperasian illuminated entry system Bila tidak ada kunci di silinder kunci kontak Bila semua pintu tertutup setelah salah satu pintu terbuka . Bila keadaan itu terjadi, sinyal peringatan pintu tidak terkunci masuk ke terminal . Switch courtessy on/off yang memberi sinyal ke terminal B masuk ke IC di dalam relay secarav bersamaan. Sesuai dengan sinyal ini, IC mengaktifkan timer. Tr meneruskan untuk memberi peringatan dalam 15 detik. Meski semua pintu telah tertutup, arus masih mengalir dari terminal C dalam 15 detik, maka lampu interior dan penerangan kunci kontak masih menyala selama waktu itu. Bila sistem berjalan baik, lampu akan menyala dalam 15 detik. Selama timer bekerja, bila switch pengapian dihidupkan dan semua pintu tertutup maka lampu-lampu tersebut akan segera mati. Beberapa model mempunyai lampu yang matinya secara pelan-pelan. Lamanya waktu untuk mati lampu tersebut berbeda untuk setiap model.
  • 2. Pengoperasian sistem pengingat lampu interior Seperti dalam illuminated entry system, bila relai bersama-sama dari sistem pengingat lampu interior menerima sinyal peringatan membuka dan sinyal switch courtesy, maka srkuit timer hidup. Setiap lampu akan menyala selama 20 menit dan kemudian mati. Lamanya waktu lampu menyala ini bisa berbeda pada model yang lain.
  • 1.Konstruksi Tube arc mengandung gas xenon, mercury, dan metal halide salt ( logam yang berunsur halogen dan elemen lain). Bila tegangan tinggi masuk diantara elektroda dan mendesak elektron, maka metal atom akan saling bertabrakan dan melepaskan energi cahaya yang akan menghidupkan bohlam.
  • 2.Pengoperasian (1) Sistem ini melepaskan tegangan tinggi sekitar 20.000 V diantara dua sisi elektroda, membuat gas xenon memancarkan cahaya. (2) Sesuai dengan peningkatan temperatur di dalam bohlam, merkuri menguap dan melepaskan bunga api. (3) Bila temperatur di dalam bohlam meningkat, metal halide salt di dalam mercuri yang memancarkan bunga api sehingga menguap dan terpisah dan metal atom melepaskan cahaya. (4) Cahaya yang dilepaskan akan stabil karena dikontrol oleh light control ECU
  • 3.Light control ECU (ECU untuk discharge headlight) Light control ECU adalah alat kontrol elektronik untuk menyalakan bohlam discharge headlight (lampu tembak). Terletak di bawah kanan dan kiri discharge headlight. Itu menunjukkan kontrol yang optimum kepada arus yang masuk ke bohlam untuk menjamin intensitas cahaya dari bohlam agar stabil dan terus berlangsung. Dilengkapi dengan pencegah tegangan yang terlampau tinggi. Output terminal dari light control ECU menimbulkan bahaya besar karena tingginya tegangan, jadi tangani dengan sangat hati-hati. Untuk mencegah bahaya, label peringatan ditempelkan pada sisi lampu dan light control ECU. PERINGATAN: Kaca dan elektroda bohlam discharge headlight menimbulkan bahaya dengan tegangan sekitar 20.000 V. Jadi jangan menyentuhnya. Nyalakan lampu hanya setelah bola lampu terpasang dengan benar. Jangan menggunakan sumber tenaga kecuali dari kendaraan itu sendiri. Bila mengganti bohlam, yakinkan untuk mengikuti prosedur di Pedoman Reparasi. 4.Fungsi Fail-safe Light control ECU menetapkan adanya gangguan dan mengaktifkan fungsi fail safe dengan syarat -syarat sebagai berikut: (1) Mendeteksi adanya gangguan input Bila masukan tegangan di luar kewajaran ( 9-16 v), maka fungsi fail safe akan mematikan discharge headlight. Bila hal tersebut terjadi maka discharge headlight segera hidup kembali setelah tegangan kembali ke normal. (2) Mendeteksi adanya gangguan pada output Apabila ada gangguan pada output tegangan, pada saat discharge headlight hidup, fungsi fail safe akan segera mematikan lampu. Bila hal itu terjadi, maka ECU tidak bisa menentukan, meskipun gangguan itu ada pada gangguan output tegangan. Setelah memeriksa gangguan di sekring dan sistem wire harness, ganti bohlam discharge headlight. Bila masalah belum teratasi, ganti light control ECU. (3) Mendeteksi gangguan pada bohlam Bila tidak ada bohlam discharge headlight di dalam soket bohlam lampu besar, maka bohlam yang terbuka terdteksi. Fungsi fail-safe akan menghentikan pembangkitan tegangan tinggi. Bila hal ini terjadi, putar switch pengapian ke posisi off dan pasang bohlam. Hal ini akan membebaskan fungsi fail-safe.

Transcript

  • 1. Garis Besar
      • Garis Besar
    (1/ 3 )‏ Light failure sensor Light failure sensor 2. Sistem penerangan
  • 2. Garis Besar
    • Garis Besar
    (2/ 3 )‏
  • 3. (3/ 3 )‏ Garis Besar Garis Besar Halogen Discharge
  • 4. (1/ 1 )‏ Komponen Lokasi 1.Headlight 11.Headlight beam level control actuator 4.Turn signal and hazard warning light 12.Interior light 2.Rear combination light 7.Light failure sensor 5.Hazard warning switch 14.Ignition key illumination 3.Light control and dimmer switch 10.Headlight beam level control switch 6.Turn signal flasher 8.Integration relay 9.Automatic light control sensor 13.Door courtesy switch
  • 5. (1/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang Directly connected type Light control switch Taillights Taillight relay Light control switch Taillights Taillight relay type 1. Sistem lampu belakang
  • 6. (1/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang Directly connected type Light control switch Taillights Taillight relay Taillights Light control switch Taillight relay type
  • 7. (2/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang Combination switch Combination meter HI-beam indicator Light control switch Dimmer switch 2. Sistem lampu besar (1) Tipe dengan headlight relay atau dimmer relay
  • 8. (2/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang LO-beam Light control switch Dimmer switch Combination meter HI-beam indicator Combination switch Lampu besar (LO-beam)‏
  • 9. (2/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang HI-beam Light control switch Dimmer switch Combination meter HI-beam indicator Combination switch Lampu besar (HI-beam)‏
  • 10. (2/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang FLASH Light control switch Dimmer switch Combination meter HI-beam indicator Combination switch Lampu besar FLASH
  • 11. (3/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang Headlight relay Headlights HI-beam indicator light (in Combination meter)‏ Light control switch Dimmer switch Combination switch (2) Tipe dengan headlight relay tetapi tanpa dimmer relay
  • 12. (3/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang LO-beam Headlight relay Headlights HI-beam indicator light (in Combination meter)‏ Light control switch Dimmer switch Combination switch Cara kerja lampu besar (LO-beam)‏
  • 13. (3/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang HI-beam Headlight relay Headlights HI-beam indicator light (in Combination meter)‏ Light control switch Dimmer switch Combination switch Cara kerja lampu besar (HI-beam)‏
  • 14. (3/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang FLASH Headlight relay Headlights HI-beam indicator light (in Combination meter)‏ Light control switch Dimmer switch Combination switch Cara kerja lampu besar FLASH
  • 15. (4/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang Headlight relay Dimmer relay Combination switch Light control switch Dimmer switch HI-beam indicator light (in combination meter)‏ Headlights (3) Tipe dengan headlight relay dan dimmer relay
  • 16. (4/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang LO-beam Headlight relay Dimmer relay Headlights HI-beam indicator light (in combination meter)‏ Light control switch Dimmer switch Combination switch Cara kerja lampu besar (LO-beam)‏
  • 17. (4/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang HI-beam Headlight relay Dimmer relay Headlights HI-beam indicator light (in combination meter)‏ Light control switch Combination switch Dimmer switch Cara kerja lampu besar (HI-beam)‏
  • 18. (4/ 4 )‏ Lampu Besar dan Lampu Belakang Sistem Lampu Besar dan Lampu Belakang FLASH Headlight relay Dimmer relay Headlights HI-beam indicator light (in combination meter)‏ Combination switch Light control switch Dimmer switch Cara kerja lampu besar FLASH
  • 19. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Tanda Belok dan Sistem Peringatan Tanda Bahaya Ignition switch Turn signal flasher Rear turn signal lights Front turn signal lights Combination meter (Turn signal indicator)‏ Hazard warning switch Turn signal switch Turn 1. Cara kerja lampu tanda belok
  • 20. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Tanda Belok dan Sistem Peringatan Tanda Bahaya Left side turn signal light Ignition switch Turn signal flasher Rear turn signal lights Front turn signal lights Combination meter (Turn signal indicator)‏ Hazard warning switch Turn signal switch Turn Sisi kiri
  • 21. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Tanda Belok dan Sistem Peringatan Tanda Bahaya Right side turn signal light Ignition switch Turn signal flasher Rear turn signal lights Front turn signal lights Combination meter (Turn signal indicator)‏ Turn signal switch Hazard warning switch Turn Sisi kanan
  • 22. Lampu-Lampu Lain
    • Tanda Belok dan Sistem Peringatan Tanda Bahaya
    (1/ 1 )‏ Hazard warning light Ignition switch Turn signal flasher Rear turn signal lights Front turn signal lights Combination meter (Turn signal indicator)‏ Hazard warning switch Turn signal switch Turn 2. Cara kerja lampu tanda bahaya
  • 23. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Kabut Depan dan Belakang Front fog light relay Fog light indicator lights (in combination meter)‏ Front fog lights Rear fog lights Light control switch Fog light switch Combination switch
  • 24. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Kabut Depan dan Belakang Front fog light Front fog light relay Front fog lights Rear fog lights Combination switch Light control switch Fog light switch Fog light indicator lights (in combination meter)‏ 1. Cara kerja lampu kabut depan
  • 25. (1/1)‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Kabut Depan dan Belakang Rear fog light Front fog light relay Front fog lights Rear fog lights Combination switch Light control switch Fog light switch Fog light indicator lights (in combination meter)‏ 2. Cara kerja lampu kabut belakang
  • 26. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Peringatan Lampu Belakang Taillight relay to Light control switch Rear light warning light (in combination meter)‏ to Alternator Comparator3 Delay / holding circuit Taillights Comparator1 Comparator2 Stop lights High-mounted stop light Light failure sensor Stop light switch
  • 27. (1/1)‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Peringatan Lampu Belakang Stop light Taillight relay to Light control switch Rear light warning light (in combination meter)‏ to Alternator Comparator3 Taillights Delay / holding circuit Comparator1 Comparator2 Stop lights High-mounted stop light Light failure sensor Stop light switch 1. Lampu rem dan rangkaian terbuka lampu rem atas (Hi-mounted)‏
  • 28. (1/1)‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Peringatan Lampu Belakang Hi-mounted stop light Taillight relay to Light control switch Stop light switch Rear light warning light (in combination meter)‏ to Alternator Comparator3 Taillights Delay / holding circuit Comparator1 Comparator2 Stop lights High-mounted stop light Light failure sensor
  • 29. (1/1)‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Peringatan Lampu Belakang Taillight Taillight relay to Light control switch Rear light warning light (in combination meter)‏ to Alternator Comparator3 Taillights Delay / holding circuit Comparator1 Comparator2 Stop lights High-mounted stop light Light failure sensor 2. Rangkaian terbuka lampu belakang
  • 30. (1/2)‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Pengendaraan Siang Hari Headlight relay Dimmer relay Headlights DRL resistor DRL No.2 relay Light control switch Parking brake switch Alternator Daytime running light main relay 1. Garis Besar (1) Tipe dimana pengurangan intensitas cahaya dilakukan oleh DRL resistor
  • 31. (1/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Pengendaraan Siang Hari (2) Tipe di mana pengurangan intensitas cahaya dikurangi lewat hubungan seri pada lampu besar DRL No.2 relay Headlight relay Headlights Headlights DRL No.3 relay DRL No.4 relay Alternator Parking brake switch Daytime running light main relay
  • 32. (1/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Pengendaraan Siang Hari Ignition switch Integration relay (DRL main relay)‏ Headlight relay Dimmer Relay Headlights Parking brake switch Alternator (3) Tipe dimana pengurangan intensitas cahaya dikontrol oleh relay utama DRL
  • 33. (2/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Pengendaraan Siang Hari Headlight relay Dimmer relay Headlights DRL No.2 relay DRL resistor Daytime running light main relay Light control switch Parking brake switch Alternator
  • 34. (2/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Pengendaraan Siang Hari Headlight relay Dimmer relay Headlights DRL resistor DRL No.2 relay Light control switch Parking brake switch Alternator Daytime running light main relay 2. Pengoperasian
  • 35. (2/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Lampu Pengendaraan Siang Hari Headlight relay Dimmer relay Headlights DRL resistor DRL No.2 relay Light control switch Parking brake switch Alternator Daytime running light main relay
  • 36. (1/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Buzzer Pengingat Lampu/Sistem Light Auto Turn-Off Ignition switch Light control switch Combination switch Buzzer Key unlock warning switch Driver door courtesy switch Combination meter
  • 37. (1/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Buzzer Pengingat Lampu/Sistem Light Auto Turn-Off Light reminder buzzer system Ignition switch Combination meter Light control switch Combination switch Buzzer Key unlock warning switch Driver door courtesy switch 1. Sistem operasi buzzer pengingat lampu
  • 38. (2/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Buzzer Pengingat Lampu/Sistem Light Auto Turn-Off Ignition switch Headlight relay Headlights Integration relay Driver door courtesy switch Light control switch Light control switch Taillights Taillight relay
  • 39. Lampu-Lampu Lain
    • Sistem Buzzer Pengingat Lampu/Sistem Light Auto Turn-Off
    (2/ 2 )‏ Light auto turn-off system Ignition switch Headlight relay Headlights Integration relay Driver door courtesy switch Light control switch Light control switch Taillights Taillight relay 2. Sistem operasi pemadaman lampu secara otomatis
  • 40. Lampu-Lampu Lain
    • Sistem Kontrol Lampu Otomatis
    (1/ 2 )‏ Automatic light control sensor 1. Garis Besar
  • 41. Lampu-Lampu Lain
    • Sistem Kontrol Lampu Otomatis
    (2/ 2 )‏ Light control unit Ignition switch Taillight relay Taillights Headlight relay Headlights Light control switch Dimmer switch Automatic light control sensor
  • 42. Lampu-Lampu Lain
    • Sistem Kontrol Lampu Otomatis
    (2/ 2 )‏ Automatic light control system Light control unit Ignition switch Taillight relay Taillights Light control switch Dimmer switch Automatic light control sensor Headlight relay Headlights 2. Pengoperasian
  • 43. Lampu-Lampu Lain
    • Sistem Kontrol Headlight Beam Level
    (1/ 1 )‏ Dial knob Knob position Headlight beam level control actuator Output shaft Motor IC 1. Konstruksi Current
  • 44. Lampu-Lampu Lain
    • Sistem Kontrol Headlight Beam Level
    (1/ 1 )‏ Headlights Actuator (RH)‏ Actuator (LH)‏ Headlight beam level control switch Taillights 2. Pengoperasian
  • 45. Lampu-Lampu Lain
    • Illuminated Entry System/Sistem Lampu Interior
    (1/ 1 )‏ 1. Pengoperasian illuminated entry system 1. Illuminated entry system Integration relay Ignition key illumination Door Interior light Key unlock warning switch Door lock detection switches Courtesy switches
  • 46. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Illuminated Entry System/Sistem Lampu Interior 1. Illuminated entry system (Immediately after the door is closed)‏ Integration relay Ignition key illumination Door Interior light Key unlock warning switch Door lock detection switches Courtesy switches
  • 47. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Illuminated Entry System/Sistem Lampu Interior 1. Illuminated entry system (15 seconds have passed)‏ Integration relay Ignition key illumination Door Interior light Key unlock warning switch Door lock detection switches Courtesy switches
  • 48. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Illuminated Entry System/Sistem Lampu Interior 2. Pengoperasian sistem pengingat lampu interior 2. Interior light reminder system Integration relay Ignition key illumination Door Interior light Key unlock warning switch Door lock detection switches Courtesy switches
  • 49. 2. Interior light reminder system (Immediately after the key is removed from the key cylinder)‏ Integration relay Ignition key illumination Door Interior light Key unlock warning switch Door lock detection switches Courtesy switches (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Illuminated Entry System/Sistem Lampu Interior
  • 50. (1/ 1 )‏ Lampu-Lampu Lain Illuminated Entry System/Sistem Lampu Interior 2. Interior light reminder system (20 minutes have passed)‏ Integration relay Ignition key illumination Door Interior light Key unlock warning switch Door lock detection switches Courtesy switches
  • 51. (1/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Discharge Headlight Headlight relay Headlight HIGH LH Light control ECU Discharge headlight assembly Light control switch Dimmer switch Combination switch Headlight HIGH RH 1. Konstruksi
  • 52. (1/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Discharge Headlight Discharge headlight ON Headlight relay Headlight HIGH LH Headlight HIGH RH Light control ECU Discharge headlight assembly Light control switch Dimmer switch Combination switch 2. Pengoperasian
  • 53. (2/ 2 )‏ Lampu-Lampu Lain Sistem Discharge Headlight Discharge headlight bulb Light control ECU Light control ECU MAX 20,000V 3. Light control ECU (ECU for discharge headlight) 4. Fail-safe function