Social Media Ethics Paper Review

317 views
212 views

Published on

Published in: Social Media
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
317
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Social Media Ethics Paper Review

  1. 1. Alpen Prima Yaputra (1222402644) Faruk Ulum (1222403022) William (1222402865)
  2. 2.  LET’S BE CAUTIOUS FRIENDS: THE ETHICAL IMPLICATIONS OF SOCIAL NETWORKING FOR MEMBERS OF THE JUDICIARY  Pengaruh social media terhadap profesionalisme pekerjaan, terutama di bidang hukum sebagai seorang hakim  Beberapa Negara bagian di Amerika Serikat melarang hakim berteman dengan jaksa penuntut atau pengacara.  Beberapa Negara bagian lainnya di Amerika Serikat memperbolehkan pertemanan dengan jaksa penuntut atau pengacara.
  3. 3.  Netralitas seorang hakim dalam mengambil keputusan  Status Update, mengirimkan pesan, dan membuat pertemanan  Melakukan posting gambar atau mengomentari gambar yang diunggah  Melakukan riset untuk mendapatkan informasi
  4. 4.  Seorang hakim harus tetap dapat menggunakan social media  Kehati-hatian dalam menggunakan social media harus diutamakan  Social media tidak boleh mempengaruhi profesionalisme hakim  Tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan sebagai hakim dalam social media
  5. 5.  Standar penggunaan social media masih diperdebatkan antar Negara bagian yang masih belum memiliki aturan jelas.  Bila sudah “berteman” dengan pengacara atau jaksa penuntut, maka harus menggunakan pengaturan privasi yang baik.  Tidak boleh mengirimkan pesan atau berkomentar mengenai proses hukum yang sedang berjalan.  Tidak boleh “berteman” dengan jaksa atau pengacara yang diperkirakan akan atau memang akan menangani proses hukum.
  6. 6. Hubungan antara etika, media baru, dan jejaring sosial Vol 2, Issue 1, pp 1-4 2009 Mahmoud Eid University of Ottawa, Canada Stephen J.A. Ward University of Wisconsin-Madison, US
  7. 7.  Jejaring Social berkembang sangat pesat dalam 2 decade terakhir.  Jejaring social seperti social media, Wikipedia, blog, situs video dan situs berbagi lainnya.  Social media memungkinakn manusia berinteraksi, berkomunikasi, berbagi minat dan kegiatan, informasi dan berita.
  8. 8.  Karena kebebasan dan keterbukaan manusia dalam mengemukakan pendapat, social media mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan.  Selain informasi positif, social media memberikan pengaruh terhadap isu negative seperti isu politik, kasus bunuh diri, kejahatan cyber, pelanggaran privasi, dsb.
  9. 9.  Media traditional punya etika dalam jurnalis atau penulisan berita sedangkan social media tidak mempunyai etika yang tetap dalam kebebasan mengemukakan pendapat dan informasi.  Isu yang sama : etika social, etika tekno, teori sistem social, jurnalis, kebijakan media, copyright, dsb  Perlunya etika untuk media baik offline (traditional) maupun online (social media)
  10. 10.  Kualitas dan kredibilitas informasi yang sampai pada masyarakat  Masyarakat lebih percaya informasi yang tersebar via internet tanpa mengetahui kebenarannya  Informasi penyampaian yang cepat menimbulkan mis-persepsi dan mis-interpretasi fakta  Akurasi informasi aspirasi public  Jurnalisme Online Mengesampingkan Etika dan Kode Etik Jurnalisme
  11. 11.  Kode Etik selaras Antara media offline dan media online  Akurasi informasi dan penulisan berita yang baik  Memperhatikan etika menyangkut reputasi seseorang  Tidak menulis berita menyesatkan memutar balik fakta, bersifat fitnah, cabul serta sensional
  12. 12.  Ethical and Responsible Use of Social Media Technologies  Etika standar yang digunakan oleh organisasi Nurses Association of New Brunswick- Scotland
  13. 13.  Sosial media adalah alat untuk berkomunikasi  Sosial media merubah masyarakat bagaimana berkomunikasi & bekerja, bagaimana relasi dibentuk, dan bagaimana masyarakat komplain, merayakan dan membuat.  “sebuah kumpulan aplikasi-aplikasi berbasis internet dan teknologi yang membuat user mendapatkan percakapan realtime dengan teman atau tetangga secara virtual dari seluruh dunia”—The Canadian Nurses Association (2012)
  14. 14.  Tidak mengatur sosial media itu sendiri  Mengatur praktek dari perawat tersertifikasi didalam lingkungan sosial media  Sosial media meningkatkan sharing detil pekerjaan perawat (pengetahuan)
  15. 15.  Memelihara hubungan sosial dan profesional  Meningkatkan komunikasi client dalam hal memberikan perhatian secara berkala  Alat pembelajaran bagi siswa perawat maupun pendidiknya  Menyebarkan pesan sosial  Berkolaborasi dalam suatu proyek
  16. 16.  Membuka privasi dan kerahasiaan  Sharing informasi yang tidak seharusnya  Pelanggaran wilayah profesional  Kepercayaan publik terhadap perawat yang tersertifikasi dapat dikompromikan
  17. 17.  Confidentiality (kerahasiaan) kewajiban untuk menjaga informasi secara rahasia  Privacy hak dari individu untuk menentukan bagaimana, dengan siapa dan untuk apa tujuan dari informasi personal di share  Confidentiality berhubungan dengan privacy tapi berbeda konsep  The Code of Ethics for Registered Nurses  Para perawat tersertifikasi memegang sebuah standar kerahasiaan yang mengacu penghormatan terhadap informasi klien  Etika harus dijaga terutama di dalam pikiran seluruh perawat tersertifikasi dalam berbagai bentuk komunikasi  Sharing informasi kesehatan personal klien yang tidak tepat merupakan pelanggaran terhadap The Standards for Practice of Registered Nurses
  18. 18. Mebangun kompetensi sosial media secara mandiri, mengetahui teknologi; memiliki kemampuan dan penilaian untuk menggunakannnya secara benar dan beretika Mengetahui etika dan kewajiban legalitas untuk mengelola privasi klien dan kerahasaiaannya dalam setiap waktu Tidak mengidentifikasi klien dengan nama atau mempublikasikan informasi yang akan mengarahkan identifikasi terhadap klien.
  19. 19.  Memastikan kebijakan sosial media konsisten dengan nilai-nilai organisasi, relevan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan kompleksitasnya dari era globalisasi ini.  Menentukan keadaan dimana penggunaan komputer, kamera maupun peralatan elektronik diperbolehkan.  Memastikan informasi personal klien yang dikirimkan melalui email adalah terenskripsi dan aman
  20. 20.  Mengajarkan siswa mengenai penggunaan sosial media profesional dan personal yang benar secara dini dalam program serta menyertakan informasinya dalam keseluruhan kurikulum, terutama selama diskusi yang menyangkut profesionalisme, privasi dan kerahasiaan.  Turut serta dalam diskusi-diskusi siswa mengenai etika penggunaan alat-alat media. Siswa harus mengerti bahwa mereka bertanggung jawab untuk apa yang mereka posting dalam berbagai platform sosmed.  Berperan sebagai panutan

×