Bab 9 agama kelas 8 (memahami sejarah nabi muhammad)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Bab 9 agama kelas 8 (memahami sejarah nabi muhammad)

on

  • 2,631 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,631
Views on SlideShare
2,596
Embed Views
35

Actions

Likes
0
Downloads
23
Comments
0

1 Embed 35

http://andimuslim.wordpress.com 35

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Bab 9 agama kelas 8 (memahami sejarah nabi muhammad) Bab 9 agama kelas 8 (memahami sejarah nabi muhammad) Presentation Transcript

  • Bab 9 Memahami Sejarah Nabi Muhammad saw. Kelompok : ♪ Ayu Aliyatun Rofiah ♪ Mutia Rahman
  • A. Nabi Muhammad saw. membangun Ekonomi Masyarakat B. Meneladani Perjuangan Nabi dan Para Sahabat di Madinah
  • A. Nabi Muhammad saw. membangun Ekonomi Masyarakat • Perjuangan Rasulullah saw. dalam menyebarkan agama Islam mendapatkan reaksi yg tidak baik dari masyarakat Mekah. Melihat hal itu, Nabi Muhammad saw. mengajak para sahabatnya untuk hijrah ke Madinah. • Setelah umat islam berhijrah ke Madinah, yg mulamula Nabi pikirkan adalah bagaimana membangun masyarakat islam. Nabi segera membangun masjid, lalu menyusun barisan kaum muslimin serta mempererat mereka. Untuk mencapai maksud tersebut, kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan kaum Anshar.
  • • Nabi Muhammad juga membangun masyarakat islam di Madinah melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan. Nabi bertekad memajukan sektor ekonomi dan perdagangan. Hal ini didukung oleh semua masyarakat islam. Mereka memulai dengan berdagang. Bahkan ada yg memiliki kalifah-kalifah yg pergi dan pulang membawa barang dagangan. • Selain berdagang, kegiatan ekonomi lainnya adalah bertani. Hal ini didukung oleh tanah Madinah yg subur dengan kebun-kebun anggur dan kurmanya yg terkenal. Diantara sahabat yg tidak melakukan pekerjaan berdagang dan menekuni sektor pertanian adalah Abu Bakar, Umar dan Ali bin Abi Thalib. Mereka menggarap tanah milik kaum Anshar bersama-sama pemiliknya
  • • Dengan adanya persatuan kaum muslimin melalui hubungan persaudaraan itu, Nabi Muhammad merasa lebih tenteram. Nabi Muhammad sudah mengambil langkah politik yg bijaksana sekaligus menunjukkan suatu perhitungan yg tepat. Nabi Muhammad berhasil menyatukan penduduk Madinahdan membangun masyarakatnya melalui sektor ekonomi dan perdagangan, untuk menuju masyarakat yg adil sejahtera. BACK
  • B. Meneladani Perjuangan Nabi dan Para Sahabat di Madinah • Kedatangan Nabi Muhammad saw. sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Madinah. Masyarakat Madinah berbondong-bondong menyambut kedatangan Nabi. Penduduk Madinah menyaksikan hadirnya pendatang baru yg telah mempersatukan suku Aus dan Khazraj yg selama ini saling bermusuhan dan saling berperang.
  • • Dari beberapa sejarah singkat Nabi Muhammad dan para sahabatnya ketika di Madinah, perlu diteladani sikap dan perilaku beliau dalam menyebarkan Islam, antara lain : 1. Bersikap baik kepada semua masyarakat Madinah Dalam perjalanan menuju kota Madinah, Nabi selalu diminta masyarakat untuk singgah di rumah mereka. Tapi Nabi selalu menolak dengan halus. Nabi hanya menjawab. “saya akan menginap dimana untaku akan berhenti.” Namun demikian, sikap Nabi tetap ramah dan baik kepada setiap masyarakat Kota Madinah
  • 2. Mendirikan masjid di Madinah Hal yg pertama yg dipikirkan oleh Nabi adalah bagaimana usaha untuk mendirikan masjid. Nabi tidak memikirkan bagaimana membangun rumahnya sendiri, karna yg terpenting adalah masjid. Masjid yg dibangun Nabi di Madinah inilah yg kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Nabawi, yaitu masjid Nabi. Tanah pembangunan masjid ini berasal dari dua anak yatim bernama Sahal dan Suhail. Nabi tidak menerima tanah itu dengan cuma-cuma tetapi beliau beli dengan harga yg layak. Pembangunan masjid Nabawi dikerjakan secara gotong-royong, Nabi sendiri ikut terjun langsung untuk membantu pembangunan masjid Nabawi. Selama pembangunan itu, Nabi tinggal di rumah Abu Ayyub
  • 3. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshar Kaum Anshar adalah penduduk Madinah yg memiliki tempat tinggal dan harta benda. Sedangkan Kaum Muhajirin adalah kaum pendatang yg mencari selamat tanpa ada tempat untuk berteduh, tiada pekerjaan/harta untuk mempertahankan hidup. Jumlah kaum muhajirin selalu bertambah sementara madinah bukanlah suatu daerah yg memiliki kekayaan yg melimpah. Akan tetapi keadaan tersebut tidak memperburuk hubungan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Mereka justru semakin mempererat hubungan. Tujuan mereka sama, yaitu mencari ketenangan hidup dan berjuang dalam menyiarkan agama.
  • • Kaum anshar telah menolong kaum muhajirin dengan ikhlas dan tidak memperhitungkan keuntungan materi, melainkan hanya mencari keridhaan Allah. Kaum Muhajirin dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan kaum Anshar. Dengan demikian, kaum muhajirin merasa aman dan tentram dalam menjalankan syariat islam. 4. Memberikan kebebasan beragama bagi seluruh penduduk Madinah
  • • Nabi Muhammad tidak pernah memikirkan kekuasaan, harta benda/perniagaan. Seluruh tujuannya hanyalah memberi ketenangan jiwa, bagi mereka yg menganut ajaran Islam & menjamin kebebasan penganut kepercayaan agama lain. Baik bagi seorang muslim, seorang yahudi/seorang kristen masing-masing memiliki kebebasan yg sama dalam menganut kepercayaan, menyatakan pendapat & mendakwahkan agama. Hanya kebebasanlah yg menjamin dunia ini mencapai kemajuan.Oleh karna itu Nabi Muhammad selalu cinta damai.
  • • Nabi tidak akan memilih jalan perang kalau tidak terpaksa karena membela kebebasan, agama & kepercayaan. • Nabi Muhammmad membuat suatu perjanjian tertulis antara kaum Muhajirin & Anshar dengan orang-orang yahudi yg terkenal dengan nama Piagam Madinah. Diantara isi perjanjian itu adalah sama-sama mengakui agama, menjaga harta benda & menjaga Madinah dari serangan musuh.