D e n p a s a rr                                                                                           Denpasar       ...
KERTHA PERTIWI                                    KERTHA PERTIWI                                  Jurnal Ilmiah Magister K...
PENGANTAR REDAKSI       Om, Swastyastu,       Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan YangMah...
DAFTAR ISI                                                                                                                ...
Pelaksanaan Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah Dengan Jaminan Yang BelumDikuasai Oleh Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) T...
Kedudukan Akta Jual Beli Ppat Setelah Terbitnya Sertifikat Pemilikan Hak AtasTanahIndi James Sihombing……………………………………………………...
PERUBAHAN HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH MENJADI HAK MILIK SEBAGAI          OBYEK JAMINAN YANG DIBEBANI HAK TANGGUNGAN      ...
current creditors. If a debtor is in breach of contract then the sales over the wealth or property of the debtorwill be sh...
lainnya, tidak ada yang didahulukan dalam pemenuhan piutangnya atau disebut dengan Kreditur Konkurent.Apabila Debitur wanp...
----------------------, 2006, Seri Ketrampilan Merancang Kontrak Bisnis Contract Drafting, PT. Citra Aditya           Bakt...
b. Peraturan Perundangan-undangan :Seri Perpajakan PBB, 2000, Sinar Grafika, Cetakan I, JakartaSubekti, R. dan Tjitrosudib...
KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG BERALIH AGAMA TERHADAP WARISAN                   MENURUT HUKUM WARIS ADAT BALI           (Studi ...
menyucikan roh dari orang yang telah meninggal) dan meneruskan kewajiban-kewajiban dari orang tuanyaterhadap keluarga, des...
Darji Darmodiharjo, 1981. Santiaji Pancasila. Usaha Nasional, Surabaya.Darsana , I Gusti Putu, 1997. Dinamika Kebudayaan B...
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1982. “Proyek Inventarisasi dan dokumentasai Kebudayaan Darerah,    Pola Pemukiman P...
EFEKTIVITAS UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN    FIDUCIA TERHADAP PENDAFTARAN JAMINAN FIDUCIA GUNA PENERBI...
Jaminan Fiducia diatur dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fiducia.Jaminan fiducia ini memberikan kedu...
Masyhuri & Zainuddin, 2008. Metode Penelitian Pendekatan Praktis Dan Aplikatif, Cetakan Pertama, Bandung         : PT. Ref...
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1985, Tentang Rumah Susun.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun ...
EFEKTIFITAS AKTA PERSETUJUAN DI BAWAH TANGAN DARI ISTRI ATAU SUAMIUNTUK MENJUAL HAK MILIK ATAS HARTA BERSAMA DALAM PEMBUAT...
Pada prakteknya dapat ditemukan transaksi jual beli hak atas tanah yaitu penjualan terhadap hak milikatas harta bersama su...
I Gede A.B. Wiranata, Dasar-Dasar Etika dan Moralitas, 2005, Cetakan I, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.Irawan Soerodjo, K...
Undang-Undang Nomor: 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok AgrariaUndang-Undang Nomor: 1 Tahun 1974 tentang Per...
PENERAPAN PASAL 18 AYAT (1) HURUF G UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN        KONSUMEN DALAM PERJANJIAN KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH  ...
DAFTAR PUSTAKABUKUAbdulkadir Muhammad, Hukum Perikatan, Bandung, Citra Aditya Bakti, 1990___________________, Hukum Acara ...
Peraturan Perundang UndanganUndang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang PerbankanUndang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Pe...
PENYELESAIAN SENGKETA NONLITIGASI DALAM TERJADI WANPRESTASI PIHAK             DEBITUR PADA PENGIKATAN JAMINAN FIDUSIA     ...
apabila debitur wanprestasi, maka kreditur berhak melakukan eksekusi terhadap jaminan fidusiatersebut. hal ini akan menjad...
___________, Hukum Perkreditan Kontemporer, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti, 1996.___________, Jaminan Fidusia, Bandung, C...
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Jurnal ilmiah MKn unud april 2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Jurnal ilmiah MKn unud april 2011

6,937

Published on

Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Kenotariatan Program Pascasarjana Universitas Udayana Tahun 2011 Edisi khusus Abstrak Tesis

Published in: Education, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,937
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal ilmiah MKn unud april 2011

  1. 1. D e n p a s a rr Denpasar Denpasa K e rrttth a P e rrtttiiiw iii Ker ha Per w Ke ha Pe w V o lllu m e 0 1 Vo ume 01 Vo ume 01 H a llla m a n 1 – 9 9 Ha aman 1 – 99 Ha aman 1 – 99 A p rriiill 2 0 1 1 Apr 2011 Ap 2011KERTHA PERTIWI PEJ U R N A L IIL M IIA H M A G IIS T E R K E N O T A R IIA T A N U N IIV E R S IIT A S U D A Y A N AJURNAL ILMIAH MAGISTER KENOTARIATAN UNIVERSITAS UDAYANAJURNAL LM A MAG STER KENOTAR ATAN UN ERS TAS UDAYANA AH PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN PROG AM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN GR UNIVERSITAS UDAYANA UN VERSITAS UDAYANA NI 2011 2011
  2. 2. KERTHA PERTIWI KERTHA PERTIWI Jurnal Ilmiah Magister Kenotariatan (Scientific Journals of The Master of Notary)Volume 01 Periode April 2011 Susunan Organisasi Pengelola Ketua Penyunting Prof. Dr. I Made Arya Utama, SH.,M.Hum. Wakil Ketua Penyunting I Made Tjatra Yasa, SH.,MH. Penyunting Pelaksana I Gusti Ngurah Alit Widana Putra, ST.,M.Eng. I Putu Artha Kesumajaya I Gde Chandra A. W. Petugas Administrasi I Made Suparsa I Ketut Wirasa Alamat Redaksi Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Udayana Jl. Pulau Bali No. 1 Sanglah Denpasar Telp. : (0361)264812. Fax (0361)264812 E-mail : notariat_unud@yahoo.com Website : http://www.fl.unud.ac.id/notariat/ G a m b a r C o v e r : P u r a d a n S a wa h K e r t h a P e r ti wi m e r u p a k a n j u r n a l i l m i a h ya n g d i t e r b i t k a n d u a k a l i s e t a h u n ( A p r i l d a n O k t o b e r ) ya n g m e m u a t i n f o r m a s i t e n t a n g b e r b a g a i a s p e k h u k u m Kenotariatan dari : (1) hasil penelitian, (2) naskah konseptual/opini, (3) r e s e n s i b u k u , d a n i n f o K e n o t a r i a t a n a c t u a l l a i n n ya i
  3. 3. PENGANTAR REDAKSI Om, Swastyastu, Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan YangMaha Esa oleh karena atas perkenan dan rahkmat-Nyalah Jurnal Ilmiah Program StudiMagister Kenotariatan Program Pascasarjana Universitas Udayana Tahun 2011 Edisi KhususAbstrak Tesis dapat diselesaikan. Disusunnya Jurnal Ilmiah Prodi M.Kn Unud inidimaksudkan untuk dapat sebagai referensi dan pegangan bagi mahasiswa, dosen maupunpengelola dalam proses belajar mengajar maupun pengelolaan Program Studi MagisterKenotariatan Universitas Udayana. Jurnal Ilmiah ini memuat beberapa artikel pilihan dari Mahasiswa Program MagisterKenotariatan Universitas Udayana. Artikel tersebut merupakan ringkasan hasil penelitiantesis mahasiswa yang sudah diuji dan dapat dipertahankan oleh mahasiswa dalam sidangujian dihadapan dewan penguji dan Guru Besar. Dengan diterbitkannya Jurnal Ilmiah 2011 ini diharapkan pelaksanaan dalampenyelenggaraan pendidikan menjadi lebih lancar didalam mewujudkan visi dan misi sertatujuan pendidikan pada Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Udayana. Kamijuga memberikan kesempatan kepada para pengajar, pengelola, mahasiswa dan alumniProgram Studi Magister Kenotariatan untuk berpartisipasi dalam menulis artikel ilmiahdengan tetap mentaati semua aturan atau ketentuan yang tercantum dalam Jurnal Ilmiah ini.Akhirnya, semoga Jurnal Ilmiah ini bermanfaat untuk semua pihak.Om, Santih, Santih, Santih, Om. April 2011 Redaksi ii
  4. 4. DAFTAR ISI HlmSusunan Organisasi Pengelola ……………………………………………………….……… iPengantar Redaksi …………………………………………………………………………... iiDaftar isi ………………………………………………………………................................ iiiPerubahan Hak Guna Bangunan Atas Tanah Menjadi Hak Milik Sebagai ObyekJaminan Yang Dibebani Hak TanggunganDewa Nyoman Mahaindra ………………………………………………………………………………... 1Kedudukan Ahli Waris Yang Beralih Agama Terhadap Warisan Menurut HukumWaris Adat Bali(Studi Kasus Di Desa Adat Batubayan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung)Ida Bagus Gde Widyakusuma……………………………………………………………………………... 6Efektivitas Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fiducia TerhadapPendaftaran Jaminan Fiducia Guna Penerbitan Sertifikat Fiducia Sebagai JaminanPerlindungan Hukum Bagi Kreditur Dalam Konflik Sengketa Utang-PiutangI Kadek Dony Hartawan............................................................................................................................... 10Efektifitas Akta Persetujuan Di Bawah Tangan Dari Istri Atau Suami Untuk MenjualHak Milik Atas Harta Bersama Dalam Pembuatan Akta Perjanjian Perikatan Jual BeliDan/Atau Akta Jual Beli Oleh Notaris/PpatI Kadek Joni Wahyudi.................................................................................................................................. 14Penerapan Pasal 18 Ayat (1) Huruf G Undang-Undang Perlindungan Konsumen DalamPerjanjian Kredit Kepemilikan RumahI Komang Pasek Suseno............................................................................................................................... 18Penyelesaian Sengketa Nonlitigasi Dalam Terjadi Wanprestasi Pihak Debitur PadaPengikatan Jaminan FidusiaI Wayan Sridana Putra…………………………………………………………………………..………… 21Kepastian Penguasaan Dan Pemanfaatan Tanah Pekarangan Desa Oleh Desa PakramanBerdasarkan Ketentuan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 TentangPeraturan Dasar Pokok-Pokok AgrariaI Wayan Adi Arta Wijaya……………………………………………………………………..…………... 25Akibat Hukum Jual Beli Hak Milik Atas Tanah Harta Bersama Secara Sepihak Di KotaDenpasarI Wayan Duparna…………………………………………………………………………………………. 30Perlindungan Hukum Internet Banking Dalam Kaitannya Dengan Data PribadiNasabahNyoman Tariani…………………………………………………………………………..……………….. 34Tanggung Gugat Hukum Pengurus Perseroan Terbatas Yang Belum Berstatus BadanHukum Terhadap Pihak KetigaRichard W.K…………………………………………………………………………………..…………... 38 iii
  5. 5. Pelaksanaan Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah Dengan Jaminan Yang BelumDikuasai Oleh Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sentra Kredit KonsumenDenpasarA. A. Ngurah Surya Wirawan, SH................................................................................................................ 42Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Lunas Hak Milik Atas Tanah Yang DibuatDihadapan Notaris( Study Di Kabupaten Buleleng )Aunurrofiq…………………………………………………………………………………………….…… 46Status Tanah Hak Anggaduh Keraton Kasunanan Surakarta Dengan BerlakunyaUndang-Undang Pokok Agraria(Studi Kasus Di Kelurahan Baluwarti Surakarta)Cosmas Dimas Darmoyo Danisworo………………………………………………………………….…... 50Pemanfaatan Tanah Adat Dalam Pembangunan Pariwisata Di Bali(Studi Tentang Perjanjian Kerjasama Desa Adat Dengan Investor Di Bidang Pariwisata)Dewa Bagus Wibawa Utama........................................................................................................................ 53Penguasaan Tanah Hak Milik Oleh Warga Negara Asing Dengan MenggunakanPerjanjian NomineeEka Krisna Jayanti……………………………………………………………………………………….... 58Okupasi Areal Hak Guna Usaha Dan Penyelesaiannya(Studi Di Areal Hgu Perkebunan Pt. Kosambi Victorylac Kabupaten Lombok Timur)Eti Susanti.................................................................................................................................................... 61Prinsip Terang Dan Tunai Dalam Jual Beli Tanah(Studi Perbandingan Hukum Tanah Sebelum Dan Setelah Berlakunya Undang-Undang PokokAgraria)I Gusti Agung Kusuma Wibawa……………………………………………………………………….….. 65Aspek Hukum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility /Csr) Di Bidang KepariwisataanI Gusti Agung Ngurah Yadnya Ariestana………………………………………………………….……… 68Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Dalam Kontrak Kerjasama Pemberian KreditTerhadap Karyawan Tetap (Kretap) Di Pt Bri (Persero) Tbk Cabang DenpasarI Gusti Ngurah Agung Udra Sanjaya............................................................................................................ 71Kekuatan Hukum Sertipikat Hak Atas Tanah Dinamika Pasal 32 Ayat (2)Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran TanahI Gde Eka Putra Martono.............................................................................................................................. 76Pembebanan Hak Tanggungan Terhadap Obyek Jaminan Berupa Hak Atas TanahYang Belum TerdaftarI Ketut Bobby Hendrawan, S.H.................................................................................................................... 80Penerimaan Pajak Oleh Ppat Akibat Dari Akta Yang Dikeluarkannya Selaku PejabatPembuat Akta TanahI Made Tio Suryawarman, SH……………………………………………………………………………. 84Otentitas Akta Camat Selaku Ppat Sementara Setelah Berlakunya PeraturanPemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan Pembuat Akta TanahIda Ayu Mia Mardiati.................................................................................................................................. 87 iv
  6. 6. Kedudukan Akta Jual Beli Ppat Setelah Terbitnya Sertifikat Pemilikan Hak AtasTanahIndi James Sihombing…………………………………………………………………………………..… 90Penyelesaian Perceraian Dalam Perkawinan Beda Agama Secara Litigasi Di PengadilanNegeri DenpasarIrenne Maria Debora Salem………………………………………………………………………………. 94Pembaharuan Pelayanan Publik Di Kantor Pertanahan Dalam Pensertipikatan HakAtas Tanah Milik Badan HukumH. Jamaluddin.............................................................................................................................................. 97Petunjuk Penulisan Artikel v
  7. 7. PERUBAHAN HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH MENJADI HAK MILIK SEBAGAI OBYEK JAMINAN YANG DIBEBANI HAK TANGGUNGAN Dewa Nyoman Mahaindra Magister Kenotariatan Universitas Udayana E-Mail : - ABSTRACT DEWA NYOMAN MAHAINDRA, Student of Postgraduate Program of Notary Law The University ofBrawijaya – the University of Udayana Class of 2007/2008, “ THE CHANGE OF BUILDING RIGHTS INTOPROPERTY RIGHTS AS SECURITY OBJECT ENCUMBERED WITH SECURITY RIGHT”, First SupervisorProf. Dr. Achmad Sodiki, SH, Second Supervisor: Ngakan Ketut Dunia, SH, MH.Key words - The Change of land right status - Security Object on Land - Encumbrance of Security Right on Land - Legal Protection Housing is a very essential and basic human need. It is a primary need, which is emergency innature. Therefore, it is reasonable for those who come from the lower class and middle class to alter the statusof the land and the buildings which they obtain from a Developer from concession into individual proprietaryright, although such land and buildings are still used as collateral by them (the debtors). They propose that thestatus of the land be changed from concession into proprietary right which is still used as collateral by a Bank(the Creditor). Based on the Decree of the State Minister for Agrarian Affairs/Head of National Bureau forLand Matters of Number 9 of 1997, Number 2 of 1998 and Number 6 of 1998, it is stipulated that Security Rightencumbered upon Concession of Land and the Building built in which has been altered into proprietary right inbanking practices is deemed not applicable any more. However, it greatly depends on whether the bank, as thesource of funds, dares enough to do so or to take risk if something occurs to the Debtor who does not haveanything to substitute for the collateral. The maters which will be explored are: (1) what problems which will be faced when changingthe concession of the land and the building in it into proprietary right as object of security encumbered withright of collateral; (2) what legal consequences can occur to the bank, as the creditor, related to the land usedas object of security whose status is proposed to alter from concession into proprietary right. (3) What attemptsare made by the Creditor to make sure that the money it has lent will be settled after the alteration from theConcession of land and the building in it into the Proprietary Right takes place. This is classified into an empirical juridical legal study which is supported by field work, thatis, a legal study which is based on legislation, jurisprudence, contract, and legal values which can be found inthe community. This study employs statute approach, that is, an approach which deeply describes and analyzesvarious types of legislations especially those which regulate and have some relevance with the change of righton land. The research concludes to protect the interest of the creditor/bank which is initiallymortgaged with the security right over the building right that has become omitted, before the change in right isregistered. The holder of the right over the land can give SKMHT with the object proprietary object that he/shehas obtained as the change in the building right. The process of the change in right in the office of land affairsin its practice commonly takes a very long time even 6 (six) months, while the SKMHT already made has theeffective period of 1 (one) month. This condition leads to a consequence that weakens the bank’s position. Aslong as the process of the change in right has not been finished in the office of land affairs, then the SKMHTthat has reached its maturity date must be renewed. If a debtor does not show good attitude, then he/she cantake advantage of the weakness of the bank to delay the time of signing the SKMHT or the APHT; as a result,the certificate of security right cannot be issued by Head of the office of land affairs. If a debtor is in breach ofcontract, the bank will not have preference right over the security. The position of the bank here is the same asthe other creditors, no one will be prioritized in their fulfillment of their debts or the one referred to as con- Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 1
  8. 8. current creditors. If a debtor is in breach of contract then the sales over the wealth or property of the debtorwill be shared proportionally according to amount of debt of each creditor. Because of the fact that the encumbrance of the security right over land resulting from the change inright from the building right to the proprietary right can lead to a big consequence to the bank as a creditor,then it is suggested that if a bank receives a proposal from a debtor to make a change in right. It is advisablethat it must be done as carefully and selectively as possible. A bank must make a reanalysis about thecharacteristics of a debtor besides making an analysis of legal aspect and other aspects related to it. ABSTRAK DEWA NYOMAN MAHAINDRA, Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum KenotariatanUniversitas Brawijaya – Unversitas Udayana Angkatan 2007/2008, “PERUBAHAN HAK GUNABANGUNAN ATAS TANAH MENJADI HAK MILIK SEBAGAI OBYEK JAMINAN YANGDIBEBANI HAK TANGGUNGAN”, Pembimbing I : Prof. Dr. Achmad Sodiki, SH, Pembimbing II : NgakanKetut Dunia, SH., MH.Kata Kunci : - Perubahan Hak atas tanah - Obyek Jaminan Hak atas tanah - Pembebanan Hak Tanggungan atas tanah - Perlindungan hukum Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia yang sangat penting dan mendesak sifatnya,terlebih-lebih itu merupakan salah satu kebutuhan primer, maka bagi golongan masyarakat menengah ke bawah,keinginan untuk menjadikan tanah beserta bangunan di atasnya menjadi Hak Milik perorangan, yaitu denganmengalihkan Hak Guna Bangunan yang diperolehnya dari Perusahaan Pengembang kemudian dirubah menjadiHak Milik merupakan hal yang wajar dan mendasar bagi orang yang bersangkutan, sementara rumah tersebutsedang dijadikan obyek jaminan kredit oleh orang yang bersangkutan (Debitur). Selama kredit berlangsungadakalanya Debitur mengajukan permohonan perubahan hak dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milikterhadap obyek jaminan yang sedang dibebani Hak Tanggungan oleh Bank (Kreditur). Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun1997, Nomor 2 Tahun 1998 dan Nomor 6 Tahun 1998 menentukan bahwa Hak Tanggungan atas Hak GunaBangunan atau hak Pakai gugur dengan hapusnya Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai tersebut yang telahmenjadi Hak Milik Dalam praktek perbankan, kondisi seperti ini sangat tergantung dari keberanian pihak Banksebagai penyedia dana dan mengambil resiko jika terjadi sesuatu pada Debitur, sementara Debitur itu sendiritidak mempunyai jaminan pengganti. Adapun permasalahan yang akan diteliti adalah sebagai berikut : (1)Kendala-kendala apakah yang dihadapi dalam perubahan Hak Guna Bangunan atas tanah menjadi Hak Miliksebagai obyek jaminan yang dibebani Hak Tanggungan, (2) Bagaimanakah akibat hukumnya bagi Bank sebagaiKreditur atas Pembebanan Hak Tanggungan atas tanah sebagai obyek jaminan yang sedang dimohonkanperubahan Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik, (3) Bagaimanakah upaya Kreditur untuk menjaminpelunasan piutangnya setelah terjadinya perubahan Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik Penelitian ini tergolong penelitian hukum yuridis empiris yang didukung dengan penelitianlapangan, yaitu penelitian hukum yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan , yurisprudensi, kontrak,dan nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yang didasarkanatas peraturan perundang-undangan (statuta approach), yaitu dilakukan dengan cara mengkaji dan menganalisissecara mendalam berbagai macam peraturan perundang-undangan khususnya yang mengatur serta adarelevansinya dengan Perubahan Hak atas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk melindungi kepentingan Kreditur/Bank yang semuladijamin dengan Hak Tanggungan atas Hak Guna Bangunan yang menjadi hapus, sebelum perubahan hak didaftar, pemegang hak atas tanah dapat memberikan SKMHT dengan obyek Hak Milik yang diperolehnyasebagai perubahan dari Hak Guna Bangunan tersebut. Proses perubahan hak di Kantor Pertanahan dalampelaksanaannya biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan bisa lebih dari 6 (enam) bulan,sedangkan SKMHT yang dibuat jangka waktu berlakunya adalah selama 1 (satu) bulan. Kondisi yang demikianini akan membawa konsekwensi yang melemahkan posisi Bank. Selama proses perubahan hak tersebut belumselesai di Kantor pertanahan, maka SKMHT yang telah jatuh tempo tersebut harus diperbaharui. ApabilaDebitur mempunyai etikad yang tidak baik, maka Debitur bisa saja memanfaatkan kelemahan Bank untukmengulur-ngulur waktu penandatanganan SKMHT ataupun APHT tersebut, dengan demikian Sertipikat HakTanggungan tidak akan bisa diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan. Apabila Debitur wanprestasi, Banktidak akan memiliki Hak Preferent atas jaminan tersebut. Kedudukan Bank disini sama dengan Kreditur-kreditur Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 2
  9. 9. lainnya, tidak ada yang didahulukan dalam pemenuhan piutangnya atau disebut dengan Kreditur Konkurent.Apabila Debitur wanprestasi, maka hasil penjualan atas harta kekayaan Debitur akan dibagikan secaraproporsional menurut besarnya piutang masing-masing Kreditur. Oleh karena pembebanan Hak Tanggungan atas tanah dari hasil perubahan hak dari Hak GunaBangunan menjadi Hak Milik membawa resiko yang cukup besar bagi Bank selaku Kreditur, maka disarankanapabila Bank menerima permohonan Debitur untuk melakukan perubahan hak tersebut, sebaiknya agardilakukan secara hati-hati dan selektif mungkin. Bank agar melakukan analisa kembali terhadap karakter dariDebitur, selain melakukan analisa dari aspek hukum ataupun aspek lainnya. DAFTAR PUSTAKAa. Buku-buku :Abdul Hay, Marhais, 1975, Hukum Perbankan di Indonesia, Pradnya Paramita, BandungAdjie, Habib, 2000, Hak Tanggungan Sebagai Lembaga Jaminan Atas Tanah, CV. Mandar Maju, BandungAsikin, H. Zainal, & Amiruddin 2004, Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT, RajaGrafindo Persada, JakartaBadrulzaman, Mariam Darus, 1987, Bab-bab Tentang Credietverband, Gadai, dan Fidusia, Cetakan IV, Alumni, BandungBahsan, M, 2007, Hukum Jaminan dan Jaminan Kredit Perbankan Indonesia, PT. RajaGrafindo Persada, JakartaBudiono, Herlien 2007, Kumpulan Tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan, PT. Citra Aditya Bakti, BandungEffendie, Bachtiar, 1993, Pendaftaran Tanah di Indonesia dan Peraturan Pelaksanaannya, Alumni, BandungHadisaputro, 1984, Pokok-pokok Hukum Perikatan dan Hukum Jaminan, Liberty, Yogyakarta Hadikusuma, H. Hilman, 1995, Metode Pembuatan Kertas Kerja atau Skripsi Ilmu Hukum, CV. Mandar Maju, BandungHadjon, Philipus M., 1987, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia, Bina Ilmu, SurabayaHalim, Ridwan, 2001, Bendera Mimbar Filsafat Hukum Indonesia dan Pragmatisasinya (Suatu Analisis Yuridis Empiris), Angky Pelita Studyways, JakartaHamzah, Andi, et.al., 1990, Dasar-Dasar Hukum Perumahan, PT. Rineka Cipta, JakartaHanitidjo Soemitro, Ronny, 1990, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Ghalia Indonesia, JakartaHarsono, Sony, 1996, Sambutan Menteri Agraria/Kepala BPN pada Seminar Hak Tanggungan atas Tanah dan Benda-benda yang Berkaitan dengan Tanah, Fakultas Hukum UNPAD, BandungHarsono, Boedi, 2005, Hukum Agraria Indonesia, Sejarah Pembentukan Undang-undang Pokok Agraria, Isi, dan Pelaksanaannya, Cetakan kesepuluh (edisi revisi), Djambatan, Jakarta-----------------------, 2006, Hukum Agraria Indonesia Himpunan Peraturan-Peraturan Hukum Tanah, Cetakan ketujuhbelas (edisi revisi), Djambatan, JakartaHarahap, M. Yahya, 1982, Segi-segi Hukum Perjanjian, Alumni, BandungHasan , Djuhaendah, 1996, Lembaga Jaminan Kebendaan Bagi Tanah dan Benda Lain Yang Melekat Pada Tanah Dalam Konsepsi Penerapan Asas Pemisahan Horisontal, PT. Citra Aditya Bakti, BandungHermansyah, 2006, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Kencana, JakartaIbrahim, Johannes 2004, Cross Default & Cross Collateral Dalam Upaya Penyelesaian Kredit Bermasalah, PT. Refika Aditama, BandungDjumhana, Muhammad 1993, Hukum Perbankan di Indonesia, PT. Citra Aditya Bakti, BandungKansil, 1997, Pokok-pokok Hukum Hak Tanggungan Atas Tanah, Pustaka Sinar Harapan, JakartaKansil, C.S.T. dan Christine ST. Kansil, 1997, Pokok-pokok Hukum Hak Tanggungan Atas Tanah, Pustaka, Sinar Harapan, JakartaMuhammad, Abdulkadir , 2004, Hukum dan Penelitian Hukum, PT. Citra Aditya Bakti, BandungMuljadi, Kartini & Gunawan Widjaja, 2006, Seri Hukum Harta Kekayaan – Hak Tanggungan, cetakan II, Kencana, Jakarta----------------------------------------------, 2007, Seri Hukum Harta Kekayaan : Hak-hak Atas Tanah, Ed.1 Cet.4, Kencana, Jakarta.Mustafa, Bachsan, 1985, Hukum Agraria dalam perspektif, CV.Remadja Karya, Bandung.Naja, H.R. Daeng, 2005, Hukum Kredit dan Bank Garansi, PT. Citra Aditya, Bandung Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 3
  10. 10. ----------------------, 2006, Seri Ketrampilan Merancang Kontrak Bisnis Contract Drafting, PT. Citra Aditya Bakti, BandungNoor, Aslan, 2006, Konsep Hak Milik Atas Tanah Bagi Bangsa Indonesia Ditinjau Dari Ajaran Hak Asasi Manusia, Mandar Maju, Bandung Parlindungan, A.P, 1998, Komentar Atas Undang-undang Pokok Agraria, Mandar Maju, BandungParangin, Effendi, 1989, Hukum Agraria di Indonesia Suatu Telaah dari Sudut Pandang Praktisi Hukum, Rajawali, JakartaPoesoko, Herowati, 2007, Parate Executie Obyek Hak Tanggungan (Inkonsistensi, Konlik Norma dan Kesesatan Penalaran dalam UUHT), Cet. I, LaksBang PRESSindo, Yogyakarta.Santoso, Urip, 2005, Hukum Agraria & Hak-hak Atas Tanah, Kencana Prenada Media Group, JakartaSatrio, J, 1997, Hukum Jaminan, Hak Kebendaan, Hak Tanggungan, (Buku I), PT. Citra Aditya Bakti, BandungSaleh, K. Wantjik,1997, Hak Anda Atas Tanah, Ghalia Indonesia, JakartaSalman S, Otje, & Anthon F. Susanto, 2007, Teori Hukum, Mengingat, Mengumpulkan, & Membuka Kembali, PT. Refika Aditama, BandungSalim, H, 2004, Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia, PT. RajaGrafindo Persada, JakartaSjahdeini , ST. Remy, 1993, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang Seimbang Bagi Para Pihak dalam Perjanjian Kredit Bank, Institut Bankir Indonesia, Jakarta---------------------------, 1999, Hak Tanggungan Asas-asas, Ketentuan-ketentuan Pokok dan Masalah yang Dihadapi oleh Perbankan (Suatu Kajian Mengenai Undang-undang Hak Tanggungan), Alumni, BandungSoekanto, Soerjono, 1983, Penegakan Hukum, PT. Bina Cipta, BandungSoekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, 1990, Penelitian Hukum Normatif, Rajawali, JakartaSoerjopratikno, Hartono, 1984, Hutang Piutang Perjanjian Pembayaran, dan Jaminan Hipotik, Cet. I, Seksi Notariat FH Universitas Gajah Mada, YogyakartaSoimin, Sudaryo, 1993, Status Hukum dan Pembebasan Tanah, Sinar Grafika, JakartaSofwan, Sri Soedewi Masjchoen, 1980, Hukum Jaminan di Indonesia Pokok-pokok Hukum Jaminan dan Jaminan Perorangan, Liberty, Yogyakarta---------------------------------------------,1981, Hukum Benda, Liberty, Yogyakarta--------------------------------------------,1981, Hukum Perdata, Hak Tanggungan Atas Tanah, Cetakan IV, Liberty, YogyakartaSoehadi, 1984, Masalah Tanah dan Pembangunan, Akademi Agraria Departemen Dalam Negeri, YogyakartaSoekanto, Soerjono, 1983, Penegakan Hukum, PT. Bina Cipta, BandungSoekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, 1990, Penelitian Hukum Normatif, Rajawali, JakartaSoerjopratikno, Hartono, 1984, Hutang Piutang Perjanjian Pembayaran, dan Jaminan Hipotik, Cet. I, Seksi Notariat FH Universitas Gajah Mada, YogyakartaSuardi, 2005, Hukum Agraria, BP IBLAM, JakartaSubekti, R, 1982, Jaminan-jaminan untuk Pemberian Kredit Menurut Hukum Indonesia, Alumni, Bandung---------------, 1995, Aneka Perjanjian, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung---------------, 1995, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, JakartaSutedi, Adrian, 2006, Implikasi Hak Tanggungan Terhadap Pemberian Kredit oleh Bank dan Penyelesaian Kredit Bermasalah, Cet.I, BP. Cipta Jaya, Jakarta---------------, 2007, Peralihan Hak Atas Tanah dan Pendaftarannya, Cet. I, Sinar Grafika, JakartaSuyanto, Thomas, 1998, Dasar-dasar Perkreditan, Gramedia, JakartaTri Santoso, Rudi,1996, Kredit Usaha Perbankan, Edisi I, Cet.I, Andi, YogyakartaUsman, Rachmadi, 1999, Pasal-Pasal Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah, Djambatan, JakartaWijaya, Gunawan & Ahmad Yani, 2003, Jaminan Fidusia, Cet.3, PT. Raja Grafindo Persada, JakartaWaluyo, Bambang, 1996, Penelitian Hukum Dalam Praktek, Cet.II, Sinar Grafika, JakartaWardoyo, Gatot, Aspek-aspek Hukum Perkreditan, Nitro Institut Of Banking, JakartaYudha Hernoko, Agus, 1998, Lembaga Jaminan Hak Tanggungan Sebagai Penunjang Kegiatan Perkreditan Perbankan Nasional, Tesis, Pascasarjana UNAIR, Surabaya Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 4
  11. 11. b. Peraturan Perundangan-undangan :Seri Perpajakan PBB, 2000, Sinar Grafika, Cetakan I, JakartaSubekti, R. dan Tjitrosudibio, R., 1995, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita, JakartaUndang-undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok AgrariaUndang-undang Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah beserta Benda-benda yang berkaitan dengan TanahUndang-undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang PerbankanPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Bangunan, Hak Guna Usaha, dan Hak Pakai Atas TanahPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran TanahPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 tahun 2002, tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan NasionalPeraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1996, tentang Bentuk Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan, Akta Pemberian Hak Tanggungan, Buku Tanah Hak Tanggungan, dan Sertipikat Hak Tanggungan tersebutPeraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No.3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997, tentan Pendaftaran TanahKeputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 tahun 1998 tentang Pemberian Hak Milik atas Tanah Untuk Rumah TinggalPeraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 tahun 1998 tentang Perubahan Hak Guna Bangunan/Hak Pakai atas Tanah untuk Rumah Tinggal Yang Dibebani Hak Tanggungan menjadi Hak MilikPeraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 5
  12. 12. KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG BERALIH AGAMA TERHADAP WARISAN MENURUT HUKUM WARIS ADAT BALI (Studi Kasus Di Desa Adat Batubayan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung) Ida Bagus Gde Widyakusuma Magister Kenotariatan Universitas Udayana E-Mail : - ABSTRACT IDA BAGUS GDE WIDYAKUSUMA, Student of Master’s Degree of Law Interest in Public Notary2007, The Statues of heir that change religion againts heiritance system of customary law in Bali (study case inthe village of Batubayan, Abiansemal District, Badung Regency, Bali Province).Adviser 1 : Warkum Sumitro, S.H.,M.H.Adviser 2 : Prof.Dr. Wayan P. Windia, S.H.,M.Si. Family life in tradition communities in Bali, has a main goal to have children. Offspring are expectedto assume responsibility for implementing liability of a child against their parents. The purpose of the researchis to know about the rights and obligation of a heir that change religion and to know why cange religion haveimpact to loose of a heir get their heiritance. Swadarmaning pianak is to perform the ngaben ceremony(cremation ceremony in Bali, which aims to purify the spirits of people who have died) and continuingobligations of parents towards family, traditional villages, and temples or Khayangan tiga in heir villages. Afterthe children carry out their obligations then before he could get his right as heir. Customary law in Bali (awig-awig), require a child to exercise the rights and obligations as heir must Hinduism. If the heirs to switchreligions, from Hinduism to other religions, which resulted in the death of the rights of heirs to get rights andimplement their obligations, indeed in the Act in 1945 in Article 29 paragraph 2 expressly mentions, that thestate guarantees the freedom of citizens to embrace their religion. Freedom of religion is granted by the 1945Constitution, causing problems in the customary inheritance system of customary law in Bali. Issues concerningheirs converted to above also occurred in the village of Batubayan, Abiansemal District, Badung Regency, BaliProvince. Problems that occur include the position of heir to the religious heritage of the switch and also thedeath of his parents when his heirs the right switch religions. The purpose of the research is to khnow about the rights and obligation of a heir that change religion,and to know why change religion have impact to loose of a heir get their heiritance. The method use is approach of empirical yuridis. Yuridis approach is based from the article/ mips oflaw that has connection with the isu. For empirical approach is based from the fact of live in the research field.Data analysis wich is use is descriptive analysis method as research procedure wich produce descriptive data inthe form of words written or spoken from people and behavior that able to perceive. Based on the research, the conclusion is : The heir that change religion at Batubayan Village no morehave rights and obligation to their parents, family and the society. Because the heir that change religion in Balimean that they will not be able to do their obligation in religion and heir will only break the family relationwich their parents(ninggal kedaton) and because of that the heir will loose all of the treasure heiritance that leftby their parents. Change religion is impossible to recive heritage because based on Bali Custom Law, theirloose the right and obligation because their change religion.Keywords: The Status of a heir that change religion. ABSTRAK Dalam kehidupan berkeluarga pada masyarakat adat di Bali, memiliki tujuan yang utama yaitu memilikiketurunan. Keturunan tersebut diharapkan mampu untuk memikul tanggung jawab di dalam menjalankanswadarmaning pianak (kewajiban dari seorang anak terhadap orangtuanya). Swadarmaning pianak tersebutadalah melaksanakan upacara pengabenan (upacara pembakaran mayat di Bali, yang bertujuan untuk Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 6
  13. 13. menyucikan roh dari orang yang telah meninggal) dan meneruskan kewajiban-kewajiban dari orang tuanyaterhadap keluarga, desa adat, dan pura khayangan tiga atau khayangan desa. Setelah anak tersebutmelaksanakan kewajibannya maka barulah ia bisa mendapatkan haknya sebagai ahli waris. Hukum adat di Bali(awig-awig), mengharuskan bahwa seorang anak agar bisa melaksanakan hak dan kewajiban sebagai ahli warisharuslah beragama Hindu. Apabila ahli waris beralih agama, dari agama Hindu ke agama lainnya,mengakibatkan gugurnya hak dari ahli waris tersebut untuk mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya,memang di dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 29 ayat 2 secara tersurat menyebutkan, bahwa negaramenjamin kebebasan dari warga negara untuk memeluk agama masing-masing. Kebebasan dalam memelukagama yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945, menimbulkan masalah di dalam sistem hukum warisadat yang adat di Bali. Permasalahan tentang ahli waris beralih agama tersebut diatas juga terjadi di Desa AdatBatubayan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provensi Bali. Permasalahan yang terjadi meliputikedudukan ahli waris beralih agama terhadap warisan orang tuanya dan juga gugurnya hak mewaris apabila ahliwarisnya beralih agama. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini mengungkapkan beberapa pengertian-pengertian mengenaihukum adat, hukum waris adat, desa adat, gugurnya hak mewaris, pengertian beralih agama, dan beberapa teori-teori yang di pergunakan untuk mengetahui bagaimana hak dan kewajiban ahli waris beralih agama terhadapwarisan, dan untuk mengetahui mengapa beralih agama menyebabkan gugurnya hak mewaris. Metode yang dipergunakan adalah metode pendekatan yuridis empiris. Pendekatan yuridis inimenekankan dari segi perundang-undangan/peraturan-peraturan yang relevan dengan masalah ini, terutamahukum adat Bali. Pendekatan empiris, menekankan pada permasalahan yang diteliti berdasarkan kenyatan-kenyataan yang berkembang di lapangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisisdeskriptif, yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dariorang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dari hasil wawancara dengan Bendesa Desa Adat Batubayan terdapat 2 keluarga yang beralih agamadari Agama Hindu menjadi non-Hindu, yang pertama terjadi tahun 1993 dan yang kedua terjadi tahun 2002.Dari hasil paruman adat dan bedasarkan awing-awig Desa Adat Batubayan memutuskan kedua ahli waris yangberalih agama harus keluar dari desa adat dan dinyatakan hak-haknya terhadap harta warisan orang tuanyahilang, karena sudah tidak mungkin lagi melaksanakan keawajibannya sebagai ahli waris. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Kedudukan ahli waris yang beralihagama (dari agama Hindu ke agama non-Hindu), menurut hukum adat Bali tidak lagi mempunyai hubunganhukum dengan ahli waris, mereka ini dikenal dengan ninggal kedaton penuh. Oleh karena itu mereka yangninggal kedaton penuh hak mewarisnya gugur. Hal ini juga berlaku di Desa Adat Batubayan, KecamatanAbiansemal, Kabupaten Badung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa awig-awig DesaAdat Batubayan secara tegas menyatakan bahwa krama yang bukan beragama Hindu bukanlah krama desa,sehingga tidak berhak atas warisan yang ditinggalkan oleh pewaris yang merupakan krama desa, seperti yangdialami oleh Nyoman Suweca. Beralih agama bagi ahli waris dari agama Hindu ke agama non-Hindu dapatmenyebabkan gugurnya hak mewaris. Karena dengan beralih agama seorang ahli waris tidak mungkin lagimelaksanakan kewajiban (swadarma) sebagai ahli waris. Kewajiban yang dimaksud ada tiga yaitu, kewajibandalam hubungan dengan parhyangan seperti, melaksanakan berbagai aktifitas keagamaan sesuai dengan ajaranagama Hindu, kewajiban dalam hubungan dengan pawongan seperti, masesana (tolong –menolong), ayah-ayahan (kerja fisik), pawedalan (urunan) sesuai dengan ajaran agama Hindu, kewajiban dalam pelemahan yaitu,tata kelola terhadap lingkungan alam yang sesuai dengan ajaran agama Hindu. DAFTAR PUSTAKAAli Afandi, 1997. Hukum Waris Hukum Keluarga Hukum Pembuktian. Cetakan IV, PT. Rineka Cipta, Jakarta.Artadi, I Ketut, 2007. Hukum Adat Bali. PT. Pusatka Bali Post, Denpasar.------------------.1986. Hukum Adat Bali dengan Aneka Masalahnya. Cetakan I, CV. Sumber Mas Bali, Bekerja Sama dengan Bagian Penerbit Fakultas Hukum Unud, Denpasar.Astiti, Cokorde Istri Putra, dan I Wayan Beni, Ni Nyoman Sukerti. 1984. Hukum Adat Dua (Bagian Dua). Biro Dokumentasi dan Publikasi Hukum Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar.Bruggink, J.J.H., 1996. Refleksi Tentang Hukum. Citra Aditya Bakti, Bandung. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 7
  14. 14. Darji Darmodiharjo, 1981. Santiaji Pancasila. Usaha Nasional, Surabaya.Darsana , I Gusti Putu, 1997. Dinamika Kebudayaan Bali. cet 1, Upada Sastra, Bali.Dijk, Van, diterjemahkan oleh A. Soehardi, 2006. Pengantar Hukum Adat Indonesia. cetakan IX, CV. Mandar Maju, Bandung.Geriya, I Wayan, 1995. Pariwisata Dan Dinamika Kebudayaan Lokal, Nasional, Global (Bungarampai Antropologi Pariwisata ). Upada Sastra, Denapasar.Hilman Hadikusuma, 1980. Pokok-pokok Pengertian Hukum Adat. Alumni, Bandung.---------------. 1991. Hukum Waris Indonesia Menurut Perundang-undangan, Hukum Adat, Hukum Agama Hindu, Islam. PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, 1997. Metodologi Penelitian Sosial, PT. Bumi Aksara Jakarta.Koentjaraningrat. 1976. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jambatan, Jakarta.Korn, V. E. diterjemahkan serta diberi catatan oleh I Gede Wayan Pangkat, 1987. Hukum Adat Kekeluargaan Di Bali (Het Adatrecht Van Bali bab VII). Biro Dokumentasi dan Publikasi Hukum Adat Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar.Liefrinch, F.A.1985. Peraturan Residen Bali dan Lombok, Hukum Waris Bagi Penduduk Adat Bali.Mahfud M D, 1993. Demokrasidan konstitusi di Indonesia. Liberty Jogyakarta.Panetja, Gde, 1989. Aneka Catatan Tentang Hukum Adat Bali. Cetakan II, Guna Agung, Denpasar-Bali.Pudja, I Gde, 1997. Pengantar Tentang Perkawinan Menurut Hukum Hindu. Mayasari, Jakarta.Saleh Adi Winata, 1976. Pengertian Hukum Adat Menurut Undang-Undang Pokok Agraria. Penerbit Alumni, Bandung.Satjipto Rahardjo, 1982. Ilmu Hukum. Alumni, Bandung.Soepomo, R. 1986. Bab-Bab Tentang Hukum Adat. Pradnya Paramita, Jakarta.Soemitro, Ronny Hanitijo, 1999. Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri. Ghalia Indonesia, Jakarta, Cet. V.Soeripto, KRNH. 1977. Hukum Adat Waris Bali, Cetakan Ke-II Fak. Hukum Universitas Negeri Jember.-------------------. 1983. Beberapa Bab Tentang Hukum Adat Waris Bali. Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember.Sooekanto, Soerjono dan Sulaiman B. Taneko, 1994. Hukum Adat Indonesia. CV. Rajawali, Jakarta.Suasthawa Darmayuda, I Made,1987. Status Dan Fungsi Tanah Adat Bali Setelah Berlakunya UUPA. CV Kayumas Agung, Denpasar.------------.2001. Desa Adat, Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Di Provinsi Bali. PT Upada Sastra, Denpasar.Sudikno Mertokusumo, 2000. Penemuan Hukum Sebuah Pengantar. Liberty, Yogyakarta.Sugangga, I.G.N. 2005. Diktat Hukum Waris Adat (Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro). Denpasar.Sujanto, 1990. Otonomi Daerah Yang Nyata dan Bertanggung Jawab. Ghalia Indonesia, Jakarta.Surpa, I Wayan., 2002. Seputar Desa Pakraman dan Adat Bali. BP, Denpasar.-------------------,2004. Eksistensi Desa Adat dan Desa Dinas di Bali. Pustaka Bali Post, Denpasar.Surini Ahlan Sjahrif, 1983. Intisari Hukum Waris. Ghalia Indonesia, Jakarta.Sirtha, I Nyoman, 2008. Aspek Hukum dalam Konflik Adat di Bali. Udayana Uniersity Press.Denpasar.Soleman B. Taneko, 1981. Dasar-dasar Hukum Adat & Ilmu Hukum Adat. Alumni Bandung.Soerojo Wignjodipoero, 1988. Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat. CV. Haji Masagung, Jakarta.Ter Haar, Bzn di Indonesiakan oleh K.Ng. Soebakti Poesponoto, 1999. Asas-Asas Dan Susunan Hukum Adat. Cet. Ke-12, Pradnya Paramita, Jakarta.Windia, Wayan, 1995. Menjawab Masalah Hukum. PT. BP. Denpasar.Windia, Wayan P. dan Ketut Sudantra. 2006. Pengantar Hukum Adat Bali. Lembaga Dokumentasi dan Publikasi Fakultas Hukum Univ. Udayana, Denpasar.Windia, Wayan P, 2008. Bali Mawacara Kesatuan Awig-awig, Hukum dan Pemerintahan di Bali. Udayana University Press, Denpasar.--------------------, 2010. Dari Bali Mewacara Menuju Bali Santi. Udayana Press, Denpasar.Yasin, Sulchan, 1998. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. CV. Putra Karya, Jakarta.Laporan Penelitian:Makamah Agung, 1980. “Hukum Adat Tenang Warisan, Proyek Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Denpasar”. Jakarta. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 8
  15. 15. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1982. “Proyek Inventarisasi dan dokumentasai Kebudayaan Darerah, Pola Pemukiman Pedesaan Daerah Bali”, Jakarta.Nantri, Ayu Putu. 1982. “Kedudukan Ahli Waris Yang Beralih Agama Menurut Hukum Adat Waris di Kabupaten Badung”. Laporan Penelitian, Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar.Majelis Pembinaan Lembaga Adat Daerah Tingkat I Bali, 1995. “Butir-butir Mutiara dalam Pembinaan Desa- desa Adat di Bali”, Denpasar.Bapeda Kabupaten Badung, Pusat Statistik Kabupaten Badung. 2002. “Badung Dalam Angka 2002”. Badung.Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung, “Buku Saku Statistik Badung”, 2008, Badung.Putra Santika, Ida Bagus Agung, 2003. “Kendala-kendala Pendaftaran Tanah Waris Bekas Milik Adat Bagi Masyarakat Muslim Angantiga Kabupaten Badung, Bali Pada Dewasa Ini”, Tesis, Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.Hendratianingsih, S. 2008. ”Identifikasi Kepemilikan Lahan dan Batas Tanah Adat di Bali”. Institut Teknologi Bandung, Bandung.Widya Kusuma Negara, Putu, 2009. ”Kedudukan Kerama Desa Yang Tidak Lagi Beragama Hindu Yang Menempati Tanah Karang Desa Di Desa Pekraman Ketewel”, Kabupaten Gianyar. Sekripsi, Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar.Seminar:Badan Pembinaan Hukum Nasional, 1976. “Seminar Hukum Adat dan Pembinaan Hukum Nasional”, Binacipta, Bandung.Majalah:Ariani, I Gusti Ayu Agung 1994, “Wanita Dalam Hukum Keluarga dan Warisan di Bali, Suatu Kajian Normatif- Sosiologis Dengan Pespektif Gender”, dalam Majalah Kertha Patrika, Hukum Dalam Teori dan Praktek. Fakultas Hukum Univ. Udayana, Denpasar.Philipus M Hadjon, 1994. “Pengkajian Ilmu Hukum Gomatik, (Normatif)”. Majalah Yuridika No. 6 Tahun IX, Nopember-Desember, Univ. Airlangga, Surabaya.Peraturan Perundang-undangan:Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.Undang-Undang no 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar-Dasar Pokok Agraria.Undang-Undang no 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.Peraturan Daerah:Peraturan Daerah Provensi Bali No. 3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman.Keputusan Majelis Utama Desa Pakraman (MDP) Bali Nomer: 050/Kep/Psm-1/MDPBali/III/2006.Keputusan Majelis Utama Desa Pakraman Provensi Bali Nomer: 01/KEP/PSM-3/MDP BALI/X/2010.Awig-awig dan perarem Desa Adat:Awig-awig Desa Adat Batubayan.(2009)Eka Likita Desa Adat Batubayan.(2009)Perarem Desa Adat Batubayan.(2009)Media On-line:http://www.hukum on-line.comhttp://www.pustaka.ut.ac.id.comhttp://www.EIHUKUM.com Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 9
  16. 16. EFEKTIVITAS UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUCIA TERHADAP PENDAFTARAN JAMINAN FIDUCIA GUNA PENERBITAN SERTIFIKAT FIDUCIA SEBAGAI JAMINAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR DALAM KONFLIK SENGKETA UTANG-PIUTANG I Kadek Dony Hartawan Magister Kenotariatan Universitas Udayana E-Mail : - ABSTRACT In activity of giving credit, particularly banking credit, credit warranty has important role, becausefrom here, it will emerge legal problem frequently occur, such as how indeed item position become warrantyobject, what warranty used if the items is moving in character and is it giving law protection to its creditor?How the affectivity from its own statute attracted writer to research and raise it to become thesis title"STATUTE AFFECTIVITY NUMBER 42 1999 ABOUT FIDUCIA WARRANTY TO REGISTRATION FIDUCIAWARRANTY FOR FIDUCIA CERTIFICATE PUBLISHING AS LAW PROTECTION WARRANTY TOCREDITOR IN DISPUTE CONFLICT OF DEBIT CREDIT". Fiducia warranty is item warranty for moving object both tangible or intangible regarding to debitcredit between debitor and creditor. Fiducia warranty is given by debitor to creditor to warrant its full paymentdebt. Fiducia warranty is arranged in Statute Number 42 1999 About Fiducia Warranty. This fiduciawarranty gives position mainly to privilege to fiducia receiver to other creditors. In audit field work, frequently we found term Fiducia and Fiducia Warranty, for instance when doingaudit for bank loan account or loan from finance company. It might be among us do not understand what thisterm means. The following is a few discussion related to this Fiducia and Fiducia Warranty I obtained fromempirically research. Start from cash loan from creditor (bank) by debitor usually called debit credit lawconnection then joining warranty giving in this matter moving object, later raise problem when warranty objectand fiducia warranty are not registered. This causes its has not strong of debitor position (Fiducia receiver). Itmeans, there is no protection, in what matter? In matter when unpaid debt by debitor. How the settlement? Is warranty object can be executed and what causes several banks and financeagency can not register even though they will know the indemnity. While its own registration function is to runpublicity principle function that means warranty mentioned is under creditor power that from mis registrationobtained fiducia certificate direct to Justice Based on God.Key words : Debit credit - Warranty - Fiducia - Registration - Certificate -Effective – Statute ABSTRAK Dalam kegiatan pemberian kredit, khususnya kredit perbankan, jaminan kredit mempunyai perananyang sangat penting.karena dari sini akan timbul masalah hukum yang sangat rentan terjadi, seperti bagaimanasesungguhnya kedudukan benda yang menjadi objek jaminan, jaminan apa yang digunakan jika bendanyabersifat bergerak dan apakah memberikan perlindungan hukum bagi krediturnya? Bagaimana keefektifan dariundang-undangnya sendiri yang menarik penulis untuk menelitinya dan mengangkatnya menjadi judul tesis“EFEKTIVITAS UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUCIATERHADAP PENDAFTARAN JAMINAN FIDUCIA GUNA PENERBITAN SERTIFIKAT FIDUCIASEBAGAI JAMINAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR DALAM KONFLIK SENGKETAUTANG-PIUTANG”. Jaminan Fiducia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidakberwujud sehubungan dengan hutang-piutang antara debitur dan kreditur. Jaminan fiducia diberikan oleh debiturkepada kreditur untuk menjamin pelunasan hutangnya. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 10
  17. 17. Jaminan Fiducia diatur dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fiducia.Jaminan fiducia ini memberikan kedudukan yang diutamakan privilege kepada penerima fiducia terhadapkreditur lainnya. Dalam praktek pekerjaan pemeriksaan di lapangan (audit field work) sering kita temukan istilahFiducia dan Jaminan Fiducia seperti misalnya ketika melakukan pemeriksaan atas akun pinjaman bank maupunpinjaman dari perusahaan pembiayaan. Mungkin diantara kita ada yang belum begitu memahami istilah ini.Berikut sedikit pembahasan terkait dengan masalah Fiducia dan Jaminan Fiducia yang saya peroleh daripenelitian empiris. Berawal dari pinjam-meminjam uang dari kreditur (bank) oleh debitur yang biasa disebuthubungan hukum utang-piutang yang kemudian mengikutkan adanya pemberian jaminan dalam hal ini bendabergerak, yang kemudian timbul masalah ketika objek jaminan dan jaminan fiducianya tidak di daftarkan. Yangberakibat pada tidak kuatnya kedudukan kreditur (penerima Fiducia). Artinya tidak ada perlindungan, dalam halapa? Dalam hal ketika tidak terbayarkan hutang oleh debitur (wanprestasi). Bagaimana penyelesaiannya? Apakah objek jaminan dapat di eksekusi, dan apa yang menyebabkanbeberapa bank dan lembaga pembiayaan tidak mendaftarkannya padahal tau akibatnya akan rugi sendiri.Sedangkan fungsi pendaftarannya sendiri adalah untuk menjalankan fungsi asas publisitas yang berarti bahwajaminan yang dimaksud sedang dalam penguasaan pihak kreditur yang dari pendaftaran ini mendapatkansertifikat fiducia yang berirah Demi Keadilan Berdasarkan Ke Tuhanan Yang Maha Esa.Kata Kunci : Utang-piutang—Jaminan—Fiducia—Pendaftaran—Sertifikat—Efektif—Undang-undang. DAFTAR PUSTAKABuku HukumAbdulkadir Muhammad, 2004. Hukum Dan Penelitian Hukum, Cetakan Pertama, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.Badrulzaman Mariam Darus, 1991. Bab-bab Tentang Credietverband, Gadai dan Fiducia, Cetakan Kelima, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.Bahsan. M, 2007. Hukum Jaminan Dan Jaminan Kredit Perbankan Indonesia, Cetakan Pertama, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Fuady Munir, 2003. Jaminan Fiducia, Cetakan Kedua, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti._______, 2002. Pengantar Hukum Bisnis "Menata Bisnis Modern di Era Global", Cetakan Pertama, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.Fred B.G. Tumbuan. 2001. "Sessi IV Mencermati Pokok-pokok Undang-undang Fiducia" dalam Undang- undang Jaminan Fiducia dan Petunjuk Pelaksanaannya, Arbitrase dan Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman Tahun 2001. Jakarta : CV. Tamita Utama.Gunawan Widjaja & Ahmad Yani, 2000. Seri Hukum Bisnis "Jaminan Fiducia" Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.__________, 2003. Seri Hukum Bisnis " Kepailitan" Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Gunardi. Markus Gunawan, 2007. Kitab Undang-Undang Hukum Kenotariatan, Himpunan Peraturan Tentang Kenotariatan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Gautama Sudargo, 1979. Contoh-contoh Kontrak-kontrak, Rekes-rekes & Surat-surat. Resmi Sehari-hari, Jilid Kedua, Bandung : Alumni.Harun Alrasid, 2007. Himpunan Peraturan PerUndang-undangan Republik Indonesia Menurut Sistem Engelbrecht, Cetakan Pertama, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.Hadjon M Philipus, 2005. Argumentasi Hukum, Cetakan Kedua, Yogyakarta : Gajah Mada University.Jehani Libertus, 2007. Pedoman Praktis Menyusun Surat Perjanjian. Dilengkapi Contoh-Contoh : Perjanjian Jual Beli, Perjanjian Sewa Menyewa, Perjanjian Pinjam Pakai, Perjanjian Pinjam Meminjam, Perjanjian Kerja, Perjanjian Franchise, Surat Kuasa, Cetakan Kedua, Jakarta : Visimedia.Kansil, C. S. T, 1995. Hukum Perusahaan Indonesia (Aspek Hukum Dalam Ekonomi), Cetakan Kelima, Edisi Revisi, Jakarta : PT Pradnya Paramita. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 11
  18. 18. Masyhuri & Zainuddin, 2008. Metode Penelitian Pendekatan Praktis Dan Aplikatif, Cetakan Pertama, Bandung : PT. Refika Aditama.Naja Daeng, 2005. Hukum Kredit dan Bank Garansi The Bankers Hand Book, Cetakan Pertama, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.Peter Mahmud Marzuki, 2008. Penelitian Hukum, Cetakan Keempat, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.Rachmat Syafaat, 2008. Strategi Penelitian Dan Penulisan Ilmu Hukum, Cetakan Pertama, Malang : Setara Press.Rachmadi Usman, 2008. Hukum Jaminan Keperdataan, Cetakan Pertama, Jakarta : Sinar Grafika.Salindeho John, 1994. Sistem Jaminan Kredit Dalam Era Pembangunan Hukum, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Jakarta : Sinar Grafika.Satrio J, 1993. Hukum Jaminan Hak-hak Jaminan Kebendaan. Cetakan Kedua, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.________,2002. Hukum Jaminan Hak Jaminan Kebendaan Fiducia, Cetakan Pertama, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.Simorangkir, J.C.T, Erwin Rudy T, Prasetyo, J. T, 2006. Kamus Hukum, Cetakan Kesepuluh. Jakarta : SinarGrafika.Sidharta Arief, 2007. Mauwissen Tentang Pengembanan Hukum, Ilmu Hukum, Teori Hukum Dan Filsafat Hukum, Cetakan Pertama, Bandung : PT. Refika Aditama.Soenarto, 2002, KUHP dan KUHAP, Cetakan Ketujuh, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Soerjono Soekanto, 1996. Sosiologi ; Suatu Pengantar, Bandung : Rajawali Pres.Sucipto Rahardjo, 2000. Ilmu Hukum, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.Subekti R, 1991. .Jaminan-jaminan Untuk Pemberian Kredit Menurut Hukum Indonesia, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.Subekti R. Tjitrosoedibio R, 1994. Kamus Hukum, Cetakan Kedua, Jakarta : PT. Pradnya Paramita.__________, 2001. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata "Burgerlijk wetboek ", Cetakan Ketiga Puluh Satu, Jakarta : Pradnya Paramita.__________, 2002. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang Dan Undang-Undang Kepailitan. Cetakan Kedua Puluh Tujuh, Jakarta : Pradnya Paramita.Sofwan Sri Soedewi Masjchoen, 1980. Hukum Jaminan di Indonesia" Pokok-Pokok Hukum Jaminan dan Jaminan Perorangan, Yogyakarta : Liberty.___________, 1982. Himpunan Karya Tentang Hukum Jaminan, Cetakan Pertama, Yogyakarta : Liberty.Sentosa Sembiring, 2000. Hukum Perbankan, Cetakan Pertama, Bandung : Mandar Maju.Surini Dahlan Sjarif, 1984. Intisari Hukum Benda Menurut Burgerlijk Wetboek, Jakarta : Ghalia Indonesia.Sutarno, 2003. Aspek-aspek Hukum Perkreditan Pada Bank, Jakarta : CV. Alfabeta.Soebroto Thomas, 1995. Tanya Jawab "Hukum Jaminan Hipotik Fiducia Penanggung dan lain-lain”. Cetakan Pertama, Semarang : Dahara Prize.Tan Thong Kie, 2007. Studi Notariat Dan Serba-Serbi Praktek Notaris, Cetakan Pertama, Jakarta : PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.Wirjono Prodjodikoro, 2000. Azas-azas Hukum Perjanjian, Cetakan Kedelapan, Bandung : Mandar Maju.Yan Pramadya Puspa, 1977. Kamus Hukum Edisi Lengkap Bahasa Belanda, Indonesia, Inggris, Semarang : Aneka Ilmu.Perundang-undanganUndang-undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1999, Tentang Jaminan Fiducia.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1967, Tentang Pokok Perbankan.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992, Tentang Perbankan.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998, Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992.Undang-undang Nomor Republik Indonesia 4 Tahun 1996, Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda Yang Berkaitan Dengan Tanah.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1997 Tentang Pendapatan Negara Non Pajak. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 12
  19. 19. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1985, Tentang Rumah Susun.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris .Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 117.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2000, Tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fiducia dan Biaya Pembuatan Akta Jaminan Fiducia.Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 139 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Kantor Pendaftaran Jaminan Fiducia disetiap Ibukota Propinsi di Wilayah Negara Republik Indonesia.Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1991 Tentang Badan Urusan Piutang Dan Lelang Negara.Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.01.PR.07.10 Tahun 2005 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Nomor M.03.UM.07.10 Tahun 2001 Tentang Pembukaan Kantor Pendaftaran Fiducia Di Seluruh Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.Surat Edaran Bank Indonesia Nomor : 23/UKU/Tanggal 28 Februari 1991, Perihal Jaminan Pemberian Kredit. Surat Edaran Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Nomor C.UM.01.10-11 Tahun 2001tentang Penghitungan Penetapan Jangka Waktu Penyesuaian dan Pendaftaran Perjanjian Jaminan Fiducia. Surat Edaran Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Nomor C.UM.02.03-31 tanggal 8 Juli2002 tentang Standarisasi Laporan Pendaftaran Fiducia dan Registrasi; Surat Edaran Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Nomor C.HT.01.10-22 Tahun 2005tentang Standarisasi Prosedur Pendaftaran Jaminan Fiducia.Media On-line(http://www.cetro.or.id/media/detik/detik081000.html)(http://www.suaramerdeka.com/harian/0201/15/kha1.htm)http ://www.hukum on-line.comhttp ://www.EIHUKUM.com Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 13
  20. 20. EFEKTIFITAS AKTA PERSETUJUAN DI BAWAH TANGAN DARI ISTRI ATAU SUAMIUNTUK MENJUAL HAK MILIK ATAS HARTA BERSAMA DALAM PEMBUATAN AKTA PERJANJIAN PERIKATAN JUAL BELI DAN/ATAU AKTA JUAL BELI OLEH NOTARIS/PPAT I Kadek Joni Wahyudi Magister Kenotariatan Universitas Udayana E-Mail : - ABSTRACT A Notary/PPAT is obliged to give consideration and assessment for acts made by or in front of alsogives view, not for formal truth matter from mentioned act, also about material truth. Sale purchase bindingagreement act and/or sale purchase act can be made by Notary/PPAT if interest party that the party sellingright for land and party that buying right for land facing Notary/PPAT in its work region also should beattended by all parties that performing mentioned law act or can be represented by someone in attorney basedon legal power of attorney to conduct sale purchase law act. Party selling right for land should be also complythe terms, that is authorized to sell right for land mentioned. Thus all, party buying should comply subject termfrom right for land that will be received. Notary/PPAT is obliged to held investigation or examination carefullyto evidence data truth or term that become completeness in making act and witnessed at least two witnesses thatcomply terms to act as witness in making sale purchase law, furthermore, it will be conducted reading andsigning by all parties, witnesses and Notary/PPAT. Practically, it can be found sale purchase transaction of right for land, that is sale to mutual propertyright husband and wife. Certificate of mutual property right that will be sold registered on behalf of husbandand wife. Even though according to seller husband or wife registered in property right certificate is agreed withbuyer to perform sale purchase transaction in Notary/PPAT office, occasionally seller wife or husband thatgiving agreement can not attend facing Notary/PPAT to follow sign sale purchase binding agreement act and/orsale purchase act as agreement sign to sell mutual property right because of busy reason out of town. Sellerhusband or wife that come to face Notary/PPAT bring and show agreement from wife or husband usually madein written. Selling agreement is made in written in form of authentic act and is made in form of act under hand. Based on description above, then I tried to research and explain affectivity and law power ofagreement act under hand from wife or husband to sell mutual property right in making sale purchase bindingagreement act and/or sale purchase act by Notary/PPAT.Key Words : Act, Sale Purchase, Notary/PPAT ABSTRAK Seorang Notaris/PPAT berkewajiban untuk memberikan pertimbangan dan penilaian atas akta-aktayang dibuat oleh atau di hadapannya serta memberikan pandangan bukan saja perihal kebenaran formal dari aktayang bersangkutan, melainkan juga perihal kebenaran materiil darinya. Akta perjanjian perikatan jual belidan/atau akta jual beli dapat dibuatkan oleh Notaris/PPAT jika pihak yang berkepentingan yaitu pihak yangmenjual hak atas tanah dan pihak yang membeli hak atas tanah menghadap Notaris/PPAT di wilayah kerjanyaserta harus dihadiri oleh para pihak yang melakukan perbuatan hukum yang dimaksud atau dapat diwakili olehseorang kuasa berdasarkan surat kuasa yang sah untuk melakukan perbuatan hukum jual beli tersebut. Pihakyang menjual hak atas tanah harus pula memenuhi syarat yaitu berwenang menjual hak atas tanah dimaksud.Demikian pula pihak yang membeli harus memenuhi syarat subjek dari hak atas tanah yang akan diterima itu.Notaris/PPAT berkewajiban mengadakan penyelidikan atau pemeriksaan secara hati-hati terhadap kebenarandata alat bukti atau syarat yang dijadikan kelengkapan dalam pembuatan akta dan disaksikan oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi yang memenuhi syarat untuk bertindak sebagai saksi dalam perbuatan hukum jualbeli itu untuk selanjutnya dilakukan pembacaan dan penandatanganan oleh para pihak, saksi dan Notaris/PPAT. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 14
  21. 21. Pada prakteknya dapat ditemukan transaksi jual beli hak atas tanah yaitu penjualan terhadap hak milikatas harta bersama suami istri. Sertipikat hak milik atas harta bersama yang akan dijual ada yang terdaftar atasnama suami ada pula yang terdaftar atas nama istri. Meskipun menurut pihak penjual suami atau istri yang terdaftar dalam sertipikat hak milik sudahsepakat dengan pembeli untuk mengadakan transaski jual beli di kantor Notaris/PPAT, terkadang istri atausuami pihak penjual yang memberikan persetujuan tidak bisa hadir menghadap Notaris/PPAT untuk ikutmenandatangani akta perjanjian perikatan jual beli dan/atau akta jual beli sebagai tanda persetujuan untukmenjual hak milik atas harta bersama tersebut karena alasan kesibukannya berada dan/atau bertugas di luardaerah. Pihak penjual suami atau istri yang datang menghadap Notaris/PPAT membawa dan menunjukkanpersetujuan dari istri atau suami yang biasanya dibuat secara tertulis. Persetujuan menjual tersebut ada yangdibuat tertulis dalam bentuk akta otentik dan ada pula yang dibuat dalam bentuk akta di bawah tangan. Berdasarkan dari uraian di atas maka saya berusaha untuk meneliti dan menjelaskan efektifitas dankekuatan hukum akta persetujuan di bawah tangan dari istri atau suami untuk menjual hak milik atas hartabersama dalam pembuatan akta perjanjian perikatan jual beli dan/atau akta jual beli oleh Notaris/PPAT.Kata kunci: Akta, Jual beli, Notaris/PPAT DAFTAR PUSTAKABukuAbdulKadir Muhammad, Hukum dan Penelitian Hukum, 2004, Cetakan I, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.---------------------------------, Hukum Harta Kekayaan, 1994, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.Abdul Manan, Beberapa Masalah Tentang Harta Bersama, Mimbar Hukum, 1997, Nomor: 33, Tahun VIII.Ali Achmad Chomzah, Hukum Agraria (Pertanahan) Indonesia, 2004, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta.A. Pitlo, “Pembuktian dan Daluwarsa”, 1978 terjemahan M. Isa Arif, PT. Intermasa, Jakarta.Aslan Noor, Konsep Hak Milik Atas Tanah Bagi Bangsa Indonesia Ditinjau Dari Ajaran Hak Asasi Manusia, 2006, CV. Mandar Maju, Bandung.Bachtiar Effendi, Kumpulan Tulisan Tentang Hukum Tanah, 1993, Alumni, Bandung.Boedi Harsono, Perkembangan Hukum Tanah Adat Melalui Yurisprudensi, disampaikan pada Simposium Undang-Undang Pokok Agraria dan Kedudukan Tanah-Tanah Adat Dewasa ini, Banjarmasin, 7 Oktober 1977.--------------------, Menuju Penyempurnaan Hukum Tanah Nasional, 2003, Cetakan Kedua, Universitas Trisakti, Jakarta.Efendi Parangin, Praktik Jual Beli Tanah, 1994, Raja Grafindo Persada, Jakarta.G.H.S. Lumbun Tobing, Peraturan Jabatan Notaris, 1980, Erlangga, Jakarta.Gunawan Widjaja dan Kartini Muljadi, Jual Beli, 2004, Cetakan kedua, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.Guse Prayudi, Seluk Beluk Perjanjian Yang Terpenting untuk Diketahui Mulai dari A-Z, 2007, Cetakan kedua, Pustaka Pena, Yogyakarta.H. Salim HS dkk, Perancangan Kontrak, & Memorandum of Understanding (MoU), 2007, Sinar Grafika, Jakarta.Habib Adjie, Hukum Notaris Indonesia, Tafsir Tematik UU No. 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris, 2008, PT. Refika Aditama, Bandung.H.A. Damanhuri HR, Segi-Segi Hukum Perjanjian Perkawinan Harta Bersama, 2007, CV. Mandar Maju, Bandung.Happy Susanto, Pembagian Harta Gono-Gini Saat Terjadi Perceraian, Pentingnya Perjanjian Perkawinan Untuk Mengantisipasi Masalah Harta Gono-Gini, 2008, Cetakan Kedua, Visi Media, Jakarta.Henry Campbell Black, Black Law Dictionary, 1979, Fifth Edition, USA; West Publishing Company.Herlien Budiono, Kumpulan Tulisan Hukum Perdata dibidang Kenotariatan, 2007, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.Ida Rosida Suryana, 1999, Peraturan Jabatan Notaris, Universitas Padjajaran, Bandung. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 15
  22. 22. I Gede A.B. Wiranata, Dasar-Dasar Etika dan Moralitas, 2005, Cetakan I, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.Irawan Soerodjo, Kepastian Hukum Pendaftaran Hak Atas Tanah di Indonesia, 1999, Disertasi Program Pascasarjana Unair, Surabaya.-----------------------, Kepastian Hukum Atas Tanah di Indonesia, 2003, Arkola, Cetakan Pertama, Surabaya.J.J.H. Bruggink alih bahasa Arief Sidharta, Refleksi Tentang Hukum, 1999, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.Jan Michiel Otto, Kepastian Hukum di Negara Berkembang, terjemahan Tristam Moeliono, 2003, Komisi Hukum Nasional, Jakarta.Kartini Soedjendro, Perjanjian Peralihan Hak Atas Tanah yang Berpotensi Konflik (Tafsir Sosial Hukum Pejabat Pembuat Akta Tanah-Notaris Ketika Menghadapi Perjanjian Peralihan Hak Atas Tanah yang Berpotensi Konflik), 2001, Cetakan Kelima, Kanisius, Yogyakarta.L.J van Apeldoorn, Pengantar Ilmu Hukum, terjemahan Oetarid Sadino, 1986, Pradnya Paramita, Jakarta.M. Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan, 2008, Cetakan ketujuh, Sinar Grafika, Jakarta.Mochtar Kusumaatmadja, Fungsi dan Perkembangan Hukum dalam Pembangunan Nasional, 1970, Lembaga Penelitian Hukum dan Kriminologi Fakultas hukum Universitas Padjajaran, Bandung.Munir Fuady, Sosiologi Hukum Kontemporer, Interaksi Hukum, Kekuasaan, dan Masyarakat, 2007, Cetakan I, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.Philipus M. Hadjon, dkk, Pengantar Hukum Administrasi Indosesia (Intfoduction to The Indonesia Administrative Law), 2002, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Udayana, 2005, Pokok-Pokok Tentang Pedoman Penulisan Proposal Penelitian Hukum Empiris dan Penulisan Tesis, Denpasar.Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995, Cetakan ke VII, Edisi Kedua, Balai Pustaka, Jakarta.-------------------------, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002, Balai Pustaka, Jakarta.R. Soegondo Notodisoerjo, Hukum Notariat di Indonesia, Suatu Penjelasan, 1993, Rajawali Pers, Jakarta.R. Soepomo, Hukum Acara Perdata Pengadilan Negeri, 1993, Pradnya Paramita, Jakarta.R. Subekti dan Tjitrosudibio, Kamus Hukum, 1980, Pradnya Paramita, Jakarta.R. Subekti, Hukum Perjanjian, 1995, PT. Intermasa, Jakarta.---------------, Pokok-Pokok Hukum Perdata,1980, PT. Intermasa, Jakarta.---------------, Hukum Pembuktian, 1987, Pradnya Paramita, Jakarta.Sayuti Thalib, Hukum Kekeluargaan Indonesia, 1986, Cetakan V, UI Press, Jakarta.Shidarta, Moralitas Profesi Hukum Suatu Tawaran Kerangka Berpikir, 2006, Cetakan Pertama, PT. Refika Aditama, Bandung.Sjachran Basah, Perlindungan Hukum Atas Sikap Tindak Administrasi Negara, 1992, Alumni, Bandung.Soerjono Soekanto, Efektifitas Hukum dan Penerapan Sanksi, 1988, CV. Ramadja Karya, Bandung.---------------------------, Beberapa Aspek Sosio Yuridis Masyarakat, 1983, Alumni, Bandung.Suardi, Hukum Agraria, 2005, Cetakan Pertama, Badan Penerbit Iblam, Jakarta.Sudikno Mertokusumo, “Hukum Acara Perdata di Indonesia”, 2006, Cetakan I, Edisi Ketujuh, Liberty, Yogyakarta.------------------------------, Mengenal Hukum (Suatu Pengantar), 1991, Edisi ke-3, Liberty, Yogyakarta.Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, 2002, Edisi Revisi V, Rineka Cipta.Tan Thong Kie, Studi Notariat & Serba Serbi Praktek Notaris, 2007, Cetakan pertama, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta.Victor Situmorang dan Cormentyna Sitanggang, Grosse Akta dalam Pembuktian dan Eksekusi, 1993, Cetakan pertama, Rineka Cipta, Jakarta.Y.W. Sunindhia dan Ninik Widayanti, Pembaruan Hukum Agraria (Beberapa Pemikiran), 1988, Cetakan Pertama, Bina Aksara, Jakarta.Perundang-undanganUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 16
  23. 23. Undang-Undang Nomor: 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok AgrariaUndang-Undang Nomor: 1 Tahun 1974 tentang PerkawinanUndang-Undang Nomor: 30 Tahun 2004 tentang Jabatan NotarisUndang-Undang Nomor: 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi ManusiaPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran TanahPeraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor: 6 Tahun 1989, tentang Penyempurnaan Bentuk Akta Pejabat Pembuat Akta TanahPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran TanahPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, Lembaran Negara Nomor: 52Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor: 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor: 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran TanahPeraturan Menteri Negara Agraria Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor: 4 Tahun 1999 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor: 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Pejabat Pembuat Akta Tanah.Internethttp:/advokatku.blogspot.com/2009/02/matinya-hak-jual-suami-istri-atas-html.http://www.hukum.on-line.comhttp://irmadevita.com/2008/01/17/legalisasi-dan-waarmerking/Popularity: 11%http://www.uai.ac.id/index.php/in/hukum/95-pemikiran-ulang-atas-metodologi-penelitian hukum.www.notariatugm.net/index.php?cm=profilhttp://www.pikiranrakyat.com Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 17
  24. 24. PENERAPAN PASAL 18 AYAT (1) HURUF G UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PERJANJIAN KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH I Komang Pasek Suseno Magister Kenotariatan Universitas Udayana E-Mail : - ABSTRACT Bank provides credit to the debtor based on loan agreement made between the debtor and the creditor.Viewed from it’s form , bank credit agreement generally use a standard contract. Every user of goods and services in Indonesia, their right and obligations are protected byLaw Republic of Indonesia Number 8, year 1999 about Consumer Protection. Inclusion of provisions of the standard clause in the agreement governed in article 18 ofconsumer protection law, point (1), sub G, it’ states that the consumers are subject to the new regulation,additional regulation, continued regulation and/or continuous change of regulation made unilaterally byentrepreneurs during the period the consumers are using the services they purchased. Standard clause which is prohibited by the law referred to above there are eight types, in factin everyday practices is often found application of some standard clause referred to above the bank creditagreement, standard clause most frequently used by banks on bank credit agreement is a standard clause sub Gwhich is stated consumers are subject to the new regulation, additional regulation, continued regulation and/orthe consumers are using the services the purchased.Key word: loan agreement, standard claused ABSTRAK Bank dalam memberikan kredit kepada debitur didasarkan pada perjanjian kredit yang dibuat antaradebitur dengan kreditur. Dilihat dari bentuknya perjanjian kredit perbankan pada umumnya menggunakanbentuk perjanjian baku (standard contract). Setiap pemakai barang dan jasa di Indonesia dilindungi hak dan kewajibannya dengan Undang-UndangNomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ketentuan pencantuman klausula baku dalam perjanjian diatur dalam Pasal 18 Undang-undangPerlindungan Konsumen Ayat (1) huruf G ”Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yangditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru, tambahan,lanjutan dan/atau pengubahan lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumenmemanfaatkan jasa yang dibelinya; Klausula baku yang dilarang oleh undang-undang tersebut diatas ada delapan jenis, pada kenyataannyadalam prakteknya sehari-hari sering ditemukan penerapan beberapa klausula baku tersebut di atas dalamperjanjian kredit bank, klausula baku yang paling sering dipergunakan oleh bank di dalam perjanjian kreditnyaadalah klasula baku huruf G yang menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru,tambahan, lanjutan dan/ atau pengubahan lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumenmemanfaatkan jasa yang dibelinya.Kata kunci : perjanjian kredit, klausula baku Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 18
  25. 25. DAFTAR PUSTAKABUKUAbdulkadir Muhammad, Hukum Perikatan, Bandung, Citra Aditya Bakti, 1990___________________, Hukum Acara Perdata Indonesia, Bandung; PT. Citra Aditya Bakti, 2000Amirudin dan H.Zainal Asikin, Metode Penelitian Hukum, Jakarta; PT.Raja Grafindo Persada, 2004A. Qirom Syamsudin M, Pokok-Pokok Hukum Perjanjian Beserta Perkembangannya, Yogyakarta; Liberty, 1985Direktorat Perlindungan Konsumen Ditjen Perdagangan dalam Negeri, Pedoman Klausula Baku di Bidang Perbankan, Jakarta; Departemen Perindustrian dan Perdagangan, 2003Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta; Edisi Ketiga, Balai Pustaka, 2005Edy Putra Tje Aman, Kredit Perbankan Suatu Tinjauan Yuridis, Yogyakarta, Liberty, 1989Frans Satriyo Wicaksono, Panduan Lengkap Membuat Surat-Surat Kontrak, Jakarta; Visimedia, 2008H.R. Daeng Naja, Seri Ketrampilan Merancang Kontrak Bisnis Contract Drafting, Bandung; Citra Aditya Bakti, 2006H.R.Daeng Naja, Hukum Kredit dan Bank Garansi, Bandung; Citra Aditya Bakti, 2005.Henri P Panggabean, Penyalahgunaan Keadaan Sebagai Alasan (baru) untuk Pembatalan Perjanjian, Yogyakarta, Liberty, 1992H.Salim HS. Perkembangan Hukum Kontrak diluar KUH Perdata, Jakarta; PT.Raja Grasindo Persada, 2006Johanes Ibrahim, Cross Default &Cross Collateral Sebagai Upaya Penyelesaian Kredit Bermasalah, Bandung; PT. Refika Aditama 2004.Munir Fuady, Hukum Kontrak, Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis, Bandung; PT. Citra Aditya Bakti, 2007Mariam Darus Badrulzaman, Perjanjian Kredit Bank, Cetakan Keempat, Bandung; Alumni, 1989_______________________, Azas Kebebasan Berkontrak dan Kaitannya dengan perjanjian Baku (Standar), Media Notariat No. 28-29 Tahun VIII Juli-Oktober 1993Manhainia Abdul Hay, Hukum Perbankan di Indonesia, Jakarta; Paramita, Cetakan Pertama, 1975Muhamad Djumhana, Hukum Perbankan di Indonesia, Bandung; PT. Citra Aditya Bakti, 2001Philipus M. Hadjon, Perlindungan hukum bagi Rakyat Indonesia, Surabaya; Bina Ilmu,1987________________, Pengantar Hukum Administrasi Negara, Yogyakarta; Gajah Mada University, 2002R.Subekti, Hukum Perjanjian, Jakarta, Intermasa, Cet. XV, 1994________, Jaminan – Jaminan Untuk Pemberian Kredit Menurut Hukum Indonesia, Bandung; PT. Citra Aditya Bakti, 1989R.Wirjono Projodikoro, Asas-asas Hukum Perjanjian, Jakarta, Sumur, 1989R.Setiawan, Pokok-Pokok Hukum Perjanjian, Bandung, BinaCipta, 1987R.Soetojo Prawirohamidjojo, Marthalena Pohan, Hukum Perikatan, Surabaya; PT. Bina Ilmu, 984Sentosa Sembiring, Hukum Perbankan, Bandung; Mandar Maju, 2000Sukarmi, Cyber Law Kontrak Elektronik dalam Bayang-bayang Pelaku Usaha, Bandung; Pustaka Sutra, 2008Soerjono Soekanto, Penegakan Hukum, Bandung; Bina Cipta, 1983.________________, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta; UI Pers, 1986Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Cet. Kedua, Jakarta; Penerbit Rajawali, 1986Siswanto Sunarso, Penegakan Hukum Psikotropika, Jakarta; PT Raja Grafindo Persada, 2004Suparmako, Metode Penelitian Praktis, Yogyakarta: BPEF, 1991Soetrisno Hadi, Metodologi Research, Yogyakarta; Andi Offset, 1995Sutarno, Aspek-Aspek Hukum Perkreditan pada Bank, cetakan ketiga, Bandung; Alfabeta, 2005Sutan Remy Sahdeini, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang seimbang bagi para pihak dalam perjanjian kredit bank di Indonesia, Institut Bankir Indonesia, Jakarta; 1993Wirjono Prodjodikoro, Hukum Perdata Tentang Persetujuan – Persetujuan Terutama, Cetakan Keenam, Bandung; Sumur, 1974Thomas Suyatno, H.A.Chalik dkk, Dasar-Dasar Perkreditan, Jakarta; PT.Gramedia Pustaka Utama, 2007 Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 19
  26. 26. Peraturan Perundang UndanganUndang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang PerbankanUndang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang PerbankanUndang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan KonsumenUndang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Jabatan NotarisKitab Undang-undang Hukum Perdata Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 20
  27. 27. PENYELESAIAN SENGKETA NONLITIGASI DALAM TERJADI WANPRESTASI PIHAK DEBITUR PADA PENGIKATAN JAMINAN FIDUSIA I Wayan Sridana Putra Magister Kenotariatan Universitas Udayana E-Mail : - ABTRACT in lending activities, both banking and non banking credit, credit guarantee that has a very importantrole, where it often cause breach of contract of the debitor, then how the legal protection against creditors, andwhy the parties chose the settlement of disputes out of court in the event of default the debitor. it is interestingfor the writer to examine it and lift it into the title of the thesis "litigation dispute settlement in the event of anycorrections in tort binding fiduciary warranty. fiduciary warranty is a guarantee of rights that is charged with the imposition of a transfer thatguarantees the right of ownership rights on the basis of trust provided that the object was transferred ownershiprights remain in control of the owner and objects referred to as collateral for repayment of certain debts whichgives preferred status to the recipient of the fiduciary the other creditors. fiduciary warranty is regulated in lawnumer 42 in 1999, about fiduciary warranty. in practice in the field based on empirical research conducted by the author, that many found variousproblems that occur in relation to the fiduciary warranty. then this is a bit of discussion about the issue. itbegins from the borrowing agreement which was then followed by the guarantee, especially movingobjects. then the problem will arise if the debitor defaults and resulting losses accepted by the creditors. as aresult of default, whether the creditors would receive legal protection? obviously the lender will get legalprotection if the fiduciary has been registered at the registry office fiduciary. if the debitor defaults, the lender has the right to execute against the fiduciary. this will be a disputefor both parties. however, this dispute can be resolved through the street outside the court, meaning that bothsides can resolve the dispute by consultation or negotiation.keywords: borrow borrow - warranty - fiduciary - breach of contract - legal protection - settlement of disputes. ABSTRAK dalam kegiatan pemberian kredit, baik itu kredit perbankan maupun non perbankan, bahwa jaminankredit mempunyai peranan yang sangat penting, dimana hal tersebut sering menimbulkan masalah hukum yangrentan terjadi, misalnya apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi dari pihak debitur,kemudian bagaimana perlindungan hukum terhadap kreditur, dan mengapa para pihak memilih penyelesaiansengketa di luar pengadilan dalam hal terjadi wanprestasi pihak debitur. hal tersebut menarik bagi penulis untukmenelitinya dan mengangkatnya menjadi judul tesis “penyelesaian sengketa nonlitigasi dalam terjadinyawanprestasi pihak debitur pada pengikatan jaminan fidusia. jaminan fidusia adalah hak jaminan yang dibebankan dengan pembebanan hak jaminan itu terjadipengalihan hak kepemilikan atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannyadialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda dan dimaksud sebagai agunan bagi pelunasan utangtertentu yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia dari para kreditur lainnya.jaminan fidusia ini diatur dalam undang-undang no. 42 tahun 1999, tentang jaminan fidusia. dalam praktek di lapangan berdasarkan penelitian empiris yang dilakukan oleh penulis, bahwa banyakditemukan berbagai permasalahan yang terjadi dalam kaitannya dengan jaminan fidusia. kemudian ini adalahsedikit pembahasan mengenai permasalahan tersebut. hal ini diawali dari perjanjian pinjam meminjam yangkemudian diikuti dengan adanya jaminan, khususnya benda bergerak. kemudian akan timbul masalah apabiladebitur wanprestasi dan mengakibatkan kerugian yang diterima oleh kreditur. akibat dari wanprestasi, apakahkreditur akan mendapat perlindungan hukum? jelas kreditur akan mendapat perlindungan hukum apabilajaminan fidusia tersebut didaftarkan di kantor pendaftaran fidusia. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 21
  28. 28. apabila debitur wanprestasi, maka kreditur berhak melakukan eksekusi terhadap jaminan fidusiatersebut. hal ini akan menjadi suatu sengketa bagi kedua belah pihak. namun sengketa ini dapat diselesaikanmelalui jalan di luar pengadilan, artinya kedua belah pihak dapat menyelesaikan sengketa tersebut dengan jalanmusyawarah atau negosiasi.kata kunci : pinjam meminjam – jaminan – fidusia – wanprestasi – perlindungan hukum – penyelesaiansengketa. DAFTAR PUSTAKABUKU HUKUMAbdul R. Saliman, Hermansyah, Ahmad Jalis, Hukum Bisnis Untuk Perusahaan (Teori dan Contoh Kasus), Jakarta, Kencana, 2005.Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati, Segi Hukum Lembaga Keuangan dan Pembiayaan, Bandung, Citra Aditya Bakti, 2000.Abdurrahman dan Samsul Wahidin, Beberapa Catatan Tentang Hukum Jaminan dan Hak-Hak Jaminan Atas Tanah, Bandung, Penerbit Alumni, 1985.Achmad Anwari, Praktek Perbankan di Indonesia (Kredit Investasi), Jakarta, Balai Aksara, 1980.Ahmadi Miru, Hukum Kontrak dan Perancangan Kontrak, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2008.Ali Ridho, R, Hukum Dagang (Tentang Prinsip dan Fungsi Asuransi Dalam Lembaga Keuangan, Pasar Modal, Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura dan Asuransi Haji), Bandung, Alumni, 1992.Bachtiar Sibarani, Soal Undang-undang Fidusia, Jakarta, Jurnal Hukum Bisnis, Yayasan Pengembangan Hukum Bisnis, Volume 10, 2000.Bambang Sunggono, Metode Penelitian Hukum, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1996.Bambang Waluyo, Penelitian Hukum Dalam Praktek, Jakarta, Sinar Grafika, 2002.Budiman N.P.D. Sinaga, Hukum Kontrak dan Penyelesaian Sengketa dari Perspektif Sekretaris, Yogyakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2005.Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif, Surabaya, PT. Raja Grafindo Persada, 2003.C.S.T. Kansil dan Christine S.T. Kansil, Modul Hukum Perdata, Jakarta, PT. Pradnya Paramita, Cetakan ke IV, 1995.Djuhaendah Hasan, Lembaga Jaminan Kebendaan Bagi Tanah Dan Benda Lain Yang Melekat Pada Tanah Dalam Konseps Penerapan Asas Pemisahan Horisontal, Bandung, Citra Aditya Bakti, 1996.Gunawa Widjaja dan Ahmad Yani, Seri Hukum Bisnis Jaminan Fidusia, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2001.________________, Hukum Arbitrase, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2000.Handowo Dipo, Sukses Memperoleh Dana, Jakarta, Grafiti, 1993.I Wayan Wiryawan dan I Ketut Artadi, Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan, Denpasar, Udayana University Press, 2009.Jehani Libertas, Pedoman Praktis Menyusun Surat Perjanjian Dilengkapi Contoh-contoh Perjanjian Jual Beli, Perjanjian Sewa Menyewa, Perjanjian Pinjam Pakai, Perjanjian Pinjam Meminjam, Perjanjian Kerja, Perjanjian Franchise, Surat Kuasa, Jakarta, Visimedia, 2007.Johannes Ibrahim, Cross Default & Cross Collateral, Dalam Upaya Penyelesaian Kredit Bermasalah, Bandung, PT. Refika Aditama, 2004.John Salindeho, Sistem Jaminan Kredit Dalam Era Pembangunan Hukum, Jakarta, Sinar Grafika, 1991.Mariam Darus Badrulzaman, Aneka Hukum Bisnis, Bandung, Penerbit Alumni, 1994.Mashudi & Mohammad Chidir Ali (alm), Bab-Bab Hukum Perikatan (Pengertian Elementer), Jakarta, Mandar Maju, 1995.Mas Ahmad Santosa dan Anton L.P. Hutapea, Mendayagunakan Mekanisme Alternatif Penyelesaian Sengketa Lingkungan (MAPS) di Indonesia, Jakarta, Usaid dan Walhi, 1992.Munir Fuady, Hukum Tentang Pembiayaan Dalam Teori Dan Praktek (Leasing, Factoring, Modal Ventura, Pembiayaan Konsumen, Kartu Kredit), Bandung, PT. Citra Aditya Bakti, 1995. Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 22
  29. 29. ___________, Hukum Perkreditan Kontemporer, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti, 1996.___________, Jaminan Fidusia, Bandung, Citra Aditya Bakti, 2000.Philipus M. Hadjon, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia, Surabaya, Bina Ilmu, 1987.Purwahid Patrik, Dasar-Dasar Hukum Perikatan, Bandung, CV. Mandar Maju, 1994.Rachmadi Usman, Hukum Jaminan Keperdataan, Jakarta, Sinar Grafika, 2009.Richard Burton Simatupang, Aspek Hukum Dalam Bisnis, Jakarta, PT. Rineka Cipta, 1995.Rinus Pantouw, Hak Tagih Factor Atas Piutang Dagang, Anjak Piutang (Factoring), Jakarta, Kencana, 2006.Rony Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Jakarta, Ghalia Indonesia, 1990.____________________, Hukum dan Masalah Penyelesaian Konflik, Semarang, CV. Agung, 1990.Salim HS. H, Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2004.___________, Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW), Jakarta, Sinar Grafika, 2001.___________, Perkembangan Hukum Kontrak Innominat Di Indonesia, Jakarta, Sinar Grafika, 2003.Salim HS. H dan Budi Sutrisno, Hukum Investasi Indonesia, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2007.Satrio. J, Hukum Jaminan, Hak-Hak Jaminan Kebendaan, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti, 1991.Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta, UI Pers, 1986._______________, Efektivifitas Hukum dan Penerapan Sanksi, Bandung, CV. Ramadja Karya, 1988._______________, Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1983.Sofyan, M.S.S, Bebarapa Masalah Pelaksanaan Lembaga Jaminan Khususnya Fidusia Di Dalam Praktek Dan Perkembangannya Di Indonesia, Yogyakarta, Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, 1977.Sri Soedewi Masjchoen Sofwan, Hukum Perdata Hak Jaminan Atas Tanah, Yogyakarta, Liberty, 1974.Sri Suyatmi dan J. Sudiarto, Problematika Leasing Di Indonesia, Jakarta, Arikha Media Cipta, 1992.Subekti. R, Jaminan-jaminan untuk Pemberian Kredit Menurut Hukum Indonesia, Bandung, PT. Citra Aditya, 1991.Sudargo Gautama, Contoh-Contoh Kontrak, Rekes dan Surat Resmi Sehari-Hari, Bandung, PT Citra Aditya Bakti, 1991.Sudiarto. H dan Zaeni Asyhadie, Mengenal Arbitrase, Salah Satu Alternatif Penyelesaian Sengketa Bisnis, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2004.Sunaryo, Hukum Lembaga Pembiayaan, Jakarta, Sinar Grafika, 2009.Supranto. J, Metode Penelitian Hukum dan Statistik, Jakarta, PT. Rineka Cipta, 2003.Suryodiningrat, R.M, Perikatan-Perikatan Bersumber Perjanjian, Bandung, Tarsito, 1991.Suyud Margono, ADR (Alternatif Dispute Resolution and Arbitrase) Proses Pelembagaan dan Aspek Hukum, Jakarta, Ghalia Indonesia, 2000.Tan Kamelo, Hukum Jaminan Fidusia, Bandung, PT. Alumni, 2004.Tan Thong Kie, Serba-Serbi Praktek Notaris, Jakaarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 2000.Yahya Harahap, Tinjauan Mengenai Sistem Peradilan dan Penyelesaian Sengketa, Bandung, Citra Aditya Bakti, 1997.Zainal Asikin, Pokok-Pokok Hukum Perbankan di Indonesia, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1995.Zaeni Asyhadie, Hukum Bisnis, Prinsip dan Pelaksanaannya di Indonesia, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2006.Zainuddin Ali. H, Sosiologi Hukum, Jakarta, Sinar Grafika, 2005.DAFTAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGANRepublik Indonesia. Undang - Undang Dasar 1945.Republik Indonesia. Undang - Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.Republik Indonesia. Undang - Undang Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan.Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 10 tahun 1998, tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 tahun 1992.Republik Indonesia. Kitab Undang - Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Jurnal Ilmiah Prodi Magister Kenotariatan, 2011-2012 23

×