Ppt kinkim

447 views
329 views

Published on

Presentation of a journal review

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
447
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ppt kinkim

  1. 1. POTENTION OF ONION AS THE INHIBITOR OF XANTHINE OXYDASE Kurnia Alysia A G44090047 Ali Aulia Ghozali G44100007 Yusuf Bramastya A G44100008 Rahayu Sesmita G44100020 GROUP 10
  2. 2. • Biokatalisator. • Meningkatkan laju reaksi Enzim • Substrat yang menghambat laju reaksi.Inhibitor Kompetitif Tak Kompetitif Non Kompetitif  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  3. 3.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  4. 4. • Enzim reaksi katalitik hipoxantin menjadi xantin dan asam urat • Tersusun atas 2 mol FAD, 2 mol atom Mo dan 8 mol atom Fe. • Umum terdapat pada makhluk hidup • Dalam tubuh organisme multiseluler, umum terdapat pada • Hati • Otot HNO3 NO Peradangan  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  5. 5. Hypoxanthine + H2O + O2 Xanthine + H2O2 H2O + O2 + Uric acid + H2O2  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  6. 6. Bawang Inhibitor aktivitas enzim xantin oksidase kuersetin 3,4’-O-beta- diglucoside (Q3,4’G) kuersetin 4’-O-beta glukosida (Q4’G) Bentuk aglikon (kuersetin) Flavonoid  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  7. 7.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  8. 8. Tujuan • Kinetika inhibisi enzim • Hubungan dengan penyakit asam urat KE-XO • Jurnal • Skripsi  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  9. 9. Preparasi Jus Preprarasi ekstrak Isolasi dan identifikasi struktur kuersetin Preparasi enzim XO hati marmot Pengukuran secara spektrofotometrik aktivitas enzim Penentuan konstanta laju secara spektrofotometrik Penentuan protein  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  10. 10. Preparasi Jus hancurkan saring Encerkan 30x Gunakan filtrat jus bawang pada hari yang sama  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  11. 11. Preprarasi ekstrak kupas dan keringkan Bubuk bawang metanol :air (70:30) Ekstrak bawang Extrak bawang  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  12. 12. Isolasi dan identifikasi struktur kuersetin Extrak dengan air mendidih Ekstrak bawang 1. Dietil eter 2x 2. Simpan 4ºC Kristal ekstrak 1. Hidrolisis (5% H2SO4) 1 jam 2. Didinginkan 3. Sentrifusa 1H NMR 13C NMR  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  13. 13. Preparasi enzim xantin oksidase dari hati marmot ambil hati marmot Preservasi dalam air isotonis 1,15% KCl dalam Potters homogenizers 10 menit 55-57ºC Dinginkan 4ºC 15000g 45 mnt 4ºC Supernatan + NH3 (35,3 mg/100mL) 6000g 20 mnt 4ºC Next  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  14. 14. Preparasi enzim xantin oksidase dari hati marmot 0,1mM EDTA Endapan Disimpan dalam suhu -86ºC  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  15. 15. Pengukuran aktivitas enzim secara spektrofotometrik Xantin Oksidase Hati Marmot Susu Sapi Inkubasi dalam bufer Sorenson fosfat pH 7.0 berisi 0.1 mM EDTA pada suhu 37°C (t = 5 menit) Ukur pada λ 295 nm Ukur! 1. Jus bawang 2. Ekstrak bawang 3. Kuersetin (1-10 mM) Kontrol: Allopurinol 100 mM  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  16. 16. Penentuan konstanta laju secara spektrofotometrik plot resiprok ganda Lineweaver-Burk Km vmaks [I] vs aktivitas enzim IC50  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  17. 17. Penentuan protein Pierce BCA Protein assay spektrofotometer [protein]  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  18. 18. Inhibitor XO Susu Sapi XO Hati Marmot % inhibisi IC50 (µg/ml) % inhibisi IC50 (µg/ml) Jus Bawang 81±7 - 86±12 - Ekstrak Bawang 95±3a 13±6 97±3a 10±5 Kuersetin 95±3b 0,12±0,02 96±10b 0,18±0,07 Allopurinol c 97±6c 0,82 99±14c - Tabel 1 Efek dari jus bawang, ekstrak bawang, kuersetin, dan allopurinol terhadap xantin oksidase susu sapi dan hati marmot  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka
  19. 19.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka Efek penghambatan terhadap xantin oksidase pada susu sapi yang dihasilkan oleh ekstrak bawang 100 µg/ml sama dengan efek yang dihasilkan oleh kuersetin Hasil ini mendekati nilai penghambatan yang ditimbulkan oleh allopurinol 100 µM Efek yang ditimbulkan oleh jus bawang tidaklah sebesar ekstrak dari bawang
  20. 20.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka Besar efek penghambatan yang teramati pada xantin oksidase hati marmot menunjukkan pola yang hampir sama dengan penghambatan pada xantin oksidase susu sapi Efek yang ditimbulkan oleh ekstrak bawang lebih besar dibanding pada kuersetin Dilihat dari nilai IC50, kuersetin lebih potensial sebagai inhibitor xantin oksidase dibandingkan allopurinol
  21. 21.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka Kuersetin (susu sapi) • Ki= 0,06 ± 0,04 µM • KI= 0,22 ± 0,16 µM • Tipe campuran Enzim hati marmot • Ki= 0,11 ± 0,02 µM • kompetitif
  22. 22.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka Bawang merah memiliki kandungan kuersetin yang cukup tinggi Berpotensi sebagai inhibitor enzim xantin oksidase
  23. 23.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka Champe, P.cC., Harvey, R.A., dan Ferrier, D.R. 2005. Lippincotts Illustrates Reviews: Biochemistry. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. Lin CM, Chen Cs, Chen CT, Liang YC, Lin JK. 2002. Molecular modelling of flavonoids that inhibits xanthine oxidase. Biochemical and Biophysical Research Communications 294(2002): 167-172 McPherson, R.A., Pincus, M.R. 2007. Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods (21st ed). Saunders Elsevier. Murray, R.K., Granner, D.K., Myes, P.A, & Rodwell, V.W. 2003. Ilustrated Biochemistry (26th ed). New York : Mc Graw Hill. Panda BK, Parge V, Singh P, Patel CS, Marne SR. 2012. Febuxsostat, a non-purine selective xanthine oxidase inhibitor in the management of hyperuricemia and chronic gout: a systematic review. J. Adv. Scient. Res, 2012, 3 (2): 03-11.
  24. 24.  Pendahuluan  Tujuan  Metode Penelitian  Hasil dan Pembahasan  Simpulan  Daftar Pustaka Robinson SF, Marks MJ, Collins AC. 1996. Inbred mouse strain vary in oral self-selection of nicotine. Phsycopharmacology 124 (4): 332-9. Susanti A.2001. Pengaruh ekstrak tempuyung (sonchus arvensis terhadap aktivitas xantin oksidase secara in vitro sebagai dasar uji kinetika [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Simanjuntak P et al. 2010. Isolasi senyawa aktif dari ekstrak hipokotil sarang semut (Mymecodia pendens Merr. & Perry) sebagai penghambat xantin oksidase. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia.Hal. 49-54. Wardani.2008.Potensi ekstrak tempuyung dan meniran sebagai antiasam urat : aktivitas inhibisinya terhadap xantin oksidase [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

×