• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pemberian makanan melalui pipa lambung
 

Pemberian makanan melalui pipa lambung

on

  • 6,983 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,983
Views on SlideShare
6,983
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
87
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pemberian makanan melalui pipa lambung Pemberian makanan melalui pipa lambung Presentation Transcript

    • PEMBERIAN MAKANANMELALUI PIPA LAMBUNG (NGT)
    • PENDAHULUAN Nasogastric Tube (NGT) sering  Untuk memenuhi digunakan untuk menghisap isi kebutuhan pasien, lambung, juga digunakan pengetahuan dan untuk memasukan obat-obatan kemampuan perawat dan makananan dalam memasukan dan melakukan perawatan      NGT adalah sangat dibutuhkan.
    • DESKRIPSI Pemberian makananmenggunakan selang melalui hidung (Nasal) menuju ke lambung (Gaster).
    • TUJUAN• Mempertahankan status nutrisi klien• Decompressi/mengosongkan udara di dalam lambung• Kepentingan diagnostic• Pemberian obat
    • Persiapan AlatAntara lain :• Selang NGT• Makanan dalam bentuk sedikit cair dengan porsi dan menu sesuai dengan program• Air Minum Secukupnya• Corong/Spuit sesuai dengan kebutuhan• Stetoskop• Alas Makan• Sarung Tangan• Bengkok/nearbekken• Obat
    • PROSEDUR KERJATerdiri dari 5 tahap, yaitu :PengkajianPerencanaanPelaksanaanEvaluasiDokumentasiPengkajianoKaji adanya alergi klien terhadap makananoFrekuensi pemberian makananoBatas waktu kadaluarsa dari makanan yang akan diberikanoKaji karakteristik dari makanan ( adanya bau, gumpalan-gumpalanpada makanan cair ).
    • Perencanaan• Makanan cair sesuai dengan terapi• Corong/spuit sesuaikan dengan usia klien ( Balita atau anak_anak 50 cc, orang dewasa 100 cc)• Persiapkan stetoskop• Persiapkan Alas Makan• Persiapkan Sarung Tangan• Persiapkan obat
    • Pelaksanaan• Memberikan salam• Jelaskan kepada klein atau keluarga tujuan dari tindakan yang akan diakukan• Mencuci tangan• Pakai sarung tangan jika merasa dibutuhkan• Atur posisi klien senyaman mungkin ( duduk atau setengah duduk (Fowler or Semi Fowler)
    • NeXt...• Letakkan alas di bawah selang NGT• Kaji kepatenan posisi NGT• Masukkan 5 cc udara ke dalam NGT dan auskultasi suara• Aspirasi atau tarik isi residu lambung• Bilas dengan air putih (5 cc)• Atur ketinggian corong (30 cm di atas lambung)
    • NeXt...• Berikan cairan nutrisi sesuai dengan instruksi• Pasang atau tusukkan ujung spuit ke ujung selang NGT dan jaga agar udara tidak masuk ke dalam dengan menjepit selang NGT• Masukkan kedalam spuit cairan nutrisi ke dalam spuit• Dorong cairan secara perlahan• Setelah cairan nutrisi habis dimasukkan, masukkan air minum ± 10 cc kedalam corong dan bilas selang NGT, jika ada obat, masukkan obat kemudian bilas kembali dengan air minum ± 10-15 cc
    •  Evaluasi• Tanya klien tentang manfaat dari tindakan yang telah dilakukan• Adanya prasaan penuh setelah makan Dokumentasi• Catat jumlah, jenis makanan, dan waktu pemberian makanan• Respon klien pada saat pemberian makanan
    • TERIMA KASIH
    • UKURAN SELANG NASOGASTRIC• Digunakan berbagai ukuran selang, and pemilihan ukuran yang sesuai  tergantung pada tujua penggunaan dan perkiraan lama/ durasi penggunaan  selang• Selang berdiameter kecil ( 8 Fr sampai 12 Fr ), lunak, fleksible, sering  digunakan untuk pasien yang membutuhkan enteral feeding untuk kurang dari  6 minggu• NGT berdiameter besar, kurang flexible, lebih kaku, digunakan untuk  pemberian obat, dekompresi/pengurangan tekanan udara di lambung, dan  untuk feeding jangka pendek ( biasanya kurang dari 1 minggu ).• Keuntungan NG tubes ukuran kecil dengan ukuran besar meliputi : kurang  menimbulkan trauma pada mukosa nasal baik selama pemasangan maupun  NG tube insitu, dan toleransi klien lebih