Idiopathic trombocytopenic purpura ( itp )

  • 1,957 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,957
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
61
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Present By :Prodalima, S.Kep, Ners
  • 2. PENGERTIANialah suatu keadaan perdarahan yang disifatkan oleh timbulnya petekia atau ekimosis di kulit ataupun pada selaput lendir dan adakalanya terjadi pada berbagai jaringan dengan penurunan jumlah trombosis karena sebab yang tidak diketahui.adalah sindrom yang didalamnya terdapat penurunan jumlah trombosit yang bersikulasi dalam keadaan sumsum normal. ( Cecily. L Betz ).
  • 3. ETIOLOGIPenyebab yang pasti belum diketahui, tatapi dikemukakan berbagai kemungkinan diantaranya : Infeksi virus ( demam berdarah, morbili, varisela, rubella, dsb ). Intoksikasi makanan atau obat Bahan kimia Pengaruh fisik Kekurangan faktor pematangan ( misalnya malnutrisi ).
  • 4. PATOFISIOLOGISebagai kelaimam yang bersifat autoimun, ITP sangat seringterjadi sebagai gangguan terisolasi, tetapi kadang – kadangsebagai manifestasi pertama SLE. Meskipun bentuk akutdiketahui pada anak – anak, sebagian besar penderita adalahwanita dewasa berumur antara 20 dan 40 tahun. Limpamemainkan peran penting dalam patogenesis kelainan ini. Limpamerupakan tempat utama produksi antibodi antitrombosit dandestruksi trombosit yang dilapisi IgG. Pada lebih dari dua pertigapenderita, splenektomi akan dikuti kembalinya hitung trombositmenjadi normal dan remisi lengkap penyakitnya. Limpa biasanyanampak normal sekali, atau mungkin disertai sedikit pembesaransaja. Splenomegali demikian yang mungkin terjadi sebagai akibatbendungan sinusoid dan pembesaran folikel –folikel limfoid, yangmemeliki sentra germina mencolok.
  • 5. MANIFESTASI KLINISMasa prodroal – keletihan, demam, dan nyeri abdomen.Secara spontan timbul petekia dan ekimosis pada kulit.Mudah memar.Epistaksis ( gejala awal pada sepertiga anak ).Perdarahan traktus genitrourinarius ( menoragia, hematuria ) jarang.Traktus digestivus ( hematemesis, melena ).
  • 6. NeXt…rongga mulut ( jarang ).Pada mata ( konjungtiva, retina ).Pada ITP akut dan berat dapat timbul pula pada selaput lendir yang berisi darahPerdarahan pada SSP ( perdarahan subdural dan lain – lain ). Jarang terjadi.Demam ringan 1 – 6 minggu sebelum tinbul gejala bila terdapat perdarahan berat atau perdarahan traktus gastrointestinalis.Renjatan ( shock ) dapat terjadi bila kehilangan banyak darah.
  • 7. KLASIFIKASIAkuta. Awalnya dijumpai trombositopenia pada anak.b. Paling sering, 90% sembuh sendiri dalam satu tahun.c. Jumlah trombosit kembali normal dalam 6 bulan setelah diagnosa.d. Tidak dijumpai kekambuhan berikutnya.
  • 8. NeXt…Kronika. 10 %, kasusnya dapat dianggap kronis apabila trombositopenia berlangsung lebih dari 100 hari.b. Trombositopenia berlangsung lebih dari 6 bulan setelah diagnosa.c. Awitan tersembunyi dan berbahaya.d. Jumlah trombosit tetap dibawah normal selama penyakit.e. Bentuk ini terutema terjadi pada orang dewasa
  • 9. PEMERIKSAAN PENUNJANGUji Laboratorium dan Diagnostik Jumlah trombosit Hitung darah lengkap Aspirasi susmsum tulang Jumlah leukosit Uji antibodi trombosit Foto toraks dan uji fungsi paru
  • 10. KOMPLIKASIReaksi transfusi.Relaps.Perdarahan susunan saraf pusat ( kurang dari 1 % kasus yang terkena ).
  • 11. PENATALAKSANAANPenatalaksanaan Medis 1. Gamma Globulin 2.Terapi kortikosteroid 3.Transfusi darah 4.Steriod
  • 12. PENGKAJIANHematologi a. Tanda – tanda vital 1) Nadi cepat 2) Pernapasan b.Tamplan umum 1)Tanda – tanda gagal jantung kongesif 2) GelisahKulit 1.Warna kulit pucat, ikterus 2.Petekie 3. Memar 4. Perdarahan dari membran mukosa
  • 13. NeXt…Abdomen 1.Pembesaran hati 2.Pembesaran limpa 3.Tentukan lokasi daerah purpura 4.Tentukan tempat perdarahan
  • 14. DIAGNOSA KEPERAWATANKerusakan integritas jaringan berhubungan dengan perubaan sirkulasi (ekimosis ). Perfusi jaringan tidak efektif berhubungan dengan anemia.Resiko injuri berhubungan dengan perdarahan.Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan akumulasi lemak.Resiko infeksi berhubungan dengan luka.intoleransi aktifitas berhubungan dengan immobilisasi.
  • 15. INTERVENSIDX I Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses keperawatan selama proses keperawatan diharapkan integritas kulit kembali baik dan iritasi kulit minimal. Kriteria Hasil : 1.Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan. 2.Tidak ada luka / lesi pada kuit 3.Perfusi jarinngan baik
  • 16. NeXt…DX II Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses keperawatan diharapkan klien terbebas dari resiko injuryKritera hasil :1. Klien terbebas dari cedera 2. Klien mampu menggunakan fasilitas kesehatan yang ada 3. Klien mampu menjelaskan faktor resiko dari lingkungan / perilaku personal 4. Klien mampu menjelaskan cara atau metode untuk mencegah injury / cedera
  • 17. NeXt…DX III Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses keperawatan diharapkan nutrisi pasien seimbang.Kriteria hasil : 1. Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan 2.Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan 3.Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi 4.Berikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi )
  • 18. NeXt…DX IV Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proseskeperawatan diharapkan perfusi jaringan kembali normal.Kritera Hasil : 1.mendemonstasikan status sirkulasi yang ditandai dengan : a. tekanan systole dan dyastole dalam rentang yang diharapkan. b.tidak ada ortostatikhipertensi. c.tidak ada tanda – tanda peningkatan tekanan intrakranial ( tidak lebih dari 15 mmHg )
  • 19. NeXt…DX V Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selam aproseskeperawatan diharapkan nyeri dapat berkurang atau hilang.Kriteria Hasil : 1. Mengenali faktor penyebab nyeri 2. Mengenali serangan nyeri 3. Menggunakan metode pencegahan 4. Menggunakan metode nonanalgetik 5. Mengebali gejala nyeri 6. Melaporkan nyeri sudah terkontrol
  • 20. Do MoRe TalK leSsThAnK YoU…!!!