0
ASUHAN KEPERAWATAN    PADA KLIEN DENGAN        GANGRENOLEH:Ns. Nurul Hikmah S.Kep
PENGERTIAN   Gangren: proses atau keadaan yg ditandai    dengan adanya jaringan mati atau nekrosis,    namun secara mikro...
GANGREN KAKI DIABETIK     Gangren kaki diabetik: luka pada     kaki yang merah kehitam-hitaman     dan berbau busuk akibat...
FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI   Faktor-faktor       yg     mempengaruhi    terjadinya gangren kaki diabetik:    a. Faktor...
LANJUTAN FAKTOR…b. Faktor eksogen:  - Trauma  - Infeksi
TEORI TERJADINYA KOMPLIKASI KRONIK DM1. TEORI SORBITOL:               Hiperglikemi    Penumpukkan kadar glukosa pada sel d...
LANJUTAN TEORI SORBITOL…Sebagian glukosa yg tersisa dgn perantaraan enzim aldose reduktase akan diubah menjadi            ...
LANJUTAN TEORI…2. TEORI GLIKOSILASI              Hiperglikemi  Glikosilasi pada semua protein, terutama yg            meng...
LANJUTAN…Faktor utama yg menyebabkan gangren kakidiabetik adalah:- Angiopati- Neuropati                 Faktor terpenting ...
LANJUTAN NEUROPATI…   Adanya neuropati perifer       terjadinya    gangguan sensorik dan motorik.   GANGGUAN SENSORIK   ...
ANGIOPATI   Angiopati       penurunan aliran darah ke tungkai    akibat aterosklerosis dr pembuluh darah besar di    tung...
MANIFESTASI KLINIK   Manifestasi ggn pembuluh darah dapat berupa:    - nyeri tungkai bawah saat istirahat    - pada perab...
KLASIFIKASI GANGRENWagner (1983) membagi gangren kaki diabetikmenjadi 6 tingkatan:Derajat 0: Tidak ada lesi, kulit masih u...
LANJUTAN DERAJAT GANGRENDerajat III: Abses dalam, dengan atau tanpa osteomilitisDerajat IV: gangren jari kaki atau bagian ...
KLASIFIKASI GANGREN…Brand (1986) dan Ward (1987) membagigangren kaki menjadi 2 golongan:1). Kaki diabetik akibat iskemi: d...
LANJUTAN…2. Kaki diabetik akibat neuropati       Terjadi kerusakan syaraf somatik dan  otonomik, tdk ada ggn dari sirkulas...
ASKEP GANGREN1.   PENGKAJIAN     - Keluhan utama:rasa kesemutan pd       kaki/tungkai bawah, rasa raba yg       menurun, l...
LANJUTAN PENGKAJIAN-   Riwayat kesehatan dahulu: riwayat DM atau    penyakit-penyakit lain yg ada kaitan dengan    defisie...
DIAGNOSA KEPERAWATAN1). Gangguan perfusi jaringan b/d menurunnya    aliran darah ke daerah gangren akibat    adanya obstru...
LANJUTAN DIAGNOSA     KEPERAWATAN5). Kurang pengetahuan tentang penyakit,    prognosis dan pengobatan b/d kurang    inform...
PERAWATAN LUKA GANGREN  Gangren adalah luka yang terinfeksi  disertai dengan adanya jaringan yang mati berwarna kehitaman ...
LANJUTAN….   Perawatan    luka   gangren:    melakukan    perawatan luka akibat dari komplikasi    penyakit diabetes meli...
TUJUAN PERAWATAN GANGREN   Tujuan perawatan gangren:    - Mencegah meluasnya infeksi    - Memberi rasa nyaman pada klien ...
INDIKASI PERAWATAN   Perawatan luka gangren dapat dilakukan    pada luka gangren diabetik yang kotor dan    bersih.
PRINSIP PERAWATAN   Perawatan luka dilakukan jika luka kotor/luka    basah   Perhatikan teknik aseptik dan antiseptik  ...
HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN   Melihat kondisi luka pasien: luka kotor/tidak,    ada pus atau jar.nekrotik?   Setelah d...
PERSIAPAN ALAT U/ PERAWATANAlat Steril ( baki instrument berisi ) : 1 Pinset anatomi 2 pinset chirurgis 1 klem arteri ...
LANJUTAN PERSIAPAN ALAT…Alat Tidak Steril: Larutan NaCl 0,9 % Handscone bersih Pinset anatomi bersih Verban/plester hi...
PERALATAN BALUTAN MODERN Transparant film Hidroaktif gel Hidrokoloid Hidroselulosa Calsium alginate
PERSIAPAN PASIEN            -   Mengucapkan salam teraupetik                dan memperkenalkan diri        -       Melakuk...
TEKNIK PERAWATAN GANGRENProsedur pelaksanaan:1). Tutup pintu atau psang sampiran di sekitar    klien2). Atur posisi yang n...
LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…5).Pasang pengalas6).Letakkan bengkok atau kantong plastik di  dekat klien7).Buka balutan luka d...
LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…8). Kaji kondisi luka serta kulit sekitar luka:     Lokasi luka dan jaringan tubuh yang rusak, ...
LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN… Kaji kulit sekitar luka terhdap adanya  maserasi, inflamasi, edema dan adanya  gas gangren yan...
LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…10). Cuci tangan dengan alkohol atau air bersih11). Ganti sarung tangan dengan sarung tangan ste...
LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN… Bila luka sudah berwarna merah, hindari  jangan sampai berdarah Bila da gas gangren, lakukan ...
LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…14). Lakukan penutupan luka:a. Cara Konvensional:  - Bila luka bersih, tutup luka dengan 2      ...
LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN… - Bila luka infeksi, tutup luka dengan 2 lapis   kasa lembab dengan NaCl 0,9% dan betadin   10%...
LANJUTAN TEKNIK…-   Hidroaktif gel: digunakan untuk mengisi    jaringan mati/nefrotik,mendudkung terjadinya    autolitik d...
LANJUTAN TEKNIK….- HidroselulosaDigunakan untuk menyerap cairan (hidrofiber)dan membentuk gel yang lembut, mendukungproses...
LANJUTAN TEKNIK….       Calsium Alginate   Digunakan sebagai absorban, mendukung    granulasi pada luka.   Digunakan pad...
LANJUTAN TEKNIK….       METCOVASIN      Digunakan untuk memproteksi kulit,    mendukung proses autolisis debridement    p...
LANJUTAN TEKNIK….   MYCOSTATINE DAN METRONIDAZOLE    Berguna untuk melindungi kulit akibat candida,    untuk mengurangi b...
LANJUTAN TEKNIK…..16).Mengatur pasien ke posisi yang nyaman danmemungkinkan aliran darah ke perifer dan kedaerah luka teta...
LANJUTAN TEKNIK….20). Menyusun rencana tindak lanjut: jadwalpenggantian balutan yang akan datang danrencana edukasi kepada...
LANJUTAN TEKNIK….      - Jenis balutan yang digunakan      - Hasil kultur luka (jika ada)22). Berikan pendidikan kesehatan...
EVALUASI   Mencatat hasil tindakan perawatan luka pada    dokumen/catatan keperawatan   Perhatikan teknik asepthik dan a...
SEKIAN    DANTERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Asuhan keperawatan pada klien dengan gangren

17,450

Published on

Published in: Health & Medicine
2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
17,450
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
170
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Asuhan keperawatan pada klien dengan gangren"

  1. 1. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGRENOLEH:Ns. Nurul Hikmah S.Kep
  2. 2. PENGERTIAN Gangren: proses atau keadaan yg ditandai dengan adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yg disebabkan oleh infeksi (Askandar, 2001)
  3. 3. GANGREN KAKI DIABETIK Gangren kaki diabetik: luka pada kaki yang merah kehitam-hitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah sedang atau besar di tungkai (Askandar, 2001). Biasanya kuman yang menginfeksi pada gangren kaki diabetik adalah: Streptococcus (Soetmadji, 1999)
  4. 4. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI Faktor-faktor yg mempengaruhi terjadinya gangren kaki diabetik: a. Faktor endogen: - genetik, metabolik - angiopati diabetik - Neuropati diabetik
  5. 5. LANJUTAN FAKTOR…b. Faktor eksogen: - Trauma - Infeksi
  6. 6. TEORI TERJADINYA KOMPLIKASI KRONIK DM1. TEORI SORBITOL: Hiperglikemi Penumpukkan kadar glukosa pada sel dan jaringan tertentu dan dpt mentransport glukosa tanpa insulin Glukosa yg ber>> tidak akan termetabolisasi habis secara normal melalui glikolisis
  7. 7. LANJUTAN TEORI SORBITOL…Sebagian glukosa yg tersisa dgn perantaraan enzim aldose reduktase akan diubah menjadi sorbitolSorbitol akan tertumpuk dalam sel/jaringan tersebut dan menyebabkan kerusakan dan perubahan fungsi
  8. 8. LANJUTAN TEORI…2. TEORI GLIKOSILASI Hiperglikemi Glikosilasi pada semua protein, terutama yg mengandung senyawa lisin Terjadinya proses glikosilasi pada protein membran basal komplikasi baik makro/mikro vaskuler.
  9. 9. LANJUTAN…Faktor utama yg menyebabkan gangren kakidiabetik adalah:- Angiopati- Neuropati Faktor terpenting untuk terjadinya kaki diabetik- Infeksi
  10. 10. LANJUTAN NEUROPATI… Adanya neuropati perifer terjadinya gangguan sensorik dan motorik. GANGGUAN SENSORIK Hilang/menurunnya sensasi nyeri pada kaki, shg jika mengalami trauma tidak terasa nyeri, yg tiba- tiba menyebabkan ulkus pada kaki. GANGGUAN MOTORIK atrofi otot kaki sehingga merubah titik tumpu kaki.
  11. 11. ANGIOPATI Angiopati penurunan aliran darah ke tungkai akibat aterosklerosis dr pembuluh darah besar di tungkai terutama di betis. Apabila sumbatan terjadi pada pembuluh darah yg lebih besar (K) akan menderita sakit pada tungkai setelah berjalan pd jarak tertentu.
  12. 12. MANIFESTASI KLINIK Manifestasi ggn pembuluh darah dapat berupa: - nyeri tungkai bawah saat istirahat - pada perabaan terasa dingin - kesemutan dan cepat lelah - pulsasi pembuluh darah kurang kuat - Kaki menjadi pucat bila ditinggikan. - Adanya ulkus/gangren Adanya angiopati penurunan asupan nutrisi, oksigen serta antibiotika sehingga kaki sulit sembuh (Levin, 1993).
  13. 13. KLASIFIKASI GANGRENWagner (1983) membagi gangren kaki diabetikmenjadi 6 tingkatan:Derajat 0: Tidak ada lesi, kulit masih utuh dgnkemungkinan disertai kelainan bentuk kakiDerajat I: Ulkus superficial terbatas pada kulitDerajat II: Ulkus dalam menembus tendon dantulang
  14. 14. LANJUTAN DERAJAT GANGRENDerajat III: Abses dalam, dengan atau tanpa osteomilitisDerajat IV: gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau selulitis.Derajat V: gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai
  15. 15. KLASIFIKASI GANGREN…Brand (1986) dan Ward (1987) membagigangren kaki menjadi 2 golongan:1). Kaki diabetik akibat iskemi: disebabkan oleh penurunan aliran darah ke tungkaiakibat adanya makroangiopati(arterosklerosis) dr pembuluh darah besar ditungkai terutama di betis.
  16. 16. LANJUTAN…2. Kaki diabetik akibat neuropati Terjadi kerusakan syaraf somatik dan otonomik, tdk ada ggn dari sirkulasi. Secara klinis: dijumpai kaki yg kering, hangat, kesemutan, mati rasa, edema kaki dengan pulsasi pembuluh darah kaki teraba baik.
  17. 17. ASKEP GANGREN1. PENGKAJIAN - Keluhan utama:rasa kesemutan pd kaki/tungkai bawah, rasa raba yg menurun, luka yg tdk sembuh-sembuh dan berbau, adanya nyeri pada luka. - Riwayat penyakit sekarang: kapa terjadinya luka, penyebab, upaya yang telah dialkukan untuk mengatasinya.
  18. 18. LANJUTAN PENGKAJIAN- Riwayat kesehatan dahulu: riwayat DM atau penyakit-penyakit lain yg ada kaitan dengan defisiensi insulin, mis: penyakit pankreas. Adanya riwayat penyakit jantung, aterosklerosis.- Riwayat kesehatan keluarga: menderita DM, atau penyakit keturunan yg dapat menyebabkan defisiensi insulin.
  19. 19. DIAGNOSA KEPERAWATAN1). Gangguan perfusi jaringan b/d menurunnya aliran darah ke daerah gangren akibat adanya obstruksi pembuluh darah2). Kerusakan integritas kulit b/d adanya gangren pada ekstremitas3). Gangguan rasa nyaman nyeri b/d iskemik jaringan4). Potensial terjadinya penyebaran infeksi (sepsis) b/d meningkatnya kadar gula darah
  20. 20. LANJUTAN DIAGNOSA KEPERAWATAN5). Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan pengobatan b/d kurang informasi6). Gangguan gambaran diri b/d peubahan salah satu anggota tubuh.
  21. 21. PERAWATAN LUKA GANGREN Gangren adalah luka yang terinfeksi disertai dengan adanya jaringan yang mati berwarna kehitaman dan membau akibat pembusukan o/ bakteri. Oleh karena itu perlu diganti balutan secara khusus
  22. 22. LANJUTAN…. Perawatan luka gangren: melakukan perawatan luka akibat dari komplikasi penyakit diabetes melitus (Perry & Potter, 2006).
  23. 23. TUJUAN PERAWATAN GANGREN Tujuan perawatan gangren: - Mencegah meluasnya infeksi - Memberi rasa nyaman pada klien - Mengurangi nyeri - Meningkatkan proses penyembuhan luka
  24. 24. INDIKASI PERAWATAN Perawatan luka gangren dapat dilakukan pada luka gangren diabetik yang kotor dan bersih.
  25. 25. PRINSIP PERAWATAN Perawatan luka dilakukan jika luka kotor/luka basah Perhatikan teknik aseptik dan antiseptik Ganti sarung tangan diantara tindakan “bersih” dan “kotor” Pisahkan peralatan bersih dan steril Balutan diberikan sesuai kondisi luka: basah, kering, steril dan luka terkontaminasi.
  26. 26. HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN Melihat kondisi luka pasien: luka kotor/tidak, ada pus atau jar.nekrotik? Setelah dikaji baru dilakukan perawatan luka. Untuk perawatan luka biasanya menggunakan antiseptik ( NaCl) dan kassa steril.
  27. 27. PERSIAPAN ALAT U/ PERAWATANAlat Steril ( baki instrument berisi ) : 1 Pinset anatomi 2 pinset chirurgis 1 klem arteri 1 gunting jaringan Kassa dan deppers steril secukupnya Kom kecil untuk larutan 2 buah Sarung tangan steril Kapas lidi
  28. 28. LANJUTAN PERSIAPAN ALAT…Alat Tidak Steril: Larutan NaCl 0,9 % Handscone bersih Pinset anatomi bersih Verban/plester hipoalergik Verban elastic, gunting verban Spuit 50 cc dan 10 cc Pengalas/perlak Tempat sampah atau kantong plastik, bengkok Antiseptik: Iodine (jika perlu), alkohol. Sampiran Masker, dan scort jika perlu
  29. 29. PERALATAN BALUTAN MODERN Transparant film Hidroaktif gel Hidrokoloid Hidroselulosa Calsium alginate
  30. 30. PERSIAPAN PASIEN - Mengucapkan salam teraupetik dan memperkenalkan diri - Melakukan evaluasi/validasi - Melakukan kontrak (waktu, tempat dan topik) - Menjelaskan tujuan dilakukan prosedur - Menjelaskan langkah prosedur - meminta persetujuan pasien - menyiapkan pasien sesuai keb.
  31. 31. TEKNIK PERAWATAN GANGRENProsedur pelaksanaan:1). Tutup pintu atau psang sampiran di sekitar klien2). Atur posisi yang nyaman bagi klien untuk memudahkan daerah luka dapat dijangkau dengan mudah3). Sediakan perlatan yang diperlukan dalam troley di samping pasien.4). Cuci tangan, gunakan sarung tangan bersih
  32. 32. LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…5).Pasang pengalas6).Letakkan bengkok atau kantong plastik di dekat klien7).Buka balutan luka dengan menggunakan gunting verban. Bila balutan lengket pada luka, basahi balutan yang menempel pada luka dengan NaCl 0,9% dan angkat balutan dengan pinset secara hati-hati.
  33. 33. LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…8). Kaji kondisi luka serta kulit sekitar luka: Lokasi luka dan jaringan tubuh yang rusak, ukuran luka meliputi luas dan kedalaman luka (arteri, vena, otot, tendon dan tulang). Kaji ada tidaknya sinus Kondisi luka kotor atau tidak, ada tidaknya pus, jaringan nekrotik, bau pada luka, ada tidaknya jaringan granulasi (luka berwarna merah muda dan mudah berdarah).
  34. 34. LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN… Kaji kulit sekitar luka terhdap adanya maserasi, inflamasi, edema dan adanya gas gangren yang ditandai dengan adanya krepitasi saat melakukan paplpasi di sekitar luka. Kaji adanya nyeri pada luka9). Cuci perlahan-lahan kulit di sekitar ulkus dengan kasa dan air hangat, kemudian keringkan perlahan-lahan dengan cara mengusap secara hati-hati dgn kasa
  35. 35. LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…10). Cuci tangan dengan alkohol atau air bersih11). Ganti sarung tangan dengan sarung tangan steril12). Bersihkan luka: Bila luka bersih dan berwarna kemerahan gunakan cairan NaCl 0,9% Bila luka infeksi, gunakan cairan NaCl 0,9% dan antiseptik iodne 10% Bila warna luka kehitama: ada jar. Nekrotik, gunakan NaCl 0,9%. Jar.nekrotik dibuang dengan cara digunting sedikit demi sedikit samapi terlihat jar.granulasi.
  36. 36. LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN… Bila luka sudah berwarna merah, hindari jangan sampai berdarah Bila da gas gangren, lakukan masase ke arah luka13). Bila terdapat sinus lubang, lakukan irigasi dengan menggunakan NaCl 0,9% dengan sudut kemiringan 45 derajat sampaibersih. Irigasi sampai kedalamanluka karena pd sinus terdapatbanyak kuman
  37. 37. LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN…14). Lakukan penutupan luka:a. Cara Konvensional: - Bila luka bersih, tutup luka dengan 2 lapis kain kasa yang telah dibasahi dengan NaCl 0,9% dan diperas sehingga kasa menjadi lembab. Pasang kasa lembab sesuai kedalaman luka (hindari mengenai jaringan sehat di pinggir luka), lalu tutup dengan kain kasa kering dan jangan terlalu ketat.
  38. 38. LANJUTAN TEKNIK PERAWATAN… - Bila luka infeksi, tutup luka dengan 2 lapis kasa lembab dengan NaCl 0,9% dan betadin 10%, lalu tutup dengan kasa kering.b. Bila menggunakan balutan modern - Transparant film: balutan yang dapat mendukung terjadinya autolitik debridement dan digunakan pada luka partial thickness. - Kontraindikasi pada luka dengan eksudat banyak dan sinus
  39. 39. LANJUTAN TEKNIK…- Hidroaktif gel: digunakan untuk mengisi jaringan mati/nefrotik,mendudkung terjadinya autolitik debridement, membuat kondisi lembab pada luka ynag kering/nefrotik, luka ynag berwarna kuning dengan eksudat minimal.
  40. 40. LANJUTAN TEKNIK….- HidroselulosaDigunakan untuk menyerap cairan (hidrofiber)dan membentuk gel yang lembut, mendukungproses autolitik debridement, meningkatkanproses granulasi dan reepitelisasi, meningkatkankenyamanan pasien dengan mengurangi rasasakit, menahan stapilococcus aureus agar tidkmasuk ke dalam luka.
  41. 41. LANJUTAN TEKNIK…. Calsium Alginate Digunakan sebagai absorban, mendukung granulasi pada luka. Digunakan pada warna luka merah, eksudat dan mudah berdarah.
  42. 42. LANJUTAN TEKNIK…. METCOVASIN Digunakan untuk memproteksi kulit, mendukung proses autolisis debridement pada luka dengan kondisi nekrotik atau granulasi / superfisial.
  43. 43. LANJUTAN TEKNIK…. MYCOSTATINE DAN METRONIDAZOLE Berguna untuk melindungi kulit akibat candida, untuk mengurangi bau akibat jamurdan bakteri anaerob, mengurangi nyeri dan peradangan.15). Bila pembuluh darah vena mengalami kerusakan , lakukan kompresi dengan menggunakan verban elastis.
  44. 44. LANJUTAN TEKNIK…..16).Mengatur pasien ke posisi yang nyaman danmemungkinkan aliran darah ke perifer dan kedaerah luka tetap lancar, misalnya dengan caraelevasi tungkai bila luka berlokasi di tumit atautelapak kaki.17). Merapikan alat-alat18). Membuka sarung tangan dan Mencuci tangan19). Mengevaluasi respo n pasien baik verbal maupun non verbal
  45. 45. LANJUTAN TEKNIK….20). Menyusun rencana tindak lanjut: jadwalpenggantian balutan yang akan datang danrencana edukasi kepada klien dan keluarga.21). Dokumentasikan tindakan dan hasil evaluasiperkembangan keadaan luka:- Ukuran luka: luas dan kedalaman luka- Kondisi luka- Kondisi kulit sekitar luka- Apakah ada nyeri pada luka
  46. 46. LANJUTAN TEKNIK…. - Jenis balutan yang digunakan - Hasil kultur luka (jika ada)22). Berikan pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan luka: - Anjurkan klien untuk tidak menekuk atau melipat kaki yang luka - Anjurkan klien untuk imobilisasi kaki yg luka dan hindari menggunakan kaki yg luka sebagai tumpuan atau penyangga tubuh.
  47. 47. EVALUASI Mencatat hasil tindakan perawatan luka pada dokumen/catatan keperawatan Perhatikan teknik asepthik dan antiseptik Jaga privasi klien Perhatikan jika ada pus / jaringan nekrotik Catat karakteristik luka
  48. 48. SEKIAN DANTERIMA KASIH
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×