Your SlideShare is downloading. ×
Askep retensi urine (3)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Askep retensi urine (3)

9,406
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
9,406
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
57
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ASUHAN KEPERAWATAN PADALANSIA DENGAN RETENSI URINE By : Prodalima, S.Kep, Ners
  • 2. PENGERTIAN Adalah kesulitan miksi karena kegagalan urinedari fesika urinaria. (Kapita Selekta Kedokteran). Adalah ketidakmampuan untuk melakukanurinasi meskipun terdapat keinginan atau doronganterhadap hal tersebut. (Brunner & Suddarth). Adalah tertahannya urine di dalam kandungkemih, dapat terjadi secara akut maupun kronis.(Depkes RI).
  • 3. ETIOLOGI• Supra vesikal berupa kerusakan pada pusat miksi di medulla spinallis.• Vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, atoni pada pasien DM atau penyakit neurologist, divertikel yang besar.• Intravesikal berupa pembesaran prostate, kekakuan leher vesika, striktur, batu kecil, tumor pada leher vesika, atau fimosis.• Dapat disebabkan oleh kecemasan, pembesaran porstat, kelainan patologi urethra (infeksi, tumor, kalkulus), trauma, disfungsi neurogenik kandung kemih.
  • 4. TANDA & GEJALAa.Diawali dengan urine mengalir lambat.b.Kemudian terjadi poliuria yang makin lama menjadi parah karena pengosongan kandung kemih tidak efisien.c.Terjadi distensi abdomen akibat dilatasi kandung kemih.d.Terasa ada tekanan, kadang terasa nyeri dan merasa ingin BAK.e.Pada retensi berat bisa mencapai 2000 -3000 cc.
  • 5. ASUHAN KEPERAWATANPengkajian- Identitas klien dan penanggung jawab- Pemeriksaan fisik
  • 6. DIAGNOSA KEPERAWATAN1. Nyeri akut berhubungan dengan radang urethra, distensi bladder.2. Gangguan pola eliminasi urine berhubungan infeksi bladder, gangguan neurology.3. Ansietas berhubungan dengan status kesehatan.4. Kurang pengetahuan tentang kondisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal informasi masalah tentang area sensitive.5. Resiko infeksi berhubungan dengan terpasangnya kateter urethra.
  • 7. INTERVENSI KEPERAWATANDx. ITujuan: Pasien menyatakan nyeri hilang dan mampu untuk melakukan istirahat dengan tenang.Intervensi :* Kaji nyeri, lokasi dan intensitas.* Perhatikan tirah baring bila diindikasikan.* Pasang kateter untuk kelancaran drainase.* Kolaborasi dalam pemberian obat sesuai indikasi, contoh eperidin.
  • 8. NexT...Dx. IITujuan: Setelah intervensi diharapkan berkemih dengan jumlah yang normal dan tanpa adanya retensi.Intervensi: * Kaji pengeluaran urine dan system kateter. * Perhatikan waktu, jumlah berkemih, dan ukuran aliran.. * Dorong pasien untuk berkemih bila terasa adanya dorongan. * Dorong pemasukan cairan sesuai toleransi.. *Intruksikan pasien untuk latihan perineal, contoh mengencangkan bokong, menghentikan dan memulai aliran urine.
  • 9. NexT...Dx. IIITujuan:* Tampak rileks, menyatakan pengetahuan yang akurat tentang situasi.• Menunjukkan rentang tepat tentang perasaan dan penurunan rasa takutnya.Intervensi:* Berikan informasi tentang prosedur dan apa yang akan terjadi, contoh kateter, iritasi kandung kemih..* Pertahankan perilaku nyata dalam melakukan prosedur atau menerima pasien..* Dorong pasien atau orang terdekat untuk menyatakan masalah / perasaan
  • 10. NexT...Dx. IVTujuan:* Pasien menyatakan pemahaman proses penyakit.* Pasien dapat melakukan perubahan perilaku yang perlu.• Pasien dapat berpartisipasi dalam program pengobatan.Intervensi:* Dorong pasien untuk menyatakan rasa takut dan atau perasaan perhatian.* Kaji ulang tanda atau gejala yang memerlukan tindakan atau evaluasi medik.* Berikan informasi bahwa kondisi pasien tidak ditularkan secara seksual.* Anjurkan menghindari makanan berbumbu, kopi, dan minuman mengandung alkohol.
  • 11. NexT...Dx. VTujuan: Mencapai waktu penyembuhan dan tidak mengalami tanda infeksi.Intervensi:* Pertahankan system kateter steril, berikan perawatan kateter regular dengan sabun dan air, berikan salep antibiotic di sekitar sisi kateter.* Awasi tanda tanda vital, perhatikan demam ringan, menggigil, nadi dan pernafasan cepat, gelisah.* Observasi sekitar kateter.