Resume quantum teaching- ali badrudin

2,858 views

Published on

Published in: Education, Technology
5 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,858
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
233
Comments
5
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Resume quantum teaching- ali badrudin

  1. 1. RESUME QUANTUM TEACHING (Bobbi DePorter dkk.) By. Ali Badruddin, M.Pd.
  2. 2. QUANTUM TEACHING Orc. SUKSES SISWA Orc. SUKSES PRAKTIK KONTEKS KONTEN SUASANA Yg Menggairahkan LANDASAN Yg Kukuh LINGKUNGAN Yg Mendukung RANCANGAN Yg Dinamis PRESENTASI Yang Prima FASILITASI Yang Luwes KET. BELAJAR Untuk Belajar KETERAMPILAN Hidup ASAS UTAMA PRINSIP2 MODEL QT FORMAT RESUME ESOK hari RAIH KESEMPATAN 17 43 63 81 111 141 161 193 209 1
  3. 3. SUASANA YANG MENGGAIRAHKAN <ul><li>NIAT-KUAT guru atau keyakinan guru akan potensi manusia dan kemampuan semua anak untuk belajar dan berprestasi, harus terlihat sangat jelas ! </li></ul><ul><li>Memahami EMOSI anak yang dapat membuat pembelajaran lebih berarti. </li></ul><ul><li>membangun JALINAN RASA SIMPATI dan SALING PENGERTIAN ( Rapport ) menuju kehidupan-bergairah siswa. </li></ul><ul><li>AFIRMASI (penguatan atau penegasan) untuk menambah lebih banyak keriangan dan ketakjuban. </li></ul><ul><li>Memberi dan menerima PENGAKUAN . Menerima pengakuan membuat kita merasa bangga, percaya diri, dan bahagia. Kemampuan siswa meningkat karena pengakuan guru. </li></ul><ul><li>mengadakan PERAYAAN agar dapat mendorong rasa tanggung jawab dan mengawali proses belajar mereka sendiri.   Beberapa bentuk perayaan: Tepuk tangan , Hore! , Wusss , Jentikan jari , Poster umum , Catatan pribadi , Persekongkolan , Kejutan , Pengakuan kekuatan , “katakan kepada teman sebangku” , Pujian kepada teman sebangku , Pernyataan afirmasi . </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Mengembalikan KETAKJUBAN ke dalam pengajaran dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang kreatif, yang mengupas lebih dari sekadar jawaban “benar”, dan menjawab pertanyaan dengan lebih banyak pertanyaan. </li></ul><ul><li>Tumbuhkan RASA SALING MEMILIKI dengan menciptakan tradisi-tradisi seperti tepuk WOW, lepaskan, tepuk segmen, integrasikan—tik..tik..tik “aku sudah mengerti”, dan perkenalan. </li></ul><ul><li>KETELADANAN guru, diri Anda lebih penting daripada pengetahuan Anda, tindakan berbicara lebih keras dari pada kata-kata. </li></ul><ul><li>Berani mengambil RISIKO yakni keluar dari zona nyaman (ZN) Belajar itu mengandung risiko, setiap kali kita bertualang untuk belajar sesuatu yang baru, kita mengambil risiko besar di luar zona nyaman kita. Ceritakan tentang zona nyaman (ZN) kepada siswa.   </li></ul>
  5. 5. LANDASAN YANG KUKUH <ul><li>Menyampaikan TUJUAN , Komunikasikan yang jelas pada awal tahun tentang tujuan yang sama bagi seluruh siswa antara lain untuk menjadi pelajar yang lebih baik, mengembangkan kecakapan akademis, dan mengembangkan life skils . </li></ul><ul><li>Mengajarkan 8 PRINSIP KUNCI KEUNGGULAN: Integritas (kejujuran); Hidup saat ini; Berbicaralah dengan niat baik; Fleksibel (sikap terbuka terhadap perubahan atau pendekatan baru); Tanggung jawab; Kegagalan awal kesuksesan; Komitmen; Keseimbangan (keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa). </li></ul><ul><li>KEYAKINAN akan kemampuan pelajar, belajar, dan mengajar. </li></ul><ul><li>KESEPAKATAN , kebijakan, prosedur, dan peraturan. </li></ul><ul><li>Menjaga KOMUNITAS tetap berjalan dan tumbuh : Mitra dalam belajar , Penggambaran masa depan . </li></ul>
  6. 6. LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG <ul><li>Poster IKON atau simbol (untuk setiap konsep utama yang diajarkan, gambarkan di atas selembar kertas berukuran 25x40 cm atau lebih besar) . </li></ul><ul><li>Poster AFIRMASI (Buatlah atau lebih baik siswa yang membuat) poster motivasi afirmasi dengan pesan-pesan seperti, “Aku mampu mempelajarinya!” dan “Aku menjadi semakin pintar dengan setiap tantangan baru” </li></ul><ul><li>Gunakan WARNA , Otak berpikir dalam warna. Gunakan warna merah, ungu, hijau, dan biru untuk kata-kata penting. Jingga dan kuning utk menggarisbawahi, serta hitam dan putih untuk kata-kata penghubung seperti “dan”, “sebuah”, “dari’ d ll . </li></ul><ul><li>ALAT BANTU : Boneka untuk mewakili tokoh dalam karya sastra ; Bola lampu plastik besar untuk menandakan dimulainya sesi brainstorming, atau menyoroti “ide cemerlang” ; Panah untuk secara visual menunjukkan “poin” yang Anda maksudkan ; Kacamata besar untuk menunjukkan pengambilan perspektif berbeda , dll. </li></ul><ul><li>Pengaturan BANGKU : Gunakan ½ lingkaran untuk diskusi kelompok yang dipimpin seorang fasilitator , dll. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>TUMBUHAN : Tumbuh-tumbuhan menyediakan oksigen dalam udara kita dan otak kita berkembang karena oksigen. </li></ul><ul><li>AROMA: Min , kemangi, jeruk, kayu manis, dan rosemary akan meningkatkan kewaspadaan mental;  Lavendel, kamomil, jeruk, dan mawar memberikan ketenangan relaksasi. </li></ul><ul><li>HEWAN peliharaan (anak anjing, kucing, tikus putih/marmut dll) dapat menimbulkan sifat penyayang dalam diri siswa dan menenangkan mereka. </li></ul><ul><li>AROMA: Min , kemangi, jeruk, kayu manis, dan rosemary akan meningkatkan kewaspadaan mental;  Lavendel, kamomil, jeruk, dan mawar memberikan ketenangan relaksasi. </li></ul>
  8. 8. RANCANGAN YANG DINAMIS <ul><li>Menjembatani jurang antara dunia mereka dan dunia kita dengan memperjelas AMBAK -nya (Apa Manfaatnya BagiKu?) . </li></ul><ul><li>Menyesuaikan pengajaran dengan ketiga MODALITAS belajar (Visual, Auditorial, dan Kinestetik) . </li></ul><ul><li>Menggunakan kerangka perancangan “TANDUR” (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan) </li></ul><ul><li>Menerapkan Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) meliputi: S-L-I-M-n-B-I-L. </li></ul><ul><li>Memasukan tiga unsur kunci yang dapat dijalinkan dalam pengajaran apa pun – metafora, perumpamaan, dan sugesti. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Antusias : Menampilkan semangat untuk hidup. </li></ul><ul><li>Berwibawa : Menggerakkan orang. </li></ul><ul><li>Positif : Melihat peluang dalam sesaat. </li></ul><ul><li>Humoris : Berhati lapang untuk menerima kesalahan. </li></ul><ul><li>Luwes : Menemukan lebih dari satu cara untuk mencapai hasil. </li></ul><ul><li>Menerima : Mencari di balik tindakan dan penampilan luar untuk menemukan nilai-nilai inti. </li></ul><ul><li>Fasih : Berkomunikasi dengan jelas, ringkas, dan jujur. </li></ul><ul><li>Tulus : Memiliki niat dan motivasi positif. </li></ul><ul><li>Spontan : Dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil. </li></ul><ul><li>Menarik & tertarik : Mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup siswa dan peduli akan diri siswa. </li></ul><ul><li>Menganggap s iswa “mampu” : Percaya akan dan mengorkestrasi kesuksesan siswa. </li></ul><ul><li>Menetapkan & memelihara harapan tinggi : Membuat pedoman kualitas hubungan dan kualitas kerja yang mamacu setiap siswa untuk berusaha sebaik mungkin. </li></ul>Ciri-ciri seorang QUANTUM TEACHER : PRESEN TASI YANG PRIMA
  10. 10. <ul><li>Munculkan KESAN </li></ul><ul><li>Susunlah perkataan agar menimbulkan citra yang dapat memacu belajar siswa. Misalnya: “anak-anak, bagian bab ini paling sulit dan membosankan, jadi kalian harus waspada kalau tidak mau gagal.” (kesan: kesulitan, kebosanan, bahaya, kegagalan) </li></ul><ul><li>bandingkan! “bagian ini paling menantang. Simaklah baik-baik, supaya kalian memahaminya.” (pilihlah secara sadar perkataan yang menimbulkan asosiasi positif, paculah pembelajaran, dan tingkatkanlah komunikasi) </li></ul><ul><li>Arahkan FOKUS </li></ul><ul><li>Daripada berkata: “Jangan mengobrol,” atau “Bapak menunggu,” arahkan fukus dengan: “lihatlah kemari dan duduklah menghadap Bapak.” (kata-kata, sengaja atau tidak, membuka asosiasi. Karena asosiasi ini terjadi dalam benak siswa, kita dapat mengarahkan benak mereka pada asosiasi yang paling mendukung belajar). </li></ul><ul><li>Inklusif </li></ul><ul><li>Perhatikan kata-kata: “Bapak ingin kalian ...”, “Kalian harus ...”, “Ibu minta ..” (mengabadikan dinamika saya-lawan-kalian, pesan di balik kalimat-kalimat itu adalah “saya yang pegang kendali dan kalian yang harus melakukan...”.) perhatikan dinamika yang lebih positif: “Mari kita keluarkan buku.” “Sekarang keluarkan pekerjaan rumah kalian.” “Sudah waktunya mengumpukan bahan-bahan kita.” </li></ul><ul><li>Spesifik </li></ul><ul><li>Langsung pada intinya, awali pernyataan yang memberi petunjuk dengan kata kerja: “Ambillah” , “Gambarlah”, “Tulislah”, “Pindahlah”, “katakanlah” </li></ul>E mpat PRINSIP KOMUNIKASI AMPUH :
  11. 11. KOMUNIKASI NON-VERBAL: <ul><li>Kontak MATA </li></ul><ul><li>Pandanglah setiap siswa tidak lebih dari tiga detik. Pandangan lebih dari tiga detik sering diartikan “tatapan.” </li></ul><ul><li>Ekspresi WAJAH </li></ul><ul><li>Wajah adalah alat komunikasi yang kuat. Pesan non-verbal yang disampaikan melalui alis terangkat, sunggingan senyum, dahi berkerut, anggukan kepala, mata melebar, dan mulut terbuka setara dengan ribuan kata. Gunakan wajah Anda dengan kentara untuk menyampaikan perasaan pesan Anda. </li></ul><ul><li>Nada SUARA </li></ul><ul><li>Nada, volume, dan kecepatan adalah bumbu komunikasi, memberi citra rasa pada wajah dan gerak tubuh. Nada, perubahan, dan kualitas pola suara dapat menyatakan kegembiraan, kekecewaan, keraguan, kepastian, dan ketidakpastian, serta emosi-emosi lainnya. </li></ul><ul><li>Gerak TUBUH </li></ul><ul><li>Gerakan tangan, lengan, dan tubuh yang alamiah dan terarah akan memberi penekanan pada pesan, menandai pernyataan kunci, dan menangkap perhatian belajar kinestetik dengan menyediakan gerakan hidup bagi suara Anda. </li></ul><ul><li>Sosok (POSTUR) </li></ul><ul><li>Tubuh mengkomunikasikan kondisi internal otak. Postur adalah kerangka atau perancah yang disadari oleh wajah, suara, dadn gerak tubuh. </li></ul><ul><li>Postur tertentu menandakan pesan spesifik. Kenyamanan dengan tubuh Anda sendiri, gerakan dan tingginya, menyebabkan siswa lebih santai. </li></ul>
  12. 12. Gunakan paket PRESENTASI EFEKTIF <ul><li>Penemu </li></ul><ul><li>Untuk membangkitkan rasa ingin tahu, ketakjuban, kegairahan, dan rasa ingin menemukan, sampaikan isi dengan menggunakan ciri-ciri: berdiri denga ringan; condogkan tubuh sedikit ke depan; bergeraklah menyamping di depan kelas; jaga kesan penemuan dan pesona; gunakan predikat visual, auditorial, dan kinestetik; gunakan “mari kita,” dan “kita” untuk mencakup keseluruhan. </li></ul><ul><li>Pemimpin </li></ul><ul><li>Paket kepemimpinan membangkitkan dalam diri kita keyakinan terdalam dan harapan tertinggi untuk siswa-siswa yang kita ajar, dan berkomunikasi dengan kelugasan dan inspirasi. </li></ul><ul><li>Pengarah </li></ul><ul><li>Paket pengarah menambahkan semangat dan ketelitian pada pemberian petunjuk. Untuk menggerakkan siswa: berdiri tegak; bahu rata; menjaga kontak mata; gunakan suara lantang dan wajah menyenangkan; gunakan kalimat dengan predikat visual, auditorial, dan kinestetik. </li></ul><ul><li>M EMANFAATKAN TAMBATAN : </li></ul><ul><li>Tambatan PRIBADI : Tarik nafas dalam-dalam, pikirkan saat terbaik Anda. </li></ul><ul><li>Tambatan LOKASI : Tempat Petunjuk ; Tempat Disiplin ; Tempat Cerita ; Tempat Kiat Jitu ; Lorong Modalitas </li></ul><ul><li>Daerah pertama, yang paling dekat dengan papan tulis, adalah lorong visual . Dengan satu atau dua langkah ke depan, Anda memasuki lorong auditorial . Satu atau dua langkah ke depan adalah lorong kinestetik , dinamakan demikian karena dekat dengan siswa. </li></ul><ul><li>Tambatan LISAN </li></ul><ul><li>Ciptakan tanggapan lisan yang menciptakan asosiasi positif dan mengajak siswa untuk bertindak. Misalnya jika Anda berkata, “untuk PR ...” apa yang dilakukan siswa (mengeluh, bertepuk tangan dan bersorak). </li></ul><ul><li>Guru-guru yang hebat percaya akan kekuatan “kaizen”, konsep yang dianut banyak orang Jepang: perbaikan yang kecil, tampak tak berarti, berkesinambungan, dan tanpa henti.   </li></ul>
  13. 13. FASILITASI YANG LUWES <ul><li>Gunakan prinsip KEG :    Know It (ketahui hasilnya) ; Explain It (jelaskan hasilnya) ; Get It and Give Feedback (dapatkan hasilnya dan berikan umpan balik) </li></ul><ul><li>Melukiskan gambaran keseluruhan ( the big picture ) </li></ul><ul><li>Pelajaran awal harus bersifat multisensori dan multikecerdasan. Artinya menyusun kegiatan belajar hingga siswa tertarik secara visual, auditorial, dan kinestetik, sekaligus memanfaatkan tiga atau empat kecerdasan berganda ( multiple intelligences ). </li></ul><ul><li>Pelajaran awal harus dipotong-potong menjadi segmen-segmen , atau disusun menjadi bagian-bagian yang mudah dicerna . </li></ul><ul><li>Ulangi sesering mungkin ! Sering mengulang membuat pelajar percaya diri dengan konsep-konsep baru. Mengulang membuat otak memperlakukan informasi sscara berbeda dengan informasi sebelum otak berfokus lagi. </li></ul><ul><li>Menggunakan prinsip 10-24-7 untuk memindahkan memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Angka ini mengingatkan Anda untuk mengulang pelajaran awal selama 10 menit, dalam 24 jam, dan dalam 7 hari. </li></ul><ul><li>Melakukan TANYA JAWAB BELAJAR : Apa yang terjadi? Apa yang kamu pelajari? Bagaimana cara menerapkan apa yang telah kamu pelajari? </li></ul>
  14. 14. LEARNING-TO-LEARN SKILLS <ul><li>Studi kasus , Sekolah yang mengajarkan LIMA KETERAMPILAN yang merangsang belajar : Konsentrasi terfokus ; Cara Mencatat ; Organisasi dan persiapan tes ; Membaca cepat ; Teknik mengingat . </li></ul><ul><li>Memanfaatkan GAYA BELAJAR : Pelajar VISUAL: membuat banyak simbol dan gambar dalam catatan mereka;Pelajar AUDITORIAL: mendengarkan kuliah, contoh, dan cerita serta mengulang informasi ; Pelajar KINESTETIK: suka belajar melalui gerakan, dan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta. </li></ul><ul><li>Keadaan PRIMA untuk BELAJAR </li></ul><ul><li>- SLANT ( Sit up in their chair, Lean forward, Ask questions, Nods their heads, dan Talk to their teacher ). </li></ul><ul><li>- Keadaan ALFA </li></ul><ul><li>Meng-ORGANISASI INFORMASI </li></ul><ul><li>- Peta Pikiran (Mind Mapping) </li></ul><ul><li>-   Catatan: TS (Tulis dan Susun) </li></ul><ul><li>- Belajar Memutar (Circuit Learning) </li></ul><ul><li>Munculkan SI JENIUS KREATIF </li></ul><ul><li>Quantum Reading, dengan cara: </li></ul><ul><li>- Jadilah pelajar yang ingin tahu </li></ul><ul><li>- Memasuki keadaan konsentrasi yang terpusat </li></ul><ul><li>- SuperScan (membaca paling cepat) </li></ul><ul><li>- Membaca ; Mengulang </li></ul><ul><li>Maksimalkan MEMORI </li></ul><ul><li>Mencantolkan/Bercerita </li></ul><ul><li>Metode Penempatan   </li></ul>
  15. 15. LIFE SKILLS <ul><li>HIDUP DI ATAS GARIS (menekankan dan mempraktikkan TANGGUNG JAWAB atau bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. Pada dasarnya Anda hidup dengan memilih salah satu: di Atas Garis atau di Bawah Garis). Hidup di atas garis berarti bertanggung jawab atas tindakan Anda dan mau memperbaiki jika perlu. Hal ini juga berarti melihat pilihan yang ada, menentukan Solusi, dan menemukan cara untuk menjadi lebih efektif. </li></ul>HIDUP DI BAWAH GARIS : Menyalahkan Orang Lain ; Pembenaran (memberikan alasan mengapa kita tidak melakukan yang seharusnya dilakukan) ; Mengingkari ; Menyerah Adakan “ Latihan Pertalian ” kegiatan yang dapat membuka pintu ke arah pengakuan, yang akan meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri.

×