Your SlideShare is downloading. ×
0
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Tzu chi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Tzu chi

460

Published on

tugas com dev

tugas com dev

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
460
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. YAYASAN BUDDHA TZU CHI INDONESIA Kelompok 1 bisnis B Abel Pandu Putra Alfin Wirawan Muhammad Guntur Wicaksono Kelly Sarwono Priscilla Sisi
  • 2. Dengan berpegang teguh pada semangat (kebersamaan dalamsepenanggungan dan sependeritaan) dari Sang Buddha, Tzu Chimenjalankan bakti sosialnya selama 43 tahun. Tzu Chi bagaikansamudera luas yang mampu menampung seluruh aliran anaksungai, semua orang dengan usia, pengetahuan, profesi, dan latarbelakang yang berbeda-beda dapat membuktikan kekuatan dari(sirkulasi kebajikan), dapat ikut bergabung ke dalam barisan(memberikan kasih sayang), dan merasakan kepuasan dariimplementasi sikap "melakukan dengan ikhlas dan menerima dengansukacita". Baik yang berada di setiap pelosok Taiwan, atau yangberada di kediamannya di luar negeri, semua insan Tzu Chi selaludengan senang hati dan tanpa menyesal, berpartisipasi dalamberbagai kegiatan pemberian bantuan kemiskinan dandarurat, perlindungan kesehatan, memperkokoh dasar pendidikandan kegiatan sosial budaya.
  • 3. Andaikan uluran tangan insan Tzu Chi ini dapat menyucikan hatimanusia, menyejahterakan masyarakat, menjauhkan segala bencanadan dunia menjadi damai dan tenteram, itulah harapan terbesar dariinsan Tzu Chi.Dalam perjalanannya menyebarkan cinta dan welas asih, pada tahun2003, tim medis Tzu Chi telah berhasil mengadakan operasipemisahan bayi kembar siam perempuan. Bayi kembar siam FilipinaDaai (cinta kasih) dan Gan en (bersyukur) telah berhasil dipisahkandengan sukses dan telah dapat menjalankan kehidupan masingmasing. Setelah keluar dari rumah sakit, perawatan selanjutnya telahdiambil alih oleh TIMA (Tzu Chi International Medical Association)Filipina. Orangtua mereka di bawah bimbingan insan Tzu Chi jugatelah menjalankan kehidupannya sehari-harinya kembali. Inimerupakan akhir sebuah kisah menarik dari sebuah (estafet cintakasih) lintas negara.
  • 4. Sedangkan di Indonesia, demi program lanjutan dari rencanapemindahan penduduk bantaran kali Angke yang terkena programnormalisasi Kali Angke, telah berhasil menggalang rasa solidaritas cintakasih para pengusaha dan masyarakat. Hanya dalam waktu singkatselama 1(satu) tahun, telah berhasil menyelesaikan pembangunanPerumahan Cinta Kasih Tzu Chi yang terdiri dari 1.100 unit rumah. Didalam kompleks perumahan tersebut terdapat fasilitas-fasilitas seperti:sekolah, rumah sakit, industri rumah tangga, dan berbagai saranapenunjang lainnya.Para warga telah pindah dari bantaran kali yang kumuh dan jorok kePerumahan Cinta Kasih Tzu Chi, menyambut masa depan mereka yangpenuh harapan. Hal ini membuat semua orang merasa gembira. Pararelawan Tzu Chi dan pengusaha di Indonesia juga telah mendapatkansaluran untuk membalas budi mayarakat Indonesia, dapat merasakankepuasan batin telah dapat berdana secara langsung melalui tangansendiri. Sebuah kali ternyata telah menjalin sebuah kisah yang sangatmenyentuh. Sungguh sebuah keajaiban. Semuanya ini harus kita telusuridari Dunia Tzu Chi yang dibangun oleh Master Cheng Yen.
  • 5. SEJARAH TZU CHI Pada tanggal 14 Mei 1966, Yayasan Kemanusiaan Buddha Tzu Chi resmi dibentuk. Awal kegiatan Tzu Chi dimulai dari menabung di celengan bambu dan usaha merajut sepatu bayi. Lokasi awal Tzu Chi memiliki luas kurang dari 20m2. Pada tahun 1967, Griya Perenungan dimiliki oleh Tzu Chi Griya Perenungan sekarangGriya Perenungan tahun 1968
  • 6. PENDIRI TZU CHI Pendiri Tzu Chi adalah Master Cheng Yen. Nama asli Master Cheng Yen adalah Hui Zhang. Lahir pada 14 Mei 1937 di desa Qingsui, kabupaten Taichung, Taiwan.Master Cheng Yen
  • 7. VISI TZU CHI Dengan hati penuh welas asih dan kemurahan hati, menjalankan misi untuk menolong sesama makhluk yang menderita, mengembangkan kebahagiaan, melenyapkan penderitaan, menciptakan dunia Tzu Chi yang bersih dan suci, dengan kebijaksanaan menunaikan tugas yang sempurna, mengajak kaum dermawan di seluruh dunia, bersama- sama menanam jasa kebajikan dilahan kebajikan yang subur, dengan tekun menanam ribuan kuntum teratai dalam hati, menciptakan bersama masyarakat yang penuh dengan cinta kasih
  • 8. MISI TZU CHI MISI AMAL Internasionalisasi misi kemanusiaan "welas asih atas ketidakrelaan pada penderitaan semua makhluk" "Nyalakan pelita disudut yang paling gelap dan nyalakan api dalam perjalanan yang dingin dan sepi" "Marilah bersama-sama menghapus air mata yang penuh derita" "Berikanlah pakaian yang hangat bagi umat manusia" MISI KESEHATAN Secara menyeluruh - jaringan menghargai jiwa Pada saat kita sakit, siapakah yang bisa merawat kita dengan telaten? Pada saat kita menderiata luka cacat, siapa yang dapat menerima kesan yang paling mendalam?
  • 9. MISI TZU CHI (2) MISI PENDIDIKAN Yang kompleks dan menyeluruh - Perlindungan jiwa manusia "Dengan kebijaksanaan Bodhisattva mendidik anak-anak" "Dengan kecintaan orang tua melindungi tunas bangsa" "Agar si setiap hati manusia terdapat sekuntum teratai" "Bakat, pikiran, etika dan kebijaksanaan dapat berkembang dengan bebas" "Merubah dunia yang terlantar menjadi ladang kebahagiaan" MISI BUDAYA KEMANUSIAAN Arus mensucikan hati manusia "Menyebarkan benih-benih Buddha ke empat penjuru dunia" "Menanam akar Tzu Chi sedalam-dalamnya, sehingga turun temurun dari generasi ke generasi." "Lahir dalam pembinaan batin, menanggung tugas di masa hidup sekarang agar umat manusia di dunia fana menjadi bersih terbebas dari debu kotoran batin." "Hidup sesuai Dharma sang Buddha, menjadikan dunia Bodhisattva, meluruskan hati manusia, meningkatkan akal budi manusia." "Bersama-sama mewujudkan sebidang tanah suci bersih nan baru."
  • 10. KEGIATAN TZU CHI Misi Amal Misi Pendidikan Misi Kesehatan Misi Budaya Kemanusiaan
  • 11. MISI AMAL Bantuan bencana. Pasien dengan penanganan khusus. Anak asuh. Bantuan hidup jangka panjang.Pasien pertama Tzu Chi Perumahan Cinta Kasih Tzu ChiIndonesia pada tahun 1994 yangmenderita rakhitis
  • 12. Langkah pertama Tzu Chi dimulai dari Misi Amal. Dalamperenungannya, Master Cheng Yen menyadari bahwa niat baikharus diwujudkan dengan berbuat baik pada sesama. Rasaempatinya pada orang-orang miskin dan menderita, membuatnyabertekad untuk berbuat sesuatu demi membantu mereka.Berpusat di Vihara Pu Ming, Master Cheng Yen dan murid-muridnya mulai memberi bantuan pada orang-orang yangmembutuhkan. Jenis bantuan yang diberikan disesuaikan dengankebutuhan masyarakat kebanyakan saat itu, diantaranya meliputibantuan keuangan dan sembako untuk keluarga berpenghasilanrendah, bantuan biaya pengobatan, pendampingan saatpengobatan, bantuan bencana, dan pengadaan upacara kematianuntuk orang-orang yang hidup sebatang kara dan tidak mampu.Untuk membiayai semua bantuan tersebut, Master Cheng Yenmendorong para pengikutnya untuk mengumpulkan dana sedikitdemi sedikit setiap harinya. Dengan demikian Master Cheng Yenmengajak agar orang-orang yang mampu membagi kebahagiaanmereka dengan orang-orang yang tidak mampu, menghapuskankemiskinan material dan spiritual umat manusia. Di sisi lain, ketikaorang-orang kaya membagi kebahagiaan mereka, kebahagiaanitu bukannya berkurang, namun justru bertambah dengan rasabahagia yang sejati.
  • 13. Arena pembagian beras Tzu Chi tampak bagai taman berseminyamanusia-manusia baru seutuhnya. Bagi relawan yang berpartisipasiataupun penerima beras, ini adalah pengalaman yang tidak biasa.Relawan Tzu Chi memanggul beras seberat 20 kg, sambilmenggandeng tangan si penerima beras. Demikianlah Tzu Chimenjalin jodoh di antara orang-orang yang sangat berbeda statussosial, dan mengenalkan pada mereka cara hidup yang lebih baiksebagai seorang manusia. Pembagian beras, kesempatan terbaikuntuk berinteraksi langsung dan membantu orang-orang yangkekurangan.Keringat mengucur deras dan senyum merekah senantiasa mewarnaimomen pembagian beras Tzu Chi. Pembagian sembako mulaidilakukan Tzu Chi sejak tahun 1998 ketika terjadi krisis moneter diIndonesia. Selanjutnya pada tahun 2003, Tzu Chi Taiwan mengirimkan50.000 ton beras cinta kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia, dan2 tahun kemudian sejumlah 32.000 ton untuk korban bencana tsunamidi Nanggroe Aceh Darussalam. Dari 32.000 ton beras yang dikirimterakhir, tidak seluruhnya dialokasikan ke Aceh karena banyaklembaga lain yang telah memberikan bantuan serupa, hingga bantuanini dialihkan ke seluruh masyarakat Indonesia.
  • 14. PERUBAHAN HIDUPTahun 2002 diawali dengan banjir besar yang melanda Jakarta. Sejak itupula, nama Kali Angke mencuat ke permukaan, sebab banyak sekali wargabantaran kali ini yang menjadi korban banjir. Air telah menghanyutkan rumah danharta benda para warga. Daerah bantaran kali memang rawan banjir, di sampingsering pula menjadi korban gusuran. Namun apa daya, kepadatan penduduk diJakarta memaksa sebagian orang untuk tinggal di tempat-tempat seperti ini.Saat banjir menghanyutkan segalanya, Tzu Chi mulai memberi bantuan ke daerahini. Master Cheng Yen menaruh perhatian besar pada penduduk di Kali Angke, iamendorong Tzu Chi Indonesia untuk melakukan 5P: Pembersihansampah, Penyedotan air, Pembasmian racun, Pengobatan amal, danPembangunan perumahan. Hal ini menjadi titik awal dibangunnya Perumahan CintaKasih Tzu Chi yang pertama di Cengkareng, Jakarta Barat, tanggal 8 Juli 2002. Diatas lahan seluas 5 hektar dari pemerintah daerah DKI Jakarta, dibangun rumahsusun yang dapat menampung 1.100 KK..
  • 15.  Setahun kemudian, tanggal 25 Agustus 2003, Perumahan Cinta Kasih Cengkareng diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Kehidupan ribuan warga yang dulu tinggal di bantaran Kali Angke, berubah sejak itu. Mereka mendapat hak untuk menempati perumahan ini. Warga setiap bulan cukup membayar uang pengelolaan sebesar Rp 90 ribu, sedangkan iuran listrik dan air dibayar sesuai pemakaian. Perumahan yang dibangun di atas pondasi cinta kasih ini, dilengkapi dengan fasilitas sekolah, poliklinik, kios/lapak, pasar, dan pusat daur ulang. Saat diserahkan, setiap rumah dengan luas 36 m2 tersebut telah diisi dengan perabotan meja, kursi, dan tempat tidur
  • 16. MISI KESEHATAN
  • 17. MISI KESEHATAN 2 Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi Sarana dan prasarana Tzu Chi untuk memberi pengobatan gratis atau dengan biaya murah diwujudkan dengan didirikannya Poliklinik Cinta Kasih Tzu Chi yang diresmikan pada tanggal 28 Agustus 2003 yang terletak di dalam kompleks Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat. Poliklinik Cinta Kasih terdiri atas poli umum, poli gigi, poli mata, poli internis, dan poli bedah. Selain itu, tersedia pula fasilitas radiologi, laboratorium, apotek, dan USG. Sedangkan pelayanan kesehatan diberikan oleh para dokter yang ahli di bidangnya masing- masing. Sejak beroperasinya Poliklinik Cinta Kasih, baksos kesehatan Tzu Chi diadakan di Poliklinik Cinta Kasih. Sebelumnya baksos kesehatan diadakan berpindah-pindah tempat, di antaranya di RS. Paramita Serang, RS. QADR Tangerang, RS. Sentra Medika Depok, RS. Krakatau Steel, dan RS. Kencana. Untuk semakin dapat melayani masyarakat secara luas, pada tanggal 10 Januari 2008, Poliklinik Cinta Kasih Tzu Chi berubah menjadi Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Cinta Kasih Tzu Chi dan beroperasi selama 24 jam.
  • 18. BEBAN PASIEN BAKSOS KESEHATAN DI BINA SINAR AMITY(BSA), CAKUNG, JAKARTA TIMUR INI MENJADI RINGAN SETELAH PENYAKITYANG SELAMA INI DIDERITANYA DIOBATI DI BAKSOS KESEHATAN TERSEBUT .
  • 19. MISI PENDIDIKAN Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi.  KB  SD  SMP  SMK Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tzu Chi.  Menjahit  Salon  Komputer  Tata Boga  Keaksaraan Fungsional  Kerohanian  Kesehatan  Etika Murid dan Guru Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi
  • 20. MISI PENDIDIKAN 2Tepatnya sejak 28 Juli 2003, Tzu Chi Indonesia memiliki tempat penyemaiancinta kasih dengan diresmikannya Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi yang berlokasi diPerumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat. Gedungnya yangterdiri dari 3 lantai, berdiri megah dan dilengkapi fasilitas pendukung yangmemadai. Jenjang pendidikan terdiri dari Kelompok Bermain (KB), SekolahDasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah MenengahKejuruan (SMK).Anak-anak yang bersekolah di sini berasal dari keluarga yang tinggal diPerumahan Cinta Kasih. Di tempat asal mereka sebelum pindah ke PerumahanCinta Kasih, yaitu di bantaran Kali Angke, mereka hidup dalam lingkungan sosialyang kumuh, sehingga sikap dan perilaku mereka terkadang kurang santun.Setelah beberapa lama bersekolah di sini, perlahan-lahan tingkah laku dan tuturkata mereka berubah menjadi lebih baik.
  • 21. MURID-MURID SEKOLAH CINTA KASIH
  • 22. TEMPAT BELAJAR BARU Untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas baik harus didukung oleh fasilitas yang memadai, salah satunya adalah gedung untuk belajar. Gedung sekolah sebagai fasilitas pendukung utama, jika memiliki tembok yang rapuh atau atap yang setiap saat bisa rubuh, tentulah bukan tempat yang nyaman untuk belajar, justru mengancam keselamatan siswa dan guru. Tidak sedikit alokasi dana Tzu Chi untuk membantu dunia pendidikan, salah satunya dengan membantu pembangunan gedung- gedung sekolah yang rusak. Hingga April 2006, Tzu Chi telah membantu pembangunan gedung sekolah di 4 tempat, yaitu: 3 gedung sekolah dasar korban gempa di Bengkulu, SD Tanjung Anom Tangerang, SD Negeri 060966-060967-060968 Medan, dan gedung sekolah Pondok Pesantren Nurul Iman Parung.
  • 23. 1.SEKOLAH BENGKULU Gempa berkekuatan 7,3 skala richter yang mengguncang Bengkulu bulan Mei 2001 merusak berbagai infrastruktur, termasuk sejumlah gedung sekolah. Dengan mengumpulkan dana dari relawan Tzu Chi di dalam dan luar negeri, Tzu Chi membantu pembangunan kembali 3 gedung sekolah dasar, yaitu: SDN Napal, SDN Renah Panjang, dan SDN Pasar Ngalam. Ketiga gedung tersebut diresmikan pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2001. Selain mendapatkan gedung baru, seluruh siswa juga mendapat hadiah berupa tas sekolah, handuk, sikat dan pasta gigi, buku tulis, gelas, dan mangkuk.
  • 24. 2.SEKOLAH TANJUNG ANOMApril 2002, para relawan Tzu Chi melihat gedung SDN Tanjung Anomdalam kondisi yang memprihatinkan ketika sedang melakukan surveipemberian bantuan. Di dalam kelas, hanya terlihat tiga meja belajaruntuk puluhan anak sehingga sebagian anak terpaksa duduk di lantai.Atap sekolah pun berlubang besar, lantai dan tembok terlihat kotor dantak terawat, dan rangka kayu sudah banyak yang lapuk. Hati pararelawan terenyuh sehingga Tzu Chi memutuskan untuk membantumerenovasi gedung.Kerja keras Tzu Chi akhirnya membuahkan sebuah gedung sekolah baruyang diserahkan secara resmi kepada Kepala Sekolah SDN TanjungAnom dan Dinas Pendidikan setempat pada tanggal 4 Januari 2003.Sekolah ini dilengkapi dengan 8 ruang kelas, 1 ruang administrasi, 8toilet, 3 tempat tinggal guru dan staf sekolah, 100 meja, 200 kursi, dan 4set meja-kursi guru.
  • 25. 3.SEKOLAH BELAWAN Lokasinya yang berada di tepi laut menyebabkan SD Negeri 060966, 060967, dan 060968 Belawan, Medan, tergenang air sampai setinggi lutut saat air laut sedang pasang. Meja dan kursi pun terapung dibuatnya sehingga rapuh, bahkan beberapa diantaranya sudah patah. Selain itu udara pantai yang mengandung garam menjadikan atap dan tembok cepat rapuh dan berlubang. Bahaya selalu mengintai para siswa saat sedang belajar karena gedung sewaktu-waktu bisa ambruk. Belum lagi daerah tersebut terkenal sebagai daerah yang rawan kriminalitas. Siraman cinta kasih Tzu Chi telah mengubah gedung tersebut menjadi megah dan bebas banjir. Di atas lahan seluas 3.100 m2, gedung sekolah dibangun kembali menjadi dua lantai dengan bangunan seluas 6.000 m2. Sekolah dilengkapi dengan 20 ruang kelas, 2 kantor guru, 1 perpustakaan, 3 rumah dinas kepala sekolah, 1 rumah dinas penjaga sekolah, 12 toilet, dan 1 gudang. Selain itu, Tzu Chi Medan juga menyumbangkan 800 kursi, 400 meja, 20 lemari kelas, 20 papan tulis, 20 meja dan kursi guru, dan 20 lemari kantor guru. Tanggal 6 Mei 2004, gedung sekolah yang baru tersebut diresmikan oleh Walikota Medan saat itu, Drs. Abdillah, Ak. MBA.
  • 26. 4.PONDOK PESANTREN NURUL IMANCinta kasih tak mengenal batas suku, agama, ataupun negara. Cinta kasih yanghangat dari Tzu Chi mendapat sambutan yang hangat pula dari sebuah pondokpesantren, yaitu Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor. Pondokpesantren yang secara harfiah berarti Cahaya Iman Modern tersebut dipimpin olehHabib Saggaf. Para santri menimba ilmu di Nurul Iman tanpa dipungut biaya. Merekaberasal dari berbagai wilayah di penjuru tanah air. Tali jodoh Tzu Chi dengan NurulIman dimulai dari butir-butir beras. Pada Agustus 2003, Tzu Chi memberi bantuanberas cinta kasih sebanyak 50 ton per bulan untuk satu tahun.Kerja sama Tzu Chi dan Nurul Iman berlanjut dengan diadakannya baksoskesehatan bagi para santri Nurul Iman pada tanggal 23 Mei 2004. Hingga April2006, Tzu Chi telah mengadakan baksos kesehatan di Nurul Iman sebanyak 5 kali..Pada tanggal 17 Juli 2005, sebuah gedung sekolah megah 2 tingkat diresmikan.Gedung tersebut digunakan bagi santri laki-laki tingkat Tsanawiyyah (setara SLTP)dan Aliyah (setara SLTA). Gedung ini dilengkapi dengan 32 kamar mandi dan 20toilet. Di pondok pesantren yang memiliki 8.000 santri ini, Tzu Chi juga membantupengadaan air bersih pada tahun 2005.
  • 27. MEMBUKA JENDELA HARAPANGambaran masa depan yang indah bukan hanya milik anak-anak darikeluarga berkecukupan. Anak-anak dari keluarga tidak mampu punmemiliki impian yang sama, hanya bedanya bagi mereka impian tinggalsebatas impian.Sejak tahun ajaran 1999/2000, lebih dari 250 anak diJakarta, Tangerang, Bogor, dan Pati-Jawa Tengah, menjadi anak asuhTzu Chi agar mereka dapat mewujudkan impiannya.Untuk meraih impian tersebut, mereka tidak hanya memerlukan bantuanbiaya sekolah, namun juga memerlukan perhatian dan pembinaan.Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, seragam sekolah dansepatu, para relawan secara berkala juga mengunjungi merekamemberikan pelajaran membaca dan berhitung, bahasa Inggris, ataupunetika. Sebab Tzu Chi berharap agar mereka dapat menggapai mimpi-mimpi mereka serta melakukannya dengan prestasi yang bagus danmemiliki akhlak yang baik dan jiwa cinta kasih
  • 28. MISI BUDAYA KEMANUSIAAN Bersyukur (Gan En) Menghormati (Zhun Zhong) Kasih Sayang (Ai)
  • 29. 1. GAN EN (BERSYUKUR) Ada satu kebiasaan yang tidak lazim di Tzu Chi, yaitu: setelah kita memberi, justru kitalah yang harus mengucapkan terima kasih. Yang lazim tentu saja penerima bantuan yang mengucapkan terima kasih, tapi tidak di Tzu Chi. Karenanya banyak penerima bantuan yang justru menjadi salah tingkah karenanya. Kenapa kita yang harus berterima kasih? Dengan kita bisa memberi, berarti kita mendapat kesempatan untuk berbuat kebajikan. Bukan hanya itu, ucapan terima kasih juga merupakan pengingat bagi kita bahwa kita harus bersyukur atas semua berkah dan keadaan baik yang kita nikmati. Kita juga harus bersyukur karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sehingga ketika memiliki kesempatan itu, kita harus berterima kasih kepada penerima bantuan.
  • 30. 2. ZHUN ZONG (MENGHORMATI) Apapun yang kita miliki di dunia, tidak ada yang abadi. Karenanya, manusia harus saling menghargai antarsesama tanpa membedakan agama, ras, status sosial, pendidikan, dan jabatan. Asalkan itu sebuah kehidupan, semuanya harus dihargai dan diperhatikan. Insan Tzu Chi bertutur kata dengan kata yang baik, berpikir dengan niat yang baik, dan melakukan hal-hal yang baik. Dalam memberikan bantuan, Tzu Chi memberikan apa yang paling dibutuhkan dan selalu memberikan yang terbaik. Bahkan Master Cheng Yen selalu mengingatkan bahwa barang yang diberikan kepada penerima bantuan, haruslah jenis bantuan yang kita sendiri juga menginginkannya. Misalnya, bantuan rumah haruslah rumah yang kita juga mau untuk menempatinya.
  • 31. 3. AI (KASIH SAYANG) Kasih sayang tidak bisa dilihat ataupun diukur, hanya bisa dirasakan. Kasih sayang tidak didapat dengan memohon pada orang lain, melainkan diperoleh dari sumbangsih yang diberikan. Kasih sayang tidak akan pernah habis meski terus diberikan kepada orang lain, justru sebaliknya akan semakin besar, dan kasih sayang yang kita terima dari orang lain pun juga semakin besar.
  • 32. ISYARAT TANGAN DAN PELATIHAN RELAWAN
  • 33. Isyarat TanganSuatu ketika, saat Master Cheng Yen mengunjungi sebuah keluarga yanganaknya menderita tuna rungu. Beliau merasa sangat tersentuh dengankondisi anak tersebut yang tidak dapat mendengar dan berbicara.Padahal, beliau sangat ingin berkomunikasi dengannya. Satu-satunya caraadalah dengan menggunakan bahasa isyarat. Namun beliau tidak bisabahasa isyarat.Sejak itu, Master Cheng Yen selalu menghimbau kepada para muridnyauntuk belajar bahasa isyarat tangan. Tidak hanya untukberkomunikasi, tapi sekaligus menyelami dunia para penderita tuna rungu.Bahasa isyarat tangan merupakan suatu bahasa yang bersifat universal.Dalam perkembangannya kemudian, lahir suatu kesenian baru berupapenampilan isyarat tangan yang diiringi lagu-lagu Tzu Chi. Kesenian inidigemari oleh relawan, dan jika dibawakan sepenuh hati dapatmenciptakan suasana yang indah dan syahdu. Bahasa isyarat jugamerupakan sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri, menghilangkankeangkuhan, serta membentuk sifat rendah hati.Hingga kini, sudah menjadi kebiasaan di setiap acara Tzu Chi selaluterdapat pertunjukan bahasa isyarat tangan. Para relawan pun selaluberlatih untuk membawakannya dengan indah. Untuk membawakanbahasa isyarat dengan baik, sebelumnya insan Tzu Chi harus dapatmerasakan makna yang dikandung syair-syair lagu agar tercipta kesatuanantara lagu dan gerakan.
  • 34. Pelatihan RelawanUntuk menyucikan hati manusia, tidak dapat dilakukan hanyaoleh segelintir orang. Peran setiap orang dalam menyebarkancinta kasih, baik besar maupun kecil, sangat penting.Karenanya, Tzu Chi merangkul insan-insan yang ingin turut sertamenyebarkan kebajikan.Pewarisan nilai-nilai cinta kasih dari satu generasi ke generasimerupakan hal yang sangat penting, agar semakinkuat, berakar, dan tetap berada pada jalurnya semula. Pelatihanbagi para relawan pun dilakukan secara terus-menerus. Bagirelawan baru, pelatihan dilakukan untuk memperkenalkanprinsip-prinsip dasar budaya kemanusiaan, yaitu Bersyukur (GanEn), Menghormati (Zhun Zhong), dan Kasih Sayang (Ai).Sedangkan bagi relawan lama, pelatihan ditujukan agar merekalebih mendalami nilai-nilai cinta kasih yang dimiliki Tzu Chi danmenerapkannya selama menjalankan kegiatan Tzu Chi.
  • 35. PENDANAAN: -sukarelawan - Sampah daur ulangSalah satu sumber dana dari Tzu Chi adalah dari sampah daur ulang... relawan Tzu Chi banyak mengumpulkan sampah yang tidak dipakai lagi oleh pemiliknya... dan sampah ini di olah hingga berguna kembali... stasiun DAAI TV di Taiwan... sebagian besar biaya operasionalnya diperoleh dari sampah daur ulang ini... padahal biaya operasional TV itu tidak kecil... jadi bisa dibayangkan besarnya manfaat yang didapat dari sampah daur ulang... ini mungkin juga bisa di contoh vihara-vihara untuk meningkatkan taraf ekonomi umatnya mungkin di desa-desa.... belom lama ini juga Tzu Chi membuat terobosan dengan menggunakan plastik sampah daur ulang untuk di ubah menjadi selimut... dan selimut ini bisa dibagikan di daerah-daerah bencana.

×