• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
LAS LISTRIK
 

LAS LISTRIK

on

  • 2,211 views

Contoh dari laporan kerja bengkel las gas oksi-asetilen.

Contoh dari laporan kerja bengkel las gas oksi-asetilen.

Statistics

Views

Total Views
2,211
Views on SlideShare
2,211
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
120
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    LAS LISTRIK LAS LISTRIK Document Transcript

    • LAPORAN BENGKEL LASLISTRIK Oleh: Nama :Alfi Akbar BP : 1311041004 DOSEN PEMBIMBING :BUKHARI. ST. MT POLITEKNIK NEGERI PADANG TEKNIK MESIN 2013/2014
    • KATA PENGANTAR Pujisyukurkitapanjatkankehadirat ALLAH SWT.Yang manaberkatizindanridhodariNya lahlaporaninidapat di selesaikantepatpadawaktunya. Laporaninidisusununtukmemberipengetahuandasartentang,”LAS LISTRIK”.Dan jugauntukmemperkayapengetahuan, pesertapratiku (mahasiswa) disarankanuntukmenggunakanlaporaninisebagaibahantambahandalammenguasaimater i yang telahdisebutkan di atas. Harapanpenyusun, semogalaporaninidapatdimanfaatkanolehpembacasebagai media pengetahuan.Penyusun sadar jika penulisan ini masih banyak kekurangannya , kritikandan saran yang bersifatmembangunsangatdiharapkan demi kesempurnaandarilaporanini. Terimakasih, Padang, Januari 2014 Alfi Akbar
    • DAFTAR ISI HALAMAN AWAL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang 2. Tujuan BAB II LANGKAH PENGERJAAN 1. Peralatan dan bahan 2. Langkah kerja - Job 1 - Job 2 BAB III LANDASAN TEORI 1. Pengertin las listrik 2. Pembagian las listrik 3. Macam – macam elektroda 4. Pengkutuban elektroda 5. Macam-macam gerakan elektroda BAB IV KESELAMATAN KERJA BAB V KESIMPULAN DAN SARAN LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA
    • BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di zaman era globalisasi ini, persaingan di dunia industri sangatlah ketat sehingga menuntut kita untuk menjadi sosok individu yang berkompeten. Politeknik merupakan salah satu wadah yang memiliki tujuan untuk mendidik menuju hal tesebut. Dalam prosesnya politeknik menyediakan aplikasi-aplikasi yang dapat membantu meningkatkan keterampilan para mahasiswa, salah satu aplikasi yang disediakan adalah praktikum labor bengkel mekanik. Tujuan dan harapan dari Politeknik Negeri Padang yaitu, menciptakan lulusan-lulusan yang berkompeten, tidak hanya mengerti teori semata kan tetapi juga memahami pratek kerja langsung ke lapangan. Salah satu dari praktikum di labor bengkel mekanik yaitu adalah pratikum LAS LISTRIK. LAS LISTRIK adalah suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Penyambungan logam sudah ada sejak 5000 th yang lalu, orang sudah dapat melakukan penyambungan logam dengan cara memanasi dua buah logam tersebut sampai suhu kritis. Kemudian keduanya ditumpangkan dan setelah itu dipalu yang akhirnya membentuk ikatan yang kuat. Api pemanasnya untuk penyambungan diperoleh dari pembakaran kayu atau arang kayu. Dapat dibayangkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang dapat memasakkan logam sampai suhu kritis. Tentu cara semacam ini tidaklah efektif untuk digunakan dalam pengerjaan pengelasan yang sangat banyak dan bervariasi. Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi khususnya di bidang penyambungan logam yang sekarang ini telah ditemukan dan digunakan seperti mesin las listrik bertenaga motor dan listrik yang praktis, efektif dan efisien sehingga bisa mempercepat kerja dan meringankan kerja karyawan 1.2 Tujuan Adapun tujuan pratikum LAS LISTRIK, yaitu sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mahasiswa mengerti memahami dan dapat mengoperasikan mesin las listrik. Mahasiswa mengerti setiap komponen-komponen dan fungsinya. Mahasiswa dapat melakukan kerja secara efisien : Ketepatan waktu (dikerjakan yang terlebih utama) Ketelitian ukuran Ketelitian dalam pengelasan Mahasiswa harus memahami bagaimana posisi yang tepat pada saat melakukan pengelasan dengan baik.
    • BAB II LANGKAH PENGERJAAN 2.1 Peralatan dan bahan Dalam melakukan pengelasan ada beberapa peralatan yang sering digunakan dalam pekerjaan las listrik diantaranya adalah sebagai berikut: Kabel las Kabel elektroda (menghubungkan pesawat dengan elektroda) Kabel masa (menghubungkan pesawat dengan benda kerja) Kabel tenaga (menghubungkan pesawat dengan sumber tenaga) Pemegang Elektroda Palu las Sikat kawat Sikat kawat digunakan untuk : - membersihkan benda kerja yang akan dilas - membersihkan terak las yang sudah tepat dari jalur las oleh pukulan palu las. Klem masa Penjepit Elektroda las Meja kerja las 2.2 Langkah kerja - JOB 1 ( Pengelasan Lurus)
    • LANGKAH KERJA : 1. Pastikan semua peralatan dan benda kerja siap untuk di gunakan, 2. Nyalakan mesin las terlebih dahulu ke kontak arus listrik, 3. Pasang elektroda pada pemegang elektroda dan klem massa letakkan pada pemegang (dudukan) benda kerja, 4. Kemudian atur arus yang di gunakan sesuai dengan tebal plat dan jenis elektroda yang kita pakai, 5. Setelah itu ambil plat dan plat tersebut diberi garis untuk supaya hasil pengelasan menjadi lurus, 6. Letakkan plat yang akan dilas di atas meja kerja, 7. Kemudian posisikan badan yang nyaman agar dapat melakukan pengelasan dengan baik, 8. Lalu proses las dimulai dengan mengikuti garis yang telah dibuat diatas plat dengan cara pengelasan yang diinginkan, sebaiknya pada saat proses pengelasan elektroda digerakkan memutar pada plat, 9. Setelah selesai pengelasan, hasil las tersebut harus di pukul untuk menghilangkan terak yang tertinggal pada plat, 10. Kemudian gunakan sikat agar hasil kerja dapat bersih, 11. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan semua peralatan kerja dan kembalikan lagi kepada posisi normal agar dalam pengelasan selanjutnya dapat dilakukan dengan lancar. - JOB 2 ( Pengelasan Kumpuh V ) LANGKAH KERJA : 1. Pastikan semua peralatan dan benda kerja siap untuk di gunakan, 2. Kemudian bentuk plat besi yang disediakan mengguakan gerinda tangan hingga membentuk sudut 30o, 3. Begitu juga dengan plat besi yang satunya lagi , lakukan seperti hal yang sama, 4. Kemudian satukan kedua plat besi tersebut seperti seperti gambar dibawah ini :
    • 12. Setelah itu, nyalakan mesin las terlebih dahulu ke kontak arus listrik, 13. Pasang elektroda pada pemegang elektroda dan klem massa letakkan pada pemegang (dudukan) benda kerja, 14. Kemudian atur arus yang di gunakan sesuai dengan tebal plat dan jenis elektroda yang kita pakai, 15. Lalu letakkan benda kerja di atas meja kerja, 16. Posisikan badan agar berada posisi yang pas agar nyaman saat mengelas, 17. Selanjutnya lakukan pengelasan dengan memberikan jarak sebesar diameter elektroda pada kedua plat tersebut, 18. Setelah melakukan pengelasan, bersihkan terak yang masih menempel agar tidak terjadi kerusakan dalam pengelasan selanjutnya, 19. Kemudian dinginkan beberapa saat, 20. Setelah dingin, lakukan kembali pengelasan hingga tiga kali sehingga kedua plat besi benar-benar menyambung dengan sempurna. 21. Stelah semua pengelasan selesai, bersihkan benda kerja dengan mengguakan sikat, 22. Kemudian bersihkan semua peralatan kerja dan kembalikan lagi semuanya dalam kondisi normal agar dalam pengelasan selanjutnya dapat dilakukan dengan baik. Gambar hasil kerja.
    • BAB III LANDASAN TEORI 1. Pengertian Las listrik Las listrik adalah suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan dengan las Iistrik ini adalah merupakan sambungan tetap.Pada pengelasan dengan las listrik, panas yang dihasikan berasal dari busur listrik yang timbul dari menempelnya benda kerja dengan elektroda. Elekttroda pengisian dipanaskan mencapai titik cair dan diendapkan pada sambungan, hingga terbentuk sambungan las. Panas yang dihasilkan oleh busur listrik mencapai 55000 C.Pada saat pengelasan menggunakan las listrik, dilepaskan energi dalam jumlah yang sangat besar dalam bentuk panas dan cahaya ultraviolet. 2. Pembagian Las Listrik Las listrik dapat digolongkan menjadi : 1. Las listrik dengan elektroda logam, misalnya : a. Las listrik submerged Busur elektroda (listrik) diantara ujung elektroda dan bahan dasar berada didalam timbunan fluksi serbuk yang digunakan sebagai pelindung dari pengaruh luar (udara bebas) sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti pada las listrik lainnya. Las ini umumnya otomatis atau semi otomatis. Las busur listrik mempunyai 2 jenis yaitu : 1) Las listrik AC (menggunakan arus searah sebagai sumber listrik) 2) Las listrik DC (menggunakan arus listrik bolak-balik sebagai sumber listrik) 2. Las listrik dengan elektroda berselaput Busurlistrik yang terjadiantaraujungelektrodadanbahandasar (plat) akanmencairkanujungelektrodadansebagiandasarselaputelektroda yang turutterbakarakanmencairdanmenghasilkan gas yang melindungiujungelektrodakawatlas, dandaerahlasdisekitarbusurlistrikterhadapdaerahudaraluar. 3. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas) atau MIG Padalas TIG inimenggunakanelektroda wolfram.Busur yang terjadiantaraelektrodadanbahandasarmerupakansumberpanasbentuk pengelasa n.Untukmelindungihasilpengelasandigunakan gas pelindung, seperti argon, helium ataucampuran gas tersebut. 4. Las Listrik MIG Las listrik MIG adalahjugalasbusurlistrikdimanapanas yang ditimbulkanolehbusurlistrikantaraujungelektrodadanbahandasar, karenaadanyaArusListrik.Elektrodanyaadalahmerupakangulungankawat yang berbentukrol yang gerakannyadiaturolehpasanganrodagigi yang digerakkanolehmotorllistrik.Kecepatangerakanelektrodadapatdiatursesuaidengan keperluan.TangkaiIasdilengkapidengannosallogamuntukmenyemburkan gas pelindung yang dialirkandaribotol gas malaluiselang gas.
    • Gas yang dipakaiadalah C02 untukpengelasanbajalunakdanbaja, argon ataucampuran argon dan helium untukpengelasanAluminiumdanbajatahan karat.Proses pengelasan MIG inidapatsecara semi otomatikatauotomatik. Semi otomatikdimaksudkanpengelasansecara manual sedangkanotomatikadalahpengelasan di manaseluruhpekerjaanIasdilaksanakansecaraotomatis. 3. Macam – macam elektroda a. Elektroda Hydrogen rendah Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang dari 0,5 %), sehingga deposit las juga dapat bebas dari porositas. Elektroda inidipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi, bebas porositas,misalnya untuk pengelasan bejana dan pipa yang akan mengalami tekanan. Jenis-jenis elektroda hydrogen rendah misalnya E 7015, E 7016 dan E 7018. b. Elektroda untuk besi tuang c. Elektroda baja Elektroda jenis ini bila dipakai untuk mengelas besi tuang akan menghasilkan deposit las yang kuat sehingga tidak dapat dikerjakan dengan mesin. Dengan demikian elektroda ini dipakai bila hasil las tidak dikerjakan lagi. Untuk mengelas besi tuang dengan elektroda baja dapat dipakai mesin las AC atau DC kutub terbalik. d. Elektroda Nikel Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang, bila hasil las masih dikerjakan lagi dengan mesin. Elektroda nikel dapat dipakai dalam segala posisi pengelasan. Las yang dihasilkan elektroda ini pada besi tuang adalah rata dan halus bila dipakai pada mesin las DC kutub terbalik. Karakteristik elektroda nikel dapat dilihat pada tabel dibawah ini. e. Elektroda Perunggu Hasil las dengan memakai elektroda ini tahan terhadap retak, sehingga panjang las dapat ditambah. Kawat inti dari elektroda dibuat dari perunggu fosfor dan diberi selaput yang menghasilkan busur stabil. f. Elektroda untuk aluminium Aluminium dapat dilas listrik dengan elektroda yang dibuat dari logam yang sama. Pemilihan elektroda aluminium yang sesuai dengan pekerjaan didasarkan pada tabel keterangan dari pabrik yang membuatnya. Elektroda aluminium AWS-ASTM AI-43 untuk las busur listrik adalah dengan mesin las. g. Elektroda untuk pelapis keras Elektroda tahan kikisan Elektroda jenis ini dibuat dari tabung chrom karbida yang diisi denganserbuk-serbuk karbida. Elektroda dengan diameter 3,25 mm - 6,5 mmdipakai peda pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Elektroda ini dapat dipakai untuk pelapis keras permukaan pada sisi potong yang tipis. - Elektroda tahan pukulan Elektroda ini dapat dipakai pada mesin las AC atau DC kutub terbalik. Dipakai untuk pelapis keras bagian pemecah dan palu.
    • Elektroda tahan keausan Elektroda ini dibuat dari paduan-paduan non ferro yang mengandung Cobalt, Wolfram dan Chrom. Biasanya dipakai untuk pelapis keras permukaan katup buang dan dudukan katup dimana temperatur dan keausan sangat tinggi 4. Pengkutuban elektroda - Pengkutuban langsung Pada pengkutuban langsung, kabel elektroda dipasang pada terminal negatif dan kabel massa pada terminal positif. Pengkutuban langsung sering disebut sebagai sirkuit las listrik dengan elektroda negatif. (DC-). - Pengkutuban terbalik Untuk pengkutuban terbalik, kabel elektroda dipasang pada terminal positif dan kabel massa dipasang pada terminal negatif.Pengkutuban terbalik sering disebut sirkuit las listrik dengan elektroda positif (DC+). Pengaruh pengkutuban pada hasil las adalah pada penembusan lasnya. Pengkutuban langsung akan menghasilkan penembusan yang dangkal sedangkan pada pengkutuban terbalik akan terjadi sebaliknya. Pada arus bolak-balik penembusan yang dihasilkan antara keduanya.
    • 5. Macam-macam gerakan elektroda - Gerakan arah turun sepanjang sumbu elektroda. Gerakan ini dilakukan untuk mengatur jarak busur listrik agar tetap. - Gerakan ayunan elektroda. Gerakan ini diperlukan untuk mengatur lebar jalur las yang dikehendaki Gerakan elektroda 1) Melingkar Gambar Ayunan melingkar 2) Zig-zag Gambar Ayunan zig-zag 3) Tarpesium Gambar Ayunan gipsum. 6. Mengatur tegangan Mesin las umumnya mempunyai tegangan 60 – 80 Volt sebelum terjadi busur nyala. Tegangan ini disebut tegangan terbuka atau tegangan atau tegangan pembakar.Bila busur nyala telah terjadi (sedang mengelas) maka tegangan turun menjadi 20 – 40 Volt. Ini dinamakan tegangan kerja. Tegangan kerja disesuikan dengan diameter elektroda.Untuk elektroda: 1,5 – 5,5 mm tegangan kerja 20 – 30 Volt.Untuk elektroda: 4,5 – 6,4 mm tegangan kerja 30 – 40 Volt. 7. Mengatur Ampere Arus pengelasan ditentukan oleh: diameter elektroda, tebal bahan, jenis elektroda dan posisi pengelasan. Pengaturan arus dilakukan dengan memutar handel atau knop. Arus pengelasan yang dipakai dapat dilihat/ dibaca pada skala arus, yang terdapat pada mesin las. Perkiraan arus yang dipakai untuk mengelas, dapat dilihat pada table yang tertera pada setiap bungkus elektroda, misalnya sebagai berikut: diameter (mm) x panjang daerah polaritas arus elektroda (A) 2,6 x 350 45 – 95 Ac atau Dc
    • Tabel. Kuat arus dan Tebal bahan dan dia elektrode . Tipe logam dan Diameter No tebal (inchi) elektroda (inchi) 1 Pelat logam tipis 1/16 . (Outer sheet metal, 5/64 etc; sampai tebal 3/32 7/64 inchi) 2 Baja lunak tipis 1/8 . (Struktur bodi dalam, 5/32 dsbnya, tebal 7/64 3/16 sampai 3/16 inchi) 3 Baja lunak tebal 1/8 . (Rangka, dsbnya, 5/32 tebal 3/16 sampai 3/16 5/16 inchi) ¼ 8. Posisi – Posisi Pengelasan Posisipengelasan ada beberapa macam, yaitu: 1. Posisi mendatar 2. Posisi bawah tangan 3. Posisi tegak 4. Posisi diatas kepala 5. Pengelasan kearah kanan (mundur) Kuat arus (ampere) 10 – 30 25 – 45 40 – 70 50 – 130 90 – 180 130 – 230 60 – 120 90 – 160 120 – 200 190 – 300
    • BAB IV KESELAMATAN KERJA Perlengkapan yang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan kerja: 6. Helem dan tabir Digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata. Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung sampai jarak 16 meter. Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan. Untuk melindungi kaca penyaring ini biasanya pada bagian luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih. 7. Sarung tangan Dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang elektroda, juga melindungi tangan dari panas. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai sepasang sarung tangan. 8. Baju las/apron Baju las/apron dibuat dari kulit atau dari asbes. Baju las yang lengkap dapat melindungi badan dan sebagian kaki. Bila mengelas pada posisi diatas kepala, harus memakai baju las yang lengkap. Pada pengelasan posisi lainnya dapat dipakai apron. 9. Sepatu las Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api. Bila tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai. 10. Kamar las Kamar Ias dibuat dari bahan tahan api. Kamar las penting agar orang yang ada di sekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las. Untuk mengeluarkan gas, sebaiknya kamar las dilengkapi dangan sistem ventilasi yaitu di dalam kamar las ditempatkan meja Ias. Meja las harus bersih dari bahan-bahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kebakaran oleh percikan terak las dan bunga api. 11. Masker las Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik, maka gunakanlah masker las, agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun.
    • BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Hasil pengelesan yang baik akan di dapat bila proses penyetelan ampere listrik pada mesin las di lakukan dengan tepat dan benar, 2. Besar arus di pengaruhi dengan jenis elektroda dan ketebalan benda kerja, 3. Terak akan lengket pada benda kerja, dan susah di hilangkan bila penyetelan arus kurang pas. 4. Jarak ujung elektroda kebenda kerja sangat mempengaruhi hasil las. 5. Untuk dapat mengelas dengan hasil las yang baik, perlu latihan dalam waktu yang tidak cepat. 6. Dalam mengelas kecepatan menggeser elektroda sangat menentukan hasil las, jika cepat tembusan lasnya dangkal, oleh karena itu kecepatan saat mengelas harus stbil dan benar. 7. Pada akhir penulisan ini dapat kita ketahui las listrik dengan pengertiannya, alatalat yang digunakan posisi pengelasan, tingkat kesulitan las lisstrik, dan keselamatan kerja yang semestinya. 5.2 Saran Bekerjalah dengan hati-hati dan serius, karena pabila kita bermin-main dapat menyebabkankecelakaan baik bagi diri sendiri dan lingkungan kerja. Aturlah arus mesin las dengan baik agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Jika ditemukan kendala saat pengerjaan, seperti :  Ujung elektroda menempel pada benda kerja  Terlalu cepat menggeser elektroda sehingga tembusannya dangkal  Tidak memakai topeng las dan sarung tangan sehingga mata perih Maka hal yang harus dilakukan untuk pemecahan masalahnya adalah :  Supaya elektroda tidak menempel pada benda kerja diposisikan agar ujung elektroda tidak terlalu dekat  Tidak terlalu segera memindahkan elektroda saat melakukan alur, agar hasilnya bagus  Pakailah topeng atau kacamata las saat kerja las
    • LAMPIRAN Helem Sepatu Sarung Tangan Masker
    • pembangkit arus Holder Klem masa meja kerja Elektroda Palu Tang Sikat Baja
    • Kamar Las DAFTAR PUSTAKA Course Note, BENGKEL Google Searching, LAS LISTRIK.