0
Pengertian
1. Galenus : “Sifat-sifat dari jiwa seseorang yang
ditentukan dari komposisi cairan tubuhnya”
2. Kretschmer : “...
Pengertian
Dari ketiga pendapat itu dapat dirumuskan :
1. Aspek kejiwaan dari kepribadian
2. Dipengaruhi konstitusi jasman...
Tipologi
Tipologi
Tipologi
2. Mazhab Perancis
A. Tipologi Queyrat : Ia menyusun tipologi atas
dasar dominasi daya-daya jiwa yaitu Kognitif,
afektif d...
1. Tipologi
Temperamen memiliki 2 aspek:
1. Aspek Fisiologis : konstitusi tubuh,
kompleks, atau susunan
cairan-cairan
dara...
Aspek Psikologis terdiri dari dua
macam temperamen.
1. Perasaan : Sanguinis dan Melankolis
2. Kegiatan : Koleris dan Phleg...
Sanguinis
Ciri – ciri
1. Periang
dan
ramah
dalam pergaulan
2. Senang menolong orang
lain tapi tidak dapat
dijadikan sandar...
Melankolis

Ciri-ciri :
1. Segala sesuatu yang
menyangkut dirinya
dipandang penting dan
disertai dengan
kebimbangan.
2. Ti...
Kholeris

Ciri-ciri :
1. Lekas terbakar tapi juga
lekas padam atau tenang
tanpa membenci
2. Selalu sibuk, tapi lebih
suka ...
Phlegmatis
Ciri- Ciri :
1. Tidak mudah terbakar,
namun bila sudah
bersemangat akan sulit
untuk dipadamkan
2. Cocok untuk
m...
2. Tipologi
Enselhans
Temperamen menurutnya tergantung 2 hal pokok
yaitu kepekaan kehidupan afektif dan bentuk
kejadian af...
3. Tipologi
J. Bahnsen
Kepribadian ditentukan 3 aspek kejiwaan :
a. Temperamen dan Kemauan (Spontanitas,
Reseptivitas, Imp...
4. Teori
Ernst Meuman
Ada sebuah penghubung antara watak dan
perbuatan, yaitu kemauan. Dan kemauan itu
mengandung 3 aspek ...
5. Tipologi
Heymans
Ia menyusun teori berdasarkan data penyelidikan
empiris. Mendasarkan kepribadian pada klasifikasi
3 ma...
6. Teori Kepribadian
G. Ewald
Penyusunan teori ia lakukan dari sudut pandang
psikiatrik. Ia membedakan secara tajam antara...
Ada 2 macam roh (geist) :
1.Roh subjektif (ada pada
setiap manusia)
2.Roh Objektif
(kebudayaan)
Keduanya memiliki
hubungan...
Sistem nilai yang terdiri dari 6 lapangan
nilai hidup.

1.Ilmu Pengetahuan
2.Ekonomi
3.Kesenian
4.Keagamaan
5.Kemasyarakat...
Ciri-ciri :
1. Intelektualis sejati
2. Kurang menghargai
kekayaan
3. Memiliki potensi
untuk tidak beragama
/ atheis
4. Kur...
Ciri-ciri :
1. Kaya akan gagasan praktis
2. Kurang peduli pada proses karena lebih
mementingkan hasil aygn ingin dituju.
3...
Ciri-ciri :
1. Ekspresionis sekaligus Impresionis
2. Individualis, hubungan dengan orang lain kurang
kekal
3. Rasa keagama...
Ciri-ciri :
1. Tujuan hidupnya adalah
mencari nilai kebenaran
tertinggi
2. Kurang peduli dengan
urusan duniawi
3. Mengukur...
Ciri-ciri :
1. Butuh hidup ditengah –
tengah manusia lain.
2. Memiliki
kebutuhan
yang
besar
akan
resonansi dari sesama
man...
Ciri – ciri :
1. Dorongan pokoknya adalah
keinginan untuk berkuasa,
semua nilai yang lain
diabdikan dalam rangka
mengejar ...
a. Diferensiasi Tipe : pada masing-masing tipe, masih dapat
ditemukan adanya variasi, berdasarkan pada komponen yang
palin...
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Just Try
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Just Try

113

Published on

New

Published in: Social Media
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
113
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Just Try"

  1. 1. Pengertian 1. Galenus : “Sifat-sifat dari jiwa seseorang yang ditentukan dari komposisi cairan tubuhnya” 2. Kretschmer : “bagian dari jiwa yang memiliki korelasi dengan aspek jasmani melalui darah secara kimiawi” 3. Kohnstanm : “aku rohani yang bersangkutan dengan jasmani dan dibawa sejak lahir”
  2. 2. Pengertian Dari ketiga pendapat itu dapat dirumuskan : 1. Aspek kejiwaan dari kepribadian 2. Dipengaruhi konstitusi jasmani 3. Dibawa sejak lahir sehingga sulit diubah
  3. 3. Tipologi
  4. 4. Tipologi
  5. 5. Tipologi
  6. 6. 2. Mazhab Perancis A. Tipologi Queyrat : Ia menyusun tipologi atas dasar dominasi daya-daya jiwa yaitu Kognitif, afektif dan konatif. Lalu ketiganya dlihat apakah ada yang dominan, lalu dibandingkan, apakah seimbang atau tidak, teratur atau tidak. B. Tipologi Malapert : Ia menyusun tipologi atas aspek-aspek kejiwaan tertentu seperti Intelektual, afektif, volunteer dan aktif.
  7. 7. 1. Tipologi Temperamen memiliki 2 aspek: 1. Aspek Fisiologis : konstitusi tubuh, kompleks, atau susunan cairan-cairan darah 2. Aspek Psikologis : kecenderungan kejiwaan yang disebabkan berbedanya komposisi darah.
  8. 8. Aspek Psikologis terdiri dari dua macam temperamen. 1. Perasaan : Sanguinis dan Melankolis 2. Kegiatan : Koleris dan Phlegmatis
  9. 9. Sanguinis Ciri – ciri 1. Periang dan ramah dalam pergaulan 2. Senang menolong orang lain tapi tidak dapat dijadikan sandaran 3. sering menjanjikan sesuatu tetapi jarang menepati 4. Mudah menerima pengaruh dari luar, jadi tidak than lama
  10. 10. Melankolis Ciri-ciri : 1. Segala sesuatu yang menyangkut dirinya dipandang penting dan disertai dengan kebimbangan. 2. Tidak mudah membuat janji karena dia takut tidak mampu memenuhi janji tersebut 3. Kurang percaya dan tidak mudah menerima ramahtamah orang lain
  11. 11. Kholeris Ciri-ciri : 1. Lekas terbakar tapi juga lekas padam atau tenang tanpa membenci 2. Selalu sibuk, tapi lebih suka memerintah daripada mengerjakan sendiri 3. Umumnya cermat dan rapi dalam berpakaian 4. Nafsu utamanya mengejar kehormatan, suka terlihat sibuk dan dipuji terangterangan
  12. 12. Phlegmatis Ciri- Ciri : 1. Tidak mudah terbakar, namun bila sudah bersemangat akan sulit untuk dipadamkan 2. Cocok untuk mengerjakan tugastugas ilmiah atau tugastugas yang membutuhkan ketekunan tinggi 3. Tidak mudah marah
  13. 13. 2. Tipologi Enselhans Temperamen menurutnya tergantung 2 hal pokok yaitu kepekaan kehidupan afektif dan bentuk kejadian afektif. Selain itu, ia juga mengemukakan dua aspek watak (karakter) : a. Aspek formal yang merupakan kualitas kemauan b. Aspek material yang merupakan arah dari tindakan, apakah baik atau buruk.
  14. 14. 3. Tipologi J. Bahnsen Kepribadian ditentukan 3 aspek kejiwaan : a. Temperamen dan Kemauan (Spontanitas, Reseptivitas, Impresionabilitas dan Reaktivitas) b. Posodyne (ketabahan dalam menghadapi kesulitan) c. Daya Susila (Kepandaian membedakan hal ayng baik dengan yang buruk)
  15. 15. 4. Teori Ernst Meuman Ada sebuah penghubung antara watak dan perbuatan, yaitu kemauan. Dan kemauan itu mengandung 3 aspek pokok: 1. Aspek yang mempunyai dasar kejasmanian (lebih kepada sistem syaraf) 2. Aspek Afektif (menjelma didalam temperamen) 3. Aspek Kecerdasan (sifat kerja mental, taraf kebebasan dan perbedaan cara pikir)
  16. 16. 5. Tipologi Heymans Ia menyusun teori berdasarkan data penyelidikan empiris. Mendasarkan kepribadian pada klasifikasi 3 macam kualitas kejiwaan: 1. Emosionalitas : mudah atau tidaknya terpengaruh kesan-kesan pada perasaan. 2. Proses Pengiring : banyak sedikitnya pengaruh kesan terhadap kesadaran 3. Aktivitas : sedikit banyaknya orang memanifestasikan perasaannya pada tindakan.
  17. 17. 6. Teori Kepribadian G. Ewald Penyusunan teori ia lakukan dari sudut pandang psikiatrik. Ia membedakan secara tajam antara temperamen dan watak : 1. Temperamen : konstitusi psikis yang berhubungan dengan konstitusi kejiwaan. Jadi, berasal dari keturunan. 2. Watak : totalitas dari keadaan dan cara bereaksi jiwa terhadap perangsang. Dibagi menjadi dua yaitu yang dibawa sejak lahir dan yang diperoleh.
  18. 18. Ada 2 macam roh (geist) : 1.Roh subjektif (ada pada setiap manusia) 2.Roh Objektif (kebudayaan) Keduanya memiliki hubungan secara timbal balik. Karena tidak bisa lepas satu sama lain.
  19. 19. Sistem nilai yang terdiri dari 6 lapangan nilai hidup. 1.Ilmu Pengetahuan 2.Ekonomi 3.Kesenian 4.Keagamaan 5.Kemasyarakatan 6.Politik/Kenegaraan
  20. 20. Ciri-ciri : 1. Intelektualis sejati 2. Kurang menghargai kekayaan 3. Memiliki potensi untuk tidak beragama / atheis 4. Kurang perhatian terhadap masyarakat 5. Tidak tertarik dengan kekuasaan, apabila berbuat maka kemungkinan hanya mengkritik atau polemik teoritis
  21. 21. Ciri-ciri : 1. Kaya akan gagasan praktis 2. Kurang peduli pada proses karena lebih mementingkan hasil aygn ingin dituju. 3. Bersikap egosentris, orang lain hanya menarik perhatian bila masih berguna baginya 4. Senang menilai orang lain berdasarkan kinerja dan prestasi
  22. 22. Ciri-ciri : 1. Ekspresionis sekaligus Impresionis 2. Individualis, hubungan dengan orang lain kurang kekal 3. Rasa keagamaannya itu mungkin akan memuncak pada pendewaan terhadap keselarasan dengan alam.
  23. 23. Ciri-ciri : 1. Tujuan hidupnya adalah mencari nilai kebenaran tertinggi 2. Kurang peduli dengan urusan duniawi 3. Mengukur segala sesuatu dari segi manfaatnya bagi kehidupan rohani kepribadian. 4. Mementingkan keselarasan pengalaman batin.
  24. 24. Ciri-ciri : 1. Butuh hidup ditengah – tengah manusia lain. 2. Memiliki kebutuhan yang besar akan resonansi dari sesama manusia 3. Menjunjung tinggi prinsip “cinta terhadap sesama manusia” baik secara individual maupun kelompok manusia
  25. 25. Ciri – ciri : 1. Dorongan pokoknya adalah keinginan untuk berkuasa, semua nilai yang lain diabdikan dalam rangka mengejar kekuasaan. 2. Memiliki tujuan hidup untuk mengejar kesenangan. 3. Perbedaannya dengan manusia ekonomi terletak pada target pencapaian hidup. Manusia ekonomi mengejar kekuasaan akan benda (materi); sedangkan manusia kuasa mengejar kekuasaan akan manusia lain.
  26. 26. a. Diferensiasi Tipe : pada masing-masing tipe, masih dapat ditemukan adanya variasi, berdasarkan pada komponen yang paling menentukan dalam tipe tersebut. Contoh : Manusia teori dibagi jadi 3, rasionalis, empiris dan kritis. b. Kombinasi Tipe : pembagian 6 tipe mungkin hanya ada didalam teori, karena didalam kenyataannya, ada kombinasi dari dua tipe atau lebih didalam diri seseorang. Contoh : Kombinasi manusia teori dan manusia kuasa.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×