Teknik PembenihanIkan Patin
KLASIFIKASI  Ordo        :   Ostarioplaysi.  Subordo     :   Siluriodea.  Famili      :   Pangasidae.  Genus       :   Pan...
Asal           : ThailandPenyebaran     : Thailand, Burma,                 IndiaTaiwan, Malaysia,                 Semenanj...
Pembenih               ansuatu kegiatan usahaPembenihan adalahmemproduksi benih ikanyang dilakukan secara terbatas sampai ...
A. Pemeliharaan indukBeberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan induk, Ypadat tebar induk, jenis dan jumlah p...
B. SELEKSI INDUK Kriteria Induk Matang Gonad                                         B.   Induk Jantan                    ...
Cara membedakan induk jantan dan betina                  Induk jantan                                     Induk betinaa. S...
C. Pemberokan• Adalah menyimpan induk-induk yang berasal dari kolam pemeliharaan induk  di bak pemberokan.• Kegiatan ini d...
PemijahanIkan patin merupakan salah satu jenis ikan yangsulit dipijahkan secara alami, karena sulitmenciptakan atau memani...
Induce breeding ikan patin dapat dilakukandengan menggunakan kelenjar hypopisaikan mas atau hormon buatan (ovaprim)yang me...
a. Sediakan wadah penampung telurb. Siapkan sperma induk jantan dalam larutan NaClc. Perut induk betina diurut secara perl...
Penetasan telur•   Penetasan telur dilakukan dalam akuarium berukuran panjang 80 cm, lebar    60 cm dan tinggi 40 cm. Akua...
Pemeliharaan larva• Setelah telur menetas seluruhnya, larva dipindah  ke akuarium lain yang bersih airnya atau  dilakukan ...
KOLAM PEMIJAHANTempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok.Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah ind...
KOLAM PEMELIHARAAN INDUKLuas kolam tergantung jumlah induk dan intensitaspengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk...
Kolam PendederanBentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat.Untuk kegiatanpendederan ini biasanya ada beberapa kol...
KOLAM PEMBESARAN•Pembesaran di Kolam               Karamba    Pembesaran di Kolam    Dilakukan di kolam air mengalir, kola...
A. Menggunakan Kelenjar hypopisa ikan     Teknis pelaksanaan pemijahan buatan dengan menggunakan     kelenjar hypopisa ada...
4.   Potongan kepala diletakan dengan     posisi mulut menghadap keatas,     kemudian dipotong vertikal dari     permukaan...
7. Kelenjar hypopisa diambil dengan menggunkan pinset, kemudian disimpan pada      alu penggerus.  Demikian selanjutnya hy...
A. Menggunakan Ovaprim     Urutan pekerjaan pemijahan buatan dengan menggunakan ovaprim sebagi     hormon perangsangnya ad...
Teknik Pembenihan Ikan Patin
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Teknik Pembenihan Ikan Patin

29,452

Published on

Pembenihan adalah suatu kegiatan usaha memproduksi benih ikan yang dilakukan secara terbatas sampai ukuran benih siap tebar.

Published in: Education
3 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
29,452
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
374
Comments
3
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teknik Pembenihan Ikan Patin

  1. 1. Teknik PembenihanIkan Patin
  2. 2. KLASIFIKASI Ordo : Ostarioplaysi. Subordo : Siluriodea. Famili : Pangasidae. Genus : Pangasius. Spesies : Pangasius pangasius Ham. Buch.Kerabat patin di Indonesia terdapat cukup banyak,diantaranya:a) Pangasius polyuranodo (ikan juaro)b) Pangasius macronema (ikan rius, riu, lancang),c) Pangasius micronemus (wakal, riu scaring)d) Pangasius nasutus (pedado)e) Pangasius nieuwenhuisii (lawang)
  3. 3. Asal : ThailandPenyebaran : Thailand, Burma, IndiaTaiwan, Malaysia, Semenanjung Indocina, Sumatra dan KalimantanPanjang maks : 35-40 cm (pd waktu 6 bln)Musim mijah : November-AprilTempat hidup : sungai, danau, waduk dan kolamPakan : larva (karnivor) dewasa (omnivor)
  4. 4. Pembenih ansuatu kegiatan usahaPembenihan adalahmemproduksi benih ikanyang dilakukan secara terbatas sampai ukuran benihKegiatan pembenihan ikan Patinsiap tebar. a. Pemilihan calon induk siap pijah. b. Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor,yaitu ikan mas dan ovaprim c. Kawin suntik (induce breeding). d. Pengurutan (striping). e. Penetasan telur. f. Perawatan larva. g. Pendederan. h. Pemanenan.
  5. 5. A. Pemeliharaan indukBeberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan induk, Ypadat tebar induk, jenis dan jumlah pakan yang diberikannya sertalingkungan atau kondisi kolam. a. Wadah Pemeliharaan. induk - Kolam tembok atau kolam tanah - KJA atau Karamba - Kedalaman minimal 80 cm b. Kepadatan induk 4-5 kg/m2 c. Pakan tambahan - Pelet dengan kadar protein 25-35 % Dosis pemberian 3 - 4 % per hari diberikan 3 kali - Keong mas atau Kijing 10 % diberika 2 kali/minggu
  6. 6. B. SELEKSI INDUK Kriteria Induk Matang Gonad B. Induk Jantan • Umur minimum di atas 1,5A. Induk Betina tahun • Umur ≤ 2,5 tahun • Berat minimal 2 kg • Berat minimal 3 kg • Kulit dibagian perut lembek • Perut membesar kearah anus dan tipis • Perut terasa empuk dan halus • Kelamin membengkak dan saat diraba berwarna merah • Kloaka membengkak dan • Keluar sperma jika perut berwarna merah diurut kearah anus • Kulit dibagian perut lembek dan tipis
  7. 7. Cara membedakan induk jantan dan betina Induk jantan Induk betinaa. Saat berumur 3 tahun memiliki berat a. Saat berumur 3 tahun memiliki berat minimal 2 kg. minimal 2 kg.b.Mulai mengandung sperma pada umur 2,5 b.Mulai bertelur pada umur 3 tahun, tidak bulan. bertelur muda.c. Bentuk tubuhnya normal, atau tidak cacat c. Bentuk tubuhnya normal, atau tidak cacatd. Bertubuh gemuk, atau tidak kurus d. Bertubuh gemuk, atau tidak kuruse. Kepala relatif kecil e. Kepala relatif kecilf. Tidak luka, dan sehat f. Tidak luka, dan sehatg. Bila diraba, kulitnya halus, atau tidak kasar g. Bila diraba, kulitnya halus, atau tidak kasarh. Respon terhadap pakan tambahan h. Respon terhadap pakan tambahan
  8. 8. C. Pemberokan• Adalah menyimpan induk-induk yang berasal dari kolam pemeliharaan induk di bak pemberokan.• Kegiatan ini dilakukan semalam, hingga menjelang induk tersebut dipijahkan.• Tujuan :  membuang kotoran karena kotoran dapat menggangu saat pengurutan telur, dan bisa mengotori telur.  mengurangi kandungan lemak dalam gonad. Kandungan lemak yang terlalu tinggi dapat menghambat proses pemijahan, atau streefing, sehingga telur susah keluar.  memudahkan dalam membedakan induk yang gendut karena matang telur dengan gendut karena makanan.
  9. 9. PemijahanIkan patin merupakan salah satu jenis ikan yangsulit dipijahkan secara alami, karena sulitmenciptakan atau memanipulasi lingkungan yangsesuai dengan habitatnya di alam. Karena itu,pemijahan ikan patin hanya dapat dilakukansecara buatan ( induce breeding ) yaitu dengancara menyuntikan hormon perangsang kedalamtubuh ikan.
  10. 10. Induce breeding ikan patin dapat dilakukandengan menggunakan kelenjar hypopisaikan mas atau hormon buatan (ovaprim)yang mengandung hormon Gonadotropin.
  11. 11. a. Sediakan wadah penampung telurb. Siapkan sperma induk jantan dalam larutan NaClc. Perut induk betina diurut secara perlahan, lalu telur di tampung dalam wadahd. Masukan sperma dan lakukan pengadukan dengan menggunakan bulu ayam selama 0.5 menite. Tebar telur dalam akuarium
  12. 12. Penetasan telur• Penetasan telur dilakukan dalam akuarium berukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm dan tinggi 40 cm. Akuarium-akuarium itu diletakan dalam rak-rak besi yang disimpan dalam sebuah ruangan.• Akuarium diisi air bersih setinggi 25 – 30 cm. Caranya dengan mengalirkan air itu dari bak penampungan dengan selang berdiameter ¾ inchi. Setelah penuh, pada setiap akuarium dipasang masing-masing dua buah titik aerasi sebagai pensuplay oksigen. Aerasi dihidupkan selama penetasan.• Penetasan telur ikan patin perlu suhu tinggi, antara 28 – 30 O C. Pada suhu ini telur menetas cepat. Agar bisa mencapai suhu tersebut, maka setiap akuarium dipasang pemanas air (heater). Heater dihidupkan selama penetasan. Alat itu dipasang pada suhu 28 O C.• Pada suhu 28 – 30 O C, telur-telur akuarium akan menetas dalam waktu 18 – 28 jam. Tentu saja tidak semua telur menetas. Telur-telur yang tidak menetas dapat mengotori dan menurunkan kualitas air dalam akuarium. Karena itu 10 jam kemudian, sebagian atau 50 persen air harus dibuang dengan cara disipon, kemudian diganti dengan air baru.
  13. 13. Pemeliharaan larva• Setelah telur menetas seluruhnya, larva dipindah ke akuarium lain yang bersih airnya atau dilakukan penyiponan untuk membuang telur yang tidak menetas dan penggantian air.• Larva umur 2 hari mulai diberi pakan Artemia secukupnya sampai umur 9 hari.• Larva umur 10-13 hari diberi cacing sutra yang telah dicincang, setelah umur 14 hari diberi cacing utuh sampai umur 21 hari (ukuran 1 inch).• Untuk menjaga kualitas air dilakukan penyiponan setiap hari dan penggantian air setiap 2 hari sekali.
  14. 14. KOLAM PEMIJAHANTempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok.Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkandengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwauntuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18m2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearahpembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan.Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa jugamemakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik.Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahandan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Padakolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar kedaerah yang ada telurnya.
  15. 15. KOLAM PEMELIHARAAN INDUKLuas kolam tergantung jumlah induk dan intensitaspengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg indukmemerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanyamengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan biladiberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukanluas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknyapersegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolamtanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya.Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasangsarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknyaberbentuk monik.
  16. 16. Kolam PendederanBentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat.Untuk kegiatanpendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu• Pendederan Pertama luas 25-500 m2• Pendederan Kedua (lanjutan) 500-1000 m2 per petak.Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolamdibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintupengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalahtempat berkumpulnya benih saat panen dan kubanganuntuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolamdibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan airyang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka
  17. 17. KOLAM PEMBESARAN•Pembesaran di Kolam Karamba Pembesaran di Kolam Dilakukan di kolam air mengalir, kolam tadah hujan, dan kolam resapan. Kontruksi kolam pembesaran patin super bias berupa kolam tanah, kolam tembok, atau kolam tembok dengan dasar tanah. Luas kolam pembesaran patin super 200-1.500 m2. Langkah-langkah : 1.Persiapan Kolam, 2.Pengapuran dan pemupukan, 3.Pengisian air 4.Penebaran benih 5.Pemberian pakan
  18. 18. A. Menggunakan Kelenjar hypopisa ikan Teknis pelaksanaan pemijahan buatan dengan menggunakan kelenjar hypopisa adalah sebagai berikut1. Untuk mengetahui jumlah donor yang akan diambil hypopisanya, terlebih dahulu induk yang akan di pijahkan ditimbang beratnya.2. Dosis Penyuntikan sebanyak 3 dosis, yaitu 3 kg donor/kg induk Penyuntikan ke1=1/3 dosis. Penyuntikan ke 2 = 2/3 dosis interval penyuntikan 6 jam – 12 jam3. Ikan donor yang akan diambil kelenjar hypopisanya dipotong tegak lurus atau vertikal dibelakang tutup insang.
  19. 19. 4. Potongan kepala diletakan dengan posisi mulut menghadap keatas, kemudian dipotong vertikal dari permukaan sedikit diatas mulut sehingga akan terlihat organ otak yangdilingkupi lendir atau lemak.5. Otak ikan ikan diangkat dan lendir dibuang atau dibersihkan dengan menggunakan kapas atau tisue. Setelah bersih akan tampak butiran putih seperti beras dalam lekukan tulang, itulah kelenjar hypopisa.6. Kelenjar hypopisa diambil dengan menggunkan pinset, kemudian disimpan pada alu penggerus. Demikian selanjutnya hypopisa diambil satu persatu dari setiap ikan yang dijadikan donor. Setelah semuanya dikerjakan, selanjutnya hypopisa dihancurkan dalam gelas penggerus sampai halus.
  20. 20. 7. Kelenjar hypopisa diambil dengan menggunkan pinset, kemudian disimpan pada alu penggerus. Demikian selanjutnya hypopisa diambil satu persatu dari setiap ikan yang dijadikan donor. Setelah semuanya dikerjakan, selanjutnya hypopisa dihancurkan dalam gelas penggerus sampai halus.8. Untuk memudahkan dalam penyuntikan, kelenjar hypopisa yang sudah halus tadi dilarutkan kedalam aquabides sebanyak 1.5 – 2 ml. Agar larutan tersebut benar-benar tercampur gunakan sentrifugal atau pemusing.9. Larutan hypopisa yang telah tercampur menjadi ekstrak, selanjutnya diambil atau disedot dengan menggunakan alat suntik.10. Penyuntikan dilakukan dua kali secara intramuscular( didalam daging ) yaitu pada bagian punggung ikan dengan menggunakan jarum suntik berukuran 0,12 ml sedalam 2 cm dengan kemiringan jarum 45 derajat.
  21. 21. A. Menggunakan Ovaprim Urutan pekerjaan pemijahan buatan dengan menggunakan ovaprim sebagi hormon perangsangnya adalah sebagai berikut :a. Untuk mengetahui berapa banyak ovaprim yang aka digunakan maka terlebih dahulu timbang induk yang akan dipijahkanb. Dosis penyuntikannya 0.6 ml/kg indukc. Penyuntikan dilakukan dua kali secara intra muscular yaitu pada bagian punggung ikan dengan menggunakan jarum suntik berukuran 0.12 ml sedalam 2 cm dengan kemiringan jarum 45 derajat Penyuntikan ke I = 1/3 dosis dan penyuntikan ke II = 2/3 dosis Interval penyuntikan 6 atau 12 jamd. Induk yang telah disuntik selanjutnya disimpan dalam bak pemijahan/ bak inkubasi
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×