Your SlideShare is downloading. ×
Daur hidup ikan lele by yazid alfa riko
Daur hidup ikan lele by yazid alfa riko
Daur hidup ikan lele by yazid alfa riko
Daur hidup ikan lele by yazid alfa riko
Daur hidup ikan lele by yazid alfa riko
Daur hidup ikan lele by yazid alfa riko
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Daur hidup ikan lele by yazid alfa riko

6,686

Published on

kelangsungan hidup ikan lele

kelangsungan hidup ikan lele

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,686
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. YAZID ALFA RIKO 230110080081. KELAS B DAUR HIDUP IKAN LELE (Clarias sp.) Ikan lele adalah salah satu ikan yang berasal dari Taiwan dan pertama kali masuk keIndonesia pada tahun 1985 melalui sebuh perusahaan swasta di Jakarta (Suryanto, 1986). Lele(Clarias sp.) merupakan salah satu dari berbagai jenis ikan yang sudah banyak dibudidayakan diIndonesia, dalam habitatnya ikan lele sangat fleksibel, dapat dibudidayakan dengan padatpenebaran tinggi, pertumbuhannya sangat pesat, dan dapat hidup pada lingkungan dengan kadaroksigen rendah. Menurut Seanin (1984), klasifikasi ikan lele adalah sebagai berikut:Kingdom : Animalia Sub-kingdom : Metazoa Filum : Chordata Sub Filum : Vertebrata Kelas : Pisces Sub Kelas : Teleostei Ordo : Ostariophysi Sub Ordo : Siluroidea Famili : Clariidae Genus : Clarias Spesies : Clarias sp.
  • 2. YAZID ALFA RIKO 230110080081. KELAS B Hal yang perlu diperhatikan dalam siklus hidup ikan lele ialah sebagai berikut ; 1. Kualitas Air Kualitas air didefinisikan sebagai faktor kelayakan suatu perairan untuk menunjangkehidupan dan pertumbuhan organisme akuatik yang nilainya ditentukan dalam kisaran tertentu(Safitri, 2007). Menurut Gustav (1998) dalam Rukmana (2003) kualitas air memegang perananpenting terutama dalam kegiatan budidaya. Penurunan mutu air dapat mengakibatkan kematian,pertumbuhan terhambat, timbulnya hama penyakit dan pengurangan rasio konversi pakan. Faktoryang berhubungan dengan air perlu diperhatikan antara lain : oksigen terlarut, suhu, pH,amoniak, dan lain- lain. Sumber air yang baik dalam pembenihan ikan harus memenuhi kriteria kualitas air. Haltersebut meliputi sifat-sifat kimia dan fisika air seperti suspensi bahan padat, suhu, gas terlarut,pH, kadar mineral, dan bahan beracun. Untuk kegiatan pembenihan lele, air yang digunakansebaiknya berasal dari sumur walaupun dalam pemeliharaan di kolam, ikan lele tidakmemerlukan air yang jernih seperti ikan-ikan lainnya. 2. Oksigen Terlarut Oksigen terlarut merupakan salah satu parameter yang berpengaruh dalam kelangsunganhidup ikan. Menurut Swingle dalam Boyd (1982), konsentrasi oksigen terlarut yang menunjangpertumbuhan dan proses produksi yaitu lebih dari 5 ppm. Ikan lele dapat hidup pada perairanyang kandungan oksigennya rendah, karena memiliki alat pernafasan tambahan yang disebutarborescen organ. Sumber oksigen dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer sekitar 35%dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Effendi, 2000). Difusi oksigen keair bisa terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant) atau terjadi karena agitasi ataupergolakan masa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun. Difusi oksigen dariatmosfer ke peraiaran hakekatnya berlangsung relatif lambat meskipun terjadi pergolakan massaair. Oleh karena itu sumber utama oksigen di perairan alami adalah fotosintesis (Effendi, 2000).
  • 3. YAZID ALFA RIKO 230110080081. KELAS BOksigen yang dikonsumsi oleh ikan berbeda pada setiap spesies, ukuran, aktivitas, suhu, jenispakan, dan faktor lain (Boyd, 1982 dalam Safitri 2007). Meskipun ikan lele mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kadar oksigen yangrendah, namun untuk menunjang agar ikan lele dapat tumbuh secara optimal diperlukanlingkungan perairan dengan kadar oksigen yang cukup. Kadar oksigen yang baik untukmenunjang pertumbuhan ikan lele secara optimum adalah harus lebih dari 3 ppm (Viveen et al.,1977 dalam Stickney, 1993). 3. Suhu Suhu air optimal dalam pertumbuhan ikan lele adalah 28ºC, hal tersebut terkait denganlaju metebolismenya (Tai et al., 1994). Suhu di luar batas tertentu akan mengurangi selera makanpada ikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Britz dan Hecht (1987), untuk pembesaranbenih ikan lele didapat bahwa laju pertumbuhan ikan lele akan baik pada suhu 25º-33ºC dan suhuoptimum 30ºC. 4. Tingkat Keasaman (pH) Keasaman (pH) yang sub-optimal berakibat buruk pada spesies kultur dan menyebabkanikan stress, mudah terserang penyakit, produktivitas dan pertumbuhan rendah. Batas toleransiikan terhadap pH adalah bervariasi tergantung suhu, kadar oksigen terlarut, alkalinitas, adanyaion dan kation, serta siklus hidup organisme tersebut (Pescond 1973 dalam Rohaedi 2002).Selain itu keasaman (pH) memegang peranan penting dalam bidang perikanan karenaberhubungan dengan kemampuan untuk tumbuh dan bereproduksi. Minimal hidup pada pH 4dan diatas pH 11 mati (Suyanto, 1999). Nilai pH yang baik untuk lele berkisar antara 6,5-8,5.Tinggi rendahnya suatu pH dalam perairan salah satunya dipengaruhi oleh jumlah kotoran dalamlingkungan perairan khususnya sisa pakan dan hasil metabolisme (Arifin, 1991). 5. Amonia (NH3 ) Sisa makanan dan kotoran ikan akan terurai antara lain menjadi nitrogen dalam bentukamoniak. N-amoniak terlarut dalam air, sehingga tidak dapat diuraikan ke udara melalui aerasi.N-amoniak akan mengurang daya ikat butir darah merah terhadap oksigen, sehingga
  • 4. YAZID ALFA RIKO 230110080081. KELAS Bpertumbuhan ikan terhambat (DEPTAN, 1999). Ikan sangat peka terhadap amoniak dansenyawanya. Jumlah amoniak dalam air akan bertambah, sesuai dengan peningkatan aktivitasdan kenaikan suhu air. Ekskresi ikan juga mempengaruhi kandungan amoniak dalam air.Ekskresi ikan berasal dari katabolisme protein pakan dan dikeluarkan dalam bentuk amonia danurea ke air (Sheperd et al., 1989 dalam Yuniarti, 2006). Kandungan amoniak dalam air sumberyang baik tidak lebih dari 0,1 ppm. Air yang mengandung 1,0 ppm sudah diangap tercemar. Airyang mengandung amonia tinggi bersifat toksik karena akan menghambat ekskresi pada ikan(Chen et al., 1993). Pada sistem budi daya dilakukan pengendalian nitrogen anorganik melaluipenambahan karbon yang menyebabkan penumpukan nitrogen amoniak di dalam kolam akanmenurun diikuti dengan peningkatan pertumbuhan ikan (Avnimelech, 1994 dalam Suryono,2000). Kelangsungan Hidup Kelangsungan hidup adalah peluang hidup suatu individu dalam waktu tertentu,sedangkan mortalitas adalah kematian yang terjadi pada suatu populasi organisme yangmenyebabkan berkurangnya jumlah individu di populasi tersebut (Effendi, 1979 dalamSurantiningsih, 2005 ). Tingkat kelangsungan hidup akan menentukan prod uksi yang diperolehdan erat kaitannya dengan ukuran ikan yang dipelihara. Kelangsungan hidup benih ditentukan oleh kualitas induk, kualitas telur, kualitas air sertaperbandingan antara jumlah makanan dan kepadatannya (Effendi, 2002). Padat tebar yang terjadidapat menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kelangsungan hidup suatu organisme,terlihat kecenderungannya bahwa makin meningkat padat tebar ikan maka tingkat kelangsunganhidupnya akan makin kecil (Allen, 1974). Untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan, maka diperlukanmakanan yang memenuhi kebutuhan nutrisi ikan. Makanan yang dimakan oleh ikan digunakanuntuk kelangsungan hidup dan selebihnya akan dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Peningkatanpadat tebar ikan akan berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan, artinya bahwapeningkatan padat tebar ikan belum tentu menurunkan tingkat kelangsungan hidup. Walaupunterlihat kecenderungan bahwa makin meningkat pada tebar ikan maka tingkat kelangsungan
  • 5. YAZID ALFA RIKO 230110080081. KELAS Bhidup akan makin kecil (Bjajasawengka, 1985 dalam Rukmana, 2003). Nilai tingkatkelangsungan hidup ikan rata-rata yang baik berkisar antara 73,5-86,0 %. Kelangsungan hidupikan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya kualitas air meliputi suhu, kadar amoniak dannitrit, oksigen yang terlarut, dan tingkat keasaman (pH) perairan, serta rasio antara jumlah pakandengan kepadatan (Gustav, 1998 dalam Safitri. 2007). Pertumbuhan Menurut Mudjiman (1998), pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan ikan dalamberat, ukuran, maupun volume seiring dengan berubahnya waktu. Pertumbuhan ikan dipengaruhioleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berhubungandengan ikan itu sendiri seperti umur, dan sifat genetik ikan yang meliputi keturunan, kemampua nuntuk memanfaatkan makanan dan ketahanan terhadap penyakit. Faktor eksternal merupakanfaktor yang berkaitan dengan lingkungan tempat hidup ikan yang meliputi sifat fisika dan kimiaair, ruang gerak dan ketersediaan makanan dari segi kualitas dan kuantitas (Huet, 1971). Ketersediaan pakan dan oksigen sangat penting bagi ikan untuk keberlangsunganpertumbuhannya. Bahan buangan metabolik akan juga mengganggu pertumbuhan ikan,konsentrasi dan pengaruh dari faktor- faktor diatas terhadap ikan dapat dipengaruhi oleh tingkatkepadatan ikan. Pada kondisi kepadatan ikan yang tinggi, ketersediaan pakan dan oksigen bagiikan akan berkurang, sedangkan bahan buangan metabolik ikan tinggi. Jika faktor- faktor tersebutdapat dikendalikan maka peningkatan kepadatan akan mungkin dilakukan tanpa menurunkan lajupertumbuhan ikan (Hepher, 1978). Umumnya ikan lele dapat tumbuh dengan baik dan sempurna pada daerah tropis, untuk didaerah tinggi bisa hidup, namun proses pertumbuhan lebih lambat, karena mempunyai suhu dankedinginan di luar persyaratan. Batas maksimal syarat pertumbuhan ikan lele di daerah datarantinggi adalah 600 meter.
  • 6. YAZID ALFA RIKO 230110080081. KELAS B RESUME Ikan lele (Clarias sp.) adalah ikan yang termasuk dalam golongan catfish. Ikan lelemudah beradaptasi meskipun dalam lingkungan yang kritis, misalnya perairan yang kecil kadaroksigennya dan sedikit air. Ikan lele juga termasuk ikan omnivor, yaitu pemakan segala jenismakanan tetapi cenderung pemakan daging atau karnivora. Secara alami ikan lele bersifatnokturnal, artinya aktif pada malam hari atau lebih menyukai tempat yang gelap, tetapi dalamusaha budidaya ikan lele dibuat beradaptasi menjadi diurnal (Suyanto, 2006). Habitat ikan lele di alam adalah di perairan tergenang yang relatif dangkal, ada pelindungatau tempat yang agak gelap dan lebih menyukai substrat berlumpur (Hernowo dan Suyanto,2003 dalam Jufrie, 2006). Kualitas air yang dianggap baik untuk kehidupan lele adalah suhuyang berkisar antara 20-30o C, akan tetapi suhu optimalnya adalah 27 o C, kandunga oksigenterlarut > 3 ppm, pH 6.5-8 dan NH3 sebesar 0.05 ppm (Khairuman dan Amri, 2002 dalamAristya, 2006). Faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup ikan lele yang perlu diperhatikan adalahpadat tebar, pemberian pakan, penyakit, dan kualitas air. Meskipun ikan lele bisa berta han padakolam yang sempit dengan padat tebar yang tinggi tapi dengan batas tertentu. Begitu juga pakanyang diberikan kualitasnya harus memenuhi kebutuhan nutrisi ikan dan kuantitasnya disesuaikandengan jumlah ikan yang ditebar. Penyakit yang menyerang b iasanya berkaitan dengan kualitasair (Yuniarti, 2006), sehingga kualitas air yang baik akan mengurangi resiko ikan terserangpenyakit dan ikan dapat bertahan hidup.

×