Bagian tiga
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Bagian tiga

on

  • 2,328 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,328
Views on SlideShare
2,328
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
74
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Bagian tiga Presentation Transcript

  • 1. KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA RSBI DI KABUPATEN PATI
  • 2. BAB I PENDAHULUAN
    • A. Latar Belakang
    • Membangun manusia pembelajar dengan terkandung perbuatan mengajar, mendidik, melatih, memberi contoh dan membangun keteladanan sehingga guru harus mampu menumbuhkan inisiatif kearah profesionalisme. Pendidikan dan pembelajaran kompetensi merupakan contoh hasil perubahan dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran khususnya di sekolah RSBI.
    • Kinerja guru mengalami penurunan, guru tidak kompeten, tidak berkualitas sehingga masyarakat menginginkan kinerja guru lebih meningkat terutama penguasaan terhadap materi dan metode pengajaran. Oleh karena itu dalam penelitian ini ingin mengungkap kompetensi guru di sekolah RSBI sehingga masyarakat akan lebih percaya dengan kemampuan guru khususnya di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati.
  • 3.
    • B. Fokus Penelitian
    • Berdasarkan latar belakang di atas maka fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
    • Bagaimanakah pelaksanaan kompetensi guru di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati.
    • Hambatan - hambatan apa saja yang ditemui dalam pelaksanaan kompatensi guru di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati.
    • Bagaimana solusinya agar hambatan - hambatan tersebut dapat diatasi.
    • C. Tujuan Penelitian
    • Berdasarkan latar belakang dan fokus penelitian sebagaimana tersebut maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah:
    • Untuk mengetahui pelaksanaan kompetensi guru di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati.
    • Untuk mengetahui hambatan - hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan kompetensi guru di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati.
    • Untuk mengetahui solusi agar hambatan - hambatan yang timbul dalam pelaksanaan kompetensi guru di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati.
  • 4.
    • D . Manfaat Penelitian
    • Kegunaan Teoritik
    • Hasil penelitian dapat memberikan sumbangan atau solusi pemecahan - pemecahan masalah dari sudut teori
    • Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan referensi dibidang karya ilmiah yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan
    • Sebagai ajang latihan dan pembelajaran dalam menerapkan teori yang diperoleh sehingga menambah pengetahuan, pengalaman dan dokumentasi ilmiah
    • 2. Kegunaan Praktis
    • Dapat memberikan data dan informasi tentang pelaksanaan kompetensi guru di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati
    • Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi masyarakat pada umumnya dan pembaca pada khususnya mengenai pelaksanaan kompetensi guru di Sekolah Menengah Pertama RSBI di Kabupaten Pati
    • Sebagai bahan latihan atau praktek dari teori penelitian dalam bidang pendidikan dan sebagai latihan atau praktek dalam pembuatan karya ilmiah dengan menggunakan metode-metode penelitian ilmiah
  • 5. BAB II KAJIAN TEORI
    • Arti dan Pentingnya Kompetensi
    • Dari pendapat Sedarmayanti, Mendiknas dan Covey, Roger dan Rebecca Merril mengenai kompetensi guru dapat disimpulkan kompetensi merupakan faktor dasar yang perlu dimiliki oleh guru, sehingga mempunyai kemampuan yang lebih dan membuatnya berbeda dengan orang lain yang mempunyai kemampuan biasa
    • B Sumber Daya Manusia Sebagai Kompetensi Inti
    • Merujuk dari pendapat Hamel dan Prahalad dan Barnes dalam Sedarmayanti dapat disimpulkan produktifitas SDM berkaitan dengan kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, tingkat usaha, dan dukungan yang diberikan kepada orang atau guru
  • 6.
    • C. Kompetensi Guru
    • Menurut Johnson dalam Usman dan Sahertian dalam Triyanto dan Tutik dapat disimpulkan kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya.
    • Guru dikatakan kompeten apabila telah menguasai 4(empat) kompetensi yaitu:
    • Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik.
    • Kompetensi Kepribadian yaitu kemampuan kepribadian guru yang mantap, berakhlaq mulia dan menjadi teladan bagi peserta didiknya.
    • Kompetensi Sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, guru lain, orangtua, dan masyarakat sekitar.
    • Kompetensi Profesional yaitu kemapuan penguasaan materi pengajaran secara luas dan mendalam merujuk pada hal tersebut dibutuhkan guru yang efektif, yaitu guru yang dalam menjalankan tugasnya memiliki khasanah kompetensi yang beragam (kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan) yang memberi sumbangan sehingga dapat mengajar secara efektif .
  • 7.
    • D. Aktifitas SDM dan Analisis Kompetensi
    • Pendekatan kompetensi menurut Sedarmayanti (2003: 134) mempengaruhi aktifitas SDM khususnya berkenaan dengan hal:
    • 1. Seleksi dan penempatan
    • 2. Pengembangan SDM
    • 3. Managemen kinerja dan kompensasi
  • 8.
    • E. Konsep Sekolah Bertaraf Internasional
    • Sekolah bertaraf internasional menurut Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Dikdasmen Departemen Pendidikan Nasional (2009) merupakan sekolah yang menyiapkan peserta didiknya berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Indonesia dan Standar lainnya yang memiliki reputasi Internasional. Dengan demikian sekolah ini perlu menjalin kerjasama dengan sekolah lain baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri yang telah memiliki reputasi secara Internasional sebagai bentuk kegiatan pembanding.
    • F. Perkembangan Rintisan Sekolah Bertaraf International
    • Ditinjau dari aspek persyaratan penyelenggaraan SBI dan RSBI sesuai dengan konsep dan pedoman dari Depdiknas cukup berat. Agar pelaksanaan RSBI dapat berjalan dengan semestinya perlu didukung dengan pengelolaan managemen yang baik, konsep SBI dan sekolah Bilingual.
  • 9.
    • 1. Pengelolaaan Managemen
    • Sebelum melaksanakan RSBI dan SBI, sekolah harus menyusun rencana strategis. Penyusunan renstra ini harus akurat, analisis masalahnya harus cermat, hal ini bisa digunakan analisis SWOT.
    • 2. Konsep SBI
    • Suatu sekolah sebagai Sekolah Bertaraf Internasional adalah sekolah yang telah menerapkan SNP + X. Berdasarkan panduan penyelenggaraan RSBI untuk SMP jabaran X dapat berupa penguatan, pengayaan, pengembangan, perluasan dan pendalaman terhadap standar pendidikan baik berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang diakui kualitasnya secara internasional. Jabaran faktor X dapat berupa kemampuan akademik, bidang teknologi, kecakapan hidup, bidang seni budaya, bilingual, budaya sekolah, yang kesemuanya itu berkualitas international.
    • 3. Sekolah Bilingual
    • Kualitas proses belajar mengajar dipengaruhi oleh bahasa pengantar yang digunakan, karena kadar pemahaman bahasa pengantar yang digunakan bagi siswa akan berbanding lurus dengan hasil belajar siswa. Tantangan RSBI di Indonesia adalah pengajaran mata pelajaran Bahasa Ingggris dan bahasa Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut, para guru perlu memperhatikan aspek pedagogik, materi pelajaran dan ketrampilan berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
  • 10.
    • G. PenelitianTerdahulu
    • Penelitian yang dilakukan oleh Arif Firdaus Ananda ( 2008 dari UM
    • dengan Tesis “ Kinerja Guru Kejuruan Bersertifikat Pendidik
    • Ditinjaudari Standar Kompetensi Guru ” sesuai Undang-undang
    • No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen“. Menemukan :
    • Kompetensi Pedagogik : Sebagian besar (77,77%) standar kompetensi guru pada kompetensi Pedagogik adalah dalam kategori baik.
    • Kompetensi Kepribadian : Sebagian besar ( 78,38 % ) kompetensi guru pada kompetensi Kepribadian adalah dalam kategori baik.
    • Kompetensi Sosial : Sebagian besar ( 77,42 % ) kompetensi guru pada kompetensi sosial adalah dalam kategori baik.
    • Kompetensi Profesional : Sebagian besar ( 78,36 % ) kompetensi guru pada kompetensi profesional adalah dalam kategori baik.
  • 11.
    • BAB III
    • METODE PENELITIAN
    • Jenis dan Desain Penelitian
    • Penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif,artinya didasarkan pada data data yang diperoleh penulis kemudian disusun secara sistematis,faktual dan akurat.Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan atau deskripsi mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian ( Suryabrata , 2003 : 76 ). Desain penelitian adalah penelitian Etnografi,artinya tulisan atau laporan tentang suatu fenomena atau hasil penelitian selama sekian waktu.
    • B. Lokasi Penelitian
    • Lokasi penelitian ditetapkan di SMP yang telah melaksanakan RSBI yaitu SMP Negeri 1 Juana dan SMP Negeri 3 Pati.
  • 12. C. Kehadiran Peneliti Penelitian ini merupakan sebuah penelitian Etnografi,dimana peneliti ikut secara langsung dalam penelitian di SMP Negeri 1 Juana dan SMP Negeri 3 Pati, dengan maksud untuk dapat menampilkan secara langsung data data kualitatif yang dapat menggambarkan secara jelas fokus penelitian sesuai dengan permasalahan yang akan dianalisis. D. Data dan Sumber Data Penelitian ini merupakan penelitian Etnografi yang melibatkan peneliti saat penelitian berlangsung. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti melalui survey lapangan dan angket penelitian.Data yang dikumpulkan berupa catatan, hasil informasi dan hasil kajian pustaka mengenai pengertiankompetensi guru dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.
  • 13.
    • E. Teknik Pengumpulan Data
    • Berkaitan dengan fokus penelitian dan tingkat analisis yang akan dikaji, teknik pengumpulan data yang utama menyandarkan pada angket dan survey lapangan.Kedua teknik pengumpulan data tersebut dapat mengeksplorasi interpretasi-interpretasi yang berbeda maupun yang berinteraksi, serta pandangan-pandangan yang beragam dan berlawanan atas suatu fakta tersebut.Adapun kisi-kisi dan angket kompetensi guru di SMP RSBI terlampir.
    • F. Teknik Analisis Data
    • Teknik analisis data adalah suatu uraian tentang cara-cara analisa data Yaitu suatu kegiatan yang mana suatu data yang diperoleh diedit terlebih dahulu untuk selanjutnya dimanfaatkan dengan menghasilkan data deskriptif yang merupakan kata-kata yang diamati ( Arikunto,2002: 209). Analisa data dalam penelitian melalui 3 tahap :
    • Mereduksi data
    • 2. Penyajian data
    • 3. Verifikasi data atau penarikan kesimpulan
  • 14.
    • G. Keabsahan Data
    • Guna mendapatkan data-data yang benar-benar mendukung dan sesuai dengan karakteristik fokus penelitian dan tujuan penelitian digunakan teknik Validasi data yaitu :
    • Triangulasi Data
    • Audit Trail
    • 3. Member - check
  • 15. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka Cipta. Bafadal, Ibrahim, 2003, Peningkatan Profesional Guru Sekolah Dasar dan Menengah , Jakarta : PT. Bumi Aksara, Jakarta. Bungin, Burhan, 2003, Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Danim, Sudarwan, 2003, Menjadi komunitas pembelajar : Kepemimpinan Transformasional dalam Komunitas Organisasi Pembelajar, Jakarta : PT. Bumi Aksara. Hamel, G dan C.K. Prahalad, 1993, Competiting for the Future, New York. Nasution, S, 2004, Metode Research (Penelitian Ilmiah) , Jakarta : PT. Bumi Aksara. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru . Rusyan, A. Tabrani, 1990, Profesionalisme Tenaga Kependidikan, Bandung : Yayasan Karya Sarjana Mandiri. Salam, Burhanuddin, 2002, Pengantar Pedagogik, Jakarta : Rineka Cipta
  • 16. Satori, D, 1997, Pengembangan Model Supervisi Sekolah Dasar : Penelitian terhadap Efektifitas Sistem Pelayanan/Bantuan Profesional bagi Guru-Guru Sekolah Dasar di Cianjur, Jawa Barat, Bandung : PPS IKIP Bandung. Sedarmayanti, 2003, Good Governance (Kepemerintahan Yang Baik) DalamRangka Otonomi Daerah : Upaya Membangun Restrukturisasi dan Pemberdayaan, Bandung : Mandar Maju. Suroso, Hadi, 2009, Sekolah Bertaraf Internasional dan Rintisannya, Artikel dimuat di Swa Media Edisi 3, tahun 2009. Suryabrata, Sumadi, 2003, Meyodologi Penelitian, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Suryadi, A, 1993, Pengembangan Sumber Daya manusia, Jakarta : Universitas Krisnadwipayana. Suryosubroto, B, 2004, Manajemen Pendidikan di Sekolah, Jakarta : Rineka Cipta.
  • 17.
    • Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2001, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga), Jakarta.
    • Trianto dan Tutik, Titik Triwulan, 2006, Tinjauan Yuridis Hak serta Kewajiban Pendidik Menurut UU Guru dan Dosen, Jakarta : Prestasi Pustaka.
    • Trianto, 2005, Profesionalisme Guru Masa Dalam Rangka Implementasi Pemberlakuan KBK, Majalah Mimbar Pembangunan Agama Nomor 223/Shafar-Rabiulawal/April 2005 M/Th. Ke XIX.
    • Umaedi, 1999, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta : Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum Indonesia.
    • Usman, Moh. Uzer, 2006, Menjadi Guru Profesional, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
    • Wahjosumidjo, 1994, Kiat Kepemimpinan dalam Teori dan Praktek, Jakarta : PT. Harapan Masa.
  • 18. TERIMA KASIH