Motor Bakar - Peragaan Alat - Teknik Mesin Unhas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Motor Bakar - Peragaan Alat - Teknik Mesin Unhas

on

  • 1,330 views

File ini sangat spesial karna ini merupakan hal yang sangat memerlukan waktu yang sangat baik.

File ini sangat spesial karna ini merupakan hal yang sangat memerlukan waktu yang sangat baik.

Statistics

Views

Total Views
1,330
Views on SlideShare
1,330
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
74
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Motor Bakar - Peragaan Alat - Teknik Mesin Unhas Document Transcript

  • 1. LABORATORIUM MOTOR BAKAR I. LATAR BELAKANG Laporan Peragaan menyelesaikan Alat Laboratorium ini dibuat Motor Bakar. untuk Praktikum peragaan alat ini menyabgkut masalah bongkar pasang bagian mesin Toyota Kijang. Pada engine stand terdapat banyak macam sistem antara lain : sistem pengapian, sistem pelumasan, sistem pendingin, sistem bahan bakar dan sistem mekanisme katup. Mesin toyota kijang merupakan jesis motor bakar empat langkah yang menggunakan bahan bakar bensin. Motor bakar merupakan sebutan dari mesin yang mengubah tenaga panas menjadi tenaga gerak. Dalam melakukan pengubahan tenaga panas menjadi tenaga gerak, didalam mesin itu disebut mesin pembakaran dalam (Internal Combustion camber). Pembakaran tersebut menghasilkan panas yang diubah menjadi tenaga kerja melalui gerak putaran poros engkol dan naik turunnya piston. Untuk menghasilkan panas pada mesin, ruang silinder di atas torak harus rapat, tidak boleh ada keboccoran gas pada waktu langkah kompressi maupun langkah kerja. Pada silinder untuk mencapai keadaan agar tidak ada kebocoran, maka dilengkapi dengan mekanisme katup. Mekanisme katup ini merupakan bagian-bagian yang menggerakkan agar dapat membuka dan menutup katup untuk masuknya gas baru dan keluarnya gas bekas secara sempurna. Mekanisme katup pada kijang ini menggunakan sistem singgle drive belt directly hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya adalah bagian roda gigi katup disambungkan intake. dengan roda Antara gigi roda gigi exhasust intake (buang), sehingga katub exhaust akan turut bergerak pula dan terdiri atas komponen-komponen antara lain : valve, pegas katup, rocker arm, 2 buah noken as, chamshaft. Dimana perkembangan mekanis katup pada engine stand ini menggunakan model katup camshaftnya terletak di cylinder head (DOHC) Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 2. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 1. Siklus Ideal Volume Konstan Keterangan : Fluida kerja dianggap sebagai gas ideal dengan kalor spesifik yang konstan; langkah isap (0-1) merupakan tekanan konstan, torak bergerak dari TMA ke TMB; langkah kompresi (1-2) ialah proses isentropic, torak bergerak dari TMB ke TMA; proses pembakaran volume konstan (2-3) dianggap sebagai proses pemasukan kalor pada volume konstan; Langkah kerja (3-4) ialah proses isentropic, torak mulaibergerak dari TMA ke TMB; proses pembuangan (4-1) dianggap sebagai proses pengeluaran kalor pada volume konstan langkah buang (1-0) ialah proses tekanan konstan, torak bergerak dari TMB ke TMA; Siklus dianggap tertutup artinya siklus ini berlangsung dengan fluida kerja yang sama atau gas yang berada didalam silinder pada titik 1 dapat dikeluarkan dari dalam waktu langkah buang, tetapi pada silinder pada langkah isap berikutnya akan masuk sejumlah fluidakerja yang sama. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 3. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 2. Siklus Volume Tekanan Konstan Keterangan: Fluida kerja dianggap sebagai gas ideal dengan kalor spesifik yang konstan; Langkah isap (0-1) merupakan tekanan-konstan, torak bergerak dari TMA ke TMB; Langkah kompresi (1-2) ialah proses isentropik torak bergerak dari TMB ke TMA; Proses pembakaran tekanan konstan (2-3) dianggap sebagai proses pemasukan kalor pada tekanan-konstan, torak mulai bergerak dari TMA ke TMB; Langkah kerja (3-4) ialah proses isentropik, torak bergerak dari TMA ke TMB; Proses pembuangan (4-1) dianggap proses pengeluaran kalor pada volume konstan; Langkah buang (1-0) ialah proses tekanan konstan, torak bergerak dari TMB ke TMA; Siklus dianggap tertutup, artinya siklus ini berlangsung dengan fluida kerja yang sama atau, gas yang berada didalam selinder pada waktu langkah buang, tetapi pada waktu langkah isap berikutnya akan masuk sejumlah fluida kerja yang sama. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 4. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 3. Siklus Aktual 2 tak dan 4 tak a. Siklus Aktual 4 Tak Pada titik 2 atau 10° sebelum TMA katup isap mulai terbuka, katup isap terbuka sampai titik 4 atau 45° setelah TMB. Namun langkah isap terjadi dari 3 sampai TMB. Langkah isap baru Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 5. LABORATORIUM MOTOR BAKAR terjadi pada titik 3 karena dari titik 2 sampai titik 3 katup buang masih terbuka sehingga jika dari titik 2 sudah terjadi langkah isap maka gas hasil pembakaran bisa masuk ke dalam intake manifold sehingga akan merusak intake manifold. Sementara itu dari TMB sampai titik 4 sudah bukan merupakan langkah isap karena torak sudah mulai bergerak udara dalam menuju TMA silinder sehingga keluar sebagian melalui intake manifold. Dan seharusnya dari MB sudah terjadi langkah kompresi. Namun langkah kompresi belum terjadi karena sementara katup seharusnya isap masih langkah terbuka kompresi itu terjadi jika kedua katup sudah tertutup. Selanjutnya langkah kompresi terjadi dari 4 sampai seputaran TMA setelah beberapa derajat sebelum TMA bahan bakar di injeksikan sehingga terjadi pembakaran. Proses pembakaran itu terjadi di sekitaran TMA atau beberapa derajat sebelum TMA, disini terjadi pembakaran cepat sampai beberapa derajat setelah TMA, terjadi pembakaran TMA lanjutan. sampai sebelum Kemudian titik 1 dari seputaran terjadi langkah kerja. Pada titik 1 atau 45° sebelum TMB katup buang sudah mulai terbuka sehingga terjadi pelepasan kalor, pelepasan kalor ini terjadi dari titik 1 sampai TMB. Dimana disini belum bisa dikatakan langkah buang karena walaupun katup buang sudah mulai terbuka, namun torak masih bergerak menuju TMB. Gas hasil pembakaran itu keluar dengan sendirinya tanpa ada dorongan dari torak. Selanjutnya langkah buang itu terjadi dari TMB sampai menuju TMA TMA dimana torak sehingga bergerak memaksa dari gas TMB hasil pembakaran keluar melalui katup buang. Dari TMA Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 6. LABORATORIUM MOTOR BAKAR sampai titik sudah tidak langkah sebagai 3 bisa buang karena dikatakan walaupun katup buang masih terbuka namun torak sudah bergerak menuju TMB. 10° sebelum TMA terjadi over lapping dimana katup isap sudah mulai terbuka sementara Pada katup motor masih diesel keuntungan mendekati buang karena TMA ini saat atau belum tertutup. merupakan langkah saat suatu buang sudah isap mulai katup terbuka(10°) sebelum TMA sebagian udara hasil pembakaran masuk ke dalam katup isap sehingga memanaskan udara yang akan di isap ke dalam ruang bakar. Ini terjadi sampai TMA, Sehingga saat langkah isap terjadi yang di isap ke dalam ruang bakar adalah udara panas sehingga pembakaran cepat itu dapat terjadi lebih cepat. b. Siklus Aktual 2 Tak Sebelum TMA pemasukan terjadi awal penyemprotan udara(diesel), bakar(bensin) ke dalam udara dan silinder. atau bahan Proses ini terjadi akibat perbedaan tekanan dimana tekanan di dalam lebih kecil daripada tekanan di luar. Pemasukan udara(diesel), udara dan bahan bakar(bensin) ini terjadi dari 14° sebelum TMA sampai 2° sebelum TMA. 2° sebelum TMA terjadi akhir penyemprotan (beban beban penuh campuran karena penuh). udara Dikatakan dan bahan bakar sudah mencukupi ruang engkol dan tekanan di dalam sudah lebih besar dari pada tekanan di luar sehingga mendorong katup buluh dan katup buluh tertutup. Katup buluh ini bekerja berdasarkan prinsip tekanan. Karena saat langkah isap, torak sudah mendekati titik mati atas sehingga di asumsikan bahwa sebelum langkah isap campuran udara dan bahan Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 7. LABORATORIUM MOTOR BAKAR bakar sudah berada di atas torak yang kemudian di kompresi sehingga terjadi pembakaran. Proses pembakaran terjadi di sekitaran TMA atau beberapa derajat sebelum TMA sampai beberapa derajat setelah langkah kerja. beberapa TMA. Setelah itu terjadi kerja ini terjadi TMA atau setelah Langkah derajat setelah proses pembakaran berlangsung. Sampai sebelum titik 1 atau sebelum lubang buang terbuka. Saat lubang buang terbuka atau pada titik 1 (85°) sebelum TMB terjadi pelepasan kalor dimana saat lubang buang terbuka sebagian gas hasil pembakaran keluar dengan sendirinya tanpa ada paksaan. Setelah mencapai titik 2 atau lubang isap terbuka(saluran sudah terjadi torak masih pemasukan memaksa langkah bergerak campuran gas bilas) hasil 48° buang dimana menuju udara dan pembakaran sebelum meskipun TMB tetapi bahan keluar TMB bakar melalui saluran buang. Langkah buang ini terjadi sampai titik 4(lubang buang tertutup). Jadi langkah buang terjadi akibat dari pemasukan bahan bakar dan gerakan piston. Namum seiring langkah buang yang terjadi, juga terjadi pemasukan campuran udara dan bahan bakar melalui saluran bilas. Setelah lubang buang tertutup pada titik 4 atau 55° setelah TMB terjadi langkah kompresi sampai TMA. II. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan dilakukannya percobaan peragaan alat ini adalah agar mahasiswa atau praktikan motor bakar dapat mengetahui: 1. Bagian-bagian utama dari mesin. 2. Fungsi dari komponen mesin. 3. Prinsip kerja dari komponen mesin. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 8. LABORATORIUM MOTOR BAKAR III. TEORI DASAR A. BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN YANG BERGERAK DAN TIDAK BERGERAK Bagian-Bagian Utama mesin yang Bergerak 1. Torak (Piston) Gambar 1. Torak (Piston) a. Prinsip kerja Ketika piston dihasilkan piston dari akan menerima proses bergerak ke tekanan yang pembakaran maka bawah, oleh dan poros engkol gerakan piston diubah menjadi gerakan rotasi kemudian diubah lagi menjadi gerak translasi sehingga piston bergerak ke atas. b. Fungsi menerima tekanann dari hasil pembakaran yang kemudian menghasilkan gerak translasi yang diteruskan ke poros engkol. 2. Pen Torak Gambar 2. Pen Torak Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 9. LABORATORIUM MOTOR BAKAR a. Prinsip kerja ketika batang torak bergerak naik turun akibat gerakan rotasi poros engkol, maka pen piston mempermudah gerakan batang torak terhadap posisi piston. b. Fungsi mempermudah gerakan batang torak terhadap posisi piston. 3. Ring Piston Gambar 3. Ring Piston a. Prinsip kerja ketika piston bergerak naik turun akibat tekanan hasil pembakaran, maka ring kompresi mencegah terjadinya kebocoran kompresi. Ring oli berfungsi untuk mencegah oli merembes ke ruang bakar. b. Fungsi mencegah terjadinya kebocoran kompresi untuk ring kompresi mencegah dan merembesnya ring oli oli ke berfungsi ruang bakar sekaligus untuk melumasi dinding piston agar mudah meluncur pada dinding silinder 4. Batang torak Gambar 4. Batang Torak Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 10. LABORATORIUM MOTOR BAKAR a. Prinsip kerja ketika piston bergerak naik turun akibat tekanan hasil pembakaran, maka batang piston akan menerukan gaya dari piston ke poros engkol. b. Fungsi Meneruskan gaya dari gerakan translasi ke poros engkol. 5. Poros Engkol (Crank Shaft) Gambar 5. Poros Engkol a. Prinsip kerja ketika piston bergerak turun akibat tekanan hasil pembakaran, maka batang piston akan menerukan gaya dari piston ke poros engkol. Kemudian poros engkol akan mengubah gerakan translasi dari piston menjadi gerak rotasi lalu meneruskan kembali ke piston menjadi gerak translasi. b. Fungsi mengubah gerakan lurus piston yang diperoleh piston didalam silinder pada gerak kerja menjadi gerak putar dengan melalui batangbatang torak dan menjaga pergerakan torak dalam langkah-langkah selanjutnya. 6. Pelatuk Katup (Rocker Arm) Gambar 6. Pelatuk Katup Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 11. LABORATORIUM MOTOR BAKAR a. Prinsip kerja ketika noken as berputar akibat putaran poros, noken as akan menindis rocker arm ke atas sehingga rocker arm akan menindis klep sehingga klep akan turun dan membuka. b. Fungsi meneruskan gaya dari noken as yang akan digunakan untuk menindis klep sehinggan klep akan terangkat dan membuka. 7. Katup (valve) Gambar 7. Katup (Valve) a. Prinsip kerja ketika noken as berputar akibat putaran poros, noken as akan menindis rocker arm ke atas sehingga rocker arm akan menindin klep sehingga klep atau katup akan turun dan membuka. b. Fungsi sebagai jalur masuk campuran bahan bakar atau jalur keluar sisa pembakaran 8. Flywheel Gambar 8. Flywhel Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 12. LABORATORIUM MOTOR BAKAR a. Prinsip kerja Roda gila adalah dipergunakan sebuah untuk roda meredam yang perubahan kecepatan putaran dengan cara memanfaatkan kelembaman putaran (moment inersia). Karena sifat kelembamannya menyimpan energi singkat. Prinsip sekaligus menyimpan ini roda mekanik gila untuk kerjanya energi dapat waktu meneruskan berupa putaran pada poros engkol saat mesin bekerja. b. Fungsi sebagai reservoir energi dan meneruskan putaran. 9. Bantalan Gambar 9. Bantalan a. Prinsip kerja Bantalan adalah elemen mesin yang mempunyai poros sehingga putaran atau gesekan bolakbaliknya dapat berlangsung secara teratur, aman dan tahan lama. Prinsip kerjanya menumpu poros agar tetap pada sumbunya dan untuk mencegah keausan akibat gesekan. b. Fungsi Meredam getaran akibat gesekan Menumpu poros agar tetap pada sumbunya Mencegah keausan akibat gesekan Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 13. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Bagian bagian mesin yang tak bergerak 1. Blok silinder Gambar 10. Blok Silinder a. Prinsip kerja Pada dasarnya blok silinder tidak mempunyai prinsip kerja karena merupakan komponen yang tidak bergerak. b. Fungsi Blok Silinder merupakan bagian tempat melekatnya silinder atau dinding silinder. 2. Bak engkol Gambar 11. Bak Engkol a. Prinsip kerja Pada dasarnya Bak engkol tidak mempunyai prinsip kerja karena merupakan komponen yang tidak bergerak. b. Fungsi sebagai tempat poros engkol bekerja bisa juga sebagai penampungan oli Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 14. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 3. Kepala silinder Gambar 12. Kepala silinder a. Prinsip kerja Pada dasarnya mempunyai kepala prinsip kerja silinder karena tidak merupakan komponen yang tidak begerak. b. Fungsi sebagai tempat komponen pendukung pembakaran misalnya mekanisme katup, injector, dan busi. 4. Bak Oli (carter) Gambar 13. Bak Oli a. Prinsip kerja Pada dasarnya bak oli tidak mempunyai prinsip kerja karena merupakan komponen yang tidak begerak. b. Fungsi Sebagai tutup ruang engkol,penampung minyak pelumas dan sebagai tempat untuk mendinginkan minyak pelumas. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 15. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 5. Pompa Bahan Bakar Gambar 14. Pompa Bahan Bakar a. Prinsip kerja Ketika poros engkol berputar, maka pompa bahan bakar yang berhubungan dengan poros engkol ikut berputar. Sehingga akan menyemprotkan bahan bakar. Banyaknya bahan bakar yang diseprotkan berdasarkan besarnya putaran poros engkol B. SISTEM KEMUDI Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage). Ada dua model sistem kemudi yang umum digunakan pada mobil,yaitu : 1. Model recirculating ball Gambar 15. Model recirculating ball Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 16. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 2. Model rack dan Punion Gambar 16. Model rack dan Punion Kolom kemudi (steering column) Kolom kemudi meneruskan terdiri putaran roda atas main kemudi ke shaft yang roda gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat main shaft ke bodi. Ujung atas dari main shaft dibuat kemudi diikat dengan dari kolom kemudi meruncing dan bergigi. Di ujung sebuah mur. inilah roda Bagian-bagian ditunjukkam pada : Gambar 17. Bagian-bagian dari kolom kemudi Roda gigi kemudi (steering gear) Roda gigi kemudi selain berfungsi mengarahkan roda depan, juga berfungsi sebagai memperbesar momen agar gangguan-gangguan gigi reduksi untuk kemudi menjadi ringan dan terhadap roda tidak langsung dirasakan oleh pengemudi. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 17. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Ada yang beberapa banyak jenis roda digunakan gigi dewasa kemudi, ini tetapi adalah jenis recirculating ball : Gambar 18. Roda gigi kemudi Gambar 19. Roda gigi kemudi Janis recirculating ball digunakan penumpang ukuran komercial sedang sedangkan sampai jenis pada mobil besar rack dan dan mobil pinion digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang. Sambunbungan - Sambungan kemudi (steering linkage) Walaupun mobil bergerak naik-turun, gerakan roda kemudi harus dapat diteruskan ke roda·roda dengan sangat tepat (akurat) setiap saat, untuk ilu diperlukan sambungan-sambungan kemudi (steering linkage). Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 18. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Bebarapa model sambungan·sambungan kemudi : 1. Suspensi Rigid Gambar 20. Suspensi Rigid 2. Suspensi independen Gambar 21. Suspensi independen Gambar 22. Suspensi independen Power steering Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi tenaga pengemudian saat mobil bergerak pada putaran rendah dem menyesuainya pada tingkat tertentu bila kendaraan bererak mulai kecepatan sedang sampai kecepatan tinggi. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 19. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Pada sistem hidraulis power yang steering ditempatkan terdapat di bosster bagian tengah mekanisme kemudi. 1. Power steering model integral Gambar 23. Power steering model integral Memperlihatkan mekanisme power steering model integral. Bagian utamanya terdiri atas tangki reservoir (berisi fluida),vane pump yang membangkitkan tenaga hidraulis, gear box yang berisi control valve, power pinton, dan steerig gear (jenis recirculating balt). pipa-pipa yang mcngalirkan fluida dan selang-selang fleksibel. 2. Power sfeering model rack dan pinion Gambar 23. Power steering model rack dan pinion Power steering model ini mekanismenya sama dengan model integral, tetapi control valvenya termasuk di dalam gear housing dan power pistonnya terpisah di dalam power cylinder. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 20. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Roda Output terakhir dari tenaga putar mesin adalah pada roda. juga Sambil berfungsi memikul meredam berat kendaraan roda kejutan dan kejutan menambah kenyamanan pengendara. Roda dapat dibagii menjadi dua bagian, yaitu pelek roda (disc wheel dan ban (tire). 1. Pelek roda Gambar 24. Pelek Roda Memperlihatkan banyak sebuah digunakan model pada velg roda yang mobil penumpang. Velg roda dipasangkan pada poros roda (axle shaft) dengan menggunakan empat atau enam Baut-baut. 2. Ban Ban adalah langsung bagian dengan mobil yang permukaan barsentuhan jalan. Selain berfungsi meredam kejutan, ban juga bertugas menjejak dengan gaya geseknya pada jalan selama kendaraan pengereman. berjalan, membelok, dan saat Menurut konstruksinya ban dapat dibedakan menjadi ban bias dan ban radial. Gambar 25. Ban Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 21. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Ban bias mengasilkan jalannya kendaraan lebih lembut, tetapi kemampuan membelok dan ketahanan ausnya kurang. kemampuan tinggi Ban membelok yang baik radial dan menghasilkan kemampuan serta tahanan kecepatan gelindingnya rendah. Daya tahan ausnya lebih tinggi dibanding ban biasa. Tetapi pada jalan yang tidak rata dengan kecepatan rendah, ban radial lembut dirasakan pengendara. Menurut penampungan isi udaranya, dapat dibedakan menjadi ban biasa dan ban tubles. Gambar 26. Ban Pada ban biasa, udara ditampung pada ban dalam. Katup atau pentilnya bersatu dengan ban dalam.Bila ban biasa tertusuk benda tajam maka akan langsung kempes. Pada ban tubles tidak terdapat ban dalam, tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan ban dalam yang kedap udara. Katup atau pentilnya langsung terpasang pada pelek. Bila ban tubles tertusuk benda tajam, tidak langsung menjadi kempes (tekanan udaranya tidak turun seketika) karena lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri. Caster Caster garis adalah vertikal sudut yang antara dilihat king pin dari dengan samping kendaraan. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 22. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Bila miringnya ke arah belakang disebut caster positif sebaliknya bila miringnya ke arah depan disebut caster negatif. Pada umumnya yang dipakai adalah caster positif karena dapat menghasilkan kestabilan kendaraan saat berjalan lurus dan daya balik kemudi setelah membelok lebih baik. Gambar 27. Caster King pin inclination Garis sumbu yang melalui ball joint atas dan ball joint kemudi). bawah Sumbu disebut ini steering dimiringkan ke axis arah (sumbu dalam sekitar 5-7°. Kemiringan ini dinamakam king pin inclination. Dengan adanya king pin inclination bersama-sama dengan camber, maka jarak (offset) akan menjadi sangat kecil, sehingga kemudi akan lebih ringan dan kejutan akibat pengereman dan percepatan dapat berkurang. Gambar 28. King pin inclination Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 23. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Di samping inclination itu, dapat dengan adanya dihasilkan daya king pin balik kemudi roda-roda depan dengan ,memanfaatkan berat kendaraan. Toe-in Bila dilihat dari atas, terlihat menyudut kearah dalam di bagian depan. Yang dimaksud toe-in adalah selisih antara jarak A dan B (toe-in = B - A). Biasanya selisih ini diatur 2 - 6 mm. Bila jarak bagian depan (A) lebih besar daripada jarak bagian belakang (B) disebut toe-out. Bila roda-roda depan memiliki camber positif maka bagian atas roda mlring mengarah ke luar, sehingga roda-roda berusaha menggelinding ke arah luar pada saat mobil berjalan lurus dan akan terjadi side slip yang berakibat ban cepat aus. Untuk mencegah hal ini maka diatasi oleh adanya toe-in. Gambar 29. Toe in penyetelan toe-in, cember; dan caster Pada model suspensi independen, besarnya toe-in distel oleh tie-rod kiri dan kanan, sedangkan besar sudut camber dan mengurangi caster shim distel yang dengan disisipkan menambah pada upper atau arm rangka. Pada model suspensi tetap (satu poros), toe-in distel dengan mengubah-ubah tie-rod yang panjang, sedangkan besar caster distel dengan menyisipkan busi tirus (bentuk baji) antara pegas daun dan rumah poros. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 24. LABORATORIUM MOTOR BAKAR C. SISTEM KELISTRIKAN Automobil mempunyai banyak sistem pembantu, hingga mobil berjalan dengan baik. Di antaranya yaitu, sistem listrik adalah merupakan hal yang sangat penting. Sistem listrik pada mobil seperti halnya sistem syaraf pada tubuh manusia. Listrik ini tidak dapat dilihat, tetapi memainkan peranan penting. Gambar 30. Diagram Blog Kelistrikan starter Pada umumnya sistem listrik dalam mobil dapat dibagi dalam: batere sebagai sumber listriknya. Sistem pengapian dimana bertugas membakar campuran bahan bakar silinder, dimana dan sistem bertugas bertugas udara pengisian mengisi menghidupkan pendahuluan yang terhadap dimasukan (charging batere, dan mesin, sistem mengadakan dan yang ke dalam system) starter putaran terakhir adalah sistem lampu-lampu dan tanda. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 25. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 31. Skema kelistrikan dasar lampu depan standar suzuki thunder Gambar 32. Diagram blok contoh sirkuit tambahan untuk klakson-klakson tambahan Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 26. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 33. Skema instalasi pada motor Gambar 34. Skema instalasi pada mobil Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 27. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 1. Sistem Starter Cara kerja starter dapat dibagi menjadi manual sistem, dimana poros engkol diputar oleh tangan dan self starting diman poros engkol diputar oleh motor listrik. Motor starter dipasang pada blok, menghubungkan switch menyebabkan roda gigi starter berhubungan dengan roda gigi pada roda gila, motor starter memutar poros engkol dan mesin hidup, motor dapat secara starter hidup. Apabila otomatis roda roda gila mesin gigi terlepas sudah penggerak dari ring gear. Konstruksi starter. Gambar 35. Penampang starter Secara umum bagian bagian starter dapat dibagi dalam tiga golongan besar, yaitu : a. Bagian yang terdiri menghasilkan dari jangkar, momen field puntir, coil, sikat sikat dan sebagainya. b. mekanisme pemindah tenaga, termasuk didalamnya adalah starter clutch. c. switch magnetis menghubungkan atau yang digunakan melepaskan untuk pinion dari gigi gigi roda gila. 1. Bagian pembangkit tenaga punter a. yoke dan pole core (inti kutup) Yoke terbuat dari besi tuang berbentuk silinder Demonstration Of Engine dan pole core terbaut Internal Combustion Engine
  • 28. LABORATORIUM MOTOR BAKAR didalamnya. Pole core inilah yang mengikat field coil. b. Field coil Field cole terbuat dari plat tembaga, diperlukan untuk kesanggupan mengalirnya arus listrik yang besar. Arus listrik engalir kedalam field coil, sehingga dalam pole core timbul kemagnitan yang sangat kuat. Yoke berguna untuk membantu memberi jalan kembali garis garis gay magnit yang dibangkitkan oleh pole core. c. Jangkar Jangkar terdiri dari sebatang besi berbentuk silindris yang diberi slot slot, poros, jangkar. komutator Jangkar dan berputar lilitan diantara pole core, dimana pada kedua ujungnya ditunjang oleh bearing bearing. Lilitan jangkar tersebut diisolasi dan digulung pada slot. d. Sikat sikat Pada umumnya digunakan 4 buah sikat, dua sikat dipegang oleh isolator dan dihubungkan melalui dan dengan komutator, dua buah lilitan juga disambung jangkar field coil, dengan massa atau body kendaraan. 2. Mekanisme pemindah tenaga Mekanisme ini berguna untuk menylurkan tenaga puntir yang dihasilkan oleh motor, kepada fly wheel untuk poros engkol. Pinion berfungsi memindahkan tenaga pada roda gila dengan jumlah gigi yang lebih sedikit dari pada fly wheel. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 29. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 36. Perkaitan-perkaitan starter dengan gigi ring roda gila Kopling starter Kopling starter dibuat berSatu dengan pinion. Alur spiral yang ada didalamnya berkaitan ujung dengan poros memudahkan spiral jangkar. spilines pada Tujuannya untuk kopling atau perpindahan pinion pada waktu gigi pinion berhubungan atau lepas dari flywheel. Perpindahan dilakukan oleh tuas yang digerakkan oleh pedal atau elektro magnet. Gambar 37. Kopling starter 3. Switch magnetic Switch magnetic berfungsi menggerakkan tuas. Jika yang pada panel ada menyebabkan arus untuk starter listrik switch dihubungkan, dari batterai mengalir kedalam kumparan dari magnetic switch, Medan sehingga magnet timbul ini akan medan menarim magnet. tuas, sehingga pinion berhubungan dengan roda penerus. Demonstration Of Engine Pada waktu yang bersamaan, Internal Combustion Engine
  • 30. LABORATORIUM MOTOR BAKAR switch utama yang berada dalam magnetich switch utama terhubung, kedalam dan field mengalirlah coil dan arus lilitan jangkar, kemudian motor berputar. Starter Switch Starter switch adalah sakelar untuk memutarkan starter motor. Gambar 38. Kerja starter (ketika pinion berhubungan) 2. Batere (accu) Batere adalah suatu alat yang menyimpan tenaga listrik dalam bentuk tenaga kimia, dimana akan mengeluarkan tenaga listrik bila diperlukan. a. Konstruksi Batere Batere terdiri sel-sel Tiap ini sel (lempeng), dari beberapa membangkitkan terdiri dari pemisah sel, tenaga dimana listrik. beberapa (separator) plat dan elektrolit. 1. Kotak Batere Terbuat dari ebonit atau damar sintetis, bertugas untuk penampang elektrolit. terjadi dalam memegangi kotak sel Reaksi batere. dan kimia Sel-sel tersebut dihubungkan secara seri, dengan demikian tegangan listrik yang terbangkit sama dengan jumlah tegangan listrik tiap sel. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 31. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 39. Proses di dalam baterai 2. Plat-Pat Terdapat 2 macam plat, yaitu plat positif dan negatif. Plat ini berbentuk kisi-kisi terbuat dari timah hitam atau campuran timah hitam dengan antimony dan ditambah bahan yang aktif sehingga menambah daya penyimpanan. Gambar 40. Penampungan baterai 3. Separator (Pemisah) Terbuat dari bahan non konduktor untuk memisahkan plat positif dan negatif agar tidak terjadi hubungan singkat di antara plat-plat terdapat halus tersebut. Pada lubang-lubang untuk memberi dan jalan separator alur yang terhadap sirkulasi elektrolit. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 32. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 41. Susunan Plat 4. Elektrolit Terbuat dari campuran air sulingan (60,8 %) dan asam belerang (39,2 %). berat jenis 1,26 dalam Mempunyai keadaan batere tensi penuh pada suhu 20o C (1,28 pada daerah dingin). Apabila plat-plat telah terendam elektrolit, material aktif yang ada pada plat mengadakan dan elektrolit reaksi kimia sendiri sehingga membangkitkan tenaga listrik. b. Reaksi pada Batere 1. Reaksi kimia pada waktu batere mengeluarkan arus PbO2 + 2H2SO4 + Pb → PbSO4 + 2H2O + PbSO4 Plat +) (Elektrolit) )(Plat +)(air) batere mengeluarkan pada plat (+) SO4 (Plat yang -) (Plat - Pada timah arus, waktu hitam dan (-) bergabung dengan terdapat dalam PbSO4 elektrolit sehingga mmbentuk (Sulfat hitam). Dengan adanya reaksi timah tersebut H2SO4 sedikit demi sedikit akan berubah menjadi elektrolit H2O sehingga berkurang mengakibatkan konsentrasinya. Akibatnya berat jenisnya pun akan turun. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 33. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 42. Reaksi pada batere 2. Reaksi kimia pada waktu batere diisi PbSO4 + + H2O + PbSO4 → Pb (Plat +) (Plat +) PbO2 + 2H2 SO4 (air)(Plat -) (elektrolit)(Plat -) Selama pengisian arus listrik mengalir ke dalam batere dengan arah yang berlawanan, sehingga mengakibatkan di dalam batere. akan kebalikan reaksi Dalam reaksi ini, H2SO4 terbentuk kembali sehingga konsentrasi dan berat jenisnya akan naik. Gambar 43. Reaksi pada batere c. Efek Suhu pada Batere dan Self Discharge Reaksi kimia antara elektroda dan elektrolit bertambah cepat bertambah tinggi. dimana suhu bila suhu elektrolit Tetapi pada musim dingin elktrolit rendah, difusi elktrolit menjadi buruk sehingga kecepatan reaksi turun dan tegangan listrik yang dihasilkan batere menurun. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 34. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Apabila suatu didiamkan batere saja, maka yang telah diisi energi dalam batere akan berangsur-angsur hilang, karena adamnya suatu rekasi reaction), yang yang plat-plat. lembut selalu timbul Pengeluaran pengeluaran (discharge dengan di antara ini disebut sendirinya (self discharge). 3. Sistem Pengisian Sistem pengisian memberikan (charging tenaga listrik system) kepada membantu alat-alat pemakai listrik pada waktu mobil bekerja dan dengan tenaga dihasilkan cadangan, akan keadaan penuh. dari mengisi tenaga listrik batere selalu yang dalam Sistem pengisian ini terdiri generator, regulator, batere dan perlengkapan kabelnya. a. Generator (Dynamo) Generator digerakkan oleh mesin melalui tali ,ipas dan membangkitakan tenaga listrik dengan jalan memutarkan kawat penghantar di dalam magnet. Gambar 44. Prinsip Generator Gambar 45. Penampang generator Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 35. LABORATORIUM MOTOR BAKAR b. Regulator Regulator terdiri dari 3 buah relay : Sebuah voltage regulator guna mengontrol tegangan listrik yang terbangkit, sebuah pembatas arus guna mengontrol arus yang keluar dan sebuah cut out relay berguna untuk mencegah arus balik dari batere. Gambar 46. Regulator 1. Cutout Relay Apabila kecepatan putar dinamo menurun, maka tegangan listrik yang dibangkitkan akan turun dan lebih rendah daripada tegangan listrik baterai. Dengan adanya penurunan kontak mencegah tegangan pada generator Cutout masuknya arus relay tersebut, terbuka, listrik dari baterai ke dinamo. Gambar 47. Cotout relay 2. Voltage regulator Tujuan dari pemasangan relay ini adalah untuk menjaga atau mengatur agar tegangan Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 36. LABORATORIUM MOTOR BAKAR listrik yang dihasilkan oleh dinamo tetap konstan. Gambar 48. Voltage reguler 3. Pembatas arus Tujuan pemasangan untuk membatasi berlebihan dari pembatas arus arus adalah listrik dinamo. Cara yang kerjanya mirip voltage regulator Gambar 49. Pembatas arus c. Alternator (dinamo arus bolak balik) Alternator bracket, terdiri rectifier dari : Stator, (silicon rotor, diodes) dan sikat-sikat. Gambar 50. Penampang Alternator Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 37. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 1. Stator Stator adalah seperti halnya jangkar pada dynamo arus searah dan mempunyai 3 pasang gulungan karena itu menghasilkan arus listrik 3 phase. Gambar 51. Metode hubungan stator coil 2. Rotor Rotor dapat menjulang Randell. kedalam dibagi atau dalam menonjol jenis atau yang jenis Apabila arus listrik mengalir kumparan rotor, maka kuku-kuku pada rotor akan menjadi kutub utara dan selatan. Jenis sederhana dan Randell mempunyai konstruksinya kekuatan yang tinggi untuk melawan gaya sentRifugal. 3. Bracket Pada permukaaan bracket yang berlawanan dengan pulley terdapat 6 buah dioda, yang bertugas untuk mengarahkan arus listrik dari arus listrik 3 phase yang terbangkit pada stator. 4. Rectifier (silicon diode) : Apabila ada arus listrik yang bertegangan dialirkan ke dalam diode pada arah yang terbalik, maka arus listrik tersebut akan mendapatkan Demonstration Of Engine kesukaran untuk mengalir. Internal Combustion Engine
  • 38. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Tetapi, jika arus listrik yang bertegangan tersebut mengalir dengan arah yang betul, maka arus tersebut akan mengalir melalui diode. 5. Sikat-sikat Sikat-sikat ini dilewati arus listrik menuju rotor sebesar 2-3 Ampere. Karena arus yang lewat kecil, maka sikat-sikat tersebut akan lebih berumur panjang. Keunggulan dari Alternator 1. Kontak antara sikat dengan slip ring menyebabkan tidak terdapatnya bunga api sehingga umur sikat lebih panjang 2. Rotor mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap kecepatan 3. Mempunyai sifat penyearahan arus yang baik 4. Tidak diperlukan pembatas arus (tergantung perencanaan) 5. Cut-out relay tidak diperlukan 6. Pengisian dapat bekerja baik pada putaran idling. 4. Sistem Penerangan Dan Aksesoris Sistem penerangan terdiri dari semua komponen yang secara sistem bersama-sama penerangan (exterior) (interior). maupun dapat kendaraan, bagian mengaktifkan baik dalam dari luar kendaraan Komponen ini mencakup bola lampu, pengawatan, fuses, switch dan relay. a. lampu besar (Head light) Headlight biasanya menggunakan sealed beam atau ada juga yang menggunakan bola lampu. Head light dibuat dalam dua kondisi yaitu high beam sebagai lampu jauh dan low beam sebagai lampu jarak dekat. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 39. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 52. Lampu besar jarak jauh dan dekat 1. Lampu besar model sealed beam Model ini mempunyai lensa, filament dan reflektor yang terpasang menjadi satu unit dan disegel dengan gas inert hingga merupakan bola lampu satu unit. Gambar 53. Lampu besar model sealed beam 2. Lampu besar model bola lampu Pada lampu besar ini digunakan sebuah bola lampu utama dan bola lampu tahanan. Gambar 54. Lampu besar model bola lampu Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 40. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 3. Sakelar lampu dim Sakelar untuk membuat perubahan antara high dan low beam disebut sakelar lampu diam. High beam menyala pada saat arus listrik mengalir melalui filament bagian bawah dan low beam menyala pada saat arus listrik mengalir melalui filament atas. b. Lampu belakang dan lampu rem. Tall light dan stop light mempunyai fungsi masing masing akan menyederhanakan unit. Sakelar hidrolik tetapi untuk alat ini dijadikan lampu rem bekerja atau mekanik, yang satu secara berhubungan dengan pedal rem. c. Lampu tanda belok. Indikator lampu tanda belok dipasangkan pada dash board atau dengan bunyi ketikan yang biasa dilengkapi untuk memperingatkan pengemudi bahwa lampu sen atau lampu tanda bahaya sedang bekerja. Gambar 55. Tanda belok smartphone 5. Instrumen Dan Indikator Lampu indikator dan perlengkapan ukur dewasa ini merupakan standar sehingga pengemudi beberapa fluida kelengkapan dapat (bahan kendaraan, memantau bakar, kondisi oli, air pendingin, minyak rem), output sistem pengisian dan beberapa fungsi sistem kelistrikan lainnya. Sebagian besar lampu indikator dan alat ukur Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 41. LABORATORIUM MOTOR BAKAR ini digabung menjadi satu pada panel instrumen kendaraan (dash board) a. Instrument 1. Pengukur tekanan minyak Dua jenis alat pengukur tekanan minyak yang kita kenal adalah manometer eurdon dan manometer listrik a. prinsip manometer burdon jika pipa burdon yang lengkung diberi tekanan maka akan cenderung berbentuk lurus. Gerak ini diteruskan oleh gigi jarum ke penunjuk. Gambar 56. Manometer burdon b. manometer listrik. Yang memakai bimetal element buah yang bimetal logam dipanaskan melengkung dimana dengan berbeda. disatukan, terdiri dari koefisien Kedua kearah koefisien muai logam sehingga elemen dua ini apabila ini akan bagian elemen muainya lebih kecil. Gambar 57. Cara kerja bimetal Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 42. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Yang memakai lampu isyarat Bila tekanan minyak rendah, titik akan tertutup sehingga terjadi arus listrik yang mengalir melalui lampu. Tekanan minyak memisahkan yang titik besar akan dan lampu kontak akan mati. Gambar 58. Gerakan switch lampu isyarat c. Ampere meter Ampere meter menunjukkan jumlah arus yang diberikan sistem oleh kelistrikan baterai atau keoada menunjukkan jumlah arus yang diterima oleh baterai dari alternator . d. Pengukur suhu air Pengukur suhu air menunjukkan suhu air didalam digunakan mantel jenis pendingin. bimetal, Biasanya tetapi ada mjuga yang memakai jenis burdon atau dengan tahanan listrik. Disini sender gauge dipasangkan pada mantel pendingin mesin dan dihubungkan oleh suatu konduktor ke receiver gauge pada panel instrument. e. Pengukur bahan bakar Perubahan tinggi bahan bakar akan membuat pelampung bergerak keatas dan Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 43. LABORATORIUM MOTOR BAKAR kebawah, yang mengakibatkan perubahan pada titik kontak dimana selanjutnya mengatur besarnya arus yang mengalir pada kumparan pemanas. Binetal dalam kumparan tersebut akan mendorong jarum penunjuk. Gambar 59. Konstruksi pengukur bahan bkar dengan bimetal f. Pengukur kecepatan (Spedometer) Spedometer digerakkan oleh gigi yamg dipasang pada ujung belakang poros out put trnsmisi. Gerakan ini diteruskan melalui kawat fleksibel. Gambar 60. Spedometer yang digerakkan oleh transmisi b. Windshield wiper (penghapus kaca depan) Wiper kaca berfungsi menghilangkan gangguan pandangan digunakan secara pada kaca sepasang simultan depan. wiper dengan Biasanya yang tenaga bergerak dari suatu motor listrik. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 44. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 61. Wiper (penghapus kaca) c. Klakson. Klakson dimaksudkan untuk dapat memberikan isyarat dengan suara. Pada dasarnya klakson dapat digolongkan dalam tiga macam yaitu ; 1. Klakson listrik Suara yang ditimbulkan pada klakson inidiperoleh dari getaran diagfragma yang digerakkan oleh magnit listrik. a. Klakson vorteks dan trompet b. Klakson bosh 2. Klakson angin Suara ditimbulkan oleh getaran diagfragma yang disebabkan adanya hembusan udara dari tangki udara. 3. Klakson vacum Gambar 62. Klakson Bosch & Klakson angin Gambar 63. Klakson Vortex Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 45. LABORATORIUM MOTOR BAKAR d. Rangkaian dan jaringan listrik Dalam sistem jaringan listrik dikenal 2 jenis kabel : 1. Kabel tegangan tinggi, misalnya misalnya untuk rangkaian pengapian pada barisan secondary 2. Kabel tegangan rendah, misalnya untuk rangkaian pada sistem lampu, starting dan sebagainya. Rangkaian listrik pada mobil Suatu sistem dimana bodi mobil digunakan sebagai rangkaian konduktor disebut sistem massa berbalik. Sedangkan sistem dimana body tidak digunakan seluruh kabel sebagai kabelnya konduktor terisolasi dan disebut sistem metalic berbalik. Rangkaian listirk dilengkapi dengan sekering yang berfungsi listrik ini sebagai tersebut, terjadi arus pemutus apabila rangkaian dalam berlebihan rangkaian yang dapat merusak sistem jaringan kabel kabel. Bagian dalam sekering titik cair sebuah terbuat rendah tabung dari dan gelas. logam dengan terbungkus Sekering ini dalam dibuat dalam beberapa macam kapasitas dan ukuran, tergantung pada kondisi arus yang diperlukan. Jika arus yang mengalir melalui sekering ini melampaui kapasitasnya, maka sekering akan panas dan meleleh sehigga arus akan terputus. Gambar 64. Rangkaian listrik pada mobil Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 46. LABORATORIUM MOTOR BAKAR D. JENIS – JENIS POMPA OLI Pompa adalah jenis mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi tekanan pada fluida. Klasifikasi Pompa Menurut prinsip perubahan bentuk energi yang terjadi, pompa dibedakan menjadi : 1. Positive Displacement Pump Disebut juga dengan pompa aksi positif. Energi mekanik dari putaran poros pompa dirubah menjadi energi tekanan untuk memompakan fluida. Pada pompa jenis ini dihasilkan head yang tinggi tetapi kapasitas yang dihasilkan rendah. Yang termasuk jenis pompa ini adalah: a. Pompa rotary Sebagai ganti sentrifugal, cairan, yang pelewatan pompa rotari mendorongnya tertutup. cairan akan melalui Hampir sama pompa merangkap rumah dengan pompa piston pompa torak akan tetapi tidak seperti pompa torak (piston), pompa rotari mengeluarkan cairan dengan aliran yang lancar (smooth). Macam-macam pompa rotari: 1. Pompa roda gigi luar Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling roda gigi cairan akan sederhana. berpisah mengisi Apabila pada sisi ruangan gerigi hisap, yang ada diantara gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila giginya bersatu lagi Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 47. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 65. Pompa roda gigi luar 2. Pompa roda gigi dalam Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasangan dengan roda gigi kecil dengan penggigian luar yang bebas (idler). berbentuk untuk Sebuah bulan mencegah sabit cairan sekat dapat yang digunakan kembali ke sisi hisap pompa. Gambar 66. Pompa roda gigi dalam 3. Pompa cuping (lobe pump) Pompa cuping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan mempunyai 2 rotor atau lebih dengan 2,3,4 cuping atau lebih Putaran pada rotor masing-masing tadi diserempakkan rotor. oleh roda gigi luarnya. Gambar 67. Pompa cuping Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 48. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 4. Pompa sekrup (screw pump) Pompa ini mempunyai 1,2 atau 3 sekrup yang berputar di dalam rumah pompa yang diam. Pompa sekrup rotor spiral yang tunggal berputar mempunyai di dalam sebuah stator atau lapisan heliks dalam (internal helix stator). Pompa 2 sekrup atau 3 sekrup masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup bebas (idler). Gambar 68. Pompa sekrup 5. Pompa baling geser (vane Pump) Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak diantara 2 baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa. Gambar 69. Pompa baling geser b. Pompa Torak (Piston) Pompa torak mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas sepanjang langkahnya. dipindahkan sama selama dengan selama 1 perkalian pergerakan piston Volume cairan yang langkah piston akan luas piston dengan panjang langkah. Macam-macam pompa torak : Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 49. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Menurut cara kerja 1. Pompa torak kerja tunggal Gambar 70. Pompa torak kerja tunggal 2. Pompa torak kerja ganda Gambar 71. Pompa torak kerja ganda Menurut jumlah silinder : 1. Pompa torak silinder tunggal Gambar 72. Pompa torak kerja ganda 2. Pompa torak silinder ganda Gambar 73. Pompa torak silinder ganda Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 50. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 2. Dynamic Pump / Sentrifugal Pump Merupakan suatu pompa yang memiliki elemen utama sebuah motor dengan sudu impeler berputar dengan kecepatan dipercepat oleh kecepatan tinggi. fluida Fluida impeler yang maupun masuk menaikkan tekanannya dan melemparkan keluar volut. Prosesnya yaitu : Antara sudu impeller dan fluida, Energi mekanis alat penggerak diubah menjadi energi kinetik fluida Pada Volut, Fluida diarahkan kepipa tekan (buang), sebagian energi kinetik fluida diubah menjadi energi tekan. Yang tergolong jenis pompa ini adalah : a. Pompa radial. Fluida diisap pompa melalui sisi isap adalah akibat berputarnya impeler yang menghasilkan tekanan vakum pada sisi isap. Selanjutnya fluida yang telah terisap terlempar keluar impeler akibat dimiliki oleh selanjutnya gaya fluida ditampung sentrifugal itu oleh yang sendiri. casing Dan (rumah pompa) sebelum dibuang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari perubahan energi yang terjadi, yaitu : energi mekanis poros pompa diteruskan kesudu-sudu impeler, kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetik pada fluida. Akibat gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi rumah pompa dan didalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida sebagian besar diubah menjadi energi tekan. Arah sentrifugal fluida dalam masuk arah kedalam aksial dan pompa keluar pompa dalam arah radial. Pompa sentrifugal biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 51. LABORATORIUM MOTOR BAKAR head medium sampai tinggi dengan kapasitas aliran yang medium. Dalam aplikasinya pompa sentrifugal banyak digunakan untuk kebutuhan proses pengisian ketel dan pompa-pompa rumah tangga. Gambar 74. Pompa radial b. Pompa Aksial (Propeller) Berputarnya yang impeler dipompa dan akan menghisap menekannya kesisi fluida tekan dalam arah aksial karena tolakan impeler. Pompa aksial biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar. Dalam aplikasinya pompa aksial banyak digunakan untuk keperluan pengairan. Gambar 75. Pompa aksial c. Pompa Mixed Flow (Aliran campur) Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah disebabkan oleh gaya sentrifugal dan sebagian lagi oleh tolakan impeler. Aliran buangnya sebagian radial dan sebagian lagi aksial, inilah sebabnya jenis pompa ini disebut pompa alir. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 52. LABORATORIUM MOTOR BAKAR E. SISTEM PELUMASAN 1. Prinsip Pelumasan a. Tujuan utama pelumasan adalah untuk mencegah kontak langsung dua bagian yang bergeser. Di dalam mesin terdapat bagian-bagian Dengan terjadinya bergesekan. yang suatu pergeseran maka puncak-puncak tonjolan akan patah dan membuat tonjolan baru. Hal ini dapat dicegah jika diantara kedua permukaan itu kita berikan suatu lapisan minyak. Apabila kedua bagian tadi bersentuhan (tidak ada jarak) menjadi maka besar, luas bidang sehingga gesek koefisien akan gesekan juga bertambah besar. Akan tetapi jika kita beri minyak maka lapisan tadi akan memberi jarak pada kedua permukaan logam tersebut. b. Pada minyak gambar berikut lumas diluncurkan diperlihatkan terhadap di atas sebuah sebuah akibat balok yang lantai yang digenangi minyak. Gambar 76. Minyak pelumas terhadap sebuah balok yang diluncurkan diatas lantai yang digenangi dengan minyak Dengan adanya lapisan minyak B, balok A cenderung bergerak dalam posisi mengambang pada Demonstration Of Engine permukaan minyak. Selama balok A Internal Combustion Engine
  • 53. LABORATORIUM MOTOR BAKAR tersebut bergerak maka akan tetap mengambang, tetapi pada saat berhenti akan berusaha mencapai permukaan lantai. Dengan adanya pelumas maka sentuhan langsung antara balok dengan lantai tidak akan pernah terjadi. Hal ini disebabkan karena adanya sifat hidrostatis dan hidrodinamis pada pelumasan. c. Efek pelumasan pada poros dan bantalannya. Gambar 77. Efek Pelumasan pada poros dan bantalannya Pada peristiwa diatas (2 dan 3) berlaku rumus : f k zv P Di mana : f = koefisien gesekan k = konstanta z = viskositas minyak v = kecepatan bergerak P = gaya yang diterima oleh film minyak Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 54. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Secara grafis rumus ini dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 78. Grafik Koefisien gesekan vs Zn/P Dari gambar grafik di atas dijelaskan dan dapat sistem gesek dilihat adanya pelumasan yang suatu dapat terendah titik mencapai pada dimana koefisien suatu kondisi tertentu. 2. Aditive Pada Minyak Lumas Agar supaya minyak lumas dapat digunakan pada kendaraan dengan baik dan dapat mencegah kerusakan-kerusakan pada bagian yang bergesekan maka perlu digunakan aditive yang bercampur dengan minyak lumas. Aditive yang sering digunakan pada minyak lumas adalah sebagai berikut : a. Detergents yaitu unbtuk mencegah terjadinya endapan pada suhu tinggi dan biasanya digunakan bahan kimia Sulfonaat (Ba, Ca), Phospanat, dan lain-lain. b. Dispersant, untuk mendepres lumpur yang terjadi dan biasanya digunakan bahan kimia polymer dari acrylic, mathacrylic. c. Corrosion Inhibitors yaitu untuk melindungi logam-logam Demonstration Of Engine non ferrous dalam mesin dan Internal Combustion Engine
  • 55. LABORATORIUM MOTOR BAKAR bahan kimia yang digunakan adalah metal ditheophos phates dan metal dicarbonates. d. Anti Oxidants yaitu untuk mengurangi oksidasi minyak pelumas dan bahan kimia yang digunakan adalah suffides dan Sulfarides. e. Viscosity index kekentalan improvers minyak adalah pelumas tidak agar banyak terpengaruh oleh suhu. f. Pour point depressant yaitu untuk mencegah terjadinya kristalisasi parafin wax pada suhu rendah dan bahan kimia yang digunakan adalah Polymethacrylates dan Polycrylamides. g. Extreme Possure(EP) yaitu untuk mencegah kerusakan akibat sentuhan logam dengan logam dan bahan kimia yang digunakan adalah persenyawaan sulfur atau halogen. 3. Beberapa Sifat Penting Minyak Pelumas. Beberapa perlu sifat minyak diperhatikan memenuhi pelumas jika fungsinya, di bawah diinginkan khusus pada ini pelumas motor bakar torak. a. Kekentalan. Kekentalan dengan minyak fungsi keausan terutama minyak permukaan pada pelumas itu bagian beban harus untuk yang yang sesuai mencegah bergesekan, besar dan pada putaran rendah. Minyak pelumas yang terlalu kental sukar mengalir melalui salurannya, di samping menyebabkan kerugian daya mesin yang terlalu besar. Biasanya pada kekentalan 210oF dan minyak dinyatakan pelumas dengan diuji bilangan SAE misalnya : SAE 30, SAE 40, dan SAE 50 dan bila diuji pada suhu 0o F digunakan bilangan SAE dan dibelakangnya diberi huruf w, misalnya SAE 10 w. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 56. LABORATORIUM MOTOR BAKAR b. Indeks kekentalan. Kekentalan minyak pelumas itu berubah-ubah menurut perubahan temperatur. Dengan sendirinya minyak pelumas yang baik tidak terlalu peka terhadap perubahan temperatur, sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya, baik dalam keadaan dingin maupun dalam keadaan panas (temperatur kerja). Untuk mengukur perubahan kekentalan tersebut dipakai dengan indeks cara kekentalan mencatat yang perubahan diperoleh kekentalan bila pelumas didinginkan dari 210o F sampai 100o F. c. Titik tuang. Pada temperatur minyak tertentu pelumas akan (titik membentuk tuang), jaringan kristal yang menyebabkan minyak itu sukar mengalir. Karena itu sebaiknya dipergunakan minyak pelumas dengan serendah-rendahnya titik untuk tuang menjamin yang bahwa minyak pelumas akan mengalir denagn lancar. d. Stabilitas. Beberapa tinggi minyak akan sehingga mengakibatkan pelumas berubah pada susunan terjadilah cincin temperatur kimianya endapan torak melekat yang pada alurnya. Selain itu endapan minyak pelumas tersebut dapat menyumbat saluran sirkulasi minyak tersebut. e. Kelumasan. Minyak pelumas harus memiliki kelumasan yang cukup baik, yaitu dapat membasahi permukaan logam. Hal ini berarti dalam segal keadaan selalu terdapat lapisan minyak pelumas pada permukaan bagian mesin yang bersentuhan dan ini juga sangat diperlukan. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 57. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 4. Klasifikasi Pelumas. a. Klasifikasi A.P.I. service untuk mesin bensin. Catatan : SE untuk mobil produksi tahun 1973 ke atas SD untuk mobil produksi tahun 1968-1972. SC untuk mobil produksi tahun 1964-1967 Untuk mesin Diesel Penggunaan minyak lumas antara mesin bensin dan mesin diesel dibedakan karena : 1. Diesel lebih mempunyai tinggi, tekanan suhu kompresi kompresi yang tinggi memudahkan oksidasi. 2. Kadar sulfur bahan bakar lebih besar, dapat terjadi pembentukan asam yang lebih kuat sehingga Total Base Number (TBN) harus besar (diatas 60). Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 58. LABORATORIUM MOTOR BAKAR b. Pelumas Roda Gigi. Klasifikasi ada 4 minyak perbedaan gear tipe berdasarkan minyak gear mutu, dibawah ini. 1. Reguler Gear Oil. 2. Worm Gear Oil. 3. Mild Extreme Pressure (EP) gear oil. 4. Multi Purpose Gear Oil. c. Minyak Transmisi Otomatis (ATF). Jika kita perhatikan transmisi otomatis terdiri dari 3 bagian besar masing-masing yaitu Torque Converter, Planetary Gear, dan Hydraulic Control. Automatic Transmission Fluid (ATF) adalah minyak yang dipakai untuk transmisi ini dan mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Bekerja akibat perpindahan panas (Torque Converter). 2. Melumasi gigi, clutch dan sebagainya (bagian Planetary Gear). 3. Bekerja sebagai mekanisme minyak otomatis penggerak yang dari menggerakkan mekanisme transmisi (Hydraulic Control). Ada 2 macam ATF yaitu : 1. Dextron, di mana digunakan untuk kendaraan yang diproduksi GM, CHRYSLER, AMF, MERCEDEZ, dan sebagainya. 2. Tipe F, digunakan untuk, Ford dan kendaraan-kendaraan produksi Jepang. Syarat-syarat ATF 1. Viskositas yang tepat dan dapat memudahkan gerak secara efisien. 2. Karakteristik yang tepat agar dapat memindahkan gigi secara lembut. 3. Tidak berbusa. Minyak ATF ini tidak boleh berbusa. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 59. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 4. Harus dapat sistem melumasi, ini di dalam bagian-bagian ada karena yang bergerak. 5. Tahan karat. 6. “Sealing” yang tinggi, tidak merusak seal yang ada pada sistem. d. Klasifikasi Gemuk. 1. Gemuk bantalan grease) ini roda (wheel untuk digunakan bearing melumasi roda. 2. Gemuk Casis (Chassis Grease). Gemuk ini digunakan untuk melumasi casis dan yang sering dipakai adalah Calcium Base Grease. 3. Gemuk Ball Joint. Pada ball joint biasanya digunakan Soap grease, dan pada akhir-akhir ini ditambahkan unsur Sulfida dan Mulibdium untuk pemakaian yang lama. 4. Gemuk bodi (Body Grease). Biasanya yang digunakan katakteristik Lithium body temperatur grease rendahnya baik serta sifat tahan air, sifat tahan lesuh, sifat mechanical stability, sifat mencegah tercerminnya cat yang baik terutama untuk pemakaian yang lama. 5. Rubber Grease. Dipakai Lithium soap base grease yang berasal dari tumbuh-tumbuhan serta tidak merusak bagian karet dari kendaraan. 6. Disk Brake Grease. Dipakai sebagai pelumas dari kedua bidang anti skill shim dari disc brake di mana sifat tahan panas, tahan tekanan, tahan air yang baik, serta mencegah bunyinya rem. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 60. LABORATORIUM MOTOR BAKAR F. OHC, SOHC, dan DOHC OHC, DOHC, dan SOHC adalah sebuah teknologi mekanisme katup, dimana OHC kepanjangan dari Over Head Camshaft, SOHC kepanjangan dari Singgle Over Head Camshaft, dan DOHC kepanjangan dari Double Over Head Camshaft. 1. OHC (Over Head Camshaft) Gambar 79. Mekanisme katup tipe OHC Over Head Camshaft (OHC) sebuah teknologi yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push poros engkol digerakkan oleh atau penggerak. rumit tali dibandingkan Tipe rod. melalui ini dengan Camshaft tipe rantai sedikit lain lebih seperti OHV, karena tidak menggunakan lifter dan push rod, bobot berkurang. bagian Ini yang membuat bergerak kemampuan menjadi mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka kecepatan dan menutup tinggi. OHC lebih yang presisi memakai pada noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 61. LABORATORIUM MOTOR BAKAR dan buang sering disebut sebagai SOHC. Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena pasti itu, hanya mesin bisa yang memiliki memakai 8 4 katup. silinder Kelebihan dari tipe OHC yaitu kemampuan pada kecepatan tinggi cukup baik, karena katup-katup membuka dan menutup lebih cepat pada kecepatan tinggi. 2. SOHC (Singgle Over Head Camshaft) Gambar 80. Mekanisme katup tipe SOHC SOHC adalah singkatan dari Single Over Heat Camshaft. Pada teknologi SOHC, peletakan noken dipindahkan ke bagian kepala menggerakkan seluruh klep noken, dan klep-klep dengan sebuah silinder. dengan tersebut rocker arm. satu SOHC buah dihubungkan Teknologi ini merupakan suatu teknologi dimana suatu mesin memiliki pengatur buka tutup katup hanya satu/single. Sistem seperti ini membuat motor memiliki tenaga dan torsi terbesar sejak putaran mesin awal hingga putaran mesin tengah, hal ini membuat Teknologi mesin-mesin ini konsumsi paling kendaraan BBM semakin irit. banyak digunakan pada harian. Dengan buah 1 noken juga dapat digunakan 4 klep per silinder. Contohnya Vixion, Jupiter-MX dan Scorpion Z. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 62. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Gambar 81. Motor Vixion Kelebihan dan Kekurangan SOHC Kelebihan : a. Jumlah komponen lebih sedikit b. Bahan bakar lebih irit, sehinggga harga total lebih murah c. Mesin tidak cepat panas karena oli pelumas bisa naik ke kop blok d. Bahan bakar bisa dibakar semua / sistem pembakarannya efesien. Kekurangan : a. Mesin lebih kasar suaranya b. Tenaga relatif lebih kecil sehingga kurang responsif c. Biaya servicenya lebih mahal d. Kalau komponennya rusak satu bisa merembet ke yang lainya kalau komponennya rusak satu bisa merembet ke yang lainya 3. DOHC (Doble Over Head Camshaft) Gambar 82. Mekanisme katup tipe DOHC Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 63. LABORATORIUM MOTOR BAKAR DOHC adalah Camshaft singkatan (sebagai dari Double alternatif Over terhadap Head tipe mesin SOHC). Layout mesin ini menggunakan dua kem (noken as) pada blok mesin atas. Ini juga berarti bahwa pada mesin DOHC V terdapat 4 camshafts karena terdapat dua blok atas mesin yang mempermudah pabrikan menerapkan 4 klep per silinder. Kebanyakan DOHC juga mendatangkan kitiran mesin (RPM) yang lebih tinggi. Letak katup yang lebih baik mengoptimalkan setup yang memaksimalkan pula performa mesin. Pada DOHC, jumlah noken ditambah 1 untuk membagi pekerjaan (1 noken untuk klep hisap, 1 noken lagi untuk klep buang). Dengan teknologi ini, klep bersentuhan langsung dengan tonjolan (lobe) dari noken bukaan Teknologi ini sehingga katup timing menjadi digunakan untuk maupun lebih lifting presisi. mesin2 dengan performa tinggi. Misalnya pada motor CBR 150 dan Satria FU. Gambar 83. Motor CBR 150 Kelebihan dan Kekurangan DOHC Kelebihan : a. Suara mesin lebih halus b. Tenaga lebih besar karena pembakaran lebih sempurna. Kekurangan : b. Harga menjadi lebih mahal Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 64. LABORATORIUM MOTOR BAKAR c. Bahan bakar lebih boros dan perawatan harus lebih baik dari SOHC d. berat akan bertambah e. lebih rumit f. lebih banyak parts untuk memutar dua kem 4. Perbedaan SOHC dan DOHC Antara SOHC perbedaan dengan konsep tersebut DOHC yang memang besar. berbicara memiliki Kedua mengenai istilah mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Single Over Head Camshaft, adalah kepanjangan dari sedangkan Double Over DOHC Head Camshaft. Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut. Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot. Keinginan untuk bertenaga membuat dibandingkan mesin model yang SOHC, lebih mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga DOHC pembakaran lebih yang maksimal terjadi dan pada akselerasi mesin mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik. DOHC memakai dua noken Demonstration Of Engine as yang ditempatkan pada kepala Internal Combustion Engine
  • 65. LABORATORIUM MOTOR BAKAR silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi. Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua model, yaitu noken as gigi. Pada single intake digerakkan drive (isap) belt yang directly digerakkan teknologi pertama, langsung dengan dua dan roda noken sebuah as sabuk. Sedangkan pada model kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya adalah bagian roda gigi katup intake. Antara roda roda gigi gigi intake exhaust disambungkan (buang), sehingga dengan katup exhaust akan turut bergerak pula. Adanya dua batang noken memasangkan as memungkinkan teknologi pabrikan multikatup dan untuk katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan model 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus. Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan sehingga katup noken as diatur sedemikian berputar satu kali rupa untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 66. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Keuntungan lain, DOHC lebih mudah menerapkan tenologi variable valve timing (VVT) dan lebih gampang ditune-up. menggunakan DOHC, kem profil karena Jika yang lobe lebih berprofil dapat mudah anda lebih bermaksud racing pada dioptimalkan mengutak-atiknya dalam keadaan terpisah. Keuntungan memiliki mesin DOHC dari SOHC adalah mesin ini memiliki dua kali lebih banyak intake dan exhaust valve sebagai motor SOHC. Hal ini membuat mesin bekerja dengan lebih dingin dan lebih lancar, kekurangan tenang, mesin dan DOHC adl efisien. biaya Namun mahal utk perbaikan. pastikan Anda mengubah timing belt mesin setiap 96.000 KM DOHC dan SOHC dibedakan berdasarkan jumlah pasang overhead camshaft pada tiap silinder. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan DOHC dan SOHC, perlu diketahui terlebih dahulu konsep internal combustion engine atau mesin yang memiliki karakter terjadinya pembakaran di dalam mesin itu sendiri, dalam hal ini terjadi di silinder. Semakin sedikit bahan bakar dan udara yang dibakar, semakin kecil power yang dihasilkan dan sebaliknya. DOHC yang memiliki jumlah dua pasang overhead camshaft tiap silinder (sepasang lebih banyak daripada SOHC), memiliki kemampuan memasukkan bahan bakar dan udara lebih banyak daripada SOHC, artinya mesin DOHC menghasilkan power yang lebih besar dari mesin SOHC. Sebagai konsekuensinya, mesin DOHC akan lebih boros banyak karena daripada dikatakan dengan asupan mesin suatu bahan SOHC. istilah, bakar lebih Jadi dapat “DOHC means power, SOHC means economic”. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 67. LABORATORIUM MOTOR BAKAR G. SISTEM SUSPENSI Prinsip Kerja Suspensi Sistem suspensi kendaraan dan terletak roda-roda diantara dirancang yang bodi untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata sehingga menambah kenyamanan dan stabilitas kendaraan serta memperbaiki kemampuan cengkeram roda terhadap jalan. Oskilasi kendaraan dan bergoyangnya dengan bodi bagian dari besar berpengaruh pegas pada kenyamanan kendaraan. Pada umumnya suspensi tersusun dari dua bagian utama, yaitu : 1. Pegas Pegas secara langsung menahan kejutan yang terjadi. Pegas mempunyai sifat elastis untuk menahan kejut. Jenis-jenis pegas dibagi tiga,yaitu : a. Pegas Daun (Leaf Spring) Pegas ini terdiri yang diikat atas atau lapisan disusun plat menjadi baja satu. Susunan dimulai dari pegas yang pendek yang terletak dibagian bawah dan disatukan dengan jalan di keling atau dibaut bagian tengahnya. Bagian pegas yang panjang dibulatkan membuat mata pegas untuk pemasangan pegas pada rangka. Gambar 84. Leaf Spring Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 68. LABORATORIUM MOTOR BAKAR b. Pegas Coil (Coil Spring) Pegas ini mempunyai tahanan atau redaman kejutan yang lebih baik dibandingkan dengan pegas daun yang tidak terjadi gesekan anatau pegas yang menyebabkan getaran pada body. Gambar 85. Coil Spring c. Pegas Batang Torsi (Torsion Bar Spring) Pegas ini umumnya digunakan oleh mobil-mobil kecil pada suspensi depan. Pegas ini tebuat dari baja elastis yang mampu menahan puntiran yang terjadi. Bila salah satu ujung pegas diikat dipasang pada dengan arm keras maka dan saat ujung arm lain bergerak naik turun, batang akan menahan gerakan ini sehingga menghasilkan efek penyerapan kejutan yang terjadi. Gambar 86. Torsion Spring Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 69. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 2. Shockabrsorber Shockabsorber dirancang untuk meredam, oksilasi pegas akibat kejutan sehingga kendaraan akan aman dan nyaman. a. Jenis-Jenis Absorber Jenis-jenis absorber dibedakan berdasarkan 1. Cara kerjanya Kerja Tunggal (Single Action) Kerja Ganda (Multiple Action) 2. Konstruksi Type Twin Tube Type Mono Tube 3. Medium Kerja Hidrolis Pneumatis 3. Jenis-Jenis Suspensi Berdasarkan konstruksi pada mekanisme suspensi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: a. Jenis Poros Pejal (Rigid Axle Suspension) Pada type ini poros roda kiri-kanan dipasangkan bersama pada sebuah poros diatas pegas-pegas. Suspensi model ini mempunyai konstruksi sederhana, kuat oleh karena itu banyak digunakan sebagai suspensi depan dan belakang (Mobil angkutan berat) dan suspensi belakang (Mobil penumpang. Gambar 87. Jenis poros pejal Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 70. LABORATORIUM MOTOR BAKAR b. Jenis Poros Bebas (Independent Suspension) Pada type ini roda kiri-kanan menggantung satu sama lain memungkinkan tiap dengan roda bebas, bekerja dimana sendiri menerima kejutan-kejutan lain. Gambar 88. Jenis poros bebas c. Type Wishbone Type ini terdiri atas Upper Suspension Arm dan Lower Suspension Arm dengan Frame dan Steering Knuckle dengan Pegas Koil dan Peredam Kejut Gambar 89. Type wishbone d. Type Macpherson Type ini terdapat Upper Arm, Konstruksi sederhana da memungkinkan ruang mesin lebar Gambar 90. Type macpherson Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 71. LABORATORIUM MOTOR BAKAR e. Type swing axle Pada type ini poros dibaut dua bagian dan diberi Pivot ditengahnya sehingga dapat berayun keatas dan kebawah secara terpisah. Gambar 91. Type swing axle H. SISTEM INJEKSI Gambar 92. Sistem Injeksi Injeksi bahan bakar adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam mesin pembakaran dalam untuk mencampur bahan bakar dengan udara sebelum dibakar. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 72. LABORATORIUM MOTOR BAKAR Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan bahan karburator, bakar karena tercampur secara injektor homogen. membuat Hal ini, menjadikan injeksi bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman. Injeksi elektronik bahan atau bakar dapat campuran dari berupa mekanikal, keduanya. Sistem awal berupa mekanikal, namun sekitar tahun 1980-an mulai banyak menggunakan sistem elektronik. Sistem elektronik modern menggunakan banyak sensor untuk memonitor kondisi mesin, dan sebuah unit kontrol elektronik menghitung jumlah bahan bakar yang diperlukan. Oleh karena itu, injeksi bahan bakar dapat meningkatkan mengurangi polusi, efisiensi dan juga bahan bakar memberikan dan tenaga keluaran yang lebih. Tujuan utama pemakaian sistem injeksi sangatlah beragam. Beberapa tujuan pemakaian itu antara lain: 1. Keluaran tenaga kendaraan 2. Efisiensi bahan bakar 3. Performa 4. Kemampuan untuk memakai bahan bakar alternatif 5. Daya tahan 6. Penggunaan kendaraan yang halus 7. Biaya awal 8. Biaya perawatan 9. Kemampuan untuk didiagnosa 10. Kemampuan dioperasikan di mana dan kapan saja 11. Kepraktisan penyetelan mesin Kelebihan : 1. Emisi gas buang rendah Terjadinya pembakaran yang sempurna pada ruang bakar, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 73. LABORATORIUM MOTOR BAKAR relatif lebih sedikit apalagi knalpot dilengkapi catalic converter. 2. Daya lebih besar Konstruksi injektor tepat pada intake manifold sehingga pencampuran bahan bakar lebih homogen. 3. Lebih hemat bahan bakar Air-fuel ratio sangat mempengaruhi kesempurnaan pembakaran pada mesin. Standar AFR pada motor adalah 14,7:1 yang artinya 14,7 udara dan 1 bensin. AFR dapat berubah-ubah, misalnya pada saat kondisi mesin dingin AFR 5:1, pada saat idle AFR 11:1, akselerasi 8:1, dan pada saat pemakaian ekonomis 40-60 km/jam AFR 16-18:1. Sehingga konsumsi bahan bakar pada motor injeksi lebih irit dibandingkan karburator. 4. Tidak memerlukan cok (choke) Injeksi bahan bakar dilengkapi sensor temperatur yang akan melaporkan suhu mesin ke engine control memerintahkan module (ECM) injektor untuk yang akan memperkaya campuran bensin pada suhu mesin dingin. 5. Perawatan yang lebih praktis Teknologi injeksi bahan bakar berkonsep bebas perawatan. Pada saat servis, pembersihan dilakukan hanya pada bagian penyaring udara, busi, dan pengaturan klep. Kekurangan 1. Akselerasi kurang responsif Terjadinya proses yang panjang dari sensor pengatur jumlah udara dan laporan dari sensorsensor lainnya, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berakselerasi. 2. Kurangnya tenaga ahli Injeksi bahan bakar termasuk teknologi baru, tidak semua bengkel umum mampu memperbaiki di saat terjadi permasalahan pada kendaraan. Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 74. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 3. Sensitif terhadap benturan/guncangan Semua perangkat terutama engine control module menggunakan apabila keras. elektronik, mengalami Pada kendaraan sehingga guncangan saat atau terjadi berpeluang rentan mati benturan tersebut, bisa tidak hal dihidupkan kembali, karena mengalami kerusakan pada engine control module. Biaya perbaikan membutuhkan biaya yang relatif masih mahal. 4. Sensitif bahan bakar Ujung injektor berukuran mikro, sehingga sistem injeksi bahan bakar mudah terjadi penyumbatan karena bahan bakar yang kotor. Hal ini akan mempengaruhi kinerja kendaraan sehingga bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar sedikit, 5. Sensitif kelistrikan Kondisi kendaraan dilaporkan oleh sensor, dan sensor terhubung menggunakan kabel berkonektor. Konektor sering menjadi penyebab pelaporan sensor ke engine control module menjadi kacau. Pengiriman module laporan sensor menggunakan sistem konektor kabel terjadi ke engine control pengaman. Apabila korosi, hal ini akan meningkatkan sistem pengamanan sehingga laporan dari sensor mengakibatkan engine control module berfungsi dengan tidak tepat dan dapat mengakibatkan kerusakan yang disebabkan aliran listrik yang tidak stabil. Komponen sebuah injeksi elektronik Gambar 93. Animasi dari injector bahan bakar Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine
  • 75. LABORATORIUM MOTOR BAKAR 1. Injektor 2. Fuel Pump/Pompa bahan bakar 3. Fuel Pressure Regulator 4. Engine Control komputer Module digital (ECM) dan termasuk untaian sebuah untuk berkomunikasi dengan sensor dan control output. 5. Wiring Harness 6. Berbagai macam Sensor (Beberapa yang penting dicantumkan disini.) a. Crank/Cam Position: Hall effect sensor b. Airflow: Sensor MAF, dan Sensor MAP c. Exhaust Gas Oxygen: Sensor oksigen, Sensor EGO, Sensor UEGO Demonstration Of Engine Internal Combustion Engine