Slide 1-keterampilan-berbahasa

2,272 views

Published on

sn

Published in: Technology, Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,272
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
73
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Slide 1-keterampilan-berbahasa

  1. 1. KETERAMPILAN BERBAHASA ALDON SAMOSIR, S.Pd.
  2. 2. Keterampilan Berbahasa Memberikan dasar praktik kemahiran berbahasa Indonesia. Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan terutama menulis : ragam kreatif, bisnis, dan ilmiah
  3. 3. <ul><li>Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia </li></ul><ul><li>Fungsi Bahasa </li></ul><ul><li>Alat komunikasi </li></ul><ul><li>Alat ekspresi diri </li></ul><ul><li>Alat integrasi dan adaptasi sosial </li></ul><ul><li>Alat kontrol sosial </li></ul>
  4. 4. ASPEK KEMAHIRAN BERBAHASA <ul><li>MENYIMAK </li></ul><ul><li>Menyimak kritis </li></ul><ul><li>Menyimak konsentratif </li></ul><ul><li>Menyimak kreatif </li></ul><ul><li>Menyimak interogatif </li></ul><ul><li>Menyimak eksploratori </li></ul><ul><li>2. MEMBACA </li></ul><ul><li>Membaca nyaring / oral reading </li></ul><ul><li>Membaca dalam hati / silent reading </li></ul>
  5. 5. <ul><li>3. Berbicara </li></ul><ul><li>Satu arah </li></ul><ul><li>Dua arah </li></ul><ul><li>4. MENULIS </li></ul><ul><li>Narasi </li></ul><ul><li>Deskripsi </li></ul><ul><li>Eksposisi </li></ul><ul><li>Persuasi </li></ul><ul><li>Argumentasi </li></ul>
  6. 6. MENYIMAK <ul><li>Menyimak merupakan proses perubahan bentuk bunyi menjadi wujud makna. Beberapa metode menyimak : </li></ul><ul><li>Menyimak kritis : menilai dengan teliti informasi dari pembicara untuk menentukan kebenarannya. </li></ul><ul><li>Menyimak konsentratif : menangkap ide / informasi dari pembicara agar tidak menyimpang dari topik yang dibicarakan. </li></ul><ul><li>Menyimak kreatif : menghubungkan dengan imajinasi dan keindahan sambil mendengarkan pembicara. </li></ul><ul><li>Menyimak interogatif : menyimak dengan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi karena si penyimak harus mengajukan pertanyaan, sehingga objeknya lebih dipersempit. </li></ul><ul><li>Menyimak eksploratori : menyimak dengan sangat intensif untuk mendapatkan fakta-fakta baru. </li></ul>
  7. 7. Membaca <ul><li>Membaca merupakan proses perubahan bentuk lambang / tulisan menjadi wujud makna. </li></ul><ul><li>Beberapa metode membaca : </li></ul><ul><li>Membaca nyaring / oral reading </li></ul><ul><li>Mengucapkan kalimat / tafsir yang tepat </li></ul><ul><li>Penuh perasaan / ekspresi </li></ul><ul><li>Tidak selalu melihat teks </li></ul><ul><li>Percaya diri </li></ul><ul><li>2. Membaca dalam hati </li></ul><ul><li>Ekstensif : objeknya banyak dalam waktu yang singkat / sekilas sehingga pemahaman agak dangkal. </li></ul><ul><li>Intensif : studi secara seksama untuk menelaah isi, penekanannya pada hasil atau pemahaman yang mendalam. </li></ul>
  8. 8. BERBICARA <ul><li>Berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna yang disampaikan kepada orang lain. </li></ul><ul><li>Metode berbicara : </li></ul><ul><li>Satu arah…….. </li></ul><ul><li>Dua arah…….. </li></ul><ul><li>Ceramah : menyampaikan sebuah topik tertentu lewat penuturan / penerangan lisan dan tidak diperlukan tanggapan / respons dari pendengar. </li></ul><ul><li>Pidato : hampir sama seperti ceramah tetapi bersifat lebih formal. </li></ul>
  9. 9. BERBICARA DUA ARAH <ul><li>Diskusi : komunikasi dua arah, berpikir bersama </li></ul><ul><li>Manfaat : </li></ul><ul><li>Melaksanakan sikap demokratis </li></ul><ul><li>Melatih toleransi </li></ul><ul><li>Mengembangkan kebebasan pribadi </li></ul><ul><li>Menambah pengetahuan </li></ul><ul><li>Menguji kebenaran pemikiran </li></ul>
  10. 11. <ul><li>Beberapa metode pidato: </li></ul><ul><li>Metode serta-merta / impromptu : mendadak, improvisasi, tanpa persiapan </li></ul><ul><li>Metode menghafal : ditulis secara lengkap dan dihafalkan </li></ul><ul><li>Metode naskah : membaca naskah yang sudah dipersiapkan, dipakai dalam suasana yang </li></ul><ul><li>sangat formal </li></ul><ul><li>4. Metode ekstemporan : metode jalan </li></ul><ul><li>tengah atau menggabungkan berbagai </li></ul><ul><li>metode. </li></ul>
  11. 12. <ul><li>Menjadi Pembicara Efektif </li></ul><ul><li>Mencakup tiga segi : </li></ul><ul><li>Sikap pembicara </li></ul><ul><li>/ teknik berbicara </li></ul><ul><li>2. Struktur </li></ul><ul><li>3. Bahasa </li></ul><ul><li>1. Sikap pembicara : wajar , tidak kaku, tidak angkuh, tidak pesimis, ekspresi wajah sesuai situasi, kontak dengan audiens, memperhatikan etika dan sopan santun. </li></ul>
  12. 13. <ul><li>2. Struktur pembicaraan </li></ul><ul><li>Pendahuluan : salam / sapaan untuk audiens, ucapan terimakasih, orientasi umum pembicaraan untuk mengajak hadirin menyimak materi. </li></ul><ul><li>Inti pembicaraan : penyampaian ide-ide secara rinci, menarik dan sistematis. </li></ul><ul><li>Penutup : simpulan / rangkuman ide-ide agar diingat, anjuran / ajakan, salam penutup. </li></ul><ul><li>3. Bahasa : baik dan benar, juga mencakup kefasihan, lafal, intonasi, kecepatan berbicara, pilihan kata, tata kalimat. </li></ul>
  13. 14. <ul><li>Beberapa tambahan untuk </li></ul><ul><li>menjadi pembicara yang baik : </li></ul><ul><li>Kuasai masalah </li></ul><ul><li>Kuasai alat bantu : bagan, slide, video, alat peraga, dll. </li></ul><ul><li>Pelajari situasi dan kondisi tempat presentasi </li></ul><ul><li>Perhatikan latar belakang peserta / pendengar </li></ul><ul><li>Jaga tata krama / bahasa tubuh </li></ul><ul><li>Antisipasi pertanyaan bila ada sesi tanya jawab. </li></ul>
  14. 15. Membangun diskusi yang partisipatif <ul><li>Tugas ketua / moderator / fasilitator </li></ul><ul><li>Sebelum diskusi: berunding dengan peserta tentang masalah, waktu, aturan main, target, memfasilitasi tugas. </li></ul><ul><li>Pada pembukaan: memotivasi suasana demokratis, menjelaskan sasaran dengan jelas dan ringkas. </li></ul><ul><li>Pada saat diskusi : mengatur lalu lintas diskusi sehingga : </li></ul><ul><li> - tiap peserta berpartisipasi dan bertanggung jawab </li></ul><ul><li> - ada interaksi antarpeserta </li></ul><ul><li> - peserta tidak berbicara berkepanjangan </li></ul><ul><li> - moderator tidak memonopoli pendapat / pembicaraan </li></ul>
  15. 16. Membangun...... <ul><li> - tidak berat sebelah </li></ul><ul><li> - mengenali tipe watak peserta dan mencari solusinya </li></ul><ul><li> - memperhatikan waktu </li></ul><ul><li> - menjaga agar diskusi tidak menyimpang dari fokus </li></ul><ul><li> - sabar, menghargai perbedaan pendapat untuk mengembangkan alternatif dan pengembangan pemikiran. </li></ul><ul><li>4. Pada saat penutup </li></ul><ul><li> - menarik intisari pembicaraan, membuat kesimpulan dan mengaitkan kembali dengan target awal. </li></ul><ul><li> - mengucapkan terima kasih </li></ul><ul><li>Tugas peserta diskusi </li></ul><ul><li>- mempersiapkan materi pembicaraan </li></ul><ul><li>- aktif dalam diskusi dan ikut mengembangkan pemikiran </li></ul><ul><li>- bertanggung jawab terhadap proses diskusi </li></ul><ul><li>- membantu ketua bila diskusi macet / kurang fokus bahkan menemui jalan buntu. </li></ul>
  16. 17. Beberapa contoh berbicara dua arah <ul><li>Diskusi dengan buzz grup : ada diskusi dalam kelompok besar (pleno) dan dibagi lagi dalam kelompok kecil-kecil. </li></ul><ul><li>Diskusi panel : diskusi antara beberapa panelis (4 – 6 orang), dipandu oleh moderator, dihadiri oleh banyak peserta. Ciri : </li></ul><ul><li> - bertujuan memberi pemahaman kepada peserta </li></ul><ul><li> - pendapat panelis lebih dominan </li></ul><ul><li> - peserta menanggapi seizin moderator </li></ul><ul><li>3. Seminar : pertemuan / persidangan untuk membahas suatu masalah (berbagai disiplin ilmu atau masalah sosial dalam masyarakat) di bawah pimpinan ketua sidang. </li></ul><ul><li>Ciri : ada tukar pikiran antara pemrasaran dan peserta </li></ul>
  17. 18. <ul><li>4. Simposium : pertemuan untuk mendiskusikan sekumpulan pendapat mengenai topik tertentu dari beberapa pakar, disusul pertanyaan dari peserta, dipandu oleh seorang moderator. </li></ul><ul><li>Ciri : </li></ul><ul><li>- pembicara adalah para ahli dengan pandangan yang berbeda </li></ul><ul><li>- pembicara diberi kesempatan berbicara selama 5 -20 menit bergantian. </li></ul><ul><li>- selanjutnya peserta diberi kesempatan memberikan tanggapan untuk salah satu pakar </li></ul><ul><li>- diskusi terjadi antara peserta dan pembicara bukan antarpembicara. </li></ul><ul><li>5. Debat : pembicaraan dua pihak yang berbeda pendapat dalam sebuah organisasi seblum diadakan pemungutan suara untuk menentukan kebijakan. Tujuannya agar pihak yang tidak setuju dapat berubah sikap. </li></ul><ul><li>Syarat : </li></ul><ul><li>- mempunyai keahlian untuk secara cepat menangkap pokok pikiran dan arah pikiran pihak lain </li></ul><ul><li>- cepat merumuskan argumen yang logis. </li></ul>
  18. 19. MENULIS
  19. 20. Bentuk Sifat Isi Contoh Narasi Non-ilmiah/ fiksi/ non-fiksi Menceritakan peristiwa / kejadian sehingga pembaca merasa mengalami novel, cerpen, biografi Deskripsi Non-ilmiah/ fiksi / non-fiksi Menggambarkan objek sehingga pembaca merasa melihat sendiri Laporan pandangan mata Persuasi ilmiah / non-fiksi Karangan untuk mempengaruhi pembaca dengan pendekatan psikologis. Memerlukan fakta-fakta penunjang Naskah ceramah, teks iklan Eksposisi Ilmiah / non-fiksi Memaparkan informasi / ilmu agar pembaca mengerti dengan jelas. Laporan kegiatan, resep, cara bercocok tanam Argumentasi Ilmiah / non-fkisi Tulisan untuk membuktikan kebenaran pendapat sehingga pembaca yakin. Perlu data, fakta, analisis Laporan penelitian, skripsi, tesis
  20. 21. Persamaan / perbedaan eksposisi dan argumentasi <ul><li>Persamaan </li></ul><ul><li>Menjelaskan gagasan / pendapat </li></ul><ul><li>Memerlukan data / fakta yang diperkuat dengan contoh, grafik, gambar, dsb. </li></ul><ul><li>Ada proses analisis dan sintesis </li></ul><ul><li>Menggali ide dari penelitian, pengalaman, sikap dan keyakinan </li></ul>
  21. 22. <ul><li>Perbedaan </li></ul><ul><li>Eksposisi bertujuan menjelaskan sesuatu kepada pembaca </li></ul><ul><li>Pada eksposisi grafik, gambar, dsb, bertujuan untuk menjelaskan uraian. Pada argumentasi grafik, gambar dsb. Bertujuan untuk membuktikan. </li></ul><ul><li>Pada eksposisi, penutup karangan berfungsi untuk menegaskan / meringkaskan uraian. Pada argumentasi, penutup merupakan kesimpulan atas uraian </li></ul>
  22. 23. MENGENAL MEDIA <ul><li>Jenis-jenis media : </li></ul><ul><li>Majalah ( magazine ) </li></ul><ul><li>publikasi/terbitan berkala yang memuat : artikel, dep h t reporting, berita investigasi, cerita, iklan, dll. Ukuran majalah kwarto/folio dan dijilid. </li></ul>
  23. 24. <ul><li>Jenis-jenis majalah : </li></ul><ul><li>a. Berdasarkan usia : </li></ul><ul><li>majalah anak-anak , majalah remaja, majalah dewasa, (silakan cari contohnya......) </li></ul><ul><li>b. Berdasarkan gender : </li></ul><ul><li>majalah wanita , contoh............ </li></ul><ul><li> majalah pria , contoh ................ </li></ul><ul><li>c. Berdasarkan Isi : </li></ul><ul><li> majalah berita , contoh .................... </li></ul><ul><li>majalah mode , contoh ........... </li></ul><ul><li>majalah olah raga, contoh ................... </li></ul><ul><li> dsb................ </li></ul>
  24. 25. Jurnal <ul><li>Awalnya jurnal merupakan catatan pribadi berisi pengalaman yang secara runtut menimpa penulisnya. </li></ul><ul><li>Sekarang biasanya jurnal diartikan sebagai terbitan berkala yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi atau organisasi profesi tertentu. Isinya berupa terobosan atau penelitian yang dihasilkan oleh kalangan akademik. Contoh : jurnal kesehatan, jurnal sejarah, jurnal linguistik, dll. </li></ul>
  25. 26. 3. Koran <ul><li>Surat kabar adalah penerbitan berkala atau harian yang berisi berita langsung, artikel, depth reporting. Ukuran kertas plano. </li></ul><ul><li>Tujuan atau sasaran berdasarkan moto nya , contoh : bisnis, politik, atau pendukung organisasi tertentu. </li></ul><ul><li>P embagian : </li></ul><ul><li> - koran partai </li></ul><ul><li> - independen </li></ul><ul><li> - koran kuning </li></ul>
  26. 27. <ul><li>4. Tabloid </li></ul><ul><li> Kumpulan berita olahan atau investigasi yang berisi cerita, artikel, iklan yang terbit secara berkala. </li></ul><ul><li>Macam-macam tabloid : </li></ul><ul><li>1. Tabloid Wanita : ...... </li></ul><ul><li>2. Tabloid Anak-anak : ........... </li></ul><ul><li>3. Tabloid Pria : .......... </li></ul><ul><li>4. Tabloid Politik : ......... </li></ul><ul><li>5. Buletin </li></ul><ul><li> Kumpulan berita, artikel, cerita, iklan yang terbit berkala. Ukuran kertas broadsheet. Lingkup berita bersifat internal. </li></ul>
  27. 28. <ul><li>6. News Letter </li></ul><ul><li> Format dicetak sederhana berukuran folio/kuarto dengan jumlah halaman 1- 10. Diterbitkan secara berrkala, lingkup berita bersifat internal. </li></ul>
  28. 29. Mengenal Jenis Tulisan Dalam Media <ul><li>Media komunikasi berisi informasi yang dibagi : </li></ul><ul><li>Fakta (informasi faktual) : berita </li></ul><ul><li>Olahan pemikiran (informasi faksional) : </li></ul><ul><li>- opini = hasil pemikiran penulis tentang masalah tertentu, berdasar fakta. </li></ul><ul><li>- artikel = karangan dalam media di luar berita, tetapi sekarang ada kecenderungan menyamakan artikel dengan opini. </li></ul><ul><li>Fiksi : karangan imajinatif </li></ul>
  29. 30. JENIS-JENIS OPINI <ul><li>1. Tajuk Rencana ( leader news ), editorial, atau induk karangan. </li></ul><ul><li> Merupakan sikap penerbit terhadap masalah yang aktual. </li></ul><ul><li>Fungsi : </li></ul><ul><li>Ramalan / forecasting </li></ul><ul><li>Tafsiran / interpretating </li></ul><ul><li>Galian / explorating </li></ul><ul><li>- internal </li></ul><ul><li> - eksternal </li></ul>
  30. 31. 2. Pojok Tujuan penulisan pojok, untuk “menyentil” atau “mengusili” suatu peristiwa yang dimuat di dalam koran tersebut. Pojok ditulis secara singkat, lugas, dan jenaka. Contoh : Pakde : Pemerintah membatasi izin mendirikan mini market. Pakho : Kasihan pedagang kecil tak kebagian pembeli hi…hi…
  31. 32. <ul><li>3. Karikatur </li></ul><ul><li>Gambar untuk melancarkan kritik atau “ sentilan ” . Setiap koran biasanya mempunyai “ tokoh ” dengan karakter yang khas, Contoh: Om Pasikom (Si Kompas... ) </li></ul>Oom pasikom
  32. 33. <ul><li>4. Artikel </li></ul><ul><li>Tulisan lepas tentang berbagai hal yang aktual, merupakan opini pribadi penulis. Bahan tulisan berasal dari referensi, isinya merupakan pandangan, penilaian dan solusi penulis. Penulisnya bisa dari dalam (wartawan koran/ majalah tersebut) atau orang luar. </li></ul>
  33. 34. <ul><li>5. Kolom </li></ul><ul><li>Karangan yang ditulis oleh kolumnis baik tetap maupun tidak tetap. Isinya berupa komentar / tanggapan pribadi tentang peristiwa yang aktual, misalnya tentang listrik, BBM, bencana, dll. </li></ul>
  34. 35. <ul><li>2. Surat Pembaca </li></ul><ul><li> Tujuan sebagai sarana ampuh ber- komunikasi langsung antarwarga masyarakat. Isinya: kritik, saran, pemberitahuan, atau fakta yang ditujukan pada pihak yang ahli. Caranya harus ada identitas atau dirahasiakan redaktur. </li></ul><ul><li>Contoh: Pelayanan PDAM listrik yang tidak memuaskan. </li></ul>

×