Your SlideShare is downloading. ×
Reformasi Birokrasi Berbasiskan TIK di Pemerintahan
Reformasi Birokrasi Berbasiskan TIK di Pemerintahan
Reformasi Birokrasi Berbasiskan TIK di Pemerintahan
Reformasi Birokrasi Berbasiskan TIK di Pemerintahan
Reformasi Birokrasi Berbasiskan TIK di Pemerintahan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Reformasi Birokrasi Berbasiskan TIK di Pemerintahan

1,122

Published on

Paper dimuat dalam Prosiding Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) 2011, Medan Februari 2011.

Paper dimuat dalam Prosiding Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) 2011, Medan Februari 2011.

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,122
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
64
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. REFORMASI BIROKRASI BERBASISKAN TIK DI PEMERINTAHAN Albaar Rubhasy1, Farisya Setiadi2, Zainal A. Hasibuan3 1 Jurusan Sistem Komputer, STMIK-Indonesia 2 Dewan TIK Nasional, Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta 3 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia 1 albaar.rubhasy@stmik-indonesia.ac.id, 2 farisyamail@gmail.com, 3 zhasibua@cs.ui.ac.id AbstrakKeefektifan reformasi birokrasi berbasis kinerja di Pemerintahan sangat menekankan pada mekanismepemantauan dan evaluasi kinerja. Namun, kedua mekanisme tersebut tidak mudah untuk diimplementasikantanpa adanya dukungan TIK. Kecepatan, ketepatan, serta keakuratan data hanya dapat diwujudkan melalui TIK.Untuk mewujudkannya, dibutuhkan mekanisme integrasi data, baik untuk data yang bersifat terstruktur maupuntidak terstruktur. Dalam paper ini diperlihatkan mekanisme integrasi kedua jenis data tersebut. Untukmengintegrasikan data terstruktur dapat menggunakan teknologi ETL tools yang menghasilkan data warehouse,sedangkan untuk data yang tidak terstruktur dapat diintegrasikan ke dalam Document Management System.Kedua jenis data tersebut nantinya akan memperkaya informasi yang dapat dimanfaatkan oleh para pejabatdalam mengambil keputusan yang bersifat strategis melalui suatu dashboard system.Kata kunci : ETL tools, data warehouse, Document Management System, dashboard system.1. Pendahuluan memantau serta mengevaluasi kinerja Pemerintahan dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi. Pemerintah merupakan komponen terpenting Untuk melakukan pemantauan serta evaluasidalam ketatanegaraan yang memiliki peran sebagai kinerja Pemerintahan, dibutuhkan data yangpenentu kebijakan atau regulator. Namun, hingga disajikan secara cepat, tepat, dan akurat. Solusi TIKkini, Pemerintah dianggap masih kurang dapat yang paling tepat untuk mewujudkannya adalahmemanfaatkan informasi secara optimal, terutama dengan menggunakan teknologi integrasi data.dalam pengambilan keputusan, maupun penyusunan Tetapi, untuk mendukung pengambilan keputusankebijakan. Akibatnya, kebijakan yang ditempuh terkadang tidak cukup dengan menggunakan datamenjadi tidak tepat sasaran terstruktur saja, melainkan dibutuhkan suatu data Pada dasarnya, seluruh kebutuhan data telah yang tidak terstruktur (dokumen, citra, audio, video,tersedia, namun tersebar di berbagai instansi yang dsb.). Salah satu teknologi yang dapat digunakanberbeda. Belum lagi permasalahan mengenai untuk mengintegrasikan data terstruktur adalah ETLinkonsistensi data karena belum adanya wali data (Extract, Transform, Load) tools yang menjalankansebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mekanisme ”pembersihan data” sebelum datapengelolaan suatu data, misalnya data kependudukan tersebut dimasukkan ke data warehouse. Teknologiwali datanya adalah Kementerian Dalam Negeri. lain yang dapat dimanfaatkan untukDan yang terakhir adalah masalah kepemilikan data, mengintegrasikan data tidak terstruktur adalahsehingga suatu instansi merasa enggan untuk Document Management System (DMS) yang mampumembagi datanya karena data tersebut merupakan mengumpulkan berbagai format dokumen ke suatuhak milik suatu unit, bahkan individu tertentu. repositori. Kedua teknologi tersebut dapat Dengan kemajuan teknologi yang ada dikombinasikan sebagai sumber data yang dapatsekarang, pertukaran data sudah tidak lagi menjadi ditampilkan ke suatu dashboard system yangpermasalahan. Yang jadi permasalahan adalah digunakan oleh pimpinan untuk menunjang dalambagaimana mengintegrasikan berbagai data yang pengambilan keputusan strategis.tersebar di berbagai lokasi, sehingga dapat menjadi Berikut adalah alur penulisan paper ini: Bagianinformasi yang bermanfaat bagi pimpinan dalam kedua akan diuraikan dasar teori yang mendukungpengambilan keputusan. Tantangan lainnya adalah, tema paper ini, yaitu mengenai data warehouse,bagaimana memanfaatkan informasi tersebut untuk DMS, dan dashboard system. Bagian ketiga akan
  2. dijabarkan solusi TIK untuk mewujudkan reformasi digunakan adalah model bintang atau yang lebihbirokrasi. Disini akan dibahas mengenai kebutuhan dikenal dengan star schema. Model bintang terdiridata, skema integrasi, arsitektur sistem informas, dari dua jenis tabel yaitu tabel fakta yang berada diserta manajemen dan organisasi TIK yang tengah diagram dan tabel dimensi yang mengelilingidibutuhkan. Pada bagian terakhir merupakan tabel fakta. Contoh model bintang dapat dilihat padakesimpulan yang diperoleh dari pembahasan paper Gambar 2. Pada contoh tersebut, tabel faktaini. Pertama-tama akan diuraikan dahulu mengenai dikelilingi oleh dimensi produk, waktu, pelanggan,dasar teori. dan sales. Berikut ini akan dijelaskan mengenai karakteristik tabel dimensi dan fakta.2. Dasar Teori Pada Bagian ini akan diuraikan mengenai Dimensi Produk Dimensi Pelangganbeberapa teori, yaitu data warehouse, DMS, dan Product Customer Customer Namedashboard system. Berikut akan dipaparkan terlebih Product Name Tabel Fakta Brand Customer Codedahulu mengenai data warehouse. Billing Address Order Measures Shipping Address Order Dollars2.1 Data Warehouse Cost Order Date Margin Dollars Salesperson Data warehouse merupakan sistem Date Quantity Sold Salesperson Namepenyampaian informasi [5]. Data diintegrasikan Month Territory Name Quarter Region Namekemudian ditransformasi ke dalam sistem sehingga Yearmenghasilkan suatu informasi yang berguna dalampengambilan keputusan strategis. Menurut Inmon, Dimensi Waktu Dimensi Salesdata warehouse merupakan sebuah koleksi datayang memiliki karakteristik: subject-oriented,integrated, time-variant, dan nonvolatile untuk Gambar 2 Model bintangmendukung proses pengambilan keputusan olehmanajemen [2]. Untuk menghasilkan informasi yang Tabel dimensi merupakan dimensi-dimensi yangmemiliki karakteristik seperti yang telah disebutkan, diperhatikan dalam melakukan analisis. Berikut inidata warehouse didukung oleh berbagai komponen merupakan karakteristik dari tabel dimensi.teknologi. • Primary key dari tabel dimensi mengidentifikasi Komponen data warehouse dapat dibagi setiap baris secara unik. • Memiliki banyak kolom atau atribut sehinggamenjadi empat komponen seperti pada Gambar 1. dapat dikatakan tabel dimensi merupakan tabelKeempat komponen tersebut adalah: source data, yang bersifat lebar secara horizontal.data staging, data storage, dan information delivery • Isi dari atribut-atribut kebanyakan memiliki[2]. Input dari data warehouse berasal dari sourcedata dan outputnya berupa information delivery format dalam bentuk teks dan jarang sekali memiliki format numerik.yang berguna dalam melakukan analisis danpengambilan keputusan. Namun, data yang • Suatu atribut tidak harus terhubung secaratersimpan di dalam data warehouse memiliki langsung dengan atribut lain dalam satu tabelkarakteristik data yang berbeda. Data yang disimpan dimensi.harus merupakan data multidimensional. • Untuk menghasilkan performa query yang efisien, sebaiknya tabel dimensi tidak dinormalisasi karena jika mengalami normalisasi nantinya akan menciptakan tabel- tabel tambahan sehingga query menjadi tidak efisien. • Atribut-atribut dalam tabel dimensi mampu menyediakan tingkat kedetilan data secara hierarkis mulai dari yang paling umum hingga yang paling detil. • Memiliki jumlah baris atau record yang lebih sedikit dari tabel fakta. Tabel fakta merupakan tempat disimpannya pengukuran atau measurements. Berikut ini Gambar 1 Komponen data warehouse merupakan karakteristik dari tabel fakta. • Sebuah baris pada tabel fakta terhubung dengan Untuk merancang suatu data multidimensi suatu kombinasi dari baris-baris dalam tabeldibutuhkan suatu pemodelan yang disebut dengan dimensi.pemodelan multidimensional. Model yang banyak
  3. • Memiliki tingkat kedetilan pengukuran. pengintegrasian. Setelah itu diperkaya dengan• Mampu melakukan penjumlahan sederhana komponen pengindeksan, metadata, dan perolehan untuk setiap pengukurannya. untuk mempermudah penyimpanan dan pengaksesan• Memiliki atribut yang lebih sedikit dokumen. Demikian penjelasan mengenai DMS. dibandingkan dengan tabel dimensi. Selanjutnya akan diuraikan mengenai dashboard• Pengukuran pada tabel fakta dapat memiliki gap system. karena memiliki nilai.• Memiliki atribut lain selain atribut pengukuran 2.3 Dashboard System yang berguna dalam melakukan analisis. Dashboard system merupakan salah satuDemikianlah penjelasan mengenai data warehouse. komponen di dalam Business Intelligence System.Berikutnya akan dipaparkan mengenai teknologi Istilah Business Intelligence (BI) sendiriDMS. dipopulerkan oleh Howard Dresner dari Gartner Group pada tahun 1989 yang menyebutkan bahwa2.2 Document Management System BI merupakan sebuah konsep dan metode untuk meningkatkan kualitas keputusan bisnis dengan DMS merupakan suatu sistem yang dapat menggunakan sistem pendukung berbasis fakta [6].mengelola data-data yang tidak struktur Di sini, intelligence diartikan sebagai kemampuan(unstructured data) seperti dokumen teks, gambar, untuk belajar, memahami, atau mengatasi situasiaudio dan video. Wecel et al membagi DMS menjadi baru [1].dua kategori, kategori yang pertama yaitu Sebagai salah satu komponen BI, dashboardinformation retrival (IR) dan information filtering berperan sebagai presentation layer aplikasi(IF) [7]. Selain dua kategori tersebut DMS menyediakan tampilan antarmuka grafis dankomponen-komponen yang terlibat dalam DMS multimedia yang berfungsi untuk menyediakanyaitu metadata, integration, capture, indexing, informasi bagi pengguna. Tampilan tersebut harusstorage, retrieval, distribution, security, workflow, merupakan tampilan yang interaktif agar seluruhcollaboration, versioning, searching, publishing dan lapisan pengguna dapat memanfaatkan sistem BIreproduction. dalam melakukan analisis di bidang mereka masing- Menurut Roger Lever, manfaat dalam masing. Hampir semua sistem BI yang ada sekarangmenggunakan DMS dibagi menjadi dua bagian, memanfaatkan presentation layer berbasis webyaitu intangibe dan tangible [4]. Manfaat yang untuk meningkatkan akses ke aplikasi tersebut.bersifat tangible antara lain: Berbagai dashboard system telah banyak• Mengurangi penyimpanan kertas tersedia di pasaran, seperti yang disediakan oleh beberapa vendor ternama seperti Cognos, SAS,• Meningkatkan waktu temu kembali dokumen Business Objects, dan sebagainya. Namun• Menghemat biaya penggunaan kertas, printer, disamping vendor-vendor yang bersifat komersial, dan toner ada pula solusi alternatif yang berbasis open source,• Meningkatkan produktivitas pegawai seperti Pentaho, Jaspersoft, dan lainnya. Munculnya• Meningkatkan penanganan terhadap bencana gelombang open source BI tools ini disebabkan karena besarnya investasi yang harus dikeluarkan.Sedangkan beberapa manfaat yang intangible antara Biaya tersebut meliputi biaya lisensi, implementasi,lain: dan pemeliharaan yang jumlahnya sangat besar. Jika• Meningkatkan keamanan manfaat yang dihasilkan dengan adanya investasi BI• Meningkatkan kesesuaian dengan regulasi atau tools tersebut tidak besar, maka akan memakan peraturan waktu yang lama untuk mengembalikan biaya• Pusat pengendalian dan manajemen investasi tersebut. Dengan menggunakan open dokumentasi source BI tools, selain dapat menghemat biaya dapat• Memperkecil peluang terjadinya kehilangan pula menghemat waktu [3]. dokumen• Meningkatkan daya saing melalui pemrosesan 3. Reformasi Birokrasi Berbasis TIK dokumen internal• Meningkatkan pelayanan pelanggan melalui Seperti yang telah disebutkan pada Bagian akses dan perolehan informasi pelanggan yang Pendahuluan, reformasi birokrasi sangat bergantung cepat pada kegiatan pemantauan serta evaluasi. Untuk dapat melakukan kedua kegiatan tersebut, haruslahDalam kaitannya dengan integrasi data, DMS didukung oleh berbagai data. Pada dasarnya ada duamemiliki kapabilitas untuk melakukannya, jenis data dukung yang harus tersedia, yaitu datakhususnya dalam pengintegrasian data tidak yang terstruktur dan tidak terstruktur. Secaraterstruktur. Melalui komponen integrasi yang definisi, data terstruktur merupakan data yang tidakdimilikinya, DMS dengan mudah melakukan memiliki format, aturan, atau alur tertentu dan
  4. biasanya ada pada teks, video, laporan, citra, dan dan media massa). Sebagian besar data berupa datasebagainya. Sedangkan data terstruktur merupakan tekstual, sehingga dibutuhkan suatu repositoridata yang telah terdefinisi tipe atributnya dan dokumen, yaitu DMS. Akan tetapi, jika datanyadibungkus dalam suatu entitas. Deskripsi untuk terstruktur, mekanisme pengintegrasiannya berbedasetiap entitas juga memiliki format yang sama. dengan data yang bersifat tidak terstruktur. Untuk ituBiasanya data terstruktur diwujudkan dalam suatu harus ada strategi pengintegrasian untuk dua tipedalam basis data relasional. Berikut ini akan data yang berbeda sebelum informasi dapat disajikandiuraikan data apa saja yang dibutuhkan untuk ke Pimpinan.melakukan pemantauan dan evaluasi kebijakan Untuk mengintegrasikan dua jenis data yangPemerintah baik data yang bersifat terstruktur berbeda harus dengan menggunakan dua pendekatanmaupun tidak terstruktur. yang berbeda pula. Untuk mengintegrasikan data Ada tiga kelompok data terstruktur yang dapat terstruktur, harus menggunakan suatu ETL (Extractyang harus senantiasa dipantau dan dievaluasi, yaitu: Transform Load) tools dalam rangka melakukan(1) data terkait rencana kerja Pemerintah dan data cleansing sebelum dimasukkan ke dalam datapelaksanaannya; (2) data terkait penganggaran dan warehouse. Setelah dimasukkan ke data warehouse,penyerapannya; dan (3) data terkait Peraturan data siap diolah menjadi berbagai data mart yangPerundang-undangan. Data jenis (1) dan (2) sangat berbeda bergantung pada subjeknya serta dapaterat kaitannya. Untuk perencanaan pembangunan dilakukan OLAP (on-line analitical processing).nasional yang menjadi sumber data adalah RPJMN Untuk data yang tidak terstruktur, pengintegrasiandan RKP yang dikelola oleh Bappenas. Sedangkan dapat dilakukan oleh DMS sebagai repositoriuntuk perencanaan kegiatan Kementerian/Lembaga dokumen yang mampu menyimpan data dalamdan Daerah yang menjadi sumber data adalah berbagai format yang berbeda. Selanjutnya, baikRenstra-KL/SKPD dan Renja-KL/SKPD yang data yang terstruktur maupun yang tidak terstrukturdikelola oleh masing-masing Kementerian/Lembaga nantinya dapat disajikan ke Pimpinan melalui suatudan SKPD. Terakhir untuk perspektif penganggaran, dashboard system seperti pada Gambar 4.yang menjadi sumber data adalah RKA-KL danDIPA yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Data Mart Dashboard SystemSeluruh data terstruktur terkait perencanaan dapat Data Warehouse OLAP Data Martdiringkas dalam Gambar 3. Data Cleansing: ETL DMS Gambar 4 Mekanisme pengintegrasian data Demikianlah uraian mengenai mekanisme pengintegrasian data dalam rangka melaksanakan reformasi birokrasi berbasiskan TIK, khususnya untuk lebih mengoptimalkan kegiatan pemantauan   dan evaluasi kebijakan Pemerintah. Namun, perlu diberi catatann bahwa mekanisme pengintegrasian Gambar 3 Data terstruktur terkait perencanaan data tersebut dapat dilakukan jika ada mekanisme pertukaran data antar Kementerian/Lembaga yangKemudian untuk jenis data ketiga yang berkaitan ada. Jika belum ada suatu regulasi maupun prosedurdengan data hukum, yang menjadi sumber data mengenai pertukaran data, maka proses pemantauanadalah seluruh Peraturan Perundang-undangan yang dan evaluasi yang telah dirancang akan sulit untukdikelola oleh Kementerian Hukum dan HAM. direalisasikan.Selanjutnya akan diuraikan mengenai kebutuhandata tidak terstruktur yang harus dipantau dan 4. Kesimpulandievaluasi. Dalam paper ini telah diperlihatkan dukungan Data tidak terstruktur yang dapat menjadi data TIK dalam membantu kegiatan pemantauan dandukung dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi evaluasi kebijakan Pemerintah yang esensial dalamberasal dari tiga sumber yang berbeda, yaitu: (1) pelaksanaan reformasi birokrasi di tanah air. UntukPemerintah (hasil Sidang Kabinet dan laporan hasil mewujudkannya, diperlukan suatu mekanismeanalisa kebijakan Pemerintah); (2) DPR-RI (hasil integrasi data, baik data terstruktur maupun tidakRapat DPR); dan (3) Publik (pengaduan masyarakat terstruktur. Integrasi data terstruktur dapat
  5. memanfaatkan teknologi ETL tools yangmembantuk melakukan data cleansing yangselanjutnya dapat dimuat ke dalam data warehouse.Sedangkan untuk data tidak terstruktur dapatmemanfaatkan komponen integrasi dari DMS.Kedua jenis data tersebut nantinya dapat diolahmenjadi informasi yang bermanfaat dalampengambilan keputusan strategis oleh Pimpinan.Informasi tersebut dimuat dalam suatu dashboardsystem yang mudah dibaca dan dipahami olehPimpinan. Namun, identifikasi kebutuhan databelum dilakukan secara mendalam. Kebutuhan datayang bersifat terstruktur hanya mencakup ranahperencanaan, penganggaran, dan hukum. Sedangkanuntuk data tidak terstruktur hanya melibatkanlaporan hasil analisis, media, hasil sidang/rapat.Untuk itu perlu kajian mendalam mengenai datayang dibutuhkan dalam kegiatan pemantauan sertaevaluasi kebijakan Pemerintah.Daftar Pustaka:[1] Brackett, Michael H., 1999, Business Intelligence Value Chain, DMReview.com, http://www.dmreview.com/issues/19990301/115 -1.html.[2] Inmon, W. H., 1996, Building the Data Warehouse, John Wiley & Sons, Inc.[3] Klawans, Barry, 2006, Saving Time and Money- Why Open Source BI Makes Sense, Business Intelligence Journal 4, no. 11.[4] Lever, Roger, Benefit of Electronic Document Management System, http://www.suite101.com/ content/benefit-of-electronic-document- management-system-a89811[5] Ponniah, Paulraj, 2001, Data Warehousing Fundamentals, John Wiley & Sons, Inc.[6] Power, Daniel, 2007, Decision Support Systems Glossary, http://www.dssresources.com/glossary/.[7] Wecel, Krzysztof, W. Abramowicz, and P. J. Kalczynski, 2008, Enhanced Knowledge Warehouse, Information Science Reference, Vol. II pp. 1029-1034.[8] Wood, Peter, Semi-Structured Data, http://www.dcs.bbk.ac.uk/~ptw/teaching/ssd/toc. html.

×