Panduan Penelitian Strategis Nasional 2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Panduan Penelitian Strategis Nasional 2011

on

  • 2,831 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,831
Views on SlideShare
2,831
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
176
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Panduan Penelitian Strategis Nasional 2011 Panduan Penelitian Strategis Nasional 2011 Document Transcript

  • PANDUANPENELITIAN STRATEGIS NASIONALDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011
  • KATA PENGANTARBuku Panduan Penelitian Strategis Nasional ini merupakan pengembangan dari panduanpenelitian hibah kompetitif penelitian sesuai prioritas nasional yang telah ada sejak tahun2009. Buku panduan ini sudah mengalami banyak perubahan, perbaikan, danpenyempurnaan yang bersumber dari evaluasi berkelanjutan pada kegiatanpenyelenggaraan penelitian hibah kompetitif penelitian sesuai dengan prioritas nasionalyang sudah terlaksana.Buku panduan ini berisi gambaran umum tentang penelitian strategis nasional, prosedurdan persyaratan pengajuan proposal penelitian, mekanisme seleksi dan evaluasi, sertamekanisme pemantauan dan pertanggungjawaban.Dengan panduan ini diharapkan mekanisme pengajuan proposal penelitian, mekanismeevaluasi, pelaksanaan penelitian, dan pemantauannya dapat dilaksanakan dengan efisiendan efektif. Selain itu diharapkan buku panduan ini juga dapat memperlancarpertanggungjawaban administrasi berbagai pihak terkait dan sama sekali tidakdimaksudkan untuk membatasi kreativitas para pengusul kegiatan.Atas terbitnya panduan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaansetinggi-tingginya kepada semua anggota tim penyusun yang telah berperan aktif sejakpenyusunan draf panduan sampai dengan terbitnya Panduan Penelitian Strategis Nasional. Jakarta, Maret 2011 Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ttd. Suryo Hapsoro Tri Utomo i
  • DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTAR ..................................................................................................... iDAFTAR ISI ................................................................................................................... ii1. UMUM........... ......................................................................................................... 1 TEMA ...................................................................................................................... 1 JANGKA WAKTU ................................................................................................. 2 LUARAN ................................................................................................................ 2 SELEKSI, PENGUMUMAN DAN PENDANAAN .............................................. 2 PEMANTAUAN DAN EVALUASI ...................................................................... 2 PERSYARATAN ADMINISTRASI ...................................................................... 32. TATA CARA USUL PENELITIAN ...................................................................... 4 A. Sampul Muka ..................................................................................................... 5 B. Halaman Pengesahan . ........................................................................................ 6 C. Sistematika Usul Penelitian . .............................................................................. 7 D. Penjelasan Tambahan ........................................................................................ 93. EVALUASI USUL PENELITIAN ......................................................................... 11 a. Instrumen Penilaian . ........................................................................................... 11 b. Evaluasi Hasil Penelitian dan Pembahasan Usul Penelitian Lanjutan..................124. LAMPIRAN 1: TEMA Tema 1 : Pengentasan kemiskinan (Poverty alleviation) Tema 2 : Perubahan Iklim dan keragaman hayati (Climate change & biodiversity) Tema 3 : Energi baru dan terbarukan (New and renewable energy) Tema 4 : Ketahanan dan keamanan pangan (Food safety & security) Tema 5 : Kesehatan, penyakit tropis, gizi & obat-obatan (Health, tropical diseases, nutrition & medicine) Tema 6 : Pengelolaan bencana (Disaster management) Tema 7 : Integrasi nasional dan harmoni sosial (Nation integration & social harmony) Tema 8 : Otonomi daerah dan desentralisasi (Regional autonomy & decentralization) Tema 9 : Seni dan budaya/industri kreatif (Arts & Culture /creative industry) Tema 10 : Infrastruktur, transportasi dan teknologi pertahanan (Infrastructure, transportation & defense technology) Tema 11: Teknologi informasi dan komunikasi (Information & communication technology) Tema 12: Pembangunan manusia dan daya saing bangsa (Human development & competitiveness)5. LAMPIRAN 2: FORMAT BIODATA PENGUSUL ii
  • PANDUAN PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL1. UMUM Kegiatan Penelitian Strategis Nasional merupakan tanggapan atas pencanangan 6 bidang strategis nasional oleh Presiden RI pada tahun 2008, yang memerlukan penelitian intensif untuk mengatasi berbagai masalah bangsa Indonesia. Keenam bidang strategis tersebut dikembangkan oleh Direktorat Litabmas menjadi 12 tema penelitian untuk mengakomodasi semua cabang keilmuan di perguruan tinggi Indonesia. TEMA Tema penelitian yang dinyatakan strategis adalah penelitian yang dapat menyelesaikan masalah masyarakat dan bangsa dalam segi 1 Pengentasan kemiskinan (Poverty alleviation)* 2 Perubahan Iklim dan keragaman hayati (Climate change & biodiversity)* 3 Energi baru dan terbarukan (New and renewable energy)* 4 Ketahanan dan keamanan pangan (Food safety & security)* 5 Kesehatan, penyakit tropis, gizi & obat-obatan (Health, tropical diseases, nutrition & medicine)* 6 Pengelolaan bencana (Disaster management)* 7 Integrasi nasional dan harmoni sosial (Nation integration & social harmony)* 8 Otonomi daerah dan desentralisasi (Regional autonomy & decentralization)* 9 Seni dan budaya/industri kreatif (Arts & culture/creative industry)* 10 Infrastruktur, transportasi dan teknologi pertahanan (Infrastructure, transportation & defense technology)* 11 Teknologi informasi dan komunikasi (Information & communication technology)* 12 Pembangunan manusia dan daya saing bangsa (Human development & competitiveness)* CATATAN: *) topik dari setiap tema dapat dilihat pada lampiran Program penelitian strategis nasional ini memiliki penekanan dalam lima hal, yaitu (1) program penelitian yang dapat diusulkan harus bersifat strategis dan berskala nasional, (2) tema sesuai dengan yang ditentukan, (3) penelitian lebih berorientasi pada penelitian terapan, (4) penelitian harus memiliki roadmap penelitian yang jelas serta, 1
  • dan (5) tim peneliti harus memiliki rekam jejak (track record) dalam topik penelitian yang diusulkan. Program ini dilaksanakan secara kompetitif dan dibuat usulan multitahun.JANGKA WAKTUPenelitian Strategis Nasional dapat dilakukan dengan lama penelitian 2-3 tahun perjudul dan dana maksimum setiap tahun sebesar Rp100.000.000. Hanya tim peneliti yangdapat memenuhi luaran yang ditargetkan yang dapat mengajukan usul penelitian tahunberikutnya.LUARANSesuai dengan ciri penelitian terapan, luaran yang harus dinyatakan sebagai targetpeneliti adalah (minimum 2 dari 5 luaran di bawah ini):(1) Proses dan produk ipteks berupa metode, blue print, prototipe, sistem, kebijakan atau model yang bersifat strategis dan berskala nasional;(2) HKI;(3) Teknologi tepat guna yang langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat;(4) Artikel di berkala ilmiah nasional atau yang bereputasi internasional, atau(5) Bahan ajar.SELEKSI, PENGUMUMAN DAN PENDANAANSeleksi dilakukan dalam 2 tahap: (1) seleksi proposal lengkap dan (2) presentasi bagiproposal yang lulus seleksi. Seleksi proposal dimaksudkan untuk menjaringdosen/peneliti yang memenuhi syarat sebagai dosen/peneliti kompeten dalam programini sekaligus mengevaluasi kelayakan substansi kegiatan yang diusulkan. SeleksiPenelitian Strategis Nasional dikoordinasikan oleh Dit. Litabmas. Hasil seleksi akandiumumkan melalui situs http://dikti.kemdiknas.go.id sedangkan mekanisme dan tatacara pendanaan diatur dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Penelitian.PEMANTAUAN DAN EVALUASIMekanisme pemantauan dan evaluasi:1 Perguruan tinggi wajib melakukan pemantauan dan evaluasi internal2 Dit. Litabmas mengkoordinasikan pemantauan dan evaluasi lapangan berdasarkan laporan hasil pemantauan dan evaluasi internal. Tim Pemantau ditunjuk oleh Dit. Litabmas. Tim Peneliti wajib menyampaikan laporan kemajuan hasil kegiatan setiap 2
  • menjelang akhir tahun anggaran. Kelanjutan pendanaan Penelitian Strategis Nasional berikutnya (tahun kedua/ketiga) ditentukan dari hasil pemantauan tahun berjalan.3 Pemantauan dan evaluasi ke lapangan dilaksanakan, bila diperlukan.4 Perguruan tinggi agar melaksanakan seminar hasil penelitian secara internal, sedangkan seminar hasil penelitian secara terpusat dikoordinasikan oleh Dit. Litabmas.PERSYARATAN ADMINISTRASIPersyaratan administrasi meliputi hal-hal sebagai berikut:(1) Tim peneliti terdiri atas peneliti utama dan anggota(2) Semua peneliti sekurang-kurangnya bergelar S-2(3) Ketua tim pengusul harus memiliki rekam jejak yang relevan dan pernah mendapat hibah program penelitian kompetitif multitahun berskala nasional.(4) Jumlah anggota maksimum 3 orang (diutamakan multidisiplin). Tugas dan peran setiap peneliti diuraikan dengan jelas dan disetujui oleh yang bersangkutan. Susunan anggota peneliti dari waktu ke waktu dapat berubah, sesuai dengan kebutuhan kegiatan penelitian(5) Hanya diperbolehkan maksimum 2 periode sebagai ketua dan/atau anggota, kecuali bagi peneliti yang berhasil mempublikasikan hasilnya pada jurnal internasional, memperoleh HKI, dan menciptakan teknologi tepat guna yang dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dapat mengajukan usulan untuk periode berikutnya(6) Tiap pengusul hanya boleh mengusulkan 1 usulan pada tahun yang sama, baik sebagai ketua maupun sebagai anggota(7) Seorang dosen pada tahun berjalan hanya boleh melaksanakan penelitian yang dibiayai Dikti maksimal 1 judul sebagai ketua dan 1 judul sebagai anggota(8) Pelaksanaan penelitian (termasuk penggunaan dana) harus terdokumentasi dalam bentuk logbook, meliputi tanggal, kegiatan, dan hasilnya(9) Peneliti utama yang mewakilkan kepada anggota pada saat pemaparan harus melimpahkan status peneliti utama kepada anggota yang mewakili dan penggantian itu diketahui oleh lembaga penelitian. Peneliti utama pengganti harus berasal dari perguruan tinggi yang sama(10) Penelitian yang dihentikan sebelum masanya akibat kelalaian, diberi sanksi tidak diperkenankan mengajukan usulan ke Dit. Litabmas dalam kurun waktu 2 tahun berturut-turut, atau bentuk sanksi lain sesuai dengan kelalaiannya 3
  • (11) Setelah penelitian selesai, para peneliti harus menyajikan hasil penelitiannya dalam forum nasional dan mempublikasikannya dalam jurnal internasional atau sekurang- kurangnya dalam jurnal nasional terakreditasi. Hasil penelitian harus dipublikasikan selambat-lambatnya pada tahun kedua sejak penelitian dimulai.2. TATA CARA USUL PENELITIAN Usulan penelitian dikirimkan sejumlah 3 eksemplar melalui lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi yang bersangkutan, dan harus sudah diterima selambat-lambatnya pada akhir bulan April. Usulan dialamatkan kepada: Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Dikti, Kemdiknas Gedung D (Dikti) Lantai IV Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta 10270 Usulan ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12. Usulan dijilid dengan sampul warna kuning dan diusulkan sebanyak 3 eksemplar dengan ketentuan sebagai berikut. 4
  • A. Sampul Muka Tema Penelitian (pilih 1 dari 12 tema) USULAN PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL TEMA: JUDUL PENELITIAN Nama Peneliti Utama Lengkap dengan Gelarnya Nama Semua Anggota Lengkap dengan Gelarnya Logo perguruan tinggi PERGURUAN TINGGI BULAN DAN TAHUNSampul muka warna kuning 5
  • B. Halaman Pengesahan1. Judul Penelitian : ....................................................................2. Tema : ....................................................................3. Ketua Peneliti a. Nama Lengkap : .................................................................... b. Jenis Kelamin :L/P c. NIP : ................................................................... d. Jabatan Struktural : .................................................................... e. Jabatan fungsional : .................................................................... f. Perguruan Tinggi ; .................................................................... g. Fakultas/Jurusan : .................................................................... h. Pusat Penelitian : .................................................................... i. Alamat : .................................................................... j. Telpon/Faks : .................................................................... k. Alamat Rumah : .................................................................... l. Telpon/Faks/E-mail : ....................................................................4. Jangka Waktu Penelitian : ..... tahun (keseluruhan) Usulan ini adalah usulan tahun ke-...5. Pembiayaan a. Jumlah yang diajukan ke Dikti tahun ke-1: Rp ............................. b. Jumlah yang diajukan ke Dikti tahun ke-2: Rp .............................. c. Jumlah yang diajukan ke Dikti tahun ke-3: Rp .............................. Kota, tanggal bulan tahunMengetahui,Dekan/Pusat ..... Ketua Peneliti,cap dan tanda tangan tanda tanganNama jelas dan NIP Nama jelas dan NIP Menyetujui, Ketua Lembaga Penelitian cap dan tanda tangan Nama jelas dan NIP *) pilih salah satu, sesuai tahapan tahun pelaksanaan penelitian 6
  • C. Sistematika Usul PenelitianI. Identitas Penelitian1. Judul Usulan : ………………………………………………….................................... (harus spesifik, tidak lebih dari 20 kata)2. Ketua Peneliti (a) Nama lengkap : ...................................................................................................... (b) Bidang keahlian : .....................................................................................................3. Anggota peneliti Curahan No. Nama dan Gelar Keahlian Institusi Waktu (jam/minggu)4. Isu Strategis:..................................................................................................................5. Topik Penelitian:...........................................................................................................6. Objek penelitian (jenis material yang akan diteliti dan segi penelitian) .................................…………………………………………………………………..7. Lokasi penelitian ...........................................................................................................8. Hasil yang ditargetkan (beri penjelasan) ......................................................................9. Institusi lain yang terlibat ..............................................................................................10. Sumber biaya selain Dikti: ..................................... sebesar Rp....................................11. Keterangan lain yang dianggap perlu: .........................................................................II. Substansi PenelitianABSTRAKKemukakan tujuan jangka panjang dan target khusus yang ingin dicapai serta metode yangakan dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut. Abstrak harus mampu menguraikan secaracermat dan singkat tentang rencana kegiatan yang diusulkan, tidak melebihi 200 kata,diketik dengan jarak baris 1 spasi.BAB I. PENDAHULUANLatar Belakang (tidak lebih dari 1 halaman), Tujuan Khusus (tidak lebih dari 1 halaman),dan Urgensi (Keutamaan) Penelitian (tidak lebih dari 3 halaman). 7
  • BAB II. STUDI PUSTAKAUlasan pustaka harus memuat state of the art dalam bidang yang diteliti. Kajian-kajian/penelusuran pustaka mengemukakan penelitian yang relevan dengan topik yangdiusulkan yang telah dilaksanakan peneliti-peneliti lain, maupun hasil-hasil penelitianpengusul yang telah dipublikasikan dalam bidang yang relevan dengan usulan (maksimum8 halaman).BAB III. PETA JALAN PENELITIANPeta jalan (roadmap) penelitian, mencakup kegiatan penelitian yang telah dilakukanpengusul beberapa tahun sebelumnya dalam topik ini, penelitian yang direncanakan dalamusulan ini, serta rencana arah penelitian setelah kegiatan yang diusulkan ini selesai.BAB IV. MANFAAT PENELITIANHasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah strategisberskala nasional.BAB V. METODE PENELITIANMetode penelitian diperinci dan diuraikan sesuai dengan keperluan. Metode penelitiandilengkapi dengan bagan penelitian yang dibuat secara utuh dengan penahapan yang jelas,teknik-teknik pengumpulan data yang tidak umum perlu dijelaskan, demikian pula analisisyang dilakukan, luaran per tahun, dan indikator capaian yang terukur.BAB V. PEMBIAYAANPembiayaan diperinci berdasarkan Tahun dan Jenis Pengeluaran, yaitu Gaji dan Upah,Peralatan, Bahan Habis Pakai (Material Penelitian), Perjalanan, dan Lain-lain(Pemeliharaan, Pertemuan/ Lokakarya/ Seminar, penggandaan, pelaporan, publikasi).DAFTAR PUSTAKAAcuan disusun berdasarkan sistem nama dan tahun, dengan urutan abjad nama pengarang,tahun, judul tulisan, dan sumber. Hanya pustaka yang dikutip dalam usul penelitian yangdicantumkan dalam Daftar Pustaka.LAMPIRAN 8
  • D. Penjelasan Tambahan I. Pertimbangan Alokasi Biaya Jelaskan secara singkat tujuan dan alasan diperlukannya anggaran penelitian yang diajukan. Buat tabel perincian butir anggaran lengkap dengan harga satuan. Perincian anggaran harus dipisahkan untuk setiap tahun, sesuai dengan metode dan kegiatan tahun yang bersangkutan. Anggaran total per tahun maksimum Rp100.000.000,diperinci dengan jelas untuk setiap komponen biaya: 1. Gaji/upah (Maksimum) 30% 2. Bahan/Perangkat Penunjang 35% 3. Perjalanan (Maksimum) 20% 4. Pengolahan data, Laporan, Publikasi dalam jurnal, Menghadiri Seminar , Pendaftaran HKI dan lain-lain (Maksimum) 15% Pendanaan penelitian dapat bersifat multisumber dengan kejelasan target penelitian bagi setiap sumber dana. Pengusul yang menunjukkan bahwa peta jalan penelitiannya telah mampu mendapatkan dana dari berbagai sumber, memiliki nilai (keunggulan kompetitif) yang lebih baik. Beri keterangan mengenai hal ini pada lembar Identitas Penelitian atau pada bagian lain dalam usulan. Standar pembiayaan harus sesuai Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran berjalan. II. Dukungan pada Pelaksanaan Penelitian Sebutkan dukungan dana penelitian bagi para peneliti utama, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk dana yang sedang berjalan, yang sedang dalam pertimbangan, dan yang baru diusulkan. Bila tidak ada, tuliskan dengan tegas „tidak ada‟. Bila ada dukungan dana, tuliskan nama lembaganya, nomor persetujuan, judul penelitian, jumlah dana (per tahun dan untuk keseluruhan proyek). Jelaskan isi dari penelitian pendukung. Bila ada publikasi, penggantian, atau tambahan penelitian yang diusulkan, berikan justifikasi hal tersebut, baik yang menyangkut masalah ilmiah atau anggaran. (1) Dukungan aktif yang sedang berjalan (2) Dukungan yang sedang dalam tahap pertimbangan (3) Usulan yang sedang direncanakan atau dalam taraf persiapan 9
  • III. Sarana Jelaskan sarana yang akan digunakan, termasuk kapasitas, daya dukung/kemampuan, dan berapa persen dapat menunjang kegiatan yang diusulkan. Jika diperlukan, jelaskan pula pengaturannya dengan institusi lain yang terkait. (1) Laboratorium (2) Peralatan utama: sertakan daftar peralatan utama yang penting yang sudah tersedia untuk menunjang kegiatan penelitian yang diusulkan, di mana lokasinya, apa kegunaan, dan bagaimana kemampuannya (3) Keterangan tambahan: Informasi tambahan tentang lingkungan tempat kegiatan akan dilakukan. Tuliskan sarana pendukung termasuk bengkel (workshop) dan lainnya yang dapat dimanfaatkan selama kegiatan penelitian berlangsung.IV. Biodata Peneliti Informasikan secara lengkap biodata semua peneliti yang erat kaitannya dengan penelitian yang diusulkan. Setiap biodata pada setiap eksemplar proposal harus ditandatangani dengan tinta biru dan diberi tanggal penandatanganan. Penulisan biodata peneliti menggunakan format terlampir. 10
  • 3. EVALUASI USUL PENELITIANa. Instrumen Penilaian FORMULIR PENILAIAN USUL PENELITIAN STRATEGIS NASIONALI. Identitas Penelitian1. Perguruan Tinggi : .........................................................…................................2. Judul Penelitian : .............................................................................................3. Ketua Peneliti : .............................................................................................4. Anggota Tim Peneliti : ...... orang5. Waktu Penelitian : ...... tahun6. Biaya Tahun Usul (Rp) Rekomendasi (Rp) I II IIIII. Kriteria Penilaian Bobot Nilai No (%) Skor (BS) Kriteria Penilaian Tingkat kestrategisan dan skala permasalahan yang 1. 30 ingin diatasi program penelitian yang diusulkan Manfaat penelitian yang dapat diterapkan untuk 2. 25 memecahkan isu strategis 3. Keutuhan peta jalan (road map) penelitian 20 Rekam jejak (track record) tim peneliti dan 4. 25 kelayakan sumber daya lain Jumlah 100Keterangan:- Setiap kriteria diberi Skor : 1, 2, 3, 5, 6, 7 (1 = Buruk; 2 = Sangat kurang; 3 = Kurang; 5 = Cukup; 6 = Baik; 7 = Sangat baik); Passing grade = 500 tanpa skor 1. Komentar Penilai ............................................................................................................................................ ............................................................................................................................................ Kota, tanggal bulan tahun Penilai, Nama jelas 11
  • b. Evaluasi Hasil Penelitian dan Pembahasan Usul Penelitian Lanjutan BORANG PENILAIAN MONEV TERPUSAT PENELITIAN STRATEGIS NASIONALJudul Penelitian : ...............................................................................................Tema : .........................................................................................................Peneliti Utama : .........................................................................................................NIP/NIK/ID lainnya : ……………………….....................................................................Perguruan Tinggi : .........................................................................................................Fakultas/Jurusan/Program Studi : ……………………………………………….........Tahun Pelaksanaan Penelitian : tahun ke-....... dari ..... tahun yang diusulkanBiaya yang disetujui tahun berjalan : Rp .......................................Biaya yang diusulkan tahun berikutnya : Rp........................................Biaya yang diusulkan pembahas untuk tahun berikutnya : Rp........................................ Bobot NilaiNo (%) Skor (BS) Kriteria Penilaian 1. Kesesuaian hasil dengan isu strategis nasional 30 Tingkat realisasi kegiatan dibandingkan dengan 2. 25 target yang direncanakan Luaran yang telah dicapai: a. Teknologi (proses/produk) 3. b. Model/kebijakan 20 c. Karya kreatif d. Publikasi ilmiah Usulan kegiatan tahun berikutnya: 4. a. Relevansi dan kesinambungan sasaran 25 b. Kelayakan keberlanjutan Jumlah 100Setiap kriteria dinilai 1, 2, 3, 5, 6, atau 7 (1 = Buruk; 2 = Sangat kurang; 3 = Kurang; 5 = Cukup; 6 = Baik; 7= Sangat baik)Catatan Pembahas ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ........................................................................................................................ ................., ................................. Pembahas, ( ……………………................ ) 12
  • Direktur Penelitian dan Pengabdiankepada Masyarakat TTD.Suryo Hapsoro Tri UtomoNIP.195609011985031003 13
  • LAMPIRAN 1: TEMA TEMA 1 PENGENTASAN KEMISKINAN (POVERTY ALLEVIATION) KOMPETENSI/ KONSEP/PEMIKIRAN/ TOPIK PENELITIAN YANG KEAHLIAN/ISU STRATEGIS SOLUSI/PEMECAHAN DIPERLUKAN KEILMUAN YANG DIBUTUHKAN I. Masalah kemiskinan 1. Kebijakan makro yang a. Kajian aspek: ekonomi, pendidikan, Ilmu sosial, ekonomi, yang bersifat kondusif untuk mengurangi kelembagaan, peraturan perundangan pemerintahan dan struktural antara lain kemiskinan untuk mendukung kebijakan makro hukum 2. Mengidentifikasi akar pemerintah dalam pengentasan akibat kebijakan masalah kemiskinan dari kemiskinan pemerintah, perspektif kebijakan b. Perilaku birokrat dalam menumbuhkan perundang- 3. Meminimalkan kesenjangan dan menghambat kemajuan ekonomi undangan, perilaku antara kebijakan strategis kelompok miskin birokrasi, dll dengan implementasinyaII. Masalah kemiskinan 1. Pemahaman sosio kultural a. Kajian sosio kultural kemiskinan yang Ilmu sosial, ekonomi, yang bersifat sosio kemiskinan dan terobosan kontekstual dengan lokalitas, cultural studi agama/studi kultural (pemahaman yang tepat pengentasan setting pengembangan model program keislaman kemiskinan berbasis konteks yang tepat (pendekatan, cara, media, umat beragama sosio kultural lokal dsb) tentang: ajaran 2. Keterkaitan antara b. Perilaku keberagamaan dan konflik agamanya, kemiskinan dan kesenjangan keagamaan lingkungan ekologis, c. Kajian tentang eksklusifisme nilai-nilai budaya, d. Kajian kesenjangan dari perspektif dan nilai-nilai sosial) agama, birokrasi, dan ekonomi 14
  • III. Masalah kemiskinan Alternatif solusi bagi a. Pemetaan komunitas dan kondisi Ilmu sosial, yang bersifat pengentasan kemiskinan ekonominya ekonomi, pengaruh bencana akibat bencana alam (tsunami, b. Pemetaan kantong kemiskinan geografi gempa, banjir, longsor, angin alam puting beliung, gunung dan pantai)IV. Efektivitas program- Menemukan kunci keberhasilan a. Pola perilaku masyarakat miskin dan Multidisiplin, program pengentasan dan kegagalan program semua pihak yang terkait dengan Ilmu budaya dan kemiskinan ditinjau pengentasan kemiskinan proses kemiskinan itu (pegawai agama, pemerintah, relawan, petugas lapangan Ilmu sosial (sosiologi, dari berbagai dll) sosiatri, antropologi, perspektif ilmu b. Mengidentifikasi faktor-faktor inti dari psikologi, ekonomi) penyebab kemiskinan, termasuk dll. psikologi ulayat, psikologi lintas budaya, sistem kepercayaan (adat, budaya, dan agama), pranata sosial, politik, dan ekonomi c. Mempelajari bagaimana pengaruh program-program pemerintah dan intervensi sosial d. Pola subsidi yang efektif untuk kesejahteraan masyarakat miskinV. Pendampingan Pendampingan program a. Kajian sistem pendampingan program Ilmu sosial, psikologi, program penanggulangan kemiskinan penanggulangan kemiskinan yang manajemen, ekonomi penanggulangan yang sesuai dengan aspek sesuai dengan aspek lokalitas lokalitas masyarakat masyarakat kemiskinan dalam jangka panjangVI. Akses modal bagi 1. Skema permodalan yang a. Kajian skema permodalan yang tepat Multidisiplin masyarakat marginal tepat dan gagal b. Dampak program pemberdayaan yang (kemiskinan kota, 2. Peningkatan akses modal ada selama ini pada kesejahteraan bagi keluarga miskin c. Model lembaga keuangan mikro yang 15
  • desa, nelayan) tepat untuk kelompok sosial tertentu (miskin kota, buruh tani, nelayan, dsb) d. Kemitraan usaha yang adil (tani, nelayan, pedagang kaki lima) e. Pola kemitraan antar usaha kecil dan antara usaha besar 16
  • VII. Akses teknologi, 1. Strategi yang tepat untuk a. Kajian strategi diseminasi IPTEKS Multidisiplin pengelolaan dan diseminasi dan pemanfaatan untuk peningkatan produktivitas pemanfaatan sumber teknologi tepat guna b. Inovasi teknologi tepat guna untuk 2. Pengelolaan, pemanfaatan meningkatkan produktivitas dan nilai daya serta akses sumberdaya yang tambah usaha mikro, menunjang pasar untuk berkeadilan dan nafkah ganda, dan diversifikasi usaha meningkatkan berkelanjutan (nelayan, c. Kolaborasi pengelolaan sumberdaya produktivitas dan petani, pekebun) d. Pengelolaan sumberdaya berbasis nilai tambah 3. Akses pasar yang adil, masyarakat revitalisasi pasar tradisional e. Kolaborasi sains dan pengetahuan dan zoning pasar moderen lokal dalam pengelolaan sumberdaya f. Konflik petani/nelayan/pekebun/hutan/pertamb angan dengan pengelola kawasan konservasi g. Konflik masyarakat/ petani/nelayan/pekebun/hutan/pertamb angan dengan sektor lain (pariwisata, tambang, industri, dsb) h. Penjaminan akses pemanfaatan sumberdaya berbasis keberlanjutan i. Model perekonomian mikro/koperasi yang tepat j. Kajian pola persaingan dan kemitraan antara pasar/toko moderen dan tradisional k. Kajian revitalisasi pusat-pusat kegiatan ekonomi tradisional l. Kajian jalur distribusi yang berkeadilan m. Kelembagaan pemasaran yang adil n. Sistem proteksi dari produk impor 17
  • VIII. Model Womenimica Sistem penyesuaian waktu dan a. Off-fishing, off-farm employment Multidisiplin pemberdayaan b. Penguatan kelembagaan pemberdayaan wanita IX. Sistem adjustment Positif Devian (PD) menemukan a. Best practies : keluar kemiskinan, Multidisiplin keluar dari jalan keluar kemiskinan dan kasus-kasus nelayan, petani, pekerja kemiskinan kemandirian kota, perkebunan, dll. b. Model pelatihan dan Open space technology ( OST) a. Model efektif kelompok dan Multidisiplin pemagangan untuk dalam pemberdayaan identifikasi model penyadaran kemiskinan kemiskinan masyarakat miskin melalui OST b. Model dan Sistem 1. Model intervensi kemiskinan a. Peta dan identifikasi bentuk Multidisiplin pemberdayaan melalui pengembangan kewirausahaan sosial anti kemiskinan (Antropologi, masyarakat miskin kelembagaan, produk, b. Systematic review terhadap reforma Sosiologi, Ekonomi, pendampingan pendidikan, agraria Agama) inclusive education, dll. c. Pemanfaatan dan penguasaan sumber 2. Riset-riset aksi sesuai usulan daya alam dan kebutuhan nasional d. Peta sistem pewarisan dan kemiskinan skala nasional dan komparasi 3. Kewirausahaan sosial untuk internasional mengatasi kemiskinan e. Kajian-kajian nilai, kultural, pemahaman dan praktik agama 4. Ketimpangan struktur agrarian penyebab kemiskinan 5. Kemiskinan masyarakat pesisir 6. Model bisnis wirausaha sosial anti kemiskinan 7. Perluasan Undang-undang pokok agraria 8. Land use mapping 18
  • 9. Pengelolaan lahan tidur 10. Sistem pewarisan 11. Pencarian akar masalah dan solusic. Keluarga berencana Pengendalian masalah a. Kajian-kajian nilai, kultural, Multidisiplin demografis kelompok pemahaman dan praktik agama masyarakat miskind. Penuntasan wajib Akes pendidikan untuk a. Model akselerasi penuntasan wajib Multidisiplin belajar pendidikan kelompok miskin belajar pendidikan dasar dasar 19
  • TEMA 2 PERUBAHAN IKLIM DAN KERAGAMAN HAYATI (CLIMATE CHANGE & BIODIVERSITY) KOMPETENSI/ KONSEP/PEMIKIRAN/ TOPIK PENELITIAN YANG KEAHLIAN/ ISU STRATEGIS SOLUSI/ PEMECAHAN DIPERLUKAN KEILMUAN YANG DIBUTUHKANI. ATMOSFER 1. Strategi penurunan a. Penyiapan lahan tanpa bakar. Kehutanan, pertanian,  PENINGKATAN emisi yang berasal b. Pemodelan Mitigasi Asap hasil teknik sipil, hidrologi, EMISI GAS dari kebakaran hutan kebakaran hutan dan atau lahan Biologi, bioteknologi, RUMAH KACA dan lahan c. Penanggulangan kebakaran hutan kimia, multidisiplin 2. Strategi penurunan berbasis komunitas emisi yang berasal d. Pengembangan teknik perhitungan dan dari pemanfaatan pengukuran emisi GRK dari lahan lahan gambut gambut pada berbagai tipe penggunaan lahan e. Pengembangan Teknik irigasi dan pengendalian tinggi muka air tanah pada lahan gambut.II. B. AIR TANAH, 1. Pengembangan a. Pengembangan Teknik Restorasi Pertanian, Teknik DANAU DAN Restorasi Kawasan kawasan DAS Lingkungan, SUNGAI DAS b. Kajian sosial ekonomi DAS Kehutanan,  KERUSAKAN 2. Pengembangan c. Pengelolaan erosi, banjir, dan longsor Agrometerologi, DAERAH Teknologi d. Pengembangan Teknologi pemanfaatan Biologi, perikanan, ALIRAN SUNGAI pemanfaatan air yang (pengolahan dan pengelolaan) air yang Kimia, Teknik Kimia,  PENINGKATAN lebih efisien lebih efisien Fisika, Sosial FREKWENSI 3. Pengembangan e. Manajemen pemanfaatan air Ekonomi, DAN teknologi untuk f. Pengembangan Teknik Pertanian hemat perminyakan, geologi, INTENSITAS mengatasi intrusi air air multidisiplin KEKERINGAN laut g. Konservasi wilayah pesisir untuk  PENURUNAN 4. Pengembangan mengatasi intrusi air laut KUALITAS AIR teknologi pengolah air h. Pemanfaatan potensi/bahan lokal untuk TANAH DAN bersih pengolahan air bersih 20
  • INTRUSI AIR 5. Pemanfaatan vegetasi i. Kajian vegetasi dalam mengatasi intrusi LAUT untuk mengatasi air laut dan konservasi keragaman intrusi air laut dan hayati konservasi keragaman j. Pengembangan berbagai teknologi hayati dalam rangka mengatasi pencemaran air 6. Pengembangan teknologi akibat eksplorasi minyakIII. LAUT 1. Teknik pengelolaan a. Kajian Teknologi Sabuk Pengaman Pertanian, biologi,  PENINGKATAN kawasan pesisir dan dengan tanaman pesisir perikanan, kelautan, PERMUKAAN pulau-pulau kecil b. Pemodelan Genangan dan Intrusi Air Penginderaan Jauh, AIR LAUT 2. Assessments terhadap (Sungai dan Laut). Teknik Mesin,  PENINGKATAN fungsi ekosistem c. Pengendalian micro-climate geografi, Kimia, SUHU karang, sea grass, d. Assessments terhadap fungsi ekosistem Teknik Kimia, Fisika,  DEGRADASI mangrove, ikan karang, sea grass, mangrove, ikan Oceanografi, BIOTA LAUT 3. Inventarisasi Status, e. Kajian dampak kenaikan suhu pada kehutanan,  KEMAMPUAN konservasi dan pantai, rawa dan pulau-pulau kecil bioteknologi, SERAPAN CO2 restorasi potensi biota f. Penyebaran biota laut tertentu di lingkungan, DI LAUT laut perairan Indonesia multidisiplin 4. Kajian tentang g. Konservasi in situ dan ex situ biota laut kemampuan laut h. Kajian teknologi pengelolaan tumpahan dalam menyerap CO2 minyak dan buangan industri i. Maping kemampuan serapan laut-laut Indonesia j. Pengaruh keasaman air laut terhadap kehidupan biotaIV. HUTAN 1. Peningkatan a. Pengukuran kapasitas penyerapan CO2 Kehutanan, biologi,  PENURUNAN Kapasitas penyerapan pada berbagai tipe hutan dan pertanian, KAPASITAS CO2 penggunaan lahan agrometeorologi,  PENYERAPAN 2. Peningkatan Fungsi b. Pengembangan Teknik Peningkatan statistic, ekonomi CO2 Ekologi dan Ekonomi Serapan CO2(Teknik lingkungan,  KONVERSI 3. Peningkatan stabilitas silvikultur,pemuliaan) multidisiplin HUTAN dan produktivitas c. Carbon accounting pada ekosisistem MENJADI NON ekosistem hutan hutan dan berbagai tipe penggunaan 21
  • HUTAN lahan.  PERUBAHAN d. Monitoring fragmentasi dan restorasi STRUKTUR, pada hutan alam KOMPOSISI e. Kajian mengenai tegakan campuran dan DAN pengembangan teknik silvikulture hutan DOMINASI campuran VEGETASI f. Kajian tentang vegetasi yang hidup di HUTAN lahan bekas terbakar berulang kali untuk mengurangi emisi GRKV. KELANGKAAN 1. Domestikasi spesies a. Usaha-usaha domestikasi spesies liar Perikanan, pertanian, BIODIVERSITAS liar (flora dan fauna) yang kurang terlindungi biologi, Kimia, DAN 2. Pengembangan b. Pengembangan metode penangkapan kehutanan, ekologi, DIVERSIFIKASI Teknik Penangkapan ramah lingkungan terhadap pola hukum, farmasi, FUNGSI ramah lingkungan migrasi ikan. teknik kimia,  KELANGKAAN 3. Pelestarian keragaman c. Pengembangan berbagai teknologi bioteknologi, BIODIVERSITA hayati dalam rangka pelestarian keragaman material science, S 4. Pelestarian hayati teknik mesin,  DIVERSIFIKASI pemanfaatan dari d. Konservasi genetika in situ dan ex situ multidisiplin FUNGSI fungsi tanaman dan e. Kajian komunitas khusus: manusia, BIODIVERSITA hewan yang telah hewan, dan tumbuhan. S dikenal secara f. Optimalisasi pemanfaatan fungsi tradisional (Obat dan, tanaman dan hewan yang sudah dikenal material baru dalam secara tradisional industri) g. Peningkatan HAKI atas biodiversitas 5. Pengembangan langka bahan/material untuk h. Berbagai macam Pemanfaatan optimalisasi fungsi alternative dari fungsi tanaman dan biodiversitas hewan (pengembangan bidang farmasi, 6. Pengembangan bio- kimia material, indikator (terhadap bahan/medium/pendukung dampak perubahan nanoteknologi iklim) i. Pemanfaatan bahan (kayu, non kayu, limbah pertanian hayati, non hayati) 22
  • menjadi material komposit dan nanokomposit j. Kajian tentang flora maupun fauna sebagai indikator terjadinya perubahan iklim k. Konservasi terhadap bio-indikator (flora dan fauna)VI. PERTANIAN 1. Strategi mengatasi a. Pengembangan teknologi akibat Kehutanan, pertanian,  PENURUNAN penurunan produksi perubahan iklim terhadap produksi biologi, perikanan, PRODUKSI pertanian (arti luas) pertanian multidisiplin PERTANIAN akibat perubahan b. Pengembangan model adaptasi iklim komoditas pertanian terhadap perubahan iklim 23
  • TEMA 3 ENERGI BARU DAN TERBARUKAN (NEW AND RENEWABLE ENERGY) ISU STRATEGIS KONSEP/PEMIKIRAN/ TOPIK PENELITIAN YANG KOMPETENSI/ SOLUSI/PEMECAHAN DIPERLUKAN KEAHLIAN/ KEILMUAN YANG DIBUTUHKANI. Keterjaminan keberlanjutan Diversifikasi energi: 1. Energi Panas Bumi Multidisiplin penyediaan energi nasional: 1. Panas Bumi a. Pengembangan potensi panas bumi dalam1. Bauran energi yang tidak optimal 2. Bioenergi negeri  Menurunnya tingkat produksi 3. Sinar Matahari b. Pemanfaatan Langsung panas bumi untuk minyak bumi 4. Aliran dan Terjunan Menunjang Ekonomi Masyarakat  Kelangkaan Energi (gas dan Air (Hidro) c. Pengembangan PLTP skala kecil listrik) di beberapa daerah 5. Angin d. Monitoring perubahan konfigurasi dan  Harga energi belum 6. Gerakan dan potensi reservoar berdasarkan nilai Perbedaan Suhu e. Monitoring lingkungan keekonomiannya dan subsidi Lapisan Laut f. Pemanfaatan bahan ikutan/produk energi semakin meningkat samping panas bumi  Penggunaan energi masih boros 2. Bahan Bakar Nabati (BBN, Biofuel)  Energi primer lebih banyak a. Intensifikasi Pencarian Sumber Bahan diekspor dibandingkan untuk Baku Bahan Bakar Nabati (BBN, Biofuel) memenuhi kebutuhan energi termasuk algae dalam negeri b. Pengembangan Iptek Produksi Bahan  Penerimaan devisa dari sektor Bakar Nabati (BBN, Biofuel) energi primer untuk pengembangan sektor energi 3. Biomassa dan Biogas masih rendah a. Pengembangan teknologi pembangkitan  Perlindungan dan Pelestarian biogas dari bahan tumbuhan (bukan fungsi Lingkungan hidup kotoran hewan) belum menjadi prioritas b. Pengembangan teknologi dan bahan aktif pembersihan biogas untuk bahan bakar generator listrik 24
  • c. Pengembangan teknologi siklus Rankine organik untuk pembangkitan listrik dari biomasa d. Pengembangan teknologi energi pedesaan e. Pengembangan teknologi gasifikasi biomasa untuk pembuatan gas sintesis f. Pengembangan teknologi reduksi elektrokimia karbon dioksida (CO2) menjadi metana (CH4) atau metanol (CH3OH) atau etilen (C2H4) g. Pengembangan efisiensi enzimatis untuk pengolahan biodegradasi anaerobik4. Pengembangan Teknologi Sel Surya Lapisan Tipis (Thin Film) dan Komponennya a. Pengembangan Teknologi Sel Surya Berbasis Dye dan Organik b. Energi Fuel Cell c. Pengembangan Teknologi Fuel Cell PEMFC5. Energi Angin a. Pengembangan Teknologi Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) b. Pemanfaatan Teknologi SKEA, mis.: sistem hibrid angin-PV-diesel c. Pengembangan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya6. Energi Laut a. Pengembangan Teknologi Konversi Energi Arus Laut b. Pengembangan Teknologi Ocean Thermal Energy Conversion 25
  • c. Pengembangan Teknologi Energi Gelombang d. Pengembangan teknologi energi pasang surut7. Batubara Peringkat Rendah a. Teknologi Blending dan Up Grading Batubara b. Teknologi Pembakaran dan Gasifikasi Batubara Kualitas Rendah c. Teknologi Hidrogenasi dan Karbonisasi Untuk Penyediaan Batubara Sebagai Bahan Bakar Alternatif d. Teknologi Pencairan Batubara e. Pemanfaatan untuk rumah tangga dan industri kecil8. Hidrogen a. Pengembangan Teknologi Produksi, Penyimpanan, Distribusi, dan Keamanan Energi Hidrogen9. Surya Thermal a. Pengembangan teknologi pengering surya dengan beragam jenis dan kapasitas b. Pengembangan teknologi pembuatan air bersih dengan tenaga surya10. Energi Nuklir a. Daur Ulang Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif b. Teknologi Reaktor Nuklir 26
  • 1. Konservasi energi 1. Pengembangan teknologi hemat energi Multidisiplin 2. Manajemen energi 3. Pengembangan teknologi dan manajemen distribusi listrik 4. Pengembangan teknologi power quality 5. Peningkatan efisiensi/tendemen transmisi dan distribusi energiII. Komponen-komponen Riset pengembangan 1. Pengembangan teknologi pembuatan pendukung infrastruktur material yang bersifat komponen dan perakitan generator listrik energy masih sangat aplikatif untuk 2. Pengembangan teknologi pembuatan turbin tergantung pada luar negeri dimanfaatkan dalam angin, turbin air dan turbin uap pengembangan EBT 3. Pengembangan inverter converter energi 27
  • TEMA 4 KETAHANAN DAN KEAMANAN PANGAN (FOOD SAFETY & SECURITY)No ISU KONSEP/PEMIKIRAN/ SOLUSI/ TOPIK PENELITIAN YANG DIPERLUKAN KOMPETENSI/ STRATEGIS PEMECAHAN KEAHLIAN/ KEILMUAN YANG DIBUTUHKANI. 1 Produksi 1. Pemenuhan kebutuhan pangan a. Pemetaan kemampuan wilayah dalam Ilmu Tanah, asal tanaman (padi, jagung, memproduksi bahan pangan berkelanjutan Agronomi, kedelai, dan hortikultura) dan b. Pemuliaan tanaman toleran terhadap kondisi Proteksi Tanaman, hewan (ternak dan ikan) abiotik dan biotik Teknologi Pertanian, c. Teknologi untuk peningkatan mutu genetik Kedokteran Hewan, ternak dan ikan Peternakan, d. Teknologi untuk peningkatan kesehatan Perikanan, hewan dan produk hewani untuk mendukung MIPA, ketahanan dan keamanan pangan Klimatologi, e. Teknologi untuk penyediaan bahan pakan Hidrologi lokal untuk ternak dan ikan Kehutanan, f. Penerapan teknologi untuk pengelolaan, Statistik, pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah Gizi Masyarakat, asli Indonesia Sosial Ekonomi 2. Peningkatan kualitas produksi, a. Pengembangan metode deteksi, pengawasan Pertanian, keamanan dan kehalalan pangan dan pengendalian yang akurat terhadap bahan- Pemuliaan, asal tanaman dan hewan bahan berbahaya (kimia, biologi dan fisik) Sosiologi, dalam produk asal tanaman dan hewan/ikan Antropologi. b. Pengembangan teknologi produksi pangan ramah lingkungan (biodiversity-friendly, organic farming) c. Pengembangan metoda autentikasi cemaran bahan haram pada produk pangan d. Pengembangan bahan pangan (ingredients) dan bahan tambahan (food additives) yang aman dan halal. 28
  • 3 1. Penyusutan dan keterbatasan a. Pemetaan kesesuaian komoditas tanaman lahan dan air untuk pangan pangan, ternak, dan ikan pada lahan-lahan marjinal b. Karakterisasi identifikasi dan inventarisasi 2. Pengembangan teknologi lahan potensial untuk perluasan tanaman pemanfaatan lahan marginal pangan c. Teknologi pemanfaatan lahan marjinal untuk pertanian pangan berkelanjutan d. Integrasi faktor agroekologi dan sosial ekonomi lahan pertanian pangan e. Penerapan teknologi produksi padi dan palawija hemat air 3. Pencegahan penularan penyakit a. Pengembangan metode pengawasan hewan ternak dan ikan terhadap pengendalian dan pencegahan penyakit kesehatan manusia menular asal hewan/ikan 4. Adaptabilitas tanaman budidaya a. Pengembangan kalender tanam berbasis yang rendah terhadap pada perubahan iklim perubahan iklim b. Pengembangan varietas unggul (padi, jagung, kedelai, sawit) yang toleran terhadap cekaman biotik dan abiotic 5. Kualitas genetik tanaman tropis a. Peningkatan mutu genetik tanaman pangan, banyak yang masih rendah hortikultura, perkebunan melalui conventional breeding atau melalui teknologi DNA 6. Keterlibatan budaya lokal dalam a. Penelitian tentang kearifan lokal dalam transfer teknologi kaitannya dengan budidaya tanaman pangan 7. Produktivitas air tanaman a. Efesiensi pemanfaatan air tanaman pada berbagai jenis tanah b. Water food print untuk berbagai komuditi tanaman c. Manajemen adaptif dalam produksi panganII. 2 Distribusi 1. Menjaga stabilitas pasokan a. Sistem informasi ketersediaan pangan Gizi Masyarakat, pangan dan harga, serta b. Kajian penguatan kelembagaan dibidang Teknologi Pertanian, 29
  • . peningkatan akses rumah tangga produksi dan pemasaran pangan Teknologi Industri terhadap pangan c. Kajian pengembangan kebijakan dan Pertanian informasi sistim agribisnis pangan secara Keteknikan Pertanian vertikal (pusat-daerah) dan horizontal Teknologi Pangan, (lintas pelaku di daerah, antar daerah dan Sosial Ekonomi, global Pertanian d. Pengembangan teknologi skala kecil untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian sebagai produk antara atau produk akhir e. Sistem cadangan pangan wilayah berbasis rumah tangga f. Kajian model pemberdayaan masyarakat untuk keberlanjutan matapencaharian dan peningkatan daya beli terhadap pangan g. Praktek-praktek yang baik dalam distribusi dan ritel panganIII. 3 Diversifik 1. Diversifikasi konsumsi pangan a. Peningkatan eksplorasi, pembudidayaan dan Ilmu Tanah, asi berbasis sumber daya lokal pemanfaatan bahan pangan non konvensional Agronomi, pangan Proteksi Tanaman, Teknologi Pertanian, Kedokteran Hewan, Peternakan, Perikanan, MIPA, Klimatologi, Hidrologi Kehutanan, Statistik, Gizi Masyarakat, Sosial Ekonomi Pertanian, Pemuliaan, Sosiologi, Antropologi. 30
  • b. Pasca 4 1. Penurunan ketergantungan a. Eksplorasi umbi-umbian, kacang-kacangan, Teknologi Pertanian, Panen dan terhadap gandum yang dan serealia inferior sebagai pengganti Teknologi Hasil Konsumsi berlebihan dan ketergantungan gandum Pertanian, Teknologi terhadap bahan baku impor b. Pengembangan teknologi pengolahan bahan Pangan, Teknologi untuk industri pangan berbahan baku lokal Industri Pertanian, c. Rancang bangun pengolahan bahan baku Keteknikan Pertanian, industri pangan yang sederhana dan aplikatif Teknik Kimia, Teknik bagi petani dan perajin untuk menghasilkan Industri, Teknolohgi Hasil produk sesuai spesifikasi industri Ternak, Teknologi Hasil d. Pengembangan produk pangan non terigu Perikanan, Gizi, Gizi yang sesuai dengan preferensi konsumen Masyarakat, Teknologi domestik Hasil Perkebunan, MIPA e. Peningkatan citra pangan tradisional non terigu 2. Peningkatan keamanan pangan a. Eksplorasi bahan lokal sebagai alternatif produk impor, ekspor, dan bahan kimia berbahaya produk IRTP (Industri Rumah b. Eksplorasi bahan tambahan makanan yang Tangga Pangan) aman bagi kesehatan dan sesuai spesifikasi industri c. Pengembangan indikator kerusakan makanan/bahan pangan yang sederhana d. Pengembangan deteksi cepat cemaran mikrobia e. Pengembangan deteksi cepat bahan kimia berbahaya dan mikroba pathogen dalam produk pangan f. Peningkatan kesadaran mutu dan keamanan pangan pada konsumen g. Pencegahan dini dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan mutu dan keamanan pangan 31
  • 3. Pengurangan susut pasca panen a. Peningkatan efisiensi teknologi penanganan dan peningkatan mutu produk pasca panen pertanian segar dan pangan b. Pengembangan alsintan pasca panen olahan c. Teknologi penanganan pasca panen produk segar hasil pertanian sehingga mampu bersaing dengan produk impor d. Teknologi untuk meningkatkan mutu produk pangan olahan sehingga mampu bersaing dengan produk impor4. Kebutuhan konsumen akan a. Penentuan korelasi antara genetika manusia pangan fungsional dan pangan dan makanan yang dikonsumsi baru b. Pengembangan pangan fungsional berbasis bahan baku lokal c. Pengembangan pangan untuk kebutuhan khusus (misal: sport nutrition, life style foods, medicinal foods, dll)5. Peningkatan nilai tambah hasil a. Rancang bangun dan teknologi produksi pertanian dengan mengolah sector hilir pangan hasil perkebunan (seperti menjadi produk lanjutan kopra, kakao, kopi, sawit, dll) b. Pengembangan agroindustri pedesaan berbasis komoditas local untuk peningkatan daya beli masyarakat. 32
  • 6. Peningkatan kuantitas dan a. Kajian ”rekayasa sosial” (pengembangan - kualitas konsumsi pangan untuk sistem perubahan perilaku dan mengatasi rumah tangga rawan kelembagaan) dalam pembangunan pangan ketahanan pangan dan keamanan pangan b. Kajian rekayasa sosial dan kebijakan untuk percepatan implementasi program diversifikasi pangan c. Kajian faktor determinan kerawanan pangan rumah tangga dan kurang gizi serta implikasi kebijakan dan program d. Kajian pengembangan model sistem kewaspadaan ketahanan pangan dan deteksi keamanan (dan kehalalan) pangan e. Diversifikasi produk olahan berbasis bahan baku di sekitar rumah dan pekarangan yang berdaya awet tinggi f. Pengembangan teknologi sederhana dan aplikatif berbasis bahan baku sekitar rumah dan pekarangan yang berdaya awet tinggi 33
  • c. Kelemba 5 Pengaruh kebijakan makro a. Kajian pengaruh kebijakan fiskal, moneter Pertanian, gaan terhadap kinerja ketahan pangan dan perdagangan terhadap kinerja Peternakan, (kebijakan fiskal, moneter, tata ketahanan pangan Perikanan, niaga, peraturan perundang- b. Kajian peraturan-perundangan untuk Kehutanan, undangan, food estate, dll) peningkatan kinerja ketahanan pangan Sosial ekonomi, Statistik, Matematika/Komputer/ Pemodelan, Tanah/Inderaja, Teknologi Pertanian, Ekonomi (Perdagangan internasional) Hukum (tatanegara, perdagangan) Budaya. 34
  • TEMA 5 KESEHATAN, PENYAKIT TROPIS, GIZI & OBAT-OBATAN (HEALTH, TROPICAL DISEASES, NUTRITION & MEDICINE) KOMPETENSI/ KONSEP/PEMIKIRAN/SOLUSI/ TOPIK PENELITIAN YANG KEAHLIAN/ ISU STRATEGIS PEMECAHAN DIPERLUKAN KEILMUAN YANG DIBUTUHKAN I. Kesehatan ibu dan anak : 1. Peningkatan status gizi dan a. Kesehatan ibu hamil, ibu menyusui Gizi masyarakat, masih tingginya kematian kesehatan ibu dan anak b. Kesehatan bayi dan balita Kedokteran, ibu dan anak 2. Optimalisasi fungsi pos c. Pengembangan model pelayanan Teknologi Pangan, pelayanan kesehatan kesehatan ibu dan anak yang promotif Kesehatan masyarakat, 3. Peningkatan KIE kesehatan dan preventif Keperawatan dan dengan penekanan kepada d. Perbaikkan kualitas kearifan lokal Kebidanan, promotif dan preventif tanpa dalam peningkatan kesehatan ibu dan Sosial meninggalkan pendekatan anak kuratif dan rehabilitatif e. Peningkatan kesehatan reproduksi 4. Peningkatan kesehatan untuk mendukung kesehatan ibu dan reproduksi anakII. Gizi salah (malnutrition) dan 1. Membangun kesadaran a. Pengembangan model untuk Gizi masyarakat, kesehatan masyarakat tentang masalah membangun kesadaran masyarakat Kedokteran, gizi salah (gizi buruk/over terhadap masalah gizi salah dan Teknologi Pangan, weight/obes) penyakit yang ditimbulkannya. Kesehatan masyarakat, 2. Perbaikan status gizi dengan b. Pengembangan teknologi KIE gizi, Sosial pemanfaatan bahan lokal kesehatan dan pola asuh 3. Peningkatan status gizi mikro c. Pemanfaatan bahan lokal untuk masyarakat mengatasi masalah gizi dan 4. Perbaikan life style yang kesehatan mendukung derajat kesehatan d. Pengembangan nutraceutical dan dan gizi pangan fungsional dari bahan alami Indonesia untuk pencegahan penyakit degenerative e. Pengembangan model/sistem 35
  • intervensi (fortifikasi, suplementasi, pengayaan) makanan dan gizi untuk mengatasi gizi salah f. Perbaikan life style yang mendukung derajat kesehatan dan giziIII. 3. Nutrigenomic dan 1. Penerapan teknik biologi a. Pengembangan diagnostic kit dan Biologi molekuler, Teknik biologi molekuler molekuler dan genomik untuk biomarker penyakit menular dan Biomedik, (termasuk, Sel Punca) dalam deteksi dini dan prognosis penyakit tidak menular dengan Immunologi, bidang gizi dan kesehatan penyakit menular/tidak pemanfaatan teknik biologi molekuler Farmasi, menular. dan genomik Bioinformatika, 2. Penguasaan teknik isolasi, b. Pengembangan teknik isolasi, Gizi, penyediaan dan aplikasi sel ekspansi dan aplikasi sel punca Kedokteran, punca untuk pengobatan c. Penelitian tentang pemanfaatan sel Kesehatan masyarakat penyakit degeneratif. punca untuk pengobatan penyakit Kimia 3. Memanfaatkan nutrigenomic degeneratif. untuk penanganan masalah gizi d. Pengembangan nutrigenomic untuk dan kesehatan. mengetahui keterkaitan status gizi dengan genetik dan kesehatan.IV. Lingkungan Sehat 1. Air sebagai komponen a. Model penyediaan air sehat untuk Biologi, kesehatan pemukiman Bioinformatika, 2. Pengaturan tata lingkungan b. Manajemen tata lingkungan sehat di Teknik Penyehatan sehat terkait dengan bisnis, pemukiman Lingkungan usaha peternakan, pertanian dan c. Pengembangan model pengendalian Peternakan, industri kecil di pemukiman vektor, reservoir, cemaran lingkungan Teknik Industri, 3. Keterkaitan antara vektor, dan penyakit Pertanian, reservoir dan penyakit Dokter Hewan, Kesehatan masyarakat 36
  • V. Ketergantungan terhadap 1. Ketersediaan bahan/instrumen a. Pengembangan bahan/instrumen Kedokteran, produk asal impor: kesehatan berbahan baku dan kesehatan disposable dan permanen Farmasi, bahan/instrumen kesehatan produksi lokal berbahan baku lokal. Kimia, dan peralatan pemantau 2. Pengembangan sistem pemantau b. Pengembangan paket prototip sistem Teknik Industri, penyakit pasien dapat dikembangkan pemonitor pasien dengan fokus pada Teknik Mesin, sendiri di dalam negeri alat respirasi, EKG, alat monitor suhu, Teknik elektro, 3. Pemanfaatan off patent dari kadar oksigen, gula darah, kehamilan, Kesehatan masyarakat obat-obat dan instrumen HIV, dll) esensial c. Riset aplikatif untuk memproduksi 4. Penyediaan kandidat vaksin dan obat-obat dan instrumen esensial dari satu kit diagnostik untuk paten yang telah kadaluarsa penyakit menular utama d. Pengembangan kandidat vaksin dan (Malaria, TB, Dengue,HIV, kit diagnostik potensial untuk SARS, Flu Burung/H5N1) pengendalian penyakit menular (Malaria, TB, Dengue,HIV, SARS, Flu Burung/H5N1).VI. Tingginya prevalensi 1. Meningkatkan imunitas a. Identifikasi dan pengembangan Kedokteran, penyakit menular (Malaria, terhadap penyakit menular pangan dan obat lokal untuk Farmasi, TB, Dengue,HIV, SARS, Flu 2. Pemanfaatan nutraceutical meningkatkan imunitas Biologi, Burung/H5N1) untuk meningkatkan imunitas b. Pengembangan nutraceutical yang Biomedik, dan kesehatan berbasiskan sumber lokal Kimia, Gizi, Kesehatan masyarakatVII. Penggunaan fitofarmaka 1. Penyediaan sediaan fitofarmaka a. Pengembangan paket teknologi Farmasi, sebagai alternative obat yan telah lolos uji keamanan standardisasi dan formulasi Kimia, untuk menjaga, memelihara, praklinik dan klinik fitofarmaka Biofarmasi, dan pengobatan masalah b. Penelitian keamanan penggunaan Biomedik, kesehatan bahan fitofarmaka (toksisitas akut, Kedokteran, subronis dan kronis) Biologi. c. Uji praklinik dan klinik bahan fitofarmaka. 37
  • TEMA 6 PENGELOLAAN BENCANA (DISASTER MANAGEMENT) KOMPETENSI/ KONSEP/PEMIKIRAN/SOLUSI/ TOPIK PENELITIAN YANG KEAHLIAN/ ISU STRATEGIS PEMECAHAN DIPERLUKAN KEILMUAN YANG DIBUTUHKAN I. Ketangguhan 1. Peningkatan ketangguhan sosial- a. Pengembangan kurikulum dan metoda Ilmu Agama, Ilmu Sosial-Ekonomi- ekonomi-budaya untuk pembelajaran siaga bencana. Pendidikan, Sosiologi, Budaya di pengurangan risiko dan korban b. Peningkatan kapasitas kelembagaan Ilmu Budaya, Psikologi, daerah rawan bencana, dapat dilakukan melalui (bidang hukum dan administrasi publik) Komunikasi Ekonomi bencana masih program pemberdayaan c. Pengembangan metoda dan peningkatan Manajemen, Hukum, rendah. masyarakat (community ketrampilan tenaga konstruksi dalam Administrasi Publik, Ilmu empowerment) dan/ atau mitigasi bencana (Construction Society Teknik. penguatan kapasitas Empowerment) kelembagaan, diutamakan d. Pengembangan metoda sosialisiasi menggunakan pendekatan multi untuk pengurangan risiko bencana disiplin. (Edukasi Masyarakat Siaga Bencana) e. Kajian sosialisasi dan kesadaran akan standar bangunan tahan bencanaII. Lemahnya 1. Peningkatan sistem informasi a. Pengembangan metoda pemetaan dan Teknik Geologi, Teknik Sistem kebencanaan, dikembangkaan analisis potensi dan risiko bencana. Geodesi, Geografi, Informasi dengan pendekatan spatial & b. Pengembangan metoda pemantauan, Planologi (Perencanaan Kebencanaan temporal, serta multidisiplin. prakiraan, (forecasting, prediksi), dan Wilayah dan Kota), peringatan dini. Teknik Informatika, c. Pengembangan sistem informasi Teknik Elektro, bencana Geofisika, Meteorologi, Teknik Fisika, Teknik Instrumentasi, Teknik Mesin, Ilmu Komputer, Sosiologi, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Ekonomi 38
  • III. Teknologi lokal 1. Penerapan Teknologi Lokal dan a. Pengembangan teknologi tepat guna Ilmu Budaya, Sosiologi, dan teknologi Teknologi Tepat Guna dapat dan/ atau berbasis kearifan lokal, untuk Antropologi, Teknik Sipil, tepat guna digunakan secara efektif dan pengurangan risiko bencana Teknik Geologi, Teknik kurang efisien untuk pengurangan risiko b. Pengembangan “green technology” Elektro, Teknik diterapkan bencana. untuk mitigasi bencana secara struktural Informatika, Ilmu dalam upaya dan nonstruktural Komputasi, Teknik Fisika pengurangan c. Penetapan & Penyempurnaan kode Teknik, Geografi, risiko bencana. bangunan (Building Code) and Pertanian, Kehutanan, Penegakan Hukum (Law Enforcement) d. Pengembangan teknologi bangunan tahan (aman) bencana (Development of new disaster resistant structures).IV. Penentuan status 1. Diperlukan metode untuk a. Pengembangan metode penilaian Ilmu Budaya, Sosiologi, dan tingkatan mendukung pengambilan kerusakan dan kerugian secara cepat Antropologi, Teknik Sipil, bencana saat ini keputusan yang cepat dan akurat dan akurat serta pengembangan system Teknik Geologi, Teknik masih kurang infomasi Elektro, Teknik cepat dan akurat b. Pengembangan Kurva Kerentanan Informatika, Ilmu Bangunan Komputasi, Teknik Fisika Teknik, Geografi, Pertanian, Kehutanan,V. Proses 1. Percepatan proses rehabilitasi a. Pengembangan model trauma healing Psikologi, Ilmu Rehabilitasi dan dan rekonstruksi pasca bencana pasca bencana Pendidikan, Ilmu Agama, Rekonstruksi dapat dilakukan melalui b. Pengembangan metoda evaluasi cepat Ilmu Kesejahteraan Pasca Bencana pengembangan sitsem dan (Rapid assesment) keamanan struktur. Sosial, Ilmu Hukum, Ilmu lamban dan metoda yang tepat, dengan c. Pengembangan teknologi/ metoda Kedokteran,Teknik Sipil, kurang efektif pendekatan multi disiplin. untuk perbaikan, perkuatan dan/ atau Teknik Arsitektur, Teknik penghancuran konstruksi (Retrofitting Kimia. or demolishion). d. Kajian tanggap darurat bencana. 39
  • TEMA 7 INTEGRASI NASIONAL DAN HARMONI SOSIAL (NATION INTEGRATION & SOCIAL HARMONY)NO ISU STRATEGIS KONSEP/PEMIKIRAN/SOLU TOPIK PENELITIAN YANG KOMPETENSI/ SI/PEMECAHAN DIPERLUKAN KEAHLIAN/ KEILMUAN YANG DIBUTUHKAN I. Terkikisnya rasa nasionalisme 1 1. Membangun karakter bangsa a. Penggalian ilmu pengetahuan Pendidikan dan erosi ideologi kebangsaan dengan menanamkan cinta dan kearifan lokal Manajemen SDM tanah air dan reinternalisasi b. Upaya dan model penanaman Sosiologi ideologi kebangsaan ideologi nasional dan semangat Psikologi 2. Revitalisasi ideologi partai kebangsaan Teknologi politik c. Pemahaman nilai kolonialisme Multidisiplin 3. Penguatan dan dan post- kolonialisme pengembangan sistem partai d. Kajian diminising ideologi politik antara lain untuk kebangsaan menghindari transaksi politik e. Pola kaderisasi dan rekruitmen 4. Pembangunan yang pimpinan organisasi berlandaskan pada nilai berdasarkan merit system perdamaian, kasih f. Internalisasi nilai (compassion) dan harmoni kenegarawanan pemimpin elit 5. Mengurangi fanatisme (the ruling class) kesukuan, keagamaan, dan kedaerahan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegaraII. Terjadinya proses pendangkalan 2 1. Pendalaman dan Penghayatan a. Kajian mainstreaming Teologi beragama (lebih mementingkan Ajaran Agama-Agama multikulturalisme Sejarah ritual daripada hakikat) sebagai Pengetahuan b. Studi Agama-Agama Sosiologi 2. Toleransi dan inklusifitas c. Model masyarakat inklusi Wacana dan bahasa praktek beragama terhadap Hermeneutika, keberagaman Semiotika 3. Deradikalisasi wacana atau 40
  • dogma agamaIII. Tingginya tingkat pengangguran 3 1. Peningkatan kualitas a. Pengembangan model Pendidikan intelektual penyelenggaraan pendidikan pembelajaran untuk mengatasi Sosiologi tinggi pengangguran intelektual Antropologi b. Pengembangan transferable Filsafat skills c. Internalisasi “jiwa wirausaha”IV. Dekadensi moral, penurunan 4 1. Pengembangan budaya a. Pengembangan budaya kesatria Pendidikan kualitas budi pekerti kesatria pada berbagai level Antropologi 2. Pengembangan Budaya kepemimpinan Humaniora Akademik b. Pengembangan model Budaya Sosiologi 3. Membangun integritas diri akademik pada PT Teknologi c. Pengaruh Filsafat liberalisasi/individualisasi Kewarganegaraan terhadap sikap mental seseorang V. Pergeseran masyarakat organik 5 1. Pengembangan budaya a. Pengembangan model budaya Sosiologi menuju masyarakat mekanik patembayan (gemeinschaaft) patembayan Sastra b. Pengembangan masyarakat Budaya partisipatif Antropologi c. Pengembangan wilayah publikVI. Hilangnya identitas politik: 6 1. Internalisasi nilai pergerakan a. Re-inventing nilai sejarah Sejarah rendahnya rasa solidaritas dan nasional gerakan nasional Budaya histori b. Peranan pemuda dalam Antropologi pergerakan nasional Sosiologi AgamaVII. Komodifikasi (manusia dianggap 7 1. Memanusiakan manusia a. Membangun “True Sosiologi barang) Consciousness” Filsafat b. Pengembangan model Pendidikan 41
  • hubungan emansipatorisVIII. Terkikisnya budaya lokal 8 1. Revitalisasi budaya lokal a. Revitalisasi budaya lokal Budaya b. Pengembangan model “Cross Sosiologi Culture Studies” Antropologi Filsafat IX. Pluralisme, sekularisme, dan 9 1. Sosialisasi pemahaman a. Pengembangan toleransi Agama liberalisme konsep Pluralisme, b. Pengembangan “Living Values Sosiologi sekulerisme, dan liberalisme Education” Filsafat 2. Pemahaman status c. Evaluasi praktek pemilukada Sejarah perkembangan demokrasi (politik uang, suku, agama) Bahasa 3. Kritisi terhadap praktek demokrasi dan perhatian ancaman penyebaran pemahaman informasi 4. Penelusuran driving force dari perubahan tata nilai yang begitu cepat 42
  • TEMA 8 OTONOMI DAERAH DAN DESENTRALISASI (REGIONAL AUTONOMY & DECENTRALIZATION) KOMPETENSI/ KONSEP/PEMIKIRAN/SOLUSI/ TOPIK PENELITIAN YANG KEAHLIAN/ ISU STRATEGIS PEMECAHAN DIPERLUKAN KEILMUAN YANG DIBUTUHKAN a. Formulasi kebijakan 1. Pelaksanaan desentralisasi di Indonesia desentralisasi untuk dihadapkan pada permasalahan ketimpangan merespon variabilitas antar daerah (Sumber Daya Manusia, fiskal, sumber daya (Sumber dan ekonomi, dll), variasi karakteristik Daya Alam, Sumber daerah, disharmoni kebijakan, dan konflik Daya Manusia, dan pengelolaan sumber daya alam. Dengan kelembagaan) antar demikian diperlukan peningkatan sinergi daerah. kebijakan desentralisasi dan a. Formulasi sinergi hukum, ekonomi, I. Harmonisasi implemantasinya. kebijakan desentraliasasi sosial, politik dan Kebijakan lintas kementerian. ilmu lain yang Desentralisasi a. Pengembangan alternatif terkait. 2. Keberhasilan otonomi daerah selama ini parameter keberhasilan diukur dengan berbagai parameter yang otonomi daerah. dibuat oleh berbagai instansi. Diperlukan b. Dampak otonomi daerah ukuran yang komprehensif tetapi mudah terhadap perekonomian, diterapkan untuk mengakomodasi semua pengelolaan sumber daya parameter bentukan berbagai instansi alam, kesejahteraan tersebut. masyarakat, dan lingkungan. 1. Transfer fiskal ditengarai masih belum a. Formulasi alternatifII. Desentralisasi cukup untuk melakukan pembangunan kebijakan desentralisasi hukum, ekonomi, Fiskal dan daerah. Di hampir semua daerah, dana fiskal untuk menjamin sosial, dan ilmu lain kapasitas Fiskal transfer hanya mampu membayar gaji ketercukupan dan yang terkait. Daerah pegawai dan pengeluaran rutin yang lain. efisiensi. 43
  • Efisiensi penggunaan anggaran juga masih b. Evaluasi terhadap rendah yang disebabkan oleh terbatasnya kebijakan perimbangan infrastruktur baik fisik dan non fisik di keuangan pusat dan daerah. daerah c. Kebijakan daerah dalam implementasi undang- undang No. 28 tahun 2009 Tentang pajak daerah dan retribusi daerah 1. Pemerintah pusat telah merumuskan standar a. Analisis Ketercapaian pelayanan minimum, tetapi belum Standar Pelayanan diimplementasikan oleh pemerintah daerah Minimal (SPM) diIII. Standarisasi hukum, ekonomi, dengan baik. Oleh karena itu perlu daerah. Nasional di sosial, dan ilmu lain diupayakan penyusunan pedoman pelayanan b. Formulasi desain bidang pelayanan yang terkait. minimum daerah yang sinkron dengan implementasi standarisasi standar nasional. pelayanan minimum di daerah. 1. Berbagai kendala yang ada di daerah a. Pemodelan tata kelola membuat pelaksanaan otonomi belum pemerintah daerah yang efisien dan efektif, seperti kendala SDM, efisien dan efektif dalam infrastruktur fisik, dan lain-lain. Oleh karena penyelenggaraan otonomi itu diperlukan inovasi tata kelola untuk daerah. meningkatkan efisiensi dan efektivitas. hukum, ekonomi,IV. Tata kelola 2. Di beberapa daerah dijumpai praktik-praktik sosial, dan ilmu lain pemerintahan yang mendukung tata kelola pemerintahan yang terkait. a. Identifikasi dan yang baik (good and clean government). pengembangan praktik- Oleh karena itu diperlukan identifikasi praktik yang baik dalam praktik-praktik yang baik tersebut untuk tata kelola pemerintahan menjadi rujukan bagi daerah lain.V. Harmonisasi 1. Dalam praktik, terdapat banyak peraturan a. Model solusi kasus-kasus hukum, ekonomi, Kebijakan daerah antara yang satu dengan yang lain disharmonisasi perda sosial dan ilmu lain Daerah tidak harmonis. Akibatnya, banyak perda yang terjadi inter dan yang terkait. 44
  • yang saling tumpang-tindih. Begitu juga antar daerah. dengan perda antara satu daerah dengan b. Upaya pencegahan daerah yang lain dalam satu provinsi. Oleh disharmonisasi antar karena itu diperlukan upaya harmonisasi perda, internal dan antar kebijakan daerah. daerah. 1. Kerja sama antar daerah merupakan salah a. Formulasi kerangka satu persoalan pelik dalam pelaksanaan kerjasama antar daerah otonomi daerah. Daerah-daerah yang dalam pembangunan hukum, ekonomi,VI. Kerjasama Antar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ekonomi dan pelayanan sosial dan ilmu lain Daerah berbatasan dengan daerah lain misalnya publik, serta tata ruang yang terkait. dengan kota, cenderung menjadi sasaran dan pengembangan untuk ditarik ke dalam kota. wilayah. a. Formulasi kerangka kebijakan pemekaran daerah alternatif 1. Di beberapa kasus, pembentukan daerah b. Formulasi struktur otonom baru mampu memperbaiki insentif bagi pembangunan ekonomi dan pelayanan penggabungan antar publik. Namun, mayoritas kasus daerah. menunjukkan bahwa pemekaran daerah c. Kajian keberhasilan Hukum, ekonomi,VII. Penataan Daerah pemekaran daerah dalam menimbulkan inefisiensi penyelenggaraan sosial dan ilmu lain Otonom pembentukan tata pemerintahan dan membebani anggaran yang terkait publik. Oleh karena itu, perlu desain organisasi, potensi fiskal, kebijakan yang memperbaiki proses dan aspek pelayanan pemekaran daerah bagi kepentingan nasional publik, dan sustainability dan daerah. (keberlanjutan) d. Penguasaan dan peralihan aset daerah induk dan daerah pemekaran 45
  • TEMA 9 SENI DAN BUDAYA/INDUSTRI KREATIF (ARTS & CULTURE/CREATIVE INDUSTRY)ISU STRATEGIS KONSEP/PEMIKIRAN/ TOPIK PENELITIAN YANG KOMPETENSI/ KEAHLIAN/ SOLUSI/ DIPERLUKAN KEILMUAN YANG PEMECAHAN DIBUTUHKAN I. Lemahnya 1. Meningkatkan a. Model pendidikan berbasis Ekonomi, Seni Budaya, kemampuan kemampuan kewirausahaan di bidang industri Pendidikan, Teknik industri, kewirausahaan insan kewirausahaan kreatif Sosial Humaniora, IT industri kreatif melalui kesesuaian b. Model keberlanjutan industri kreatif kurikulum dan proses berbasis manajemen pembelajaran di c. Pengembangan kemampuan bidang industri kreatif manajemen di industri kreatif 2. Pemetaan UKM di d. Profil manajemen UKM, bidang industri kreatif kompetensi SDM, pemasaran, proses produksi II. Seni dan budaya/ 1. Mengangkat citra seni a. Model untuk mengukur kinerja dan Ekonomi, Seni Budaya, industri kreatif budaya berbasis pemberian penghargaan kepada Pendidikan, Teknik industri, berbasis kearifan dan kearifan lokal pekerja kreatif di industri kreatif Sosial Humaniora, IT keunikan lokal kurang 2. Mendorong kegiatan b. Gagasan, perilaku dan artefak yang berkembang apresiasi seni dan mendorong terciptanya kreativitas budaya berbasis dan industri kreatif kearifan lokal c. Peran institusi seni dalam meningkatkan industri kreatifIII. Rendahnya standar 1. Perlu standar mutu a. Pengembangan standar mutu untuk Ekonomi, Seni Budaya, mutu dalam proses untuk produk seni produk seni budaya Pendidikan, Teknik industri, produksi untuk budaya b. Pengembangan sistem kendali mutu Sosial Humaniora, IT menghasilkan produk dalam industri kreatif seni budayaIV. Desain produk dan 1. Mengembangkan a. Pengembangan model desain untuk Ekonomi, Seni Budaya, kemasan pada industri desain produk sesuai menjembatani kontradiksi dalam Pendidikan, Teknik Industri, kreatif kurang dengan tuntutan mengembangkan industri kreatif Animasi, Broad Casting, kompetitif konsumen b. Pengembangan desain industri Komunikasi Visual, 46
  • 2. Mengembangkan kreatif berbasis kearifan lokal dan Informatika, Seni Media desain kemasan agar teknologi IT Rekam, Seni Rupa, Seni lebih menarik c. Pengembangan desain periklanan Pertunjukkan, Teknik Kemasan, 3. Pemanfaatan daur berbasis budaya lokal Periklanan, Penerbitan, Teknik ulang d. Pengembangan desain permainan Grafika, Tata Busana, Gizi, 4. Pengembangan bahan interaktif berbasis kearifan lokal Teknologi Pangan, IT alternatif/pengganti e. Potensi desain dan kemasan makanan lokal dalam meningkatkan daya saing produk f. Pembuatan kertas cetak berkualitas dengan bahan lokal g. Pengelolaan limbah industri untuk pengembangan industri rumahan h. Pengembangan pewarna alami untuk produksi industri kreatifV. Kurangnya pelestarian 1. Strategi pelestarian, a. Revitalisasi dan inovasi seni budaya Ekonomi, Seni Budaya, seni budaya tradisional perlindungan, tradisional Pendidikan, Teknik Industri, (permainan, pengembangan dan b. Pengembangan berbagai festival Animasi, Broad Casting, pertunjukan, tata boga, pembinaan seni seni dan karnaval seni budaya Komunikasi Visual, tata busana, tata rias, budaya tradisional tradisional Informatika, Seni Media upacara adat, b. Pemetaan seni budaya Nusantara Rekam, Seni Rupa, Seni arsitektur) sebagai strategi kebijakan politik Pertunjukan, Teknik Kemasan, berbasis multikultural Periklanan, Penerbitan, Teknik c. Pengembangan pemanfaatan media Grafika, Tata Busana, video seni budaya untuk industri Arsitektur, IT kreatif dan pariwisata d. Implementasi dan sosialisasi seni pertunjukan (Wayang Kulit, Wayang Orang, Wayang Golek, Teater Boneka, Ketoprak, dll) dan cerita rakyat untuk mendukung industri pariwisata dan pendidikan e. Pengembangan data base dan piranti lunak untuk mendukung 47
  • pengembangan industri kreatif f. Model kebijakan untuk mendukung pelestarian dan pengembangan industri kreatifVI. Kurangnya 1. Pengembangan sastra a. Revitalisasi karya sastra Sastra, Seni Budaya, Seni pengembangan sastra yang mendukung b. Penciptaan karya sastra untuk Media Rekam, Seni Rupa, Seni untuk mendukung industri kreatif yang mendukung industri kreatif (film, Pertunjukan, Pendidikan, industri kreatif terkait dengan sastra video, tv, penerbitan) Teknik Industri, Animasi, Broad daerah nasional c. Transliterasi dan Penerjemahan Casting, Komunikasi Visual, maupun internasional karya sastra untuk mendukung Informatika, Teknik Kemasan, industri kreatif Periklanan, Penerbitan, Teknik Grafika, Tata Busana, Sosial Humaniora 48
  • TEMA 10 INFRASTRUKTUR, TRANSPORTASI DAN TEKNOLOGI PERTAHANAN (INFRASTRUCTURE, TRANSPORTATION & DEFENSE TECHNOLOGY) Sub Tema: InfrastrukturISU STRATEGIS KONSEP/PEMIKIRAN/ TOPIK PENELITIAN YANG KOMPETENSI/ SOLUSI/PEMECAHAN MASALAH DIPERLUKAN KEAHLIAN/KEILMUAN YANG DIBUTUHKANKebencanaan Indonesia rawan bencana sehingga Infrastruktur Policy, Planing untuk Multidisiplin infrastruktur untuk mendukung ketahanan pengurangan resiko bencana bencana menjadi sangat pentingEnergi Indonesia memerlukan ketersediaan energi Kajian harga energi di hulu untuk Ekonomi, Multidisiplin untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjamin keberlanjutan penyediaan pembangunan energi listrik, pertumbuhan industri dan transportasiTransportasi Indonesia memerlukan ide-ide pemecahan Kajian infrastruktur dan sistem Sosial Ekonomi, kongesti, kecelakaan transportasi dan transportasi antar moda Transportasi, dan lingkungan, serta mendukung sistem Multidisiplin pertahanan negaraTelekomunikasi Indonesia sebagai negara kepulauan Pengembangan teknologi, sistem Sosial Ekonomi, memerlukan sarana pertelekomunikasian harus jaringan, dan kebijakan tarif Telekomunikasi, dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia MultidisiplinSumber daya air Manajemen daerah aliran sungai, air tanah, Kebijakan tunggal dalam manajemen Sipil, Teknik Lingkungan, lingkungan bermutu yang berkelanjutan dan daerah aliran sungai, air tanah, Multi disiplin kemaslahatan masyarakat sedimen dan waduk dalam rangka menjaga lingkungan bermutu yang berkelanjutanAir bersih dan sanitasi Pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi Krisis air bersih diperkotaan, masalah Sipil, Teknik Lingkungan, di perkotaan maupun di pedesaan yang distribusi di pedesaan, tarif air, Multi disiplin terjangkau dan meningkatkan taraf kehidupan penyediaan air bersih, manajemen sanitasiPermukiman Bagaimana menciptakan pemukiman yang Human settlement, kebijakan Arsitektur, Planologi, Multi 49
  • memenuhi kaidah green infrastruktur pemukiman, Rumah tumbuh sehat disiplin sederhanaBuildings Pengadaan perumahan yang berfihak kepada Kajian bangunan tahan gempa, Sipil, Arsitektur, orang miskin mitigasi bencana, bulidings safety Mekanikal, Teknik listrik, management. Multi disiplinPemeliharaan dan Indonesia memerlukan penanganan Kebijakan strategi pemeliharaan, dan Sipil. Ekonomi, Multipengembangan infra pemeliharaan yang sustainable bagi teknologi bahan bangunan, pemodelan disiplinstruktur dan teknologi infrastruktur yg telah dibangun kinerja infrastruktur, pemodelanbahan bangunan pendanaan pemeliharaan. Efisiensi dalam proses pengadaan, pemilihan dan pengadaan bahan bangunan. Kajian dan perumusan sistim pengadaan, pola kerjasama dengan skema kemitraan swasta dan publik. Sub Tema: PertahananISU STRATEGIS KONSEP/PEMIKIRAN/ TOPIK PENELITIAN YANG KOMPETENSI/ SOLUSI/PEMECAHAN MASALAH DIPERLUKAN KEAHLIAN/KEILMUAN YANG DIBUTUHKANSOSIAL POLITIK Perlunya tata kehidupan masyarakat yang a. Kehidupan di wilayah Sosiologi, ilmu budaya, merupakan kewaspadaan terhadap adanya perbatasan: mata pencaharian, ekonomi, multidisiplin ancaman pertahanan nasionalisme, ketatanegaraan, kabupaten, kota, provinsi, b. Masalah ketahanan nasional dan tata pertahanan keamanan, c. Masalah transaksi multi illegal d. Kajian strategis pengaruh indocina, oseania, dan melayu di IndonesiaKEEKONOMIAN Perlunya kehidupan ekonomi peningkatan a. Regulasi keekonomian Ekonomi, TIK, akuntansi, kesejahteraan agar terjadi pelemahan pada multidisiplin 50
  • system pertahanan b. Transaksi lintas batas c. Sistem IT keekonomianESP (Extraordinary Menggalang kemampuan keterampilan a. Mempelajari secara ilmiah Psikologi, multidisiplinSensory Perception) khusus sebagai elemen kekuatan pertahanan kemampuan khusus masyarakat dan negara b. Membangun kekuatan c. Olah raga kekuatan, kekebalan, beladiri, dsb.TATA RUANG Menjaga batas Negara agar tidak terjadi a. Batas negara, patroli Planologi, teknik sipil, adanya provokasi terhadap pertahanan b. Pos Penjagaan, monitoring teknik geodesi, Negara (Surveillance) multidisiplin c. Jalan raya sepanjang perbatasan d. Air stripTEKNOLOGI Menguatkan dan menghasilkan rancangan a. Daya Gerak : Kendaraan tempur, Teknik mesin, teknik fisika,PERLAKUAN alat utama system senjata dan system taktis, energi pendukung teknik sipil, biologi, TP, pendukung a. Daya Gempur : Senjata, bahan PHP, ekonomi, psikologi, peledak, propelan, alat bidik, TIK, multidisiplin roket b. Komando, koordinasi,komunikasi, komputasi, informatika c. Pendukung  infrastruktur d. Bekal : Pakaian, Ransum, kesehatanBIO DEFENCE BIO Pertahanan hayati adalah pertahanan esensial a. Kesehatan masyarakat Kedokteran, biologi,DEFENCE dari manusia. b. Bioterorisme, Beoweapon pharmasi, kimia, multidisiplin 51
  • Sub Tema: TransportasiNO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET 1 Transport Policy Transport - Transport Network Analysis Supply Analysis Planning - Transport Network & Spatial Economics - Policy Analysis - Protocol & Governance - Transport Mode Technology Analysis - Transport Operations Analysis - Policy Analysis - Protocol & Governance - BUMN Logistics Network - Master Plan of Air Transport Network - Master Plan of Sea Transport Network - Regional/National/International Air and Sea Hub Ports - Determination of ICT Network as Transport Complementary - Economic Valuation of ICT Network for Transport Efficiency 2 Urban Transport Transport User Cost Model Transport Economics Transportation Planning - Model of Real Time OD Matrix Estimation Demand Analysis - Stated Preference Approach of Certain Corridor - Modelling Trip Assignment - Trip Generation Rate for Particular Land Use - Passenger Travel Demand Modelling for Cetain Cities - Travel Behaviour of Certain Socio Economic link with Travel Distance, Modal Choice, Vehicle Ownership etc - Time Value of Certain Cities - Vehicle Operation Cost of Certain Cities - Socio Economic Data Inventory for Urban Transport Supply Analysis - Road Inventory - Transport Data Base for Urban Transport 52
  • NO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET - Data Base for Transportation Models and Applications - Intellegent Transportation System (ITS) - Optimizing of Toll Network - Transport Corridor Pattern Modelling - Advanced Traffic Control - Traffic Surveillance - Mitigation of Earth Quake Impact and Solutions - Transport-Land Use-Environment Interaction Land Use Transport - Impact on Land Use Restructuring to Transport Interaction Assignment - Public Transport Planning Public Transport - Public Transport Management and Operation - Railway Planning - Railway Management and Operation - Railway Engineering - Railway Maintenance Highway - Implementation Model of Road Identification Condition Pavement Material Engineering - Optimizing of Road Maintenance and Development Program Traffic - Traffic Environmental Capacity Traffic Environmental Engineering - Integration Environmental Aspect in Infrasctructure Development - Accessibility Traffic Modelling - The Role of Unmotorized - Special Lane for Motor Cycle Traffic Safety - The Role of Unmotorized - Traffic Safety Modelling3 Inter-Urban Transport - Transport User Cost Model for Freight Transport Economics Transportation Planning - Transport User Cost Model for Commodities - Regional Freight Demand Modelling Demand Analysis - Multimode Transportation Modelling 53
  • NO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET - Model OD Matrix Estimation for Network Management - Stated Preference Approach for Modal Split Calculation - Modelling Trip Assignment - Travel Behaviour of Certain Passenger Movement - Travel Behaviour of Certain Freight Movement - Time Value of Certain Corridor in Java, Sumatra and East Indonesia Movement - Vehicle Operation Cost of Certain Corridor in Java, Sumatra and East Indonesia Movement - Infrastructure Inventory Supply Analysis - Transport Data Base for Indonesia - Data Base for Transportation Models and Applications - Optimizing of Toll Network - Optimizing of Hub and Spoke Choice - Multimodal in Inter-island and Inner Island Transportation - Multimodal Transportation in Remote Area - Transport Corridor Pattern Modelling - Advanced Traffic Control - Mitigation of Earth Quake Impact and Solutions - Public Transport Planning Public Transport - Public Transport Management and Operation Highway - Implementation Model of Road Condition Identification Pavement Management Engineering - Optimizing of Road Maintenance and Development Program - Traffic Environmental Capacity Traffic Environmental - Integration Environmental Aspect in Infrasctructure Development - Accessibility Traffic Modelling - The Role of Unmotorized 54
  • NO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET4 Environmental Transport - Special Lane for Motor Cycle Traffic Safety Sustainable Planning - The Role of Unmotorized Transportation - Traffic Safety Modelling - Inventory of Environmental Impact of Certain Transport Supply Analysis Modes - Impact of Land Use to Reduce Environmental Impact Land Use Transport Interaction5 Rural Transportation Transport - Planning and Management of Rural Infrastructure Supply Analysis Planning - Integration between Type of Land Use and Transport Land Use Transport Mode Interaction6 Transportation and Transport - Trend of Transportation and Its Technology Demand Analysis Technology Planning - Information Transport System - Real Time Traffic Information System (RTTIS) - Model of Real Time OD Matrix Estimation - Advance Technology of Road Infrastructure Supply Analysis - GPS Tracking System of Sea Transportation - Advanced Signaling Technology of Railway Vehicle - Advanced Technology of Vehicle such as Hybrid and Fuel Cell Vehicle - Alternative Fuel - Safety7 Transportation of Transport - Identification of demand of Shore Line Area Demand Analysis Shoreline Area Planning - Multimode Transportation Modelling - Stated Preference Approach for Modal Split Calculation - Multimode Transportation Supply Analysis - Network Analysis 55
  • NO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET8 Sea and Air Transport - Stated Preference of Modal Split Demand Analysis Transportation Planning - Modelling of Multimode Trip Assignment - Passenger Travel Demand Modelling - Logistic Model - Optimizing of Hub and Spoke Choice Supply Analysis - Port Site Analysis - Supply and Demand Analysis - Port strategic indicator - The Role and Inter relation between Port and Their Hinterland - Optimum Capacity and Productivity Of A Port Terminal - Effective Time for Ship in Port - Berth Occupancy and Berth Through Put and Productivity - Methode Location Selection of Seaport and Airport - Hub and spoke pattern in domestic sea transport in regard to port system - Mitigation of Environmental Impact of Seapor and Airport Development - Seaport and Airport Planning - Seaport and Airport Management and Operation - Seaport and Airport Engineering - Seaport and Airport Maintenance - Synergy and strategy for financing of port investment Transport Economics - Analysis of logistic and sea transport cost - Social and economic benefit versus financial benefit in port investment9 Railway Transport - Stated Preference of Modal Split Demand Analysis Planning - Modelling of Multimode Trip Assignment - Passenger Travel Demand Modelling - Logistic Model - Railway Planning Supply Analysis 56
  • NO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET - Railway Management and Operation - Railway Engineering - Railway Maintenance10 Inland Waterway Transport - ATP &WTP of Inland Waterway Passenger Demand Analysis Planning - ATP &WTP of Inland Waterway Freight Movement - Travel Behaviour of Inland Waterway Movement in Certain Corridor - Optimizing of Hub and Spoke Choice Supply Analysis - Mitigation of Environmental Impact of Inland Waterway Development - Inland Waterway Port Planning - Inland Waterway Management and Operation - Inland Waterway Engineering - Inland Waterway Maintenance11 Social and Cultural in Transport - Travel Behaviour of Certain Socio Economic link with Demand Analysis Transportation Planning Travel Distance, Modal Choice, Vehicle Ownership etc - Social and Cultur Characterisctic of Public Transport in Big Cities - Social and Cultur Characterisctic of Movement in Big Cities - Resistance of Transport Implementation - Adaptation of Transport Implementation12 Transport Financing Transport - Development of Transport Infrastructure in Remote Supply Analysis Planning Area - Development of Transport Infrastructure in Urban Area - Parking Earmarking - Development of Transport Infrastructure in Inter-Urban Area 57
  • NO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET13 Sustainability in Road Highway - Research on Pavement Material i.e Asbuton, Asphalt Pavement Material Pavement Materials Engineering Polymer, Latex using in Design Mix as an Aditive - Research on New Specifications of Asphaltic Concrete Mix using Indonesian Superpave Specifications - Waste Material as Alternative Pavement - Research on Pavement Structural Modelling i.e. Pavement Modelling Analytical Design, Stress- Strain Analysis, Computer Modelling and Simulation - Research on Pavement Management System Pavement Management Development for Inter-Urban or Rural Roads. Urban Roads, Toll Roads and Kabupaten Roads.14 Legal &Institutional Transport - Developing of Legal and Institutional in Urban Area Supply Analysis Framework Planning - Developing of Legal and Institutional in Inter-Urban Area - Developing of Legal and Institutional in for Remote Area Movement15 Basic Research Transport - Advanced OD Matrix Estimation Demand Analysis Planning - Neural Approach - Advanced Modelling Trip Assignment - Trip Generation Rate for Particular Land Use - Passenger Travel Demand Modelling - Intellegent Transportation System (ITS) Supply Analysis - Optimizing of Toll Network - Transport Corridor Pattern Modelling - Advanced Traffic Control - Traffic Surveillance 58
  • NO ISSUE BIDANG TOPIK KELOMPOK RISET Traffic - Speed-Flow-Density Basic Traffic Engineering - Factor K - Study on EMP for Specific Location - Saturation Flow - Traffic Data Base Traffic Management and - Traffic Impact Analysis Operation - Traffic Environmental Capacity Traffic Environmental - Integration Environmental Aspect in Infrasctructure Development - Accessibility Traffic Modelling - The Role of Unmotorized - Special Lane for Motor Cycle Traffic Safety - The Role of Unmotorized - Traffic Safety Modelling Highway - Research on Pavement Material i.e Asbuton, Asphalt Pavement Material Engineering Polymer, Latex using in Design Mix as an Aditive - Research on New Specifications of Asphaltic Concrete Mix using Indonesian Superpave Specifications - Waste Material as Alternative Pavement - Research on Pavement Structural Modelling i.e. Pavement Modelling Analytical Design, Stress- Strain Analysis, Computer Modelling and Simulation - Research on Pavement Management System Pavement Management Development for Inter-Urban or Rural Roads. Urban Roads, Toll Roads and Kabupaten Roads. 59
  • TEMA 11 TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (INFORMATION & COMMUNICATION TECHNOLOGY)ISU STRATEGIS KONSEP/PEMIKIRAN/SOLUSI/ TOPIK PENELITIAN YANG KOMPETENSI/ PEMECAHAN DIPERLUKAN KEAHLIAN/ KEILMUAN YANG DIBUTUHKANI. Green Technology 1. Green By ICT: Pemanfaatan a. Pengembangan produk atau solusi Ilmu TIK untuk tercapainya solusi TIK untuk meningkatkan efisiensi Komputer/Informatika, ramah lingkungan (Green) energy Sistem Informasi, Teknik 2. Green of ICT: Optimalisasi b. TIK untuk preservasi dan Elektro, Matematika dan disain dan arsitektur TIK yang konservasi lingkungan hidup multi disiplin penunjang berdampak pada ramah c. TIK untuk memonitor hama dan domain penelitian lingkungan penyakit, perubahan iklim (+) Ilmu Komunikasi, d. Pengembangan metoda dan bakuan Creative Design e. Prototipe produk TIKII. Teknologi Masa 1. Mempersiapkan SDM untuk a. Pengembangan teknologi untuk Ilmu Depan penguasaaan dan menunjang keselamatan manusia, Komputer/Informatika, pengembangan teknologi masa termasuk untuk pertahanan Sistem Informasi, Teknik depan keamanan. Antara lain: Elektro, Matematika dan  Robotik multi disiplin penunjang  Remote Sensing domain penelitian  Modeling (+) Ilmu Komunikasi,  Early Warning System Creative Design 60
  • III. Infrastruktur TIK 1. Meningkatkan kemampuan a. Pengembangan infrastruktur Ilmu SDM dan industri dalam negeri jaringan yang mendukung: Komputer/Informatika, dalam menunjang teknologi dark fiber, palapa ring, Sistem Informasi, Teknik perkembangan TIK jardiknas dan lain-lain Elektro, Matematika dan b. Pengembangan biometric dan chip multi disiplin penunjang c. Pengembangan infrastruktur domain penelitian jaringan yang mendukung: Wimax (+) Ilmu Komunikasi, dan Long Term Evolution (4G) Creative DesignIV. Teknologi untuk 2. Substitusi teknologi impor a. Pengembangan creative digital Ilmu Industri berbayar, antara lain proses content yang sesuai dengan Komputer/Informatika, produksi berbasis TIK, kearifan, budaya local dan karakter Sistem Informasi, Teknik Komponen TIK, Konten bangsa Elektro, Matematika dan b. Rekayasa produk penunjang multi disiplin penunjang infrastruktur Digital Broad casting domain penelitian antara lain Set-top box, Antena. (+) Ilmu Komunikasi, c. Rekayasa produk sensor untuk Creative Design peningkatan produk pertanian, Perikanan, dan peternakan d. Rekayasa produk TIK untuk menunjang perlindungan sumber daya alam dan perbatasan e. Pengembangan Sistem TIK untuk mendukung antar moda dan keselamatan transportasi f. Pengembangan sistem TIK dengan mendayagunakan RFID, antara lain untuk sistem distribusi barang dan jasa 61
  • V. Teknologi untuk 1. Memperpendek mata rantai a. Pengembangan sistem TIK untuk Ilmu pengentasan bisnis bagi UMKM, serta memudahkan masyarakat mencari Komputer/Informatika, kemiskinan (Pro memperluas akses informasi informasi dan memasarkan produk Sistem Informasi, Teknik Poor Technology) dan pasar dengan lokal unggulan Elektro, Matematika dan memanfaatakan desa pintar dan b. Pengembangan system e-literacy, multi disiplin penunjang Community access point sesuai dengan budaya, kemampuan, domain penelitian 2. Memberdayakan teknologi open dan kebutuhan lokal. (+) Ilmu Komunikasi, source untuk meningkatkan c. Pengembangan multimedia konten Creative Design daya saing bangsa, diutamakan yang sesuai dengan kearifan local untutk masyarakat di pedesaan melalui sarana desa pintar (BTIP-KemKomInfo) 62
  • TEMA 12 PEMBANGUNAN MANUSIA DAN DAYA SAING BANGSA (HUMAN DEVELOPMENT & COMPETITIVENESS) KOMPETENSI/ KONSEP/PEMIKIRAN/SOLUSI/ TOPIK PENELITIAN YANG KEAHLIAN/ ISU STRATEGIS PEMECAHAN DIPERLUKAN KEILMUAN YANG DIBUTUHKAN) I. Ketenagakerjaan, 1. Peningkatan spirit kewirausahaan a. Pendidikan kewirausahaan, termasuk Ekonomi (manajemen), pengangguran, di berbagai kalangan; yang melibatkan pihak swasta; Psikologi, Pendidikan, rendahnya 2. Pengakuan hak-hak untuk pekerja b. Kemitraan antara sektor informal Kebijakan Publik, produktifitas kerja, informal; dan sektor swasta; Sosiologi, Ilmu dan 3. Peningkatan kinerja UKM terkait c. Bisnis inkubator; Pemerintahan, Hukum. profesionalisme: dengan era perdagangan bebas; d. Kebijakan dan standarisasi 4. Peningkatan keseimbangan dan lingkungan kerja untuk pekerja keterpaduan industrial informal; relationship (pekerja, perguruan e. Sertifikasi pekerja sektoral dan tinggi, pemerintah, perusahaan & regional; pemegang saham); f. Kebijakan penentuan upah minimum 5. Perlindungan hak-hak pekerja yang sesuai dengan kebutuhan hidup migran; minimum. 6. Penurunan gap ekonomi antar pekerja.II. Menurunnya nilai- 1. Peningkatan kesadaran terhadap a. Pendidikan nilai-nilai budaya, Antropologi, Sastra, nilai budaya, nilai-nilai budaya menuju integritas, dan identitas nasional, Pendidikan, Sosiologi, integritas, dan peradaban; baik di dalam maupun di luar Hukum, Filsafat, identitas nasional: 2. Pemberantasan praktek korupsi, sekolah; Psikologi. kolusi, nepotisme (KKN), dan b. Upaya menghilangkan budaya KKN; penyalahgunaan wewenang; c. Inventarisasi akar permasalahan 3. Penguatan nilai-nilai kebangsaan konflik antarkelompok dan solusinya dan budi pekerti bangsa; d. Kearifan lokal dalam 4. Penggalian dan pelestarian nilai- mengembangkan potensi SDM. nilai kearifan lokal. e. Perguruan tinggi sebagai kawasan 63
  • yang mendorong terciptanya integritasIII. Akses, pemerataan, 1. Pemerataan akses untuk a. Semangat Filantrofi untuk Pendidikan, Sosiologi, mutu, dan relevansi mendapatkan pendidikan, pendidikan bagi siswa kurang Psikologi, Sosial pendidikan: terutama pendidikan menengah mampu; Humaniora. dan tinggi; b. Pendidikan/keterampilan sepanjang 2. Peningkatan kualitas pendidikan; hayat (life skill education); 3. Pengurangan kesenjangan antara c. Kemitraan antara lembaga keterampilan yang diajarkan di pendidikan dengan dunia usaha; lembaga pendidikan dengan d. Sensitivitas gender dalam kebutuhan lapangan kerja. peningkatan kualitas pendidikan;IV. Masalah sosial dan 1. Penanganan dampak sosial pekerja a. Pemberdayaan TKI pasca migrasi Gender Studies, Sosial isu gender di bidang migran (TKI); serta edukasi bagi keluarga dan Humaniora, Psikologi, SDM: 2. Penanganan kelompok marjinal lingkungan; Hubungan Internasional, dan/atau kelompok rentan. b. Pencegahan dan penanggulangan Hukum. 3. Mendorong tercapainya kesetaraan kelompok marjinal, rentan, gender; trafficking, pekerja anak, pekerja 4. Penanganan trafficking, kekerasan, seks, anak jalanan, dan narkoba; pekerja anak, pekerja seks, anak c. Evaluasi kinerja berbasis gender dan jalanan, dan narkoba; strategi meningkatkan kesetaraan gender.V. Rendahnya kualitas 1. Penanggulangan dampak sosial a. Kebijakan dan standarisasi Kesehatan Masyarakat, kesehatan dan penyebaran HIV/Aids lingkungan kerja Gizi Masyarakat, lingkungan kerja: 2. Peningkatan keamanan dan b. Pendekatan sosial budaya dalam Kedokteran, Psikologi, kesehatan lingkungan kerja; menekan penyebaran HIV/Aids di Teknik Industri. kalangan pekerja; c. Kesehatan dan keselamatan kerja. 64
  • LAMPIRAN 2: Biodata Pengusul Penelitian Strategis NasionalI IDENTITAS DIRI 1.1 Nama Lengkap (dengan gelar) L/P 1.2 Jabatan Fungsional 1.3 NIP/NIK/No. Identitas lainnya 1.4 Tempat dan Tanggal Lahir 1.5 Alamat Rumah 1.6 Nomor Telepon/Faks 1.7 Nomor HP 1.8 Alamat Kantor 1.9 Nomor Telepon/Faks 1.10 Alamat e-mail 1.11 Mata Kuliah yg diampu 1 2 3 4 5II RIWAYAT PENDIDIKAN 2.1 Program: S-1 S-2 S-3 2.2 Nama PT 2.3 Bidang Ilmu 2.4 Tahun Masuk 2.5. Tahun Lulus 2.6 Judul Skripsi/ Tesis/Disertasi 2.7. Nama Pembim- bing/ PromotorIII PENGALAMAN PENELITIAN (Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi) Urutkan judul penelitian yang pernah dilakukan selama 5 tahun terakhir dimulai dari penelitian yang paling relevan menurut Saudara. Pendanaan No. Tahun Judul Penelitian Sumber* Jml (Juta Rp) Tuliskan sumber pendanaan: PDM, SKW, Fundamental Riset, Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Hibah Pascasarjana, RAPID, atau sumber lainnya.IV PENGALAMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Urutkan judul pengabdian kepada masyarakat yang pernah dilakukan selama 5 tahun terakhir dimulai dari yang paling relevan menurut Saudara. 65
  • Pendanaan No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Sumber* Jml (Juta Rp)Tuliskan sumber pendanaan: Penerapan Ipteks, Vucer, Vucer Multitahun, UJI, Sibermas, atau sumber lainnya. V PENGALAMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL (Tidak termasuk Makalah Seminar/Proceedings, Artikel di Surat Kabar) Urutkan judul artikel ilmiah yang pernah diterbitkan selama 5 tahun terakhir dimulai dari artikel yang paling relevan menurut Saudara. Volume/ No. Tahun Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Nomor VI PENGALAMAN PENULISAN BUKU Urutkan judul buku yang pernah diterbitkan selama 5 tahun terakhir dimulai dari buku yang paling relevan menurut Saudara. No. Tahun Judul Buku Jumlah Penerbit Halaman VII PENGALAMAN PEROLEHAN HKI Urutkan judul HKI yang pernah diterbitkan 5-10 tahun terakhir. No. Tahun Judul/Tema HKI Jenis Nomor P/ID 66
  • VIII PENGALAMAN MERUMUSKAN KEBIJAKAN PUBLIK/REKAYASA SOSIAL LAINNYA Urutkan judul rumusan kebijakan/rekayasa sosial lainnya yang pernah dbuat/ditemukan selama 5 tahun terakhir. No. Tahun Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Tempat Respons Lainnya yang Telah Diterapkan Penerapan MasyarakatSemua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapatdipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya.Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalampengajuan Hibah Penelitian Strategis Nasional. ..............................................., 2011 Pengusul, Meterai Rp 6000 (___________________________) 67