AI_20111010
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

AI_20111010

on

  • 815 views

 

Statistics

Views

Total Views
815
Views on SlideShare
815
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
19
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

AI_20111010 Document Transcript

  • 1. Metode Pelacakan Buta Inteligensi Buatan (MKB6403) Kuliah 4 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN TEKNIK KOMPUTER INDONESIA (STMIK-INDONESIA) © 2011 Cara Kerja Problem-Solving Agent1. Perumusan tujuan (goal formulation): tentukan tujuan yang ingin dicapai2. Perumusan masalah (problem formulation): tentukan tindakan (action) dan keadaan (state) yang dipertimbangkan dalam mencapai tujuan3. Pencarian solusi masalah (searching): tentukan rangkaian tindakan yang perlu diambil untuk mencapai tujuan4. Pelaksanaan solusi (execution): laksanakan rangkaian tindakan yang sudah ditentukan di tahap sebelumnya10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 2
  • 2. Contoh Penelusuran Search Tree• Mulai dari root node (Arad) sebagai current node• Lakukan node expansion• Pilih salah satu node yang di-expand sebagai current node yang baru. Ulangi langkah sebelumnya Arad Sibiu Timisoara Zerind Fagaras Oradea Rimnicu Vilcea10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 3 Algoritma Penelusuran Search Treefunction GENERAL-SEARCH(problem,fringe) returns solution or failure fringe ← INSERT(MAKE-NODE(INITIAL-STATE(problem),fringe)) loop do if fringe is EMPTY than return failure node ← REMOVE-FIRST(fringe) if GOAL-TEST(problem) applied to STATE(node) succeeds then return node fringe ← INSERT-ALL(EXPAND(node,problem),fringe) end1. Pada awal, fringe = himpunan node yang mewakili initial state2. Pilih satu node dari fringe sebagai current node. Jika fringe kosong, selesai dengan gagal3. Jika node tsb . lolos goal test, selesai dengan sukses!4. Jika tidak, lakukan node expansion terhadap current node tsb.5. Ulangi langkah 210/19/2011 Metode Pelacakan Buta 4
  • 3. Strategi Pencarian• Ada berbagai jenis strategi dalam melakukan searching. Perbedaannya terdapat pada node expansion-nya• Search strategy dievaluasi berdasarkan: – Completeness: apakah solusi (jika ada) pasti ditemukan? – Time complexity: berapa lama untuk mencari solusi? atau berapa banyak jumlah node yang di-expand? – Space complexity: jumlah maksimum node di dalam memori – Optimality: apakah solusi dengan minimum cost pasti ditemukan?10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 5 Jenis-jenis Strategi Pencarian• Ada 2 jenis strategi pencarian: – Uninformed strategy, hanya menggunakan informasi dari definisi masalah – Informed strategy, menggunakan informasi lainnya• Uninformed strategy dapat diterapkan secara generik terhadap semua jenis masalah yang bisa direpresentasikan dalam sebuah state space10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 6
  • 4. Jenis-jenis Uninformed Strategy• Breadth-first Search (BFS)• Depth-first Search (DFS)• Depth-limited Search• Iterative Deepening Search10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 7 Breadth-first Search• Prinsip breadth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “dekat” ke root → systema c strategy• Implementasi: fringe adalah sebuah queue, data struktur FIFO (First In First Out)• Hasil node expansion (successor function) ditaruh di belakang10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 8
  • 5. Breadth-first Search• Prinsip breadth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “dekat” ke root → systema c strategy• Implementasi: fringe adalah sebuah queue, data struktur FIFO (First In First Out)• Hasil node expansion (successor function) ditaruh di belakang A10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 9 Breadth-first Search• Prinsip breadth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “dekat” ke root → systema c strategy• Implementasi: fringe adalah sebuah queue, data struktur FIFO (First In First Out)• Hasil node expansion (successor function) ditaruh di belakang A B C10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 10
  • 6. Breadth-first Search• Prinsip breadth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “dekat” ke root → systema c strategy• Implementasi: fringe adalah sebuah queue, data struktur FIFO (First In First Out)• Hasil node expansion (successor function) ditaruh di belakang A B C D E10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 11 Breadth-first Search• Prinsip breadth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “dekat” ke root → systema c strategy• Implementasi: fringe adalah sebuah queue, data struktur FIFO (First In First Out)• Hasil node expansion (successor function) ditaruh di belakang A B C D E F G10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 12
  • 7. Cari solusi dari Arad ke Bucharet dengan menggunakan BFS!10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 13 Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out)10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 14
  • 8. Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 15 Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 16
  • 9. Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 17 Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E H I10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 18
  • 10. Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E H I10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 19 Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E H I J K10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 20
  • 11. Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E H I J K10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 21 Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E F G H I J K10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 22
  • 12. Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E F G H I J K L M10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 23 Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E F G H I J K L M10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 24
  • 13. Depth-first Search• Prinsip depth-first search: Lakukan node expansion terhadap node di fringe yang paling “jauh” dari root• Implementasi: fringe adalah sebuah stack, data struktur LIFO (Last In First Out) A B C D E F G H I J K L M N O10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 25Cari solusi dari Arad ke Bucharet dengan menggunakan DFS!10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 26
  • 14. Depth-limited Search• Prinsip depth-limited search: Sama seperti depth-first search dengan depth yang terbatas.• Contoh: Ada 20 kota dalam peta Rumania. Jika ada solusinya, maka length maksimum adalah 19.10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 27 Iterative Deepening Search• Prinsip depth-first search: Lakukan depth-limited search secara bertahap dengan nilai l yang incremental10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 28
  • 15. Iterative Deepening Search• Prinsip depth-first search: Lakukan depth-limited search secara bertahap dengan nilai l yang incremental10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 29 Iterative Deepening Search• Prinsip depth-first search: Lakukan depth-limited search secara bertahap dengan nilai l yang incremental10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 30
  • 16. Iterative Deepening Search• Prinsip depth-first search: Lakukan depth-limited search secara bertahap dengan nilai l yang incremental10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 31 Iterative Deepening Search• Prinsip depth-first search: Lakukan depth-limited search secara bertahap dengan nilai l yang incremental10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 32
  • 17. Cari solusi dari Arad ke Bucharet dengan menggunakan depth-limited search dengan l = 3!10/19/2011 Metode Pelacakan Buta 33