Handout | Lks

  • 2,993 views
Uploaded on

Handout dari dosen geografi Unesa

Handout dari dosen geografi Unesa

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,993
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
105
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. HANDOUT Pertemuan Ke XIII Lembar Kerja Siswa (LKS) A. Pendahuluan Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan diri sekaligusmengembangkan proses pembelajarannya adalah mengembangkan sumber belajar bagi dirimaupun peserta didiknya. Sebagai contoh, guru dapat membuat atau menyusun sendiri lembarkerja siswa (LKS) untuk dijadikan sebagai sumber belajar bagi peserta didik. LKS menurut Indrianto (1998) adalah lembar kerja siswa yang berisi pedoman bagisiswa untuk melakukan kegiatan yang mencerminkan keterampilan proses agar siswamemperoleh pengetahuan atau keterampilan yang perlu dikuasainya. LKS (student worksheet)adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. LKS biasanyaberupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yangdiperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kaitannya dengan kompetensi yang akandicapai (Depdiknas, 2008). Untuk mengerjakan tugas-tugas dalam sebuah LKS, siswa dapatmenggunakan dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. B. Langkah-Langkah Menyusun LKS. 1. Menganalisis kurikulum Analisis kurikulum dimaksudkan untuk menentukan materi-materi mana yang memerlukan bahan ajar LKS. Biasanya dalam menentukan materi dianalisis dengan cara melihat materi pokok dan pengalaman belajar dari materi yang akan diajarkan, kemudian kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. 2. Menyusun peta kebutuhan LKS Peta kebutuhan LKS sangat diperlukan guna mengetahui jumlah LKS yang harus ditulis dan sekuensi atau urutan LKS-nya juga dapat dilihat. Sekuens LKS ini sangat diperlukan dalam menentukan prioritas penulisan. Diawali dengan analisis kurikulum dan analisis sumber belajar.
  • 2. 3. Menentukan judul-judul LKS. Judul LKS ditentukan atas dasar KD-KD, materi-materi pokok atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum. Satu KD dapat dijadikan sebagai judul LKS apabila kompetensi itu tidak terlalu besar, Besarnya KD dapat dideteksi antara lain dengan cara apabila diuraikan ke dalam materi pokok (MP) mendapatkan maksimal 4 MP, maka kompetensi itu telah dapat dijadikan sebagai satu judul LKS. Namun apabila diuraikan menjadi lebih dari 4 MP, maka perlu dipikirkan kembali apakah perlu dipecah misalnya menjadi 2 judul LKS.4. Menulis LKS Penulisan LKS dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Perumusan KD yang harus dikuasai; rumusan KD pada suatu LKS langsung diturunkan dari dokumen SI. b. Penentuan alat penilaian; bahwa penilaian dilakukan terhadap proses kerja dan hasil kerja siswa. Karena pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah kompetensi yang penilaiannya didasarkan pada penguasaan kompetensi, maka alat penilaian yang cocok adalah menggunakan pendekatan Panilaian Acuan Kriteria (PAK) atau Criterion Referenced Assesment. c. Penyusunan materi; yakni tergantung pada KD yang akan dicapai. Materi LKS dapat berupa informasi pendukung, yaitu gambaran umum atau ruang lingkup substansi yang akan dipelajari. Materi dapat diambil dari berbagai sumber seperti buku, majalah, internet, jurnal hasil penelitian. Agar pemahaman siswa terhadap materi lebih kuat, maka dapat saja dalam LKS ditunjukkan referensi yang digunakan agar siswa membaca lebih jauh tentang materi itu. Tugas-tugas harus ditulis secara jelas guna mengurangi pertanyaan dari siswa tentang hal-hal yang seharusnya siswa dapat melakukannya, misalnya tentang tugas diskusi. Judul diskusi diberikan secara jelas dan didiskusikan dengan siapa, berapa orang dalam kelompok diskusi dan berapa lama waktunya. d. Struktur LKS, secara umum adalah sebagai berikut: * Judul * Petunjuk belajar (petunjuk siswa) * Kompetensi yang akan dicapai * Informasi pendukung * Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja * Penilaian
  • 3. Saat ini, dibutuhkan bukan sekadar guru yang kompeten dalam tugas pokoknya, namun jugaguru yang selalu ingin dan mau mengembangkan dirinya. Pengembangan kompetensi gurudalam pembuatan LKS merupakan suatu upaya positif dan bermanfaat. Guru dapatmengembangkan LKS dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang sudah tersedia.Misalnya, guru dapat mengembangkan LKS berbasis web atau LKS dengan dua-bahasa(Inggris dan Indonesia). Guru juga dapat mengembangkan LKS dengan pola kerja atau polapenggunaan tertentu, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.CONTOH LKS : LEMBAR KERJA SISWA “MANUSIA SANGIRAN”PETUNJUK !Pada pembelajaran IPS dengan topik “Manusia Sangiran “ ini kamu akan mempelajari : 1. Bentuk permukaan bumi 2. Kehidupan Pra Aksara 3. Interaksi social/proses social, sosialisasi, kepribadian. 4. Makhluk social, makhluk ekonomi, makhluk bermoral, kebutuhan, tindakan ekonomi (motif dan motif ekonomi)Kompetensi Dasar1.1. Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan.1.2. Mendeskripsikan kehidupan pada masa pra aksara.2.1. Mendeskripsikan interaksi sebagai proses social.2.2. Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian.
  • 4. 2.3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi social.2.4. Menguraikan proses interaksi social.2.5. Mendeskripsikan manusia sebagai maklhuk social dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan.2.6. Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Ringkasan Materi A. Bentuk Muka Bumi Relief yang ada di daratan disebut relief daratan, sedang yang ada di dasar lautdinamakan relief dasar laut.1. Relief Daratan Relief daratan antara lain berupa Gunung, pegunungan, lembah, dataran tinggi dandataran rendah.a. Gunung Adalah permukaan bumi yang menonjol ke atas dengan ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan laut. Biasanya gunung ini dibentuk oleh kegiatan gunung api.
  • 5. b. Pegunungan Adalah sekumpulan gunung antara yang satu dengan yang lain merupakan suatu rangkaian tidak terpisah-pisah. Ketinggiannya lebih dari 500 m, dan jika ketinggiannya kurang dari itu dinamakan perbukitan.c. Dataran tinggi dan dataran rendah Dataran tinggi adalah permukaan bumi yang relatif datar yang ketinggiannyalebih dari 200 m, sedangkan jika kurang dari 200 m dinamakan dataran rendah.d. Lembah Lembah adalah permukaan bumi yang lebih rendah dari daerah sekitarnya dan berbentuk memanjang. Lembah dapat terjadi melalui dua cara, yaitu karena pengikisan, misalnya lembah sungai, dan karena patahan kulit bumi.2. Relief Dasar Laut Relief dasar laut antara lain berupa shelf, palung laut, lubuk laut, punggung laut, dangunung laut.a. Shelf Adalah dasar laut yang relatif datar dan kedalamannya kurang dari 200 m.b. Palung laut Adalah lembah curam dan dalam yang terdapat didasar laut. Palung laut dapat terjadi karena adanya patahan, rekahan atau karena adanya kikisan arus laut yang sangat kuat.c. Lubuk laut Adalah dasar laut yang dalam yang bentuknya seperti mangkuk. Lubuk laut terjadi karena adanya penurunan dasar laut.d. Punggung laut Adalah rangkaian pegunungan yang ada di dasar laut. Punggung laut ini sering juga disebut dengan “mid oceanic ridge” atau punggungan dasar samudera.e. Gunung laut Adalah gunung api yang kakinya berada di dasar laut. Jika puncaknya dapat melewati/muncul dipermukaan laut akan gunung tersebut akan membentuk pulau.
  • 6. 2.Struktur Lapisan Bumi Keterangan: A = Inti dalam, jari-jarinya 1.300 km. Massa jenisnya = 12 – 15. B = Inti luar, tebalnya 2.100 km. Massa jenis = 12 - 15 C = Mantel, tebalnya 2.900 km. Massa jenis = 3,0 – 8,0 D = Kulit bumi atau kerak bumi, tebalnya 4 – 80 km. Massa jenis kerak bumi = 2,6 – 3,0.3. Tenaga Pembentuk Relief Muka Bumi Tenaga Geologi Tenaga Endogen Tenaga EksogenTektonisme Vulkanisme Seisme Erosi Pelapukan Sedimentasi Bentuk Kehidupan
  • 7. a. Tektonisme Tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi baik secara vertikal maupun horizontal. Berdasarkan kecepatan gerakannya, tektonisme dibagi dua, yaitu gerak epirogenesis dan orogenesis. b. Vukanisme Proses keluarnya magma dari dalam bumi menuju ke permukaan bumi dinamakan vulkanisme. Ada dua macam bentuk vulkanisme, yaitu intrusi dan ekstrusi. c. Seisme Seisme atau gempa bumi adalah getaran yang berasal dari lapisan kulit bumi dan dapat dirasakan sampai dipermukaan bumi.4. Proses Terbentuknya Kubah (dome) Sangiran Diperkirakan Sangiran pada masa lampu merupakan kawasan subur tempat sumbermakanan bagi ekosistem kehidupan. Keberadaanya di wilayah katulistiwa, pada jamanfluktuasi jaman glassial-interglassial menjadi tempat tujuan migrasi manusia purba untukmendapatkan sumber penghidupan. Dengan demikian kawasan sangiran pada kala pleistocenmenjadi tempat hunian dan ruang subsistensi bagi manusia pada masa itu. Berdasarkan penelitian geologis, Sangiran merupakan kawasan yang tersingkaplapisan tanahnya akibat proses orogenesa (pengangkatan dan penurunan permukaantanah) dan kekuatan getaran di bawah permukaan bumi (endogen) maupun di ataspermukaan bumi (eksogen). Aliran Sungai Cemoro yang melintasi wilayah tersebut jugamengakibatkan terkikisnya kubah Sangiran menjadi lembah yang besar yang dikelilingioleh tebing-tebing terjal dan pinggiran-pinggiran yang landai. Beberapa aktifitas alam diatas mengakibatkan tersingkapnya lapisan tanah/formasi periode pleistocen yangsusunannya terbentuk pada tingkat-tingkat pleistocen bawah (lapisan Pucangan),pleistocen tengah (lapisan Kabuh), dan pleistocen atas (lapisan Notopuro). Fosil-fosilmanusia purba yang ditemukan di laipsan-lapisan tersebut berasosiasi dengan fosil-fosilfauna yang setara dengan lapisan Jetis, lapisan Trinil, dan lapisan Ngandong
  • 8. Setelah beberapa hasil penelitian dan penemuan fosil manusia purba direkonstruksi, makadapat digolongkan beberapa jenis manusia purba, sebagai berikut:1. Jenis Meganthropus Temuan Von Koenigswald Tahun 1936 dan 1941 yaitu rahang manusia di daerah Sangiran setelah direkonstruksi bentuknya menunjukkan mahluk yang besar. Hasil penemuan ini dimasukkan dalam kelompok jenis manusia Meganthropus. Megas artinya besar atau raksasa dan anthropus artinya manusia. Jadi, Meganthropus itu jenis manusia raksasa. Jenis Meganthropus hasil penemuan Van Koenigswald kemudian dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa.2. Jenis Pithecanthropus Fosil-fosilnya ditemukan tahun 1890 E Dubois di Trinil, dekat Lembah Bengawan Solo, setelah direkonstruksi terbentuklah sebuah kerangka manusia, tetapi masih terlihat tanda- tanda kera. Jadi, di antara kera dan manusia. Oleh karena itu disebut jenis Pithecanthropus Erectus atau manusia kera yang berjalan tegak. Jenis Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Di Indonesia, selain Pithecanthropus Erectus, juga ada Pithecanthropus Mojokertensis, yang fosilnya ditemukan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur. Kehidupan mereka kira-kira pada Plestosen Tengah. Makanan Pithecanthropus tidak hanya tumbuh-tumbuhan seperti Meganthropus, tetapi sudah makan segala yang ditemuinya. 3. Jenis Homo Fosil jenis homo ditemukan di Wajak. Pertama kali ditemukan oleh Von Rietschoten. Setelah diteliti oleh E. Dubois dan kawan-kawan, disimpulkan sebagai jenis homo. Ciri-cirinya, muka lebar dengan hidung yang lebar dan mulutnya menonjol. Dahinya juga masih menonjol , sekali pun tidak seperti jenis Pithecanthropus. Bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang. Jenis manusia homo tingginya diperkirakan sekitar 130- 210 cm, dengan berat badan kira-kira 30 -150 kg. Hidupnya diperkirakan di sekitar 40.000 - 25.000 tahun yang lalu. Jenis manusia inilah jenis manusia yang sesungguhnya sebagai makhluk yang sempurna di muka bumi.
  • 9. B. Hubungan antara Kondisi Alam Sangiran dengan Penemuan Fosil-fosil Manusia Pra aksara Kita telah memahami kondisi alam Sangiran yang berada di lembah Bengawan Solodilihat dari struktur lapisan tanah antara lain terdiri atas jenis aluvial. Daerah sekitar lembahBengawan Solo juga menjadi subur. Kondisi alam lembah Bengawan Solo yang demikian itusecara alami banyak dihuni oleh makhluk hidup, termasuk jenis manusia. Mengapa demikian?Tentu kita mengetahui, bahwa manusia agar survive perlu memenuhi kebutuhan dasar antaralain, kebutuhan akan makan , pakaian, perumahan, kesehatan, dan pemenuhan kegiatan-kegiatan dasar yang lain. Itulah sebabnya di lembah Bengawan Solo secara hukum alam wajarkalau dihuni oleh manusia sejak jaman duli hingga sekarang.C.Kehidupan Ekonomi dan Sosial Manusia Pra aksara Pada hakekatnya kehidupan individu dan masyarakat tidak dapat terlepas daripersoalan ekonomi. Manusia juga dikenal sebagai makhluk ekonomi (homo economicus).Sebagai homo economicus artinya manusia dalam memenuhi kebutuhannya selalumempertimbangkan mana yang lebih menguntungkan pada dirinya. Namun demikian bukanberarti hanya mementingkan dirinya semata, tetapi juga terkait dengan kepentingan untukmanusia lain atau masyarakat, selain itu manusia juga selalu membutuhkan orang lain agarbisa bertahan hidup. Hal ini berarti manusia itu tidak akan bisa hidup sendirian tanpa bantuanorang ain disekitarnya. Ini dapat kita cermati bahwa manusia itu sejak lahir telah melibatkanorang lain baik dari lingkungan keluarga maupun masyarakat yang lebih luas untukmerawatnya. Tanpa itu semua manusia pasti akan mati. Begitu pula untuk perkembanganselanjutnya dalam berkomunikasi dan memenuhi kebutuhan hidup yang lainnya manusia tidakbisa lepas dari orang lain yang ada di sekitarnya. Dengan demikian manusia dikenal sebagaimakhluk sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia juga tidak bisa mengabaikan etikadan nilai-nilai moral. Itulah Sebabnya makhluk yang dikenal sebagai manusia itu juga dikenalsebagai makhluk ekonomi sosial yang bermoral. Makhluk ekonomi sosial yang bermoral sudah ada sejak zaman praaksara (masa manusiabelum mengenal tulisan), terutama jenis makhluk homo sapien. Dalam kehidupan keseharian,untuk memenuhi kebutuhannya manusia homo sapien telah hidup menetap dan melakukan
  • 10. bercocok tanam. Mengapa mereka hidup menetap? Mengapa mereka melakukan bercocoktanam? Mereka hidup menetap tinggal di tepi sungai karena tanahnya subur sehingga mudahuntuk melakukan kegiatan bercocok tanam. Inilah sebagai bentuk motif ekonomi masyarakatpraaksara. Tindakan masyarakat praaksara untuk bercocok tanam ini tentu mempunyai pilihan yangtepat bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan dan teknologi yang dimiliki pada saat itu.Dengan demikian masyarakat praaksara pada saat itu telah mengenal prinsip ekonomi. Bagaimana perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada zaman praaksara? Perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada zaman pra-aksara ataupada manusia purba meliputi beberapa tahap sebagai berikut.1. Masa Berburu dan Meramu Pada masa ini kehidupan manusia purba masih sangat sederhana. Kehidupan sosial ekonomi manusia purba pada masa ini meliputi: a. Mencari dan Mengumpulkan Makanan Pada masa ini manusia purba dalam memenuhi kehidupannya dilakukan dengan cara berburu dan meramu. Di dalam berburu mereka mencari dan menangkap binatang. Beberapa binatang yang ditangkap pada saat itu antara lain rusa, celeng banteng, kera, badak, kuda sungai, kerbau liar. Disamping itu mereka juga menangkap ikan. b. Hidup Bekelompok Manusia purba pada umumnya hidup secara berkelompok/ bergerombol dimana tempat tersebut banyak bahan makanan dan air. Pada umumnya mereka tinggal di tempat yang aman dari gangguan bencana dan ancaman dari binatang buas, seperti di padang rumput dan hutan yang berdekatan dengan sungai, karena di tempat tersebut pada umumnya banyak buah-buanhan, daun-dauanan, ubi-ubian dan biasanya dilewati binatang. Pada tahap ini kehidupan sosial masih sederhana, karena terbatas pada kelompok kecil ( in group). Interaksinya juga masih terbatas pada lingkup kelompok kecil tersebut, sehingga norma dan nilai yang mereka pegang juga terbatas pada kesepakatan kelompok kecil (in group).
  • 11. 2. Bertempat Tinggal Sementara Dalam perkembangnnya, pola pemukiman mereka mulai berubah. Sebagian dari manusia purba ada mulai bertempat tinggal sementara.Tempat tinggal sementara biasanya di gua-gua, tepi danau, maupun ditepi pantai. Tempat-tempat tersebut digunakan untuk berteduh dan menimbun bahan makanan.3. Masa Bermukim dan Bercocok Tanam Masa ini sudah memasuki zaman Neolithikum ( zaman batu baru). Pada tahap ini manusia sudah mencapai tingkatan yang cukupmaju.Hal ini ditandai dengan adanya perkembangan makluk Homo Sapiens Murni. Makhluk ini termasuk jenis manusia cerdik yang sudah menggunakan akal pikiran secara sempurna. Pada masa ini kehidupan sosial sudah cukup maju karena sudah menggunakan akal dan pikirannya secara sempurna. Kehidupan masa ini meliputi: a. Kehidupan Bermukin dan Berladang Pada tahap ini kehidupan manusia mulai menetap dan untukmemenuhi kehidupan sehari-hari mereka mulai mengenal bercocok tanam. Mereka mulai menanam jenis makanan yang menghasilkan bahan makanan. Untuk mengembangkan kegiatan berladang mereka mulai berusaha membuka ladang baru dengan cara menebang hutan dan membakar pohon-pohonan di hutan sekitarnya, sehingga tercipta ladang baru untuk ditanami. Juga digunakan untuk bercocok tanam dan beternak. Terjadilah revolusi kebudayaan dan food gathering menjadi food producing. b. Kehidupan Bercocok Tanam di persawahan Cara hidup manusia dengan food producing terus berkembang dan mengalami peningkatan, hal ini didorong oleh makin meningkatnya jumlah penduduk yang diakibatkan karena pola hidup yang sudah menetap. Dengan bertambahnya jumlah penduduk food producing semakin meningkat, jenis tanaman yang ditanam juga semakin bertambah seperti sukun, durian, rambutan, duku, salak maupun kelapa. Sistem pertanian pada zaman ini dilakukan dengan cara membuat pematang- pematang untuk menahan air. Di daerah pegunungan mulai dibuat sawah-sawah
  • 12. bertingkat-tingkat yang dilengkapi dengan saluran air. Alat yang digunakan pada masa ini adalah alat yang jenis kapak yakni kapak lonjong dan kapak persegi. Pada jaman ini, kebutuhan manusia masih relatif sedikit dan sederhana, setiap orang menghasilkan sendiri barang-barang yang mereka butuhkan tanpa bantuan orang lain. Makanan, pakaian dan tempat tinggal diproduksi sendiri dan selanjutnya dikonsumsi sendiri pula. Masyarakat yang seperti ini biasa disebut dengan masyarakat subsistence. Akan tetapi seiring dengan perkembangan peradaban manusia, kebutuhan manusia menjadi semakin banyak dan semakin kompleks. Manusia menjadi semakin tidak mampu mengusahakan sendiri seluruh alat pemuas kebutuhan mereka. Keadaan ini menyebabkan saling ketergantungan antar anggota masyarakat. Manusia menjadi lebih suka menukarkan barang hasil produksinya dengan barang hasil produksi orang lain yang mereka butuhkan. Pertukaran semacam ini, disebut dengan barter. Pada zaman ini, merka belum mengenal uang. Semakin majunya suatu perekonomian, pertukaran dengan cara barter ternyata menghadapi berbagai kesulitan. Kesulitan yang pertama adalah kesulitan menemukan barang yang sesuai dengan kebutuhan, kedua adalah kesulitan menentukan nilai tukar barang dan yang ketiga adalah kesulitan menyimpan barang yang akan ditukarkan. Adanya kesulitan-kesulitan yang menyertai pertukaran dengan cara barter,membuat manusia mulai memikirkan cara baru yang lebih mudah. Mereka kemudianmenetapkan satu jenis benda tertentu yang bisa digunakan untuk menukarkan dengansegala macam barang dan jasa yang ada dalam masyarakat. Dalam sejarah dikenalbeberapa jenis benda yang pernah digunakan sebagai alat tukar. Cara pertukaran yangbaru ini disebut juga pertukaran dengan menggunakan barang perantara ( pertukaranuang-barang). Pertukaran dengan uang barang ternyata masih memunculkan kesulitan-kesulitan yang lain. Kesulitan ini bersumber dari sitaf-sifat umum yang melekat padabenda yang digunakan sebagai perantara tukar menukar. Sifat-sifat tersebut adalah :1. sulit untuk dipindah-pindahkan2. tidak tahan lama atau cepat rusak3. sulit disimpan4. nilainya tidak tetap atau bisa berubah5. sulit dibagi tanpa mengurangi nilainya
  • 13. Untuk memudahkan pemahaman kalian mengenai tahap perkembangan tukar menukar perhatikan bagan berikut ! Tukar menukar barang dengan barang (Barter) BARANG BARANG Tukar menukar dengan perantaraan uang barang BARANG UANG BARANG BARANG Tukar menukar dengan perantaraan uang BARANG UANG BARANG Gambar. Tahap-tahap PertukaranD. Kehidupan Sosial Budaya Bagaimanapun juga setiap makhluk hidup tidak dapat hidup sendirian, apalagi manusiayang dikenal sebagai makhluk sosial. Demikian halnya dengan manusia purba, yang ternyatatelah memiliki tradisi bergaul dan berinteraksi antar sesamanya. Hal ini dapat dibuktikanmisalnya dalam kehidupan mereka yang telah mengenal pembagian tugas. Sebagai contohyang jenis laki-laki mencari dan mengumpulkan makanan, sementara jenis perempuanmeramu makanan dan bertugas mengasuh anak keturunannya. Seiring dengan perkembanganjaman pada masa ini terdapat perubahan sosial budaya pada manusia. Sejalan dengan teoriDurkhin, solidaritas sosial dalam hal ini terdapat pergeseran dari solidaritas mekanic menjadisolidaritas organic. Ini dapat dicermati bahwa pada waktu itu segala sesuatu yang dilakukanoleh manusia purba semula serba sama, lama kelamaan berubah menjadi terspesialisasi dimasing-masing bidang. Kehidupan sosial ini semakin berkembang setelah munculnya jenismanusia Homo Sapien. Mereka sudah bertempat tinggal tetap, hidup berkelompok, membentukmasyarakat dan mengembangkan aktivitas ekonomi secara teratur.
  • 14. Dalam kehidupan bermasyarakat mereka saling berinteraksi baik interaksi antar individu,individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Proses interaksi ini akanmendorong terjadinya proses sosialisasi. Sosialisasi merupakan proses belajar seseoranguntuk mempelajari pola hidup sesuai nilai, norma, dan kebiasaan yang dijalankannya dalammasyarakat di mana dia berada. Proses sosialisasi juga akan membantu dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat,sehingga menjadikan setiap individu mengetahui peranan yang dimiliki di tengah-tengahmasyarakat. Proses sosialisasi merupakan proses penting dalam menjaga dan mewujudkanketertiban. Dengan demikian, melalui proses sosialisasi individu akan berkembang menjadisuatu pribadi yang lebih mantap. Bentuk interaksi dan proses sosialisasi semacam itu juga sudah dikenal sejak masyarakatpraaksara, terutama masyarakat jenis Homo Sapien. Mereka sudah mengenal dan menentukanwilayah tempat tinggal komunitasnya. Mereka juga sudah mengenal pemilihan pemimpin secarademokratis, musyawarah, dan mufakat. Dalam kehidupan bermasyarakat mereka salingmembantu, bergotong royong untuk melaksanakan kegiatan. Mereka tidak membedakan sikaya dan si miskin, sehingga mereka dapat saling membantu dan bergotong royong dalamberbagai kegiatan (sosialisme). Mereka memiliki solidaritas kelompok dalam wilayahnya untukmenghadapi bencana, musuh, sehingga terbangun rasa kesatuan dan nasionalisme di antaramereka. Bahkan masyarakat pra-aksara juga telah mengenal bentuk-bentuk kepercayaanmisalnya animisme dan dinamisme terutama pada zaman Megalithikum. LATIHANPETUNJUK !A. Kerjakanlah Soal-Soal di bawah ini dengan tepat ! 1. Proses pembentukan muka bumi yang ditandai dengan menerobosnya magma di atas permukaan bumi disebut …. a. Vulkanisme c. tektonisme b. Seisme d. orogenesis 2. Gerakan pergeseran lapisan kulit bumi dengan arah vertikal dan horisontal serta gerakannya relatif cepat dalam wilayah yang sempit. Gerakan ini dinamakan .... a. gerak tektogenesa
  • 15. b. gerak orogenesa c. gerak epirogenesa positif d. gerak epirogenesa negatif3. Pada jaman pleistosen, wilayah Sangiran merupakan bentang lahan ….. a. Gunung b. Lembah c. Dasar Laut d. Palung Laut.4. Proses pembentukan muka bumi yang ditandai dengan menerobosnya magma di atas permukaan bumi disebut …. c. Vulkanisme c. tektonisme d. Seisme d. orogenesis5. Gambar berikut menunjukkan bentuk muka bumi .... a. slenk b. lipatan c. dekstral d. flexuur6. Tenaga endogen yang membentuk kubah Sangiran adalah …… a. Seisme b. Pelapukan c. Pengangkatan d. Tektonisme.7. Fosil yang banyak ditemukan di Sangiran adalah …………. a. Pithecanthropus Erectus b. Pithecanthropus wajakensis c. Meganthropus d. Pithecanthropus mojokertensis8. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia jaman pra aksara yang hanya mencukupi kebutuhan sendiri …… a. Barter b. Subsitencies c. Meramu d. Berburu9. Kehidupan manusia pra aksara, yang mulai mengenal kehidupan menetap dialami oleh …….. a. Meganthropus b. Pithecanthropus
  • 16. c. Homo sapien d. Jawaban b dan c 10. Bentuk-bentuk kepercayaan yang sudah dianut orang pra aksara atau manusia Sangiran ……… a. Belum mengenal kepercayaan b. Animesme c. Dinamisme d. Jawaban c dan d.B. Jawablah pertanyaan di bawah ini secara tepat ! 1. Jelaskan proses geologi terbetuknya kubah (dome) Sangiran ! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… 2. Buatlah skema tentang factor-faktor geologi yang mempengaruhi bentuk muka bumi ! Jelaskan dengan disertai contoh masing-masing tenaga geologi tersebut ! 1. ………………. 2. ………………. 3. ………………. Tenaga Geologi 1. ………………. 2. ………………. 3. ……………….3.Deskripsikan kehidupan ekonomi manusia Sangiran !
  • 17. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………4. Deskripsikan kehidupan social-budaya manusia Sangiran ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………5. Jelaskan alasan bahwa kegiatan ekonomi manusia pra aksara banyak mengenal “barter” ? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………….6. Jelaskan kegiatan “barter” sulit dilaksanakan pada kegiatan manusia pra aksara ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………... 7. Jelaskan dengan disertai contoh perbedaan food gathering menjadi food producing ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………8. Jelaskan bentuk-bentuk kepercayaan manusia pra aksara di Sangiran ! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………C. Secara berkelompok, buatlah makalah dengan tema “Sangiran sebagai the world heritage” !