Your SlideShare is downloading. ×

Sde tm11

737
views

Published on


0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
737
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Woody biomass is trees and woody plants, including limbs, tops, needles, leaves, and other woody parts, forest grown, from woodlands, or rangelands. Woody biomass can come as fiber straight from the forest, harvesting residues, mill residues, urban and municipal wood waste, and short rotation woody crops.We can obtain woody biomass for energy and other products from a variety of sources. Communities will vary on whether or not they have access to and to what degree things like urban waste wood or land-clearing debris.Forest residues represent a large available source of woody biomass. The Billion Ton Report identified 67 million dry tons annually of logging residues and other removals and more than 8 billion dry tons of biomass as potentially treatable biomass in terms of fuel load reduction in the nation’s forested lands. Hybrid poplars and willows specifically grown as energy feedstock offer further opportunity for woody biomass to assist in energy production. The fast-growing nature of these as well as other tree species can be harvested in four to eight year increments. In some cases these woody plantations can be combined with wastewater disposal efforts such as sewage and waste water from food processing factories.Production agriculture is another source of biomass. Corn has received a lot of attention in terms of ethanol production. Oilseed crops such as soybeans can be refined to produce biodiesel. The non-food portions of biomass left after harvest such as corn stover and nutshells are also useful; they can be combusted for heat energy or converted into transportation fuels such as ethanol. Perennial grasses are another form of biomass. Fairly low nutrient requirements, geographic growing range, and high energy yield make these grasses an ideal biomass source. And let’s not forget waste from animal farms. This waste can be burned directly or used for methane production.
  • Transcript

    • 1. EKONOMI ENERGITatap Muka ke-11
    • 2. Ekonomi Energi• Prognosa pertumbuhan pemakaian energi• Konservasi energi• Pencemaran & Lingkungan hidup• Kebijakan energi & alokasi SDE yang efisien
    • 3. Ekonomi Energi• Definisi :Energi ekonomi adalah bidang yang mempelajaripemanfaatan energi sebagai sumberdaya dan energisebagai komoditi• Termasuk usaha untuk penyediaannya, konversinya,pengirimannya dan pemanfaatannya.• Struktur pasar dan peraturan pengendaliannya• Distribusi dan dampak lingkungannya• Pemanfaatannya secara efisien
    • 4. EKONOMI SUMBER DAYA ALAMDEFINISIadalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mencoba menerapkanteori ekonomi (khususnya teori ekonomi mikro) dalam pengelolaansumber daya alam dan energi untuk memenuhi kebutuhan manusiasecara optimal (efisien) dan efektif) dan lestariFUNGSI PRODUKSIPertumbuhan ekonomi agregat sering diartikan sebagai kenaikanproduksi nasional.Fungsi Produksi menunjukkan hubungan antara keluaran (Output)dengan jumlah masukan (input).Secara sistematis dapat ditulis :Y = f (L , K , R , T)dimanaY = jumlah produksiL = jumlah tenaga kerjaK = kapitalT = TeknologiR = jumlah barang sumberdaya alamDari fungsi produksi di atas sumberdaya alam bersama-samamasukan lainnya menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi
    • 5. PENTINGNYA SUMBERDAYA ALAM BAGI PEMBANGUNANEKONOMISejarah menunjukkan masyarakat bisa mencapai kemakmuran karena berhasilmemanfaatkan sumberdaya yang dimiliki.Adam Smith : “ABSOLUTE COMPARATIVE ADVANTAGE” dengan teori tersebutAdam Smith menyarankan agar setiap masyarakat berproduksi sesuai dengankeunggulan komparatif yang dimiliki.Jadi masyarakat yang kaya akan sumber daya akan lebih banyak berproduksi.ISU- ISU POKOK DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM• SDA terbatas tersedianya• Lokasi dari cadangan SDA terletak jauh dari yang memerlukan• Adanya pergeseran para pengguna dari yang semula memakai SDA yangrenewable menjadi non renewable• Pemanfaatan SDA yang tidak lagi bijaksana dan berpandangan jangka pendek• belum adanya pertimbangan lingkungan• Semakin meningkatnya ketergantungan kita pada SDA kelas rendah• Semakin terbatasnya kondisi lingkungan global• Peranan yang diberikan kepada pasar dan menentukan pengelolaan SDA
    • 6. FAKTOR-FAKTOR PENUNDA KELANGKAAN• Perubahan teknologi : dengan inovasi dimungkinkan efisiensi danpemanfaatan SDA kelas rendah sehingga menjamin aliran SDA• Perdagangan internasional : dengan perdagangan internasionaldimungkinkan dipakainya SDA internasionalEx : LNG dari Indonesiabauxit dari YamaicaCADANGAN, TINGKAT PENGGUNAAN DAN EKSPLORASICadangan akan meningkat dengan adanya penemuan hasilleksplorasi, eksplorasi akan menghasilkan informasi tambahan tentangSDATujuan pengelolaan SDA untuk mencapai tingkat penggunaan yangoptimal dan lestari dan tergantung pada pemanfaatan
    • 7. SUMBERDAYA ALAM DAN PERTUMBUHAN EKONOMIAda hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barangsumberdaya dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungannegatif antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumberdaya alamyang ada di dalam bumi. Di samping itu dengan pembangunan ekonomiyang cepat yang dibarengi dengan pembangunan pabrik akanmeningkatkan pencemaran lingkungan.Pertumbuh. SDAEkonomi(Y) Y1 Y=f(R) NoY0 N1N=f(Y)0 0Ro R1Brg SBDY Yo Y1 Pertumb(Y)Hub Pertumb Ek dng brang sumbdya Hub Pertumb ek dg persediaan SDAPencemaran P=f(Y)P1P20 Y1 Y2 Pertumb (Y)Hub. Pertumb dg tk. pencemaran
    • 8. HUBUNGAN ANTARA JUMLAH PENDUDUK, PERTUMBUHANEKONOMI, BARANG SUMBERDAYA DAN LINGKUNGANBarang dan jasaPendudukPertumbuhan ekPencemaran LingkunganMenipisnya SDA
    • 9. Prognosa pertumbuhan pemakaian energiPertumbuhan penggunaan energi• Dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari penggunaan energi• Manusia purba diperkirakan hanya memerlukan energi 10.000 KJ/ hariuntuk makan. Manusia modern memerlukan 1 juta KJ/ hari untukberbagai kegiatan termasuk untuk makan dan transportasi• Kemakmuran suatu negara serta tingkat penggunaan energi dapat dilihatdari hubungan antara GNP (Gross National Product) per kapita dengantingkat pemakaian energi/ kapita.• Semakin tinggi GNP/ kapita semakin tinggi tingkat pemakaian energinyaper kapita.• Negara-negara maju rata-rata GNP/ kapitanya tinggi begitu pula tingkatpemakaian energinya/ kapita.• Sedangkan negara berkembang karena GNP/ kapita masih rendah,artinya tingkat kemakmurannya masih rendah, begitu pula tingkatpenggunaan energinya/ kapita
    • 10. World EnergyGDP vs. Energy ConsumptionOmanTurkmenistanEstoniaNetherlandsPortugalCzechSaudi ArabiaRussiaDenmarkJapanTrinidad & TobagoAustraliaFinlandNorwaySwitzerlandSingaporeCanadaIcelandKuwaitUnited StatesUAESwedenBelgiumNew ZealandItalyChinaSloveniaS. KoreaUKAustriaIsraelSpainGermany FranceChileGreeceIrelandSlovakiaUruguayArgentinaMozambique02,0004,0006,0008,00010,00012,00014,0000 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000GDP per capita (million Int. $ at PPP)EnergyConsumption(thousandmetrictoepercapita)
    • 11. 1. Metoda prognosa intuitifBerlandaskan bahwa metoda analitis matematis tidak bisa dipakaibegitu saja untuk peramalan, karena banyak faktor ketidak pastian yangberkembang dengan waktu• Survei pendapat ahliDilakukan terhadap sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu ± 20orang, secara lisan maupun tertulis. Prognosa individual iniselanjutnya disarikan untuk prognosa lebih lanjut. Kelemahannyapendapat yng minoritas meskipun kemungkinan benar akantertutup dengan pendapat mayoritas• Diskusi panelSekelompok ahli saling berdiskusi dalam satu tempat sehinggamemperoleh ramalan bersama. Diskusi ini perlu moderator yangkuat namun pendapat yg ekstrem bisa hilang karena kesepakatandan kompomiBeberapa metoda Prognosa pertumbuhan
    • 12. • BrainstromingDapat mengumpulkan seluruh spektrum kemungkinan, setiap anggotadiskusi harus diberi kebebasan mengeluarkan pendapat. Dilakukansecara bebas dan informal, dan obyektif harus jelas• Metode delphiUntuk memperoleh pendapat ahli dalam jumlah agak banyak. Metoda inidilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimintakan pendapat secaratertulis. Setelah disarikan diajukan pertanyaan kepada para ahli untukdijawab. Hasil jawaban dirumuskan sebagai bahan diskusi/ pertemuanpada tahap berikutnya. Meskipun memakan waktu hasil dari metoda inibanyak dipakai karena memberikan bahan yang berharga2. Studi kecenderungan (trend) sistemikBerlandaskan pada asumsi bahwa lengkung perkembangan menunjukkansifat kesamaan, lengkung kecenderungan memiliki keteraturan, sehinggaseolah membuktikan bahwa suatu kecenderungan tidak bisa berubahbegitu saja, sehingga dapat dipakai meramalkan untuk yang akan datang.Namun kecenderungan ini hanya memberikan prinsip arah.Beberapa metoda Prognosa pertumbuhan
    • 13. 17World Energy Consumption
    • 14. PEMAKAIAN ENERGI INDONESIA
    • 15. • Ekstrapolasi trendAngka-angka realisasi waktu yang lalu dicatat sebagai fungsi waktu,untuk menentukan lengkung rata-rata, dan kemudian menyambunglengkung tsb ke masa yang akan datang. Secara sistematisdiusahakan merumuskan dalam fungsi y = f(t). Untuk membuatfungsi ini diperlukan data sebanyak mungkin agar lebih teliti.• Korelasi trendJumlah energi yang diperlukan mendatang dikaitkan denganperkembangan perekonomian. Untuk mewakili perkembanganperekonomian suatu negara biasanya digunakan Produk NasionalBruto (GNP), sehingga GNP/ kapita suatu negara dikorelasikandengan kebutuhan energinya.Beberapa metoda Prognosa pertumbuhan
    • 16. 20World Energy Consumption
    • 17. PEMAKAIAN ENERGI INDONESIA
    • 18. • Cara substitusiParameter teknologi sering dapat diramalkan dengan ekstrapolasikenaikan substitusi teknologi ini oleh teknologi yang lebih maju.Model substitusi ini berlandaskan bahwa kemajuan teknologi akanmenggantikan teknologi yang ada, bila penggantian ini berlanjuthingga beberapa prosen akan berlanjut terus secara linier3. Analogi pertumbuhan– Berbagai perkembangan sesuatu di masyarakat memperlihatkankesamaan dengan pertumbuhan biologik– Perkembangan tersebut mengikuti suatu kurva S– Peramalan dengan menggunakan metoda ini perlu dilakukan reviewsecara periodik, guna meminimumkan deviasi.Beberapa metoda Prognosa pertumbuhan
    • 19. Kurva pertumbuhan sumberdayaA = Kurva Cadangan TotalB = Kurva Cadangan sesaatK = Kurva Konsumsi
    • 20. KONSERVASI ENERGI kegiatan pemanfaatan energi secara efisien danrasional tanpa mengurangi penggunaan energi yangmemang benar-benar diperlukan untuk menunjangpembangunan nasional penggunaan energi yang optimal sesuaikebutuhan sehingga akan menurunkan biaya energiyang dikeluarkan ( hemat energi hemat biaya )
    • 21. Tujuan memelihara kelestarian sumber daya alam yangberupa sumber energi melalui kebijakan pemilihanteknologi dan pemanfaatan energi secara efisien,rasional, untuk mewujudkan kemampuanpenyediaan energi
    • 22. Konservasi Energi• Era tahun-tahun sebelum “oil Crisis” tahun 1973 pemakaian energimeningkat pesat mendorong proses industrialisasi di negara maju.• Obyektifnya adalah mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi,efisiensi penggunaan energi tidak dipersoalkan.• Harga energi umumnya, minyak khususnya amat rendah, serta anggapanenergi jumlah tidak terbatas.• Terjadinya oil crisis tahun 1973 merubah anggapan tersebut sertamerubah dari era energi murah ke era energi mahal.• Sejak saat itu efisiensi penggunaan energi menjadi perhatian dalamperancangan suatu peralatan dan proses.• Konservasi energi adalah merupakan pemanfaatan sumberdaya energidengan daya guna lebih tinggi melalui cara-cara yang layak teknis danekonomis, tidak mengganggu lingkungan dan dapat diterima masyarakat.• Istilah konservasi energi adalah merupakan semua langkah gunamenurunkan segala kehilangan energi pada semua taraf pengelolaan,eksploitasi, pengangkutan, pemrosesan sampai pemanfaatan.• Hemat energi merupakan bagian dari konservasi energi
    • 23. TPES = Total Primary Energy Supply
    • 24. • Kecenderungan jangka panjang, umumnya pertumbuhan ekonomidikaitkan dengan pertumbuhan pemakaian energi.• Di negara maju, elastisitas atau perbandingan antara pertumbuhanpemakaian energi dan pertumbuhan ekonomi, rata2 kurang dari satu.• Angka elastisitas ini sejak oil crisis cenderung turun bahkan negatif.• Diantara penyebabnya adalah selain naiknya harga minyak, jugadilaksanakannya program konservasi energi.• Dinegara berkembang angka elastisitanya agak lebih tinggi karena barumulai taraf industrialisasi.• Harga energi dan khususnya harga bahan bakar selain ditentukan nilaikalornya juga dipengaruhi oleh biaya penyediaan, unsur kemudahan dankenyamanan• Dalam rangka konservasi energi, harga energi perlu mempertimbangkanpula aspek kelangkaan, prospek yang akan datang, sehingga lebih rasionildan tidak boros pemanfaatannya• Reaksi pemakai adalah menurunkan komsumsi dampaknya akanmelahirkan inovasi substitusiKonservasi Energi secara umum
    • 25. ENERGI DAN PEMBANGUNAN NASIONAL Ketersedian energi merupakan faktor penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraansuatu bangsaGrafik Hubungan Indeks Pembangunan Manusia (HDI) danKonsumsi Listrik per KapitaIndonesia(476) IPM dihitung berdasarkan data yang dapat menggambarkan keempat komponen; yaitu pencapaian umurpanjang, angka melek huruf; rata-rata lama sekolah dan kemampuan daya beli Indonesia berada pada ranking 107 dari 177 negara dalam HDI yang diterbitkan UNDP tahun 2008Asia(646)OECD(8.365)
    • 26. KONDISI ENERGI 2009Bauran Energi PrimerNasional 20091065 Juta SBM1. Akses masyarakat terhadap energi (modern) masih terbatas:a. Rasio elektrifikasi tahun 2008 sebesar 66% (34%rumah tangga belum berlistrik);b. Pengembangan infrastruktur energi (daerahperdesaan/terpencil dan pulau-pulau terluar padaumumnya belum mendapatkan akses energi);2. Pertumbuhan konsumsi energi rata-rata 7% pertahun,belum diimbangi dengan suplai energi yang cukup;3. Ketergantungan terhadap Energi Fosil masih tinggi,cadangannya semakin terbatas;4. Pemanfaatan energi terbarukan dan implementasiKonservasi Energi belum optimal;5. Keterkaitan dengan isu lingkungan:a. Mitigasi perubahan iklim;b. Komitmen nasional penurunan emisi 26% pada tahun2020;6. Pendanaan untuk pengembangan sektor energi masihsangat terbatas.Minyak,50.3%Batubara,22%Gas,22.9%Air,3.0%Panas Bumi,1.6%
    • 27. ENERGY SUPPLY SIDE MANAGEMENT ENERGY DEMAND SIDE MANAGEMENTPERUBAHAN PARADIGMA PENGELOLAAN ENERGISUPPLY SUPPLYDEMAND DEMANDSaat ini: Ke depan:1. Kebutuhan energi belum efisien2. Kebutuhan energi tersebut dipenuhi dengan energi fosildengan biaya berapapun dan malah disubsidi3. Energi terbarukan hanya sebagai alternatif4. Sumber energi terbarukan yang tidak termanfaatkanadalah menyia-nyiakan karunia Tuhan1. Efisienkan kebutuhan energi2. Maksimalkan penyediaan dan pemanfaatan energiterbarukan, paling tidak dengan harga pada avoidedfossil energy cost, bila perlu disubsidi3. Energi fosil dipakai sebagai penyeimbang4. Sumber energi fosil yang tidak termanfaatkan adalahsebagai warisan untuk anak-cucu / dieksporEnergi Fosil dengan biayaberapapun(Malah Disubsidi)Energi TerbarukanSebagai AlternatifKebutuhan EnergiSektoralyang belum efisien:-RumahTangga- Transportasi- Industri- KomersialMaksimalkan Penyediaandan Pemanfaatan EnergiTerbarukan dengan hargaAvoided Fossil EnergyCostsEnergi Fosil sebagai FaktorPenyeimbangKebutuhan EnergiSektoral yang Efisien:-RumahTangga- Transportasi- Industri- Komersial(KONSERVASI)(DISVERSIFIKASI)
    • 28. KEBIJAKAN UTAMA1. KONSERVASI ENERGI untuk meningkatkan efisiensi penggunaanenergi di sisi suplai dan pemanfaatan (Demand Side).2. DIVERSIFIKASI ENERGI untuk meningkatkan pangsa energi baruterbarukan dalam bauran energi nasional (Supply Side).
    • 29.  Konservasi energi nasional menjadi TANGGUNG JAWABpemerintah, pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat. Konservasi energi nasional sebagaimana mencakupi SELURUH TAHAPPENGELOLAAN Pengguna dan produsen peralatan hemat energi yang melaksanakankonservasi energi diberi KEMUDAHAN/INSENTIF oleh pemerintah Pengguna sumber energi dan pengguna energi yang tidak melaksanakankonservasi energi diberi DISINSENTIF oleh pemerintah Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan konservasi energi disturdengan PERATURAN PEMERINTAH DAN/ATAU PEMERINTAH DAERAHUU No. 30/2007 tentang EnergiPasal 25: Konservasi Energi
    • 30. LEGALBASISTanggung JawabPemerintah Pusat/Daerah, Pengusaha danMasyarakatPelaksanaanKonservasi EnergiStandar dan labelKemudahan, Insentif dan DisinsentifPembinaan danPengawasanUU NO. 30 / 2007TENTANG ENERGIPP No.70/2009Tentang Konservasi Energi1 2 43 5ISI Merupakan turunan dari UU No. 30/70 tentang energi Ditandatangani pada tanggal 16 Nopember 2009 Terdiri dari 8 Bab, 31 PasalPP NO. 70/2009 TENTANG KONSERVASI ENERGI
    • 31. PELAKSANAAN KONSERVASI ENERGI (Pasal 9-14)Penyediaan EnergiPengusahaanEnergiKonservasi SumberDaya EnergiPemanfaatanEnergiperencanaan; pemilihanprasarana, sarana, peralatan, bahan, danproses;serta pengoperasian sistem energi yangefisienpenerapan teknologi yang efisien energi yangmemenuhi standar.mewajibkan pengguna energi > 6.000 TOE* pertahun untuk menerapkan manajemen energi sumber daya energi yang diprioritaskan untukdiusahakan; jumlah sumber daya energi yang dapatdiproduksi; pembatasan sumber daya energi yang dalambatas waktu tertentu tidak dapat diusahakan.PELAKSANAANKE
    • 32. 1. menunjuk manajer energi;2. menyusun program konservasi energi;3. melaksanakan audit energi secara berkala;4. melaksanakan rekomendasi hasil audit energi;5. melaporkan pelaksanaan konservasi energi kepada PemerintahMewajibkan pengguna energi > 6,000 TOE* per tahun untukmenerapkan manajemen energi antara lain :KONSERVASI ENERGI DI SISI PEMANFAATAN(Pasal 12)*) Jumlah pengguna energinya tidak terlalu banyak, tetapi total konsumsi energinyamencapai sekitar 60% dari penggunaan energi di sektor industri. 6000 TOE setara dengan 251,400 giga joule (GJ) atau 69,780 mega watt hour(MWh).
    • 33. Konservasi Energi dibidang Penyedia Energi• Konservasi energi tidak hanya berlaku bagi pemakai energi, juga berlakubagi penyedia energi, mulai dari pertambangan, konversi dan distribusi,misalnya pada :• Pada instalasi penyulingan minyak• Sistem transportasi• Penyediaan energi listrik (pembangkitan, transmisi dan distribusi)• Langkah-langkah yng dapat dipertimbangkan untuk peningkatan efisiensipada suatu pusat pembangkit listrik antara lain :• Meningkatkan efisiensi pembakaran boiler• Memanfaatkan panas gas buang turbin gas untuk menghasilkan uapbagi tubin uap.• Memanfaatkan gas buang dari condenser untuk keperluan lain.• Pada sisi transmisi dan distribusi dapat dilakukan dengan menjaga faktorkerja (cos θ) yang baik, dengan memasang kapasitor serta menjadi rugi-rugi tegangan dalam batas yang normal
    • 34. • Pada bangunan besar, gedung perkantoran, hotel, kompleks pertokoan(Mall), lapangan terbang, dll, berpotensi besar untuk dilakukankonservasi energi.• Konsumsi energi terbesar pada bangunan besar adalah untukpenerangan dan pemanasan/ pendinginan ruangan.• Efisiensi pendinginan ruangan dapat ditingkatkan dengan memperbaikiisolasi bangunan terutama jendela dan pintu.• Kebutuhan pemanasan air dapat menggunakan energi buang dariinstalasi pendinginan ruangan• Di perkantoran dapat dilakukan pengaturan suhu setiap ruangan sesuaikebutuhan• Di hotel-hotel besar sering terdapat koridor panjang yang tidak perluselalu mendapatkan penerangan, dapat menerapkan teknologi smartbuilding, dimana lampu hanya akan hidup apabila ada orang yang akanlewat, dan akan mati setelah orang lewat.• Pada intinya otomatisasi bangunan besar akan banyak menghasilkanpenghematan di penerangan.Konservasi Energi dibidang bangunan gedung
    • 35. KEMUDAHAN, INSENTIF DAN DISINSENTIF (Pasal17, 20 22)JENIS TARGET FASILITASKemudahan Pengguna energi Produsen peralatanhemat energi akses informasi mengenai teknologi hemat energidan spesifikasinya layanan konsultansi hemat energi.InsentifPengguna energi  fasilitas perpajakan, keringanan pajak daerah danbea masuk untuk peralatan hemat energi; dana suku bunga rendah untuk investasi KE audit energi dalam pola kemitraan yang dibiayaioleh PemerintahProdusen peralatanhemat energi fasilitas perpajakan, keringanan pajak daerah danbea masuk komponen untuk peralatan hematenergi; dana suku bunga rendah untuk investasi peralatanhemat energiDisinsentifPengguna energi  peringatan tertulis; pengumuman di media massa denda pengurangan pasokan energi
    • 36. PERBANDINGAN INTENSITAS ENERGIDI SEKTOR INDUSTRIJENIS INDUSTRI NEGARA INTENSITAS ENERGIBesi dan baja IndonesiaIndiaJapan650 kWh/Ton600 kWh/Ton350 kWh/TonSemen IndonesiaJepang800 Kcal/kg clinker773 Kcal/kg clinkerKeramik IndonesiaVietnam16,6 GJ/Ton12,9 GJ/TonGelas IndonesiaKorea12 MJ/ton10 MJ/tonTekstil IndonesiaIndiaSpinning : 9,59 GJ/TonWeaving : 33Spinning : 3,2Weaving : 31
    • 37. POTENSI PENGHEMATAN ENERGI DISEKTOR INDUSTRIFaktor penyebab :• Kemampuan melaksanakan Manajemen Energi masih lemah,• Belum tersedia insentif yang dapat mendorong pelaksanaan efisiensienergi• Penyebaran informasi teknis dan keberhasilan efisiensi energi belumoptimalJENIS INDUSTRIPOTENSI PENGHEMATAN (%)Tanpa/ BiayaRendahBiaya Menegah Biaya TinggiBesi dan Baja 10 5 13Semen 5 5 8Petrokimia 5 5 5Tekstil 10 5 15Gelas dan Keramik 5 5 5Kertas dan Pulp 5 5 5Makanan 5 5 5
    • 38. PERBANDINGAN INTENSITAS ENERGIDI SEKTOR KOMERSIAL
    • 39. POTENSI PENGHEMATAN ENERGIDI SEKTOR KOMERSIALFaktor penyebab :• Gedung yang dirancang tidak hemat energi,• Kemampuan melaksanakan Manajemen Energi masih lemah,• Belum tersedia insentif yang dapat mendorong pelaksanaan efisiensienergi• Penyebaran informasi teknis dan keberhasilan efisiensi energi belumoptimalJENIS INDUSTRIPOTENSI PENGHEMATAN (%)Tanpa/ BiayaRendahBiaya Menegah Biaya TinggiHotel 5 5 8Rumah Sakit 5 5 10Pusat perbelanjaan (Mall) 5 5 10Perkantoran Swasta 5 10 12Perkantoran Pemerintah 5 10 16
    • 40. NO. JENIS PELUANG PENGHEMATAN ENERGI PENGHEMATAN (%)I Sistem Kelistrikan :12Meningkatkan Faktor DayaMenurunkan Kelebihan Kapasitas Trafo5,13,3II Modifikasi Selubung Bangunan :12Mengurangi Rasio Jendela-DindingMemasang Jendela Kaca Ganda12,72,1III Sistem Tata Udara :123456Memasang Chiller Efisiensi TinggiMengurangi Jam Operasi Peralatan ACMenaikkan Temperatur Set Point AC minimal 250 CMemasang Variable Speed PumpsMembersihkan Filter AHU dan Cooling CoilsMemasang AC Kapasitas Kecil untuk Ruangan yang Terpisah9,62,33,61,67,21,3IV Sistem Penerangan :12Menurunkan Watt LampuMengurangi Jam Nyala Lampu5,12,8V Elevator/Lift :1 Meniadakan Operasi Lift untuk 1 Tingkat Lantai 0,2TIPIKAL PENGHEMATAN ENERGI DI BANGUNAN GEDUNG
    • 41. Jenis Peralatan Hemat Energi PenghematanLampu TL berefisiensi tinggi (CFL) yang dapatmenggantikan lampu pijar80%Pemanas air bertenaga surya (Solar Water Heater)dapat menggantikan pemanas air listrik30%Balas Elektronik sebagai pengganti balaselektromagnetik yang digunakan pada lampu TL20%Penggunaan AC berefisiensi tinggi (COP di atas 3)menggantikan AC yang kebanyakan saat ini masihmempunyai COP sekitar 250%Penggunaan Hydrocarbon Refrigerantmenggantikan Refrigerant jenis CFC20%POTENSI PENGHEMATAN ENERGIDI SEKTOR RUMAH TANGGA POTENSI PENGHEMATAN ENERGI DIPERKIRAKAN MENCAPAI 35%. Disebabkan kurang kesadaran melakukan hemat energi dan penggunaanperalatan pemanfaat listrik yang belum efisien
    • 42. • Pemakaian energi di rumah tangga umumnya listrik, gas & kayu bakarserta minyak tanah (pedesaan). Listrik untuk penerangan dan keperluanlain, gas dan kayu bakar untuk memasak.• Peluang penghematan energi dapat dilakukan pada penerangan dankebutuhan pendinginan ruangan.• Sebanyak mungkin menggunakan pencahayan alam pada siang hari sertapenggunaan jenis dan ukuran lampu yang sesuai pada malam hari, sertamemaksimalkan menggunakan lampu hemat energi.• Potensi penghematan lainnya adalah pada pendinginan ruangan karenasangat padat energi, melalui :• Pemilihan ukuran yang tepat sesuai luas ruangan• Menggunakan bahan isolasi ruangan yang tepat dan memperkecilkebocoran• Mengunakan alat penerangan dan alat pendingin ruangan hanya saatdibutuhkanKonservasi Energi dibidang rumah tangga
    • 43. PENYEBAB UPAYATransportasi penumpang masih didominasi kendaraanpribadi. (saat ini 20 : 80, ideal 60 : 40)Penyediaan MRT yang aman,cepat, dan nyamanPrasarana jalan di perkotaan masih belum memadai (Jakarta0,6 km/penduduk, Tokyo 2 km/penduduk dan Amerika 7km/ penduduk) Pembangunan jalan layang toldan non tol Information TrafficManagementKondisi prasarana jalan banyak yang rusak (jalan nasional :10%, dan jalan provinsi : 30% ),Pemeliharaan jalan secara rutinDisiplin berlalulintas masih rendah Penetapan kawasan tertib lalulintasKendaraan umum merupakan kendaraan tua dan tidakefisien serta mengganggu lingkunganPenggunaan BBG untukkendaraan umum yang lebihefisien dan ramah lingkunganMasih terbatasnya penggunaan kendaraanberteknologi hemat energi (Hybrid Car, mobil listrik),yang dapat menghemat hingga 40%Pengurangan import dutyuntuk kendaraan yang hematenergiPOTENSI PENGHEMATAN ENERGIDI SEKTOR TRANSPORTASIPOTENSI PENGHEMATAN ENERGI DIPERKIRAKAN MENCAPAI 35%.
    • 44. Konservasi energi dibidang pengangkutan• Sektor pengangkutan sangat tergantung pada BBM, konsumsi energidibidang ini mencapai 30% lebih. Pemakai energi dibidang ini meliputimobil, kendaraan besar, kapal dan pesawat terbang serta kereta api.• Sehingga konservasi dibidang pengangkutan khususnya mobil sangatberperan besar pada penghematan bahan bakar• Langkah konservasi yang dapat dilakukan antara lain :• Membatasi kapasitas mesin mobil• Membatasi jumlah mobil dan jumlah mobil yang beroperasi dijalanraya• Meningkatkan pajak kepemilikan mobil dan pajak behan bakar• Pengaturan lalu lintas, pembatasan kecepatan• Dll• Untuk pengangkutan kereta api memperbanyak penggunaan KRL• Mengantisipasi hal ini produsen mobil sdh merintis pembuatan mobillistrik, mobil hybrid bahkan mobil hidrogen.• Usaha konservasi dibidang ini membutuhkan waktu yang lama
    • 45. Pencemaran dan lingkungan hidup• Umum• Pencemaran udara–Sumber pencemaran–Pencemaran udara• Pencemaran atmosfir• Teknologi lingkungan
    • 46. • Pada umumnya kegiatan dibidang energi mulai penambangan, konversihingga pemanfaatannya akan mengganggu kelestarian lingkungan hidup• Jumlah energi yang diperlukan manusia akan meningkatterus, sementara itu manusia juga memerlukan lingkungan hidup yangsehat, sehingga diperlukan suatu keseimbangan dalam pengelolaanenergi• Pada suatu pemerintahan, apabila peraturan tingkat pengendalianpencemaran sangat ketat maka biaya energinya akan mahal dan semakinlemah dan ringan tingkat pengendaliannya semakin murah biayaenerginya• Sebaliknya bila tingkat pengaturan penjagaan kelestarian lingkungansuatu negara adalah sangat rendah maka akan banyak kerusakanlingkungan hidup yang harus dibayar oleh manusia. Dan semakin ketattingkat penjagaan kelestarian lingkungan akan semakin sedikit kerusakanlingkungan yang terjadi dan semakin kecil biaya yang dipikul manusia.• Penggabungan dua pengaturan diatas akan diperoleh biaya minimumyang sesuai dengan derajat tingkat pengendalian yang dikehendaki.• Perlindungan lingkungan hidup meliputi, mutu air, lahan, udara, daerahperairan dll. Terhadap sumber pencemaran minyak gas dan batubaraPerlindungan Lingkungan secara umum
    • 47. BiayaTingkat pengendalianpencemaranA = Biaya energiB = Biaya kerusakanlingkunganC = A + B= Biaya TotalDEKurva biaya sebagai fungsi pengendalian pencemaran
    • 48. Sumber Pencemaran• Sumber pencemaran antara lain : minyak dan gas bumi, batubara, panasbumi, nuklir.• Pencemaran terbesar pada minyak bumi dan gas alam adalah apabilaterjadi kebocoran, ledakan atau kebakaran baik pada saat eksploitasi,produksi, transportasi, penyulingan, penyimpanan dan pemakaian.• Pada batubara pencemaran dapat terjadi pada saat penambangan,pengangkutan, penyimpanan dan pemakaian.• Pada tambang terbuka apabila telah selesai penambangan keadaantanahnya tidak diperbaiki akan menyebabkan kerusakan lingkungan danpada penyimpanan apabila terbentuk gas dapat terjadi ledakan• Pada pemakaian batubara baik di industri maupun pusat listrik akanmenghasilkan polutan seperti CO2, SO2 dan lainnya• Uap air yang keluar dari panas bumi umumnya mengandung banyakbelerang, setelah belerang ini dipisahkan perlu dilakukan penangananagar tidak mencemari perairan disekitarnya• Pada pemanfaatan energi nuklir, pencemaran dapat terjadi apabilaterdapat kebocoran radiasi yang akan merusak organisme yang terkenaradiasi tsb.
    • 49. • Bahan-bahan yang mencemarkan udara antara lain CO2, SO2 dan NO3.• CO2 sebenarnya merupakan komponen alam yang dibutuhkan dalamkehidupan terutama untuk proses fotosinthesa pada tumbuhan• Meningkatnya pembakaran bahan bakar fosil menambah konsentrasiCO2 di udara yang berdampak pada efek rumah kaca (green houseefect), dimana sinar matahari sebagian besar dapat menembus atmosfirsebaliknya radiasi dari bumi yang berupa sinar inframerah ditahan olehatmosfir yang mengandung banyak CO2.• Dampaknya suhu bumi rata-rata akan meningkat yang disebut sebagaiglobal warming• Pada pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna akanmenghasilkan gas CO yang berupa racun• SO2 dari hasil pembakarn bahan bakar fosil merupakan polutan yangserius. Apabila tercampur denganair diudara akan mengakibatkanturunnya hujan asam yag dapat mematikan kehidupan diperariran, mengurangi kesuburan tanah pertanian.• Polusi lain yang juga merupakan racun adalah NO3Pencemaran udara
    • 50. Pencemaran atmosfir• Meskipun negara berkembang saat ini dalam proses pembangunanekonomi yang tentunya banyak membakar bahan bakar fosil yangmenambah jumlah gas rumah kaca di atmosfir, namun jumlahnya masihjauh lebih kecil dari yang dikeluarkan negara industri sejak awal abad 20.• Gas rumah kaca (CO2) yang sudah berada di atmosfir memiliki usia yangpanjang sekali (ribuan tahun)• Pencemaran atmosfir ini ibarat hutang nasional, hutang kepada alamyang meminjam hari depan kemampuan alam untuk menampung CO2telah dilakukan oleh negara maju dalam rangka pertumbuhan ekonomi.• Sebagaimana hutang nasional, suatu saat besarnya hutang kepada alamakan berdampak berbahaya pada kehidupan yang akan datang.• Amerika bertanggung jawab atas sepertiga hutang global kepadaalam, karena perkapita kontribusi rata2 orang Amerika terhadap hutangkepada alam ini adalah 8 kali dari rata-rata orang dunia• Negara industri dapat membayar hutang kepada alam ini denganberkontribusi pada usaha reforestrasi secara luas, sehingga sebagian CO2akan diserap oleh hutan2 tersebut
    • 51. Hutang kepada alam (emisi CO2)Negara Ton/ KapitaAmerika Serikat 186Jerman 140Kanada 134Cekoslowakia 132Inggris 125Australia 102Uni Soviet 94Jepang 69Korea Utara 39Korea Selatan 17...........Rata-rata Dunia 30
    • 52. Beberapa teknologi lingkunganPada teknologi batubara bersih dapat dilakukan dengan beberapa caraantara lain : coal gasification, coal liquifaction dll.Pada teknologi berikut adalah usaha untuk mengatasi pencemaraanyang terjadi akibat emisi boiler PLTU.1. Presipitator elektrostatik (Electrostatic Precipitator = EP)– Tugasnya adalah untuk mengeluarkan debu dan partikel halus lainnya darigas buang dengan induksi medan listrik dan menariknya ke pelat kolektoryang diberi muatan berlawanan. Debu dan partikel tsb selanjutnyadilepaskan dari pelat dan dibuang– Proses presipitasi dipengaruhi oleh mutu dan jenis bahan bakar, prosespembakaran serta proses terkait lainnya seperti pemanasan udara, boilerserta desulfurisasi gas buang2. Desulfurisasi gas buang (Flue Gas Desulfurization = FGD)– Tugasnya adalah memisahkan SO2, HCl dan sisa-sisa logam terbang darigas buang– Terdapat dua jenis proses FGD, yaitu proses basah dan proses kering– Proses basah memanfaatkan air laut dicampur lumpur kapur– Proses kering mengunakan batu kapur
    • 53. • Low Nox Burner (LNB)– Teknologi EP dan FGD diterapkan pada gas buang sisa pembakaran, teknologiLNB meminimalkan NOx sebelum proses pembakaran.– Sistem burner ini dipasang pada PLTU sebagai alat tambahan yg dapatmengurangi emisi NOx sampai 65 %• Reduksi katalitik selektif (Selective Catalytic Reduction = SCR)– Merupakan teknologi pasca pembakaran yang dapat mereduksi emisi NOxlebih besar dari teknologi LNB namun harganya juga lebih mahal– NH3 kering atau cair, dicampur dengan uap atau udara diinjeksikan dalam gasbuang. Arus campuran gas buang dan amonia ini dealirkan pada lapisan katalissehingga terjadi reaksi yang mereduksi NOx menjadi nitrogen dan air– Katalis yang dapat digunakan antara lain : vanadium pentoksida, titaniumdioksida, zeolit, dll.– SCR ini biasanya dipasang diantara economizer dan air heater pada PLTUBeberapa teknologi lingkungan
    • 54. • Memasukkan kembali CO2 ke dalam bumi– Salah satu usaha untuk mengurangi emisi CO2 dengan cara memasukkankembali ke dalam tanah, dengan teknologi carbon sequestration.– Alternatif lain adalah dengan measukkan ke dalam dasar laut– Teknologi lain adalah dengan mengubah dulu gas CO2 menjadi bahan padatbaru ditanam di bumi• Pemancaran sinar elektron– Merupakan proses pembersihan gas buang secara kering yang memisahkansecara bersamaan SO2 dan Nox dari gas buang sisa pembakaran boiler– Gas buang yang sdh bersih dari flyash, dilewatkan pada semprotan pendingindimana suhu gas diturunkan dan kelembabannya dinaikkan. Selanjutnya gasdilewatkan pada suatu bejana yang akan mengalami radiasi dari sinar elektronenergi tinggi. Dengan penambahan amonia, maka SO2 dan NOx akan berubahmenjadi amonium sulfat dan amonium sulfat nitrat. Keduanya selanjutnyadipisahkan dengan EP, yang menjadi produk samping berupa pupuk.– gas buang yng sdh bersih selanjutnya dilepaskan melalui cerobongBeberapa teknologi lingkungan
    • 55. Kebijakan energi Sektor energi mempunyai peran yang sangatpenting dalam mewujudkan pembangunan nasionalyang berkelanjutan Pengelolaan, penyediaan dan pemanfaatanenergi nasional perlu dilaksanakan secara optimal Perlu sebuah kebijakan untuk mengatasikelangkaan energi yang semakin parah danpertumbuhan energi yang sangat tinggi
    • 56. Kebijakan yang Berjalan• Intensifikasi energi, kegiatan pemanfaatanenergi secara besar-besaran• Diversifikasi Energi, kegiatanpenganekaragaman jenis –jenis energi• Harga Energi, pengaturan harga energi agarjumlah energi yang dipakai terbatas• Konservasi Energi
    • 57. Kebijakan energi• Merupakan usaha untuk mengkoordinasikan pengembanganberbagai industri energi.• Bagaimana membagai pasaran berbagai sumber energi• Bagaimanakah merumuskan hubungan antara berbagai bahan bakar• Bagaimanakah memperhitungkan faktor lingkungan hidup dalamberbagai kebijakan yang selaras dengan kebijakan energi• Kebijakan energi merupakan bagian dari kebijakan ekonomimenyeluruh sejalan dengan tujuan negara• Penentuan kebijakan harga energi berpengaruh pada berbagaiaspek, distribusi pendapatan, neraca perdagangan, kesempatankerja• Terdapat saling ketergantungan antara industri energi dengansektor ekonomi lainnya• Perumusan kebijakan energi harus sesuai dengan kerangkaperekonomian secara keseluruhan dan harus dilengkapi denganketentuan pelaksanaannya
    • 58. Kebijakan energi di IndonesiaTujuan :• Menjamin penyediaan energi di dalam negeri• Mengusahakan agar energi fosil di ekspor untuk devisanegara• Bahan bakar minyak digunakan sehemat-hematnya,untuk kegiatan yng belum bisa digantikan (transport,industri)• Mengembangkan energi terbarukan gunamenggantikan sumber energi fosil saat ini• Menjamin pelestarian lingkungan dalam pengelolaanenergi
    • 59. Kebijakan energi di IndonesiaLangkah implementasi :1. Intensifikasi, usaha peningkatan eksplorasisumber energi2. Diversifikasi, usaha mengurangi ketergantunganterhadap minyak bumi3. Konservasi, usaha menggunakan energi secaralebih efisien4. Indeksasi, usaha menetapkan untuk setiapkegiatan jenis energi yang paling sesuai
    • 60. Alokasi SDE yang efisien• Analisis ekonomi energi yang efektif harus bersifat preskriptifdan diskriptif, sehingga dapat dipakai sebagai rekomendasipembuatan kebijakan energi• Metoda yang digunakan bisa analisis kemakmuran (welfareanalysis) dan analisis biaya (cost benefit analisis)• Pola mepakaian energi saat ini bersandar pada non renewableenergy. Keterbatasan sumberdaya energi tsb harusdipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan energi generasimendatang• Alokasi sumberdaya energi tidak hanya perlu efisien saat initetapi juga sepanjang waktu, sehingga alokasi sumberdayaenergi memiliki dimensi statis dan dinamis
    • 61. Solusi:Jawabannya !Energy Efficiency!• 43% of energy in the US is wasted unnecessarily• Incandescent bulb=5% efficientFluorescent bulb=20% efficient• Auto fleet standards = CAFE Standards (CorporateAverage Fuel Economy)– 12.9 mpg in 1974– 27.9 mpg today– 40 mpg CAFE standard would cut gas use by 50%
    • 62. Efficiencies
    • 63. Cara untuk meningkatkan Energy Efficiency Air to air heat exchangers Efficient appliances Efficient electric motors High-efficiency lighting Increasing fuel economy
    • 64. Solusi:Jawabannya !Renewable Energy Resources!• Biomass• Hydroelectric power• Geothermal• Solar—passive and active• Wind generation• Hydrogen power
    • 65. Using Solar Energy to Provide Heatand Electricity Passive solar heating Active solar heating
    • 66. Using Solar Energy to Provide High-Temperature Heat and Electricity Solar thermal systems Photovoltaic (PV) cellsSolar Cell Trade-Offs
    • 67. Producing Electricity fromMoving Water Large-scale hydropower Small-scale hydropower50% of West Coast electricity7% of US electricity20% of World’s electricityMajor environmental impactsHigh construction costs
    • 68. Producing Electricity from Wind
    • 69. Producing Energy from Biomass Biofuels Biomass plantations Crop residues Animal manure Biogas Ethanol Methanol
    • 70. The Solar-Hydrogen Revolution Extracting hydrogen efficiently Storing hydrogen Fuel cells
    • 71. Geothermal Energy Geothermal reservoirs Dry steam Wet steam Hot water Molten rock Hot dry-rock zones
    • 72. Geothermal Reservoirs
    • 73. Entering the Age ofDecentralized Micropower Centralized power systems Decentralized power systems Micropower systemsFig. 16-39p. 411
    • 74. Menciptakan Energi masadepan yang berkelanjutan• Increase fuel efficiency standards forvehicle, appliances, buildings• Tax and other financial incentives for energyefficiency• Subsidize renewable energy use, research anddevelopment• Internalize externalities for fossil fuels• By 2050:– Increase renewable energy to 50%– cut coal use by 50%– phase out nuclear altogether
    • 75. Solutions:A Sustainable Energy Strategy
    • 76. World & National Energy Issues – Quick Overview World Energy Supply & Demand – Total & Regional• Total world energy consumption expected to increase 57% by 2025 – 40% in US.• China’s economic growth is expected to be the highest in the world and have the world’s largesteconomy.
    • 77. The Environmental Impact FactorI = P * C * TFEnvironmental Impact, I =Population, P *Consumption, C *Technology & Fuel, TF
    • 78. The Environmental Impact FactorCoal - abundant resource, but potentiallyhuge environmental consequencesPetroleum - only viable liquid fuel, butpotential resource problems and acontributor to GHG emissionsNuclear - waste disposal problems (?),potential proliferation aspects, but no realunsolvable environmental problemsRenewables - diffuse, intermittent, costly(?), but sustainable and “environmentally-friendly” and a means for climate changemanagementClean energy, butsomewhatintermittentdeliveryCoal is the most abundantfuel – also most carbonintensive!
    • 79. Improve total system efficiency withrespect to all energy resourcesConsider the “Total Picture”Resource Allocation (fossil fuels and renewables)Efficient Energy Use (efficiency and conservation)Effect on Environment (air, soil, and water quality)Development and Implementation of Alternative EnergySources and TechnologiesEconomics (true cost and life-cycle accounting)
    • 80. OverviewThe Challenge Energy Today - 214 MMBOE/DUS 45.6 MMBOE/Day Energy 2025 - 300 MMBOE/DUS 60.2 MMBOE/Day Energy – Basis for Civilization The Resource Is AdequateChina Oil Consumption isforecasted to increase15% in 2004OECD Oil Consumption isforecasted to increase1% in 2004
    • 81. Humanity’s Top Ten ProblemsNext 50 Years1. ENERGY2. WATER3. FOOD4. ENVIRONMENT5. POVERTY6. TERRORISM & WAR7. DISEASE8. EDUCATION9. DEMOCRACY10. POPULATION2003 6.3 Billion People2050 8-10 Billion PeopleRichard Smalley, 2003 (1996 Noble Laureate in Chemistry)
    • 82. US Energy Efficiency00,20,40,60,811,2197019751980198519901995200020052010201520202025YearEnergy UsePer CapitaEnergy UsePer Dollar GDP
    • 83. The Need for Action Energy Today – 214 MMBOE/Day– US 45.6 Million BOE/Day Energy 2025 – 300 MMBOE/Day– US 64.3 MMBOE/Day Growth 18.29 Million BOE/Day– Over the next 25 years Portfolio of Energy Options– Technically Sound– Economically Sustainable– Significant in Size– Minimize Environmental Impact Need for Investment– Technology– Education– PeopleToday, 1.6 billion people –one quarter of the worldpopulation have noaccess to electricity.In 2030, 1.4 billion people17% of the worldpopulation will still nothave electricity.2.4 billion people rely ontraditional biomass –wood, agriculturalresidues and dung – forcooking and heating.