Kuliah ke 4

1,841 views
1,694 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,841
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
12
Actions
Shares
0
Downloads
115
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kuliah ke 4

  1. 1. 1 PERUMUSAN PERMASALAHAN Kuliah ke-4 ??
  2. 2. 2 Pendahuluan “Berhasilnya perumusan permasalahan merupakan setengah dari pekerjaan penelitian” “Kriteria terbaik untuk menjajagi apakah suatu disiplin ilmu masih hidup atau tidak adalah memastikan apakah bidang ilmu tersebut masih mampu menghasilkan permasalahan … Tidak satu pun permasalahan akan tercetus dari bidang ilmu yang sudah mati” [Mario Bunge] Permasalahan yg ditemukan, selanjutnya perlu dirumuskan ke dalam suatu pernyataan (problem statement)
  3. 3. 3 Penemuan permasalahan  Kegiatan menemukan permasalahan didukung oleh survei ke perpustakaan mengenali perkembangan bidang yg diteliti  deskripsi “latar belakang permasalahan”  Definisi : Permasalahan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide.  Cara menemukan permasalahan : ‘formal’ atau ‘informal’. Formal  melibatkan prosedur yg sesuai dg metodologi ttt informal  bersifat subjektif dan tidak ‘rutin’
  4. 4. 4 Cara Penemuan Permasalahan Penemuan Permasalahan Perumusan permasalahanFormal Rekomendasi suatu riset Analogi Renovasi Dialektik Ekstrapolasi Morfologi Dekomposisi Agregasi InFormal Konjektur Fenomenologi Konsensus Pengalaman Pernyataan permasalahan
  5. 5. 5 Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan 1. Rekomendasi suatu riset. Kesimpulan & saran penelitian lain (sebelumnya)  kemungkinan penelitian lanjutan 2. Analogi. Adalah suatu cara penemua permasalahan dg cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yg akan diteliti. Contoh “Apakah proses perancangan perangkat lunak dapat diterapkan pada proses perancangan arsitektural ?” 3. Renovasi. Cara ini dipt dipakai utk mengganti komponen yg tdk cocok lagi dari suatu teori. Tujuannya adlh untuk meningkatkan kemantapan suatu teori. 4. Dialektika, Peneliti dpt mengusulkan pendapat untuk menghasilkan suatu teori yg merupakan tandingan dari teori yg ada. 5. Ekstrapolasi. Adl cara untuk menempukan permasalahan dengan membuat tren suatu teori (permasalahan) yg dihadapi 6. Morfologi. Adl suatu cara utk mengkaji kemungkinan2 kombinasi yg terkandung dlm suatu permasalahan yg kompleks 7. Dekomposisi. Mrpk cara penjabaran suatu permasalahan ke dlm komponen-komponennya 8. Agregasi. Mrpk kebalikan dari dekomposisi, peneliti mengambil hasil-hasil peneliti atau teori dr beberapa penelitian (bidang) dan mengumpulkannya utk membentuk suatu permasalhan yg lbh rumit dan kompleks
  6. 6. 6 Keterkaitan antara Rumusan Permasalahan dg Hipotesis dan Temuan Penelitian  Adanya “benang merah” antara rumusan permasalahan dengan hipotesis (jawaban sementara thdp permasalahan penelitian)  Adanya keterkaitan tiap rincian dalam temuan (sebagai jawaban nyata terhadap permasalahan) dg tiap rincian dlm rumusan permasalahan  ‘Permasalahan, hipotesis, dan temuan’ berkaitan scr substantif dg tinjauan pustaka (sebagai kajian terhadap isi khazanah ilmu pengetahuan yg berkaitan dg permasalahan penelitian)
  7. 7. 7 Cara-cara Informal Penemuan Permasalahan 1. Konjektur (naluriah). Naluri mrpk fakta apresiasi individu terhadap lingkungannya. 2. Fenomenologi. Permasalahan dikaitkan dg fenomena (kejadian, perkembangan) yg dpt diamati. Misal : Fenomena pemakaian komputer sebagai alat bantu analisis  seperti apakah pendayagunaan komputer dlm proses perancangan aristektural. 3. Konsensus. Misal Konsensus : Kemiskinan bukan masalah lagi bagi Indonesia 4. Pengalaman. Sumber bagi permasalahan (pengalaman keberhasilan atau pun kegagalan)
  8. 8. 8 Perumusan Permasalahan  Pernyataan permasalahan merupakan kesimpulan dari uraian ‘latar belakang’.  Pernyataan permasalahan merupakan ‘jantung’ penelitian dan berfungsi sbg pengarah bagi semua upaya dlm kegiatan penelitian tsb.  Bentuk Rumusan permasalahan :  Satu pertanyaan (question)  Satu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan yg spesifik  Satu pernyataan (statement) disusul oleh beberapa pertanyaan  Hipotesis  Pernyataan umum disusul oleh beberapa hipotesis Topik Umum Topik Khusus Rumusan Permasalahan T o p i k U m u m
  9. 9. 9 Karakteristik Rincian Permasalahan 1. Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan yg dpt diteliti 2. Setiap rincian terkait dg interpretasi data 3. Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yg lebih besar 4. Rincian yg penting saja yg diteliti (tdk perlu semua rincian permasalahan diteliti) 5. Hindari rincian permasalahan yg tidak realistik
  10. 10. 10 Tambahan  Penelitian seharusnya sesuatu yang baru, menambahkan pengetahuan baru pada bidang penelitian yang sebelumnya tidak pernah dieksplorasi, atau belum dieksplorasi secara detail, dan atau tidak dieksplorasi dengan cara yang diterapkan dalam penelitian yang dikerjakan. Dengan kata lain, perlu diberikan alasan rasional bagi penelitian yang dikerjakan (yaitu menjelaskan mengapa hal tersebut dilakukan).  Masalah adalah pertanyaan ilmiah yang akan dicari solusinya. Masalah dapat diungkapkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Masalah pertanyaan didefinisikan dengan mengajukan sebuah pertanyaan yang jawabannya belum diketahui, dan yang dikaji dalam penelitian yang kita kerjakan. Untuk mempermudah dapat pula digunakan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak.  Hal-hal yang harus kamu perhatikan adalah sebagai berikut : Batasi masalah. Pilih masalah yang dapat dipecahkan.
  11. 11. 11 Hipotesis  Hipotesis adalah suatu ide untuk menyelesaikan suatu masalah. Hipotesis merupakan kunci keberhasilan suatu eksperimen. Hipotesis merupakan salah satu bentuk konkrit dari perumusan masalah.  Dengan adanya hipotesis, pelaksanaan penelitian diarahkan untuk membenarkan atau menolak hipotesis.  Hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menguraikan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan tak bebas gejala yang diteliti.  Hipotesis berperan memberikan arah dan tujuan pelaksanaan penelitian, dan memandu ke arah penyelesaiannya secara lebih efisien.  Hipotesis yang baik akan menghindarkan penelitian tanpa tujuan, dan pengumpulan data yang tidak relevan. Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis.  Hipotesis menghubungkan dua faktor. Sebagai contoh, pada penelitian jamur dengan judul apakah lampu mempengaruhi perkembang biakan jamur? , dua faktor yang berhubungan adalah adalah lampu dan pertumbuhan jamur.  Hipotesis yang mungkin muncul untuk menjawab pertanyaan di atas adalah saya percaya bahwa jamur tidak memerlukan cahaya untuk berkembang biak.
  12. 12. 12  Hipotesis mengkonkritkan dan memperjelas masalah yang diselediki, karena dalam hipotesis secara tidak langsung ditetapkan lingkup persoalan dan jawabannya.  hipotesis memberikan arah dan tujuan pelaksanaan penelitian, sehingga terhindarkan adanya penelitian yang tak bertujuan.  Dengan hipotesis yang dirumuskan secara baik, proses penelitian lebih terjamin akan berlangsung secara teratur, logis dan sistematis menuju pada tujuan akhir penelitian.  hipotesis, memberikan jalan yang cepat dan efisien ke arah penyelesaian masalah. Tanpa hipotesis, pengumpulan data dan informasi akan dilakukan secara membabi-buta. Hipotesis memberikan batasan data yang diperlukan atau sesuai dengan kebutuhan penelitian Hipotesis (cont.)
  13. 13. Tugas Mandiri Analisalah apakah perumusan masalah yang Anda lakukan di tugas (kuliah sebelumnya) sudah sesuai dengan teori pada kuliah saat ini ? Jika belum sesuai, perbaikilah ! 13

×