e-magazine arsitektur. ruang 06|2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

e-magazine arsitektur. ruang 06|2011

on

  • 5,567 views

e-magazine arsitektur ruang hadir kembali dengan tema “Ruang Publik”. Pada edisi 05|2011 kali ini, ruang menampilkan beberapa artikel mengenai ruang publik dari sudut pandang arsitektur atau urban ...

e-magazine arsitektur ruang hadir kembali dengan tema “Ruang Publik”. Pada edisi 05|2011 kali ini, ruang menampilkan beberapa artikel mengenai ruang publik dari sudut pandang arsitektur atau urban design. Ruang mengajak pembaca mengenali dan mempertanyakan kembali makna ruang publik di Indonesia

Statistics

Views

Total Views
5,567
Views on SlideShare
3,007
Embed Views
2,560

Actions

Likes
1
Downloads
408
Comments
0

5 Embeds 2,560

http://membacaruang.com 2556
http://translate.googleusercontent.com 1
http://www.linkedin.com 1
http://webcache.googleusercontent.com 1
http://akudanruang.wordpress.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

e-magazine arsitektur. ruang 06|2011 e-magazine arsitektur. ruang 06|2011 Document Transcript

  • ruangpublik ruang 06|2011Biodivercity. Desain Sistem. Gotong royong dan ruang publik. HongKong, ruang publik dan sebuah pembelajaran. Neighborhood Unit. Jakarta:Dunia Shopping Mall. Makna Kematian di Ruang Publik: Selebrasi Melawan Lupa. Ruang Publik:Degradasi, Redefinisi, dan Refleksi .
  • Pada edisi kali ini, ruang mengangkat tema ‘ruang publik’. Ruang publik memiliki ruang pembuka seribu satu definisi. Setiap displin ilmu seperti antropologi, sosiologi, politicalEditorial scientist, arsitektur, urban design. atau hukum memiliki definisi masing-masing terhadap ruang publik. Melalui edisi ini, ruang menampilkan beberapa artikel mengenai ruang publik dari sudut pandang arsitektur atau urban design. Ruang mengajak pembaca mengenali dan mempertanyakan kembali makna ruang publik di Indonesia. Ruang mungkin mencoba menggelitik untuk menginisiasi penghadiran kehadiran ruang publik. Seperti apa itu ruang publik. Apakah seperti taman-taman di benua biru sana? Nilai- nilai apa saja yang hadir dalam ruang publik. Dapatkah ruang publik dihadirkan dalam bentuk kesederhanaan di negeri Indonesia ini? Tak hanya menampilkan sisi ruang publik di Indonesia, ruang menghadirkan beberapa sudut pandang dari kacamata internasional. Apakah ada pelajaran yang bisa kita ambil dari ruang publik di luar negeri untuk kemudian ditransformasikan dan diadaptasikan dengan nilai budaya Indonesia? 38. 20. 28. Neighborhood 12. Hong Kong, Ruang Unit 04. Desain Sistem Biodivercity Prathiwi Ami Gotong Royong dan ruang Publik Yuzni Aziz Publik dan Sebuah Pembelajaran Agus Prabowo Sandy Putranto Sarah GInting 2
  • ruang | kreativitas tanpa batasKontributor Yuzni Aziz mengangkat tema Gotong Royong pada ruang publik di Indonesia.Sandy Putranto berbagi pengetahuan mengenai ruang publik setempat dari kesehariannyadi Hong Kong . Ivan K. Nasution memberikan pandangan mengenai Mall di Jakarta sebagai‘ruang publik’. Makna kematian pada ruang publik diangkat oleh Tiffa pada edisi ini. Danmasih banyak artikel Ruang Publik lainnya di edisi kali ini.Semoga ruang edisi “Ruang Publik” dapat memberikan informasi, pengetahuan danpemahaman mengenai ruang publik, atau sekedar mengingatkan mengenai manfaat dariruang publik.Selamat menikmati ruang | kreativitas tanpa bataseditor 50. 54. 62.42.Jakarta: Dunia Persepsi Ruang Publik dan Makna Kematian di Ruang Publik: Selebrasi Melawan Ruang Publik: Degradasi, 64. Redefinisi, dan Ruang PublikShopping Mall Kriminalitas Lupa Refleksi Hyde ParkIvan K. Nasution Myra S. Tyagita Tiffa Nur Latifa Rofianisa Nurdin London Giri N Suhardi editor giri narasoma suhardi ivan kurniawan nasution web-blog | http://www.membacaruang.com e-mail | akudanruang@yahoo.com Segala isi materi di dalam majalah elektronik ini adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing penulis. Penggunaan gambar untuk keperluan tertentu harus atas izin penulis. Front cover oleh Giri Narasoma Suhardi Back cover oleh Giri Narasoma Suhardi silakan klik untuk menjadi sahabat ruang 3
  • desain » adalah rangkuman karya seni desain di ruang publik, yang kami lakukan sejak tahun 2004. Karya dikonsep tidak semata-mata untuk dipamerkan di institusi seni formal seperti galeri, tapi hasil serangkaian penelitian kami atas pertanyaan: bagaimana sesungguhnya visualisasi estetika seni desain dipahami kalangan awam dalam keseharian urban? Kami menyebutnyakarya seni desain urban. Walaupun sebagian karya-karya ini dipamerkan di galeri, dan dikuratori seperti lazimnya praktik kelembagaan seni, bertujuan mempresentasikan proses pengonsepan ide dan dokumentasi reaksi masyarakat - baik secara langsung maupun tidak - terhadapdesain. Pertanyaan di atas diproses dalam berbagai judul karya, secara bertahap. Dengan detail berbeda-beda, berkesinambungan mencari tahu dampak seni desain dalam keseharian urban negara berkembang. Pertanyaan ini berdasarkan hipotesa kami, desain adalah alternatif - bukan kebutuhan, bagikebanyakan masyarakat negara berkembang seperti Indonesia. Desain dianggap hanya dimiliki golongan berekonomi mapan, dan dapat dihadirkan pada kondisi ideal saja. Suatu persepsiumum yang tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Justru kami berkeyakinan, desain sangat dibutuhkan perannya pada kondisi tidak ideal. DESAIN TIDAK HANYA MENGHASILKAN ESTETIKA, NAMUN JUGA – DISADARI ATAU TIDAK – MEMBUAT KESEHARIAN MENJADI BERSISTEM. KEHADIRANNYA MENIMBULKAN: POLA, KONVENSI, ATURAN, BAHKAN HUKUM. NILAI-NILAI PENTING YANG MEMBUAT RUANG URBAN LEBIH NYAMAN UNTUK DIHUNI.Keyakinan ini kami proses dalam beberapa karya, dikonsepkan berfungsi-langsung bagi warga urban. Sasaran utamanya, golongan ekonomi menengah ke bawah yang termarjinalkan di dalam segala hal. Harapan kami sederhana, karya seni desain adalah alat penyolusi sebagian masalah urban akibat rumitnya kelindan persoalan sosial masyarakat sekarang. Bandung, November 2011 Sarah M. A. Ginting4
  • « SISTEM ruang | kreativitas tanpa batas I. HOMO FABER & HOMO LUDENS « Kami mengawali konsep desain dengan membuat pertanyaan yang tepat atas konteks suatu masalah yang hendak disolusikan. Pertanyaan mengurai sekaligus memfokuskan masalah pada intinya, berfungsi seperti “fondasi” pengokoh argumen keputusan desain. Hasilnya rumusan design keyword ‘keputusan awal’; penuntun proses pemilihan ide utama dari sekian banyak alternatif kemungkinan. Hal ini penting dalam memilih alternatif ide yang selalu memiliki keterbatasan, pros ‘nilai lebih’ sekaligus cons ‘kekurangan’. Faktor-faktor pembentuk keoptimalan; desain menyolusikan suatu masalah tanpa menimbulkan atau setidaknya meminimalkan masalah baru. Keoptimalan desain adalah hasil ketepatan memilih ide - dari sekian banyak alternatif kemungkinan. Menepatkan pilihan ide, dimulai dari menepatkan pertanyaan pengintisari masalah, dengan penalaran dialektik. Ide dipertimbangkan dari berbagai sudut pandang, untuk merumuskan estetika tidak hanya berwujud visualisasi, tapi juga “berfungsi”. Disadari atau tidak, estetika menghadirkan sistem: pola, konvensi, aturan, bahkan hukum. Nilai-nilai membuat ruang - dalam berbagai definisi - lebih nyaman untuk dihuni. Estetika desain, hasil dialektika kreativitas manusia yang maujud. Berarti untuk menjadi kreatif dalam mendesain, terlebih dahulu diperlukan pemahaman hakikat kreativitas dalam eksistensi manusia.MENELITI EKSISTENSI MANUSIA, DIMULAI DENGAN PERTANYAAN: BAGAIMANA SESUNGGUHNYA ESTETIKAHASIL KREATIVITAS MANUSIA DIVISUALISASIKAN DAN DIMAKNAI? TUJUANNYA MEMAHAMI PERAN DESAIN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MASYARAKAT URBAN, TERUTAMA DI NEGARA BERKEMBANG, SEPERTI INDONESIA. Estetika dimaksud tidak lagi terkotak-kotak dalam batasan kategori: seni rupa, arsitektur, sastra, teater, musik, sendratari, maupun kriya. Semua karya seni desain sama-sama dimulai motivasi dan tujuan sama; pemenuhan kebutuhan akibat hakikat kita sebagai Homo faber dan Homo ludens. Untuk memahami kreativitas serta proses dialektiknya, penelitian kami fokuskan pada dua definisi eksistensi manusia: Homo faber dan Homo ludens. Walaupun menggunakan cara pendekatan berbeda, tapi kedua definisi di atas, sama-sama menjabarkan cara memproses kreativitas manusia untuk bertahan dalam hidup, survival of the fittest. Metode penelitian dilakukan dengan “mempraktekkan-langsung” kedua definisi ini pada pengonsepan suatu desain. Secara spesifik, kami meneliti hakikat kreativitas, dalam mengolah dan mengorelasi konteks permasalahan dengan tuntutan parameter fungsi yang hendak disolusikan desain. Interpretasi Homo ludens dijabarkan pada empat karya bertema Kegiatan Sosial Arsitektur: Let’s talk on Playing, since we are Homo ludens, actually. Sejumlah karya yang konsepnya dipengaruhi keprihatinan kami atas masalah kurangnya fasilitas urban dalam mengembangkan potensi kreativitas anak-anak. 5
  • II. LET’S TALK ON PLAYING, SINCE WE ALL ARE HOMO LUDENS , ACTUALLY « Eksistensi manusia ditentukan kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan sekitar; Homo faber; bersaing dengan cara mengolah segala potensi – insting dan kecerdasan – yang melekat dalam diri; upaya survival of the fittest. Kompetisi ini juga disikapi manusia dengan cara yang atraktif dan lebih menyenangkan, “bermain”. Menurut Johan Huizinga (Homo Ludens, 1938), kerumitan ruang lingkup manusia disiasati dengan cara “bermain” yang hakikatnya: memiliki pola pengatur, yang keberlangsungannya bersifat sementara, dan walaupun tidak menghasilkan keuntungan materi, dinikmati karena manusia merasakan kemerdekaan, yang tidak didapatkan pada kehidupan nyata. HAKIKAT HOMO LUDENS MANUSIA, ADALAH SIKAP KITA MENYIMULASI KEHIDUPAN NYATA KE BENTUKYANG LEBIH SEDERHANA. MANFAAT “BERMAIN” MEMUDAHKAN KITA MEMAHAMI DIRI DAN LINGKUNGAN SEKITAR - FAKTOR YANG MEMBUAT MANUSIA MAMPU BERADAPTASI DAN BERTAHAN.Aktivitas “bermain” membutuhkan siasat - dalam berbagai definisi - untuk menang, hasil kreativitas pelaku menyikapi tantangan aturan permainan, sekaligus kemampuan mengukur kekuatan maupun kelemahan lawannya. Upaya ini mirip cara manusia bertahan pada kehidupan nyata. Menurut Henri Bergson (1911), eksistensi dimulai manusia dengan mengevolusikan potensi yang melekat pada dirinya - insting. Namun insting membutuhkan kecerdasan, untuk mengorelasi makna dari berbagai hal yang dicerna insting. Dua kecenderungan manusia ini dilatih melalui serangkaian proses uji-coba; trial and error. Proses pembelajaran intelektual yang merumuskan kesadaran manusia. “THE MORE CONSCIOUSSNESS IS INTELLECTUALISED, THE MORE IS MATTER SPATIALISED.” (HENRI BERGSON, “CREATIVE EVOLUTION”, 1911, HAL. 207, RANDOM HOUSE, NEW YORK, 1944). Proses trial and error ‘uji coba’, didetail manusia dengan menyimulasi pola kehidupan ke dalam bentuk lebih sederhana dan bersifat menyenangkan, “bermain”, untuk mempermudah proses pemaknaan diri terhadap lingkungannya. Manusia, mulai anak-anak hingga dewasa, adalah mahluk yang “bermain” di dalam kehidupannya sehari-hari, Homo ludens. Pada hakikatnya, “bermain” adalah salah satu bentuk proses dialektik, suatu cara mengubah potensi manusia - kecenderungan instingtif serta kecerdasan dasar - menjadi kesadaran diri yang bersifat intelektual. Proses dialektik berlangsung sepanjang hidup manusia, menghasilkan berbagai bentuk detail peradaban: bahasa, filosofi, konvensi, hukum, adat istiadat, seni, budaya, dan teknologi. Lebih lanjut Huizinga menyebutkan, “bermain” membuat manusia sepenuhnya merasakan kebebasan yang tidak didapatkannya dari kehidupan sehari-hari. Tetapi karena permainan hanya dapat berlangsung bila ada peraturan, justru kegiatan ini sekaligus menjadi proses adjusting ‘latihan manusia menyesuaikan kebebasannya’, dengan segala sesuatu di luar dirinya: manusia lain, fenomena sosial, dan alam lingkungan. Dengan kata lain, realita dalam segala bentuk dan pemahamannya, disimulasi manusia saat “bermain”. Aktivitas “bermain” menjadi kebutuhan yang memungkinkan manusia - dalam waktu sesaat - dapatmelakukan apa saja dan menjadi siapa pun juga; proses trial and error ‘uji coba’ penyimulasi suatu realita. Keberlangsungan sesaatnya bersifat tidak nyata, membantu manusia memahami implikasi kebenaran dankonsekuensi kesalahan. Artinya terjadi tahapan pembelajaran mengenali keunikan diri sendiri, mendorong manusia dengan sadar mendefinisikan kebebasannya. Sadar bahwa dalam konteks sosial, kebebasan adalah terjadinya hak setelah kewajiban dilaksanakan. Kesadaran inilah menjadi dasar keberlangsungan hidup manusia.6
  • ruang | kreativitas tanpa batasKetika anak-anak, manusia “bermain” dalam konsep make believe activity ‘kegiatan seolah-olah’, denganpola perilaku ‘aku menjadi’ atau ‘kalau aku melakukan, maka terjadi’. Pola awal anak mencerna informasisekelilingnya dan bersifat pasif; proses pengamatan yang bebas dari segala bentuk asosiasi maupun persepsi.Kebelumtahuan yang mendorong anak meniru persis segala hal yang dilihatnya, ataupun yang menarikminatnya.Peniruan atau mimikri dalam permainan, dilakukan insting berdasarkan kecerdasan seorang anak. Prosesini cara awal anak memahami konteks jawaban atas pertanyaannya terhadap segala sesuatu di luar dirinya.Hasilnya, anak mendapatkan pengalaman sekaligus belajar menanggapi dan menganalisa suatu kondisi.Proses pembentuk referensi – faktor penting yang memperkaya cara anak mengembangkan kreativitasnya.Ini berarti semakin aktif anak “bermain”, maka semakin luas pula referensinya. Keragaman referensimemperkaya pengetahuan anak mengenali diri dan sekitarnya. Mengenali membuat anak belajarmendefinisikan kesadarannya; modal dasar menuju tahap pendewasaan lebih lanjut.Pada saat “bermain”, hakikat dan kreativitas orang dewasa sama dengan anak, hanya detail pelaksanaannyasaja berbeda. Aktivitas “bermain” dilakukan berdasarkan pilihan atas suatu referensi - persepsi dan asosiasi- seseorang. Oleh karena itu, pada orang dewasa “bermain” bersifat aktif. Motivasinya didorong kesadaranyang dipengaruhi intelektualitas, membuat permainan memiliki metode tertentu untuk memperjelas tujuan.Orang dewasa “bermain” bertujuan mengubah kebelumtahuan menjadi pemahaman akan sesuatu halspesifik; salah satu bentuk proses dialektik untuk memerinci eksistensi diri dalam menyikapi segala bentuktantangan kehidupan.Penelitian untuk memahami eksistensi manusia melalui teori di atas, kami detail dengan pertanyaan:bagaimana sebenarnya estetika hasil kreativitas manusia divisualisasikan dan dimaknai? Pertanyaan yangjuga dipicu oleh pernyataan Picasso (“seorang seniman harus selalu berpikir seperti seorang anak kecil”),atau oleh psikoanalis Hanna Segal (“manusia kreatif adalah manusia anak-anak”), serta “keobsesivan”analisa Sigmund Freud terhadap perilaku masa kecil manusia. Pada tahap awal penelitian kami dapatdisimpulkan, desain pembentuk estetika adalah hasil siasat manusia yang “bermain” dengan kreativitasnya.Estetika dibutuhkan manusia untuk membuat ruang kehidupannya sehari-hari memiliki sistem.DESAIN SELAIKNYA BAHASA, ADALAH SALAH SATU BENTUK “ALAT PEMBUAT” KEHIDUPAN. KESIMPULANYANG MENIMBULKAN PERTANYAAN LANJUTAN: BAGAIMANAKAH CARA MENYUSUN STRUKTUR TATANANBAHASA “GARIS-GARIS” DESAIN, DAPAT MENGKONKRETKAN RASA DAN FUNGSI YANG HAKIKATNYA SANGATABSTRAK? TUJUANNYA MENGOPTIMALKAN KREATIVITAS MANUSIA SECARA TERUS MENERUS MAMPUMENYIKAPI DENGAN TEKNIS, KELINDAN MASALAH SOSIAL AKIBAT MAKIN SEMPITNYA RUANG URBAN. Berangkat dari hal di atas, kami menyadari pentingnya upaya memperkaya kreativitas dalam berbagaikonteks. Kesadaran ini membuat kami mengamati fenomena sosial di urban negara kita, yang ternyata tidakmemiliki fasilitas layak untuk anak bermain “gratis”. Terbukti dari hari ke hari, terlihat semakin banyak anak-anak - terutama dari golongan ekonomi bawah - keluyuran bermain di jalanan. Masalah ini makin diperumitfakta masyarakat kita yang umumnya belum menyadari pentingnya bermain pada pertumbuhan anak. Makatidak heran, bila kita terfokus hanya pada masalah makro urban: seperti macetnya jalanan, genangan banjir,amburadul-nya sistem penanganan sampah kota dan sebagainya. Akibatnya kita lupa memikirkan solusi atasketiadaan tempat bermain anak. Padahal masalah yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin ini,dapat disolusikan dengan desain yang relatif sederhana.Keprihatinan akan masalah di atas, membuat kami berinisiatif mendesain fasilitas permainan edukatif,terutama untuk anak-anak golongan ekonomi bawah, yang tinggal di permukiman padat. Tantangannyaantara lain membuat permainan sesuai konteks budaya kita, dengan material berharga ekonomis yang sistempembuatannya juga harus sederhana, dan cocok untuk iklim tropis. Hingga saat ini, kami telah menghasilkanempat karya, yang dimulai sejak tahun 2007. 7
  • II. 1. Taman Nyampa’ Heula « Design Keyword: “How they fit in?” Konsep Karya: MULTILEVEL WASTE COLLECTING Taman terdiri dari tiga Salah satu masalah utama Bandung dan kota-kota besar Indonesia lainnya, adalah bagian : tempat sortir panjangnya mata rantai sistem pengumpulan sampah. Dimulai dari ketidakdisiplinan sekaligus entrance warga membuang sampah ke tempatnya, ketidakefisienan cara pengumpulan dari (tempat pengunjung rumah ke TPS oleh petugas, hingga amburadul-nya infrastruktur penunjang pemda menukar sampah mengoordinasi penyetoran sampah dari TPS ke TPA. Negara maju rata-rata hanyadengan token), lapangan membutuhkan 2,6 jam, untuk mengumpulkan sampah dari rumah ke TPA kota. olahraga (untuk remaja Sementara sistem perkotaan di negara kita membutuhkan minimal dua hingga tiga dan orang dewasa), dan hari. Maka tidak heran, TPS selalu menjadi sumber masalah. Kondisi ini diperburuk area permainan anak- anak. pemulung dan pengepul, yang mengubah ruang terlantar kota menjadi TPS-TPS liar. Berangkat dari masalah ini, “Taman Nyampa’ Heula” memanfaatkan peran pemulung dan pengepul sampah, mengelola TPS sekaligus taman bermain anak-anak hingga remaja, yang memanfaatkan bawah jembatan layang ataupun ruangkosong kota. “TAMAN NYAMPA’ HEULA” DIDESAIN BERUPA TAMAN YANG PERMAINANNYA SEKALIGUS BERFUNGSI TEMPAT PENAMPUNGAN SAMPAH SEMENTARA KOTA. ANAK-ANAK ATAUPUN REMAJA PENGUNJUNGNYA, DIWAJIBKAN MEMBAWA ANEKA JENIS SAMPAH YANG TELAH DISORTIR, UNTUK DITUKAR MENJADI TOKEN MASUK. PERMAINAN JUGA DIJADIKAN MEDIA PROMOSI, BERBENTUK TIRUAN PRODUK-PRODUK MAKANAN ATAUPUN MINUMAN PRODUSEN YANG MEMBIAYAI PEMBUATAN FASILITAS DI DALAM TAMAN. Dengan cara ini, diharapkan anak-anak, remaja, dan warga kota lainnya, terbiasa disiplin mengumpulkan sampah dan menyadari nilai ekonominya. Pembangunannya melibatkan peran arsitek, pemda untuk memberikan izin, perusahaan penyandang dana, tukang pelaksana dibantu warga setempat, dan pengurus RT/RW bersama para pengepul untuk mengelolanya. Uang hasil penjualan sampah, dibagi sesuai kesepakatan warga dengan pemulung/ pengepul. 8
  • ruang | kreativitas tanpa batas II. 2. Gang Sesama «Design Keyword: “How to fit them out?”Konsep Karya: KECERIAAN MEREKA, MASA DEPAN BANGSATidak terkendalinya urbanisasi dan ketidakmatangan perencanaan pengembangan tata ruang,mengakibatkan kota-kota besar kita dipadati permukiman kumuh, yang sepertiga warga penghuninyaadalah anak-anak. Meluasnya permukiman padat tidak diiringi peningkatan kualitas fungsi ruang kota,menimbulkan beragam masalah sosial. Salah satu diantaranya, namun justru kerap kali terlupakan, adalahketiadaan tempat dan fasilitas anak-anak bermain. Akibatnya mereka menjadikan jalan raya yang minimdari nilai edukasi dan sarat kekerasan, sebagai tempat utama menghabiskan masa kecil.SEMPITNYA RUANG KOTA DISIKAPI GANG SESAMA DENGAN SEBELAS DESAIN PERMAINAN, YANGMEMFASILITASI DUA FUNGSI DASAR: MENDIDIK PEMAHAMAN ADAPTASI SOSIAL (SENSE OF SECURITY)DAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK DAN SENSORIK (SENSE OF RIDING), ANAK-ANAK USIATIGA HINGGA SEBELAS TAHUN. PERMAINAN INI KHUSUS DIDESAIN UNTUK SESUAI DITEMPATKAN DI GANGLEBAR MINIMAL 120 CM, ATAU DI LAHAN SEMPIT KOTA SEPERTI: TAMAN RT/RW, KOLONG JEMBATANLAYANG, MAUPUN HALAMAN SEKOLAH.Fasilitas edukatif Gang Sesama menjadikan kekumuhan lebih manusiawi; dengan estetis sempitnya ruangkota dijadikan tempat alternatif bersosialiasasinya keluarga. Desain Gang Sesama cocok untuk iklim tropis.Kesederhanaan teknik pembuatan dan materialnya, memungkinkan warga bergotong-royong membuatsendiri sebagian besar permainan yang akan ditempatkan di lingkungannya. Selain untuk menekan biaya,diharapkan menimbulkan rasa memiliki dan inisiatif warga merawatnya.Pembuatan Gang Sesama membutuhkanperan serta pihak berwewenang pemberi ijinpenggunaan lahan dan penyandang dana.Untuk menyokong kepentingan donatur, anekapermainan ini dapat dijadikan media alternatifmengiklankan produk atau sarana publikasiprogram CSR (corporate social responsibility)pihak sponsor. Desain Gang Sesamamenjadikan media iklan sebagai elemenestetika kota yang fungsional memenuhikebutuhan masyarakat. Pesan sponsordipercepat dan diefektifkan penyebarannya,dengan cara membuat masyarakat langsungmerasakan manfaat media pengiklannya. 9
  • II. 3. Skateable & Playable « Design Keyword: “How if it be fitted and with what?” Konsep Karya: ROTTERDAM, I, FRIENDS, STEEL, 7-PLY, SHARE, KIDS, SMILE … AND … SMILE Sebagai kota pertama di dunia yang mengijinkan secara legal para skateboarder berselancar di ruang- ruang terbuka seperti: alun-alun, taman, pedestrian maupun arcade, Rotterdam membutuhkan fasilitas tambahan, untuk mencegah extreme sport ini tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak merusak infrastruktur kota. SKATEABLE & PLAYABLE BERFUNGSI SEPERTI “PANGGUNG TEATER” UNTUK MENONJOLKAN KEINDAHAN GERAKAN TRIK-TRIK PARA SKATEBOARDER, SEKALIGUS MEMFASILITASI KEGIATAN BERMAIN, ANAK-ANAK USIA TIGA HINGGA SEMBILAN TAHUN. BERBENTUK MIRIP HEWAN LAUT DAN MENGGUNAKAN MATERIAL GLOWING-IN-THE-DARK PAINTS BERWARNA MENYOLOK. Bentuk dan warna Skateable & Playable yang menyolok, selain bertujuan menarik minat anak-anak, juga untuk mempermudah skateboarder mengikuti rangkaian rutenya di ruang-ruang kota. Ruang kota “dipisah” secara visual, membuat kegiatan skateboarding tidak membahayakan aktivitas warga lainnya. Untuk memudahkan pemasangan fasilitas ini pada infrastruktur kota yang sudah ada, struktur dan cara pengonstruksiannya memakai sistem portable. Kejenakaan desain Skateable & Playable juga untuk melengkapi patung-patung karya seniman ternama dunia yang banyak mengisi ruang kota Rotterdam, dengan konsep process art. Suatu bentuk seni instalasi yang “keinteraktivan” estetikanya, dipengaruhi kedinamisan penggunaan fungsinya oleh warga kota. Estetika Skateable & Playable dikonsepkan memiliki peran dan langsung berpengaruh pada kegiatan urban sehari-hari kota Rotterdam.10
  • ruang | kreativitas tanpa batas II. 4. Alice In WonderTHAIland «Design Keyword: “How can we encourage them to play?”Konsep karya: WE WANT THEM PLAY NOT MERELY WITH FREE-MIND, MOREOVER, PLAY IMAGINATIVELY! Hipotesis kami tentang kurangnya perhatian maupun pengakuan eksistensi dan hak asasi anak sebagai individu seutuhnya, pada budaya dan tradisi masyarakat di negara-negara berkembang, memang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Hipotesis yang masih bersifat awal ini, berdasarkan pengamatan kami dengan membandingkan tradisi budaya masyarakat di negara maju, seperti: Jepang, Cina, dan beberapa negara Eropah. Mereka memiliki beragam upacara tradisional maupun festival tahunan, khusus merayakan segala hal berkaitan dengan anak. Pada upacara atau festival tersebut, anak dilibatkan secara aktif untuk menunjukkan anak adalah individu independen. Upacara menyimbolkan cara orangtua mempersiapkan masa depan anak, melalui serangkaian kegiatan yang prinsipnya memperkenalkan anak pada cara- cara mengembangkan kreativitasnya. Ragam upacara ini juga menandai tahapan-tahapan penting pertumbuhan anak, sekaligus menyiratkan pengakuan orangtua akan hak asasi anak dalam berbagai hal.Berbeda dengan tradisi di negara berkembang seperti di Asia Tenggara ataupun Afrika, pada umumnyamasyarakat hanya mengupacarakan anak saat dilahirkan dan ketika memasuki usia akil baliq. Kamiberasumsi, pengakuan akan eksistensi anak baru mulai diakui sepenuhnya ketika memasuki usia produktif.Sebelum memasuki akil baliq, anak adalah individu yang sepenuhnya diperlakukan dan disubordinasikankehadirannya sesuai keinginan orangtua. Kemudaan usianya, dianggap belum memungkinkan anak untukindependen membedakan nilai baik dan buruk. Hal ini tercermin pada pola pengasuhan dalam keluargaataupun sistem pendidikan di sekolah yang cenderung bersifat satu arah; anak dituntut “patuh” karenaorangtua dianggap selalu lebih tahu. Tidak heran, pola pikir ini menimbulkan kecenderungan orangtuamengabaikan beberapa hak asasi anak.Salah satu hak asasi anak yang (selalu) diabaikan orangtua adalah bermain. Pada beberapa masyarakatdi negara berkembang – terutama golongan ekonomi kurang mampu – bermain dianggap kegiatanmembuang waktu dan uang. Anak dituntut turut berperan menopang ekonomi keluarga, eksploitasi yangmemaksa anak dewasa sebelum waktunya. Akibatnya potensi kreativitas anak tidak berkembang denganbaik. Pola pikir inilah salah satu penyebab sulitnya suatu masyarakat keluar dari lilitan ketertinggalannya.DIPERLUKAN FASILITAS PERMAINAN YANG TIDAK SAJA EDUKATIF DAN BERBIAYA MURAH, NAMUN JUGADAPAT MEYAKINKAN ORANGTUA AKAN PENTINGNYA BERMAIN. MAKA DIGAGASLAH PERMAINAN TEMATIKALICE IN WONDERTHAILAND. TERBUAT DARI BARANG-BARANG BEKAS, DENGAN SKALA DAN PROPORSIESTETIKANYA BERTUJUAN MENSTIMULASI IMAJINASI ANAK BERADA PADA SUATU NEGERI DONGENG.Desain Alice in WonderTHAIland, adalah permainan tematik untuk anak-anak pengungsi Myanmar didaerah perbatasan Mae Sot di Provinsi Tak, Thailand. Tantangan utamanya, mendesain permainan edukatifyang dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat akan pentingnya mengembangkan potensi kreativitasanak. Permainan dibuat dengan teknik sederhana, memanfaatkan barang bekas serta material yang mudahdidapatkan di negara tropis. Harapan kami, permainan ini dapat direalisasikan tidak saja di Thailand, tapijuga di negara-negara berkembang lainnya. 11
  • BIODIVERCITYPrathiwi W. PutriBlog: berkota.wordpress.com ; Twitter: @untukruangD iskursus tentang ‘ruang publik’ selalu sarat dengan perdebatan apa itu ‘publik’. Lebih jauh lagi,perdebatan tidak bisa terlepas dari apa itu‘ruang’; apakah ‘ruang’ menjadi padanan hunian yang memberi ruang dan waktu yang cukup bagi air untuk kembali pada bumi dan membersihkan dirinya sendiri. Pendekatan terhadap air (dan lingkungan hidup) ini tidak terpisahkan dari konsep ruang yangkata untuk ‘space’, ‘sphere’, atau ‘domain’? mereka terapkan. Dalam pola hidup ini,Para teoris sudah menuliskan ribuan sphere produksi dan reproduksi ekonomilembar untuk memperdebatkan definisi tidak dipisahkan. Akibatnya, tidak adatentang masing-masing istilah tersebut. pemisahan ruang yang tegas berdasarkanBahkan ketika ada sebuah kesepakatan fungsi bekerja dan hunian. Demikiantentang apa itu ‘ruang publik’ pada ranah pula, tidak ada pembagian jelas antaradiskursus, ada 1001 terjemahan akan publik dan privat. Modernisasi melaluikesepakatan tersebut dalam bentuk desain kolonialisasilah yang membuat garis tegasarsitektural dan pembangunan ruang tiga pemisah. Dalam konsep perekonomiandimensi. modern itu, hunian masuk dalam sphere reproduksi dan juga privat. Konsep-Tulisan ini tidak bermaksud menghadirkan konsep ruang seperti ini sering tidak dapatsebuah diskusi teoretis yang ketat tentang diterapkan dalam kompleksitas-ruangruang publik. Diilhami ‘Tomorrow’s kota-kota Asia Tenggara. Rumah Panjang,Biodiversity’ oleh Vandana Shiva (2000), misalnya, pada kenyataannya dibanguntulisan ini berusaha mengangkat hal-hal dan digunakan dalam kolektivitas, yangyang konseptual akan ruang publik dan sulit untuk dikategorikan sebagai publikformasi sosial yang menyertainya melalui atau privat. Dalam tulisan ini, saya tidaksebuah proses refleksi atas persoalan- berpanjang lebar membahas arsitektur danpersoalan urban yang dihadapi sehari- sistem ruang ‘tradisional’ Asia Tenggara.hari di kota-kota Indonesia: sungai dan Mengenai kajian tersebut, antara lain,polusi, serta banjir dan kekeringan. Tulisan lihat Roxana Waterson (1990), Supraktinoini bermaksud mengembalikan imajinasi Rahardjo (2007), dan Jo Santoso (2008).kolektif kita akan hubungan manusia danbadan air seperti dalam tradisi nenek Ada dua hal penting dari para penulismoyang kita di tanah air. “Tanah air”; tersebut bagi diskusi kita dalam artikelpernahkah terpikir betapa cerdasnya para ini selanjutnya. Pertama, merekaleluhur kita menamakan rumah bagi bangsa mengingatkan bahwa narasi tentang kota-ini? Orang Eropa menamakan rumah kota dan permukiman di Indonesia sebelummereka ‘mother earth’ atau ‘mother land’ kekuasaan VOC dan Belanda, tidak dapatyang merujuk pada daratan, sementara digeneralisasikan dalam satu era tunggalkita menyebutnya sebagai “tanah air”. yang homogen yaitu ‘pra kolonial’. Pada zaman itu, kekuasaan yang silih bergantiTercatat dalam sejarah, kearifan masyarakat tidak pernah secara total menghapus polaAsia Tenggara tempo dulu yang hidup menghuni ruang sebelumnya; ruang fisikbersama air telah membentuk pusat-pusat yang terbangun oleh penguasa sebelumnya12
  • ruang | kreativitas tanpa batas“... menciptakan ‘ruang untuk publik’ (kebijakan, desain dankonstruksinya) bukanlah sesuatu yang statis. Ruang publikberdimensi banyak dan selalu direformulasikan; ia terbangundalam imajinasi, diskursus, dan praktik material yangbergerak dalam ruang-waktu. Tidak berhenti pada momenterbangunnya sebuah ruang fisik untuk publik, praktikpenggunaannya menghasilkan nilai guna dan makna yangberbeda-beda bagi setiap kelompok penghuni kota.”dapat dibumihanguskan, namun formasi statis. Ruang publik berdimensi banyaksosial dalam masyarakat serta pola dan selalu direformulasikan; ia terbangunberhuni yang ada tidak tergantikan oleh dalam imajinasi, diskursus, dan praktiksesuatu yang sama sekali baru (lihat material yang bergerak dalam ruang-waktu.juga Doreen Massey, 2005 tentang Tidak berhenti pada momen terbangunnyalandasan filosofis dimensi ruang-waktu). sebuah ruang fisik untuk publik, praktikSama halnya dengan masa pra kolonial, penggunaannya menghasilkan nilai gunamodernisasi yang diterapkan Belanda dan dan makna yang berbeda-beda baginasionalisasi yang diusung pemerintahan setiap kelompok penghuni kota. Melaluisetelah kemerdekaan tidak membentuk kesadaran kolektif, maka pemaknaanruang dan pola menghuni ruang yang ruang publik yang terbangun tersebut akansama sekali baru. Kedua, ruang tidak melahirkan gagasan dan tuntutan baruberfungsi tunggal. Misalnya, dalam pola tentang ruang publik.berhuni masyarakat Asia Tenggara lama,ada ruang-ruang yang dipakai oleh orang Jika proses mencari apa itu ‘publik’ menjadibanyak sebagai tempat berkumpul dan sangat melelahkan karena definisi itubersosialisasi dalam kelompok yang lebih dipertaruhkan antara berbagai kelompokbesar. Biasanya, ruang-ruang seperti ini penghuni kota dalam kesehariannya, laluadalah juga ruang sirkulasi dan juga ruang apa pintu masuk untuk memperdebatkansakral untuk upacara keagamaan. Bahkan, ‘ruang publik’? Saya menawarkanpada saat yang bersamaan, ruang itu adalah pendekatan sebagai berikut, yangsekaligus ranah konsumsi dan produksi, diharapkan dapat diterapkan dalam prosespublik dan privat, sakral dan keseharian. perencanaan dan perancangan ruang kotaHal ini karena, pada saat yang bersamaan, dengan kehidupan urbannya yang sudahberlangsung beragam hubungan sosial sangat kompleks itu.yang masing-masing memiliki konteks alurruang-waktu tertentu. Air untuk SemuaSingkat kata, menciptakan ‘ruang Kisho Kurokawa (1991) menulis bahwauntuk publik’ (kebijakan, desain dan dalam tradisi Timur, sifat ruang ‘publik’konstruksinya) bukanlah sesuatu yang cenderung flow, dan bukan node yang 13
  • terpisah dari yang mengalir itu, seperti tidak memberikan ruang yang cukup untukkonsep plaza dan taman yang diperkenalkan menyimpan air. Ketika hujan, air cepat-pada era industrialisasi. Jalan (setapak, cepat dialirkan ke laut, sementara kotajalan raya, maupun koridor) tidaklah kehausan ketika musim kering. Jakartabebas dari titik-titik interaksi sosial. Ruang dan Bangkok sudah merasakan, bahwaini bukanlah ruang yang mengalirkan mengalirkan air secepat-cepatnya keluarpejalan kaki dengan cepat, namun sarat kota tidaklah berhasil. Air sesungguhnyapemberhentian karena interaksi itu tadi. butuh ruang, air yang sedang unjuk rasaJalan adalah sirkulasi, ruang rekreasi, inilah yang kita sebut banjir. Padahaldan sekaligus interaksi. Lihatlah desa- banjir adalah bagian dari fenomenadesa di Nias. Node1 adalah sekaligus flow, alam (lihat Putri dan Sari, 2010). Yangdemikian sebaliknya. Membaca Walter sering terlupakan, bahwa selain manusia,Benjamin tentang Napoli mengingatkan ekosistem pun membutuhkan air.saya bahwa kota Medieval juga memiliki Menurunnya keanekaragaman hayatikonsep ini. Di kota-kota Medieval, sifat flow telah memberikan andil bagi kemiskinandalam bentuk ruang yang berupa node di kota. Vandana Shiva (2000) berceritatetap terasa karena ukuran ruang-ruang bagaimana pertanian rakyat berangsursirkulasi dan plaza tidak jauh berbeda mati bukan hanya karena oleh monopolisecara signifikan. Bandingkan dengan era perusahaan bibit dan pangan besar, namunsesudahnya yang memiliki ukuran plaza juga oleh terdegradasinya lingkungan,sebagai node yang relatif jauh lebih besar. serta terkuasainya sumber air mereka bagi kebutuhan kota besar. Hilangnya serapanDari topik diskusi di atas, saya tenaga kerja di area rural mendorongmembayangkan siklus air. Dalam tradisi perpindahan penduduk ke kota.lama masyarakat Asia Tenggara, air puntidak diusahakan untuk mengalir secapat- Mengelola air, menjadikannya layakcepatnya seperti dalam sistem drainase pakai sampai membersihkannya kembali,dan dam. Air menjadi kotor dan kembali membutuhkan sistem institutionalbersih dalam ruang yang sama. Air adalah yang kompleks. Bentuk manajemen airuntuk produksi pangan, transportasi, yang ditawarkan oleh Negara adalahrekreasi dan juga pembersih. Sepertinya manajemen yang teknokrat, danmenarik untuk mengeksplorasi siklus air menawarkan solusi-solusi yang semata-untuk menciptakan konsep ‘ruang publik’. mata bergantung kepada teknologi skalaNamun demikian yang saya tawarkan lebih besar dan terpusat. Tentakel berupa pipa-dari sekedar ‘metafor’. pipa, gorong-gorong air kotor, dan drainase modern adalah wujud fisik kota modernAir adalah elemen yang dibutuhkan semua yang diagungkan. Terbangunnya fasilitasmakhluk hidup; ia adalah barang publik inilah yang menjadi ukuran keberhasilansehingga hak atasnya harus dilindungi. Air pembangunan. Pada kenyataannya, sistemdiperlukan untuk, antara lain, keperluan manajemen air seperti ini mengalamidomestik, untuk kelangsungan industri, banyak keterbatasan, dalam menghadapiuntuk pertanian dan sistem penggelontoran dinamika alam maupun sosial-kultural.drainase kota. Metabolism kota tidak akan Formasi sosial masyarakat kota kita yangberjalan tanpa air. Kota-kota kita saat ini terbentuk dari berbagai era kekuasaan yang1 node: titik strategis berupa persimpangan atau konsentrasi dari dominan selama ratusan abad, memilikibeberapa lajur / jalur aktivitas (path)14
  • ruang | kreativitas tanpa batassistem institusional yang tidak tunggal.Terkandung didalam sistem institutionalyang beragam ini, nilai dan kebutuhanakan air yang berbeda-beda. Sektor yangselama ini disebut informal, masih banyaktergantung pada sistem perekonomiansubsistence, yang mengandalkan air sebagaisumber daya untuk produksi: kolam ikandan pertanian skala kecil. Sementara itu,agenda pemerintah kota melalui MilleniumDevelopment Goals hanya menjawabkebutuhan air minum dan domestik melaluijaringan pipa, yang itu pun tak kunjung jugamenjangkau seluruh sudut kota.Saya membayangkan, menciptakanruang untuk publik berarti memberikanruang bagi air. Menciptakan ruang publikberarti menutup siklus air dalam kota,dalam lingkungan kecamatan, dan bahkandalam skala rumah tangga. Siklus air yangtertutup di dalam kota berarti mampumenyediakan air bersih dan mengelolaair kotornya. Menutup siklus air berartimengurangi ketergantungan pada areasekitarnya dan menyelesaikan banyakmasalah lingkungan dan sosial di dalamkota. Selama ini, permukiman kaum miskinperkotaanlah yang paling banyak terpaparoleh pencemaran air kotor sementaramereka tidak mampu secara mandiri untukmendaur ulang air kotor dan menyediakan “Sayaair bersih. Mereka, yang pada umumnyaberhuni di ruang-ruang belakang kota membayangkan,seperti bantaran sungai, harus beraktivitasdengan sumber air yang tercemar. Padahal, menciptakan ruangpembangunan infrastruktur yang adilbukan hanya berarti kesempatan yang sama untuk publik berartidalam menggunakan fasilitas penunjangkehidupan dan menerima manfaat memberikan ruangdarinya (the goods), tetapi juga meratanyabeban yang diakibatkan pencemaran dan bagi air.”menurunnya kualitas lingkungan (the bads),dalam hal ini oleh air kotor. Air sebagaisumber kehidupan adalah sumber daya 15
  • penciptaan ruang. Karena itu, hak atas air yang sederhana. Hal ini adalah perjuanganbersih harus dilindungi. Pemerintah harus sosial politik memperebutkan ruang di saatmenyediakan lebih banyak ruang kota setiap meter persegi juga diperebutkanyang dialokasikan untuk pengolahan air untuk aktivitas komersial. Sementarakotor, serta membuka kesempatan bagi itu, pemerintah kota biasanya tidakkomunitas untuk mengelola sumber airnya punya cadangan tabungan lahan untuksendiri. kepentingan seperti ini. Namun demikian, bukan berarti sebuah komitmen politikDapat kita bayangkan kemudian, bahwa tidak dapat mengatasi persoalan ini. Duamenutup siklus air ini, yang berarti contoh kasus berikut ini mungkin bisamemperjuangkan hak atas air dan menjadi inspirasi.penghidupan dalam kota, bukan tantangan16
  • ruang | kreativitas tanpa batas Cerita dari Parco Nord dan Besòs River Sejarah Parco Nord, Milan, cukup unik. Taman ini bukan didasari atas inisiatif pemerintahkota belaka. Ditengah ekspansi kota yang begitu cepat, masyarakat menuntut pemerintah membeli tanah bekas industri untuk diubah menjadi ruang terbuka hijau. Dengan negosiasi antara aktor-aktor kota, terciptalah ruang hijau seluas 250 hektar yang dikembangkan secara bertahap sejak 1990 hingga kini. Taman ini juga berfungsi sebagai mesin digestif; terdapat badan-badan air di dalamnya yang cukup besar. Selain membiarkan sebagian besar taman tetap liar, sebagian lahan diberikan kepada beberapa komunitas untuk diolah menjadi lahan bunga dan sayuran. Dengan demikian, beban pemerintah kota untuk biaya perawatan berkurang dan 1 kelompok masyarakat mendapat keuntungan. Taman ini 2 berfungsi sekaligus sebagai taman kota dan taman regional. Bukan hanya pada akhir pekan, keluarga dari berbagai1. Parco Nord dan elemen penjuru di sekitar Milan berdatangan, tetapi juga taman ini alam sebagai media merupakan elemen ekosistem yang sangat penting. rekreasi lintas generasi (sumber: dokumen penulis)2. Parco Nord dan garis Sungai Besòs di area metropolitan Barcelona merupakan langit kota Milan (sumber: salah satu sungai yang paling terpolusi di Eropa. DAS Sungai dokumen penulis) Besòs termasuk tinggi kepadatannya, dan mengalami degradasi lingkungan akibat aktivitas urban dan industri. Pada musim kering, sungai berbau busuk akibat debit air 17
  • (sumber: Margolis & Robinson, 2007)yang kecil dan evaporasi yang tinggi.Dengan demikian dipikirkan untukmenggunakan air buangan (effluent)dari Instalasi Pengolahan Limbah (IPL)yang menempel di salah satu sisi sungaitersebut sebagai sumber air tambahan.Pada tahun 1996 Uni Eropa memberikandana untuk merestorasi sungai tersebut,sungai yang berperan pada kelangsunganhidup metropolitan Barcelona ini. Restorasisungai ini dilakukan dengan membangun60 unit pengelolaan air limbah secaraalami dengan sistem wetlands yangdiintegrasikan dengan karakteristik Wetlands sebagai pegolah tahap ketiga limbah cair yang dihasilkanaliran sungai. Wetlands ini merupakah oleh Instalasi Pengolahan Air Limbah (sumber: Margolis &pengolahan tahap ketiga air buangan Robinson, 2007)dari IPL tersebut. Dengan demikian,sistem wetlands ini berperan multi- regional, memberikan keindahan visual,fungsi. Ia merupakan habitat lingkungan membantu sistem irigasi, dan juga saranahidup, mampu merestorasi sistem sungai rekreasi.18
  • ruang | kreativitas tanpa batasPenutup ReferensiSebagai penutup, hal pertama yang Kurokawa, Kisho. (1991). Intercultural Architecture: The Philosophy ofingin saya kemukakan adalah bahwa Symbiosis. London: Academy Editions.mempelajari sistem air dan ekologisesungguhnya memberikan ide-ide kreatif Margolis & Robinson. (2007). Living Systems.dalam membayangkan ruang bagi publik Innovative Materials and Technologiesyang lebih baik: lebih bermakna dan for Landscape Architecture. Berlin:menjawab kebutuhan. Ruang-ruang ini Birkhäuser Verlag AG.harus hadir untuk merespon persoalan- Putri, P., & Sari, A. (2010). Jakarta Waterscape:persoalan yang ada di masyarakat. Hal From Structuring Water to21st Centurykedua yang ingin saya tekankan, proses Hybrid Nature? Nakhara, Journal ofmenuju ruang untuk publik yang baik itu Environment and Design, 6, 59-74.adalah langkah politik yang membutuhkanperjuangan secara kolektif. Ide-ide Rahardjo, Supratikno. (2007). Kota-kotaselalu mudah dituangkan di atas kertas, Prakolonial Indonesia. Pertumbuhandiperdebatkan, namun bagaimana ia dan Keruntuhan. Jakarta: Fakultasdiwujudkan, perlu komitmen yang besar. Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dan Komunitas Bambu.Dari dua contoh di atas, bayangkanlahnegosiasi yang harus ditempuh, baik Santoso, Jo. (2008). Arsitektur-kota Jawa. Kosmos,bagi warga kota Milan maupun bagi kota Kultur & Kuasa. Jakarta: Centropolis.Barcelona. Bayangkan perjalanan panjanguntuk lobi di tingkat Uni Eropa untuk Shiva, Vandana. (2000). Tomorrow’s Biodiversity.mendapatkan bantuan bagi restorasi London: Thames & Hudson.sungai yang tercemar itu. Waterson, Roxanna. 1990. The Living House. An Anthropology of Architecture in South-Kembali kepada hal pertama tadi, East Asia. Oxford: Oxford Universityimajinasi yang kreatif akan ruang untuk Press.publik tidak hadir begitu saja. Bukankankita masih harus berhadapan dengan paradesainer, planner dan pembuat kebijakanyang keras kepala dan kurang gaul?Kurang gaul dalam arti tidak kaya dalamkosa bentuk, tidak paham akan dinamikaurban: manusia dan ekosistemnya. Sayaingin mengakhiri tulisan ini dengansebuah pertanyaan: berapa banyak tugasstudio perancangan dalam sistem edukasikita yang mengusung tema ekosistemurban? *** 19
  • GOTONG ROYONGRahmat Othman, moving house, 2007.courtesy of the New Straits Times Press, Malaysia danRUANG PUBLIK oleh M. YUSNI AZIZ20
  • ruang | kreativitas tanpa batas“Gotong Royong”,adalah sepasang kata yangmenggambarkan bagaimana kuatnyaikatan sosial dalam masyarakatIndonesia. Ir. Soekarno telahmempromosikan kata tersebutsebagai Ekasila, yang merupakan hasilperasan akhir dari Pancasila sejakawal kemerdekaan bangsa. Dalambuku Falsafah Indonesia (1967) karyaM. Nasroen, tokoh filsuf Indonesia,turut dijelaskan bahwa gotong royongadalah salah satu filosofi dasar darikarakter bangsa Indonesia. Kerja bakti yang merupakan bentuk gotong royong didalam konteks urban.Berdasarkan arti harfiah, Gotong berarti “melaksanakan pekerjaan bersama-sama”, dan Royong berarti“membagi hasil”. Secara abstrak, gotong royong itu sendiri adalah budaya bekerja kolektif yang lebihbersifat kemanusiaan demi meraih kepentingan bersama. Pondasi dasar dari gotong royong dibentukdari dua prinsip utama: pertukaran dan persamaan (Slamet, 1963). Pertukaran yang terjadi atas dasarkemanusiaan dan persamaan yang terbentuk karena rasa senasib sepenanggungan didalam sebuahkomunitas.Pada konteks tradisional, budaya ini tersirat dalam tradisi pertanian Indonesia, seperti mencangkul,panen, menumbuk padi yang dilakukan bersama-sama. Didalam konteks kota, gotong royong hadirdalam wujud keguyuban skala RT/RW dalam kegiatan kerja bakti, datangnya bantuan disaat adaanggota masyarakat yang mengadakan pesta pernikahan/upacara pemakaman, dsb. Berdasarkankonteks sosial psikologis, gotong royong dapat terbentuk ketika tercipta solidaritas yang kuat dalamsebuah permukiman, sehingga timbul rasa saling memiliki, keinginan saling membantu, dan kesadaranuntuk menghadapi permasalahan secara bersama-sama (Hofsteede, 1971). Dari konteks terakhir dapatdisimpulkan bahwa kualitas sosial sebuah areal permukiman bertanggung jawab terhadap tumbuhnyabudaya ini didalam masyarakat, dimana kualitas sosial tentunya bergantung kepada kualitas.Lalu, bagaimana realita gotong royong dalam masyarakat metropolis Indonesia saat ini? 21
  • Dewasa ini, gaya hidup masyarakat modern metropolis semakin terjebak dengan kepentingan materi dan gaya hidup individualis. Arsitektur yang menjual unsur kapsularisasi dan konsumerisme terjual laris manis bak kacang goreng, seperti apartemen atau gated-community housing. Kepedulian terhadap komunitas semakin berkurang, semangat kebersamaan dan pentingnya sebuah solidaritas semakin menghilang. Eksistensi budaya gotong royong semakin tersapu derasnya oleh budaya modern yang datang dari dunia barat. Padahal gotong royonglah yang meringankan beban seseorang ketika memiliki masalah, yang mendasari terjadinya perjuangan dan revolusi atas dasar persaudaraan, yang menjadi pedoman bangsa bahwa harga kemanusiaan jauh lebih penting daripada kepentingan materi. Tidak perlukah lagi kita akan budaya gotong royong? Haruskah anak cucu kita nanti akan hidup tanpa mengenal apa itu gotong royong? Mungkin, masih ada harapan untuk mempertahankan gotong royong dalam dinamika ruang publik kota. Mungkin, kita bisa berharap Contoh dari stimulasi lingkungan kepada mall dan taman kota yang telah lama menggeser posisi ruang dalam mall yang hadir dalam bentuk desain interior, signs, advertisement, publik tradisional dalam kampung sebagai ruang publik favorit warga dan juga kehadiran orang asing dalam kota. Mungkin, ruang publik modern tersebut dapat menciptakan jumlah besar. solidaritas dalam komunitas sebagai pondasi utama gotong royong. Namun, apakah kemungkinan itu benar adanya? Diantara ruang publik modern dan tradisional tersebut, manakah yang dapat melestarikan budaya gotong royong? Apakah terdapat kaitan antara individualisme, gotong royong dan ruang-ruang publik tersebut? Untuk menjawab barisan pertanyaan diatas sebaiknya kita awali dengan memahami elemen-elemen yang mempengaruhi terbentuknya interaksi dan ikatan antar individu dalam sebuah ruang publik. Disiplin ilmu environmental psychology menjabarkan bahwa terdapat beberapa aspek dasar yang terkait dengan masalah tersebut: 1. Attentional Overload Lingkungan adalah sumber informasi sensorik yang memberikan stimulasi psikis kepada manusia, namun dengan kapasitas yang terbatas, sehingga ketika dihadapkan dengan jumlah stimulasi yang cukup banyak atau “stimulus overload”, manusia cenderung menghiraukan dan hanya fokus pada yang menurut dia penting pada saat itu. (Bell et al. 1996; Veitch and Arkkelin 19951). Source: http://wired-destinations.com/ Dalam lingkungan fisik, situasi tersebut dapat muncul ketika seorang hotels/Malaysia/Penang/Penang_travel_ individu berada ditempat yang sangat ramai, atau daerah yang tidak guide_shopping.htm familiar. Veitch dan Arkkelin (1995) juga menjelaskan bahwa perilaku yang tercipta dapat berupa kesalahan dalam menyimpulkan kondisi,22
  • turunnya toleransi, naiknya tingkat frustasi dan menghiraukan orang ruang | kreativitas tanpa bataslain yang mungkin sedang membutuhkan bantuan. Disisi lain,lingkungan yang monoton (kurang memberikan stimulasi) dapatmemberikan kebosanan dan turunnya kualitas perilaku. (Bell et al,19962)2. ControlJohn H. Harvey3 (1981) menjelaskan bahwa setiap individu inginmemiliki kekuasaan untuk mengontrol lingkungannya dalam maksudmemonitor, atau mewujudkan visi tentang apa yang dia inginkanterhadap lingkungannya. Jika seorang individu tidak bisa mendapatkankekuasaan tersebut maka dia akan cenderung menarik diri darilingkungan dan bersikap acuh tak acuh. Sebaliknya, semakin besarkontrol yang didapatkan, semakin mudah adaptasi yang dilakukandan semakin tinggi sense of belonging yang akan tumbuh. Disisi lain,lingkungan juga memberikan batasan dan menunjukkan besarnyakekuasaan seorang individu untuk mengontrol lingkungannya(Gifford 20024; Veitch and Arkkelin 1995).3. The Environmental StressorsElemen-elemen didalam lingkungan dipercaya dapat menimbulkanstress pada individu jika elemen tersebut telah melampaui batasoptimal yang telah didapat (Veitch and Arkkelin 1995). Polusi, suhuekstrim, lalu lintas, kebisingan dan keramaian adalah environmentalstressors yang cukup tipikal yang jika datang secara konstan akan dapatmenimbulkan stres (Bell et al, 1996). Jika stres tetap berlanjut, makaakan dapat menyebabkan turunnya ketahanan terhadap stres danberkurangnya interaksi terhadap orang lain. (Veitch and Arkkelin,1995). Semakin kecil environmental stressors didalam lingkungan,maka kemungkinan terjadinya interaksi akan menjadi lebih tinggi.environmental stressors didalam lingkungan, maka kemungkinanterjadinya interaksi akan menjadi lebih tinggi. 1 Arkkelin, D., Veitch, R. (1995). Environmental psychology: An international perspective, 1e. New4. Adaptation York, NY: Prentice Hall, Inc.Adaptasi dilakukan ketika terjadi hubungan yang tidak harmonisantara manusia dengan lingkungan. Adaptasi merupakan proses 2 Bell P.A., Fisher, Baum and Greenemodifikasi kehadiran stimulus yang berkelanjutan. Semakin sering (1996) Environmental Psychology ,stimulus (yang dapat berupa orang lain, bangunan, dsb) hadir maka Harcourt Brace Jovanovichakan terjadi pembiasaan secara fisik yang disebut habituasi, dan secarapsikis yang disebut adaptasi (Avin, 1999). 3 Harvey, John H. Cognitive, social behavior and the environment. L. Erbaum. 1981Aspek-aspek yang telah dijabarkan akan menjadi tolak ukur analisaruang publik dan mempertanyakan kembali kemungkinan tumbuhnya 4 Gifford, R. (2002a). Managinggotong royong pada area tersebut. Mall, taman kota dan gang natural resources: A matter of life and death. Keynote address to thekampung akan dibandingkan untuk menjawab siapakah yang paling International Congress of Appliedjuara dalam menumbuhkan gotong royong dalam masyarakat. Psychology, Singapore, July. 23
  • interior mall seakan menjadi sebuah arena kontes kecantikan dengan gerai/ stand yang menghadirkan stimulasi-stimulasi visual yang atraktif. MALL Pertumbuhan mall yang menjamur disetiap sudut metropolis adalah sebuah jawaban dari pemerintah lokal dan sektor privat terhadap kebutuhan ruang publik warga kota. Mereka berhasil menjadikan mall sebagai ruang publik utama warga kota, yang berarti mengarahkan kultur sosialisasi warga menjadi lebih konsumtif, dan menawarkan kenyataan bahwa pergaulan metropolis hanyalah bagi mereka yang mampu membayar. Realita yang semakin mempertajam perbedaan strata sosial dalam masyarakat, mengajak setiap individu berlomba-lomba mengejar uang diatas segalanya, karena semakin banyak uang yang anda miliki, semakin anda mudah diterima didalam pergaulan. Disisi lain, interior mall seakan menjadi sebuah arena kontes kecantikan dengan gerai/stand yang menghadirkan stimulasi-stimulasi visual yang atraktif. Didukung oleh kehadiran orang asing dalam jumlah besar, variasi kegiatan, dsb, mall selalu menyediakan stimulus dalam jumlah luar biasa bagi setiap individu. Tidak heran, jika didalam mall seseorang akan bersikap acuh terhadap orang lain dan fokus dengan tujuan awalnya, baik itu berbelanja ataupun nongkrong di kafe. Privacy ketika seseorang berada didalam mall juga semakin tertekan yang membuat setiap orang mengalami perasaan kesesakan (crowding) sehingga individu cenderung lebih protektif terhadap dirinya dan menarik diri dari orang asing. Dari aspek Control, Mall yang jelas milik pihak swasta, tidak akan pernah menjadi milik bersama. Control terhadap mall mustahil untuk didapatkan, sehingga sense of belonging tidak akan pernah terbentuk. Adaptation dapat terbentuk jika seorang pengunjung sering datang ke sebuah mall, namun bentuknya hanya bersifat keruangan (misalnya hafal lokasi toko/kafe favorit) karena sang pengunjung tidak memiliki itikad untuk beradaptasi secara sosial dengan orang-orang lain di dalam mall, terkecuali teman jalan mereka pada saat itu. Penjabaran diatas semakin menegaskan bahwa solidaritas adalah hal yang mustahil tercipta didalam mall dengan karakter interaksi sosialnya yang instan, tidak konsisten, dan tidak mengikat, dambaan pendukung individualisme. Alih-alih mendukung semangat gotong royong yang didasari oleh kemanusiaan dan persamaan didalam masyarakat, mall malah menggelorakan semangat hidup materialistik dan memperlebar jurang perbedaan sosial didalam masyarakat. Jelas, mall semakin menjauhkan bangsa Indonesia dari akar budayanya sendiri. Kemudian, apakah kita harus diam saja melihat realita ini?24
  • ruang | kreativitas tanpa batas Taman Buah Undaan, Surabaya, yang merupakan salah satu dari rangkaian pembangunan taman tematik Surabaya. sumber: http://yogiwidodo81.blogspot. com/2011/08/surabaya-kota-yang-indah. htmlTAMAN KOTADaya tarik taman kota sebagai solusi ruang hijau dan ruang publik 5http://www.surabaya.go.id/profilkota/warga semakin menguat saja akhir-akhir ini, seperti realita pemerintah index.php?id=26kota Surabaya yang membangun 13 taman kota dalam kurun waktu2008-2009 saja5. Namun tidak seperti mall, taman kota lebih bersifatnetral dimana segala kalangan bisa datang kapan saja tanpa harusmelakukan tindakan konsumtif. Namun ketika ruang publik tersebutsudah netral, apakah lantas dapat merangsang pembentukan gotongroyong dalam masyarakat?Terdapat kemiripan dengan kasus mall, taman kota memberikankecenderungan Attentional Overload melalui banyaknya orang asingyang berkumpul, variasi aktivitas yang dilaksanakan dan lainnya,yang membuat individu hanya terfokus pada dirinya atau orang yangdia kenal saja. Hal ini juga terkait dengan privacy, dimana terlalubanyak orang membuat individu semakin protektif dan kesempatanuntuk membuka interaksi semakin mengecil. Bibliografi:Selain itu, tidak adanya konsistensi dalam interaksi sosial antara Helmi, A.F. Beberapa Teori Psikologipengguna satu dan yang lain menyebabkan kualitas hubungan Lingkungan. Buletin Psikologi UGMantar pengguna menjadi dangkal. Dari segi Control, terdapat sedikit VII (2). 1999keleluasaan untuk penggunanya melalui aspirasi yang dapat disalurkanke pemerintah atau pengelola taman. Walaupun tidak terlalu besar, Newman, Peter, Suriptono. Smallkarena skalanya yang kota, namun pada akhirnya sense of belonging Scale Community based Domesticdapat tumbuh diantara pengguna. Wastewater Technology: An Indonesian Case Study. Murdoch University, Perth. 1999Taman kota dapat memberikan harapan dari adanya konsistensi.Sebagai contoh, taman kota dapat menumbuhkan solidaritas bagi Sunaryo, Rony Gunawan, dkk. Posisipenghuni tetapnya, seperti komunitas skateboarding, atau bikers yang Ruang Publik dalam Transformasidatang dan menggunakan tempat tersebut secara rutin. Intensitas Konsepsi Urbanitas Kota Indonesia.pertemuan, persamaan kegiatan yang dilakukan dapat membantu Universitas Kristen Petramempertahankan semangat gotong royong dalam lingkunganinternal komunitas. Lantas, bagaimana dengan pengguna lain yang Sangar, Aghostin Venetin. Humantidak tergabung didalam komunitas tersebut? Behavior in Public Spaces. 2007. 25
  • Kondisi jalan yang sepi dari kendaraan merangsang terjadinya interaksi didalam kampung. http://rujak.org/2009/07/‘sunan’- jogokali-gotong-royong-hijaukan- kampung/ KAMPUNG Ruang publik didalam kampung6 memberikan stimulus yang lebih “ringan” jika dibandingkan dengan mall atau taman kota dikarenakan fungsi bangunannya yang cenderung homogen7. Berbeda juga dengan mall atau taman kota yang hanya kita datangi ketika kita memiliki kepentingan, kampung adalah tempat seorang individu berpulang setiap harinya. Intensitas pertemuan dengan stimulus yang berkelanjutan ini akan mempercepat proses adaptasi individu terhadap 6 Gang, balai RT, alun-alun lingkungan sekitarnya, dimana hal ini juga didukung dengan kondisi musholla, dsb gang sempit yang ‘memaksa’ seseorang untuk bersosialisasi. Lebar gang yang sempit turut menciptakan level environmental Mayoritas bangunan dalam kampung 7 stressors minim, sebagai contoh mobil akan kesulitan masuk kedalam digunakan sebagai permukiman, dengan variasi berupa balai RT dan sepeda motor akan memperlambat laju kendaraanya sehingga atau masjid/musholla yang terletak menciptakan polusi udara dan suara yang minim. Selain itu, jalan dibeberapa titik strategis. Kegiatan kampung yang sepi dari lalu lintas kendaraan akan terasa lebih aman perdagangan seperti toko atau dan friendly bagi penggunanya untuk melakukan interaksi sosial. home industry pada umumnya juga dilakukan dirumah seseorang. Di dalam kampung, privacy yang terlalu besar yang menciptakan gaya Homogenitas fungsi bangunan hidup individualis tidak dimungkinkan karena struktur permukiman menciptakan homogenitas kegiatan yang terjadi dalam kampung sehingga yang padat. Disisi lain, perasaan crowding karena terlalu banyak kesempatan interaksi antar individu orang asing telah diminimalisir dengan adaptasi secara sosial dengan semakin tinggi karena adanya tetangga. Tingkat privacy tertekan secara fisik sehingga setiap individu kesamaan kepentingan. disadarkan bahwa mereka sedang hidup bermasyarakat dan harus peduli dengan satu sama lain. Dalam konteks pembahasan, berarti 8 Control seorang penghuni pada kampung diwujudkan dalam rapat RT/ menjadi kota yang tidak memiliki RW atau diskusi-diskusi informal dengan tetangga sekitar. Kekuasaan kualitas, karakter atau kemampuan penghuni kampung ini memberikan pemahaman bahwa kampungkhusus jika dibandingkan dengan kota dari negara lain. adalah milik mereka, bukan pemerintah, bukan swasta, yang harus mereka jaga keamanannya, keguyubannya dan keasriannya bersama. Struktur fisik lingkungan yang mempercepat proses adaptasi, environmental stressors yang minim, tingkat privacy yang sesuai, serta adanya control untuk setiap penghuni pada akhirnya menumbuhkan ikatan sosial yang kuat, dan sense of belonging secara natural. Kedua elemen itu yang kemudian menjadi air dan pupuk untuk menumbuhkan solidaritas dan budaya gotong royong diantara warga kampung. Hal ini menjadi salah satu aspek penjelas kenapa kampung, tidak pernah terlepas dari semangat gotong royong.26
  • ruang | kreativitas tanpa batas Akhir kata, ternyata karakteristik ruang publik memberikan pengaruh besar terhadap keberlangsungan budaya gotong royong didalam masyarakat metropolis. Struktur fisik ruang publik informal kampung menawarkan ikatan sosial yang lebih berkualitas dibandingkandengan mall dan taman kota yang lebih ‘cantik’, namun sayang arsitek seakan terbutakan oleh realita yang ada. Andaikan kampung-kampung kita bersih, asri dan nyaman seperti ini. Siapa yang tidak bangga? Andaikan saja ruang-ruang publik tradisional didalam kampung diberikan perhatian lebih oleh para arsitek untuk mempugar diri dari serangan individualisme. Andaikan saja arsitek Indonesia dapat mencoba meresapi intisari yang terdapat didalam arsitektur kampung dan menerapkannya didalam desain permukiman modern demi membantu melestarikan budaya bangsa. Andaikan saja arsitek Indonesia segera menyadari bahwa ruang publik tidak hanya kebutuhan sosial, tetapi juga identitas dan budaya. Tapi, saya hanya berandai-andai. maukah kita mewujudkannya? Apakah yang akan kitalakukan? Apakah kita akan mempertahankan karakter kota kita, atau menyerahkan diri untuk menjadi kota yang generic8 tuntutan kapitalisme dan globalisasi? Mari merenung, dan mari berikan solusi terbaik untuk bangsa…. 27
  • HONG KONG, RUANG PUBLIK DAN SEBUAH PEMBELAJARAN Sandy Putranto28
  • ruang | kreativitas tanpa batas“Saya ingat ketika pertama kali terbang ke Hong Kong sekitar tiga tahun lalu. Kotabelanja seperti banyak orang bilang terasa begitu kental bahkan saat menaiki armadapesawat terbangnya. Katalog tebal berisikan produk-produk dengan merek ternamalangsung menyambut para penumpang di bangku kabinnya. Dan begitu memasuki kotaHong Kong, foto-foto di internet tampaknya tidak bisa benar-benar menggambarkansuasana dan feeling yang bakal anda dapatkan begitu memasuki hutan konkrit ini.It’salmost surreal for me, a boy who spent most of his time in a city that only has (probably)no more than five buildings with more that 20 storeys high in every 5 km2” 29
  • Sekilas tentang Hong KongHong Kong (gambar 1), salah satu dari dua kota di China (selain Macau) yang memilikistatus Special Administrative Region (SAR) terletak di ujung bagian barat-daya Chinadengan luas 1104 km2 (hampir 2 kali lipat luas daratan provinsi DKI Jakarta). Wilayahotonomi Hong Kong SAR (HKSAR) sendiri terdiri dari Hong Kong Island, Kowloon Peninsula,New Territories dan 262 pulau yang tersebar di wilayah HKSAR.Hong Kong memiliki tingkat kepadatan yang terbilang tinggi. Menurut data pertengahantahun 20101 , Hong Kong memiliki kepadatan sebesar 6.540 jiwa/km2. Untuk daerahurbannya sendiri, Hong Kong memiliki kepadatan sekitar 25.000 jiwa/km2. Hampir 4 kalilipat kepadatan daerah kota Jabodetabek. Daerah urban Hong Kong hanya mencakupikurang lebih 5% dari total area wilayah Hong Kong SAR (lihat gambar 2). Pertumbuhandaerah urban ini khususnya di daerah Hong Kong island dan Kowloon Selatanterkonsentrasi pada area pesisir pulau, dimana sebagian besar areanya merupakan areareklamasi. Hal ini lebih dikarenakan topografi daerah hinterland yang memberi sedikitruang untuk pertumbuhan kotanya.1 http://www.gov.hk/en/about/abouthk/facts.htm Gbr. 1 Daerah Administratif Hong Kong SAR (sumber: http://wikitravel.org/upload/shared//thumb/4/44/Hong_Kong_districts_map.png/500px-Hong_Kong_districts_map.png)30
  • ruang | kreativitas tanpa batasGbr. 2 Pemanfaatan Ruang kota Hong Kong SAR(sumber: http://myweb.unomaha.edu/~xinliu/geog3000/maps.htm) Perencanaan Ruang Urban Hong Kong dengan konteks Hyper- density dan Hyper-commercial Untuk memenuhi kebutuhan ruang dengan populasi yang besar di ruang urban yang kecil ini, pertumbuhan kota Hong Kong mengambil pola vertikal. Pola morfologi urban dengan kepadatan bangunan tinggi ini menghasilkan pola tata guna lahan yang lebih bersifat 3 dimensional. Meskipun secara status legal[ ] Hong Kong memiliki hanya mencantumkan satu tipe peruntukan lahan, namun secara kepadatan sekitar de facto penggunaan lahannya 25.000 jiwa/km2. memungkinkan beragam penggunaan pada satu lot Hampir 4 kali lipat lahan (retail atau fungsi edukasi kepadatan daerah di area lantai dasar, fasilitas kota Jabodetabek keagamaan di level kedua, klinik di level ketiga , dan perumahan di lantai seterusnya). Hal ini akhirnya juga membawa pengaruh pada pembentukan ruang publik nya. Tidak sedikit ruang terbuka publik atau properti publik di Hong Kong yang berada di level diatas level 31
  • Gbr 3. Central-mid level pedestrian link (sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/93/HK_Central_Temple_Fair_421_bridge.jpg)lantai dasar atau bahkan di area bawah lahan di sekitarnya. Dengan perkiraantanah. Central-mid level pedestiran link 55.000 orang per hari yang memanfaatkansalah satu contohnya (gambar 3). Koneksi pedestrian link ini, banyak pihak melihatpedestrian multi level sepanjang 800 ini sebagai peluang bisnis dan akhirnyameter ini merupakan ruang publik yang merubah fungsi hunian menjadi fungsimenghubungkan daerah central dan komersial di level yang menghubungkanmid-level melalui beberapa bangunan dengan pedestrian link ini. Terlepas dari isukomersial. transportasi yang diselesaikan (atau tidak diselesaikan) oleh pedestrian link ini, ruangYang menarik lagi, central-mid level yang tercipta membawa pengaruh positifpedestrian link ini adalah salah satu contoh terhadap keamanan dan kenyamanandimana isu koneksitvitas dan ruang publik pejalan kaki, aktifitas ekonomi serta sertamembawa pengaruh terhadap penggunaan pola tata guna lahan area sekitar.32
  • ruang | kreativitas tanpa batasSebagaimana kota lain pada umumnya, built environments.’ (Madanipour, 2010,perencanaan ruang kota Hong Kong hal. 41)juga dipengaruhi oleh aktifitas ekonomikotanya. Hong Kong sudah terkenal Elemen kedekatan fisik ini justru ‘tidaksebagai kota transaksi pelabuhan sejak muncul’ pada bentukan ruang publik dimasa Dinasti Tang sampai pertengahan Hong Kong. Pembentukannya justru lebihabad ke-20. Aktifitas ekonomi di dikarenakan pola morfologi dan densitaspelabuhan menjadikan area di sekitar yang tinggi, yang akhirnya memaksa ruangpelabuhan menjadi pusat peradabannya publik ini berkompetisi dengan ruang-dimana fungsi pemerintahan, pusat ruang komersial.perdagangan dan dominasi fungsi hunianberlokasi. Industrialisasi Hong Kong pada Salah satu usaha pemerintah Hongtahun 1950-an menambah fungsi lahan Kong dalam menyediakan ruang publikindustri di area barat Hong Kong island dan adalah dengan menerapkan public-beberapa di Kowloon dengan dominasi private partnership. Pemerintah Hongpada industri tekstil dan manufaktur. Kong memberikan insentif bonus luasPada awal tahun 1980an, industri servis lantai tambahan vertikal bagi pihak privatekonomi di Hong Kong mengalami yang menyediakan ruang publik di lahanpeningkatan seiring dengan penurunan propertinya. Bonus luas lantai tambahanindustri manufaktur yang banyak beralih ke ini bisa mencapai 5 kali lipat dari ruangChina Selatan. Pembentukan kota vertikal publik yang diberikan oleh pihak propertipun mendominasi pertumbuhan kotanya yang bersangkutan. Ruang yang kemudiandi paruh akhir abad ke-20 ini, dengan area banyak dikenal sebagai Privately OwnedCentral sebagai pusat pertumbuhannya. Public Space (POPS) atau Privately OwnedSampai saat ini, industri sevis ekonomi Public Open Space (POPOS) banyak terlihatini terus berkembang dan menjadikan di area urban Hong Kong.Hong Kong sebagai salah satu kota pusat Istilah “Privately Owned Public Space”finansial di dunia, dan concrete jungle. sendiri diperkenalkan di New YorkRuang Terbuka Publik yang Privat: pada tahun 1960 (Luk, 2009), istilah ini mengandung dua makna yang secaraAlternatif yang Pragmatis Realistis? hakikat bertentangan,Tidak seperti kota Singapura, dimana “Privately Owned” refers to the legaltaman atau ruang terbuka publik banyak status of the land and/or building on or inmenjadi alat marketing kota, keberadaan which the public space is located. Ownersruang terbuka publik di urban Hong Kong would continue to control overall accessjustru menjadi sesuatu yang sepertinya and use of their private property and thetermarginalisasi. Tetapi ruang publik public as a whole could not secure rights‘marginal’ ini tidak persis sama dengan of access and use without the owner’syang diutarakan oleh Madanipour, express permission. Thus, it is a “Public‘One of the key features of a marginal Space” rather than a public property inpublic space is the close physical contact this case since it is not owned by the city.it can provide between residents and their (Kayden, 2000). 33
  • Gbr 4. POPS di area lantai dasar kantor utama HSBC (sumber: penulis) “Public Space” means a physical place located on private property to which the owner has granted legally binding “POPS ini rights of access and use to members of the public. Ownership continues telah mampu to reside with the private owner, memberikan[ ] public space may be thought of as an easement held by the public on the sebuah alternatif owner’s property. (Kayden, 2000) pembentukan Lebih lanjut lagi, Kayden ruang publik yang menyampaikan bahwa penemuan mampu memenuhi regulasi ini didasarkan atas prinsip kebutuhan hakiki pencahayaan dan penghawaan di level dasar serta kontrol terhadap manusia akan keseluruhan besaran bangunan. Hal sebuah ruang ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang terintegrasi dengan publik pada pembangunan demi menyediakan umumnya” pengalaman penjalan kaki yang lebih baik. Moda perencanaan ini mendukung kerjasama antara sektor34
  • ruang | kreativitas tanpa batas POPS ini terbuka 24 jam bagi publik. Pihak manajerial properti menyediakan peraturan yang menjabarkan dengan jelas publik tentang demarkasi yang dimaksud ruang dan privat. publik, tata laku penggunaan ruang publik (Luk, 2009) dan propertinya, perlindungan terhadapDi Hong Kong, manifestasi tipologi POPS tanaman, kebersihan dll (gambar 6).ini bisa dilihat pada beberapa bagian Kasus POPS HSBC dan IFC adalah salah(atau bahkan beberapa level) dari sebuah dua contoh POPS yang berhasil. TIdakproperti privat. Salah satu contohnya sedikit juga ruang POPS di Hong Kong yangadalah kantor utama HSBC yang berlokasi pembentukannya tidak lebih dari sekedardi Central Hong Kong yang menyediakan untuk memenuhi persyaratan minimalruang publik di area lantai dasarnya yang ditetapkan pemerintah. Menurut(gambar 4). Pada hari kerja, ruang ini data tahun 2008, lebih dari 70% POPS initampak terlihat eksklusif bagi para white- hanya memiliki luasan 50 m2 atau kurang.collar worker. Tidak tampak sama sekali Hal ini akhirnya menimbulkan keraguankeramahan dan demokrasi yang seharusnya bagi sebagian kalangan praktisi danterlihat dari sebuah ruang publik. Namun akademisi tentang efektifitas penerapansetiap hari Minggu, area lantai dasar ini regulasi dari pemerintah ini yang dinilaiseakan menjadi rumah kedua (terutama) terkesan pragmatis. Namun demikian,bagi para imigran dari Filipina. terlepas dari solusi pragmatis atau bukan,International Financial Centre (IFC) yang POPS ini telah mampu memberikanberlokasi di area Harbourfront juga sebuah alternatif pembentukan ruangmenyediakan ruang publik di bagian atap publik yang mampu memenuhi kebutuhanpodium shopping mallnya (gambar 5). hakiki manusia akan sebuah ruang publik pada umumnya. 35
  • Gbr. 5. POPS di area podium IFC (sumber: penulis) Gbr. 6. Peraturan Penggunaan POPS di area podium IFC (sumber: penulis) Bagaimana dengan Indonesia? Ercan mengutarakan tentang empat kualitas yang harus dimiliki ruang publik, akses fisik, akses sosial akses kepada aktifitas dan diskusi atau interkomunikasi dan akses kepada informasi. Keempat kualitas inilah yang tampaknya mendefinisikan kekuatan demokrasi dari sebuah ruang publik. Namun akankah demokrasi ini tetap ada jika ditunggangi economic force di belakangnya? “Contemporary industrialized societies have generally accepted the banishment of unscripted, generous exchange in the public realm of hyper-commercial alternative. “ (Merker, 2010, p. 50) Seperti pendapat Merker, sekarang ini pola pembentukan ruang kota sering kali mengalami ketersembunyian agenda yang mendahulukan36
  • kepentingan ekonomi dari kebutuhan sosial. ruang | kreativitas tanpa batasAgenda kebutuhan sosial tentu saja tidak dapatdengan mudah menemukan irisannya denganprinsip ekonomi yang selalu mengkonversikansegala sesuatu dengan nilai jual ekonominya.Pertanyaan seberapa publikkah publik itu?menjadi suatu pertanyaan yang jawabannyasangat tergantung tidak hanya pada kekuatandemokrasi ruang publik itu sendiri tetapi jugapada economic force-nya.Fenomena ini tidak saja terjadi di Hong Kong,kota-kota di Indonesia juga mengalami halyang serupa meskipun dalam manifestasiyang berbeda. Ruang publik di kota-kota Pustakabesar seperti Jakarta, Bandung, Medan dllseringkali terkomodifikasi ke dalam bentukan 2010. Retrieved from Hong Kong 2010: http:// Information Services Department of the Hong Kong www.yearbook.gov.hk/2010/en/index.html SAR Government. (2010). Hong Kong Yearbookruang-ruang Mall. Atau contoh kecil ruangpublik pedestrian yang seringkali ‘tercuri’oleh pedagang kaki lima. Boxel, E., Koreman, K., & Sensibles, &. Z. (2007). Re- public: Towards a new spatial politics. Rotterdam:Meskipun berbeda secara kultur-sosial, NAi Publishers.morfologi kota, politik-ekonomi, penerapan Ercan, M. A. (2010). Less Public Than Before? - Publicregulasi dll, kita bisa melihat kesamaan Space Improvement in Newcastle City Centre. In A.fenomena yang terjadi dengan ruang publik Madanipour, Whose public space?: International case studies in urban design and development (pp.di Hong Kong, dimana sering kali ruang publik 21-30). Abingdon, Oxon: Routledge.dihadapkan pada dilema kompetisi dengan Hou, J. (2010). Insurgent public space: Guerrillaruang-ruang komersial. urbanism and the remaking of contemporary cities. New York: Routledge.Yang sedikit berbeda dengan kasus antara Kayden, J. S. (2000). Privately Owned Public SpaceHong Kong dan Indonesia tampaknya terlihat : The New York City Experience. New York: Johnpada kesinergisan antara pihak pemerintah, Wiley and Sons, Inc. 2011, from The New Urban Question: http://pengembang dan publik dalam proses newurbanquestion.ifou.org/proceedings/5%20 Luk, W. L. (2009, November). Retrieved Julypembentukan ruang publik. Tidak pernah The%20Transformation%20of%20Urban%20 Form/full%20papers/d056_luk_winglun_(atau mungkin jarang) terdengar tentang Revised.pdfproses public participation dari sebuah proyekyang melibatkan ketiga aktor ini. Madanipour, A. (2010). Marginal Public Spaces inDi Hong Kong, penerapan regulasi dari pihak European Cities. In A. Madanipour, Whose public space?: International case studies in urban designpemerintah terhadap pengembang dalam and development (pp. 31-50). Abingdon, Oxon:penyediaan ruang publik serta kontrol Routledge.publik yang transparan bisa membantu Merker, B. (2010). Taking Place - Rebar’s Absurdmenumbuhkan kesadaran tentang arti Tactics in Generous Urbanism. In J. Hou, Insurgentpentingnya ruang publik, yang demokratis. Public Space - Guerilla Urbanism and The Remaking Of Contemporary Cities (pp. 45-58). Abingdon,Mungkin kita bisa belajar dari sini? Oxon: Routledge. *** 37
  • sumber foto: giri narasoma suhardi Neighborhood Unit oleh: Agus Prabowo Dalam khazanah perencanaan kota dan pemukiman, Neighborhood Unit barangkali boleh dianggap sebagai bentuk pemukiman paling ideal. Tidak heran kalau orang mendambakan bisa tinggal di lingkungan seperti itu.38
  • ruang | kreativitas tanpa batas dilingkungi jaringan jalan dengan hierarki dan standar kualitas tertentu. Yang pasti, wilayah ini tidak ingin diganggu oleh through traffic. Dengan demikian anak-anak tidak perlu memotong jalan raya bila hendak Dalam unit ini, semua bermain atau pergi ke sekolah. Demikian rencana dilandasi prinsip pula ibi-ibu rumah tangganya, tak perlu human first and life priority basis. khawatir dengan hingar bingar lalu lintas. Artinya, pemukiman tersebut Selanjutnya ada fasilitas pendidikan, dikembangkan sedemikian rupa untuk khususnya tingkat Sekolah Dasar, yangmenampung kegiatan hidup sehari-hari, prinsipnya harus mampu menampungdalam suasana yang nyaman, manusiawi, “seluruh” murid di wilayah tersebut.serta mementingkan hubungan komunitas Lokasi SD ditempatkan sedemikianantar sesama warganya. Pendek kata rupa sehingga berfungsi sebagai pusatNeighborhood Unit adalah ruang kota wilayah sekaligus community center bagibersuasana “kampung halaman” yang warganya. Di beberapa negara, bahkandibuat untuk mengembalikan social sudah ditetapkan aturan baku agar jarakcommunity yang sehat dalam kehidupan tempuh dari rumah ke sekolah tak lebihurban. dari 1.000 meter atau kurang dari 20 menit berjalan kaki! Selain itu, tersediaBentuk fisiknya boleh bervariaisi. Satuan pula public amenity yang berupa fasilitasluasnya sekitar 100 hektar. Daya komersial maupun pelayanan masyarakat,tampungnya diproyeksikan untuk 6.000 seperti pusat perbelanjaan dan pertokoan,sampai 10.000 penduduk. Dalam tempat-tempat hiburan, balai pertemuan,skala yang lebih luas, satuan tadi boleh sarana ibadah, bank, klinik, kantor pos,dibayangkan seperti sel-sel pemukiman salon kecantikan, restoran, pompa bensin,yang tersebar di sekeliling kota. Masing- dan sebagainya. Kemudian tersedia pulamasing unit dipisahkan oleh infrastruktur sarana umum untuk olah raga, rekreasi,kota maupun batas alam yang cukup jelas dan tempat bermain bagi anak-anak. Iniseperti rel kereta api, jalan raya, sungai, bisa diwujudkan dalam bentuk open spacesaluran irigasi, ladang, hutan kota, dan atau taman-taman, baik yang khusussebagainya. dirancang untuk anak-anak (playground) maupun untuk seluruh penghuni sepertiBentuk perumahannya didominasi neighborhood park; dan sebagainya.oleh rumah tunggal (detached house), * 39
  • Neighborhood Unit by Clarence Arthur Perry sumber: http://www.planning.org/pas/at60/img/141figure01.jpgTeori Neighborhood Unit seperti yang movement, lahirlah kota-kota baru yangdibayangkan di atas, muncul pertama mengacu pada konsep Neighborhoodkalinya pada tahun 1929 dari pemikiran Unit tadi dengan berbagai variant danClarence Arthur Perry. Gagasan tersebut, modifikasi yang disesuaikan denganwalaupun sudah tua tetapi tidak pernah kebutuhan lokalnya. Mulai dari Harlowmenjadi kuno. Dunia pun seolah sepakat di Inggris sampai Park Forest di Amerika.bahwa itulah model pemukiman yang Dari Tapiola di Finlandia sampai Senri Newpaling ideal. Apalagi sejak Perang Dunia Town di Jepang.II usai, dibarengi dengan adanya newtown40
  • ruang | kreativitas tanpa batasIndonesia tentu saja tidak ketinggalan!Pemukiman lama di Kebayoran Baru - JakartaSelatan adalah salah satu saksi yang tertua dinegeri kita (waktu itu popular dengan sebutankota-satelit). Generasi berikutnya muncul dibanyak tempat dan akhirnya benar-benarmengalami boom sejak tahun 1980-an. Lihatsaja “kota-kota baru” yang tumbuh menjamurdi sekeliling kota besar kita. Apalagi di sekitarJabodetabek.Pembangunan kota baru memang telahberusaha memenuhi kebutuhan pemukimandengan kualitas lingkungan yang lebih baik.Dalam aspek ini bolehlah kita sama-samasetuju. Tapi bagaimana dengan aspek lainnya?Profesor Djoko Sujarto, guru besar PlanologiITB, pernah mengatakan bahwa fasilitastempat tinggal yang tumbuh menjamur itu lebihditujukan bagi kelompok masyarakat tertentu,khususnya yang berdaya beli tinggi, daripadasebagai counter magnet untuk membelokkantujuan migrasi ke kota besar. Pendek kata,lebih mementingkan tujuan komersialnya.Dan saya rasa pendapat beliau benar!Penulis ingin merenungkan aspek lainnya lagi.Maksud saya, apakah perkembangannyatelah mencapai social community yangsehat, seperti yang diamanatkan oleh adi citaNeighborhood Unit. Kalau kita lihat betapatinggi dan rapatnya pagar cluster pemukimanyang membentengi perumahan, atau justrupara pembantu rumah tangga lah yang lebihakrab bergaul dengan sesama tetangganyadibandingkan sang majikan, atau anak-anaknya yang masih terpencar dalam sekolahfavorit masing-masing, atau…”penduduksetempat” yang cenderung terusir dan semakinterpinggirkan dalam lingkungan barunya…maka saya belum yakin bahwa community ituterbentuk. Kita hanya bisa melihat kulitnya,tapi rohnya tidak terasa.Barangkali, inilah cermin diri kita yangsebenarnya. Gemar meniru yang serba kulittapi sering lupa memahami maknanya. *** 41
  • JAKARTA: DUNIA SHOPPING MALL oleh Ivan Na sution Hanya ada satu tujuan dari arsitektur pusat perbelanjaan, yakni”merayakan aktivitas belanja”. Mewujudkan tempat paling menyenangkan, menarik dan heboh untuk tempat berbelanja. Arsitektur yang sepenuhnya mengabdi pada nilai-nilai konsumtif. (Suryono Herlambang, Pink Architecture)42
  • Dsudah diteorisasikan, semuadunia mungkin sudah jenuh,denganhal iskusi mengenai mall di aspek sudah terdeskripsikan semua ruang | kreativitas tanpa batasbaik oleh para teoris Amerika, asal muasal tipologi ini lahir. Namundiskusi mengenai shopping mall di Indonesia baru saja dimulai, sebuahbab baru mengenai apakah shopping mall ini merupakan manifestasidan transformasi nyata ruang publik di Indonesia yang konon sedikitdemi sedikit menghilang.Shopping mall dan Jakarta Victor Groen. modern shopping mall.…“recreating a “second” nature was only the first step; the next was to south dale center, Edina, Minnesota.reproduce the single element missing in suburbia - the city1… 1956Hingga kini terdapat sekitar 70 pusat perbelanjaan di Jakarta. Hal inimembuat Jakarta sebagai kota dengan pusat perbelanjaan terbanyak didunia. (Kompas.com, 21 Februari 2011)Jika kita melihat definisi mall dari tempat kelahirannya di AmerikaSerikat, shopping mall dimaksudkan untuk menciptakan kembalisesuatu yang hilang dari sub-urban, yaitu kota. Mall awalnyadiletakkan di daerah pinggiran kota untuk menciptakan sebuahcentrality dengan menginteriorisasi kehidupan kota. Sebuah definisiyang masih memiliki sebuah konsep yang jelas.Namun ketika tipologi mall di impor ke tanah air, definisi inikemudian hablur dan kita memiliki definisi sendiri akan apa itu sebuahmall. Mall/ Super Mall/ Plaza adalah sarana/ tempat usaha untukmelakukan usaha perdagangan, rekreasi, restoran dan sebagainya yangdiperuntukkan bagi kelompok, perorangan, perusahaan atau koperasiuntuk melakukan penjualan barang dan atau jasa, dan terletak dalambangunan/ ruang yang menyatu2.Tipologi shopping mall di Indonesia mengalami mutasi dantransformasi, dari tipologi sederhana, Sarinah mall dengan luasan Sarinah Plaza (1965)5.000 m2 (1965) hingga tipologi yang kompleks St. Mortiz denganluasan 450.000 m2 (2011). Dari hanya satu mall hingga kini tercatatsekitar lebih dari 90 mall di Jakarta.Shopping mall dan ekstasi ekonomi“Of the ninety odd modern shopping centers in Indonesia, sixty arelocated in Jakarta. Compared with Bangkok, which has a ratio of 1 mall 1 Margaret Crawford, The World in afor every 171.000 inhabitants, Jakarta, with a ratio of 1 per 372.000 shopping mall, 1992inhabitants, still had the opportunity to further increase retail space.3” 2 Perda kota Jakarta no.2 tahun 2002Menurut survei Credit Suisse Research Institute dalam Emerging tentang perpasaran swasta di DKIconsumer Survey (2011) belanja penduduk Indonesia sekitar 48% Jakartadihabiskan untuk konsumsi (makanan, hiburan, telepon genggam 3 Patung, Mall Heaven, Business &maupun mobil), dan hanya 11% untuk simpanan tabungan. Economy, November 2006 43
  • stion of centrality Jika kita memandang dari kacamata konsumsi, terlihat bahwa Indonesia jauh dari kategori negara ketiga yang identik dengan kemiskinan dengan terbukti berprestasi menjadi negara nomor satu di Singapura, dengan mengirimkan 1.745.000 turisnya (2010) dan menghabiskan S$2.129.000 (sekitar 13,8 trilyun rupiah)4, dan terus 1 km meningkat setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan metropolis lainnya di ASEAN perbandingan mall di Jakarta terlihat masih tertinggal dibanding Singapur, Kuala Lumpur dan Bangkok. Saat ini dengan 9,5 juta kompleks Kelapa Gading, Jakarta timur populasi Jakarta, perbandingan mall per penduduk masih tercatat 1:114.000, dibandingkan dengan Bangkok dengan populasi 8,2 Kelapa Gading complex, east Jakarta juta jiwa dengan perbandingan mall per penduduk 1:47.500, atau Singapura dengan 1:22.6005. Karena itu, para pengusaha mall masih percaya akan besarnya potensi dari sektor ini untuk ditingkatkan. Pada tahun 2006, saat dimana shopping mall berkembang pesat, sebuah manifesto shopping mall dilontarkan oleh Stevanus Ridwan6: “selama ini orang Indonesia lebih memilih berbelanja di Singapura dan Kuala Lumpur, salah satunya karena rusaknya sistem transportasi kita. Demi bersaing dengan Singapura dan Kuala Lumpur, sebuah kerjasama antara pemerintah dengan swasta/ sektor privat harus dimulai. Pemerintah perlu membenahi sistem transportasi dan 4 Singapore Tourism Board annual menimbang kembali pajak dan pungutan daerah untuk retail dan report 2009/2010 jasa.7” Pada saat itu juga terlihat dukungan akan pembangunan mall 5 Dari berbagai data di internet; daftar oleh pemerintah setempat, Sutiyoso mendukung pembangunan 100 list shopping mall di Asia dan jumlah shopping mall di Jakarta8. Hal ini dikarenakan pemerintah berpikir penduduk dari Wikipedia, diakses bahwa mall adalah cara efektif untuk menyediakan fasilitas publik Oktober 2011 tanpa harus merogoh kantong sektor publik, dan terlebih pemerintah 6 Stevanus Ridwan adalah ketua lokal dapat memperoleh keuntungan secara ekonomi9. Terlebih lagi asosiasi shopping mall di Indonesia saat ini keberadaan mall dipercaya menjadi sebuah indikator dari 7 Tuti Sunario, Indonesia Digest, pertumbuhan ekonomi sebuah kota9. Jakarta Post, 2006. 8 SHAU + Andra Matin Architects, Lalu dimulailah polemik, dengan jumlah sekitar 80 lebih mall yang Social Mall research, 2008. terdaftar di Jakarta apakah kita masih memerlukan pembangunan 9 ibid. shopping mall baru. Jika kita mencoba mengkategorisasikan mall sesuai dengan luasannya dan daerah tangkapannya (catchment zone), 10 Achmad D. Tardiyana Masyarakat namun aturan ini belum jelas di Indonesia, dengan memakai standar konsumerisme dan komodifikasi di Amerika kira-kira, mall dengan skala global (luasan lebih dari lingkungan binaan, majalah Sketsa vol. 23 (2007) h.16. 80.000 m2)sekitar 40 km radius, regional sekitar 20 km, local sekitar 5-10 km dan neighborhood dibawah 5 km. Dengan luas Jakarta yang 11 Riset PT Procon Indah, http:// sekitar 740 km2 (kira-kira 30 km radius), jika kita letakkan semua antasari.net/ruang-ritel-di-jakarta- diperkirakan-bertambah/, diakses mall dengan area tangkapannya (tanpa mengikutsertakan mall Februari 2011 berskala global) maka pangsa pasar dari sebuah mall telah tumpang 12 Coordinator for Urban Poor tindih dengan mall yang lain. Bahkan kota Jakarta telah sepenuhnya Consortium, an Indonesian tertutupi oleh daerah tangkapan mall tidak ada yang tersisa. antipoverty group. 13 Peter Gelling, Impoverished residents Kemudian seberapa cukup adalah cukup itu. Jika kita melihat sebuah displaced by Jakarta beautification sampel sebuah area di perumahan kelapa gading saja dalam radius drive, International Herald Tribune, kurang dari 2 km saja sudah memiliki 2 mall skala global, 1 regional, Maret 2008 3 skala local dan 1 neighborhood. Dan sangat memungkinkan sebuah 44
  • ruang | kreativitas tanpa batasmall baru akan memakan pangsa pasar mall yang lama. kemudian masih perlukah pembangunan mallyang baru? Ketika ternyata malah mematikan yang lama.Namun ekonomi dan pengusaha nampaknya lebih optimis dari saya sebagai arsitek. Pada tahun 2011ini masih akan ditambah luasan retail lagi sekitar 500.000 m2 dengan kehadiran 11 mall baru11.‘Who is shopping at all these malls?’ asked Wardah Hafid12, ‘Out of the total population here, only about500,000 people can aff ord to shop in them13.’Apakah ini hanya regenerasi mall baru menggantikan yang lama atau malah hanya menambah? Siapa lagipangsa pasarnya? Ketika ternyata hanya sebagian kecil dari masyarakat yang mampu untuk berbelanja,atau sering kita bilang layak untuk masuk shopping mall. Kalau begitu pembangunan mall-mall baru iniditujukan untuk siapa? Apakah bijak dikarenakan persaingan turisme Singapura dan Kuala Lumpur,dan demi menarik 13,8 trilyun belanja 1,7 juta turis Indonesia, kita mengarahkan pengembangankota hanya kepada 5% penduduk, apa yang terjadi dengan 9 juta orang lainnya? Apakah demi ekstasiekonomi sesaat kita terus membangun shopping mall dan menjual kota kita kepada kapitalis? 45
  • Shopping mall dan destruksi urban Banyak aktor yang berperan membentuk wajah kota: sektor privat, publik, bahkan sektor informal. Namun, Jakarta sepertinya dibuat secara dominan oleh sektor privat, yaitu developer atau pengembang. Mereka memiliki kapital serta ide yang cenderung ingin berbeda satu dengan yang lain. Jadilah kota sebagai koleksi ide-ide introvert pengembang yang self referential, dan mencoba membuat sebuah centrality (hub) dan kurang memikirkan kota secara holistik. Kota menjadi koleksi dari berbagai centrality. Konteks terabaikan, dan tidak berkontribusi terhadap struktur urban sekitarnya. Kota terfragmentasi, terdiri dari beberapa centrality yang diskontinu, terpisah oleh infrastruktur yang malah cenderung tidak menyambungkan. Kita tidak menikmati kota, kita hanya memandangnya dari jendela mobil dengan penghawaan udara. Kita tidak mengalami kota, kita hanya berhenti dari satu stop ke stop yang lain, kota bagaikan kumpulan stasiun kereta bawah tanah (yaitu shopping mall) yang terang benderang sementara bagian kota lainnya hanyalah lubang-lubang serta lorong hitam yang tanpa henti. Fragmentasi tersebut mengamplifikasi keberadaan mall dan begitu pula sebaliknya. Hingga pada akhirnya shopping mall mulai mengintegrasi berbagai fasilitas kota. Contoh terkini, St. Moritz, memiliki fasilitas tinggal, hidup, bekerja, konferensi, kesehatan, bersekolah, berbelanja, pameran, rekreasi (sea world saja akan ada di dalam mall), bahkan kota menjadi kumpulan centrality. kita bisa beribadah diatas mall. Shopping mall pun bermutasi menjadi yang dibangun sektor privat: kota itu sendiri. Semua ter-interiorisasi dengan penghawaan buatan. Bakrieland dan St. Moritz Polusi udara dan kemiskinan diluar seolah tabu untuk dilihat. Mall seperti koleksi wahana Disney land. Semuanya terlihat artifisial dan hanya romantisme semata. Kita mencoba membawa potongan- potongan dari berbagai bagian di dunia. Kita membawa Eropa, dengan Moulin rouge-nya serta berbagai langgam klasiknya, ke dalam ruangan. Atau membuat ruang dalam seolah ruang luar, seperti suasana sebuah jalan di Eropa atau membawa masuk Trevi fountain dan mencapnya sebagai ruang publik baru. Mengaburkan dalam dan interior grand Indonesia luar. Bahkan tidak tanggung-tanggung, skala dan proporsi klasik pun Source: http://www.skyscrapercity.com/ dipelajari benar untuk membuat efek monumental yang sama dengan katedral di Eropa. Shopping mall adalah cathedral of consumerim dimana berbelanja adalah agamanya. Klimaksnya ketika alam pun sanggup kita interiorisasikan, seperti Park sea Dome di Jepang, semuanya artifisial. Tidak cuma pantai, bahkan laguna juga bisa dibuat ulang di dalam mall dan bisa dinikmati setiap saat tidak peduli musim panas atau dingin, cerah atau hujan. Bahkan di musim dingin pun kita bisa memakai baju renang ke pantai dan berjemur dengan matahari artifisial dan penghawaan dapat kita kontrol. Dapat dibayangkan dalam waktu 50 tahun kedepan, apa kita lebih baik menikmati keindahan pantai seribu dari dalam mall, tanpa Park Sea Dome, Jepang perlu bepergian jauh dan berpanas-panasan.46
  • ruang | kreativitas tanpa batasKarena semua bisa dibuat ulang oleh shopping mall, apakah mungkinuntuk menarik kesimpulan (sedikit mengerikan), Mungkinkahshopping mall itu tipologi terbaik untuk urbanisme? Kita bisamembuat atap mall seolah menjadi lantai dasar rumah dan tetapmempunyai rumah 3 lantai. Tentu saja kita dapat mengindari banjirdan kita tidak mungkin melihat pengemis dan kemacetan.Kalau shopping mall sudah punya semua hal yang dibutuhkan seorangindividu untuk hidup dan beraktivitas. Apakah lalu fungsi kota? Akankota menjadi kumpulan kota-kota kecil yaitu shopping mall? MisalnyaJakarta barat kita punya kota taman anggrek dan kota st. moritz, dipusat kita punya kota grand Indonesia, di selatan kita punya gandaria Mall of Indonesiacity, di utara kita punya kluster kelapa gading, hanya di Jakarta timuryang masih ada peluang, sekarang hanya ada cibubur junction.Lalu apa fungsi masterplan yang kita revisi secara periodik per 10tahun, sementara kita, masyarakat urban, tidak sadar akan masterplankota. Kita pun acuh tak acuh terhadap rencana pemerintah, kitasudah terlalu disibukkan dengan kemacetan, polusi dan berbelanja.Jika mall malah memfragmentasi kota bisakah kita menganggapnyasebagai indikator kemajuan sebuah kota? Jika kehidupan berkotabergerser ke dalam shopping mall dan kita akan hidup didalam hub- Thamrin residencehub ini, lalu apakah yang kita sebut kota itu Jakarta atau St. Moritz? foto oleh Daliana SuryawinataShopping mall dan privatisasi ruang publikSeperti kita ketahui bahwa ruang mempengaruhi perilaku seseorangatau sebaliknya. Apa yang kita alami, lihat, dengar, rasakan, disekelilingkita setiap harinya dapat mempengaruhi kebiasaan, perilaku dantindakan kita. Perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karenaadanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsungmaupun tidak langsung’14. Masyarakat terbentuk dari individu-individu dan individu-individu tersebut membentuk masyarakat.Perilaku individu terbentuk dari lingkungan dimana ia hidup, danpada akhirnya perilaku kolektif individu akan membentuk perilakumasyarakat, dan sebaliknya. Sebuah rantai yang terus berlanjutdengan efek timbal balik.Jika kita sedikit bernostalgia dengan masyarakat tradisional kita(Jawa, Batak, Minang, Melayu dan lain-lain), ruang publik adalahsebuah lapangan besar ditengah-tengah desa yang dapat digunakanuntuk mengumpulkan massa dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan desa. Sebuah ruang dimana setiap penduduknyamemiliki kedudukan yang sama dan berhak mengeluarkan pendapat.Ruang publik yang seperti itu yang kemudian melahirkan masyarakat Rahmat Othman, moving house, 2007. courtesy of the New Straits Timesyang saling tolong-menolong dan merasa sederajat sehingga sebuah Press, Malaysiasemangat gotong royong pun tercipta. Jika kita melihat lebih tajamlagi maka ruang publik dapat digunakan untuk menanamkan nilai2 14 Sunaryo, Psikologi Untuk Perawatan,kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 2004 47
  • Namun pertanyaannya ruang seperti apakah yang disebut sebagai ruang publik bagi kita, yang mengaku sebagai masyarakat modern? Jika kita melihat optimisme pemerintah dan sektor privat dalam mempromosikan shopping mall sebagai ruang publik yang baru dan lebih modern, apakah kita akan setuju? Tak bisa dipungkiri bahwa fakta yang terjadi bahwa semakin banyak lapangan futsal di dalam poins square kita bermigrasi ke mall untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang kita foto oleh Daliana Suryawinata sebagai makhluk sosial dan kita sebut ‘publik’. Semakin banyak hal yang lebih nyaman dilakukan di dalam mall entah itu berbelanja, makan, bersosialisasi atau hanya mencari hiburan. Bahkan hingga aktivitas-aktivitas yang cenderung religius, kultural atau melibatkan massa, seperti sunatan massal, bermain futsal, hingga misa di gereja sudah mulai dilakukan di dalam mall. Jika dibandingkan di luar dengan keadaan kota yang semrawut dengan polusi udara, kemacetan, udara yang panas, dan kemiskinan yang bertambah. Pemerintah juga melegalkan hal ini dan kita cenderung mendukung, walaupun tidak secara terang-terangan, sektor privat gereja Bethel di dalam poins square yang semakin hari semakin gencar memprivatisasi ruang publik. foto oleh Daliana Suryawinata “Yuk, hari ini kita ke shopping mall kata seorang ibu kepada anak perempuannya. Kemudian dia menjinjing tas hermes, tas dari gerai toko terkenal di dunia. Sang anak pun mengiyakan, sejenak kemudian, ibu tersebut menelpon suaminya, pa kita ketemu di mall ya, sambil makan siang, setelah itu ke kidzania, anak kita mau main di mall.” Inilah hal yang sangat mungkin terjadi dalam keseharian hidup kita. Jika kita percaya bahwa ruang publik modern itu adalah shopping mall dan hal dikuasai oleh sektor privat yang memiliki motif masing- sunatan masal di dalam mall masing, apakah ruang publik itu akan tetap netral? Tentu saja tidak foto oleh Erik Prasetya jarang sektor privat, demi kepentingan ekonomi, menawarkan sebuah kehidupan modern, sebuah lifestyle tertentu, sebuah norma-norma baru untuk kita, yang menginginkan menjadi anggota masyarakat modern. Norma-norma yang seperti apa yang akan tertanam bagi masyarakat kita di masa mendatang, apakah norma konsumtif? Kalau semua nilai2 bermasyarakat itu ditentukan di dalam mall, tidak salah jika masyarakat kita menjadi konsumtif (trend, lifestyle, gadget). Akankah mall akan menjadi sebenar-benarnya ruang publik yang kita kidzania, taman bermain anak percaya? Kalaupun iya ruang publik bagi siapa? Apakah sudah menjadi pilihan yang tepat jika satu-satunya cara penyediaan infrastruktur kota dengan mengandalkan sektor privat? Nilai-nilai apa yang pada akhirnya dibicarakan dan dipercaya 15 Real Rich, Shopping mall: potensi oleh masyrakat ketika ruang publik selalu ditumpangi oleh ajakan atau perusak, Majalah ruang edisi #3, berbelanja? Mall sudah menjadi lifestyle masyarakat Indonesia, 2010 pertanyaannya lifestyle kelas mana yang direpresentasikan?48
  • ruang | kreativitas tanpa batas Mungkin benar bahwa kota hanya milik kelas tertentu. Mungkin shopping mall adalah manifestasi sebenar- benarnya dari Arsitektur Indonesia saat ini, seperti gated community dan rumah gedong. Arsitektur yang merespon individualisme, kapsularisasi dan konsumerisme. “Mall could suggest a climatized and comfortable ‘public’activity. You can walk without getting sun tanned and beggar. But, Mall will never be truly a public space, when you haveto wear certain dress and belong to certain social class to enter. Furthermore with the presence of the security guard “ (Henny Anggraeni, transformation of public space in cosmopolitan life.) 49
  • PersepsiRuang Publik danKriminalitasoleh: Myra Sapphira TyagitaRuang publik dapat didefinisikan sebagai Encounter model menganjurkan ruangruang terbuka yang bebas diakses, dimana terbuka dan bebas diakses oleh penduduksetiap individu maupun kelompok dapat setempat dan orang asing. Di sini, orangmelakukan berbagai aktivitas (Carr, 1992). asing dipandang sebagai subyek pendukungRuang publik yang baik berfungsi sebagai keamanan (sebagai elemen postitif) yangpusat, dimana berbagai kegiatan sosial, turut mengawasi ruang. Jane Jacobsekonomi, serta pertukaran budaya terjadi (1961) mengobservasi bahwa pola jalan(PPS, 2000). Sebuah ruang publik dapat tradisional dengan fungsi ganda (mixed-dikatakan sukses bilamana ruang fisik use) lebih baik dibandingkan pemisahandan lingkungannya saling mendukung land-use untuk fungsi tertentu (single-use)keberagaman fungsi dan aktivitas sehari- seperti pemusatan wilayah perumahan,hari. pemusatan wilayah kesehatan, retail dan sebagainya. Ia memaparkan kondisiSebuah kota tentunya memiliki lingkungan ideal sebuah desain ruang publik dalamyang heterogen bahkan kontras. Di satu kaitannya dengan keamanan, antara lainsisi, keberagaman aktivitas dan interaksi adanya batas yang jelas antara area publiksosial pada ruang publik merupakan faktor dan privat, serta adanya pengawasan/pembentuk kota yang atraktif. Di sisi lain, kewaspadaan alami (eyes on the street). Iakeberagaman seringkali diasosiasikan juga menambahkan dua kondisi ideal, yaitudengan kriminalitas. Dualisme yang terjadi, adanya kombinasi usia dan golongan sosialseperti publik atau privat, aman atau dan penggunaan ruang publik yang kontinubahaya, kaya atau miskin, menimbulkan setiap saat, yang pada kenyataannya sulitisu mengenai ruang publik yang digunakan dicapai. Model ini menjelaskan bahwabersama dengan orang asing. ruang terbuka bebas lebih aman karena berfungsi sebagai tempat interaksi sosialKontroversi mengenai hubungan antara sehingga secara tidak langsung jugakriminalitas dan desain ruang mulai meningkatkan kewaspadaan dan aktivitastumbuh. Pertanyaannya adalah bagaimana di ruang publik.kita dapat mencapai tingkat kriminalitasyang lebih rendah dengan rancang kota Enclosure model menganjurkan ruangyang berkelanjutan. Terdapat dua kubu tertutup dan lingkungan yang tidak bebasteori yang saling bertolakbelakang untuk akses (terbatas). Di sini, orang asingmemecahkan hal ini, yang dikenal dengan dipandang sebagai ancaman/bahaya.encounter dan enclosure model. Model ini dipelopori oleh Oscar Newman50
  • ruang | kreativitas tanpa batas(1972) dalam konsep defensibleplace, dengan empat elemendesign utama, yaitu territoriality,surveillance, building image,dan juxtaposition of residentialwith other facilities. Model inimenjelaskan bahwa lingkungandengan akses tertutup(memisahkan orang asing) dapatmenurunkan niat/kesempatanuntuk melakukan tindakancriminal secara tidak langsung.“Every spatial process thatgenerates our built environmentis also a social process, and everyspatial pattern of crime is also asocial pattern of crime.” (Hillier,2004). ---Di Eropa, seiring melonjaknyajumlah pemakaian kendaraanbermotor, ruang publik masihmemegang peranan pentingdalam kehidupan sosial. Lainhalnya di Amerika Serikat, ruangpublik tumbuh sebagai area abu-abu yang penuh tanda tanya.kehidupan di Asia Tenggaradidominasi oleh jalur kendaraanbermotor seperti di AmerikaSerikat. gambar atas: Pemisahan tiap-tiap fungsi lahan (single-use), menyebabkan kawasan yang disintegrasi dan tergantung pada kendaraan (Duany et al, 2000) gambar bawah: Pemusatan kawasan (mixed-use) yang terintegrasi dalam jarak jalan yang terjangkau (Duany et al, 2000) 51
  • ruang publik yang ada. Demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung, solusi peningkatan keamanan dilakukan tidak dengan pendekatan perencanaan kota, melainkan solusi lokal/setempat. Penjagaan diperketat dengan penambahan jumlah petugas keamanan, CCTV, hingga detektor metal. Konflik kembali terjadi antara ruang publik dan ‘zona aman’. Ruang terbuka yang baikSketsa Prinsip Defensible Space (Newman, 1973)) haruslah dapat diakses secara universal, mendorong interaksi dan mewakiliKetidaknyamanan akan ruang publik perbedaan. Seiring dengan pembatasandapat dikaitkan dengan kriminalitas. yang dilakukan, ‘ke-publik-an’ yangKetidaknyamanan tersebut menyebabkan merupakan salah satu faktor terbentuknyapola kehidupan tertentu yang terjadi pada vitalitas kota terancam. Tanpa disadari,masyarakat golongan menengah, dimana respons keamanan ini membentuk segalamereka hidup dalam gated-community, homogenitas dan keteraturan, padahaldalam rumah ber-AC, mengendarai inti dari sebuah kota terletak padakendaraan pribadi ber-AC menuju kantor keberagaman dan perbedaan.ber-AC dan pusat perbelanjaan ber-AC.Selain disebabkan oleh kondisi iklim,pola kehidupan seperti ini menyebabkanminimnya tingkat sosiabilitas antara “Sebuah kota tentunyamanusia dari golongan yang berbeda. memiliki lingkunganPada negara berkembang, pengurangantingkat kriminalitas akan menjadi lebih sulit yang heterogen bahkansehubungan dengan kontrasnya kondisisosial dan ekonomi. Teori defensible space kontras. Di satu sisi,yang diusung oleh Oscar Newman dapatdirasa efektif oleh segelintir golongan. keberagaman aktivitasJakarta adalah contoh kota dengan dan interaksi sosial padakesenjangan yang cukup tinggi. Ketakutanakan kriminalitas membuat masyarakat ruang publik merupakangolongan menengah memilih untuk hidupdalam gated-community dimana rasa aman faktor pembentuk kotaditawarkan. Tidak hanya gated community,semenjak maraknya aksi kerusuhan dan yang atraktif. Di sisi lain,terorisme, penutupan jalan dengan portal keberagaman seringkalidi perumahan umum kian banyak ditemui.Begitu pula dengan shopping mall yang diasosiasikan dengantengah menjelma menjadi ruang publiksehubungan dengan minimnya jumlah kriminalitas”52
  • ruang | kreativitas tanpa batas”Complexity of the relationships between yang tepat, bahaya dapat diantisipasifear of crime in the city and the social dengan lebih efektif. Ruang publikidentities of age, race and gender has seharusnya dirancang dalam konteks kotashown that the fear of crime has serious secara holistik, bukan secara individual.effects on social interaction, use of space Dalam hal ini, ruang publik harus memilikiand quality of life.” (Pain, 2001) organisasi ruang yang baik, sehingga dapat menurunkan tingkat kriminalitas.Keefektifan pembatasan/penutupanruang publik ini memang perlu Pustakadipertanyakan. Penggunaan pembatas Carmona, M., et al (2003) Public Places – Urbanfisik seperti portal atau bollards dan Spaces; The Dimensions of Urban Design, Oxford: Architectural Press.CCTV memang dapat memberikan rasa Carr, S., et al. (1992). Public Space. Cambridge:aman bagi sejumlah pihak, dimana Cambridge University Press.manusia berpikir bahwa keamanan Colquhoun, I. (2004). Design Out Crime: Creatingdirasa lebih efektif ketika pergerakan Safe and Sustainable Communities. Oxford:manusia terhenti. Namun sebaliknya Architectural Press.dapat menimbulkan rasa tidak aman, Cozens, P. and Love, T. (2009). Manipulatingdan di sisi lain memperkecil ruang publik Permeability as a Process for Controllingkota. Pembatas fisik dan CCTV awalnya Crime: Balancing Security and Sustainability in Local Context. Built Environment, 35 (3)dimaksudkan untuk meningkatakan pp. 346-365.kewaspadaan akan bahaya/terorisme, Dick, H.W. and Rimmer, P.J., (1998). Beyond Thenamun sebenarnya benda-benda tersebut Third World City: The New Urban Geographytidak dapat berbuat apa-apa ketika bahaya of South-East Asia. Urban Studies, 35 (12)benar-benar datang. Sangat disayangkan pp. 2303-2321.maksud sebenarnya dari penutupan Duany, A., et al (2000). Suburban Nation: The Riseruang publik tidak dialamatkan dengan of Sprawl and the Decline of Americanbenar, disalahartikan, mispersepsi. Dream. New York: North Point Press. Hillier. B. (2004). Can Streets be Made Safe? UrbanSecurity and Safety are two different things Design International, 9 (1) pp. 31-45. Jacobs. J. (1993). The Death and Life of Great(Marcuse, 2006). Security (kemanan) American City. New York: Random House,merupakan persepsi akan perlindungan Inc.dari bahaya, sedangkan safety Marcuse, P. (2006). Security or Safety in Cities? The(keselamatan) merupakan perlindungan Threat of Terrorism after 9/11. Internationalsecara riil dari bahaya. Oleh karena itu, Journal of Urban and Regional Research,solusi mengenai keselamatan harus lebih 30 (4) pp. 919-929.difokuskan. Hal ini kembali membawa Nemeth, J. & Hollander, J. (2010). Security Zoneskita kepada teori Jane Jacobs yang and New York City’s Shrinking Public Space.menawarkan solusi keterbukaan ruang International Journal of Urban Design, 13 (3) 317-328.publik, dimana orang asing berperan Newman, O. (1972). Defensible Space. London:sebagai ‘pengawas’. Architectural Press. Pain, R. (2001). Gender, Race, Age, and Fear in theEncounter dan enclosure model City. Urban Studies, 38 (38) pp. 899-913merupakan dua solusi rancang kota yangdapat diadaptasi sesuai dengan kondisitertentu. Dengan desain ruang publik 53
  • Makna Kematian di Ruang Publik: Selebrasi Melawan Lupa Tiffa Nur LatifaBagi seluruh makhluk yang tidak abadi, park. Menurut bahasa, memorial parkmati adalah sebuah kepastian, tanpa bisa berarti pemakaman1, pekuburan, ataudipastikan dengan cara apa kematian necropolis yang digunakan sebagai tempatmenjemput. Dalam pemahaman sebagian penguburan, yang dapat didatangi untukkaum yang beragama, ‘mati’ adalah mengenang mereka yang telah mati.sebuah awal dari kehidupan yang baru. Definisi lainnya adalah sebuah bentuk‘Mati’ adalah pembebasan dari belenggu pemakaman modern dengan penataankeduniawian menuju kehidupan yang tanpa nisan tegak. Memorial park pertamaabadi. didirikan tahun 1906 dengan nama Forest Lawn di San Fransisco. Pada tahun 1917, Dr.Sedangkan sejarah adalah rekaman, Hubert Eaton sebagai pengelola baru dari jejak yang ditinggalkan oleh mereka yang area pemakaman ini mengubah kuburankebanyakan telah mati. Dunia mencatat, berbatu nisan yang berkesan gelap danada beberapa peristiwa sejarah yang menyeramkan menjadi kuburan tanpadikategorikan sebagai kejadian luar biasa nisan tegak, hanya plakat yang diletakkan dikarena melibatkan sebuah ‘kematian tanah2. Dalam bayangan Eaton, plakat yangmassal’. Yang sangat terkenal misalnya sejajar dengan tanah tidak menggangguHolocaust dan Tragedi Minamata. penataan lanskap di area pemakaman,Kematian massal ini disikapi sebagai dengan demikian area memorial parksebuah mass mourning, ratapan massal, tersebut dapat dijadikan taman denganyang disimpan sebagai memori kolektif pepohonan dan fitur-fitur indah lainnyasebagai penghormatan terhadap yang agar lebih berkesan menenangkan.telah pergi maupun peringatan bagi yangtertinggalkan. Memorial park merupakan sebuah repository yang dapat diakses olehPeringatan dan penyimpanan memori masyarakat umum, baik yang memilikikolektif terhadap kematian massal yang 1 http://www.merriam-webster.com/dictionary/memo-dianggap ‘kehilangan’ diwujudkan dalam rial%20parkruang salah satunya berbentuk memorial 2 http://memorialparks.org/54
  • ruang | kreativitas tanpa batasketerikatan atau hubungan dengan di dalamnya sekalipun perancangannyakejadian yang dikenang maupun yang tidak. konon sebagai sebuah ‘pengingat’ akanDalam sebuah memorial park ada jiwa para prajurit Amerika yang tewas dalamyang membangkitkan bayangan mengenai Perang Dunia I. Hal ini bertujuan untuksebuah kejadian, dan kebanyakan menciptakan kesan ‘hidup’ di kawasan yangdari kita memaknai ‘jiwa’ ini dengan sedang menyuarakan kematian. Walaupunkegelapan. Dengan makna kehilangan yang demikian, ada pula memorial park yangmenyesakkan. Dengan kepedihan. didirikan sebagai sebuah pengingat sejarah tidak dalam bentuk pemakaman sehinggaNamun apakah kenangan tentang yang telah proses mengenang tidak dilakukan denganpergi selalu diingat dalam kesuraman? memandangi plakat nama mereka yang telah meninggal dunia.Berdasarkan pertanyaan demikian makabanyak contoh memorial park yang Berlin Holocaust Memorial – Peterakhirnya melengkapi kawasan pemakamandan/atau kawasan memorial ini dengan Eisenmannfasilitas-fasilitas yang meriah. Contohnya Eisenmann merancang sebuah areaMemorial Park Houston yang memiliki memorial bagi kaum Yahudi korbanlapangan golf dan convention hall, tanpa pembantaian Perang Dunia ke-2 di salahpemakaman ataupun monumen peringatan satu pusat kota Berlin. Lokasinya terletak Berlin Holocaust Memorial (sumber: Dokumen Pribadi) 55
  • Berlin Holocaust Memorial (sumber: Dokumen Pribadi) memorial tidak park ini, yang dibuat jauh dari Brandenburger oleh perancang lain. Tor, salah satu objek wisata kota teramai di kota tersebut. Rancangannya berupa Kawasan Berlin Holocaust deretan kotak beton/stelae di sebuah Memorial ini terbuka di keempat lahan yang tidak rata, bergelombang sisinya, memungkinkan pengunjung ke semua penjuru. Karya ini sempat untuk mengakses desain Eisenmann diprotes karena tidak mencantumkan dari titik manapun. Konfigurasi nama korban pada setiap stelae dan stelae dalam tapak yang berkontur dianggap terlalu abstrak bagi pengunjung dan dengan ketinggian balok beton untuk memaknainya sebagai monumen yang berbeda-beda bagi pengunjung peringatan dari sebuah momen justru dapat menimbulkan perasaan kehilangan massal. playful. Tertutupinya pandangan akibat komposisi balok yang tinggi Namun mungkin Eisenmann memang dan besar membangun perasaan tidak berniat menjadikan desainnya tersesat di sebagian tempat. Perasaan sebagai sebuah penggugah rasa pedih. ini tersembuhkan ketika pengunjung Tidak berniat membuat memorial park keluar dari kurungan balok beton yang menyimpan kenangan buruk, berwarna abu-abu kehitaman menuju setidaknya bagi mereka yang datang lokasi tempat balok stelae berubah mengunjungi. Bahwa para korban menjadi lebih rendah dan menjadi satu meninggal dengan cara yang menyedihkan lokasi yang nyaman untuk memandang adalah sesuatu yang dipercayai. Untuk keseluruhan kawasan. itu telah disediakan museum peringatan bagi para korban di bagian bawah Persepsi terhadap sebuah kehilangan56
  • ruang | kreativitas tanpa batas“ Mengingatlebih ‘menyenangkan’, cara yang kematian dengan mendekatkan pengunjung pada perasaan ‘letting go’ “ 57
  • Berlin Holocaust Memorial (sumber: Dokumen Pribadi)dalam momentum kematian massal yang ‘letting go’ yang lebih halus dibandingkanterekam dalam sejarah telah digeser oleh memupuk kesedihan dan menjadikannyataman monumen ini. Mengingat kematian dendam.dengan cara yang lebih ‘menyenangkan’,mendekatkan pengunjung pada perasaan *Awajiyumebutai Hyakudanen Garden – Tadao AndoA maestro of poetic architecture, demikian 16 km. Untuk mengenang mereka yangAndo dikenal. Hyakudanen Garden atau meninggal sebagai korban dalam gempaHundred Flower-bed Park adalah salah besar saat itu, Ando merancang sebuahsatu bagian yang dirancang oleh Tadao taman bunga3.Ando sebagai bagian dari kawasan PusatKonferensi Awajiyumebutai, Pulau Awaji, Hyakudanen Garden dalam masterplanKobe. Pulau Awaji adalah episentrum dari Awaji Yumebutai seakan-akan menjadigempa besar Kobe tahun 1995 yang telah semata taman belakang bagi Westin Hotelmenewaskan lebih dari 6200 orang. dan Oval Forum yang sangat dominan sebagai paket wisata. Dalam kawasan yangAwaji Yumebutai dirancang sebagai salah didominasi warna abu-abu khas Tadaosatu cara mengembalikan kehidupan di Ando, taman ini justru menjadi pemanispulau Awaji setelah luluh lantak digoyang yang meringankan kesan ‘kering’ darigempa berkekuatan 6,8 MMS (berdasarkan 3 http://kwc.org/blog/archives/2005/2005-03-17.talk_USGS) dan kedalaman episentrum hanya tadao_ando.html58
  • ruang | kreativitas tanpa batasHyakudanen Garden(sumber: Dokumen Pribadi) 59
  • Kiri: Plakat Hyakudanen Garden Kanan: Hyakudanen Garden (sumber: Dokumen Pribadi)komposisi beton sebagai material utama. tangga mengarahkan pengunjung dariTidak banyak yang menyadari bahwa taman lantai dasar menuju puncak taman di atasini adalah juga sebuah memorial park. Tidak bukit. Dari lantai dasar, yang terlihat adalahada papan nama, tidak ada publikasi dalam tumpukan bunga-bunga beraneka warna.bahasa Inggris yang menyebutkan bahwa Pemandangan terbaik dapat dilihat darikawasan ini dirancang oleh Ando sebagai jembatan yang menghubungkan menarapenghormatannya kepada para korban4. dengan puncak taman. Dari ketinggian, kitaKecuali sebuah papan nama berisi nama- dapat menikmati petak-petak bunga yangnama dalam huruf kanji yang ditempel di terlihat seperti karpet bersusun, tergelardinding menuju pelataran Hyakudanen ke arah laut.Garden. Dalam taman ini Ando telah membangunKomposisi taman ini terdiri atas petak-petak suasana yang lebih melankolis dan romantisyang diisi oleh berbagai jenis bunga yang dibandingkan rancangan Eisenmann. Bunga-tumbuh bergantian sesuai musim, walaupun bunga yang ditanam memberi kesan feminindemikian waktu terbaik untuk menikmatinya yang lembut, kontras dengan dominasiadalah di akhir musim semi. Ratusan anak beton hampir di seluruh kawasan. Seperti4 http://www.galinsky.com/buildings/awaji/index.htm melangkah menuju surga, perlu sedikit60
  • ruang | kreativitas tanpa batastertatih menaiki ratusan anak tangga. sejarah, terlepas dari benar tidaknyaSeketika setelah berada di ketinggian versi sejarah yang sedang diperingati.lihatlah ke arah laut, maka keletihan Seperti juga karya Eisenmann yangitu hilanglah. Dibandingkan karya cukup kontroversial pada masaEisenmann yang terasa lebih seperti pembangunannya, merayakanpengikhlasan atas kehilangan dengan kematian dengan cara yang tidak suramcara menjadikannya kenangan yang juga melawan kelaziman. Sebuahplayful, Ando memaknai kepergian peristiwa yang menyakitkan lebihdengan cara yang lembut dan damai. sering ingin dilupakan. Diamnesiakan.Sebuah perayaan atas ketenangan. Jikapun diingat, seringkali tidak dapat termaafkan.Kedua karya memorial park ini telahmemaknai kematian dengan cara yang Dugaannya, ingatan terhadap sejarah-berbeda. Secara psikologis, emosi sejarah yang lekat dengan peristiwasangat berpengaruh terhadap ingatan kematian diasosiasikan denganbaik emosi dalam bentuk kesedihan keseraman agar menyentuh zonamaupun kebahagiaan. Memperingati yang ingin dihindari oleh kebanyakankematian dengan cara yang tidak suram manusia. Dengan demikian, ‘lupa’tidak berarti menafikan kehilangan terhadap peristiwa menjadi wajar.atau melupakan perasaan. Perayaan Melawan ‘lupa’ akan sejarah dapatkematian, apalagi yang berupa dilakukan dengan sebuah perayaankematian massal, adalah pemaknaan agar sejarah yang suram dapatulang terhadap memori kolektif. Ada didekati tanpa rasa takut. Intinya,kerelaan atas sebuah kejadian yang mengembalikan ingatan kolektiftak mengenakkan dan kehendak untuk tentang sebuah peristiwa agar bisamenjadikannya pelajaran, bekal untuk diambil hikmahnya dengan cara yangbergerak ke masa depan. lebih disukai:Keberadaan memorial park seperti Berpesta untuk mengumpulkan memoriini adalah penghargaan terhadap positif. Berpesta melawan lupa. Tiffa Nur Latifa Co-founder of SAB Indonesia 61
  • Ruang Publik:Degradasi, Redefinisi, dan Refleksi oleh: Rofianisa NurdinDunia sudah gila.KSekumpulan perlente berkemeja rapi duduk mengelilingi meja sebuah restoranternama, menatap layar tablet, masing-masing dengan mulut menganga. Mereka barusaja menghabiskan makan siang, dan sedang menyantap dessert yang sedang disukaibanyak orang: video porno. Lalu pelayan mengangkat piring kotor, tersenyum kecilsebelum berbalik menuju dapur. Seolah orang-orang berpendidikan ini hanya sedangmenonton film kartun terbaru. Seolah degradasi moral hanya sesederhana kehilangan ---buku catatan. Terlepas dari isinya yang berharga, buku catatan bisa dibeli lagi. etiadaan ruang terbuka publik Maka kesetaraan yang seharusnya bukan hanya persoalan ter- dijunjung tinggi akan hilang; terantuk batasnya dana dari yang ber- hirarki kepentingan, privatisasi swasta,wenang atau minimnya lahan yang atau profanisasi ruang akibat dijadikantersisa. Pun bukan cuma soal siapa yang rumah oleh gelandangan. Sehingganantinya datang, berdasarkan kultur apa ruang terbuka publik; berdasarkania akan didesain, dan bagaimana nanti definisi utopis saat ini tentang plazaia diberi nama. Hal-hal tersebut di atas bersih dengan burung-burung cantikbisa dipikirkan, mengingat banyaknya yang menghidupkan suasana maupunmanusia-manusia terdidik yang meng- taman-taman rindang yang menciptakanhabiskan waktunya membaca, berdis- triangulasi; dianggap hilang. Tak ada.kusi, membuat tesis soal itu. Sektor swasta tak bisa selamanyaKetiadaan ruang terbuka publik, disalahkan. Mereka menanggapibisa jadi, adalah salah satu efek dari kebutuhan masyarakat akan ruanghilangnya integritas bangsa. Dan nilai- terbuka, lalu meraup keuntungannilai dalam suatu bangsa, mau tidak darinya. Cihampelas Walk di Bandungmau, pertama kali akan dilihat dari dan Central Park di Jakarta, misalnya.bagaimana para pemimpinnya berlaga. Ruang-ruang yang terbuka, rindang,Kita tidak akan berbicara tentang dikelilingi tempat-tempat makanpolitik. Tetapi ruang-ruang publik bertema “warung”, “teras”, “kios”,dalam sebuah kota adalah wadah membuat pengunjung betah berlama-sebuah kompleksitas budaya dan lama. Belum lagi instalasi-instalasiberagam kepentingan di dalamnya. unik sebagai point of interest yang62
  • ruang | kreativitas tanpa batasmeramaikan suasana. Ruang-ruang ini kitalah kita berinteraksi. Tak lamariuh, hidup. Maka romantisme akan setelah itu, tubuh-tubuh kita akan matimuncul, membuat pengunjung ingin karena kekurangan interaksi fisik, laludatang kembali. Dan publik menjadi mati. Dan manusia akan punah.terbiasa oleh privatisasi ruang yang Dan tidak ada yang mustahil di duniamenjadi hak mereka: semua orang yang mendewakan kegilaan danbebas melakukan apa saja. Setidaknya menghambakan diri pada dogma-dogmamereka yang berbaju bagus dan punya seumur jagung. *uang untuk berbelanja dan memesanMungkin, dari sinilah pergeseran Ruang publik saat ini mungkin tidaksatu meja.makna terjadi. Tempat-tempat itulah harus berupa taman yang rindang atauyang orang-orang kenal sebagai plaza, plaza yang lapang. Tempat-tempat itupark, walk, apapun. Dan hal tersebut sekarang dijajah kaki lima maupunbukan masalah baru, melainkan sudah tunawisma, atau diprivatisasi kapitalisberlangsung lebih dari satu dekade. yang merasa (atau bisa jadi benar begitu adanya) sangat memperhatikan kebutuhan pengguna. Ruang publik yang sebenarnya saat ini bisa jadiPermasalahan selanjutnya adalahDi era dimana arus informasi bergerak hanya seluas 10 inci, dengan alamatterciptanya ruang publik di dunia maya.cepat dan internet bisa diakses dari berakhiran .com dan bisa didatangimana saja, dunia maya menjadi kapanpun sesuka hati. Bebas melakukanpelarian manusia-manusia yang lelah apapun. It’s not “one step away”terjebak macet berjam-jam hanya anymore, it’s only one click away, danuntuk mengunjungi rumah saudara hanya moral kita yang bisa membatasi.atau bercengkrama dengan teman lama. Mencapainya tak perlu naik angkotSudah ada facebook. Menonton berita maut, tak perlu berjalan kaki di atasbersama keluarga selepas makan malam trotoar biru mencolok mata, dan taksudah bukan ritual sakral, sudah ada perlu mengorbankan kewarasan sertatwitter yang menjanjikan berita paling harga diri karena selalu memaki yanggres dari sudut manapun di dunia. berwenang. Dan kita membiarkanpergi ke perpustakaan untuk belajar moral kita terancam. Walaupun hitamatau mencari data sudah merupakan atau putih kata mereka hanya soalkegiatan yang langka, sudah ada google bagaimana kita memandang. Danyang akan menjawab semua. Suatu hari seingat saya kota-kota kita sudah penuhkita tidak akan kaget ketika mendapati polusi udara.tubuh-tubuh kita hanya berdiam disatu kapsul berdiameter 60 cm, pikiranterhubung langsung dengan komputer, *** Semua abu-abu.dan melalui imajinasi di dalam otak 63
  • 64
  • ruang | kreativitas tanpa batas Ruang Publikoleh: Giri Narasoma Suhardi Hyde Park London Pada artikel ini, saya mengangkat Ruang Publik merupakan salah satu mengenai ruang hijau secara umum bagian yang tidak terelakkan dari di UK. Jelas, sangat tidak relevan kehidupan manusia. Setiap displin ilmu memperbandingkan Indonesia dan UK seperti antropologi, sosiologi, political secara langsung tanpa memperhatikan scientist atau hukum memiliki definisi faktor-faktor lain dengan utuh dan masing-masing terhadap ruang publik. komprehensif. Sebagai negara maju dari Pemerintah UK mendeskripsikan ruang sisi ekonomi, Inggris memiliki prioritas publik sebagai suatu sistem kompleks belanja negara yang berbeda dengan berkaitan dengan segala bagian Indonesia. Ketika kebutuhan primer bangunan dan lingkungan alam yang masyarakat telah terpenuhi, Inggris dapat diakses dengan gratis oleh publik bisa memperluas fokus ke berbagai yang meliputi: jalan, square, lapangan, displin ilmu dalam rangka mendukung ruang terbuka hijau, atau ruang private kehidupan yang berkelanjutan. yang memiliki keterbukaan aksesibilitas Indonesia sebagai negara berkembang untuk publik (Carmona, Tisdell, Heath, masih dalam proses untuk dapat & Oc, 2010). Carmona, et al, (2010) memenuhi kebutuhan dasar untuk menyatakan ada tiga kualitas yang setiap rakyatnya. Kehidupan sosial dan menentukan relativitas ‘ke-publik-an’ budaya masyarakat Inggris pun jauh suatu ruang yakni kepemilikan fungsi, berbeda dengan masyakarat Indonesia. akses dan kegunaan. Selama memiliki Perbedaan aspek-aspek kehidupan kepemilikan fungsi yang netral, dapat inilah yang membuat prioritas negara diakses oleh publik dan digunakan dalam menyelenggarakan ruang publik secara bersama-sama oleh individu atau menjadi berbeda pula. Namun, yang kelompok yang berbeda, maka dapat ingin saya tekankan disini adalah dikategorikan sebagai ruang publik. makna dari kehadiran sebuah ruang publik taman di tengah kota yang Ruang publik memiliki banyak dampak sangat diperhatikan oleh pemerintah positif untuk kehidupan kota. Menurut lokal. Jangan sampai karena hanya forum kota GreenSpace, ruang publik untuk memacu pertumbuhan ekonomi, terutama taman memiliki tiga nilai kebutuhan masyarakat Indonesia akan penting terhadap kota, yakni nilai sosial, ruang hijau terbuka publik digunduli. nilai lingkungan dan nilai ekonomis. Semoga kita semua bisa bersama Taman menyediakan ruang di mana menggiatkan ruang hijau yang nyaman orang bisa mendapatkan udara segar, dan aman di seluruh kota di Indonesia berjalan-jalan, olahraga atau hanya 65
  • menikmati sekitarnya. Ruang hijau memberikan kesempatan masyarakat untuk belajar mulai dari ilmu lingkungan, biologi, kesehatan, sosial, dan kesejahteraan. Pohon dan tanaman di ruang hijau memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi di lingkungan perkotaan. Menurut Project for Public Places, sebuah ruang publik yang baik harus memperhatikan 4 faktor utama yakni (1) Akses dan linkage; (2) tujuan dan aktivitas, (3) kenyamanan dan tampilan, dan (4) keramahan (Carmona, Tisdell, Heath, & Oc, 2010). Mengacu pada Miethe (1995, dikutip dari Williams & Green (2001)), alasan terbesar orang enggan ke ruang publik adalah ketakutan akan tindak kejahatan. Karena itulah, banyak taman yang kini hadir bersifat privat (tidak terbuka untuk umum). Sangat disayangkan jika taman beserta fungsi-fungsi positifnya hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang. Selain itu, beberapa faktor penyebab sebuah ruang publik gagal adalah ketiadaan tempat berkumpul atau istirahat, akses masuk yang jelek atau tak terjangkau, sarana pendukung tidak berfungsi, dan ketiadaan ‘nilai kebersamaan’ pada ruang publik. Karena itu, sebuah ruang publik harus di-manage dengan tepat, baik dari proses penyediaan, desain, hingga perawatan. Di UK, Commission for Architecture and the Built Environment atau lebih dikenal dengan CABE hadir sebagai komisi independen yang memberikan solusi kepada pemerintah dan penilaian terhadap perancangan desain arsitektur termasuk ruang publik di antaranya. Tujuh puluh persen dari pemerintah lokal di UK berjalan seirama dengan solusi desain dari CABE. Pemerintah London rajin merangsang intensif penyelenggaran ruang hijau melalui beberapa program seperti Great Spaces Design. Melalui program ini, London’s boroughs (bisa dianalogikan seperti kota administratif jika di Indonesia) dirangsang untuk meningkatkan kualitas ruang hijau di distrik masing-masing bekerjasama dengan agen pemerintah Design for London dan London Development Agency. Pemerintah London juga menggiatkan penanaman pohon di ruang-ruang terbuka publik seperti jalan, taman, dan kebun. Setiap tahunnya, mereka menargetkan penanaman 10.000 pohon di kota London (Mayor of London, 2009). Meningkatkan tree cover sampai dengan 10% diyakini dapat mengurangi panas 3-4 derajat celcius. Dengan berpedoman pada Government’s Planning Policy Guidance Note 17 (PPG17), pemerintah lokal berusaha mencapai target66 nasional menciptakan ruang publik yang lebih baik.
  • ruang | kreativitas tanpa batasSaya mencoba memperbandingkan sebuah kawasandi Jakarta dan London dengan menggunakan aplikasiGoogle Earth. Gambar kedua kawasan tersebutdiambil menggunakan skala dan jarak kamerayang sama sehingga perbandingan ukuran keduakawasan tersebut sama besar. Pada kota Jakarta,saya mengambil sebuah kawasan yang dibatasi oleh4 jalan utama, yakni Jl. Jend Sudirman, Jl. Satrio, Jl.Rasuna Said dan Jl. Gatot Subroto. Kawasan tersebutterdiri atas Mega Kuningan, beberapa perkantoran,hotel, mall, apartemen, dan perumahan di kawasankaret. Menurut aplikasi freemaptools.com, luasarea tersebut mencapai 217 Hektar. Pada kotaLondon, saya mengambil kawasan Hyde Park yangmenyambung dengan Kensington Garden dengantotal luas mencapai 253 Hektar. Hyde Park sendirimemiliki luas 142 hektar dan merupakan salah satutaman kota terbesar di London yang baru dibukauntuk publik pada tahun 1637. Hyde Park terletak di 67
  • tengah kota dan menjadi ruang publik Menurut survey yang dilakukan olehyang memungkinkan masyarakat untuk CABE, 87% penduduk di wilayahbermain, olahraga, berjemur, berenang, perkotaan Inggris telah mengunjungiberkuda, naik perahu, istirahat, taman kota mereka dalam satu tahunbersosialisasi atau sekedar melihat terakhir. Hampir dua pertiga kotaalam. Untuk dapat menikmati atmosfer London terdiri atas ruang hijau denganHyde Park, kita dapat dengan gratis komposisi 23.9% taman private dan 38.3%memasukinya setiap hari meskipun ada ruang hijau1 seperti taman pemakaman,beberapa fasilitas yang mengharuskan perkebunan, taman publik, lapanganmembayar seperti menyewa Sepeda golf, lapangan rumput, habitat alami,Barclays (30 menit pertama masih country park, cagar alam, dan tamangratis). konservasi. Presentase ruang hijau terhadap penduduk adalah 1,24 hektarKedua kawasan di Jakarta dan London per 1.000 orang. Beberapa penghargaanyang saya perbandingkan diatas sama- disediakan oleh pemerintah untuksama terletak di pusat keramaian kota. merangsang penyelenggaran ruangDari fungsi dapat terlihat jelas perbedaan publik /taman yang baik seperti Greendi antara keduanya: yang satu cenderung Flag Award untuk penilaian taman kotaprivate dan yang satu lagi diperuntukkan dengan 8 kriteria yakni (1) Keramahanuntuk publik. Pemerintah London tidak (welcoming), (2). Kebersihan, keamanan,segan mempertahankan taman sebesar dan keselamatan, (3). Kebersihan,ini di tengah kota. Hyde Park hanyalah (4). Kelestarian, (5). Perawatan dansalah satu dari delapan taman royal dan Konservasi, (6). Keterlibatan komunitaspuluhan taman lainnya di kota London. dan masyarakat, (7). Publikasi danSelain karena faktor sejarah, pemerintah pemasaran, dan (8). Management.London sangat concern terhadapkehadiran ruang publik sebagai elemen Namun, tidak semua kota di UK baikpembentuk kehidupan sosial urban yang dalam mengatur prioritas ruang publik.berbudaya. 1 http://www.communities.gov.uk/publications/planningand- building/generalisedlandupdate!Klik: http://vimeo.com/girinarasoma/hydeparklondon untuk menikmati suasana Hyde Park London68
  • ruang | kreativitas tanpa batasPada hasil riset CABE “Urban parks: Jepang, Denmark, Swedia, Jerman,Do you know what you’re getting Prancis, dan Australia untuk dapatfor your money?, kurang lebih 37% diambil pembelajarannya dalam rangkataman di beberapa kota di UK pada memberikan masukan desain kepadatahun 2001 mengalami penurunan pemerintah UK. Melalui dukungankualitas akibat pemerintah setempat riset yang komprehensif dari CABE,tidak memprioritaskan ruang publik pemerintah UK berusaha untuk terusdalam rencana kerja mereka. Hal membangun dan meningkatkan kualitasitu disebabkan karena keterbatasan ruang publik hijaunya.dana yang mengakibatkan merekaharus mengutamakan belanja Saya sendiri, sebagai pendatang didi sektor pendidikan dan sosial London, sangat senang mendatangiservices dibandingkan ruang publik. Hyde Park. Pada Hyde Park LondonPemerintah setempat tidak me- terdapat banyak fasilitas hiburanmanage taman kota dengan baik dari seperti danau buatan Serpentine Lake,sisi perawatan, tenaga kerja pengurus memorial fountain of Lady Diana, dantaman, atau misfungsional taman yang Gallery Seni. Pada momen-momenmenyebabkan crime rate taman tinggi. tertentu, ada festival yang diadakan diCABE, sebagai komisi independen, Hyde Park seperti konser musik, pasarmendesak dan memberikan masukan rakyat, atau festival desain. Sebenarnyadesain bagi pemerintah untuk lebih saya merasakan kenikmatan yang samaefisiensi dalam mengatur anggaran pada beberapa ruang publik di Jakarta,taman dan memaksimalkan fungsi namun tak dapat dipungkiri cuaca yanggreen space management. Taman yang nyaman di daratan Eropa membuat sayaberkualitas bagus tidak harus selalu lebih bisa menikmati ruang publik iniharus disertai dengan pengeluaran tanpa harus kepanasan dan berkeringat.dana yang besar. CABE melakukan Dengan luas yang mencapai 4 kali malriset mengenai keberharsilan taman- taman anggrek Jakarta, Hyde Park initaman kota di berbagai negara seperti merupakan taman super besar di tengah kota yang menyediakan space luas untuk masyarakat melakukan aktivitas sosial. Dukungan dari elemen lain, seperti penyediaan CCTV, kesigapan petugas keamanan, dan patroli petugas kebersihan, membuat Hyde Park hadir sebagai sebuah ruang publik yang sukses (mengacu pada kriteria Project for Publik Space). Saya sangat senang ketika melihat anak-anak kecil memberi makan tupai atau bebek, bermain sepeda dan frisby, dan berjalan-jalan dengan hewan kesayangan mereka dengan bebas tanpa rasa takut, dengan gratis, dan dengan fasilitas yang sangat memadai. Bukan hanya masyarakat lokal, rasanya saya 69
  • bertemu dengan berbagai orang dari pemerintah. Masyarakat juga memilikiseluruh penjuru dunia di taman ini. Anak andil untuk menyuarakan pentingnyakecil, remaja, bahkan orang tua yang kehadiran ruang publik untuk skala kotajalannya membutuhkan tongkat dan atau bahkan menyelenggarakan ruangtertatih-tatih, menikmati keberadaan publik itu sendiri. Jika ada keinginantaman ini. Hyde Park pun tetap sangat yang sangat kuat dari pemerintah, makanyaman untuk kaum disable. saya yakin, halangan dari sisi finansial atau legalitas untuk penyediaan ruangKehadiran mal di kota-kota besar di terbuka taman dapat dipecahkan. TamanIndonesia mungkin menjadi jawaban harus dirancang dengan seksama danatas kebutuhan ruang publik. Akan tetapi sebaik mungkin memperhatikan faktorada beberapa nilai yang hilang pada legal, sosial, budaya, ekonomi dan desainkehadiran mall sebagai ruang publik. untuk menghindari ruang publik yangSebagai contoh, di Hyde Park anda gagal. Sangat konyol jika kita mencontohdapat bermain dengan alam, memberi mentah-mentah taman di UK denganmakan binatang, mengambil daun- segala sistemnya untuk diterapkan didaun yang jatuh ketika musim gugur, Indonesia. Nilai lokalitas Indonesiadan mengenal tumbuh-tumbuhan dan harus mampu diterjemahkan denganbinatang secara langsung melalui panca baik ke dalam bentuk ruang publikindera dengan gratis yang mungkin tidak taman yang nyaman dan aman, baikdapat dinikmati sepenuhnya di mall. dari sisi penyediaan, penyelenggaraanDi taman yang luas seperti Hyde Park, hingga perawatan.aktivitas sosial manusia bisa lebih luas(selama tidak mengganggu kenyamanan Indonesia sudah memiliki beberapadan keamanan pengguna lainnya) ruang publik yang baik dan seringseperti bermain sepakbola, istirahat dikunjungi oleh banyak masyarakatdi atas rumput, atau bermain dengan dalam bersosialisasi seperti tamanhewan kesayangan, yang semuanya tak menteng dan taman Fatahillah di Jakarta,dapat dijangkau oleh kehadiran mall. Alun-alun dan Gasibu Bandung, dan lain-lain. Semoga kota-kota di IndonesiaSangat disayangkan jika kota di bisa terus mengembangkan ruangIndonesia berkembang dengan diiringi publik, terutama taman yang nyamandegradasi ruang publik yang nyaman dan aman, dengan pertimbangan desaindan aman. Jelas pendekatan dalam yang matang. Semoga harapan memilikimendesain ruang publik seperti di ruang terbuka hijau seperti yangJakarta dan di London sangat berbeda. tertuang dalam UU No.26 tahun 2007,Akan tetapi, satu hal yang menjadi yakni seluas 20 persen dari wilayah kota,kekuatan utama untuk menghadirkan dapat menjadi kenyataan.ruang publik adalah political will dari ***70
  • Pustaka ruang | kreativitas tanpa batasCABE. (2006). Green Space Strategies: A Good Practice Guide . London: Commission for Architecture and the Built Environment.CABE. (2010). Urban green nation: Building the evidence base. London: Commission for Architecture and the Built Environment.Carmona, M., Tisdell, S., Heath, T., & Oc, T. (2010). Public Spaces Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design (2nd ed.). Oxford: Elsevier.Carr, S., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public Space. Cambridge: Press Syndicate.Darmawan, E. (2007). Peranan Ruang Publik dalam Perancangan Kota (Urban Design). Pidato Pengukuhan Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Semarang: Universitas Diponegoro.Department for Communities and Local Government. (2009). Generalised Land Use Database. London: Department for Communities and Local Government.http://www.royalparks.gov.ukhttp://www.taman-anggrek-mall.comMayor of London. (2009). Practical Steps: Better Green and Water Spaces. London: Greater London Authority.Mayor of London. (2011). The London Plan: Spatial Development Strategy for Greater London. London: Greater London Authority.Williams, K., & Green, S. (2001). Literature Review of Public Space and Local Environments for the Cross Cutting Review. Oxford: Oxford Centre for Sustainable Development. 71
  • Ivan Kurniawan PROFIL Nasution Setelah lulus dari arsitektur ITB, kemudian bekerja selama hampir 3 tahun di salah satu KONTRIBUTOR biro arsitek di Singapura, Sandy Putranto Park+Associates Architect. Setelah menyelesaikan sarjana Telah menyelesaikan riset arsitekturnya di ITB tahun 2006, dia selama dua tahun di Berlage berpraktek sebagai arsitek di salah Institute Rotterdam pada satu konsultan di Bandung selama tahun 2011. 2 tahun. Kemudian melanjutkan studinya di Hong Kong dengan Agus Prabowo beasiswa penuh di UniversityUwo, nama panggilannya, lahir di Yogyakarta of Hong Kong untuk programtahun 1958, dan besar di Bandung. Masuk studi Urban Design. Tahun 2009ITB tahun 1977, memilih Jurusan Arsitektur, mendapatkan gelar Master oflulus tahun 1984, kemudian bekerja sebagai Urban Design nya dengan lulus Distinction. Ketertarikannya akan Urbanismebirokrat karier, antara lain di BPPT, China mempengaruhi keputusannya untuk berpraktek di Hong Kong.BAPPENAS, dan sekarang bertugas sebagai Sekarang aktif berpraktek sebagai Urban Designer di salah satu konsultansalah satu Deputi di LKPP (Lembaga Kebijakan internasional di Hong KongPengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Gelar Rofianisa Nurdindoktornya diperoleh pada tahun 1996 dari Menggemari sastra dan arsitektur, dan senangHokkaido University di Sapporo - Jepang menyatukan keduanya. Bersama tiga orang temandalam bidang Urban and Regional Planning dari Arsitektur ITB menggagas Vidour: sebuah wadahkhususnya Urban Redevelopment. Ia juga dokumentasi arsitektur yang selama kurang dari setahunsalah satu alumnus terbaik Pendidikan telah menghasilkan belasan video yang membawaLemhannas RI tahun 2007. Di sela-sela kesibukan kerjanya, apabila ada mereka ke Jakarta, Semarang, Surabaya, Wae Rebo,waktu dan mood, ia menekuni salah satu hobby-nya, melukis. Sejak tahun lalu Tokyo. Pernah menjadi bagian dari Budi Pradono2002 lalu bergabung dengan ARPEL 21 yaitu kelompok “arsitek pelukis dua Architects selama lima bulan sejak Februari 2011jiwa jadi satu” yang dimotori oleh beberapa arsitek senior lulusan ITB yang sebagai intern, dan saat ini kembali menjalani statusnyajuga punya hobby melukis. Sampai sekarang hasil lukisannya ada sekitar 20 sejak tahun 2007 sebagai mahasiswa arsitektur di ITB.buah, antara lain dikoleksi oleh Sri Mulyani Indrawati dan Kwik Kian Gie. Karyanya bersama Vidour bisa dilihat di www.vimeo.Sebagian karyanya juga pernah diikutsertakan dalam lima kali pameran com/vidour, sedangkan tulisan sehari-harinya ada dibersama kelompok ARPEL di Jakarta danBandung. Baginya, melukis adalah www.blabbermouthdisease.tumblr.com.“obat stress” yang produktif. Myra Sapphira SAGI-Architects Tyagita Biro konsultan SAGI-ArchitectsSetelah menempuh didirikan secara resmi oleh Sarahpendidikan di Arsitektur Ginting pada Januari 2007, yangITB dan bekerja di semula diawali dengan bentukkonsultan arsitektur di komunitas pewadah arsitek danJakarta dan Singapura, ia seniman Bandung sejak tahunkini telah menyelesaikan 2004. Selain mengerjakan proyek-pendidikan MA Urban proyek arsitektur dan interior,Design di University of biro ini juga berkecimpung di bidang penelitian desain dan pengaryaanWestminster, London. seni. Beberapa karyanya telah diikutsertakan pada pameran seni desain dan sayembara nasional dan internasional.Sarah Ginting menamatkan pendidikan arsitekturnya di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung Tiffa Nur Latifa, S.T., M.T. (1996), dan magister sarjana bidang advanced architectural design di TheMenempuh studi di Program Studi Arsitektur ITB Bartlett School of Architecture, UCL, London (2000).pada tahun 2003-2007 dan meraih juara ketigadalam kompetisi Mahasiswa Terbaik ITB 2007 Prathiwi W. Putriserta lulus dengan predikat cum laude. Pada adalah mahasiswa programtahun 2008 bersama beberapa rekan merintis doktor di KU Leuven (2009-...)kelompok studio arsitek muda SAB-Indonesia bidang perencanaan kotayang berbasis di Bandung. Tahun 2010 lulus dari kelompok studi dengan isu air limbah domestik.Lanskap, Program Studi Magister Arsitektur, Institut Teknologi Bandung. Lahir di Jakarta, dan selaluTelah mengambil program research student di Urban Studies, Planning, merasa Jakarta itu menarik.and Landscape Laboratory Department of Architecture University of Pernah bekerja di Bandung,Kitakyushu, Fukuoka Jepang. Dalam periode ini telah memenangkan Jakarta, Lamno, Jogjakarta, danperingkat ketiga dalam kompetisi internasional perancangan lanskap Saigon. Mempunyai pengalamanyang diadakan oleh International Federation of Landscape Architect-Asia akademis di Bandung, Leuven,di Thailand. Tulisan-tulisan dan karya lain dapat dinikmati pada laman Milan dan Newcastle. Jatuh cintawww.talesofthebreeze.wordpress.com pada Indonesia bagian timur. Selalu ingin kembali ke Flores; selain karena lautnya, juga karena Mochamad Yusni Aziz tergila-gila dengan kain tenun Ende. Tulisannya dapat dinikmati“Telah menyelesaikan studi double-degree bachelor-nya di http://berkota.wordpress.com. Dalam berkota, ia tertantangyang merupakan kerjasama antara Jurusan Arsitektur ITS untuk mendalami teori urbanisme dan kota.(2005-2009) dan Jurusan Urban and Regional Planningdari Saxion Hogeschool of Applied Sciences, Deventer,Belanda (2009-2010). Selama studi, aktif mengikuti Giri Narasoma Suhardiorganisasi dan kompetisi, dan sempat memenangkan Alumni arsitektur ITB angkatan 2002juara 1 Zuiderzeeland Award 2010 dengan proposal yang kini berdomisili di London, UK.design teamnya yaitu Azure Flevoland: Redesign of the Sebelumnya, sempat bekerja di salahFlevoland Province. Saat ini sedang menempuh riset satu biro konsultan arsitektur didi Berlage Institute, Rotterdam sejak September 2011” Jakarta dan salah satu Bank Swasta Nasional.72
  • ruang | kreativitas tanpa batas Nikmati Pula Ruang Edisi Sebelumnya: #1 - ruang #2 - arsitektur hijau #3 - jakarta #4 - karya arsitek Indo- nesia di luar negeri #5 - arsitekturmerupakan sebuah wadah menyuarakan hati dan pikiran insan kreatifyang memiliki ketertarikan pada arsitektur, kota serta permasalahansosial disekitarnya. ruang hadir untuk memasyarakatkan arsitekturmelalui majalah elektronik arsitektur.Silakan mengunjungi http://www.membacaruang.comSelamat membaca! 73