• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
BKS KAJ 2012
 

BKS KAJ 2012

on

  • 5,645 views

Materi Bulan Kitab Suci 2012 - KAJ

Materi Bulan Kitab Suci 2012 - KAJ

Statistics

Views

Total Views
5,645
Views on SlideShare
3,361
Embed Views
2,284

Actions

Likes
1
Downloads
326
Comments
3

5 Embeds 2,284

http://kksbarnabas.wordpress.com 2211
http://www.santo-laurensius.org 68
http://webcache.googleusercontent.com 2
http://shmail.sh.kksbarnabas.wordpress.com 2
http://translate.googleusercontent.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terima kasih banyak.....sangat membantu untuk pendalaman BKSN
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terima kasih atas emailnya, sangat memberkati saya dan memudahkan saat menyampaikan bahan2 BKSN
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terima kasih, sangat membantu dalam menjelaskan setiap bahan dalam BKSN 2012
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • MAKAN BERSAMA = SUATU TANDA PERSAHABATAN Kej 26: 30 Ishak dengan orang Filistin (Abimelekh) Kej 31: 54 Yakub dan Laban SABAT = ANUGERAH TUHAN (Kel 16:21-30 peristiwa Manna) Hari Sabat diadakan untuk manusia bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk.2:27) SABAT dipahami orang Farisi hanya sebagai larangan untuk bekerja Suasana perjamuan bukan suasana persahabatan Orang Farisi mengamat-amati Yesus dengan maksud mencari kesalahan Yesus, kalau-kalau Yesus kembali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat seperti yang sudah-sudah: Orang yang mati tangannya (Luk 6:6-11) Orang yang sakit punggungnya (Luk 13: 10-17) Ini konflik yang ke 3 kalinya Yesus yang semakin banyak pengikutNya adalah acaman dan musuh yang berbahaya Tiba-tiba datang orang sakit busung air pembengkakan karena cairan tubuh terkumpul dalam rongga-rongga badan, jaringan dan sel kehadiran orang sakit busung air secara tiba-tiba sungguh aneh siapa yang mengundangnya? mengapa tidak ada yang melarangnya masuk? seperti penderita kusta, orang sakit busung air dianggap sebagai hukuman dosa dan dianggap najis. apalagi saat makan bersama, pemandangan yang tidak nyaman! patut di curigai, mungkinkah ini suatu perangkap untuk menjebak Yesus? orang Farisi tahu persis bahwa Yesus ( dikenal sebagai seorang tabib), pasti akan berbelas kasih dan menyembuhkan orang sakit tsb. Yesus pasti terjebak! menyembuhkan orang sakit dianggap bekerja dan ini dilarang pada hari Sabat Yesus adalah pelanggar hukum Allah yang dapat dipersalahkan
  • Apa tanggapan Yesus terhadap niat jahat mereka ? Bertanya sebelumnya “Diperbolehkankah menyembuhkan….? Mereka diam , karena takut salah jawab Bila dijawab “boleh” berarti membenarkan pelanggaran Hukum Taurat Bila dijawab “tidak boleh” berarti membatasi perbuatan baik Yesus kemudian memegang tangan orang sakit itu, menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Setelah itu kembali bertanya : “Siapakah dia antara kamu yang tidak….” Yesus berkata demikian karena Dia tahu bahwa mereka membawa hewan-hewan mereka ke tempat minuman pada hari Sabat (Luk 13:15) kalau ada ternak yang jatuh ke dalam sumur niscaya mereka akan menyelamatkannya! Mereka tidak sanggup membantah Yesus: sebab kalau seekor hewan saja segera ditolong atau diselamatkan pada hari Sabat terlebih lagi seorang manusia!
  • MAKAN BERSAMA = SUATU TANDA PERSAHABATAN Kej 26: 30 Ishak dengan orang Filistin (Abimelekh) Kej 31: 54 Yakub dan Laban SABAT = ANUGERAH TUHAN (Kel 16:21-30 peristiwa Manna) Hari Sabat diadakan untuk manusia bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk.2:27) SABAT dipahami orang Farisi hanya sebagai larangan untuk bekerja Suasana perjamuan bukan suasana persahabatan Orang Farisi mengamat-amati Yesus dengan maksud mencari kesalahan Yesus, kalau-kalau Yesus kembali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat seperti yang sudah-sudah: Orang yang mati tangannya (Luk 6:6-11) Orang yang sakit punggungnya (Luk 13: 10-17) Ini konflik yang ke 3 kalinya Yesus yang semakin banyak pengikutNya adalah acaman dan musuh yang berbahaya Tiba-tiba datang orang sakit busung air pembengkakan karena cairan tubuh terkumpul dalam rongga-rongga badan, jaringan dan sel kehadiran orang sakit busung air secara tiba-tiba sungguh aneh siapa yang mengundangnya? mengapa tidak ada yang melarangnya masuk? seperti penderita kusta, orang sakit busung air dianggap sebagai hukuman dosa dan dianggap najis. apalagi saat makan bersama, pemandangan yang tidak nyaman! patut di curigai, mungkinkah ini suatu perangkap untuk menjebak Yesus? orang Farisi tahu persis bahwa Yesus ( dikenal sebagai seorang tabib), pasti akan berbelas kasih dan menyembuhkan orang sakit tsb. Yesus pasti terjebak! menyembuhkan orang sakit dianggap bekerja dan ini dilarang pada hari Sabat Yesus adalah pelanggar hukum Allah yang dapat dipersalahkan
  • Apa tanggapan Yesus terhadap niat jahat mereka ? Bertanya sebelumnya “Diperbolehkankah menyembuhkan….? Mereka diam , karena takut salah jawab Bila dijawab “boleh” berarti membenarkan pelanggaran Hukum Taurat Bila dijawab “tidak boleh” berarti membatasi perbuatan baik Yesus kemudian memegang tangan orang sakit itu, menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Setelah itu kembali bertanya : “Siapakah dia antara kamu yang tidak….” Yesus berkata demikian karena Dia tahu bahwa mereka membawa hewan-hewan mereka ke tempat minuman pada hari Sabat (Luk 13:15) kalau ada ternak yang jatuh ke dalam sumur niscaya mereka akan menyelamatkannya! Mereka tidak sanggup membantah Yesus: sebab kalau seekor hewan saja segera ditolong atau diselamatkan pada hari Sabat terlebih lagi seorang manusia!
  • MAKAN BERSAMA = SUATU TANDA PERSAHABATAN Kej 26: 30 Ishak dengan orang Filistin (Abimelekh) Kej 31: 54 Yakub dan Laban SABAT = ANUGERAH TUHAN (Kel 16:21-30 peristiwa Manna) Hari Sabat diadakan untuk manusia bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk.2:27) SABAT dipahami orang Farisi hanya sebagai larangan untuk bekerja Suasana perjamuan bukan suasana persahabatan Orang Farisi mengamat-amati Yesus dengan maksud mencari kesalahan Yesus, kalau-kalau Yesus kembali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat seperti yang sudah-sudah: Orang yang mati tangannya (Luk 6:6-11) Orang yang sakit punggungnya (Luk 13: 10-17) Ini konflik yang ke 3 kalinya Yesus yang semakin banyak pengikutNya adalah acaman dan musuh yang berbahaya Tiba-tiba datang orang sakit busung air pembengkakan karena cairan tubuh terkumpul dalam rongga-rongga badan, jaringan dan sel kehadiran orang sakit busung air secara tiba-tiba sungguh aneh siapa yang mengundangnya? mengapa tidak ada yang melarangnya masuk? seperti penderita kusta, orang sakit busung air dianggap sebagai hukuman dosa dan dianggap najis. apalagi saat makan bersama, pemandangan yang tidak nyaman! patut di curigai, mungkinkah ini suatu perangkap untuk menjebak Yesus? orang Farisi tahu persis bahwa Yesus ( dikenal sebagai seorang tabib), pasti akan berbelas kasih dan menyembuhkan orang sakit tsb. Yesus pasti terjebak! menyembuhkan orang sakit dianggap bekerja dan ini dilarang pada hari Sabat Yesus adalah pelanggar hukum Allah yang dapat dipersalahkan
  • Apa tanggapan Yesus terhadap niat jahat mereka ? Bertanya sebelumnya “Diperbolehkankah menyembuhkan….? Mereka diam , karena takut salah jawab Bila dijawab “boleh” berarti membenarkan pelanggaran Hukum Taurat Bila dijawab “tidak boleh” berarti membatasi perbuatan baik Yesus kemudian memegang tangan orang sakit itu, menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Setelah itu kembali bertanya : “Siapakah dia antara kamu yang tidak….” Yesus berkata demikian karena Dia tahu bahwa mereka membawa hewan-hewan mereka ke tempat minuman pada hari Sabat (Luk 13:15) kalau ada ternak yang jatuh ke dalam sumur niscaya mereka akan menyelamatkannya! Mereka tidak sanggup membantah Yesus: sebab kalau seekor hewan saja segera ditolong atau diselamatkan pada hari Sabat terlebih lagi seorang manusia!
  • MAKAN BERSAMA = SUATU TANDA PERSAHABATAN Kej 26: 30 Ishak dengan orang Filistin (Abimelekh) Kej 31: 54 Yakub dan Laban SABAT = ANUGERAH TUHAN (Kel 16:21-30 peristiwa Manna) Hari Sabat diadakan untuk manusia bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk.2:27) SABAT dipahami orang Farisi hanya sebagai larangan untuk bekerja Suasana perjamuan bukan suasana persahabatan Orang Farisi mengamat-amati Yesus dengan maksud mencari kesalahan Yesus, kalau-kalau Yesus kembali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat seperti yang sudah-sudah: Orang yang mati tangannya (Luk 6:6-11) Orang yang sakit punggungnya (Luk 13: 10-17) Ini konflik yang ke 3 kalinya Yesus yang semakin banyak pengikutNya adalah acaman dan musuh yang berbahaya Tiba-tiba datang orang sakit busung air pembengkakan karena cairan tubuh terkumpul dalam rongga-rongga badan, jaringan dan sel kehadiran orang sakit busung air secara tiba-tiba sungguh aneh siapa yang mengundangnya? mengapa tidak ada yang melarangnya masuk? seperti penderita kusta, orang sakit busung air dianggap sebagai hukuman dosa dan dianggap najis. apalagi saat makan bersama, pemandangan yang tidak nyaman! patut di curigai, mungkinkah ini suatu perangkap untuk menjebak Yesus? orang Farisi tahu persis bahwa Yesus ( dikenal sebagai seorang tabib), pasti akan berbelas kasih dan menyembuhkan orang sakit tsb. Yesus pasti terjebak! menyembuhkan orang sakit dianggap bekerja dan ini dilarang pada hari Sabat Yesus adalah pelanggar hukum Allah yang dapat dipersalahkan
  • Apa tanggapan Yesus terhadap niat jahat mereka ? Bertanya sebelumnya “Diperbolehkankah menyembuhkan….? Mereka diam , karena takut salah jawab Bila dijawab “boleh” berarti membenarkan pelanggaran Hukum Taurat Bila dijawab “tidak boleh” berarti membatasi perbuatan baik Yesus kemudian memegang tangan orang sakit itu, menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Setelah itu kembali bertanya : “Siapakah dia antara kamu yang tidak….” Yesus berkata demikian karena Dia tahu bahwa mereka membawa hewan-hewan mereka ke tempat minuman pada hari Sabat (Luk 13:15) kalau ada ternak yang jatuh ke dalam sumur niscaya mereka akan menyelamatkannya! Mereka tidak sanggup membantah Yesus: sebab kalau seekor hewan saja segera ditolong atau diselamatkan pada hari Sabat terlebih lagi seorang manusia!
  • Apa tanggapan Yesus terhadap niat jahat mereka ? Bertanya sebelumnya “Diperbolehkankah menyembuhkan….? Mereka diam , karena takut salah jawab Bila dijawab “boleh” berarti membenarkan pelanggaran Hukum Taurat Bila dijawab “tidak boleh” berarti membatasi perbuatan baik Yesus kemudian memegang tangan orang sakit itu, menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Setelah itu kembali bertanya : “Siapakah dia antara kamu yang tidak….” Yesus berkata demikian karena Dia tahu bahwa mereka membawa hewan-hewan mereka ke tempat minuman pada hari Sabat (Luk 13:15) kalau ada ternak yang jatuh ke dalam sumur niscaya mereka akan menyelamatkannya! Mereka tidak sanggup membantah Yesus: sebab kalau seekor hewan saja segera ditolong atau diselamatkan pada hari Sabat terlebih lagi seorang manusia!

BKS KAJ 2012 BKS KAJ 2012 Presentation Transcript

  • BULAN KITAB SUCI – KAJ 20121
  • SATUKANLAH HATI KAMI  Satukanlah hati kami  tuk memuji dan menyembah  Oh Yesus, Tuhan dan rajaku  Bergandengan tangan  dalam satu hati  Eratkanlah tali kasih  Bergandengan tangan  diantara kami semua  dalam satu iman  Oh Yesus, Tuhan dan rajaku  Saling mengasihi  diantara kami  keluarga kerajaan Allah2
  • KUSIAPKAN HATIKU TUHAN  Kusiapkan hatiku, Tuhan  tuk dengar fiman-Mu saat ini  Kudatang menyembah-Mu, Tuhan  Firman-Mu, Tuhan  masuk hadirat-Mu saat ini  tiada berubah  Dahulu sekarang selama-  Curahkan urapan-Mu, Tuhan lamanya  bagi jemaat-Mu saat ini  tiada berubah  Kusiapkan hatiku, Tuhan  tuk dengar firman-Mu  Firman-Mu, Tuhan  penolong hidupku  Ku siapkan hatiku, Tuhan  tuk dengar firman-Mu3
  • PENDAHULUAN  Apakah Mukjizat Itu?  Peristiwa atau perbuatan yang kurang biasa dan karenanya menarik perhatian dan oleh orang yang percaya dapat dimengerti sebagai pernyataan kekuasaan Allah sebagai penyelamat yang dengan jalan itu dunia menyatakan kuasa penyelamatan-Nya.  Tidak perlu bahwa kejadian atau perbuatan itu tidak dapat diterangkan dengan hukum alam; yang perlu hanyalah bahwa bagi orang yang percaya peristiwa atau kejadian itu dipahami sebagai campur tangan Tuhan.4
  • Bagaimana Yesus Mengadakan Mukjizat? Cara: kontak jasmaniah: mengulurkan tangan, menjamah, atau meletakkan tangan seperti para pengusir roh jahat dan para penyembuh di zamannya. dengan firman yang berkuasa Yesus sendiri dan atas nama-Nya sendiri. Ia tidak mengadakan mukjizat untuk membela dan menolong diri-Nya sendiri. Dalam hal menyembuhkan penyakit, tindakan Yesus selalu berupa tanggapan atas kepercayaan orang.5
  • Makna Mukjizat Yesus Dasar untuk mengadakan mukjizat: pemberitaan tentang Kerajaan Allah. Apa yang dilakukan oleh Yesus mewujudkan apa yang dikatakan-Nya tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat.  Roh-roh jahat dapat mempengaruhi kehidupan manusia  penyakit, kerasukan.    Yesus menyembuhkan orang yang sakit dan kerasukan  Allah sudah mengalahkan kuasa jahat Allah sudah meraja  Melalui mukjizat Yesus, pemerintahan Allah yang berkuasa sudah memasuki dunia ini.6
  • Empat Jenis Mukjizat 1. Penyembuhan 2. Pengusiran Setan  Dua orang kerasukan/Gerasa:  Orang lumpuh:  Anak perempuan dari seorang  Orang yang mati sebelah Kanaan tangannya  Anak muda yang sakit ayan:  Orang busung air  Orang kerasukan di rumah  Wanita yang bungkuk ibadat 3. Mukjizat Alam 4. Menghidupkan Orang Mati  Meredakan angin ribut  Anak Yairus  Roti untuk 5000 orang  Anak janda di Nain  Mengutuk pohon ara  Lazarus  Air menjadi anggur7
  • Bagaimana Membaca Mukjizat Yesus? Yang perlu dilakukan: menemukan arti mukjizat yang sedang kita hadapi (baik bagi Yesus dan bagi para penginjil) kemudian mengaitkan arti itu dengan situasi dewasa ini. Orang sakit = contoh dari orang yang mendengarkan pewartaan Yesus dan mengalami kasih-Nya. Para rasul = teladan tentang bagaimana menyaksikan Allah yang hadir di tengah manusia untuk menyatakan kehendak-Nya. Yesus = pribadi yang datang untuk melakukan kehendak Allah yang mengutus-Nya. 8
  •  Allah dapat mengadakan mukjizat di tengah kita bila Ia menghendakinya.  Yesus memang tidak hadir secara fisik dalam kehidupan kita, tetapi Ia hadir dalam Roh dan kuasa-Nya.  Untuk dapat menyaksikan tangan Allah yang bekerja, perlu iman yang hidup, yang membuka mata kita untuk melihat karya Allah di tengah kehidupan dan untuk mengucap syukur atasnya.9
  •  Yesus memang memiliki kuasa untuk membuat mukjizat dan Ia mempergunakannya untuk melaksanakan kehendak Bapa, yakni memberitakan datangnya Kerajaan Allah.  Kita tidak diperintahkan untuk membuat mukjizat, tetapi untuk melaksanakan kehendak Allah.  Allah memberikan kepada kita berbagai anugerah.  mempergunakan anugerah Allah untuk melakukan kehendak-Nya, terutama untuk mengasihi Allah dan sesama.10
  • LECTIO DIVINA Dei Verbum 25  Konsili suci mendesak dengan sangat dan istimewa semua orang beriman, terutama para religius, supaya dengan seringkali membaca kitab-kitab ilahi memperoleh “pengertian yang mulia akan Yesus Kristus” (Flp 3:8). “Sebab tidak mengenal Alkitab berarti tidak mengenal Kristus”.  Namun hendaklah mereka ingat, bahwa doa harus menyertai pembacaan Kitab Suci, supaya terwujudlah wawancara antara Allah dan manusia. Sebab “kita berbicara dengan-Nya bila berdoa; kita mendengarkan-Nya bila membaca amanat-amanat ilahi’.11
  • PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI UNTUK HARI PEMUDA SEDUNIA 2006 (9 APRIL 2006). Mengajurkan kaum muda akrab dengan Alkitab. Dengan membacanya, mereka belajar untuk mengenal Kristus  caranya: lectio divina. Lectio: membaca dan membaca kembali sebuah perikop dari Kitab Suci dan mengambil unsur-unsur utamanya, aMeditasi : refleksi batin di mana jiwa berpaling kepada Allah dan berusaha memahami apa yang dikatakan oleh Sabda-Nya kepada kita sekarang. a Oratio: berbicara kepada Allah secara langsung. .Contemplatio: hati penuh perhatian pada kehadiran Kristus, yang Sabda-Nya bagaikan “pelita yang bercahaya di tempat yang gelap…” (2 Pet 1:19). Membaca, mempelajari, dan merenungkan Sabda harus mengalir ke dalam kehidupan selalu setia pada Kristus dan ajaranNya.12
  • Apakah lectio divina itu? Lectio Divina: Pembacaan ilahi Pembacaan Kitab Suci yang direnungkan dengan tujuan: Berdoa dari Kitab Suci Hidup dari Sabda Allah
  • KEHIDUPANMELAKSANAKANKEHENDAK TUHAN
  • Dalam Lectio Divina KEHIDUPAN 4. CONTEMPLATIO 5. ACTIO
  • Tahap-tahapDALAM PERTEMUAN2. Lectio3. Meditatio4. OratioDALAM KEHIDUPAN2. Contemplatio3. Actio
  • 1. LECTIO Membaca teks untuk memahami apa yang dikatakan oleh teks Dalam kelompok KS: pemandu membacakan dan memberi penjelasan atau berdiskusi untuk memahami isi teks
  • 2. MEDITATIOa. Menemukan arti teks dan menerapkannya pada diri sendiri.Hening, mata terpejam, merenung: Membayangkan peristiwa yang diceritakan/ mengingat kembali isi teks Mencari: “Pesan apa yang saya pelajari dari Firman yang baru direnungkan?” Apa peran pesan itu bagi saya? Misalnya: mengingatkan, menegur, menguatkan, menghiburb. Berbagi pesan. Membagikan kpd peserta lain.
  • Apa yang disharingkan?1. Pesan Teks untuk  Contoh: diri saya 1. Yesus memberikan teladan2. Peran dari Pesan dalam menolong: orang itu untuk saya. yang mau menolong mulai Misalnya: dari melihat, tergerak hati, mengingatkan, dan melakukan menegur, pertolongan. menguatkan, 2. Pesan Yesus ini menghibur mengingatkan saya karena selama ini saya hanya melihat dan tergerak oleh belas kasihan, tetapi jarang mau memberikan pertolongan.
  • 3. ORATIO Doa yang digerakkan dan diilhami oleh Firman Tanggapan saya atas Firman yang baru saya dengarkan Bentuk: pujian, syukur, permohonan, dsb Contoh: Allah Bapa mahakasih, anugerahkan belas kasih dalam diri kami agar mampu memberikan pertolongan yang nyata kepada sesama yang mengalami kesulitan. Ditutup dengan “Bapa Kami”
  • 4. CONTEMPLATIO Hidup di hadirat Allah Menjalani kehidupan sambil memandang Allah Selalu menyadari bahwa Allah selalu bersama saya dan Sabda-Nya menggemba di dalam diri saya
  • 5. ACTIO Melaksanakan firman Allah yang telah didengarkan. Menjalani hidup sesuai kehendak Allah.
  • 23
  • Hari Sabat, Yesus datang ke rumah seorang pemimpin Farisi untuk makan bersama. Orang Farisi dan para ahli Taurat mengamat-amati Yesus.  Mencari-cari kesalahan Yesus → tidak bersahabat  Kembali menyembuhkan (Luk 6:6-11, Luk 13: 10-17)  Yesus ancaman dan musuh berbahaya → banyak pengikut24
  •  Tiba-tiba seorang sakit busung air berdiri di hadapan Yesus.  Aneh: orang sakit dan najis!  Suatu perangkap?  Tahu pikiran jahat mereka,Yesus bertanya, “Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”  diam, takut salah jawab  “boleh” = membenarkan pelanggaran  “tidak boleh” = membatasi perbuatan baik  Yesus tetap menyembuhkan25
  • Yesus : “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik keluar …?”  Mereka membawa ternak ke tempat minum pada hari Sabat (Luk 13:15)  Kalau ternak mereka jatuh ke dalam sumur, niscaya mereka akan diselamatkan. Kalau hewan saja ditolong, apalagi manusia! Yesus menunjukkan semangat Sabat yang sebenarnya  anugerah Tuhan untuk manusia (Kel.16:21-30, Mrk.2: 27)  bukan hambatan untuk mengasihi26
  • 1. Yesus menegur orang Farisi serta Tuhan Yesus, berikanlah memutuskan untuk tetap kepada kami kepekaan, menyembuhkan orang sakit busung keberanian dan kekuatan di air pada hari Sabat . dalam kehidupan kami Tindakan Yesus ini telah sehari-hari baik di rumah, menyadarkan saya betapa di kantor maupun di dalam pentingnya mengutamakan Kasih di hidup menggereja kami, dalam pekerjaan dan pelayanan agar kami lebih saya sehari-hari kendati harus mengutamakan perbuatan menghadapi resiko dipersalahkan kasih sekalipun untuk itu dan dimusuhi. kami harus menempuh resiko yang mungkin tidak menyenangkan.27
  • 1. Orang Farisi gagal memahami Ya Tuhan, bantulah kami tindakan Yesus yang agar kami sanggup menyembuhkan orang sakit busung mengakui dan mengoreksi air pada hari Sabat karena prinsip-prinsip dan mempertahankan peraturan dan kehendak-kehendak kami pandangan yang keliru mengenai yang keliru dan berilah hari Sabat. kami kesabaran untuk mau Sabda Yesus ini telah mengingatkan menerima dan mencoba saya untuk tidak keras hati memahami maksud baik mempertahankan dan memaksakan dari sesama kami. pandangan saya yang belum tentu benar kepada orang lain, terutama kepada mereka yang bermaksud baik.28
  • 29
  •  Yesus turun gunung, Gunung Tabor para murid sedang bersoal jawab dengan para ahli Taurat.  Seseorang mempunyai anak yang kerasukan roh jahat, yang telah menyebabkan anaknya bisu dan tuli.  Ia membawanya kepada murid-murid Yesus dan meminta mereka mengusir roh jahat itu.30
  • Anak Yang Kerasukan, Murid Yang Gagal  Para murid tidak dapat mengusir roh itu padahal mrk telah menerima kuasa mengusir setan dari Yesus (Mrk. 3:14-15) dan orang banyak telah melihat mereka berhasil mengusir banyak setan (Mrk. 6:6b-13).  Yesus kecewa terhadap murid- murid-Nya. Dari perkataan Yesus tersirat bahwa kegagalan mengusir roh itu karena ketidakpercayaan para murid.  Yesus menyuruh mereka membawa anak yang kerasukan roh jahat itu kepada-Nya, karena Ia sendiri yang akan mengambil tindakan.31
  • Yesus Mengusir Roh Jahat  Sang ayah: “...jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”  Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat?” “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”  Yesus menegur keras roh jahat itu dan memerintahkannya keluar dari anak itu  Roh itu pun pergi sambil berteriak dan menggoncang- goncangkan anak itu dengan hebat.  Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya.32
  • Kekuatan Doa  Para murid bertanya mengapa mereka tidak bisamengusir roh itu.  Yesus: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa”.  Mereka telah diberi kuasa untuk mengusir roh jahat, tetapi tidak dapat digunakan secara mekanis.  Ketika Allah bekerja melalui seseorang , tetapi semua bergantung pada kuasa Allah.  Doa mengungkapkan ketergantungan manusia pada Allah dan kepercayaan pada-Nya.  Para murid gagal karena terlalu percaya diri dan kurang menaruh kepercayaan kepada Allah.33
  •  Yesus kepada sang ayah “ Tidak  Tuhan, berikanlah kami ada yang mustahil bagi orang yang iman yang sejati , agar saya percaya.” Melalui ayat ini, Tuhan selalu menyerahkan seluruh mengingatkan saya untuk selalu hidup saya pada kuasa-Mu, percaya dalam segala rencana sehingga segala rencana-Mu Tuhan hidup saya. sungguh terjadi dalam hidupku. • Ketika Yesus, mengatakan bahwa • Tuhan, ajarilah kami selalu jenis ini hanya dapat diusir kecuali untuk dapat menyediakan dengan berdoa. Dalam hal ini, saya waktu yang terbaik bagi-Mu diingatkan Tuhan untuk selalu agar dapat menjalin relasi berdoa sehingga saya hanya yang baik dengan-Mu mengandalkan Tuhan dalam setiap melalui doa saya. masalah bukan kekuatan sendiri.34
  • 35
  •  Mukjizat mengutuk pohon ara merupakan lambang kenabian(1Raj. 11: 26-32),  Harus dipahami dalam kaitannya dengan perikop sebelumnya, penyucian Bait Allah (Mat. 21:12-17). Tempat Penyucian Bait Allah orang2 berdagang  Ketika masuk Bait Allah, Yesus mendapati halaman Bait Allah penuh orang yang berdagang.  Ia mengusir mereka. “Rumah-Ku seharusnya menjadi rumah doa, tetapi kamu telah merubahnya menjadi Bait Allah sarang penyamun.”36
  • Pohon Ara Mengutuk Pohon Ara  Ketika berjalan kembali ke Yerusalem, Yesus merasa lapar.  Ia melihat pohon ara dan berharap mendapatkan buah ara untuk dimakan.  Ia tidak menemukan apa-apa karena memang bukan musimnya (bdk. Mrk 11:13).  Ia mengutuk pohon ara itu  menjadi kering. Mengapa?  Banyak perayaan dilangsungkan dan banyak kurban dipersembahkan, tetapi Buah Ara umat tidak melakukan kehendak Allah.  Seperti pohon ara itu dikutuk dan menjadi kering, demikianlah Bait Allah akan dihancurkan. dan tidak dapat dipergunakan lagi untuk beribadah.  70 M, oleh pasukan Romawi.37
  • Bukit Zaitun  Kekuatan Iman  “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong- konyong menjadi kering?”  Yesus mengingatkan bahwa mereka dapat melakukan apa yang telah Laut Mati dilihat dari Bukit Zaitun diperbuat-Nya, asalkan percaya kepada-Nya dan tidak bimbang.  Bahkan, jika para murid berkata kepada gunung ini, “Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal itu akan terjadi.”38
  •  Dengan mengutuk pohon ara, Yesus  Tuhan Yesus, berilah kami mengingatkan bahwa ibadah di Bait hati yang tulus dalam Allah bukan jaminan keselamatan. Ia pelayanan, tidak memiliki mengharapkan buah dari ibadah berupa motivasi mencari tindakan kasih yang nyata kepada sesama. Hal ini menyadarkan saya keuntungan pribadi. Berilah bahwa ibadah yang saya lakukan selama saya kekuatan agar dapat ini, harus diwujudkan dalam tindakan melakukan tindakan kasih kasih kepada sesama. kepada sesama. • Yesus menegur para murid yang • Tuhan Yesus, kuatkanlah kurang percaya dan mudah bimbang. selalu iman kami agar kami Saya menyadari bahwa saya sama selalu percaya dan seperti para murid yang sering mengandalkan Engkau bimbang terutama apabila doa-doa permohonan saya belum dikabulkan. dalam kehidupan saya Saya harus memiliki iman kepada Yesus karena tidak ada yang yang mempunyai kuasa atas alam mustahil bagi-Mu. semesta dan kehidupan.39
  • 40
  • Duka Seorang Janda  Yesus diikuti banyak orang Kota Nain berjalan dari Kapernaum ke Nain.  Yesus berjumpa dengan rombongan orang yang mengantar jenazah anak tunggal seorang janda.  Menurut orang Yahudi, anak laki-laki merawat orangtua dan menjadi jaminan hari tuanya  Kematian anak itu membuat si ibu kehilangan Kuburan Yahudi kuno segala-galanya.41
  • Tuhan Membangkitkan Anak Si Janda  Tuhan tergerak oleh belas kasihan .  Dia adalah pemilik kehidupan yang berkuasa untuk membangkitkan orang mati.  Ia mendekati usungan dan menyentuhnya. Menyentuh usungan jenazah itu najis (Bil 19:11), tetapi bagi Yesus belas kasih lebih utama daripada peraturan.  Ia berkata kepada anak yang sudah meninggal itu, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”  Anak itu bangun, duduk, dan berbicara.42
  • Tanggapan Orang Banyak  Melihat perbuatan Yesus yang membangkitkan anak muda itu, orang banyak mengakui Dia sebagai nabi besar,.  Kehadiran Tuhan yang berkarya menimbulkan keinginan orang untuk memuliakan Allah.  Pembangkitan orang mati itu memberikan bukti kepada mereka bahwa Allah bukanlah Allah yang jauh duduk di atas tahta-Nya, melainkan Allah yang datang menyelamatkan manusia.43
  •  Tuhan melihat janda itu, lalu  Tuhan yang berbelas kasih, tergeraklah hati-Nya oleh belas karuniakanlah kepekaan kasihan. Melalui kejadian ini, saya kepada kami dan kekuatan diingatkan agar senantiasa berbelas untuk menjadi saluran kasih terhadap sesama, tidak hanya kasih-Mu dalam tindakan melalui kata-kata, tetapi dalam kepada sesama. tindakan nyata. • Seorang nabi besar telah muncul • Tuhan yang maha kuasa, ditengah-tengah kita dan Allah mampukanlah kami untuk telah menyelamatkan umat-Nya. merasakan kehadiran-Mu di Tuhan telah menyadarkan saya setiap waktu sepanjang hari bahwa Dia selalu hadir dalm di hidup kami dan biarlah kehidupan sehari-hari. hidup kami merupakan cermin dari kehadiran-Mu.44
  • MUKJIZAT ITU NYATA  Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan  Semua telah Kau lakukan  Apa yang kelihatan mustahil bagiku  Itu sangat mungkin bagi-Mu:  Disaat ku tak berdaya  Kasih-Mu yang sempurna  Ketika ku percaya  Mukjizat itu nyata  Bukan karna kekuatan  Tapi Roh-Mu, ya Tuhan  Ketika ku percaya  Mukjizat itu nyata45
  • AKU DENGAR BISIKAN SUARA-MU  Aku dengar bisikan suara-Mu  menggema lembut didalam batinku  Sungguh Engkau sahabat-Ku  jikalau engkau menaati perintahku  Reff.  Pergilah dan sebarkanlah kabar sukacita-Ku  Sampai akhir zaman, Aku sertamu  Bukanlah engkau yang memilih-Ku  melainkan Aku yang memilihmu  Kini aku serahkan tugas  supaya engkau menghasilkan buah limpah46