Your SlideShare is downloading. ×
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

JANGAN PUASA! Jika Anda Bukan Orang Beriman (Revisi 1)

3,130

Published on

2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
3,130
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
133
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 1
  • 2. KATA PENGANTARAlhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah, pencipta, pemilik, penguasa danpemelihara alam semesta, yang kepadaNya saja kita berbakti dan memohon pertolongan,yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan buku kecilini. Hanya karena kehendak dan izinNya, buku dengan judul : JANGAN PUASA! Kalau AndaTidak Beriman ini dapat terbit pada bulan Sya’ban 1433 H.Buku ini merupakan kumpulan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang penulis lakukan dalambeberapa tahun bulan Ramadhan di berbagai Masjid dan kesempatan. Kalau disampaikandalam kultum, materi bersifat acak, maka penulis mencoba merangkainya menjadi suatukesatuan yang diharapkan dapat dipahami secara komprehensif dan integral sebagaireferensi untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sesuai sunnah dan tuntunanRasulullah Muhammad SAW.Penulis sengaja memberikan judul : JANGAN PUASA! Kalau Anda Tidak Beriman, denganharapan dapat dipahami dialektikanya : ANDA WAJIB BERPUASA KALAU ANDA BERIMAN!Karena berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis, puasa kita yang sudah berjalanbertahun-tahun, bahkan berpuluh tahun, belum dapat mengantarkan kita pada kedudukantaqwa yang dijanjikan Allah. Hal ini dibuktikan dengan tata sosial kehidupan kita yangbelum sesuai dengan yang digambarkan dalam Al Qur’an maupun dicerminkan dalam tatasosial kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabatnya.Buku ini diharapkan dapat menjadi cermin khususnya bagi penulis dan keluarga, serta kitasemua agar bisa menjalankan puasa dengan dasar iman, berpedoman pada tuntunan NabiSAW sehingga dapat mencapai ketaqwaan yang menjadi tujuan puasa. Buku ini sekedarmenjadi bahan muhasabah kita, dengan harapan dapat bermanfaat.Kritik dan masukan untuk perbaikan isi buku ini di masa yang akan datang sangatdiharapkan.Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukungterbitnya buku ini, disertai permohonan maaf jika terdapat kekeliruan dan mohonampunan kepada Allah jika terdapat kesalahan di dalam buku ini.Billahi Taufiq wal HidayahBekasi, 17 Sya’ban 1433Aji NgumboroJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 2
  • 3. DAFTAR ISIPENDAHULUAN ……………………………………………………….. 5SASARAN DAN TUJUAN PUASA ……………………………………………………….. 6KARAKTER ORANG BERIMAN ……………………………………………………….. 8TANDA-TANDA ORANG BERIMAN ……………………………………………………….. 9KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAANORANG BERIMAN ……………………………………………………….. 11SHALAT YANG KHUSYU ……………………………………………………….. 14MENGHINDARKAN DIRI DARIPERBUATAN SIA-SIA ……………………………………………………….. 17ZAKAT, INFAQ DAN SHODAQOH ……………………………………………………….. 19TIDAK BERZINA ……………………………………………………….. 22MENUNAIKAN AMANAT DANMEMENUHI JANJI ……………………………………………………….. 24HANYA ORANG BERIMAN YANG DAPATMENCAPAI TUJUAN PUASA ……………………………………………………….. 26HUKUM-HUKUM YANG BERKAITANDENGAN PUASA RAMADHAN ……………………………………………………….. 28KEKHUSUSAN DAN KEISTIMEWAANBULAN RAMADHAN ……………………………………………………….. 30NIAT PUASA ……………………………………………………….. 34MAKAN SAHUR ……………………………………………………….. 35BERBUKA PUASA ……………………………………………………….. 36HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA ……………………………………………………….. 38Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 3
  • 4. HAL-HAL YANG MERUSAK PUASA ……………………………………………………….. 41HAL-HAL YANG DIBOLEHKAN SAATBERPUASA ……………………………………………………….. 43SHALAT TARAWIH ……………………………………………………….. 46TADARUS AL QUR’AN ……………………………………………………….. 49LAILATUL QADAR ……………………………………………………….. 51I’TIKAF ……………………………………………………….. 53ZAKAT FITRAH ……………………………………………………….. 55SHALAT IDUL FITRI ……………………………………………………….. 57MERAIH KETAQWAAN DANMENGGENGGAM KEMULIAAN ……………………………………………………….. 61Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 4
  • 5. PENDAHULUANAlhamdulillah, Allah masih memberikan umur kepada kita saat ini, dan Insya Allah kitaakan bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh umatmanusia se dunia. Orang-orang yang beriman menunggu datangnya Ramadhan dengankegembiraan karena datang kesempatan yang luar biasa untuk mendapatkan berbagaikebaikan yang disediakan Allah untuk orang-orang beriman yang menjalankan ibadahpuasa, yakni barokah, rahmat, maghfirah dan pembebasan dari siksa neraka. Allah jugamenyediakan satu malam yang kebaikannya melebihi seribu bulan, dan puncaknya adalahpencapaian ketaqwaan.Dan pada kenyataannya bukan hanya orang-orang beriman yang menunggu datangnyabulan Ramadhan, mereka yang tidak beragama Islam dan juga tidak beriman kepada Allahdan hari akhirat pun ikut bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kita bisamenyaksikan banyaknya pusat-pusat perbelanjaan (yang notabene tidak dimiliki olehorang Islam) yang mulai memasang spanduk ucapan Selamat Datang Ramadhan.Mereka bergembira karena dengan datangnya bulan Ramadhan berarti omzetpenjualannya akan naik berkali lipat. Mereka pun menawarkan berbagai bonus dan diskonyang menarik. Demikianlah, para pengabdi ekonomi pun menyambut Ramadhan dengankegembiraan.Bagaimana dengan kita? Apakah kita bergembira menyambut bulan Ramadhan kali ini?Apa yang membuat kita gembira? Apakah diskon dan bonus besar-besaran dari super mall?Atau dengan datangnya Ramadhan, berarti THR yang ditunggu-tunggu segera tiba?Aha! Sudah berapa kali kita ketemu dengan bulan Ramadhan? Sudah berapa kali kitaberpuasa Ramadhan? 5 kali, 10 kali, 20 kali ? Apa yang kita dapat dari Ramadhan demiRamadhan yang telah kita jalankan? Adakah kita pernah mengevaluasi hasil yang kitaperoleh setiap Ramadhan? Jangan-jangan kita hanya dapat lapar dan dahaga saja. Kualitaskehidupan kita tidak pernah meningkat padahal sudah berpuluh tahun kita menjalankanpuasa Ramadhan?Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, dan mencoba dengan segala upayameraih ketaqwaan, menggapai kemuliaan dan menggenggam kehidupan yang bahagia didunia dan akhirat dengan amaliah puasa Ramadhan, saya mengajak untuk bertafakur,tadabur, dan muhasabah.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 5
  • 6. SASARAN DAN TUJUAN BERPUASAKalau selama ini kita menjalankan puasa Ramadhan sebagai suatu kewajiban rutin setahunsekali yang harus dilakukan sebulan penuh, ada baiknya kita pikirkan kembali perintahAllah yang terkait dengan kewajiban berpuasa :               “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimanadiwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS 2 : 183)Membaca ayat di atas, kita secara jelas dapat memahami bahwa Allah menyeru kepadaorang-orang yang beriman, jadi yang menjadi target atau sasaran perintah Allah hanya danhanya untuk orang-orang yang beriman. Allah tidak memerintahkan berpuasa kepadamanusia secara umum (yaa ayyuhaannaas) atau bahkan orang Islam sekalipun (yaaayyuhal muslimiin), tetapi, sekali lagi hanya untuk orang-orang yang beriman.Kewajiban yang diperintahkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman itu adalahpuasa. Dan menurut Allah kewajiban puasa ini juga telah diwajibkan kepada orang-orangberiman yang terdahulu.Allah juga secara tegas menyatakan bahwa tujuan dari kewajiban puasa adalah agar orang-orang yang beriman yang menjalankan kewajiban puasa tersebut menjadi bertaqwa.Sebagai gambaran, perintah tersebut dapat dimisalkan perintah seorang prajurit untukbertempur agar dapat naik pangkat. Di sini sang komandan akan memerintahkan kepadaprajurit kira-kira :“Hai prajurit, bertempurlah kamu agar kamu dapat naik pangkat!”Nah, kalau anda bukan prajurit, tetapi anda bertempur, apakah anda dapat naik pangkat ?Selama anda tidak terdaftar sebagai prajurit, maka anda tidak akan pernah dapat naikpangkat, meskipun anda bertempur sampai mati! Tentu untuk menjadi seorang prajuritanda harus memiliki persyaratan-persyaratan tertentu.Hal inilah yang mestinya menjadi bahan evaluasi awal, jika kita menyadari bahwa puasayang telah kita lakukan selama berpuluh-puluh tahun ternyata tidak menyebabkan kitameraih derajat ketaqwaan yang dapat diwujudkan dalam bentuk kualitas kehidupan kita didunia ini. Dari tahun ke tahun puasa kita tidak menambah amal saleh kita, bahkankebiasaan-kebiasaan buruk pun tetap saja kita jalankan. Kita mestinya mempertanyakanJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 6
  • 7. keimanan kita. Apakah kita sudah benar-benar layak untuk disebut sebagai orang beriman?Apakah kita sudah masuk daftar sebagai orang beriman yang diseru Allah untuk berpuasa?Jangan-jangan kita belum terdaftar sebagai orang yang beriman, sehingga kita tidak dapatmencapai tujuan puasa, yakni menjadi orang yang bertaqwa.Lantas kepada siapa kita mesti bertanya apakah kita sudah termasuk dalam daftar orang-orang yang beriman atau belum? Terus apa syarat agar kita terdaftar sebagai orang yangberiman, sehingga layak memenuhi perintah Allah untuk berpuasa agar mencapaiketaqwaan? Insya Allah hal ini akan dibahas dalam bab tersendiri tentang Ciri-ciri orangberiman, sehingga anda bisa menilai diri anda sendiri. Karena yang mengetahui keimananseseorang hanyalah diri sendiri dan Allah.Sebaliknya kalau kita sudah yakin dengan keimanan kita, mengapa kita tidak jugamengalami perbaikan kualitas hidup dengan ketaqwaan, padahal kita sudah melaksanakanibadah puasa Ramadhan puluhan kali. Maka pertanyaannya adalah apakah kita sudah tahutujuan mencapai ketaqwaan yang dikehendaki oleh Allah dalam perintahnya itu?Saya yakin jika kita memang benar-benar beriman dan melaksanakan ibadah puasa sesuaidengan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, niscaya derajat ketaqwaan dapatkita raih. Dengan meraih ketaqwaan berarti kita meraih kemuliaan, dan dengan kemuliaanyang kita miliki Allah menjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat.Persoalan berikutnya jika kita sudah yakin tentang keimanan kita dan memahami tujuanberpuasa, tetapi kita tetap tidak dapat mencapai tujuan puasa kita, maka kita harusmengevaluasi, sudah benarkah puasa kita? Sudah tahukah kita ilmu berpuasa yangdiajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW? Atau jangan-jangan puasa kita sekedarmengikuti kebiasaan yang ada?Karena itu, kajian muhasabah kita untuk bulan Ramadhan sesungguhnya hanya meliputi 3hal, yakni : 1. Apakah kita sudah termasuk dalam daftar orang beriman yang memiliki kewajiban berpuasa? 2. Apakah ibadah puasa yang kita lakukan dalam bulan Ramadhan sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW? 3. Apakah kita sudah memahami bentuk manusia bertaqwa yang menjadi tujuan diwajibkannya berpuasa?Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 7
  • 8. KARAKTER ORANG BERIMANUntuk mengetahui apakah kita termasuk orang beriman yang diseru Allah untuk berpuasa,tentu kita harus tahu seperti apa karakter orang yang beriman. Karakter itu meliputi sosok,tampang, sikap, sifat dan perilaku. Misalnya kita diminta bermain sinetron atau dramamemerankan karakter seorang guru, tentu yang tergambar dalam pikiran kita adalah sosokyang berpenampilan sederhana tapi rapi, berwibawa tapi bersahabat, disiplin tapi sabar,pintar, serba tahu dan sebagainya. Begitu juga jika kita membayangkan karakter prajurit,maka yang tergambar adalah sosok yang gagah berani, tegas, cekatan, kuat, berseragamhijau, berpakaian rapi, disiplin, semangat, patuh kepada atasan.Lantas, jika anda diminta untuk memerankan karakter seorang yang beriman, apakah yangtergambar dalam pikiran anda? Apakah sosok dengan jubah putih, bersurban, berjenggotlebat, ada tanda hitam bekas sujud di dahi, mulutnya selalu berdzikir, dengan tasbih ditangan, fasih membaca Al Qur’an, wajahnya cerah karena selalu terkena air wudhu?Bagaiamana dengan karakter anda sendiri, apakah seperti itu? Kalau tidak seperti itu,apakah berarti kita bukan golongan orang yang beriman?Siapakah orang-orang beriman yang diseru Allah untuk melaksanakan kewajibanberpuasa? Apakah kita sudah termasuk dalam daftar orang beriman yang memilikikewajiban berpuasa itu? Kita tidak bisa bertanya kepada siapa pun untuk mengetahuiapakah kita termasuk orang yang beriman atau tidak, kecuali kepada diri kita sendiridengan mengacu kepada syarat-syarat dan cirri-ciri orang beriman sebagaimana dijelaskanAllah dalam Al Qur’an atau kisi-kisi yang diberikan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalamhadits-hadits shoheh. Dan untuk memahami karakter orang beriman kita bisa mempelajarisejarah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang telah dijamin Allah akan memasukisurgaNya, sebagai bench mark dan best practice orang beriman.Nabi Muhammad adalah karakter sempurna orang yang beriman, karena keagunganakhlaknya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah gambaran dari implementasi ajaran AlQur’an sehingga Allah menyampaikan :                  “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamatdan Dia banyak menyebut Allah.” (QS 33 : 21)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 8
  • 9. TANDA-TANDA ORANG BERIMANSebelum kita sampai pada karakter utuh sosok pribadi yang beriman, tentu kita dapatmelihat tanda-tanda atau cirri-ciri orang beriman. Allah menggambarkan dengan jelasbeberapa tanda orang beriman, antara lain sebagaimana firmanNya :                                                                 “ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yangkhusyu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatandan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, danorang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka ataubudak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiadatercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yangmelampaui batas, dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yangdipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya, merekaitulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus.mereka kekal di dalamnya. (QS 23 : 1 – 11)Dari ayat Allah di atas jelas bahwa di antara tanda orang beriman adalah orang yangkhusyu dalam sholatnya, menghindari perbuatan/perkataan yang tidak berguna,menunaikan zakat, tidak berzina atau melakukan penyimpangan seksual, menjaga danmelaksanakan amanat, serta menjaga sholatnya.Dengan parameter tersebut kita dapat mengukur diri kita : sudahkah kita khusyu dalamsholat kita? Sudahkah kita menghindari perbuatan/perkataan yang tidak berguna?Sudahkah kita menunaikan zakat? Apakah kita tidak berzina atau melakukanpenyimpangan seksual? Apakah kita selalu menjaga dan melaksanakan amanat? Apakahkita selalu menjaga sholat kita?Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 9
  • 10. Allah mempersilakan kita untuk melakukan self assessment , melakukan penilaianterhadap diri sendiri secara jujur dengan parameter yang disediakan Allah. Jika kitamemang benar-benar orang beriman, maka Allah member tanda yang dapat kita rasakan :                 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allahgemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah imanmereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS 8 : 2)Ya, kalau kita benar-benar beriman, niscaya hati kita bergetar ketika mendengar namaAllah disebut, atau ketika kita mengingat nama Allah, karena cinta kita kepada Allah.Sebagaimana hati kita bergetar ketika nama seseorang yang kita cintai disebutkan, dansemestinya lebih dari itu.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 10
  • 11. KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN ORANG BERIMANSekarang marilah kita coba telaah satu persatu tanda-tanda orang beriman sebagaimanadisebutkan oleh Allah dalam Surat Al Mu’minun ayat 1 – 11, semoga dapat menjadi cermindan ukuran bagi kita. Apakah kita layak dan pantas masuk dalam golongan orang beriman.Ayat ke satu Surat Al Mu’minun menegaskan eksistensi yang dijamin oleh Allah kepadaorang yang beriman, yakni keberuntungan, kemenangan, kesuksesan dan kebahagiaan :    “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,” (QS 23:1)Allah sudah menetapkan bahwa orang yang beriman pasti akan mendapatkankeberuntungan atau kemenangan, yaitu kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia danakhirat. Banyak sekali ayat Al Qur’an yang menggambarkan tentang hal ini, antara lain :                         “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orangNasrani dan orang-orang Shabiin[56], siapa saja diantara mereka yang benar-benarberiman kepada Allah[57], hari kemudian dan beramal saleh[58], mereka akanmenerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dantidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:62)                   “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikanshalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak adakekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (2:277)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 11
  • 12.                            “Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, Maka Allah akanmenyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian darikarunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, Maka Allahakan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akanmemperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.” (QS4:173)                “Dan tidaklah Kami mengutus Para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabargembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakanperbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula merekabersedih hati.”(QS 6:48)Dari ayat-ayat di atas, coba kita tanyakan pada diri kita sendiri : apakah kita sudahterbebas dari rasa khawatir dan kesedihan? Apakah hidup kita sudah penuh denganoptimisme dan kebahagiaan? Ataukah justru sebaliknya, kita selalu dibayangikekhawatiran, pesismisme, dan kesedihan? Karena orang-orang yang beriman dijaminkesejahteraan, kesuksesan dan kebahagiaan oleh Allah, di dunia ini dan juga di akhiratnanti.Dari pribadi-pribadi yang beriman, yang berada di suatu negeri Allah menyatakan :                                       Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 12
  • 13. “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu danmengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikanmereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orangsebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agamayang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetapmenyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. danBarangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orangyang fasik.(QS 24:55)                  “Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kamiakan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi merekamendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkanperbuatannya.” (QS 7:96)Namun apa yang kita saksikan sekarang? Apakah kita sudah mendapatkan kekuasaan itu,atau justru kita berada di bawah kekuasaaan orang lain? Apakah kita mendapatkanlimpahan berkah dari langit dan bumi, ataukah justru seballiknya, berbagai bencana datangsilih berganti?Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 13
  • 14. SHALAT YANG KHUSYUDalam bab terdahulu disebutkan bahwa tanda pertama orang beriman adalah khusyudalam sholatmya.      “Yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya,” (QS 23:2)Bagaimana dengan kita? Apakah sholat kita sudah khusyu? Seperti apakah sholat yangkhusyu itu?Jika kita sholat di masjid, kita melihat banyak sikap orang dalam sholat. Ada yang ketikaberdiri berniat sholat membaca niatnya dengan tegas, mantap dan keras, kemudian ketikatakbiratul ihram (mengangkat tangan dan membaca Allahu Akbar) dengan gerakan sepertisaat langkah tegap pada saat baris berbaris. Selanjutnya terlihat berkonsentrasi penuh,memejamkan mata atau pandangan lurus fokus ke sajadah.Ada juga orang yang sholat ketika berdiri kadang bergoyang kanan kiri, garuk-garuk danseterusnya. Seperti apakah sholat anda? Yang manakah sholat yang khusyu?Allah berfirman :                  “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikianitu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (yaitu) orang-orang yangmeyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembalikepada-Nya.”(QS 2:45-46).Sholat adalah salah satu bentuk komunikasi manusia dengan Allah. Sholat diperintahkanoleh Allah pada saat Rasulullah Muhammad SAW diundang oleh Allah untuk hadir keSidrotil Muntaha, yang kemudian diperingati sebagai Isra Mi’raj. Sebelum mendapatperintah Sholat, Nabi Muhammad sedang dirundung suasana dukacita, karena wafatnyaistri tercinta Siti Khatijah RA, dan juga wafatnya Abu Thalib, yang meskipun sampai akhirhayatnya tidak beriman kepada Allah dan RasulNya, tetapi selalu menjadi pembela NabiMuhammad di hadapan kaumnya.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 14
  • 15. Dalam perjalanannya sebelum sampai di hadapan Allah SWT, Nab Muhammadmendapatkan gambaran berbagai kejadian terkait dengan kehidupan manusia di masayang lalu maupun di masa yang akan datang, termasuk kehidupan manusia di akhirat, yangsemuanya tidak terlepas dari keagungan Allah sebagai pencipta dan pemelihara alamsemesta, serta rahmat dan kasih sayangnya kepada manusia. Maka sholat yang khusyuberkaitan dengan kesadaran dan keyakinan bahwa sholat adalah cara kita dapat bertemudengan Allah, karena kita pasti akan kembali ke haribaanNya, sehingga buah dari sholatyang khusyu adalah karakter yang unggul dalam setiap langkah dan tindakan kita.Dengan latar belakang perintah sholat seperti itu, apa yang ada dalam pikiran anda?Apakah sholat merupakan suatu beban kewajiban, ataukah suatu metode untuk refreshingyang dibutuhkan oleh seluruh manusia? Jika anda melhat sholat sebagai beban kewajibansemata, maka dipastikan anda tidak akan pernah dapat sholat dengan khusyu! Karena andamelakukan sholat dengan terpaksa, atau setidak-tidaknya hitungan menggugurkankewajiban.Namun sebaliknya jika anda melihat sholat sebagai kebutuhan seorang manusia untukrerfreshing dan berkomunikasi dengan Allah, maka anda akan dapat melakukan dengankhusyu, karena anda membutuhkan sholat itu. Hal ini dapat terjadi jika kita meyakinibahwa dengan sholat kita bertemu dengan Allah, berbicara dengan Allah dan memintapertolongan kepada Allah. Kita juga yakin kita berasal dari Allah, dan akan kembalikepadaNya.Rasulullah Muhammad SAW setiap datang waktu shalat memanggil sahabat Bilal danmeminta : “Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat!” . (HR Abu Daud). Bilal pun kemudianmengumandangkan adzan, seruan tanda waktu sholat. Dan jadilah waktu sholat nabiMuhammad dan para sahabat sebagai waktu yang dinanti-nantikan di tengah berbagaikesibukan dan kepenatan orang bekerja atau melakukan kegiatan lain yang melelahkan!Jadi sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah untukkepentingan manusia. Allah mengundang Nabi Muhammad untuk Isra Mi’raj sebagai saranauntuk menghibur dan refreshing setelah ditimpa berbagai beban can cobaan dalamperjuangannya. Mestinya kita memandang sholat sebagai Mi’raj kita kehadapan Allahsehingga menjadi alat untuk mengembalikan kesegaran dan kekuatan jiwa dan raga kita.Sholat yang diajarkan Islam pada hakikatnya adalah suatu instrument yang dicari olehbanyak manusia untuk mendapatkan kekuatan jiwa dan raga. Persemedian atau yoga,sebagai contoh adalah upaya untuk dapat mengembalikan kesegaran pikiran manusiaJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 15
  • 16. untuk dapat berbuat lebih baik. Dan sholat yang diajarkan oleh Islam memiliki makna dankekuatan yang jauh lebih besar daripada semedi atau yoga.Lantas, shalat khusyu seperti apakah yang dimaksud dalam Surat Al Mu’minun ayat 2?Tentu sholat yang membuat pelakunya merasakan ketentraman, kenyamanan, passion,kesungguhan ketika melakukannya, dan memiliki dampak positif dalam perilaku sehari-hari. Shalat yang tidak memiliki dampak positif bagi pelakunya sudah pasti bukan sholatyang khusyu, bahkan hal ini diingatkan oleh Allah menjadi suatu kecelakaan.Tindakan keseharian orang yang khusyu dalam sholat dipastikan akan berdampak positifdan bermanfaat bagi dirinya, maupun bagi orang lain dan juga lingkungan sekitarnya.Sebab kalau tidak demikian, maka kita termasuk orang yang celaka, meskipun kitamenjalankan sholat wajib 5 kali sehari semalam, sholat sunah rawatib dan sholat sunahlainnya, sebagaimana firman Allah               “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalaidari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan)barang berguna.” (QS 107: 4 – 7)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 16
  • 17. MENGHINDARKAN DIRI DARI PERBUATAN SIA-SIACiri-ciri kedua orang yang beriman adalah menghindarkan diri dari perkataan danperbuatan yang tidak bermanfaat :      “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiadaberguna” (QS 23 : 3)Jika anda sudah melakukan shalat dengan khusyu, dijamin anda tidak akan pernahmelakukan perkataan atau berbuatan yang sia-sia atau tidak bermanfaat. Namunsebaliknya, jika anda masih suka berbicara atau melakukan hal-hal yang tidak berguna,atau bahkan merugikan orang lani, berarti sholat anda belum khusyu.Allah berfirman :                         “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dandirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan)keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamukerjakan.”(QS 29:45)Sikap keji dan munkar adalah merupakan tindakan yang sia-sia, tidak bermanfaat, bahkancenderung merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya sikap elegan dan terpuji,membangun dan selalu melakukan perbaikan adalah buah dari sholat yang khusyu.Sehingga Rasulullah Muhammad SAW banyak mengingatkan para sahabat dan pengikutnyadalam berbagai hadits sahih tentang orang beriman, yang dapat melakukan sholat yangkhusyu pasti menghindarkan diri dari perbuatan yang keji dan munkar."Demi Allah, tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman."Ditanyakan kepada beliau; "Siapa yang tidak beriman wahai Rasulullah?" beliaubersabda: "Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa aman dengan gangguannya."(HR Bukhori)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 17
  • 18. Berdasarkan hal tersebut, kita coba tanyakan pada diri kita sendiri : sudahkah tetangga kitamerasa aman dari gangguan kita? Sudahkah keberadaan kita lebih disukai oleh tetangga,teman, saudara kita daripada ketidak adaan kita di tengah-tengah mereka?Dalam hadits yang lain disebutkan : "Barangsiapa berimana kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia mengganggutetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya iamemuliakan tamunya dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhirhendaknya ia berkata baik atau diam." (HR Bukhori)Coba kita tanyakan pada diri kita : sudahkah kita memuliakan tamu kita? Sudahkah kitasenantiasa mengucapkan perkataan yang baik dan bermanfaat, atau lebih baik diam jikatidak dapat melakukannya?Rasulullah Muhammad SAW juga mengingatkan kita :"Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk ucapan yang paling dusta, danjanganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari kejelekan, saling menipu dalamjual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan janganlah saling membelakangi,dan jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR Bukhori)Apakah kita sudah dapat menghilangkan prasangka buruk? Apakah kita sudah bergauldengan benar? Apakah kita tidak suka mencari kejelekan orang lain? Apakah kita tidakcurang dalam bisnis kita? Apakah kita tidak dengki, suka memprovokasi?Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 18
  • 19. ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAHTanda-tanda orang berikutnya adalah membayar zakat :     “Dan orang-orang yang menunaikan zakat,”(QS 23:4)Zakat merupakan salah satu pilar dari pilar islam yang lima, Allah SWT. telah mewajibkanbagi setiap muslim untuk mengeluarkannya sebagai penyuci harta mereka, yaitu bagimereka yang telah memiliki harta sampai nishab (batas terendah wajibnya zakat) dantelah lewat atas kepemilikan harta tersebut masa haul (satu tahun bagi harta simpanandan niaga, atau telah tiba saat memanen hasil pertanian).Zakat merupakan perintah langsung Allah sebagaimana banyak terdapat pada Al Qur’an,antara lain :                   “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikanshalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak adakekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. 2 : 277 ).Juga firman-Nya:                       “Dan sesuatu riba (bunga) yang kamu berikan agar dia bertambah pada hartamanusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikanberupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yangberbuat demikian) itulah orang-orang yang dilipat gandaka”. (Q.S. 30 : 39 ) .Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 19
  • 20.                  “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secaratersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(Q.S. 2 : 274 ) .Dalam ayat lain Allah taala berfirman:                   “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkandan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu(menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi MahaMengetahui. (Q.S. 9 : 103 ) .Adapun hadist-hadits Nabi yang menjelaskan akan keutamaannya antara lain :Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu bahwa seorang Arab Badui mendatangi Nabishallallahu `alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah! beritahu aku suatuamalan, bila aku mengerjakannya, aku masuk surga?”, Beliau bersabda :“Beribadahlah kepada Allah dan jangan berbuat syirik kepada-Nya, dirikan shalat,bayarkan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadhan,” ia berkata,“Aku tidak akan menambah amalan selain di atas”, tatkala orang tersebut beranjakkeluar, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang ingin melihatseorang lelaki dari penghuni surga maka lihatlah orang ini” . (Muttafaq ’alaih)Allah SWT, adalah Dzat yang Maha Suci dan tidak akan menerima kecuali hal-hal yangSuci dan baik, demikian juga zakat, infaq dan shadaqah kecuali dari harta yang suci danhalal.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 20
  • 21. Rasulullah SAW bersabda: “ Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halallagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), makasesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kananNya kemudianAllah menjaga dan memeliharnya untuk Pemiliknya seperti seseorang di antarakalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebutmenjadi sebesar gunung.” Muttafaq ’alaih.Apakah kita sudah membayar zakat kita jika sudah mencapai nasab? Apakah kitamemberikan infaq dan shodaqoh karena harta kita belum mencapai nasab? Apakah zakat,infaq dan shodaqoh kita berasal dari sumber yang halal dan baik?Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 21
  • 22. TIDAK BERZINACiri-ciri berikutnya dari orang yang beriman adalah tidak berzina dan melakukanpenyimpangan seksual :                        “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri merekaatau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiadatercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yangmelampaui batas.” (QS 23 5-7).Kenikmatan hubungan seks adalah rahmat Allah kepada semua makhluknya untukmelanjutkan kelangsungan hidup mereka dengan memiliki keturunan. Dan manusia yangdiberikan oleh Allah kelebihan dibandingkan dengan makhluk yang lain, dengantanggungjawab sebagai khalifah sekaligus hamba Allah di muka bumi ini pun secara nalurimemiliki keinginan untuk berkembang biak. Namun manusia berbeda dengan binatangyang tidak mengenal hak dan kewajiban, sehingga kalau binatang bisa bebas berhubunganseks tanpa ikatan hak dan kewajiban, maka manusia dalam berhubungan seks harus diikatoleh hak dan kewajiban. Ikatan hak dan kewajiban inilah yang kemudian disebut sebagaipernikahan antara seorang lelaki dan perempuan.Bayangkan jika tidak ada hukum dan aturan pernikahan bagi manusia. Anda memiliki anakperempuan yang cantik, memikat hati setiap pria. Untuk suatu keperluan dia berjalan ditengah keramaian, ada pria yang terpikat oleh kecantikannya sehingga bangkit nafsubirahinya karena ingin memiliki keturunan yang cantik juga, apa yang terjadi?Relakah anda jika anak perempuan anda tersebut digauli oleh lelaki itu dan mengakui anakdari hasil hubungan tersebut sebagai cucu anda?Pernikahan adalah hal yang membedakan pola dan hasil hubungan seks antara manusiadengan binatang dan makhluk lainnya. Dengan pernikahan akan jelas garis keturunanseseorang, terkait dengan hak dan kewajibannya. Karena itu Allah mengatur tentangpernikahan dan waris di dalam Al Qur’an secara rinci dan gamblang agar dapat denganmudah dijalankan oleh manusia. Karena aturannya jelas dan mudah, maka konsekwensihukum jika melanggarnya pun menjadi berat.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 22
  • 23. Hukuman berat bagi penzina berupa rajam yang diberlakukan untuk penzina yang sudahbersuami atau beristri, dan hukuman cambuk bagi penzina yang masih lajang sebenarnyaditujukan untuk kepentingan manusia juga, yakni menjaga martabat serta hak dankewajiban antara orang tua dan anak. Apakah anda rela mewariskan kekayaan andakepada anak yang ternyata bukan anak anda?Karena itu Allah menjadikan orang yang tidak berzina sebagai salah satu ciri orangberiman.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 23
  • 24. MENUNAIKAN AMANAT DAN MEMENUHI JANJIAllah menjelaskan, cirri-ciri orang beriman yang selanjutnya adalah menunaikan amanatdan memenuhi janji      “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.”(23:8)Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa’ Ayat 58:                           “Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhakmenerimanya, dan jika kamu menetapkan hukum diantara manusia hendaklah kamuberlaku adil. Sesungguhnya Allah telah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknyakepadamu. Dan Allah Maha Medengar lagi Maha Melihat.” (QS 4:58)Ayat ini diwahyukan dalam keadaan yang sangat menarik. Seperti diketahui bahwasebelum penaklukan Makkah, kunci Baitullah (yakni Ka’bah) dipegang oleh Utsman binThalhah. Pada waktu penaklukan Makkah Nabi Muhammad SAW meminta Utsman binThalhah untuk menyerahkan kunci-kunci itu kepada beliau. Utsman pun menyerahkankunci-kunci itu dengan enggan/ogah-ogahan seraya berkata, “Ini amanat untukmu.”Kemudian Rasulullah SAW membuka pintu Ka’bah dan mengeluarkan semua berhala yangada di dalam Rumah Allah SWT itu. Pada waktu itu, Abbas RA (paman Rasulullah) dan AliRA meminta agar kunci-kunci itu disimpan oleh keluarga Rasulullah. Beliau tidakmemberikannya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Umar RA, Rasulullah SAW keluar dariBaitullah membacakan Ayat-58 Surat An-Nisaa’. Beliau mengembalikan kunci-kunci itukepada Utsman bin Thalhah. Hal ini mengejutkan Utsman, mengingat sebagai Penakluk,Rasulullah SAW bisa tetap menyimpan kunci itu selamanya. Utsman menjadi begitutergerak hatinya oleh perilaku Nabi Muhammad SAW dan serta merta memeluk Islam.Amanah adalah sesuatu yang dipercayakan kepada kita, untuk dilakukan, dijaga, atauJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 24
  • 25. disimpan. Karenanya, ia dapat berupa pesan, makhluk hidup atau harta benda. Bilakepercayaan itu sudah diletakkan di pundak kita, maka wajib bagi kita untuk menjaganya.Dalam Al-Qur’an disebutkan:            “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul(Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yangdipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS 8: 27).Selain titipan dari manusia lain, setiap pemberian Allah yang dititipkan kepada kita,termasuk tubuh, keluarga, dan harta benda yang kita miliki, juga merupakan amanat yangharus kita jaga dan pergunakan sebaik mungkin. Bahkan amanat yang paling kecilsekalipun akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Maka, kita memang tidakdapat menganggap remeh apa yang sudah dipercayakan kepada kita, sekecil apapun,apalagi sembarangan mengucap janji yang belum tentu bisa kita penuhi.Rasulullah saw. bersabda:Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlahberkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).Tiada beriman orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orangyang tidak menepati janji. (HR. Ad-Dailami).“Jika engkau miliki empat hal, engkau tidak akan rugi dalam urusan dunia: menjagaamanah, jujur dalam berkata, berakhlak baik, dan menjaga harga diri dalam (usaha,bekerja) mencari makan.“ (HR Ahmad).Sekarang, tanyakanlah kepada hati nurani kita : Apakah kita sudah dapat menunaikansetiap amanah yang diberikan kepada kita, serta memenuhi setiap janji kita? Memangbukan hal yang mudah untuk dapat bersikap amanah, tetapi juga bukan hal yang tidak bisakita lakukan! Untuk kesempurnaan iman kita, marilah kita bersama-sama mencoba untuksenantiasa berlaku amanah dan jujur mulai dari hal-hal terkecil yang bisa kita lakukan.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 25
  • 26. HANYA ORANG BERIMAN YANG DAPAT MENCAPAI TUJUAN PUASASeperti telah disampaikan dalam bahasan terdahulu bahwa puasa diwajibkan kepadaorang-orang yang beriman. Sehingga yang akan mendapatkan manfaat dan mencapaitujuan berpuasa adalah orang-orang yang beriman. Hal tersebut ditegaskan oleh RasulullahMuhammad SAW :"Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala, maka diampunidosa-dosanya yang telah lalu". (HR Bukhori)Namun sebaliknya beliau juga bersabda :“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanyatersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroni )Siapakah orang-orang yang puasanya hanya menghasilkan rasa lapar dan dahaga?Rasulullah Muhammad SAW bersabda :“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya,maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no.1903)Kemudian, Rasulullah juga mengingatkan :“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalahdengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yangmencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, akusedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)Dari hadits di atas jelas bahwa orang yang tetap berdusta, berkhianat, melakukan tindakanatau ucapan yang tidak bermanfaat, dan juga tidak menahan nafsu syahwat, makapuasanya hanya akan mendapatkan lapar dan haus. Tujuan puasa yakni meraih ketaqwaantidak akan tercapai. Dan jika kita telaah, apa yang diingatkan oleh Rasulullah tadi pastitidak akan dilakukan oleh orang yang beriman yang cirri-ciri dan karakteristiknya sudahdibahas di depan.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 26
  • 27. Untuk itu, selagi masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri menyambut puasaRamadhan, marilah kita sekali lagi tanyakan kepada diri kita : 1. Apakah sholat kita sudah khusyu ? Yakni dapat membentengi kita dari perbuatan keji dan munkar. 2. Apakah kita sudah dapat menghindarkan diri kita dari perbuatan dan ucapan yang sia-sia? Yakni apa pun yang kita lakukan dan ucapkan tidak merugikan diri sendiri, keluarga, saudara, tetangga dan lingkungan yang lebih luas lagi. Bahkan setiap tindakan dan ucapan kita selalu memberikan manfaat bagi mereka. 3. Apakah kita sudah menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari perbuatan zina dan penyimpangan seksual lainnya? Yakni dengan menutup semaksimal mungkin pintu- pintu yang memungkinkan terjadinya perzinahan. 4. Apakah kita sudah dapat menunaikan amanah yang diberikan kepada kita, serta menepati janji kita? Yakni dengan tidak mengkhianati kepercayaan dan mencedari janji.Jika semua pertanyaan di atas dijawab dengan tegas : SUDAH ! Niscaya hati anda akanbergetar jika disebutkan nama Allah, dan keimanan anda pun akan bertambah serta andaakan menyambut dengan antusias perintah Allah yang dikhususkan untuk anda lakukan dibulan Ramadhan :               “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimanadiwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS 2:183)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 27
  • 28. HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PUASA RAMADHAN1. Definisi :Menurut bahasa, puasa (ash shiyam) berarti menahan diri, sebagaimana firman Allahmengkisahkan Maryam ketika banyak orang mempertanyakan tentang anak yangdikandungnya :         “ Sungguh, aku telah bernadzar kepada Allah untuk menahan diri untuk tidakberbicara” (QS 19:26)Sedangkan secara syariat, puasa berarti menahan diri dari makan, minum danbersenggama dan hal lain yang membatalkannya mulai dari terbit fajar yang kedua sampaiterbenamnya matahari. Firman Allah Ta ala:                                                                      “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isterikamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allahmengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilahmereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlahhingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudiansempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campurimereka itu, sedang kamu beritikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, MakaJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 28
  • 29. janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nyakepada manusia, supaya mereka bertakwa.”(QS 2:187)2. Kapan dan bagaimana puasa Ramadhan diwajibkan ?Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Syabangenap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhandisaksikan seorang yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukandengan kesaksian dua orang yang dipercaya.3. Siapa yang wajib berpuasa Ramadhan ?Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang baligh (dewasa), aqil (berakal), danmampu untuk berpuasa.4. Syarat wajibnya puasa Ramadhan ?Adapun syarat-syarat wajibnya puasa Ramadhan ada empat, yaitu Islam, berakal, dewasadan mampu.5. Syarat sahnya puasa.Syarat-syarat sahnya puasa ada enam : Islam : tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam. Akal : tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.  Tamyiz : tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang balk dengan  yang buruk).  Tidak haid : tidak sah puasa wanita haid, sebelum berhenti haidnya. Tidak nifas : tidak sah puasa wanita nifas, sebelum suci dari nifas.  Niat : dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib.  Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 29
  • 30. KEKHUSUSAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHANPuasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Taala :              "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkanatas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. "(Al-Baqarah : 183).Sabda Nabi :Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selainAllah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat,puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram. " (Hadits Muttafaq Alaih).Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satusebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, danpengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dariamal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi:"Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasamendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dankesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasalebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq Alaih).Dan sabda Nabi :"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah,niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq Alaih).Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikutini: o Mengimani dengan benar akan kewajiban ini. o Mengharap pahala karenanya di sisi Allah Ta ala.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 30
  • 31. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia danberisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yangbathil.Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untukmengikuti jejak Nabi, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi"Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharappahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (HaditsMuttafaq Alaih).Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baikdaripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. :       Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS 97:3)Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, doa dikabulkan, dan segala takdir yangterjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi :"Barangsiapa mendirikan shalatpada Lailatul Qadar karena iman dan mengharappahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits MuttafaqAlaih).Jika kita merenungkan hal di atas, terlihat jelas bahwa Allah memerintahkan kewajibanpuasa kepada orang-orang yang beriman sebagai bentuk kasih sayangNya. Allahmewajibkan puasa kepada orang beriman agar dapat meningkatkan kualitasnya menjadiorang bertaqwa. Karena ketaqwaan yang diraih oleh manusia akan mengantarkannyakepada kedudukan yang mulia, sebagaimana firman Allah :                      “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki danseorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-sukuJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 31
  • 32. supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling muliadiantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” ( QS 49 : 13)Untuk meningkatkan kualitas orang beriman menjadi orang bertaqwa Allah memberikaninstrumen dan laboratorium yang bernama puasa. Sehingga mereka yang dapatmemanfaatkan instrument dan laboratorium itu dengan benar, dijamin dapat meraihketaqwaan. Sebaliknya mereka yang tidak dapat memanfaatkan instrument danlaboratorium tersebut, hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga.Allah menjelaskan secara eksplisit kewajiban puasa untuk dilakukan di bulan Ramadhan, dimana pada bulan tersebut Allah pertama kali menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagimanusia yang berisikan pedoman hidup lengkap bagi manusia termasuk penjelasannya,yang dapat menjadi pembeda atau diferensiator antara perilaku haq dan perilaku bathilmanusia. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan Allah menghendaki manusia untuk kembalikepada perilaku hidup sesuai dengan Al Qur’an. Dalam hal ini orang-orang yang berimanakan melakukan kalibrasi/tera dirinya agar kembali sesuai dengan petunjuk Allah di dalamAl Qur’an. Ibarat mobil atau motor, secara berkala mesti di tune up agar sesuai dengansetelan awalnya. Puasa Ramadhan adalah saat tepat bagi orang-orang yang beriman untukkembali kepada AL Qur’an, sebagaimana firman Allah :                              “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hatimereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka),dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hatimereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yangfasik.”(QS 57:16)Betapa Allah menyayangi kita, sehingga setiap tahun kita diberikan kesempatan untukkembali kepada petunjukNya. Karena hanya dengan mengikuti petunjukNya, kita akanterbebas dari ketakutan, kekhawatiran dan dukacita :                   Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 32
  • 33. “ Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! kemudian jika datangpetunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscayatidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati"”(QS2:38).Karena itu, jika anda adalah orang Islam yang beriman, berakal, sudah baligh, sehat dantidak sedang dalam perjalanan, maka anda wajib untuk berpuasa.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 33
  • 34. NIAT PUASADalam kitab Safinah karya Syaikh Muhammad Nawawi disebutkan bahwa rukun puasawajib bulan Ramadhan itu ada tiga. Pertama, berniat pada malam hari. Kedua, menjaga diridari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Ketiga, orang yang berpuasa.Mengenai niat puasa, (dan juga niat ibadah yang lain) dijelaskan bahwa tempat niat itudalam hati. Selanjutnya Syaikh Muhammad Nawawi menegaskan bahwa tidak sah niatseseorang yang hanya diucapkan secara lisan tanpa diikuti dengan hati. Segala ibadahdalam ajaran Islam berpangkal pada keutuhan niat, sebagaimana diataur dalam sebuahhadits masyhur yang diriwayatkan oleh Umar bin Khatab r.a.“Sesungguhnya segala amal itu bergantung kepada niat.”Bagaimana kedudukan niat dalam puasa fardlu? Apakah berniat puasa itu harus selaludilafalkan dan dilaksanakan secara berjamaah? Bagaimana jika seseorang lupamengucapkan niat puasa di malam hari? Apakah ada cara praktis agar tidak kelupaanberniat puasa di malam hari?Kedudukan niat dalam puasa fardlu memegang peranan yang sangat penting, bukansebatas konsep teoretis akan tetapi hal ini dapat dirasakan dalam praktik nyata. Orangyang memiliki niat (motivasi) berbeda dengan orang yang tidak memiliki niat. Tanyakankepada para perokok, mengapa mereka bisa berhenti merokok pada saat berpuasa?Mereka menjawab karena niat puasa. Demikian pula kita bisa menahan haus dan laparkarena motivasi ingin mendapatkan pahala puasa dengan landasan niat.Niat berpuasa Ramadhan harus dilakukan sebelum datangnya fajar, sebagaimana haditsNabi“Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.”Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 34
  • 35. MAKAN SAHUR“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HRBukhori-Muslim)Makan sahur hendaknya tidak ditinggalkan walaupun hanya dengan seteguk airsebagaimana sabda Nabi SAW :“Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalianmeninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnyaAllah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HRAhmad)Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu sahur hingga menjelang fajar. Hal ini dapatdilihat dalam hadits berikut. Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudiankami pun berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya pada Zaid,”Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Zaid menjawab, ”Sekitarmembaca 50 ayat”. Dalam riwayat Bukhari dikatakan, “Sekitar membaca 50 atau 60ayat.” (HR Bukhori)Kita mulai berpuasa, berhenti dari makan, minum dan hal yang membatalkan puasa lainnyapada saat adzan Subuh dikumandangkan, bukan pada saat adzan pertama (sebagai tandawaktu imsak), sebagaimana sabda Nabi SAW :“Apabila Bilal mengumandangkan adzan (pertama), maka (tetap) makan danminumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan.” (Muttafaqun‘alaih)Hal ini sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah :                  “… dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam,Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam …” (QS2:187)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 35
  • 36. BERBUKA PUASA“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengansepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman(yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Akusendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat danmakanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraanyaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa denganRabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripadabau minyak kasturi.”“[HR Bukhori]Allah melalui RasulNya, menjamin dua kebahagiaan bagi orang berpuasa, yakni pada saatberbuka dan pada saat berjumpa denganNya. Maka Rasulullah pun menganjurkan parapengikutnya untuk menyegerakan berbuka puasa, karena hal itu berarti kita meresponsecara positif jaminan Allah, sebagaimana sabdanya :“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakanberbuka.”(HR Bukhori)Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalatMaghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. SebagaimanaAnas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurmabasah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbukadengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbukadengan seteguk air.”(HR Abu Daud)Berdasarkan hadits di atas, maka disunahkan untuk berbuka puasa dengan kurma, kalauada kurma segar, jika susah mendapatkan kurma segar, maka dengan kurma kering, danjika tidak ada kurma, berbukalah dengan seteguk air.Bagaimana dengan buka puasa kita selama ini? Kebiasaan kita adalah menyiapkan berbagaimakanan manis dan lezat untuk berbuka. Sehingga seringkali bulan Ramadhan konsumsidan pengeluaran kita meningkat, bahkan cenderung menjadi boros dan berlebihan. Apakahhal ini sesuai dengan sunah dan semangat puasa itu sendiri? Cobalah mulai Ramadhantahun ini kita menyiapkan buka puasa sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Sehinggaapa yang menjadi tujuan puasa dapat tercapai.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 36
  • 37. Saat berbuka puasa adalah salah satu waktu berdoa yang makbul, sebagaimana sabda NabiSAW“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yangberpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.”(HR Tirmidzi)Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketikaberbuka beliau membaca do’a berikut ini :“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasahaus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insyaAllah)”(HR Abu Daud)Dan jika kita ingin menambah pahala puasa kita, kita dapat melakukannya denganmemberikan buka kepada orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW :“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orangyang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.”(HR Titmidzi)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 37
  • 38. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASAAgar puasa kita sah, kita harus mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa. Batalnyapuasa mewajibkan kita menggantinya pada waktu yang lain atau wajib mengganti danmembayar kafarah, sesuai dengan apa yang dilakukan sehingga membatalkan puasa.1. Makan dan minum dengan sengajaMakan dan minum yang dimaksudkan adalah dengan memasukkan apa saja ke dalamtubuh melalui mulut, baik yang dimasukkan adalah sesuatu yang bermanfaat (seperti rotidan makanan lainnya), sesuatu yang membahayakan atau diharamkan, atau sesuatu yangtidak ada nilai manfaat atau bahaya (seperti potongan kayu), dan sebagainya..Jika orang yang berpuasa lupa, keliru, atau dipaksa, puasanya tidaklah batal. Dari AbuHurairahradhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah dia tetapmenyempurnakan puasanya karena Allah telah memberi dia makan dan minum.”(HRBukhori-Muslim)Yang juga termasuk makan dan minum adalah suntikan atau infuse nutrisi dan vitamin. Jikaseseorang disuntik atau diinfus dalam keadaan puasa, batallah puasanya karena injeksisemacam ini dihukumi sama dengan makan dan minum.2. Muntah dengan sengajaDari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang dipaksa muntah sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidakada qodho’ bagi nya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajibbaginya membayar qodho’.”(HR Abu Daud)3. Haidh dan nifasJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 38
  • 39. Apabila seorang wanita mengalami haidh atau nifas di tengah-tengah berpuasa baik di awalatau akhir hari puasa, puasanya batal. Apabila dia tetap berpuasa, puasanya tidaklah sah.Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Bukankah kalau wanita tersebut haidh, dia tidak shalat dan juga tidak menunaikanpuasa?” Para wanita menjawab, “Betul.” (HR Bukhori)Jika wanita haidh dan nifas tidak berpuasa, ia harus mengqodho’ puasa di hari lainnya.Berdasarkan perkataan ‘Aisyah,“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadhapuasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat."(HR Muslim)4. Keluarnya mani dengan sengajaArtinya mani tersebut dikeluarkan dengan sengaja tanpa hubungan jima’ sepertimengeluarkan mani dengan tangan, dengan cara menggesek-gesek kemaluannya padaperut atau paha, dengan cara disentuh atau dicium. Hal ini menyebabkan puasanya bataldan wajib mengqodho’, tanpa menunaikan kafaroh.Inilah pendapat ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah. Dalil hal ini adalah sabda Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Allah Ta’ala berfirman): ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum dan.syahwat karena-Ku”Mengeluarkan mani dengan sengaja termasuk syahwat, sehingga termasuk pembatal puasasebagaimana makan dan minum.5. Berniat membatalkan puasaNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Setiap orang hanyalah mendapatkan apa yang ia niatkan.”Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan,Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 39
  • 40. “Barangsiapa berniat membatalkan puasa sedangkan ia dalam keadaan berpuasa,maka puasanya batal.” Ketika puasa batal dalam keadaan seperti ini, maka ia harus mengqodho’ puasanya di harilainnya.6. Jima’ (bersetubuh) di siang hariMenurut mayoritas ulama, jima’ bagi orang yang berpuasa di siang hari bulan Ramadhan(di waktu berpuasa) dengan sengaja dan atas kehendak sendiri (bukan paksaan),mengakibatkan puasanya batal, wajib menunaikan qodho’, ditambah dengan menunaikankafaroh. Terserah ketika itu keluar mani ataukah tidak. Wanita yang diajak hubungan jima’oleh pasangannya (tanpa dipaksa), puasanya pun batal, tanpa ada perselisihan di antarapara ulama mengenai hal ini. Namun yang nanti jadi perbedaan antara laki-laki danperempuan apakah keduanya sama-sama dikenai kafaroh. Pendapat yang tepat adalahpendapat yang dipilih oleh ulama Syafi’iyah dan Imam Ahmad dalam salah satupendapatnya, bahwa wanita yang diajak bersetubuh di bulan Ramadhan tidak punyakewajiban kafaroh, yang menanggung kafaroh adalah suami.Kafaroh yang harus dikeluarkan dengan urutan sebagai berikut.a) Membebaskan seorang budak mukmin yang bebas dari cacat.b) Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut.c) Jika tidak mampu, memberi makan kepada 60 orang miskin. Setiap orang miskin mendapatkan satu mud makanan.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 40
  • 41. HAL-HAL YANG MERUSAK PUASASelain hal yang secara syar’i dapat membatalkan puasa sehingga kita wajib menggantinya,kita juga harus mewaspadai hal-hal yang dapat merusak puasa kita. Meskipun kita tidakmemiliki kewajiban mengganti, tetapi dapat menyebabkan puasa kita hanya mendapatkanhaus dan lapar saja.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanyatersebut melainkan hanya rasa lapar dan dahaga.”(HR Ahmad)Berikut adalah beberapa amalan yang sudah sepatutnya dihindari oleh setiap orang yangmenjalankan Puasa karena dapat merusak kualitas puasa kita :1. Berkata DustaDari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya,maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR Bukhori)As Suyuthi mengatakan, “Yang dilarang dalam hadits ini adalah az zuur yaitu dusta danmenfitnah (buhtan). Sedangkan maksud “mengamalkannya” adalah melakukan perbuatankeji dan setiap apa yang Allah larang yang merupakan konsekuensi dari berkata dusta.”Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Perbuatan yang disebutkan dalam hadits ini, itulahyangmengurangi pahala puasa seseorang.” Al Baydhowi rahimahullah mengatakan, “Ibadahpuasa bukanlah hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja. Bahkan seseorang yangmenjalankan puasa hendaklahmengekang berbagai syahwat dan mengajak jiwa padakebaikan. Jika tidak demikian, sungguh Allah tidak akan melihat amalannya, dalam artiantidak akan menerimanya.”2. Berkata sia-sia dan berkata kotor.Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 41
  • 42. “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah denganmenahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor. Apabila ada seseorang yangpuasa”.(HR Ibnu Khuzaimah)mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang3. Maksiat secara umum.Perhatikanlah petuah yang sangat bagus dari Ibnu Rajab Al Hambali berikut, “Ketahuilahbahwa amalan taqorub (mendekatkan diri) pada Allah Ta’ala dengan meninggalkanberbagai syahwattidak akan sempurna hingga seseorang mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkanperkara yang Dia larang yaitu dusta, perbuatan zholim, permusuhan di antara manusiadalam masalah darah, harta dan kehormatan.”Sejelek-jelek puasa adalah yang hanya menahan lapar dan dahaga saja, sedangkan maksiatdi bulan Ramadhan pun masih terus jalan. Sebagian salaf mengatakan, “Tingkatan puasayang paling rendah adalah hanya meninggalkan minum dan makan saja.”Apakah Maksiat Membatalkan Puasa?Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Mendekatkan diri pada Allah Ta’ala denganmeninggalkan perkara yang asalnya mubah tidaklah sempurna sampai seseorangmeninggalkan keharaman. Barangsiapa yang melakukan yang haram disertai mendekatkandiri pada Allah dengan meninggalkan yang mubah, maka ini sama halnya dengan seseorangmeninggalkan yang wajib lalu beralih mengerjakan yang sunnah. Walaupun puasa orangyang bermaksiat tetap dianggap sah dan tidak diperintahkan untuk mengqodho’ puasanyamenurut pendapat jumhur (mayoritas ulama). Alasannya karena amalan itu batal jikaseseorang melakukan perbuatan yang dilarang karena sebab khusus (seperti makan,minum dan jima’) dan tidaklah batal jika melakukan perbuatan yang dilarang yang bukankarena sebab khusus. Inilah pendapat mayoritas ulama.”Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 42
  • 43. HAL-HAL YANG DIBOLEHKAN SAAT BERPUASASebagai orang beriman kita harus mengetahui hal-hal yang diperbolehkan dan tidakmembatalkan atau merusak puasa, sehingga kita semakin yakin dengan puasa kita akansemakin meningkatkan kualitas hidup dan keimanan kita :1. Mendapati waktu fajar dalam keadaan junubDari ‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma, mereka berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh)dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.”(HR Bukhori)2. Bersiwak ketika berpuasaDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untukmenyikat gigi (bersiwak) setiap kali berwudhu.”(HR Bukhori)Penulis Tuhfatul Ahwadzi rahimahullah mengatakan, “Hadits-hadits yang semakna dengandi atas yang membicarakan keutamaan bersiwak adalah hadits mutlak yang menunjukkanbahwa siwak dibolehkan setiap saat. Inilah pendapat yang lebih tepat.” Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Yang benar adalahsiwak dianjurkan bagi orang yang berpuasa mulai dari awal hingga sore hari.”3. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung asal tidak berlebihanNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung)kecuali jika engkau berpuasa.”(HR Abu Daud) Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq(memasukkan air dalam hidung) dibolehkan bagi orang yang berpuasa dan hal iniJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 43
  • 44. disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat jugaberkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa.4. Bercumbu dan mencium istri selama aman dari keluarnya maniOrang yang berpuasa dibolehkan bercumbu dengan istrinya selama tidak di kemaluan danselama terhindar dari terjerumus pada hal yang terlarang. Puasanya tidak batal selamatidak keluar mani.An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwabercumbu atau mencium istri tidak membatalkan puasa selama tidak keluar mani”.Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkanbeliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuatmenahansyahwatnya.”(HR Bukhori)Dari Jabir bin ‘Abdillah, dari ‘Umar bin Al Khaththab, beliau berkata,“Pada suatu hari aku rindu dan hasratku muncul kemudian aku mencium istrikupadahal aku sedang berpuasa, maka aku mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam dan aku berkata, "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telahmencium istriku padahal sedang berpuasa" Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambertanya, "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Aku menjawab, "Seperti itu tidak mengapa." Kemudian Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Lalu apa masalahnya?" (HR Ahmad)Masyruq pernah bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang dibolehkan bagi seseorangterhadap istrinya ketika puasa? ‘Aisyah menjawab, ‘Segala sesuatu selain jima’(bersetubuh)’.”5. Bekam dan donor darah jika tidak membuat lemasDari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi waJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 44sallam berbekam dalam keadaan berihrom dan berpuasa.(HR Bukhori)
  • 45. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ditanya, “Apakah kalian tidak menyukai berbekambagi orang yang berpuasa?” Beliau berkata, “Tidak, kecuali jika bisa menyebabkanlemah.”(HR Bukhori)Imam Asy Syafi’i rahimahullah dalam Al Umm mengatakan, “Jika seseorang meninggalkanbekam ketika puasa dalam rangka kehati-hatian, maka itu lebih aku sukai. Namun jika iatetap melakukan bekam, aku tidak menganggap puasanya batal.” Termasuk dalampembahasan bekam ini adalah hukum donor darah karena keduanya sama-samamengeluarkan darah sehingga hukumnya pun diqiyaskan (dianalogikan).6. Mencicipi makanan selama tidak masuk dalam kerongkonganDari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan, “Tidak mengapa seseorangyang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu, selama tidak masuk sampai kekerongkongan.”(HR Ibnu Abi Syaibah) Yang termasuk dalam mencicipi adalah mengunyah makanan untuk suatu kebutuhanseperti membantu mengunyah makanan untuk si kecil.7. Bercelak dan tetes mataBercelak dan tetes mata tidaklah membatalkan puasa Al Hasan Al Bashri mengatakan,“Tidak mengapa bercelak untuk orang yang berpuasa.”8. Mandi dan menyiramkan air di kepala untuk membuat segarDari Abu Bakr bin ‘Abdirrahman, beliau berkata, “Sungguh, aku melihat Rasulullahhaus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. ”shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangatJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 45
  • 46. SHALAT TARAWIHTarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari “tarwihah” yang berarti waktu sesaatuntuk istirahat. Dan pada bulan Ramadhan dinamakan demikian karena para jamaahberistirahat setelah melaksanakan shalat tiap-tiap 4 rakaat.Shalat yang dilaksanakan secara berjamaah pada malam-malam bulan Ramadhandinamakan tarawih. Karena para jamaah yang pertama kali bekumpul untuk shalat tarawihberistirahat setelah dua kali salam (yaitu setelah melaksanakan 2 rakaat ditutup dengansalam kemudian mengerjakan 2 rakaat lagi lalu ditutup dengan salam).Hukum Shalat TarawihHukum shalat tarawih adalah mustahab (sunnah), sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam An-Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan tentang sabda Nabi shallallahu alaihiwasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:"Barangsiapa menegakkan (Qiyamu) Ramadhan dalam keadaan beriman danmengharap balasan dari Allah ta’ala , niscaya diampuni dosa yang telah lalu."(Muttafaqun ‘alaih)Yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan adalah shalat tarawih dan ulama telahbersepakat bahwa shalat tarawih hukumnya sunnah. Dan beliau menyatakan pula tentangkesepakatan para ulama tentang sunnahnya hukum shalat tarawih ini dalam Syarh ShahihMuslim.Ketika Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menafsirkan qiyamu Ramadhan dengan shalattarawih maka Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah memperjelas kembali tentang haltersebut: "Maksudnya bahwa qiyamu Ramadhan dapat diperoleh dengan melaksanakanshalat tarawih dan bukanlah yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan hanya diperolehdengan melaksanakan shalat tarawih saja (dan meniadakan amalan lainnya)."Mengenai pelaksanaan sholat tarawih ada dua pendapat. Pendapat pertama dilaksanakansecara berjamaan di masjid, pendapat kedua dilaksanakan sendiri di rumah masing-masing. Kedua pendapat tersebut sesungguhnya mengacu pada hadits Nabi SAW dari SitiAisyah RA :Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 46
  • 47. "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada suatu malam shalat dimasjid lalu para shahabat mengikuti shalat beliau n, kemudian pada malamberikutnya (malam kedua) beliau shalat maka manusia semakin banyak (yangmengikuti shalat Nabi n), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga ataumalam keempat. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak keluar padamereka, lalu ketika pagi harinya beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yangmencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akandiwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhan." (Muttafaqun‘alaih)Menjelaskan hadits tersebut Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: "Dalam hadits initerkandung bolehnya shalat nafilah (sunnah) secara berjamaah akan tetapi yang utamaadalah shalat sendiri-sendiri kecuali pada shalat-shalat sunnah yang khusus seperti shalat‘Ied dan shalat gerhana serta shalat istisqa’, dan demikian pula shalat tarawih menurutjumhur ulama."Sesungguhnya dilaksanakan berjamaah maupun sendiri-sendiri bukan merupakanmasalah, karena Rasulullah tidak melarang yang melakukannya dengan berjamaah. Danbeliau melakukan shalat tarawih sendirian karena khawatir jika terus dilaksanakan secaraberjamaah akan dianggap wajib, dan akan memberatkan umatnya! Subhanallah, betapaagung akhlaq Rasulullah yang selalu mendapat petunjuk Allah untuk tidak memberatkanumatnya.Jadi tidak masalah anda lebih memilih shalat tarawih berjamaan di masjid, atau sendiri dirumah, yang penting melakukannya dengan landasan iman dan mengharapkan balasandari Allah untuk dapat mencapai tujuan puasa yakni menjadi manusia bertaqwa.Waktu Shalat TarawihWaktu shalat tarawih adalah antara shalat ‘Isya hingga terbit fajar sebagaimana sabdaRasulullah shallallahu alaihi wassallam:"Sesungguhnya Allah telah menambah shalat pada kalian dan dia adalah shalat witir.Maka lakukanlah shalat witir itu antara shalat ‘Isya hingga shalat fajar." (HR. Ahmad)Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 47
  • 48. Jumlah Rakaat dalam Shalat TarawihKemudian untuk jumlah rakaat dalam shalat tarawih adalah 11 rakaat berdasarkan haditsyang diriwayatkan dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, beliau bertanya pada ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha tentang sifat shalat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada bulanRamadhan, beliau menjawab:"Tidaklah (Rasulullah SAW) melebihkan (jumlah rakaat) pada bulan Ramadhan dantidak pula pada selain bulan Ramadhan dari 11 rakaat." (HR. Bukhari)‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam hadits di atas mengisahkan tentang jumlah rakaat shalatmalam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang telah beliau saksikan sendiri yaitu 11rakaat, baik di bulan Ramadhan atau bulan lainnya. "Beliaulah yang paling mengetahuitentang keadaan Nabi shallallahu alaihi wasallam di malam hari dari lainnya."Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: "(Jumlah) rakaat (shalat tarawih)adalah 11 rakaat, dan kami memilih tidak lebih dari (11 rakaat) karena mengikutiRasulullah n, maka sesungguhnya beliau shallallahu alaihi wasallam tidak melebihi 11rakaat sampai beliau shallallahu alaihi wasallam wafat."Namun jika ada yang melaksanakan shalat tarawih lebih dari 11 rakaat, janganlah yangmelaksanakan shalat tarawih 11 rakaat merasa lebih benar, sebagaimana diingatkan olehAllah :                       “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkankumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan janganpula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yangdirendahkan itu lebih baik….”(QS 49:11)Sekali lagi harus disadari bahwa amaliah Ramadhan, termasuk shalat tarawih adalah alatuntuk meningkatkan kekhusyu’an dan kualitas keimanan, sebagai latihan yang nantinyaditerapkan di luar bulan Ramadhan, sehingga layak mendapat gelar sebagai orang yangbertaqwa.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 48
  • 49. TADARUS AL QUR’ANSalah satu amaliah Ramadhan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah Tadarus AlQur’an sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits ““Nabi Muhammad s.a.w. merupakan orang yang sangat pemurah dengan kebajikan,dan puncak kemurahannya ialah sepanjang bulan Ramadhan.Jibril a.s. menemuinyapada setiap malam bulan Ramadhan sehingga habis bulan itu dan Rasulullahmembacakan Al-Qur’an kepadanya. Sesungguhnya Rasulullah adalah amat pemurahumpama angin yang bertiup kencang”. (HRBukhari - Muslim).Dalam hadits lain disebutkan :“Sesungguhnya Jibril datang kepada Rasulullah untuk memperdengarkan bacaannyakepada Rasulullah setiap tahun sekali. Dan Jibril telah melaksanakan yang demikianpada tahun Nabi wafat, dua kali”. (HR Bukhori – Muslim)Tadarus berasal dari kata “darasa” yang mempelajari, sehingga jika bulan Ramadhandisebut sebagai bulan pelatihan dan pembelajaran bagi orang beriman sangatlah tepat.Tadarus Al Qur’an berarti mempelajari Al Qur’an, bukan hanya sekedar mempelajaribacaannya semata, namun juga mempelajari kandungan isinya, sebagaimana firman Allah :                              “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hatimereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka),dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hatimereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yangfasik.” (QS 57 : 2)Lantas bagaimana tadarus Al Qur’an kita? Apakah sudah memenuhi makna belajar dangmengingat serta menggali kembali ajaran-ajar Al Qur’an sebagai pedoman hidup kita?Ataukah tadarus kita baru sebatas mempelajari bacaan, atau bahkan sekedarmembunyikan huruf?Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 49
  • 50. Jika kita tidak pernah meningkatkan tadarus kita, menjadi belajar dan mempelajari AlQur’an sebagai way of life, niscaya kualitas hidup kita tidak akan pernah meningkat.Alangkah baiknya jika di bulah Ramadhan tahun ini kita mulai membuat kelompok tadarusdi kantor kita atau di kampong kita. Kelompok kecil saja, 5 sampai 9 orang membuatkomitmen melakukan tadarus, yakni kajian bukan hanya bacaan, tetapi juga isi kandunganAl Qur’an.Jika anda karyawan, buatlah kelompok itu di kantor, dan manfaatkanlah istirahat sianganda, setelah shalat dhuhur untuk melakukan tadarus. Anda bisa memanfaatkan teknologiinternet, jika ada hal-hal yang tidak anda pahami dalam diskusi kelompok kecil anda. Andadapat mencari referensi dengan memanfaatkan Google. Atau jika anda merasa kurangmantap, anda bisa mengundang seorang guru, mungkin anda bisa mengkoordinir beberapakelompok kajian dan mengundang seorang guru untuk membimbing anda.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 50
  • 51. LAILATUL QADARLailatul qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan (bertambahnyakebaikan). Allah Ta’ala berfirman :                “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. danyang penuh hikmah.” (QS. 44 : 3-4).sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusanMalam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkanpada surat Al Qadar di mana Allah Ta’ala berfirman,                                  “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan, danapakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Padamalam itu turun para malaikat dan juga malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untukmengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit.”(QS 97: 1-5)Sebagaimana kata Abu Hurairah, malaikat akan turun pada malam lailatul qadar denganjumlah tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampaiterbitnya waktu fajar.Mengapa lailatul qadar lebih baik dari 1000 bulan. An Nakho’i mengatakan, “Amalan dilailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” Mujahid, Qotadah dan ulama lainnyaberpendapat bahwa yangdimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadarlebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 51
  • 52. Kembali kepada tujuan puasa, Allah memberikan kesempatan kepada orang berimandengan adanya suatu malam yang secara kualitatif lebih baik dari 1000 bulan untuk dapatmelakukan lompatan kualitas keimanan dan kemanusiaan menjadi hambaNya yangbertaqwa. Tantangan bagi orang beriman adalah meyakini tentang malam kemuliaan itubeserta segala kualitas dan esensinya disertai upaya pendekatan diri kepada Allah dengansholat, membaca Al Qur’an dan berdoa, atau merangkainya dalam kegiatan I’tikaf.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 52
  • 53. I’TIKAFI’tikaf adalah di antara jalan mudah untuk meraih lailatul qadar. I’tikaf secara bahasaberarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf berarti menetap di masjiddengan tata cara tertentu disertai dengan niat. Para ulama sepakat bahwa i’tikaf itu sunnah,bukan wajib kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untukmelaksanakan i’tikaf, dan dilaksanakan di masjid.Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa beritikafpada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliauberitikaf selama dua puluh hari”.Waktu i’tikaf yang lebih afdhol adalah di akhir-akhir ramadhan (10 hari terakhir bulanRamadhan) sebagaimana hadits ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu alaihi wa sallamberitikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beritikaf setelah kepergian beliau.”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan agarmudah meraih malam penuh kemuliaan (lailatul qadar), untuk menghilangkan dari segalakesibukan dunia sehingga mudah bermunajat dengan Allah, juga untuk memperbanyakdo’a dan dzikir ketika itu.Para ulama sepakat bahwa i’tikaf tidak ada batasan waktu maksimalnya. Namun merekaberselisih pendapat berapa waktu minimal untuk dikatakan sudah beri’tikaf. Menurutmayoritas ulama, i’tikaf tidak ada batasan waktu minimalnya, artinya boleh cuma sesaat dimalam atau di siang hari. Al Mardawi rahimahullah mengatakan, “Waktu minimaldikatakan i’tikaf pada i’tikaf yang sunnah atau i’tikaf yang mutlak adalah selama disebutberdiam di masjid (walaupun hanya sesaat).1. Keluar masjid tanpa alasan syar’i dan tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak.Yang Membatalkan I’tikaf2. Jima’ (bersetubuh) dengan istri.1. Keluar masjid disebabkan ada hajat yang mesti ditunaikan seperti keluar untuk makanYang Dibolehkan Ketika I’tikaf dan minum, serta ada hajat lain yang tidak bisa dilakukan di dalam masjid.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 53
  • 54. 2. Melakukan hal-hal mubah seperti mengantarkan orang yang mengunjunginya sampai pintu masjid atau bercakap-cakap dengan orang lain.3. Istri mengunjungi suami yang beri’tikaf dan berdua-duaan dengannya.4. Mandi dan berwudhu di masjid.5. Membawa kasur untuk tidur di masjid.Jika ingin beri’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka seorang yang beri’tikafMulai Masuk dan Keluar Masjidmulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada hari ke-21 dan keluar setelah shalatshubuh pada hari ‘Idul Fithri menuju lapangan. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits‘Aisyah, ia berkata,“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa beritikaf pada bulan Ramadhan.Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus itikaf beliau. Dia(Yahya bin Said) berkata: Kemudian Aisyah radhiyallahu anha meminta izin untukbisa beritikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”Hendaknya ketika beri’tikaf seseorang menyibukkan diri dengan melakukan ketaatanAdab I’tikafseperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an dan mengkaji hadits.Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidakbermanfaat.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 54
  • 55. ZAKAT FITRAHZakat fitrah adalah ibadah yang dijadikan pelengkap rangkaian amaliah Ramadhan yangdicontohkan oleh Rasulullah SAW. Maka tidak boleh lagi seorang hamba untuk beribadahkepada Allah SWT kecuali dengan cara yang dilakukan Nabi SAW. Sehingga dalammengeluarkan zakat, kita pun harus merujuk kepada tuntunan syariat dari RasulullohShallallahu ‘alaihi wa Sallam, bukan menurut improvisasi kita.Zakat fitrah harus ditunaikan dengan cara yang telah diperintahkan oleh Nabi Shallallahu‘alaihi wa Sallam, yaitu dengan mengeluarkan satu sha’ makanan pokok penduduk negeritersebut dan diberikan kepada orang-orang faqir pada waktunya. Adapun mengeluarkanuang senilai zakat fitrah, maka hal itu tidak sah karena menyelisihi perintah RasulullohShallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menyelisihi apa yang pernah dilakukan oleh para sahabat,mereka tidak pernah mengeluarkan uang padahal mereka lebih tahu tentang sesuatu yangboleh dan sesuatu yang tidak boleh.Dalam sebuah hadits disebutkan :“Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitrah dengan satusha’ kurma, atau gandum atas setiap orang muslimin yang merdeka ataupun budakbaik laki mupun perempuan kecil ataupun besar”(HR Bukhori)Dan Rasululloh Shallallahu ‘alihi wa Sallam memerintahkan supaya zakat itu dilaksanakansebelum orang keluar untuk melakasanakan shalat Idul Fitri. Imam Bukhari dan Muslimjuga meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Radhiallahu ‘anhu, dia berkata, yang artinya:“Kami memberikan zakat fitrah itu pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallamdengan satu sha makanan, atau satu sha’ kurma atau gandum atau anggur kering”dalam satu riwayat “satu sha’ keju”Inilah sunnah Rasululloh SAW dalam zakat fitrah. Dan sudah diketahui bersama bahwapensyari’atan dan pengeluaran zakat ini ditetapkan, di tengah kaum musliminutama kala itu. Namun Rasululloh SAW tidak menyebutkan keduanya dalam zakatterutama penduduk Madinah sudah ada Dinar dan Dirham, dua mata uang yangfitrah. Kalau seandainya salah satu dari keduanya boleh dipakai dalam zakat fitrah tentuhal itu sudah dijelaskan oleh Nabi SAW, karena tidak boleh menunda-nundaketerangan pada saat dibutuhkan. Dan kalaulah hal itu pernah dikerjakan Rasululloh SAWtentu telah dikerjakan oleh para sahabat Radhiallahu ‘anhum.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 55
  • 56. Belum pernah kita menemukan ada seorang sahabat Nabi-pun yang menyerahkan zakatfitrah dalam bentuk uang padahal mereka adalah orang-orang yang paling pahamterhadap sunnah Nabi SAW dan mereka orang-orang yang paling gigih keinginannya dalammelaksanakan sunnah tersebut. Dan jika mereka pernah melakukannya, tentu hal itu sudahdi nukil periwayatannya sebagaimana perkataan serta perbuatan mereka lainnya yangberkaitan dengan perkara-perkara syar’i juga telah dinukil periwayatannya.Allah berfirman,                  “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamatdan banyak menyebut Allah”(QS 33:21).Bagi orang beriman tidak ada pilihan lain, kecuali mengikuti apa yang telah dilakukan olehRasulullah SAW, yakni berzakat fitrah dengan bahan makanan pokok, tidak dengan selainitu. Meskipun mungkin kita berzakat fitrah dengan uang yang nilainya lebih besar dari 2,5kg beras, maka hal tersebut menunjukkan kita tidak mau mengikuti apa yang dicontohkanoleh Rasulullah Muhammad SAW.Mulai Ramadhan tahun ini, marilah kita ikuti setiap amalan sebagaimana dicontohkan olehRasulullah SAW, termasuk membayar zakat fitrah dengan bahan makanan pokok yang kitamakan.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 56
  • 57. SHALAT IDUL FITRISetelah melaksanakan serangkaian ibadah puasa dengan segala sunah dan keutamaannya,termasuk yang terakhir adalah membayar zakat fitrah, maka kita pun menyambutdatangnya Hari Raya Idul Fitri. Tentang Hari Raya Idul Fitri ini diriwayatkan dalam sebuahhadits :Dari Anas bin Malik berkata bahwa orang-orang Jahiliyah mempunyai dua hari rayadalam setahun, mereka merayakannya dengan bersukaria. Ketika Rasulullah datangdi Madinah beliau bersabda : “Kalian mempunyai dua hari raya yang kalianbersenang-senang di dalamnya, sungguh Allah telah mengganti keduanya denganyang lebih baik yaitu Hari Raya Fitri dan Hari Raya Adha.(HR. Abu Dawud).Dan untuk merayakannya Rasulullah SAW mensyariatkan dilaksanakannya sholat Idul Fitripada tanggal 1 Syawal, sebagaimana hadits yang disampaikan Ibnu Abbas RA :Aku melaksanakan shalat Idul Fitri bersama Nabi Allah SWT, Abu Bakar, Umar danUtsman. Mereka semua melaksanakan shalat sebelum khutbah… (HR. Muslim).Sunnah-sunnah Pelaksanaan Sholat Idul Fitri1. Mandi, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas :Dari Ibnu Abbas berkata bahwasanya Rasulullah SAW mandi pada hari raya Idul Fitridan Hari Raya Idul Adha.(HR. Ibnu Majah).2. Sarapan/BerbukaRiwayat Bukhari dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah belum pergi padahari raya Idul Fitri sehingga beliau makan beberapa kurma.(HR. Bukhori).3. Bertakbir ketika menuju tempat Shalat IdDari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwasanya ia ketika pergi pada pagi hari ke tempatshalat pada hari Ied ia bertakbir dan menyaringkan suaranya. (HR. Muslim)4. Berangkat dan pulang melalui jalan yang berbedaHadits Abu Hurairah yang mengatakan : Apabila Rasulullah pergi shalat hari Rayabeliau pulang tidak melalui jalan semula (HR. Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi). Haditsyang semakna juga diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 57
  • 58. 5. Pergi ke tempat sholat berjalan kaki.Bahwasanya Rasulullah SAW pergi dan pulang pada saat shalat ‘Id dengan berjalankaki.(HR. Ibnu Majah).6. Mengenakan pakaian yang paling bagus.Riwayat Syafi’i dari Ja’far bin Muhammad dari Abdullah dari neneknya bahwaRasulullah SAW mengenakan pakaian bercorak pada tiap hari ‘Id.(HR. al-Baihaqi)7. Melaksanaan sholat Id di Lapangan TerbukaDari Abu Sa’id al-Khudriy berkata bahwa Rasululah SAW keluar ke tanah lapanguntuk melaksanakan shalat ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha… (HR. Bukhori)8. Jika hujan sholat dilaksanakan di Masjid, hal ini sebagaimana yang dialami oleh Rasulullah SAW :Hadits Abu Hurairah yang mengatakan bahwa mereka pernah kehujanan padasuatu hari raya maka Rasulullah memimpin mereka shalat hari raya di masjid. (HR.Abu Dawud dan Ibnu Majah)9. Dalam sholat ‘Id tidak disyariatkan adzan dan iqomah. Sebagaimana hadits dari Jabir :Hadits Ibnu Abbas dan Jabir yang mengatakan :”Pada Hari raya Fithri maupun Adhatidak pernah ada orang yang mengumandangkan adzan.”(HR. Bukhari, Muslim).10. Sholat sunnah baik sebelum maupun sesudah shalat ‘Id tidak disyariatkan Hadits Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW keluar pada hari rayaAdha atau hari raya Fithri lalu beliau shalat hari raya dua rakaat tanpamelaksanakan shalat sebelum ataupun sesudahnya sedangkan Bilal bersamanya(HR. Bukhari, Muslim).11. Rasulullah memerintahkan untuk memasang sutrah sebelum dimulai shalatHadits Nafi’ dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW apabiladatang untuk shalat hari raya beliau menyuruh orang menancapkan tombak diJangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 58
  • 59. depannya dan orang-orang ada dibelakangnya. Beliau melakukan hal itu ketikabepergian.(HR. Abu Dawud).12. Rasulullah bertakbir Zawaid 12 kali selain takbirotiul ihrom dan takbir intiqol,Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah bertakbir padashalat ‘Idul Fitri tujuh kali pada rokaat pertma dan lima kali pada rokaat keduaselain takbir shalat (takbirotul ihram dan intiqol). (HR. al-Baihaqi).13. Rasulullah melaksanakan khutbah ‘Id satu kali sesudah sholat.Hadits dari Ibnu Abbas berkata : “Aku melaksanakan shalat Idul Fitri bersama NabiAllah SWT, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Mereka semua melaksanakan shalatsebelum khutbah… (HR. Muslim).14. Pada rokaat pertama dibaca surat Al-A’la, sedangkan pada rokaat kedua dibaca surat Al-Ghosyiyah.Dari Nu’man bin Basyir ia berkata bahwa Rasulullah SAW selalu membacasabbihisma rabbikal a’la dan hal ataaka hadiitsul ghoosyiyah pada shalat hari rayadan shalat jumat. Apabila berkumpul hari raya dan jumat pada suatu hari,Rasulullah SAW membaca surat-surat itu pada kedua shalat. (HR. Jamaah).15. Bila hari raya jatuh pada hari Jumat, kita dibolehkan tidak melaksanakan Sholat Jumat. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :”Pada hari ini telah berkumpul dua hari Raya, barangsiapa yang berkehendak shalatJumat, diperbolehkan. Sedangkan kami tetap melaksanakannya.” (HR. Abu Dawud).16. Wanita haid dan nifas dianjurkan mendatangi tempat sholat. Hadits dari Ummu ‘AthiyahHadits Ummi ‘Athiyah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW memerintahkankami agar membawa keluar para wanita pada hari raya Fithri dan Adha yaknisemua gadis dan yang sedang haid serta gadis-gadis pingitan. Berkata Ibnu ‘Aunadapun wanita-wanita yang sedang haid maka hendaknya mereka mengasingkandiri dari shalat agar mereka menyaksikan kebajikan dan seruan orang Islam.(Riwayat Jama’ah lafadz Muslim).Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 59
  • 60. Apabila sholat Idul Fitri sudah dilaksanakan, sesungguhnya rangkaian ibadah puasaRamadhan telah selesai. Pelatihan, penggemblengan dan ujian kenaikan kelas keimanankita usai sudah. Keberhasilan kita berpuasa Ramadhan dapat terlihat dari karakter kitasetelah puasa, apakah menggambarkan karakter orang bertaqwa, sebagaimanadikehendaki oleh Allah. Hal ini kembali kepada kita, apakah kita bisa istiqomahmenjalankan ibadah sesuai dengan sunnah dan tuntunan Rasulullah sebagaimana yang bisakita lakukan di bulan Ramadhan.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 60
  • 61. MERAIH KETAQWAAN MENGGENGGAM KEMULIAANJika kita memang orang beriman dan dapat menjalankan amaliah Ramadhan sesuai dengantuntunan Rasulullah SAW sampai tuntas, pasti jaminan Allah menjadikan kita sebagaiorang bertaqwa akan terwujud.Allah menggambarkan karakteristik orang-orang yang bertaqwa antara lain di dalam AlQuran antara lain Surat Ali Imran ayat 133 - 136. Untuk mencapaikarakteristik demikian beberapa hal di bawah ini dapat diterapkan sebagai latihan didalam bulan Ramadhan ini :                                                                 “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yangluasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupunsempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan, dan (juga) orang-orangyang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingatakan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yangdapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskanperbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui, mereka itu balasannya ialahampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai,sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yangberamal.”(QS 3: 133 -136)Membaca ayat di atas, jika kita terapkan dengan puasa Ramadhan, maka kita dapatmenyimpulkan bahwa :Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 61
  • 62. 1. Puasa Ramadhan adalah instrument yang diberikan oleh Allah untuk memperoleh ampunannya, sehingga Ramadhan dikenal juga sebagai bulan maghfirah atau bulan pengampunan.Sebagaimana telah dijelaskan pada bab-bab terdahulu, berbagai hadits shohih menyatakanbahwa orang yang berpuasa dengan iman dan berpengharapan kepada Allah, termasukmelakukan amaliah sunah lainnya, maka akan diampuni dosa-dosanya.2. Bulan Ramadhan juga merupakan saat yang tepat untuk berlatih melakukan infaq baik pada waktu lapang maupun sempitKarena keistimewaan bulan Ramadhan yang menyediakan bonus pahala berkali lipat untuksetiap amal kebaikan, banyak orang berlomba melakukan kebaikan, termasuk dalam halinfaq dan shodaqoh. Jika kita mau mengamati, sebagai contoh kecil adalah hasil edarankotak amal di masjid-masjid, jumlah pendapatannya pasti meningkat jaud dibandingkandengan selain bulan ramadhan.3. Bulan Ramadhan menjadi tempat melatih emosi dan kesabaran sehingga kita dapat menahan amarah dan mau memaafkan kesalahan orang lain.Salah satu hal yang dilatih dalam berpuasa adalah mengendalikan emosi, yakni menahanamarah dan memperkuat kesabaran. Karena puasa, kita dapat lebih menahan amarahdaripada hari-hari biasa, dan juga lebih sabar menghadapi berbagai karakter orang dalampergaulan kehidupan kita.4. Bulan Ramadhan menjadi laboratorium taubat dan ampunan,Melalui puasa kita juga diajarkan, bahwa manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Jikakita kelupaan makan atau minum pada saat berpuasa, maka puasa kita tidak batal, namunkita harus segera menghentikan kekeliruan kita itu pada saat kita menyadarinya, dansegera minta ampunan kepada Allah, tidak meneruskan kekeliruan tersebut, maka kitadapat melanjutkan puasa kita.Bagaimana dengan puasa kita? Apakah sudah menjadikan kita setelah berpuasa menjadilebih suka berinfaq? Apakah setelah puasa kita menjadi lebih sabar dan dapat menahanamarah serta mudah dan suka memaafkan kesalahan orang lain? Apakah puasa telahmerubah segala perilaku buruk dan berdosa kita menjadi perilaku terpuji dan mulia? Jikademikian adanya, Insya Allah anda telah meraih ketaqwaan sebagaimana yang menjaditujuan dilaksanakannya puasa Ramadhan.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 62
  • 63. Selanjutnya tinggal langkah istiqomah atau konsisten yang harus anda lakukan untukmempertahankan kondisi tersebut. Jika demikian, maka janji Allah pasti berlaku untukanda : yakni menjadi orang yang sukses dan mulia karena ketaqwaan anda.Sebagai tolok ukur, Allah mengindikasikan tentang salah satu keutamaan orang yangbertaqwa sebagaimana firmanNya :                                “... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalankeluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. danBarangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan(keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya.Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”(QS 65:3)Bagaimana dengan kita, apakah kita selalu mendapatkan jalan keluar dari setiappermasalahan yang kita hadapi? Apakah Allah memberikan kepada kita rezeki yang tidakterduga? Apakah Allah telah mencukupkan kebutuhan kita?Jika sudah demikian adanya, maka pantaslah kita menjadi manusia yang mulia di hadapanAllah karena ketaqwaan. Dan jika di hadapan Allah saja kita mulia, bagaiamana di hadapanmanusia?Namun, untuk mendapatkan itu semua, kembali kepada kita. Dan Allah memberikan kitakesempatan pada bulan Ramadhan untuk meraih ketaqwaan tersebut, jika melakukannyaberdasarkan iman dan sesuai dengan tuntunan sunnah rasulullah Muhammad SAW.Wallahu a’lam bishowab.Jangan Puasa! Jika Anda Bukan Orang Beriman Page 63

×