Sejarah Palestina dan Israel

3,796 views
3,609 views

Published on

Sejarah Palestina dan Israel

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,796
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
91
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sejarah Palestina dan Israel

  1. 1. SEJARAH PALESTINA DAN ISRAELSebelum Israel bercokol di Timur Tengah khususnya di tanah Palestina yang mereka diamisekarang, Palestina merupakan bagian dari wilayah kekhilafahan ustmaniyah.Keinginan bangsa Yahudi untuk punya tanah air sendiri sudah lama terpendam, salah seorangtokoh Yahudi bernama Theodore Herzl (1860-1904) menulis cita-citanya dalam buku yangberjudul Der Judenstadt (Negara Yahudi).Pada Juni tahun 1896 M, datanglah pemimpin Yahudi Internasional Theodore Herzl ditemaniNeolanski kepada Khalifah Abdul Hamid di Konstantinopel. Kedatangan mereka adalahmeminta Khalifah memberikan tanah Palestina kepada Yahudi. Tidak tanggung-tanggung,mereka pun memberi iming-iming: "Jika kami berhasil menguasai Palestina, maka kami akanmemberi uang kepada Turki (Khilafah Utsmaniah) dalam jumlah yang sangat besar. Kami punakan memberi hadiah melimpah bagi orang yang menjadi perantara kami. Sebagai balasanjuga, kami akan senantiasa bersiap sedia untuk membereskan masalah keuangan Turki".Namun, Khalifah Abdul Hamid menentang keras. Beliau menyatakan, "Aku tidak akanmelepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina), Karena ia bukan miliku. Tanah ituadalah hak umat. Umat ini telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telahmenyiraminya dengan darah mereka..Yahudi silahkahkan menyimpan harta mereka. JikaKhilafah Islam dimusnahkan pada suatu hari, Maka mereka boleh mengambil tanpa membayarharganya. Akan tetapi, sementara Aku hidup, Aku lebih rela menusukan ke tubuhku daripadamelihat tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islam. Perpisahan adalahsesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selama kamimasih hidup!"Kesungguhan sang Khalifah itu ditunjukkan pula dalam Maklumat yang dikeluarkannya padatahun 1890 M: "Wajib bagi semua menteri (wazir) untuk melakukan studi beragam serta wajibmengambil keputusan yang serius dan tegas dalam masalah Yahudi tersebut" akibat dariketegasan Khalifah Abdul Hamid tersebut menjadikan Herzl tak berdaya menghadapinya.Dia pun menyampaikan, "Sesungguhnya saya kehilangan harapan untuk bisa merealisasikankeinginan orang-orang Yahudi di Palestina. Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak akanpernah bisa masuk kedalam tanah yang dijanjikan selama Sultan Abdul Hamid II masih tetapberkuasa dan duduk di atas kursinya."Kemudian pada Tahun 1902, delegasi Herzl kembali mendatangi Sultan Hamid. Delegasi Herzlmenyodorkan sejumlah tawaran seperti:(1) memberikan hadiah sebesar 150 juta Poundsterling untuk pribadi Sultan,
(2) membayar semua utang pemerintah Turkis Utsmani yang mencapai 33 juta Pounsterling,

  2. 2. (3) membangun kapal induk untuk menjaga pertahanan pemerintah Utsmani yang bernilai 120juta Frank,
(4) memberikan pinjaman tanpa bunga sebesar 35 juta Poundsterling dan, 
(5) membangun sebuah universitas Utsmani di Palestina.Namun, semua tawaran itu, ditolak oleh Sultan Hamid II.

Beberapa catatan menyebutkansetidaknya ada 6 kali delegasi yahudi mendatangi istana khalifah untuk meloloskan proposal ini.Diantaranya dialog yang "menyarankan" agar orang-orang yahudi "membeli" Palestina terjadiantara Sir Moses Haim Montefiore dengan Shah Nasr ad Dhin.

kemudian Khalifah AbdulHamid II menolaknya dan mengatakan kepada delegasi tersebut:
"Nasehatilah temanmu Hertzlagar tidak mengambil langkah-langkah baru dalam masalah ini. Sebab, saya tidak akan bisamundur dari tanah suci (Palestina) ini, walau hanya sejengkal. Karena tanah ini bukanlahmilikku. Tanah ini adalah milik bangsa dan rakyatku. Para pendahuluku telah berjuang demimendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan tetesan darah. Biarlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka. Jika negeriku tercabik-cabik, maka sangatmungkin mendapatkan Palestina tanpa imbalan dan balasan apapun. Namun patut diingat,bahwa hendaknya pencabik-cabikan itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun, tentu akutidak menerima ragaku dicabik-cabik selama hayat masih di kandung badan."Setelah tidak berhasil dengan upaya tersebut, maka kaum zionist berpindah cara yakni dengancara menggunakan kekuatan negara Inggris. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjeratnegara Inggris dengan Utang beserta ribanya. Hal ini terjadi pasca perang dunia pertama.Perang Dunia IKekhilafahan Turki Ustmani terlibat perang dunia pertama yakni bersekutu dengan Jerman.Selama perang dunia ke I (1914-1918), Turki menjadi sekutu Jerman. Ketika Jerman dan Turkikalah, pada tahun 1916 kontrol atas wilayah kekuasaan kerajaan Ottoman dilimpahkan padaInggris (British Mandate) dan Perancis (France Mandate) dibawah perjanjian Sykes-Picot Agreement, yang membagi Arab menjadi beberapa wilayah. Lebanon dan Syria dibawahkekuasaan Perancis (France mandate) sementara Irak dan Palestina termasuk wilayah yang saatini dikenal dengan negara Jordan dibawah kekuasaan Inggris (British Mandate).Lewat jeratan hutang, Rothschild seorang bankir Yahudi ternama di Inggris dan Eropa. Iamemutar uangnya, dengan riba tentu saja, hingga mampu menghutangi negara-negara yangterlibat perang dan butuh biaya besar. Ketika leher Inggris sudah terjerat hutang dan ribanya,Rothschild meminta tanah untuk bangsanya. Dan pemerintahan Inggris dalam hal ini RatuInggris mengiyakan permintaan dari Zionist Yahudi tersebut.Kemudian Pemerintah Inggris mengeluarkan sebuah surat yang bernama surat Balfour. Berikutadalah isi surat dari Arthur James Balfour yang berdiri di belakang perjanjian laknat itu. "LordRothschild yang terhormat, saya sangat senang dalam menyampaikan kepada Anda, atas nama
  3. 3. Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telahdiajukan kepada dan disetujui oleh Kabinet. Pemerintahan Sri Baginda memandang positifpendirian di Palestina tanah air untuk orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha kerasterbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini, karena jelas dipahami bahwa tidakada suatupun yang boleh dilakukan yang dapat merugikan hak-hak penduduk dan keagamaandari komunitas-komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina, ataupun hak-hak dan status politisyang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya . Saya sangat berterima kasih jika Andadapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis."Maka kemudian sebuah negara haram bernama Israel pun berdiri, pada tahun 1948, di atastanah bangsa Palestina yang menjaganya sebagai tanah kharajiah kaum Muslimin sejak eraKhalifah Umar bin Khaththab.Alasan pemilihan Palestina adalah latar belakang historis untuk mengembalikan "HaikalSulaiman" yang merupakan lambang puncak kejayaan Kerajaan Yahudi di tanah Palestina(sekitar 975 – 935 SM). Maka, sejak 1930 eksodus Yahudi dari Eropa ke Palestina meningkattajam, terutama pada Era Nazi Jerman (Perang Dunia II)Sikap Dunia IslamBerdirinya Israel di tanah Palestina mengundang reaksi terhadap dunia Islam. Konflik pun takterhindari, bahkan terjadi pula di tanah Palestina, dimana Israel kemudian mengusir wargapalestina dari tanah dan rumah-rumah mereka dan di atasnya dibangun pemukiman untukYahudi. PBB kemudian mencoba ikut andil untuk meredakan konflik tersebut dan kemudianmengeluarkan resolusi 181 yang bersolusikan "two state solution" yakni membagi tanahtersebut menjadi dua bagian yakni untuk Palestina dan untuk Israel. Namun hal tersebut ditolak oleh negeri-negeri muslim dan juga dari Palestina sendiri.Di dalam negeri Palestina sendiri ada dua faksi besar yakni HAMAS dan FATAH, kedua faksi inisama-sama berjuang untuk kemerdekaan Palestina, namun bedanya adalah HAMAS tidak mauberkompromi dengan cara damai dengan Israel sementara FATAH yang lebih memilih jalurdiplomasi.Kesalahan dalam menyikapi konflik Palestina-IsraelIbarat menjadi seorang dokter, maka ketika dokter hendak mengobati seorang pasien, ia harusmendiagnosis terlebih dulu apa penyebab utama penyakit sang pasien. Dokter "tidak bolehsalah" sedikitpun dalam mengidentifikasi masalah ini. Sebab, kesalahan dalam mengidentifikasimasalah ini akan berdampak pada langkah medis berikutnya. Kesalahan identifikasi terhadappersoalan utama umat Islam juga akan mengakibatkan kesalahan pada penentuan tujuan danmetode dakwah, konsentrasi amal, persiapan-persiapan, serta perkara-perkara cabang lainnya.Dengan kata lain, kesalahan dalam perkara ini akan berimplikasi signifikan pada langkah-langkah selanjutnya.
  4. 4. Untuk itu, pengkajian terhadap persoalan utama kaum Muslim harus dilakukan dengan teliti.Dengan itu, upaya yang dilakukan oleh gerakan dakwah Islam bisa benar-benar menyelesaikanakar masalah sesungguhnya. Dengan itu pula, gerakan-gerakan Islam tidak memboroskanwaktu dan energi umat pada perjuangan-perjuangan yang sebenarnya tidak menyentuhsubstansi dasar permasalahan umat, dalam hal ini adalah masalah Palestina.Kesalahan fatal negeri-negeri muslim dan juga sebagian gerakan atau partai politik dalammenyikapi masalah Palestina yakni melihat apa yang terjadi di palestina adalah sebagai masalahkemanusiaan. Memang benar di sana terjadi pembunuhan baik secara sporadis dan sistemik,namun persoalannya tidak hanya persoalan kemanusiaan saja. Melainkan perkara aqidah dansyariah bagi umat Islam.Secara Aqidah, dalam pandangan Islam, Tanah Palestina (Syam) adalah tanah milik kaumMuslim. Di tanah ini berdiri al-Quds, yang merupakan lambang kebesaran umat ini, dan iamenempati posisi yang sangat mulia di mata kaum Muslim. Ada beberapa keutamaan dansejarah penting yang dimiliki al-Quds.Pertama: tanah wahyu dan kenabian. Rasulullah saw. bersabda, "Para malaikatmembentangkan sayapnya di atas Syam dan para nabi telah membangun Baitul Maqdis (Al-Quds)." Ibnu Abbas menambahkan bahwa Rasulullah saw. juga bersabda, "Para nabi tinggal diSyam dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikatpernah berdoa atau berdiri di sana." (HR at-Tirmidzi).Kedua: Tanah kiblat pertama. Arah kiblat pertama bagi Nabi Muhammad saw. dan kaumMuslim setelah hijrah ke Madinah adalah Baitul Maqdis (al-Quds) sampai Allah SWTmenurunkan wahyu untuk mengubah kiblat ke arah Kabah (QS al-Baqarah [2]: 144).Ketiga: Masjid al-Aqsha adalah tempat suci ketiga bagi umat Islam dan satu dari tiga masjidyang direkomendasikan Nabi saw. untuk dikunjungi. Beliau bersabda, "Tidaklah diadakanperjalanan dengan sengaja kecuali ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi di Madinah),Masjidil Haram (di Makkah), dan Masjid Al-Aqsha." (HR al-Bukhari dan Muslim).Rasulullah saw. pun bersabda, "Sekali shalat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 shalat.Sekali shalat di Masjidku (di Madinah) sama dengan 1000 shalat. Sekali shalat di Masjid al-Aqhsa sama dengan 500 shalat." (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar).Kelima: tanah ibukota Khilafah. Yunus bin Maisarah bin Halbas bahwa Nabi Muhammad saw.pernah bersabda, "Perkara ini (Khilafah) akan ada sesudahku di Madinah, lalu di Syam, lalu diJazirah, lalu di Irak, lalu di Madinah, lalu di al-Quds (Baitul Maqdis). Jika Khilafah ada di al-Quds, pusat negerinya akan ada di sana dan siapa pun yang memaksa ibukotanya keluar darisana (al-Quds), Khilafah tak akan kembali ke sana selamanya." (HR Ibn Asakir).Secara syariah, tanah palestina adalah tanah yang berstatus sebagai tanah kharajiah. Tanahkharajiah adalah tanah yang diperoleh oleh daulah Islam melalui penaklukan (futuhat).
  5. 5. Secara fakta, tanah kharajiah yang didapatkan dengan cara penaklukan dibagi menjadi duakondisi. Pertama, jika tanah tersebut penaklukannya disertai dengan aktivitas fisik yakni adanyakontak fisik dengan penduduk yang mendiami tanah atau wilayah tersebut, kemudianpenduduk tersebut menyerah maka status tanah tersebut sampai hari kiamat merupakan tanahmilik kaum muslimin. Kedua, jika penaklukan tersebut tanpa disertai adanya kontak fisik, yaknisemisal penduduk wilayah tersebut menyerah tanpa sebelumnya terjadi perang maka statustanah tersebut bergantung kepada isi perjanjian. Adapun status tanah palestina merupakantanah yang didapatkan oleh kaum muslimin tanpa melakukan peperangan.Sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Hâfidz Abu Qâsim Ibnu Asâkir di dalam al-Mustaqshâ fiFadhail al-Masjid al-Aqsha, setelah menaklukkan Damsyiq beliau kemudian mengarahkanpasukannya yang dipimpin oleh Abu Ubaidah ke daerah Iliya (Palestina) dan mengepung daerahtersebut selama beberapa hari hingga penduduk negeri tersebut meminta damai kepada kaumMuslimin dengan syarat Umar bin Khattab menjumpai mereka.Abu Ubaidah kemudian mengirim surat untuk meminta pendapat Umar bin Khattab. Umar laluberunding dengan sejumlah sahabat tentang hal tersebut. Utsman r.a. mengusulkan agar beliautidak ke Iliyâ dengan maksud untuk menghinakan mereka. Sementara Ali bin Abu Thalibmeminta beliau tetap ke wilayah tersebut untuk meringankan pengepungan yang dilakukanoleh kaum muslimin. Umar lantas memilih pendapat Ali dan memintanya menjadi penggantibeliau di Madinah. Setelah sampai di wilayah tersebut Umar bertemu dengan Abu Ubadah dansejumlah pemimpin pasukan kaum muslimin seperti Khalid bin Walid dan Yazid bin Abu Sofyan.Abu Ubaidah bermaksud mencium tangan Umar atas kemenangan ini namun Umar malahbermaksud mencium kaki Abu Ubaidah. Namun masing-masing menolak untuk diberipenghormatan demikian. Umar lalu menyetujui perdamaian dengan orang-orang Nashrani (Al-Bidâyah wa An-Nihâyah: V/65-66).Adapun isi perjanjian antara Umar bin Khattab dengan Penduduk Iliyâ yang dikenal denganperjanjian Umariyah atau Iliyâ adalah:"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Ini adalah apa yang diberikan olehhamba Allah, Umar, amirul mukminin kepada penduduk Iliyâ di Ammân. Saya memberikankeamanan atas jiwa dan harta mereka, gereja-gereja mereka, salib-salib mereka, orang-orangyang sakit dan yang tidak bersalah dan seluruh agama mereka. Gereja mereka tidak bolehditempati dan dihancurkan, tidak boleh diambil bagiannya ataupun isinya, demikian puladengan salib-salib dan harta mereka. Mereka tidak boleh dipaksa untuk meninggalkan agamamereka. Dan seorang pun dari mereka tidak boleh dimudharatkan. Dan tidak seorangpun dariorang Yahudi boleh tinggal di Iliyâ. …… (Tarikh ar-Rusul wal-Muluk: II/307).Bertolak dari kenyataan tersebut, tanah Palestina termasuk dalam katagori ardh al-shulhi (tanah yang diperoleh melalui perundingan damai). Sedangkan status ardh al-shulhi sesuai dengan isi perjanjian yang disepakati antara pemerintahan Islam dengan
  6. 6. penduduk negeri yang ditaklukkan. Selama tidak bertentangan dengan syara, kaum Muslimpun wajib menaati klausul perjanjian yang telah disepakati itu. Rasulullah saw bersabda:"Perjanjian damai itu boleh antara kaum Muslim kecuali perjanjian damai yang mengharamkanyang halal atau menghalalkan yang haram" (HR Abu Dawud dan al-Tirmidzi).Pengakuan PBB Apa Artinya?Jadi, pengakuan dari PBB atas Palestina itu bukanlah solusi yang shahih dalam pandangan islam.Karena pengakuan PBB tersebut sama saja artinya juga mengakui eksistensi negara Israel atastanah kharajiah, sebagaimana isi resolusi PBB 181 yang ingin membagi tanah palestina menjadidua bagian, satu untuk Palestina dan satu untuk Israel (two state solution).Termasuk mengadakan tasyakuran atas pengakuan PBB tersebut sama saja dengan mengaminidan merestui Zionist Israel berdiam di tanah kharajiah tersebut. Dan itu sama artinya denganmelakukan pengkhianatan terhadap kaum muslimin.Pengkhianatan kepada Allah, Rasul SAWdan para Syuhada yang telah menyirami tanah Palestina dengan darah sucinya.Sebagaimana sultan Abdul Hamid II yang tegas mengatakan tidak akan menyerahkan tanahpalestina kepada pemimpin Yahudi Internasional Theodore Herzl, dengan berkata ", "Aku tidakakan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina), Karena ia bukan miliku. Tanah ituadalah hak umat. Umat ini telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telahmenyiraminya dengan darah mereka..Yahudi silahkahkan menyimpan harta mereka. JikaKhilafah Islam dimusnahkan pada suatu hari, Maka mereka boleh mengambil tanpa membayarharganya. Akan tetapi, sementara Aku hidup, Aku lebih rela menusukan ke tubuhku daripadamelihat tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islam. Perpisahan adalahsesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selama kamimasih hidup!"Sangat tidak masuk akal, ibaratnya; ada sebuah kebun milik seorang muslim kemudiandatanglah gerombolan perampok yang mau ambil alih kebun tersebut. Akhirnya terjadilahpertarungan sengit tiada hentinya. Namun kemudian datang seorang yang berlagak menjadipenengah, menawarkan jalan damai dianatara perampok dan pemilik kebun (muslim). Bahkanmenawarkan solusi agar kebun tersebut di bagi dua, sebagian besar menjadi milik perampokdan sisanya milik si Muslim (pemilik asli kebun tersebut).Dengan gambaran seperti ini, sangatnaïf jika kita bersuka cita atas drama konyol dan sandiwara konyol tentang pembagian duanegara. Apalagi tasyakuran atas pengakuan status Palestina dengan secuil tanah sisa yangsudah di rampok oleh Israil. Ini politik yang sangat manipulative dan mengelabuhi duniaIslam.Ini perampokan yang dilegalkan PBB, dan di aminkan sebagian kelompok waqiiyin(pragmatism) dan sekali lagi ini adalah pengkhianatan terhadap kaum muslimin.Solusi Untuk PalestinaPersoalan Palestina adalah satu diantara persoalan yang mendera umat Islam tatkala sistemkhilafah dibubarkan pada 3 maret 1924. Oleh karena itu hanya Khilafahlah yang dapatmelindungi kehormatan Islam dan kaum muslimin, menjaga perbatasan negeri-negeri Islam,
  7. 7. menyatukan potensi ummat Islam dan mengumandangkan jihad fi sabilillah melawan negara-negara kafir seperti Israel dan mengusir mereka dengan penuh kehinaan dari tanah-tanah kaummuslimin.Sungguh tepat sekali ungkapan al-Imam al-Allamah as-Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani ketikamenggambarkan Khilafah ini dengan gambaran yang sangat akurat, serayamengatakan, "Khilafah adalah arus utama Islam, dan apa yang selalu dikelilingi, Dengannya,agama akan terjaga, dan Islam pun akan terlindungi. Hudud akan bisa ditegakkan. Berbagaikejahatan akan bisa dicegah. Dengannya perbatasan akan bisa dijaga. Wilayah yang dilindungiakan tetap terjaga, dan tidak akan dilanggar."Namun, "arus utama" ini nyaris ditinggalkan oleh kaum Muslim, seiring dengan terpisahnyamereka dengan negara Khilafah, yang telah runtuh pada tanggal 28 Rajab 1342 H, bertepatandengan tanggal 3 Maret 1924 M di tangan seorang Yahudi, Freemasonry, Mustafa KamalAttaturk, antek Inggeris.Dengan menyingkirkan pemerintahan Islam, mengusir khalifah dan keluarga Utsmani untukmeninggalkan ibukota Istambul dengan arahan dan dukungan penjajah Inggeris-Kafir.Semuanya itu untuk melaksanakan apa yang ditetapkan oleh Menlu Inggeris kala itu, LordCurzon, sebagai persyaratan busuk yang ditetapkan kepada bangsa Turki dalam KonferensiLausanne, yang dipenuhi kebusukan. Setelah penandatanganan Perjanjian Lausanne padatanggal 24 Juli 1923, tentara Inggeris meninggalkan Istambul dan Madzahiq.

Dengan bangga,Curzon menyatakan di depan Parlemen Iggeris ketika itu, "Turki telah dihancurkan, dan tidakakan pernah bisa bangkit kembali, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, yaituKhilafah dan Islam."Dan sesungguhnya berita tentang kebinasaan kaum Yahudi tersebut kelak akan terbukti .Rasulullah bersabda:"Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: tidak akan datang Hari Kiamat hinggakaum muslim memerangi Yahudi. Maka kaum muslim memerangi mereka hingga merekabersembunyi di balik batu dan pepohonan. Namun batu atau pohon itu berkata: Ya muslim, yaAbdullah ini Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah dia kecuali pohon gharqadkarena ia adalah pohonnya orang Yahudi" (HR. Muslim dan Ahmad).Dan semua itu akan terwujud tatkala kelak kaum mulim berhasil mendirikan khilafahIslamiyyah.Wallahu alamu bis-shawab. Sumber: http://arrahmah.com/read/2012/12/01/25172-status-baru-untuk-palestina-drama-pengkhianatan.html

×