• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pemanfaatan Wilayah Pesisir Galesong Selatan,
 

Pemanfaatan Wilayah Pesisir Galesong Selatan,

on

  • 849 views

 

Statistics

Views

Total Views
849
Views on SlideShare
849
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
2
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pemanfaatan Wilayah Pesisir Galesong Selatan, Pemanfaatan Wilayah Pesisir Galesong Selatan, Presentation Transcript

    • Aspek Geografis Batas-batas administrasi dari Kecamatan Galesong adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara : Kecamatan Galesong Utara • Sebelah Timur : Kabupaten Gowa • Sebelah Selatan : Kec. Galesong Selatan • Sebelah Barat : Selat Makassar Aspek topografi Desa Boddia terletak pada ketinggian sekitar 50 m di atas permukaan laut. Desa Boddia memiliki luas wilayah 3,57 km2 dengan persentase 13,77% terhadap luas Kec. Galesong. Secara administratif Desa Boddia terbagi atas empat dusun, yaitu : Dusun Bura’ne, Dusun Parrang Bodeng, Dusun Manjalling, dan Dusun Boddia. Dusun Manjalling dan Dusun Boddia merupakan wilayah pesisir, termasuk di dalamnya Pulau Sanrobengi
    • No Jenis Data Jumlah 1 Penduduk Laki-Laki 2.212 jiwa Perempuan 2.202 jiwa 2 Rumah Tangga 1.004 3 Kepadatan Penduduk 1.236 jiwa/km2 4 Rata-Rata Anggota 4 5 Rasio 100,5 No. Jenis Mata Pencaharian Jumlah Persentase (%) 1 Pertanian 614 51,21 2 Nelayan 351 29,27 3 Industri kerajinan 25 2,09 4 Konstruksi 107 8,92 5 Perdagangan 15 1,25 6 Warung makan 6 0,51 7 Transportasi 7 0,58 8 Keuangan 1 0,08 9 Jasa Pemerintahan 62 5,17 10 Jasa Sosial 1 0,08 11 Jasa Perorangan 6 0,51 12 Jasa Lainnya 4 0,33 Sumber : Kecamatan Galesong dalam Angka 2011_BPS Kab. Takalar Komposisi Penduduk Desa Boddia Berdasarkan Mata PencaharianJumlah Penduduk Desa Boddia
    • • Pola Permukiman Permukiman di wilayah pesisir Galesong menggunakan pola linear sejajar garis badan perairan
    • Orientasi Bangunan  Bangunan cenderung menghadap ke darat  Orientasi kegiatan di darat lebih meningkat  Mempertimbangkan aksesibilitas  Menghindari dampak ketinggian gelombang air laut Gambar Orientasi Bangunan Membelakangi Laut
    • Area Budidaya Rumput Laut Area Budidaya Air Payau berupa komoditas perikanan seperti Rajungan, Ikan Bandeng, Udang Terdapat Pelabuhan Perikanan dan PPI yang dapat menunjang kegiatan industri perikanan Permukiman Pa’torani (nelayan telur ikan terbang), merupakan komoditas unggulan dan kualitas ekspor
    • ASPEK EKONOMI MASYARAKAT PESISIR • Sebanyak 29% masyarakat Desa Boddia bermata pencaharian sebagai nelayan • Klasifikasi nelayan a. Nelayan dengan perahu kecil menggunakan alat pancing dan tasi b. Nelayan dengan perahu besar  menggunakan jala c. Papalele (pemilik kapal)  nelayan pasif, tidak melaut secara langsung, berperan dalam penyediaan alat tangkapan dan kapal • Permasalahan ekonomi masyarakat pesisir Jika tidak melaut saat gelombang laut tinggi, nelayan berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Jika tidak melaut, para nelayan hanya memperbaiki alat tangkapan dan kapal Nelayan yang tidak melaut Alat tangkapan nelayan perahu kecil
    • • Aspek Sosial • Aspek Budaya KEKERABATAN KEGOTONGROYONGAN • Appanaung Ri Je'ne • Accini Allo • Abbeso' Biseang • Annisi Biseang • Apparada • Appanai Pakkajang • Angngalle Leko Kaluku • Appassili • Allappasa‘ • A’caruccu Masyarakat Desa Boddia percaya bahwa dengan upacara adat tersebut hasil tangkapan laut dapat maksimal dan diberi keselamatan
    • Rasa kegotongroyongan masyarakat pesisir, kalangan orang tua dan anak-anak saling membantu saat pendaratan kapal Rangkaian upacara adat Appanaung ri Je’ne untuk melepas para pa’torani dalam mencari telur ikan terbang
    • • ZONA INDUSTRI Acuan perencanaan : Keputusan Menteri Kelautan & Perikanan Kep. 10/Men/2004 tentang Pelabuhan Perikanan Luas area perncanaan zona industri 2 Ha Fasilitas Pokok : Dermaga dengan panjang 50m, area pengolahan ikan Fasilitas Fungsional : TPI, Stasiun Pengisian Bahan Bakar, area pemeliharaan kapal, TPS Fasilitas Penunjang : Balai Pertemuan Nelayan, Kantor Pelabuhan, MCK, Mushalla, kios
    • Zona Konservasi Ekosistem Aktivitas perairan direncanakan tidak merusak ekosistem terumbu karang Aspek Budaya Pusat Rangkaian Upacara Adat Nelayan Budidaya Rumput laut disediakan area penjemuran rumput laut Zona Permukiman Permukiman nelayan dan vegetasi mangrove Zona Industri Pusat Kegiatan Ekonomi Masyarakat nelayan Budidaya Air Payau Komoditas unggulan berupa rajungan, udang, dan bandeng