Kelainan sistem reproduksi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Kelainan sistem reproduksi

on

  • 15,477 views

 

Statistics

Views

Total Views
15,477
Views on SlideShare
15,477
Embed Views
0

Actions

Likes
7
Downloads
199
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kelainan sistem reproduksi Presentation Transcript

  • 1. 1. Kelainan pada vulva dan vagina: a. Hymen Infervorata b. Atresia labia minora c. Hipoplasia vulva d. Septum Vagina e. Aplasia dan Atresia Vagina f. Kista Vagina 2. Kelainan pada uterus: a. Uterus duplex (uterus didelphys) b. Uterus (duplex) bikornis c. Uterus bicornis unicollis d. Uterus septus dan subseptus e. Uterus arcuatus 3. Kelainan yang berhubungan dengan perdarahan /menstruasi: a. Amenore b. Hipermenore c. Hipomenore d. Metroragia 4. Kanker genitalia : a. Kanker serviks b. Kanker ovarium c. Kanker vagina 5. Endometriosis 6. Penyempitan Oviduk 7. Infertilitas 8. Hamil Anggur 9. Kencing nanah 10. Sifilis 11. Condiloma Accuminata
  • 2. a. Kanker Vagina Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya, mungkin karena iritasi yang disebabkan oleh virus. Pengobatannya dengan kemoterapi dan bedah laser. b. Kanker Ovarium Gejalanya dapat berupa rasa pegal pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganannya dengan kemoterapi dan pembedahan. Kanker ini biasanya menyerang perempuan yang sudah menopouse (berumur 50 tahun ke atas). c. Kanker Serviks Terjadi bila pertumbuhan sel-sel yang abnormal di seluruh lapisan epitel serviks. Pada stadium lanjut, kanker ini memiliki gejala pendarahan setelah menopouse dan keputihan atau keluar cairan kekuning - kuningan, berbau dan bercampur dengan darah. Penanganannya dengan pengangkatan uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limfa panggul. Kanker ini banyak menyerang wanita di atas umur 40 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus herpes dan human papilloma virus.
  • 3. KANKER SERVIKS KANKER UTERUS KANKER OVARIUM
  • 4. Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar rahim, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau jalur di luar rahim. Gejala : nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Akibat : sulit terjadinya kehamilan. Penanganan : pemberian obat-obatan, laparoskopi, atau bedah laser. Kemungkinan lokasi endometriosis : a. Endometriosis interna : dibagian lain uterus misalnya serviks. b. Endometriosis eksterna : di luar uterus. c. Adenomiosis : endometrium di dalam lappisan miometrium. d. Endometrioma : endometrium dalam ovarium – kista coklat. e. Pada organ / tempat lain misalnya di permukaan / dinding usus, cavum douglasi, ligamen-ligamen, dan sebagainya.
  • 5. Patogenesis endometrium diterangkan oleh beberapa teori diantaranya : • Teori histogenesis : endometriosis terjadi akibat adanya regurgitasi tuba epitel menstruasi – implantasi jaringan endometrium pada tempat abnormal tersebut. Faktor determinasi yang diperkirakan abnormal adalah regurgitasi darah haid / menstruasi retrograd (darah haid yang tidak keluar melalui serviks mengalir ke tuba – ovarium dan keluar ke rongga peritoneum) kemudian tumbuh berkembang karena organ yang ditempati tidak mengadakan reaksi penolakan (karena bukan benda asing / antigen). • Teori histogenesis : transplantasi, metastasis limfatik / vaskuler. Faktor determinasi adalah respon imunologik yang rendah, faktor genetik, status hormon steroid dan hormon pertumbuhan. • Teori metaplasia coelomik : menerangkan pertumbuhan endometrium di vagina padahal tidak ada hubungan vaskularisasi antara keduanya. Diperkirakan primer berasal dari sisa jaringan yang terdapat sejak perkembangan embrionik (saluran Muller). Demikian juga pada organ-organ yang berasal dari saluran Muller lainnya. • Teori induksi : lanjutan dari teori metaplasia, diperkirakan faktor biokimia endogen menginduksi perkembangan sel peritoneal yang tidak berdiferensiasi menjadi jaringan endometrium.
  • 6. ENDOMETRIOSIS
  • 7. • Infeksi Vagina Gejalanya berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi ini menyerang wanita usia produktif terutama yang menikah. Penyebabnya adalah akibat hubungan kelamin. • Penyempitan saluran oviduk Kelainan ini merupakan faktor bawaan, tetapi adapula yang disebabkan karena infeksi kuman tertentu. Saluran oviduk yang sempit akan membuat sperma sulit untuk menjangkau bagian dalam saluran tersebut, sehingga menyebabkan pembuahan sulit terjadi. • Condiloma Accuminata Penyakit condiloma accuminata disebabkan oleh virus Human papilloma. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kutil yang dapat membesar dan akhirnya dapat menimbulkan kanker mulut rahim.
  • 8. • Infertilitas Bagi wanita, kesuburan ditandai dengan matangnya satu buah sel telur sekali dalam sebulan. Jika dalam perjalanan hidupnya tidak setiap bulan sel telur yang siap dibuahi, wanita tersebut dikategorikan kurang subur atau mandul. Pada wanita infertilitas disebabkan oleh kelainan lendir leher rahim, adanya tumor, adanya sumbatan pada saluran telur, menstruasi tidak teratur dan karena obesitas. • Hamil anggur (Mola Hidalidosa) Hamil anggur merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi berisi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur dapat menyebabkan kesakitan atau kematian karena pendarahan, tembusnya dinding rahim oleh proses mola dan infeksi.
  • 9. Walaupun susunan kromosom normal kadang- kadang terjadi gambaran seperti pada dysgenesi XO. Apakah ovarium prier tidak terbentuk ataukah kemudian mengalami degenerasi tidak diketahui. Dengan sendirinya hormone ovarium sangat kurang dan hal ini mengakibatkan alat genital yang infantile. Gejala : - Biasanya penderita pendek jalannya. - Pterygium colli. - Genetalia infantile. - Rambut sekunder dan pertumbuhan mamae tidak ada. - Amenore primer. Terapi : Pemberian esterogen.
  • 10. • Sifilis Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, transfusi darah, atau luka mikroskopis. Gejala yang timbul adalah luka pada kemaluan, bintik atau bercak merah di tubuh, kelainan saraf, jantung, pembuluh saraf, dan kulit. • Gonorhoe (Kencing Nanah) Penyakit gonorhoe adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit kelamin ini bisa menular melalui seks bebas. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna putih, rasa nyeri pada saat buang air kecil, pada pria mulut uretra bengkak dan agak merah. • Herpes Genitalis Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Gejala yang timbul adalah bintil-bintil berkelompok pada kemaluan, hilang dan timbul, akhirnya menetap seumur hidup.
  • 11. a. Hymen Infervorata Himen yang tidak berlubang. Darah dapat menumpuk di vagina, uterus dan tuba. Pengobatan dengan himenektomi. b. Atresia labia minora Atresia kedua labium minus akibat membran urogenitalis yang tidak menghilang. Terdapat lubang untuk pengeluaran darah haid dan kencing di belakang klitoris. Masih mungkin bisa hamil. c. Hipoplasia vulva Ditemukan bersamaan dengan genitalia interna yang kurang berkembang. Terjadi pada keadaan hipoestrogenisme, infatilisme. Ciri sex sekunder juga tidak berkembang.
  • 12. • Septum Vagina Septum vagina terjadi akibat gangguan fusi atau kanalisasi kedua duktus muleri. Pada persalinan dapat robek atau perlu digunting dan diikat bila berdarah. • Aplasia dan Atresia Vagina Kegagalan perkemabangan duktus Muller, vagina tak terbentuk dan lobang vagina hanya lekukan kloaka. • Kista Vagina Sisa duktus garner di anterolateral vagina. Pengobatan dengan pengangkatan uterus dan oviduk.
  • 13. a. Uterus duplex (uterus didelphys) : saluran Muller tidak bersatu sehingga terjadi dua uterus dan dua vagina. b. Uterus (duplex)b ikornis : uterus ada 2 tetapi dinding cervix yang medial bersatu. Dapat menimbulkan kelainan letak seperti letak sungsang yang tidak dapat diversi. c. Uterus bicornis unicollis: corpus uteri 2 tapi cervik hanya satu. d. Uterus septus dan subseptus: terdapat septum pada uterus yang lengkap atau sebagian. Dapat menimbulkan abortus, kelainan letak atau retention placenta. e. Uterus arcuatus : persatuan terjadi tetapi fundus tetap lebar
  • 14. • Hipogonadisme merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan estrogen. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi hormon. • Kriptorkidisme merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testoteron.
  • 15. • Uretritis Peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Penyebabnya adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum, atau virus herpes. • Prostatitis Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri. • Epididimitis Merupakan infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Penyebabnya adalah E. coli dan Chlamydia. • Orkitis Merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
  • 16. PROSTATITIS
  • 17. • Impotensi : suatu keadaan penis yang tidak dapat melakukan ereksi (tegang) atau mempertahankan ereksi, sehingga sulit untuk melakukan kopulasi (fertilisasi). Biasanya impotensi disebabkan oleh faktor hormonal, yaitu terhambatnya fungsi hormon testosteron, bisa juga disebabkan oleh faktor psikologis atau emosional seseorang, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, dan gangguan sistem saraf. • Kemandulan / Infertilitas Dalam keadaan normal, seorang laki-laki yang mengalami ejakulasi mengeluarkan cairan semen atau mani sebanyak 4 mililiter setiap kalinya. Dalam 4 ml mani tersebut terkandung 120 juta ekor sperma. Jumlah ini memiliki peluang untuk dapat membuahi sel telur. Apabila kandungan sperma di bawah angka 120 juta dalam setiap ejakulasi, sudah termasuk tidak subur atau kategori mandul. Pada pria infertilitas terjadi karena adanya penyakit, seperti impotensi, ejakulasi dini, adanya sumbatan pada saluran sperma, adanya kelainan gerak sperma dan kerusakan testis.
  • 18. • Kanker Prostat Kanker prostat adalah kanker yang menyerang kelenjar prostat pada pria. Kanker ini menyebabkan sel-sel dalam kelenjar prostat tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Kanker prostat biasanya menyerang pria usia 60 tahun ke atas. • Anorkidisme Anorkidisme adalah penyakit dimana testis hanya berjumlah satu atau tidak ada sama sekali. • Hyperthropic prostat Hyperthropic prostat adalah pembesaran kelenjar prostat yang biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50 tahun. Penyebabnya belum jelas diketahui. • Sifilis • Gonorhoe • Herpes Genitalis
  • 19. KANKER PROSTAT
  • 20. SUMBER MATERI • http://budisma.web.id/materi/sma/kelas-xi- biologi/gangguan-pada-alat-reproduksi-pria- wanita/ • http://haflatunnisak.blogspot.com/p/kelainan- pada-sistem-reproduksi-dan.html • http://ritha- gangguanpadareproduksi20110909.blogspot.c om/2011/09/kelainan-pada-sistem-reproduksi- pria.html • http://tiamarliani.blogspot.com/2012/09/kelaina n-pada-sistem-saraf-dan-alat.html
  • 21. TERIMA KASIH 