Kompilasi materi bk smp kurikulum 2013 print
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kompilasi materi bk smp kurikulum 2013 print

on

  • 24,413 views

 

Statistics

Views

Total Views
24,413
Views on SlideShare
24,413
Embed Views
0

Actions

Likes
8
Downloads
1,458
Comments
2

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kompilasi materi bk smp kurikulum 2013 print Document Transcript

  • 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN Materi Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK/Konselor SMP PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN JASMANI DAN BIMBINGAN KONSELING Jalan Raya Parung No 420 Pemagarsari, Parung – Bogor | Kode Pos 16330 Telp. 0251-8614478 | Fax. 0251-8615531 www.p4tkpenjasbk.or.id | Email: penjasbk@gmail.com
  • 2. Diterbitkan oleh: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (PPPPTK Penjas dan BK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013 Copyright 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • 3. KATA PENGANTAR Assalamulaikum Wr.Wb. Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Materi Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (BK)/Konselor SMP. Materi Diklat ini dimaksudkan sebagai bahan ajar wajib dalam Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling/ Konselor SMP. Titik tekan diklat ini adalah peningkatan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan berdasarkan Kurikulum 2013 yang meliputi pemahaman dan sikap menerima terhadap kurikulum 2013 dan profesionalisasi bimbingan dan konseling, implementasi pelayanan bimbingan dan konseling, asesmen peminatan peserta didik, praktik pelayanan peminatan peserta didik, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik dan menyusun rencana tindak lanjut. Dengan diberlakukannya konseling/konselor, pelayanan dituntut bimbingan dan kurikulum harus 2013, guru meningkatkan konseling khususnya bimbingan kompetensi dalam dan dalam memberikan pelayanan peminatan kepada peserta didik. Untuk dapat meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan tugas pelayanan peminatan tersebut, telah disusun pedoman pelayanan peminatan peserta didik, program pelatihan dan materi pelatihannya. Pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif para pejabat struktural, widyaiswara dan staf di lingkungan PPPPTK Penjas dan BK, dosen LPTK, dan Guru BK yang terlibat dalam penyusunan Materi Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor SMP. i
  • 4. Semoga keberadaan materi diklat dapat membantu para narasumber, penyelenggara pelatihan, dan pihak terkait dalam pelaksanaan diklat peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor SMP. Wassalamualaikum Wr. Wb. Bogor, Agustus 2013 Kepala PPPPTK Penjas dan BK Drs. Mansur Fauzi, M.Si NIP. 195812031979031001 ii
  • 5. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................. Hal i DAFTAR ISI ......... ...................................................................................... iii BAGIAN I PENDAHULUAN ...................................................................... 1 1.1 Tujuan Umum Diklat .......................................................................... 1 1.2 Indikator Umum Ketercapaian Tujuan ................................................ 1 1.3 Kompetensi Inti Peserta Yang Harus Dicapai .................................... 2 1.4 Hasil Kerja Peserta Selama Diklat ..................................................... 2 1.5 Struktur Program Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk Guru BK .............................................................................................. 3 1.6 Penilaian Diklat .................................................................................. 4 1.7 Panduan Narasumber dan Fasilitator ................................................ 8 1.8 Kode Etik Narasumber ....................................................................... 10 1.9 Panduan Penggunaan Materi Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK/Konselor ……………………………………………………….. 11 BAGIAN II MATERI PELATIHAN ............................................................... A. 14 Kurikulum 2013 ......................................................................... 18 1.2 Posisi BK dalam Pendidikan …………………………………..…. 47 1.3 Profesionalisasi BK dalam Kurikulum 2013 ……………………. 59 Implementasi Pelayanan BK dalam Kurikulum 2013 ......................... 69 2.1 Program BK ………………………………………………………… 73 2.2 Implementasi Program BK ........................................................ 85 2.3 C. 14 1.1 B. Materi Pelatihan 1: Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK ............ Implementasi Pelayanan Peminatan Peserta Didik ……………. 93 Pengukuran Peminatan Peserta Didik ............................................... 99 3.1 101 3.2 Pengukuran Kecerdasan, Bakat, dn minat Peserta Didik ......... 108 3.3 D. Teknik Pengukuran Peminatan ................................................. Interpretsi, Penyampaian Laporan, dan Penggunaan Hasil Pengukuran Pemnatan Peserta Didik ....................................... 115 Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik ...................................... 119 4.1 123 Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik ............................. iii
  • 6. 4.2 133 4.3 Konseling Individual dalam Layanan Peminataan ..................... 143 4.4 Rekomendasi Peminatan Peserta Didik ………………………… 151 Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik ..................................................................................... 156 5.1 E. Layanaengan Bimbingan Kelompok ………………………….... 160 Evaluasi, Pelaporan, dan Tindak Lanjut .................................... SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 .................... KUMPULAN LEMBAR KERJA KUMPULAN HAND OUT KUMPULAN DOKUMEN (BAHAN BACAAN) iv 174
  • 7. BAGIAN I PENDAHULUAN
  • 8. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor BAGIAN I PENDAHULUAN Materi pelatihan ini disiapkan untuk digunakan para Narasumber Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau Konselor SMP. Materi diklat ini memberi panduan bagi para pengguna mengenai (1) Tujuan umum diklat, kompetensi yang harus dicapai dan hasil kerja peserta selama pelatihan, (2) Struktur program Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK/Konselor SMP; (3) Prosedur Penilaian; (4) Panduan dan kode etik narasumber dan fasilitator dalam mengelola pembelajaran, (5) Panduan penggunaan bahan/materi pelatihan untuk masing-masing mata pelatihan dan sistematika modul. Secara keseluruhan bahan/materi pelatihan dimaksud disusun dalam bentuk skenario pelatihan, bahan tayang power point, lembar kerja/worksheets, silabus, hand out, dan dokumen bacaan. 1.1 Tujuan Umum Diklat Tujuan umum diklat peningkatan kompetensi guru BK/Konselor SMP adalah agar Guru BK/Konselor SMP mampu melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling di SMP termasuk pelayanan peminatan peserta didik sesuai dengan kurikulum 2013. 1.2 Indikator Umum Ketercapaian Tujuan Hasil monitoring dan evaluasi peningkatan kompetensi guru BK/Konselor SMP pada akhir Tahun Ajaran 2013/2014, menunjukkan bahwa Peserta Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK/Konselor SMP mampu melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dengan mengembangkan/mengarahkan peminatan sesuai dengan potensi diri peserta didik. 1 PPPPTK Penjas dan BK
  • 9. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor 1.3 Kompetensi Inti Peserta Diklat Yang Harus Dicapai Berdasarkan Indikator Ketercapaian Tujuan, maka kompetensi inti yang harus dicapai peserta setelah mengikuti pelatihan adalah sebagai berikut: 1. Memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kompetensi sesuai dengan tuntutan perubahan 2. Memiliki sikap terbuka untuk menerima kurikulum 2013 3. Memiliki keinginan kuat untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 4. Memiliki pengetahuan tentang rasional Kurikulum 2013 5. Memiliki pengetahuan tentang posisi BK dalam Kurikulum 2013 6. Memiliki pengetahuan tentang empat komponen perubahan kurikulum. 7. Memiliki pengetahuan tentang Profesionalisasi BK dalam Kurikulum 2013. 8. Memiliki pengetahuan tentang program BK dalam Kurikulum 2013. 9. Memiliki keterampilan mengimplementasikan program BK. 10. Memiliki keterampilan melakukan pengukuran peminatan peserta didik. 11. Memiliki keterampilan memberikan rekomendasi tentang peminatan peserta didik berdasarkan hasil asesmen. 12. Memiliki keterampilan melakukan praktik pelayanan peminatan melalui bimbingan klasikal, kelompok dan individual. 13. Memiliki keterampilan melakukan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut hasil pelayanan peminatan peserta didik. 1.4 Hasil Kerja Peserta Selama Diklat Setelah selesai mengikuti pelatihan, Guru BK/Konselor SMP mampu mewujudkan hasil kerja selama pelatihan secara kolektif, berupa: 1. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling 2 PPPPTK Penjas dan BK
  • 10. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor 2. Contoh instrumen asesmen dalam BK dan instrumen pengukuran peminatan peserta didik. 3. Contoh pengolahan data dan rekomendasi hasil asesmen peminatan peserta didik 4. Contoh rencana pelaksanaan layanan peminatan peserta didik dalam format klasikal, kelompok dan individual 5. Contoh evaluasi dan pelaporan pelayanan peminatan peserta didik. 1.5. Struktur Program BK/Konselor SMP Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Tabel 1.1. Struktur Program Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Untuk Guru BK Waktu No 1. 2. 3 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mata Diklat Arah dan Kebijakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Guru BK/Konselor Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK a. Kurikulum 2013 b. Posisi BK c. Profesionalisasi BK Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013 a. Program BK b. Implementasi Program Peminatan Peserta Didik Pengukuran Peminatan Peserta Didik a. Teknik Pengukuran Peminatan b. Pengukuran Kecerdasan, Bakat dan Minat c. Interpretasi, Penggunaan, dan Penyampaian Hasil Pengukuran Praktik Peminatan Peserta Didik: a. Pelayanan Peminatan Peserta Didik 1) Klasikal 2) Kelompok 3) Individual b. Rekomendasi Peminatan Peserta Didik Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik : a. Evaluasi Pelayanan Peminatan Peserta Didik b. Laporan Pelayanan Peminatan Peserta Didik c. Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik Orientasi Program dan Kegiatan Rencana Tindak Lanjut (Action Plan) Evaluasi Jumlah : Total : T P 2 2 4 3 7 3 7 4 8 2 4 2 2 2 34 18 52 3 PPPPTK Penjas dan BK
  • 11. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Keterangan: T: Teori P: Praktik 1.6. Penilaian Diklat Seusai diklat, panitia akan mengumumkan hasil penilaian peserta. Penilaian meliputi tiga ranah yaitu: 1. pengetahuan, 2. keterampilan, dan 3. sikap. Penilaian autentik diterapkan di dalam pelatihan ini. Metode penilaian yang diterapkan dalam penilaian ini meliputi: 1. pre-test, 2. post-test, 3. portofolio, dan 4. pengamatan. Jenis penilaian peserta diklat peningkatan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling SMP meliputi penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta. Penilaian pengetahuan peserta pelatihan dilaksanakan dalam tes awal dan tes akhir sedangkan penilaian sikap dan keterampilan dilakukan dalam penilaian proses. 1. Tes Awal dan Tes Akhir Tes awal dilakukan pada awal diklat untuk mengukur pengetahuan awal peserta, sebelum proses pembelajaran pelatihan dimulai. Tes akhir dilakukan pada akhir pelatihan untuk mengukur pengetahuan secara menyeluruh peserta pelatihan setelah mengikuti pembelajaran. Penilaian menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP). Tes awal dan tes akhir mencakup materi, kompetensi, dan indikator pada ranah pengetahuan dari setiap mata pelatihan dalam struktur program pelatihan. 4 PPPPTK Penjas dan BK
  • 12. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor a. Pelaksanaan Tes Tes awal dan tes akhir dilaksanakan di dalam situasi yang terbebas dari hal-hal yang mempengaruhi reliabilitas, antara lain: (1) jarak tempat duduk; (2) penerangan lampu; (3) ketenangan suasana; (4) kesehatan peserta; (5) kerahasiaan perangkat tes; (6) ketersediaan lembar jawaban; (7) kejelasan petunjuk pengerjaan; (8) kecukupan alokasi waktu; (9) pengawasan dari penguji/panitia; dan (10) hal-hal lain yang mengganggu pelaksanaan tes. Tes awal dan tes akhir masing-masing memerlukan alokasi waktu selama 1 x 45 menit. b. Penskoran Setelah pelaksanaan tes awal dan tes akhir, selanjutnya dilakukan penskoran. Penskoran dilakukan dengan memberikan angka 1 untuk jawaban betul dan angka 0 untuk jawaban salah pada setiap butir tes. Banyaknya butir yang dijawab betul mengindikasikan tingkat kemampuan peserta pelatihan yang tinggi, dan sedikitnya butir yang dijawab betul mengindikasikan tingkat kemampuan peserta pelatihan yang rendah. Untuk memperoleh skor atau nilai setiap peserta pelatihan, rumusnya adalah sebagai berikut: Nilai = Jumlah Betul dibagi Jumlah Butir X 100 (skala 0-100) Dengan demikian, skor perolehan maksimum peserta pelatihan adalah 100 dan skor minimumnya adalah 0. Karena tes awal dimaksudkan untuk mengukur kesiapan peserta pelatihan yang akan menerima materi pelatihan, hasil penskoran tes awal tidak dimasukkan ke dalam rekapitulasi penghitungan total. Rekapitulasi penghitungan total dan penentuan kelulusan pada ranah pengetahuan peserta pelatihan didasarkan pada hasil tes akhir. 5 PPPPTK Penjas dan BK
  • 13. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor c. Soal Tes Awal dan Tes Akhir Soal Tes Awal dan Tes Akhir untuk semua jejang pelatihan menggunakan soal yang disusun oleh PPPPTK Penjas dan BK. 2. Penilaian Proses Penilaian proses menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP) yang dilakukan di setiap mata pelatihan. Lingkup penilaian proses terdiri dari penilaian sikap dan keterampilan. a. Penilaian Keterampilan Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta pelatihan dalam mendemonstrasikan pemahaman dan penerapan pengetahuan yang mendalam serta keterampilan berbagai macam konteks tugas dan situasi sesuai dengan kompetensi dan indikator yang sesuai dengan kondisi pekerjaan di sekolah. Aspek keterampilan ini menggunakan pendekatan penilaian autentik yang mencakup bentuk tes dan non tes. Penilaian aspek keterampilan dilakukan pada saat pembelajaran melalui penugasan individu atau kelompok oleh narasumber/fasilitator. Penilaian keterampilan untuk peserta pelatihan menggunakan format di bawah ini. Pensekoran dilakukan dengan pertimbangan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. Tabel 1.2 Dasar Pemberian Skor No Pencapaian Indikator skor 1. Indikator keterampilan dicapai hanya melalui proses mengamati, mencontoh, dan meniru; maka dinilai: Indikator keterampilan dicapai melalui proses berdiskusi, berdialog, dan bertanya jawab; maka dinilai: Indikator keterampilan dicapai melalui proses bereksperimen, ujicoba, dan pembuktian; maka dinilai: Indikator keterampilan dicapai melalui proses kegiatan perbaikan dan koordinasi dengan beragam sumber; maka dinilai: ≤ 54 2. 3. 4. 55 – 64 65 – 74 75 – 84 6 PPPPTK Penjas dan BK
  • 14. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor No Pencapaian Indikator skor 5. Indikator keterampilan dicapai melalui proses kegiatan menyusun, membuat, dan menghasilkan produk secara natural; maka dinilai: 85 – 100 b. Penilaian Sikap Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sikap peserta pelatihan dalam berbagai aspek diantaranya: sikap menerima dan menhargai pendapat orang lain, ketelitian, keseriusan (bersunguh-sungguh), kreatifitas, komunikasi dengan orang lain, tanggunjawab dan kerja sama dengan orang lain. Pengukuran terhadap ranah sikap dilakukan melalui pengamatan sikap. Penilaian aspek sikap dilakukan mulai awal sampai akhir pelatihan secara terus menerus yang dilakukan oleh narasumber/fasilitator pada saat peserta pelatihan melakukan hal hal sebagai berikut. 1) Menerima materi pelatihan. 2) Melaksanakan tugas individu dan kelompok. 3) Berinteraksi dengan narasumber/ fasilitator. 4) Berinteraksi dengan teman sejawat. 5) Mengemukakan pendapat, bertanya, dan menjawab. Skor penilaian sikap menggunakan skala 0-100. Predikat nilai adalah sebagai berikut. Tabel 1.3 Tabel Predikat Nilai Nilai Predikat 85 – 100 Baik Sekali 75 – 84 Baik 65 – 74 Cukup 55 – 64 Kurang ≤ 54 Kurang Sekali 7 PPPPTK Penjas dan BK
  • 15. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Nilai Akhir Penentuan Nilai Akhir (NA) pelatihan ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut. a. Nilai akhir ditentukan oleh nilai sikap, nilai keterampilan dan nilai pengetahuan. b. Pembobotan nilai dilakukan dengan cara sebagai berikut. Tabel 1.4 Tabel Bobot Nilai Kategori Nilai Bobot Nilai Sikap (NS) 30% Nilai Keterampilan (NK) 40% Nilai Pengetahuan (TA) 30% c. Nilai Akhir Penghitungan skor akhir dilakukan dengan rumus sebagai berikut. NA = (NS x 30%) + (NK x 40%)+ (TA x 30%) Keterangan: - NA : Nilai Akhir - NS : Rerata Nilai Sikap dari semua mata pelatihan - NK : Rerata Nilai Keterampilan dari semua mata pelatihan - TA : Nilai Tes Akhir (Tes Pengetahuan) c. Sertifikat Pelatihan Peserta diklat yang memenuhi kriteria akan menerima Sertifikat telah mengikuti diklat yang dikeluarkan oleh PPPPTK Penjas dan BK. 1.7. Panduan Narasumber dan Fasilitator Narasumber memiliki peran yang sangat penting untuk menjadikan diklat yang menarik dan menyenangkan. Jumlah narasumber yang akan bertugas sebanyak 2 (dua) orang setiap kelas/rombongan belajar yang sama selama proses pelatihan. Narasumber membagi 8 PPPPTK Penjas dan BK
  • 16. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor tugas secara bersama-sama dengan prinsip keadilan. Ketika seorang narasumber bertugas menyajikan materi pelatihan, maka narasumber lainnya berperan sebagai fasilitator yang membantu dalam menyiapkan perangkat pelatihan, memberikan penjelasan tambahan, dan melakukan penilaian kepada peserta. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang narasumber sebagai berikut. 1. Memahami isi materi pelatihan sesuai dengan bidang yang ditugaskan. 2. Melaksanakan pelatihan sesuai dengan modul dan mematuhi urutan dalam skenario pelatihan yang telah disusun. 3. Memberikan contoh panutan bagi peserta, baik dalam hal disiplin, berperilaku, cara memberikan pertanyaan, cara memberikan umpan balik, memberikan motivasi, maupun penguasaan materi pelatihan. 4. Berusaha memanggil nama peserta supaya mengurangi ketegangan. 5. Kurangi menjelaskan definisi, tetapi wajib melibatkan peserta secara aktif dalam mencari, menggali data, menganalisis alternatif temuan, memecahkan masalah, mengambil keputusan atau simpulan. 6. Aktivitas yang sebaiknya dikurangi menjelaskan definisi, menjawab pertanyaan, dan memberi konfirmasi. 7. Memotivasi pertanyakan peserta untuk mengambil argumentasinya mengapa kesimpulan peserta sendiri, mengambil simpulan itu, kuatkan dan tekankan kesimpulan itu. 8. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta baik laki-laki maupun perempuan, yang memiliki keterbatasan berbicara, yang minoritas, yang pendiam, yang tua, dan sebagainya. 9. Aktifkan peserta untuk menjawab pertanyaan peserta lain. 10. Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam menjawab pertanyaan peserta: 9 PPPPTK Penjas dan BK
  • 17. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor a. Jangan menjawab pertanyaan yang tidak dipahami maksudnya. b. Jangan menjawab pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya. c. Jangan menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab. 11. Tidak terpancing dalam perdebatan dengan peserta yang dapat mengakibatkan habisnya waktu. 12. Mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab peserta sesering mungkin (jangan pertanyaan yang sulit dijawab atau terlalu mudah dijawab peserta). 13. Jangan berperan sebagai orang yang serba tahu. Tugas narasumber yang berperan sebagai fasilitator 1. Menyiapkan alat, sumber, dan media belajar yang diperlukan. 2. Membagi bahan pelatihan kepada peserta sesuai haknya. 3. Melaksanakan penilaian terdiri dari pre-test, post-test, dan penilaian proses, yang meliputi ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 4. Mencatat kehadiran peserta sebagai bagian dari bahan penilaian. 5. Menyerahkan laporan tertulis setiap selesai melakukan pelatihan. 1.8. Kode Etik Narasumber Setiap narasumber diklat wajib menyetujui dan menerapkan kode etik berikut. 1. Menghormati kebijakan PPPPTK Penjas dan BK terkait dengan Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK/Konselor SMP. 2. Mengacu pada prinsip-prinsip andragogi dalam bersikap dan berperilaku. 3. Menjaga kerahasiaan semua alat penilaian yang akan digunakan. 4. Memberlakukan peserta secara adil dan tidak diskriminatif. 5. Obyektif dalam melakukan penilaian. 10 PPPPTK Penjas dan BK
  • 18. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor 1.9 Panduan Penggunaan Materi Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK/Konselor Jenis bahan dan lembar kerja untuk masing-masing materi pelatihan dapat dilihat dibawah ini. Beberapa dokumen pelatihan digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan sebagaimana tercermin dalam kodefikasi bahan pelatihan. Tabel 1.5 Daftar dan Kodefikasi Materi Pelatihan NO 1 2 3 MATERI PELATIHAN Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK Bahan Kurikulum 2013 Tayang Posisi BK Profesionalisasi Bimbingan dan Konseling Lembar Analisis Kurikulum 2013 Kerja/Rubrik Posisi BK dalam Kurikulum 2013 Refleksi Diri Hand out Video --Dokumen Pedoman Peminatan Peserta Didik (Bahan Modul 1 Bacaan) Implementasi Pelayanan BK dalam Kurikulum 2013 Bahan Program BK Tayang Implementasi Program BK Implementasi Pelayan Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja/Rubrik Penyusuann Program BK dalam Kurikulum 2013 Implementasi Program BK Hand out Video Layanan Klasikal Layanan Konseling Individual Layanan Konseling Kelompok Layanan Bimbingan Kelompok Dokumen Pedoman Peminatan Peserta Didik (Bahan Modul 2 Bacaan) Pengukuran Peminatan Peserta Didik Bahan Teknik Pengukuran Peminatan Tayang Pengukuran Kecerdasan, Bakat dan Minat Peserta Didik Interpretasi, Penyampaian Laporan, dan Penggunaan Hasil Pengukuran Peminatan Peserta Didik Lembar Pemilihan dan Penetapan Peminatan Kerja/Rubrik Peserta Didik KODE PPT 1.1 PPT 1.2 PPT 1.3 LK 1.a1 LK 1.a2 LK 1.a3 HO-1 --D PPT-2.1 PPT-2.2 PPT-2.3 LK 2.a LK 2.b HO-2 V 4a V 4b V 4c V 4d D PPT-3.1 PPT-3.2 PPT-3.3 LK 3.1 11 PPPPTK Penjas dan BK
  • 19. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor NO MATERI PELATIHAN Hand out Video 4 5 6 HO-3 Mekanisme Peminatan Peserta Didik SMA/SMK Bersamaan dengan PPDB Mekanisme Peminatan Peserta Didik SMA/SMK Setelah Diterima Pedoman Peminatan Peserta Didik Modul 3 Dokumen (Bahan Bacaan) Praktik Peminatan Peserta Didik Bahan Pengukuran Peminatan Peserta Didik Tayang Layanan Peminatan Dengan Bimbingan Kelompok Konseling Individual Dalam Layanan Peminatan Rekomendasi Peminatan peserta Didik Lembar Kerja/Rubrik Hand out Video KODE --Layanan Klasikal Layanan Konseling Individual Layanan Konseling Kelompok Layanan Bimbingan Kelompok Pedoman Peminatan Peserta Didik Modul 4 V 3c1 V 3c2 D PPT-4.1 PPT-4.2 PPT-4.3 PPT-4.4 --HO-4 V 4a V 4b V 4c V 4d Dokumen (Bahan D Bacaan) Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik Bahan Evaluasi, Pelaporan, dan Tindak Lanjut PPT-5.1 Tayang Laporan Pelaksanaan Program (Lapelprog) PPT-5.2 Lembar Penyusunan Instrumen LK 5.1 Kerja/Rubrik Analisis Hasil Penilaian LK 5.2 Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program LJ 5.3 (Lapelprog) Hand out HO-5 Video Layanan Klasikal V 4a Dokumen Pedoman Peminatan Peserta Didik (Bahan D Modul 5 Bacaan) Rencana Tindak Lanjut (ActionPlan) Bahan Rencana Tindak Lanjut Pelatihan PPT-6 Tayang Implementasi Kurikulum Untuk Guru BK Lembar Daftar Rencana KegiatanTindak Lanjut LK-6.1 Kerja/Rubrik Sebagai Nara Sumber Daftar Rencana Kegiatan Tidak Lanjut LK 6.2 sebagai Guru BK Hand out Rencana Tindak Lanjut Pelatihan HO-6 Video -----Dokumen Pedoman Peminatan Peserta Didik (Bahan Modul 1- 5 D Bacaan) 12 PPPPTK Penjas dan BK
  • 20. SMP | Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor Keterangan: PPT : Powerpoint Presentation LK : Lembar Kerja R : Rubrik D : Dokumen HO : Hand Out V : Video Catatan Kodefikasi: 1. PPT-1.2 artinya menyampaikan bahan Materi presentasi Pelatihan 1 ini digunakan (Kurikulum 2013 saat dan Profesionalisasi BK), Sub Materi 2 (Profesionalisasi BK dalam Kurikulum 2013). 2. D-1.3/2.1/2.4/3.1/3.2 artinya Dokumen ini digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan yaitu:  Materi Pelatihan 1, Sub Materi 3;  Materi Pelatihan 2, Sub Materi 1 dan 4;  Materi Pelatihan 3, Sub Materi 1 dan 2. 1.10 Sistematika Modul Modul pelatihan implementasi kurikulum ini dibagi dalam 4 (empat) bagian sebagai berikut: Bagian 1 : Pendahuluan Bagian 2 : Materi Pelatihan Kumpulan Hand-Out Kumpulan Dokumen 13 PPPPTK Penjas dan BK
  • 21. BAGIAN II MATERI PELATIHAN
  • 22. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 MATERI 1 KURIKULUM 2013 DAN PROFESIONALISASI BIMBINGAN DAN KONSELING A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Mampu menjelaskan secara utuh Kurikulum 2013. 2. Mampu menjelaskan secara utuh posisi Bk dalam Kurikulum 2013 3. Memiliki sikap profesionalisme dalam pelayanan BK. B. LINGKUP MATERI 1. Kurikulum 2013. a. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013. b. Elemen Perubahan Kurikulum 2013. c. 2. Strategi Implementasi Kurikulum 2013. Posisi BK a. Bimbingan dan konseling dalam Pendidikan b. Peran Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Bermutu c. 3. Bimbingan dan Konseling dalam Implementasi Kurikulum 2013 Profesionalisasi Bimbingan dan Konseling. a. Hakikat profesi bimbingan dan konseling. b. Pentingnya pelayanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2013. c. Optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. C. INDIKATOR 1. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. 2. Menjelaskan elemen perubahan Kurikulum 2013. 3. Menjelaskan strategi implementasi Kurikulum 2013 dalam pelayanan BK. 4. Menjelaskan BK dalam pendidikan 14 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 23. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 5. Menjelaskan peran BK dalam pendidikan bermutu 6. Menjelaskan BK dalam implementasi kurikulum 2013 7. Menjelaskan wawasan, pengetahuan, nilai, dan sikap dalam pelayanan BK. 8. Terampil melakukan pelayanan BK yang mampu mengubah persepsi cara berpikir, merasa, bersikap, dan perilaku bertanggung jawab pada peserta didik. 9. Menjadi motivator, inspirator, dan tauladan bagi peserta didik. D. PERANGKAT PELATIHAN 1. Bahan Tayangan. a. Rasional Pengembangan kurikulum 2013. b. Elemen Perubahan Kurikulum kurikulum 2013. c. Strategi Implementasi Kurikulum 2013. d. Posisi Bk dalam pendidikan e. Peran BK dalam pendidikan bermutu f. Implementasi Bk dalam Kurikulum 2013 g. Hakikat profesi bimbingan dan konseling. h. Pentingnya pelayanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2013. i. Optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. 2. Lembar kerja pelatihan Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK. 3. Dokumen Bahan Bacaan. a. Modul Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK. b. Permendikbud Nomor 68 tahun 2013 c. Permendikbud Nomor 81 A tahun 2013 d. Pedoman Peminatan Peserta Didik. 15 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 24. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SKENARIO PEMBELAJARAN MATERI DIKLAT : KURIKULUM 2013 DAN PROFESIONALISASI BK ALOKASI WAKTU : 6 (enam) JP (@ 45 MENIT) JENJANG : SMP TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN KEGIATAN PENDAHULUAN DESKRIPSI KEGIATAN Pengecekan kelengkapan alat pembelajaran Pengkondisian peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi 1 : Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi Bimbingan dan Konseling Pemaparan dan curah pendapat oleh fasilitator dengan menggunakan P.1: Kurikulum 2013 yang meliputi: a. Kurikulum 2013 WAKTU 10 menit 30 menit b. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 c. Strategi Implementasi Kurikulum 2013 KEGIATAN INTI Brainstorming dan Tanya jawab Kerja kelompok (LK 1.1) (Tugas Terstruktur Mandiri) Paparan dan curah pendapat dengan menggunakan P.2 : posisi BK yang meliputi : a. Posisi BK b. Peran BK c. BK dalam Kurikulum 2013 Brainstorming dan Tanya jawab Kerja kelompok (LK 1.2) (Tugas Terstruktur Mandiri) Pemaparan dan curah pendapat oleh fasilitator dengan menggunakan P.3 : Profesionalisasi Bimbingan dan Konseling, yang meliputi: a. Hakikat profesi bimbingan dan konseling 15 menit 40 menit 30 menit 15 menit 40 menit 40 menit b. Pentingnya pelayanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2013 16 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 25. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 TAHAPAN KEGIATAN KEGIATAN PENUTUP DESKRIPSI KEGIATAN c. Optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling Brainstorming dan Tanya jawab Tugas individu (LK 1.3) Presentasi hasil Merangkum materi : Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK Refleksi umpan balik proses pembelajaran Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan Fasilitator menutup pembelajaran WAKTU 15 menit 20 menit 20 menit 10 menit 17 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 26. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 BAHAN TAYANG MATERI 1 KURIKULUM 2013 DAN PROFESIONALISASI BK PPT 1.1 18 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 27. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 19 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 28. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 20 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 29. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 21 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 30. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 22 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 31. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 23 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 32. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 24 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 33. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 25 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 34. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 26 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 35. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 27 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 36. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 28 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 37. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 29 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 38. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 30 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 39. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 31 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 40. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 32 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 41. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 33 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 42. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 34 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 43. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 35 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 44. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 36 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 45. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 37 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 46. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 38 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 47. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 39 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 48. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 40 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 49. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 41 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 50. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 42 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 51. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 43 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 52. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 44 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 53. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 45 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 54. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 46 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 55. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 1.2 47 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 56. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 48 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 57. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 49 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 58. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 50 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 59. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 51 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 60. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 52 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 61. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 53 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 62. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 54 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 63. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 55 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 64. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 56 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 65. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 57 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 66. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 58 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 67. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 1.3 59 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 68. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 60 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 69. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 61 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 70. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 62 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 71. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 63 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 72. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 64 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 73. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 65 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 74. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 66 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 75. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 67 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 76. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 68 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 77. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 MATERI 2 IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013 A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Menjelaskan program BK yang muatan pelayanan peminatan peserta didik 2. Menyusun program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik 3. Menjelaskan implementasi program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik 4. Menyusun persiapan pelayanan peminatan peserta didik dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL). 5, Menjelaskan implementasi program pelayanan peminatan peserta didik. B. LINGKUP MATERI 1. Program Bimbingan dan Konseling. 2. Implemetasi Program Bimbingan dan Konseling. 3. Implementasi Program Pelayanan Peminatan Peserta Didik C. INDIKATOR 1. Mendeskripsikan program BK yang muatan pelayanan peminatan peserta didik 2. Menyusun program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik 3. Mendeskripsikan implementasi program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik 4. Menyusun persiapan pelayanan peminatan peserta didik dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL). 5. Mendeskripsikan implementasi program pelayanan peminatan peserta didik. 69 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 78. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 D. PERANGKAT PELATIHAN 1. Video pelayan peminatan peserta didik. 2. Bahan Tayang. a. Program Bimbingan dan Konseling b. Implementasi Program Bimbingan dan Konseling. c. Implementasi Program Pelayanan Peminatan Peserta Didik 3. Lembar Kerja 4. Dokumen Bahan Ajar: Pedoman Peminatan Peserta Didik. 5. ATK. 70 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 79. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SKENARIO PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN : IMPLEMENTASI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013 ALOKASI WAKTU : 10 JP (@ 45 MENIT) JENJANG : SMP TAHAP KEGIATAN PERSIAPAN KEGIATAN PENDAHULUAN KEGIATAN INTI DESKRIPSI KEGIATAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran seperti LCD Projector, laptop, File, Active Speaker, Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnya Pengkondisian peserta dengan perkenalan atau ice breaking lainnya Fasilitator menjelaskan nama, tujuan kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran Implementasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013 Fasilitator memotivasi peserta, mengajak berdinamika, agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. Program Bimbingan dan Konseling Pemaparan saran oleh fasilitator tentang implemtasi program bimbingan dan konseling.dalam kurikulum 2013 Tanya jawab dan sumbang saran tentang program bimbingan dan konseling yang memuat pelayanan peminatan peserta didik Memberi contoh program bimbingan dan konseling yang memuat pelayanan peminatan peserta didik Diskusi kelompok identifikasi pelayanan peminatan peserta didik Presentasi hasil kerja kelompok Kesimpulan materi implementasi program BK dalam kurikulum 2013 Implementasi Program BK Paparan dan sumbang saran implementasi program BK yang mencakup persiapan, pelaksaaan dan penilaian. Tanya jawab implementasi program BK WAKTU 10 menit 15 menit 135 menit 30 menit 20 menit 10 menit 45 menit 20 menit 10 menit 180 menit 30 menit 20 menit 71 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 80. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 KEGIATAN PENUTUP Sumbang saran penyusunan RPL Praktek pusunan RPL klasikal, kelompok, dan individual Presentasi hasil Kesimpilan materi implemantasi program BK dalam kurikulum 2013 Implementasi Program Peminatan Peserta Didik Pemaparan tentang implementasi program pelayanan peminatan peserta didik Tanya jawab dan sumbenga saran tentang implementasi program peminatan peserta dididk. Diskusi langkah-langkah pokok pelayanan peminatan peserta didik Merangkum materi Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013 Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan Fasilitator menutup pembelajaran 30 menit 45 menit 45 menit 10 menit 135 menit 30 menit 15 menit 60 menit 15 menit BAHAN TAYANG MATERI 2 72 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 81. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 IMPLEMENTASI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013 PPT 2.1 73 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 82. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 74 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 83. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 75 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 84. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 76 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 85. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 77 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 86. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 78 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 87. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 79 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 88. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 80 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 89. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 81 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 90. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 82 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 91. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 83 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 92. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 84 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 93. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 2.2 85 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 94. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 86 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 95. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 87 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 96. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 88 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 97. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 89 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 98. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 90 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 99. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 91 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 100. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 92 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 101. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 2.3 93 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 102. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 94 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 103. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 95 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 104. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 96 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 105. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 1 Pengumpulan Data dan Informasi 2 Layanan Informasi Langkah pokok peminatan 3 Pemantapan Peminatan 4 Penyesuaian 5 Monitoring dan Tindak lanjut 97 PPPPTK PENJAS DAN BK
  • 106. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 MATERI 3 PENGUKURAN PEMINATAN PESERTA DIDIK A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Menjelaskan tentang pengukuran peminatan peserta didik 2. Menjelaskan tentang teknik pengukuran peminatan peserta didik 3. Menjelaskan pengukuran kecerdasan, bakat, minat peserta didik 4. Menginterprestasikan hasil pengukuran peminatan peserta didik 5. Menyampaikan hasil pengukuran kecerdasan, bakat, dan minat peserta didik 6. Mengunakan hasil pengukuran kecerdasan, bakat, dan minat peserta didik B. LINGKUP MATERI 1. Asesmen dalam BK. 2. Pengukuran komponen peminatan peserta didik. 3. Pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik berdasarkan hasil asesmen. C. INDIKATOR 1. Mendeskripsikan tentang pengukuran peminatan peserta didik 2. Mendeskripsikan tentang teknik pengukuran peminatan peserta didik 3. Mendeskripsikan pengukuran kecerdasan, bakat, minat peserta didik 4. Menginterprestasikan hasil pengukuran peminatan peserta didik 5. Menyampaikan hasil pengukuran kecerdasan, bakat, dan minat peserta didik. 6. Mengunakan hasil pengukuran kecerdasan, bakat, dan minat peserta didik. 98
  • 107. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SKENARIO PEMBELAJARAN Materi Pelatihan : Pengukuran Peminatan Peserta Didik Alokasi Waktu : 10 (sepuluh) JP (@ 45 MENIT) Jenjang : SMP Tahapan Kegiatan Persiapan Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Inti Deskripsi Kegiatan Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran seperti LCD Projector, Laptop, File, active speaker, dan laser point atau media pembelajaran lainnya Pengkondisian peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Pengukuran Peminatan Peserta Didik Fasilitator memotivasi peserta, mengajak berdinamika agar saling mengenal, serius, semangat dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung 3.1 Teknik Pengukuran Peminatan Pemaparan konsep dasar pengukuran dan teknik pengukuran peminatan menggunakan PPT 3a Brainstorming dan tanya jawab tentang teknik pengukuran peminatan Latihan dan diskusi kelompok 3.2 Pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik Pemaparan pengukuran kecerdasan, bakat, dan minat peserta didik dengan menggunakan PPT 3b Brainstorming dan tanya jawab tentang pengukuran kecerdasan, dan minat peserta didik Menyusun instrumen pengukuran non-tes (LK 3a) Presentasi hasil penyusunan instrument non-tes (dalam kelompok) 3.3 Interpretasi, penyampaian laporan, dan penggunaan hasil pengukuran Peserta Didik Waktu 15 menit 30 menit 30 menit 45 menit 30 menit 30 menit 45 menit 45 menit 99
  • 108. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Kegiatan Penutup Paparan tentang interpretasi, penyampaian laporan, dan penggunaan hasil pengukuran dengan menggunakan PPT 3c dan mencermati hasil pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik Praktek mengkomunikasikan hasil pengukuran kemampuan dasar, bakat, dan minat peserta didik (LK 3b) Review dan feedback praktek mengkomunikasikan hasil pengukuran kemampuan dasar, bakat, dan minat peserta didik Membuat rangkuman Refleksi dan umpan balik Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan Fasilitator menutup pembelajaran 45 menit 60 menit 30 menit 45 menit 100
  • 109. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 BAHAN TAYANG MATERI 3 PENGUKURAN PEMINATAN PESERTA DIDIK PPT 3.1 101
  • 110. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 102
  • 111. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 103
  • 112. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 104
  • 113. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 105
  • 114. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 106
  • 115. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 107
  • 116. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 3.2 108
  • 117. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 109
  • 118. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 110
  • 119. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 111
  • 120. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 112
  • 121. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 113
  • 122. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 114
  • 123. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 3.3 115
  • 124. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 116
  • 125. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 117
  • 126. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 118
  • 127. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 MATERI 4 PRAKTIK PEMINATAN PESERTA DIDIK A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Peserta terampil merencanakan dan melaksanakan pelayanan peminatan dengan layanan klasikal. 2. Peserta terampil merencanakan dan melaksanakan pelayanan peminatan dengan bimbingan kelompok. 3. Peserta terampil merencanakan dan melaksanakan pelayanan peminatan dengan konseling individual. B. LINGKUP MATERI 1. Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik dengan Layanan Klasikal. 2. Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik dengan Bimbingan Kelompok. 3. Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik dengan Konseling Individual. C. INDIKATOR 1. Menyusun rencana pelayanan peminatan dengan layanan klasikal. 2. Melaksanakan pelayanan peminatan dengan layanan klasikal. 3. Melakukan penilaian pelaksanaan pelayanan peminatan dengan layanan klasikal. 4. Menyusun rencana pelayanan peminatan dengan bimbingan kelompok. 5. Melaksanakan pelayanan peminatan dengan bimbingan kelompok. 6. Melakukan penilaian pelaksanaan pelayanan peminatan dengan bimbingan kelompok. 7. Menyusun rencana pelayanan peminatan dengan konseling individual. 8. Melaksanakan pelayanan peminatan dengan konseling individual. 9. Melakukan penilaian pelaksanaan pelayanan peminatan dengan konseling individual. 119
  • 128. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 D. PERANGKAT PELATIHAN 1. ModulPraktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik 2. Bahan Tayang. a. Layanan Peminatan dengan layanan Klasikal b. Layanan Peminatan dengan Bimbingan Kelompok. c. 3. Layanan Peminatan dengan Konseling Individual Lembar Kerja. a. Rencana Pelaksanaan Layanan Klasikal (RPLBK). b. Satuan Layanan Bimbingan Kelompok (SLBK). c. Format Peer Assesment. d. Jurnal : Format Refleksi Diri. 4. Dokumen. a. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan BK di Sekolah. 5. ATK. 120
  • 129. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SKENARIO PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN : PRAKTIK PEMINATAN PESERTA DIDIK ALOKASI WAKTU : 12 (dua belas) JP (@ 45 MENIT) JENJANG : SMP/MTs TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN KEGIATAN PENDAHULUAN KEGIATAN INTI DESKRIPSI KEGIATAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnya. Ice breaking Fasilitator menjelaskan petunjuk belajar 1.1 Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik dengan Layanan klasikal WAKTU 10 menit a. Sumbang saran terhadap isi modul layanan klasikal dan memahami isinya 15 menit b. Penayangan video layanan informasi pelayanan peminatan peserta didik 15 menit c. Peserta menyusun rencana layanan klasikal dalam RPL layanan klasikal 30 menit d. Fasilitator mengarahkan peserta untuk mempraktikkan RPL dalam kelompok 60 menit e. Evaluasi proses dan hasil praktik layanan klasikal 10 menit 1.2 Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik dengan Bimbingan Kelompok a. Sumbang saran terhadap isi modul layanan klasikal dan memahami isinya 15 menit b. Penayangan video tentang layanan bimbingan kelompok 15 menit c. Peserta menyusun rencana bimbingan kelompok 30 menit 121
  • 130. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 TAHAPAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN d. Fasilitator mengarahkan peserta untuk mempraktikkan RPLBK dalam kelompok WAKTU 60 menit e. Evaluasi proses dan hasil praktik bimbingan kelompok 10 menit 1.3 Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik dengan Konseling Individual a. Sumbang saran terhadap isi modul konseling individual dan memahami isinya 15 menit b. Penayangan video tentang layanan konseling individual 15 menit c. 30 menit Peserta menyusun rencana layanan konseling individual d. Fasilitator mengarahkan peserta untuk mempraktikkan layanan konseling individual 60 menit e. Evaluasi proses dan hasil praktik 10 menit 1.4 Rekomendasi Arah Peminatan Peserta Didik a. Sumbang saran prosedur penentuan rekomendasi arah peminatan peserta didik 15 menit b. Inventasisasi, pengumpulan, dan analisis data peminatan peserta didik c. Diskusi dan Praktek penentuan rekomendasi arah peminatan peserta didik 30 menit d. Laporan hasil kelompok dan praktek 20 menit e. Evaluasi proses diskusi dan hasil praktek KEGIATAN PENUTUP 15 menit 10 menit Fasilitator memandu peserta untuk merefleksikan hasil praktik layanan peminatan. Fasilitator menutup pembelajaran 10 menit 122
  • 131. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 BAHAN TAYANG MATERI 4 PENGUKURAN PEMINATAN PESERTA DIDIK PPT 4.1 s 123
  • 132. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 124
  • 133. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 125
  • 134. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 126
  • 135. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 127
  • 136. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 128
  • 137. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 129
  • 138. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 130
  • 139. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 131
  • 140. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 132
  • 141. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 4.2 133
  • 142. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 134
  • 143. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 135
  • 144. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 136
  • 145. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 137
  • 146. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 138
  • 147. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 139
  • 148. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 140
  • 149. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 141
  • 150. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 142
  • 151. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 4.3 143
  • 152. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 144
  • 153. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 145
  • 154. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 146
  • 155. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 147
  • 156. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 148
  • 157. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 149
  • 158. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 150
  • 159. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 PPT 4.4 151
  • 160. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 152
  • 161. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 153
  • 162. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 154
  • 163. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 155
  • 164. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 MATERI 5 EVALUASI, PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT PELAYANAN PEMINATAN PESERTA DIDIK A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Mampu mengevaluasi pelayanan peminatan peserta didik. 2. Menyusun laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik. 3. Menentukan dan melaksanakan kegiatan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik. B. LINGKUP MATERI 1. Evaluasi pelayanan peminatan peserta didik. a. Analisis hasil penilaian pelayanan peminatan peserta didik. b. Evaluasi program pelayanan peminatan peserta didik. 2. Laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik. 3. Tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik. C. INDIKATOR 1. Mendeskripsikan evaluasi pelayanan peminatan peserta didik 2. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil pelayanan peminatan peserta didik. 3. Menentukan kegiatan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik 4. Mendeskripsikan pelaporan dan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik 5. Menyusun laporan pelaksanaan program pelayanan peminatan peserta didik. D. PERANGKAT PELATIHAN 1. Video Layanan Informasi. 2. Bahan Tayang. 156
  • 165. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 a. Evaluasi pelayanan peminatan peserta didik. 1) Penilaian proses dan hasil pelayanan peminatan peserta didik. 2) Analisis hasil penilaian pelayanan peminatan peserta didik. 3) Evaluasi program BK. b. Laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik. c. 3. Tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik. Lembar Kerja 5.1 Analisis hasil penilaian, Lembar Kerja 5.2 Penyusunan laporan pelaksanaan program (Lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik. 4. Dokumen dan Bahan Bacaan. a. Pedoman Peminatan Peserta Didik. b. Modul Evalusi, Pelaporan dan Tindak Lanjut. 5. ATK. 157
  • 166. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SKENARIO PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN : EVALUASI, PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT PELAYANAN PEMINATAN PESERTA DIDIK ALOKASI WAKTU : 5 (lima) JP (@ 45 MENIT) JENJANG : SMA/SMK TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN KEGIATAN PENDAHULUAN KEGIATAN INTI DESKRIPSI KEGIATAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Media pembelajaran lainnya Pengkondisisn Peserta Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, indikator keberhasilan, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran mata diklat Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik Fasilitator memotivasi peserta, agar serius, antusias, teliti, dan bekerjasama saat proses pembelajaran berlangsung 5.1. Evaluasi Pelayanan Peminatan Peserta Didik. Paparan oleh fasilitator tentang evaluasi pelayanan peminatan peserta didik, dengan menggunakan PPT 5a, melakukan brainstorming dan tanya jawab tentang materi yang dibahas. Ice breaking. Reviu instrumen penilaian proses dan hasil pelayanan peminatan peserta didik Tayang video layanan informasi Melaksanakan penilaian proses dan hasil berdasarkan pengamatan tayangan video, dengan format penilaian yang disiapkan, melakukan analisis hasil penilaian, dan menentukan rencana tindak lanjut Presentasi Kelompok 5.2 Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik Paparan oleh fasilitator tentang pelaporan dan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik dengan menggunakan PPT 5.2 dan melakukan brainstorming dan tanya jawab tentang isi materi. WAKTU 15 menit 100 menit 40 menit 5 menit 10 menit 30 menit 15 menit 100 menit 40 menit 158
  • 167. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 TAHAPAN KEGIATAN KEGIATAN PENUTUP DESKRIPSI KEGIATAN Mendiksusikan dalam kelompok penyusunan laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik. Presentasihasil kerja kelompok Membuat rangkuman materi pelatihan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan Fasilitator menutup pembelajaran WAKTU 45 Menit 15 menit 10 menit 159
  • 168. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 BAHAN TAYANG MATERI 5 EVALUASI, PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT PELAYANAN PEMINATAN PESERTA DIDIK PPT 5.1 160
  • 169. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 161
  • 170. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 162
  • 171. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 163
  • 172. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 164
  • 173. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 165
  • 174. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 166
  • 175. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 167
  • 176. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 168
  • 177. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 169
  • 178. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 170
  • 179. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 171
  • 180. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 172
  • 181. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 173
  • 182. SILABUS PELATIHAN
  • 183. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SILABUS DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK SMP/MTs Mata Diklat Alokasi Waktu 1 Sub Materi Pelatihan Kurikulum 2013 : 6 JP Jenjang No : Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK : SMP/MTs Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta mampu menjelaskan rasional, elemen perubahan, dan strategi implementasi Kurikulum 2013 Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan 1. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan tantangan masa depan 2. Menjelaskan elemen perubahan Kurikulum 2013 3. Menjelaskan strategi implementasi Kurikulum 2013, khususnya dalam pelayanan BK 1. Paparan tentang rasional, elemen perubahan, dan strategi implemtasi Kurikulum 2013 2. Curah pendapat, tanya jawab dan diskusi tentang paparan rasional, elemen perubahan, strategi implementasi Kurikulum 2013. 3. Curah pendapat tentang implemtasi BK dalam Kurikulum 2013. 4. Kerja Kelompok 5. Presentasi hasil 6. Menyimpulkan Aspek Sikap Menerima alasan perubahan kurikulum 2013 Pengetahuan Menjelaskan rasional, elemen perubahan, strategi implementasi Kurikulum 2013 Teknik Pengamatan Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Lembar pengamatan Tes tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian Jenis  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Waktu (JP) Deskripsi  Modul Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK  Tayangan Paparan Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK  Dokumen Kurikulum 2013  Lembar Kerja 1.1 Keterampilan Menganalisis pentingnya perubahan dan bagaimana implementasinya dalam pelayanan BK di lapangan. 174 2 JP
  • 184. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 2. Sub Materi Pelatihan Posisi BK Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta mampu menjelaskan posisi dan peran BK dalam Kurikulum 2013 sebagai bagian terintegrasikan dalam upaya pendidikan. Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan  Menjelaskan posisi BK sebagai upaya pendidikan  Menjelaskan peran BK sebagai upaya pembelajaran yang memenuhi segenap unsur pendidikan.  Menjelaskan BK dalam kurikulum 2013 rasional, elemen perubahan, dan strategi implementasi Kurikulum 2013, khususnya dalam pelayanan BK.  Paparan tentang posisi dan peran BK sebagai bagian terintegrasi dalam upaya pendidikan.  Mencermati unsur-unsur praktek pendidikan yang dilakukan di sekolah.  Curah pendapat tentang praktek pendidikan dan posisi dan peran BK sebagai bagian terintegrasi dalam upaya pendidikan. Aspek Sikap Menerima posisi dan peran penting BK dalam Kurikulum 2013. Pengetahuan Memahami posisi dan peran penting BK dalam Kurikulum 2013. Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Pengamatan Lembar pengamatan  Modul Tes tertulis Pilihan ganda  Bahan Tayang Penugasan Rubrik penilaian  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Waktu (JP) Deskripsi  Modul Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK  Tayangan Paparan Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK  Lembar Kerja 1.2 Keterampilan Menganalisis unsur-unsur pendidikan dalam praktek pelayanan BK. 175 2 JP
  • 185. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 3 Sub Materi Pelatihan Profesionalisasi BK dalam Kurikulum 2013 Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta memiliki sikap profesionalisme dalam pelayanan BK Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan 1. Menjelaskan hakekat profesi BK 2. Memiliki kesadaran akan pentingnya kemampuan guru BK/konselor dalam mengubah persepsi cara berpikir, merasa, bersikap, dan perilaku bertanggung jawab pada peserta didik 3. Menjadi motivator, inspirator, dan tauladan bagi peserta didik  Menyimpulkan peran dan posisi BK dalam Kurikulum 2013. 1. Diskusi dan curah pendapat tentang profesionalisasi BK dalam implementasi Kurikulum 2013 2. Mengidentifikasi berbagai kemampuan, nilai dan sikap yang harus dimiliki guru BK/konselor dalam Kurikulum 2013 3. Pembentukan kemampuan, nilai dan sikap dengan berbagai keterampilan yang dapat mengubah persepsi cara berpikir, merasa, bersikap, dan perilaku Aspek Sikap Menerima pentingnya profesi BK dan wawasan, pengetahuan, nilai, dan sikap guru BK/konselor dalam Kurikulum 2013 Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Pengamatan Lembar pengamatan Tes tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian Jenis  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Waktu (JP) Deskripsi  Modul Kurikulum 2013  Tayangan Paparan Kurikulum 2013  Kurikulum 2013 dan KTSP  Lembar Kerja LK 1.3 Pengetahuan Menjelaskan tentang hakekat profesi BK serta wawasan, pengetahuan, nilai, dan sikap yang harus dimiliki guru BK/konselor dalam Kurikulum 2013 Keterampilan Memiliki keterampilan 176 2 JP
  • 186. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No Sub Materi Pelatihan Kompetensi Peserta Pelatihan Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan bertanggungjaw ab pada peserta didik 4. Praktik tampilan profesional guru BK dalam kurikulum 2013. 5. Refleksi diri profesionalisme guru BK/konselor dalam implementasi Kurikulum 2013 Aspek Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Waktu (JP) Deskripsi sebagai motivator, inspirator, dan tauladan bagi peserta didik. 177
  • 187. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SILABUS DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK SMP/MTs Mata Diklat Alokasi Waktu Sub Materi Pelatihan 1 Program BK : 10 JP Jenjang No : Implementasi Pelayanan BK dalam Kurikulum 2013 : SMP/MTs Kompetensi Peserta Pelatihan Mampu menyusun program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan  Mendeskripsikan program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik  Menyusun program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik  Paparan dan Curah pendapat tengan penyusunan program BK  Identifikasi pelayanan peminatan peserta didik  Penyusunan program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik.  Presentasi hasil  Menyimpulkan materi program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik. Aspek Sikap Berkemauan dan berkemampuan menyusun program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik Pengetahuan Memahami pengertian, manfaat, tujuan, langkah, dan komponan program BK Teknik Pengamatan Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Lembar pengamatan Tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian Jenis  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Deskripsi  Modul Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013  Tayangan Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013  Dokumen program BK  Lembar Kerja 2.1 Keterampilan Mengidentifikasi pelayanan 178 Waktu (JP) 3 JP
  • 188. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 2. Sub Materi Pelatihan Implementasi Program BK Kompetensi Peserta Pelatihan Mampu merencanakan dan melaksanakan pelayanan BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik Penilaian Indikator  Merencanakan Pelaksanaan Layanan BK (RPL) yang memuat pelayanan peminatan peserta didik  Mampu menyelenggarakan pelayanan BK yang menuat pelayanan peminatan peserta didik  Mampu melaksanakan penilaian proses dan hasil pelayanan peminatan pserta didik Kegiatan Pelatihan  Paparan dan curah pendapat tentang implementasi program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik  Diskusi dan curah pendapat tentang penyusunan RPL pelayanan peminatan peserta didik (yang memuat tujuan, materi, kegiatan, sumber bahan/alat, dan intrumen penilaian) baik layanan klasikal, kelompok maupun individual.  Diskusi kelompok Aspek peminatan peserta didik dan menyusun program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik Sikap  Menerima pemahaman tentang perencanaan dan pelaksanaan pelayanan BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik. Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Pengamatan Lembar pengamatan Tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian Jenis  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Deskripsi  Modul Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013  Tayangan Implementasi BK dalam Kurikulum 2013  Lembar Kerja LK 2.2 Pengetahuan Menjelaskan komponen dan menyusun RPL serta melaksanakannya dalam pelayanan peminatan peserta didik 179 Waktu (JP) 4 JP
  • 189. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 3. Sub Materi Pelatihan Implementasi Program Peminatan Peserta Didik Kompetensi Peserta Pelatihan Penilaian Indikator Mampu  Menjelaskan arah mengimplepengembangan mentasikan peserta didik program dalam kurikulum pelayanan 2013 peminatan  Menyadari peserta didik pentingnya sesuai dengan peminatan peserta langkah-langkah didik pokok  Menjelaskan pelayanan tingkat dan aspekpeminatan aspek pokok peminatan peserta didik  Menjelaskan langkah pokok peminatan peserta didik.  Mengimplementasikan program pelayanan peminatan peserta Kegiatan Pelatihan penyusunan RPL  Presentasi hasil  Kesimpulan implementasi program bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2013.  Paparan dan curah pendapat tentang pelayanan peminatan peserta didik.  Diskusi dan curah pendapat tentang langkah pokok pelayanan peminatan peserta didik di SMP/MTs  Diskusi implemtasi pelayanan peminatan peserta didik sesuai dengan langkah-langkah pokok pelayanan peminatan.  Kesimpulan implementasi program peminatan peserta Aspek Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Deskripsi Waktu (JP) Keterampilan menyusun dan melaksanakan RPL pelayanan peminatan peserta didik. Sikap Menerima pentingnya dan bersedia mengimplementa sikan pelayanan peminatan peserta didik Pengetahuan Menjelaskan konsep dasar dan langkah-langkah pokok pelayanan peminatan dan implementasinya. Pengamatan Lembar pengamatan Tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Modul Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013  Tayangan Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013  Pedoman Peminatan Peserta Didik Keterampilan menyelenggaraka n pelayanan peminatan peserta didik 180 3 JP
  • 190. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No Sub Materi Pelatihan Penilaian Kompetensi Peserta Pelatihan Indikator didik Kegiatan Pelatihan didik. Aspek Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Deskripsi sesuai dengan langkah-langkah pokok pelayanan peminatan. 181 Waktu (JP)
  • 191. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SILABUS DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK SMP/MTs Mata Diklat Alokasi Waktu 1 Sub Materi Pelatihan Teknik Pengukuran Peminatan Peserta Didik : 10 JP Jenjang No : Pengukuran Peminatan Peserta Didik : SMP/MTs Kompetensi Peserta Pelatihan Mampu memahami teknik dan prosedur pengukuran peminatan peserta didik Indikator  Menjelaskan tentang teknik tes dan non tes guna pengukuran peminatan peserta didik  Menjelaskan prosedur penyusunan instrumen pengukuran peminatan peserta didik Kegiatan Pelatihan  Paparan dan Curah pendapat tentang teknik dan prosedur pengukuran peminatan peserta didik  Identifikasi teknik dan jenis alat ukur peminatan peserta didik  Diskusi tentang konsep dan prosedur pengukuran peminatan peserta didik.  Menyimpulkan materi teknik dan Penilaian Aspek Sikap Berkemauan dan berkemampuan menyusun instrumen peminatan peserta didik Pengetahuan Memahami teknik dan prosedur teknik pengukuran peminatan peserta didik. Teknik Pengamatan Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Lembar pengamatan Tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian Jenis  Modul  Bahan Tayang  Dokumen Deskripsi  Modul Pengukuran Peminatan Peserta Didik  Tayangan Pengukuran Peminatan Peseta Didik  Instrumen Pengukuran Peminatan Peserta Didik Keterampilan Menyusun instrumen pengukuran peminatan 182 Waktu (JP) 3 JP
  • 192. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 2. Sub Materi Pelatihan Pengukuran Kecerdasan, bakat dan minat peserta didik Kompetensi Peserta Pelatihan Mampu menyusun instrumen pengukuran minat peserta didik Kegiatan Pelatihan Indikator  Menjelaskan kecerdasan, bakat, minat peserta didik.  Menyebutkan berbagai jenis pengukuran kecerdasan, bakat, minat peserta didik  Menyusun instrumen non tes pengukuran minat peserta didik     pengukuran pengukuran peminatan peserta didik. Paparan dan curah pendapat tentang kecerdasan, bakat dan minat peserta didik Diskusi dan curah pendapat tentang kecerdasan, bakat dan minat peserta didik. Identifikasi instrumen pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik. Diskusi penyusunan instrumen non tes pengukuran minat peserta Penilaian Aspek Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Deskripsi Waktu (JP) peserta didik Sikap Menerima pemahaman tentang pengukuran kecerdasan, bakat, minat peserta didik. Pengetahuan Menjelaskan konsep dasar dan jenis pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik Pengamatan Lembar pengamatan Tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Lembar Kerja (LK)  Modul Pengukuran Peminatan Peserta Didik  Tayangan Pengukuran Peminatan Peseta Didik.  Instrumen Pengukuran Peminatan Peserta Didik  Lembar Kerja LK 3.1 Keterampilan menyusun instrumen non tes pengukuran minat peserta didik. 183 4 JP
  • 193. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 3. Sub Materi Pelatihan Interpretasi, penyampaian laporan, dan penggunaan hasil pengukuran peserta didik Kompetensi Peserta Pelatihan Mampu menginterpretasikan, menyampaikankan laporan dan menggunaan hasil pengukuran peserta didik. Indikator Kegiatan Pelatihan didik.  Presentasi hasil  Kesimpulan pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik.  Menjelaskan tentang  Paparan dan hasil pengukuran curah pendapat peserta didik. tentang hasil pengukuran  Menginterpretapeminatan sikan hasil peserta didik. pengukuran peserta didik.  Diskusi dan curah pendapat  Menyampaikan tentang cara laporan hasil mengkomunika pengukuran sikan, peminatan peserta menyampaikan didik. laporan dan  Menggunakan hasil menggunakan pengukuran hasil peminatan peserta pengukutan didik. peminatan peserta didik.  Diskusi mengkomunika sikan hasil pengukuran Penilaian Aspek Sikap Menerima pentingnya dan bersedia menginterpretasikan, menyampaikan laporan dan menggunaan hasil pengukuran peserta didik. Pengetahuan Menjelakan cara menginterpretasikan, menyampaikanka n laporan dan menggunaan hasil pengukuran peserta didik. Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Pengamatan Lembar pengamatan Tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian Jenis  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Deskripsi  Modul Pengukuran Peminatan Peserta Didik  Tayangan Pengukuran Peminatan Peseta Didik.  Hasil Pengukuran Peminatan Peserta Didik  Lembar Kerja LK 3.2 184 Waktu (JP) 3 JP
  • 194. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No Sub Materi Pelatihan Kompetensi Peserta Pelatihan Indikator Kegiatan Pelatihan peminatan peserta didik.  Praktek mengkomunika sikan hasil pengukuran peminatan peserta didik.  Kesimpulan menginterpreta sikan, menyampaikan laporan dan menggunakan hasil peminatan peserta didik. Penilaian Aspek Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Deskripsi Keterampilan Menginterpretasikan, menyampaikan laporan dan menggunaan hasil pengukuran peserta didik. 185 Waktu (JP)
  • 195. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SILABUS DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK/KONSELOR SMP/MTs Mata Diklat Alokasi Waktu 1 Sub Materi Pelatihan Praktik pelayanan peminatan melalui layanan layanan klasikal : 12 JP Jenjang No : Praktik Peminatan Peserta Didik : SMP/MTs Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta terampil mempraktikkan pelayanan peminatan melalui layanan klasikal Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan 1. Menyusun rencana pelayanan peminatan melalui layanan klasikal 2. Melaksanakan pelayanan peminatan melalui layanan klasikal 3. Melakukan penilaian pelaksanaan pelayanan peminatan melalui layanan klasikal 1. Paparan materi pelayanan peminatan melalui layanan layanan klasikal 2. Tayangan video layanan layanan klasikal 3. Brainstorming dan Tanya jawab 4. Penyusunan rencana pelaksana layanan layanan klasikal 5. Latihan praktek layanan bimbingan kalsikal 6. Simulasi pelaksanaan Aspek Sikap Kreatif dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pelayanan peminatan melalui layanan layanan klasikal Pengetahuan Mendeskripsikan prosedur dan teknik pelayanan peminatan melalui layanan layanan klasikal Keterampilan merencanakan, melaksanakan, Teknik Pengamatan Tes tertulis Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Lembar pengamatan Pilihan ganda Jenis  Modul  Bahan Tayang Rubrik penilaian Penugasan  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Deskripsi  Modul praktik pelayanan peminatan peserta didik  Tayangan video layanan informasi pelayanan peminatan peserta didik  Lembar Kerja praktik pelayanan peminatan peserta didik 186 Waktu (JP) 3 JP
  • 196. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 2 Sub Materi Pelatihan Praktik bimbingan kelompok Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta terampil mempraktikan pelayanan peminatan melalui bimbingan kelompok Penilaian Indikator 1. Menyusun rencana pelayanan peminatan melalui bimbingan kelompok 2. Melaksanakan pelayanan peminatan melalui layanan kelompok 3. Melakukan penilaian pelaksanaan pelayanan peminatan melalui bimbingan kelompok Kegiatan Pelatihan pelayanan peminatan melalui layanan klasikal 7. Feedback hasil pengamatan guna penyempurnaan 1. Paparan materi pelayanan peminatan melalui layanan bimbingan kelompok 2. Tayangan video layanan bimbingan kelompok 3. Brainstorming dan Tanya jawab 4. Penyusunan rencana pelaksanaan layanan bimbingan kelompok 5. Latihan praktek layanan bimbingan kelompok 6. Simulasi Aspek Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Deskripsi Waktu (JP) dan menilai pelayanan peminatan melalui layanan layanan klasikal Sikap Kreatif dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pelayanan peminatan melalui layanan bimbingan kelompok Pengetahuan Mendeskripsikan prosedur dan teknik pelayanan peminatan melalui layanan bimbingan kelompok Pengamatan Lembar pengamatan  Modul Tes tertulis Pilihan ganda  Bahan Tayang Rubrik penilaian Penugasan  Dokumen  Lembar Kerja (LK)  Modul praktik pelayanan peminatan peserta didik  Tayangan Paparan praktik pelayanan peminatan peserta didik  Lembar Kerja praktik pelayanan peminatan peserta didik Keterampilan merencanakan, melaksanakan, 187 3 JP
  • 197. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 3. Sub Materi Pelatihan Praktik konseling individual Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta terampil mempraktikan pelayanan peminatan melalui konseling individual Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan 1. Menyusun rencana pelayanan peminatan melalui konseling individual 2. Melaksanakan pelayanan peminatan melalui konseling individual 3. Melakukan penilaian pelaksanaan pelayanan peminatan melalui konseling individual pelaksanaan pelayanan peminatan melalui bimbingan kelompok 7. Feedback hasil pengamatan guna penyempurnaan 1. Paparan materi pelayanan peminatan melalui layanan konseling individual 2. Tayangan video layanan konseling individual 3. Brainstorming dan Tanya jawab 4. Penyusunan rencana pelaksana layanan konseling individual 5. Latihan praktek layanan konseling individual 6. Simulasi pelaksanaan Aspek Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Deskripsi Waktu (JP) dan menilai pelayanan peminatan melalui layanan bimbingan kelompok Sikap Kreatif dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pelayanan peminatan melalui layanan konseling individual Pengetahuan Mendeskripsikan prosedur dan teknik pelayanan peminatan melalui layanan konseling individual  Modul Pengamatan Lembar pengamatan Tes tertulis Pilihan ganda  Bahan Tayang Rubrik penilaian  Dokumen Penugasan  Lembar Kerja (LK)  Modul praktik pelayanan peminatan peserta didik  Tayangan Paparan praktik pelayanan peminatan peserta didik  Lembar Kerja praktik pelayanan peminatan peserta didik Keterampilan 188 3 JP
  • 198. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No Sub Materi Pelatihan Kompetensi Peserta Pelatihan Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan 7. 4. Rekomendasi Arah Peminatan Peserta Didik Peserta terampil memberikan rekomendasi arah peminatan peserta didik 1. Menginventarisasi dan mengumpulkan data peminatan peserta didik 2. Menganalisis data peminatan peserta didik. 3. Menentukan arah peminatan peserta didik 1. 2. 3. 4. 5. pelayanan peminatan melalui konseling individual Feedback hasil pengamatan guna penyempurnaan Menginventarisas i dan mengumpulkan data peminatan peserta didik Menganalisis data peminatan peserta didik. Mendikusikan arah peminatan peserta didik berdasarkan data yang telah terkumpul. Latihan praktek penentuan rekomendasi arah peminatan peserta didik. Feedback hasil diskusi kelompok guna penyempurnaan Aspek merencanakan, melaksanakan, dan menilai pelayanan peminatan melalui layanan konseling individual Sikap Kreatif dalam menginventasi sasi, mengumpulkan, menganalisis dan menentukan rekomendasi arah peminatan peserta didik. Pengetahuan Mendeskripsikan prosedur penentuan rekomendasi arah peminatan peserta didik. Keterampilan menginventasi sasi, mengumpulkan, Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis  Modul Pengamatan Lembar pengamatan Tes tertulis Pilihan ganda  Bahan Tayang Rubrik penilaian  Dokumen Penugasan  Lembar Kerja (LK) Deskripsi  Modul praktik pelayanan peminatan peserta didik  Tayangan Paparan praktik pelayanan peminatan peserta didik  Pedoman Peminatan Peserta Didik  Lembar Kerja praktik pelayanan peminatan 189 Waktu (JP) 3 JP
  • 199. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No Sub Materi Pelatihan Kompetensi Peserta Pelatihan Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan Aspek menganalisis dan menentukan rekomendasi arah peminatan peserta didik. Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis Deskripsi peserta didik 190 Waktu (JP)
  • 200. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 SILABUS DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK/KONSELOR SMP/MTs Mata Diklat Alokasi Waktu 1 Sub Materi Pelatihan Evaluasi pelayanan peminatan peserta didik : 6 JP (5 x 45 menit) Jenjang No : Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik : SMP/MTs Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta mampu mengevaluasi pelayanan peminatan peserta didik Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan 1. Mendeskripsikan evaluasi pelayanan peminatan peserta didik 2. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil pelayanan peminatan peserta didik 3. Menentukan kegiatan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik. 1. Pengkondisian awal dan paparan tentang judul dan tujuan mata diklat, gambaran materi, serta kegiatan yang akan dilakukan 2. Paparan tentang evaluasi pelayanan peminatan peserta didik 3. Tayangan video layanan informasi 4. Melaksanakan penilaian proses dan hasil berdasarkan Aspek Sikap Menyadari pentingnya evaluasi pelayanan peminatan peserta didik. Teknik Pengamatan Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Lembar pengamatan Keterampilan Mengevaluasi pelayanan peminatan peserta didik  Modul  Video Tes tertulis Pilihan ganda Penugasan Pengetahuan Menjelaskan evaluasi pelayanan peminatan peserta didik. Jenis Rubrik penilaian  Bahan Tayang  Lembar Kerja (LK) Deskripsi Waktu (JP)  Pedoman Peminatan Peserta Didik.  Modul Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik.  Tayangan video layanan informasi  Bahan tayang materi evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut  Lembar kerja Format penilaian 3 JP 191
  • 201. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No Sub Materi Pelatihan Kompetensi Peserta Pelatihan Penilaian Indikator Kegiatan Pelatihan 5. 6. 2 Pelaporan pelayanan peminatan peserta didik Peserta menyusun laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik 1. Menjelaskan konsep dasar penyusunan laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik 2. Menyusun laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik 1. 2. pengamatan tayangan video. Analisis hasil penilaian Penentuan kegiatan tindak lanjut. Paparan konsep dasar penyusunan laporan pelayanan peminatan peserta didik. Praktek penyusunan laporan pelayanan peminatan peserta didik Aspek Sikap Kreatif dalam menyusun laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik Pengetahuan Memahami kaidah penulisan laporan pelaksanaan program (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik Keterampilan Menyusun laporan pelaksanaan program Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Jenis  Modul Pengamatan Lembar pengamatan Tes tertulis Pilihan ganda  Bahan Tayang Penugasan Rubrik penilaian  Lembar Kerja (LK) Deskripsi Waktu (JP)  Modul Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik.  Bahan tayang materi evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut  Lembar kerja Format laporan pelaksanaan program (Lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik 2 JP 192
  • 202. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 No 3. Sub Materi Pelatihan Tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik Kompetensi Peserta Pelatihan Peserta mampu melaksana-kan kegiatan tindak lanjut hasil evaluasi pelayanan peminatan peserta didik Penilaian Indikator 1. Menentukan kegiatan tindak lanjut berdasar hasil evaluasi peminatan peserta didik 2. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik Kegiatan Pelatihan 1. Mendiksusikan dalam kelompok guna menganalisis hasil penilaian pelayanan peminatan peserta didik 2. Mendiskusikan dalam kelompok menentukan kegiatan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik 3. Presentasi hasil kerja kelompok Aspek (lapelprog) pelayanan peminatan peserta didik Sikap Keaktifan dan Kerjasama dalam kelompok Pengetahuan Memahami teknik analisis hasil penilaian guna menentukan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik. Keterampilan Menyelenggarakan kegiatan tindak lanjut pelayanan peminatan peserta didik Teknik Bahan Pelatihan Bentuk Instrumen Pengamatan Lembar pengamatan Tes tertulis Pilihan ganda Penugasan Rubrik penilaian Jenis  Modul  Bahan Tayang  Dokumen  Lembar Kerja (LK) Deskripsi Waktu (JP)  Modul Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelayanan Peminatan Peserta Didik.  Bahan tayang materi evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut  Lembar kerja Format evaluasi pelayanan peminatan peserta didik 1 JP 193
  • 203. KUMPULAN LEMBAR KERJA (LK)
  • 204. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 1.1 LEMBAR KERJA Kegiatan : Diskusi Kelompok Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK Waktu : 1 x 45 menit Bahan : Modul Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat menganalisis perubahan Kurikulum 2013 Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok. 2. Masing-masing kelompok ditunjuk ketua dan sekertaris kelompok 3. Fasilitator membagikan lembar kerja 4. Anggota kelompok mendiskusikan jawaban pertanyaan yang ada dalam lembar kerja. 5. Ketua mengumpulkan hasil diskusi. Tugas : Kerja kelompok/diskusi kelompok tentang hal-hal sebagai berikut: 1. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, maka diperlukan adanya pengembangan kurikulum. Jelaskan rasional pengembangan kurikulum 2013 ? 2. Kita mengenal Kurikulum 1984, Kurikulum 1994 dan sekarang ada Kurikulum 2013. Jelaskan elemen-elemen perubahan kurikulum 2013 ? 3. Jelaskan strategi implementasi kurikulum 2013 ! 4. Bimbingan dan Konseling mempunyai peran dan fungsi sangat penting dalam kurikulum 2013, disinilah peluang dan tantangan bagi profesi BK untuk menjadi eksis dalam satuan pendidikan. Jelaskan peran dan fungsi bimbingan dan konseling dalam implementasi kurikulum 2013 ! 5. Apa yang harus dilakukan oleh Guru BK/Konselor untuk dapat melaksanakan tugas-tugas profesional dalam menjalankan pelayanan BK, khususnya pelayanan peminatan peserta didik yang diamanatkan Kurikulum 2013 ? 194
  • 205. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 6. Kurikulum 2013 mengamanatkan adanya peminatan peserta didik, Apa yang harus dilakukan oleh Guru BK/konselor di satuan pendidikan dalam membantu peserta didik untuk sukses dalam belajar, sukses dalam perkembangan dan sukses dalam karirnya di masa depan ? 7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kompetensi, standar kompetensi lulusan, kompetensi inti dan kompetensi dasar ! 8. Jelaskan, mengapa peminatan peserta didik berada pada wilayah Bimbingan dan Konseling? 9. Profesionalisasi merupakan suatu tuntutan bagi seseorang yang menjalankan suatu profesi. Aturan-aturan hukum apa sajakah yang mengatur itu dan bagaimana keterkaitannya dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ? 10. Jelaskan tujuan peminatan peserta didik dalam kurikulum 2013 ! 11. Apa yang Anda ketahui tentang Pembentukan Kompetensi Akademik Konselor ? 12. Jelaskan indikator-indikator kinerja guru BK/Konselor yang harus dipenuhi dalam menjalankan tugas profesionalnya ? 13. Apa yang harus dilakukan oleh guru BK/Konselor dalam melakukan perubahan dirinya agar menjadi profesional dan dapat menjalankan tugas dan peran dalam implementasi kurikulum 2013 ! 14. Jelaskan kondisi-kondisi apa saja yang mendukung kemartabatan Guru BK/ Konselor dalam menjalankan pelayanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan ! 15. Guru BK/Konselor dalam memberikan layanan peminatan peserta didik harus mengikuti lima pedoman profesional. Jelaskan lima pedoman profesional yang harus dilakukan oleh guru BK/konselor dalam menjalankan tugasnya ! 16. Jelaskan kualitas profesionalisme Guru BK/Konselor yang ditunjukkan oleh unjuk kerja dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling ! 17. Jelaskan hal-hal apa saja yang harus ditunjukkan oleh Guru BK/Konselor agar citra dan mutu kinerja dapat ditegakkan dalam menjalankan tugas-tugas profesinalnya? 195
  • 206. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 18. Jelaskan empat pilar kegiatan profesional yang harus dilakukan oleh guru BK/Konselor dalam mengelola kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling ! 19. Pengembangan diri berkelanjutan merupakan wujud dari Profesionalisasi Guru BK/ Konselor dalam rangka menjadikan dirinya kompeten. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut! ? 20. Jelaskan bahwa pengembangan keprofesionalan berkelanjutan memberikan jaminan bagi Guru BK/Konselor dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya ! 196
  • 207. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 1.2 LEMBAR KERJA Kegiatan : Diskusi Kelompok Posisi BK Waktu : 1 x 45 menit Bahan : Modul Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat menjelaskan posisi BK dalam Kurikulum 2013 Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok. 2. Masing-masing kelompok ditunjuk ketua dan sekertaris kelompok 3. Fasilitator membagikan lembar kerja 4. Anggota kelompok mendiskusikan jawaban pertanyaan yang ada dalam lembar kerja. 5. Ketua mengumpulkan hasil diskusi. Tugas : Diskusikan dan tulislah hasil diskusi dalam lembar jawaban : 1. Posisi BK dalam upaya pendidikan ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… 197
  • 208. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 2. Peran BK sebagai upaya pembelajaran yang memenuhi segenap unsure pendidikan ! ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… 3. BK dalam Kurikulum 2013 ! ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… 4. Posisi dan peran BK dalam Kurikulum 2013 ! ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… 198
  • 209. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 1.3 LEMBAR KERJA Kegiatan : Refleksi Diri Waktu : 1 x 45 menit Bahan : Modul Kurikulum 2013 dan Profesionalisasi BK Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat merefleksi diri dan menentukan rencana pengembangan profesionalnya. Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagikan format refleksi diri 2. Menjelaskan tentang tugas yang harus dikerjakan dan cara pengisian formatnya. 3. Peserta mengisi format refleksi diri 4. 3 orang peserta membacakan hasil refleksi diri 5. Fasilitator memberikan masukan dan memotivasi terhadap upaya yang akan dilakukan dalam pengembangan profesi. Tugas : Isilah lembar refleksi diri secara jujur sesuai dengan kondisi diri masing-masing. 199
  • 210. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LAMPIRAN LEMBAR KERJA 1.3 REFLEKSI DIRI 1. SIAPA SAYA (sebuah ilustrasi yang menggambarkan keberadaan saya) ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 2. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SAYA DALAM MENJALANKAN PROFESI A. KELEBIHAN …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… B. KEKURANGAN …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 3. SELAMA INI KELEBIHAN YANG SAYA MILIKI SAYA PERGUNAKAN UNTUK : ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 200
  • 211. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 4. DARI PEMANFAATAN KELEBIHAN YANG SAYA MILIKI, HASIL YANG SAYA DAPAT YAKNI : ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………… 5. SETELAH SAYA MENGIKUTI MATA DIKLAT KURIKULUM 2013 DAN PROFESIONALISASI BK: A. BIASA DAN SAMA SAJA DENGAN KEGIATAN PADA KURIKULUM SEBELUMNYA JELASKAN ………………………………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………… B. ADA PERUBAHAN/WAWASAN BARU JELASKAN ………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………… 6. SETELAH MENGIKUTI DIKLAT INI, MAKA SAYA AKAN MELAKUKAN KEGIATAN a .……..………………………………………………………………………………………….……………………… b …………………………………………………………………………………………………………………………… c ………………………………………………………………………………………………………………………… d …………………………………………………………………………………………………………………………… e.…………………………………………………………………………………………………………………………… 201
  • 212. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 …….……………….., ……………………… Peserta, ...…………………………………………… 202
  • 213. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 2.1 LEMBAR KERJA Kegiatan : Identifikasi Program Pelayanan Peminatan Peserta Didik Waktu : 1 x 45 menit Bahan : Modul Implementasi Program BK dalam Kurikulum 2013 Pedoman Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat mengidentifikasi berbagai jenis pelayanan peminatan untuk dikembangkan dalam program bimbingan dan konseling. Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagikan peserta dalam 5 kelompok 2. Fasilitator menjelaskan tentang tugas yang harus dikerjakan dan cara pengisian formatnya. 3. Peserta berdiskusi mengisi format identifikasi program pelayanan peminatan peserta didik. 4. Peserta memasukkan hasil identifikasi program pelayanan peminatan peserta didik pada program bimbingan dan konseling 5. Kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain memberikan masukan guna perbaikan. 6. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi. Tugas : 1. Identifikasi program pelayanan peminatan peserta didik. 2. Susunlah program BK yang memuat pelayanan peminatan peserta didik. 203
  • 214. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 IDENTIFIKASI PROGRAM PEMINATAN PESERTA DIDIK SMK No. A. B. Kegiatan Waktu Pelaksana Kegiatan Keterangan Pengumpulan Data dan Informasi Aplikasi Instrumentasi  Identifikasi Prestasi Belajar (Nilai Rapor dan Nilai UN)  Informasi Peminatan   C. Pemantapan Peminatan  D.  Penyesuaian  E.  Monitoring dan Tindak Lanjut   204
  • 215. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 2.2 LEMBAR KERJA Kegiatan : Diskusi Kelompok Waktu : 1 x 45 menit Bahan : Modul Implementasi Program Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum 2013 Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat menyusun RPL klasikal, kelompok dan individual Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok. 2. Fasilitator menjelaskan tentang tugas yang harus dikerjakan dan cara pengisian formatnya. 3. Peserta berdiskusi untuk menyusun 3 (tiga) RPL dalam bentuk klasikal, kelompok dan individual 4. Kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain memberikan masukan guna perbaikan. 5. Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi. 205
  • 216. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Contoh Format RPL : RPL BIMBINGAN DAN KONSELING Layanan Informasi 1. Materi/Topik Bahasan : 2. Bidang Bimbingan : 3. Fungsi Layanan : 4. Tujuan Layanan : 5. Sasaran Layanan/Semester : 6. Tempat Penyelenggaraan : 7. Waktu Penyelenggaraan : 8. Penyelenggara Layanan : 9. Pihak-pihak yang Dilibatkan : 10. Metode : 11. Uraian Kegiatan/Skenario Kelas ……../ : a. Kegiatan pendahuluan b. Kegiatan Inti c. Kegiatan Penutup 12. Sumber/Bahan dan Alat : 13. Rencana Penilaian : - Laiseg - Laipen - Laijapan 14. Catatan Khusus : ……………. , …………….20 … Mengetahui, Kepala SMP ……… , Guru BK/Konselor, ………………………………………… …………..…………………………. NIP. NIP. 206
  • 217. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Lampiran: 1. Uraian materi 2. Instrumen penilaian 207
  • 218. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 3.1 LEMBAR KERJA Kegiatan : Penyusunan Instrumen Pengukuran Non-tes Waktu : 1 x 45 menit Bahan : Modul Pengukuran Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat menyusun instrumen pengukuran non-tes untuk pelayanan peminatan peserta didik Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 8 kelompok. 2. Masing-masing kelompok ditunjuk ketua dan sekertaris kelompok 3. Fasilitator menjelaskan tugas kelompok, yaitu menyusun satu instrumen asesmen non-tes untuk pelayanan peminatan peserta didik. 4. Kelompok berdiskusi untuk penyusunan satu instrumen asesmen non-tes untuk pelayanan peminatan peserta didik. 5. Ketua kelompok mengumpulkan tugas Tugas : Susunlah satu instrumen pengukuran non-tes yang dapat digunakan untuk mengukur minat peserta didik. 208
  • 219. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 3.2 LEMBAR KERJA Kegiatan : Mengkomunikasikan hasil pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik Waktu : 1 x 60 menit Bahan : Modul Pengukuran Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat mengkomunikasikan hasil pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagikan contoh data hasil pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik (Lampiran 1) kepada peserta 2. Fasilitator menjelaskan tugas peserta yaitu membaca hasil data pengukuran yang ada, kemudian melakukan praktek bagaimana mengkomunikasikannya kepada peserta didik. 3. Peserta menuliskan jawabannya di lembar kerja 4. Peserta secara berpasangan melakukan praktek mengkomunikasikan hasil pengukuran kemampuan dasar, bakat dan minat peserta didik. Tugas : Dari data hasil pengukuran kecerdasan, bakat dan minat peserta didik (terlampir) Jelaskan bagaimana Anda mengkomunikasikannya kepada peserta didik. 209
  • 220. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Lampiran : Hasil Pengukuran Kecerdasan, Bakat, dan Minat Peserta Didik HASIL TES PSIKOLOGIS Nama : AMJ Jenis Kelamin : Perempuan Kelas : IX Usia : 14 Tah 8 bln INTELIGENSI Jenis Tes IQ Klasifikasi CFIT 121 Superior PERSENTIL BAKAT 99 97 95 90 85 80 75 70 65 60 55 50 45 40 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 35 . . . . . . . 30 . . . . . . . 25 20 15 . . . . . . . . . . . . . . 10 . . . . . . . 5 . . . . . . . 3 . . . . . . . 1 . . . . . . . VERBAL NUMERIKAL SKOLASTIK ABSTRAK MEKANIK RLS RUANG KECEPATAN KETELITIAN KLERIKAL 210
  • 221. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 MINAT . . . . . . . . . . 98 PERSENTIL 99 . . . . . . . . . . 95 . . . . . . . . . . 90 . . . . . . . . . . 80 . . . . . . . . . . 70 . . . . . . . . . . 60 . . . . . . . . . . 50 . . . . . . . . . . 40 . . . . . . . . . . 30 . . . . . . . . . 20 . . . .. . . . . . 10 . . . . . . . . . . 5 . . . . . . . . . . 3 . . . . . . . . . . 1 . . . . . . . . . . PRIBADI SOSIAL NATURAL MEKANIK BISNIS SAINS V M K SENI BIDANG MINAT TM TIPE MINAT 211
  • 222. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 4.1 LEMBAR KERJA Kegiatan : Penyusunan RPL dan Praktek Layanan Klasikal Waktu : 120 menit Bahan : Modul Praktek Pelayanan Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Terampil menyusun RPL dan mempraktekan layanan peminatan melalui layanan Klasikal Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 3 kelompok. 2. Fasilitator menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. 3. Fasilitator membagikan format RPL 4. Setiap kelompok menyusun RPL layanan klasikal peminatan peserta didik 5. Fasilitator membagi format penilaian praktek layanan klasikal. 6. Setiap kelompok memilih 3 orang peserta untuk praktek layanan klasikal masingmasing 30 menit. 7. Secara paralel 3 peserta melakukan praktek layanan layanan klasikal 8. Peserta lain memberikan revieu berdasarkan hasil penilaian. 9. Fasilitator memberikan umpan balik dan penguatan praktek layanan klasikal Tugas : Amati praktek layanan klasikal dengan seksama, berikan penilaian dengan menggunakan format yang telah disediakan, dan beri masukan guna perbaikan. 212
  • 223. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Lampiran Format 4.1A SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Topik Bahasan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Tujuan Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan/Semester Tempat Penyelenggaraan Waktu Penyelenggaraan Penyelenggara Layanan Pihak-pihak yang Dilibatkan Metode Media dan Alat Uraian Kegiatan/Skenario a. Kegiatan pendahuluan : : : : : : : : : : : : : Kelas ……../ b. Kegiatan Inti c. Kegiatan Penutup 14. Materi dan Sumber Bahan Bacaan : 15. Rencana Penilaian - Laiseg : - Laipen 213
  • 224. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 - Laijapan 16. Catatan Khusus : …………………., ……………………………….20 Mengetahui, Kepala Sekolah, Guru BK/Konselor, ………………………….. ……………………………. LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Uraian materi 2. Lembar kerja siswa 3. Instrumen penilaian 4. Media 214
  • 225. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Lampiran Format 4.1B PENILAIAN LAYANAN KLASIKAL IDENTITAS Nama Peserta Hari/Tanggal : ............................................. : ............................................. PETUNJUK PENGERJAAN 1. Berikan penilaian Bapak/Ibu terhadap Praktik Layanan Klasikal dengan cara memberikan nilai pada kotak sesuai dengan rubrik pada kolom yang disediakan. 2. Di samping itu Bapak/Ibu dimohon memberikan komentar atau masukan bebas pada tempat yang perlu diberikan masukan/komentar. Nilai Cukup 70 – 84 PERENCANAAN Kelengkapan Isi RPL lengkap Isi RPL lengkap dan urutan dan sistematis tapi kurang komponen RPL sesuai dengan sistematis urutan logis Aspek Terdapat Terdapat perkembang kesesuaian logis kesesuaian logis an dan dan teoritis dan teoritis kompetensi antara topik, antara topik dan aspek dan tujuan aspek namun tidak dijabarkan dalam tujuan yang sesuai Metode dan Langkah-langkah Langkah-langkah langkah layanan klasikal layanan klasikal kegiatan sesuai dengan sesuai dengan metode yang metode yang dipilih, berpusat dipilih, berpusat pada siswa, pada siswa, menstimulasi namun kurang berpikir kritis, menstimulasi kreatif, dan berpikir kritis, berorientasi kreatif, dan pemecahan kurang masalah. berorientasi pemecahan masalah Komponen Baik 85 – 100 Kurang 60 – 69 Nilai Isi RPL tidak lengkap dan tidak sistematis Tidak terdapat kesesuaian logis dan teoritis antara topik, aspek dan tujuan Langkah-langkah bimbingan tidak mencerminkan metode yang dipilih, berpusat pada guru, kurang menstimulasi berpikir kritis, kreatif, dan berorientasi pemecahan masalah 215
  • 226. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Komponen Materi Penulisan Nilai Baik Cukup 85 – 100 70 – 84 Materi dituliskan Materi dituliskan berurutan sesuai berurutan sesuai tingkat kesulitan tingkat kesulitan dengan namun kurang menggunakan menggunakan contoh-contoh contoh-contoh dari lingkungan dari lingkungan lokal/pengalaman lokal/pengalaman sehari-hari siswa, sehari-hari siswa, mengikuti mengikuti perkembangan perkembangan terkini, dan terkini, serta mendorong siswa kurang untuk mencari mendorong siswa informasi lain untuk mencari yang relevan informasi lain untuk yang relevan menumbuhkan untuk rasa ingin tahu menumbuhkan rasa ingin tahu Laporan ditulis Laporan ditulis dengan ejaan dengan ejaan EYD. Penggunaan yang pada tanda baca dan umumnya sesuai huruf besar dengan EYD, akurat dan penggunaan efektif. tanda baca dan Menggunakan huruf besar susunan kalimat umumnya tepat yang sesuai namun masih dengan tata terdapat sedikit bahasa. Kalimat kesalahan. disusun dalam Terdapat paragraph yang beberapa saling berkaitan kesalahan dalam sesuai dengan penulisan kalimat alur isi laporan. dan paragraph namun tidak terlalu mengganggu. Kurang 60 – 69 Materi dituliskan tidak mempertimbangkan urutan tingkat kesulitan tidak menggunakan contoh-contoh, materi out of date dan tidak mendorong siswa untuk mencari informasi lain. Nilai Terdapat banyak kesalahan dalam penulisan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf besar. Terdapat banyak kesalahan dalam penulisan kalimat yang mengganggu makna laporan 216
  • 227. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Komponen Penilaian Pembukaan Interaksi dan pengelolaan kelas Baik 85 – 100 Satlan berisi instrumen penilaian yang sesuai dengan tujuan yang akandicapai Nilai Cukup 70 – 84 Satlan berisi intrumen penilaian namun tidak sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, PELAKSANAAN Menciptakan Menciptakan hubungan baik hubungan baik dan mendorong dan mendorong keterlibatan siswa keterlibatan dengan siswa dengan melakukan melakukan apersepsiyang apersepsi dengan sesuai dengan memberi kompetensi informasi dengan mengenai memberi kompetensi informasi tentang tetapitidakmenya kompetensi/ mpaikantujuanbe tujuan belajar lajar dan permainan singkat Mampu Mampu mengelola kelas mengelola kelas sehingga tercipta sehingga tercipta suasana yang suasana yang kondusif, kondusif, mampu membangun menggali ide dan interaksi dua perasaan siswa arah, mendorong secara terbuka partisipasi aktif dan bebas tetapi siswa dan mampu interaksi terjadi menggali ide dan satu arah perasaan siswa secara terbuka dan bebas Kurang 60 – 69 Nilai Satlan tidak terdapat instrumen penilaian Tidak melakukan apersepsi untuk memulai bimbingan Kurang mampu mengelola kelas sehingga tidak tercipta suasana yang kondusif untuk bimbingan dan tidak mampu menggali ide dan perasaan siswa secara terbuka dan bebas 217
  • 228. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Komponen Penguasaan materi Kemampuan verbal dan non- verbal Kemampuan komunikasi Penggunaan waktu Nilai Baik Cukup 85 – 100 70 – 84 Tidak terdapat Tidak terdapat kesalahan isi kesalahan isi dalam dalam menyampaikan menyampaikan materi serta materi namun mampu materi tampak mengintegrasikan berdiri sendiri materi ke dalam dari metode dan metode dan media yang media yang digunakan. Juga digunakan. Juga mampu mampu menanggapi menanggapi pertanyaan/respo pertanyaan/respo n siswa dengan n siswa dengan namun kurang tepat memuaskan Volume suara Volume suara dapat didengar dapat didengar oleh seluruh oleh seluruh siswa dengan siswa dengan intonasi suara intonasi suara bervariasi yang bervariasi yang jelas dan jelas, tetapi didukung dengan bahasa nonbahasa nonverbal kurang verbal yang tepat tepat Mengkomunikasi Mengkomunikasi rasa hormat rasa hormat kepada siswa dan kepada siswa, menggunakan tetapi sesekali Bahasa Indonesia menggunakan yang baik dan Bahasa Indonesia benar. yang kurang baik dan benar. Menggunakan waktu untuk mendengarkan dan mendapatkan Menggunakan waktu untuk mendengarkan dan mendapatkan Kurang 60 – 69 Terdapat kesalahan mendasar tentang isi materi, penggunaan metode dan media kurang sesuai dengan materi yang disampaikan. Juga terdapat kesalahan dalam merespon siswa. Nilai Volume suara tidak dapat didengar oleh seluruh siswa dengan intonasi suara bervariasi yang monoton dan bahasa nonverbal yang tidak tepat Kurang mengkomunikasi rasa hormat kepada siswa dan tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak menggunakan waktu untuk mendengarkan dan 218
  • 229. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Komponen Menutup Baik 85 – 100 umpan balik dari siswa serta mengalokasikan waktu secara efektif dan proporsional. Merangkum inti bimbingan klasikal, mengevaluasi hasil bimbingan klasikal, dan merencanakan tindak lanjut Nilai Cukup 70 – 84 umpan balik dari siswa, tetapi kurang mampu mengalokasikan waktu secara efektif dan proporsional. Merangkum inti bimbingan klasikal, mengevaluasi hasil bimbingan klasikal, tetapi tidak merencanakan tindak lanjut Kurang 60 – 69 mendapatkan umpan balik dari siswa, serta tidak mampu mengalokasikan waktu secara efektif dan proporsional. Hanya melakukan salah satu dari tiga hal berikut : merangkum inti bimbingan klasikal, mengevaluasi hasil bimbingan klasikal, dan merencanakan tindak lanjut Nilai Komentar Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑆𝑘𝑜𝑟 8 = ………, .................................20…. Penilai, ……………………………………………….. 219
  • 230. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LEMBAR KERJA Kegiatan : Penyusunan RPL dan Praktek Bimbingan Kelompok Waktu : 60 menit Bahan : LK 4.2 Modul Praktek Pelayanan Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Peserta terampil menyusun RPL dan mempraktekan layanan peminatan melalui bimbingan Kelompok Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 3 kelompok. 2. Fasilitator menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. 3. Fasilitator membagikan format RPL 4. Setiap kelompok membuat RPL bimbingan kelompok sesuai hasil assesmen 5. Fasilitator membagi format penilaian bimbingan kelompok. 6. Setiap kelompok memilih 3 orang peserta untuk praktek bimbingan kelompok masing-masing 30 menit. 7. Secara paralel 3 kelompok melakukan layanan bimbingan kelompok 8. Peserta yang lain melakukan peer assesment dengan menggunakan format penilaian bimbingan kelompok. 9. Peserta lain memberikan reviu berdasarkan hasil penilaian. 10. Fasilitator memberikan umpan balik dan penguatan praktek bimbingan kelompok Tugas : Amati bimbingan kelompok dengan seksama, berikan penilaian dengan menggunakan format yang telah disediakan, dan beri masukan guna perbaikan. 220
  • 231. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Lampiran Format 4.2A FORMAT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK KOMPONEN Topik Layanan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Kelas Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Indikator Materi Metode dan Teknik Alat/Bahan Waktu : : : : : : : : : : : : LANGKAH-LANGKAH 1. Awal A. Pernyataan tujuan : ________________________________________ B. Pembentukan kelompok : ________________________________________ C. Konsolidasi : ________________________________________ 2. Transisi a. Storming : ________________________________________ b. Norming : ________________________________________ 3. Kerja a. Eksperientasi : ________________________________________ b. Refleksi : ________________________________________ 221
  • 232. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 1) Berpikir : ________________________________________ 2) Merasa :_______________________________________ 3) Bersikap :_ ______________________________________ 4) Bertindak :_______________________________________ 5) Bertanggung Jawab :__________________________________ 4. Terminasi a. Refleksi umum b. Tindak lanjut : ________________________________________ : ________________________________________ ……………….,…………………….20 …. Mengetahui, Kepala Sekolah, Guru BK/Konselor, ………………………….. ……………………………. 222
  • 233. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 KETERANGAN ISIAN FORMAT SLBK Topik Layanan Isi topik yang dibahas : Bidang Bimbingan Sosial/Pribadi/Karir/Akademik : Jenis Layanan Bimbingan/Konseling Kelompok : Kelas Ditetapkan :sendiri oleh konselor dan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas Standar Kompetensi Kompetensi umum yang hendak dicapai dalam proses : konseling diturunkan dari standar kemandirian ABKIN atau dari rumusan kompetensi lainnya Tujuan Dirumuskan sendiri oleh konselor atau dikutip dari : rumusankompetensi lainnya. Kompetensi Dasar Kompetensi khusus yang hendak dicapai dalam proses : konseling dirumuskan sendiri oleh konselor atau dikutip dari rumusankompetensi lainnya. Indikator Dijabarkan : sendiri berdasarkan pada standar kompetensi yang ingin dicapai Materi Dijabarkan : sendiri oleh konselor, diperoleh dari berbagai sumber yang relevan Metode dan Teknik Ditetapkan :sendiri oleh konselor dan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas Alat/Bahan Media penyampaian materi bimbingan, lampiran materi, dsb. : 1. AWAL a. Pernyataan tujuan : penyampaian tujuan konseling, kompetensi yang ingin dicapai, materi dan skenario kegiatan. b. Pembentukan kelompok : proses pembentukan kelompok 223
  • 234. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 c. Konsolidasi : tahap dimana konselor memberi kesempatan pada anggota kelompok untuk melakukan konsolidasi atas tugas-tugas dalam melaksanakan konseling 2. TRANSISI a. Storming : tahap dimana konselor melakukan penanganan konflik-konflik internal yang disebabkan oleh keengganan konseli dalam melaksanakan aktivitas kelompok b. Norming : tahap dimana konselor melakukan re-konsolidasi dan re-strukturisasi kelompok dengan melakukan pembagian tugas dan kontrak 3. KERJA a. Eksperientasi : tahap dimana konselor melaksanakan konseling berdasarkan skenario yang telah dibuat sesuai dengan metode dan teknik yang dipergunakan. Tema utama dari tahapan ini adalah ’DO’ (melaksanakan). Tahap ini disebut juga tahapan operasionalisasi teknik. b. Refleksi : tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap satu dengan cara mengidentifikasi pola-pola respon konseli dalam menerima stimulasi (What Happen?) dari konselor. Tema umum pada tahap ini adalah ’LOOK’ (melihat). 1) Berpikir: tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap dua dengan cara mengajak siswa untuk menganalisis dan memikirkan makna bagi penyelesaian masalahnya atau pemahaman atas topik yang dibahas (So What?). Tema umum dari tahap ini adalah ’THINK’. 2) Merasa: tahap dimana konselor menampilkan sikap empatinya terhadap sisa yang bermasalah. 3) Bertindak: tahap dimana konselor menunjukkan perilaku membantu. Yakni menampilkan teknik-teknik konseling secara tepat. Tema umum tahap ini ‘DO’. 4) Bertanggung Jawab: tahap dimana konselor memberikan tanggungjawab pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah kepada siswa-siswa. c. Generalisasi: tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap akhir dengan cara mengajak siswa membuat rencana perbaikan atas kelemahan-kelemahannya (Now What?). Rencana perbaikan ini diwujudkan pada proses konseling berikutnya. Tema umum dari tahap ini adalah ’PLAN’. 4. TERMINASI a. Refleksi umum: tahap dimana konselor mengajak konseli untuk melakukan review atas proses konseling yang telah dilakukan. b. Tindak lanjut: tahap dimana konselor memberi penguatan pada konseli untuk merealisasikan rencana-rencana perbaikannya. 224
  • 235. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Lampiran Format 4.2B FORMAT PEER ASSESMENT IDENTITAS Nama Peserta Hari/Tanggal : ............................................. : ............................................. PETUNJUK PENGERJAAN Berikan penilaian Bapak/Ibu terhadap Praktik Layanan Bimbingan Kelompok dengan cara memberikan nilai pada kotak sesuai dengan rubrik pada kolom yang disediakan. No 1 2 3 4 Aspek yang dinilai 1 SLBK 2 3 4 PENYAJIAN 1 2 3 4 JUMLAH Awal a. Pernyataan tujuan b. Pembentukan kelompok c. Konsolidasi Transisi a. Storming b. Norming Kerja b. Eksperientasi c. Refleksi 1) Berpikir 2) Merasa 3) Bertindak 4) Bertanggung jawab Terminasi a. Refleksi umum b. Tindak lanjut JUMLAH TOTAL : _______________ Skor : _______________ ………………, .................................20…. Penilai, ……………………………………………………… 225
  • 236. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LEMBAR KERJA Kegiatan : Pengamatan Konseling Individual Waktu : 1 x 30 menit Bahan : LK 4.3 Modul Praktek Pelayanan Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Peserta terampil mempraktekan pelayanan peminatan melalui konseling individual Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 3 kelompok. 2. Fasilitator menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. 3. Setiap kelompok membuat 2 RPL konseling individual sesuai hasil asessesmen 4. Fasilitator membagi format penilaian konseling individual. 5. Setiap kelompok memilih 2 orang peserta untuk praktek konseling individual masing-masing 30 menit. 6. Secara paralel 3 peserta melakukan praktek konseling individual 7. Peserta yang lain melakukan peer assemen dengan menggunakan format penilaian konseling individual. 8. Peserta lain memberikan revieu berdasarkan hasil penilaian. 9. Fasilitator memberikan umpan balik dan penguatan praktek konseling individual. Tugas : Amati konseling individual dengan seksama, berikan penilaian dengan menggunakan format yang telah disediakan, dan beri masukan guna perbaikan. 226
  • 237. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Lampiran Format 4.3A RANCANGAN KONSELING INDIVIDUAL A. Deskripsi Kasus Deskripsi gambaran kasus berdasarkan hasil asesmen B. Tujuan Konseling Target yang akan dicapai pada sesi awal, sesi inti dan akhir sesi konseling, disertai dan indikator pencapaiannya C. Perencanaan Pelaksanaan Konseling Mendeksripsikan rencana pelaksanaan konseling, meliputi tempat, waktu, alat asesmen yang akan digunakan, tahapan konseling yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan konseling, dan pihak-pihak yang dilibatkan. D. Pendekatan dan Teknik Konseling Pendekatan dan teknik konseling yang akan digunakan, alasan rasional pemilihan pendekatan dan teknik konseling, dan penjelasan tahapan konseling sesuai teknik konseling yang akan digunakan 227
  • 238. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Format 4.3B FORMAT PENILAIAN PRAKTIK KONSELING Konselor yang diamati : ................................... Berikan tanda cek (v) pada kolom yang sesuai ASPEK KINERJA KUALITAS BAIK SEKALI BAIK CUKUP 90 - 100 80 – 89 70 - 79 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK KURANG 60 - 69 KURANG SEKALI ≤ 59 Prakonseling  Kesiapan konselor (fisik, psikis)  Pengaturan setting (tata ruang, tempat duduk)  Penyiapan instrumen (alat rekam audio, tulis, instrumen data, bibliokonseling)  Data awal tentang konseli Pembinaan Hubungan  Penyambutan konseli (salam, sebut nama, senyum, jabat tangan, mempersilakan masuk ruang, mempersilakan duduk, menutup pintu, menempatkan diri pada posisi menerima)  Penciptaan hubungan baik (menanyakan khabar, mengganjar kehadiran, topik netral)  Strukturing (pertimbangan waktu, ajakan kerjasama, harapan keberhasilan, jaminan kerahasiaan) PENILAIAN PORTO FOLIO MATERI ASESMEN Analisis  Data internal  Data eksternal  Keluasan data  Kedalaman data  Relevansi data  Ketepatan data Sintesis 228
  • 239. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 ASPEK KINERJA KUALITAS BAIK SEKALI BAIK CUKUP 90 - 100 80 – 89 70 - 79 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK KURANG 60 - 69 KURANG SEKALI ≤ 59 Organisasi data  Penggolongan  Keterwakilan  Kepadatan  Penemukaitan antardata  Eliminasi data tidak relevan Model Sintesis  Aktif  Pasif  Kolaborasi Diagnosis Identifikasi masalah  Cakupan  Ketepatan pemilihan  Kesesuaian klasifikasi Etiologi  Internal o Tepat o Komprehensif  Eksternal o Tepat o Komprehensif PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK Prognosis  Tinjauan akibat lanjut dari masalah  Prediksi tingkat keterkelolaan  Perhitungan sumber dan waktu  Manfaat penyelesaian masalah  Motivasi ke perubahan Konseling (treatment) Alternatif  Kekayaan alternatif  Rasionalitas alternatif  Penilaian alternatif  Pengambilan putusan (ketepatan pilihan) Implementasi  Pembahasan detail rencana 229
  • 240. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 ASPEK KINERJA KUALITAS BAIK SEKALI BAIK CUKUP 90 - 100 80 – 89 70 - 79 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK KURANG 60 - 69 KURANG SEKALI ≤ 59  Penyiapan pelaksanaan  Informasi/nasihat bagi pelaksanaan  Pemotivasian Terminasi  Rangkuman hasil  Rencana pertemuan lanjutan  Penugasan Evaluasi dan Follow-up  Mengukur kepuasan konseli  Efisiensi waktu  Identifikasi hambatan  Upaya meminimalkan hambatan  Rediagnosis bila diperlukan ………., …………………………..2013 Penilai, ................................ 230
  • 241. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LEMBAR KERJA Kegiatan : Penyusunan Rekomendasi Peminatan Waktu : 45 menit Bahan : LK 4.4 Modul Praktek Pelayanan Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Peserta terampil menyusun Rekomendasi peminatan peserta didik Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 8 kelompok. 2. Fasilitator menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. 3. Fasilitator membagikan format Rekomendasi Peminatan peserta didik 4. Setiap kelompok membuat Rekomendasi peminatan peserta didik berdasarkan data yang tersedia pada BAB V Modul Praktek Pelayanan Peminatan Peserta Didik (bagian C latihan 4.) 5. Kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya 6. Peserta lain memberikan revieu berdasarkan hasil penilaian. 7. Fasilitator memberikan umpan balik dan penguatan praktek penyusunan rekomendasi peminatan peserta didik. Tugas : Analisis data yang tersedia, berdasarkan hasil analisa tersebut buatlah rekomendasi peminatan peserta didik. 231
  • 242. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 Rekomendasi Peminatan Nama : ................................................................................................... Jenis kelamin : ................................................................................................... NIS : ................................................................................................... Sekolah : .................................................................................................. Alamat : ................................................................................................. Aspek Nilai raport Sub Aspek Hasil Keterangan Matematika IPA IPS B.Indonesia B.Inggris Tes IQ Bakat Minat Prestasi Akademik Non Akademik Pilihan Siswa Orang tua Rekomendasi .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... ..............., ………….................................. Guru BK/Konselor, ................................................... 232
  • 243. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 5.1 LEMBAR KERJA Kegiatan : Analisis Hasil Penilaian Waktu : 1 x 45 menit Bahan : Modul Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Peminatan Peserta Didik RPL Informasi Video Layanan Informasi Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat menganalisis hasil penilaian pelayanan peminatan peserta didik Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok. 2. Masing-masing kelompok ditunjuk ketua dan sekertaris kelompok. 3. Setiap kelompok menyiapkan instrumen penilaian proses dan hasil yang telah disusun. 4. Fasilitator menjelaskan tugas kelompok, yaitu : a. Amatilah video layanan informasi. b. Lakukan penilaian terhadap tayangan layanan informasi dalam video tersebut c. Analisi hasil penilaian dan tentukan kegiatan tindak lanjut. 5. Anggota kelompok melihat layanan informasi 6. Kelompok mendiskusikan hasil penilaian layanan informasi dan menentukan kegiatan tindak lanjut. 7. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok 8. Kelompok lainnya memberikan analisis terhadap hasil kerja kelompok yang dipresentasikan. 9. Fasilitator memberikan ulasan. Tugas : 233
  • 244. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 1. Amatilah video layanan informasi. 2. Lakukan penilaian terhadap tayangan layanan informasi dalam video tersebut 3. Analisi hasil penilaian dan tentukan kegiatan tindak lanjut. 234
  • 245. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LK 5.2 LEMBAR KERJA Kegiatan : Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program (Lapelprog) Waktu : 2 x 45 menit Bahan : Pedoman Peminatan Peserta Didik, Modul Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut Peminatan Peserta Didik Lembar Kerja Tujuan : Peserta dapat menyususn laporan pelaksanaan program pelayanan peminatan peserta didik Skenario Kegiatan: 1. Fasilitator membagi peserta menjadi 5 kelompok. 2. Masing-masing kelompok ditujuk ketua dan sekertaris kelompok 3. Fasilitor membagikan lembar kerja 4. Fasilitator menjelaskan tugas kelompok, yaitu : menyusun Laporan Pelaksanaan Program (Lapelprog) Pelayanan Peminatan Peserta Didik 5. Kelompok mendiskusikan penyusunan Laporan Pelaksanaan Program (Lapelprog) 6. Fasilitator memberikan reviu terhadap hasil kerja kelompok. Tugas : Susunlah Laporan Pelaksanaan Program (Lapelprog) Pelayanan Peminatan Peserta Didik yang mencakup 5 tahapan kegiatan : 1. Pengumpulan Data 2. Pemberian Informasi 3. Pemantapan Peminatan 4. Penyesuaian 5. Monitoring dan Tindak Lanjut 235
  • 246. Diklat Peningkatan Kompetensi Guru BK SMP Tahun 2013 LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM (LAPELPROG) PELAYANAN PEMINATAN PESERTA DIDIK No. Jenis Kegiatan 1. Hasil Penyesuaian 5. Proses Tindak Lanjut Pemantapan Peminatan 4. Analisis Pemberian Informasi 3. Hasil Evaluasi Sasaran Pengumpulan Data 2. Waktu Pelaksanaan Manitoring dan Tindak Lanjut 236
  • 247. KUMPULAN HAND OUT
  • 248. H.1 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan Pasal 77A ayat (3), Pasal 77C ayat (3), Pasal 77D ayat (3), Pasal 77E ayat (3), dan Pasal 77J ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Sistem Pendidikan Nasional perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 1
  • 249. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410); 4. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014; 5. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011; 6. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2013; dan 7. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 61/P Tahun 2012. 2
  • 250. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH Pasal 1 (1) Kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah merupakan landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis yang berfungsi sebagai acuan pengembangan struktur kurikulum pada tingkat nasional dan pengembangan muatan lokal pada tingkat daerah serta pedoman pengembangan kurikulum pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. (2) Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah merupakan pengorganisasian kompetensi inti, matapelajaran, beban belajar, kompetensi dasar, dan muatan pembelajaran pada setiap Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. (3) Kerangka dasar dan struktur kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. 3
  • 251. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 4
  • 252. H.2 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Pengertian Kurikulum Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut. 2. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut: a. Tantangan Internal Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia 1
  • 253. produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban. b. Tantangan Eksternal Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia. c. Penyempurnaan Pola Pikir Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut: 1) pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama; 2) pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didikmasyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya); 3) pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet); 2
  • 254. 4) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains); 5) pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim); 6) pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia; 7) pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik; 8) pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan 9) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis. d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum Pelaksanaan kurikulum selama ini telah menempatkan kurikulum sebagai daftar matapelajaran. Pendekatan Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diubah sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut: 1) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif; 2) penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan 3) penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran. e. Penguatan Materi Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik. B. Karakteristik Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: 1. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; 2. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; 3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; 3
  • 255. 4. 5. 6. 7. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran; kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti; kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). C. Tujuan Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. II. KERANGKA DASAR KURIKULUM A. Landasan Filosofis Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut. 1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu 4
  • 256. kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini. 2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini. 3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik. 4. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik. 5
  • 257. Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia. B. Landasan Teoritis Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak. Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum. C. Landasan Yuridis Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah: 1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 6
  • 258. III. STRUKTUR KURIKULUM A. Kompetensi Inti Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut: 1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual; 2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial; 3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan 4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan. Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 1: Kompetensi Inti Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah KOMPETENSI INTI KELAS VII 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, KOMPETENSI INTI KELAS VIII 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, 7 KOMPETENSI INTI KELAS IX 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
  • 259. mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori B. Matapelajaran Berdasarkan kompetensi inti disusun matapelajaran dan alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan matapelajaran dan alokasi waktu untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tabel berikut. Tabel 2: Matapelajaran Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah ALOKASI WAKTU PER MINGGU VII VIII IX MATA PELAJARAN Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 Ilmu Pengetahuan Alam 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Bahasa Inggris Kelompok B 1 Seni Budaya 2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 Prakarya JUMLAH ALOKASI WAKTU PER MINGGU 3 3 6 5 5 4 4 3 3 6 5 5 4 4 3 3 6 5 5 4 4 3 3 2 38 3 3 2 38 3 3 2 38 Keterangan:  Matapelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah.  Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Sekolah 8
  • 260.       Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja. Kegiatan ekstra kurikuler seperti Pramuka (terutama), Unit Kesehatan Sekolah, Palang Merah Remaja, dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler. Matapelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Bahasa Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan tersebut. Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan. Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Khusus untuk matapelajaran Pendidikan Agama di Madrasah Tsanawiyah dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama. C. Beban Belajar Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran. 1. Beban belajar di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas VII, VIII, dan IX adalah 38 jam pembelajaran. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 40 menit. 9
  • 261. 2. Beban belajar di Kelas VII, VIII, dan IX dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. 3. Beban belajar di kelas IX pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. 4. Beban belajar di kelas IX pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan paling banyak 16 minggu. 5. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu. D. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut: 1. kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1; 2. kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2; 3. kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; dan 4. kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4. 10
  • 262. H.3 SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81A TAHUN 2013 TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan kurikulum pada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah, sekolah menengah atas/madrasah aliyah, dan sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Implementasi Kurikulum; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410); 3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011; 1
  • 263. 4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2013; 5. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 60/P Tahun 2013; 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah; 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah; 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah; 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah; 10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah; 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah; 12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah; 13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan; 2
  • 264. 14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM. Pasal 1 Implementasi kurikulum pada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), dan sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK) dilakukan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014. Pasal 2 (1) Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencakup: a. Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Pendidikan; b. Pedoman Pengembangan Muatan Lokal; c. Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler; d. Pedoman Umum Pembelajaran; dan e. Pedoman Evaluasi Kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan (2) Pedoman implementasi kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I sampai dengan Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. 3
  • 265. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2013 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, TTD. MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 4
  • 266. H.4 LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81A TAHUN 2013 TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM PEDOMAN UMUM PEMBELAJARAN VIII. KONSEP DAN STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Konsep Layanan Bimbingan dan Konseling Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap sejumlah siswa. Layanan bimbingan dan konseling adalah kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam menyusun rencana pelayanan bimbingan dan konseling, melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling, mengevaluasi proses dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling serta melakukan perbaikan tindak lanjut memanfaatkan hasil evaluasi. B. Komponen Layanan Bimbingan dan Konseling Pedoman bimbingan dan konseling mencakup komponen-komponen berikut ini. 1. Jenis Layanan meliputi : a. Layanan Orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, seperti lingkungan satuan pendidikan bagi siswa baru, dan obyek-obyek yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran di lingkungan baru yang efektif dan berkarakter. 1
  • 267. b. Layanan Informasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan bijak. c. Layanan Penempatan dan Penyaluran yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, peminatan/lintas minat/pendalaman minat, program latihan, magang, dan kegiatan ekstrakurikuler secara terarah, objektif dan bijak. d. Layanan Penguasaan Konten yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan dalam melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan tuntutan kemajuan dan berkarakter-cerdas yang terpuji, sesuai dengan potensi dan peminatan dirinya. e. Layanan Konseling Perseorangan yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya melalui prosedur perseorangan. f. Layanan Bimbingan Kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok. g. Layanan Konseling Kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji melalui dinamika kelompok. h. Layanan Konsultasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara dan atau perlakuan yang 2
  • 268. perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji. i. j. 2. Layanan Mediasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji. Layanan Advokasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik untuk memperoleh kembali hak - hak dirinya yang tidak diperhatikan dan/atau mendapat perlakuan yang salah sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji. Kegiatan Pendukung Layanan meliputi: a. Aplikasi Instrumentasi yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri siswa dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Himpunan Data yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. c. Konferensi Kasus yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan, yang bersifat terbatas dan tertutup. d. Kunjungan Rumah yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau anggota keluarganya. e. Tampilan Kepustakaan yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. 3
  • 269. f. 3. Alih Tangan Kasus yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangan ahli yang dimaksud. Format Layanan meliputi: a. Individual yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. b. Kelompok yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. c. Klasikal yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas rombongan belajar. d. Lapangan yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. e. Pendekatan Khusus/Kolaboratif yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. f. Jarak Jauh yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan siswa melalui media dan/atau saluran jarak jauh, seperti surat dan sarana elektronik. C. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling 1. Program Layanan Dari segi unit waktu sepanjang tahun ajaran pada satuan pendidikan, ada lima jenis program layanan yang disusun dan diselenggarakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu sebagai berikut : a. Program Tahunan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun ajaran untuk masing-masing kelas rombongan belajar pada satuan pendidikan. 4
  • 270. b. Program Semesteran yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. c. Program Bulanan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. d. Program Mingguan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. e. 2. Program Harian yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk Satuan Layanan atau Rencana Program Layanan dan/ atau Satuan Kegiatan Pendukung atau Rencana Kegiatan Pendukung pelayanan bimbingan dan konseling. Penyelenggaraan Layanan Sebagai pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling, Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor bertugas dan berkewajiban menyelenggarakan layanan yang mengarah pada (1) pelayanan dasar, (2) pelayanan pengembangan, (3) pelayanan peminatan studi, (4) pelayanan teraputik, dan (5) pelayanan diperluas. a. Pelayanan Dasar, yaitu pelayanan mengarah kepada terpenuhinya kebutuhan siswa yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang tua, guru dan orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Dalam hal ini, Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada umumnya berperan secara tidak langsung dan mendorong para significant persons berperan optimal dalam memenuhi kebutuhan paling elementer siswa. b. Pelayanan Pengembangan, yaitu pelayanan untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Dengan pelayanan pengembangan yang cukup baik siswa akan dapat menjalani 5
  • 271. kehidupan dan perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa beban yang memberatkan, memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki secara optimal, serta menatap masa depan dengan cerah. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan pelaksanaan pelayanan pengembangan bagi peserta didik. Pada satuan-satuan pendidikan, para pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan pengembangan terhadap siswa. Dalam hal ini, pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor selalu diarahkan dan mengacu kepada tahap dan tugas perkembangan siswa. c. Pelayanan Arah Peminatan/Lintas Minat/Pendalaman Minat Studi Siswa, yaitu pelayanan yang secara khusus tertuju kepada peminatan/lintas minat/pendalaman minat peserta didik sesuai dengan konstruk dan isi kurikulum yang ada. Arah peminatan/lintas minat/pendalaman minat ini terkait dengan bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karir dengan menggunakan segenap perangkat (jenis layanan dan kegiatan pendukung) yang ada dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. Pelayanan peminatan/lintas minat/pendalaman minat peserta didik ini terkait pula dengan aspek-aspek pelayanan pengembangan tersebut di atas. d. Pelayanan Teraputik, yaitu pelayanan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan, serta pelayanan peminatan. Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, kegiatan belajar, karir. Dalam upaya menangani permasalahan peserta didik, Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor memiliki peran dominan. Peran pelayanan teraputik oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar, pelayanan pengembangan, dan pelayanan peminatan. e. Pelayanan Diperluas, yaitu pelayanan dengan sasaran di luar diri siswa pada satuan pendidikan, seperti personil satuan pendidikan, orang tua, dan warga masyarakat lainnya yang semuanya itu terkait dengan kehidupan satuan pendidikan dengan arah pokok 6
  • 272. terselenggaranya dan suskesnya tugas utama satuan pendidikan, proses pembelajaran, optimalisasi pengembangan potensi peserta didik. Pelayanan diperluas ini dapat terkait secara langsung ataupun tidak langsung dengan kegiatan pelayanan dasar, pengembangan peminatan, dan pelayanan teraputik tersebut di atas. 3. Waktu dan Posisi Pelaksanaan Layanan a. Semua kegiatan mingguan (kegitan layanan dan/atau pendukung bimbingan dan konseling) diselenggarakan di dalam kelas (sewaktu jam pembelajaran berlangsung) dan/atau di luar kelas (di luar jam pembelajaran) 1) Di dalam jam pembelajaran: a) Kegiatan tatap muka dilaksanakan secara klasikal dengan rombongan belajar siswa dalam tiap kelas untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. b) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas (rombongan belajar per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. c) Kegiatan tatap muka nonklasikal diselenggarakan dalam bentuk layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan, dan alih tangan kasus. 2) Di luar jam pembelajaran: a) Kegiatan tatap muka nonklasikal dengan siswa dilaksanakan untuk layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, mediasi, dan advokasi serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. 7
  • 273. b) Satu kali kegiatan layanan/pendukung bimbingan dan konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. c) Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di luar jam pembelajaran satuan pendidikan maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan satuan pendidikan. b. Program pelayanan bimbingan dan konseling pada masing-masing satuan pendidikan dikelola oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan bimbingan dan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler dengan mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas satuan pendidikan. D. Pihak Yang Terlibat Pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling adalah Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Penyelenggara pelayanan bimbingan dan konseling di SD/MI/SDLB adalah Guru Kelas. Penyelenggara pelayanan bimbingan dan konseling di SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK adalah Guru Bimbingan dan Konseling. 1. Pelaksana Pelayanan bimbingan dan konseling pada SD/MI/SDLB a. Guru Kelas sebagai pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling di SD/ MI/SDLB melaksanakan layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, dan penguasaan konten dengan cara menginfusikan materi layanan bimbingan dan konseling tersebut ke dalam pembelajaran mata pelajaran. Untuk siswa Kelas IV, V, dan VI dapat diselenggarakan layanan bimbingan dan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. 8
  • 274. b. Pada satu SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat diangkat seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling. 2. Pelaksana Pelayanan Bimbingan dan Konseling pada SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK. a. Pada satu SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK diangkat sejumlah Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dengan rasio 1 : 150 (satu Guru bimbingan dan konseling atau Konselor melayani 150 orang siswa) pada setiap tahun ajaran. b. Jika diperlukan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang bertugas di SMP/MTs dan/atau SMA/MA/SMK tersebut dapat diminta bantuan untuk menangani permasalahan peserta didik SD/MI dalam rangka pelayanan alih tangan kasus. Sebagai pelaksana utama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan SMP/MTs/ SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK, Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor wajib menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional bimbingan dan konseling, meliputi: a. Pengertian, tujuan, prinsip, asas-asas, paradigma, visi dan misi pelayana bimbingan dan konseling profesional b. Bidang dan materi pelayanan bimbingan dan konseling, termasuk di dalamnya materi pendidikan karakter dan arah peminatan siswa c. Jenis layanan, kegiatan pendukung dan format pelayanan bimbingan dan konseling d. Pendekatan, metode, teknik dan media pelayanan bimbingan dan konseling, termasuk di dalamnya pengubahan tingkah laku, penanaman nilai-nilai karakter dan peminatan peserta didik. e. Penilaian hasil dan proses layanan bimbingan dan konseling f. Penyusunan program pelayanan bimbingan dan konseling g. Pengelolaan pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan konseling 9
  • 275. h. Penyusunan laporan pelayanan bimbingan dan konseling i. Kode etik profesional bimbingan dan konseling j. Peran organisasi profesi bimbingan dan konseling Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor merumuskan dan menjelaskan kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, Guru Mata Pelajaran, dan orang tua, sebagai berikut: a. Sejak awal bertugas di satuan pendidikan, Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor merumuskan secara konkrit dan jelas tugas dan kewajiban profesionalnya dalam pelayanan bimbingan dan konseling, meliputi: 1) Struktur pelayanan bimbingan dan konseling 2) Program pelayanan bimbingan dan konseling 3) Pengelolaan program pelayanan bimbingan dan konseling 4) Evaluasi hasil dan proses pelayanan bimbingan dan konseling 5) Tugas dan kewajiban pokok Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. b. Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a di atas dijelaskan kepada siswa, pimpinan, dan sejawat pendidik (Guru Mata pelajaran dan Wali Kelas) pada satuan pendidikan, dan orang tua secara profesional dan proporsional. c. Kerjasama 1) Dalam melaksanakan tugas pelayanan bimbingan dan konseling Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor bekerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan di luar satuan pendidikan untuk suksesnya pelayanan yang dimaksud. 2) Kerjasama tersebut di atas dalam rangka manajemen bimbingan dan konseling yang menjadi bagian integral dari manajemen satuan pendidikan secara menyeluruh. 10
  • 276. H.5 PEDOMAN PEMINATAN PESERTA DIDIK KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN 2013
  • 277. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Komplek Kemendikbud Gedung D Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta Pusat, 10270 Telp./Fax. (021) 57946110
  • 278. Pedoman Peminatan Peserta Didik KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan tim pengembang berhasil menyusun Pedoman Peminatan Peserta Didik dalam Implementasi Kurikulum 2013. Peminatan perserta didik dalam pedoman ini terarah pada peminatan peserta didik di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK yang merupakan bagian tidak terpisahkan dan terintegrasi dalam seluruh upaya pendidikan, terutama pada program pelayanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan, khususnya jenjang pendidikan dasar dan menengah. Artinya, program pelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh pada satuan pendidikan harus memuat pelayanan peminatan peserta didik. Upaya ini mengacu kepada program pelaksanaan kurikulum tahun 2013, khususnya terkait dengan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran atau peminatan pendalaman materi mata pelajaran, dan peminatan studi lanjutan. Program pelayanan bimbingan dan konseling yang berisi pelayanan peminatan peserta didik berada di bawah tanggung jawab Guru Bimbingan dan Konseling (Guru BK) atau Konselor di setiap satuan pendidikan. Dalam konstruk dan isi kurikulum tahun 2013 mementingkan terselenggaranya proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan peserta didik. Proses pembelajaran yang dilakukan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan penilaian hasil belajar berbasis proses dan produk. Untuk itu, selain memuat isi kurikulum dalam bentuk mata pelajaran dan kegiatan lainnya, kurikulum tahun 2013 menyajikan kelompok mata pelajaran wajib dan kelompok mata pelajaran peminatan untuk pendidikan menengah yang diikuti peserta didik sepanjang masa studi mereka. Kelompok mata pelajaran peminatan meliputi peminatan akademik, kejuruan, lintas mata pelajaran atau pendalaman materi mata pelajaran dan peminatan studi lanjutan. Pada jenjang SMA/MA peminatan akademik meliputi kelompok mata pelajaran Matematika dan Ilmu Alam, Ilmu-Ilmu Sosial, serta Ilmu Bahasa dan Budaya; sedangkan pada jenjang SMK meliputi peminatan akademik dan vokasi. Peminatan vokasi meliputi: i
  • 279. Pedoman Peminatan Peserta Didik Teknologi dan Rekayasa, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kesehatan, Agribisnis dan Agroteknologi, Perikanan dan Kelautan, Bisnis dan Manajemen. Pariwisata, Seni Rupa dan Kriya, dan Seni Pertunjukan. Pelayanan peminatan peserta didik menjadi tanggung jawab kepala sekolah dengan melibatkan semua komponen yang ada di sekolah. Guru BK/Konselor membantu peserta didik dalam memilih dan menetapkan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman materi mata pelajaran sesuai dengan kemampuan dasar umum, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Realisasi dan pendalaman materi mata pelajaran merupakan bidang pelayanan pembelajaran yang menjadi wilayah manajemen pembelajaran dan wilayah tugas pokok guru mata pelajaran dalam kerangka keseluruhan program pembelajaran pada satuan pendidikan. Pedoman ini digunakan sebagai acuan bagi Guru BK/Konselor dalam melaksanakan program pelayanan peminatan peserta didik dan bagi fihak-fihak terkait dalam menentukan kebijakan terkait implementasi Kurikulum 2013 di tingkat satuan pendidikan. Pedoman ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyusunan pedoman ini, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi dan sumbangan pemikirannya. Semoga pedoman ini dapat memberi manfaat positif dalam implementasi kurikulum guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Jakarta, Mei 2013 Kepala Badan PSDMP dan PMP Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd NIP.196202031987031002 ii
  • 280. Pedoman Peminatan Peserta Didik DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .................................................................................. i DAFTAR ISI ………………………………….……………………………….,,.. iii DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………….,.. iv DAFTAR TABEL DAN DIAGRAM ....……………………………….……….. v PENDAHULUAN ………………………………………………….. 1 A. Latar Belakang ................................................................,,,,, 1 B. Landasan Hukum.............................................................,,,,, 4 C. Tujuan............................................................................,,,,,,, 5 D. Ruang Lingkup ...................................................................... 5 LINGKUP PEMINATAN PESERTA DIDIK ……………………... 6 A. Hakikat Peminatan …………………………............................ 6 B. Pengertian Peminatan .…………………….…………………… 11 C. Peminatan Peserta Didik ………………………........................ 13 D. Fungsi Peminatan …………………….………………………… 15 E. Tingkat dan Aspek Peminatan ………………………………… 16 PELAKSANAN PEMINATAN PESERTA DIDIK ………………. 22 A. Tahap Pelaksanaan …………………….………………………. 22 B. Pengoganisasian Peminatan …………………….……………. 29 C. Waktu Penetapan Peminatan Peserta Didik……………..... 34 PENUTUP ………………………………………………………….. 49 DAFTAR RUJUKAN …………………………………………………………… 50 LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………….. 51 BAB I BAB II BAB III BAB IV iii
  • 281. Pedoman Peminatan Peserta Didik DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Format Peminatan dan Pendalaman Mata Pelajaran Lampiran 2 : Format Monitoring Peminatan dan Pendalaman materi mata pelajaran Lampiran 3 : Kelompok Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan 2013 Lampiran 4 : Angket Peminatan Calon/Peserta Didik Baru SMA Lampiran 5 : Angket Peminatan Calon/Peserta Didik Baru SMK Lampiran 6 : Angket Data Prestasi Peserta Didik Baru SMA/SMK Lampiran 7 : Rekapitulasi Data Peminatan Calon/Peserta Didik SMA Lampiran 8 : Rekapitulasi Data Peminatan Calon/Peserta Didik SMK iv
  • 282. Pedoman Peminatan Peserta Didik DAFTAR GAMBAR, TABEL DAN DIAGRAM Gambar 3.1 : Tingkat Peminatan Peserta Didik Tabel 2.1 : Tingkatan dan Aspek-aspek Peminatan Tabel 3.1 : Rancangan Kegiatan Pemilihan dan Penetapan Peminatan Peserta Didik Bersamaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tabel 3.2 : Rancangan Kegiatan Pemilihan dan Penetapan Peminatan Peserta Didik pada Minggu Pertama Tahun Pelajaran Baru Diagram 3.1 : Pengorganisasian Peminatan Peserta Didik Diagram 3.2 : Mekanisme Peminatan Peserta Didik di SMA dan SMK Diagram 3.3 : Diagram Alur Alternatif 1 Diagram 3.4 : Diagram Alur Alternatif 2 v
  • 283. Pedoman Peminatan Peserta Didik BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 Ayat 19 menyebutkan “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, tambahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Kurikulum penting, karena kurikulum bagian dari program pendidikan, tanpa kurikulum akan sangat sulit untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. Kurikulum tidak hanya memperhatikan perkembangan dan pembangunan masa sekarang tetapi juga mengarahkan perhatian ke masa depan. Perubahan kurikulum didasari pada kesadaran bahwa perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional, termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini melakukan pengembangan kurikulum menjadi Kurikulum 2013. Salah satu barometer yang dijadikan alasan pentingnya perubahan kurikulum itu dilakukan adalah survey “Trends in International Math and Science” oleh Global Institute pada tahun 2007, dimana berdasarkan survey tersebut hanya 5 persen peserta didik Indonesia yang mampu mengerjakan soal berkategori tinggi yang memerlukan penalaran. Sedangkan peserta didik Korea sanggup mengerjakannya mencapai 71 persen. Indikator lain adalah Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2009 menempatkan Indonesia di peringkat 10 besar terakhir dari 65 negara peserta PISA. Kriteria penilaiannya adalah kemampuan kognitif dan keahlian membaca, matematika, dan sains. Penguasaan peserta didik Indonesia hanya sampai level 3 sementara negara lain 1
  • 284. Pedoman Peminatan Peserta Didik sampai level 4, 5 dan 6. Kedua survey ini menunjukkan prestasi peserta didik Indonesia masih perlu ditingkatkan. Pengembangan kurikulum 2013 dirancang untuk mempersiapkan insan Indonesia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Jalur dan jenjang pendidikan formal, meliputi pendidikan dasar, yaitu SD/MI, SMP/MTs; dan pendidikan menengah meliputi SMA/MA dan SMK. Pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/ MTs) merupakan jenjang pendidikan formal paling awal yang wajib ditempuh oleh seluruh warga negara Indonesia. Pada jenjang pendidikan SD/MI peserta didik perlu disiapkan dan dibina minatnya untuk mengikuti pendidikan pada jenjang SMP/MTs. Jenjang pendidikan SMP/MTs sebagai kelanjutan studi tamatan jenjang pendidikan SD/MI juga merupakan pendidikan wajib yang harus diikuti oleh segenap warga negara Indonesia dalam rangka Wajib Belajar (WAJAR) 9 Tahun. Selain pembinaan pribadi peserta didik secara menyeluruh, tujuan pendidikan SMP/MTs adalah menyiapkan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu jenjang pendidikan SMA/MA atau SMK. Diyakini bahwa keberhasilan peserta didik dalam menjalani pendidikan di SMA/MA dan SMK dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang seharusnya difasiltasi sejak SMP/MTs. Peserta didik SMA/MA dan SMK diwajibkan mengikuti pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yang ditujukan kepada pengembangan dan pembinaan pribadi peserta didik dalam merebut pasar kerja tertentu dan/atau melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. Fenomena dalam melanjutkan atau memilih program studi menunjukkan bahwa peserta didik tamatan SMP/MTs yang memasuki SMA/MA dan SMK, dan tamatan SMA/MA dan SMK yang memasuki perguruan tinggi belum semuanya didasarkan atas peminatan peserta didik yang didukung oleh potensi dan kondisi diri secara memadai sebagai modal pengembangan potensi secara optimal, seperti 2
  • 285. Pedoman Peminatan Peserta Didik kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan kondisi fisik serta sosial budaya dan minat karir mereka. Akibatnya perkembangan mereka kurang optimal, tidak seperti yang diharapkan. Oleh sebab itu, pengarahan lebih awal dalam peminatan, khususnya dalam penyiapan penempatan dan penyaluran untuk kelanjutan studi yang sesuai dengan potensi dan kondisi yang ada pada diri peserta didik serta lingkungannya perlu segera dilakukan. Dalam rangka peminatan peserta didik sejak SD/MI dan SMP/MTs, sampai dengan SMA/MA dan SMK diperlukan adanya pelayanan bimbingan dan konseling secara profesional. Kurikulum 2013 memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, bakat dan minat secara lebih luas dan terbuka sesuai dengan prinsip perbedaan individu. Ini memungkinkan peserta didik berkembang over achievement, yakni peserta didik yang memiliki tingkat penguasaan di atas standar yang telah ditentukan baik dalam pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk itu struktur Kurikulum tahun 2013 menyediakan (1) mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan dan jenjang pendidikan, dan (2) mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka. Kelompok mata pelajaran wajib dan pilihan termuat dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA/MA dan SMK/MAK), sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia SD/MI dan SMP/MTs (7-15 tahun), maka mata pelajaran pilihan belum diberikan. Mata pelajaran pilihan baru diberikan pada peserta didik usia pendidikan menengah (15-18 tahun) yang terdiri atas pilihan akademik (SMA/MA) dan pilihan kejuruan (SMK/MAK). Mata pelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan pendidikan dan di dalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Implementasi Kurikulum tahun 2013 menekankan penilaian berbasis proses dan hasil, dan tidak menyederhanakan upaya pendidikan sebagai pencapaian targettarget kuantitatif berupa angka-angka hasil ujian sejumlah mata pelajaran akademik saja, tanpa penilaian proses atau upaya yang dilakukan oleh peserta didik. Kejujuran, kerja keras dan disiplin adalah hal yang integral pada penilaian proses. Hasil penilaian juga harus serasi dengan perkembangan akhlak dan karakter peserta 3
  • 286. Pedoman Peminatan Peserta Didik didik sebagai makhluk individu, sosial, warga negara dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Kurikulum 2013 lebih sensitif dan respek terhadap perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar peserta didik, dan untuk SMA/MA dan SMK memberikan peluang yang lebih terbuka kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran yang diminati, mendalami materi mata pelajaran dan mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara fleksibel sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan karakteristik kepribadian tanpa dibatasi dengan sekat-sekat penjurusan yang terlalu kaku. Mengingat pentingnya pelayanan peminatan peserta didik dalam implementasi kurikulum 2013, maka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun Pedoman Peminatan Peserta Didik dalam Implementasi Kurikulum 2013. B. Landasan Hukum Peraturan perundang-undangan yang mendasari penyusunan Pedoman Peminatan Peserta Didik dalam Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Undang-Undang Republik IndonesiaI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; 3. Undang-undang Republik IndonesiaI Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025; 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2000; 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom; 6. Inpres Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional 2010; 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru; 4
  • 287. Pedoman Peminatan Peserta Didik 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang Standar Nasional Pendidikan; 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor; 10. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; 11. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; 12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. C. Tujuan Secara umum Pedoman Peminatan Peserta Didik dalam Implementasi Krikulum 2013 ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, khususnya guru BK/Konselor dalam penyelenggaraan pelayanan peminatan peserta didik. Tujuan khusus pedoman ini adalah memberikan acuan dalam: 1. Memahami lingkup dan pelaksanaan peminatan peserta didik; 2. Mengumpulan data dan informasi peminatan peserta didik; 3. Menempatkan peminatan peserta didik; 4. Mendampingi peminatan peserta didik; 5. Memonitoring dan menindaklanjuti peminatan peserta didik. D. Ruang Lingkup Lingkup bahasan materi ini terdiri atas 4 bab, yaitu Bab I, Pendahuluan yang membahas latar belakang, tujuan, sasaran dan ruang lingkup, Bab II, Lingkup Peminatan Peserta Didik yang membahas hakekat peminatan, pengertian, macam, tujuan, fungsi dan komponen peminatan. Bab III Pelaksanaan Peminatan Peserta Didik yang membahas langkah, pengorganisasian, dan waktu pemilihan dan peminatan peminatan peserta didik, dan Bab IV Penutup. 5
  • 288. Pedoman Peminatan Peserta Didik BAB II LINGKUP PEMINATAN PESERTA DIDIK A. Hakikat Peminatan Pengembangan Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan didalamnya terdapat perubahan program yang berkaitan langsung dengan layanan bimbingan dan konseling adalah peminatan peserta didik. Pelayanan peminatan peserta didik merupakan bagian dari upaya advokasi dan fasilitasi perkembangan peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (arahan Pasal 1 angka 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional) sehingga mencapai perkembangan optimal. Perkembangan optimal bukan sebatas tercapainya prestasi sesuai dengan kapasitas intelektual dan minat yang dimilikinya, melainkan sebagai sebuah kondisi perkembangan yang memungkinkan peserta didik mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya. Dengan kondisi tersebut diharapkan peserta didik mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya. Peminatan peserta didik merupakan suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik dalam bidang keahlian yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada. Dalam konteks ini, bimbingan dan konseling membantu peserta didik untuk memahami diri, menerima diri, mengarahkan diri, mengambil keputusan diri, merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab. Bimbingan dan konseling membantu peserta didik mencapai perkembangan optimal dan kemandirian dalam kehidupannya serta menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Di samping itu juga membantu individu dalam memilih, meraih dan mempertahankan karir untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera, serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum melalui pendidikan. 6
  • 289. Pedoman Peminatan Peserta Didik Sehubungan dengan itu, Kurikulum 2013 dalam implementasinya (1) dapat menyiapkan peserta didik sukses dalam menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila dan Undangundang Dasar 1945, (2) menitikberatkan pada pencapaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai keutuhan yang harus dicapai oleh peserta didik, (3) memiliki spirit yang kuat untuk memulihkan proses pendidikan sebagai proses pembelajaran yang mendidik dan wahana pengembangan karakter, kehidupan yang demokratis, dan kemandirian sebagai softskills, serta penguasaan sains, teknologi, dan seni sebagai hardskills, (4) memandang bahwa peserta didik aktif dalam proses pengembangan potensi dan perwujudan dirinya dalam konteks sosial kultural, sehingga menuntut profesionalitas mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat guru yang mampu menstimulasi peserta didik untuk belajar lebih aktif dalam mencapai keberhasilannya, (5) menekankan penilaian berbasis proses pembelajar an yang mendidik dan hasil belajar peserta didik, (6) mengakui dan menghormati perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar peserta didik, hal ini memerlukan pendampingan, remediasi dan akselerasi secara berkala, terutama bagi peserta didik yang belum mencapai batas kompetensi yang ditetapkan, (7) memberikan kesempatan peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya sesuai dengan kesempatan dan layanan pendidikan yang diselenggarakan, (8) menuntut adanya kolaborasi yang baik antara guru mata pelajaran, Guru BK/Konselor dan orang tua/wali dalam mengoptimalkan perkembangan peserta didik, (9) proses pendidikan mengarah kepada orientasi perkembangan dan pembudayaan peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional melibatkan manajemen, pembelajaran, dan bimbingan dan konseling. Implementasi kurikulum 2013 akan dapat menimbulkan masalah bagi peserta didik SMA/MA dan SMK yang tidak mampu dalam menetapkan pilihan peminatan, baik peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran maupun pendalaman mata pelajaran secara tepat, sehingga akan menimbulkan kesulitan dan kecenderungan gagal dalam belajar. Penetapan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman materi mata pelajaran hendaknya sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), 7
  • 290. Pedoman Peminatan Peserta Didik bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik agar proses belajar berjalan dengan baik dan kecenderungan berhasil dalam belajar. Oleh karena itu peminatan sangat diperlukan bagi peserta didik agar dapat menetapkan pilihan peminatan sesuai kemampuan potensi dirinya dan kemungkinan berhasil dalam belajar. Peminatan adalah proses yang berkesinambungan, peminatan harus berpijak pada kaidah-kaidah dasar yang secara eksplisit dan implisit, terkandung dalam kurikulum. Peminatan pilihan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran dan pilihan pendalaman materi mata pelajaran merupakan upaya untuk membantu peserta didik dalam memilih dan menetapkan mata pelajaran yang diikuti pada satuan pendidikan di SMA/MA dan SMK, memahami dan memilih arah pengembangan karir, dan menyiapkan diri serta memilih pendidikan lanjutan sampai ke perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan dasar umum, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Kurikulum Tahun 2013 dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum selain kelompok mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh semua peserta didik di SMA/MA dan SMK juga memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, pilihan lintas minat, dan/atau pilihan pendalaman minat. Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) memberikan kesempatan pada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Struktur mata pelajaran peminatan dalam kurikulum SMA/MA adalah kelompok (a) peminatan Matematika dan Ilmu Alam, (b) peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, dan (c) peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya, (d) untuk MA dapat menambah kelompok mata pelajaran peminatan Keagamaan. Sedangkan untuk Struktur SMK peminatan vokasi meliputi kelompok (a) peminatan teknologi dan rekayasa; (b) peminatan teknologi informasi dan komunikasi (c) peminatan kesehatan; (d) peminatan agribisnis dan agroteknologi ; (e) peminatan perikanan dan kelautan ; (f) peminatan bisnis dan manajemen; (g) pariwisata (h) peminatan seni rupa dan kriya; (i) peminatan pertunjukan. 8
  • 291. Pedoman Peminatan Peserta Didik Pendalaman materi mata pelajaran merupakan aktivitas tambahan dalam belajar yang dilakukan oleh peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa. Tujuan pendalaman materi mata pelajaran adalah untuk meluaskan dan memperdalam materi mata pelajaran tertentu sesuai dengan arah minatnya. Pendalaman materi mata pelajaran merujuk pada isi dan proses. Isi merujuk pada apa yang ada dalam materi yang diperkaya dan lebih sulit. Proses merujuk pada prosedur mental pemecahan masalah, pemikiran kreatif, pemikiran ilmiah, pemikiran kritis, perencanaan, analisis, dan banyak keterampilan pemikiran lainnya. Pendalaman mata pelajaran merangsang minat peserta didik berbakat dan cerdas untuk (1) mengembangkan keterampilan berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi, (2) menginspirasi motivasi akademis tinggi, termasuk ambisi karier dan pendidikan yang tinggi, (3) memenuhi kebutuhan pendidikan, sosial, dan psikologis, termasuk membantu peserta didik berbakat untuk mengembangkan konsep diri yang baik, (4) memaksimalkan pembelajaran dan pengembangan peserta didik serta meminimalkan rasa bosan dan frustrasi, (5) mengembangkan akuntabilitas, keingintahuan, ketekunan, sikap pengambilan risiko, rasa haus akan pengetahuan, partisipasi aktif, dan refleksi. Pendalaman materi mata pelajaran sifatnya memberi kesempatan peserta didik SMA, MA, dan SMK untuk mendapatkan kesempatan mengikuti mata kuliah di perguruan tinggi, selama yang bersangkutan berada di kelas XII dan atas kerjasama SMA/MA/SMK dengan Perguruan Tinggi. Pelayanan peminatan peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan terintegrasi dalam program pelayanan BK pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Artinya, program pelayanan BK pada setiap satuan pendidikan harus memuat kegiatan peminatan peserta didik. Upaya ini mengacu kepada manajemen satuan pendidikan dan program pelaksanaan kurikulum, khususnya terkait dengan peminatan akademik dan peminatan penjurusan yang meliputi peminatan kelompok mata pelajaran, lintas mata pelajaran dan pendalaman materi mata pelajaran serta peminatan studi lanjutan. 9
  • 292. Pedoman Peminatan Peserta Didik Pada jenjang pendidikan dasar yaitu SD/MI dan SMP/MTs tidak ada pilihan peminatan mata pelajaran. Pelayanan BK di SD/MI dilakukan oleh Guru Kelas untuk membantu peserta didik menanamkan minat belajar, mengatasi masalah minat belajar dan mengalami kesulitan belajar secara antisipatif (preemptive). Sedangkan pelayanan BK yang dilakukan oleh Guru BK/Konselor di SMP/MTs diarahkan untuk membantu peserta didik menentukan minat untuk melakukan pilihan studi lanjut ke SMA/MA dan SMK berdasarkan pada kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat, dan kecenderungan arah pilihan masing-masing peserta didik. Pada jenjang pendidikan menengah umum di SMA/MA, Guru BK/Konselor membantu peserta didik menentukan minat terhadap kelompok mata pelajaran pilihan yang tersedia, menentukan mata pelajaran pilihan di luar mata pelajaran kelompok minatnya, dan menentukan minat pendalaman materi mata pelajaran untuk mendapatkan kesempatan mengikuti mata kuliah di perguruan tinggi, selama peserta didik yang bersangkutan berada di kelas XII dan atas kerjasama sekolah dengan perguruan tinggi. Pada jenjang pendidikan menengah kejuruan, yaitu di SMK, Guru BK/Konselor membantu peserta didik menentukan minat dalam memilih program keahlian yang tersedia, dan menentukan mata pelajaran keahlian pilihan di luar mata pelajaran program keahlian minatnya. Guru BK/Konselor di SMA/MA dan SMK membantu peserta didik menentukan minatnya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat,dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Dengan demikian, penetapan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran, dan pilihan pendalaman mata pelajaran adalah sebuah proses yang akan melibatkan serangkaian pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada di lingkungannya. Permasalahan akan terjadi jika peserta didik tidak mampu untuk menetukan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman materi mata pelajaran, sehingga akan menghambat proses pembelajaran. Untuk mencegah terjadinya masalah pada diri peserta didik, maka diperlukan adanya pelayanan BK yang membantu memandirikan peserta didik melalui pengambilan keputusan terkait dengan memilih, menentukan, meraih serta mempertahankan karier untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera, serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum melalui upaya pendidikan. 10
  • 293. Pedoman Peminatan Peserta Didik Program bimbingan dan konseling terkait peminatan peserta didik sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Guru BK/Konselor dengan bekerja sama dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, kepala tata usaha dan/atau orang tua di setiap satuan pendidikan. Guru BK/Konselor melalui pelayanan BK membantu peserta didik memilih dan menentukan arah peminatan kelompok mata pelajaran, lintas matapelajaran dan pendalaman mata pelajaran berdasarkan kekuatan dan kemungkinan keberhasilannya. Oleh karena itu Guru BK/Konselor harus dapat membantu peserta didik untuk menemukan kekuatannya, yang berupa kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, kemampuan akademik, minat, dan kecenderungan peserta didik, serta dukungan moral dari orang tua. Sedangkan pelayanan pendalaman materi mata pelajaran bagi peserta didik sepenuhnya tanggung jawab Guru Mata Pelajaran terkait dengan bidang studinya atau mata pelajaran yang diampunya dan/atau bekerjasama dengan perguruan tinggi terkait. B. Pengertian Peminatan Peserta Didik Penyelenggaraan pendidikan dalam satuan pendidikan di SMA/MA dan SMK selama ini (sebelum kurikulum 2013) terdapat program penjurusan peserta didik, bagi peserta didik SMA/MA dilaksanakan di kelas XI dan di SMK program penjurusan dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan siswa baru. Istilah penjurusan peserta didik tidak tertuang dalam Kurikulum 2013, istilah yang muncul adalah peminatan peserta didik. Peminatan peserta didik dapat diartikan (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik pada kelompok mata pelajaran, lintas mata pelajaran, dan pendalaman mata pelajaran (akademik atau vokasi) yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, peminatan pendalaman mata pelajaran (akademik atau vokasi) yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang diselenggarakan pada satuan pendidikan; (4) dan suatu proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. 11
  • 294. Pedoman Peminatan Peserta Didik Peminatan peserta didik dalam penyelenggaraan pendidikan tidak sebatas pemilihan dan penetapan saja, namun juga termasuk adanya langkah lanjut yaitu pendampingan, pengembangan, penyaluran, evaluasi dan tindak lanjut. Peserta didik dapat memilih secara tepat tentang peminatannya apabila memperoleh informasi yang memadai atau relevan, memahami secara mendalam tentang potensi dirinya, baik kelebihan maupun kelemahanya. Pendampingan dilakukan melalui proses pembelajaran yang mendidik dan terciptanya suatu kondisi lingkungan pembelajaran yang kondusif. Penciptaan kondisi lingkungan pembelajaran yang kondusif dilakukan oleh guru mata pelajaran bersama guru BK/Konselor serta kebijakan kepala sekolah dan layanan administrasi akademik yang mendukung. Pengembangan dalam arti bahwa adanya upaya yang dilakukan untuk penyaluran dan pengembangan potensi peserta didik, misalnya dilakukan melalui magang, untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara sekolah dengan pihak lain terkait. Dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan SMA/MA/SMK, peserta didik diberikan mata pelajaran wajib yang ditempuh selama pendidikan yaitu kelompok mata pelajaran kelompok A dan kelompok B. Di samping itu, bagi peserta didik SMA/MA diberi kesempatan untuk memilih peminatan akademik dan peserta didik SMK diberi kesempatan untuk memilih peminatan akademik dan vokasi yang di sebut peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran dan peminatan pendalaman mata pelajaran. Setiap peserta didik dapat memilih sejumlah mata pelajaran yang bersifat pendalaman atau perluasan bidang keahlian/peminatan yang dipilihnya. Peserta didik wajib menempuh kelompok mata pelajaran yang ditetapkan, namun juga diwajibkan memilih bidang keahlian dan mata pelajaran pilihan yang relevan dengan pilihan bidang keahliannya. Kerjasama dan sinergisitas kerja antar personal sekolah secara baik, persiapan/penataan kerja secara baik pula di setiap satuan pendidikan dapat menjadi fasilitas pendukung pembelajaran. Penciptaan penghormatan eksistensi bidang keahlian suatu profesi satu dengan profesi lainnya dalam satuan pendidikan sangat diperlukan dalam rangka profesionalitas kerja. 12
  • 295. Pedoman Peminatan Peserta Didik C. Peminatan Peserta Didik Secara umum tujuan peminatan peserta didik adalah membantu peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK menanamkan minat mata pelajaran, memantapkan minat mata pelajaran, serta memilih dan menetapkan minat kelompok mata pelajaran, lintas mata pelajaran dan pendalaman mata pelajaran yang diikuti pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh, pilihan karir dan/atau pilihan studi lanjutan sampai ke perguruan tinggi. Secara khusus tujuan peminatan peserta didik adalah: a. Mengarahkan peserta didik SD/MI untuk memahami bahwa pendidikan di SD/MI merupakan pendidikan wajib yang harus dikuti oleh seluruh warga negara Indonesia dan setamatnya dari SD/MI harus dilanjutkan ke studi di SMP/MTs, dan oleh karenanya peserta didik perlu belajar dengan sungguh-sungguh dan meminati semua mata pelajaran. b. Mengarahkan peserta didik SMP/MTs untuk memahami dan mempersiapkan diri bahwa : 1) Semua warga negara Indonesia wajib mengikuti pelajaran di sekolah sampai dengan jenjang SMP/MTs dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun. 2) Peserta didik SMP/MTs perlu memantapkan minat pada semua mata pelajaran, meminati studi lanjutan yang menjadi pilihan SMA/MA atau SMK sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik, memahami berbagai jenis pekerjaan/karir dan mulai mengarahkan diri untuk pekerjaan/karir tertentu. 3) Setamat dari SMP/MTs peserta didik dapat melanjutkan pelajaran ke SMA/MA atau SMK, untuk selanjutnya bila sudah tamat dapat bekerja atau melanjutkan pelajaran ke perguruan tinggi. Peminatan di SMP/MTs adalah mempersiapkan peserta didik untuk menentukan pilihan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran di SMA/MA/SMK. Jadi peserta didik perlu mendapatkan informasi tentang peminatan kelompok mata pelajaran, lintas mata pelajaran dan pendalaman mata pelajarn: keuntungan dan keterbatasannya. 13
  • 296. Pedoman Peminatan Peserta Didik c. Mengarahkan peserta didik SMA/MA untuk memahami dan mempersiapkan diri bahwa : 1) Pendidikan di SMA/MA merupakan pendidikan untuk menyiapkan peserta didik menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri di masyarakat. 2) Kemandirian tersebut pada nomor (1) didasarkan pada kematangan pemenuhan potensi dasar, bakat, minat, dan keterampilan pekerjaan/karir. 3) Kurikulum SMA/MA memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memilih dan menentukan peminatan kelompok mata pelajaran, lintas mata pelajaran dan pendalaman mata pelajaran tertentu sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. 4) Setelah tamat dari SMA/MA peserta didik dapat bekerja di bidang tertentu yang masih memerlukan persiapan/pelatihan, atau melanjutkan ke perguruan tinggi dengan memasuki program studi sesuai dengan pilihan dan pendalaman mata pelajaran sewaktu di SMA/MA. d. Mengarahkan peserta didik SMK untuk memahami dan mempersiapkan diri bahwa : 1) Pendidikan di SMK merupakan pendidikan untuk menyiapkan peserta didik menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri di masyarakat. 2) Kemandirian tersebut pada nomor (1) didasarkan pada kematangan pemenuhan potensi dasar, bakat, minat, dan keterampilan pekerjaan/karir. 3) Kurikulum SMK memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memilih dan menentukan peminatan kelompok mata pelajaran program keahlian, peminatan lintas mata pelajaran dan peminatan pendalaman mata pelajaran program keahlian tertentu sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Setelah tamat dari SMK peserta didik dapat bekerja di bidang tertentu sesuai dengan bidang studi keahlian/kejuruan yang telah dipelajarinya, atau melanjutkan pelajaran ke perguruan tinggi dengan memasuki program studi sesuai dengan pilihan dan pendalaman mata pelajaran sewaktu di SMK. 14
  • 297. Pedoman Peminatan Peserta Didik D. Fungsi Peminatan Peserta Didik Fungsi peminatan peserta didik di SMA/MA dan SMK adalah : 1. Fungsi pemahaman, yaitu berkaitan dengan dipahaminya kemampuan, bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik serta lingkungan untuk menentukan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang diikuti, arah karir dan/atau studi lanjutan yang dipilihnya. 2. Fungsi pencegahan, yaitu berkaitan dengan tercegahnya berbagai masalah yang dapat mengganggu berkembangnya kemampuan, bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik secara optimal dalam kaitan dengan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang diikuti, arah karir dan/atau studi lanjutan yang dipilihnya. 3. Fungsi pengentasan, yaitu berkaitan dengan tertentaskannya masalah-masalah peserta didik yang berhubungan dengan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang diikuti, arah karir dan/atau studi lanjutan yang dipilihnya. 4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan, yaitu berkaitan dengan terkembangkan dan terpeliharanya kemampuan, bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik secara optimal dalam kaitannya dengan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang diikuti, arah karir dan/atau studi lanjutan yang dipilihnya. 5. Fungsi advokasi, yaitu berkaitan dengan upaya terbelanya peserta didik dari berbagai kemungkinan yang mencederai hak-hak mereka dalam pengembangan kemampuan, bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik secara optimal dalam pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang diikuti, arah karir dan/atau studi lanjutan. 15
  • 298. Pedoman Peminatan Peserta Didik E. Tingkat dan Aspek Peminatan 1. Tingkat Peminatan Memperhatikan pengertian, fungsi, dan tujuan di atas, tingkat pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang perlu dikembangkan dapat digambarkan sebagai berikut: Perguruan Tinggi 4 SMA 3a MA 4 SMK S SLT A 3 b 2 SMP MTs SLT P 1 SD/MI Gambar 3.1 Tingkat Peminatan Peserta Didik Keterangan a. Peminatan di SD/MI perlu dikembangkan pada peserta didik SD/MI yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. Mereka dibantu untuk memperoleh informasi untuk memilih SMP/MTs (lihat nomor 1 pada gambar). b. Peminatan di SMP/MTs perlu dibangun pada peserta didik SMP/MTs yang akan melajutkan ke SMA/MA dan SMK. Mereka dibantu untuk memperoleh informasi yang cukup lengkap tentang jenis dan 16
  • 299. Pedoman Peminatan Peserta Didik penyelenggaraan masing-masing SMA/MA dan SMK, pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran. dan arah karir yang ada, dan kemungkinan studi lanjutannya (lihat nomor 2 pada gambar). c. Peminatan di SMA/MA perlu dikembangkan pada peserta didik SMA/MA untuk pelajaran, mengambil peminatan lintas pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, dan mata peminatan pendalaman mata pelajaran dan pendalaman materi mata pelajaran, serta pilihan lintas mata pelajaran tertentu, pilihan arah pengembangan karir (lihat nomor 3b pada gambar). d. Peminatan di SMK perlu dikembangkan pada peserta didik SMK untuk memilih dan menetapkan peminatan vokasi yaitu kelompok mata pelajaran program keahlian, lintas mata pelajaran program keahlian dan pendalaman mata pelajaran program keahlian yang ada di SMK (lihat nomor 3b pada gambar). e. Peminatan Pasca SMA/MA dan SMK perlu dikembangkan pada peserta didik di SMA/MA dan SMK yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, mereka dibantu untuk memilih dan menentukan minat salah satu fakultas dengan program studinya yang ada di perguruan tinggi, sesuai dengan kemampuan umum (kecerdasan), bakat, minat dan karakteristik peserta didik, serta pilihan dan pendalaman materi mata pelajaran di SMA/MA atau SMK (lihat nomor 4 pada gambar). Masing-masing tingkat pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran, memerlukan penanganan yang akurat sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik peserta didik yang bersangkutan, serta karakteristik satuan pendidikan di mana peserta didik belajar. 2. Aspek Peminatan Minat merupakan gejala psikologis, berkaitan dengan pikiran dan perasaan terhadap suatu objek. Perhatian, pemahaman, dan perasaan yang mendalam terhadap suatu objek dapat menimbulkan minat. Objek yang menarik cenderung 17
  • 300. Pedoman Peminatan Peserta Didik akan menimbulkan minat. Minat merupakan perasaan suka, rasa tertarik, kecenderungan dan gairah atau keinginan yang tinggi seseorang terhadap suatu objek. Dalam kaitannya dengan peminatan peserta didik di SMA/MA, objek yang dimaksudkan adalah peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Ilmu-Ilmu Sosial, Ilmu Bahasa dan Budaya, serta untuk MA ditambah peminatan Keagamaan. Sedangkan peminatan di SMK, objek yang dimaksudkan adalah bidang studi keahlian, program studi keahlian, dan kompetensi keahlian. Peserta didik dihadapkan kepada objek tersebut, dan diberi kesempatan untuk memilih sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kesempatan yang ada. Pemilihan peminatan yang tepat dan mempunyai arti penting bagi prospek kehidupan peserta didik masa depan adalah tidak mudah, untuk itu memerlukan layanan bantuan tepat yang dilakukan oleh tenaga profesional. Dalam konteks ini, Guru BK/Konselor dipandang paling tepat untuk memfasilitasi pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik. Aspek yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik SMA/MA dan SMK dapat meliputi prestasi belajar, prestasi non akademik, nilai ujian nasional, pernyataan minat peserta didik, citacita, perhatian orang tua dan diteksi potensi peserta didik. Uraian aspek-aspek dalam pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik sebagai berikut : a. Prestasi belajar yang telah dicapai selama proses pembelajaran merupakan cerminan kecerdasan dan potensi akademik yang dimiliki. Prestasi belajar peserta didik pada kelas VII, VIII, dan IX merupakan profil kemampuan akademik peserta didik, yang dapat dijadikan dasar pertimbangan pokok dalam peminatan. Profil kondisi prestasi belajar yang dicapai dapat sebagai prediksi keberhasilan belajar selanjutnya. Kesungguhan dan keajegan belajar dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi belajar pada program pendidikan selanjutnya. Data prestasi belajar diperoleh melalui teknik dokumentasi dan diharapkan semua calon peserta didik menyerahkan fotokopi raport SMP/MTs yang disyahkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan. 18
  • 301. Pedoman Peminatan Peserta Didik b. Prestasi non akademik merupakan cerminan bakat tertentu pada diri peserta didik. Prestasi non akademik yang telah dicapai, seperti kejuaraan dalam lomba melukis, menyanyi, menari, pidato, bulu tangkis, tenis meja, dll., merupakan indikasi peserta didik memiliki kemampuan khusus/bakat tertentu. Terdapat relevansi antara kejuaraan suatu lomba dengan kemudahan melakukan aktivitas dan keberhasilan belajar mata pelajaran tertentu yang sesuai dengan kemampuan khusus yang dimiliki. Data ini dapat diperoleh melalui isian (angket) yang disiapkan dan teknik dokumentasi berupa fotokopi piagam penghargaan yang dimiliki calon peserta didik sejak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. c. Nilai ujian nasional (UN) yang dicapai merupakan cerminan kemampuan akademik mata pelajaran tertentu berstandar nasional. Prestasi belajar dapat sebagai pertimbangan untuk pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik. Diasumsikan bahwa peserta didik tidak mengalami kecelakaan fisik atau psikis dan kebiasaan belajar tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, maka nilai UN tepat sebagai pertimbangan penetapan peminatan peserta didik sesuai kelompok mata pelajarannya. Nilai UN diperoleh melalui teknik dokumentasi berupa fotokopi daftar nilai UN dan daftar isian (angket) yang disiapkan. d. Pernyataan Minta Peserta Didik dalam belajar tinggi ditunjukkan dengan perasaan senang yang mendalam terhadap peminatan tertentu (mata pelajaran, bidang studi keahlian, program studi keahlian, kompetensi keahlian) berkontribusi positif terhadap proses dan hasil belajar. Peserta didik merasa senang, antusias, tidak merasa cepat lelah, sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran di sekolah maupun aktivitas belajar di rumah disebabkan memiliki minat yang tinggi terhadap apa yang dipelajarinya. Pernyataan minat dapat secara tertulis. Pernyataan mencerminkan apa yang diinginkan dan merupakan indikasi akan kesungguhan dalam belajar sebab aktivitas belajar berkaitan erat dengan minatnya. e. Cita-cita peserta didik untuk studi lanjut, pekerjaan, dan jabatan erat hubungannya dengan potensi yang dimilikinya dan dipengaruhi oleh hasil pengamatan terhadap figur dan keberhasilan seseorang/sekelompok dalam kehidupannya. Di samping itu, atas dasar informasi yang diperoleh baik 19
  • 302. Pedoman Peminatan Peserta Didik secara langsung maupun tidak langsung juga berpengaruh terhadap munculnya cita-cita peserta didik. Informasi yang jelas dan prospesktif juga dapat merangsang munculnya cita-cita. Keinginan yang kuat untuk mencapai bidang studi lanjut, jabatan, dan pekerjaannya sangat berpengaruh positif terhadap aktivitas belajar. Sinkronisasi antara cita-cita dengan potensi peserta didik dan prestasi yang dicapai dengan kesempatan belajar untuk mencapai cita-cita, dapat menumbuhkan semangat belajar yang dipilihnya. f. Perhatian orang tua, fasilitasi dan latar belakang keluarga berpengaruh positif terhadap kesungguhan-ketekunan-kedisiplinan dalam belajar. Restu orang tua merupakan kekuatan spiritual yang dapat memberikan kemudahan yang dirasakan oleh peserta didik dalam belajar dan mencapai keberhasilan belajar. Anak mempunyai hubungan emosional dengan orang tua, juga berkaitan dengan semangat belajar. Intensitas hubungan orang tua dengan anak dapat menumbuhkan motivasi belajar yang berdampak kualitas proses dan hasil belajar. Namun disadari bahwa yang belajar adalah anak, dan orang tua sebatas mengharapkan hasil belajar anak dan memfasilitasi belajar. Untuk itu, perhatian, fasilitasi, dan harapan orang tua terhadap peminatan peserta didik penting dipertimbangkan, namun bukan sebagai penentu peminatan. Bila terdapat perbedaan antara peminatan peserta didik dengan orang tua, maka yang perlu dikaji lebih mendalam adalah prospek peminatan dan kesiapan belajar anak. Orang tua diharapkan lebih pada memberikan dukungan atas pilihan peminatan putra-putrinya. Namun demikian, guru BK/Konselor hendaknya cermat dalam berdialog dengan orangtua tentang penempatan peminatan peserta didiknya, apalagi orang tua yang bersangkutan sangat berharap atas pilihan peminatan putra-putrinya. g. Diteksi potensi menggunakan instrumen tes psikologis atau tes peminatan bagi calon peserta didik/peserta didik yang sudah diterima tentang bakat dan minat dapat dilakukan oleh tim khusus yang memiliki kemampuan dan kewenangan. Hasil diteksi potensi dapat diperoleh kecenderungan peminatan peserta didik. Rekomendasi peminatan berdasarkan diteksi menggunakan instrumen tes psikologis dapat dipergunakan sebagai pertimbangan bila terjadi kebimbangan dalam penempatan Pelaksanaan diteksi menggunakan peminatan peserta didik. instrumen tes psikologis yang standar 20
  • 303. Pedoman Peminatan Peserta Didik dilakukan oleh tenaga ahli atau tes peminatan yang dikembangkan oleh guru BK/Konselor. Hasil diteksi potensi peserta didik dapat menggunakan hasil diteksi pada saat di SMP/MTs, hasil tes peminatan yang diselenggarakan di SMA/MA atau SMK atau dengan data hasil tes peminatan yang diselenggarakan di SMA/MA atau SMK. Dalam penerapannya pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran. untuk peserta didik merupakan gabungan kombinasi dari setiap aspek pada setiap jenis dan jenjang satuan pendidikan. Keterkaitan antara tingkat dan aspek peminatan bagi peserta didik tergambar dalam tabel berikut. Tabel 1 Tingkatan dan Aspek-aspek Peminatan Tingkat Peminatan 1. Peminatan di SD/MI 2. Peminatan di SMP/MTs 3. Peminatan di SMA/MA 4. Peminatan di SMK 5. Peminatan Pasca SMA/ MA/SMK Peminatan Akademik Peminatan Kejuruan Peminatan Studi Lanjutan Meminati semua mata pelajaran Pemahaman awal tentang pekerjaan/karir SMP/MTs Meminati semua mata pelajaran Pemahaman tentang pekerjaan/karir dan kemungkinan bekerja SMA/MA/SMK Meminati kelompok mapel, lintas mapel, dan pendalaman mapel. Pemahaman definitif tentang pekerjaan/karir dan arah pelaksanaan pekerjaan/karir Program Khusus bidang studi IPA/IPS/BHS Meminati mapel program keahlian, lintas mapel program keahlian, dan pendalaman mapel program keahlian Arah definitif tentang pelaksanaan pekerjaan/karir (jenjang operator) Prodi Khusus Bidang Kejuruan Bekerja atau kuliah sesuai dengan pilihan mapel, lintas mapel/kejuruan dan pendalaman mapel di SLTA Arah pekerjaan/karir (jenjang teknisi/analis, profesi, atau ahli) Fakultas dan Prodi di PT 21
  • 304. Pedoman Peminatan Peserta Didik BAB III PELAKSANAAN PEMINATAN PESERTA DIDIK A. Tahap Pelaksanaan Peminatan peserta didik dimulai sedini mungkin, yaitu sejak peserta didik menyadari bahwa dirinya berkesempatan memilih jenis sekolah, mata pelajaran, arah karir dan/atau studi lanjutan. Oleh karena itu sejak pendidikan di SD/MI peserta didik sudah ditanamkan untuk meminati semua mata pelajaran yang harus diikuti selama mengikuti pendidikan di SD/MI dan pemahaman awal tentang pekerjaan/karir, untuk itu guru kelas mengidentifikasi data-data tentang prestasi belajar dan perkembangan peserta didik yang akan dapat digunakan sebagai pendampingan dan juga direkomendasikan kepada guru BK/Konselor ketika peserta didik memasuki ke jenjang SMP/MTs. Peserta didik di SMP/MTs harus diperkuat minatnya untuk mempelajari semua mata pelajaran selama mengikuti pendidikan di SMP/MTs dan pemahaman tentang pekerjaan/karir dan kemungkinan bekerja, untuk itu Guru BK/Konselor mengidentifikasi data-data tentang potensi, minat, prestasi belajar (nilai rapot maupun nilai UN) dan perkembangan peserta didik yang akan digunakan sebagai pendampingan dan juga direkomendasikan kepalsa guru BK/Konselor ketika memasuki SMA/MA atau SMK. Peserta didik di SMA/MA dan SMK diperkuat untuk meminati pilihan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran, dan pilihan pendalaman mata pelajaran serta pemahaman definitif tentang pekerjaan/karir dan arah pelaksanaan pekerjaan/karir. Penempatan peserta didik pada peminatan pilihan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran, dan pilihan pendalaman mata pelajaran tersebut dimulai kelas X. Berkaitan dengan peminatan peserta didik di SMA/MA dan SMK, secara sistematik mengikuti langkahlangkah sebagai berikut; 1. Langkah Pertama : Pengumpulan Data Ketepatan dalam pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik memerlukan berbagai macam data atau informasi tentang diri peserta didik. Data yang dapat digunakan dalam layanan peminatan peserta didik antara lain prestasi belajar, prestasi non akademik, nilai ujian nasional, pernyataan minat peserta didik, cita-cita, perhatian orang tua dan diteksi potensi peserta didik. Teknik yang digunakan dalam 22
  • 305. Pedoman Peminatan Peserta Didik pengumpulan data untuk peminatan peserta didik tersebut dapat digunakan teknik tes maupun teknik nontes. Teknik nontes yang dapat digunakan dalam pengumpulan data meliputi teknik-teknik sebagai berikut : a. Dokumentasi, sebagai teknik untuk memperoleh data prestasi belajar berdasarkan buku raport peserta didik kelas VII, VIII, dan IX, nilai ujian nasional di SMP/MTs serta prestasi non akademis. Data ini dapat digunakan untuk analisis kemampuan belajar peserta didik yang merupakan cerminan kesungguhan belajar, kecerdasan umum dan kecerdasan khusus yang dimaknakan dari mata pelajaran yang ditempuh relevansinya dengan bidang keahlian atau jenis peminatan peserta didik. b. Angket, sebagai teknik untuk memperoleh data tentang minat belajar peserta didik, perhatian orang tua, dan cita-cita. Isian angket minat belajar dan cita-cita peserta didik dapat dipergunakan untuk penetapan peminatan sebab isian minat merupakan pernyataan pikiran dan perasaan serta kemauan peserta didik. Isian perhatian orang tua merupakan bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran data tersebut. c. Wawancara, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk mengklarifikasi isian angket dan hal lain yang diperlukan. d. Observasi, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh data kondisi fisik dan perilaku yang nampak sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik. Di samping teknik non tes, dapat juga menggunakan teknik tes, seperti tes psikologis yang dilaksanakan oleh tester atau tes peminatan yang dapat dilaksanakan oleh guru BK/Konselor. Data yang dapat diperoleh melalui teknik tes tersebut dianalisisis dan dipergunakan sebagai dasar penetapan peminatan peserta didik. Data yang diperoleh dari teknik tes dan non tes (dokumentasi, angket, wawancara, observasi, dll) saling melengkapi. Semakin banyak data yang dikumpulkan dan dapat dianalisis secara benar, maka ketepatan penetapan peminatan peserta didik akan semakin tinggi. Apabila data dari teknik tes tidak dapat diperoleh, penetapan peminatan peserta didik menggunakan data dari teknik non tes sudah dapat dipertanggungjawabkan. 23
  • 306. Pedoman Peminatan Peserta Didik 2. Langkah Kedua: Informasi Peminatan Informasi tentang peminatan peserta didik dilakukan saat pertama kali masuk sekolah (bersamaan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB)) atau pada awal masuk sekolah setelah dinyatakan diterima (awal masa orientasi studi (MOS)). Calon peserta didik atau peserta didik diberikan informasi selengkapnya tentang pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman materi mata pelajaran yang ada di SMA/MA/SMK. Dengan informasi tersebut diharapkan peserta didik dapat memilih kelompok mata pelajaran, pilihan mata pelajaran lintas minat, dan pendalaman materi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya. Selain informasi pada saat PPDB atau MOS, setelah pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik sesuai dengan satuan pendidikan yang dimasuki peserta didik, diperlukan informasi tentang : a. Sekolah/Madrasah ataupun program yang sedang mereka ikuti. b. Cara-cara belajar, kegiatan pengembangan minat dan bakat, dan sarana dan prasaran belajar yang ada di sekolah/madrasah. c. Karir atau jenis pekerjaan yang perlu dipahami dan/atau yang dapat dijangkau setelah tamat mengikuti pendidikan yang sedang ditempuh. d. Studi lanjutan setelah tamat pendidikan yang sedang ditempuh. Layanan informasi tentang berbagai hal tersebut di atas dapat dilakukan melalui layanan informasi untuk semua peserta didik. Layanan informasi ini dapat dilengkapi dengan kunjungan ke sekolah lanjutan dan/atau lembaga kerja yang sesuai dengan arah peminatan peserta didik. 3. Langkah Ketiga : Identifikasi dan Penetapan Peminatan Langkah ini terfokus pada mengidentifikasi potensi diri, minat, dan kelompok peminatan mata pelajaran, lintas mata pelajaran, dan pendalaman mata pelajaran yang ada di satuan pendidikan yang dimasukinya. Dalam kurikulum 2013 ini, minimal ada 2 (dua) hal yang menjadi pertimbangan penetapan peminatan peserta didik, yaitu pilihan dan kemampuan peserta didik. Pilihan peserta didik terhadap kelompok peminatan mata pelajaran, lintas mata pelajaran, dan pendalaman mata pelajaran dijaring melalui angket. Dalam pemilihan peminatan tersebut, peserta didik diharuskan mempertimbangkan potensi diri, prestasi belajar dan prestasi non akademik yang telah diperoleh, cita-cita, minat belajar dan perhatian orang tua. 24
  • 307. Pedoman Peminatan Peserta Didik Dalam pemilihandan penetapan peminatan, peserta didik harus membicarakan dengan orang tua. Apabila terjadi kesulitan atau ketidakcocokan antara pilihan peserta didik dengan orang tua, maka peserta didik dan/atau orang tua dapat berkonsultasi dengan Guru BK/Konselor. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dilakukan oleh Guru BK/Konselor dengan menganalisis nilai raport kelas VII, VIII dan IX, Nilai UN di SMP, dan prestasi non akademik. Dari analisis tersebut ditetapkan kecenderungan peminatan peserta didik pada pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, pilihan peminatan lintas mata pelajaran, dan pilihan peminatan pendalaman mata pelajaran. Bila tersedia data lain seperti deteksi potensi peserta didik dan rekomendasi Guru BK/Konselor SMP/MTs dapat juga dijadikan pertimbangan. Langkah identifikasi dan penetapan peminatan peserta didik dapat digambarkan dengan diagram berikut : Prestasi Belajar Prestasi Non Akademik Nilai UN Perhatian Orang Tua Pilihan Peserta Didik Cita-cita Kemampuan Peserta Didik Rekomendasi Guru BK SMP/MTs Deteksi Peminatan di SMA/SMK Minat Peserta Didik Analisis Peminatan Peserta Didik SMA 3 Peminatan Peserta Didik Penetapan Peminatan Peserta Didik SMK 8 Bidang Studi Keahlian 45 Program Studi 121 Kompetensi Keahlian Penetapan Peminatan Peserta Didik Diagram 3.1 : Pengorganisasian Peminatan Peserta Didik 25
  • 308. Pedoman Peminatan Peserta Didik Memperhatikan data yang dapat diperoleh dalam proses peminatan peserta didik dan diagram tersebut, maka dapat disajikan dan dipilih salah satu alternatif penetapan peminatan peserta didik yang sesuai dengan kondisi dan daya dukung masing-masing satuan pendidikan sebagai berikut. a. Alternatif pertama adalah bahwa guru BK/Konselor dalam proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik berdasarkan 3 (tiga) aspek sebagai berikut : 1) Prestasi belajar peserta didik kelas VII, VIII, IX yang diperoleh di SMP/MTs. 2) Prestasi UN yang diperoleh di SMP/MTs 3) Prestasi non akademik yang diperoleh dari SD/MI s/d SMP/MTs. b. Alternatif kedua adalah bahwa guru BK/Konselor dalam proses pemilihan dan menetapkan peminatan peserta didik berdasarkan berdasarkan 4 (empat) aspek sebagai berikut : 1) Prestasi belajar peserta didik kelas VII, VIII, IX yang diperoleh di SMP/MTs. 2) Prestasi UN yang diperoleh di SMP/MTs 3) Prestasi non akademik yang diperoleh dari SD/MI s/d SMP/MTs. 4) Minat belajar peserta didik yang diperoleh dari angket saat pendaftaran/ pendataan. c. Alternatif ketiga adalah bahwa guru BK/Konselor dalam proses pemilihan dan menetapkan peminatan peserta didik berdasarkan 5 (lima) aspek sebagai berikut. 1) Prestasi belajar peserta didik kelas VII, VIII, IX yang diperoleh di SMP/MTs. 2) Prestasi UN yang diperoleh di SMP/MTs 3) Prestasi non akademik yang diperoleh dari SD/MI s/d SMP/MTs. 4) Minat belajar peserta didik yang diperoleh dari angket saat pendaftaran/ pendataan. 26
  • 309. Pedoman Peminatan Peserta Didik 5) Data diteksi potensi peserta didik menggunakan tes peminatan yang dilaksanakan di SMP/MTs atau di SMA/SMK atau Rekomendasi Guru BK/Konselor SMP/MTs. d. Alternatif keempat adalah bahwa Guru BK/Konselor dalam proses pemilihan dan menetapkan peminatan peserta didik berdasarkan 6 (enam) aspek sebagai berikut. 1) Prestasi belajar peserta didik kelas VII, VIII, IX yang diperoleh di SMP/MTs. 2) Prestasi UN yang diperoleh di SMP/MTs 3) Prestasi non akademik yang diperoleh dari SD/MI s/d SMP/MTs. 4) Minat belajar peserta didik yang diperoleh dari angket saat pendaftaran/ pendataan. 5) Data diteksi potensi peserta didik menggunakan tes peminatan yang dilaksanakan di SMP/MTs atau di SMA/SMK. 6) Rekomendasi Guru BK/Konselor SMP/MTs. Proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik yang difasilitasi oleh Guru BK/Konselor tersebut diharapkan pilihan dan penetapan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang diminatinya sesuai dengan potensi diri peserta didik, sehingga terjadi “the right man on the right place”. Dengan ketepatan dalam memilih dan menetapkan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran, maka akan menunjang kelancaran dalam proses pembelajaran, keberhasilan dalam belajar, dan keberhasilan pengembangan karir lebih lanjut. Disamping itu juga akan menunjang perkembangan peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara sehingga dapat mencapai perkembangan yang optimal. Perkembangan optimal bukan sebatas prestasi sesuai dengan kapasitas intelektual dan minat yang dimilikinya, melainkan sebagai sebuah kondisi perkembangan yang memungkinkan peserta didik mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehap dan bertanggung jawab serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapi. 27
  • 310. Pedoman Peminatan Peserta Didik 4. Langkah Keempat : Penyesuaian Langkah selanjutnya adalah penyesuaian terhadap peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang dipilih dan ditetapkan peserta didik. Apabila peserta didik masih bimbang, ragu atau khawatir dengan peminatannya, maka dapat berkonsultasi dengan Guru BK/Konselor. Apabila keputusan pilihan peminatan peserta didik tepat tetapi sekolah/madrasah yang sedang atau akan diikuti tidak tersedia pilihan yang diinginkan, maka peserta didik yang bersangkutan dapat dianjurkan untuk mengambil pilihan itu di sekolah lain. Lebih jauh, apabila pilihan dan keputusan tepat dan fasilitas di sekolah/madrasah tersedia, tetapi dukungan moral dan finansial orang tua tidak ada, maka perlu dilakukan konseling individual dengan peserta didik dan pembahasan dengan orang tua peserta didik untuk mencari solusi yang menguntungkan bagi peserta didik. Apabila pilihan dan keputusan tidak tepat, maka peserta didik yang bersangkutan dapat mengganti pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang lain dan perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian pada diri peserta didik dan pihak-pihak yang terkait. Sebagai tindak lanjut, peserta didik diberi layanan konseling individual untuk membantu memperlancar dalam mengatasi atau mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga akan menunjang keberhasilan dalam proses dan hasil belajar. 5. Langkah Kelima: Monitoring dan Tindak Lanjut Guru BK/Konselor, Guru Mata Pelajaran, dan Guru Wali Kelas secara berkolaborasi melakukan monitoring kegiatan peserta didik secara keseluruhan dalam menjalani program pendidikan yang diikutinya, khususnya berkenaan dengan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran. Perkembangan dan berbagai permasalahan peserta didik di dalam mengikuti program pendidikan di sekolah/madrasah perlu diantisipasi, dievaluasi dan ditindaklanjuti melalui pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat. 28
  • 311. Pedoman Peminatan Peserta Didik B. Pengorganisasian Peminatan Peserta didik Penetapan peminatan peserta didik harus didasari dengan pertimbangan yang matang. Pertimbangan tersebut diperoleh dari analisis dari data yang telah dikumpulkan, baik yang terkait dengan pilihan peserta didik atau kemampuan peserta didik. Dengan analisis yang benar terhadap data yang dikumpulkan tersebut, maka alasan penetapan peminatan peserta didik mudah dikomunikasikan keberbagai fihak, terutama kepada orang tua atau peserta didik ketika terjadi ketidakcocokan. Faktor lain yang juga mempengaruhi pilihan dan penetapan peserta didik adalah jenis peminatan yang ada, karena jenis peminatan yang ada berkaitan dengan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, dan jumlah daya tampung sekolah. Peminatan peserta didik akan berjalan dengan baik apabila kegiatan dikoordinasi dengan baik. Kepala sekolah/madrasah bertanggung jawab penuh terhadap keterlaksanaan peminatan peserta didik. Kepala sekolah/madrasah harus mampu merencanakan, melaksanakan, memonitoring dan mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan peminatan peserta didik. Kepala sekolah/madrasah dapat membagi tugas tanggung jawab kepada wakil kepala sekolah/madrasah, guru BK/Konselor, guru mata pelajaran, wali kelas dan kepala TU untuk melaksanakan kegiatan peminatan peserta didik sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Berkaitan dengan pemilihan dan penempatan peminatan peserta didik, tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terkait sebagaimana terlihat pada bagan berikut, yaitu Kepala Sekolah/Madrasah (A), Guru BK/Konselor (B), Guru Mata Pelajaran (B), Wali Kelas (B2), Orang Tua (D), dan peserta didik yang bersangkutan (E). Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas sebagai ujung tombak untuk keberhasilan dalam pencapaian tujuan pembelajaran, sedangkan Guru BK/Konselor adalah memberikan dukungan untuk mempermudah dalam proses pembelajaran melalui pelayanan BK untuk membantu peserta didik menentukan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran yang sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Peranan masing-masing adalah: 29
  • 312. Pedoman Peminatan Peserta Didik A Kepala Sekolah (Satuan Pendidikan) D Orang Tua 4 1 3 1 2 2 3 1 B.1 Guru Mata Pelajaran 5 B.2 Wali Kelas 7 B Guru BK/ Konselor 6 1 0 9 1 1 1 4 1 5 8 E Peserta Didik Diagram 3.2. Mekanisme Peminatan Peserta Didik Keterangan 1. Kepala Sekolah/Madrasah (Satuan Pendidikan) : a. Mendorong dan memfasilitasi Guru BK/Konselor (1), Guru Mata Pelajaran (2), dan Wali Kelas (3) untuk berpartisipasi/berperan dalam upaya peminatan peserta didik. b. Memberikan kesempatan kepada orang tua (4) untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi tentang program pendidikan yang ada di sekolah/madrasah, adanya proses pilihan, serta upaya pengembangan program pendidikan sesuai dengan bakat/minat/kecenderungan peserta didik. 30
  • 313. Pedoman Peminatan Peserta Didik 2. Guru BK/Konselor : a. Bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran (5) dan/atau Wali Kelas (7) untuk tersedianya secara lengkap nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang akan diperhitungkan sebagai salah satu aspek penetapan peminatan peserta didik. b. Memberikan pelayanan kepada peserta didik (9) berkenaan dengan : 1) Informasi sekolah/madrasah yang sedang dijalani peserta didik. 2) Informasi mata pelajaran wajib dan pilihan yang dapat dipilih oleh peserta didik dalam rangka penyelesaian studi pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh, dan pendidikan lanjutannya, terutama berkenaan dengan peminatan akademik dan sistem SKS. 3) Informasi pendalaman materi mata pelajaran bagi peserta didik yang ingin memperkaya dan mendalami mata pelajaran (terutama bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa). 4) Informasi pekerjaan/karir sesuai dengan tingkat peminatan peserta didik, terutama peminatan vokasi. 5) Materi, prosedur, dan mekanisme Peminatan mata pelajaran yang dilaksanakan Guru BK/Konselor terhadap peserta didik, termasuk di dalamnya penerapan strategi BMB3 dan kemungkinan dilaksanakannya layanan konseling individual. c. Memberikan kesempatan kepada orang tua (12) untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi tentang pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran, arah pekerjaan/karir, dan pendidikan lanjutan (peminatan akademik, kejuruan, dan studi lanjutan) yang dapat dipilih oleh peserta didik mengacu pada bakat/minat/kecenderungan peserta didik, serta tahap peminatan peserta didik. d. Menyelenggarakan instrumentasi dan mengolah data tentang aspekaspek peminatan peserta didik serta mempertimbangkan penggunaan hasil-hasilnya. 31
  • 314. Pedoman Peminatan Peserta Didik e. Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah tentang keseluruhan upaya penetapan peminatan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman materi mata pelajaran peserta didik serta hasil-hasilnya. 3. Guru Mata Pelajaran a. Bekerjasama dengan Guru BK/Konselor (5) dan/atau Guru Wali Kelas (7) untuk tersedianya secara lengkap nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang akan diperhitungkan sebagai salah satu aspek penetapan peminatan peserta didik. b. Bekerjasama dengan Guru BK/Konselor (5) dalam mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan pelayanan pendalaman materi mata pelajaran, khususnya mata pelajaran yang diampunya. c. Memberikan pelayanan kepada peserta didik (9) berkenaan dengan : 1) Informasi sekolah/madrasah yang sedang dijalani peserta didik. 2) Informasi mata pelajaran wajib dan pilihan yang dapat dipilih oleh peserta didik dalam rangka penyelesaian studi pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh, dan pendidikan lanjutannya, terutama berkenaan dengan peminatan akademik dan sistem SKS. 3) Informasi pendalaman mata pelajaran bagi peserta didik yang ingin memperkaya dan mendalami mata pelajaran tertentu. 4) Melakukan pembelajaran dan pendalaman mata pelajaran kepada peserta didik sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. 5) Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah tentang keseluruhan upaya peminatan dan pendalaman mata pelajaran bagi peserta didik serta hasil-hasilnya. d. Materi, prosedur, dan mekanisme pelayanan pendalaman mata pelajaran yang dilaksanakan Guru Mata pelajaran terhadap peserta didik. e. Memberikan kesempatan kepada orang tua (12) untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi tentang pendalaman mata pelajaran bagi peserta didik. 32
  • 315. Pedoman Peminatan Peserta Didik 4. Guru Wali Kelas a. Bekerjasama dengan Guru BK/Konselor (5) dan/atau Guru Mata Pelajaran (7) untuk tersedianya secara lengkap nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang akan diperhitungkan sebagai salah satu aspek pemantapan peminatan peserta didik. b. Bekerjasama dengan Guru BK (5) dan Guru Mata Pelajaran (7) dalam mengidentifikasi peserta didik dalam menentukan pilihan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran dan pilihan pendalaman mata pelajaran. c. Memberikan pelayanan kepada peserta didik (9) berkenaan dengan : 1) Informasi sekolah/madrasah yang sedang dijalani peserta didik. 2) Informasi mata pelajaran wajib dan pilihan yang dapat dipilih oleh peserta didik dalam rangka penyelesaian studi pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh, dan pendidikan lanjutannya, terutama berkenaan dengan peminatan akademik/vokasi dan sistem SKS. 3) Informasi pendalaman mata pelajaran bagi peserta didik yang ingin memperkaya dan mendalami materi mata pelajaran. 4) Membantu Guru BK/Konselor melaksanakan peminatan pada peserta didik, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. 5) Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam proses pembelajaran dan pendalaman mata pelajaran pada peserta didik, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. 6) Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah tentang keseluruhan upaya peminatan dan pendalaman mata pelajaran bagi peserta didik serta hasil-hasilnya. 5. Orang Tua : a. Berusaha memperoleh informasi dan berkonsultasi tentang bakat/minat/kecenderungan peserta didik serta kemungkinan kecocokan dengan aspek-aspek pilihan yang ada pada program pendidikan yang dijalani peserta didik, baik kepada Kepala Sekolah (4) maupun Guru BK/Konselor (12). 33
  • 316. Pedoman Peminatan Peserta Didik b. Memberikan dorongan dan fasilitas yang memadai searah dengan pilihan peserta didik dalam menjalani pendidikannya (14). 6. Peserta didik a. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan instrumentasi, pengumpulan data tentang diri pribadi peserta didik oleh Guru BK/Konselor. b. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan peminatan yang menyangkut pilihan kelompok mata pelajaran,pilihan lintas mata pelajaran, pilihan pendalaman mata pelajaran, pilihan pekerjaan/karir, dan pilihan pendidikan lanjutan (peminatan akademik, vokasi, dan studi lanjutan) yang diselenggarakan oleh Guru BK/Konselor, Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas (6) (8) (9) (10) (11) c. Berkonsultasi dengan orang tua tentang berbagai aspek pilihan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran, dan pilihan pendalaman mata pelajaran sesuai dengan peminatan peserta didik yang perlu dilakukan di sekolah/madrasah tempat belajar (15). d. Menjalani hasil pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran. dengan sebaik-baiknya dan setiap kali berkonsultasi dengan Guru BK/Konselor (9). C. Waktu Penetapan Peminatan Peserta Didik Penetapan peminatan peserta didik menjadi tanggung jawab kepala sekolah, Guru BK/Konselor bersama tim yang diberik tanggung jawab oleh kepala sekolah/madrasah menyiapkan informasi yang jelas tentang daya tampung, jenis bidang peminatan, persyaratan khusus yang diperlukan pada peminatan mata pelajaran atau bidang keahlian tertentu, kriteria diterima dan ditolak sebagai peserta didik baru dan persyaratan lapor diri (herregristrasi) sebagai peserta didik baru serta proses pembinaan, pengembangan dan penyaluran. Kepala sekolah/madrasah perlu mengatur personalia sekolah/madrasah untuk layanan pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik, memberikan layanan informasi yang mudah diakses oleh semua pihak. Calon peserta didik dan orang tua calon peserta didik diharapkan lebih aktif mencari informasi, mengisi formulir, menetapkan 34
  • 317. Pedoman Peminatan Peserta Didik peminatannya, menyerahkan persyaratan pendaftaran calon peserta didik, peserta didik mengikuti seleksi dan bagi yang dinyatakan diterima dilanjutkan lapor diri sebagai peserta didik baru, dan bagi yang tidak diterima dikembalikan kepada orang tua. Setelah selesai lapor diri, maka peserta didik menempuh pendidikan sesuai dengan peminatannya yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Layanan peminatan peserta didik baru SMA/MA dan SMK dapat dilaksanakan dengan menggunakan salah satu alternatif yang meliputi pemilihan dan penetapan pemilihan peminatan bersamaan dengan proses penerimaan peserta didik baru atau pada awal tahun pelajaran baru setelah calon peserta didik baru dinyatakan diterima sebagai peserta didik baru. 1. Alternatif pertama, proses pemilihan dan penetapan peminatan bersamaan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Alternatif ini memiliki efisiensi kerja sebab sekali bekerja sekaligus dapat 2 (dua) hasil yaitu proses penerimaan peserta didik baru dan pemilihan peminatan dapat terselesaikan. Peserta didik yang tidak diterima karena macam peminatannya tidak sesuai, maka peserta didik yang bersangkutan masih ada kesempatan mendaftar ke sekolah lain. Untuk kelancaran proses dan ketepatan hasil kerja, maka ada beberapa kegiatan yang perlu dilaksanakan oleh kepala sekolah/madrasah, guru BK/Konselor, orang tua, dan guru mata pelajaran serta peserta didik sebagai berikut. Adapun uraian tugas dari pelaksana adalah sebagai berikut : a. Kepala sekolah/madrasah diharapkan dapat: 1) Memfasilitasi penyelenggaraan pembelajaran berbasis peminatan a membentuk kepanitiaan penerimaan peserta didik baru dan layanan peminatan peserta didik b menganalisis peta keahlian guru yang dimiliki dan sarana dan prasarana yang dapat dipergunakan untuk pembelajaran. c menetapkan kuota peserta didik dan bidang peminatan yang akan diselenggarakan d menyusun rancangan pembagian tugas pembelajaran yang mendidik dan layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. e menetapkan syarat pendaftaran sebagai calon peserta didik baru 35
  • 318. Pedoman Peminatan Peserta Didik f Menetapkan kriteria calon peserta didik yang dapat diterima sebagai peserta didik baru g Menetapkan komponen dan kriteria peminatan belajar bagi peserta didik baru h Mengumumkan kuota, bidang peminatan belajar, syarat pendaftaran calon peserta didik baru, syarat pendaftaran ulang peserta didik baru, tata tertib sekolah dan waktu mulainya pembelajaran tahun pelajaran baru kepada calon peserta didik baru atau masyarakat luas melalui papan pengumuman di sekolah, media cetak setempat, dan website sekolah. 2) Memfasilitasi pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik; melalui kegiatan-kegiatan : a menetapkan alur/mekanisme proses pendafataran dan seleksi calon peserta didik baru b menetapkan kriteria bagi calon peserta didik yang dapat diterima sebagai peserta didik baru c menetapkan syarat dan waktu lapor diri bagi peserta didik baru yang dinyatakan diterima 3) Memfasilitasi dan menugaskan guru BK/Konselor untuk melaksanakan tugas program peminatan peserta didik yang meliputi pemilihan dan penetapan, pendampingan, pengembangan, penyaluran, evaluasi dan tindak lanjut. 4) Bersama-sama Guru BK/Konselor menetapkan Peminatan Peserta Didik, melalui kegiatan : a. Memfasilitasi layanan konsultasi bagi orang tua dan atau peserta didik tentang proses pemilihan dan penetapan peminatan melalui Guru BK/Konselor. b. Menerbitkan Surat Keputusan tentang hasil seleksi Peminatan Peserta Didik b. Guru BK/Konselor Guru BK/Konselor melaksanakan tugas profesi bimbingan dan konseling secara utuh sesuai dengan konsep bimbingan dan konseling. Dalam kaitannya dengan program peminatan peserta didik, Guru BK/Konselor mempunyai tugas: 36
  • 319. Pedoman Peminatan Peserta Didik 1) Menyelenggarakan layanan pemilihan dan penetapan peminatan yang sesuai dengan potensi peserta didik dan kesempatan yang ada pada satuan pendidikan, dengan uraian tugas sebagai berikut : a) Menetapkan aspek-aspek peminatan peserta didik b) Menyiapkan 37kriteria37 peminatan peserta didik c) Menetapkan cara dalam menetapkan peminatan peserta didik d) Menyiapkan instrumen (non test) untuk mengungkap peminatan peserta didik dan dukungan orang tua e) Menyiapkan dan menyampaikan informasi peminatan peserta didik meliputi kuota, macam peminatan, cara, aspek-asepk dan kriteria dalam penetapan pilihan peminatan kepada calon peserta didik baru atau masyarakat luas. f) Mengumpulkan data peminatan peserta didik g) Menganalisis data peminatan peserta didik h) Menetapkan peminatan dan pengelompokan belajar peserta didik i) Memberikan layanan konsultasi kepada orang tua atau peserta didik yang memerlukan atau tidak sesuai dengan antara penetapan dari sekolah/madrasah dengan peminatan pilihan diri peserta didik dan/atau orang tua. 2) Menyelenggarakan pendampingan dalam pembelajaran sesuai dengan peminatan peserta didik dengan cara memberikan layanan konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelompok, dan bimbingan klasikal. 3) Menyelenggarakan pengembangan dan penyaluran potensi peserta didik dengan cara melakukan kegiatan praktik dan atau magang bekerjasama dengan dunia usaha dan dunia usaha serta lembaga terkait. 4) Menyelenggarakan evaluasi penyelenggaraan program peminatan dan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk pengembangan potensi peserta didik dengan memperhatikan kesempatan yang ada. 5) Bekerjasama dengan guru mata pelajaran dan pendidik lainnya, melakukan pembinaan dan pengembangan serta penyaluran potensi peserta didik secara optimal. 37
  • 320. Pedoman Peminatan Peserta Didik c. Guru Mata Pelajaran: 1) Melaksanakan proses pembelajaran berbasis peminatan peserta didik yang bisa menumbuhkembangkan potensi peserta didik secara optimal 2) Memberikan dukungan hasil pilihan dan penetapan peminatan peserta didik dengan cara menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. 3) Bekerjasama dengan Guru BK/Konselor dalam pembinaan dan pendampingan terhadap peminatan peserta didik. d. Wali Kelas Wali kelas bekerjasama dengan Guru BK/Konselor dan Guru Mata Pelajaran untuk : 1) Melaksanakan pendampingan kepada peserta didik untuk mencapai optimalisasi hasil belajar sesuai pilihan peminatannya. 2) Memberikan pelayanan kepada peserta didik berkenaan dengan :  Informasi sekolah/madrasah yang sedang dijalani  Informasi peminatan akademik/vokasi dan sistem sks  Peran dan tanggungjawab peserta didik dalam pembelajaran dan pendalaman materi sesuai peminatannya. e. Orang Tua Peserta Didik Baru; 1) Mencermati informasi yang disampaikan oleh sekolah/madrasah. 2) Mendapingi putra-putrinya saat proses pendaftaran, pengisian format peminatan peserta didik. 3) Memberikan motivasi belajar yang kuat atas dasar pilihan peminatan putraputrinya. 4) Proaktif melakukan konsultasi kepada Guru BK/Konselor dalam rangka pendampingan putra-putrinya untuk keberhasilan belajarnya. 5) Mendampingi aktivitas belajar putra-putrinya selama di luar sekolah. f. Calon Peserta Didik; 1) Mencermari informasi tentang pendaftaran peserta didik baru dan peminatan belajar serta membicarakan dengan orang tua, tentang isian formulir pendaftaran dan pilihan peminatannya. 2) Menentukan pilihan peminatan sesuai dengan pemahaman terhadap potensi diri, minat, dan pertimbangan orang tua serta prospek masa depan. 38
  • 321. Pedoman Peminatan Peserta Didik 3) Menerima keputusan penetapan peminatan yang ditetapkan oleh sekolah, namun bila tidak sesuai segera konsultasi kepada Guru BK/Konselor. 4) Menyesuaikan diri secara baik di sekolah dan belajar secara bersungguhsungguh sesuai peminatannya. 5) Memahami, mentaati dan melaksanakan tatatertip sekolah yang diberlakukan. Berikut ini disajikan alternatif rancangan proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik yang dilaksanakan bersamaan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru SMA/SMK sebagaimana tabel berikut : Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Pemilihan dan Penetapan Peminatan Peserta Didik Bersamaan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru. No Uraian Kegiatan Penetapan kuota peserta didik baru dan macam peminatan peserta didik Menyusun kepanitiaan penerimaan peserta didik baru Penetapan system program belajar peserta didik (Paket atau SKS) Penetapan persyaratan mendaftar sebagai calon peserta didik baru Penetapan kriteria calon peserta didik yang dapat dinyatakan diterima sebagai peserta didik baru Penanggung Jawab Pelaksana Sasaran Waktu Kepala sekolah Panitia Calon peserta didik baru Minggu I bulan Mei Kepala sekolah Waka Kesiswaan Pendidik dan Tenaga Kependidik an Minggu I bulan Mei Kepala sekolah Waka Kurikulum Calon peserta didik baru Minggu I bulan Mei Waka Kesiswaan Panitia Calon peserta didik baru Minggu I bulan Mei Waka Kesiswaan Panitia Calon peserta didik baru Minggu I bulan Mei 6 Penetapan komponen peminatan peserta didik Koordinator Bimbingan dan Konseling Guru BK/Konselor Calon peserta didik baru Minggu I bulan Mei 7 Penetapan syarat pendaftaran ulang bagi peserta didik baru Waka Kesiswaan Panitia Calon peserta didik baru Minggu I bulan Mei 1 2 3 4 5 39
  • 322. Pedoman Peminatan Peserta Didik No 8 9 10 11 12 13 14 15 Uraian Kegiatan Rancangan tugas guru Sosialisasi tentang kuota/ daya tampung dan macam peminatan peserta didik, persyaratan pendaftaran sebagai calon peserta didik baru, kriteria penetapan yang diterima, syarat Pendaftaran Ulang peserta didik baru. Pengambilan formulir pendaftaran calon peserta didik baru Layanan konsultasi bagi peserta didik dan orang tua yang mengalami kesulitan penetapan pilihan peminatan peserta didik Penyerahan persyaratan administrasi akademik persyaratan calon peserta didik baru Seleksi performance (fisik dan kesehatan, peminatan kelompok teknologi/ tertentu) Seleksi administrasi akademik persyaratan calon peserta didik baru Penetapan calon peserta didik baru yang memenuhi kreteria yang dapat dinyatakan diterima dengan peminatannya, dan bila diperlukan disiapkan daftar cadangan urutan peminatan Penanggung Jawab Kepala sekolah Pelaksana Waka Kurikulum Sasaran Waktu Pendidik Minggu ke II bulan Mei Waka Humas Panitia Masyarakat Minggu ke II Mei s.d Minggu ke II Juni Waka Kesiswaan Panitia Calon peserta didik baru Minggu ke II Juni Koordinator Bimbingan dan Konseling Guru BK/Konselor Calon peserta didik baru dan orang tuanya Minggu ke II Juni Waka Kesiswaan Panitia Calon peserta didik baru Minggu ke III Juni Guru BK/Konselor dan Tim Calon peserta didik baru Minggu ke III Juni Guru BK/Konselor dan Tim Calon peserta didik baru Minggu I Juli Guru BK/Konselor dan Tim Calon peserta didik baru Minggu I Juli Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator Bimbingan dan Konseling Kepala Sekolah 40
  • 323. Pedoman Peminatan Peserta Didik No 16 17 Uraian Kegiatan Pengumuman hasil seleksi dengan kelompok peminatannya, dan bila diperlukan diberikan cadangan daftar cadangan urutan peminatan. Pendaftaran Ulang bagi yang dinyatakan diterima Penanggung Jawab Pelaksana Sasaran Waktu Kepala Sekolah Panitia Calon peserta didik baru dan masyarakat Waka Kesiswaan Panitia Calon peserta didik baru Minggu ke I Juli Minggu ke II Juli Minggu I Juli 18 Layanan peserta didik cadangan dapat melakukan Pendaftaran Ulang, apabila ada yang mengundurkan diri Koordinator Bimbingan dan Konseling Guru BK/Konselor dan Tim Calon peserta didik baru yang sebagai cadangan 19 Pendaftaran Ulang susulan bila ada cadangan yang dinyatakan diterima sebagai peserta didik baru Waka Kesiswaan Panitia Calon peserta didik baru Minggu ke II Juli Orientasi Peserta Didik Baru Koordinator Bimbingan dan Konseling Guru BK/Konselor dan Tim Calon peserta didik baru Minggu ke III juli Satuan pendidikan 20 21 Penyelenggaraan Pembelajaran Waka Kurikulum Pendidik dan Tenaga Kependidikan 22 Pembelajaran yang mendidik Waka Kurikulum Pendidik dan Tenaga Kependidikan Peserta didik 23 Layanan bimbingan dan konseling Koordinator Bimbingan dan Konseling Guru BK/Konselor Peserta didik 24 Manajemen dan supervisi sekolah Kepala Sekolah Tim MM dan PKG Seluruh komponen satuan pendidikan. Minggu ke III Juli – Minggu ke III Desember Minggu ke III Juli – Minggu ke III Desember Minggu ke III Juli – Minggu ke III Desember Minggu III Juli dan Minggu ke II Desember 41
  • 324. Pedoman Peminatan Peserta Didik Secara skematis, proses pemilihan dan penetapan peminatan bagi calon peserta didik yang dilaksanakan bersamaan dengan pendaftaran calon peserta didik baru adalah sebagaimana diagram berikut ini. Diagram 3.3 DIAGRAM ALIR ALTERNATIF 1 (Mekanisme Peminatan Bersamaan dengan Penerimaan Peserta didik Baru ) DIAGRAM ALIR Calon Siswa KODE 1 Orang Tua 2 Datang Kesekolah Mendaftar, mengambil dan mengisi formulir pendaftaran 3 Mengembalikan Formulir 4 Seleksi fisik T (ditolak) Seleksi Administrasi Oleh Guru BK Seleksi Akademik Oleh Guru BK Wawancara Oleh Guru BK 5 6 Penetapan Peminatan Y (diterima) Pengumuman Lapor Diri Proses Pembelajaran 7 8 42
  • 325. Pedoman Peminatan Peserta Didik KETERANGAN DIAGRAM ALIR KODE Calon peserta didik didampingi/bersama orang tua menggali informasi secara detail tentang prosedur peminatan (tata cara, kuota, syarat pendaftaran, dll.) di sekolah yang akan dituju. Di 1,2 samping itu, orang tua menerima kembali putra-putrinya yang dinyatakan tidak diterima dalam penerimaan siswa baru. Calon peserta didik mendaftar, mengambil formulir peminatan belajar di ruang yang disediakan sekolah. Pengisian formulir dapat 3 dilakukan di rumah dan dilakukan pencermatan secara teliti. Calon peserta didik mengembalikan formulir yang telah diisi lengkap di ruang pengembalian formulir di sekolah 4 Guru BK/Konselor melakukan seleksi : Administrasi, akademik dan melayani wawancara peminatan peserta didik. Bila diperlukan untuk persyaratan jenis peminatan tertentu, dapat dilakukan 5 pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga ahli. Penetapan - Sidang penetapan peminatan belajar dipimpin oleh Kepala Sekolah/Madrasah. - Bentuk penetapan : Y adalah bagi yang diterima (memenuhi persyaratan) dan T adalah bagi yang ditolak (tidak memenuhi persyaratan) 6 - Hasil penetapan peminatan peserta didik diumumkan secara tertulis dan terbuka Bagi calon peserta didik yang dinyatakan diterima melanjutkan proses berupa lapor diri, sedangkan bagi yang dinyatakan ditolak kembali ke orang tua masing-masing. Calon peserta didik yang diterima, melapor diri (herregristrasi) 7 Setelah melapor diri, peserta didik menempuh proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh sekolah sesuai 8 peminatannya 43
  • 326. Pedoman Peminatan Peserta Didik b. Alternatif kedua, proses pemilihan dan penetapan peminatan belajar peserta didik dilaksanakan pada minggu pertama awal tahun pelajaran baru. Pelaksanaan pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik dilaksanakan oleh Guru BK/Konselor bekerjasama dengan pendidik lainnya dan tenaga kependidikan yang ada. Langkah yang dilakukan oleh Guru BK/Konselor meliputi : (1) pemberian informasi dan orientasi tentang macam dan kuota peminatan belajar, mekanisme, komponen yang dipergunakan dalam penetapan, kriteria penetapan; (2) menyiapkan dan menggunakan instrument dan atau format peminatan untuk mengumpulkan data peminatan peserta didik dan orang tuanya; (3) mengumpulkan data peminatan peserta didik baik data dokumentasi, observasi maupun wawancara, (4) analisis data peminatan yang terkumpul; (5) penetapan peminatan peserta didik berdasarkan hasil analisis; (6) melayani konsultasi peminatan bagi peserta didik dan atau orang tua; (7) mengelompok rombongan belajar berdasarkan peminatan peserta didik dan satuan kelas. Proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik dilaksanakan oleh berbagai personalia sekolah sesuai tugas masingasing yang meliputi kepala sekolah, Guru BK/Konselor, guru matapelajaran, orang tua, dan peserta didik serta tenaga kependidikan. Adapun uraian tugas pelaksana peminatan peserta didik pada dasarnya sama dengan proses pemilihan dan penetapan peminatan yang dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan peserta didik baru. Berikut ini disajikan alternatif rancangan proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik yang dilaksanakan pada minggu pertama pembelajaran tahun pelajaran baru SMA/MA/SMK sebagaimana tabel berikut. Tabel 3.2. Rancangan Kegiatan Pemilihan dan Penetapan Peminatan Belajar Peserta Didik pada Minggu Pertama Tahun Pelajaran Baru. Penanggung No Uraian Kegiatan Pelaksana Sasaran Waktu Jawab Guru Menyusun Panitia Kepala Koordinator Minggu I 1 BK/Konselo Peminatan sekolah BK bulan Mei r Penetapan macam dan kuota Kepala Peserta Minggu I 2 Panitia peminatan peserta sekolah didik baru bulan Mei didik 44
  • 327. Pedoman Peminatan Peserta Didik No 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Uraian Kegiatan Penetapan Komponen dan kriteria peminatan sebagai persyaratan rekomendasi peminatan peserta didik Penyiapan Form/Instrumen Peminatan peserta didik Sosialisasi Program Peminatan Peserta Didik Penanggung Jawab Pelaksana Sasaran Waktu Kepala Sekolah Guru BK/Konselor Komponen Minggu I bulan Mei Koordinator Bimbingan dan Konseling Guru BK/Konselor Format/instr umen peminatan Minggu IIIII bulan Mei Kepala Sekolah Guru BK/Konselor Peserta didik baru dan orang tua Peserta didik baru dan orang tua Minggu I Awal tahun Pelajaran Minggu I Awal tahun Pelajaran Minggu I Awal tahun Pelajaran Penyampaian Form Peminatan sesuai Komponen yang dipersyaratkan Pendampingan pengisian data Peminatan yang dipersyaratkan Layanan konsultasi bagi peserta didik dan orang tua yang mengalami kesulitan penetapan pilihan peminatan. Analisis Form Komponen Peminatan Peserta Didik Pelaporan Hasil Analisis Form Peminatan Peserta Didik Rapat/Sidang Penetapan Peminatan Peserta Didik Pengumuman Hasil Penetapan Peminatan Peserta Didik Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator Bimbingan dan Konseling Penyelenggara-an Pembelajaran Guru BK/Konselor Guru BK/Konselor Peserta didik baru Guru BK/Konselor Peserta didik baru dan orang tua Minggu I Awal tahun Pelajaran Guru BK/Konselor Form data sesuai Komponen Peminatan Guru BK/Konselor Hasil analisis Guru BK/Konselor Dokumen hasil analisis Kepala Sekolah Panitia Peserta didik baru dan orang tua Waka Kurikulum Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan pendidikan Minggu II Awal tahun Pelajaran Minggu II Awal tahun Pelajaran Minggu II Awal tahun Pelajaran Minggu II Awal tahun Pelajaran Minggu III Juli s.d Minggu ke III Desember Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator Bimbingan dan Konseling Kepala Sekolah 45
  • 328. Pedoman Peminatan Peserta Didik No Uraian Kegiatan Penanggung Jawab Pelaksana Sasaran 14 Pembelajaran Yang Mendidik Waka Kurikulum Pendidik dan Tenaga Kependidikan 15 Layanan Bimbingan dan Konseling Koordinator Bimbingan dan Konseling Guru BK/Konselor Peserta didik baru 16 Manajemen dan Supervisi Sekolah Kepala Sekolah Tim MM dan PKG Seluruh komponen satuan pendidikan. Peserta didik baru Waktu Minggu III Juli s.d Minggu ke III Desember Minggu III Juli s.d Minggu ke III Desember Minggu III Juli dan Minggu ke II Desember Pada dasarnya setiap peserta didik baru (kelas X) boleh melakukan pindah peminatannya dengan catatan masih dapat terselenggara pembelajarannya di satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan aturan jumlah satuan kelas. Layanan pemindahan peminatan dilakukan sampai maksimal minggu ke tiga tahun pelajaran baru. Pindah peminatan hendaknya dilakukan atas dasar rekomendasi guru mata pelajaran dan atau hasil konsultasi intensif antara peserta didik-guru mata pelajaran-wali kelas dan Guru BK/Konselor serta orang tua. Proses penetapan peminatan peserta didik hendaknya dilakukan oleh tenaga profesional di sekolah, dengan harapan dapat tepat penetapan peminatan belajar yang berpengaruh positif terhadap kelancaran proses pembelajaran dan hasil belajar optimal. Secara skematis alir proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik sebagai berikut. 46
  • 329. Pedoman Peminatan Peserta Didik Diagram 3.4. DIAGRAM ALIR ALTERNATIF 2 (Mekanisme Peminatan Belajar Minggu Pertama Awal Tahun Pelajaran) DIAGRAM ALIR Siswa Kelas X KODE Orang Tua 1 Mendaftar, mengambil Formulir Peminatan 2 Mengembalikan Formulir Peminatan 3 Seleksi Akademik Peminatan Seleksi Administrasi Peminatan Wawancara Peminatan Oleh Guru BK 4 Tdk Ya Konsultasi bersama antara Guru BK, Orang Tua dan Peserta Didik Penetapan Peminatan Oleh Kepala Sekolah Tdk 5 Ya Pengumuman Peminatan Lapor Diri 6 Pembelajaran 7 47
  • 330. Pedoman Peminatan Peserta Didik KETERANGAN DIAGRAM ALIR Peserta didik baru mendaftar, mengambil formulir peminatan. Pengisian dapat dilakukan dirumah dan dengan persetujuan Orang Tua. Peserta didik baru mengembalikan formulir peminatan belajar yang telah diisi lengkap kepada Tim Peminatan yang dikoordinir oleh Guru BK/Konselor Guru BK/Konselor melakukan seleksi administrasi dan wawancara peminatan belajar. Pada bidang tertentu sesuai kebutuhan dapat melakukan pemeriksaan fisik/ kesehatan. Penetapan peminatan peserta didik - Sidang penetapan peminatan peserta didik dipimpin oleh Kepala Sekolah. - Bentuk penetapan : Ya bagi yang dinyatakan diterima ( memenuhi persyaratan) dan Tdk bagi yang dinyatakan ditolak ( tidak memenuhi persyaratan) Bagi peserta didik yang tidak diterima peminatannya sesuai dengan pilihan pertama dan atau tidak sesuai penetapan peminatannya, dilakukan konsultasi bersama antara Guru BK/Konselor dengan peserta didik dan orang tua. Hasil penetapan peminatan peserta didik diumumkan secara tertulis dan terbuka. Peserta didik dikelompokkan berdasarkan peminatan belajarnya, dan selanjutnya lapor diri (herregristrasi) Peserta didik baru menempuh pembelajaran sesuai jadwal yang diselenggarakan oleh sekolah. KODE 1,2 3 4 5 6 7 Kelebihan dari mekanisme pemilihan dan penetapan peminatan yang dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan peserta didik baru adalah peminatan sudah sesuai sejak awal, sehingga bila tidak sesuai peserta didik masih memperoleh kesempatan untuk mencari sekolah lain yang sesuai dengan peminatannya, maka calon peserta didik dapat mencari sekolah lain yang sesuai dengan peminatannya. 48
  • 331. Pedoman Peminatan Peserta Didik BAB IV PENUTUP Upaya pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu lulusan sesingga berdampak pada penyiapan generasi penerus bangsa. Peminatan dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan peserta didik dalam rangka perkembangan dan kesuksesan mereka secara optimal, sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik, khususnya berkenaan dengan peminatan akademik, vokasi, dan studi lanjutan. Untuk itu, semua pihak perlu mencari jalan terbaik bagi terwujudnya tujuan pendidikan dengan meletakkan kepentingan peserta didik sebagai hal yang paling dominan. Dalam hal ini, peran Guru BK/Konselor sebagai pelaksanan utama menduduki posisi sentral dan dalam menjalankan tugasnya harus bekerjasama dengan pimpinan satuan pendidikan, para Guru Mata Pelajaran, Guru Wali Kelas, beserta orang tua peserta didik. Upaya pelayanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran merupakan bagian pelayanan unggul yang menjadi kewajiban satuan pendidikan melaksanakannya untuk memfasilitasi pengembangan potensi semua peserta didik secara optimal. Pelayanan unggul yang dimaksudkan itu merupakan jaminan bagi diraihnya mutu yang tinggi bagi upaya pendidikan yang dilaksanakan semua pihak. Secara khusus, pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman mata pelajaran untuk peserta didik merupakan bagian dari pelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh, yang mana pelayanan bimbingan dan konseling itu merupakan bagian dari pelayanan unggul yang dimaksudkan itu. 49
  • 332. Pedoman Peminatan Peserta Didik DAFTAR RUJUKAN ABKIN (2013), Panduan Umum Pelayanan Bimbingan dan Konseling. ABKIN (2013), Panduan Khusus Pelayanan Bimbingan dan Konseling (Peminatan Siswa) Anonim (2011), Pedoman Mutu Unit kerja Kesiswaan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru SMK Marsudi Luhur I Yogyakarta. Anonim (2012), Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru dan Penjurusan SMA Negeri 2 Kota Yogyakarta. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Penerimaan Peserta Didik Baru. (2012), Petunjuk Teknis Pelaksanaan Depdiknas RI (2008), Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Dirjen Mandikdasmen (Nomor 251/C/KEP/MN/2008), Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan. Ditjen PMPTK (2007), Rambu-rambu Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Dirjen Mandikdasmen (Nomor : 251/C/KEP/MN/2008) tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan. Gysbers, N.C., Henderson P. (2012), Developing & Managing Your School Guidance & Counseling Program, American Counseling Association. Masyarakat Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia (2013), Masukan Pemikiran Tentang Peran Bimbingan Dan Konseling Dalam Kurikulum 2013. Puskurbuk, Balitbangdiknas (2010), Model Pengembangan Diri PPPPTK Penjas dan BK, Depdiknas (2010), Pengelolaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 50
  • 333. Pedoman Peminatan Peserta Didik LAMPIRAN-LAMPIRAN 51
  • 334. Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 1 : FORMAT PEMINATAN DAN PENDALAMAN MATERI MATA PELAJARAN SEKOLAH : ….………………………. Kelas : ………. Tanggal Mengisi : ………........................... A IDENTITAS PESERTA DIDIK 1. Nama : 2. NIS : 3. Tempat dan Tanggal Lahir : 4. Nama Orang Tua : 5. Alamat Rumah : 6. Jabatan/Pekerjaan Orang Tua : B KARAKTERISTIK DASAR PESERTA DIDIK 1. Kemampuan Dasar (IQ) : 2. Bakat : 3. Minat : 4. Kecenderungan Diri : 5. Rata-rata Hasil Belajar : C PEMINATAN AKADEMIK 1. Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 2. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 : : : : : : : : 52
  • 335. Pedoman Peminatan Peserta Didik 3. Peminatan Bahasa dan Budaya a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 : : : : D PENDALAMAN MATERI MATA PELAJARAN ATAU PILIHAN LINTAS MINAT 1. Mapel 1 2. Mapel 2 3. Mapel 3 4. Mapel 4 : : : : E PEMINATAN KEJURUAN 1. Peminatan Keahlian 1 : 2. Peminatan Keahlian 2 F MATA PELAJARAN PILIHAN 1. Mapel 1 2. Mapel 2 3. Mapel 3 4. Mapel 4 : : : : : G PEMINATAN PILIHAN STUDI LANJUTAN 1. Pilihan Studi Lanjutan 1 : 2. Pilihan Studi Lanjutan 2 : …………………, ……………… 20... Guru BK/Konselor. ………………………………….. NIP. 53
  • 336. Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 2 FORMAT MONITORING PEMINATAN DAN PENDALAMAN MATA PELAJARAN SEKOLAH : ………………………. Kelas : …………… Tanggal Mengisi : ………….................. A IDENTITAS PESERTA DIDIK 1. Nama : 2. NIS : 3. Tempat dan Tanggal Lahir : 4. Nama Orang Tua : 5. Alamat Rumah : 6. Jabatan/ Pekerjaan Orang Tua : B KARAKTERISTIK DASAR PESERTA DIDIK 1. Kemampuan Dasar (IQ) : 2. Bakat : 4. Kecenderungan Diri : 5. Rata-rata Hasil Belajar C : 3. Minat : KONDISI PEMINATAN AKADEMIK Peminatan 1. Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 2. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 Kondisi dalam Proses 54
  • 337. Pedoman Peminatan Peserta Didik 3. Peminatan Bahasa dan Budaya a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 4. Pendalaman materi mata pelajarant atau Lintas Minat Mata Pelajaran a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 5. Peminatan vokasi a. Peminatan Keahlian 1 b. Peminatan Keahlian 2 6. Mata Pelajaran Pilihan a. Mapel 1 b. Mapel 2 c. Mapel 3 d. Mapel 4 7. Peminatan Pilihan Studi Lanjutan a. Pilihan Studi Lanjutan 1 b. Pilihan Studi Lanjutan 2 D PERTIMBANGAN DAN TINDAK LANJUT …………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………… …………………, ……………… 20... Guru BK/Konselor. ………………………………….. NIP. 55
  • 338. Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 3 KELOMPOK KURIKULUM PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN 2013 NO. 1 BIDANG STUDI KEAHLIAN (8) Teknologi dan Rekayasa PROGRAM STUDI KEAHLIAN (45) 1. Teknik Bangunan 2. Teknik Furnitur 3. Teknik Plambing dan Sanitasi 4. Geomatika 5. Teknik Ketenagalistrikan 6. Teknik Mesin 7. Teknologi Pesawat Udara 8. Teknik Grafika 9. Instrumentasi Industri 10. Teknik Industri PAKET KEAHLIAN (141) 1. Teknik Konstruksi Baja 2. Teknik Konstruksi Kayu 3. Tekniok Konstruksi Batu dan Beton 4. Teknik Gambar Bangunan 5. Teknik Furnitur 6. Teknik Plambing dan Sanitasi 7. 8. 9. 10. Surveying Penginderaan Jarak Jauh Sistem Informasi Geografis (SIG) Teknik Pembangkit Tenaga Listrik 11. Teknik Jaringan Tenaga Listrik 12. Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik 13. Teknik Otomasi Industri 14. Teknik Pendingin dan Tata Udara 15. Teknik Pemesinan 16. Teknik Pengelasan 17. Teknik Fabrikasi Logam 18. Teknik Pengecoran Logam 19. Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri 20. Teknik Gambar Mesin 21. Air Frame & Power Plant 22. Pemesinan Pesawat Udara 23. Konstruksi Badan Pesawat Udara 24. Konstruksi Rangka Pesawat Udara 25. Kelistrikan Pesawat Udara 26. Elektronika Pesawat Udara 27. Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara 28. Persiapan Grafika 29. Produksi Grafika 30. Teknik Instrumentasi Logam 31. 32. 33. 34. Kontrol Proses Kontrol Mekanik Teknik Pelayanan Produksi Teknik Pergudangan 56
  • 339. Pedoman Peminatan Peserta Didik NO. BIDANG STUDI KEAHLIAN (8) PROGRAM STUDI KEAHLIAN (45) 11. Teknologi Tekstil 12. Teknik Perminyakan 13. Geologi Pertambangan 14. Teknik Kimia 15. Teknik Otomotif 16. Teknik Perkapalan PAKET KEAHLIAN (141) 35. 36. 37. 38. 39. 40. Teknik Pemboran Minyak dan Gas 41. Teknik Pengolahan Minyak dan Gas 42. Geologi Pertambangan 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 17. Teknik Elektronika 2 Teknologi Informasi 18. Teknik Komputer dan Komunikasi dan Informatika 19. Teknik Telekomunikasi 20. Teknik Broadcasting 3 Kesehatan 21. Keperawatan 22. Kefarmasian 4 Agrobisnis dan Agroteknologi 23. Agribisnis Produksi Tanaman Teknik Pemintalan Serat Buatan Teknik Pembuatan Benang Teknik Pembuatan Kain Teknik Penyempurnaan Tekstil Teknik Produksi Minyak dan Gas 56. 57. 58. 59. 60. 61. Kimia Analisis Kimia Industri Teknik Kendaraan Ringan Teknik Sepeda Motor Teknik Alat Berat Teknik Perbaikan Bodi Otomotif Teknik Konstruksi Kapal Baja Teknik Konstruksi Kapal Kayu Teknik Konstruksi Kapal Fiberglass Teknik Instalasi Pemesinan Kapal Teknik Pengelasan Kapal Kelistrikan Kapal Teknik Gambar Rancang Bangun Kapal Interior Kapal Teknik Audio Video Teknik Elerktronika Industri Teknik Mekatronika Teknik Ototronik Rekayasa Perangkat Lunak 62. Teknik Komputer dan Jaringan 63. Multimedia 64. Teknik Transmisi Telekomunikasi 65. Teknik Suitsing 66. Teknik Jaringan Akses 67. Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian 68. Teknik Produksi dan Penyiaran Program Radio 69. Keperawatan Kesehatan 70. Keperawatan Gigi 71. Analisis Kesehatan 72. Farmasi 73. Farmasi Industri 74. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 57
  • 340. Pedoman Peminatan Peserta Didik NO. BIDANG STUDI KEAHLIAN (8) PROGRAM STUDI KEAHLIAN (45) 24. Agribisnis Produksi Ternak 25. Kesehatan Hewan 26. Agribisnis Hasil Pertanian 27. Mekanisasi Pertanian 28. Kehutanan 5 Perikanan dan Kelautan 29. Teknologi Penangkapan Ikan 30. Teknologi dan Produksi Perikanan Budidaya 31. Pelayaran 6 Bisnis dan Manajemen 32. Administrasi 33. Keuangan 7 Pariwisata 34. Tata Niaga 35. Kepariwisataan 36. Tata Boga 37. Tata Kecantikan 38. Tata Busana 8 Seni dan Kerajinan 39. Seni Rupa PAKET KEAHLIAN (141) 75. Agribisnis Tanaman Perkebunan 76. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman 77. Agribisnis Ternak Ruminansia 78. 79. 80. 81. Agribisnis Ternak Unggas Agribisnis Aneka Ternak Kesehatan Hewan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 82. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 83. Pengawasan Mutu 84. Alat Mesin Pertanian 85. Teknik Tanah dan Air 86. Teknik Inventarisasi, Pengukuran dan Pemetaan Hutan 87. Teknik Konservasi Sumberdaya Hutan 88. Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan 89. Nautika Kapal Penangkap Ikan 90. Teknika Kapal Penangkap Ikan 91. Budidaya Perikanan 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. 110. 111. Budidaya Krustacea Budidaya Kekerangan Budidaya Rumput Laut Nautika Kapal Niaga Teknika Kapal Niaga Administrasi Perkantoran Akuntansi Perbankan Perbankan Syariah Pemasaran Usaha Perjalanan Wisata Akomodasi Perhotelan Tata Boga Tata Kecantikan Rambut Tata Kecantikan Kulit Busana Butik Produksi Pakaian Jadi (Garmen) Seni Lukis Seni Patung Desain Komunikasi Visual 58
  • 341. Pedoman Peminatan Peserta Didik NO. BIDANG STUDI KEAHLIAN (8) PROGRAM STUDI KEAHLIAN (45) 40. Seni Musik 41. Seni Tari 42. Seni Karawitan 43. Seni Pedalangan 44. Seni Teater 45. Desain dan Produksi Kria PAKET KEAHLIAN (141) 112. Desain Produk Interior dan Landscaping 113. Animasi 114. Seni Musik Klasik 115. Seni Musik Non Klasik 116. Seni Tari Minang 117. Seni Tari Sunda 118. Seni Tari Yogyakarta 119. Seni Tari Surakarta 120. Seni Tari Jawatimuran 121. Seni Tari Bali 122. Seni Tari Makasar 123. Seni Karawitan Minang 124. Seni Karawitan Sunda 125. Seni Karawitan Yogyakarta 126. Seni Karawitan Surakarta 127. Seni Karawitan Jawatimuran 128. Seni Karawitan Bali 129. Seni Karawitan Makasar 130. Seni Pedalangan Sunda 131. Seni Pedalangan Yogyakarta 132. Seni Pedalangan Surakarta 133. Seni Pedalangan Jawa Timuran 134. Seni Pedalangan Bali 135. Seni Pedalangan Makasar 136. Seni Teater 137. Desain dan Produksi Kria Tekstil 138. 139. 140. 141. Desain dan Produksi Kria Kulit Desain dan Produksi Kria Keramik Desain dan Produksi Kria Logam Desain dan Produksi Kria Kayu 59
  • 342. Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 4 ANGKET PEMINATAN CALON PESERTA DIDIK BARU (SMA) A. Pengantar. Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang identitas dan minat Anda terhadap pendidikan yang Anda inginkan. Informasi/data yang Anda sampaikan akan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan penerimaan dan penempatan pilihan peminatan Anda di sekolah ini. Untuk itu, isilah secara hatihati dan benar sesuai dengan diri Anda, sebab kekeliruan isian ini akan berpengaruh terhadap karir Anda. Semoga cita-cita Anda dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. B. Petunjuk Pengisian: 1. Berdo’a lah sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini 2. Bacalah secara teliti 3. Jawablah semua pertanyaan secara jujur sesuai dengan diri Anda. C. Pertanyaan-pertanyaan. 1. Identitas Diri a. Nama lengkap : ……………………………………………………… b. Tempat dan tanggal lahir : ……………………………………………………… c. Agama : ……………………………………………………… d. Alamat tempat tinggal : ……………………………………………………… ……………………………………………………… e. Asal sekolah ……………………………………………………… f. : ...…………………………………………………… g. Bulan/tahun masuk SMP/MTs : Bulan : …………..….……… Tahun .…………… h. Bulan/tahun lulus SMP/MTs 2. : Bulan : …………..….……… Tahun .…………… Status sekolah asal : Peminatan a. Tulislah pada kolom pilihan dengan angka 1 atau 2 pada kolom pilihan dan tulislah alasan Anda memilih peminatan tersebut. Angka 1 berarti pilihan pertama, Angka 2 berarti pilihan ke dua 60
  • 343. Pedoman Peminatan Peserta Didik No. Peminatan 1 Matematika dan Sains (Matematika, Biologi, Fisika,Kimia) 2 Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi dan Antropologi, Ekonomi) 3 Pilihan Alasan memilih Bahasa ( Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Asing lainya, Antropologi) 2) Pilihlah mata pelajaran sejumlah 6 JP mata pelajaran pendalaman peminatan yang Anda pilih atau mata pelajaran yang tertera dalam kelompok peminatan lainnya yang ditawarkan sekolah. No. Nama Matapelajaran JP Alasan Memilih 1. 2. 3. 4. 5. 3. Minat Mata Pelajaran : Tulislah 5 (lima) mata pelajaran yang disenangi (urutkan dari yang paling disenangi, dan tidak harus 5 mata pelajaran ) No. Nama Matapelajaran Alasan Disenangi 1. 2. 3. 4. 5. 4. Minat Pekerjaan : Tulislah 5 (lima) jenis pekerjaan yang disenangi ( urutkan dari yang paling disenangi dan tidak harus 5 jenis pekerjaan ). 61
  • 344. Pedoman Peminatan Peserta Didik No Nama Pekerjaan Alasan Disenangi 1. 2. 3. 4. 5. 5. Minat Jabatan Tulislah 5 (lima) jenis jabatan yang disenangi ( urutkan dari yang paling disenangi dan tidak harus 5 jenis jabatan). No. Nama Pekerjaan Alasan Dipilih 1. 2. 3. 4. 5. 6. Minat Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi Tulislah 5 (lima) nama program studi yang disenangi (urutkan dari yang paling disenangi dan tidak harus 5). No. Nama Program Studi Alasan Dipilih 1. 2. 3. 4. 5. 7. Studi Lanjut di Pondok Pesantren Apakah Anda memiliki keinginan untuk belajar di Pondok Pesantren? a. Ya, sebab ……………………..………………………………………………………… …………………………………………………..……………………………………….. b. Tidak, sebab …………………………………………………….……………………… …………………………………………………………………………………….……… 62
  • 345. Pedoman Peminatan Peserta Didik ………………………, ………… Calon Peserta Didik Baru (…..………………………) 63
  • 346. Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 5 ANGKET PEMINATAN CALON PESERTA DIDIK BARU SMK A. Pengantar Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang identitas dan minat Anda terhadap pendidikan dan keahlian yang Anda inginkan. Informasi/data yang Anda sampaikan akan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan penerimaan dan penempatan pilihan bidang keahlian diri Anda di sekolah ini. Untuk itu, isilah secara hati-hati dan benar sesuai dengan diri Anda, sebab kekeliruan isian ini akan berpengaruh terhadap karir Anda. Semoga cita-cita Anda dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. B. Petunjuk Pengisian: 1. Berdo’a lah sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini 2. Bacalah secara teliti 3. Jawablah semua pertanyaan secara jujur sesuai dengan diri Anda. C. Pertanyaan-pertanyaan. 1. Identitas Diri a. Nama lengkap : ……………………………………………………… b. Tempat dan tanggal lahir : ……………………………………………………… c. Agama : ……………………………………………………… d. Alamat tempat tinggal : ……………………………………………………… ……………………………………………………… e. Asal sekolah : ……………………………………………………… f. Status sekolah asal : ...…………………………………………………… g. Bulan/tahun masuk SMP/MTs : Bulan : …………..….……… Tahun .…………… h. Bulan/tahun lulus SMP/MTs Bulan : …………..….……… Tahun .…………… : 2. Peminatan Belajar Tulislah satu bidang studi, satu program studi, dan 3 kompetensi keahlian yang sesuai dengan potensi Anda sesuai dengan daftar pilihan studi yang ada di Sekolah. Pilihan Anda tentang bidang studi, program studi, dan 3 kompetensi yang harus satu alur keahlian. 64
  • 347. Pedoman Peminatan Peserta Didik No. Bidang Studi Keahlian Program Studi Keahlian 1. 2. 3. Kompetensi Keahlian 3. Minat Mata Pelajaran : Tulislah 5 (lima) mata pelajaran yang Anda senangi (urutkan dari yang paling disenangi, dan tidak harus 5 matapelajaran). No. 1. 2. 3. 4. 5. Nama Mata Pelajaran Alasan Disenangi 4. Minat Pekerjaan : Tulislah 5 (lima) jenis pekerjaan yang Anda senangi (urutkan dari yang paling disenangi dan tidak harus 5 jenis pekerjaan). No. Nama Pekerjaan Alasan Disenangi 1. 2. 3. 4. 5. 5. Minat Jabatan Tulislah 5 (lima) jenis jabatan yang Anda senangi (urutkan dari yang paling disenangi dan tidak harus 5 jenis jabatan). No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Pekerjaan Alasan Dipilih Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi Tulislah 5 (lima) nama program studi yang Anda senangi (urutkan dari yang paling disenangi dan tidak harus 5). 65
  • 348. Pedoman Peminatan Peserta Didik No. Nama Program Studi Alasan Dipilih 1. 2. 3. 4. 5. 7. Studi Lanjut ke Pondok Pesantren Apakah Anda memiliki keinginan untuk belajar di Pondok Pesantren? a. Ya, sebab ……………………………………………………………………………… b. Tidak, sebab …………………………………………………………………………… …………………, ………………… Calon Peserta Didik Baru, (……………………………) 66
  • 349. Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 6 : ANGKET DATA PRESTASI PESERTA DIDIK SMA/SMK A. Pengantar. Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang identitas dan minat Anda terhadap pendidikan dan keahlian yang Anda inginkan. Informasi/ data yang anda sampaikan akan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan penerimaan dan penempatan pilihan bidang keahlian diri Anda di sekolah ini. Untuk itu, isilah secara hati-hati dan benar sesuai dengan diri Anda, sebab kekeliruan isian ini akan berpengaruh terhadap karir Anda. Semoga cita-cita Anda dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. B. Petunjuk Pengisian: 1. Berdo’a lah sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini 2. Bacalah secara teliti 3. Jawablah semua pertanyaan secara jujur sesuai dengan diri Anda. C. Pertanyaan-pertanyaan. 1. Identitas diri. a. Nama lengkap : ……………………………………………………… b. Tempat dan tanggal lahir : ……………………………………………………… c. Agama : ……………………………………………………… d. Alamat tempat tinggal : ……………………………………………………… ……………………………………………………… e. Asal sekolah : ……………………………………………………… f. Status sekolah asal : ...…………………………………………………… g. Bulan/tahun masuk SMP/MTs : Bulan : …………..….……… Tahun .…………… h. Bulan/tahun lulus SMP/MTs Bulan : …………..….……… Tahun .…………… : 2. Data Prestasi Belajar di SMP/MTs ( Fotokopi raport yang dilegalisasi dilampirkan) No. 1. 2. 2. 3. 4. Matapelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Ingris Matematika IPA IPS Sem 1 Sem 2 Sem 3 Sem 4 Sem 5 Sem 6 67
  • 350. Pedoman Peminatan Peserta Didik 3. Data Nilai Ujian Nasional No. Nama Mata Ujian Nasional Nilai 1. 2. 3. 4. Jumlah nilai 4. Data Prestasi Non Akademik Tulislah nama kejuaraan yang diikuti bidang seni atau olah raga atau akademik, dll dan tulislah tingkat kejuaraan tingkat : sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional atau internasional. No. Nama Kejuaraan Tingkat Kejuaraan 1. 2. 3. 4. 5. …………………., ……… Calon Peserta didik Baru, (……………………………….) 68
  • 351. SMA/SMK | Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 7 IDENTITAS CALON PESERTA DIDIK : 1 Nama Lengkap 2 Nomor Pendaftaran A PRESTASI AKADEMIK : REKAPITULASI DATA PEMINATAN CALON PESERTA DIDIK : ……………………………………………………. : ……………………………………………..……. NILAI 1 2 3 4 5 1 No a b c J 1 2 3 3 1 JUMLAH ALASAN PILIHAN PERHATIAN ORANGTUA Harapan Orangtua bagi putra/putrinya : Unsur Harapan Orangtua Pilihan Peminatan Studi lanjut setelah SLTA Pekerjaan dimasa y.a.d Rekomendasi Guru BK SMP/MTs 1 Kelanjutan Studi : …………………………………………………. 2 Dunia Kerja : …………………………………………………. REKOMENDASI GURU BK SMA/SMK 1. Diterima / Ditolak *) : 2. Peminatan : ………...……………. ………………….., ……………………….. 20 ….. Analis / Guru Bimbingan dan Konseling ……………………………………. (Tandatangan & Nama Terang) Catatan : *) Coret yang tidak perlu. UN x bobot UN Bobot Sem 2 Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA IPS F MINAT PEKERJAAN NO NAMA 1 2 3 4 5 I Kelas IX Sem 1 Sem 2 Kelas Sem 1 Sem 2 BIDANG STUDI Sem 1 Kelas NO Pembobot 3 B NO 1 2 3 4 Jenis Kelamin ………………………….. : PRESTASI NON AKADEMIK: BIDANG URAIAN PRESTASI Olahraga Seni Kreatifitas Minat Belajar D MINAT MATA PELAJARAN NO NAMA 1 2 3 4 5 G MINAT JABATAN NO NAMA 1 2 3 4 5 Alasan Orangtua C TINGKAT KEJUARAAN ALASAN PILIHAN NO 1 2 3 E MINAT STUDI LANJUT NO NAMA 1 2 3 H ALASAN PILIHAN NO 1 2 3 4 5 2 a Fasilitas Belajar 3 Ruang Belajar : Khusus / Menyatu dengan kamar tidur *) b Perangkat Pendukung (beri tanda P ) No Jenis Ya Tdk 1 PC/ Laptop 2 Internet 3 TV 4 Telpon 5 6 PILIHAN /PEMINATAN ( Tuliskan pilihan dan beri tanda cek ) PILIHAN KELOMPOK PEMINATAN ALASAN PILIHAN I II ALASAN PILIHAN HASIL PEMERIKSAAN KESEHATAN (Beri tanda P ) HASIL JENIS PEMERIKSAAN YA TIDAK Buta warna Bertato Bertindik Cacat Fisik Tinggi badan Sarana transportasi ke sekolah (Lingkari nomor pada pilihan yang yang sesuai ): a Antar jemput mobil pribadi b Antar jemput sepeda motor c Antar jemput layanan jasa d Angkutan umum e Naik Sepeda Motor f Naik Sepeda Majalah Koran Data tersebut diatas telah kami isi sesuai keadaan yang sesungguhnya dan sejujurjujurnya guna membantu proses yang diperlukan. Apabila ternyata data tersebut diatas tidak sesuai dengan yang sebenarnya, saya bersedia dikeluarkan dari sekolah. Mengetahui & menyetujui Orang Tua/ Wali Calon Peserta Didik, Calon Peserta Didik , ................................................. ................................................. (Tandatangan & Nama Terang) (Tandatangan & Nama Terang) 69
  • 352. SMA/SMK | Pedoman Peminatan Peserta Didik Lampiran 8 : IDENTITAS PESERTA DIDIK : 1 Nama Lengkap 2 Nomor Pendaftaran A PRESTASI AKADEMIK : REKAPITULASI DATA PEMINATAN PESERTA DIDIK : ……………………………………………………. : ……………………………………………..……. NILAI 1 2 3 4 5 1 No a b c J 1 2 3 3 1 JUMLAH ALASAN PILIHAN PERHATIAN ORANGTUA Harapan Orangtua bagi putra/putrinya : Unsur Harapan Orangtua Pilihan Peminatan Studi lanjut setelah SLTA Pekerjaan dimasa y.a.d Rekomendasi Guru BK SMP/MTs 1 Kelanjutan Studi : …………………………………………………. 2 Dunia Kerja : …………………………………………………. REKOMENDASI GURU BK SMA/SMK 1. Diterima / Ditolak *) : 2. Peminatan : ………...……………. ………………….., ……………………….. 20 ….. Analis / Guru Bimbingan dan Konseling ……………………………………. (Tandatangan & Nama Terang) Catatan : *) Coret yang tidak perlu. UN x bobot UN Bobot Sem 2 Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA IPS F MINAT PEKERJAAN NO NAMA 1 2 3 4 5 I Kelas IX Sem 1 Sem 2 Kelas Sem 1 Sem 2 BIDANG STUDI Sem 1 Kelas NO Pembobot 3 B NO 1 2 3 4 Jenis Kelamin ………………………….. : PRESTASI NON AKADEMIK: BIDANG URAIAN PRESTASI Olahraga Seni Kreatifitas Minat Belajar D MINAT MATA PELAJARAN NO NAMA 1 2 3 4 5 G MINAT JABATAN NO NAMA 1 2 3 4 5 Alasan Orangtua C TINGKAT KEJUARAAN ALASAN PILIHAN PILIHAN /PEMINATAN ( Tuliskan pilihan dan beri tanda cek ) PILIHAN NO KELOMPOK PEMINATAN ALASAN PILIHAN I II 1 2 3 E MINAT STUDI LANJUT NO NAMA 1 2 3 H ALASAN PILIHAN NO 1 2 3 4 5 2 a Fasilitas Belajar 3 Ruang Belajar : Khusus / Menyatu dengan kamar tidur *) b Perangkat Pendukung (beri tanda P ) No Jenis Ya Tdk 1 PC/ Laptop 2 Internet 3 TV 4 Telpon 5 6 ALASAN PILIHAN HASIL PEMERIKSAAN KESEHATAN (Beri tanda P ) HASIL JENIS PEMERIKSAAN YA TIDAK Buta warna Bertato Bertindik Cacat Fisik Tinggi badan Sarana transportasi ke sekolah (Lingkari nomor pada pilihan yang yang sesuai ): a Antar jemput mobil pribadi b Antar jemput sepeda motor c Antar jemput layanan jasa d Angkutan umum e Naik Sepeda Motor f Naik Sepeda Majalah Koran Data tersebut diatas telah kami isi sesuai keadaan yang sesungguhnya dan sejujurjujurnya guna membantu proses yang diperlukan. Apabila ternyata data tersebut diatas tidak sesuai dengan yang sebenarnya, saya bersedia dikeluarkan dari sekolah. Mengetahui & menyetujui Orang Tua/ Wali Peserta Didik, Peserta Didik , ................................................. ................................................. (Tandatangan & Nama Terang) (Tandatangan & Nama Terang) 70
  • 353. SMA/SMK | Pedoman Peminatan Peserta Didik 1