Infeksi Yang Menyertai Kehamilan
Dan Persalinan ; Sitomegalovirus
(CMV)
AKADEMI KEBIDANAN ABDURAHMAN
PALEMBANG
TAHUN AJARA...
Sitomegalovirus (CMV)
Sitomegalovirus (CMV) adalah salah satu
anggota kelompok virus herpes, yang meliputi
virus herpes si...
Penularan CMV
Penularan CMV ini berlangsung secara
horizontal, vertikal dan hubungan seksual.
Penularan horizontal terjadi...
. Penularan vertikal adalah penularan proses
infeksi maternal ke janin. Infeksi kongenital
umumnya terjadi karena penulara...
EPIDEMIOLOGI
Di negara-negara maju sitomegalovirus
(CMV) adalah penyebab infeksi kongenital yang
paling utama dengan angka...
Infeksi CMV pada Kehamilan
Penularan CMV dari ibu ke janin dapat
terjadi selama kehamilan dan infeksi pada umur
kehamilan ...
Sebagaimana pada kelompok dewasa lain,
gejala CMV yang muncul pada wanita hamil
minimal biasanya mereka tidak menyadari
ba...
Infeksi tersebut baru dapat dikenali setelah bayi
lahir. Komplikasi yang dapat muncul antara lain :
1. Infeksi menyeluruh ...
3. Kurang lebih 5 – 10% bayi yang terinfeksi
CMV pada saat dilahirkan, tetapi tanpa gejala,
akan mengalami akibat sepertim...
DIAGNOSIS
Walaupun merupakan suatu infeksi virus
yang umum terjadi, CMV tidak sering
terdiagnosis sebab gejala yang muncul...
Pemeriksaan Laboratorium
Tes ELISA (Enzyme-Linked
Immunosorbent Assay) dapat
digunakan untuk menentukan,
sebelum infeksi t...
Terapi
Tidak ada terapi khusus untuk CMV
pada individu yang sehat. Pasien dengan
gangguan kekebalan dan mereka yang
memili...
SITOMEGALOVIRUS TERHADAP KEHAMILAN
SITOMEGALOVIRUS TERHADAP KEHAMILAN
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

SITOMEGALOVIRUS TERHADAP KEHAMILAN

757 views
517 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
757
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

SITOMEGALOVIRUS TERHADAP KEHAMILAN

  1. 1. Infeksi Yang Menyertai Kehamilan Dan Persalinan ; Sitomegalovirus (CMV) AKADEMI KEBIDANAN ABDURAHMAN PALEMBANG TAHUN AJARAN 2014/2015 Dosen Pengampuh : NOVITA SARI, S.SiT Disusun Oleh : EKA TIARA DEWI 10612017
  2. 2. Sitomegalovirus (CMV) Sitomegalovirus (CMV) adalah salah satu anggota kelompok virus herpes, yang meliputi virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, virus varicela zoster (penyebab cacar air) dan virus Epstein- Barr (penyebab mononukleosis yang menular) . Infeksi sitomegali menyebabkan kelainan kongenital janin : hidrosfalus, mikrosefalus, mikroftalmia, ensefalitis, hepatosplenomegali, kelainan darah dan kebutaan.
  3. 3. Penularan CMV Penularan CMV ini berlangsung secara horizontal, vertikal dan hubungan seksual. Penularan horizontal terjadi melalui droplet infection (infeksi melalui udara akibat menginhalasi pathogen saluran pernapasan yang terdapat pada droplet) dan kontak dengan air ludah, air seni, air mata.
  4. 4. . Penularan vertikal adalah penularan proses infeksi maternal ke janin. Infeksi kongenital umumnya terjadi karena penularan transplasenta selama kehamilan. Di masa peripartum infeksi CMV timbul akibat pemaparan terhadap sekresi serviks yang telah terinfeksi melalui air susu ibu dan tindakan transfusi darah.
  5. 5. EPIDEMIOLOGI Di negara-negara maju sitomegalovirus (CMV) adalah penyebab infeksi kongenital yang paling utama dengan angka kejadian 0,3 – 2 % dari kelahiran hidup. Hal ini menyebabkan kematian perinatal 20- 30% serta timbulnya cacat neurologik berat lebih dari 90% pada kelahiran. Manifestasi klinik dapat berupa hepatosplenomegali, mikrosepali, retardasi mental, gangguan psikomotor, ikterus, petechiae, korioretinitis, dan klasifikasi serebral.
  6. 6. Infeksi CMV pada Kehamilan Penularan CMV dari ibu ke janin dapat terjadi selama kehamilan dan infeksi pada umur kehamilan kurang dari 16 minggu meyebabkan kerusakan serius. Resiko infeksi kongenital CMV paling besar terdapat pada wanita yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi dan mereka yang terinfeksi pertama kali ketika hamil.
  7. 7. Sebagaimana pada kelompok dewasa lain, gejala CMV yang muncul pada wanita hamil minimal biasanya mereka tidak menyadari bahwa infeksi telah terjadi.
  8. 8. Infeksi tersebut baru dapat dikenali setelah bayi lahir. Komplikasi yang dapat muncul antara lain : 1. Infeksi menyeluruh disertai gejala pembesaran pada hati dan ginjal (disertai ikterik) dari ukuran sedang hingga penyakit fatal. 2. Kebanyakan bayi dengan penyakit CMV bertahan hidup, tetapi 80 – 90% akan mengalami komplikasi, meliputi kehilangan pendengaran, kerusakan penglihatan, retardasi mental dengan berbagai tingkat keparahan.
  9. 9. 3. Kurang lebih 5 – 10% bayi yang terinfeksi CMV pada saat dilahirkan, tetapi tanpa gejala, akan mengalami akibat sepertimasalah pendengaran dan mental atu sistem koordinasi.
  10. 10. DIAGNOSIS Walaupun merupakan suatu infeksi virus yang umum terjadi, CMV tidak sering terdiagnosis sebab gejala yang muncul sedikit . Berikut adalah situasi klinis yang membantu bidan untuk mencurigai infeksi CMV : 1. Ada gejala mononukleosis menular, tetapi pada pemeriksaan virus mononukleosis dan Epstein-Bar, hasil negatif. 2. Ada tanda dan gejala hepatitis, tetapi hasil tes untuk hepatitis A,B, dan C juga negatif .
  11. 11. Pemeriksaan Laboratorium Tes ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) dapat digunakan untuk menentukan, sebelum infeksi terjadi, apakah infeksi akut atau antibodi maternal yang didapat secara pasif pada ibu.
  12. 12. Terapi Tidak ada terapi khusus untuk CMV pada individu yang sehat. Pasien dengan gangguan kekebalan dan mereka yang memiliki gejala mononukleosis atau gejala hepatitis diobati berdasarkan gejala yang timbul atau dengan terapi antivirus . Obat yang digunakan untuk anti CMV saat ini adalah Ganciclovir, Foscarnet, Cidoclofivir, Valaciclovir

×