1                PAPER          Check Sheet                  Oleh :Luqvi Riski Syahputra      ( NPM. 0915031015 )Ahmad Sur...
2                            KATA PENGANTARAlhamdulillah, penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwaberkat ...
3                                         DAFTAR PUSTAKAHALAMAN JUDUL .......................................................
4                            METERI PENGANTARI. Pengertian Kualitas       Menurut Juran, kualitas diartikan sebagai cocok ...
5II. Definisi Total Quality Management        Menurut Ishikawa, TQM adalah perpaduan semua fungsi dari perusahaanke dalam ...
6kebutuhan pelanggan. Berikut ini adalah langkah dalam 7 langkah pemecahanmasalah.    1. Penentuan Judul    2. Menganalisa...
7   3. Peningktan tekanan biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku.   4. Persaingan yang semakin intensif.   5. Kemaj...
8   4. Pertanggung jawaban produk atau jasa.   5. Peningkatan pangsa pasar.   6. Keterlibatan global   7. Penampilan produ...
9   3. Penyediaan bahan baku yang lebih baik.   4. Penggunaan alat produksi yang lebih efisien.   5. Mengurangi kerja ulan...
104. Terus menerus perbaiki sistem produksi dan pelayanan, agar mutu dan   produktifitas tentu diperbaiki, dan dengan demi...
11                               SEVEN TOOLS        Seven tools adalah tujuh alat perbaikan mutu yang digunakan padakegiat...
12     Dalam pengendalian proses statistik dikenal adanya “seven tools”. Seventools dari pengendalian proses statistik ini...
13                                CHECK SHEET       check sheet dapat didefiniskan sebagai lembar yang dirancang sederhana...
14   3. Defenisikan     tiap-tiap     kategori   dengan     baik     agar    pengumpulan       data dilakukan dengan konsi...
15   3. Merancang form isi sedemikian rupa sehingga data dapat direkam dengan       hanya memberikan tanda cek (V) atau ta...
16Berdasarkan fungsinya kemudian dikenal beberapa model check sheet, yaitusebagai berikut:1. Process Distribution Check Sh...
17Jika terbukti data tidak normal atau jika data signifikan di dekat atau di luar garisLSL/USL, maka usaha improvement har...
183. Defect Location Check Sheet (atau Location Plot atau ConcentrationDiagram)Check sheet ini menggunakan gambar item unt...
19Gambar 4. Defective Cause Check Sheet pada 2 Workstation5. Check-up Confirmation Check Sheet (atau Checklist)Check sheet...
20Gambar 6. Contoh Check List Sederhana
21          CONTOH – CONTOH PENGGUNAAN CHECK SHEET1.   Distribusi Proses Produksi      Untuk mengetahui variasi dimensi, u...
222.   Item yang rusak       Digunakan pada proses pemeriksaan akhir dari produk plastik cetaktertentu. Untuk menunjukkan ...
233.   Lokasi cacat       Misal untuk mengurangi cacatluar tergores dan titik kotorpada sebuahproduk, daricontoh dapat dia...
244.   Sebab cacat       Untuk mencatat rusak yang terjadi dalam knob bakelit, denganmemperhatikan kepada mesin, pekerja, ...
25                           DAFTAR PUSTAKAAndy Hunt, Dave Thomas. 2003. Pragmatic Unit Testing In C# with Unit Test.First...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tugas paper check sheet mmt

3,132

Published on

paper check sheet

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,132
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
68
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas paper check sheet mmt

  1. 1. 1 PAPER Check Sheet Oleh :Luqvi Riski Syahputra ( NPM. 0915031015 )Ahmad Surya Arifin ( NPM. 1015031024 )Yudi Eka Putra ( NPM. 1015031020 )Budi Wahyu Nugroho ( NPM. 1015031024 )Joelisca Saputra ( NPM. 1015031040 )Victor Farhan Wijaya ( NPM. 1015031084 )Andri Gunawan ( NPM. 1015031027 )Wendy Dwi Lesmana ( NPM. 1015031085 )Imam Sholeh Maulana ( NPM. 1015031037 ) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012
  2. 2. 2 KATA PENGANTARAlhamdulillah, penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwaberkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliahManajement Mutu Terpadu. Paper ini berisi tentang “Seven Tools yaitu metodeCheck sheet” yang menggunakan berbagai teknik pengambilan keputusanberdasarkan TQM. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Dosen matakuliah Manajemen Mutu Terpadu dan juga temen-teman satu kelompok sertatemen – teman mahasiswa yang mengambil matakuliah MMT ini. Paper ini masihmemiliki beberapa kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang membangunsangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah modulasi sudut ini. Semogamakalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Bandar Lampung, November 2012 Penulis
  3. 3. 3 DAFTAR PUSTAKAHALAMAN JUDUL ......................................................................... iKATA PENGANTAR ...................................................................... iiDAFTAR ISI ...................................................................................... iiiMATERI PENGANTAR .................................................................. 1SEVEN TOOLS ................................................................................. 6CHECK SHEET................................................................................. 9CONTOH CHECK SHEET............................................................... 16DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... 21
  4. 4. 4 METERI PENGANTARI. Pengertian Kualitas Menurut Juran, kualitas diartikan sebagai cocok untuk digunakan (fitnessfor use) dan definisi ini memiliki 2 aspek utama, yaitu : 1. Ciri-ciri yang memenuhi permintaan pelanggan Kualitas yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan meningkatkankepuasan pelanggan, membuat produk laku terjual, dapat bersaing denganpesaing, meningkatkan pangsa pasar dan volume penjualan, serta dapatdijual dengan harga jual yang lebih tinggi. 2. Bebas dari kekurangan Kualitas yang tinggi menyebabkan perusahaan dapat mengurangi tingkatkesalahan dan produk gagal, mengurangi inspeksi dan pengujian,mengurangi ketidakpuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat menekanpemborosan. Meskipun tidak ada definisi mengenai kualitas yang dapat diterimasecarauniversal, dari definisi-definisi yang ada terdapat beberapa persamaan, yaitu:  Kualitas melebihi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.  Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan.  Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa yangdianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitasdi masa mendatang).Berdasarkan elemen-elemen tersebut Goetsch dan Davis mendefinisikan kualitassebagai berikut :Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
  5. 5. 5II. Definisi Total Quality Management Menurut Ishikawa, TQM adalah perpaduan semua fungsi dari perusahaanke dalam suatu falsafah yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork,produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan. Untuk memudahkanpemahamannya, pengertian TQM dapat dibedakan dalam aspek. Aspek pertamamenguraikan apa itu TQM dan aspek kedua membahas bagaimana mencapainya. TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan beberapa karakteristikberikut ini :  Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.  Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.  Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan danpemecahan masalah.  Memiliki komitmen jangka panjang.  Membutuhkan kerjasama tim (team work).  Memperbaiki proses secara kontinu.  Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.  Memberikan kebebasan yang terkendali.  Memiliki kesatuan tujuan.  Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.III. Langkah Pemecahan Masalah Sejak awal tahun 1980-an, teknik pemecahan masalah dengan pendekatanproses Plan Do Check Action sudah mulai dikenal oleh berbagai kelompokpeningkatan mutu di perusahaan-perusahaan/organisasi/instansi di Indonesia,terutama yang menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Jepang. Padamulanya Jepang memperkenalkan teknik pemecahan masalah bagi kalangankaryawan pelaksana, dengan proses Delapan Langkah PDCA. Delapan LangkahPDCA merupakan proses kegiatan continuous improvement. Perubahan tersebutdimaksudkan agar sistem manajemen mutu lebih luwes dalam menghadapikecepatan perubahan dunia usaha yang sangat tinggi dengan memperhatikan
  6. 6. 6kebutuhan pelanggan. Berikut ini adalah langkah dalam 7 langkah pemecahanmasalah. 1. Penentuan Judul 2. Menganalisa Penyebab 3. Menguji dan Menentukan Penyebab Dominan 4. Membuat Rencana dan Melakasanakan Perbaikan 5. Meneliti Hasil 6. Membuat Standar Baru 7. Mengumpulkan Data Baru dan Menentukan Rencana BerikutnyaIV. Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas merupakan teknik yang sangat bermanfaat agarsuatu perusahaan dapat mengetahui kualitas produknya sebelum dipasarkankepada konsumen. Teknik pengendalian kualitas dapat membantu perusahaandalam mengetahui kelayakan kualitas produk berdasarkan batas-batas kontrolyang telah ditentukan. Berikut ini adalah uraian lebih lanjut tentang pengendaliankualitas.V. Definisi dan Sejarah Pengendalian Kualitas Kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis,pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Kualitas suatu produk diartikansebagai derajat atau tingkatan dimana produk atau jasa tersebut mampumemuaskan keinginan dari konsumen (fitness for use). Kualitas menjadi faktordasar keputusan konsumen untuk mendapatkan suatu produk, karena konsumenakan memutuskan untuk membeli suatu produk dari perusahaan tertentu yanglebih berkualitas daripada saingan-sainganya. Alasan-alasan mendasar pentingnyakualitas sebagai strategi bisnis adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004): 1. Meningkatkan kesadaran konsumen akan kualitas dan orientasi konsumen yang kuat akan penampilan kualitas. 2. Kemampuan produk.
  7. 7. 7 3. Peningktan tekanan biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku. 4. Persaingan yang semakin intensif. 5. Kemajuan yang luar biasa dalam produktifitas melalui program keteknikkan kualitas yang efektif. Pengertian pengendalian kualitas adalah aktifitas pengendalian prosesuntuk mengukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkan dengan spesifikasi ataupersyaratan, dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila adaperbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar. Tujuan daripengendalian kualitas adalah untuk mengendalikan kualitas produk atau jasa yangdapat memuaskan konsumen. Pengendalian kualitas statistik merupakan suatu alattangguh yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya, menurunkan cacat danmeningkatkan kualitas pada proses manufakturing. Pengendalian kualitasmemerlukan pengertian dan perlu dilaksanakan oleh perancang, bagian inspeksi,bagian produksi sampai pendistribusian produk ke konsumen. Aktifitaspengendalian kualitas pada umumnya meliputi kegiatan-kegiatan berikut(Purnomo, 2004): 1. Pengamatan terhadap performansi produk atau proses. 2. Membandingkan performansi yang ditampilkan dengan standaryang berlaku. 3. Mengambil tindakan-tindakan bila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang cukup signifikan, danjika perlu perlu dibuat tindakan-tindakan untuk mengoreksinya.VI. Pengaruh Kualitas Kualitas adalah elemen penting dalam operasi, selain itu kualitas jugamemiliki beberapa pengaruh lain. Beberapa alasan yang membuat kualitasmenjadi penting, yaitu sebagai berikut (Heizer, 2006): 1. Reputasi perusahaan. 2. Keandalan produk atau jasa. 3. Penurunan biaya.
  8. 8. 8 4. Pertanggung jawaban produk atau jasa. 5. Peningkatan pangsa pasar. 6. Keterlibatan global 7. Penampilan produk atau jasa. Definisi kualitas sebagaimana yang diambil oleh American Society forQuality adalah keseluruhan karakteristik produk atau jasayang mampumemuaskan kebutuhan yang terlihat atau yang tersamar. Definisi kualitas terbagiatas beberapa kategori yaitu, definisi yang berbasis pengguna dengan arti kualitasbergantung pada pemirsa. Definisi yang berbasis manufaktur yaitu kualitas yanglebih tinggi dengan artikinerja yang lebih baik, fitur yang lebih baik dan perbaikanlainya yang terkadang memakan biaya (Heizer, 2006).VII. Konsep Dasar Pengendalian Kualitas Pengendalian kualiatas statistik adalah alat bantu manajemen untukmenjamin kualitas, karena pada dasarnya tidak ada dua produk yang dihasilkanoleh suatu proses produksi itu sama benar, tidak dapat dihindarkan adanyavariasinya. Pengujian statistik diperlukan untuk menyelesaikan masalah sepertiini, dalam pengendalian kualitas statistik teknik-teknik tersebut diaplikasikanguna memeriksa dan menguji data untuk menentukan standar dan mengecekkesesuaian produk untuk mencapai operasi manufaktur yang maksimum, danbiasanya menghasilkan biaya kualitas yang lebih rendah dan menaikkan tingkatposisi kompetitif. Rancangan percobaan dapat digunakan dalam hubungannyadengan pengendalian proses statistik untuk meminimumkan variabilitas proses,yang menghasilkan produksi yang pada akhirnya bebas cacat (Purnomo, 2004).VIII. Keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik Pengendalian kualitas statistik merupakan alat manajemen secara ilmiah.Beberapa keuntungan jika digunakan pengendalian kualitas statistik adalahsebagai berikut (Purnomo, 2004): 1. Perbandingan antara kualitas dan biaya. 2. Menjaga kualitas lebih seragam.
  9. 9. 9 3. Penyediaan bahan baku yang lebih baik. 4. Penggunaan alat produksi yang lebih efisien. 5. Mengurangi kerja ulang atau pembuangan. 6. Memperbaiki hubungan produsen-konsumen.IX. Dimensi Kualitas Kualitas memiliki dimensi yang banyak, sehingga sulit mendefinisikannya.David Gorvin menyarankan delapan dimensi kualitas, yaitu sebagai berikut(Nasrullah, 1997): 1. Performansi atau prestasi dari fungsi yang diperlihatkan oleh produk. 2. Sifat-sifat khusus dan menarik minat (feature), yang menjadikan suatu produk unik dibandingkan dengan produk sejenis dari produsen lain. 3. Keandalan, kemampuan produk untuk tidak mogok dalam masa kerjanya. 4. Kecocokan dengan standar industri. 5. Kemudahan diperbaiki jika terjadi kerusakan. 6. Daya tahan produk terhadap waktu. 7. Keindahan penampilan. 8. Persepsi konsumen.X. Manajemen Kualitas Manajemen kualitas sangat berpengaruh besar terhadap produk yang akandiproduksi, Dr. Deming adalah pakar manajemen kualitas Amerika Serikat. Dr.Deming menyarankan 14 butir manajemen mutu sebagai berikut (Nasrullah,1997): 1. Ciptakan stabilitas motivasi untuk memperbaiki produk, mempunyai daya saing, dan memberikan lapangan kerja. 2. Hilangkan ketergantungan pada pemeriksaan produk untuk mencapai produk bermutu. Hilangkan kebutuhan untuk inspeksi produk secara massal dengan membangun mutu sejak awal proses. 3. Akhiri kebiasaan menghargai bisnis atas dasar potongan harga.
  10. 10. 104. Terus menerus perbaiki sistem produksi dan pelayanan, agar mutu dan produktifitas tentu diperbaiki, dan dengan demikian diupayakan tanpa henti penurunan ongkos.5. Lembagakan pelatihan pada saat bekerja.6. Lembagakan pengawasan.7. Bersihkan rasa takut, sehingga setiap orang bekerja dengan efektif.8. Hapus penghalang antar departemen.9. Hilangkan slogan-slogan dan target-target yang harus dicapai para pekerja, jika tidak dilengkapi dengan cara-cara mencapainya.10. Hilangkan standar kerja yang menyarankan angka target kerja bagi operator, ganti dengan pertolongan dan pengawasan.11. Hapus penghalang antara pekerja tidak tetap dengan haknya untuk bangga dengan kemampuan kerjanya.12. Lembagakan program ketat pendidikan dan pelatihan.13. Letakkan setiap orang di perusahaan untuk bekerja melaksanakan pengubahan bahan baku menjadi barang jadi.
  11. 11. 11 SEVEN TOOLS Seven tools adalah tujuh alat perbaikan mutu yang digunakan padakegiatan siklus quality control.Tujuh Alat Dasar Quality Management merupakanpendekatan yang sangat praktis dan sangat mudah untuk diimplemantasikan,sehingga sangat layak untuk digunakan di tingkat pelaksana. Pada level yang lebihtinggi, pemecahan masalah tidak sekedar pada masalah yang sudah jelasdiketahui, tetapi juga terhadap potensi masalah, atau terhadap kemungkinan akanmunculnya masalah dari suatu program. Tujuh alat baru ini merupakan jawabanatas tuntutan di atas.Pengendalian Proses Statistik (Statistical Process Control) Statistik adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses ataupopulasi berdasarkan suatu analisis informasi yang terkandung didalam suatusampel dari populasi itu. Metode statistik memainkan peranan penting dalamjaminan kualitas. Metode statistik itu memberikan cara – cara pokok dalampengambilan sampel produk, pengujian serta evaluasinya dan informasi didalamdata itu digunakan untuk mengendalikan dan meningkatkan proses pembuatan.Lagipula statistik adalah bahasa yang digunakan oleh insinyur pengembangan,pembuatan, pengusahaan, manajemen, dan komponen – komponen fungsionalbisnis yang lain untuk berkomunikasi tentang kualitas. (Montgomery, 1993) Untuk menjamin proses produksi dalam kondisi baik dan stabil atauproduk yang dihasilkan selalu dalam daerah standar, perlu dilakukan pemeriksaanterhadap titik origin dan hal-hal yang berhubungan, dalam rangka menjaga danmemperbaiki kualitas produk sesuai dengan harapan. Hal ini disebut StatisticalProcess Control (SPC).
  12. 12. 12 Dalam pengendalian proses statistik dikenal adanya “seven tools”. Seventools dari pengendalian proses statistik ini adalah metode grafik paling sederhanauntuk menyelesaikan masalah. Seven tools tersebut adalah: 1. Lembar pengamatan (check sheet) 2. Stratifikasi (run chart) 3. Histogram 4. Grafik kendali (control chart) 5. Diagram pareto 6. Diagram sebab akibat (cause and effect diagram) 7. Affinity Diagram
  13. 13. 13 CHECK SHEET check sheet dapat didefiniskan sebagai lembar yang dirancang sederhanaberisi daftar hal-hal yang perlukan untuk tujuan perekaman data sehinggapengguna dapat mengumpulkan data dengan mudah, sistematis, dan teratur padasaat data itu muncul di lokasi kejadian. Data dalam check sheet baik berbentukdata kuantitatif maupun kualitatif dapat dianalisis secara cepat (langsung) ataumenjadi masukan data untuk peralatan kualitas lain, misal untuk masukan dataPareto chart. Check sheet adalah alat bantu manajemen mutu sederhana yang bentuknyamenyerupai tabel dan digunakan untuk mengoleksi data.Check sheet dalampengertian yang sebenarnya tak lain adalah tempat menuliskan catatan tentangjumlah sesuatu, dimana jumlah tersebut diisikan satu demi satu, sehingga padaakhirnya dapat dijumlahkan nilai totalnya. Pengumpulan data menggunakan checksheet dapat diterapkan pada hampir semua jenis aktifitas yang bertujuan mencatatsejumlah data kategorik. Suatu form atau sheet sederhana berbentuk tabel yang memuat datakategorik, suatu tanda yang mirip angka 1 (atau garis lurus tegak = I) biasanyaditambahkan dan dituliskan pada tabel setiap kali data dari kategori tertentumuncul dalam pemeriksaan. Pembuatan check sheet bertujuan untuk memfasilitasipengumpulan analisa data. Check sheet dapat dibuat kapan saja dibutuhkan adanya pencatatan data,meski demikian dalam penerapannya untuk tujuan manajemen mutu, perludilakukan analisa terlebih dahulu terhadap jenis kategorinya. Oleh karena itudalam penyusunan check sheet perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini: 1. Tentukan tujuan pengumpulan data. 2. Lakukan terlebih dahulu brainstorming untuk menentukan jenis- jenis kategori yang perlu diamati.
  14. 14. 14 3. Defenisikan tiap-tiap kategori dengan baik agar pengumpulan data dilakukan dengan konsisten. 4. Tentukan keadaan atau keterangan lain mengenai darimana data tersebut akan diperoleh, misalnya pada hari apa, shift berapa dan dimesin yang bagaimana. 5. Tentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan data 6. Buatlah petunjuk singkat tentang tata cara pengumpulan data dan sampaikan kepada penanggung jawab pengumpulan data beserta anggotanya yang terlibat. 7. Buatlah tabel check sheetnya berdasarkan jenis kategori yang telah ditentukan. 8. Lakukan uji coba pengumpulan data untuk memastikan bahwa semua data telah dimasukkan ke kategori yang sesuai.I. Kapan check sheet digunakan?Kapan kita menggunakan check sheet? Menurut Tague (2005) adalah sebagaiberikut: 1. Ketika data dapat diamati dan dikumpulkan berulang kali oleh orang yang sama atau di lokasi yang sama. 2. Ketika mengumpulkan data mengenai frekuensi atau pola kejadian, masalah, cacat, lokasi cacat, penyebab cacat, dan sebagainya. 3. Ketika mengumpulkan data proses produksi.II. Prosedur check sheetProsedur check sheet yang diuraikan oleh Tague (2005) adalah sebagai berikut: 1. Menentukan kejadian atau permasalahan apa yang akan diamati, kemudian kembangkan definisi operasional. 2. Menentukan kapan data akan dikumpulkan dan berapa lama.
  15. 15. 15 3. Merancang form isi sedemikian rupa sehingga data dapat direkam dengan hanya memberikan tanda cek (V) atau tanda silang (X) atau simbol serupa sehingga data tidak perlu diperbanyak ulang untuk analisis. 4. Memberikan etiket setiap daerah kosong pada form. 5. Menguji check sheet secara singkat untuk memastikan ketepatan check sheet dalam mengumpulkan data yang diinginkan, juga memastikan apakah check sheet mudah digunakan atau tidak? 6. Merekam data pada check sheet setiap kali ditemukan kejadian atau masalah yang ditargetkan.III. Fungsi check sheet dalam pengendalian kualitasMenurut Ishikawa (1982), check sheet memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Pemeriksaan distribusi proses produksi (production process distribution checks) 2. Pemeriksaan item cacat (defective item checks) 3. Pemeriksaan lokasi cacat (defective location checks) 4. Pemeriksaan penyebab cacat (defective cause checks) 5. Pemeriksaan konfirmasi pemeriksaan (check-up confirmation checks) 6. Dan lain-lain.
  16. 16. 16Berdasarkan fungsinya kemudian dikenal beberapa model check sheet, yaitusebagai berikut:1. Process Distribution Check SheetCheck sheet ini mengukur frekuensi satu item di berbagai pengukuran, secaravisual menunjukkan distribusi yang interpretasikan sebagai histogram-histogram,Gambar 1 di bawah ini menunjukan contoh process distribution check sheet.Gambar 1. Pemeriksaan Ketebalan Item dengan Process Distribution Check Sheet Seperti terlihat pada Gambar 1, analisis check sheet ini akan menggunakanteori kurva normal seperti yang ada dalam ilmu statistik. Ketika pengukuranselesai, pemeriksaan check sheet harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaansebagai berikut: Apakah tanda cek membentuk kurva lonceng (kurva normal)? Apakah berbentuk miring (skewness )? Apakah ada lebih dari satu puncak? Apakah ada outlier? Apakah tanda cek jatuh seluruhnya diantara garis LSL (lower specification limit) dan USL (upper specification limit)? Atau sebagian besar tanda cek jatuh di luar garis LSL atau USL?
  17. 17. 17Jika terbukti data tidak normal atau jika data signifikan di dekat atau di luar garisLSL/USL, maka usaha improvement harus dilakukan untuk menghilangkanspecial cause of variation, yaitu: variasi yang terjadi karena faktor eksternal (dariluar sistem).2. Defective Item Check SheetCheck sheet ini menghitung dan mengklasifikasikan cacat menurut jenisnya,seperti terlihat pada Gambar 2 di bawah ini. Hasil check sheet ini dapat dijadikananalisis Pareto, di mana data kemudian akan diurutkan dari yang terbesar sampaidengan yang terkecil. Asumsi analisis Pareto adalah mengidentifikasi 20%penyebab masalah vital (ranking tertinggi) untuk mewujudkan 80% improvementsecara keseluruhan.Gambar 2. Defective Item Check Sheet pada Final Inspection di Lini SewingPabrik Sepatu
  18. 18. 183. Defect Location Check Sheet (atau Location Plot atau ConcentrationDiagram)Check sheet ini menggunakan gambar item untuk ditandai posisi cacatnyasehingga dapat diketahui di mana cacat terbanyak terjadi dalam proses, sepertiterlihat pada Gambar 3 di bawah ini.Gambar 3. Defect Location Check Sheet untuk Upper Sepatu4. Defective Cause Check SheetCheck sheet ini bertujuan untuk mengkorelasikan sebab dan akibat denganmemasukkan faktor-faktor penyebab yang mungkin, seperti waktu, operator,mesin, dan lokasi. Sebagai contoh lihat Gambar 4, nama-nama operator, jam sebelum makansiang, jam setelah makan siang, dan beberapa workstation dirangkum padaselembar check sheet dalam rangka mengidentifikasi trend di lintas kelompok.Contoh check sheet di bawah ini menunjukan bahwa jam setelah makan siang diworkstation 2 tampak paling rentan terhadap cacat. Tindak lanjutnya adalah padakebiasaan makan siang operator, ditambah pemeriksaan kondisi, perilakuoperator, dan kinerja operasi di workstation 2 setelah jam makan siang.
  19. 19. 19Gambar 4. Defective Cause Check Sheet pada 2 Workstation5. Check-up Confirmation Check Sheet (atau Checklist)Check sheet ini berisi daftar tindakan atau hasil tindakan yang akan dicentangketika telah selesai dilakukan (lihat Gambar 5). Setelah selesai dicentangseluruhnya, check sheet ini menjadi semacam sertifikat penyelesaian. Di tempatkerja, saya sering membuat checklist sederhana pada sticky note (lihat Gambar 6),bagi saya ini membantu mengingat pekerjaan pokok saya yang kadang terlupakanakibat over-load pekerjaan atau karena ada tambahan project.Gambar 5. Check-up Confirmation Check Sheet pada Form Inspeksi SHAPE(Safety, Health, Attitude, People & Environment)
  20. 20. 20Gambar 6. Contoh Check List Sederhana
  21. 21. 21 CONTOH – CONTOH PENGGUNAAN CHECK SHEET1. Distribusi Proses Produksi Untuk mengetahui variasi dimensi, untuk macam tertentu komponendengan spesifikasi permesinan 8,3 +/- 0,008.
  22. 22. 222. Item yang rusak Digunakan pada proses pemeriksaan akhir dari produk plastik cetaktertentu. Untuk menunjukkan tipe rusak yang sering terjadi dan yang jarangterjadi. Dari data, 42 rusak dari sejumlah 1525 buah, jumlah total rusak 62, sebabkadang-kadang dua atau lebih rusak ditemukandalam sebuah produk.
  23. 23. 233. Lokasi cacat Misal untuk mengurangi cacatluar tergores dan titik kotorpada sebuahproduk, daricontoh dapat diamatidistribusi terjadinya cacat.Perbaikan mutuakanmeningkat sebabmenemukan sebab cacatmenjadi lebih mudah dankenapaterkonsentrasi padalokasi tersebut.
  24. 24. 244. Sebab cacat Untuk mencatat rusak yang terjadi dalam knob bakelit, denganmemperhatikan kepada mesin, pekerja, hari dan tipe cacat. Analisa : pekerja Bbanyak menghasilkan lot cacat, pada hari Rabu semua pekerja banyakmenghasilkan lot cacat (bisa disebabkan oleh bahan baku).
  25. 25. 25 DAFTAR PUSTAKAAndy Hunt, Dave Thomas. 2003. Pragmatic Unit Testing In C# with Unit Test.First Printing, March 2004. United State Of America.http://www.balancedscorecard.org . Basic Tools For Improvement - Module 5 –Cause and Effect Diagram.http://www.dspace.fsktm.um.edu.my/bitstream/1812/193/8/8-ch6.pdf . ChapterSix - System Testing and Implementationhttp://www.elucidata.com/refs/sdlc.pdf . The Software Development Life CycleFor Small to Medium Database Applicationhttp://www.foundation.phccweb.org/Library/Articles/TQM.pdf . Total QualityManagement - A Continuous Improvement Processhttp://www.the-happy-manager.com/seven-step-problem-solving.html . The 7Step Problem Solving MethodJohn D. McGregor, David A. Spikes. 2001. A Practical Guide To TestingObject Oriented Software. Addison-Wesley, 2001. United State Of AmerikaKomite Penggerak SGA Pusat Asia Pulp And Paper. 1999. Total QualityManagement Manual. Asia Pulp And Paper, 1999. Serpong.R. VenkatRajendran. White Paper on UnitTesting.http://www.mobilein.com/whitepaperonunittesting.pdfVincent Garspersz. 2001. Total Quality Management. PT. Gramedia PustakaUtama, April 2002. Jakarta.

×