Pancasila sebagai Ideologi Nasional (Materi Pertemuan ke 10)

12,148 views
11,817 views

Published on

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,148
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
26
Actions
Shares
0
Downloads
296
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pancasila sebagai Ideologi Nasional (Materi Pertemuan ke 10)

  1. 1. PANCASILA SEBAGAIIDEOLOGI NASIONAL oleh :ahmad sururi, S.Sos 1
  2. 2. PENGERTIAN IDEOLOGI IDEA, BERARTI GAGASAN, BUAH PIKIRAN DAN LOGIA BERARTI AJARAN→ IDEOLOGI ADALAH ILMU/AJARAN TENTANG GAGASAN DAN BUAH PIKIRAN. PENGERTIAN IDEOLOGI SECARA UMUM, ADALAH SUATU KUMPULAN GAGASAN, IDE, KEYAKINAN SERTA KEPERCAYAAN YANG BERSIFAT SISTEMATIS YANG MENGARAHKAN TINGKAH LAKU SESEORANG DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN, SEPERTI : a. BIDANG POLITIK, TERMASUK BIDANG HUKUM, PERTAHANAN DAN KEAMANAN, SOSIAL, KEBUDAYAAN, KEAGAMAAN.SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA, PANCASILADIANGKAT DARI NILAI-NILAI ADAT ISTIADAT , KEBUDAYAAN SERTA NILAIRELIGIUS YANG TERDAPAT DALAM PANDANGAN HIDUP MASYARAKATINDONESIA 2
  3. 3. KEKUATAN IDEOLOGIKEKUATAN IDEOLOGI TERGANTUNG PADA KUALITAS 3 (TIGA) DIMENSIYANG ADA PADA IDEOLOGI TERSEBUT, YAITU :1. DIMENSI REALITA, YAITU BAHWA NILAI-NILAI DASAR YANG TERKANDUNG DALAM IDEOLOGI TERSEBUT SECARA RIIL HIDUP DIDALAM SERTA BERSUMBER DARI BUDAYA DAN PENGALAMAN SEJARAH MASYARAKAT / BANGSANYA.2. DIMENSI IDEALISME, YAITU BAHWA NILAI-NILAI DASAR IDEOLOGI TERSEBUT MENGANDUNG IDEALISME YANG MEMBERI HARAPAN TENTANG MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK MELALUI PENGALAMAN DALAM PRAKTEK KEHIDUPAN SEHARI-HARI.3. DIMENSI FLEKSIBILITAS, YAITU IDEOLOGI TERSEBUT MEMILIKI KELUWESAN YANG MEMUNGKINKAN DAN MERANGSANG PENGEMBANGAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN BARU YANG RELEVAN DENGAN IDEOLOGI BERSANGKUTAN TANPA MENGHILANGKAN ATAU MENGINGKARI JATI DIRI YANG TERKANDUNG DALAM NILAI- NILAI DASARNYA.PANCASILA MEMENUHI KE TIGA DIMENSI INIDENGAN DEMIKIAN, UNTUK MENJALANKAN FUNGSINYA SUATU IDEOLOGIHARUS SENANTIASA HIDUP, FLEKSIBEL DAN TAHAN UJI DARI MASA KE 3MASA.
  4. 4. ASAL MULA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONALNILAI-NILAINYA BERASAL DARI BANGSA INDONESIA SENDIRI BERUPA NILAI-NILAI ADAT ISTIADAT, KEBUDAYAAN DAN NILAI-NILAI RELIGIUS ↓ Ir. SOEKARNO, Drs. MOH. HATTA DAN ANGGOTA BPUPKI LAINNYA MERUMUSKAN DAN MEMBAHAS PANCASILA TERUTAMA DALAM HAL BENTUK, RUMUSAN DAN NAMA PANCASILA. ↓ 18 AGUSTUS 1945 DISYAHKAN SEBAGAI DASAR FALSAFAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA 4
  5. 5. BERDASARKAN SISTEM PEMIKIRAN,IDEOLOGI DAPAT DIBAGI MENJADI : 1. IDEOLOGI TERTUTUP 2. IDEOLOGI TERBUKA 5
  6. 6. IDEOLOGI TERTUTUP, CIRI-CIRINYA :• BUKAN MERUPAKAN CITA-CITA YANG SUDAH HIDUP DALAM MASYARAKAT, MELAINKAN MERUPAKAN CITA-CITA SATU / KELOMPOK ORANG YANG MENDASARI SUATU PROGRAM UNTUK MENGUBAH DAN MEMBAHARUI MASYARAKAT.• ATAS NAMA IDEOLOGI DIBENARKAN PENGORBANAN- PENGORBANAN YANG DIBEBANKAN KEPADA MASYARAKAT.• ORANG HARUS TAAT KEPADA ELIT YANG MENGEMBANNYA, TAAT KEPADA TUNTUTAN IDEOLOGIS DAN TUNTUTAN KETAATAN INI MUTLAK.• KEKUASAAN PEMERINTAH CENDERUNG KEARAH TOTALITER 6
  7. 7. IDEOLOGI TERBUKA, CIRI-CIRINYA : NILAI-NILAI DAN CITA-CITANYA TIDAK DIPAKSAKAN DARI LUAR, MELAINKAN DIGALI DAN DIAMBIL DARI HARTA KEKAYAAN ROHANI, MORAL DAN BUDAYA MASYARAKAT SENDIRI. DASARNYA BUKAN BUKAN KEYAKINAN IDEOLOGIS SEKELOMPOK ORANG, MELAINKAN HASIL MUSYAWARAH DAN KONSENSUS MASYARAKAT. OLEH KARENA ITU IDEOLOGI TERBUKA ADALAH MILIK SELURUH RAKYAT DAN MASYARAKAT DALAM MENEMUKAN KEPRIBADIANNYA DI DALAM IDEOLOGI TERSEBUT IDEOLOGI TEBUKA SENANTIASA BERKEMBANG SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN ASPIRASI, PEMIKIRAN SERTA AKSELERASI DARI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN CITA-CITANYA UNTUK HIDUP BERBANGSA DALAM MENCAPAI HARKAT DAN MARTABAT KEMANUSIAAN. PANCASILA→IDEOLOGI TERBUKA, YAITU PANCASILA MERUPAKAN IDEOLOGI YANG MAMPU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERKEMBANGAN JAMAN TANPA MENGUBAH NILAI DASARNYA. 7
  8. 8. BATAS-BATAS KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILAKETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA ADA BATAS-BATASNYA YANG TIDAK BOLEH DILANGGAR, YAITU :1.STABILITAS NASIONAL YANG DINAMIS2.LARANGAN TERHADAP PANDANGAN EKSTRIM YANGMENGGELISAHKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT.3.PENCIPTAAN NORMA YANG BARU HARUS MELALUIKONSENSUS. 8
  9. 9. SECARA SOSIOLOGIS, IDEOLOGI DAPAT DIBAGI :1. IDEOLOGI YANG BERSIFAT PARTIKULAR2. IDEOLOGI YANG BERSIFAT KOMPREHENSIF 9
  10. 10. IDEOLOGI YANG BERSIFAT PARTIKULAR :• ADALAH KEYAKINAN-KEYAKINAN YANG TERSUSUN SECARA SISTEMATIS DAN TERKAIT ERAT DENGAN KEPENTINGAN SUATU KELAS SOSIAL TERTENTU DALAM MASYARAKAT.• IDEOLOGI KOMUNIS YANG MEMPERJUANGKAN KELAS PROLETAR DAN IDEOLOGI LIBERALIS YANG MEMPERJUANGKAN HANYA KEBEBASAN INDIVIDU SAJA, TERMASUK IDEOLOGI PARTIKULAR 10
  11. 11. IDEOLOGI YANG BERSIFAT KOMPREHENSIF• SUATU SISTEM PEMIKIRAN MENYELURUH MENGENAI SEMUA ASPEK KEHIDUPAN SOSIAL• BERCITA-CITA MELAKUKAN TRANSFORMASI SOSIAL SECARA BESAR- BESARAN MENUJU BENTUK TERTENTU.• TETAP BERADA DALAN BATASAN-BATASAN YANG REALISTIS DAN BERBEDA DENGAN IDEOLOGI “UTOPIA” YANG HANYA BERISI GAGASAN- GAGASAN BESAR NAMUN HAMPIR TIDAK MUNGKIN DAPAT DITRANSFORMASIKAN DALAM KEHIDUPAN PRAKTIS.• IDEOLOGI PANCASILA, MEMILIKI CIRI MENYELURUH YAITU TIDAK BERPIHAK KEPADA GOLONGAN TERTENTU, BAHKAN IDEOLOGI PANCASILA YANG DIKEMBANGKAN DARI NILAI-NILAI YANG ADA PADA REALITAS BANGSA INDONESIA ITU MAMPU MENGAKOMODASIKAN BERBAGAI IDEALISME YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT YANG SIFATNYA MAJEMUK ITU. 11
  12. 12. MAKNA IDEOLOGI BAGI NEGARAIDEOLOGI NEGARA DALAM ARTI CITA-CITA NEGARA MEMILIKICIRI- CIRI SEBAGAI BERIKUT :1.MEMPUNYAI DERAJAT YANG TINGGI SEBAGAI NILAI HIDUPKEBANGSAAN DAN KENEGARAAN.2.MEWUJUDKAN SATU ASAS KEROHANIAN PANDANGANDUNIA, PANDANGAN HIDUP YANG HARUS DIPELIHARA,DIKEMBANG-KAN, DIAMALKAN, DILESTARIKAN KEPADAGENERASI PENERUS BANGSA, DIPERJUANGKAN, DANDIPERTAHANKAN DENGAN KESEDIAAN BERKORBAN. 12
  13. 13. PERBANDINGAN IDEOLOGIPANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN 13
  14. 14. 14
  15. 15. 15
  16. 16. SEKIAN DAN THANK YOU…Notes : konsep dan teori2 dari sumber yang berbeda boleh digunakan dengan mencantumkan referensi dan sumbernya 16

×