Tafsir pada periode tabi’in dan periode tadwin

  • 5,323 views
Uploaded on

 

More in: Spiritual
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
5,323
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
52
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TAFSIR PADA PERIODETABI’IN DAN PERIODE TADWIN(KODIFIKASI) Oleh Jumal Ahmad bin Hanbal
  • 2. Buhuts fi Ushul Tafsir wa Manahijuhu 1. TAFSIR PADA MASA TABI’IN 2
  • 3. METODE TAFSIR TABIIN Tafsir al-Quran dengan al-Quran, sebagaimana metode para sahabat. Tafsir al-Quran dengan Sunnah, sebagaimana metode para sahabat. Buhuts fi Ushul Tafsir wa Manahijuhu Tafsir al-Quran dengan perkatan sahabat, Tabi’in adalah murid dari para sahabat, maka mereka banyak mengambil perkataan dari sahabat, sebagai contoh Mujahid bin Jabir telah belajar tafsir dari awal-akhir kepada Ibnu Abbas sebanyak tiga kali. Pemahaman dan Ijtihad, jika mereka telah melewati 3 tahapan di atas, mereka berijtihad dalam memahami al-Quran, karena mereka adalah orang yang telah faham bahasa arab dan belajar kepada sahabat. Perkataan Ahlu Kitab: Yahudi dan Nasrani, dengan semakin banyaknya pemeluk islam, mereka banyak mengambil pendapat Ahlu Kitab tentang beberapa tafsir al-Quran yang biasa dikenal dengan Israiliyat, orang yang banyak meriwayatkan israiliyat adalah: Abdullah bin Salam dan Ka’ab al-Ahbar. 3
  • 4. KEKHUSUSAN TAFSIR MASA TABIIN1. Masuknya israiliyat sebagai imbas dari semakin luasnya kekuasaan islam dan banyaknya pemeluk.2. Dengan meluasnya kekuasaan islam mereka menafsirkan sesuai dengan kebutuhan manusia3. Tafsir masih terjaga melaluii talaqi dan riwayat sebagaimana pada periode sahabat.4. Muncul perselisihan dalam tafsir, seperti dengan banyaknya tafsiran pada satu ayat saja.5. Muncul tafsir berdasarkan mazhab, seperti tafsir tentang ayat-ayat hukum, setiap mazhab memiliki kitab tafsir ayat al-ahkam sesuai dengan mazhabnya6. Setiap tafsir disandarkan kepada yang mengatakan sehingga bisa diketahui mana yang shahih dan mana yang dhaif.
  • 5. MUFASIR PADA MASA TABIIN Mujahid, Said bin Jubair, Qatadah dan lainnya1. Mujahid bin Jabir namanya adalah Mujahid bin Jabir al-Makki, tentang Buhuts fi Ushul Tafsir wa Manahijuhu Tafsir Mujahid, Sufyan ats-Tsauri mengatakan: “jika datang tafsir dari Mujahid, maka ia telah cukup bagimu.”2. Sa’id bin Jubair namanya adalah Sa’id bin Jubair bin Hisyam al-Asadi, beliau adalah orang yang banyak mengambil riwayat dan qiraah dari Ibnu Abbas.3. Qatadah namanya adalah Qatadah bin Da’amah, ia lahir dalam keadaan buta, ia terkenal sebagai mufasir yang kuat hafalanya, beliau pernah mengatakan: “tidak ada perkataan yang masuk ke telingaku, kecuali aku pasti 5 hafal.”
  • 6. HUKUM TAFSIR PADA MASA TABIIN  Ibnu Uqail mengatakan tidak boleh dengan alasan mereka tidak mendengar langsung dari nabi, mereka tidak melihat turunnya ayat dan tentang keadalahan mereka tidak ada nash yang menetapkan  kebanyakan mufasir mengatakan boleh, dengan mengambil dalil bahwa IMujahid pernah menanyakan tafsir pada ibnu Abbas sebanyak 3 kali demikian juga dengan Qatadah dan as-Syabi  yang rajih: Ibnu Taimiyah menjelaskan, jika mereka telah bersepakat maka tafsir mereka kita ambil dan jika merekan berselilsih maka dikembalikan pada bahasa al- Quran, hadits atau perkataan sahabat
  • 7. TAFSIR PADA MASA TADWIN Tafsir wa Manahijuhu Pada masa ini terdiri dari empat marhalah 7
  • 8. MARHALAH PERTAMA dimasukkan dalam bab hadits, contoh: Yazid bin Harun, Syyubah bin Hajaj, Waki bin Jarah, Buhuts fi Ushul Tafsir wa Manahijuhu Abdurrazaq bin Hamam Kelebihan marhalah ini  sumber mereka adalah sanad  mengumpulkan berdasarkan bab dalam hadits  ada tafsir dari nabi, sahabat dan tabiin 8
  • 9. MARHALAH KEDUA Tafsir sudah dalam satu al-Quran penuh dan yang pertama melakukannya adalah Abdul Malik bin Buhuts fi Ushul Tafsir wa Manahijuhu Juraij Kelebihan Marhalah ini  menulis tafsir matsur saja  tafsirnya sampai pada perawinya  belum ada perhatian terhadap koreksi hadits  berkembangnya riwayat israiliyat 9
  • 10. MARHALAH KETIGA pada masa ini banyak mufasir yang meringkas sanad dan menyandarkannya pada yang tidak Buhuts fi Ushul Tafsir wa Manahijuhu mangatakannya. dan pada masa ini pula muncul tafsir bir rayi dan meluasnya riwayat israiliyat 10
  • 11. MARHALAH KEEMPAT pada masa ini mulai masuk riwayat dhaif dalam tafsir, menafsirkan ayat sesuai dengan mazhab Buhuts fi Ushul Tafsir wa Manahijuhu mereka atau untuk membantah siapa yang menentangnya 11